Riki Ardoni - 2025
Perbedaan Teknologi DVR dan NVR
serta Analisis Komparatif Sistem
CCTV: Kamera Analog vs IP Camera
By RIKI ARDONI
Riki Ardoni - 2025
PERBANDINGAN DAN IMPLEMENTASI
SISTEM CCTV: ANALOG, IP CAMERA, DAN
INTEGRASI JARINGAN
1. PENDAHULUAN
Penemu awal sistem Televisi Sirkuit Tertutup (CCTV) adalah insinyur Jerman, Walter
Bruch, pada tahun 1942 yang menggunakannya untuk memantau peluncuran roket V-2.
Sementara itu, Marie Van Brittan Brown dan suaminya, Albert Brown, merupakan
penemu sistem keamanan rumah pertama pada tahun 1969 yang menjadi dasar sistem
keamanan rumah modern.
CCTV (Closed Circuit Television) merupakan salah satu teknologi yang banyak
digunakan dalam sistem keamanan. Seiring perkembangan teknologi, sistem CCTV telah
berevolusi dari kamera analog menjadi kamera digital berbasis IP (Internet Protocol).
Perbedaan ini berdampak pada kualitas gambar, metode transmisi, serta kemampuan
akses jaringan yang semakin luas.
2. Apa beda DVR DAN NVR PADA CCTV ??
1. DVR (Digital Video Recorder)
 Untuk kamera analog (CCTV coaxial)
DVR dipakai jika kamera CCTV menggunakan kabel coaxial (RG59/RG6).
 Cara kerja:
Kamera analog mengirim sinyal video mentah ke DVR. DVR yang bertugas
mengolah (encode) dan merekam gambar jadi file digital.
 Kelebihan:
o Harga lebih murah.
o Bisa pakai kabel coaxial yang panjang (sampai ratusan meter).
 Kekurangan:
o Resolusi terbatas (meski ada DVR modern yang mendukung HD).
o Kurang fleksibel untuk sistem besar.
Riki Ardoni - 2025
2. NVR (Network Video Recorder)
 Untuk kamera IP (CCTV jaringan)
NVR dipakai jika kamera CCTV adalah IP Camera yang menggunakan kabel
LAN (Ethernet) atau WiFi.
 Cara kerja:
Kamera IP sudah punya processor sendiri untuk encode video, lalu dikirim
dalam bentuk digital lewat jaringan (LAN/WiFi) ke NVR. NVR hanya bertugas
menyimpan & menampilkan.
 Kelebihan:
o Kualitas gambar lebih tinggi (HD sampai 4K).
o Fleksibel, kamera bisa ditempatkan jauh selama ada jaringan.
o Bisa diakses mudah lewat internet (IP).
 Kekurangan:
o Harga lebih mahal.
o Instalasi lebih rumit (butuh switch/PoE/konfigurasi jaringan).
Ringkasannya:
 DVR = Kamera Analog + Kabel Coaxial
 NVR = Kamera IP + Kabel LAN/WiFi
Jadi, bedanya ada di jenis kamera & cara transmisinya.
3. PENYIMPANAN DI DVR & NVR
1). DVR (Digital Video Recorder)
o Di dalamnya ada slot HDD (hard disk) untuk menyimpan hasil rekaman
video.
o Jadi DVR merekam, menyimpan, dan menampilkan video.
o Backup bisa dilakukan lewat USB, LAN, atau copy file dari HDD.
2). NVR (Network Video Recorder)
o Sama juga, punya slot HDD untuk menyimpan rekaman video dari IP
Camera.
Riki Ardoni - 2025
o Bedanya, proses encoding video dilakukan di kamera IP, jadi NVR
hanya menerima file digital dan menyimpannya di HDD.
o Bisa juga backup lewat USB, LAN, atau cloud tergantung fitur.
🔑 Bedanya:
 DVR = kamera analog kirim sinyal mentah ➝ DVR yang encode ➝ simpan di
HDD.
 NVR = kamera IP sudah encode ➝ NVR hanya simpan di HDD & tampilkan.
Jadi keduanya punya hardisk internal untuk penyimpanan.
Bedanya cuma siapa yang melakukan proses encode video (DVR atau kamera).
Berikut tabel ringkas perbandingan fungsi utama DVR vs NVR biar gampang dibaca.
Fitur
DVR (Digital Video
Recorder)
NVR (Network Video Recorder)
Jenis Kamera Kamera Analog (Coaxial) Kamera IP (LAN/WiFi)
Jenis Kabel Coaxial (RG59/RG6) Kabel LAN (UTP), WiFi, atau Fiber
Proses Encode
Video
Dilakukan di DVR Dilakukan di Kamera IP
Penyimpanan HDD internal di DVR HDD internal di NVR
Kualitas Video
SD – HD (tergantung DVR
& kamera analog)
Full HD – 4K (tergantung kamera IP)
Instalasi
Lebih sederhana, cocok
untuk jarak dekat-menengah
Fleksibel, bisa jarak jauh lewat jaringan
Harga Sistem Lebih murah Lebih mahal
Akses Jarak
Jauh
Bisa, tapi biasanya lebih
terbatas
Lebih mudah & optimal untuk akses
internet/cloud
Backup Data USB, LAN, copy HDD USB, LAN, Cloud, copy HDD
Riki Ardoni - 2025
4. DOWNLOAD REKAMAN VIDEO TERTENTU
LANGSUNG KE PC/LAPTOP.
