A              4                1    TIDAK TERAKREDITASI
    B              3                2    TIDAK TERAKREDITASI
    C              2                3    TIDAK TERAKREDITASI
    D              1                4    TIDAK TERAKREDITASI
    E              0                5    TIDAK TERAKREDITASI
                                    6    TIDAK TERAKREDITASI
    A         SANGAT BAIK     A     7    TIDAK TERAKREDITASI
    B         BAIK            B     8    TIDAK TERAKREDITASI
    C         CUKUP BAIK      C     9    TIDAK TERAKREDITASI
  BATAL       BATAL         BATAL   10   TIDAK TERAKREDITASI
                                    11   TIDAK TERAKREDITASI
SANGAT BAIK      BATAL
   BAIK            B
CUKUP BAIK         C
   BATAL           A
                                    12   TIDAK TERAKREDITASI
   1.5           BATAL              13   TIDAK TERAKREDITASI
   2.5           BATAL              14   TIDAK TERAKREDITASI
   3.5           BATAL              15   TIDAK TERAKREDITASI
   4.5           BATAL              16   TIDAK TERAKREDITASI
   5.5           BATAL              17   TIDAK TERAKREDITASI
   6.5           BATAL              18   TIDAK TERAKREDITASI
   7.5           BATAL              19   TIDAK TERAKREDITASI
   8.5           BATAL              20   TIDAK TERAKREDITASI
   9.5           BATAL              21   TIDAK TERAKREDITASI
   10.5          BATAL              22   TIDAK TERAKREDITASI
   11.5          BATAL              23   TIDAK TERAKREDITASI
   12.5          BATAL              24   TIDAK TERAKREDITASI
   13.5          BATAL              25   TIDAK TERAKREDITASI
   14.5          BATAL              26   TIDAK TERAKREDITASI
   15.5          BATAL              27   TIDAK TERAKREDITASI
   16.5          BATAL              28   TIDAK TERAKREDITASI
   17.5          BATAL              29   TIDAK TERAKREDITASI
   18.5          BATAL              30   TIDAK TERAKREDITASI
   19.5          BATAL              31   TIDAK TERAKREDITASI
   20.5          BATAL              32   TIDAK TERAKREDITASI
   21.5          BATAL              33   TIDAK TERAKREDITASI
   22.5          BATAL              34   TIDAK TERAKREDITASI
   23.5          BATAL              35   TIDAK TERAKREDITASI
   24.5          BATAL              36   TIDAK TERAKREDITASI
   25.5          BATAL              37   TIDAK TERAKREDITASI
   26.5          BATAL              38   TIDAK TERAKREDITASI
   27.5          BATAL              39   TIDAK TERAKREDITASI
   28.5          BATAL              40   TIDAK TERAKREDITASI
   29.5          BATAL              41   TIDAK TERAKREDITASI
   30.5          BATAL              42   TIDAK TERAKREDITASI
   31.5          BATAL              43   TIDAK TERAKREDITASI
   32.5          BATAL              44   TIDAK TERAKREDITASI
   33.5          BATAL              45   TIDAK TERAKREDITASI
   34.5          BATAL              46   TIDAK TERAKREDITASI
   35.5          BATAL              47   TIDAK TERAKREDITASI
   36.5          BATAL              48   TIDAK TERAKREDITASI
   37.5          BATAL              49   TIDAK TERAKREDITASI
38.5   BATAL    50   TIDAK TERAKREDITASI
39.5   BATAL    51   TIDAK TERAKREDITASI
40.5   BATAL    52   TIDAK TERAKREDITASI
41.5   BATAL    53   TIDAK TERAKREDITASI
42.5   BATAL    54   TIDAK TERAKREDITASI
43.5   BATAL    55   TIDAK TERAKREDITASI
44.5   BATAL    56      TERAKREDITASI
45.5   BATAL    57      TERAKREDITASI
46.5   BATAL    58      TERAKREDITASI
47.5   BATAL    59      TERAKREDITASI
48.5   BATAL    60      TERAKREDITASI
49.5   BATAL    61      TERAKREDITASI
50.5   BATAL    62      TERAKREDITASI
51.5   BATAL    63      TERAKREDITASI
52.5   BATAL    64      TERAKREDITASI
53.5   BATAL    65      TERAKREDITASI
54.5   BATAL    66      TERAKREDITASI
55.5     C      67      TERAKREDITASI
56.5     C      68      TERAKREDITASI
57.5     C      69      TERAKREDITASI
58.5     C      70      TERAKREDITASI
59.5     C      71      TERAKREDITASI
60.5     C      72      TERAKREDITASI
61.5     C      73      TERAKREDITASI
62.5     C      74      TERAKREDITASI
63.5     C      75      TERAKREDITASI
64.5     C      76      TERAKREDITASI
65.5     C      77      TERAKREDITASI
66.5     C      78      TERAKREDITASI
67.5     C      79      TERAKREDITASI
68.5     C      80      TERAKREDITASI
69.5     C      81      TERAKREDITASI
70.5     C      82      TERAKREDITASI
71.5     B      83      TERAKREDITASI
72.5     B      84      TERAKREDITASI
73.5     B      85      TERAKREDITASI
74.5     B      86      TERAKREDITASI
75.5     B      87      TERAKREDITASI
76.5     B      88      TERAKREDITASI
77.5     B      89      TERAKREDITASI
78.5     B      90      TERAKREDITASI
79.5     B      91      TERAKREDITASI
80.5     B      92      TERAKREDITASI
81.5     B      93      TERAKREDITASI
82.5     B      94      TERAKREDITASI
83.5     B      95      TERAKREDITASI
84.5     B      96      TERAKREDITASI
85.5     A      97      TERAKREDITASI
86.5     A      98      TERAKREDITASI
87.5     A      99      TERAKREDITASI
88.5     A     100      TERAKREDITASI
89.5     A
90.5     A
91.5            A
        92.5            A
        93.5            A
        94.5            A
        95.5            A
        96.5            A
        97.5            A
        98.5            A
        99.5            A
TIDAK TERAKREDITASI   BATAL
SANGAT BAIK
BAIK
CUKUP BAIK
BATAL
LAPORAN HASIL VISITASI


TK / RA                    SMP / MTs                            SMA / MA



SD / MI                                                        SMK / MAK


     Hasil karya : Edy Santoso ( Guru MTs Negeri Umbulsari - Jember )
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahan
karunia yang banyak sekali. Karena Ridho-Nya pula maka kami dapat menyelesaikan pembuatan
sarana untuk memudahkan penilaian bagi Assesor Akreditasi. Selanjutnya kami sampaikan terima
kasih kepada :

1. Drs. H. Soleh Faishol M.Si, Staf Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik yang
telah memberikan ilmu pengetahuan tentang Komputerisasi yang sangat bermanfaat bagi kami.
2. Nur Diana, S.Pd, istriku tercinta yang senantiasa membantu dan mendukungku disetiap saat.
3. Drs. H. Raefi, M.Pd.I, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberi
kepercayaan penuh kepada kami untuk mengabdi di lingkungan Kantor Departemen Agama
Kabupaten Jember.
4. DR. Hadi Purnomo, Kasi Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah
memberi wacana tentang dunia pendidikan khususnya di Lingkungan Departemen Agama.
5. Drs. Tahmid, M.Pd.I Pengawas PPAI Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah
memberi semangat bagi terselesaikannya program ini.
6. Drs. Syaiful Anwar, M.Pd, Kepala MTs Negeri Umbulsari, yang telah berkenan memberi amanah
dan menjadi rujukan untuk pembuatan program aplikasi ini.
7. Drs. Imam Syafi'i, M.Pd.I, Kepala MTs Negeri 2 Jember, yang telah senantiasa memberi petunjuk
dan arahan yang sangat bermanfaat bagi kami.
8. Semua rekan - rekan Guru dan Karyawan MTs Negeri Umbulsari, yang selalu memberi saran dan
masukan bagi terselesaikannya program ini.
9. Semua Pihak yang telah membantu terselesaikannya media ini.

Kami menyadari bahwa sarana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik
membangun, senantiasa kami tunggu untuk perbaikan / penyempurnaan. Sekian dan terima kasih.
                                                                Hormat Kami,



                                                                Edy Santoso, M.Pd.I
                                                                                               KEMBALI
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
     IDENTITAS
     NAMA                 : EDY SANTOSO, S.Pd.,M.Pd.I
     TEMPAT / TGL LAHIR   : JEMBER, 04 DESEMBER 1974
     AGAMA                : ISLAM
     ALAMAT               : Jl. Kotta Blater N0. 33 Watukebo Ambulu, Jember
     Email                : edysan74@gmail.com
     No. Telepon / HP     : 085 258 103 340
     TEMPAT DINAS         : MTs NEGERI UMBULSARI
                            Jl. WR. Supratman No. 55 Telp. 0336-441816 Umbulrejo - Umbulsari
     Jabatan              : Guru Bahasa Inggris
     PENDIDIKAN
     FORMAL               : Taman Kanak - kanak Aisyiah                       Tahun 1981
                          : Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Watukebo       Tahun 1987
                          : SMP Muhammadiyah IX Watukebo                      Tahun 1990
                          : SMA Negeri Ambulu                                 Tahun 1993
                          : S 1 - Universitas Islam Jember                    Tahun 1997
                          : S 2 - Universitas Muhammadiyah Surabaya           Tahun 2007
     NON FORMAL           : Kursus Latihan Kerja                              Tahun 1993
                          : Ponpes Al Fatah Talangsari                        Tahun 1994
                          : Kursus Komputer                                   Tahun 1997
     PENGALAMAN
     MENGAJAR             : SMP Negeri 1 Cluring Banyuwangi                   Tahun 1995 - 1997
                          : SMP Negeri 1 Ambulu Jember                        Tahun 1997 - 2005
                          : SD Negeri Andongsari VII Ambulu Jember            Tahun 2004 - 2005
                          : MTs Negeri Umbulsari Jember                       Tahun 2005 - Sekarang

     ORGANISASI           : Ketua OSIS SMP Muhammadiyah IX Watukebo           Tahun 1988
                          : Ketua Ranting IPM Watukebo                        Tahun 1991 - 1992
                          : Ketua Bidang Dakwah OSIS SMA N Ambulu             Tahun 1991 - 1992
KEMBALI                   : Ketua Pemuda Panca Marga Ranting Ambulu           Tahun 2003 - 2008
                          : Sekretaris Dikdasmen Muhammadiyah Watukebo        Tahun 2006 - 2011
                          : Pengurus PGRI Kab. Jember                         Tahun 2010 - 2015
                          : Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kab. Jember     Tahun 2010
LAPORAN HASIL VISITASI
             MTS NEGERI UMBULSARI
                       DAFTAR PERTANYAAN   STANDAR SARANA DAN
    STANDAR ISI
                                               PRASARANA




  STANDAR PROSES          HASIL VISITASI   STANDAR PENGELOLAAN



    STANDAR                                     STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN           GRAFIK            PEMBIAYAAN



STANDAR PENDIDIK DAN                        STANDAR PENILAIAN
TENAGA KEPENDIDIKAN                            PENDIDIKAN
                             KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDARD ISI
                                                                                     KEMBALI
                        MTS NEGERI UMBULSARI
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1             2            3                  4                   5

   1             B            3                  3                   9
   2             A            4                  3                   12
   3             B            3                  3                   9
   4             B            3                  3                   9
   5             B            3                  3                   9
   6             A            4                  2                   8
   7             A            4                  2                   8
   8             A            4                  2                   8
   9             A            4                  3                   12
   10            A            4                  3                   12
   11            A            4                  3                   12
   12            A            4                  2                   8
   13            A            4                  2                   8
   14            A            4                  3                   12
   15            D            1                  3                   3
   16            A            4                  3                   12
   17            A            4                  2                   8
        JUMLAH                61                45                  159
HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES
                       MTS NEGERI UMBULSARI                                             KEMBALI

NO BUTIR   JAWABAN      SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN

   1             2               3                  4                   5


   18            A               4                  3                   12

   19            A               4                  3                   12

   20            A               4                  3                   12

   21            A               4                  3                   12

   22            B               3                  3                   9

   23            A               4                  3                   12

   24            A               4                  3                   12

   25            A               4                  3                   12

   26            B               3                  3                   9

   27            A               4                  2                   8

   28            A               4                  2                   8

   29            B               3                  3                   9

        JUMLAH                   45                34                  127
HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSAN
                     MTS NEGERI UMBULSARI                                          KEMBALI

NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1             2            3                4                   5
   30            C            2                3                   6
   31            A            4                3                   12
   32            B            3                3                   9
   33            B            3                3                   9
   34            B            3                3                   9
   35            A            4                3                   12
   36            A            4                3                   12
   37            A            4                3                   12
   38            B            3                3                   9
   39            B            3                3                   9
   40            A            4                3                   12
   41            A            4                3                   12
   42            B            3                3                   9
   43            A            4                3                   12
   44            B            3                3                   9
   45            B            3                3                   9
   46            A            4                3                   12
   47            B            3                3                   9
   48            A            4                3                   12
   49            A            4                3                   12
        JUMLAH               69               60                  207
HASIL PENILAIAN STANDARD PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
                        MTS NEGERI UMBULSARI                                          KEMBALI
NO BUTIR    JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1             2             3                  4                   5
   50            A             4                  4                   16
   51            A             4                  3                   12
   52            A             4                  3                   12
   53            A             4                  4                   16
   54            A             4                  3                   12
   55            A             4                  3                   12
   56            A             4                  4                   16
   57            A             4                  3                   12
   58            A             4                  3                   12
   59            A             4                  3                   12
   60            A             4                  3                   12
   61            C             2                  3                   6
   62            A             4                  3                   12
   63            A             4                  2                   8
   64            A             4                  2                   8
   65            A             4                  2                   8
   66            C             2                  2                   4
   67            B             3                  3                   9
   68            A             4                  2                   8
   69            A             4                  3                   12
   70            B             3                  3                   9
   71            A             4                  2                   8
   72            A             4                  3                   12
   73            A             4                  2                   8
   74            A             4                  2                   8
   75            A             4                  2                   8
        JUMLAH                 98                72                  272
HASIL PENILAIAN STANDARD SARANA DAN PRASARANA
                MTS NEGERI UMBULSARI                                                KEMBALI
NO BUTIR    JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1             2             3                 4                  5
   76            A             4                 3                 12
   77            A             4                 3                 12
   78            A             4                 3                 12
   79            A             4                 3                 12
   80            A             4                 3                 12
   81            B             3                 3                  9
   82            A             4                 3                 12
   83            A             4                 3                 12
   84            A             4                 3                 12
   85            A             4                 2                  8
   86            A             4                 3                 12
   87            A             4                 3                 12
   88            A             4                 3                 12
   89            B             3                 3                  9
   90            B             3                 4                 12
   91            A             4                 4                 16
   92            A             4                 3                 12
   93            A             4                 2                  8
   94            B             3                 3                  9
   95            A             4                 2                  8
   96            A             4                 3                 12
   97            A             4                 2                  8
   98            A             4                 2                  8
   99            A             4                 2                  8
  100            A             4                 3                 12
  101            A             4                 1                  4
  102            B             3                 2                  6
  103            A             4                 3                 12
        JUMLAH                107                77                293
HASIL PENILAIAN STANDARD PENGELOLAAN
                     MTS NEGERI UMBULSARI                                            KEMBALI

NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1          2               3                  4                   5
  104         A               4                  3                   12
  105         B               3                  3                   9
  106         A               4                  3                   12
  107         A               4                  3                   12
  108         A               4                  3                   12
  109         A               4                  3                   12
  110         A               4                  3                   12
  111         A               4                  3                   12
  112         A               4                  4                   16
  113         B               3                  3                   9
  114         B               3                  3                   9
  115         A               4                  3                   12
  116         B               3                  4                   12
  117         A               4                  3                   12
  118         A               4                  2                   8
  119         A               4                  3                   12
  120         A               4                  3                   12
  121         A               4                  3                   12
  122         A               4                  3                   12
  123         A               4                  3                   12
JUMLAH   76   61   231
HASIL PENILAIAN STANDARD PEMBIAYAAN
                        MTS NEGERI UMBULSARI                                       KEMBALI

NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1             2            3                4                   5
  124            C            2                4                   8
  125            C            2                3                   6
  126            C            2                3                   6
  127            C            2                3                   6
  128            C            2                4                   8
  129            C            2                3                   6
  130            C            2                4                   8
  131            C            2                3                   6
  132            C            2                3                   6
  133            C            2                3                   6
  134            C            2                3                   6
  135            C            2                2                   4
  136            C            2                1                   2
  137            C            2                3                   6
  138            C            2                3                   6
  139            C            2                2                   4
  140            C            2                3                   6
  141            C            2                3                   6
  142            C            2                3                   6
  143            C            2                2                   4
  144            C            2                3                   6
  145            C            2                4                   8
  146            C            2                3                   6
  147            C            2                3                   6
  148            C            2                3                   6
        JUMLAH               50               74                  148
HASIL PENILAIAN STANDARD PENILAIAN
                                                                                      KEMBALI
                           MTS NEGERI UMBULSARI
NO BUTIR   JAWABAN    SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
   1          2                3                  4                   5

  149         A                4                  3                   12
  150         A                4                  3                   12
  151         A                4                  3                   12
  152         A                4                  3                   12
  153         A                4                  3                   12
  154         A                4                  3                   12
  155         A                4                  4                   16
  156         A                4                  3                   12
  157         A                4                  2                   8
  158         A                4                  2                   8
  159         A                4                  3                   12
  160         A                4                  2                   8
  161         A                4                  2                   8
  162         A                4                  3                   12
  163         A                4                  2                   8
  164         A                4                  3                   12
  165         A                4                  3                   12
  166         A                4                  3                   12
  167         A                4                  3                   12
  168         A                4                  4                   16
  169         C                2                  4                   8
JUMLAH   82   61   236
1
    A
B   B
    C
    D
    E


    2

A   A

    B

    C

    D
    E

    3
    A
B   B
    C
    D
    E

    4
    A
B   B
    C
    D
    E

    5
    A
B   B
    C
    D
    E


    6

A   A
    B
C
    D
    E

    7
A   A
    B
    C
    D
    E

    8
A   A
    B
    C
    D
    E


    9
A   A
    B
    C
    D
    E


    10
A   A
    B
    C
    D
    E


    11
A   A
    B
    C
    D
    E

    12
A   A

    B

    C
D
    E

    13
A   A
    B
    C
    D
    E

    14
A   A
    B
    C
    D
    E

    15
    A
    B
    C
D   D
    E


    16
A   A
    B
    C
    D
    E


    17
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                   I. STANDAR ISI


Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan
kurikulum yang disusun oleh BSNP.
Mengembangkan kurikulum bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara
lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 - 6 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 - 4 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 - 2 prinsip pengembangan KTSP
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 - 6 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 - 4 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 - 2 prinsip pelaksanaan
Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud

Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah,
(2) guru, (3) komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau
Kandepag, dan (5) instansi terkait di daerah.
melibatkan 4 - 5 pihak
melibatkan 3 pihak
melibatkan 2 pihak
melibatkan 1 pihak
Tidak menyusun silabus mata pelajaran

Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan program ekstrakurikuler

Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan layanan konseling.
Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling

Sekolah/Madrasah menjabarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk
setiap mata pelajaran.
Sebanyak 10 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya

Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada
lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan menyelenggarakan program pengayaan
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas

Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi
yang diberikan kepada siswa maksimal 50% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur

Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 10 atau lebih silabus mata
pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 7 - 9 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 4 - 6 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 1 - 3 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
KTSP tidak disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag

Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Tidak ada silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus

Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri
Tidak ada guru menyusun silabus sendiri

Sekolah/Madrasah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Tidak ada mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih

Sekolah/Madrasah menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan: (1) karakteristik siswa, (2) karakteristik
mata pelajaran, dan (3) kondisi sekolah/madrasah.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru

Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender
pendidikan yang dimiliki.
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara kurang rinci
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara tidak rinci
Tidak menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah
KEMBALI
18
A   A
    B
    C
    D
    E

    19
A   A
    B
    C
    D
    E


    20
A   A
    B
    C
    D
    E

    21
A   A
    B
    C
    D
    E

    22
    A
B   B
    C
    D
    E

    23
A   A
    B
C
    D
    E

    24
A   A
    B
    C
    D
    E


    25
A   A
    B
    C
    D
    E


    26
    A
B   B
    C
    D
    E


    27
A   A
    B
    C
    D
    E

    28
A   A
    B
    C
    D
    E

    29
    A
B   B
C
D
E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                        II. STANDAR PROSES

Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul
panduan penyusunan KTSP.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus secara mandiri
Mengembangkan silabus secara kelompok dari beberapa sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada
Tidak mengembangkan silabus

Setiap mata pelajaran memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus

Dokumen RPP disusun oleh guru berdasarkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegi
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber bahan.
Sebanyak 76% - 100% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 51% - 75% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 26% - 50% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 1% - 25% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Tidak ada RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas

Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun RPP.
Sebanyak 76% - 100% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 51% - 75% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 26% - 50% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 1% - 25% RPP disusun oleh guru
Tidak ada RPP disusun oleh guru

Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran

Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran

Sekolah/Madrasah melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Tidak melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tiga tahapan yaitu: (1) tahap perencan
pelaksanaan, dan (3) tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 2 tahap pemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan

Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan empat cara yaitu: (1) pemberian contoh, (2) d
pelatihan, dan (4) konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi

Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, dengan memperhatikan 4 aspe
persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tidak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi

Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite seko
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja
Tidak menyampaikan hasil pengawasan

Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindak lanjuti
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Tidak ada hasil pengawasan ditindaklanjuti
KEMBALI
30
    A
    B
C   C
    D
    E

    31
A   A
    B
    C
    D
    E


    32

    A

B   B

    C

    D

    E


    33

    A

B   B

    C

    D

    E


    34
    A
B   B

    C

    D

    E


    35
A   A
    B
    C
    D
    E

    36
A   A

    B

    C

    D

    E


    37
A   A

    B

    C

    D
    E


    38

    A

B   B

    C

    D
E


    39

    A

B   B

    C

    D

    E


    40

A   A

    B

    C

    D

    E


    41
A   A
    B
    C
    D
    E


    42

    A

B   B

    C

    D

    E


    43
A   A

    B

    C

    D
    E


    44
    A
B   B
    C
    D
    E

    45
    A

B   B

    C

    D

    E


    46
A   A

    B

    C
    D
    E


    47
    A
B   B
    C
    D
    E

    48
A   A
    B
    C
    D
    E


    49

A   A

    B

    C

    D

    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                         III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam
pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 70,00 - 74,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 65,00 - 69,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 60,00 - 64,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek kurang dari 60,00

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar selama satu tahun pelajaran terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan 10 kali atau lebih kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dar
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 7 - 9 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 4 - 6 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 1 - 3 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai
sumber belajar


Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 jenis atau lebih kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab

Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung
jawab

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam
satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil
yang terbaik.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
mendapatkan hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan
kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa,
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program
pengembangan diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 3 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 2 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 1 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati
terhadap orang lain.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun
kelompok dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir

Siswa memperoleh pengalaman keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba
Sekolah/Madrasah tidak menyediakan kumpulan karya tulis siswa

Siswa memperoleh pengalaman keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia
maupun Bahasa Inggris.
Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 atau lebih karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 3 karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 2 karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 1 karya siswa
Sekolah/Madrasah tidak menghasilkan karya siswa

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pengembangan iptek

Siswa memperoleh pengalaman belajar dan mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
KEMBALI
50
A   A
    B
    C
    D
    E

    51
A   A

    B

    C

    D
    E

    52
A   A
    B
    C
    D
    E

    53
A   A
    B
    C
    D
    E


    54
A   A
    B

    C

    D
E


    55
A   A
    B
    C
    D
    E

    56
A   A
    B
    C
    D
    E

    57
A   A

    B

    C

    D
    E


    58
A   A
    B
    C
    D
    E

    59
A   A
    B
    C
    D
    E

    60
A   A
    B
C
    D
    E


    61

    A
    B
C   C
    D
    E

    62
A   A

    B

    C

    D
    E

    63
A   A
    B
    C
    D
    E


    64
A   A
    B
    C
    D
    E

    65
A   A
    B
    C
    D
    E

    66
A
    B
C   C
    D
    E


    67

    A
B   B
    C
    D
    E

    68
A   A
    B
    C
    D
    E

    69
A   A

    B

    C

    D
    E

    70
    A
B   B
    C
    D
    E

    71
A   A
    B
    C
    D
    E
72
A   A
    B
    C
    D
    E

    73
A   A
    B
    C
    D
    E

    74
A   A
    B
    C
    D
    E

    75
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                     IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Guru memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1).
Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan D-IV atau S1
Tidak ada guru berpendidikan D-IV atau S1

Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikanny

Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya

Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
Sebanyak 26%
pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem
Tidak ada guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua
berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesemp
memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik
peringatan lisan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik
peringatan tertulis
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sa
sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan

Guru berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat.
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,
pertemuan antara guru dan orangtua siswa
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr
Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah
Adanya rapat dewan guru
Tidak diadakan rapat

Guru menguasai materi pelajaran yang diajarkan serta mengembangkan nya dengan metode ilmiah.
Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Tidak ada guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan

Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua
terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV Kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua
tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh
perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh
perguruan tinggi tidak terakreditasi
Tidak memiliki kualifikasi akademik

Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, namun tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah

Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun pada waktu diangkat sebagai kepala s
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 3 - 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 - 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 - 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun

Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa lulus ujian akhir
Sebanyak 51% - 75% siswa lulus ujian akhir
Sebanyak 26% - 50% siswa lulus ujian akhir
Sebanyak 1% - 25% siswa lulus ujian akhir
Tidak ada siswa lulus ujian akhir

Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan kewirausahaan se
sumber belajar siswa seperti: (1) koperasi siswa, (2) peternakan/perikanan, (3) pertanian/perkebunan, (4) kantin sekolah, (5) u
produksi dan lain-lain.
Memiliki 4 atau lebih jenis usaha
Memiliki 3 jenis usaha
Memiliki 2 jenis usaha
Memiliki 1 jenis usaha
Tidak memiliki usaha

Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan
direncanakan dalam RKA-S/M
Tidak melakukan supervisi dan monitoring

Kepala Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal D-III.
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimal D-III
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-II
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-I
Memiliki kualifikasi akademik Pendidikan Menengah
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau memiliki kualifikasi akademik di bawah Pendidikan Menengah atau tidak memiliki Kep
Tenaga Administrasi

Kepala tenaga administrasi pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal

Tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat

Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya

Kepala perpustakaan memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur pendidikan atau minimal (D-II) Ilmu Perpust
dan Informasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan atau mini
Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Memiliki kualifikasi akademik D-IV atau S1, tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV dan tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan atau tidak memiliki Kepala Perpustakaan

Kepala perpustakaan pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal

Tenaga perpustakaan memiliki kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan.
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi pengelo
perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompeten
pengelolaan perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi penge
perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompete
pengelolaan perpustakaan
Tidak memiliki tenaga perpustakaan

Kepala laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur guru atau minimal (D-III) dari jalur laboran/te
Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium
Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memiliki kepala laboratorium

Kepala laboratorium pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal
Kepala laboratorium minimal memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Memiliki 3 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki 2 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki 1 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki salah satu atau lebih kriteria, tetapi tidak memenuhi standar minimal kualifikasi
Tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kriteria standar minimal

Teknisi laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-II yang relevan dengan peralatan laboratorium.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-II
Memiliki kualifikasi akademik D-I
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan dasar
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki teknisi laboratorium

Laboran memiliki kualifikasi akademik minimal D-I.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah
Memiliki kualifikasi akademik SMP/MTs/Paket B
Memiliki kualifikasi akademik SD/MI/Paket A
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran

Sekolah/Madrasah memiliki petugas layanan khusus.
Memiliki 4 jenis atau lebih petugas layanan khusus
Memiliki 3 jenis petugas layanan khusus
Memiliki 2 jenis petugas layanan khusus
Memiliki 1 jenis petugas layanan khusus
Tidak memiliki petugas layanan khusus
KEMBALI
76
A   A
    B
    C
    D
    E


    77

A   A
    B
    C
    D
    E


    78

A   A
    B
    C
    D
    E


    79
A   A
    B

    C

    D
    E

    80
A   A
    B
    C
    D
    E
81
    A
B   B
    C
    D
    E

    82
A   A
    B
    C
    D
    E

    83
A   A
    B
    C
    D
    E

    84
A   A
    B
    C
    D
    E

    85
A   A
    B
    C
    D
    E

    86
A   A
    B
    C
    D
    E

    87
A   A
    B
    C
    D
    E

    88
A   A
    B
    C
    D
    E

    89
    A
B   B
    C
    D
    E

    90
    A
B   B
    C
    D
    E

    91
A   A
    B
    C
    D
    E


    92
A   A
    B

    C

    D
    E

    93
A   A
    B
    C
    D
    E

    94
    A
B   B
    C
    D
    E

    95
A   A
    B
    C
    D
    E

    96
A   A
    B
    C
    D
    E

    97
A   A
    B
    C
    D
    E

    98
A   A
    B
    C
    D
    E

    99
A   A
    B
C
    D
    E

    100
A    A
     B
     C
     D
     E

    101
A    A
     B
     C
     D
     E

    102
     A
B    B
     C
     D
     E

    103
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                 V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA


Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal
Tidak tersedia lahan

Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses
penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan
Tidak berada di lokasi aman

Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan ke
memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan serta memiliki sa
meningkatkan kenyamanan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air
Tidak berada di lokasi yang nyaman

Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan
hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan
hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanf
pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin pemanfaatan
hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya

Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai bangunan seluas 76% - 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih
Memiliki lantai bangunan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai bangunan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai bangunan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri
Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir

Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 4 atau lebih jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 3 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 2 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 1 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Tidak memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan

Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan kurang memadai
Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan

Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 watt atau lebih
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt
Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama
Tidak memiliki instalasi listrik

Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan

Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan

Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
Memiliki 14 atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 10 - 13 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 5 - 9 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 1 - 4 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Tidak memiliki prasarana sendiri

Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 2 unsur di atas sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 1 unsur di atas sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 3 unsur di atas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang kelas

Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang perpustakaan

Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 atau lebih siswa
Tidak memiliki buku teks

Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas

Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium IPA yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas da
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai k
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentu
sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan te
sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tid
ketentuan
Tidak memiliki ruang laboratorium IPA

Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang pimpinan

Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang guru

Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang tata usaha

Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat beribadah

Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang konseling

Sekolah/Madrasah memiliki ruang UKS/M dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang UKS/M

Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan

Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki jamban

Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki gudang

Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang sirkulasi

Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
KEMBALI
104

A   A

    B

    C

    D
    E

    105
     A
B    B
     C
    D
    E

    106
A    A
     B
     C
     D
     E


    107
A   A
    B
    C
    D
    E


    108
A   A
    B
    C
    D
    E
109
A    A
     B
     C
     D
     E

    110
A    A
     B
     C
     D
     E

    111
A    A
     B
     C
     D
     E

    112
A    A
     B
     C
     D
     E

    113
     A
B    B
     C
     D
     E

    114
     A
B    B
     C
     D
     E

    115
A   A
    B
    C
    D
    E

    116
     A
B    B
     C
     D
     E


    117
A   A
    B
    C
    D
    E


    118
A   A
    B
    C
    D
    E

    119
A    A
     B
     C
     D
     E

    120
A    A
     B
     C
     D
     E

    121
A    A
B
    C
    D
    E

    122
A   A

    B

    C

    D

    E


    123
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                          VI. STANDAR PENGELOLAAN

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga, selaras dengan visi institusi di atasnya dan sesuai
dengan perkembangan serta tantangan di masyarakat.
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah
dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah
dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya
mudah dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya
mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga yang sesuai dengan visi.
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, tidak sesuai dengan visi dan tidak
disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan

Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan disosialisasikan kepada
warga sekolah/ madrasah.
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan salah satunya sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah tetapi belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan atau rencana kerja jangka menengah baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah

Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami
oleh pihak-pihak terkait.
Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 5 atau 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 3 atau 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 1 atau 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas
Tidak memiliki struktur organisasi

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan

Sekolah/Madrasah melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak memiliki jenis kegiatan kesiswaan

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran

Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana

Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan

Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif

Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen kemitraan
Memiliki 3 dokumen kemitraan
Memiliki 2 dokumen kemitraan
Memiliki 1 dokumen kemitraan
Tidak memiliki dokumen kemitraan

Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengawasan yang disosiali- sasikan kepada pendidik dan tenaga
kependidikan.
Melaksanakan 4 atau 5 program pengawasan
Melaksanakan 3 program pengawasan
Melaksanakan 2 program pengawasan
Melaksanakan 1 program pengawasan
Tidak melaksanakan program pengawasan

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi program kerja sekolah/madrasah.
Melaksanakan evaluasi diri sekurang-kurangnya sekali dalam 1 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 tahun
Tidak melaksanakan evaluasi diri

Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi

Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru dan proses
penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru tetapi
proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan
wali kelas serta proses penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan
wali kelas tetapi proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya
Tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah atau memiliki wakil kepala sekolah/madrasah yang ditunjuk langsung oleh
kepala sekolah

Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
KEMBALI
124
     A
     B
C    C
     D
     E

    125
     A
     B
C    C
     D
     E

    126
     A
     B
C    C
     D
     E

    127
     A
     B
C    C
     D
     E

    128
     A
     B
C    C
     D
     E

    129
     A
     B
C    C
D
    E

    130
     A
     B
C    C
     D
     E

    131
     A
     B
C    C
     D
     E

    132
     A
     B
C    C
     D
     E

    133
     A
     B
C    C
     D
     E

    134
     A
     B
C    C
     D
     E

    135
     A
     B
C    C
     D
     E
136
     A
     B
C    C
     D
     E

    137
     A
     B
C    C
     D
     E

    138
     A
     B
C    C
     D
     E

    139
     A
     B
C    C
     D
     E

    140
     A
     B
C    C
     D
     E

    141
     A
     B
C    C
     D
     E

    142
A
    B
C   C
    D
    E

    143
     A
     B
C    C
     D
     E


    144

    A
    B
C   C
    D
    E


    145
    A
    B
C   C
    D
    E

    146
     A
     B
C    C
     D
     E

    147
     A
     B
C    C
     D
     E

    148
A

    B

C   C

    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                     VII. STANDAR PEMBIAYAAN


Sekolah/Madrasah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dengan melibatkan stakeholders.
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 4 atau lebih unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 3 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 2 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 1 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Tidak menyusun RKA-S/M

Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RKA-S/M.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M membiayai seluruh kebutuhan pendidikan.
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja
Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja

Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain pendidik.
Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan pendidik

Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain tenaga kependidikan.
Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Membelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan tenaga kependidikan

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksana-an kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya kegiatan rapat.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya transpor dan perjalanan dinas.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun tera
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Tidak membelanjakan biaya pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir

Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite seko
Dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis, transparan tetapi tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Tidak dikelola secara sistematis dan tidak transparan

Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 91% - 100% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak 81% - 90% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak 71% - 80% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak kurang dari 71% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Tidak ada orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah

Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampu atau lebih
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80% - 89% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70% - 79% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu
Tidak melaksanakan subsidi silang

Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 4 atau lebih jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah

Pengambilan keputusan dalam penetapan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dilakukan de
berbagai pihak terkait (kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga ke
perwakilan siswa dan penyelenggara pendidikan/yayasan untuk swasta).
Kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/ madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan, siswa, da
pendidikan/yayasan untuk swasta
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 3 di antara unsur di atas
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 2 di antara unsur di atas
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 1 di antara unsur di atas
Tidak melibatkan siapapun

Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, dan akuntabel yang ditunjukkan oleh
S/M.
Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Dana dari masyarakat tidak tercantum dalam RKA-S/M

Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan

Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional

Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
KEMBALI
149
A    A
     B
     C
     D
     E

    150
A    A
     B
     C
     D
     E

    151
A    A
     B
     C
     D
     E

    152
A    A
     B
     C
     D
     E

    153
A    A
     B
     C
     D
     E

    154
A    A
     B
     C
     D
     E

    155
A   A
    B
    C
    D
    E


    156
A   A
    B
    C
    D
    E

    157
A    A
     B
     C
     D
     E


    158
A   A
    B
    C
    D
    E

    159
A    A
     B
     C
     D
     E

    160
A    A
     B
     C
     D
     E


    161
A   A
    B
    C
    D
E

    162
A   A

    B

    C

    D
    E

    163
A    A
     B
     C
     D
     E

    164
A    A
     B
     C
     D
     E

    165
A    A
     B
     C
     D
     E

    166
A    A
     B
     C
     D
     E


    167
A   A
    B
    C
    D
    E
168
A    A
     B
     C
     D
     E

    169
     A
     B
C    C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                       VIII. STANDAR PENILAIAN


Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa

Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian KD.
Sebanyak 96% - 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% - 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% - 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% - 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD

Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilai
Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian

Guru menggunakan berbagai teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 71% - 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 56% - 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 41% - 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian

Guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% - 100% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulita
Sebanyak 71% - 85% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Sebanyak 56% - 70% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Sebanyak 41% - 55% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Kurang dari 41% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan bela

Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 71% - 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik

Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 86% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran

Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bent
belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah

Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama sebagai informasi untuk menentukan nilai a
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama

Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk me
semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan

Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas
Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas

Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan dewan guru
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah dan wali kelas
Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh wali kelas tanpa melalui rapat
Tidak menentukan kriteria kenaikan kelas

Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepr
serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah

Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada semua orangtua/wali siswa.
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k
siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k
siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orangtua/wali siswa

Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kabupaten/
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 - 40 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 - 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 - 80 hari setelah akhir semester
Tidak melaporkan pencapaian hasil belajar siswa atau melaporkannya lebih dari 80 hari

Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai kriteria kelulusan.
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat perwakilan guru-guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat wali kelas
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat guru BK
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah

Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasi
Menyerahkan SKHUN kurang dari 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 8 - 14 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 15 - 21 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 22 - 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN lebih dari 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag

Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Menyerahkan ijazah kepada siswa sesuai dengan ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 7 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 8 - 14 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 15 - 21 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 21 hari atau lebih dari ketentuan waktu yang ditetapkan

Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI atau hasil Ujian Nasiona
Kesetaraan (UNPK) program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A secara transparan sebagai bahan pertimbangan pen
Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pe
penerimaan siswa baru
Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Tidak menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
Sekolah/Madrasah memiliki prestasi hasil UN yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan tahun terakhir.
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 91% - 100%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 81% - 90%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 71% - 80%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 61% - 70%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan kurang dari 61%

Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UN tahun terakhir.
Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Tiga mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Dua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Satu mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Tidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
KEMBALI
DAFTAR PERTANYAAN VI
           MTS NEGERI UMBULS
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                       KEMBALI
ANYAAN VISITASI
RI UMBULSARI
         STANDAR SARANA DAN
             PRASARANA



         STANDAR PENGELOLAAN



              STANDAR
             PEMBIAYAAN



          STANDAR PENILAIAN
             PENDIDIKAN
EMBALI
HASIL VISITASI
                                                 MTS NEGERI UMBULSARI
                                                                                                                             NILAI
                                                                                 JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR  NILAI    KOMPONEN
                                    NOMOR       JUMLAH     BOBOT    SKOR BUTIR
NO        KOMPONEN AKREDITASI                                                    BOBOT   TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
                                     BUTIR       BUTIR   KOMPONEN   MAKSIMUM
                                                                                  BUTIR   MAKSIMUM   PEROLEHAN AKREDITASI   SKALA
                                                                                                                           RATUSAN
1                     2                 3         4         5           6          7         8          9          10        11

1    Standar Isi                    001 - 017     17        13          4          45       180        159       11.48     88.33

2    Standar Proses                 018 - 029     12        15          4          34       136        127       14.01     93.38

3    Standar Kompetensi Lulusan     030 - 049     20        13          4          60       240        207       11.21     86.25
     Standar Pendidik dan Tenaga
4                                   050 - 075     26        15          4          72       288        272       14.17     94.44
     Kependidikan
5    Standar Sarana dan Prasarana   076 - 103     28        12          4          77       308        293       11.42     95.13

6    Standar Pengelolaan            104 - 123     20        11          4          61       244        231       10.41     94.67

7    Standar Pembiayaan             124 - 148     25        10          4          74       296        148        5.00     50.00

8    Standar Penilaian Pendidikan   149 - 169     21        11          4          61       244        236       10.64     96.72

              JUMLAH                             169       100         32         484      1936       1673       88.34



1    KRITERIA STATUS AKREDITASI                    :       TERAKREDITASI         88.34
                                                                                                                         KEMBALI
2    PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                :        A         SANGAT BAIK
GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI

                                                      MTS NEGERI UMBULSARI
120.00


100.00


 80.00


 60.00


 40.00


 20.00


  0.00
                           Standar Proses                 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan              Standar Pengelolaan                    Standar Penilaian Pendidikan
             Standar Isi                    Standar Kompetensi Lulusan                Standar Sarana dan Prasarana                    Standar Pembiayaan




 1       KRITERIA STATUS AKREDITASI                           :         TERAKREDITASI                  88.34                                                          KEMBALI

 2       PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                       :              A              SANGAT BAIK
ndidikan
LAPORAN HASIL VIS
             MI NEGERI BALUN

                       DAFTAR PERTANYAAN
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES          HASIL VISITASI



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN           GRAFIK



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                             KEMBALI
ASIL VISITASI
RI BALUNG

ERTANYAAN
            STANDAR SARANA DAN
                PRASARANA




 VISITASI   STANDAR PENGELOLAAN



                 STANDAR
RAFIK           PEMBIAYAAN



             STANDAR PENILAIAN
                PENDIDIKAN
 MBALI
HASIL PENILAIAN STANDARD ISI
                            MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2            3                  4
   1             A            4                  4
   2             A            4                  3
   3             A            4                  3
   4             A            4                  3
   5             A            4                  3
   6             A            4                  3
   7             A            4                  2
   8             A            4                  2
   9             A            4                  4
   10            A            4                  3
   11            A            4                  2
   12            A            4                  4
   13            A            4                  2
   14            A            4                  4
   15            A            4                  4
   16            A            4                  3
   17            A            4                  3
   18            A            4                  3
        JUMLAH                72                55
ANDARD ISI
LUNG                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5
                  16
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  8
                  8
                  16
                  12
                  8
                  16
                  8
                  16
                  16
                  12
                  12
                  12
                 220
HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES
                           MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN      SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2               3                  4

   19            A               4                  4

   20            A               4                  3

   21            A               4                  3

   22            A               4                  3

   23            A               4                  3

   24            A               4                  3

   25            A               4                  3

   26            A               4                  3

   27            A               4                  2

   28            A               4                  2

   29            A               4                  3

        JUMLAH                   44                32
DARD PROSES
LUNG                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5

                  16

                  12

                  12

                  12

                  12

                  12

                  12

                  12

                  8

                  8

                  12

                 128
HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSA
                         MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
   1             2            3                4
   30            A            4                4
   31            A            4                3
   32            A            4                3
   33            A            4                3
   34            A            4                3
   35            A            4                3
   36            A            4                3
   37            A            4                2
   38            A            4                3
   39            A            4                3
   40            A            4                4
   41            A            4                3
   42            A            4                3
   43            A            4                3
   44            A            4                3
   45            A            4                4
   46            A            4                4
        JUMLAH               68               54
KOMPETENSI LULUSAN
ALUNG                            KEMBALI
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 12
                 12
                 8
                 12
                 12
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 16
                 16
                216
HASIL PENILAIAN STANDARD PENDIDIK DAN TENAGA KEPEND
                            MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2            3                  4
   47            A            4                  4
   48            A            4                  3
   49            A            4                  4
   50            A            4                  4
   51            A            4                  3
   52            A            4                  3
   53            A            4                  3
   54            A            4                  4
   55            A            4                  3
   56            A            4                  3
   57            A            4                  4
   58            A            4                  2
   59            A            4                  3
   60            A            4                  4
   61            A            4                  2
   62            A            4                  2
   63            A            4                  2
   64            A            4                  2
   65            A            4                  1
        JUMLAH                76                56
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
LUNG                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5
                  16
                  12
                  16
                  16
                  12
                  12
                  12
                  16
                  12
                  12
                  16
                  8
                  12
                  16
                  8
                  8
                  8
                  8
                  4
                 224
HASIL PENILAIAN STANDARD SARANA DAN PRASARANA
                          MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR    JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2             3                  4
   66            A             4                  3
   67            A             4                  3
   68            A             4                  3
   69            A             4                  3
   70            A             4                  3
   71            A             4                  4
   72            A             4                  4
   73            A             4                  3
   74            A             4                  3
   75            A             4                  3
   76            A             4                  3
   77            A             4                  4
   78            A             4                  4
   79            A             4                  3
   80            A             4                  4
   81            A             4                  4
   82            A             4                  3
   83            A             4                  3
   84            A             4                  3
   85            A             4                  3
   86            A             4                  2
   87            A             4                  3
   88            A             4                  1
   89            A             4                  2
   90            A             4                  3
        JUMLAH                100                77
RANA DAN PRASARANA
LUNG                             KEMBALI
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5
                 12
                 12
                 12
                 12
                 12
                 16
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 16
                 16
                 12
                 16
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 8
                 12
                 4
                 8
                 12
                308
HASIL PENILAIAN STANDARD PENGELOLAAN
                         MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2            3                  4
   91            A            4                  4
   92            A            4                  4
   93            A            4                  4
   94            A            4                  3
   95            A            4                  3
   96            A            4                  3
   97            A            4                  3
   98            A            4                  3
   99            A            4                  4
  100            A            4                  4
  101            A            4                  3
  102            A            4                  3
  103            A            4                  4
  104            A            4                  3
  105            A            4                  3
  106            A            4                  3
  107            A            4                  3
  108            A            4                  3
  109            A            4                  4
  110            A            4                  3
        JUMLAH                80                67
RD PENGELOLAAN
ALUNG                            KEMBALI
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5
                 16
                 16
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 12
                 16
                 16
                 12
                 12
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                 12
                 16
                 12
                268
HASIL PENILAIAN STANDARD PEMBIAYAAN
                             MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
   1             2            3                4
  111            A            4                4
  112            A            4                4
  113            A            4                4
  114            A            4                4
  115            A            4                4
  116            A            4                4
  117            A            4                3
  118            A            4                3
  119            A            4                3
  120            A            4                3
  121            A            4                2
  122            A            4                2
  123            A            4                3
  124            A            4                3
  125            A            4                3
  126            A            4                4
  127            A            4                2
  128            A            4                1
  129            A            4                3
  130            A            4                2
  131            A            4                3
  132            A            4                4
  133            A            4                3
  134            A            4                3
  135            A            4                4
        JUMLAH               100              78
ARD PEMBIAYAAN
LUNG                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5
                  16
                  16
                  16
                  16
                  16
                  16
                  12
                  12
                  12
                  12
                   8
                   8
                  12
                  12
                  12
                  16
                   8
                   4
                  12
                   8
                  12
                  16
                  12
                  12
                  16
                 312
HASIL PENILAIAN STANDARD PENILAIAN
                                 MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR   JAWABAN       SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2                3                  4
  136            A                4                  3
  137            A                4                  3
  138            A                4                  4
  139            A                4                  4
  140            A                4                  3
  141            A                4                  3
  142            A                4                  4
  143            A                4                  3
  144            A                4                  2
  145            A                4                  2
  146            A                4                  3
  147            A                4                  3
  148            A                4                  2
  149            A                4                  2
  150            A                4                  3
  151            A                4                  2
  152            A                4                  3
  153            A                4                  2
  154            A                4                  3
  155            A                4                  3
  156            A                4                  3
  157            A                4                  1
        JUMLAH                    88                61
ARD PENILAIAN
UNG                              KEMBALI
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5
                 12
                 12
                 16
                 16
                 12
                 12
                 16
                 12
                 8
                 8
                 12
                 12
                 8
                 8
                 12
                 8
                 12
                 8
                 12
                 12
                 12
                 4
                244
1
A   A
    B
    C
    D
    E


    2

A   A
    B
    C
    D
    E

    3
A   A
    B
    C
    D
    E

    4
A   A
    B
    C
    D
    E

    5
A   A
    B
    C
    D
    E


    6

A   A
    B
    C
    D
    E
7
A   A
    B
    C
    D
    E

    8
A   A
    B
    C
    D
    E

    9
A   A
    B
    C
    D
    E


    10
A   A
    B
    C
    D
    E


    11
A   A
    B
    C
    D
    E


    12
A   A
    B
    C
    D
    E

    13
A   A
    B
    C
    D
    E
14
A   A
    B
    C
    D
    E

    15
A   A
    B
    C
    D
    E

    16
A   A
    B
    C
    D
    E


    17
A   A
    B
    C
    D
    E


    18
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                            I. STANDAR ISI


Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan melibatkan pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurik
disusun oleh BSNP.
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lembaga p
tokoh pendidikan setempat
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, dan komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lemba
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dan seluruh guru
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dibantu beberapa orang guru
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 — 6 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 — 4 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 — 2 prinsip pengembangan KTSP
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 — 6 (enam) kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 — 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 — 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum

Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 — 6 prinsip pelaksanaan kurikulum
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 — 4 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 — 2 prinsip pelaksanaan
Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud

Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah, (2
sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kandepag, dan (5) ins
daerah.
Melibatkan 4 - 5 pihak
Melibatkan 3 pihak
Melibatkan 2 pihak
Hanya melibatkan 1 pihak
Tidak menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.
Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling

Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler

Sekolah/Madrasah menjabarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk setia
Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya

Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada lampiran Permendiknas
2006.
Menerapkan 4 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar

Guru mengalokasikan waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur kepada siswa maksimal 40% d
tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% — 75% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% — 50% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% — 25% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru yang mengalokasikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur

Pengembangan KTSP dilaksanakan dengan mengacu kepada: (1) Standar Isi, (2) Standar Kompetensi Lulusan, (3) berpedom
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta (4) memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 4 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 3 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 2 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu 1 unsur di atas
Tidak mengembangkan KTSP

Sekolah/Madrasah mengembangan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pada Panduan Penyusunan KTS
Sebanyak 76% — 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 51% — 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 26% — 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 1% — 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diajarkan.
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan sendiri oleh guru bersama-sama guru lain dalam satu sekolah/madrasah
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG)
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Dinas Pendidikan/Kandepag
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan dengan mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah ada
Tidak ada guru yang menyusun silabus sendiri

Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran memiliki silabus
Tidak ada mata pelajaran yang memiliki silabus

Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Tidak ada mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih

Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan memperhatikan unsur: (1) karakteristik siswa, (2) k
pelajaran, dan (3) kondisi satuan pendidikan.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru

Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka
dimiliki.
Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci
Menyusun kalender akademik sekolah secara kurang rinci
Menyusun kalender akademik sekolah secara tidak rinci
Tidak memiliki kalender akademik
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                   II. STANDAR PROSES


19. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak sepuluh mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 7 — 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 4 — 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Tidak ada mata pelajaran yang memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus

20. RPP disusun dengan memperhatikan 6 prinsip penyusunan.
Sebanyak 76% — 100% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 51% — 75% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 26% — 50% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 1% — 25% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Tidak ada RPP yang memperhatikan prinsip 6 prinsip penyusunan

21. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran

22. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% — 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 26% — 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% — 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada guru yang melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran

23. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik untuk kelas I — III.
Kelas I — III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I dan II melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I dan III atau kelas II dan III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I atau II atau III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I — III tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik

24. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran untuk kelas IV — VI.
Kelas IV — VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas V dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV dan V atau IV dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV atau V atau VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV — VI tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran

25. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 2 tahap pemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan

26. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatiha
dan konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran

27. Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4
aspek, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tindak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi

28. Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite
sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja
Tidak menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran

29. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 51% — 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 26% — 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 1% — 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D

    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D
    E
A   A

    B

    C

    D

    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                  III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


30. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pe
keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 70,00 — 74,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 65,00 — 69,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 60,00 — 64,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek kurang dari 60,00

31. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, laboratorium, dan internet
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, dan laboratorium
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar

32. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial.
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memuat kegia
yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial
Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me
dan sosial
Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me
dan sosial
Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan men
dan sosial
Tidak ada RPP mata pelajaran IPA dan IPS yang memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mengenali
sosial

33. Siswa memperoleh pengalaman belajar menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
pemanfaatan sumber belajar berupa; (1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) laboratorium, dan (5) internet.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 5 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 4 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 3 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 2 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan hanya 1 sumber belajar

34. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Tidak ada RPP mata pelajaran yang memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis

35. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan fisik
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Tidak ada RPP mata pelajaran yang dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 4 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 3 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 1 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak melaksanakan atau memfasilitasi kegiatan seni dan budaya lokal

37. Dalam satu tahun terakhir, siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat mematuhi aturan-aturan sosial yang berlak
lingkungannya.
Tidak ada siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi,dan lainnya)
Kurang dari 5% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn
Antara 6 — 10% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lain
Antara 11 — 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan la
Lebih dari 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn

38. Dalam setahun terakhir siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terha
negara dan tanah air Indonesia.
Sekolah/madrasah mengadakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap b
dan tanah air Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 3 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 2 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 1 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah tidak pernah mengadakan kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap ban
tanah air Indonesia

39. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatka
Sekolah/Madrasah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap bulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap triwulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap semester menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah tidak pernah menyelenggarakan kegiatan Kebersihan

40. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkem
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 4 jenis atau lebih kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai den
perkembangan anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 3 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 2 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 1 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap p

41. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial e
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai k
agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagama
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi

42. Siswa memperoleh pengalaman belajar bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong dan menjaga diri sendiri dalam lin
dan teman sebaya.
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)

43. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidup
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem ba
Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem base
Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem based learning)

44. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah, serta diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding, serta diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l
diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, serta diskusi dan presentasi
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa, diskusi, dan presentasi

45. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan be
Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 karya siswa atau lebih
Sekolah /Madrasah menghasilkan 3 karya siswa
Sekolah /Madrasah menghasilkan 2 karya siswa
Sekolah /Madrasah menghasilkan 1 karya siswa
Sekolah /Madrasah tidak menghasilkan karya siswa

46. Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UASBN.
Rata-rata UASBN lebih dari 8,00
Rata-rata UASBN antara 7,01 — 8,00
Rata-rata UASBN lebih dari 6,01 — 7,00
Rata-rata UASBN lebih dari 5,01 — 6,00
Rata-rata UASBN lebih rendah 5,01
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C

    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B

    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                         IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


47. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum.
Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI
Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI
Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI
Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI
Kurang dari 51% guru berpendidikan setingkat atau di bawah DII PGSD/PGMI

48. Guru agama, guru pendidikan jasmani, dan guru kesenian mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Hanya 2 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Hanya 1 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Tidak ada guru yang sesuai dengan mata pelajaran, tetapi diajarkan oleh tenaga dari institusi lain yang relevan.
Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru kelas

49. Guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Tidak ada guru yang memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

50. Guru memiliki kompetensi kepribadian sebagai agen pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi kepribadian
Tidak ada guru yang memiliki kompetensi kepribadian

51. Guru berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan m
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,
antara guru dan orangtua siswa
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr
Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah
Adanya dialog dalam rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat

52. Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% — 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% — 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% — 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% — 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya

53. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala s
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah

54. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, dan memiliki sertifikat pendidik
Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, tetapi tidak memiliki sertifikat pend
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan non-PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, t
sertifikat pendidik
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV nonkependidikan, dari perguruan tinggi tidak terakreditasi, dan tidak
pendidik
Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan

55. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 3 — 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 — 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 — 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun

56. Kepala sekolah/madrasah memiliki kompetensi kepribadian.
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 6 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 4 — 5 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 2 — 3 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian hanya 1 unsur
Tidak memiliki kompetensi kepribadian

57. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76%— 100% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 51% — 75% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 26% — 50% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 1% — 25% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Tidak ada lulusan yang diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi pada 3 tahun terakhir

58. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewira
mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 76% — 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara m
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 51% — 75% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 26% — 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 1% — 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara man
Tidak mampu mengelola kegiatan produksi/jasa

59. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah,ber
kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
Mampu bekerjasama dengan 4 pihak atau lebih
Mampu bekerjasama dengan 3 pihak
Mampu bekerjasama dengan 2 pihak
Mampu bekerjasama dengan 1 pihak
Tidak mampu bekerjasama dengan pihak manapun

60. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% — 100% dari kegiatan monitoring
direncanakan
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% — 75% dari kegiatan monitoring y
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% — 50% dari kegiatan monitoring y
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% — 25% dari kegiatan monitoring ya
Tidak melakukan supervisi dan monitoring

61. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sedera
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan menenga
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau le
tetapi semuanya tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Tidak ada tenaga administrasi

62. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang semuanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai d
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki latar belakang pendidikan sesua
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya, ata
tetapi semuanya tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasny
Tidak ada tenaga administrasi

63. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikanmenengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki kualifikasi pendidikan menengah
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan meneng
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau
tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederaja
Tidak ada tenaga perpustakaan

64. Tenaga perpustakaan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpustakaan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki surat penugasan sebagai penan
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki surat penugasan sebagai pen
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang dan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpu
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang tetapi tidak memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawa
Tidak ada tenaga yang diberi tugas sebagai penanggung jawab perpustakaan

65. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus, yaitu: (1) penjaga sekolah/madrasah, (2) tukang kebun, (3) tenaga ke
pengemudi, dan (5) pesuruh.
Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus
Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus
Tidak memiliki tenaga layanan khusus
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B

    C

    D

    E




A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B

    C

    D

    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                 V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

66. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuaidengan rasio jumlah siswa.
Memiliki lahan seluas 76% — 100% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa atau lebih
Memiliki lahan seluas 51% — 75% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Memiliki lahan seluas 26% — 50% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Memiliki lahan seluas 1% — 25% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Tidak tersedia lahan

67. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselam
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, dan memiliki akses untu
dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki aks
penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya y
kesehatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, mengancam keselamatan jiwa
akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi yang tidak aman, tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tidak terhindar dari po
mengancam keselamatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat

68. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran
kebisingan
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air dan pencemaran udara
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air.
Tidak berada di lokasi yang aman dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan

69. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari
atas tanah, dan ijin mendirikan bangunan.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas ta
mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak ata
memiliki ijin mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dar
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya tetapi memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan dar
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan
Tidak Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, tidak memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan d
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan

70. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa dan lantai gedung.
Memiliki lantai seluas 76% — 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih
Memiliki lantai seluas 51% — 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai seluas 26% — 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai seluas 1% — 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri
71. Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya
petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, tetapi tidak dilengkapi deng
pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dileng
sistem pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang stabil, tetapi tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dile
sistem pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang tidak stabil, tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilen
sistem pencegahan bahaya petir

72. Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2) sa
atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan.
Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.

73. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara yang memadai tetapi tidak memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara yang tidak memadai, tetapi memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara dan ventilasi pencahayaan yang tidak memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan

74. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt atau lebih
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt
Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 900 watt
Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 450 watt
Tidak memiliki instalasi listrik dan tidak menggunakan sumber daya lain

75. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izinpenggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan

76. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan secara berkala baik pemeliharaan ringan maupun berat terhadap bangunan s
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan

77. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana sesuai dengan ketentuan: (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium
pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribadah, (7) ruang UKS, (8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi.
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad
(8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang guru, dan (5) jamban
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3), ruang guru, dan (4) jamban
Tidak memiliki prasarana sendiri.

78. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki sejumlah ruang kelas dan sarana sesuai dengan ketentuan tetapi ukuran ruang kelas tidak sesuai dengan ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri

79. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su
perabot, media pendidikan, dan perlengkapan lain
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su
dan perabot
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan dan buku pengayaan
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks
Tidak memiliki perpustakaan

80. Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 — 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 — 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih
Tidak memiliki buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Mendiknas

81. Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 8 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 6 — 7 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 4 — 5 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran yang menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas

82. Sekolah/Madrasah memiliki laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan sarana laboratorium IPA lengkap.
Memiliki laboratorium IPA dengan 1 almari atau lebih dan memiliki 13 jenis sarana atau lebih
Memiliki laboratorium IPA, dengan 1 almari dan memiliki 8 — 12 sarana
Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 4 — 7 sarana
Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 1 — 3 sarana
Tidak memiliki laboratorium IPA

83. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang pimpinan

84. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang guru

85. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketent
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat beribadah

86. Sekolah/Madrasah memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang UKS/M

87. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai dengan ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki jamban

88. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki gudang

89. Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi kualitasnya tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi kualitasnya sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang sirkulasi

90. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                         VI. STANDAR PENGELOLAAN


91. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi

92. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi

93. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan

94. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan salah satunya sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan keduanya belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan, baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan

95. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami o
terkait.
Memiliki pedoman yang mengatur 7 atau lebih aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 5 atau 6 aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 3 atau 4 aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 1 atau 2 aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki pedoman yang mengatur pengelolaan secara tertulis

96. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas
Tidak memiliki struktur organisasi

97. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% — 100% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Sebanyak 51% — 75% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% — 50% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% — 25% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan

98. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 3 jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 2 jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan

99. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran

100. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan

101. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana

102. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan

103. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif

104. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelo
Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain y
pengelolaan pendidikan
Memiliki 3 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang r
pengelolaan pendidikan

105. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan
Memiliki 3 dokumen program pengawasan
Memiliki 2 dokumen program pengawasan
Memiliki 1 dokumen program pengawasan
Tidak memiliki dokumen program pengawasan

106. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester
Tidak melaksanakan evaluasi diri

107. Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

108. Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan 1 unsur pun pelaksanaan akreditasi

109. Kepala Sekolah/Madrasah melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepemimpinan sesuai dengan standar yang
Melaksanakan 15 — 18 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 11 — 14 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 6 — 10 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 1 — 5 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Tidak melaksanakan tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah

110. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untukmendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B

    C

    D

    E



A   A

    B

    C

    D
    E


A   A
B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                        VII. STANDAR PEMBIAYAAN


111. Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 (satu) tahun ter
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana

112. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencan
Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

113. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan pen
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% — 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% — 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% — 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 70% modal kerja
Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja

114. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain pendidik pada tahun be
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada t
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga
pendidik pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga
pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai
pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tahun b
yang direncanakan

115. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain tenaga kependidikan pa
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependi
berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga
kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga
kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai
kependidikan pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan

116. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk satu tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Tidak membelanjakan alokasi biaya anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran

117. Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan dana sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Tidak membelanjakan alokasi dana anggaran kegiatan kesiswaan

118. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat tulis

119. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir

120. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun te
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir

121. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir

122. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Tidak membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas

123. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Tidak membelanjakan alokasi biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian

124. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan daya dan jasa

125. Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung untuk satu tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Tidak membelanjakan alokasi biaya untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung

126. Biaya operasi sekolah digunakan untuk: (1) kesejahteraan warga sekolah/madrasah, (2) pengembangan guru dan tenaga
sarana prasarana, (4) pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, dan (5) kegiatan ketatausahaan.
Selama setahun terakhir digunakan untuk 4 — 5 pos
Selama setahun terakhir digunakan untuk 3 pos
Selama setahun terakhir digunakan untuk 2 pos
Selama setahun terakhir digunakan hanya untuk 1 pos
Selama setahun terakhir belum digunakan

127. Sekolah/Madrasah memungut biaya pendidikan.
Seluruh siswa tidak dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 1% — 25% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 26% — 50% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 51% — 75% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 76% — 100% siswa dipungut biaya pendidikan

128. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorangpun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 1% — 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 26% — 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 51% — 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 76% — 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran

129. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80 — 89% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70 — 79% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu
Tidak melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu

130. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 4 jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah

131. Pengambilan keputusan sekolah/madrasah untuk menarik atau tidak menarik dana dari masyarakat dilakukan dengan m
penyelenggara pendidikan/ yayasan, (2) kepala sekolah/madrasah, (3) komite sekolah/madrasah, (4) perwakilan guru, dan (5)
kependidikan.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 4 unsur yang terkait atau lebih
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 3 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 2 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan hanya 1 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan sekolah/madrasah lainnya

132. Pengelolaan dana dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, danakuntabel.
Dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel
Dilakukan secara sistematis, transparan, dan efisien, tetapi tidak akuntabel
Dilakukan secara sistematis dan transparan tetapi tidak efisien dan akuntabel
Dilakukan secara sistematis tetapi tidak transparan, efisien, dan akuntabel
Tidak sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel

133. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan

134. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasi secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional
135. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada peme
yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                        VIII. STANDAR PENILAIAN

136. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada sem
berjalan.
Sebanyak 76% — 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% — 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% — 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% — 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa

137. Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD).
Sebanyak 96% — 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% — 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% — 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% — 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD

138. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% — 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 71% — 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 56% — 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 41% — 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian

139. Guru menggunakan berbagai teknik penilaian.
Sebanyak 86% — 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 71% — 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 56% — 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 41% — 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian

140. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% — 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 71% — 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 56% — 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 41% — 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa

141. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% — 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 71% — 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% — 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% — 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik

Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 86% — 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 71% — 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 56% — 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% — 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran

143. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam ben
prestasi belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 95% — 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 90% — 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 85% — 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah

144. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama

145. Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk m
akhir semester.
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan

146. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang diha
pelajaran, guru kelas, dan kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh g
kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh s
kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas tanpa melalui rapat
Sekolah/Madrasah tidak mengkoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester

147. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melaui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan sebagian guru
Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh kepala sekolah tanpa melalui rapat
Tidak ada kriteria kenaikan kelas secara jelas

148. Sekolah/madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan ja
dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru
Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat
Ditetapkan oleh guru
149. Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kep
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru mata pelajaran
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru
Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat
Ditetapkan oleh guru

150. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku lap
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela
tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela
tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa

151. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 — 40 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari setelah akhir semester

152. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah/madrasah
Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas dan kepala sekolah/madrasah, tanpa guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan melalui rapat dihari oleh perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasah
Menentukan kelulusan tanpa melalui rapat
Tidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan

153. Sekolah/Madrasah menentukan nilai rata-rata sebagai kriteria kelulusan UASBN.
Lebih besar dari 6,00
Antara 5,01 — 6,00
Antara 4,01 — 5,00
Antara 3,01 — 4,00
Lebih kecil dari 3,01

154. Sekolah/Madrasah menentukan nilai minimal mata pelajaran sebagai kriteria kelulusan UASBN.
Lebih besar dari 5,00
Antara 4,01 — 5,00
Antara 3,01 — 4,00
Antara 2,01 — 3,00
Lebih kecil dari 2,01

155. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKH
siswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).
Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
Lebih dari 28 hari setelah pengumuman hasil ujian

156. Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 8 — 14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag

157. Sekolah/Madrasah menerima siswa baru dengan menggunakan berbagai pertimbangan.
Penerimaan siswa baru hanya mempertimbangkan usia
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggal
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan tes masuk
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan unsur usia, jarak tempat tinggal, dan sertifikat tamat TK/RA
Penerimaan siswa baru tidak mempertimbangkan persyaratan apa pun
KEMBALI
DAFTAR PERTANYAAN VI
                  MI NEGERI BALUNG
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                        KEMBALI
ANYAAN VISITASI
RI BALUNG
         STANDAR SARANA DAN
             PRASARANA



         STANDAR PENGELOLAAN



              STANDAR
             PEMBIAYAAN



          STANDAR PENILAIAN
             PENDIDIKAN
EMBALI
HASIL VISITASI
                                                       MI NEGERI BALUNG
                                                                               JUMLAH
                                    NOMOR       JUMLAH     BOBOT  SKOR BUTIR
NO        KOMPONEN AKREDITASI                                                  BOBOT
                                     BUTIR       BUTIR   KOMPONEN MAKSIMUM
                                                                                BUTIR

1                     2                 3         4          5         6          7

1    Standar Isi                    001 - 018     18        15         4         55

2    Standar Proses                 019 - 029     11        15         4         32

3    Standar Kompetensi Lulusan     030 - 046     17        13         4         54
     Standar Pendidik dan Tenaga
4                                   047 - 065     19        15         4         56
     Kependidikan
5    Standar Sarana dan Prasarana   066 - 090     25        11         4         77

6    Standar Pengelolaan            091 - 110     20        10         4         67

7    Standar Pembiayaan             111 - 135     25        10         4         78

8    Standar Penilaian Pendidikan   136 - 157     22        11         4         61

              JUMLAH                             157       100         32        480



1    KRITERIA STATUS AKREDITASI                    :             TERAKREDITASI

2    PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                :               A              SANGAT BAIK
NG
                                              NILAI
         JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR  NILAI    KOMPONEN
          TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
           MAKSIMUM   PEROLEHAN AKREDITASI   SKALA
                                            RATUSAN
             8           9         10         11

            220         220       15.00     100.00

            128         128       15.00     100.00

            216         216       13.00     100.00

            224         224       15.00     100.00

            308         308       11.00     100.00

            268         268       10.00     100.00

            312         312       10.00     100.00

            244         244       11.00     100.00

            1920       1920      100.00



           100.00
                                          KEMBALI
     SANGAT BAIK
GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI
                                                        MI NEGERI BALUNG
120.00



100.00



    80.00



    60.00



    40.00



    20.00



     0.00
                          Standar Proses               Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan            Standar Pengelo
            Standar Isi                    Standar Kompetensi Lulusan             Standar Sarana dan Prasarana




1     KRITERIA STATUS AKREDITASI                           :         TERAKREDITASI                100.00

2     PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                       :             A              SANGAT BAIK
ASI




n            Standar Pengelolaan                 Standar Penilaian Pendidikan
 a dan Prasarana                 Standar Pembiayaan




                                                                KEMBALI
LAPORAN HASIL VIS
                       TK DARMA WANIT

                          DAFTAR PERTANYAAN

  STANDAR TINGKAT
     PENCAPAIAN
   PERKEMBANGAN
                             HASIL VISITASI




                                GRAFIK

STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                                KEMBALI
AN HASIL VISITASI
 DARMA WANITA

 DAFTAR PERTANYAAN

                     STANDAR ISI, PROSES,
                         PENILAIAN
    HASIL VISITASI




       GRAFIK
                     STANDAR SARANA DAN
                         PRASARANA,
                      PENGELOLAAN DAN
       KEMBALI           PEMBIAYAAN
HASIL PENILAIAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PE
                                     TK DARMA WANITA
           JAWABAN      JAWABAN      SKOR BUTIR   SKOR BUTIR
NO BUTIR
           USIA 4 - 5   USIA 5 - 6   PEROLEHAN    PEROLEHAN
   1             2                       3

   1             A          A            4            4

   2             A          A            4            4

   3             A          A            4            4

   4             A          A            4            4

   5             A          A            4            4

   6             A          A            4            4

   7             A          A            4            4

   8             A          A            4            4

   9             A          A            4            4

   10            A          A            4            4

   11            A          A            4            4

        JUMLAH                           44           44
                                RATA - RATA
AT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
A WANITA                                       KEMBALI
                      SKOR           SKOR
     BOBOT BUTIR   TERTIMBANG     TERTIMBANG
                   PEROLEHAN      PEROLEHAN
           4           4               5

           4           16             16

           3           12             12

           3           12             12

           4           16             16

           4           16             16

           3           12             12

           3           12             12

           3           12             12

           3           12             12

           2           8               8

           3           12             12

           35         140             140
                                140
HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA K
                              TK DARMA WANITA
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN
   1          2               3
   12         A               4
   13         A               4
   14         A               4
   15         A               4
   16         A               4
   17         A               4
   18         A               4
   19         A               4
   20         A               4
   21         A               4
   22         A               4
   23         A               4
   24         A               4
   25         A               4
   26         A               4
   27         A               4
   28         A               4
   29         A               4
   30         A               4
   31         A               4
   32         A               4
   33         A               4
   34         A               4
   35         A               4
   36         A               4
   37         A               4
   38         A               4
   39         A               4
   40         A               4
   41         A               4
   42         A               4
   43         A               4
   44         A               4
   45         A               4
   46         A               4
   47         A               4
   48         A               4
   49         A               4
   50         A               4
   51         A               4
   52         A               4
53            A    4
54            A    4
55            A    4
56            A    4
57            A    4
     JUMLAH       184
R PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
K DARMA WANITA                                  KEMBALI

       BOBOT BUTIR   SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
            4                   5
            4                   16
            2                    8
            3                   12
            4                   16
            3                   12
            3                   12
            3                   12
            2                    8
            4                   16
            3                   12
            2                    8
            4                   16
            4                   16
            2                    8
            4                   16
            2                    8
            2                    8
            3                   12
            3                   12
            2                    8
            3                   12
            3                   12
            3                   12
            2                    8
            2                    8
            4                   16
            3                   12
            4                   16
            2                    8
            2                    8
            3                   12
            3                   12
            2                    8
            4                   16
            3                   12
            4                   16
            4                   16
            2                    8
            4                   16
            3                   12
            4                   16
3    12
 3    12
 2     8
 2     8
 1     4
134   536
HASIL PENILAIAN STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN
              TK DARMA WANITA
NO BUTIR    JAWABAN   BOBOT BUTIR
   1             2         4
   58            A         4
   59            A         3
   60            A         3
   61            A         2
   62            A         2
   63            A         2
   64            A         3
   65            A         2
   66            A         4
   67            A         2
   68            A         3
   69            A         3
   70            A         3
   71            A         2
   72            A         3
   73            A         3
   74            A         4
   75            A         2
   76            A         2
   77            A         3
   78            A         3
   79            A         2
   80            A         4
   81            A         3
   82            A         2
   83            A         3
   84            A         2
   85            A         3
   86            A         2
   87            A         2
   88            A         2
        JUMLAH            83
NDAR ISI, PROSES, PENILAIAN
RMA WANITA                          KEMBALI
         SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                    5
                    16
                    12
                    12
                     8
                     8
                     8
                    12
                     8
                    16
                     8
                    12
                    12
                    12
                     8
                    12
                    12
                    16
                     8
                     8
                    12
                    12
                     8
                    16
                    12
                     8
                    12
                     8
                    12
                     8
                     8
                     8
                   332
HASIL PENILAIAN
                                                     STANDAR S
                      PRASARANA, PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN
                                 TK DARMA WANITA
 NO BUTIR    JAWABAN      SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
    1             2                3                  4

    89            A                4                  4
    90            A                4                  3
    91            A                4                  4
    92            A                4                  4
    93            A                4                  3
    94            A                4                  1
    95            A                4                  4
    96            A                4                  3
    97            A                4                  2
    98            A                4                  4
    99            A                4                  3
   100            A                4                  3
   101            A                4                  3
   102            A                4                  3
   103            A                4                  1
   104            A                4                  4
   105            A                4                  3
         JUMLAH                    68                52
STANDAR SARANA DAN
AN PEMBIAYAAN
                                  KEMBALI
ITA
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5

                  16
                  12
                  16
                  16
                  12
                  4
                  16
                  12
                  8
                  16
                  12
                  12
                  12
                  12
                  4
                  16
                  12
                 208
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                  I. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
A. UMUR 4 — 5 TAHUN
1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama

2. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar.
Sebanyak 81% — 100 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 41% — 60 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar

3. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus

4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d
berat badan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaianantara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera
badan

5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain

6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf

8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa

9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa

10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan

11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan

B. USIA 5 — 6 TAHUN

1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama

2. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
3. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 60% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus

4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d
berat badan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera
badan

5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konseppengetahuan umum dan sains
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains

6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola

7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 21 % — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf

8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa

9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa

10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan

11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
KEMBALI
A   A

    B

    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B

    C

    D
    E



A   A
B

    C

    D

    E



A   A
    B

    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B
    C
D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
B
C
D
E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                   II. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
A. Guru TK/RA
12. Guru TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikolo
yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini ataupsikolo
yang diperoleh dari program studi yang tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) kependidikan tetapi bukan dari bidang anak usia din
atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) nonkependidikan
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV)

13. Guru TK/RA menguasai aspek-aspek karakteristik peserta didik.
Menguasai 6 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 5 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 4 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 3 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 1—2 aspek karakteristik peserta didik

14. Guru TK/RA menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
Dalam 1 tahun terakhir terlibat lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat kurang dari 2 kali peningkatan kompetensi pedagogik

15. Guru mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan.
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan
Harian secara lengkap selama 1 tahun
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan
Harian secara lengkap selama 1 semester
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester
Tidak mengembangkan kurikulum

16. Guru TK/RA menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 4 — 5 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak kurang dari 4 kali

17. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan
pengembangan melalui bermain yang mendidik.
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 4 — 5 kali
Selama 1 semester, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak kurang dari 4 kali

18. Guru TK/RA memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 4 — 5 kali
Selama 1 semester, melatih kreativitas anak didik sebanyak kurang dari 4 kali

19. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
Mampu melakukan 4 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 3 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 2 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 1 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Tidak mampu melakukan komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik

20. Guru TK/RA menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar.
Menyelenggarakan lebih dari 4 jenis penilaian
Menyelenggarakan 4 jenis penilaian
Menyelenggarakan 3 jenis penilaian
Menyelenggarakan 2 jenis penilaian
Menyelenggarakan 1 jenis penilaian

21. Guru TK/RA memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pembelajaran.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 3 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 2 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 1 kali tindak lanjut
Tidak memanfaatkan hasil penilaian

22. Guru TK/RA melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui bermain.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 2 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 1 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Tidak melakukan kegiatan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

23. Guru TK/RA bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA

24. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria baik
Selama 4 tahun terakhir, 1 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, 2 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, 3 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
25. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
Menampilkan 5 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 4 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 3 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 2 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 1 unsur kematangan pribadi

26. Guru TK/RA menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi pendidik, dan rasa percaya diri.
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap

27. Guru TK/RA menjunjung tinggi kode etik profesi.
Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran kode etik profesi

28. Guru TK/RA bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 6 — 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 4 — 5 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 2 — 3 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan kurang dari 2 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural

29. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan
masyarakat.
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, guru dan komite TK/RA, serta pertemuan antara guru dan
orangtua siswa
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, serta guru dan komite TK/RA
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala TK/RA
Adanya rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat

30. Guru TK/RA beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial buday
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikutilebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 — 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan
Tidak mampu menggunakan bahasa daerah

31. Guru TK/RA berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 8 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 6 — 8 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 4 — 5 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 2 — 3 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti kurang dari 2 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
32. Guru TK/RA menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan sebagai bagian kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional

33. Guru TK/RA menguasai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) bidang pengembangan.
Menguasai 5 bidang pengembangan
Menguasai 4 bidang pengembangan
Menguasai 3 bidang pengembangan
Menguasai 2 bidang pengembangan
Menguasai 1 bidang pengembangan

34. Guru TK/RA mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
Selama 1 semester mengembangkan lebih dari 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 7 — 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 4 — 6 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 1 — 3 kali media pembelajaran hasil kreativitas guru
Tidak pernah mengembangkan media pembelajaran hasil kreativitas guru

35. Guru TK/RA mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan.
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak lebih dari 3 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 3 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 1 kali
Dalam 2 tahun terakhir tidak pernah melakukan penelitian tindakan kelas

36. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Selama 1 semester memanfaatkan internet lebih dari 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 7 — 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 4 — 6 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 1 — 3 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Tidak pernah memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

B. Guru Pendamping TK/RA

37. Guru pendamping TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan.
Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang terakredita
atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA minimal 5 tahun
Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang tidak
terakreditasi, atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA antara 3 — 4 tah
Memiliki ijazah SMA/sederajat tetapi tidak memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA dan berpengalaman sebagai
guru pendamping TK/RA antara 1 — 2 tahun
Memiliki ijazah SMA/sederajat tidak berpengalaman sebagai guru TK/RA dan berpengalaman kurang dari 3 tahun sebagai gur
pendamping TK/RA
Memiliki ijazah SMP/sederajat

38. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.
Dalam buku supervisi rata-rata tidak terdapat catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikolo
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 1 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 2 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat lebih dari 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan
psikologis anak

39. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak.
Semua guru pendamping bertindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku dan telah dikenai sanksi yang sepadan
seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun diberi kesempatan memperbaik
dan dilakukan pembinaan
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun hanya diberikan peringatan tertu
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun tidak diberikan sanksi apa pun

40. Guru pendamping TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur (jujur dan bertanggung jawab).
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester, tetapi semuanya tidak lengkap

41. Guru pendamping TK/RA menguasai tahapan perkembangan anak sebagai bagian kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional

42. Guru pendamping TK/RA menguasai pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosial-emosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa
sosial-emosi, dan moral agama

43. Guru pendamping TK/RA memahami pemberian rangsangan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan.
Dalam 1 minggu memberikan 6 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 5 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 4 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan kurang dari 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan

44. Guru pendamping TK/RA membangun kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan an
Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kerjasama dengan orang tua

45. Guru pendamping TK/RA menyusun program kegiatan.
Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1
tahun
Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1
semester
Memiliki Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan
Memiliki Program Kegiatan Semester
Tidak memiliki progam kegiatan

46. Guru pendamping TK/RA melaksanakan proses pengasuhan dan pendidikan.
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap

47. Guru pendamping TK/RA melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pengasuhan dan pendidikan.
Melaksanakan 5 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 4 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 3 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 2 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 1 jenis kegiatan penilaian

48. Guru pendamping TK/RA mampu beradaptasi dengan lingkungan TK/RA dan masyarakat.
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti lebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 —8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan
Tidak mampu menggunakan bahasa daerah setempat

49. Guru pendamping TK/RA mengkomunikasikan program pembelajaran kepada orangtua peserta didik.
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak lebih dari 4 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 4 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 3 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 2 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 1 kali

C. Kepala TK/RA

50. Kepala TK/RA memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dan memenuhi 5 kualifikasi
lainnya.
Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi terakreditasi dan memenuhi 4 —
kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi yang belum terakreditasi dan
memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 4 — 5 kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah di bawah Diploma II PGTK/RA

51. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kepribadian.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA

52. Kepala TK/RA memiliki kompetensi manajerial.
Menyelenggarakan 7 — 8 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 5 — 6 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 3 — 4 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 1 — 2 kegiatan pengembangan lembaga
Tidak menyelenggarakan kegiatan pengembangan lembaga

53. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kewirausahaan.
Mengelola lebih dari 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 3 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 1 — 2 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Tidak memiliki kompetensi kewirausahaan

54. Kepala TK/RA melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi

55. Kepala TK/RA mempunyai kompetensi sosial.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan sosial

D. Tenaga administrasi

56. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik SMA atau yang sederajat dan memiliki keterampilan lain yang
sesuai.
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat, memiliki kemampuan aplikasi komputer, dan memiliki kemampuan pembuku
dan kesekretariatan
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan pembukuan dan kesekretariatan
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan aplikasi komputer
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat tetapi tidak memiliki keterampilan lain yang sesuai
Memiliki kualifikasi akademik di bawah SMA atau sederajat

57. Tenaga administrasi melaksanakan tugas pokok sesuai dengan kualifikasinya.
Melaksanakan lebih dari 4 tugas pokok
Melaksanakan 4 tugas pokok
Melaksanakan 3 tugas pokok
Melaksanakan 2 tugas pokok
Melaksanakan 1 tugas pokok
KEMBALI
A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A

    B

    C

    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A

    B

    C

    D

    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A

    B

    C

    D
    E


A   A
    B
C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                       III. STANDAR ISI, PROSES, DAN PENILAIAN
A. STANDAR ISI
58. Struktur program kegiatan di TK/RA mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan
kemampuan dasar melalui pembiasaan.
Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan disusun mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan

59. TK/RA menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan.
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 4 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 3 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 2 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 1 lingkup pengembangan

60. TK/RA menyusun Struktur Program Kegiatan secara terpadu dengan pendekatan tematik.
Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan yang disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik

61. Alokasi waktu belajar kelompok usia 4 — 6 tahun di TK/RA diselenggarakan sesuai dengan ketentuan BSNP.
Diselenggarakan 900 menit atau lebih perminggu
Diselenggarakan antara 850—899 menit perminggu
Diselenggarakan antara 840—849 menit perminggu
Diselenggarakan antara 830—839 menit perminggu
Diselenggarakan kurang dari 830 menit perminggu

62. TK/RA memiliki rombongan belajar dengan jumlah peserta didik sesuai ketentuan.
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 20 atau lebih kecil
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 21— 22
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 23—14
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 25—26
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 27 atau lebih besar

63. TK/RA memiliki kalender pendidikan untuk pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun.
Memuat 5 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 4 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 3 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 2 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 1 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran

B. Standar Proses

64. TK/RA mengembangkan rencana pembelajaran.
Rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 16 — 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 11—15 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 6 —10 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat kurang dari 6 Rencana Kegiatan Harian (RKH)

65. TK/RA menerapkan 5 prinsip pembelajaran.
Menerapkan 5 prinsip pembelajaran
Menerapkan 4 prinsip pembelajaran
Menerapkan 3 prinsip pembelajaran
Menerapkan 2 prinsip pembelajaran
Menerapkan 1 prinsip pembelajaran

66. TK/RA mengorganisasikan perencanaan pembelajaran.
Mengorganisasikan 5 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 4 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 3 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 2 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 1 aspek perencanaan pembelajaran

67. Penataan lingkungan bermain mampu menciptakan suasana: (1) aman, (2) nyaman, (3) bersih, (4) sehat, dan (5) menarik
Mampu menciptakan 5 suasana bermain
Mampu menciptakan 4 suasana bermain
Mampu menciptakan 3 suasana bermain
Mampu menciptakan 2 suasana bermain
Mampu menciptakan 1 suasana bermain

68. Alat Permainan Edukatif (APE) memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan.
Sebanyak 81% — 100% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 61% — 80% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 41% — 60% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 21% — 40% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Kurang dari 21% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan

69. Alat Permainan Edukatif (APE) dirancang dengan memanfaatkan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Kurang dari 21% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan

70. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar ruangan.
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 16 atau lebih Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya
sesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 13 — 15 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan
yangsesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 11 — 12 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang
sesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 8 — 10 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang ses
dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak kurang dari 8 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya
sesuai dengan tema pembelajaran

71. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan.
Memiliki lebih dari 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 3 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 2 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Hanya memiliki 1 ciri pembelajaran yang menyenangkan

72. TK/RA mengorganisasikan pengelolaan kegiatan pembelajaran.
Melaksanakan sebanyak lebih dari 3 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 3 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 2 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 1 bentuk kegiatan pengorganisasian
Tidak melaksanakan kegiatan pengorganisasian

73. Dalam pelaksanaan program, TK/RA melibatkan orangtua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak lebih dari 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 2 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 1 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir pelaksanaan program tidak pernah melibatkan orang tua/keluarga peserta didik

C. Standar Penilaian

74. TK/RA melaksanakan teknik-teknik penilaian.
Melaksanakan lebih dari 4 teknik penilaian
Melaksanakan 4 teknik penilaian
Melaksanakan 3 teknik penilaian
Melaksanakan 2 teknik penilaian
Melaksanakan 1 teknik penilaian

75. TK/RA melaksanakan penilaian yang mencakup seluruh tingkat pencapaian perkembangan peserta didik.
Melaksanakan lebih dari 4 lingkup penilaian
Melaksanakan 4 lingkup penilaian
Melaksanakan 3 lingkup penilaian
Melaksanakan 2 lingkup penilaian
Melaksanakan 1 lingkup penilaian

76. TK/RA melakukan penilaian mencakup data tentang status kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan.
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 4 atau lebih semester terakhir
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 3 semester terakhir
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 2 semester terakhir
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 1 semester terakhir
Tidak memiliki data penilaian

77. TK/RA melaksanakan proses penilaian secara berkala, intensif, bermakna, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Melaksanakan proses penilaian secara harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan semester
Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian secara bulanan dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian pada akhir semester saja

78. TK/RA melaksanakan pengamatan pada saat anak beraktivitas selama di TK/RA.
Sebanyak 81% — 100% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 61% — 80% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 41% — 60% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 21% — 40% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Kurang dari 21% anak yang diamati saat beraktivitas selama di TK/RA

79. TK/RA secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan anak termasuk kebutuhan khusus.
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 4 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 3 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 2 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 1 dokumen
Tidak pernah mengkaji ulang catatan perkembangan

80. TK/RA melakukan komunikasi dengan orangtua.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 4 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 4 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 3 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 2 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 1 kali komunikasi dengan orangtua

81. TK/RA memonitor semua aspek tingkat pencapaian perkembangan anak.
Memonitor 5 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 4 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 3 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 2 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 1 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak

82. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia.
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap hari, mingguan, bulanan
tengah semester, dan semester.
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap mingguan, bulanan, teng
semester, dan semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap bulanan, tengah semest
dan semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap tengah semester dan
semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap semester

83. TK/RA mengelola hasil penilaian dan melaporkan kepada orang tua/keluarga peserta didik.
Dalam 1 semester melaporkan lebih dari 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 3 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 2 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 1 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik

84. TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kompetensi diri (guru dan guru pendamping).
Sebanyak 81% — 100% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 61% — 80% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 41% — 60% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 21% — 40% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Kurang dari 21% hasil penilaian yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping

85. Guru TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki program.
Menggunakan hasil penilaian untuk lebih dari 4 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 4 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 3 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 2 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 1 jenis perbaikan

86. TK/RA mengadakan pertemuan dengan orangtua/keluarga anak untuk mendiskusikan dan melakukan tindak lanjut kemaju
perkembangan anak.
Dalam 1 semester mengadakan lebih dari 4 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 4 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 3 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 2 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 1 kali pertemuan

87. TK/RA merujuk anak yang memiliki keterlambatan perkembangan pada ahlinya melalui orang tua.
Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Kurang dari 21% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya

88. TK/RA melakukan tindak lanjut untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam program pelayanan.
Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Kurang dari 21% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
KEMBALI
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E




A   A
    B
    C
    D
    E
A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E



A   A
    B
    C
    D
    E


A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                     IV. STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN, DAN PEMBIAYAAN
A. Standar Sarana dan Prasarana
89. Tersedia Alat Permainan Edukatif (APE) yang memenuhi 3 (tiga) prinsip.
Memenuhi 3 prinsip APE
Memenuhi 2 prinsip APE
Memenuhi 1 prinsip APE
Tidak memenuhi prinsip APE
Tidak memiliki APE

90. TK/RA memiliki luas lahan sesuai dengan standar.
Memiliki lahan seluas 300m2 atau lebih
Memiliki lahan seluas 250—299m2
Memiliki lahan seluas 200—249m2
Memiliki lahan seluas 150—199m2
Memiliki lahan seluas kurang dari 150m2

91. TK/RA memiliki sejumlah ruang sesuai dengan kebutuhan kegiatan anak.
Memiliki 5 atau lebih jenis ruangan
Memiliki 4 jenis ruangan
Memiliki 3 jenis ruangan
Memiliki 2 jenis ruangan
Memiliki 1 jenis ruangan

92. TK/RA memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik.
Memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik
Memiliki alat permainan edukatif buatan guru dan buatan anak
Memiliki alat permainan edukatif buatan anak dan buatan pabrik
emiliki alat permainan edukatif buatan pabrik saja
Tidak memiliki alat permainan edukatif

93. TK/RA memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep.
Memiliki 81% — 100% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 61% — 80% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 41% — 60% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 21% — 40% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki kurang dari 21% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep

94. TK/RA memiliki peralatan pendukung untuk menunjang keaksaraan.
Memiliki lebih dari 4 jenis peralatan pendukung
Memiliki 4 jenis peralatan pendukung
Memiliki 3 jenis peralatan pendukung
Memiliki 2 jenis peralatan pendukung
Memiliki 1 jenis peralatan pendukung

B. Standar Pengelolaan

95. TK/RA memiliki visi-misi lembaga.
Memiliki visi-misi, mudah dipahami, dan disosialisasikan secara luas
Memiliki visi-misi, mudah dipahami, dan telah disosialisasikan secara terbatas
Memiliki visi-misi, mudah dipahami, tetapi belum disosialisasikan
Memiliki visi-misi, tetapi sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan
Tidak memiliki visi-misi yang jelas

96. TK/RA telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, tetapi sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan

97. Penyusunan visi, misi, dan tujuan TK/RA dilakukan oleh kepala TK/RA dengan melibatkan unsur-unsur terkait yang releva
Melibatkan lebih dari 3 unsur
Melibatkan 3 unsur
Melibatkan 2 unsur
Melibatkan 1 unsur
Tidak melibatkan unsur lain

98. TK/RA mengadministrasikan kegiatan.
Mengadministrasikan lebih dari 3 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 3 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 2 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 1 jenis kegiatan
Tidak mengadministrasikan kegiatan

99. TK/RA mengelola sumber belajar/media pembelajaran.
Melakukan lebih dari 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 3 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 2 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 1 kegiatan pengelolaan sumber belajar

100. TK/RA melaksanakan pengawasan dan evaluasi program
Sebanyak 81% — 100% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 61% — 80% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 41% — 60% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 21% — 40% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Kurang dari 21% program dilakukan pengawasan dan evaluasi

C. Standar Pembiayaan

101. TK/RA memiliki biaya investasi.
Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk investasi

102. TK/RA memiliki biaya operasional
Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk operasional

103. TK/RA memungut biaya personal
Memungut 1 jenis biaya personal
Memungut 2 jenis biaya personal
Memungut 3 jenis biaya personal
Memungut 4 jenis biaya personal
Memungut lebih dari 4 jenis biaya personal

104. Sumber dana digali pengelola melalui berbagai cara yang tidak bertentangan dengan aturan dan mencukupi untuk berba
kegiatan.
Mencukupi untuk membiayai lebih dari 3 aspek
Mencukupi untuk membiayai 3 aspek
Mencukupi untuk membiayai 2 aspek
Mencukupi untuk membiayai 1 aspek
Tidak mencukupi untuk membiyai 1 aspek.

105. TK/RA melaksanakan pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme dan aturan yang dimiliki lembaga.
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan peraturan
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban tetapi dengan melaksanakan penyesuaian peraturan
Melaksanakan sebagian mekanisme pengawasan, tetapi tidak menyusun pertanggungjawaban
Tidak melaksanakan mekanisme pengawasan dan tidak membuat pertanggungjawaban sesuai peraturan
KEMBALI
DAFTAR PERTANYAAN VISI
                       TK DARMA WANITA


  STANDAR TINGKAT
    PENCAPAIAN
  PERKEMBANGAN




STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                            KEMBALI
ANYAAN VISITASI
MA WANITA


            STANDAR ISI, PROSES,
                PENILAIAN




         STANDAR SARANA DAN
             PRASARANA,
          PENGELOLAAN DAN
EMBALI       PEMBIAYAAN
HASIL VISITASI

                                                           TK DARMA WANITA

                                      NOMOR       JUMLAH      BOBOT  SKOR BUTIR
NO        KOMPONEN AKREDITASI
                                       BUTIR       BUTIR    KOMPONEN MAKSIMUM


1                     2                   3         4           5         6

     Standar Tingkat Pencapaian
1                                     001 - 011     11         10         4
     Perkembangan
     Standar Pendidik dan Tenaga
2                                     012 - 057     46         30         4
     Kependidikan

3    Standar Isi, Proses, Penilaian   058 - 088     31         30         4

     Standar Sarana dan Prasarana,
4                                     089 - 105     17         30         4
     Pengelolaan, dan Pembiayaan

              JUMLAH                               105        100         16




1    KRITERIA STATUS AKREDITASI                      :              TERAKREDITASI

2    PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                  :                A
ISITASI

A WANITA
                                                        NILAI
          JUMLAH   JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR  NILAI    KOMPONEN
          BOBOT     TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
           BUTIR     MAKSIMUM   PEROLEHAN AKREDITASI   SKALA
                                                      RATUSAN
              7        8           9         10         11

             35       140         140       10.00     100.00

             134      536         536       30.00     100.00

             83       332         332       30.00     100.00

             52       208         208       30.00     100.00


             304      1216       1216      100.00




AKREDITASI           100.00
                                                    KEMBALI
              SANGAT BAIK
GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI

                                                             TK DARMA WANITA
120.00



100.00



 80.00



 60.00



 40.00



 20.00



    0.00
                                               Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan                            Standar Sa
           Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan                                        Standar Isi, Proses, Penilaian




1     KRITERIA STATUS AKREDITASI                                   :      TERAKREDITASI
2     PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                               :          A             SANGAT BAIK
AKREDITASI

ANITA




                         Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan
Standar Isi, Proses, Penilaian




             100.00                                                    KEMBALI
  SANGAT BAIK
LAPORAN HASIL VISIT
            MA NEGERI JEMBER
                       DAFTAR PERTANYAAN
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES          HASIL VISITASI



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN           GRAFIK



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                             KEMBALI
N HASIL VISITASI
NEGERI JEMBER
 DAFTAR PERTANYAAN   STANDAR SARANA DAN
                         PRASARANA



    HASIL VISITASI   STANDAR PENGELOLAAN



                          STANDAR
       GRAFIK            PEMBIAYAAN



                      STANDAR PENILAIAN
                         PENDIDIKAN
       KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDARD ISI
             MA NEGERI JEMBER                   KEMBALI
NO BUTIR       JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN
   1                2             3

   1                B             3

   2                D             1

   3                E             0

   4                E             0

   5                E             0

   6                E             0

   7                E             0

   8                E             0

   9                E             0

   10               E             0

   11               E             0

   12               E             0

   13               C             2

   14               A             4

   15               E             0

           JUMLAH                 10
KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDARD PROSES
           MA NEGERI JEMBER                    KEMBALI
NO BUTIR      JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN
   1                2            3

   16               A            4

   17               A            4

   18               A            4

   19               A            4

   20               A            4

   21               A            4

   22               A            4

   23               A            4

   24               A            4

   25               A            4

           JUMLAH                40
KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDARD KOMPETENSI LULUSAN
                    MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR       JAWABAN
   1                 2
   26               A
   27               A
   28               A
   29               A
   30               A
   31               A
   32               A
   33               A
   34               A
   35               A
   36               A
   37               A
   38               A
   39               A
   40               A
   41               A
   42               A
   43               A
   44               A
   45               A
   46               A
   47               A
   48               A
   49               A
   50               A
           JUMLAH
AN STANDARD KOMPETENSI LULUSAN
A NEGERI JEMBER                    KEMBALI
            SKOR BUTIR PEROLEHAN
                     3
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                    100
HASIL PENILAIAN

                        STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA
                      KEPENDIDIKAN
                     MA NEGERI JEMBER
 NO BUTIR        JAWABAN
    1                2
    51               A
    52               A
    53               A
    54               A
    55               A
    56               A
    57               A
    58               A
    59               A
    60               A
    61               A
    62               A
    63               A
    64               A
    65               A
    66               A
    67               A
    68               A
    69               A
    70               A
            JUMLAH
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA
 KEPENDIDIKAN                      KEMBALI
MA NEGERI JEMBER
            SKOS BUTIR PEROLEHAN
                     3
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     4
                     80
HASIL PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA
                      MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR    JAWABAN
   1             2
   71            A
   72            A
   73            A
   74            A
   75            A
   76            A
   77            A
   78            A
   79            A
   80            A
   81            A
   82            A
   83            A
   84            A
   85            A
   86            A
   87            A
   88            A
   89            A
   90            A
   91            A
   92            A
   93            A
   94            A
   95            A
   96            A
   97            A
   98            A
   99            A
  100            A
        JUMLAH
NILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA
       MA NEGERI JEMBER                KEMBALI
               SKOR BUTIR PEROLEHAN
                        3
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                        4
                       120
HASIL PENILAIAN STANDAR PENGELOLAAN
                MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR      JAWABAN
   1                2
  101               A
  102               A
  103               A
  104               A
  105               A
  106               A
  107               A
  108               A
  109               A
  110               A
  111               A
  112               A
  113               A
  114               A
  115               A
  116               A
  117               A
  118               A
  119               A
  120               A
           JUMLAH
ILAIAN STANDAR PENGELOLAAN
MA NEGERI JEMBER                 KEMBALI
          SKOR BUTIR PEROLEHAN
                   3
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   4
                   80
HASIL PENILAIAN STANDAR PEMBIAYAAN
                        MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR      JAWABAN              SKOR BUTIR PEROLEHAN
   1                2                       3
  121               A                       4
  122               A                       4
  123               A                       4
  124               A                       4
  125               A                       4
  126               A                       4
  127               A                       4
  128               A                       4
  129               A                       4
  130               A                       4
  131               A                       4
  132               A                       4
  133               A                       4
  134               A                       4
  135               A                       4
  136               A                       4
  137               A                       4
  138               A                       4
  139               A                       4
  140               A                       4
  141               A                       4
  142               A                       4
  143               A                       4
  144               A                       4
  145               A                       4
           JUMLAH                          100
KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDAR PENILAIAN
          MA NEGERI JEMBER                     KEMBALI

NO BUTIR      JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN
   1                2            3
  146               C            2
  147               C            2
  148               C            2
  149               D            1
  150               D            1
  151               D            1
  152               A            4
  153               A            4
  154               A            4
  155               A            4
  156               A            4
  157               A            4
  158               A            4
  159               A            4
  160               A            4
  161               A            4
  162               A            4
  163               A            4
  164               A            4
  165               A            4
           JUMLAH                65
KEMBALI
1
    A
B   B
    C
    D
    E


    2
    A
    B
    C
D   D
    E

    3
    A
    B
    C
    D
E   E


    4

    A

    B

    C
    D
E   E

    5
    A

    B
    C
    D
E   E

    6
    A
    B
    C
D
E   E


    7
    A
    B
    C
    D
E   E


    8

    A

    B

    C

    D
E   E

    9
    A

    B

    C

    D
E   E

    10
    A

    B

    C

    D
E   E

    11
    A
    B
    C
    D
E   E

    12
A
    B
    C
    D
E   E

    13
    A
    B
C   C
    D
    E

    14
A   A
    B
    C
    D
    E


    15
    A
    B
    C
    D
E   E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                        I. STANDAR ISI

Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen muatan KTSP.
Tidak melaksanakan KTSP.

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulu
dibuat oleh BSNP.
Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Bersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidik
Tidak mengembangkan kurikulum.

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan.
Tidak mengembangkan kurikulum.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
dan pendayagunaan kondisi alam.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan
pembelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut.

Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, din
pendidikan, dan instansi terkait di daerah.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan
pendidikan.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru.
Tidak menyusun kurikulum muatan lokal.

Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler.
Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi das
untuk setiap mata pelajaran.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg
per tahun minimal 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg
per tahun kurang dari 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah min
efektif per tahun kurang dari 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah
efektif per tahun kurang dari 34 minggu.
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas.

Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap m
pelajaran.
Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.

Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksim
dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.

Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.
Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya.

Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri.
Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.

Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus.
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus.

Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah
Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus.

Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka
yang dimiliki.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran efektif.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran.
Tidak memiliki kalender akademik.
KEMBALI
16
A   A
    B
    C
    D
    E

    17
A   A
    B
    C
    D
    E


    18

A   A

    B

    C

    D

    E


    19
A   A
    B
    C
    D
    E

    20
A   A
    B
    C
    D
    E


    21
A   A
    B
C
    D
    E


    22
A   A
    B
    C
    D
    E

    23
A   A
    B
    C
    D
    E

    24
A   A
    B
    C
    D
    E

    25
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                      II. STANDAR PROSES

Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul
panduan penyusunan KTSP.
Mengembangkan silabus secara mandiri.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah.
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.
Tidak mengembangkan silabus.

Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.

Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan
informasi dan komunikasi.
Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan me
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan mene
teknologi informasi dan komunikasi.
Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan
informasi dan komunikasi.

Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksana
tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan.
Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan.
Mencakup 2 (dua) tahap pemantauan.
Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan.
Tidak pernah melakukan pemantauan.

Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, d
konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara.
Tidak melakukan supervisi.

Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah.
Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru.
Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran.
Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru.
Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi.
Tidak ada proses evaluasi.

Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja.
Tidak dilaporkan.
Tidak melakukan pengawasan.

Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.
KEMBALI
26
A   A
    B
    C
    D
    E

    27
A   A

    B

    C

    D
    E

    28
A   A
    B
    C
    D
    E

    29
A   A

    B

    C
    D
    E

    30
A   A

    B

    C

    D
    E

    31
A   A

    B

    C

    D
    E

    32
A   A

    B

    C

    D
    E

    33
A   A

    B

    C

    D
    E

    34
A   A

    B

    C

    D

    E


    35
A   A
    B
    C
    D
    E

    36
A   A
    B
    C
    D
    E

    37
A   A

    B

    C

    D
    E


    38

A   A

    B

    C

    D

    E


    39
A   A

    B

    C

    D
    E

    40
A   A

    B

    C

    D

    E
41
A   A
    B
    C
    D
    E


    42

A   A

    B

    C

    D
    E

    43
A   A
    B
    C
    D
    E

    44
A   A
    B
    C
    D
    E

    45
A   A

    B

    C

    D
    E

    46
A   A

    B

    C
D
    E

    47
A   A

    B
    C
    D
    E

    48
A   A
    B
    C
    D
    E

    49
A   A
    B
    C
    D
    E

    50
A   A

    B

    C

    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                      III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam penga
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60.

Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ko

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60.

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, laboratorium, dan internet.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, dan laboratorium.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar.

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari b
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari ber

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produkti

Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jeni
atau lebih dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis d
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis d
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.

Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan
lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya.

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya d
jawab.

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali at
tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial.

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajar
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara.

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapa

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
demokratis dalam wadah NKRI.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan berm
dan bernegara secara demokratis.

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan ling
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan k

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan
Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelaja
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajara
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekon
global.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi d

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) ka
minggu.
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali set
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali set
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali se
Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri.

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati t
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelomp

Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun

Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dan buletin siswa internal sekolah/madrasah.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa.

Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60.

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau le
terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek.

Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat
(empat) kali atau lebih dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) je
dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) je
dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) j
kali dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.
KEMBALI
51
A   A
    B
    C
    D
    E

    52
A   A
    B
    C
    D
    E

    53
A   A
    B
    C
    D
    E

    54
A   A

    B

    C
    D
    E


    55
A   A
    B

    C

    D

    E


    56
A   A
    B
    C
    D
    E

    57
A   A

    B

    C

    D
    E


    58
A   A
    B
    C
    D
    E

    59
A   A
    B
    C
    D
    E

    60
A   A
    B
    C
    D
    E

    61
A   A
    B
    C
    D
    E


    62

A   A
B

    C

    D
    E

    63
A   A

    B

    C

    D
    E

    64
A   A
    B
    C
    D
    E

    65
A   A
    B
    C
    D
    E

    66
A   A
    B
    C
    D
    E

    67
A   A
    B
    C
    D
    E

    68
A   A
    B
C
    D
    E

    69
A   A
    B
    C
    D
    E

    70
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                     IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidika
Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid

Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar.
Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.

Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem
Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.

Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua
berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanks
sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempata
memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan
tertulis.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sa
pun.

Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertem
antara guru dan orangtua siswa.
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrasah.
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah.
Adanya rapat dewan guru.
Tidak pernah diadakan rapat.

Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata di atas 9 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata antara 7 sampai dengan 9 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata antara 4 sampai dengan 6 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata 3 tahun atau kurang.
Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu.

Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah.
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.

Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan.

Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih.
Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun.

Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.

Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausa
dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% - 100% dari dana ekstrakur
dalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M).
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurik
dalam RKS/M.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana ekstrakurik
dalam RKS/M.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana ekstrakuriku
RKS/M.
Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri.

Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan
direncanakan dalam RKS/M.
Tidak melakukan supervisi dan monitoring.

Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.

Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.

Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diplom
I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.

Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.

Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma
(D-1).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.

Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.

Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus.
Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus.
Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus.
Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus.
Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus.
Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.
KEMBALI
71
A   A
    B
    C
    D
    E


    72

A   A

    B

    C

    D
    E


    73

A   A

    B

    C

    D
    E


    74

A   A

    B

    C

    D
    E

    75
A   A
    B
    C
D
    E


    76
A   A
    B
    C
    D
    E

    77
A   A
    B
    C
    D
    E

    78
A   A
    B
    C
    D
    E

    79
A   A
    B
    C
    D
    E

    80
A   A
    B
    C
    D
    E

    81
A   A
    B
    C
    D
    E

    82
A   A
    B
    C
    D
E

    83
A   A
    B
    C
    D
    E

    84
A   A
    B
    C
    D
    E


    85

A   A

    B

    C

    D
    E


    86

A   A

    B

    C

    D
    E


    87

A   A

    B

    C

    D
    E
88

A   A

    B

    C

    D
    E


    89

A   A

    B

    C

    D
    E

    90
A   A
    B
    C
    D
    E

    91
A   A
    B
    C
    D
    E

    92
A   A
    B
    C
    D
    E

    93
A   A
    B
    C
    D
    E
94
A   A
    B
    C
    D
    E

    95
A   A
    B
    C
    D
    E

    96
A   A
    B
    C
    D
    E

    97
A   A
    B
    C
    D
    E

    98
A   A
    B
    C
    D
    E

    99
A   A
    B
    C
    D
    E

    100
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                             V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal.
Tidak tersedia lahan.

Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam
jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses
penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki
untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi ba
yang mengancam kesehatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bah
mengancam keselamatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Tidak berada di lokasi aman.

Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemara
serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sa
untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara, tetapi tidak mem
sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan, tetapi tidak terhindar dari gangguan
pencemaran udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencem
udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Tidak berada di lokasi yang nyaman.

Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak
tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah, tetapi memiliki ijin pemanfaatan dar
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya.

Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal.
Tidak memiliki gedung sendiri.

Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb
dan petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.

Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan.

Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai.
Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai.
Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai.
Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang memadai.
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan.

Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama.
Tidak memiliki instalasi listrik.

Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri.
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara.
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan.
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan.

Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu dalam ketentuan.
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat.
Tidak pernah melakukan pemeliharaan.

Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Tidak memiliki prasarana sendiri.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang perpustakaan.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium biologi.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten
memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana ti
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium fisika.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesua
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten
memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana t
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium kimia.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium komputer yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan l
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana se
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ke
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentu
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sara
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium komputer.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan lua
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentua
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang pimpinan.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang guru.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang tata usaha.

Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki tempat beribadah.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang konseling.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentu
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentu
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan.

Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki jamban.

Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki gudang.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang sirkulasi.

Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga.
KEMBALI
5   5
0   A
0
0
0




5   5

0   A

0

0
0




5   5

0   A

0

0
0




5   5

0   A

0

0
0


5   5
0   A
0
0
0



5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0




5   5

0   A

0

0
0




5   5

0   A

0

0
0




5   5

0   A

0

0
0
5   5

0   A

0

0
0




5   5

0   A

0

0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0
5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0


5   5
0   A
0
0
0
101
A    A
     B
     C
     D
     E

    102
A    A
     B
     C
     D
     E

    103
A    A
     B
     C
     D
     E

    104
A    A
     B
     C
     D
     E


    105
A   A
    B
    C
    D
    E

    106
A    A
     B
     C
     D
     E

    107
A    A
B
    C
    D
    E

    108
A    A
     B
     C
     D
     E

    109
A    A
     B
     C
     D
     E

    110
A    A
     B
     C
     D
     E

    111
A    A
     B
     C
     D
     E

    112
A    A
     B
     C
     D
     E

    113
A    A
     B
     C
     D
     E

    114
A   A
B

    C

    D

    E


    115
A    A
     B
     C
     D
     E

    116
A    A
     B
     C
     D
     E

    117
A    A
     B
     C
     D
     E

    118
A    A
     B
     C
     D
     E

    119
A    A
     B
     C
     D
     E

    120
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                      VI. STANDAR PENGELOLAAN


Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan visi.

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan misi.

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan.

Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan.

Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh
terkait.
Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.

Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas.
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas.
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas.
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.
Tidak memiliki struktur organisasi.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.
Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.

Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.

Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana.
Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana.
Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana.
Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana.
Tidak mengelola program sarana dan prasarana.

Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.

Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan
Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yan
dalam pengelolaan pendidikan.
Memiliki 3 (tiga) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dala
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dal
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan da
pengelolaan pendidikan.
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.

Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan.
Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan.
Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan.
Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan.
Tidak memiliki dokumen program pengawasan.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester.
Tidak melaksanakan evaluasi diri.

Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.

Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi.
Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi.
Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi.

Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 (dua) wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 (satu) wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah.
Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah.

Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus.
Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas.
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus.
Tidak memiliki sistem informasi.
KEMBALI
121
A    A
     B
     C
    D
    E


    122
A   A
    B
    C
    D
    E

    123
A    A
     B
     C
     D
     E

    124
A    A
    B

    C

    D
    E

    125
A    A
    B

    C

    D
    E

    126
A    A
     B
C
    D
    E

    127
A    A
     B
     C
     D
     E

    128
A    A
     B
     C
     D
     E

    129
A    A
     B
     C
     D
     E

    130
A    A
     B
     C
     D
     E

    131
A    A
     B
     C
     D
     E

    132
A    A
     B
     C
     D
     E

    133
A    A
     B
     C
     D
E

    134
A    A
     B
     C
     D
     E

    135
A    A
     B
     C
     D
     E


    136

A   A

    B

    C

    D
    E

    137
A    A
     B
     C
     D
     E

    138
A    A
     B
     C
     D
     E

    139
A    A
     B
     C
     D
     E

    140
A    A
B
    C
    D
    E


    141

A   A
    B
    C
    D
    E

    142
A    A
     B
     C
     D
     E

    143
A    A
     B
     C
     D
     E

    144
A    A
     B
     C
     D
     E


    145

A   A

    B

    C

    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                   VII. STANDAR PEMBIAYAAN


Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun te
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun te
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) ta
terakhir.
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana.

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan rencana kerja
anggaran sekolah/madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan.

Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 76% - 100% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 51% - 75% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 26% - 50% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 1% - 25% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Tidak memiliki modal kerja sama sekali.

Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain b
pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, dan insentif bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana transport dan tunjangan la
guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana insentif, transport dan tunjangan lain ba
pada tahun berjalan.
Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan.

Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berja
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport, tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kepe
pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan insentif, transport dan tunjangan lain bagi tenaga kepe
pada tahun berjalan.
Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.

Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun t
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun ter
Tidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Mengeluarkan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir
Tidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.

Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.

Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan
sekolah/madrasah.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,
pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,
pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasara
tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak un
sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah.

Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan.

Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.

Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak melaksanakan subsidi silang.

Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 1 (satu) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.

Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbag
terkait.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, dan pe
tenaga kependidikan.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, dan komite sekolah/madrasah.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah.
Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah.

Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel.
Sebanyak 76% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 51% - 75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 26% - 50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 1% - 25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Tidak tercantum dalam RKA-S/M.

Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.

Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional.

Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(empat) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(tiga) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(dua) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(satu) tahun terakhir.
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
KEMBALI
146
    A
    B
C   C
    D
    E

    147
     A
     B
C    C
     D
     E

    148
     A
     B
C    C
     D
     E

    149
    A

    B

    C

D   D
    E

    150
     A
     B
     C
D    D
     E

    151
     A
     B
     C
D    D
     E
152
A    A
     B
     C
     D
     E


    153
A   A
    B
    C
    D
    E


    154

A   A

    B

    C

    D

    E


    155
A    A
     B
     C
     D
     E

    156
A    A
     B
     C
     D
     E


    157
A   A
    B
    C
    D
    E
158
A   A
    B
    C
    D
    E

    159
A    A
     B
     C
     D
     E


    160

A   A

    B

    C

    D
    E


    161
A   A
    B
    C
    D
    E

    162
A    A
     B
     C
     D
     E


    163
A   A
    B
    C
    D
    E

    164
A    A
B
    C
    D
    E

    165
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                    VIII. STANDAR PENILAIAN

Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semeste
berjalan.
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.

Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.

Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 76% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 51% - 75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 26% - 50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 1% - 25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian.

Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mand
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 51% - 75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 26% - 50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 1% - 25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri,
bentuk lain.
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian.

Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 51% - 75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 26% - 50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 1% - 25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.

Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 76% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 51% - 75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 26% - 50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 1% - 25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.

Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk l
prestasi belajar siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa.

Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada g
pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester.
Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepr
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian keprib
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pndidikan agama dan hasil penilaian kepriba
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepriba
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribad
kepada guru pendidikan kewarganegaraan.

Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 50% - 75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.

Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja.
Tidak tentu.
Tidak pernah.

Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SK
melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelaj
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribad
estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.

Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang
Lebih tinggi dari 1,1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku.
Lebih tinggi dari 0,6 sampai 1,0 di atas kriteria yang berlaku.
Lebih tinggi dari 0,1 sampai 0,5 di atas kriteria yang berlaku.
Sama dengan kriteria yang berlaku.
Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah.

Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan
belajar siswa.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t
siswa dan siswa yang bersangkutan.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t
siswa tanpa siswa yang bersangkutan.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali s
dengan siswa yang bersangkutan.
Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tu
siswa tanpa siswa yang bersangkutan.
Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa.

Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Kanwil Depag.
Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester.
Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester.
Lebih dari 1 (satu) semester.

Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan guru.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan wali kelas saja.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat pimpinan sekolah.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.

Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengik
Nasional (UN).
Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.

Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswa
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa bar
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa baru.
KEMBALI
DAFTAR PERTANYAAN VISI
                  MA NEGERI JEMBER

    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                        KEMBALI
ANYAAN VISITASI
ERI JEMBER
         STANDAR SARANA DAN
             PRASARANA



         STANDAR PENGELOLAAN



              STANDAR
             PEMBIAYAAN



          STANDAR PENILAIAN
             PENDIDIKAN
EMBALI
HASIL VISITASI

                                                       MA NEGERI JEMBER
                                                                               SKOR
                                     NOMOR      JUMLAH   BOBOT    BOBOT
NO        KOMPONEN AKREDITASI                                                  BUTIR
                                      BUTIR      BUTIR KOMPONEN   BUTIR
                                                                             MAKSIMUM
1                     2                 3         4       5            6        7

1    Standar Isi                    001 - 015     15     15           1.00      4

2    Standar Proses                 016 - 025     10     10           1.00      4

3    Standar Kompetensi Lulusan     026 - 050     25     10           0.40      4
     Standar Pendidik dan Tenaga
4                                   051 - 070     20     15           0.75      4
     Kependidikan
5    Standar Sarana dan Prasarana   071 - 100     30     15           0.50      4

6    Standar Pengelolaan            101 - 120     20     10           0.50      4

7    Standar Pembiayaan             121 - 145     25     15           0.60      4

8    Standar Penilaian Pendidikan   146 - 165     20     10           0.50      4

              JUMLAH                             165     100                    32



1    KRITERIA STATUS AKREDITASI                   :     TIDAK TERAKREDITASI
2    PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI               :           BATAL                  BATAL
ITASI

JEMBER
             SKOR    JUMLAH                        NILAI AKREDITASI
                               SKOR
          TERTIMBANG  SKOR             NILAI AKHIR    KOMPONEN
                            TERTIMBANG
           MAKSIMUM   BUTIR                        SKALA RATUSAN
                 8       9        10          11           12

                60      10       10.00      16.67        16.67

                40      40       40.00      100.00       100.00

                40      100      40.00      100.00       100.00

                60      80       60.00      100.00       100.00

                60      120      60.00      100.00       100.00

                40      80       40.00      100.00       100.00

                60      100      60.00      100.00       100.00

                40      65       32.50      81.25        81.25

                400    595      342.50      85.63



            85.63                                       KEMBALI
        BATAL
GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI

                                                         MA NEGERI JEMBER
120.00



100.00



    80.00



    60.00



    40.00



    20.00



     0.00
                          Standar Proses                Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan              Standar Peng
            Standar Isi                    Standar Kompetensi Lulusan               Standar Sarana dan Prasarana




1      KRITERIA STATUS AKREDITASI                          :    TIDAK TERAKREDITASI
2      PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                      :          BATAL                  BATAL
AKREDITASI

EMBER




Kependidikan              Standar Pengelolaan                   Standar Penilaian Pendidikan
 tandar Sarana dan Prasarana                    Standar Pembiayaan




                85.63                                                          KEMBALI
         BATAL
LAPORAN HASIL VISIT
              SMK NEGERI JEMBE

                       DAFTAR PERTANYAAN
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES          HASIL VISITASI



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN           GRAFIK



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                             KEMBALI
AN HASIL VISITASI
K NEGERI JEMBER

  DAFTAR PERTANYAAN
                      STANDAR SARANA DAN
                          PRASARANA




     HASIL VISITASI   STANDAR PENGELOLAAN



                           STANDAR
        GRAFIK            PEMBIAYAAN



                       STANDAR PENILAIAN
                          PENDIDIKAN
        KEMBALI
HASIL PENILAIAN STANDAR ISI
                         SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2            3                  4

   1             A            4                  4
   2             A            4                  4
   3             A            4                  3
   4             A            4                  3
   5             A            4                  2
   6             A            4                  2
   7             A            4                  3
   8             A            4                  4
   9             A            4                  3
   10            A            4                  3
   11            A            4                  2
   12            A            4                  3
   13            A            4                  2
   14            A            4                  4
   15            A            4                  3
   16            A            4                  3
   17            A            4                  3
   18            A            4                  3
        JUMLAH                72                54
TANDAR ISI
                                 KEMBALI
EMBER
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5

                 16
                 16
                 12
                 12
                 8
                 8
                 12
                 16
                 12
                 12
                 8
                 12
                 8
                 16
                 12
                 12
                 12
                 12
                216
HASIL PENILAIAN STANDAR PROSES
                        SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN     SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2              3                  4

   19            A              4                  3

   20            A              4                  3

   21            A              4                  4

   22            A              4                  3

   23            A              4                  3

   24            A              4                  3

   25            A              4                  3

   26            A              4                  4

   27            A              4                  3

   28            A              4                  4

   29            A              4                  3

   30            A              4                  3

   31            A              4                  4

        JUMLAH                  52                43
DAR PROSES
EMBER                            KEMBALI

     SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN
                 5

                12

                12

                16

                12

                12

                12

                12

                16

                12

                16

                12

                12

                16

                172
HASIL PENILAIAN STANDAR KOMPETENSI LULUSA
                             SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
   1          2               3                4
   32         A               4                4
   33         A               4                3
   34         A               4                3
   35         A               4                3
   36         A               4                3
   37         A               4                4
   38         A               4                2
   39         A               4                2
   40         A               4                3
   41         A               4                3
   42         A               4                3
   43         A               4                3
   44         A               4                3
   45         A               4                3
   46         A               4                3
   47         A               4                3
   48         A               4                3
   49         A               4                3
   50         A               4                3
   51         A               4                3
   52         A               4                3
   53         A               4                3
   54         A               4                3
   55         A               4                3
   56         A               4                4
   57         A               4                4
   58         A               4                3
   59         A               4                3
   60         A               4                3
   61         A               4                4
62    A   4     3
JUMLAH       124   96
KOMPETENSI LULUSAN
EMBER                               KEMBALI

        SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN
                    5
                   16
                   12
                   12
                   12
                   12
                   16
                    8
                    8
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   16
                   16
                   12
                   12
                   12
                   16
12
384
HASIL PENILAIAN

           STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIK
                      SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR    JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2             3                  4
   63            A             4                  4
   64            A             4                  4
   65            A             4                  4
   66            A             4                  4
   67            A             4                  3
   68            A             4                  4
   69            A             4                  4
   70            A             4                  4
   71            A             4                  4
   72            A             4                  3
   73            A             4                  3
   74            A             4                  3
   75            A             4                  2
   76            A             4                  3
   77            A             4                  3
   78            A             4                  3
   79            A             4                  3
   80            A             4                  2
   81            A             4                  3
   82            A             4                  3
   83            A             4                  4
   84            A             4                  4
   85            A             4                  3
   86            A             4                  1
   87            A             4                  3
        JUMLAH                100                81
A KEPENDIDIKAN                  KEMBALI
BER
      SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                 5
                 16
                 16
                 16
                 16
                 12
                 16
                 16
                 16
                 16
                 12
                 12
                 12
                 8
                 12
                 12
                 12
                 12
                 8
                 12
                 12
                 16
                 16
                 12
                 4
                 12
                324
HASIL PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARAN
                             SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR    JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2             3                  4
   88            A             4                  3
   89            A             4                  3
   90            A             4                  3
   91            A             4                  3
   92            A             4                  3
   93            A             4                  4
   94            A             4                  4
   95            A             4                  4
   96            A             4                  4
   97            A             4                  3
   98            A             4                  4
   99            A             4                  3
  100            A             4                  4
  101            A             4                  3
  102            A             4                  4
  103            A             4                  3
  104            A             4                  2
  105            A             4                  3
  106            A             4                  3
  107            A             4                  3
  108            A             4                  3
  109            A             4                  3
  110            A             4                  3
  111            A             4                  3
  112            A             4                  3
        JUMLAH                100                81
RANA DAN PRASARANA
MBER                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  16
                  16
                  16
                  16
                  12
                  16
                  12
                  16
                  12
                  16
                  12
                  8
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                 324
HASIL PENILAIAN STANDAR PENGELOLAAN
                       SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2            3                  4
  113            A            4                  4
  114            A            4                  4
  115            A            4                  3
  116            A            4                  3
  117            A            4                  3
  118            A            4                  3
  119            A            4                  3
  120            A            4                  2
  121            A            4                  3
  122            A            4                  3
  123            A            4                  4
  124            A            4                  3
  125            A            4                  4
  126            A            4                  3
  127            A            4                  4
  128            A            4                  3
  129            A            4                  3
  130            A            4                  3
  131            A            4                  2
  132            A            4                  3
  133            A            4                  2
  134            A            4                  3
  135            A            4                  3
  136            A            4                  3
  137            A            4                  3
  138            A            4                  3
        JUMLAH               104                80
R PENGELOLAAN
EMBER                           KEMBALI
     SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                5
                16
                16
                12
                12
                12
                12
                12
                8
                12
                12
                16
                12
                16
                12
                16
                12
                12
                12
                8
                12
                8
                12
                12
                12
                12
                12
               320
HASIL PENILAIAN STANDAR PEMBIAYAAN
                            SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN   SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
   1             2            3                4
  139            A            4                4
  140            A            4                4
  141            A            4                3
  142            A            4                3
  143            A            4                3
  144            A            4                3
  145            A            4                3
  146            A            4                4
  147            A            4                4
  148            A            4                4
  149            A            4                2
  150            A            4                2
  151            A            4                4
  152            A            4                3
  153            A            4                3
  154            A            4                3
  155            A            4                3
  156            A            4                4
  157            A            4                1
  158            A            4                3
  159            A            4                1
  160            A            4                3
  161            A            4                4
  162            A            4                4
  163            A            4                4
  164            A            4                4
        JUMLAH               104              83
DAR PEMBIAYAAN
EMBER                              KEMBALI
        SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                   5
                   16
                   16
                   12
                   12
                   12
                   12
                   12
                   16
                   16
                   16
                    8
                    8
                   16
                   12
                   12
                   12
                   12
                   16
                    4
                   12
                    4
                   12
                   16
                   16
                   16
                   16
                  332
HASIL PENILAIAN STANDAR PENILAIAN
                               SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR   JAWABAN      SKOR BUTIR PEROLEHAN   BOBOT BUTIR
   1             2               3                  4
  165            A               4                  4
  166            A               4                  3
  167            A               4                  3
  168            A               4                  3
  169            A               4                  4
  170            A               4                  3
  171            A               4                  3
  172            A               4                  2
  173            A               4                  3
  174            A               4                  3
  175            A               4                  3
  176            A               4                  3
  177            A               4                  3
  178            A               4                  3
  179            A               4                  3
  180            A               4                  2
  181            A               4                  4
  182            A               4                  3
  183            A               4                  4
  184            A               4                  2
  185            A               4                  4
        JUMLAH                   84                65
DAR PENILAIAN
MBER                              KEMBALI
       SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
                  5
                  16
                  12
                  12
                  12
                  16
                  12
                  12
                  8
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  12
                  8
                  16
                  12
                  16
                  8
                  16
                 260
1
A   A
    B
    C
    D
    E


    2

A   A

    B

    C

    D

    E

    3
A   A
    B
    C
    D
    E


    4

A   A

    B

    C
    D
    E

    5
A   A
    B
    C
    D
    E

    6
A   A
    B
    C
    D
    E

    7
A   A
    B
    C
    D
    E

    8
A   A
    B
    C
    D
    E


    9
A   A
    B
    C
    D
    E


    10
A   A
    B
    C
    D
    E


    11
A   A
    B
    C
    D
    E


    12
A   A
    B
    C
    D
    E
13

A   A

    B

    C
    D
    E

    14
A   A
    B
    C
    D
    E

    15
A   A
    B
    C
    D
    E


    16

A   A
    B
    C
    D
    E


    17
A   A
    B
    C
    D
    E


    18
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                                   I. STANDAR ISI

Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP

KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan
KTSP.
Mengembangkan KTSP bersama seluruh guru mata pelajaran, Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI), konselor, dan
komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan KTSP bersama perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan tanpa melibatkan konselor
Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan DU/DI, Konselor, dan
komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Tidak mengembangkan kurikulum

Kurikulum program keahlian dikembangkan sesuai dengan mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum

Kurikulum program keahlian dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alam
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan
pembelajaran
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran
Program keahlian melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut

Penyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal melibatkan berbagai pihak.
Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, instansi terkait di
daerah, dan DU/DI
Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikan
Melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Hanya melibatkan guru
Tidak menyusun kurikulum muatan lokal

Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler

Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.
Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan konseling

Program Praktik Kerja Industri (prakerin) dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pada struktur kurikulum.
Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan (setara 500 jam atau lebih), mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa tidak melakukan prakerin

Program keahlian menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada
lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan program pengayaan
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas

Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai
kompetensi yang diberikan kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur

Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan sesuai dengan ketentuan dalam
struktur kurikulum.
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus, RPP, dan alokasi waktu 192 jam pelajaran
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus dan RPP
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada salah satu silabus atau RPP saja
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan berdasarkan alokasi waktu 192 jam pelajaran
Tidak melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan

Pelaksanaan pembelajaran seluruh mata pelajaran di program keahlian memanfaatkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK).
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Tidak ada mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
KTSP disahkan oleh Kepala Sekolah/Madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dan diketahui oleh Dinas
Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag.
Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggaran
pendidikan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara
pendidikan, namun belum diketahui Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Sudah disahkan kepala sekolah, namun tanpa pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikan
dan tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Belum disahkan kepala sekolah/madrasah
Belum dikembangkan

Dalam mengembangkan KTSP, guru/kelompok guru dalam program keahlian secara aktif menyusun silabus.
Sebanyak 76% - 100% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 51% - 75% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 26% - 50% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 1% - 25% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Tidak ada guru/kelompok guru yang aktif menyusun silabus

Guru mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan langkah–langkah pada Panduan Penyusunan KTSP.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan

Program keahlian mengembangkan silabus berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan
penyusunan KTSP secara mandiri atau berkelompok.
Mengembangkan silabus secara mandiri melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah program keahlian dalam
satu sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus secara mandiri oleh guru mata pelajaran dalam program keahlian
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dari beberapa program keahlian yang sama pada
beberapa sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.
Tidak mengembangkan silabus

Program keahlian menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran dengan memperhatikan unsur: 1)
karakteristik siswa, 2) karakteristik mata pelajaran, dan 3) kondisi program keahlian.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru

Program keahlian menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender
akademik program keahlian yang dimiliki.
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara kurang rinci
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara tidak rinci
Tidak menyusun kalender akademik sekolah/madrasah
KEMBALI
19
A   A
    B
    C
    D
    E


    20

A   A

    B

    C

    D
    E

    21
A   A
    B
    C
    D
    E

    22
A   A
    B
    C
    D
    E


    23

A   A

    B
    C
    D
    E


    24
A   A
    B
    C
    D
    E

    25
A   A
    B
    C
    D
    E

    26
A   A
    B
    C
    D
    E


    27
A   A
    B
    C
    D
    E


    28
A   A
    B
    C
    D
    E


    29
A   A
    B
    C
    D
    E


    30
A   A
    B
    C
    D
E

    31
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                              II. STANDAR PROSES

Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis.
Sebanyak 13 mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis

Penyusunan RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan
menerapkan TIK.
Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan
menerapkan TIK
Tidak ada RPP memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK

Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran

Proses pembelajaran di program keahlian dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran

Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (sesuai dengan
tingkat kebutuhan program keahliannya) dengan SDM yang memiliki kesesuaian kompetensi.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan SDM sendiri yang memiliki
kesesuaian kompetensi dan bersertifikat
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan mendatangkan SDM dari
sekolah/madrasah lain
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain dengan sebagian SDM dari pihak program keahlian
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain (outsource)
Tidak melaksanakan pembelajaran berbasis TIK

Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuai
dengan keahliannya.
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, materi program keahlian, dan
aturan pengelolaan yang transparan
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, dan materi program keahlian
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran dan aturan pengelolaan yang
transparan
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan hanya sesuai dengan proses pembelajaran.
Tidak sesuai dengan proses pembelajaran

Sekolah/Madrasah menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan DU/DI.
Sebanyak 76% - 100% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Tidak ada tindaklanjut kerjasama dengan DU/DI

Siswa melakukan prakerin untuk memperoleh kompetensi kejuruan.
Sebanyak 76% - 100% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 51% - 75% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 26% - 50% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 1% - 25% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Tidak ada siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 2 tahap pemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan

Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi,
pelatihan, dan konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran

Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4
aspek, yaitu 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi pembelajaran, dan 4) rencana tindak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi

Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan (pemantauan, supervisi, dan evaluasi) proses pembelajaran
kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja
Tidak disampaikan
Tidak melakukan pengawasan

Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
KEMBALI
32
A   A
    B
    C
    D
    E

    33
A   A

    B

    C

    D
    E


    34
A   A
    B
    C
    D
    E

    35
A   A

    B

    C

    D
    E


    36

A   A

    B

    C
D

    E


    37
A   A

    B

    C

    D

    E


    38
A   A
    B
    C
    D
    E

    39
A   A

    B

    C

    D
    E

    40
A   A

    B

    C

    D

    E


    41
A   A

    B
C

    D
    E

    42
A   A
    B
    C
    D
    E

    43
A   A

    B

    C

    D

    E


    44

A   A

    B

    C

    D

    E


    45

A   A

    B

    C

    D

    E
46

A   A

    B

    C

    D

    E


    47
A   A
    B
    C
    D
    E


    48

A   A

    B

    C

    D

    E


    49
A   A

    B

    C

    D
    E


    50
A   A
    B
    C
    D
    E
51
A   A

    B

    C

    D

    E


    52
A   A

    B

    C

    D

    E


    53
A   A

    B

    C
    D
    E


    54

A   A

    B

    C

    D

    E


    55
A   A
    B
    C
    D
E


    56
A   A
    B
    C
    D
    E


    57
A   A
    B
    C
    D
    E


    58
A   A
    B
    C
    D
    E


    59
A   A
    B
    C
    D
    E


    60
A   A
    B
    C
    D
    E


    61
A   A
    B
    C
    D
    E

    62
A   A
B
C
D
E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                       III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam
pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 70,00 sampai 74,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 65,00 sampai 69,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 60,00 sampai 64,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan kurang dari 60,00

Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 jenis
dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 jenis
dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 jenis
dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 jenis
dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak pernah menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial melalui mata pelajaran IPA dan
IPS.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,00 sampai 74,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,00 sampai 69,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,00 sampai 64,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60,00

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran Adaptif secara efektif.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internet
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, perpustakaan, dan laboratorium
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, dan perpustakaan
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar dan buku teks
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut
dari berbagai sumber belajar.
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak pernah melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai
sumber belajar

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab

Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau 3kali dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun
Siswa tidak pernah mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya

Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau
4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau
3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau
2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau
1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan
tanggung jawab

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih
dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah, juara program keahlian, dan juara kelas
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah dan juara program keahlian
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara program keahlian
Sekolah/madrasah tidak memberikan penghargaan

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk
mendapatkan hasil terbaik

Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan.
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam
pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Tidak ada silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran
dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama melalui kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Program keahlian memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama

Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global.
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau
lebih setiap minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali setiap
minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali setiap
minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali setiap
minggu
Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri

Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan
berempati terhadap orang lain.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun
kelompok

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan
santun

Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan mau-pun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi
lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi
lapangan, dan majalah dinding
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya
wisata/studi lapangan
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa

Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris.
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhi
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni) seiring
dengan perkembangannya.
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak mengikuti kegiatan dalam pengembangan iptek

Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai kompetensi keahlian dan kewirausahaan, melalui kegiatan
pembelajaran yang memuat studi kasus (nyata dan rekaan).
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 61% -70% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 51% -60% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 41% -50% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 31% -40% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi lebih kecil dari 31%

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN teori dan praktik kelompok
mata pelajaran produktif pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Matematika
pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Inggris
pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional terakhir

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa
Indonesia pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata uji kompetensi mata pelajaran
produktif pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional

Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan pada tahun terakhir.
Kelulusan 91% - 100%
Kelulusan 81% - 90%
Kelulusan 71% - 80%
Kelulusan 61% - 70%
Kurang dari 61%.
KEMBALI
63
A   A
    B
    C
    D
    E

    64
A   A

    B

    C

    D

    E


    65
A   A
    B
    C
    D
    E

    66
A   A
    B
    C
    D
    E

    67
A   A

    B

    C

    D

    E
68
A   A
    B

    C

    D

    E


    69
A   A
    B
    C
    D
    E

    70
A   A
    B
    C
    D
    E

    71
A   A

    B

    C

    D

    E


    72
A   A
    B
    C
    D
    E


    73
A   A
    B
    C
D
    E


    74
A   A
    B
    C
    D
    E

    75
A   A
    B
    C
    D
    E


    76

A   A

    B

    C

    D
    E


    77

A   A

    B

    C

    D
    E

    78
A   A

    B

    C

    D
    E
79
A   A
    B
    C
    D
    E

    80
A   A
    B
    C
    D
    E

    81
A   A
    B
    C
    D
    E

    82
A   A

    B

    C

    D
    E


    83
A   A
    B
    C
    D
    E


    84

A   A

    B

    C
D

    E


    85
A   A
    B
    C
    D
    E

    86
A   A
    B
    C
    D
    E

    87
A   A
    B
    C
    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                               IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Untuk bidang tertentu, kualifikasi
kepakaran ditunjukkan dengan pengakuan lain setingkat S1 atau D-IV.
Sebanyak 76% -100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 51% -75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 26% -50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 1% -25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV

Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang
pendidikannya
Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang
pendidikannya

Program keahlian memiliki guru mata pelajaran produktif sesuai dengan jumlah rombelnya.
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Tidak satupun mata pelajaran produktif memiliki guru produktif

Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya

Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran
Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
ketentuan yang berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi
kesempatan memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya
diberikan peringatan lisan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya
diberikan peringatan tertulis
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah
dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan

Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, guru dan komite
sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru, dan orangtua siswa
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, serta guru dan komite sekolah/madrasah
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala program keahlian
Adanya rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat

Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah.
Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Tidak ada guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan

Guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat sesuai dengan keahliannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Tidak ada guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi
sesuai keahliannya

Guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan.
Sebanyak 76% - 100% atau lebih guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi
tambahan
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Tidak ada guru mata pelajaran produktif yang memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan

Kepala program keahlian berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
program keahlian.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian

Kepala program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV), atau pakar
kejuruan lain yang setingkat untuk bidang tertentu.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkepen-didikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan

Kepala Program keahlian memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 tahun atau kurang

Kepala program keahlian memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola program
keahlian.
Sebanyak 76% - 100% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 51% - 75% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 26% - 50% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 1% - 25% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Tidak ada lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir

Kepala program keahlian memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri
kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 76% - 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 51% - 750% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 26% - 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 1% - 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Tidak mampu mengelola unit usaha

Kepala sekolah/madrasah atau kepala program keahlian melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari yang direncanakan
dalam RK-S/M
Tidak melakukan supervisi dan monitoring
Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat

Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya

Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma
satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan

Tenaga perpustakaan minimum memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai
dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memiliki latar belakang
pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan tidak sesuai
dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan

Kepala laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas.
Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium
Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memiliki kepala laboratorium

Teknisi laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai dengan standar tenaga
laboratorium sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas.
Sebanyak 76% - 100% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Sebanyak 51% - 75% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Sebanyak 26% - 50% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Sebanyak 1% - 25% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Tidak ada teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah

Laboran program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah
yang tertuang dalam Permendiknas.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum SMK sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum D-I tidak sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum SMA/MA atau SMK tidak sesuai dengan program keahlian
Tidak meiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran

Program keahlian memiliki tenaga layanan khusus.
Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus
Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus
Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus

Program keahlian memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung.
Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi untuk maintenance gedung
Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan gedung
Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi maintenance gedung
Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung
Tidak memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung
KEMBALI
88
A   A
    B
    C
    D
    E


    89
A   A
    B
    C
    D
    E


    90

A   A

    B

    C
    D
    E


    91

A   A

    B

    C

    D
    E

    92
A   A
    B
    C
    D
    E


    93
A   A
    B
    C
    D
    E


    94
A   A
    B
    C
    D
    E

    95
A   A
    B
    C
    D
    E

    96
A   A
    B
    C
    D
    E

    97
A   A
    B
    C
    D
    E


    98
A   A
    B
    C
    D
    E

    99
A   A

    B
    C
    D
E

    100
A    A
     B
    C
    D
    E

    101
A    A
     B
     C
     D
     E


    102
A   A
    B
    C
    D
    E

    103
A    A
     B
     C
     D
     E

    104
A    A
     B
     C
     D
     E


    105
A   A
    B
    C
    D
    E

    106
A    A
     B
     C
D
    E

    107
A    A
     B
     C
     D
     E


    108
A   A
    B
    C
    D
    E

    109
A    A
     B
     C
     D
     E

    110
A    A
    B

    C

    D
    E


    111
A   A
    B
    C
    D
    E

    112
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                     V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA


Sekolah/madrasah memiliki lahan yang memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki luas lahan 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal
Tidak memiliki lahan sendiri

Sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan
keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, tetapi tidak memiliki akses darurat
Lokasi aman, tetapi masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat
Lokasi tidak aman, sehingga masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat
Berada di lokasi yang tidak layak untuk belajar

Sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran
udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta gangguan
kebisingan secara alamiah
Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta
gangguan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara/air, tetapi masih terganggu
kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, tetapi berpeluang untuk terpapar pencemaran udara/air dan kebisingan
Tidak berada di lokasi yang nyaman

Fasilitas pembelajaran berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang
hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya

Luas lantai yang digunakan Program Keahlian memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki luas lantai 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 51% - 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 26% - 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 1% - 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri

Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya
kebakaran dan petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan
petir

Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2)
saluran air kotor dan/atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan
Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas

Program keahlian memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih
Tidak memiliki buku teks

Program keahlian memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 13 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas

Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan yang kurang memadai
Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan

Bangunan sekolah/madarasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt untuk administrasi sekolah dan
ruang teori, serta daya tambahan untuk laboratorium dan bengkel sesuai kebutuhan.
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya lebih 100%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 76% - 100%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 51% - 75%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 25% - 50%
Tidak memiliki instalasi listrik.

Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan
berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah
bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan

Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan
berat
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan

Program keahlian memiliki ruang pembelajaran umum (RPU) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki seluruh jenis RPU yang dipersyaratkan oleh setiap program keahlian
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab bahasa, lab komputer, dan satu RPU yang lain
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab komputer, dan lab bahasa
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, dan lab komputer
Tidak memiliki RPU

Program keahlian memiliki RPU dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar

Program keahlian memiliki RPU dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 25% - 49 % RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar

Sekolah/Madrasah memiliki ruang penunjang (RP) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki 76% - 100% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 51% - 75% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 25% - 50% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 1% - 25% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak memiliki RP

Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar

Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar

Program keahlian memiliki ruang pembelajaran khusus (RPK) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki 76% - 100% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 51% - 75% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 26% - 50% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 1% - 25% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak memiliki RPK

Program keahlian memiliki RPK dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar

Program keahlian memiliki RPK dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar

Sekolah/Madrasah memiliki business center sebagai wahana kewirausahaan.
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani, dan menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani dan belum menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani dan belum
menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, belum terbentuk sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani
dan belum menghasilkan profit
Tidak memiliki business center

Program keahlian memiliki business center yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa yang tersebar luas secara
nasional.
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar luas lintas Kabupaten/Kota
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan masyarakat umum sekitar
sekolah/madrasah
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan sekolah/madrasah
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan program keahlian
Tidak memiliki business center

Sekolah/Madrasah memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan berbagai kegiatan.
Memiliki BKK yang memasarkan lulusan, melakukan seleksi, dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan
Memiliki BKK yang melakukan seleksi dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan
Memiliki BKK yang menginformasikan adanya lowongan kerja ke sekolah/madrasah dan lulusannya
Memiliki BKK namum tidak melakukan kegiatan bagi sekolah/madrasah maupun lulusannya
Tidak memiliki BKK di sekolah/madrasah
KEMBALI
113
A    A
     B
     C
     D
     E

    114
A    A
     B
     C
     D
     E

    115
A    A
     B
     C
     D
     E

    116
A    A
     B
     C
     D
     E


    117
A   A
    B
    C
    D
    E

    118
A    A
     B
     C
     D
     E

    119
A    A
B
    C
    D
    E

    120
A    A
     B
     C
     D
     E

    121
A    A
     B
     C
     D
     E

    122
A    A
     B
     C
     D
     E

    123
A    A
     B
     C
     D
     E

    124
A    A
     B
     C
     D
     E

    125
A    A
     B
     C
     D
     E


    126

A   A
B

    C

    D

    E


    127
A   A
    B
    C
    D
    E

    128
A    A
     B
     C
     D
     E

    129
A   A

    B

    C
    D
    E

    130
A    A
     B
     C
     D
     E

    131
A    A
     B
     C
     D
     E


    132
A   A
    B
C
    D
    E

    133
A    A
     B
     C
     D
     E

    134
A    A
     B
     C
     D
     E

    135
A    A
     B
     C
     D
     E

    136
A    A
     B
     C
     D
     E

    137
A    A
     B
     C
     D
     E

    138
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                           VI. STANDAR PENGELOLAAN

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi

Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi

Program keahlian telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan

Program keahlian memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi hanya salah satu yang sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan

Program keahlian memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami
oleh pihak-pihak terkait.
Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 5 - 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 3 - 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 1 - 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis

Program keahlian memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas dan mekanisme kerja.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.
Tidak memiliki struktur organisasi

Program keahlian melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan

Program keahlian melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan

Program keahlian melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran

Program keahlian melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan

Program keahlian mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana

Program keahlian mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan

Program keahlian menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak Melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif

Program keahlian melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang
relevan dalam pengelolaan pendidikan
Memiliki 3 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan

Program keahlian melakukan kegiatan pelatihan kejuruan bagi teknisi atau laboran dalam rangka pemutakhiran keahlian
kejuruan.
Sebanyak 76% - 100% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 51% - 75% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 26% - 50% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 1% - 25% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Tidak satupun teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan

Program keahlian menjalin kerjasama dengan DU/DI dalam melaksanakan magang guru.
Memiliki 10 atau lebih kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 7 - 9 kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 4 - 6 kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 1 - 3 kerjasama dengan DU/DI
Tidak memiliki kerjasama dengan DU/DI

Program keahlian menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu pada manajemen sekolah dan
pembelajaran
Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu salah satu dari manajemen
sekolah atau pembelajaran
Program keahlian telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu, tetapi belum memperoleh pengakuan dari lembaga yang
berwenang
Program keahlian sedang dalam tahap persiapan menuju Sistem Manajemen Mutu pada kurun waktu 3 tahun mendatang
Program keahlian tidak memiliki program Sistem Manajemen Mutu

Bidang garapan business center sesuai dengan bidang kejuruan yang dimiliki program keahlian.
Memiliki 4 jenis atau lebih barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 3 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 2 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 1 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Tidak menghasilkan barang atau jasa sama sekali

Pengelolaan business center melibatkan seluruh warga program keahlian.
Melibatkan guru, siswa dan karyawan program keahlian
Melibatkan guru dan siswa program keahlian
Melibatkan siswa dan karyawan program keahlian
Hanya melibatkan guru, siswa atau karyawan saja
Tidak melibatkan guru, siswa, dan karyawan program keahlian

Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dimiliki sekolah/madrasah mampu menyalurkan penempataan kerja bagi lulusan di DU/DI
dalam 3 tahun terakhir.
Sebanyak 76% - 100% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Sebanyak 51% - 75% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Sebanyak 26% - 50% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Sebanyak 1% - 25% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Tidak satupun lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK

Program keahlian memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan
Memiliki 3 dokumen program pengawasan
Memiliki 2 dokumen program pengawasan
Memiliki 1 dokumen program pengawasan
Tidak memiliki dokumen program pengawasan

Program keahlian melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester
Tidak melaksanakan evaluasi diri

Program keahlian melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

Program keahlian mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi.

Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 4 atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah

Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
KEMBALI
139
A    A
    B

    C

    D
    E


    140

A   A

    B

    C

    D
    E


    141
A   A
    B
    C
    D
    E


    142

A   A

    B

    C

    D

    E


    143

A   A
B

    C

    D

    E


    144

A   A

    B

    C

    D
    E

    145
A    A
     B
     C
     D
     E

    146
A    A
     B
     C
     D
     E

    147
A    A
     B
     C
     D
     E

    148
A    A
     B
     C
     D
     E

    149
A    A
     B
C
    D
    E

    150
A    A
     B
     C
     D
     E

    151
A    A
     B
     C
     D
     E

    152
A    A
     B
     C
     D
     E


    153

A   A

    B

    C

    D
    E


    154
A   A
    B
    C
    D

    E


    155

A   A
B

    C

    D
    E

    156
A    A
     B
     C
     D
     E

    157
A    A
     B
     C
     D
     E

    140
A    A
     B
     C
     D
     E

    159
A    A
     B
     C
     D
     E


    160

A   A

    B
    C
    D
    E


    161
A   A
    B
    C
    D
E

    162
A    A
     B
     C
     D
     E

    163
A    A
     B
     C
     D
     E


    164

A   A

    B

    C

    D
    E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                            VII. STANDAR PEMBIAYAAN

Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 tahun
terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 tahun
terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1
tahun terakhir
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencana
Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-
S/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan
pendidikan.
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja
Sekolah/Madrsah tidak merealisasikan modal kerja

Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru
pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan
dana tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan insentif dan
tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana honor kegiatan sekolah/madrasah,
insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
berjalan sesuai dengan yang direncanakan

Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan
tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan dana
insentif dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan
tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan sesuai dengan yang direncanakan

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 5% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelajakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya daya dan jasa.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya daya dan jasa selama 1 tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir

Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan
program kewirausahaan.
Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program kewirausahaan
Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, dan bimbingan karir
Membelanjakan biaya untuk prakerin dan uji kompetensi
Membelanjakan biaya hanya untuk salah satu diantara prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, atau program
kewirausahaan
Tidak membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program
kewirausahaan

Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan
sekolah/madrasah.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana
prasarana, pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana
prasarana, dan pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana
prasarana, tetapi tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi
tidak untuk sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
Hanya digunakan untuk kesejahteraan sekolah/madrasah.

Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan

Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran

Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 4 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 3 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 2 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 1 tahun terakhir
Tidak melaksanakan subsidi silang

Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 4 jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah

Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan
berbagai pihak terkait.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru,
perwakilan tenaga kependidikan
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan
guru
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah dan komite sekolah/madrasah
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah
Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah

Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel yang
ditunjukkan oleh adanya RKA-S/M.
Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Tidak tercantum dalam RKA-S/M

Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir secara berturut-turut
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan

Sekolah/Madrasah memiliki Buku Kas Umum (BKU).
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 4 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 3 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 2 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki BKU

Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada
pemerintah atau yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 4 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 3 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 2 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 1 tahun terakhir
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
KEMBALI
165
A   A
    B
    C
    D
    E

    166
A    A
     B
     C
     D
     E

    167
A   A

    B

    C

    D
    E

    168
A    A
     B
     C
     D
     E

    169
A   A

    B

    C

    D
    E

    170
A    A
B
    C
    D
    E

    171
A    A
     B
     C
     D
     E


    172
A   A
    B
    C
    D
    E


    173
A   A
    B
    C
    D
    E


    174
A   A
    B
    C
    D
    E

    175
A    A
     B
     C
     D
     E


    176
A   A
    B
    C
    D
    E
177
A   A
    B
    C
    D
    E

    178
A    A
     B
     C
     D
     E

    179
A   A

    B

    C

    D
    E


    180
A   A
    B
    C
    D
    E

    181
A    A
     B
     C
     D
     E


    182
A   A
    B
    C
    D
    E

    183
A    A
B
    C
    D
    E


    184

A   A
    B
    C
    D
    E

    185
A    A
     B
     C
     D
     E
ISILAH A, B, C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !


                                             VIII. STANDAR PENILAIAN


Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada
semester yang berjalan.
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa

Teknik penilaian dalam silabus mata pelajaran sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD).
Sebanyak 96% - 100% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% - 95% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% - 90% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% - 85% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81 % silabus mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD

Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian

Guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
Sebanyak 86% - 100% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 71% - 85% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Kurang dari 41% guru melaksanakan penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.

Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar
siswa
Sebanyak 71% - 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa

Sebanyak 56% - 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa

Sebanyak 41% - 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa

Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 71% - 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa

Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 86% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran

Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala program keahlian dalam
bentuk laporan prestasi belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa

Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai
akhir semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama

Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk
menentukan nilai akhir semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan

Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas
Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas

Program keahlian menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester)
melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata
pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak; kewarganegaraan dan
kepribadian; estetika; serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir oleh wali kelas
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah

Program keahlian menyelenggarakan ujian semester sesuai Prosedur Opersional Standar (POS).
Memiliki POS dan dilaksanakan sesuai POS
Memiliki POS tetapi tidak dilaksanakan sesuai POS
Menyelenggarakan ujian tetapi tidak memiliki POS
Menyelenggarakan ujian hanya oleh masing-masing guru
Tidak menyelenggarakan ujian

Program keahlian melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa.
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang
tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang
tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas
kepada orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas
kepada orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orang tua/wali siswa

Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil
Depag.
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 11 — 64 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari

Program keahlian menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan wali kelas saja
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat pimpinan sekolah/madrasah
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah

Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian
Nasional (UN).
Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
Lebih dari 28 hari setelah pengumuman hasil ujian

Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 8 — 14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag

Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
Program Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan
penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan
penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru

Uji kompetensi melibatkan berbagai pihak.
Melibatkan pihak DU/DI, lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis, dan Guru Kejuruan
Melibatkan pihak DU/DI dan lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis
Melibatkan pihak DU/DI dan guru kejuruan di bawah koordinasi sekolah
Melibatkan hanya pihak DU/DI atau lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis saja
Tidak melibatkan berbagai pihak
KEMBALI
DAFTAR PERTANYAAN VISI
             SMK NEGERI JEMBE
    STANDAR ISI




  STANDAR PROSES



    STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN



STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
                       KEMBALI
ANYAAN VISITASI
ERI JEMBER
         STANDAR SARANA DAN
             PRASARANA



         STANDAR PENGELOLAAN



              STANDAR
             PEMBIAYAAN



          STANDAR PENILAIAN
             PENDIDIKAN
EMBALI
HASIL VISITASI
                                                  SMK NEGERI JEMBER
                                                                          SKOR
                                                  JUMLAH       BOBOT
NO          KOMPONEN AKREDITASI     NOMOR BUTIR                           BUTIR
                                                   BUTIR     KOMPONEN
                                                                        MAKSIMUM

1                     2                  3          4           5          6

1    Standar Isi                     001 - 018      18          12         4

2    Standar Proses                  019 - 031      13          15         4

3    Standar Kompetensi Lulusan      032 - 062      31          13         4
     Standar Pendidik dan Tenaga
4                                    063 - 087      25          15         4
     Kependidikan
5    Standar Sarana dan Prasarana    088 - 112      25          13         4

6    Standar Pengelolaan             113 - 138      26          10         4

7    Standar Pembiayaan              139 - 164      26          11         4

8    Standar Penilaian Pendidikan    165 - 185      21          11         4

               JUMLAH                              185         100         32



1    KRITERIA STATUS AKREDITASI                         :            TERAKREDITASI
2    PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                     :              A
SITASI
I JEMBER
                                                            NILAI
                     JUMLAH     JUMLAH
         JUMLAH                              NILAI       KOMPONEN
                      SKOR       SKOR
         BOBOT                             KOMPONEN      AKREDITASI
                   TERTIMBANG TERTIMBANG
          BUTIR                            AKREDITASI      SKALA
                    MAKSIMUM  PEROLEHAN
                                                          RATUSAN
              7        8          9            10            11

              54      216        216         12.00         100.00

              43      172        172         15.00         100.00

              96      384        384         13.00         100.00

              81      324        324         15.00         100.00

              81      324        324         13.00         100.00

              80      320        320         10.00         100.00

              83      332        332         11.00         100.00

              65      260        260         11.00         100.00

          583        2332        2332       100.00



RAKREDITASI          100.00
                                                        KEMBALI
              SANGAT BAIK
GRAFIK HASIL VISITASI AKREDITASI
                                                        SMK NEGERI JEMBER
120.00



100.00



    80.00



    60.00



    40.00



    20.00



     0.00
                           Standar Proses                Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan             Standar Pengel
             Standar Isi                    Standar Kompetensi Lulusan              Standar Sarana dan Prasarana




1      KRITERIA STATUS AKREDITASI                                 :      TERAKREDITASI
2      PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI                             :           A             SANGAT BAIK
AKREDITASI
EMBER




pendidikan             Standar Pengelolaan                 Standar Penilaian Pendidikan
ndar Sarana dan Prasarana                  Standar Pembiayaan




