KELOMPOK 1A
SELF HYPNOSIS UNTUK
MENCEGAH PERDARAHAN
POSTPARTUM
Perdarahan postpartum merupakan kehilangan darah ≥500 mL setelah
persalinan normal atau ≥1000 mL setelah operasi sesar dalam 24 jam
pertama. PPH dapat terjadi karena empat penyebab utama yang dikenal
sebagai “4T” yaitu:
1. Tone (atonia uteri)
2. Tissue (retensi jaringan plasenta)
3. Trauma (robekan jalan lahir)
4. Thrombin (gangguan koagulasi)
PPH membutuhkan pencegahan dan penanganan cepat karena dapat
mengancam nyawa ibu dalam waktu singkat.
A. DEFINISI PERDARAHAN
POSTPARTUM
WHO menganjurkan manajemen aktif kala III sebagai strategi utama
pencegahan perdarahan postpartum. Tindakan ini meliputi :
1. Pemberian oksitosin 10 IU segera setelah bayi lahir
2. Penegangan tali pusat terkendali
3. Melakukan pijatan fundus untuk memastikan kontraksi uterus
optimal.
Selain tindakan klinis, dukungan emosional dan pengelolaan stres ibu
juga penting karena ketegangan dapat mengurangi efektivitas
kontraksi rahim.
B. UPAYA
PENCEGAHAN PPH
MENURUT WHO
Self hypnosis adalah teknik membawa diri ke keadaan relaksasi
mendalam dengan bantuan sugesti positif, visualisasi, dan pengaturan
napas. Teknik ini membantu ibu menurunkan ketegangan, mengurangi
rasa takut terhadap proses persalinan, serta meningkatkan rasa percaya
diri. Dalam kebidanan, self hypnosis digunakan untuk mempersiapkan
mental ibu agar proses persalinan berlangsung lebih nyaman dan
terkontrol.
C. SELF HYPNOSIS
Self hypnosis juga memiliki berbagai manfaat bagi ibu selama kehamilan,
persalinan, dan masa nifas, seperti:
1. Mengurangi stres dan kecemasan
2. Membantu mengelola nyerie
3. Mempercepat pemulihan tubuh
4. Meningkatkan kualitas tidur
Relaksasi mendalam yang dihasilkan mampu menurunkan hormon stres
dan meningkatkan hormon kesejahteraan, sehingga ibu lebih siap
menghadapi proses persalinan.
Tahapan self hypnosis dilakukan secara berurutan agar ibu dapat
mencapai kondisi relaksasi maksimal:
1. Relaksasi awal untuk menenangkan pikiran.
2. Relaksasi mata, leher, dan tangan, sehingga otot terasa ringan.
3. Deepening, yaitu pendalaman kondisi rileks.
4. Pemrograman, yaitu masuknya sugesti positif sesuai kebutuhan.
5. Pengakhiran, yaitu membuka mata atau melanjutkan ke tidur alami.
Tahapan ini membantu ibu memasuki kondisi tenang yang mendukung
kontraksi uterus yang efektif.
Dalam praktik kebidanan modern, self hypnosis dapat digunakan
sebagai metode pendamping dalam persiapan persalinan. Teknik ini
sejalan dengan pendekatan holistik kebidanan yang tidak hanya
berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesejahteraan mental dan
emosional ibu. Bidan berperan sebagai edukator untuk
memperkenalkan self hypnosis secara benar dan membantu ibu
mempraktikkannya sejak masa kehamilan.
D. SELF HYPNOSIS DALAM
PRAKTIK KEBIDANAN
TERIMAKASIH

PPT KEL 1 ASKEB NIFAS SELF HYPNOSIS .pptx

  • 1.
    KELOMPOK 1A SELF HYPNOSISUNTUK MENCEGAH PERDARAHAN POSTPARTUM
  • 2.
    Perdarahan postpartum merupakankehilangan darah ≥500 mL setelah persalinan normal atau ≥1000 mL setelah operasi sesar dalam 24 jam pertama. PPH dapat terjadi karena empat penyebab utama yang dikenal sebagai “4T” yaitu: 1. Tone (atonia uteri) 2. Tissue (retensi jaringan plasenta) 3. Trauma (robekan jalan lahir) 4. Thrombin (gangguan koagulasi) PPH membutuhkan pencegahan dan penanganan cepat karena dapat mengancam nyawa ibu dalam waktu singkat. A. DEFINISI PERDARAHAN POSTPARTUM
  • 3.
    WHO menganjurkan manajemenaktif kala III sebagai strategi utama pencegahan perdarahan postpartum. Tindakan ini meliputi : 1. Pemberian oksitosin 10 IU segera setelah bayi lahir 2. Penegangan tali pusat terkendali 3. Melakukan pijatan fundus untuk memastikan kontraksi uterus optimal. Selain tindakan klinis, dukungan emosional dan pengelolaan stres ibu juga penting karena ketegangan dapat mengurangi efektivitas kontraksi rahim. B. UPAYA PENCEGAHAN PPH MENURUT WHO
  • 4.
    Self hypnosis adalahteknik membawa diri ke keadaan relaksasi mendalam dengan bantuan sugesti positif, visualisasi, dan pengaturan napas. Teknik ini membantu ibu menurunkan ketegangan, mengurangi rasa takut terhadap proses persalinan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Dalam kebidanan, self hypnosis digunakan untuk mempersiapkan mental ibu agar proses persalinan berlangsung lebih nyaman dan terkontrol. C. SELF HYPNOSIS
  • 5.
    Self hypnosis jugamemiliki berbagai manfaat bagi ibu selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas, seperti: 1. Mengurangi stres dan kecemasan 2. Membantu mengelola nyerie 3. Mempercepat pemulihan tubuh 4. Meningkatkan kualitas tidur Relaksasi mendalam yang dihasilkan mampu menurunkan hormon stres dan meningkatkan hormon kesejahteraan, sehingga ibu lebih siap menghadapi proses persalinan.
  • 6.
    Tahapan self hypnosisdilakukan secara berurutan agar ibu dapat mencapai kondisi relaksasi maksimal: 1. Relaksasi awal untuk menenangkan pikiran. 2. Relaksasi mata, leher, dan tangan, sehingga otot terasa ringan. 3. Deepening, yaitu pendalaman kondisi rileks. 4. Pemrograman, yaitu masuknya sugesti positif sesuai kebutuhan. 5. Pengakhiran, yaitu membuka mata atau melanjutkan ke tidur alami. Tahapan ini membantu ibu memasuki kondisi tenang yang mendukung kontraksi uterus yang efektif.
  • 7.
    Dalam praktik kebidananmodern, self hypnosis dapat digunakan sebagai metode pendamping dalam persiapan persalinan. Teknik ini sejalan dengan pendekatan holistik kebidanan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesejahteraan mental dan emosional ibu. Bidan berperan sebagai edukator untuk memperkenalkan self hypnosis secara benar dan membantu ibu mempraktikkannya sejak masa kehamilan. D. SELF HYPNOSIS DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
  • 8.