🔹 Pada DVR
 Semua rekaman tidak disimpan di kamera, tapi di HDD internal DVR.
 Kalau DVR dihubungkan ke LAN (router/switch), kita bisa buka DVR dari
komputer pakai:
o Aplikasi bawaan DVR (misalnya IVMS untuk Hikvision, SmartPSS
untuk Dahua, dll).
o Atau lewat browser dengan IP DVR.
 Dari situ kita bisa pilih tanggal/jam rekaman tertentu, lalu download (export)
ke PC/laptop.
o File akan tersimpan di PC/laptop, biasanya format .mp4 atau format
khusus pabrikan.
🔹 Pada NVR + IP Camera
 Rekaman juga disimpan di HDD NVR, bukan di memori kamera.
 Cara ambilnya sama: lewat aplikasi NVR atau browser.
 Tapi kalau kamera IP tertentu punya slot microSD, maka sebagian rekaman
juga bisa ada di kamera (backup lokal).
o Dalam kasus ini, kita bisa akses langsung ke kamera IP via IP Address ➝
download file dari microSD.
🔑 Jadi kesimpulannya:
 DVR/NVR = pusat penyimpanan utama (di HDD internal).
 PC/Laptop via LAN = hanya “copy” rekaman tertentu dari HDD DVR/NVR,
bukan dari memori kamera.
 Kamera IP dengan microSD = ada penyimpanan cadangan di kamera, tapi
biasanya kapasitas kecil.
Riki Ardoni - 2025
5. CARA DOWNLOAD REKAMAN DVR/NVR KE
LAPTOP VIA LAN
1. Hubungkan DVR/NVR ke jaringan
 Colok kabel LAN dari port RJ45 DVR/NVR ke router/switch.
 Laptop juga harus terhubung ke jaringan yang sama (bisa LAN atau WiFi router
itu).
2. Akses DVR/NVR
Ada 2 cara:
(a) Via Browser (Internet Explorer/Edge dengan plugin, atau Chrome dengan
extension):
 Buka browser, ketik IP DVR/NVR (misalnya 192.168.1.100).
 Login dengan user & password DVR.
(b) Via Software Client (lebih gampang):
 Install software iVMS-4200 (Hikvision) atau SmartPSS (Dahua).
 Tambahkan perangkat DVR/NVR dengan IP Address, username, password.
3. Pilih Menu Playback
 Masuk ke menu Playback di software/browser.
 Pilih tanggal & jam rekaman yang mau dilihat.
 Centang kamera mana yang mau diputar.
4. Download Rekaman
 Klik tombol Download/Export.
 Pilih durasi tertentu (misalnya 10 menit, 1 jam).
 Tentukan lokasi penyimpanan di laptop.
Riki Ardoni - 2025
 File biasanya keluar dalam format .mp4 atau format proprietary (misalnya .dav
untuk Dahua, .hik untuk Hikvision).
Kalau format proprietary, vendor biasanya menyediakan Player (misalnya VSPlayer dari
Hikvision) untuk memutar file tersebut.
6. IP CAMERA LANGSUNG KE INTERNET TANPA
NVR
1. Bisa nggak IP Camera jalan tanpa NVR?
Bisa.
 Kamera IP modern umumnya sudah bisa berdiri sendiri.
 Kalau dihubungkan ke switch LAN → lalu ke router/Starlink → kita bisa akses
kamera langsung dari aplikasi HP/PC.
 Jadi walau tanpa NVR, kamera tetap bisa live view.
🔹 2. Tapi gimana dengan penyimpanan video?
Ada beberapa kemungkinan:
1. Kalau kamera ada slot microSD
o Rekaman akan tersimpan di microSD dalam kamera.
o Jadi walau tanpa NVR, kamera masih punya rekaman (tapi kapasitas kecil,
misalnya 64GB / 128GB).
2. Kalau kamera support Cloud Storage
o Ada kamera yang bisa langsung backup rekaman ke cloud vendor
(misalnya EZVIZ Cloud, Hik-Connect, Dahua Cloud).
o Kekurangannya: butuh internet stabil & biasanya berbayar.
3. Kalau tanpa microSD & tanpa Cloud
o Maka kamera hanya bisa live view.
o Tidak ada rekaman yang tersimpan karena tidak ada storage (HDD NVR
atau microSD).
Riki Ardoni - 2025
🔹 3. Jadi NVR gunanya apa?
 NVR = pusat penyimpanan.
 Kalau pakai banyak kamera IP (misalnya 8–16 kamera), rekaman dari semua
kamera bisa masuk ke HDD NVR, jadi rapi & gampang dicari.
 Kalau tanpa NVR → penyimpanan terpisah di masing-masing kamera (microSD),
jadi agak ribet kalau mau cari rekaman.
🔑 Kesimpulan cepat:
 Pakai IP Camera + Switch LAN + Starlink tanpa NVR → bisa live view.
 Penyimpanan tergantung kamera:
o Ada microSD = rekaman ada di kamera.
o Ada cloud = rekaman ada di server cloud.
o Tidak ada storage = rekaman tidak tersimpan.
7. 128GB ITU MAMPU MENYIMPAN VIDEO
BERAPA HARI? JIKA NYALA 24JM
Tabel perkiraan berapa lama microsd 128GB bisa menampung rekaman berdasarkan
resolusi kamera (megapixel) dan codec (H.264 vs H.265).
Kita pakai rata-rata bitrate umum untuk CCTV (15fps, kualitas medium).
Perkiraan Durasi Rekaman 128GB
Resolusi Kamera
Bitrate
H.264
(umum)
Lama Simpan
(128GB)
Bitrate H.265
(umum)
Lama Simpan
(128GB)
1MP (720p) 1.5 Mbps ± 8 – 9 hari 0.8 Mbps ± 15 – 16 hari
2MP (1080p) 2 – 3 Mbps ± 5 – 6 hari 1 – 1.5 Mbps ± 10 – 12 hari
4MP (2K) 4 – 6 Mbps ± 2 – 3 hari 2 – 3 Mbps ± 4 – 6 hari
8MP (4K) 8 – 12 Mbps ± 1 – 1.5 hari 4 – 6 Mbps ± 2 – 3 hari
Riki Ardoni - 2025
Catatan Penting
 Hitungan ini untuk rekaman 24 jam nonstop.
 Kalau kamera diset motion detection only, penyimpanan bisa jadi 3–5× lebih
lama.
 Faktor lain: fps (frame per second) lebih tinggi → file lebih besar.
 Beberapa IP camera modern pakai H.265+ (lebih efisien dari H.265) → bisa
hemat lagi 30–50%.
8. HITUNGAN ESTIMASI UKURAN HDD KALAU
MAU SIMPAN REKAMAN SELAMA 2 MINGGU
(14 HARI) ATAU 1 BULAN (30 HARI).
Kalau mau backup per 2minggu atw sebulan ya berapa ukuran Hardisknya? kita bikin
hitungan estimasi ukuran HDD kalau mau simpan rekaman selama 2 minggu (14 hari)
atau 1 bulan (30 hari).
Saya pakai patokan rata-rata bitrate per resolusi (codec H.265 biar lebih realistis,
karena sekarang hampir semua kamera IP modern pakai H.265/H.265+).
Estimasi HDD untuk 1 Kamera (24 jam nonstop).
Resolusi Kamera
Bitrate
H.265
(umum)
1 Hari
14 Hari (2
minggu)
30 Hari (1
bulan)
1MP (720p) 0.8 Mbps ± 8,5 GB ± 119 GB ± 255 GB
2MP (1080p) 1.5 Mbps ± 16 GB ± 224 GB ± 480 GB
4MP (2K) 3 Mbps ± 32 GB ± 448 GB
± 960 GB (1
TB)
8MP (4K) 6 Mbps ± 64 GB ± 896 GB (0,9 TB) ± 1.9 TB
CATATAN:
 Itu untuk 1 kamera. Kalau ada 8 kamera → tinggal dikali 8.
 Kalau pakai H.265+ atau rekam hanya saat motion detection, bisa hemat 50–
70%.
Riki Ardoni - 2025
 Jadi untuk sistem rumah dengan 4 kamera 2MP (1080p) nonstop 30 hari, HDD
yang dibutuhkan sekitar:
480 GB × 4 = 1,9 TB → biasanya dipakai HDD 2TB.
9. MANA YANG BAGUS GAMBAR CAMERA
ANALOG DAN CAMERA IP?
Ada sebuah pertanyaan menarik: yang bisa pakai kabel RJ45 Lan itu termasuk camera
cctv mana? Analog atau IP?
Saya jelaskan pelan-pelan ya bro:
1. KUALITAS GAMBAR
 Camera analog (CCTV analog)
o Menggunakan kabel coaxial (RG59/RG6).
o Kualitas gambar standar, meskipun sekarang ada versi HD analog (AHD,
TVI, CVI) yang bisa sampai 2MP – 5MP, tapi detail tetap kalah sama IP
camera.
o Kalau kabel jauh, gambar bisa ber-noise atau buram.
 Camera IP (CCTV digital/IP Camera)
o Menggunakan kabel LAN RJ45 (UTP Cat5e/Cat6).
o Resolusi bisa sangat tinggi, mulai dari 2MP, 4MP, 8MP (4K), bahkan
lebih.
o Gambar lebih jernih, detail, dan bisa diproses digital (zoom, AI, deteksi
wajah, motion detection).
Jadi kualitas gambar lebih bagus IP camera dibanding analog.
2. JENIS KAMERA YANG PAKAI KABEL RJ45 (LAN)
 Kabel RJ45 LAN hanya dipakai oleh IP Camera (CCTV digital).
 CCTV analog tidak bisa langsung pakai kabel LAN, kecuali ditambah converter
(balun + adapter ethernet), tapi tetap transmisinya analog, bukan data digital.
Riki Ardoni - 2025
3. RINGKASNYA
 Mau kualitas gambar lebih bagus & fitur modern (AI, akses via internet, PoE)? →
IP Camera.
 Mau biaya lebih murah, instalasi lebih simpel, DVR lama masih bisa dipakai? →
Analog Camera.
Yang bisa saya konek alamat IP nya ke web camera analog atau
camera IP?
ini kuncinya…
 Kalau mau bisa dikonek pakai alamat IP ke web (langsung akses lewat
browser / aplikasi / NVR berbasis jaringan), itu hanya bisa dengan:
Camera IP (CCTV digital / IP Camera).
Kenapa?
 Camera analog hanya keluarkan sinyal video mentah (CVBS/AHD/TVI/CVI) →
harus masuk ke DVR dulu.
o Kalau DVR-nya hybrid/modern, dia punya port LAN dan DVR-lah yang
punya alamat IP.
o Jadi yang bisa dikonek ke web itu DVR-nya, bukan kamera analognya
langsung.
 Camera IP sudah punya alamat IP sendiri → bisa langsung dikonfigurasi,
dikonek ke router/switch, lalu diakses lewat browser (http://alamatIP) atau
aplikasi.
o Kalau pakai NVR, NVR cuma sebagai pengelola, tapi kamera tetap bisa
diakses langsung via IP.
Kesimpulan:
 Mau konek kamera langsung ke web via alamat IP → harus pakai IP Camera.
 Kalau masih pakai kamera analog, maka harus lewat DVR yang support IP
(network DVR).
Riki Ardoni - 2025
10. Topologi Pemasangan CCTV: Camera Analog dan
Camera IP
Berikut Topologi Pemasangan CCTV: Analog CCTV dan IP CCTV.
1. Topologi Pemasangan Analog CCTV
Sistem Analog CCTV merupakan sistem pengawasan tradisional yang menggunakan
kabel koaksial untuk menghubungkan kamera CCTV ke perangkat perekam (DVR –
Digital Video Recorder). Topologi pemasangan CCTV analog biasanya melibatkan
komponen-komponen berikut:
Komponen Utama:
 Kamera CCTV Analog: Berfungsi menangkap video dalam format analog.
 Kabel Koaksial: Digunakan untuk mentransmisikan sinyal video dari kamera ke
DVR.
 DVR (Digital Video Recorder): Menerima sinyal video dari kamera analog,
kemudian mengonversinya menjadi format digital dan menyimpannya ke dalam
hard disk.
 Monitor: Untuk menampilkan video secara langsung atau rekaman.
Topologi Pemasangan Analog CCTV:
Riki Ardoni - 2025
2. Topologi Pemasangan IP CCTV
Sistem IP CCTV (Internet Protocol CCTV) adalah teknologi yang lebih
modern, di mana setiap kamera CCTV memiliki alamat IP dan terhubung ke
jaringan melalui kabel Ethernet atau secara nirkabel. Topologi ini
melibatkan komponen jaringan komputer dalam pemasangan.
Komponen Utama:
 Kamera IP: Kamera CCTV yang mengirimkan data video dalam
format digital melalui jaringan IP.
 Kabel Ethernet: Kabel jaringan yang digunakan untuk
mentransmisikan data dari kamera ke perangkat perekam (NVR –
Network Video Recorder).
 Switch atau Router: Perangkat jaringan yang menghubungkan
kamera IP ke NVR dan memungkinkan komunikasi antarperangkat.
Riki Ardoni - 2025
 NVR (Network Video Recorder): Mengelola dan menyimpan video
dari kamera IP dalam jaringan.
 Monitor: Untuk menampilkan video yang direkam atau sedang
berlangsung.
Topologi Pemasangan IP CCTV:
Riki Ardoni - 2025
11.LIST SPERPART KALAU MEMBANGUN SISTEM
JARINGAN CCTV
List sperpart kalau membangun sistem jaringan CCTV Hikvision 4 chanel dengan DVR
dan NVR yang terhubung dengan router starlink :
untuk membangun sistem jaringan CCTV Hikvision 4 channel, baik dengan DVR
(analog/hybrid) maupun NVR (IP Camera), yang bisa dihubungkan ke router
Starlink.
🔧 SPAREPART UNTUK SISTEM CCTV HIKVISION 4 CHANNEL
1. JIKA PAKAI DVR (ANALOG / HYBRID DVR + IP)
 Kamera CCTV Analog Hikvision – 4 unit (720p/1080p/5MP sesuai kebutuhan).
 DVR Hikvision 4 Channel (Hybrid jika mau campur analog + IP) – 1 unit.
 Hard Disk Surveillance (WD Purple / Seagate SkyHawk) – 1 unit (1–2 TB,
tergantung kebutuhan rekaman).
 Kabel Coaxial RG59 + Power – sepanjang kebutuhan (untuk kamera analog).
 BNC Connector + DC Jack – sesuai jumlah kamera.
 Adaptor Power CCTV / Power Supply Centralized 12VDC – untuk kamera.
 Router Starlink – sebagai sumber internet.
 Switch LAN (opsional, kalau DVR hybrid + IP camera tambahan) – 1 unit.
 LAN Cable (Cat5e/Cat6 dengan RJ45) – untuk koneksi DVR ke router Starlink.
2. JIKA PAKAI NVR (FULL IP CAMERA)
 IP Camera Hikvision – 4 unit (disarankan PoE).
 NVR Hikvision 4 Channel – 1 unit.
 Hard Disk Surveillance (WD Purple / Seagate SkyHawk) – 1 unit (1–2 TB).
 PoE Switch (Power over Ethernet) 4/8 Port – untuk menyuplai kamera + data via
LAN.
 LAN Cable (Cat5e/Cat6 dengan RJ45) – sesuai jumlah kamera dan panjang kabel.
 Router Starlink – untuk akses internet & remote view.
 Adaptor Power (jika kamera non-PoE) – sesuai kebutuhan.
Riki Ardoni - 2025
3. PERALATAN TAMBAHAN
 UPS (Uninterruptible Power Supply) – menjaga agar CCTV tetap nyala saat
listrik padam.
 Konektor, Crimping Tools, Tester LAN – untuk instalasi kabel RJ45.
 Bracket/tiang kamera + junction box – untuk pemasangan outdoor.
