AGROFORESTY
FUNGSI HUTAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN EKONOMI
Kelompok : 6
1. Mulia oktaviani 2. Mitra turrahma
3. Windy rahayu 4. Ummul amini
5. Dian fitri B 6 . Indah PS
7. Sahroni rido’i
A. PENGERTIAN HUTAN
Menurut Arief (2001) hutan adalah Kumpulan
pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh-
tumbuhan memanjat dengan bunga yang beraneka
warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan
di bumi ini.
Menurut Fitriana (2008) hutan adalah Sebuah
kawasan yang di dalamnya ditemukan berbagai
tumbuhan dan hewan. Kawasan-kawasan yang
digolongkan sebagai hutan tersebar di seluruh dunia,
meliputi wilayah yang sangat luas.
hutan memiliki aneka fungsi yang
berdampak positif terhadap kelangsungan
kehidupan manusia. Secara tidak langsung,
fungsi hutan antara lain:
1. Oksigen (O2)
2. hidrologis.
3. Sumber makanan
4. Tempat flora dan fauna
5. Penghasil industri
6. estetis
7. Pengikat tanah
B. HUTAN SUAKA ALAM
Dalam (undang Undang No. 5 Tahun
1967) tentang ketentuan-ketentuan poko
kehutanan, Hutan Suaka Alam ialah
kawasan hutan yang karena sifatnya
khas diperuntukkan secara khusus untuk
perlindungan alam hayati dan/atau
manfaat-manfaat lainnya, yaitu:
1) Hutan Suaka Alam yang berhubungan
dengan keadaan alamnya yang khas
termasuk alam hewani dan alam nabati,
perlu dilindungi untuk kepentingnan ilmu
pengetahuan dan kebudayaan, disebut
"Cagar Alam".
2) Hutan Suaka Alam yang ditetapkan sebagai
suatu tempat hidup margasatwa yang
mempunyai nilai khas bagi ilmu
pengetahuan dan kebudayaan serta
merupakan kekayaan dan kebanggaan
nasional, disebut "Suaka Margasatwa"
C. HUTAN SUAKA MARGA SATWA
Merupakan kawasan hutan suaka alam
yang mempunyai ciri khas berupa
keanekaragaman dan atau memiliki keunikan jenis
satwa yang membutuhkan perlindungan atau
pembinaan bagi kelangsungan hidupnya
terhadap habitatnya.
marga satwa adalah sebuat lahan, tanah,
atau hutan yang diperuntukkan untuk melindungi
hewan- hewan yang terancam punah. Suaka
marga satwa dapat dilakukan di dalam habitat
aslinya, atau dengan mambuat habitat buatan
yang sangat mirip dengan habitat aslinya.
D. Hutan Lindung
Hutan lindung suatu istilah dari suatu hutan yang
dilindungi kelestariannya agar terhindar dari
kerusakan yang dibuat oleh manusia, tetap
berjalan sesuai fungsi ekologisnya dan dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Saat mendengar kata hutan lindung tersirat
suatu maksud bahwa hutan lindung dapat
ditetapkan di wilayah dataran tinggi sebagai
wilayah tangkapan hujan (catchment area), di
sepanjang aliran sungai, maupun berada pada
tepi-tepi pantai
E. HUTAN PRODUKSI
Hutan produksi ialah suatu lahan
atau areal yang sengaja dipertahankan
sebagai kawasan hutan serta digunakan
untuk menghasilkan hingga
memproduksi suatu hasil yang ekonomis
bagi masyarakat disekitarnya, keperluan
eksport, dan keperluan industri.
Hutan produksi dikelompokkan
menjadi 2, yaitu hutan produksi tetap
(HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT)
sebuah ekosistem dapat dijadikan
sebagai suaka marga satwa, jika
memenuhi syarat berikut:
a) Terdapat satwa
yang langka.
b) Sebagai tempat
berkembang biak
satwa langka
c) Keanekaragama
n hatai masih
tinggi
a) Masih menjadi
tempat untuk
bermigrasi bagi
hewan
b) Memiliki luas yang
cukup
c) Ekosistem belum
mengalami
kerusakan parah
atau masih alami
1. Hutan Produksi Tetap (HP) merupakan
hutan yang dapat dieksploitasi dengan
perlakuan cara tebang pilih maupun
dengan cara tebang habis.
