PROGRAM KERJA TAHUN 2025 & PROYEKSI 2026
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (PS
PPD) UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
dr. Tricahyani Endah Yuniarti, MPH, Sp.EM
Bab 1. Pendahuluan & Fokus Utama
Tujuan Utama Program Kerja 2025:
"Peningkatan Kualitas Mutu Akademik dan Efisiensi Manajemen Sumber
Daya Menuju Akreditasi Unggul".
Mengintegrasikan seluruh kegiatan Tridarma agar selaras dengan Indikator
Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.
Babak Berikutnya (2026):
Fokus pada "Penguatan Daya Saing Lulusan dan Peningkatan Reputasi Riset
Regional".
Program Kerja
Utama 2025
Program A: Revitalisasi
Kurikulum Berbasis
Outcome-Based Education
(OBE).
Program B: Peningkatan
Kapasitas Dosen dan
Tenaga Kependidikan
melalui Pelatihan
Metodologi Pengajaran
Klinis.
Program C: Optimalisasi
Kerjasama dengan RSUD
dan Puskesmas Jejaring.
Keluaran yang Dicapai :
Dokumen kurikulum OBE
tervalidasi.
Peningkatan IKU 5
(Kualitas Dosen) sebesar
10%
Adanya MoU baru dengan
3 fasilitas kesehatan
primer.
Isu Strategis dan
Inovasi 2025
Isu Strategis & Tantangan:
Perubahan Regulasi KKI yang memerlukan revisi panduan stase
klinik.
Keterbatasan ketersediaan lahan praktik di rumah sakit utama
rujukan.
Keterbatasan anggaran untuk pengadaan alat skills lab canggih.
Inovasi untuk Menjawab Tantangan:
Implementasi Tele-education platform untuk kuliah pakar lintas
institusi.
Penggunaan Augmented Reality (AR) Anatomi dalam pembelajaran
pre-klinik.
Gagasan Pengembangan: Clinical Decision Support System (CDSS)
berbasis Teknologi.
Akuntabilitas
Kinerja 2025
(Capaian)
Hal yang Berjalan Baik:
Respons adaptasi kurikulum terhadap
regulasi baru KKI berjalan cepat.
Tingkat partisipasi dosen dalam
pelatihan sangat tinggi.
Realisasi Program:
Program A (Revitalisasi Kurikulum):
Realisasi 100% (Tepat sasaran).
Program C (Optimalisasi Kerjasama):
Realisasi 4 MoU (Melebihi target 3 MoU).
Capaian Kinerja Utama: Secara umum,
mencapai target kinerja utama sebesar 90%
berdasarkan IKU yang ditetapkan.
Program Kerja Indikator Kinerja
Realisasi
(%) Keterangan
Program A: Revitalisasi
Kurikulum
Dokumen Kurikulum OBE
tervalidasi 100% Tepat sasaran
Program B: Peningkatan
Kapasitas Dosen
Peningkatan Jumlah Jabatan
Fungsional Dosen 75% Ada peningkatan
Program C: Optimalisasi
Kerjasama Jumlah MoU baru 4 MoU Melebihi target
Aspek
Perbaikan &
Rekomendasi
•Aspek yang Memerlukan Perbaikan:
•Manajemen waktu pelaksanaan beberapa kegiatan
masih tumpang tindih.
•Sistem pelaporan realisasi anggaran per kegiatan
perlu penyempurnaan (real-time).
•Rasio dosen-mahasiswa di stase tertentu perlu
dioptimalkan.
•Rekomendasi Strategis (Perbaikan):
•Optimalisasi Penjadwalan: Menggunakan project
management tools terpusat (Proyeksi 2026).
•Fokus SDM: Mengajukan tambahan formasi dosen
klinis.
Proyeksi Program Kerja 2026
Tujuan Strategis 2026:
"Penguatan Daya Saing Lulusan
dan Peningkatan Reputasi Riset
Regional".
Prioritas Utama: Persiapan
asesmen akreditasi LAM-PTKes
dan optimalisasi IKU 1 dan IKU 3.
Program Kerja Utama 2026:
Program D: Sentralisasi Ujian
UKMPPD Internal (Target:
Peningkatan kelulusan first taker
100%).
Program E: Inisiasi Pusat Riset
Penyakit Menular Tropis Banten
(Tujuan: Peningkatan publikasi
ilmiah terindeks).
Program F: Program Link and
Match dengan Dinas Kesehatan
(Tujuan: Penyerapan lulusan di
faskes lokal).
Analisis Kekuatan & Peluang (SWOT Positif)
Kekuatan
(Internal Positif):
SDM Ahli: Dosen
memiliki keahlian
spesifik di bidang
kesehatan masyarakat
dan klinis.
Hubungan Mitra
Eksternal: Jaringan kuat
dengan Pemda Banten
dan RSUD rujukan
utama.
Peluang
(Eksternal Positif):
Tingginya kebutuhan
tenaga medis profesional
di Provinsi Banten.
Adanya dana hibah riset
kompetitif dari
pemerintah pusat yang
dapat diakses.
Analisis Hambatan & Strategi (SWOT Negatif)
Hambatan Potensial
(Internal Negatif):
Keterbatasan dana abadi
untuk riset jangka
panjang.
Birokrasi yang panjang
yang memperlambat
pengadaan barang dan
jasa.
Strategi Mengatasi
Hambatan (Proyeksi
2026):
Menggalang dana riset
melalui skema matching
fund dengan industri
kesehatan swasta.
Membangun tim ad-hoc
percepatan pengadaan.
Penutup &
Target Outcome
Target Outcome 2026:
PS PPD Untirta siap
menyongsong akreditasi unggul.
Menjadi rujukan utama
pendidikan dokter di regional
Banten.