⚙ ALUR KONEKSI SEDERHANA:
DVR system: Kamera analog → DVR → Router Starlink → Internet → Akses via
aplikasi/web.
NVR system: IP Camera → PoE Switch → NVR → Router Starlink → Internet →
Akses via aplikasi/web.

Perbedaan Teknologi DVR dan NVR serta Analisis Komparatif Sistem CCTV Kamera Analog vs IP Camera.pdf

  • 1.
    Riki Ardoni -2025 Perbedaan Teknologi DVR dan NVR serta Analisis Komparatif Sistem CCTV: Kamera Analog vs IP Camera By RIKI ARDONI
  • 2.
    Riki Ardoni -2025 PERBANDINGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM CCTV: ANALOG, IP CAMERA, DAN INTEGRASI JARINGAN 1. PENDAHULUAN Penemu awal sistem Televisi Sirkuit Tertutup (CCTV) adalah insinyur Jerman, Walter Bruch, pada tahun 1942 yang menggunakannya untuk memantau peluncuran roket V-2. Sementara itu, Marie Van Brittan Brown dan suaminya, Albert Brown, merupakan penemu sistem keamanan rumah pertama pada tahun 1969 yang menjadi dasar sistem keamanan rumah modern. CCTV (Closed Circuit Television) merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam sistem keamanan. Seiring perkembangan teknologi, sistem CCTV telah berevolusi dari kamera analog menjadi kamera digital berbasis IP (Internet Protocol). Perbedaan ini berdampak pada kualitas gambar, metode transmisi, serta kemampuan akses jaringan yang semakin luas. 2. Apa beda DVR DAN NVR PADA CCTV ?? 1. DVR (Digital Video Recorder)  Untuk kamera analog (CCTV coaxial) DVR dipakai jika kamera CCTV menggunakan kabel coaxial (RG59/RG6).  Cara kerja: Kamera analog mengirim sinyal video mentah ke DVR. DVR yang bertugas mengolah (encode) dan merekam gambar jadi file digital.  Kelebihan: o Harga lebih murah. o Bisa pakai kabel coaxial yang panjang (sampai ratusan meter).  Kekurangan: o Resolusi terbatas (meski ada DVR modern yang mendukung HD). o Kurang fleksibel untuk sistem besar.
  • 3.
    Riki Ardoni -2025 2. NVR (Network Video Recorder)  Untuk kamera IP (CCTV jaringan) NVR dipakai jika kamera CCTV adalah IP Camera yang menggunakan kabel LAN (Ethernet) atau WiFi.  Cara kerja: Kamera IP sudah punya processor sendiri untuk encode video, lalu dikirim dalam bentuk digital lewat jaringan (LAN/WiFi) ke NVR. NVR hanya bertugas menyimpan & menampilkan.  Kelebihan: o Kualitas gambar lebih tinggi (HD sampai 4K). o Fleksibel, kamera bisa ditempatkan jauh selama ada jaringan. o Bisa diakses mudah lewat internet (IP).  Kekurangan: o Harga lebih mahal. o Instalasi lebih rumit (butuh switch/PoE/konfigurasi jaringan). Ringkasannya:  DVR = Kamera Analog + Kabel Coaxial  NVR = Kamera IP + Kabel LAN/WiFi Jadi, bedanya ada di jenis kamera & cara transmisinya. 3. PENYIMPANAN DI DVR & NVR 1). DVR (Digital Video Recorder) o Di dalamnya ada slot HDD (hard disk) untuk menyimpan hasil rekaman video. o Jadi DVR merekam, menyimpan, dan menampilkan video. o Backup bisa dilakukan lewat USB, LAN, atau copy file dari HDD. 2). NVR (Network Video Recorder) o Sama juga, punya slot HDD untuk menyimpan rekaman video dari IP Camera.
  • 4.
    Riki Ardoni -2025 o Bedanya, proses encoding video dilakukan di kamera IP, jadi NVR hanya menerima file digital dan menyimpannya di HDD. o Bisa juga backup lewat USB, LAN, atau cloud tergantung fitur. 🔑 Bedanya:  DVR = kamera analog kirim sinyal mentah ➝ DVR yang encode ➝ simpan di HDD.  NVR = kamera IP sudah encode ➝ NVR hanya simpan di HDD & tampilkan. Jadi keduanya punya hardisk internal untuk penyimpanan. Bedanya cuma siapa yang melakukan proses encode video (DVR atau kamera). Berikut tabel ringkas perbandingan fungsi utama DVR vs NVR biar gampang dibaca. Fitur DVR (Digital Video Recorder) NVR (Network Video Recorder) Jenis Kamera Kamera Analog (Coaxial) Kamera IP (LAN/WiFi) Jenis Kabel Coaxial (RG59/RG6) Kabel LAN (UTP), WiFi, atau Fiber Proses Encode Video Dilakukan di DVR Dilakukan di Kamera IP Penyimpanan HDD internal di DVR HDD internal di NVR Kualitas Video SD – HD (tergantung DVR & kamera analog) Full HD – 4K (tergantung kamera IP) Instalasi Lebih sederhana, cocok untuk jarak dekat-menengah Fleksibel, bisa jarak jauh lewat jaringan Harga Sistem Lebih murah Lebih mahal Akses Jarak Jauh Bisa, tapi biasanya lebih terbatas Lebih mudah & optimal untuk akses internet/cloud Backup Data USB, LAN, copy HDD USB, LAN, Cloud, copy HDD
  • 5.