2. Hutan Produksi Terbatas (HPT) merupakan
hutan yang hanya dapat dieksploitasi
dengan cara tebang pilih. Hutan Produksi
Terbatas ini merupakan hutan yang
dialokasikan untuk produksi kayu dengan
intensitas yang rendah. Hutan produksi
terbatas ini pada umumnya berada di
wilayah pegunungan di mana lereng-
lereng yang curam mempersulit kegiatan
pembalakan.
Ciri-ciri hutan produksi itu sendiri adalah:
1. dalam satu kawasan hanya terdapat satu
jenis tanaman atau pohon, contohnya
hutan karet maupun hutan jati,
2. dipergunakan untuk kebutuhan konsumtif,
3. area yang digunakan relatif luas
dikarenakan memang untuk memenuhi
kebutuhan manusia,
4. biasanya dimiliki oleh PT yang sudah besar
atau pun pemerintah daerah setempat
dan Pemanfaatan dan penggunaannya
sangat diawasi.
F. HUTAN KONSERVASI
menurut UU Nomor 41 Tahun 1999
adalah kawasan hutan dengan ciri khas
tertentu, yang mempunyai fungsi pokok
pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan
satwa serta ekosistemnya.
Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan
konservasi yaitu perlindungan, pelestarian,
dan pemanfaatan.
1. Hutan konservasi sebagai perlindungan
artinya berupaya melindungi peranan
keanekaragaman hayati sebagai sistem
penyangga kehidupan Hutan konservasi.
2. pelestarian artinya melestarikan
keanekaragaman hayati yang ada dan
mencegahnya dari kepunahan.
3. sedangkan hutan konservasi sebagai
pemanfaatan artinya memanfaatkan
dengan bijaksana dan bertanggung
jawab keanekaragaman hayati yang
telah ada.
Jenis-Jenis Kawasan Konservasi
Terdapat beberapa jenis kawasan
konservasi yang ada di Indonesia, antara lain
Kawasan Suaka Alam, Kawasan Hutan
Pelestarian Alam, dan Taman Buru. Ketiga jenis
kawasan konservasi tersebut memiliki fungsi
dan tujuan tertentu
TERIMA KASIH

PPT Agroforesty KEL 666666666666666.pptx

  • 1.
    AGROFORESTY FUNGSI HUTAN TERHADAPLINGKUNGAN DAN EKONOMI Kelompok : 6 1. Mulia oktaviani 2. Mitra turrahma 3. Windy rahayu 4. Ummul amini 5. Dian fitri B 6 . Indah PS 7. Sahroni rido’i
  • 2.
    A. PENGERTIAN HUTAN MenurutArief (2001) hutan adalah Kumpulan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh- tumbuhan memanjat dengan bunga yang beraneka warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Menurut Fitriana (2008) hutan adalah Sebuah kawasan yang di dalamnya ditemukan berbagai tumbuhan dan hewan. Kawasan-kawasan yang digolongkan sebagai hutan tersebar di seluruh dunia, meliputi wilayah yang sangat luas.
  • 3.
    hutan memiliki anekafungsi yang berdampak positif terhadap kelangsungan kehidupan manusia. Secara tidak langsung, fungsi hutan antara lain: 1. Oksigen (O2) 2. hidrologis. 3. Sumber makanan 4. Tempat flora dan fauna 5. Penghasil industri 6. estetis 7. Pengikat tanah
  • 4.
    B. HUTAN SUAKAALAM Dalam (undang Undang No. 5 Tahun 1967) tentang ketentuan-ketentuan poko kehutanan, Hutan Suaka Alam ialah kawasan hutan yang karena sifatnya khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan/atau manfaat-manfaat lainnya, yaitu:
  • 5.
    1) Hutan SuakaAlam yang berhubungan dengan keadaan alamnya yang khas termasuk alam hewani dan alam nabati, perlu dilindungi untuk kepentingnan ilmu pengetahuan dan kebudayaan, disebut "Cagar Alam". 2) Hutan Suaka Alam yang ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional, disebut "Suaka Margasatwa"
  • 6.