              100.00                                                      KEMBALI
    SANGAT BAIK

Penilaian Akreditasi

  • 1.
    A 4 1 TIDAK TERAKREDITASI B 3 2 TIDAK TERAKREDITASI C 2 3 TIDAK TERAKREDITASI D 1 4 TIDAK TERAKREDITASI E 0 5 TIDAK TERAKREDITASI 6 TIDAK TERAKREDITASI A SANGAT BAIK A 7 TIDAK TERAKREDITASI B BAIK B 8 TIDAK TERAKREDITASI C CUKUP BAIK C 9 TIDAK TERAKREDITASI BATAL BATAL BATAL 10 TIDAK TERAKREDITASI 11 TIDAK TERAKREDITASI SANGAT BAIK BATAL BAIK B CUKUP BAIK C BATAL A 12 TIDAK TERAKREDITASI 1.5 BATAL 13 TIDAK TERAKREDITASI 2.5 BATAL 14 TIDAK TERAKREDITASI 3.5 BATAL 15 TIDAK TERAKREDITASI 4.5 BATAL 16 TIDAK TERAKREDITASI 5.5 BATAL 17 TIDAK TERAKREDITASI 6.5 BATAL 18 TIDAK TERAKREDITASI 7.5 BATAL 19 TIDAK TERAKREDITASI 8.5 BATAL 20 TIDAK TERAKREDITASI 9.5 BATAL 21 TIDAK TERAKREDITASI 10.5 BATAL 22 TIDAK TERAKREDITASI 11.5 BATAL 23 TIDAK TERAKREDITASI 12.5 BATAL 24 TIDAK TERAKREDITASI 13.5 BATAL 25 TIDAK TERAKREDITASI 14.5 BATAL 26 TIDAK TERAKREDITASI 15.5 BATAL 27 TIDAK TERAKREDITASI 16.5 BATAL 28 TIDAK TERAKREDITASI 17.5 BATAL 29 TIDAK TERAKREDITASI 18.5 BATAL 30 TIDAK TERAKREDITASI 19.5 BATAL 31 TIDAK TERAKREDITASI 20.5 BATAL 32 TIDAK TERAKREDITASI 21.5 BATAL 33 TIDAK TERAKREDITASI 22.5 BATAL 34 TIDAK TERAKREDITASI 23.5 BATAL 35 TIDAK TERAKREDITASI 24.5 BATAL 36 TIDAK TERAKREDITASI 25.5 BATAL 37 TIDAK TERAKREDITASI 26.5 BATAL 38 TIDAK TERAKREDITASI 27.5 BATAL 39 TIDAK TERAKREDITASI 28.5 BATAL 40 TIDAK TERAKREDITASI 29.5 BATAL 41 TIDAK TERAKREDITASI 30.5 BATAL 42 TIDAK TERAKREDITASI 31.5 BATAL 43 TIDAK TERAKREDITASI 32.5 BATAL 44 TIDAK TERAKREDITASI 33.5 BATAL 45 TIDAK TERAKREDITASI 34.5 BATAL 46 TIDAK TERAKREDITASI 35.5 BATAL 47 TIDAK TERAKREDITASI 36.5 BATAL 48 TIDAK TERAKREDITASI 37.5 BATAL 49 TIDAK TERAKREDITASI
  • 2.
    38.5 BATAL 50 TIDAK TERAKREDITASI 39.5 BATAL 51 TIDAK TERAKREDITASI 40.5 BATAL 52 TIDAK TERAKREDITASI 41.5 BATAL 53 TIDAK TERAKREDITASI 42.5 BATAL 54 TIDAK TERAKREDITASI 43.5 BATAL 55 TIDAK TERAKREDITASI 44.5 BATAL 56 TERAKREDITASI 45.5 BATAL 57 TERAKREDITASI 46.5 BATAL 58 TERAKREDITASI 47.5 BATAL 59 TERAKREDITASI 48.5 BATAL 60 TERAKREDITASI 49.5 BATAL 61 TERAKREDITASI 50.5 BATAL 62 TERAKREDITASI 51.5 BATAL 63 TERAKREDITASI 52.5 BATAL 64 TERAKREDITASI 53.5 BATAL 65 TERAKREDITASI 54.5 BATAL 66 TERAKREDITASI 55.5 C 67 TERAKREDITASI 56.5 C 68 TERAKREDITASI 57.5 C 69 TERAKREDITASI 58.5 C 70 TERAKREDITASI 59.5 C 71 TERAKREDITASI 60.5 C 72 TERAKREDITASI 61.5 C 73 TERAKREDITASI 62.5 C 74 TERAKREDITASI 63.5 C 75 TERAKREDITASI 64.5 C 76 TERAKREDITASI 65.5 C 77 TERAKREDITASI 66.5 C 78 TERAKREDITASI 67.5 C 79 TERAKREDITASI 68.5 C 80 TERAKREDITASI 69.5 C 81 TERAKREDITASI 70.5 C 82 TERAKREDITASI 71.5 B 83 TERAKREDITASI 72.5 B 84 TERAKREDITASI 73.5 B 85 TERAKREDITASI 74.5 B 86 TERAKREDITASI 75.5 B 87 TERAKREDITASI 76.5 B 88 TERAKREDITASI 77.5 B 89 TERAKREDITASI 78.5 B 90 TERAKREDITASI 79.5 B 91 TERAKREDITASI 80.5 B 92 TERAKREDITASI 81.5 B 93 TERAKREDITASI 82.5 B 94 TERAKREDITASI 83.5 B 95 TERAKREDITASI 84.5 B 96 TERAKREDITASI 85.5 A 97 TERAKREDITASI 86.5 A 98 TERAKREDITASI 87.5 A 99 TERAKREDITASI 88.5 A 100 TERAKREDITASI 89.5 A 90.5 A
  • 3.
    91.5 A 92.5 A 93.5 A 94.5 A 95.5 A 96.5 A 97.5 A 98.5 A 99.5 A TIDAK TERAKREDITASI BATAL
  • 4.
  • 7.
    LAPORAN HASIL VISITASI TK/ RA SMP / MTs SMA / MA SD / MI SMK / MAK Hasil karya : Edy Santoso ( Guru MTs Negeri Umbulsari - Jember )
  • 15.
    KATA PENGANTAR Alhamdulillah kamiucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahan karunia yang banyak sekali. Karena Ridho-Nya pula maka kami dapat menyelesaikan pembuatan sarana untuk memudahkan penilaian bagi Assesor Akreditasi. Selanjutnya kami sampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. H. Soleh Faishol M.Si, Staf Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik yang telah memberikan ilmu pengetahuan tentang Komputerisasi yang sangat bermanfaat bagi kami. 2. Nur Diana, S.Pd, istriku tercinta yang senantiasa membantu dan mendukungku disetiap saat. 3. Drs. H. Raefi, M.Pd.I, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberi kepercayaan penuh kepada kami untuk mengabdi di lingkungan Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember. 4. DR. Hadi Purnomo, Kasi Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberi wacana tentang dunia pendidikan khususnya di Lingkungan Departemen Agama. 5. Drs. Tahmid, M.Pd.I Pengawas PPAI Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberi semangat bagi terselesaikannya program ini. 6. Drs. Syaiful Anwar, M.Pd, Kepala MTs Negeri Umbulsari, yang telah berkenan memberi amanah dan menjadi rujukan untuk pembuatan program aplikasi ini. 7. Drs. Imam Syafi'i, M.Pd.I, Kepala MTs Negeri 2 Jember, yang telah senantiasa memberi petunjuk dan arahan yang sangat bermanfaat bagi kami. 8. Semua rekan - rekan Guru dan Karyawan MTs Negeri Umbulsari, yang selalu memberi saran dan masukan bagi terselesaikannya program ini. 9. Semua Pihak yang telah membantu terselesaikannya media ini. Kami menyadari bahwa sarana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik membangun, senantiasa kami tunggu untuk perbaikan / penyempurnaan. Sekian dan terima kasih. Hormat Kami, Edy Santoso, M.Pd.I KEMBALI
  • 16.
    DAFTAR RIWAYAT HIDUP IDENTITAS NAMA : EDY SANTOSO, S.Pd.,M.Pd.I TEMPAT / TGL LAHIR : JEMBER, 04 DESEMBER 1974 AGAMA : ISLAM ALAMAT : Jl. Kotta Blater N0. 33 Watukebo Ambulu, Jember Email : edysan74@gmail.com No. Telepon / HP : 085 258 103 340 TEMPAT DINAS : MTs NEGERI UMBULSARI Jl. WR. Supratman No. 55 Telp. 0336-441816 Umbulrejo - Umbulsari Jabatan : Guru Bahasa Inggris PENDIDIKAN FORMAL : Taman Kanak - kanak Aisyiah Tahun 1981 : Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Watukebo Tahun 1987 : SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1990 : SMA Negeri Ambulu Tahun 1993 : S 1 - Universitas Islam Jember Tahun 1997 : S 2 - Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun 2007 NON FORMAL : Kursus Latihan Kerja Tahun 1993 : Ponpes Al Fatah Talangsari Tahun 1994 : Kursus Komputer Tahun 1997 PENGALAMAN MENGAJAR : SMP Negeri 1 Cluring Banyuwangi Tahun 1995 - 1997 : SMP Negeri 1 Ambulu Jember Tahun 1997 - 2005 : SD Negeri Andongsari VII Ambulu Jember Tahun 2004 - 2005 : MTs Negeri Umbulsari Jember Tahun 2005 - Sekarang ORGANISASI : Ketua OSIS SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1988 : Ketua Ranting IPM Watukebo Tahun 1991 - 1992 : Ketua Bidang Dakwah OSIS SMA N Ambulu Tahun 1991 - 1992 KEMBALI : Ketua Pemuda Panca Marga Ranting Ambulu Tahun 2003 - 2008 : Sekretaris Dikdasmen Muhammadiyah Watukebo Tahun 2006 - 2011 : Pengurus PGRI Kab. Jember Tahun 2010 - 2015 : Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kab. Jember Tahun 2010
  • 17.
    LAPORAN HASIL VISITASI MTS NEGERI UMBULSARI DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN STANDAR ISI PRASARANA STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR STANDAR KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENDIDIK DAN STANDAR PENILAIAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 18.
    HASIL PENILAIAN STANDARDISI KEMBALI MTS NEGERI UMBULSARI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 1 B 3 3 9 2 A 4 3 12 3 B 3 3 9 4 B 3 3 9 5 B 3 3 9 6 A 4 2 8 7 A 4 2 8 8 A 4 2 8 9 A 4 3 12 10 A 4 3 12 11 A 4 3 12 12 A 4 2 8 13 A 4 2 8 14 A 4 3 12 15 D 1 3 3 16 A 4 3 12 17 A 4 2 8 JUMLAH 61 45 159
  • 19.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 18 A 4 3 12 19 A 4 3 12 20 A 4 3 12 21 A 4 3 12 22 B 3 3 9 23 A 4 3 12 24 A 4 3 12 25 A 4 3 12 26 B 3 3 9 27 A 4 2 8 28 A 4 2 8 29 B 3 3 9 JUMLAH 45 34 127
  • 20.
    HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 30 C 2 3 6 31 A 4 3 12 32 B 3 3 9 33 B 3 3 9 34 B 3 3 9 35 A 4 3 12 36 A 4 3 12 37 A 4 3 12 38 B 3 3 9 39 B 3 3 9 40 A 4 3 12 41 A 4 3 12 42 B 3 3 9 43 A 4 3 12 44 B 3 3 9 45 B 3 3 9 46 A 4 3 12 47 B 3 3 9 48 A 4 3 12 49 A 4 3 12 JUMLAH 69 60 207
  • 21.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 50 A 4 4 16 51 A 4 3 12 52 A 4 3 12 53 A 4 4 16 54 A 4 3 12 55 A 4 3 12 56 A 4 4 16 57 A 4 3 12 58 A 4 3 12 59 A 4 3 12 60 A 4 3 12 61 C 2 3 6 62 A 4 3 12 63 A 4 2 8 64 A 4 2 8 65 A 4 2 8 66 C 2 2 4 67 B 3 3 9 68 A 4 2 8 69 A 4 3 12 70 B 3 3 9 71 A 4 2 8 72 A 4 3 12 73 A 4 2 8 74 A 4 2 8 75 A 4 2 8 JUMLAH 98 72 272
  • 22.
    HASIL PENILAIAN STANDARDSARANA DAN PRASARANA MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 76 A 4 3 12 77 A 4 3 12 78 A 4 3 12 79 A 4 3 12 80 A 4 3 12 81 B 3 3 9 82 A 4 3 12 83 A 4 3 12 84 A 4 3 12 85 A 4 2 8 86 A 4 3 12 87 A 4 3 12 88 A 4 3 12 89 B 3 3 9 90 B 3 4 12 91 A 4 4 16 92 A 4 3 12 93 A 4 2 8 94 B 3 3 9 95 A 4 2 8 96 A 4 3 12 97 A 4 2 8 98 A 4 2 8 99 A 4 2 8 100 A 4 3 12 101 A 4 1 4 102 B 3 2 6 103 A 4 3 12 JUMLAH 107 77 293
  • 23.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENGELOLAAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 104 A 4 3 12 105 B 3 3 9 106 A 4 3 12 107 A 4 3 12 108 A 4 3 12 109 A 4 3 12 110 A 4 3 12 111 A 4 3 12 112 A 4 4 16 113 B 3 3 9 114 B 3 3 9 115 A 4 3 12 116 B 3 4 12 117 A 4 3 12 118 A 4 2 8 119 A 4 3 12 120 A 4 3 12 121 A 4 3 12 122 A 4 3 12 123 A 4 3 12
  • 24.
    JUMLAH 76 61 231
  • 25.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPEMBIAYAAN MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 124 C 2 4 8 125 C 2 3 6 126 C 2 3 6 127 C 2 3 6 128 C 2 4 8 129 C 2 3 6 130 C 2 4 8 131 C 2 3 6 132 C 2 3 6 133 C 2 3 6 134 C 2 3 6 135 C 2 2 4 136 C 2 1 2 137 C 2 3 6 138 C 2 3 6 139 C 2 2 4 140 C 2 3 6 141 C 2 3 6 142 C 2 3 6 143 C 2 2 4 144 C 2 3 6 145 C 2 4 8 146 C 2 3 6 147 C 2 3 6 148 C 2 3 6 JUMLAH 50 74 148
  • 26.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENILAIAN KEMBALI MTS NEGERI UMBULSARI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 1 2 3 4 5 149 A 4 3 12 150 A 4 3 12 151 A 4 3 12 152 A 4 3 12 153 A 4 3 12 154 A 4 3 12 155 A 4 4 16 156 A 4 3 12 157 A 4 2 8 158 A 4 2 8 159 A 4 3 12 160 A 4 2 8 161 A 4 2 8 162 A 4 3 12 163 A 4 2 8 164 A 4 3 12 165 A 4 3 12 166 A 4 3 12 167 A 4 3 12 168 A 4 4 16 169 C 2 4 8
  • 27.
    JUMLAH 82 61 236
  • 28.
    1 A B B C D E 2 A A B C D E 3 A B B C D E 4 A B B C D E 5 A B B C D E 6 A A B
  • 29.
    C D E 7 A A B C D E 8 A A B C D E 9 A A B C D E 10 A A B C D E 11 A A B C D E 12 A A B C
  • 30.
    D E 13 A A B C D E 14 A A B C D E 15 A B C D D E 16 A A B C D E 17 A A B C D E
  • 31.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISI Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP Tidak melaksanakan KTSP Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. Mengembangkan kurikulum bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP. Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 - 6 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 - 4 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 - 2 prinsip pengembangan KTSP Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 - 6 prinsip pelaksanaan Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 - 4 prinsip pelaksanaan Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 - 2 prinsip pelaksanaan Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah, (2) guru, (3) komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kandepag, dan (5) instansi terkait di daerah. melibatkan 4 - 5 pihak melibatkan 3 pihak
  • 32.
    melibatkan 2 pihak melibatkan1 pihak Tidak menyusun silabus mata pelajaran Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler Tidak melaksanakan program ekstrakurikuler Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan layanan konseling. Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling Sekolah/Madrasah menjabarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk setiap mata pelajaran. Sebanyak 10 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan menyelenggarakan program pengayaan Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi yang diberikan kepada siswa maksimal 50% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag. KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 10 atau lebih silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 7 - 9 silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 4 - 6 silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya
  • 33.
    KTSP telah disahkanoleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 1 - 3 silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya KTSP tidak disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus. Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus Tidak ada silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri. Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri Tidak ada guru menyusun silabus sendiri Sekolah/Madrasah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru. Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih Tidak ada mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih Sekolah/Madrasah menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan: (1) karakteristik siswa, (2) karakteristik mata pelajaran, dan (3) kondisi sekolah/madrasah. Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender pendidikan yang dimiliki. Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci dan jelas Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara kurang rinci Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara tidak rinci Tidak menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah
  • 34.
  • 40.
    18 A A B C D E 19 A A B C D E 20 A A B C D E 21 A A B C D E 22 A B B C D E 23 A A B
  • 41.
    C D E 24 A A B C D E 25 A A B C D E 26 A B B C D E 27 A A B C D E 28 A A B C D E 29 A B B
  • 42.
  • 43.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSES Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul panduan penyusunan KTSP. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah Mengembangkan silabus secara mandiri Mengembangkan silabus secara kelompok dari beberapa sekolah/madrasah Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada Tidak mengembangkan silabus Setiap mata pelajaran memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Dokumen RPP disusun oleh guru berdasarkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber bahan. Sebanyak 76% - 100% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas Sebanyak 51% - 75% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas Sebanyak 26% - 50% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas Sebanyak 1% - 25% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas Tidak ada RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun RPP. Sebanyak 76% - 100% RPP disusun oleh guru Sebanyak 51% - 75% RPP disusun oleh guru Sebanyak 26% - 50% RPP disusun oleh guru Sebanyak 1% - 25% RPP disusun oleh guru Tidak ada RPP disusun oleh guru Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
  • 44.
    Sebanyak 26% -50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Tidak ada guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sekolah/Madrasah melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran Sebanyak 51% - 75% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran Sebanyak 26% - 50% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran Sebanyak 1% - 25% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran Tidak melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tiga tahapan yaitu: (1) tahap perencan pelaksanaan, dan (3) tahap penilaian hasil pembelajaran. Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan Mencakup 2 tahap pemantauan Mencakup 1 tahap pemantauan Tidak pernah melakukan pemantauan Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan empat cara yaitu: (1) pemberian contoh, (2) d pelatihan, dan (4) konsultasi. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara Tidak melakukan supervisi Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, dengan memperhatikan 4 aspe persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tidak lanjut. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek Tidak melakukan evaluasi Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite seko Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan dan dewan guru Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja Tidak menyampaikan hasil pengawasan Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
  • 45.
    Sebanyak 26% -50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindak lanjuti Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Tidak ada hasil pengawasan ditindaklanjuti
  • 46.
  • 52.
    30 A B C C D E 31 A A B C D E 32 A B B C D E 33 A B B C D E 34 A
  • 53.
    B B C D E 35 A A B C D E 36 A A B C D E 37 A A B C D E 38 A B B C D
  • 54.
    E 39 A B B C D E 40 A A B C D E 41 A A B C D E 42 A B B C D E 43
  • 55.
    A A B C D E 44 A B B C D E 45 A B B C D E 46 A A B C D E 47 A B B C D E 48
  • 56.
    A A B C D E 49 A A B C D E
  • 57.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 75,00 atau lebih Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 70,00 - 74,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 65,00 - 69,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 60,00 - 64,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek kurang dari 60,00 Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar selama satu tahun pelajaran terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan 10 kali atau lebih kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dar berbagai sumber belajar Sekolah/Madrasah menjalankan 7 - 9 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar Sekolah/Madrasah menjalankan 4 - 6 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar Sekolah/Madrasah menjalankan 1 - 3 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 jenis atau lebih kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu tahun terakhir
  • 58.
    Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu tahun terakhir Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil terbaik Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil terbaik Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil terbaik Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil terbaik
  • 59.
    Sekolah/Madrasah tidak melaksanakankegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil terbaik Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
  • 60.
    Sekolah/Madrasah setiap minggumelaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 3 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 2 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 1 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok dalam satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok dalam satu tahun terakhir Siswa memperoleh pengalaman keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba Sekolah/Madrasah tidak menyediakan kumpulan karya tulis siswa Siswa memperoleh pengalaman keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 atau lebih karya siswa Sekolah/Madrasah menghasilkan 3 karya siswa Sekolah/Madrasah menghasilkan 2 karya siswa Sekolah/Madrasah menghasilkan 1 karya siswa Sekolah/Madrasah tidak menghasilkan karya siswa Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
  • 61.
    Sekolah/Madrasah melaksanakan 4kali atau lebih kegiatan pengembangan iptek Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pengembangan iptek Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pengembangan iptek Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pengembangan iptek Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pengembangan iptek Siswa memperoleh pengalaman belajar dan mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
  • 62.
  • 72.
    50 A A B C D E 51 A A B C D E 52 A A B C D E 53 A A B C D E 54 A A B C D
  • 73.
    E 55 A A B C D E 56 A A B C D E 57 A A B C D E 58 A A B C D E 59 A A B C D E 60 A A B
  • 74.
    C D E 61 A B C C D E 62 A A B C D E 63 A A B C D E 64 A A B C D E 65 A A B C D E 66
  • 75.
    A B C C D E 67 A B B C D E 68 A A B C D E 69 A A B C D E 70 A B B C D E 71 A A B C D E
  • 76.
    72 A A B C D E 73 A A B C D E 74 A A B C D E 75 A A B C D E
  • 77.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Guru memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan D-IV atau S1 Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan D-IV atau S1 Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan D-IV atau S1 Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan D-IV atau S1 Tidak ada guru berpendidikan D-IV atau S1 Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikannya Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikanny Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya. Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip Sebanyak 26% pembelajaran Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem Tidak ada guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua berlaku. Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesemp memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik peringatan lisan Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik peringatan tertulis
  • 78.
    Adanya guru yangmelanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sa sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan Guru berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat. Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, pertemuan antara guru dan orangtua siswa Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah Adanya rapat dewan guru Tidak diadakan rapat Guru menguasai materi pelajaran yang diajarkan serta mengembangkan nya dengan metode ilmiah. Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Tidak ada guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV Kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua tidak terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi Tidak memiliki kualifikasi akademik Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah/madrasah. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan SK sebagai kepala sekolah/madrasah Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, namun tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun pada waktu diangkat sebagai kepala s Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih Memiliki pengalaman mengajar 3 - 4 tahun Memiliki pengalaman mengajar 2 - 3 tahun Memiliki pengalaman mengajar 1 - 2 tahun Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. Sebanyak 76% - 100% siswa lulus ujian akhir Sebanyak 51% - 75% siswa lulus ujian akhir
  • 79.
    Sebanyak 26% -50% siswa lulus ujian akhir Sebanyak 1% - 25% siswa lulus ujian akhir Tidak ada siswa lulus ujian akhir Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan kewirausahaan se sumber belajar siswa seperti: (1) koperasi siswa, (2) peternakan/perikanan, (3) pertanian/perkebunan, (4) kantin sekolah, (5) u produksi dan lain-lain. Memiliki 4 atau lebih jenis usaha Memiliki 3 jenis usaha Memiliki 2 jenis usaha Memiliki 1 jenis usaha Tidak memiliki usaha Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y direncanakan dalam RKA-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya direncanakan dalam RKA-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya direncanakan dalam RKA-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan direncanakan dalam RKA-S/M Tidak melakukan supervisi dan monitoring Kepala Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal D-III. Memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimal D-III Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-II Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-I Memiliki kualifikasi akademik Pendidikan Menengah Tidak memiliki kualifikasi akademik atau memiliki kualifikasi akademik di bawah Pendidikan Menengah atau tidak memiliki Kep Tenaga Administrasi Kepala tenaga administrasi pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal. Melebihi masa kerja minimal Memenuhi masa kerja minimal Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal Tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya.
  • 80.
    Sekolah/Madrasah memiliki 5orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Kepala perpustakaan memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur pendidikan atau minimal (D-II) Ilmu Perpust dan Informasi. Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan atau mini Ilmu Perpustakaan dan Informasi Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan Memiliki kualifikasi akademik D-IV atau S1, tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV dan tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan atau tidak memiliki Kepala Perpustakaan Kepala perpustakaan pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal. Melebihi masa kerja minimal Memenuhi masa kerja minimal Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal Tenaga perpustakaan memiliki kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan. Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi pengelo perpustakaan Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompeten pengelolaan perpustakaan Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi penge perpustakaan Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompete pengelolaan perpustakaan Tidak memiliki tenaga perpustakaan Kepala laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur guru atau minimal (D-III) dari jalur laboran/te Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memiliki kepala laboratorium Kepala laboratorium pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal. Melebihi masa kerja minimal Memenuhi masa kerja minimal Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal
  • 81.
    Kepala laboratorium minimalmemiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Memiliki 3 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi Memiliki 2 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi Memiliki 1 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi Memiliki salah satu atau lebih kriteria, tetapi tidak memenuhi standar minimal kualifikasi Tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kriteria standar minimal Teknisi laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-II yang relevan dengan peralatan laboratorium. Memiliki kualifikasi akademik minimal D-II Memiliki kualifikasi akademik D-I Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah Memiliki kualifikasi akademik pendidikan dasar Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki teknisi laboratorium Laboran memiliki kualifikasi akademik minimal D-I. Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah Memiliki kualifikasi akademik SMP/MTs/Paket B Memiliki kualifikasi akademik SD/MI/Paket A Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran Sekolah/Madrasah memiliki petugas layanan khusus. Memiliki 4 jenis atau lebih petugas layanan khusus Memiliki 3 jenis petugas layanan khusus Memiliki 2 jenis petugas layanan khusus Memiliki 1 jenis petugas layanan khusus Tidak memiliki petugas layanan khusus
  • 82.
  • 92.
    76 A A B C D E 77 A A B C D E 78 A A B C D E 79 A A B C D E 80 A A B C D E
  • 93.
    81 A B B C D E 82 A A B C D E 83 A A B C D E 84 A A B C D E 85 A A B C D E 86 A A B C D E 87
  • 94.
    A A B C D E 88 A A B C D E 89 A B B C D E 90 A B B C D E 91 A A B C D E 92 A A B C D E 93
  • 95.
    A A B C D E 94 A B B C D E 95 A A B C D E 96 A A B C D E 97 A A B C D E 98 A A B C D E 99 A A B
  • 96.
    C D E 100 A A B C D E 101 A A B C D E 102 A B B C D E 103 A A B C D E
  • 97.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal Tidak tersedia lahan Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses penyelamatan dalam keadaan darurat Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan Tidak berada di lokasi aman Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan ke memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan serta memiliki sa meningkatkan kenyamanan Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air Tidak berada di lokasi yang nyaman Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan hak atas tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan hak atas tanah Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanf pemegang hak atas tanah Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin pemanfaatan hak atas tanah Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki lantai bangunan seluas 76% - 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih Memiliki lantai bangunan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal Memiliki lantai bangunan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal Memiliki lantai bangunan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal Tidak memiliki gedung sendiri
  • 98.
    Bangunan sekolah/madrasah memilikistruktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Memiliki 4 atau lebih jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan Memiliki 3 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan Memiliki 2 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan Memiliki 1 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan Tidak memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan kurang memadai Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt. Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 watt atau lebih Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama Tidak memiliki instalasi listrik Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat Tidak pernah melakukan pemeliharaan Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
  • 99.
    Memiliki 14 ataulebih jenis prasarana yang dipersyaratkan Memiliki 10 - 13 jenis prasarana yang dipersyaratkan Memiliki 5 - 9 jenis prasarana yang dipersyaratkan Memiliki 1 - 4 jenis prasarana yang dipersyaratkan Tidak memiliki prasarana sendiri Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang kelas dengan 2 unsur di atas sesuai ketentuan Memiliki ruang kelas dengan 1 unsur di atas sesuai ketentuan Memiliki ruang kelas dengan 3 unsur di atas tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang kelas Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang perpustakaan Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 atau lebih siswa Tidak memiliki buku teks Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium IPA yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas da ketentuan. Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai k Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentu sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan te sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang laboratorium IPA, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tid ketentuan Tidak memiliki ruang laboratorium IPA Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
  • 100.
    Memiliki ruang pimpinandengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang pimpinan Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang guru Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang tata usaha Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki tempat beribadah Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang konseling Sekolah/Madrasah memiliki ruang UKS/M dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang UKS/M Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
  • 101.
    Memiliki ruang organisasikesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki jamban Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki gudang Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang sirkulasi Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
  • 102.
  • 112.
    104 A A B C D E 105 A B B C D E 106 A A B C D E 107 A A B C D E 108 A A B C D E
  • 113.
    109 A A B C D E 110 A A B C D E 111 A A B C D E 112 A A B C D E 113 A B B C D E 114 A B B C D E 115
  • 114.
    A A B C D E 116 A B B C D E 117 A A B C D E 118 A A B C D E 119 A A B C D E 120 A A B C D E 121 A A
  • 115.
    B C D E 122 A A B C D E 123 A A B C D E
  • 116.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAAN Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga, selaras dengan visi institusi di atasnya dan sesuai dengan perkembangan serta tantangan di masyarakat. Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah dipahami dan disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya mudah dipahami dan disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan visi Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga yang sesuai dengan visi. Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, tidak sesuai dengan visi dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan misi Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan disosialisasikan kepada warga sekolah/ madrasah. Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan salah satunya sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah tetapi belum disosialisasikan Memiliki rencana kerja tahunan atau rencana kerja jangka menengah baik sudah maupun belum disosialisasikan Tidak memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait. Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 5 atau 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 3 atau 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 1 atau 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
  • 117.
    Sekolah/Madrasah memiliki strukturorganisasi dengan kejelasan uraian tugas. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas Tidak memiliki struktur organisasi Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan Sekolah/Madrasah melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan. Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan Tidak memiliki jenis kegiatan kesiswaan Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana Mengelola 3 program sarana dan prasarana Mengelola 2 program sarana dan prasarana Mengelola 1 program sarana dan prasarana Tidak mengelola program sarana dan prasarana Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
  • 118.
    Memiliki 4 programpengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Memiliki 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Memiliki 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Memiliki 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. Memiliki 4 atau lebih dokumen kemitraan Memiliki 3 dokumen kemitraan Memiliki 2 dokumen kemitraan Memiliki 1 dokumen kemitraan Tidak memiliki dokumen kemitraan Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengawasan yang disosiali- sasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 atau 5 program pengawasan Melaksanakan 3 program pengawasan Melaksanakan 2 program pengawasan Melaksanakan 1 program pengawasan Tidak melaksanakan program pengawasan Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi program kerja sekolah/madrasah. Melaksanakan evaluasi diri sekurang-kurangnya sekali dalam 1 tahun Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 tahun Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 tahun Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 tahun Tidak melaksanakan evaluasi diri Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi. Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
  • 119.
    Mempersiapkan 3 unsurpelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru dan proses penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru tetapi proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan wali kelas serta proses penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan wali kelas tetapi proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya Tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah atau memiliki wakil kepala sekolah/madrasah yang ditunjuk langsung oleh kepala sekolah Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan. Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus Tidak memiliki sistem informasi
  • 120.
  • 128.
    124 A B C C D E 125 A B C C D E 126 A B C C D E 127 A B C C D E 128 A B C C D E 129 A B C C
  • 129.
    D E 130 A B C C D E 131 A B C C D E 132 A B C C D E 133 A B C C D E 134 A B C C D E 135 A B C C D E
  • 130.
    136 A B C C D E 137 A B C C D E 138 A B C C D E 139 A B C C D E 140 A B C C D E 141 A B C C D E 142
  • 131.
    A B C C D E 143 A B C C D E 144 A B C C D E 145 A B C C D E 146 A B C C D E 147 A B C C D E 148
  • 132.
    A B C C D E
  • 133.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAAN Sekolah/Madrasah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dengan melibatkan stakeholders. Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 4 atau lebih unsur stakeholders sekolah/madrasah Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 3 unsur stakeholders sekolah/madrasah Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 2 unsur stakeholders sekolah/madrasah Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 1 unsur stakeholders sekolah/madrasah Tidak menyusun RKA-S/M Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RKA-S/M. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M membiayai seluruh kebutuhan pendidikan. Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain pendidik. Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik Membelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan pendidik Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan pendidik Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain tenaga kependidikan. Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
  • 134.
    Membelanjakan dana sebanyakkurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan tenaga kependidikan Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksana-an kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan. Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya kegiatan rapat. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
  • 135.
    Sekolah/Madrasah membelanjakan biayatranspor dan perjalanan dinas. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun tera Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh Tidak membelanjakan biaya pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakh Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite seko Dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa Dikelola secara sistematis, transparan tetapi tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa Tidak dikelola secara sistematis dan tidak transparan Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa. Sebanyak 91% - 100% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah Sebanyak 81% - 90% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah Sebanyak 71% - 80% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah Sebanyak kurang dari 71% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah Tidak ada orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
  • 136.
    Melaksanakan subsidi silanguntuk membantu 90% siswa kurang mampu atau lebih Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80% - 89% siswa kurang mampu Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70% - 79% siswa kurang mampu Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu Tidak melaksanakan subsidi silang Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 4 atau lebih jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Pengambilan keputusan dalam penetapan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dilakukan de berbagai pihak terkait (kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga ke perwakilan siswa dan penyelenggara pendidikan/yayasan untuk swasta). Kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/ madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan, siswa, da pendidikan/yayasan untuk swasta Kepala sekolah/madrasah melibatkan 3 di antara unsur di atas Kepala sekolah/madrasah melibatkan 2 di antara unsur di atas Kepala sekolah/madrasah melibatkan 1 di antara unsur di atas Tidak melibatkan siapapun Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, dan akuntabel yang ditunjukkan oleh S/M. Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Sebanyak kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Dana dari masyarakat tidak tercantum dalam RKA-S/M Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 tahun terakhir Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 tahun terakhir Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 tahun terakhir Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki pembukuan biaya operasional Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
  • 137.
    Membuat laporan pertanggungjawabanpengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela terakhir Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
  • 138.
  • 148.
    149 A A B C D E 150 A A B C D E 151 A A B C D E 152 A A B C D E 153 A A B C D E 154 A A B C D E 155
  • 149.
    A A B C D E 156 A A B C D E 157 A A B C D E 158 A A B C D E 159 A A B C D E 160 A A B C D E 161 A A B C D
  • 150.
    E 162 A A B C D E 163 A A B C D E 164 A A B C D E 165 A A B C D E 166 A A B C D E 167 A A B C D E
  • 151.
    168 A A B C D E 169 A B C C D E
  • 152.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIAN Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Tidak ada guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian KD. Sebanyak 96% - 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 91% - 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 86% - 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 81% - 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilai Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Guru menggunakan berbagai teknik penilaian. Sebanyak 86% - 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 71% - 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 56% - 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 41% - 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 86% - 100% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulita Sebanyak 71% - 85% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan Sebanyak 56% - 70% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan Sebanyak 41% - 55% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan Kurang dari 41% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan bela Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 71% - 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
  • 153.
    Sebanyak 86% -100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bent belajar siswa. Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama sebagai informasi untuk menentukan nilai a Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk me semester. Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas Sekolah/Madrasah hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat. Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan dewan guru Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan guru mata pelajaran Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah dan wali kelas Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh wali kelas tanpa melalui rapat Tidak menentukan kriteria kenaikan kelas Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepr serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja
  • 154.
    Hanya ditetapkan olehkepala sekolah/madrasah Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada semua orangtua/wali siswa. Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k siswa dan siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k siswa tanpa siswa yang bersangkutan Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orangtua/wali siswa Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kabupaten/ Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 - 40 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 - 60 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 - 80 hari setelah akhir semester Tidak melaporkan pencapaian hasil belajar siswa atau melaporkannya lebih dari 80 hari Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai kriteria kelulusan. Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru Menentukan kelulusan siswa melalui rapat perwakilan guru-guru mata pelajaran Menentukan kelulusan siswa melalui rapat wali kelas Menentukan kelulusan siswa melalui rapat guru BK Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasi Menyerahkan SKHUN kurang dari 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Menyerahkan SKHUN antara 8 - 14 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Menyerahkan SKHUN antara 15 - 21 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Menyerahkan SKHUN antara 22 - 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Menyerahkan SKHUN lebih dari 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Menyerahkan ijazah kepada siswa sesuai dengan ketentuan waktu yang ditetapkan Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 7 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 8 - 14 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 15 - 21 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 21 hari atau lebih dari ketentuan waktu yang ditetapkan Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI atau hasil Ujian Nasiona Kesetaraan (UNPK) program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru. Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A secara transparan sebagai bahan pertimbangan pen Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pe penerimaan siswa baru Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Tidak menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
  • 155.
    Sekolah/Madrasah memiliki prestasihasil UN yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan tahun terakhir. Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 91% - 100% Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 81% - 90% Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 71% - 80% Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 61% - 70% Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan kurang dari 61% Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UN tahun terakhir. Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional Tiga mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional Dua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional Satu mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional Tidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
  • 156.
  • 164.
    DAFTAR PERTANYAAN VI MTS NEGERI UMBULS STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 165.
    ANYAAN VISITASI RI UMBULSARI STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN EMBALI
  • 166.
    HASIL VISITASI MTS NEGERI UMBULSARI NILAI JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR NO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Standar Isi 001 - 017 17 13 4 45 180 159 11.48 88.33 2 Standar Proses 018 - 029 12 15 4 34 136 127 14.01 93.38 3 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 049 20 13 4 60 240 207 11.21 86.25 Standar Pendidik dan Tenaga 4 050 - 075 26 15 4 72 288 272 14.17 94.44 Kependidikan 5 Standar Sarana dan Prasarana 076 - 103 28 12 4 77 308 293 11.42 95.13 6 Standar Pengelolaan 104 - 123 20 11 4 61 244 231 10.41 94.67 7 Standar Pembiayaan 124 - 148 25 10 4 74 296 148 5.00 50.00 8 Standar Penilaian Pendidikan 149 - 169 21 11 4 61 244 236 10.64 96.72 JUMLAH 169 100 32 484 1936 1673 88.34 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34 KEMBALI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 168.
    GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI MTS NEGERI UMBULSARI 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34 KEMBALI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 169.
  • 170.
    LAPORAN HASIL VIS MI NEGERI BALUN DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 171.
    ASIL VISITASI RI BALUNG ERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR RAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN MBALI
  • 172.
    HASIL PENILAIAN STANDARDISI MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 1 A 4 4 2 A 4 3 3 A 4 3 4 A 4 3 5 A 4 3 6 A 4 3 7 A 4 2 8 A 4 2 9 A 4 4 10 A 4 3 11 A 4 2 12 A 4 4 13 A 4 2 14 A 4 4 15 A 4 4 16 A 4 3 17 A 4 3 18 A 4 3 JUMLAH 72 55
  • 173.
    ANDARD ISI LUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 8 8 16 12 8 16 8 16 16 12 12 12 220
  • 174.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 19 A 4 4 20 A 4 3 21 A 4 3 22 A 4 3 23 A 4 3 24 A 4 3 25 A 4 3 26 A 4 3 27 A 4 2 28 A 4 2 29 A 4 3 JUMLAH 44 32
  • 175.
    DARD PROSES LUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 12 12 8 8 12 128
  • 176.
    HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSA MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 30 A 4 4 31 A 4 3 32 A 4 3 33 A 4 3 34 A 4 3 35 A 4 3 36 A 4 3 37 A 4 2 38 A 4 3 39 A 4 3 40 A 4 4 41 A 4 3 42 A 4 3 43 A 4 3 44 A 4 3 45 A 4 4 46 A 4 4 JUMLAH 68 54
  • 177.
    KOMPETENSI LULUSAN ALUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 12 12 8 12 12 16 12 12 12 12 16 16 216
  • 178.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENDIDIK DAN TENAGA KEPEND MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 47 A 4 4 48 A 4 3 49 A 4 4 50 A 4 4 51 A 4 3 52 A 4 3 53 A 4 3 54 A 4 4 55 A 4 3 56 A 4 3 57 A 4 4 58 A 4 2 59 A 4 3 60 A 4 4 61 A 4 2 62 A 4 2 63 A 4 2 64 A 4 2 65 A 4 1 JUMLAH 76 56
  • 179.
    DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 16 16 12 12 12 16 12 12 16 8 12 16 8 8 8 8 4 224
  • 180.
    HASIL PENILAIAN STANDARDSARANA DAN PRASARANA MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 66 A 4 3 67 A 4 3 68 A 4 3 69 A 4 3 70 A 4 3 71 A 4 4 72 A 4 4 73 A 4 3 74 A 4 3 75 A 4 3 76 A 4 3 77 A 4 4 78 A 4 4 79 A 4 3 80 A 4 4 81 A 4 4 82 A 4 3 83 A 4 3 84 A 4 3 85 A 4 3 86 A 4 2 87 A 4 3 88 A 4 1 89 A 4 2 90 A 4 3 JUMLAH 100 77
  • 181.
    RANA DAN PRASARANA LUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 12 12 12 16 16 12 12 12 12 16 16 12 16 16 12 12 12 12 8 12 4 8 12 308
  • 182.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENGELOLAAN MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 91 A 4 4 92 A 4 4 93 A 4 4 94 A 4 3 95 A 4 3 96 A 4 3 97 A 4 3 98 A 4 3 99 A 4 4 100 A 4 4 101 A 4 3 102 A 4 3 103 A 4 4 104 A 4 3 105 A 4 3 106 A 4 3 107 A 4 3 108 A 4 3 109 A 4 4 110 A 4 3 JUMLAH 80 67
  • 183.
    RD PENGELOLAAN ALUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 12 12 12 12 12 16 16 12 12 16 12 12 12 12 12 16 12 268
  • 184.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPEMBIAYAAN MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 111 A 4 4 112 A 4 4 113 A 4 4 114 A 4 4 115 A 4 4 116 A 4 4 117 A 4 3 118 A 4 3 119 A 4 3 120 A 4 3 121 A 4 2 122 A 4 2 123 A 4 3 124 A 4 3 125 A 4 3 126 A 4 4 127 A 4 2 128 A 4 1 129 A 4 3 130 A 4 2 131 A 4 3 132 A 4 4 133 A 4 3 134 A 4 3 135 A 4 4 JUMLAH 100 78
  • 185.
    ARD PEMBIAYAAN LUNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 16 16 16 12 12 12 12 8 8 12 12 12 16 8 4 12 8 12 16 12 12 16 312
  • 186.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPENILAIAN MI NEGERI BALUNG NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 136 A 4 3 137 A 4 3 138 A 4 4 139 A 4 4 140 A 4 3 141 A 4 3 142 A 4 4 143 A 4 3 144 A 4 2 145 A 4 2 146 A 4 3 147 A 4 3 148 A 4 2 149 A 4 2 150 A 4 3 151 A 4 2 152 A 4 3 153 A 4 2 154 A 4 3 155 A 4 3 156 A 4 3 157 A 4 1 JUMLAH 88 61
  • 187.
    ARD PENILAIAN UNG KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 16 16 12 12 16 12 8 8 12 12 8 8 12 8 12 8 12 12 12 4 244
  • 188.
    1 A A B C D E 2 A A B C D E 3 A A B C D E 4 A A B C D E 5 A A B C D E 6 A A B C D E
  • 189.
    7 A A B C D E 8 A A B C D E 9 A A B C D E 10 A A B C D E 11 A A B C D E 12 A A B C D E 13 A A B C D E
  • 190.
    14 A A B C D E 15 A A B C D E 16 A A B C D E 17 A A B C D E 18 A A B C D E
  • 191.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISI Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP Tidak melaksanakan KTSP Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan melibatkan pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurik disusun oleh BSNP. Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lembaga p tokoh pendidikan setempat Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, dan komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lemba Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dan seluruh guru Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dibantu beberapa orang guru Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP. Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 — 6 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 — 4 prinsip pengembangan KTSP Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 — 2 prinsip pengembangan KTSP Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 — 6 (enam) kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 — 4 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 — 2 kegiatan pokok Tidak mengembangkan kurikulum Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 — 6 prinsip pelaksanaan kurikulum Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 — 4 prinsip pelaksanaan Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 — 2 prinsip pelaksanaan Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah, (2 sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kandepag, dan (5) ins daerah. Melibatkan 4 - 5 pihak Melibatkan 3 pihak Melibatkan 2 pihak Hanya melibatkan 1 pihak Tidak menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal
  • 192.
    Sekolah/Madrasah melaksanakan programpengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling. Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Sekolah/Madrasah menjabarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk setia Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada lampiran Permendiknas 2006. Menerapkan 4 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Tidak menerapkan ketentuan beban belajar Guru mengalokasikan waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur kepada siswa maksimal 40% d tiap mata pelajaran. Sebanyak 76% — 100% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 51% — 75% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 26% — 50% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 1% — 25% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Tidak ada guru yang mengalokasikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Pengembangan KTSP dilaksanakan dengan mengacu kepada: (1) Standar Isi, (2) Standar Kompetensi Lulusan, (3) berpedom penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta (4) memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Dilaksanakan dengan mengacu kepada 4 unsur di atas Dilaksanakan dengan mengacu kepada 3 unsur di atas Dilaksanakan dengan mengacu kepada 2 unsur di atas Dilaksanakan dengan mengacu 1 unsur di atas Tidak mengembangkan KTSP Sekolah/Madrasah mengembangan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pada Panduan Penyusunan KTS Sebanyak 76% — 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah Sebanyak 51% — 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah Sebanyak 26% — 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah Sebanyak 1% — 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
  • 193.
    Dalam mengembangkan KTSP,guru menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diajarkan. Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan sendiri oleh guru bersama-sama guru lain dalam satu sekolah/madrasah Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG) Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Dinas Pendidikan/Kandepag Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan dengan mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah ada Tidak ada guru yang menyusun silabus sendiri Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP. Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran memiliki silabus Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran memiliki silabus Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran memiliki silabus Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran memiliki silabus Tidak ada mata pelajaran yang memiliki silabus Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru. Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih Tidak ada mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan memperhatikan unsur: (1) karakteristik siswa, (2) k pelajaran, dan (3) kondisi satuan pendidikan. Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka dimiliki. Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci dan jelas Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci Menyusun kalender akademik sekolah secara kurang rinci Menyusun kalender akademik sekolah secara tidak rinci Tidak memiliki kalender akademik
  • 194.
  • 200.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B
  • 201.
    C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 202.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSES 19. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak sepuluh mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 7 — 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 4 — 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus Tidak ada mata pelajaran yang memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus 20. RPP disusun dengan memperhatikan 6 prinsip penyusunan. Sebanyak 76% — 100% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan Sebanyak 51% — 75% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan Sebanyak 26% — 50% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan Sebanyak 1% — 25% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan Tidak ada RPP yang memperhatikan prinsip 6 prinsip penyusunan 21. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran 22. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 76% — 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 51% — 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 26% — 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 1% — 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Tidak ada guru yang melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran 23. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik untuk kelas I — III. Kelas I — III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik Kelas I dan II melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik Kelas I dan III atau kelas II dan III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik Kelas I atau II atau III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik Kelas I — III tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik 24. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran untuk kelas IV — VI. Kelas IV — VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran Kelas V dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran Kelas IV dan V atau IV dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran Kelas IV atau V atau VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran Kelas IV — VI tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran 25. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran. Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
  • 203.
    Mencakup 2 tahappemantauan Mencakup 1 tahap pemantauan Tidak pernah melakukan pemantauan 26. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatiha dan konsultasi. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran 27. Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4 aspek, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tindak lanjut. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek Tidak melakukan evaluasi 28. Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite sekolah/madrasah Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja dan dewan guru Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja Tidak menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran 29. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. Sebanyak 76% — 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Sebanyak 51% — 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Sebanyak 26% — 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Sebanyak 1% — 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
  • 204.
  • 208.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 209.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 210.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 211.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 30. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pe keputusan. Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 75,00 atau lebih Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 70,00 — 74,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 65,00 — 69,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 60,00 — 64,99 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek kurang dari 60,00 31. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan, laboratorium, dan internet Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan, dan laboratorium Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar 32. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial. Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memuat kegia yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me dan sosial Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me dan sosial Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan men dan sosial Tidak ada RPP mata pelajaran IPA dan IPS yang memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mengenali sosial 33. Siswa memperoleh pengalaman belajar menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif pemanfaatan sumber belajar berupa; (1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) laboratorium, dan (5) internet. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 5 sumber belajar Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 4 sumber belajar Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 3 sumber belajar Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 2 sumber belajar Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan hanya 1 sumber belajar 34. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis Tidak ada RPP mata pelajaran yang memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis 35. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan fisik Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  • 212.
    Sebanyak 51% —75% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan Tidak ada RPP mata pelajaran yang dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal. Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 4 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 3 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 1 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak melaksanakan atau memfasilitasi kegiatan seni dan budaya lokal 37. Dalam satu tahun terakhir, siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat mematuhi aturan-aturan sosial yang berlak lingkungannya. Tidak ada siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi,dan lainnya) Kurang dari 5% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn Antara 6 — 10% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lain Antara 11 — 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan la Lebih dari 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn 38. Dalam setahun terakhir siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terha negara dan tanah air Indonesia. Sekolah/madrasah mengadakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap b dan tanah air Indonesia Sekolah/madrasah mengadakan 3 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne Indonesia Sekolah/madrasah mengadakan 2 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne Indonesia Sekolah/madrasah mengadakan 1 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne Indonesia Sekolah/madrasah tidak pernah mengadakan kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap ban tanah air Indonesia 39. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatka Sekolah/Madrasah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihan Sekolah/Madrasah setiap bulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan Sekolah/Madrasah setiap triwulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan Sekolah/Madrasah setiap semester menyelenggarakan kegiatan kebersihan Sekolah/Madrasah tidak pernah menyelenggarakan kegiatan Kebersihan 40. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkem Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 4 jenis atau lebih kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai den perkembangan anak Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 3 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap anak Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 2 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap anak Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 1 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap anak Sekolah/madrasah setiap minggu tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap p 41. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial e
  • 213.
    Dalam satu tahunterakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai k agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam suku, ras, dan golongan sosial ekonomi Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam suku, ras, dan golongan sosial ekonomi Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam suku, ras, dan golongan sosial ekonomi Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagama suku, ras, dan golongan sosial ekonomi 42. Siswa memperoleh pengalaman belajar bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong dan menjaga diri sendiri dalam lin dan teman sebaya. Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning) Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning) Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning) Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning) Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning) 43. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidup Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem ba Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem base Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem based learning) 44. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah, serta diskusi dan presentasi Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan dinding, serta diskusi dan presentasi Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l diskusi dan presentasi Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, serta diskusi dan presentasi Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa, diskusi, dan presentasi 45. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan be Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 karya siswa atau lebih Sekolah /Madrasah menghasilkan 3 karya siswa Sekolah /Madrasah menghasilkan 2 karya siswa Sekolah /Madrasah menghasilkan 1 karya siswa Sekolah /Madrasah tidak menghasilkan karya siswa 46. Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UASBN. Rata-rata UASBN lebih dari 8,00 Rata-rata UASBN antara 7,01 — 8,00 Rata-rata UASBN lebih dari 6,01 — 7,00 Rata-rata UASBN lebih dari 5,01 — 6,00 Rata-rata UASBN lebih rendah 5,01
  • 214.
  • 220.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 221.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 222.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 223.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 47. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum. Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI Kurang dari 51% guru berpendidikan setingkat atau di bawah DII PGSD/PGMI 48. Guru agama, guru pendidikan jasmani, dan guru kesenian mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya Hanya 2 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya Hanya 1 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya Tidak ada guru yang sesuai dengan mata pelajaran, tetapi diajarkan oleh tenaga dari institusi lain yang relevan. Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru kelas 49. Guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Tidak ada guru yang memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran 50. Guru memiliki kompetensi kepribadian sebagai agen pembelajaran. Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi kepribadian Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi kepribadian Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi kepribadian Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi kepribadian Tidak ada guru yang memiliki kompetensi kepribadian 51. Guru berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan m Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, antara guru dan orangtua siswa Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah Adanya dialog dalam rapat dewan guru Tidak pernah diadakan rapat 52. Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya. Rata-rata kehadiran guru 96% — 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 91% — 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 86% — 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 81% — 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya 53. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala s Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
  • 224.
    Berstatus sebagai guru,memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah 54. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV). Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, dan memiliki sertifikat pendidik Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, tetapi tidak memiliki sertifikat pend Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan non-PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, t sertifikat pendidik Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV nonkependidikan, dari perguruan tinggi tidak terakreditasi, dan tidak pendidik Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan 55. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun. Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih Memiliki pengalaman mengajar 3 — 4 tahun Memiliki pengalaman mengajar 2 — 3 tahun Memiliki pengalaman mengajar 1 — 2 tahun Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun 56. Kepala sekolah/madrasah memiliki kompetensi kepribadian. Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 6 unsur Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 4 — 5 unsur Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 2 — 3 unsur Memiliki kompetensi kepribadian hanya 1 unsur Tidak memiliki kompetensi kepribadian 57. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. Sebanyak 76%— 100% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir Sebanyak 51% — 75% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir Sebanyak 26% — 50% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir Sebanyak 1% — 25% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir Tidak ada lulusan yang diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi pada 3 tahun terakhir 58. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewira mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 76% — 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara m Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 51% — 75% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 26% — 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 1% — 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara man Tidak mampu mengelola kegiatan produksi/jasa 59. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah,ber kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. Mampu bekerjasama dengan 4 pihak atau lebih Mampu bekerjasama dengan 3 pihak Mampu bekerjasama dengan 2 pihak Mampu bekerjasama dengan 1 pihak Tidak mampu bekerjasama dengan pihak manapun 60. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
  • 225.
    Melakukan supervisi danmonitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% — 100% dari kegiatan monitoring direncanakan Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% — 75% dari kegiatan monitoring y Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% — 50% dari kegiatan monitoring y Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% — 25% dari kegiatan monitoring ya Tidak melakukan supervisi dan monitoring 61. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sedera Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan menenga Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau le tetapi semuanya tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Tidak ada tenaga administrasi 62. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang semuanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai d Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki latar belakang pendidikan sesua Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya, ata tetapi semuanya tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasny Tidak ada tenaga administrasi 63. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikanmenengah atau yang sederajat. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki kualifikasi pendidikan menengah Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan meneng Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederaja Tidak ada tenaga perpustakaan 64. Tenaga perpustakaan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpustakaan. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki surat penugasan sebagai penan perpustakaan Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki surat penugasan sebagai pen perpustakaan Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang dan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpu Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang tetapi tidak memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawa Tidak ada tenaga yang diberi tugas sebagai penanggung jawab perpustakaan 65. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus, yaitu: (1) penjaga sekolah/madrasah, (2) tukang kebun, (3) tenaga ke pengemudi, dan (5) pesuruh. Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus Tidak memiliki tenaga layanan khusus
  • 226.
  • 232.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 233.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 234.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 235.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 236.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 66. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuaidengan rasio jumlah siswa. Memiliki lahan seluas 76% — 100% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa atau lebih Memiliki lahan seluas 51% — 75% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa Memiliki lahan seluas 26% — 50% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa Memiliki lahan seluas 1% — 25% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa Tidak tersedia lahan 67. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselam memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, dan memiliki akses untu dalam keadaan darurat Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki aks penyelamatan dalam keadaan darurat Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya y kesehatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat Berada di lokasi aman, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, mengancam keselamatan jiwa akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat Berada di lokasi yang tidak aman, tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tidak terhindar dari po mengancam keselamatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat 68. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran kebisingan Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air dan pencemaran udara Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air. Tidak berada di lokasi yang aman dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan 69. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari atas tanah, dan ijin mendirikan bangunan. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas ta mendirikan bangunan Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak ata memiliki ijin mendirikan bangunan Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dar atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya tetapi memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan dar atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan Tidak Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, tidak memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan d atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan 70. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa dan lantai gedung. Memiliki lantai seluas 76% — 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih Memiliki lantai seluas 51% — 75% dari ketentuan luas minimal Memiliki lantai seluas 26% — 50% dari ketentuan luas minimal Memiliki lantai seluas 1% — 25% dari ketentuan luas minimal Tidak memiliki gedung sendiri
  • 237.
    71. Bangunan sekolah/madrasahmemiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya petir. Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, tetapi tidak dilengkapi deng pencegahan bahaya petir Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dileng sistem pencegahan bahaya petir Memiliki struktur yang stabil, tetapi tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dile sistem pencegahan bahaya petir Memiliki struktur yang tidak stabil, tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilen sistem pencegahan bahaya petir 72. Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2) sa atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan. Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas. 73. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai Memiliki ventilasi udara yang memadai tetapi tidak memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai Memiliki ventilasi udara yang tidak memadai, tetapi memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai Memiliki ventilasi udara dan ventilasi pencahayaan yang tidak memadai Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan 74. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt. Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt atau lebih Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 900 watt Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 450 watt Tidak memiliki instalasi listrik dan tidak menggunakan sumber daya lain 75. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izinpenggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan 76. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan secara berkala baik pemeliharaan ringan maupun berat terhadap bangunan s Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat Tidak pernah melakukan pemeliharaan 77. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana sesuai dengan ketentuan: (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribadah, (7) ruang UKS, (8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi.
  • 238.
    Memiliki (1) ruangkelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad (8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang guru, dan (5) jamban Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3), ruang guru, dan (4) jamban Tidak memiliki prasarana sendiri. 78. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan Memiliki sejumlah ruang kelas dan sarana sesuai dengan ketentuan tetapi ukuran ruang kelas tidak sesuai dengan ketentuan Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri 79. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su perabot, media pendidikan, dan perlengkapan lain Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su dan perabot Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan dan buku pengayaan Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks Tidak memiliki perpustakaan 80. Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 — 5 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 — 10 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih Tidak memiliki buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Mendiknas 81. Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Sebanyak 8 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 6 — 7 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 4 — 5 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas Tidak ada mata pelajaran yang menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas 82. Sekolah/Madrasah memiliki laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan sarana laboratorium IPA lengkap. Memiliki laboratorium IPA dengan 1 almari atau lebih dan memiliki 13 jenis sarana atau lebih Memiliki laboratorium IPA, dengan 1 almari dan memiliki 8 — 12 sarana Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 4 — 7 sarana Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 1 — 3 sarana Tidak memiliki laboratorium IPA 83. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang pimpinan 84. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
  • 239.
    Memiliki ruang gurudengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang guru 85. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketent Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki tempat beribadah 86. Sekolah/Madrasah memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang UKS/M 87. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai dengan ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki jamban 88. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki gudang 89. Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi kualitasnya tidak sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi kualitasnya sesuai ketentuan Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki ruang sirkulasi 90. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
  • 240.
  • 248.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 249.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 250.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 251.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAAN 91. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan visi 92. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan misi 93. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan 94. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan salah satunya sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan keduanya belum disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan, baik sudah maupun belum disosialisasikan Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan 95. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami o terkait. Memiliki pedoman yang mengatur 7 atau lebih aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki pedoman yang mengatur 5 atau 6 aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki pedoman yang mengatur 3 atau 4 aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki pedoman yang mengatur 1 atau 2 aspek pengelolaan secara tertulis Tidak memiliki pedoman yang mengatur pengelolaan secara tertulis 96. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas Tidak memiliki struktur organisasi 97. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. Sebanyak 76% — 100% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
  • 252.
    Sebanyak 51% —75% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan Sebanyak 26% — 50% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan Sebanyak 1% — 25% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan Tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan 98. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan. Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan Melaksanakan 3 jenis kegiatan kesiswaan Melaksanakan 2 jenis kegiatan kesiswaan Melaksanakan 1 jenis kegiatan kesiswaan Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan 99. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran 100. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan 101. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana Mengelola 3 program sarana dan prasarana Mengelola 2 program sarana dan prasarana Mengelola 1 program sarana dan prasarana Tidak mengelola program sarana dan prasarana 102. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan. Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan 103. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Tidak melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif 104. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelo Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain y pengelolaan pendidikan
  • 253.
    Memiliki 3 dokumententang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva pengelolaan pendidikan Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva pengelolaan pendidikan Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva pengelolaan pendidikan Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang r pengelolaan pendidikan 105. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan Memiliki 3 dokumen program pengawasan Memiliki 2 dokumen program pengawasan Memiliki 1 dokumen program pengawasan Tidak memiliki dokumen program pengawasan 106. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri. Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester Tidak melaksanakan evaluasi diri 107. Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan 108. Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi. Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi Tidak mempersiapkan 1 unsur pun pelaksanaan akreditasi 109. Kepala Sekolah/Madrasah melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepemimpinan sesuai dengan standar yang Melaksanakan 15 — 18 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah Melaksanakan 11 — 14 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah Melaksanakan 6 — 10 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah Melaksanakan 1 — 5 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah Tidak melaksanakan tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah 110. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untukmendukung administrasi pendidikan. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus Tidak memiliki sistem informasi
  • 254.
  • 260.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 261.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C
  • 262.
    D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D
  • 263.
    E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 264.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAAN 111. Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 (satu) tahun ter Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana 112. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M). Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/ Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/ Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan 113. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan pen Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% — 100% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% — 90% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% — 80% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 70% modal kerja Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja 114. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain pendidik pada tahun be Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada t Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga pendidik pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai pada tahun berjalan Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tahun b yang direncanakan 115. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain tenaga kependidikan pa Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependi berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga kependidikan pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga kependidikan pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai kependidikan pada tahun berjalan Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan 116. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk satu tahun terakh Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
  • 265.
    Membelanjakan biaya sebanyak51% — 75% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran Tidak membelanjakan alokasi biaya anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran 117. Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Membelanjakan dana sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan Membelanjakan dana sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan Membelanjakan dana sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan Membelanjakan dana sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan Tidak membelanjakan alokasi dana anggaran kegiatan kesiswaan 118. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat tulis 119. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir 120. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun te Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir 121. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir 122. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas Tidak membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas 123. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
  • 266.
    Membelanjakan biaya sebanyak1% — 25% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian Tidak membelanjakan alokasi biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian 124. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan daya dan jasa 125. Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung untuk satu tahun terakh Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung Tidak membelanjakan alokasi biaya untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung 126. Biaya operasi sekolah digunakan untuk: (1) kesejahteraan warga sekolah/madrasah, (2) pengembangan guru dan tenaga sarana prasarana, (4) pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, dan (5) kegiatan ketatausahaan. Selama setahun terakhir digunakan untuk 4 — 5 pos Selama setahun terakhir digunakan untuk 3 pos Selama setahun terakhir digunakan untuk 2 pos Selama setahun terakhir digunakan hanya untuk 1 pos Selama setahun terakhir belum digunakan 127. Sekolah/Madrasah memungut biaya pendidikan. Seluruh siswa tidak dipungut biaya pendidikan Sebanyak 1% — 25% siswa dipungut biaya pendidikan Sebanyak 26% — 50% siswa dipungut biaya pendidikan Sebanyak 51% — 75% siswa dipungut biaya pendidikan Sebanyak 76% — 100% siswa dipungut biaya pendidikan 128. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang setiap awal tahun pelajaran. Tidak ada seorangpun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 1% — 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 26% — 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 51% — 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 76% — 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran 129. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampu Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80 — 89% siswa kurang mampu Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70 — 79% siswa kurang mampu Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu Tidak melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu 130. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
  • 267.
    Melakukan 4 jenisatau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah 131. Pengambilan keputusan sekolah/madrasah untuk menarik atau tidak menarik dana dari masyarakat dilakukan dengan m penyelenggara pendidikan/ yayasan, (2) kepala sekolah/madrasah, (3) komite sekolah/madrasah, (4) perwakilan guru, dan (5) kependidikan. Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 4 unsur yang terkait atau lebih Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 3 unsur yang terkait Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 2 unsur yang terkait Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan hanya 1 unsur yang terkait Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan sekolah/madrasah lainnya 132. Pengelolaan dana dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, danakuntabel. Dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel Dilakukan secara sistematis, transparan, dan efisien, tetapi tidak akuntabel Dilakukan secara sistematis dan transparan tetapi tidak efisien dan akuntabel Dilakukan secara sistematis tetapi tidak transparan, efisien, dan akuntabel Tidak sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel 133. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan 134. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional. Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir Memiliki pembukuan biaya operasi secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki pembukuan biaya operasional 135. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada peme yayasan. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
  • 268.
  • 276.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B
  • 277.
    C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 278.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D
  • 279.
    E A A B C D E A A B C D E
  • 280.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIAN 136. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada sem berjalan. Sebanyak 76% — 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 51% — 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 26% — 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 1% — 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Tidak ada guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa 137. Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD). Sebanyak 96% — 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 91% — 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 86% — 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 81% — 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD 138. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 86% — 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 71% — 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 56% — 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 41% — 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian 139. Guru menggunakan berbagai teknik penilaian. Sebanyak 86% — 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 71% — 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 56% — 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Sebanyak 41% — 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian 140. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 86% — 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 71% — 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 56% — 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 41% — 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa 141. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik. Sebanyak 86% — 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 71% — 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 56% — 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 41% — 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 86% — 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 71% — 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
  • 281.
    Sebanyak 56% —70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 41% — 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran 143. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam ben prestasi belajar siswa. Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 95% — 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 90% — 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Sebanyak 85% — 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah 144. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama 145. Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk m akhir semester. Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan 146. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang diha pelajaran, guru kelas, dan kepala sekolah Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh g kepala sekolah Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh s kepala sekolah Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas tanpa melalui rapat Sekolah/Madrasah tidak mengkoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester 147. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat. Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran Menentukan kriteria kenaikan kelas melaui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan sebagian guru Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh kepala sekolah tanpa melalui rapat Tidak ada kriteria kenaikan kelas secara jelas 148. Sekolah/madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan ja dan kesehatan. Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat Ditetapkan oleh guru
  • 282.
    149. Sekolah/Madrasah menentukannilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kep Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru mata pelajaran Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat Ditetapkan oleh guru 150. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku lap Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa 151. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 — 40 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari setelah akhir semester 152. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah/madrasah Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas dan kepala sekolah/madrasah, tanpa guru mata pelajaran Menentukan kelulusan melalui rapat dihari oleh perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasah Menentukan kelulusan tanpa melalui rapat Tidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan 153. Sekolah/Madrasah menentukan nilai rata-rata sebagai kriteria kelulusan UASBN. Lebih besar dari 6,00 Antara 5,01 — 6,00 Antara 4,01 — 5,00 Antara 3,01 — 4,00 Lebih kecil dari 3,01 154. Sekolah/Madrasah menentukan nilai minimal mata pelajaran sebagai kriteria kelulusan UASBN. Lebih besar dari 5,00 Antara 4,01 — 5,00 Antara 3,01 — 4,00 Antara 2,01 — 3,00 Lebih kecil dari 2,01 155. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKH siswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
  • 283.
    Lebih dari 28hari setelah pengumuman hasil ujian 156. Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus. Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Antara 8 — 14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag 157. Sekolah/Madrasah menerima siswa baru dengan menggunakan berbagai pertimbangan. Penerimaan siswa baru hanya mempertimbangkan usia Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggal Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan tes masuk Penerimaan siswa baru mempertimbangkan unsur usia, jarak tempat tinggal, dan sertifikat tamat TK/RA Penerimaan siswa baru tidak mempertimbangkan persyaratan apa pun
  • 284.
  • 292.
    DAFTAR PERTANYAAN VI MI NEGERI BALUNG STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 293.
    ANYAAN VISITASI RI BALUNG STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN EMBALI
  • 294.
    HASIL VISITASI MI NEGERI BALUNG JUMLAH NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR NO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM BUTIR 1 2 3 4 5 6 7 1 Standar Isi 001 - 018 18 15 4 55 2 Standar Proses 019 - 029 11 15 4 32 3 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 046 17 13 4 54 Standar Pendidik dan Tenaga 4 047 - 065 19 15 4 56 Kependidikan 5 Standar Sarana dan Prasarana 066 - 090 25 11 4 77 6 Standar Pengelolaan 091 - 110 20 10 4 67 7 Standar Pembiayaan 111 - 135 25 10 4 78 8 Standar Penilaian Pendidikan 136 - 157 22 11 4 61 JUMLAH 157 100 32 480 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 295.
    NG NILAI JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN 8 9 10 11 220 220 15.00 100.00 128 128 15.00 100.00 216 216 13.00 100.00 224 224 15.00 100.00 308 308 11.00 100.00 268 268 10.00 100.00 312 312 10.00 100.00 244 244 11.00 100.00 1920 1920 100.00 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 297.
    GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI MI NEGERI BALUNG 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelo Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 100.00 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 298.
    ASI n Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan a dan Prasarana Standar Pembiayaan KEMBALI
  • 299.
    LAPORAN HASIL VIS TK DARMA WANIT DAFTAR PERTANYAAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN HASIL VISITASI GRAFIK STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 300.
    AN HASIL VISITASI DARMA WANITA DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN HASIL VISITASI GRAFIK STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN DAN KEMBALI PEMBIAYAAN
  • 301.
    HASIL PENILAIAN STANDARTINGKAT PENCAPAIAN PE TK DARMA WANITA JAWABAN JAWABAN SKOR BUTIR SKOR BUTIR NO BUTIR USIA 4 - 5 USIA 5 - 6 PEROLEHAN PEROLEHAN 1 2 3 1 A A 4 4 2 A A 4 4 3 A A 4 4 4 A A 4 4 5 A A 4 4 6 A A 4 4 7 A A 4 4 8 A A 4 4 9 A A 4 4 10 A A 4 4 11 A A 4 4 JUMLAH 44 44 RATA - RATA
  • 302.
    AT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN AWANITA KEMBALI SKOR SKOR BOBOT BUTIR TERTIMBANG TERTIMBANG PEROLEHAN PEROLEHAN 4 4 5 4 16 16 3 12 12 3 12 12 4 16 16 4 16 16 3 12 12 3 12 12 3 12 12 3 12 12 2 8 8 3 12 12 35 140 140 140
  • 303.
    HASIL PENILAIAN STANDARPENDIDIK DAN TENAGA K TK DARMA WANITA NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 12 A 4 13 A 4 14 A 4 15 A 4 16 A 4 17 A 4 18 A 4 19 A 4 20 A 4 21 A 4 22 A 4 23 A 4 24 A 4 25 A 4 26 A 4 27 A 4 28 A 4 29 A 4 30 A 4 31 A 4 32 A 4 33 A 4 34 A 4 35 A 4 36 A 4 37 A 4 38 A 4 39 A 4 40 A 4 41 A 4 42 A 4 43 A 4 44 A 4 45 A 4 46 A 4 47 A 4 48 A 4 49 A 4 50 A 4 51 A 4 52 A 4
  • 304.
    53 A 4 54 A 4 55 A 4 56 A 4 57 A 4 JUMLAH 184
  • 305.
    R PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN K DARMA WANITA KEMBALI BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 4 5 4 16 2 8 3 12 4 16 3 12 3 12 3 12 2 8 4 16 3 12 2 8 4 16 4 16 2 8 4 16 2 8 2 8 3 12 3 12 2 8 3 12 3 12 3 12 2 8 2 8 4 16 3 12 4 16 2 8 2 8 3 12 3 12 2 8 4 16 3 12 4 16 4 16 2 8 4 16 3 12 4 16
  • 306.
    3 12 3 12 2 8 2 8 1 4 134 536
  • 307.
    HASIL PENILAIAN STANDARISI, PROSES, PENILAIAN TK DARMA WANITA NO BUTIR JAWABAN BOBOT BUTIR 1 2 4 58 A 4 59 A 3 60 A 3 61 A 2 62 A 2 63 A 2 64 A 3 65 A 2 66 A 4 67 A 2 68 A 3 69 A 3 70 A 3 71 A 2 72 A 3 73 A 3 74 A 4 75 A 2 76 A 2 77 A 3 78 A 3 79 A 2 80 A 4 81 A 3 82 A 2 83 A 3 84 A 2 85 A 3 86 A 2 87 A 2 88 A 2 JUMLAH 83
  • 308.
    NDAR ISI, PROSES,PENILAIAN RMA WANITA KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 8 8 8 12 8 16 8 12 12 12 8 12 12 16 8 8 12 12 8 16 12 8 12 8 12 8 8 8 332
  • 309.
    HASIL PENILAIAN STANDAR S PRASARANA, PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN TK DARMA WANITA NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 89 A 4 4 90 A 4 3 91 A 4 4 92 A 4 4 93 A 4 3 94 A 4 1 95 A 4 4 96 A 4 3 97 A 4 2 98 A 4 4 99 A 4 3 100 A 4 3 101 A 4 3 102 A 4 3 103 A 4 1 104 A 4 4 105 A 4 3 JUMLAH 68 52
  • 310.
    STANDAR SARANA DAN ANPEMBIAYAAN KEMBALI ITA SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 16 16 12 4 16 12 8 16 12 12 12 12 4 16 12 208
  • 311.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 312.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 313.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C
  • 314.
    D E A A B C D E A A B C D E
  • 315.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN A. UMUR 4 — 5 TAHUN 1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama 2. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar. Sebanyak 81% — 100 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar Sebanyak 41% — 60 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar 3. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus 4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d berat badan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaianantara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera badan 5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain 6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
  • 316.
    7. Peserta didikTK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf 8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa 9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa. Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa 10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan. Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan 11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan B. USIA 5 — 6 TAHUN 1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama Kurang dari 21% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama 2. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
  • 317.
    3. Peserta didikTK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus Sebanyak 60% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus 4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d berat badan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da berat badan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera badan 5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konseppengetahuan umum dan sains Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains 6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola 7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Sebanyak 21 % — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf 8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa 9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa. Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
  • 318.
    Sebanyak 21% —40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa 10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan. Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan 11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan. Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
  • 319.
  • 323.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D
  • 324.
    E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 325.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 326.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 327.
    B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 328.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C
  • 329.
    D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A
  • 330.
  • 331.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN A. Guru TK/RA 12. Guru TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV). Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikolo yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini ataupsikolo yang diperoleh dari program studi yang tidak terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) kependidikan tetapi bukan dari bidang anak usia din atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) nonkependidikan Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) 13. Guru TK/RA menguasai aspek-aspek karakteristik peserta didik. Menguasai 6 aspek karakteristik peserta didik Menguasai 5 aspek karakteristik peserta didik Menguasai 4 aspek karakteristik peserta didik Menguasai 3 aspek karakteristik peserta didik Menguasai 1—2 aspek karakteristik peserta didik 14. Guru TK/RA menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Dalam 1 tahun terakhir terlibat lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik Dalam 1 tahun terakhir terlibat 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik Dalam 1 tahun terakhir terlibat 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik Dalam 1 tahun terakhir terlibat 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik Dalam 1 tahun terakhir terlibat kurang dari 2 kali peningkatan kompetensi pedagogik 15. Guru mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan. Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1 tahun Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1 semester Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester Tidak mengembangkan kurikulum 16. Guru TK/RA menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik. Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak lebih dari 9 kali Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 8 — 9 kali Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 6 — 7 kali Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 4 — 5 kali Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak kurang dari 4 kali 17. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan melalui bermain yang mendidik. Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak lebih dari 9 kali Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 8 — 9 kali Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 6 — 7 kali Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 4 — 5 kali
  • 332.
    Selama 1 semester,memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak kurang dari 4 kali 18. Guru TK/RA memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak lebih dari 9 kali Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 8 — 9 kali Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 6 — 7 kali Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 4 — 5 kali Selama 1 semester, melatih kreativitas anak didik sebanyak kurang dari 4 kali 19. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. Mampu melakukan 4 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik Mampu melakukan 3 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik Mampu melakukan 2 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik Mampu melakukan 1 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik Tidak mampu melakukan komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik 20. Guru TK/RA menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar. Menyelenggarakan lebih dari 4 jenis penilaian Menyelenggarakan 4 jenis penilaian Menyelenggarakan 3 jenis penilaian Menyelenggarakan 2 jenis penilaian Menyelenggarakan 1 jenis penilaian 21. Guru TK/RA memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pembelajaran. Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kali tindak lanjut Dalam 1 semester melakukan 3 kali tindak lanjut Dalam 1 semester melakukan 2 kali tindak lanjut Dalam 1 semester melakukan 1 kali tindak lanjut Tidak memanfaatkan hasil penilaian 22. Guru TK/RA melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui bermain. Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran Dalam 1 semester melakukan 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran Dalam 1 semester melakukan 2 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran Dalam 1 semester melakukan 1 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran Tidak melakukan kegiatan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran 23. Guru TK/RA bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran peraturan TK/RA Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran peraturan TK/RA Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran peraturan TK/RA Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA 24. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria baik Selama 4 tahun terakhir, 1 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik Selama 4 tahun terakhir, 2 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik Selama 4 tahun terakhir, 3 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
  • 333.
    25. Guru TK/RAmenampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. Menampilkan 5 unsur kematangan pribadi Menampilkan 4 unsur kematangan pribadi Menampilkan 3 unsur kematangan pribadi Menampilkan 2 unsur kematangan pribadi Menampilkan 1 unsur kematangan pribadi 26. Guru TK/RA menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi pendidik, dan rasa percaya diri. Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap 27. Guru TK/RA menjunjung tinggi kode etik profesi. Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran kode etik profesi Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran kode etik profesi Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran kode etik profesi Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran kode etik profesi Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran kode etik profesi 28. Guru TK/RA bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif. Dalam 1 semester melakukan lebih dari 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural Dalam 1 semester melakukan 6 — 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural Dalam 1 semester melakukan 4 — 5 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural Dalam 1 semester melakukan 2 — 3 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural Dalam 1 semester melakukan kurang dari 2 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural 29. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, guru dan komite TK/RA, serta pertemuan antara guru dan orangtua siswa Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, serta guru dan komite TK/RA Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala TK/RA Adanya rapat dewan guru Tidak pernah diadakan rapat 30. Guru TK/RA beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial buday Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikutilebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 — 8 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan Tidak mampu menggunakan bahasa daerah 31. Guru TK/RA berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 8 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain Dalam 1 tahun mengikuti 6 — 8 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain Dalam 1 tahun mengikuti 4 — 5 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain Dalam 1 tahun mengikuti 2 — 3 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain Dalam 1 tahun mengikuti kurang dari 2 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
  • 334.
    32. Guru TK/RAmenguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan sebagai bagian kompetensi profesional. Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional. Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional 33. Guru TK/RA menguasai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) bidang pengembangan. Menguasai 5 bidang pengembangan Menguasai 4 bidang pengembangan Menguasai 3 bidang pengembangan Menguasai 2 bidang pengembangan Menguasai 1 bidang pengembangan 34. Guru TK/RA mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Selama 1 semester mengembangkan lebih dari 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru Selama 1 semester mengembangkan 7 — 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru Selama 1 semester mengembangkan 4 — 6 media pembelajaran hasil kreativitas guru Selama 1 semester mengembangkan 1 — 3 kali media pembelajaran hasil kreativitas guru Tidak pernah mengembangkan media pembelajaran hasil kreativitas guru 35. Guru TK/RA mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak lebih dari 3 kali Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 3 kali Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 kali Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 1 kali Dalam 2 tahun terakhir tidak pernah melakukan penelitian tindakan kelas 36. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Selama 1 semester memanfaatkan internet lebih dari 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri Selama 1 semester memanfaatkan internet 7 — 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri Selama 1 semester memanfaatkan internet 4 — 6 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri Selama 1 semester memanfaatkan internet 1 — 3 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri Tidak pernah memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri B. Guru Pendamping TK/RA 37. Guru pendamping TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan. Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang terakredita atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA minimal 5 tahun Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang tidak terakreditasi, atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA antara 3 — 4 tah Memiliki ijazah SMA/sederajat tetapi tidak memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA dan berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA antara 1 — 2 tahun Memiliki ijazah SMA/sederajat tidak berpengalaman sebagai guru TK/RA dan berpengalaman kurang dari 3 tahun sebagai gur pendamping TK/RA Memiliki ijazah SMP/sederajat 38. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak. Dalam buku supervisi rata-rata tidak terdapat catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikolo anak
  • 335.
    Dalam buku supervisirata-rata terdapat 1 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis anak Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 2 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis anak Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis anak Dalam buku supervisi rata-rata terdapat lebih dari 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis anak 39. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak. Semua guru pendamping bertindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku dan telah dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun diberi kesempatan memperbaik dan dilakukan pembinaan Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun hanya diberikan peringatan tertu Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun tidak diberikan sanksi apa pun 40. Guru pendamping TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur (jujur dan bertanggung jawab). Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester, tetapi semuanya tidak lengkap 41. Guru pendamping TK/RA menguasai tahapan perkembangan anak sebagai bagian kompetensi profesional. Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional 42. Guru pendamping TK/RA menguasai pertumbuhan dan perkembangan anak. Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosi, dan moral agama Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosialemosi, dan moral agama Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosialemosi, dan moral agama Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosialemosi, dan moral agama Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa sosial-emosi, dan moral agama 43. Guru pendamping TK/RA memahami pemberian rangsangan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. Dalam 1 minggu memberikan 6 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan Dalam 1 minggu memberikan 5 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan Dalam 1 minggu memberikan 4 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan Dalam 1 minggu memberikan 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan Dalam 1 minggu memberikan kurang dari 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan 44. Guru pendamping TK/RA membangun kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan an
  • 336.
    Selama 1 semestermelakukan lebih dari 9 kali kerjasama dengan orang tua Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kerjasama dengan orang tua Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kerjasama dengan orang tua Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kerjasama dengan orang tua Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kerjasama dengan orang tua 45. Guru pendamping TK/RA menyusun program kegiatan. Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1 tahun Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1 semester Memiliki Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan Memiliki Program Kegiatan Semester Tidak memiliki progam kegiatan 46. Guru pendamping TK/RA melaksanakan proses pengasuhan dan pendidikan. Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap 47. Guru pendamping TK/RA melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pengasuhan dan pendidikan. Melaksanakan 5 jenis kegiatan penilaian Melaksanakan 4 jenis kegiatan penilaian Melaksanakan 3 jenis kegiatan penilaian Melaksanakan 2 jenis kegiatan penilaian Melaksanakan 1 jenis kegiatan penilaian 48. Guru pendamping TK/RA mampu beradaptasi dengan lingkungan TK/RA dan masyarakat. Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti lebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 —8 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan Tidak mampu menggunakan bahasa daerah setempat 49. Guru pendamping TK/RA mengkomunikasikan program pembelajaran kepada orangtua peserta didik. Dalam 1 semester rata-rata sebanyak lebih dari 4 kali Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 4 kali Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 3 kali Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 2 kali Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 1 kali C. Kepala TK/RA 50. Kepala TK/RA memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dan memenuhi 5 kualifikasi lainnya. Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi terakreditasi dan memenuhi 4 — kualifikasi lainnya Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi yang belum terakreditasi dan memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya Memiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 4 — 5 kualifikasi lainnya
  • 337.
    Memiliki ijazah DiplomaII PGTK/RA dan memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya Memiliki ijazah di bawah Diploma II PGTK/RA 51. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kepribadian. Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA 52. Kepala TK/RA memiliki kompetensi manajerial. Menyelenggarakan 7 — 8 kegiatan pengembangan lembaga Menyelenggarakan 5 — 6 kegiatan pengembangan lembaga Menyelenggarakan 3 — 4 kegiatan pengembangan lembaga Menyelenggarakan 1 — 2 kegiatan pengembangan lembaga Tidak menyelenggarakan kegiatan pengembangan lembaga 53. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kewirausahaan. Mengelola lebih dari 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik Mengelola 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik Mengelola 3 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik Mengelola 1 — 2 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik Tidak memiliki kompetensi kewirausahaan 54. Kepala TK/RA melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi. Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi 55. Kepala TK/RA mempunyai kompetensi sosial. Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan sosial Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan sosial Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan sosial Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan sosial Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan sosial D. Tenaga administrasi 56. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik SMA atau yang sederajat dan memiliki keterampilan lain yang sesuai. Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat, memiliki kemampuan aplikasi komputer, dan memiliki kemampuan pembuku dan kesekretariatan Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan pembukuan dan kesekretariatan Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan aplikasi komputer Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat tetapi tidak memiliki keterampilan lain yang sesuai Memiliki kualifikasi akademik di bawah SMA atau sederajat 57. Tenaga administrasi melaksanakan tugas pokok sesuai dengan kualifikasinya. Melaksanakan lebih dari 4 tugas pokok
  • 338.
    Melaksanakan 4 tugaspokok Melaksanakan 3 tugas pokok Melaksanakan 2 tugas pokok Melaksanakan 1 tugas pokok
  • 339.
  • 347.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D
  • 348.
    E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 349.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C
  • 350.
    D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B
  • 351.
    C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 352.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR ISI, PROSES, DAN PENILAIAN A. STANDAR ISI 58. Struktur program kegiatan di TK/RA mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan. Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan disusun mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan 59. TK/RA menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan. Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 4 lingkup pengembangan Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 3 lingkup pengembangan Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 2 lingkup pengembangan Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 1 lingkup pengembangan 60. TK/RA menyusun Struktur Program Kegiatan secara terpadu dengan pendekatan tematik. Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan yang disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik 61. Alokasi waktu belajar kelompok usia 4 — 6 tahun di TK/RA diselenggarakan sesuai dengan ketentuan BSNP. Diselenggarakan 900 menit atau lebih perminggu Diselenggarakan antara 850—899 menit perminggu Diselenggarakan antara 840—849 menit perminggu Diselenggarakan antara 830—839 menit perminggu Diselenggarakan kurang dari 830 menit perminggu 62. TK/RA memiliki rombongan belajar dengan jumlah peserta didik sesuai ketentuan. Rasio guru dengan peserta didik 1 : 20 atau lebih kecil Rasio guru dengan peserta didik 1 : 21— 22 Rasio guru dengan peserta didik 1 : 23—14 Rasio guru dengan peserta didik 1 : 25—26 Rasio guru dengan peserta didik 1 : 27 atau lebih besar 63. TK/RA memiliki kalender pendidikan untuk pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun. Memuat 5 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran Memuat 4 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran Memuat 3 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran Memuat 2 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
  • 353.
    Memuat 1 macampengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran B. Standar Proses 64. TK/RA mengembangkan rencana pembelajaran. Rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH) Rata-rata setiap bulan terdapat 16 — 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH) Rata-rata setiap bulan terdapat 11—15 Rencana Kegiatan Harian (RKH) Rata-rata setiap bulan terdapat 6 —10 Rencana Kegiatan Harian (RKH) Rata-rata setiap bulan terdapat kurang dari 6 Rencana Kegiatan Harian (RKH) 65. TK/RA menerapkan 5 prinsip pembelajaran. Menerapkan 5 prinsip pembelajaran Menerapkan 4 prinsip pembelajaran Menerapkan 3 prinsip pembelajaran Menerapkan 2 prinsip pembelajaran Menerapkan 1 prinsip pembelajaran 66. TK/RA mengorganisasikan perencanaan pembelajaran. Mengorganisasikan 5 aspek perencanaan pembelajaran Mengorganisasikan 4 aspek perencanaan pembelajaran Mengorganisasikan 3 aspek perencanaan pembelajaran Mengorganisasikan 2 aspek perencanaan pembelajaran Mengorganisasikan 1 aspek perencanaan pembelajaran 67. Penataan lingkungan bermain mampu menciptakan suasana: (1) aman, (2) nyaman, (3) bersih, (4) sehat, dan (5) menarik Mampu menciptakan 5 suasana bermain Mampu menciptakan 4 suasana bermain Mampu menciptakan 3 suasana bermain Mampu menciptakan 2 suasana bermain Mampu menciptakan 1 suasana bermain 68. Alat Permainan Edukatif (APE) memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan. Sebanyak 81% — 100% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan Sebanyak 61% — 80% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan Sebanyak 41% — 60% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan Sebanyak 21% — 40% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan Kurang dari 21% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan 69. Alat Permainan Edukatif (APE) dirancang dengan memanfaatkan lingkungan. Sebanyak 81% — 100% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan Sebanyak 61% — 80% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan Sebanyak 41% — 60% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan Sebanyak 21% — 40% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan Kurang dari 21% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan 70. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar ruangan.
  • 354.
    Dalam 1 bulanterakhir sebanyak 16 atau lebih Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya sesuai dengan tema pembelajaran Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 13 — 15 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yangsesuai dengan tema pembelajaran Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 11 — 12 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang sesuai dengan tema pembelajaran Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 8 — 10 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang ses dengan tema pembelajaran Dalam 1 bulan terakhir sebanyak kurang dari 8 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya sesuai dengan tema pembelajaran 71. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan. Memiliki lebih dari 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan Memiliki 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan Memiliki 3 ciri pembelajaran yang menyenangkan Memiliki 2 ciri pembelajaran yang menyenangkan Hanya memiliki 1 ciri pembelajaran yang menyenangkan 72. TK/RA mengorganisasikan pengelolaan kegiatan pembelajaran. Melaksanakan sebanyak lebih dari 3 bentuk kegiatan pengorganisasian Melaksanakan sebanyak 3 bentuk kegiatan pengorganisasian Melaksanakan sebanyak 2 bentuk kegiatan pengorganisasian Melaksanakan sebanyak 1 bentuk kegiatan pengorganisasian Tidak melaksanakan kegiatan pengorganisasian 73. Dalam pelaksanaan program, TK/RA melibatkan orangtua/keluarga peserta didik Dalam 1 tahun terakhir sebanyak lebih dari 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 2 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 1 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 tahun terakhir pelaksanaan program tidak pernah melibatkan orang tua/keluarga peserta didik C. Standar Penilaian 74. TK/RA melaksanakan teknik-teknik penilaian. Melaksanakan lebih dari 4 teknik penilaian Melaksanakan 4 teknik penilaian Melaksanakan 3 teknik penilaian Melaksanakan 2 teknik penilaian Melaksanakan 1 teknik penilaian 75. TK/RA melaksanakan penilaian yang mencakup seluruh tingkat pencapaian perkembangan peserta didik. Melaksanakan lebih dari 4 lingkup penilaian Melaksanakan 4 lingkup penilaian Melaksanakan 3 lingkup penilaian Melaksanakan 2 lingkup penilaian Melaksanakan 1 lingkup penilaian 76. TK/RA melakukan penilaian mencakup data tentang status kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan. Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 4 atau lebih semester terakhir Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 3 semester terakhir Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 2 semester terakhir
  • 355.
    Memiliki data penilaianpeserta didik secara lengkap selama 1 semester terakhir Tidak memiliki data penilaian 77. TK/RA melaksanakan proses penilaian secara berkala, intensif, bermakna, menyeluruh, dan berkelanjutan. Melaksanakan proses penilaian secara harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan semester Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, dan akhir semester Melaksanakan proses penilaian secara bulanan dan akhir semester Melaksanakan proses penilaian pada akhir semester saja 78. TK/RA melaksanakan pengamatan pada saat anak beraktivitas selama di TK/RA. Sebanyak 81% — 100% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA Sebanyak 61% — 80% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA Sebanyak 41% — 60% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA Sebanyak 21% — 40% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA Kurang dari 21% anak yang diamati saat beraktivitas selama di TK/RA 79. TK/RA secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan anak termasuk kebutuhan khusus. Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 4 dokumen Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 3 dokumen Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 2 dokumen Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 1 dokumen Tidak pernah mengkaji ulang catatan perkembangan 80. TK/RA melakukan komunikasi dengan orangtua. Dalam 1 semester melakukan lebih dari 4 kali komunikasi dengan orangtua Dalam 1 semester melakukan 4 kali komunikasi dengan orangtua Dalam 1 semester melakukan 3 kali komunikasi dengan orangtua Dalam 1 semester melakukan 2 kali komunikasi dengan orangtua Dalam 1 semester melakukan 1 kali komunikasi dengan orangtua 81. TK/RA memonitor semua aspek tingkat pencapaian perkembangan anak. Memonitor 5 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak Memonitor 4 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak Memonitor 3 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak Memonitor 2 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak Memonitor 1 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak 82. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap hari, mingguan, bulanan tengah semester, dan semester. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap mingguan, bulanan, teng semester, dan semester TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap bulanan, tengah semest dan semester TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap tengah semester dan semester TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap semester 83. TK/RA mengelola hasil penilaian dan melaporkan kepada orang tua/keluarga peserta didik. Dalam 1 semester melaporkan lebih dari 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 semester melaporkan 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
  • 356.
    Dalam 1 semestermelaporkan 3 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 semester melaporkan 2 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik Dalam 1 semester melaporkan 1 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik 84. TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kompetensi diri (guru dan guru pendamping). Sebanyak 81% — 100% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping Sebanyak 61% — 80% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping Sebanyak 41% — 60% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping Sebanyak 21% — 40% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping Kurang dari 21% hasil penilaian yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping 85. Guru TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki program. Menggunakan hasil penilaian untuk lebih dari 4 jenis perbaikan Menggunakan hasil penilaian untuk 4 jenis perbaikan Menggunakan hasil penilaian untuk 3 jenis perbaikan Menggunakan hasil penilaian untuk 2 jenis perbaikan Menggunakan hasil penilaian untuk 1 jenis perbaikan 86. TK/RA mengadakan pertemuan dengan orangtua/keluarga anak untuk mendiskusikan dan melakukan tindak lanjut kemaju perkembangan anak. Dalam 1 semester mengadakan lebih dari 4 kali pertemuan Dalam 1 semester mengadakan 4 kali pertemuan Dalam 1 semester mengadakan 3 kali pertemuan Dalam 1 semester mengadakan 2 kali pertemuan Dalam 1 semester mengadakan 1 kali pertemuan 87. TK/RA merujuk anak yang memiliki keterlambatan perkembangan pada ahlinya melalui orang tua. Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya Kurang dari 21% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya 88. TK/RA melakukan tindak lanjut untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam program pelayanan. Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan Kurang dari 21% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
  • 357.
  • 362.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 363.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 364.
    A A B C D E A A B C D E A A B C D E A A B C D E
  • 365.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN, DAN PEMBIAYAAN A. Standar Sarana dan Prasarana 89. Tersedia Alat Permainan Edukatif (APE) yang memenuhi 3 (tiga) prinsip. Memenuhi 3 prinsip APE Memenuhi 2 prinsip APE Memenuhi 1 prinsip APE Tidak memenuhi prinsip APE Tidak memiliki APE 90. TK/RA memiliki luas lahan sesuai dengan standar. Memiliki lahan seluas 300m2 atau lebih Memiliki lahan seluas 250—299m2 Memiliki lahan seluas 200—249m2 Memiliki lahan seluas 150—199m2 Memiliki lahan seluas kurang dari 150m2 91. TK/RA memiliki sejumlah ruang sesuai dengan kebutuhan kegiatan anak. Memiliki 5 atau lebih jenis ruangan Memiliki 4 jenis ruangan Memiliki 3 jenis ruangan Memiliki 2 jenis ruangan Memiliki 1 jenis ruangan 92. TK/RA memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik. Memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik Memiliki alat permainan edukatif buatan guru dan buatan anak Memiliki alat permainan edukatif buatan anak dan buatan pabrik emiliki alat permainan edukatif buatan pabrik saja Tidak memiliki alat permainan edukatif 93. TK/RA memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep. Memiliki 81% — 100% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep Memiliki 61% — 80% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep Memiliki 41% — 60% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep Memiliki 21% — 40% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep Memiliki kurang dari 21% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep 94. TK/RA memiliki peralatan pendukung untuk menunjang keaksaraan. Memiliki lebih dari 4 jenis peralatan pendukung Memiliki 4 jenis peralatan pendukung Memiliki 3 jenis peralatan pendukung Memiliki 2 jenis peralatan pendukung Memiliki 1 jenis peralatan pendukung B. Standar Pengelolaan 95. TK/RA memiliki visi-misi lembaga.
  • 366.
    Memiliki visi-misi, mudahdipahami, dan disosialisasikan secara luas Memiliki visi-misi, mudah dipahami, dan telah disosialisasikan secara terbatas Memiliki visi-misi, mudah dipahami, tetapi belum disosialisasikan Memiliki visi-misi, tetapi sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan Tidak memiliki visi-misi yang jelas 96. TK/RA telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, tetapi sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan 97. Penyusunan visi, misi, dan tujuan TK/RA dilakukan oleh kepala TK/RA dengan melibatkan unsur-unsur terkait yang releva Melibatkan lebih dari 3 unsur Melibatkan 3 unsur Melibatkan 2 unsur Melibatkan 1 unsur Tidak melibatkan unsur lain 98. TK/RA mengadministrasikan kegiatan. Mengadministrasikan lebih dari 3 jenis kegiatan Mengadministrasikan 3 jenis kegiatan Mengadministrasikan 2 jenis kegiatan Mengadministrasikan 1 jenis kegiatan Tidak mengadministrasikan kegiatan 99. TK/RA mengelola sumber belajar/media pembelajaran. Melakukan lebih dari 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar Melakukan 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar Melakukan 3 kegiatan pengelolaan sumber belajar Melakukan 2 kegiatan pengelolaan sumber belajar Melakukan 1 kegiatan pengelolaan sumber belajar 100. TK/RA melaksanakan pengawasan dan evaluasi program Sebanyak 81% — 100% program dilakukan pengawasan dan evaluasi Sebanyak 61% — 80% program dilakukan pengawasan dan evaluasi Sebanyak 41% — 60% program dilakukan pengawasan dan evaluasi Sebanyak 21% — 40% program dilakukan pengawasan dan evaluasi Kurang dari 21% program dilakukan pengawasan dan evaluasi C. Standar Pembiayaan 101. TK/RA memiliki biaya investasi. Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk investasi Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk investasi Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk investasi Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk investasi Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk investasi 102. TK/RA memiliki biaya operasional
  • 367.
    Membelanjakan 81% —100% dari alokasi anggaran untuk operasional Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk operasional Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk operasional Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk operasional Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk operasional 103. TK/RA memungut biaya personal Memungut 1 jenis biaya personal Memungut 2 jenis biaya personal Memungut 3 jenis biaya personal Memungut 4 jenis biaya personal Memungut lebih dari 4 jenis biaya personal 104. Sumber dana digali pengelola melalui berbagai cara yang tidak bertentangan dengan aturan dan mencukupi untuk berba kegiatan. Mencukupi untuk membiayai lebih dari 3 aspek Mencukupi untuk membiayai 3 aspek Mencukupi untuk membiayai 2 aspek Mencukupi untuk membiayai 1 aspek Tidak mencukupi untuk membiyai 1 aspek. 105. TK/RA melaksanakan pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme dan aturan yang dimiliki lembaga. Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan peraturan Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban tetapi dengan melaksanakan penyesuaian peraturan Melaksanakan sebagian mekanisme pengawasan, tetapi tidak menyusun pertanggungjawaban Tidak melaksanakan mekanisme pengawasan dan tidak membuat pertanggungjawaban sesuai peraturan
  • 368.
  • 371.
    DAFTAR PERTANYAAN VISI TK DARMA WANITA STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 372.
    ANYAAN VISITASI MA WANITA STANDAR ISI, PROSES, PENILAIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN DAN EMBALI PEMBIAYAAN
  • 373.
    HASIL VISITASI TK DARMA WANITA NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR NO KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM 1 2 3 4 5 6 Standar Tingkat Pencapaian 1 001 - 011 11 10 4 Perkembangan Standar Pendidik dan Tenaga 2 012 - 057 46 30 4 Kependidikan 3 Standar Isi, Proses, Penilaian 058 - 088 31 30 4 Standar Sarana dan Prasarana, 4 089 - 105 17 30 4 Pengelolaan, dan Pembiayaan JUMLAH 105 100 16 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A
  • 374.
    ISITASI A WANITA NILAI JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA RATUSAN 7 8 9 10 11 35 140 140 10.00 100.00 134 536 536 30.00 100.00 83 332 332 30.00 100.00 52 208 208 30.00 100.00 304 1216 1216 100.00 AKREDITASI 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 376.
    GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI TK DARMA WANITA 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sa Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Standar Isi, Proses, Penilaian 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 377.
    AKREDITASI ANITA Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan Standar Isi, Proses, Penilaian 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 381.
    LAPORAN HASIL VISIT MA NEGERI JEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 382.
    N HASIL VISITASI NEGERIJEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR GRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 383.
    HASIL PENILAIAN STANDARDISI MA NEGERI JEMBER KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 1 B 3 2 D 1 3 E 0 4 E 0 5 E 0 6 E 0 7 E 0 8 E 0 9 E 0 10 E 0 11 E 0 12 E 0 13 C 2 14 A 4 15 E 0 JUMLAH 10
  • 384.
  • 385.
    HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES MA NEGERI JEMBER KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 16 A 4 17 A 4 18 A 4 19 A 4 20 A 4 21 A 4 22 A 4 23 A 4 24 A 4 25 A 4 JUMLAH 40
  • 386.
  • 387.
    HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSAN MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN 1 2 26 A 27 A 28 A 29 A 30 A 31 A 32 A 33 A 34 A 35 A 36 A 37 A 38 A 39 A 40 A 41 A 42 A 43 A 44 A 45 A 46 A 47 A 48 A 49 A 50 A JUMLAH
  • 388.
    AN STANDARD KOMPETENSILULUSAN A NEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100
  • 389.
    HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN 1 2 51 A 52 A 53 A 54 A 55 A 56 A 57 A 58 A 59 A 60 A 61 A 62 A 63 A 64 A 65 A 66 A 67 A 68 A 69 A 70 A JUMLAH
  • 390.
    STANDAR PENDIDIK DANTENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI MA NEGERI JEMBER SKOS BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
  • 391.
    HASIL PENILAIAN STANDARSARANA DAN PRASARANA MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN 1 2 71 A 72 A 73 A 74 A 75 A 76 A 77 A 78 A 79 A 80 A 81 A 82 A 83 A 84 A 85 A 86 A 87 A 88 A 89 A 90 A 91 A 92 A 93 A 94 A 95 A 96 A 97 A 98 A 99 A 100 A JUMLAH
  • 392.
    NILAIAN STANDAR SARANADAN PRASARANA MA NEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 120
  • 393.
    HASIL PENILAIAN STANDARPENGELOLAAN MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN 1 2 101 A 102 A 103 A 104 A 105 A 106 A 107 A 108 A 109 A 110 A 111 A 112 A 113 A 114 A 115 A 116 A 117 A 118 A 119 A 120 A JUMLAH
  • 394.
    ILAIAN STANDAR PENGELOLAAN MANEGERI JEMBER KEMBALI SKOR BUTIR PEROLEHAN 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
  • 395.
    HASIL PENILAIAN STANDARPEMBIAYAAN MA NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 121 A 4 122 A 4 123 A 4 124 A 4 125 A 4 126 A 4 127 A 4 128 A 4 129 A 4 130 A 4 131 A 4 132 A 4 133 A 4 134 A 4 135 A 4 136 A 4 137 A 4 138 A 4 139 A 4 140 A 4 141 A 4 142 A 4 143 A 4 144 A 4 145 A 4 JUMLAH 100
  • 396.
  • 397.
    HASIL PENILAIAN STANDARPENILAIAN MA NEGERI JEMBER KEMBALI NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN 1 2 3 146 C 2 147 C 2 148 C 2 149 D 1 150 D 1 151 D 1 152 A 4 153 A 4 154 A 4 155 A 4 156 A 4 157 A 4 158 A 4 159 A 4 160 A 4 161 A 4 162 A 4 163 A 4 164 A 4 165 A 4 JUMLAH 65
  • 398.
  • 399.
    1 A B B C D E 2 A B C D D E 3 A B C D E E 4 A B C D E E 5 A B C D E E 6 A B C
  • 400.
    D E E 7 A B C D E E 8 A B C D E E 9 A B C D E E 10 A B C D E E 11 A B C D E E 12
  • 401.
    A B C D E E 13 A B C C D E 14 A A B C D E 15 A B C D E E
  • 402.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISI Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen muatan KTSP. Tidak melaksanakan KTSP. Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulu dibuat oleh BSNP. Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Bersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidik Tidak mengembangkan kurikulum. Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan. Tidak mengembangkan kurikulum. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb dan pendayagunaan kondisi alam. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut. Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, din pendidikan, dan instansi terkait di daerah. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan pendidikan. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru. Tidak menyusun kurikulum muatan lokal. Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler.
  • 403.
    Di samping kegiatankonseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler. Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi das untuk setiap mata pelajaran. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg per tahun minimal 34 minggu. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg per tahun kurang dari 34 minggu. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah min efektif per tahun kurang dari 34 minggu. Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah efektif per tahun kurang dari 34 minggu. Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas. Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap pelajaran. Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap pelajaran. Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap pelajaran. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap m pelajaran. Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa. Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksim dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal alokasi waktu tiap mata pelajaran. Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu. Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag. Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