    Riki Ardoni -2025 4. DOWNLOAD REKAMAN VIDEO TERTENTU LANGSUNG KE PC/LAPTOP. 🔹 Pada DVR  Semua rekaman tidak disimpan di kamera, tapi di HDD internal DVR.  Kalau DVR dihubungkan ke LAN (router/switch), kita bisa buka DVR dari komputer pakai: o Aplikasi bawaan DVR (misalnya IVMS untuk Hikvision, SmartPSS untuk Dahua, dll). o Atau lewat browser dengan IP DVR.  Dari situ kita bisa pilih tanggal/jam rekaman tertentu, lalu download (export) ke PC/laptop. o File akan tersimpan di PC/laptop, biasanya format .mp4 atau format khusus pabrikan. 🔹 Pada NVR + IP Camera  Rekaman juga disimpan di HDD NVR, bukan di memori kamera.  Cara ambilnya sama: lewat aplikasi NVR atau browser.  Tapi kalau kamera IP tertentu punya slot microSD, maka sebagian rekaman juga bisa ada di kamera (backup lokal). o Dalam kasus ini, kita bisa akses langsung ke kamera IP via IP Address ➝ download file dari microSD. 🔑 Jadi kesimpulannya:  DVR/NVR = pusat penyimpanan utama (di HDD internal).  PC/Laptop via LAN = hanya “copy” rekaman tertentu dari HDD DVR/NVR, bukan dari memori kamera.  Kamera IP dengan microSD = ada penyimpanan cadangan di kamera, tapi biasanya kapasitas kecil.
  • 6.
    Riki Ardoni -2025 5. CARA DOWNLOAD REKAMAN DVR/NVR KE LAPTOP VIA LAN 1. Hubungkan DVR/NVR ke jaringan  Colok kabel LAN dari port RJ45 DVR/NVR ke router/switch.  Laptop juga harus terhubung ke jaringan yang sama (bisa LAN atau WiFi router itu). 2. Akses DVR/NVR Ada 2 cara: (a) Via Browser (Internet Explorer/Edge dengan plugin, atau Chrome dengan extension):  Buka browser, ketik IP DVR/NVR (misalnya 192.168.1.100).  Login dengan user & password DVR. (b) Via Software Client (lebih gampang):  Install software iVMS-4200 (Hikvision) atau SmartPSS (Dahua).  Tambahkan perangkat DVR/NVR dengan IP Address, username, password. 3. Pilih Menu Playback  Masuk ke menu Playback di software/browser.  Pilih tanggal & jam rekaman yang mau dilihat.  Centang kamera mana yang mau diputar. 4. Download Rekaman  Klik tombol Download/Export.  Pilih durasi tertentu (misalnya 10 menit, 1 jam).  Tentukan lokasi penyimpanan di laptop.
  • 7.
    Riki Ardoni -2025  File biasanya keluar dalam format .mp4 atau format proprietary (misalnya .dav untuk Dahua, .hik untuk Hikvision). Kalau format proprietary, vendor biasanya menyediakan Player (misalnya VSPlayer dari Hikvision) untuk memutar file tersebut. 6. IP CAMERA LANGSUNG KE INTERNET TANPA NVR 1. Bisa nggak IP Camera jalan tanpa NVR? Bisa.  Kamera IP modern umumnya sudah bisa berdiri sendiri.  Kalau dihubungkan ke switch LAN → lalu ke router/Starlink → kita bisa akses kamera langsung dari aplikasi HP/PC.  Jadi walau tanpa NVR, kamera tetap bisa live view. 🔹 2. Tapi gimana dengan penyimpanan video? Ada beberapa kemungkinan: 1. Kalau kamera ada slot microSD o Rekaman akan tersimpan di microSD dalam kamera. o Jadi walau tanpa NVR, kamera masih punya rekaman (tapi kapasitas kecil, misalnya 64GB / 128GB). 2. Kalau kamera support Cloud Storage o Ada kamera yang bisa langsung backup rekaman ke cloud vendor (misalnya EZVIZ Cloud, Hik-Connect, Dahua Cloud). o Kekurangannya: butuh internet stabil & biasanya berbayar. 3. Kalau tanpa microSD & tanpa Cloud o Maka kamera hanya bisa live view. o Tidak ada rekaman yang tersimpan karena tidak ada storage (HDD NVR atau microSD).
  • 8.
    Riki Ardoni -2025 🔹 3. Jadi NVR gunanya apa?  NVR = pusat penyimpanan.  Kalau pakai banyak kamera IP (misalnya 8–16 kamera), rekaman dari semua kamera bisa masuk ke HDD NVR, jadi rapi & gampang dicari.  Kalau tanpa NVR → penyimpanan terpisah di masing-masing kamera (microSD), jadi agak ribet kalau mau cari rekaman. 🔑 Kesimpulan cepat:  Pakai IP Camera + Switch LAN + Starlink tanpa NVR → bisa live view.  Penyimpanan tergantung kamera: o Ada microSD = rekaman ada di kamera. o Ada cloud = rekaman ada di server cloud. o Tidak ada storage = rekaman tidak tersimpan. 7. 128GB ITU MAMPU MENYIMPAN VIDEO BERAPA HARI? JIKA NYALA 24JM Tabel perkiraan berapa lama microsd 128GB bisa menampung rekaman berdasarkan resolusi kamera (megapixel) dan codec (H.264 vs H.265). Kita pakai rata-rata bitrate umum untuk CCTV (15fps, kualitas medium). Perkiraan Durasi Rekaman 128GB Resolusi Kamera Bitrate H.264 (umum) Lama Simpan (128GB) Bitrate H.265 (umum) Lama Simpan (128GB) 1MP (720p) 1.5 Mbps ± 8 – 9 hari 0.8 Mbps ± 15 – 16 hari 2MP (1080p) 2 – 3 Mbps ± 5 – 6 hari 1 – 1.5 Mbps ± 10 – 12 hari 4MP (2K) 4 – 6 Mbps ± 2 – 3 hari 2 – 3 Mbps ± 4 – 6 hari 8MP (4K) 8 – 12 Mbps ± 1 – 1.5 hari 4 – 6 Mbps ± 2 – 3 hari
  • 9.
