Dokumen ini menjelaskan perkara-perkara yang membatalkan tayammum, yang melibatkan syarat-syarat tertentu dan situasi seperti ketiadaan air. Antara perkara yang membatalkan tayammum termasuk melihat atau mendapatkan air, murtad, serta semua hal yang membatalkan wudhu. Tayammum juga dianggap batal dalam keadaan hilang akal, tidur tidak tetap, dan bersentuhan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram.