MORFOLOGI TUMBUHAN
BUNGA (FLOS)
Bunga
Sifat bunga
Bunga Tunggal
• Bunga yang tidak memiliki hiasan bunga
diseut bunga telanjang (flos nudus)
• Bunga yang kelopak dan mahkotanya
tidak dapat dibedakan disebut tenda
bunga (perigonium)
Bunga Majemuk
…….
Golongan Bunga Majemuk
Bunga Majemuk :
a. Bunga Majemuk Tak Berbatas
b. Bunga Majemuk Berbatas
c. Bunga Majemuk Campuran
Bunga Majemuk Tak Berbatas
• Bunga majemuk yang ibu tangkainya
tumbuh terus, cabang-cabangnya
bercabang lagi.
• Contoh: Bunga Merak (Caesalpinia
pulcherrima Swartz)
Dibedakan menjadi:
1. Ibu tangkai tidak bercabang:
• Tandan : ibu tangkai bercabang dan
cabang masing-masing mendukung satu
bunga pada ujung
• Bulir : seperti tandan tetapi bunga tidak
bertangkai
• Untai : seperti bulir tetapi ibu tangkai
hanya mendukung bunga yang berkelamin
tunggal
• Tongkol : seperti bulir tetapi ibu tangkai
besar , tebal , dan seringkali berdaging
• Bunga payung : ujung ibu tangkai
mengeluarkan cabang-cabang yang sama
panjang
• Bunga cawan : ujung ibu tangkai melebar
dan merata sehingga berbentuk seperti
cawan
– Bunga pita
– Bunga tabung
• Bunga bongkol: seperti bunga vcawan
tetapitanpa daun-daun pembalut dan
ujung ibu tangkai membengkak
• Bunga periuk:
a. Ujung ibu tangkai
menebal, berdaging, bentuk seperti gada
b. Ujung ibu tangkai
menebal, berdaging, bentuk seperti
periuk, bunga tidak tampak dari luar
2. Ibu tangkai bercabang
• a. Malai : Ibu tamgkainya mengdakan
percabanga secara monopodial , demikian
pula cabang-cabangnya , sehingga suatu
malai dapat disamakan denga suatu
tandan majemuk . Secara heseluruhan
seringkali memperlihatkan bentuk sebagai
kerucut atau limas
• b. Malai rata : Ibu tangkai mengdakan
percabangan , demikian pula seterusnya
cabangnya , tetapi cabang - cabang tadi
mempunyai sifat demikian rupa sehingga
seakan-akan semua bunga pada bunga
majemuk ini terdapat pada suatu bidang
datar atau agak melengkung
• c. Bunga payung majemuk : yaitu suatu bunga
payung yang tersusum , dapat pula dikatakan
sebagai bunga paying, yang bagian-bagiannya
berupa suatu payung kecil ( umbellula ) . Pada
pangkal percabangan yang pertama terdapat
daun-daun pembalut ( involucrum ) , demikian
pula pada pangkal percabangan yang berikutnya
, hanya daun-daunnya lebih kecil ( involucellum )
• d. Bunga tongkol majemuk : yaitu bunga
tongkol , yang ibu tangkainya becabang-
cabang dan masing-masing cabang
merupakan bagian denga susunan sepaerti
tongkol pula
• e. Bulir majemuk : jika ibu tangkai bunga
cabang-cabang dan masing-masing
cabang mendukung bunga-bunga dengan
susunan seperti bulir .
Bunga Majemuk Berbatas
• Bunga majemuk yang ibu tangkainya
ditutup dengan suatu bunga 
pertumbuhan terbatas
• Bunga yang mekar terdahulu ialah bunga
yang yerdapat di sumbu pokok  dari
tengah ke pinggir
Monochasial (ibu tangkai hanya satu
cabang) terdapat pada tumbuhan berbiji
tunggal
Dichasial (ibu tangkai keluar dari cabang
yang berhadapan) terdapat pada buah
berbibir
Pleochasial (ibu tangkai keluar lebih dari
dua cabang pada tempat yang sama
tingginya) terdapat pada bunga Oleander
• Anak payung menggarpu ( dichasium ) .
Pada ujjung ibu tangkai terdapat satu
bunga . Di bawahnya terdapat dua cabang
yang sama panjangnya , masing-masing
mendukung satu bunga pada ujngnya .
Bunga yang mekar dahulu ialah bunga
yang terdapat pada ujung ibu tangkainya
• Bunga tangga atau bunga becabang
seling ( cincinnus ) , yaitu suatu bunga
majemuk yang ibu tangkainya becabang
lagi , tetapi setiap kali bercabang hanya
berbentuyk satu cabang saja , yang
arahnya berganti-ganti ke kiri dan ke
kanan .
• Bunga sekerup ( bostryx ) , ibu tangkai
bercabang-cabang , tetapi setiap kali
bercabang juga hanya terbentuk satu
cabang , yang semuanya terbentuk ke kiri
atau ke kanan dan cabang yang satu
berturut-turut membentuk sudut 90 o
, sehingga jika kita mengikuti arah
percabangan kita akan mengadakan
gerakan seperti sekerup atau spiral
• Bunga sabit ( drepanium ) , seperti bunga
sekerup tetapi semua percabangan terletak
pada satu bidang , hingga bunga
seluruhnya menampakkan bentuk seperti
sabit
• Bunga kipas ( rhipidium ) , seperti bunga
becabang seling , semua percabangan
terletak pada satu bidang dan cabang
tidak sama panjang , sehingga semua
bunga pada bunga majemuk itu terdapat
pada tempat yang sama tingginya
Tipe Bunga Majemuk Lainnya
1. gubahan semu
2. Lembing
3. Tukal
4. Berkas
Bunga Majemuk Campuran
• Bunga majemuk yang memeperlihatkan
sifat bunga majemuk tak tak berbatas dan
bunga majemuk berbatas
Penggolongan Bunga
• 1. Bunga Lengkap terdiri atas I1
lingkaran daun kelopak, 1 ingkaran daun
mahkota, 1 atau 2 lingkaran
benangsari, dan 1 lingkaran daun buah
• 2. Bungatidak lengkap jika salah satu
hiasan bunga atau kelamin bunga tidak
ada
Berdasarkan adanya kelamin
bunga, tumbuhan digolongkan
menjadi:
Pembagian Tempat Antara
Bagian Bunga Yang Satu
Dengan Bagian Yang Lain
SIMETRI BUNGA
Berdasarkan simetrinya bunga
dibedakn menjadi
• Asimetris/ tidak simetris  bunga Tasbih
• Stangkup tunggal ( )
– Setangkup tegak
– Setangkup mendatar
– Setangkup miring
• Setangkup menurut dua bidang /
setangkup ganda  bunga lobak
• Beraturan atau bersimetri banyak (*)
bunga lilia gereja
Letak Daun- Daun dalam
Kuncup
Pelipatan
1. Rata
2. Terlipat ke dalam sepanjang ibu
tulangnya
3. Terlipat sepanjang tulang-tulang
cabangnya
4. Terlipat tidak berturan
5. Tergulung ke dalam menurut poros bujur
6. Tergulung ke luar menurut poros bujur
7. tergulung ke satu arah menurut poros
bujur
8. Tergulung ke dalam menurut poros lintang
9. Tergulung ke luar menurut poros lintang
10. Terlipat ke bawahdan ke dalam
11. Terlipat menurut poros lintang keluar
Letak daun-daun kelopak dan
mahkota terhadap sesamanya
Susunan daun kelopak dan daun mahkota
dengantepi saling menutupi dibedakan menurut
asli atau tidaknya susunan tadi
• Susunan Etop
• Susunan Metatop
Dasar bunga
Bentuk Dasar bunga
a. Rata
b. Menyerupai
c. Menyerupai cawan
d. Bentuk mangkuk
Berdasarkan sifat itu bunga dapat
dibedakan dalam 3 golongan yaitu:
• Hipogin
• Perigin
• Epigin
Kelopak (Calyx)
• Ialah daun hiasn bunga yang merupakan
lingkaran luar, biasanya berwarna hijau.