    Riki Ardoni -2025 Catatan Penting  Hitungan ini untuk rekaman 24 jam nonstop.  Kalau kamera diset motion detection only, penyimpanan bisa jadi 3–5× lebih lama.  Faktor lain: fps (frame per second) lebih tinggi → file lebih besar.  Beberapa IP camera modern pakai H.265+ (lebih efisien dari H.265) → bisa hemat lagi 30–50%. 8. HITUNGAN ESTIMASI UKURAN HDD KALAU MAU SIMPAN REKAMAN SELAMA 2 MINGGU (14 HARI) ATAU 1 BULAN (30 HARI). Kalau mau backup per 2minggu atw sebulan ya berapa ukuran Hardisknya? kita bikin hitungan estimasi ukuran HDD kalau mau simpan rekaman selama 2 minggu (14 hari) atau 1 bulan (30 hari). Saya pakai patokan rata-rata bitrate per resolusi (codec H.265 biar lebih realistis, karena sekarang hampir semua kamera IP modern pakai H.265/H.265+). Estimasi HDD untuk 1 Kamera (24 jam nonstop). Resolusi Kamera Bitrate H.265 (umum) 1 Hari 14 Hari (2 minggu) 30 Hari (1 bulan) 1MP (720p) 0.8 Mbps ± 8,5 GB ± 119 GB ± 255 GB 2MP (1080p) 1.5 Mbps ± 16 GB ± 224 GB ± 480 GB 4MP (2K) 3 Mbps ± 32 GB ± 448 GB ± 960 GB (1 TB) 8MP (4K) 6 Mbps ± 64 GB ± 896 GB (0,9 TB) ± 1.9 TB CATATAN:  Itu untuk 1 kamera. Kalau ada 8 kamera → tinggal dikali 8.  Kalau pakai H.265+ atau rekam hanya saat motion detection, bisa hemat 50– 70%.
  • 10.
    Riki Ardoni -2025  Jadi untuk sistem rumah dengan 4 kamera 2MP (1080p) nonstop 30 hari, HDD yang dibutuhkan sekitar: 480 GB × 4 = 1,9 TB → biasanya dipakai HDD 2TB. 9. MANA YANG BAGUS GAMBAR CAMERA ANALOG DAN CAMERA IP? Ada sebuah pertanyaan menarik: yang bisa pakai kabel RJ45 Lan itu termasuk camera cctv mana? Analog atau IP? Saya jelaskan pelan-pelan ya bro: 1. KUALITAS GAMBAR  Camera analog (CCTV analog) o Menggunakan kabel coaxial (RG59/RG6). o Kualitas gambar standar, meskipun sekarang ada versi HD analog (AHD, TVI, CVI) yang bisa sampai 2MP – 5MP, tapi detail tetap kalah sama IP camera. o Kalau kabel jauh, gambar bisa ber-noise atau buram.  Camera IP (CCTV digital/IP Camera) o Menggunakan kabel LAN RJ45 (UTP Cat5e/Cat6). o Resolusi bisa sangat tinggi, mulai dari 2MP, 4MP, 8MP (4K), bahkan lebih. o Gambar lebih jernih, detail, dan bisa diproses digital (zoom, AI, deteksi wajah, motion detection). Jadi kualitas gambar lebih bagus IP camera dibanding analog. 2. JENIS KAMERA YANG PAKAI KABEL RJ45 (LAN)  Kabel RJ45 LAN hanya dipakai oleh IP Camera (CCTV digital).  CCTV analog tidak bisa langsung pakai kabel LAN, kecuali ditambah converter (balun + adapter ethernet), tapi tetap transmisinya analog, bukan data digital.
  • 11.
    Riki Ardoni -2025 3. RINGKASNYA  Mau kualitas gambar lebih bagus & fitur modern (AI, akses via internet, PoE)? → IP Camera.  Mau biaya lebih murah, instalasi lebih simpel, DVR lama masih bisa dipakai? → Analog Camera. Yang bisa saya konek alamat IP nya ke web camera analog atau camera IP? ini kuncinya…  Kalau mau bisa dikonek pakai alamat IP ke web (langsung akses lewat browser / aplikasi / NVR berbasis jaringan), itu hanya bisa dengan: Camera IP (CCTV digital / IP Camera). Kenapa?  Camera analog hanya keluarkan sinyal video mentah (CVBS/AHD/TVI/CVI) → harus masuk ke DVR dulu. o Kalau DVR-nya hybrid/modern, dia punya port LAN dan DVR-lah yang punya alamat IP. o Jadi yang bisa dikonek ke web itu DVR-nya, bukan kamera analognya langsung.  Camera IP sudah punya alamat IP sendiri → bisa langsung dikonfigurasi, dikonek ke router/switch, lalu diakses lewat browser (http://alamatIP) atau aplikasi. o Kalau pakai NVR, NVR cuma sebagai pengelola, tapi kamera tetap bisa diakses langsung via IP. Kesimpulan:  Mau konek kamera langsung ke web via alamat IP → harus pakai IP Camera.  Kalau masih pakai kamera analog, maka harus lewat DVR yang support IP (network DVR).