Terima Kasih

PPT PROGRAM KERJA TAHUN 2025 & PROYEKSI 2026 _dr Tricahyani E.Y, MPH, Sp.EM, MPH.pptx

  • 1.
    PROGRAM KERJA TAHUN2025 & PROYEKSI 2026 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (PS PPD) UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA dr. Tricahyani Endah Yuniarti, MPH, Sp.EM
  • 2.
    Bab 1. Pendahuluan& Fokus Utama Tujuan Utama Program Kerja 2025: "Peningkatan Kualitas Mutu Akademik dan Efisiensi Manajemen Sumber Daya Menuju Akreditasi Unggul". Mengintegrasikan seluruh kegiatan Tridarma agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Babak Berikutnya (2026): Fokus pada "Penguatan Daya Saing Lulusan dan Peningkatan Reputasi Riset Regional".
  • 3.
    Program Kerja Utama 2025 ProgramA: Revitalisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Program B: Peningkatan Kapasitas Dosen dan Tenaga Kependidikan melalui Pelatihan Metodologi Pengajaran Klinis. Program C: Optimalisasi Kerjasama dengan RSUD dan Puskesmas Jejaring. Keluaran yang Dicapai : Dokumen kurikulum OBE tervalidasi. Peningkatan IKU 5 (Kualitas Dosen) sebesar 10% Adanya MoU baru dengan 3 fasilitas kesehatan primer.
  • 4.
    Isu Strategis dan Inovasi2025 Isu Strategis & Tantangan: Perubahan Regulasi KKI yang memerlukan revisi panduan stase klinik. Keterbatasan ketersediaan lahan praktik di rumah sakit utama rujukan. Keterbatasan anggaran untuk pengadaan alat skills lab canggih. Inovasi untuk Menjawab Tantangan: Implementasi Tele-education platform untuk kuliah pakar lintas institusi. Penggunaan Augmented Reality (AR) Anatomi dalam pembelajaran pre-klinik. Gagasan Pengembangan: Clinical Decision Support System (CDSS) berbasis Teknologi.
  • 5.
    Akuntabilitas Kinerja 2025 (Capaian) Hal yangBerjalan Baik: Respons adaptasi kurikulum terhadap regulasi baru KKI berjalan cepat. Tingkat partisipasi dosen dalam pelatihan sangat tinggi. Realisasi Program: Program A (Revitalisasi Kurikulum): Realisasi 100% (Tepat sasaran). Program C (Optimalisasi Kerjasama): Realisasi 4 MoU (Melebihi target 3 MoU). Capaian Kinerja Utama: Secara umum, mencapai target kinerja utama sebesar 90% berdasarkan IKU yang ditetapkan.
  • 6.
    Program Kerja IndikatorKinerja Realisasi (%) Keterangan Program A: Revitalisasi Kurikulum Dokumen Kurikulum OBE tervalidasi 100% Tepat sasaran Program B: Peningkatan Kapasitas Dosen Peningkatan Jumlah Jabatan Fungsional Dosen 75% Ada peningkatan Program C: Optimalisasi Kerjasama Jumlah MoU baru 4 MoU Melebihi target
  • 7.
    Aspek Perbaikan & Rekomendasi •Aspek yangMemerlukan Perbaikan: •Manajemen waktu pelaksanaan beberapa kegiatan masih tumpang tindih. •Sistem pelaporan realisasi anggaran per kegiatan perlu penyempurnaan (real-time). •Rasio dosen-mahasiswa di stase tertentu perlu dioptimalkan. •Rekomendasi Strategis (Perbaikan): •Optimalisasi Penjadwalan: Menggunakan project management tools terpusat (Proyeksi 2026). •Fokus SDM: Mengajukan tambahan formasi dosen klinis.
  • 8.
    Proyeksi Program Kerja2026 Tujuan Strategis 2026: "Penguatan Daya Saing Lulusan dan Peningkatan Reputasi Riset Regional". Prioritas Utama: Persiapan asesmen akreditasi LAM-PTKes dan optimalisasi IKU 1 dan IKU 3. Program Kerja Utama 2026: Program D: Sentralisasi Ujian UKMPPD Internal (Target: Peningkatan kelulusan first taker 100%). Program E: Inisiasi Pusat Riset Penyakit Menular Tropis Banten (Tujuan: Peningkatan publikasi ilmiah terindeks). Program F: Program Link and Match dengan Dinas Kesehatan (Tujuan: Penyerapan lulusan di faskes lokal).
  • 9.
    Analisis Kekuatan &Peluang (SWOT Positif) Kekuatan (Internal Positif): SDM Ahli: Dosen memiliki keahlian spesifik di bidang kesehatan masyarakat dan klinis. Hubungan Mitra Eksternal: Jaringan kuat dengan Pemda Banten dan RSUD rujukan utama. Peluang (Eksternal Positif): Tingginya kebutuhan tenaga medis profesional di Provinsi Banten. Adanya dana hibah riset kompetitif dari pemerintah pusat yang dapat diakses.
  • 10.
    Analisis Hambatan &Strategi (SWOT Negatif) Hambatan Potensial (Internal Negatif): Keterbatasan dana abadi untuk riset jangka panjang. Birokrasi yang panjang yang memperlambat pengadaan barang dan jasa. Strategi Mengatasi Hambatan (Proyeksi 2026): Menggalang dana riset melalui skema matching fund dengan industri kesehatan swasta. Membangun tim ad-hoc percepatan pengadaan.
  • 11.
    Penutup & Target Outcome TargetOutcome 2026: PS PPD Untirta siap menyongsong akreditasi unggul. Menjadi rujukan utama pendidikan dokter di regional Banten.
  • 12.