• Kelopak tambahan ialah daun yang
menyerupai kelopak, yang pada kapas
justru amat besar dan menyebulungi
seluruh bunga
Tajuk bunga atau mahkota
bunga (Corolla)
• Merupakan hiasan bunga yang terdapat
di sebelah dalam kelopak
• Fungsi: melindungi alat-alat persarian
(benang sari dan putik)
• Sifat:
a. berlekatan
1. tabung atau buluh tajuk
2. pinggiran tajuk
3. leher tajuk
b. Lepas atau bebas
1. kuku daun tajuk
2. helaian daun tajuk
c. daun-daun tajk tidak ada atau sangat kecil
sehingga sama sekali tidak menarik
perhatian
Tajuk bunga dibedakan
berdasarkan simetri yaitu;
a. Beraturan
Dibedakan menjadi:
bintang, tabung, terompet, mangkuk, lonceng
b. Setangkup tunggal, bersimetri satu, atau
monosimetris. Mempunyai sifat atau
bentuk yang khas, misalnya:
Bertaji,berbibir, berbentuk seperti kupu-
kupu, bertopeng, berbentuk pita
Tenda Bunga (Perigonium)
• Hiasan bunga yang tidak dapat (antara
kelopak dan tajuk bunga)
• Daun tenda bunga (bagian yang menyusun
tenda bunga):
– Serupa kelopak
– Serupa tajuk
Benang Sari (Stamen)
Berdasarka jumlah benang sari pada
bunga dibedakan menjadi:
a. Benang sari banyak
b. Jumlah benang sari 2x lipat jumlah daun
tajuknya diplostemon dan
obdiplostemon
c. Benang sari sama banyak dengan daun
tajuk atau kurang  episepal dan
epipetal
Berdasarkan panjang pendeknya benang
sari dapat dibedakan:
a. Benang sari panjang dua
b. Benang sari panjang empat
Tangkai Sari (Filammentum)
Kepala sari (Anthera)
• Kepala dari adlah bagian benang sari
yang terdapat pada ujung tangkai sari.
• Dibedakan menjadi:
-tegak
-menempel
-bergoyang
Putik (Pistillum)
Bakal buah (Ovarium)
• Ialah bagian putik yang membesar dan
biasanya terdapat di tengah-tengah dasar
bunga
• Di dalamnya terdapat calon biji atau
bakal biji
• Menurut letaknya terhadap dasar bunga
dibedakan:
a. bakal buah menumpang
b setengah tenggelam
c.tenggelam
Berdasarkan jumlah ruang yang
terdapat dalam bakal buah dibedakan:
Tembuni (Placenta)
• Yaitu bagian bakal buah yang mendai
pendukung bakal biji atau menjadi tempat
duduknya bakal-bakal biji
• Menurut letaknya tembuni dibedakan:
a. Marginal
b.laminal
Jika tembuni satu runga maka dapat
dibedakan:
1.Parietal
2. Sentral
3. aksilar
Bakal Biji (Ovulum)
Tangkai kepala putik (Stylus)
• M erupakansuatu bagian daun buah
, bentuknya benang atau buluh yang
dalam berongga, mempunyai saluran
tangkai kepala putik atau tidak
• Tangkai putik ada yang bercabang ada
yang tidak
Kepala Putik (Stigma)
Kelenjar Madu (Nectarium)
Kelenjar madu merupakan
metamorfosis dari:
• Daun mahkota
• Benang sari
• Bagian-bagian lain pada bunga
Madu
• Penyerbukan : jatuhnya serbuk sari pada
kepala putik (untuk golongan tumbuhan
biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari
langsung pada bakal biji (untuk golongan
tumbuhan biji terbuka).
• Pembuahan : terjadinya perkawinan
(persatuan atau pelebutan menjadi satu)
sel telur yang terdapat dalam kandung
lembaga didalam bakal bijindengan suatu
inti yang berasal dari serbuk sari
Penyerbukan atau Persarian (Pollinatio) dan
Pembuahan (Fertiliatio)
Jika pesarian yang diikuti pembuahan itu
berhasil biasanya bakal buah akan tumbuh
menjadi buah, bakal biji menjadi
biji, sementara itu bagian-bagian bunga
lainnya menjadi layu dan kemudian gugur.
Tetapi penyerbukan tidak selalu diikuti
pembuahan . Penyerbukan akan diikuti oleh
pembuahan bila tumbuhan diserbuki oleh
tumbuhan yang sama atau sejenis.