  • 12.
    Riki Ardoni -2025 10. Topologi Pemasangan CCTV: Camera Analog dan Camera IP Berikut Topologi Pemasangan CCTV: Analog CCTV dan IP CCTV. 1. Topologi Pemasangan Analog CCTV Sistem Analog CCTV merupakan sistem pengawasan tradisional yang menggunakan kabel koaksial untuk menghubungkan kamera CCTV ke perangkat perekam (DVR – Digital Video Recorder). Topologi pemasangan CCTV analog biasanya melibatkan komponen-komponen berikut: Komponen Utama:  Kamera CCTV Analog: Berfungsi menangkap video dalam format analog.  Kabel Koaksial: Digunakan untuk mentransmisikan sinyal video dari kamera ke DVR.  DVR (Digital Video Recorder): Menerima sinyal video dari kamera analog, kemudian mengonversinya menjadi format digital dan menyimpannya ke dalam hard disk.  Monitor: Untuk menampilkan video secara langsung atau rekaman. Topologi Pemasangan Analog CCTV:
  • 13.
    Riki Ardoni -2025 2. Topologi Pemasangan IP CCTV Sistem IP CCTV (Internet Protocol CCTV) adalah teknologi yang lebih modern, di mana setiap kamera CCTV memiliki alamat IP dan terhubung ke jaringan melalui kabel Ethernet atau secara nirkabel. Topologi ini melibatkan komponen jaringan komputer dalam pemasangan. Komponen Utama:  Kamera IP: Kamera CCTV yang mengirimkan data video dalam format digital melalui jaringan IP.  Kabel Ethernet: Kabel jaringan yang digunakan untuk mentransmisikan data dari kamera ke perangkat perekam (NVR – Network Video Recorder).  Switch atau Router: Perangkat jaringan yang menghubungkan kamera IP ke NVR dan memungkinkan komunikasi antarperangkat.
  • 14.
    Riki Ardoni -2025  NVR (Network Video Recorder): Mengelola dan menyimpan video dari kamera IP dalam jaringan.  Monitor: Untuk menampilkan video yang direkam atau sedang berlangsung. Topologi Pemasangan IP CCTV:
  • 15.
    Riki Ardoni -2025 11.LIST SPERPART KALAU MEMBANGUN SISTEM JARINGAN CCTV List sperpart kalau membangun sistem jaringan CCTV Hikvision 4 chanel dengan DVR dan NVR yang terhubung dengan router starlink : untuk membangun sistem jaringan CCTV Hikvision 4 channel, baik dengan DVR (analog/hybrid) maupun NVR (IP Camera), yang bisa dihubungkan ke router Starlink. 🔧 SPAREPART UNTUK SISTEM CCTV HIKVISION 4 CHANNEL 1. JIKA PAKAI DVR (ANALOG / HYBRID DVR + IP)  Kamera CCTV Analog Hikvision – 4 unit (720p/1080p/5MP sesuai kebutuhan).  DVR Hikvision 4 Channel (Hybrid jika mau campur analog + IP) – 1 unit.  Hard Disk Surveillance (WD Purple / Seagate SkyHawk) – 1 unit (1–2 TB, tergantung kebutuhan rekaman).  Kabel Coaxial RG59 + Power – sepanjang kebutuhan (untuk kamera analog).  BNC Connector + DC Jack – sesuai jumlah kamera.  Adaptor Power CCTV / Power Supply Centralized 12VDC – untuk kamera.  Router Starlink – sebagai sumber internet.  Switch LAN (opsional, kalau DVR hybrid + IP camera tambahan) – 1 unit.  LAN Cable (Cat5e/Cat6 dengan RJ45) – untuk koneksi DVR ke router Starlink. 2. JIKA PAKAI NVR (FULL IP CAMERA)  IP Camera Hikvision – 4 unit (disarankan PoE).  NVR Hikvision 4 Channel – 1 unit.  Hard Disk Surveillance (WD Purple / Seagate SkyHawk) – 1 unit (1–2 TB).  PoE Switch (Power over Ethernet) 4/8 Port – untuk menyuplai kamera + data via LAN.  LAN Cable (Cat5e/Cat6 dengan RJ45) – sesuai jumlah kamera dan panjang kabel.  Router Starlink – untuk akses internet & remote view.  Adaptor Power (jika kamera non-PoE) – sesuai kebutuhan.
  • 16.
    Riki Ardoni -2025 3. PERALATAN TAMBAHAN  UPS (Uninterruptible Power Supply) – menjaga agar CCTV tetap nyala saat listrik padam.  Konektor, Crimping Tools, Tester LAN – untuk instalasi kabel RJ45.  Bracket/tiang kamera + junction box – untuk pemasangan outdoor. ⚙ ALUR KONEKSI SEDERHANA: DVR system: Kamera analog → DVR → Router Starlink → Internet → Akses via aplikasi/web. NVR system: IP Camera → PoE Switch → NVR → Router Starlink → Internet → Akses via aplikasi/web.