    C. HUTAN SUAKAMARGA SATWA Merupakan kawasan hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau memiliki keunikan jenis satwa yang membutuhkan perlindungan atau pembinaan bagi kelangsungan hidupnya terhadap habitatnya. marga satwa adalah sebuat lahan, tanah, atau hutan yang diperuntukkan untuk melindungi hewan- hewan yang terancam punah. Suaka marga satwa dapat dilakukan di dalam habitat aslinya, atau dengan mambuat habitat buatan yang sangat mirip dengan habitat aslinya.
  • 7.
    D. Hutan Lindung Hutanlindung suatu istilah dari suatu hutan yang dilindungi kelestariannya agar terhindar dari kerusakan yang dibuat oleh manusia, tetap berjalan sesuai fungsi ekologisnya dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Saat mendengar kata hutan lindung tersirat suatu maksud bahwa hutan lindung dapat ditetapkan di wilayah dataran tinggi sebagai wilayah tangkapan hujan (catchment area), di sepanjang aliran sungai, maupun berada pada tepi-tepi pantai
  • 8.
    E. HUTAN PRODUKSI Hutanproduksi ialah suatu lahan atau areal yang sengaja dipertahankan sebagai kawasan hutan serta digunakan untuk menghasilkan hingga memproduksi suatu hasil yang ekonomis bagi masyarakat disekitarnya, keperluan eksport, dan keperluan industri. Hutan produksi dikelompokkan menjadi 2, yaitu hutan produksi tetap (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT)
  • 9.
    sebuah ekosistem dapatdijadikan sebagai suaka marga satwa, jika memenuhi syarat berikut: a) Terdapat satwa yang langka. b) Sebagai tempat berkembang biak satwa langka c) Keanekaragama n hatai masih tinggi a) Masih menjadi tempat untuk bermigrasi bagi hewan b) Memiliki luas yang cukup c) Ekosistem belum mengalami kerusakan parah atau masih alami
  • 10.
    1. Hutan ProduksiTetap (HP) merupakan hutan yang dapat dieksploitasi dengan perlakuan cara tebang pilih maupun dengan cara tebang habis. 2. Hutan Produksi Terbatas (HPT) merupakan hutan yang hanya dapat dieksploitasi dengan cara tebang pilih. Hutan Produksi Terbatas ini merupakan hutan yang dialokasikan untuk produksi kayu dengan intensitas yang rendah. Hutan produksi terbatas ini pada umumnya berada di wilayah pegunungan di mana lereng- lereng yang curam mempersulit kegiatan pembalakan.
  • 11.
    Ciri-ciri hutan produksiitu sendiri adalah: 1. dalam satu kawasan hanya terdapat satu jenis tanaman atau pohon, contohnya hutan karet maupun hutan jati, 2. dipergunakan untuk kebutuhan konsumtif, 3. area yang digunakan relatif luas dikarenakan memang untuk memenuhi kebutuhan manusia, 4. biasanya dimiliki oleh PT yang sudah besar atau pun pemerintah daerah setempat dan Pemanfaatan dan penggunaannya sangat diawasi.
  • 12.
    F. HUTAN KONSERVASI menurutUU Nomor 41 Tahun 1999 adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan konservasi yaitu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan.
  • 13.
    1. Hutan konservasisebagai perlindungan artinya berupaya melindungi peranan keanekaragaman hayati sebagai sistem penyangga kehidupan Hutan konservasi. 2. pelestarian artinya melestarikan keanekaragaman hayati yang ada dan mencegahnya dari kepunahan. 3. sedangkan hutan konservasi sebagai pemanfaatan artinya memanfaatkan dengan bijaksana dan bertanggung jawab keanekaragaman hayati yang telah ada.
  • 14.
    Jenis-Jenis Kawasan Konservasi Terdapatbeberapa jenis kawasan konservasi yang ada di Indonesia, antara lain Kawasan Suaka Alam, Kawasan Hutan Pelestarian Alam, dan Taman Buru. Ketiga jenis kawasan konservasi tersebut memiliki fungsi dan tujuan tertentu
  • 15.