• Penyerbukan sendiri yang berlangsung
sebelum bunga mekar dinamakan
penyerbukan tertutup atau kleistogami
• Penyerbukan yang dilakukan secara
sengaja dinamakan pembastaran
• Pembastaran dapat dilakukan dengan :
1. Pembastaran antar varietas
2. Pembastaran antar jenis
3. Pembastaran antar marga
Penyerbukan sendiri dapat dicegah dengan
adanya hal-hal berikut
1. Tumbuhan berumah dua (dioceus)
2. Adanya dikogami, pada satu bunga
kepala sari dan kepala putik tidak sama
waktu masaknya
a. Protandri (jika dalam satu bungta yang
masak lebih dulu adalah kepala sari)
b. Protogini (jika dalam satu bunga yang
masak lebih dulu adalah putik)
c. Adanya herkogami, jika kepala sari dan
kepala putik sangat berjauhan
a. Adanya heterostili, yaitu variasi herkogami
1. Heterodistili (jika pada satu jenis tumbuhan
ditemukan individu dengan dua bentuk bunga
yaitu tangkai putik pendek dan benang sari
panjang atau tangkai putik pendek dan
benang sari panjang
2. Heterotristili jika dalam satu jenis ada
individu yang tangkai putik pendek benang
sari panjang, tangkai putik sedang dan
benang sari panjang atau tangkai putik
panjang benang sari pendek
e. Adanya peristiwa kemandulan
Menurut perantara yang menyebabkan
penyerbukan, dapat dibedakan menjadi :
• Penyerbukan dengan perantara angin
• Penyerbukan dengan perantara air
• Penyerbukan dengan perantara manusia
• Penyerbukan dengan perantara binatang
a. Serangga
b. Burung
c. Kelelawar
d. Siput
Diagram Bunga
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika
menggambar diagram bunga :
• Letak bunga pada tumbuhan
a. Bunga pada ujung batang atau cabang (flos
terminalis)
b. Bunga pada ketiak daun (flos axillaris)
• Bagian-bagian bunga yang dibuat tersusun
dalam beberapa lingkaran. Hal yang harus
diperhatikan :
a. Jumlah masing-masing bagian bunga
b. Susunannya terhadap sesamanya
c. Susunannya terhadap bagian-bagian bunga
yang lain
d. Letak bagian-bagian bunga terhadap bidang
median
Diagram bunga dapat dibedakan
menjadi :
• Diagram bunga empirik, yaitu diagram
bunga yang hanya memuat bagian-bagian
bunga yang benar-benar ada
• Diagram bunga teoritik, yaitu diagram
bunga yang selain menggambarkan
bagian-bagian bunga yang sesungguhnya
juga memuat bagian-bagian bunga yang
telah hilang yang secara teori seharusnya
ada
Rumus Bunga
Rumus bunga dapat ditunjukkan
mengenai 4 bagian pokok bunga :
• Kelopak, yang dinyatakan dengan huruf K
singkatan dari kalix
• Tajuk atau mahkota, yang dinyatakan
dengan C singkatan dari corolla
• Benang sari, yang dinyatakan dengan
huruf A singkatan dari androecium
• Putik, dinyatakan dengan huruf G
singkatan dari gynaecium
• Jika mahkita dan kelopak
sama, mempergunakan huruf lain yaitu P
singkatan dari perigonium (tenda bunga)

Ppt bunga tugas tik

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 5.
  • 7.
    • Bunga yangtidak memiliki hiasan bunga diseut bunga telanjang (flos nudus) • Bunga yang kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan disebut tenda bunga (perigonium)
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    Golongan Bunga Majemuk BungaMajemuk : a. Bunga Majemuk Tak Berbatas b. Bunga Majemuk Berbatas c. Bunga Majemuk Campuran
  • 11.
    Bunga Majemuk TakBerbatas • Bunga majemuk yang ibu tangkainya tumbuh terus, cabang-cabangnya bercabang lagi. • Contoh: Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz)
  • 12.
    Dibedakan menjadi: 1. Ibutangkai tidak bercabang: • Tandan : ibu tangkai bercabang dan cabang masing-masing mendukung satu bunga pada ujung • Bulir : seperti tandan tetapi bunga tidak bertangkai • Untai : seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga yang berkelamin tunggal
  • 13.
    • Tongkol :seperti bulir tetapi ibu tangkai besar , tebal , dan seringkali berdaging • Bunga payung : ujung ibu tangkai mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjang • Bunga cawan : ujung ibu tangkai melebar dan merata sehingga berbentuk seperti cawan – Bunga pita – Bunga tabung
  • 14.
    • Bunga bongkol:seperti bunga vcawan tetapitanpa daun-daun pembalut dan ujung ibu tangkai membengkak • Bunga periuk: a. Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuk seperti gada b. Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuk seperti periuk, bunga tidak tampak dari luar
  • 15.
    2. Ibu tangkaibercabang • a. Malai : Ibu tamgkainya mengdakan percabanga secara monopodial , demikian pula cabang-cabangnya , sehingga suatu malai dapat disamakan denga suatu tandan majemuk . Secara heseluruhan seringkali memperlihatkan bentuk sebagai kerucut atau limas
  • 16.
    • b. Malairata : Ibu tangkai mengdakan percabangan , demikian pula seterusnya cabangnya , tetapi cabang - cabang tadi mempunyai sifat demikian rupa sehingga seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung
  • 17.
    • c. Bungapayung majemuk : yaitu suatu bunga payung yang tersusum , dapat pula dikatakan sebagai bunga paying, yang bagian-bagiannya berupa suatu payung kecil ( umbellula ) . Pada pangkal percabangan yang pertama terdapat daun-daun pembalut ( involucrum ) , demikian pula pada pangkal percabangan yang berikutnya , hanya daun-daunnya lebih kecil ( involucellum )
  • 18.
    • d. Bungatongkol majemuk : yaitu bunga tongkol , yang ibu tangkainya becabang- cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian denga susunan sepaerti tongkol pula • e. Bulir majemuk : jika ibu tangkai bunga cabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir .
  • 19.
    Bunga Majemuk Berbatas •Bunga majemuk yang ibu tangkainya ditutup dengan suatu bunga  pertumbuhan terbatas • Bunga yang mekar terdahulu ialah bunga yang yerdapat di sumbu pokok  dari tengah ke pinggir
  • 20.
    Monochasial (ibu tangkaihanya satu cabang) terdapat pada tumbuhan berbiji tunggal Dichasial (ibu tangkai keluar dari cabang yang berhadapan) terdapat pada buah berbibir Pleochasial (ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada tempat yang sama tingginya) terdapat pada bunga Oleander
  • 21.
    • Anak payungmenggarpu ( dichasium ) . Pada ujjung ibu tangkai terdapat satu bunga . Di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya , masing-masing mendukung satu bunga pada ujngnya . Bunga yang mekar dahulu ialah bunga yang terdapat pada ujung ibu tangkainya • Bunga tangga atau bunga becabang seling ( cincinnus ) , yaitu suatu bunga majemuk yang ibu tangkainya becabang lagi , tetapi setiap kali bercabang hanya berbentuyk satu cabang saja , yang arahnya berganti-ganti ke kiri dan ke kanan .
  • 22.
    • Bunga sekerup( bostryx ) , ibu tangkai bercabang-cabang , tetapi setiap kali bercabang juga hanya terbentuk satu cabang , yang semuanya terbentuk ke kiri atau ke kanan dan cabang yang satu berturut-turut membentuk sudut 90 o , sehingga jika kita mengikuti arah percabangan kita akan mengadakan gerakan seperti sekerup atau spiral • Bunga sabit ( drepanium ) , seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang , hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit
  • 23.
    • Bunga kipas( rhipidium ) , seperti bunga becabang seling , semua percabangan terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama panjang , sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat yang sama tingginya
  • 24.
    Tipe Bunga MajemukLainnya 1. gubahan semu 2. Lembing 3. Tukal 4. Berkas
  • 25.
    Bunga Majemuk Campuran •Bunga majemuk yang memeperlihatkan sifat bunga majemuk tak tak berbatas dan bunga majemuk berbatas
  • 26.
    Penggolongan Bunga • 1.Bunga Lengkap terdiri atas I1 lingkaran daun kelopak, 1 ingkaran daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benangsari, dan 1 lingkaran daun buah • 2. Bungatidak lengkap jika salah satu hiasan bunga atau kelamin bunga tidak ada
  • 28.
    Berdasarkan adanya kelamin bunga,tumbuhan digolongkan menjadi:
  • 31.
    Pembagian Tempat Antara BagianBunga Yang Satu Dengan Bagian Yang Lain
  • 33.
  • 34.
    Berdasarkan simetrinya bunga dibedaknmenjadi • Asimetris/ tidak simetris  bunga Tasbih • Stangkup tunggal ( ) – Setangkup tegak – Setangkup mendatar – Setangkup miring • Setangkup menurut dua bidang / setangkup ganda  bunga lobak • Beraturan atau bersimetri banyak (*) bunga lilia gereja
  • 35.
    Letak Daun- Daundalam Kuncup
  • 36.
    Pelipatan 1. Rata 2. Terlipatke dalam sepanjang ibu tulangnya 3. Terlipat sepanjang tulang-tulang cabangnya 4. Terlipat tidak berturan 5. Tergulung ke dalam menurut poros bujur 6. Tergulung ke luar menurut poros bujur 7. tergulung ke satu arah menurut poros bujur
  • 37.
    8. Tergulung kedalam menurut poros lintang 9. Tergulung ke luar menurut poros lintang 10. Terlipat ke bawahdan ke dalam 11. Terlipat menurut poros lintang keluar
  • 38.
    Letak daun-daun kelopakdan mahkota terhadap sesamanya
  • 39.
    Susunan daun kelopakdan daun mahkota dengantepi saling menutupi dibedakan menurut asli atau tidaknya susunan tadi • Susunan Etop • Susunan Metatop
  • 40.
  • 41.
    Bentuk Dasar bunga a.Rata b. Menyerupai c. Menyerupai cawan d. Bentuk mangkuk
  • 42.
    Berdasarkan sifat itubunga dapat dibedakan dalam 3 golongan yaitu: • Hipogin • Perigin • Epigin
  • 43.
    Kelopak (Calyx) • Ialahdaun hiasn bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. • Kelopak tambahan ialah daun yang menyerupai kelopak, yang pada kapas justru amat besar dan menyebulungi seluruh bunga
  • 44.
    Tajuk bunga ataumahkota bunga (Corolla) • Merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah dalam kelopak • Fungsi: melindungi alat-alat persarian (benang sari dan putik) • Sifat: a. berlekatan 1. tabung atau buluh tajuk 2. pinggiran tajuk 3. leher tajuk
  • 45.
    b. Lepas ataubebas 1. kuku daun tajuk 2. helaian daun tajuk c. daun-daun tajk tidak ada atau sangat kecil sehingga sama sekali tidak menarik perhatian
  • 46.
    Tajuk bunga dibedakan berdasarkansimetri yaitu; a. Beraturan Dibedakan menjadi: bintang, tabung, terompet, mangkuk, lonceng b. Setangkup tunggal, bersimetri satu, atau monosimetris. Mempunyai sifat atau bentuk yang khas, misalnya: Bertaji,berbibir, berbentuk seperti kupu- kupu, bertopeng, berbentuk pita
  • 47.
    Tenda Bunga (Perigonium) •Hiasan bunga yang tidak dapat (antara kelopak dan tajuk bunga) • Daun tenda bunga (bagian yang menyusun tenda bunga): – Serupa kelopak – Serupa tajuk
  • 48.
  • 49.
    Berdasarka jumlah benangsari pada bunga dibedakan menjadi: a. Benang sari banyak b. Jumlah benang sari 2x lipat jumlah daun tajuknya diplostemon dan obdiplostemon c. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang  episepal dan epipetal
  • 50.
    Berdasarkan panjang pendeknyabenang sari dapat dibedakan: a. Benang sari panjang dua b. Benang sari panjang empat
  • 51.
  • 52.
    Kepala sari (Anthera) •Kepala dari adlah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. • Dibedakan menjadi: -tegak -menempel -bergoyang
  • 53.
  • 54.
    Bakal buah (Ovarium) •Ialah bagian putik yang membesar dan biasanya terdapat di tengah-tengah dasar bunga • Di dalamnya terdapat calon biji atau bakal biji • Menurut letaknya terhadap dasar bunga dibedakan: a. bakal buah menumpang b setengah tenggelam c.tenggelam
  • 55.
    Berdasarkan jumlah ruangyang terdapat dalam bakal buah dibedakan:
  • 57.
    Tembuni (Placenta) • Yaitubagian bakal buah yang mendai pendukung bakal biji atau menjadi tempat duduknya bakal-bakal biji • Menurut letaknya tembuni dibedakan: a. Marginal b.laminal Jika tembuni satu runga maka dapat dibedakan: 1.Parietal 2. Sentral 3. aksilar
  • 58.
  • 59.
    Tangkai kepala putik(Stylus) • M erupakansuatu bagian daun buah , bentuknya benang atau buluh yang dalam berongga, mempunyai saluran tangkai kepala putik atau tidak • Tangkai putik ada yang bercabang ada yang tidak
  • 60.
  • 61.
  • 62.
    Kelenjar madu merupakan metamorfosisdari: • Daun mahkota • Benang sari • Bagian-bagian lain pada bunga
  • 63.
  • 64.
    • Penyerbukan :jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (untuk golongan tumbuhan biji terbuka). • Pembuahan : terjadinya perkawinan (persatuan atau pelebutan menjadi satu) sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga didalam bakal bijindengan suatu inti yang berasal dari serbuk sari Penyerbukan atau Persarian (Pollinatio) dan Pembuahan (Fertiliatio)
  • 65.
    Jika pesarian yangdiikuti pembuahan itu berhasil biasanya bakal buah akan tumbuh menjadi buah, bakal biji menjadi biji, sementara itu bagian-bagian bunga lainnya menjadi layu dan kemudian gugur. Tetapi penyerbukan tidak selalu diikuti pembuahan . Penyerbukan akan diikuti oleh pembuahan bila tumbuhan diserbuki oleh tumbuhan yang sama atau sejenis.
  • 66.
    • Penyerbukan sendiriyang berlangsung sebelum bunga mekar dinamakan penyerbukan tertutup atau kleistogami • Penyerbukan yang dilakukan secara sengaja dinamakan pembastaran • Pembastaran dapat dilakukan dengan : 1. Pembastaran antar varietas 2. Pembastaran antar jenis 3. Pembastaran antar marga
  • 67.
    Penyerbukan sendiri dapatdicegah dengan adanya hal-hal berikut 1. Tumbuhan berumah dua (dioceus) 2. Adanya dikogami, pada satu bunga kepala sari dan kepala putik tidak sama waktu masaknya a. Protandri (jika dalam satu bungta yang masak lebih dulu adalah kepala sari) b. Protogini (jika dalam satu bunga yang masak lebih dulu adalah putik) c. Adanya herkogami, jika kepala sari dan kepala putik sangat berjauhan
  • 68.
    a. Adanya heterostili,yaitu variasi herkogami 1. Heterodistili (jika pada satu jenis tumbuhan ditemukan individu dengan dua bentuk bunga yaitu tangkai putik pendek dan benang sari panjang atau tangkai putik pendek dan benang sari panjang 2. Heterotristili jika dalam satu jenis ada individu yang tangkai putik pendek benang sari panjang, tangkai putik sedang dan benang sari panjang atau tangkai putik panjang benang sari pendek e. Adanya peristiwa kemandulan
  • 69.
    Menurut perantara yangmenyebabkan penyerbukan, dapat dibedakan menjadi : • Penyerbukan dengan perantara angin • Penyerbukan dengan perantara air • Penyerbukan dengan perantara manusia • Penyerbukan dengan perantara binatang a. Serangga b. Burung c. Kelelawar d. Siput
  • 70.
  • 71.
    Hal-hal yang harusdiperhatikan ketika menggambar diagram bunga : • Letak bunga pada tumbuhan a. Bunga pada ujung batang atau cabang (flos terminalis) b. Bunga pada ketiak daun (flos axillaris) • Bagian-bagian bunga yang dibuat tersusun dalam beberapa lingkaran. Hal yang harus diperhatikan : a. Jumlah masing-masing bagian bunga b. Susunannya terhadap sesamanya c. Susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain d. Letak bagian-bagian bunga terhadap bidang median
  • 72.
    Diagram bunga dapatdibedakan menjadi : • Diagram bunga empirik, yaitu diagram bunga yang hanya memuat bagian-bagian bunga yang benar-benar ada • Diagram bunga teoritik, yaitu diagram bunga yang selain menggambarkan bagian-bagian bunga yang sesungguhnya juga memuat bagian-bagian bunga yang telah hilang yang secara teori seharusnya ada
  • 73.
  • 74.
    Rumus bunga dapatditunjukkan mengenai 4 bagian pokok bunga : • Kelopak, yang dinyatakan dengan huruf K singkatan dari kalix • Tajuk atau mahkota, yang dinyatakan dengan C singkatan dari corolla • Benang sari, yang dinyatakan dengan huruf A singkatan dari androecium • Putik, dinyatakan dengan huruf G singkatan dari gynaecium • Jika mahkita dan kelopak sama, mempergunakan huruf lain yaitu P singkatan dari perigonium (tenda bunga)