  • 404.
    Sebanyak 76% -100% guru menyusun silabus sendiri. Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri. Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri. Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri. Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri. Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus. Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP. Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus. Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka yang dimiliki. Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur. Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran efektif. Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif. Menjadwalkan awal tahun pelajaran. Tidak memiliki kalender akademik.
  • 405.
  • 411.
    16 A A B C D E 17 A A B C D E 18 A A B C D E 19 A A B C D E 20 A A B C D E 21 A A B
  • 412.
    C D E 22 A A B C D E 23 A A B C D E 24 A A B C D E 25 A A B C D E
  • 413.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSES Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul panduan penyusunan KTSP. Mengembangkan silabus secara mandiri. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah. Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada. Tidak mengembangkan silabus. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan informasi dan komunikasi. Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan me teknologi informasi dan komunikasi. Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men teknologi informasi dan komunikasi. Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men teknologi informasi dan komunikasi. Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan mene teknologi informasi dan komunikasi. Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan informasi dan komunikasi. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksana tahap penilaian hasil pembelajaran. Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan. Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan.
  • 414.
    Mencakup 2 (dua)tahap pemantauan. Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan. Tidak pernah melakukan pemantauan. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, d konsultasi. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara. Tidak melakukan supervisi. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah. Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru. Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi. Tidak ada proses evaluasi. Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja. Tidak dilaporkan. Tidak melakukan pengawasan. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.
  • 415.
  • 419.
    26 A A B C D E 27 A A B C D E 28 A A B C D E 29 A A B C D E 30 A A B C D E 31
  • 420.
    A A B C D E 32 A A B C D E 33 A A B C D E 34 A A B C D E 35 A A B C D E 36
  • 421.
    A A B C D E 37 A A B C D E 38 A A B C D E 39 A A B C D E 40 A A B C D E
  • 422.
    41 A A B C D E 42 A A B C D E 43 A A B C D E 44 A A B C D E 45 A A B C D E 46 A A B C
  • 423.
    D E 47 A A B C D E 48 A A B C D E 49 A A B C D E 50 A A B C D E
  • 424.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam penga Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60. Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ko Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan, laboratorium, dan internet. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan, dan laboratorium. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja perpustakaan. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari b Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari ber Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
  • 425.
    Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatanpembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produkti Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jeni atau lebih dalam satu tahun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis d dalam satu tahun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis d dalam satu tahun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dalam satu tahun. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/a satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/a satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/a satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya d jawab. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali at tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
  • 426.
    Sekolah/Madrasah memberikan penghargaanbagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajar Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapa Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, demokratis dalam wadah NKRI. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan berm dan bernegara secara demokratis. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan ling Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan k Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelaja memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajara memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18
  • 427.
    Siswa memperoleh pengalamanbelajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekon global. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi d Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) ka minggu. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali set Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali set Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali se Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati t Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelomp Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
  • 428.
    Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatansiswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan dan buletin siswa internal sekolah/madrasah. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan dinding. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba. Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa. Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau le terakhir. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek. Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat (empat) kali atau lebih dalam satu semester. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) je dalam satu semester. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) je dalam satu semester. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) j kali dalam satu semester. Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.
  • 429.
  • 439.
    51 A A B C D E 52 A A B C D E 53 A A B C D E 54 A A B C D E 55 A A B C D E 56
  • 440.
    A A B C D E 57 A A B C D E 58 A A B C D E 59 A A B C D E 60 A A B C D E 61 A A B C D E 62 A A
  • 441.
    B C D E 63 A A B C D E 64 A A B C D E 65 A A B C D E 66 A A B C D E 67 A A B C D E 68 A A B
  • 442.
    C D E 69 A A B C D E 70 A A B C D E
  • 443.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidika Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar. Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua berlaku. Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanks sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempata memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan tertulis. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sa pun. Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
  • 444.
    Adanya rapat dewanguru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertem antara guru dan orangtua siswa. Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrasah. Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah. Adanya rapat dewan guru. Tidak pernah diadakan rapat. Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj rata di atas 9 tahun. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj rata antara 7 sampai dengan 9 tahun. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj rata antara 4 sampai dengan 6 tahun. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj rata 3 tahun atau kurang. Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah/madrasah. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah. Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi. Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun. Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih. Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun. Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun. Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun. Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausa dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% - 100% dari dana ekstrakur dalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M).
  • 445.
    Mampu menggalang danapengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurik dalam RKS/M. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana ekstrakurik dalam RKS/M. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana ekstrakuriku RKS/M. Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y direncanakan dalam RKS/M. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya direncanakan dalam RKS/M. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya direncanakan dalam RKS/M. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan direncanakan dalam RKS/M. Tidak melakukan supervisi dan monitoring. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diplom I). Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan. Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan. Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma (D-1).
  • 446.
    Sekolah/Madrasah memiliki tenagalaboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1). Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1). Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium. Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus. Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus. Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus. Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus. Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus. Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.
  • 447.
  • 455.
    71 A A B C D E 72 A A B C D E 73 A A B C D E 74 A A B C D E 75 A A B C
  • 456.
    D E 76 A A B C D E 77 A A B C D E 78 A A B C D E 79 A A B C D E 80 A A B C D E 81 A A B C D E 82 A A B C D
  • 457.
    E 83 A A B C D E 84 A A B C D E 85 A A B C D E 86 A A B C D E 87 A A B C D E
  • 458.
    88 A A B C D E 89 A A B C D E 90 A A B C D E 91 A A B C D E 92 A A B C D E 93 A A B C D E
  • 459.
    94 A A B C D E 95 A A B C D E 96 A A B C D E 97 A A B C D E 98 A A B C D E 99 A A B C D E 100 A A B C D E
  • 460.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal. Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal. Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal. Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal. Tidak tersedia lahan. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi ba yang mengancam kesehatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bah mengancam keselamatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Tidak berada di lokasi aman. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sa untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara, tetapi tidak mem sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan, tetapi tidak terhindar dari gangguan pencemaran udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencem udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Tidak berada di lokasi yang nyaman. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah, tetapi memiliki ijin pemanfaatan dar pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan pemegang hak atas tanah. Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki lantai seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal. Memiliki lantai seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal. Memiliki lantai seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal.
  • 461.
    Memiliki lantai seluas1% - 25% dari ketentuan luas minimal. Tidak memiliki gedung sendiri. Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb dan petir. Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir. Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir. Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai. Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai. Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai. Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang memadai. Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt. Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih. Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt. Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt. Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama. Tidak memiliki instalasi listrik. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri. Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara. Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan. Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu dalam ketentuan. Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat. Tidak pernah melakukan pemeliharaan. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap. Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan. Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang dipersyaratkan. Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang dipersyaratkan. Memiliki 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
  • 462.
    Tidak memiliki prasaranasendiri. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang perpustakaan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu ketentuan. Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium biologi, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium biologi. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium fisika, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana ti sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium fisika. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesua ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana t sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium kimia.
  • 463.
    Sekolah/Madrasah memiliki ruanglaboratorium komputer yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan l sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana se ketentuan. Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ke tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentu memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium komputer, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sara sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium komputer. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan lua sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu ketentuan. Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentua memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang pimpinan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang guru. Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang tata usaha. Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan. Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan. Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan. Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki tempat beribadah.
  • 464.
    Sekolah/Madrasah memiliki ruangkonseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang konseling. Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentu Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentu Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah. Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki jamban. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki gudang. Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang sirkulasi. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga.
  • 465.
  • 470.
    5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0
  • 471.
    0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0
  • 472.
    0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0
  • 473.
    5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0
  • 474.
    5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0 5 5 0 A 0 0 0
  • 475.
    101 A A B C D E 102 A A B C D E 103 A A B C D E 104 A A B C D E 105 A A B C D E 106 A A B C D E 107 A A
  • 476.
    B C D E 108 A A B C D E 109 A A B C D E 110 A A B C D E 111 A A B C D E 112 A A B C D E 113 A A B C D E 114 A A
  • 477.
    B C D E 115 A A B C D E 116 A A B C D E 117 A A B C D E 118 A A B C D E 119 A A B C D E 120 A A B C D E
  • 478.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAAN Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. Tidak merumuskan dan menetapkan visi. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. Tidak merumuskan dan menetapkan misi. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan. Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh terkait. Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas. Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas. Tidak memiliki struktur organisasi. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
  • 479.
    Sebanyak 51% -75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan. Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan. Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana. Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana. Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana. Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana. Tidak mengelola program sarana dan prasarana. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan. Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yan dalam pengelolaan pendidikan.
  • 480.
    Memiliki 3 (tiga)dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dala pengelolaan pendidikan. Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dal pengelolaan pendidikan. Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan da pengelolaan pendidikan. Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan. Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan. Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan. Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan. Tidak memiliki dokumen program pengawasan. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri. Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester. Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester. Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester. Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester. Tidak melaksanakan evaluasi diri. Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi. Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi. Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi. Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi. Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi. Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi. Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 (dua) wakil kepala sekolah/madrasah. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 (satu) wakil kepala sekolah/madrasah. Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah. Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus. Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas. Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus. Tidak memiliki sistem informasi.
  • 481.
  • 487.
    121 A A B C D E 122 A A B C D E 123 A A B C D E 124 A A B C D E 125 A A B C D E 126 A A B
  • 488.
    C D E 127 A A B C D E 128 A A B C D E 129 A A B C D E 130 A A B C D E 131 A A B C D E 132 A A B C D E 133 A A B C D
  • 489.
    E 134 A A B C D E 135 A A B C D E 136 A A B C D E 137 A A B C D E 138 A A B C D E 139 A A B C D E 140 A A
  • 490.
    B C D E 141 A A B C D E 142 A A B C D E 143 A A B C D E 144 A A B C D E 145 A A B C D E
  • 491.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAAN Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun te Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun te Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) ta terakhir. Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan rencana kerja anggaran sekolah/madrasah (RKA-S/M). Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/ Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M. Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. Memiliki modal kerja sebanyak 76% - 100% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. Memiliki modal kerja sebanyak 51% - 75% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. Memiliki modal kerja sebanyak 26% - 50% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. Memiliki modal kerja sebanyak 1% - 25% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. Tidak memiliki modal kerja sama sekali. Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain b pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, dan insentif bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana transport dan tunjangan la guru pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana insentif, transport dan tunjangan lain ba pada tahun berjalan. Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan. Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berja Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport, tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kepe pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan insentif, transport dan tunjangan lain bagi tenaga kepe pada tahun berjalan. Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun t Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
  • 492.
    Mengeluarkan biaya sebanyak26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun ter Tidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan. Mengeluarkan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terak Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir Tidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
  • 493.
    Tidak menyediakan biayapenggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Memiliki biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Memiliki biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Memiliki biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Memiliki biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah/madrasah. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasara tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak un sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan. Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah. Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa. Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir. Tidak melaksanakan subsidi silang. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
  • 494.
    Melakukan 1 (satu)jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbag terkait. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, dan pe tenaga kependidikan. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, dan komite sekolah/madrasah. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah. Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah. Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel. Sebanyak 76% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Sebanyak 51% - 75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Sebanyak 26% - 50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Sebanyak 1% - 25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Tidak tercantum dalam RKA-S/M. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir. Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir. Tidak memiliki pembukuan biaya operasional. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah yayasan. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela (empat) tahun terakhir. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela (tiga) tahun terakhir. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela (dua) tahun terakhir. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela (satu) tahun terakhir. Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
  • 495.
  • 503.
    146 A B C C D E 147 A B C C D E 148 A B C C D E 149 A B C D D E 150 A B C D D E 151 A B C D D E
  • 504.
    152 A A B C D E 153 A A B C D E 154 A A B C D E 155 A A B C D E 156 A A B C D E 157 A A B C D E
  • 505.
    158 A A B C D E 159 A A B C D E 160 A A B C D E 161 A A B C D E 162 A A B C D E 163 A A B C D E 164 A A
  • 506.
    B C D E 165 A A B C D E
  • 507.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIAN Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semeste berjalan. Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian. Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 76% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 51% - 75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 26% - 50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 1% - 25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian. Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa. Sebanyak 76% - 100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mand dan/atau bentuk lain. Sebanyak 51% - 75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir dan/atau bentuk lain. Sebanyak 26% - 50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir dan/atau bentuk lain. Sebanyak 1% - 25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri, bentuk lain. Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 76% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 51% - 75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 26% - 50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 1% - 25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 76% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 51% - 75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 26% - 50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 1% - 25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
  • 508.
    Guru memanfaatkan hasilpenilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 51% - 75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 26% - 50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 1% - 25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk l prestasi belajar siswa. Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada g pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester. Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepr siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian keprib siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pndidikan agama dan hasil penilaian kepriba siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepriba siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribad kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru. Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Sebanyak 50% - 75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja. Tidak tentu. Tidak pernah. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SK melalui rapat. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelaj Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
  • 509.
    Sekolah/Madrasah menentukan nilaiakhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribad estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang Lebih tinggi dari 1,1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku. Lebih tinggi dari 0,6 sampai 1,0 di atas kriteria yang berlaku. Lebih tinggi dari 0,1 sampai 0,5 di atas kriteria yang berlaku. Sama dengan kriteria yang berlaku. Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan belajar siswa. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t siswa dan siswa yang bersangkutan. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t siswa tanpa siswa yang bersangkutan. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali s dengan siswa yang bersangkutan. Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tu siswa tanpa siswa yang bersangkutan. Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Kanwil Depag. Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester. Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester. Lebih dari 1 (satu) semester. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan guru. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan wali kelas saja. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat pimpinan sekolah. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengik Nasional (UN). Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus. Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
  • 510.
    Antara 1 (satu)sampai 2 (dua) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswa Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa bar Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa baru.
  • 511.
  • 519.
    DAFTAR PERTANYAAN VISI MA NEGERI JEMBER STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 520.
    ANYAAN VISITASI ERI JEMBER STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN EMBALI
  • 521.
    HASIL VISITASI MA NEGERI JEMBER SKOR NOMOR JUMLAH BOBOT BOBOT NO KOMPONEN AKREDITASI BUTIR BUTIR BUTIR KOMPONEN BUTIR MAKSIMUM 1 2 3 4 5 6 7 1 Standar Isi 001 - 015 15 15 1.00 4 2 Standar Proses 016 - 025 10 10 1.00 4 3 Standar Kompetensi Lulusan 026 - 050 25 10 0.40 4 Standar Pendidik dan Tenaga 4 051 - 070 20 15 0.75 4 Kependidikan 5 Standar Sarana dan Prasarana 071 - 100 30 15 0.50 4 6 Standar Pengelolaan 101 - 120 20 10 0.50 4 7 Standar Pembiayaan 121 - 145 25 15 0.60 4 8 Standar Penilaian Pendidikan 146 - 165 20 10 0.50 4 JUMLAH 165 100 32 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TIDAK TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : BATAL BATAL
  • 522.
    ITASI JEMBER SKOR JUMLAH NILAI AKREDITASI SKOR TERTIMBANG SKOR NILAI AKHIR KOMPONEN TERTIMBANG MAKSIMUM BUTIR SKALA RATUSAN 8 9 10 11 12 60 10 10.00 16.67 16.67 40 40 40.00 100.00 100.00 40 100 40.00 100.00 100.00 60 80 60.00 100.00 100.00 60 120 60.00 100.00 100.00 40 80 40.00 100.00 100.00 60 100 60.00 100.00 100.00 40 65 32.50 81.25 81.25 400 595 342.50 85.63 85.63 KEMBALI BATAL
  • 524.
    GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI MA NEGERI JEMBER 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Peng Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TIDAK TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : BATAL BATAL
  • 525.
    AKREDITASI EMBER Kependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan tandar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan 85.63 KEMBALI BATAL
  • 526.
    LAPORAN HASIL VISIT SMK NEGERI JEMBE DAFTAR PERTANYAAN STANDAR ISI STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 527.
    AN HASIL VISITASI KNEGERI JEMBER DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN STANDAR GRAFIK PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN KEMBALI
  • 529.
    HASIL PENILAIAN STANDARISI SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 1 A 4 4 2 A 4 4 3 A 4 3 4 A 4 3 5 A 4 2 6 A 4 2 7 A 4 3 8 A 4 4 9 A 4 3 10 A 4 3 11 A 4 2 12 A 4 3 13 A 4 2 14 A 4 4 15 A 4 3 16 A 4 3 17 A 4 3 18 A 4 3 JUMLAH 72 54
  • 530.
    TANDAR ISI KEMBALI EMBER SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 8 8 12 16 12 12 8 12 8 16 12 12 12 12 216
  • 531.
    HASIL PENILAIAN STANDARPROSES SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 19 A 4 3 20 A 4 3 21 A 4 4 22 A 4 3 23 A 4 3 24 A 4 3 25 A 4 3 26 A 4 4 27 A 4 3 28 A 4 4 29 A 4 3 30 A 4 3 31 A 4 4 JUMLAH 52 43
  • 532.
    DAR PROSES EMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN 5 12 12 16 12 12 12 12 16 12 16 12 12 16 172
  • 533.
    HASIL PENILAIAN STANDARKOMPETENSI LULUSA SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 32 A 4 4 33 A 4 3 34 A 4 3 35 A 4 3 36 A 4 3 37 A 4 4 38 A 4 2 39 A 4 2 40 A 4 3 41 A 4 3 42 A 4 3 43 A 4 3 44 A 4 3 45 A 4 3 46 A 4 3 47 A 4 3 48 A 4 3 49 A 4 3 50 A 4 3 51 A 4 3 52 A 4 3 53 A 4 3 54 A 4 3 55 A 4 3 56 A 4 4 57 A 4 4 58 A 4 3 59 A 4 3 60 A 4 3 61 A 4 4
  • 534.
    62 A 4 3 JUMLAH 124 96
  • 535.
    KOMPETENSI LULUSAN EMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN 5 16 12 12 12 12 16 8 8 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 16 16 12 12 12 16
  • 536.
  • 537.
    HASIL PENILAIAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIK SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 63 A 4 4 64 A 4 4 65 A 4 4 66 A 4 4 67 A 4 3 68 A 4 4 69 A 4 4 70 A 4 4 71 A 4 4 72 A 4 3 73 A 4 3 74 A 4 3 75 A 4 2 76 A 4 3 77 A 4 3 78 A 4 3 79 A 4 3 80 A 4 2 81 A 4 3 82 A 4 3 83 A 4 4 84 A 4 4 85 A 4 3 86 A 4 1 87 A 4 3 JUMLAH 100 81
  • 538.
    A KEPENDIDIKAN KEMBALI BER SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 16 16 12 16 16 16 16 12 12 12 8 12 12 12 12 8 12 12 16 16 12 4 12 324
  • 539.
    HASIL PENILAIAN STANDARSARANA DAN PRASARAN SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 88 A 4 3 89 A 4 3 90 A 4 3 91 A 4 3 92 A 4 3 93 A 4 4 94 A 4 4 95 A 4 4 96 A 4 4 97 A 4 3 98 A 4 4 99 A 4 3 100 A 4 4 101 A 4 3 102 A 4 4 103 A 4 3 104 A 4 2 105 A 4 3 106 A 4 3 107 A 4 3 108 A 4 3 109 A 4 3 110 A 4 3 111 A 4 3 112 A 4 3 JUMLAH 100 81
  • 540.
    RANA DAN PRASARANA MBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 12 12 12 12 12 16 16 16 16 12 16 12 16 12 16 12 8 12 12 12 12 12 12 12 12 324
  • 541.
    HASIL PENILAIAN STANDARPENGELOLAAN SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 113 A 4 4 114 A 4 4 115 A 4 3 116 A 4 3 117 A 4 3 118 A 4 3 119 A 4 3 120 A 4 2 121 A 4 3 122 A 4 3 123 A 4 4 124 A 4 3 125 A 4 4 126 A 4 3 127 A 4 4 128 A 4 3 129 A 4 3 130 A 4 3 131 A 4 2 132 A 4 3 133 A 4 2 134 A 4 3 135 A 4 3 136 A 4 3 137 A 4 3 138 A 4 3 JUMLAH 104 80
  • 542.
    R PENGELOLAAN EMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 12 12 12 8 12 12 16 12 16 12 16 12 12 12 8 12 8 12 12 12 12 12 320
  • 543.
    HASIL PENILAIAN STANDARPEMBIAYAAN SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 139 A 4 4 140 A 4 4 141 A 4 3 142 A 4 3 143 A 4 3 144 A 4 3 145 A 4 3 146 A 4 4 147 A 4 4 148 A 4 4 149 A 4 2 150 A 4 2 151 A 4 4 152 A 4 3 153 A 4 3 154 A 4 3 155 A 4 3 156 A 4 4 157 A 4 1 158 A 4 3 159 A 4 1 160 A 4 3 161 A 4 4 162 A 4 4 163 A 4 4 164 A 4 4 JUMLAH 104 83
  • 544.
    DAR PEMBIAYAAN EMBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 16 12 12 12 12 12 16 16 16 8 8 16 12 12 12 12 16 4 12 4 12 16 16 16 16 332
  • 545.
    HASIL PENILAIAN STANDARPENILAIAN SMK NEGERI JEMBER NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR 1 2 3 4 165 A 4 4 166 A 4 3 167 A 4 3 168 A 4 3 169 A 4 4 170 A 4 3 171 A 4 3 172 A 4 2 173 A 4 3 174 A 4 3 175 A 4 3 176 A 4 3 177 A 4 3 178 A 4 3 179 A 4 3 180 A 4 2 181 A 4 4 182 A 4 3 183 A 4 4 184 A 4 2 185 A 4 4 JUMLAH 84 65
  • 546.
    DAR PENILAIAN MBER KEMBALI SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN 5 16 12 12 12 16 12 12 8 12 12 12 12 12 12 12 8 16 12 16 8 16 260
  • 547.
    1 A A B C D E 2 A A B C D E 3 A A B C D E 4 A A B C D E 5 A A B C D E 6
  • 548.
    A A B C D E 7 A A B C D E 8 A A B C D E 9 A A B C D E 10 A A B C D E 11 A A B C D E 12 A A B C D E
  • 549.
    13 A A B C D E 14 A A B C D E 15 A A B C D E 16 A A B C D E 17 A A B C D E 18 A A B C D E
  • 550.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! I. STANDAR ISI Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 atau kurang muatan KTSP Tidak melaksanakan KTSP KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP. Mengembangkan KTSP bersama seluruh guru mata pelajaran, Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI), konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Mengembangkan KTSP bersama perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan tanpa melibatkan konselor Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan DU/DI, Konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Tidak mengembangkan kurikulum Kurikulum program keahlian dikembangkan sesuai dengan mekanisme penyusunan KTSP. Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok Tidak mengembangkan kurikulum Kurikulum program keahlian dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alam Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan pembelajaran Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran Program keahlian melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut Penyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal melibatkan berbagai pihak. Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, instansi terkait di daerah, dan DU/DI Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikan Melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan Hanya melibatkan guru Tidak menyusun kurikulum muatan lokal Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
  • 551.
    Melaksanakan 4 jenisatau lebih program ekstrakurikuler Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling. Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan konseling Melaksanakan 3 jenis kegiatan konseling Melaksanakan 2 jenis kegiatan konseling Melaksanakan 1 jenis kegiatan konseling Tidak melaksanakan kegiatan konseling Program Praktik Kerja Industri (prakerin) dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pada struktur kurikulum. Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan (setara 500 jam atau lebih), mengikuti jam kerja karyawan/pegawai Siswa melakukan prakerin 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, mengikuti jam kerja karyawan/pegawai Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai Siswa tidak melakukan prakerin Program keahlian menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan program pengayaan Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi yang diberikan kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan sesuai dengan ketentuan dalam struktur kurikulum. Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus, RPP, dan alokasi waktu 192 jam pelajaran Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus dan RPP Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada salah satu silabus atau RPP saja Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan berdasarkan alokasi waktu 192 jam pelajaran Tidak melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan Pelaksanaan pembelajaran seluruh mata pelajaran di program keahlian memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK Tidak ada mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
  • 552.
    KTSP disahkan olehKepala Sekolah/Madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag. Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggaran pendidikan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikan, namun belum diketahui Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag Sudah disahkan kepala sekolah, namun tanpa pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikan dan tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag Belum disahkan kepala sekolah/madrasah Belum dikembangkan Dalam mengembangkan KTSP, guru/kelompok guru dalam program keahlian secara aktif menyusun silabus. Sebanyak 76% - 100% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus Sebanyak 51% - 75% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus Sebanyak 26% - 50% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus Sebanyak 1% - 25% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus Tidak ada guru/kelompok guru yang aktif menyusun silabus Guru mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan langkah–langkah pada Panduan Penyusunan KTSP. Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan Program keahlian mengembangkan silabus berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP secara mandiri atau berkelompok. Mengembangkan silabus secara mandiri melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah program keahlian dalam satu sekolah/madrasah Mengembangkan silabus secara mandiri oleh guru mata pelajaran dalam program keahlian Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dari beberapa program keahlian yang sama pada beberapa sekolah/madrasah Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada. Tidak mengembangkan silabus Program keahlian menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran dengan memperhatikan unsur: 1) karakteristik siswa, 2) karakteristik mata pelajaran, dan 3) kondisi program keahlian. Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru Program keahlian menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender akademik program keahlian yang dimiliki. Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci dan jelas Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara kurang rinci Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara tidak rinci Tidak menyusun kalender akademik sekolah/madrasah
  • 553.
  • 556.
    19 A A B C D E 20 A A B C D E 21 A A B C D E 22 A A B C D E 23 A A B C D E 24
  • 557.
    A A B C D E 25 A A B C D E 26 A A B C D E 27 A A B C D E 28 A A B C D E 29 A A B C D E 30 A A B C D
  • 558.
    E 31 A A B C D E
  • 559.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! II. STANDAR PROSES Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis. Sebanyak 13 mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis Penyusunan RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK. Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK Tidak ada RPP memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran Proses pembelajaran di program keahlian dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (sesuai dengan tingkat kebutuhan program keahliannya) dengan SDM yang memiliki kesesuaian kompetensi. Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan SDM sendiri yang memiliki kesesuaian kompetensi dan bersertifikat Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan mendatangkan SDM dari sekolah/madrasah lain Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain dengan sebagian SDM dari pihak program keahlian Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain (outsource) Tidak melaksanakan pembelajaran berbasis TIK Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan keahliannya.
  • 560.
    Kegiatan wirausaha padabusiness center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, materi program keahlian, dan aturan pengelolaan yang transparan Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, dan materi program keahlian Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran dan aturan pengelolaan yang transparan Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan hanya sesuai dengan proses pembelajaran. Tidak sesuai dengan proses pembelajaran Sekolah/Madrasah menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan DU/DI. Sebanyak 76% - 100% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran Sebanyak 51% - 75% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran Sebanyak 26% - 50% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran Sebanyak 1% - 25% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran Tidak ada tindaklanjut kerjasama dengan DU/DI Siswa melakukan prakerin untuk memperoleh kompetensi kejuruan. Sebanyak 76% - 100% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan Sebanyak 51% - 75% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan Sebanyak 26% - 50% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan Sebanyak 1% - 25% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan Tidak ada siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran. Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan Mencakup 2 tahap pemantauan Mencakup 1 tahap pemantauan Tidak pernah melakukan pemantauan Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4 aspek, yaitu 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi pembelajaran, dan 4) rencana tindak lanjut. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek Tidak melakukan evaluasi Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan (pemantauan, supervisi, dan evaluasi) proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan dan dewan guru Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja Tidak disampaikan
  • 561.
    Tidak melakukan pengawasan Kepalasekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
  • 562.
  • 565.
    32 A A B C D E 33 A A B C D E 34 A A B C D E 35 A A B C D E 36 A A B C
  • 566.
    D E 37 A A B C D E 38 A A B C D E 39 A A B C D E 40 A A B C D E 41 A A B
  • 567.
    C D E 42 A A B C D E 43 A A B C D E 44 A A B C D E 45 A A B C D E
  • 568.
    46 A A B C D E 47 A A B C D E 48 A A B C D E 49 A A B C D E 50 A A B C D E
  • 569.
    51 A A B C D E 52 A A B C D E 53 A A B C D E 54 A A B C D E 55 A A B C D
  • 570.
    E 56 A A B C D E 57 A A B C D E 58 A A B C D E 59 A A B C D E 60 A A B C D E 61 A A B C D E 62 A A
  • 571.
  • 572.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 75,00 atau lebih Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 70,00 sampai 74,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 65,00 sampai 69,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 60,00 sampai 64,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan kurang dari 60,00 Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks. Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa tidak pernah menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial melalui mata pelajaran IPA dan IPS. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,00 atau lebih Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,00 sampai 74,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,00 sampai 69,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,00 sampai 64,90 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60,00 Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran Adaptif secara efektif. Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internet Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, dan laboratorium Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, dan perpustakaan Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar dan buku teks Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
  • 573.
    Siswa melakukan kegiatanpembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa tidak pernah melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau 3kali dalam 1 tahun Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun Siswa tidak pernah mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya. Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab. Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
  • 574.
    Program keahlian menjalankankegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik. Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah, juara program keahlian, dan juara kelas Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah dan juara program keahlian Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara program keahlian Sekolah/madrasah tidak memberikan penghargaan Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan kebersihan lingkungan
  • 575.
    Siswa memperoleh pengalamanbelajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat Tidak ada silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. Program keahlian memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Program keahlian memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Program keahlian memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Program keahlian memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Program keahlian tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan. Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih setiap minggu Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali setiap minggu Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali setiap minggu Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali setiap minggu Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
  • 576.
    Siswa memperoleh pengalamanbelajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun. Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Program keahlian tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan mau-pun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhi Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa tidak mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni) seiring dengan perkembangannya. Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
  • 577.
    Siswa tidak mengikutikegiatan dalam pengembangan iptek Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai kompetensi keahlian dan kewirausahaan, melalui kegiatan pembelajaran yang memuat studi kasus (nyata dan rekaan). Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 61% -70% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 51% -60% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 41% -50% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 31% -40% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi lebih kecil dari 31% Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN teori dan praktik kelompok mata pelajaran produktif pada tahun terakhir. Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional Lebih rendah dari rata-rata nasional Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Matematika pada tahun terakhir. Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional Lebih rendah dari rata-rata nasional Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Inggris pada tahun terakhir. Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional Lebih rendah dari rata-rata nasional terakhir Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Indonesia pada tahun terakhir. Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional Lebih rendah dari rata-rata nasional Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata uji kompetensi mata pelajaran produktif pada tahun terakhir. Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional Lebih rendah dari rata-rata nasional Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan pada tahun terakhir. Kelulusan 91% - 100%
  • 578.
    Kelulusan 81% -90% Kelulusan 71% - 80% Kelulusan 61% - 70% Kurang dari 61%.
  • 579.
  • 586.
    63 A A B C D E 64 A A B C D E 65 A A B C D E 66 A A B C D E 67 A A B C D E
  • 587.
    68 A A B C D E 69 A A B C D E 70 A A B C D E 71 A A B C D E 72 A A B C D E 73 A A B C
  • 588.
    D E 74 A A B C D E 75 A A B C D E 76 A A B C D E 77 A A B C D E 78 A A B C D E
  • 589.
    79 A A B C D E 80 A A B C D E 81 A A B C D E 82 A A B C D E 83 A A B C D E 84 A A B C
  • 590.
    D E 85 A A B C D E 86 A A B C D E 87 A A B C D E
  • 591.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Untuk bidang tertentu, kualifikasi kepakaran ditunjukkan dengan pengakuan lain setingkat S1 atau D-IV. Sebanyak 76% -100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV Sebanyak 51% -75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV Sebanyak 26% -50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV Sebanyak 1% -25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya Program keahlian memiliki guru mata pelajaran produktif sesuai dengan jumlah rombelnya. Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar Tidak satupun mata pelajaran produktif memiliki guru produktif Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya. Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip- prinsip pembelajaran Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip- prinsip pembelajaran Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip- prinsip pembelajaran Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip- prinsip pembelajaran
  • 592.
    Guru memiliki integritaskepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempatan memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan peringatan lisan Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan peringatan tertulis Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa. Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru, dan orangtua siswa Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, serta guru dan komite sekolah/madrasah Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala program keahlian Adanya rapat dewan guru Tidak pernah diadakan rapat Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah. Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Tidak ada guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan Guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat sesuai dengan keahliannya. Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi sesuai keahliannya Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi sesuai keahliannya Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi sesuai keahliannya Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi sesuai keahliannya Tidak ada guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi sesuai keahliannya Guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan. Sebanyak 76% - 100% atau lebih guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan Tidak ada guru mata pelajaran produktif yang memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan Kepala program keahlian berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala program keahlian. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala program keahlian Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian
  • 593.
    Tidak berstatus sebagaiguru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian Kepala program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV), atau pakar kejuruan lain yang setingkat untuk bidang tertentu. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkepen-didikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan Kepala Program keahlian memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun. Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih Memiliki pengalaman mengajar 4 tahun Memiliki pengalaman mengajar 3 tahun Memiliki pengalaman mengajar 2 tahun Memiliki pengalaman mengajar 1 tahun atau kurang Kepala program keahlian memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola program keahlian. Sebanyak 76% - 100% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir Sebanyak 51% - 75% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir Sebanyak 26% - 50% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir Sebanyak 1% - 25% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir Tidak ada lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir Kepala program keahlian memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 76% - 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 51% - 750% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 26% - 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 1% - 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri Tidak mampu mengelola unit usaha Kepala sekolah/madrasah atau kepala program keahlian melakukan supervisi dan monitoring. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari yang direncanakan dalam RK-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari yang direncanakan dalam RK-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari yang direncanakan dalam RK-S/M Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari yang direncanakan dalam RK-S/M Tidak melakukan supervisi dan monitoring
  • 594.
    Tenaga administrasi minimummemiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan Tenaga perpustakaan minimum memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan tugasnya Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan Kepala laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas. Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium Tidak memiliki kepala laboratorium Teknisi laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai dengan standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas. Sebanyak 76% - 100% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah Sebanyak 51% - 75% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah Sebanyak 26% - 50% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah
  • 595.
    Sebanyak 1% -25% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah Tidak ada teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah Laboran program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas. Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I sesuai program keahlian Memiliki kualifikasi akademik minimum SMK sesuai program keahlian Memiliki kualifikasi akademik minimum D-I tidak sesuai program keahlian Memiliki kualifikasi akademik minimum SMA/MA atau SMK tidak sesuai dengan program keahlian Tidak meiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran Program keahlian memiliki tenaga layanan khusus. Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus Program keahlian memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung. Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi untuk maintenance gedung Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan gedung Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi maintenance gedung Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung Tidak memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung
  • 596.
  • 601.
    88 A A B C D E 89 A A B C D E 90 A A B C D E 91 A A B C D E 92 A A B C D E 93
  • 602.
    A A B C D E 94 A A B C D E 95 A A B C D E 96 A A B C D E 97 A A B C D E 98 A A B C D E 99 A A B C D
  • 603.
    E 100 A A B C D E 101 A A B C D E 102 A A B C D E 103 A A B C D E 104 A A B C D E 105 A A B C D E 106 A A B C
  • 604.
    D E 107 A A B C D E 108 A A B C D E 109 A A B C D E 110 A A B C D E 111 A A B C D E 112 A A B C D E
  • 605.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA Sekolah/madrasah memiliki lahan yang memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki luas lahan 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki luas lahan 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki luas lahan 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal Memiliki luas lahan 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal Tidak memiliki lahan sendiri Sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, tetapi tidak memiliki akses darurat Lokasi aman, tetapi masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat Lokasi tidak aman, sehingga masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat Berada di lokasi yang tidak layak untuk belajar Sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta gangguan kebisingan secara alamiah Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta gangguan kebisingan Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara/air, tetapi masih terganggu kebisingan Berada di lokasi yang nyaman, tetapi berpeluang untuk terpapar pencemaran udara/air dan kebisingan Tidak berada di lokasi yang nyaman Fasilitas pembelajaran berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya Luas lantai yang digunakan Program Keahlian memenuhi ketentuan luas minimal. Memiliki luas lantai 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal Memiliki luas lantai 51% - 75% dari ketentuan luas minimal Memiliki luas lantai 26% - 50% dari ketentuan luas minimal Memiliki luas lantai 1% - 25% dari ketentuan luas minimal Tidak memiliki gedung sendiri Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.
  • 606.
    Memiliki struktur yangstabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2) saluran air kotor dan/atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas. Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas Program keahlian memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih Tidak memiliki buku teks Program keahlian memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas. Sebanyak 13 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan yang kurang memadai Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan Bangunan sekolah/madarasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt untuk administrasi sekolah dan ruang teori, serta daya tambahan untuk laboratorium dan bengkel sesuai kebutuhan. Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya lebih 100% Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 76% - 100% Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 51% - 75% Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 25% - 50% Tidak memiliki instalasi listrik. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan berdiri Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
  • 607.
    Tidak memiliki izinmendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan berat Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat Tidak pernah melakukan pemeliharaan Program keahlian memiliki ruang pembelajaran umum (RPU) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Memiliki seluruh jenis RPU yang dipersyaratkan oleh setiap program keahlian Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab bahasa, lab komputer, dan satu RPU yang lain Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab komputer, dan lab bahasa Memiliki ruang kelas, perpustakaan, dan lab komputer Tidak memiliki RPU Program keahlian memiliki RPU dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 26% - 50% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 1% - 25% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Program keahlian memiliki RPU dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 25% - 49 % RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 1% - 25% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada satupun RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sekolah/Madrasah memiliki ruang penunjang (RP) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Memiliki 76% - 100% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 51% - 75% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 25% - 50% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 1% - 25% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak memiliki RP Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 26% - 50% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 1% - 25% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 26% - 50% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
  • 608.
    Sebanyak 1% -25% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada satupun RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Program keahlian memiliki ruang pembelajaran khusus (RPK) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Memiliki 76% - 100% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 51% - 75% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 26% - 50% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar Memiliki 1% - 25% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak memiliki RPK Program keahlian memiliki RPK dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 26% - 50% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 1% - 25% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar Program keahlian memiliki RPK dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK. Sebanyak 76% - 100% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 51% - 75% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 26% - 50% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sebanyak 1% - 25% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Tidak ada satupun RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar Sekolah/Madrasah memiliki business center sebagai wahana kewirausahaan. Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani, dan menghasilkan profit Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani dan belum menghasilkan profit Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani dan belum menghasilkan profit Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, belum terbentuk sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani dan belum menghasilkan profit Tidak memiliki business center Program keahlian memiliki business center yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa yang tersebar luas secara nasional. Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar luas lintas Kabupaten/Kota Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan masyarakat umum sekitar sekolah/madrasah Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan sekolah/madrasah Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan program keahlian Tidak memiliki business center Sekolah/Madrasah memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan berbagai kegiatan. Memiliki BKK yang memasarkan lulusan, melakukan seleksi, dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan Memiliki BKK yang melakukan seleksi dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan Memiliki BKK yang menginformasikan adanya lowongan kerja ke sekolah/madrasah dan lulusannya Memiliki BKK namum tidak melakukan kegiatan bagi sekolah/madrasah maupun lulusannya Tidak memiliki BKK di sekolah/madrasah
  • 609.
  • 613.
    113 A A B C D E 114 A A B C D E 115 A A B C D E 116 A A B C D E 117 A A B C D E 118 A A B C D E 119 A A
  • 614.
    B C D E 120 A A B C D E 121 A A B C D E 122 A A B C D E 123 A A B C D E 124 A A B C D E 125 A A B C D E 126 A A
  • 615.
    B C D E 127 A A B C D E 128 A A B C D E 129 A A B C D E 130 A A B C D E 131 A A B C D E 132 A A B
  • 616.
    C D E 133 A A B C D E 134 A A B C D E 135 A A B C D E 136 A A B C D E 137 A A B C D E 138 A A B C D E
  • 617.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VI. STANDAR PENGELOLAAN Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan visi Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan misi Program keahlian telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan Program keahlian memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi hanya salah satu yang sudah disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan baik sudah maupun belum disosialisasikan Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan Program keahlian memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait. Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 5 - 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 3 - 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Memiliki 1 - 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis Program keahlian memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas dan mekanisme kerja. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas. Tidak memiliki struktur organisasi Program keahlian melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
  • 618.
    Sebanyak 51% -75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan Program keahlian melaksanakan kegiatan kesiswaan. Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan Program keahlian melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran Program keahlian melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 atau lebih program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan Program keahlian mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana Mengelola 3 program sarana dan prasarana Mengelola 2 program sarana dan prasarana Mengelola 1 program sarana dan prasarana Tidak mengelola program sarana dan prasarana Program keahlian mengelola pembiayaan pendidikan. Memiliki 4 atau lebih program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan Program keahlian menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Tidak Melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif Program keahlian melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan
  • 619.
    Memiliki 3 dokumententang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan Program keahlian melakukan kegiatan pelatihan kejuruan bagi teknisi atau laboran dalam rangka pemutakhiran keahlian kejuruan. Sebanyak 76% - 100% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan Sebanyak 51% - 75% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan Sebanyak 26% - 50% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan Sebanyak 1% - 25% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan Tidak satupun teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan Program keahlian menjalin kerjasama dengan DU/DI dalam melaksanakan magang guru. Memiliki 10 atau lebih kerjasama dengan DU/DI Memiliki 7 - 9 kerjasama dengan DU/DI Memiliki 4 - 6 kerjasama dengan DU/DI Memiliki 1 - 3 kerjasama dengan DU/DI Tidak memiliki kerjasama dengan DU/DI Program keahlian menerapkan Sistem Manajemen Mutu. Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu pada manajemen sekolah dan pembelajaran Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu salah satu dari manajemen sekolah atau pembelajaran Program keahlian telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu, tetapi belum memperoleh pengakuan dari lembaga yang berwenang Program keahlian sedang dalam tahap persiapan menuju Sistem Manajemen Mutu pada kurun waktu 3 tahun mendatang Program keahlian tidak memiliki program Sistem Manajemen Mutu Bidang garapan business center sesuai dengan bidang kejuruan yang dimiliki program keahlian. Memiliki 4 jenis atau lebih barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian Memiliki 3 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian Memiliki 2 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian Memiliki 1 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian Tidak menghasilkan barang atau jasa sama sekali Pengelolaan business center melibatkan seluruh warga program keahlian. Melibatkan guru, siswa dan karyawan program keahlian Melibatkan guru dan siswa program keahlian Melibatkan siswa dan karyawan program keahlian Hanya melibatkan guru, siswa atau karyawan saja Tidak melibatkan guru, siswa, dan karyawan program keahlian Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dimiliki sekolah/madrasah mampu menyalurkan penempataan kerja bagi lulusan di DU/DI dalam 3 tahun terakhir. Sebanyak 76% - 100% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK Sebanyak 51% - 75% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
  • 620.
    Sebanyak 26% -50% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK Sebanyak 1% - 25% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK Tidak satupun lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK Program keahlian memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan Memiliki 3 dokumen program pengawasan Memiliki 2 dokumen program pengawasan Memiliki 1 dokumen program pengawasan Tidak memiliki dokumen program pengawasan Program keahlian melaksanakan kegiatan evaluasi diri. Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester Tidak melaksanakan evaluasi diri Program keahlian melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 4 atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan Program keahlian mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi. Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi. Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 4 atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 wakil kepala sekolah/madrasah Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 wakil kepala sekolah/madrasah Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 wakil kepala sekolah/madrasah Memiliki kepala sekolah/madrasah dan tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan. Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus Tidak memiliki sistem informasi
  • 621.
  • 625.
    139 A A B C D E 140 A A B C D E 141 A A B C D E 142 A A B C D E 143 A A
  • 626.
    B C D E 144 A A B C D E 145 A A B C D E 146 A A B C D E 147 A A B C D E 148 A A B C D E 149 A A B
  • 627.
    C D E 150 A A B C D E 151 A A B C D E 152 A A B C D E 153 A A B C D E 154 A A B C D E 155 A A
  • 628.
    B C D E 156 A A B C D E 157 A A B C D E 140 A A B C D E 159 A A B C D E 160 A A B C D E 161 A A B C D
  • 629.
    E 162 A A B C D E 163 A A B C D E 164 A A B C D E
  • 630.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VII. STANDAR PEMBIAYAAN Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 tahun terakhir Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M). Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA- S/M Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan. Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja Sekolah/Madrsah tidak merealisasikan modal kerja Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan insentif dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan sesuai dengan yang direncanakan Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
  • 631.
    Mengeluarkan dana untukpembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan dana insentif dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan sesuai dengan yang direncanakan Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan. Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 5% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelajakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
  • 632.
    Membelanjakan biaya sebanyak26% - 50% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya daya dan jasa. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya daya dan jasa selama 1 tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program kewirausahaan. Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program kewirausahaan Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, dan bimbingan karir Membelanjakan biaya untuk prakerin dan uji kompetensi Membelanjakan biaya hanya untuk salah satu diantara prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, atau program kewirausahaan Tidak membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program kewirausahaan Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah/madrasah. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
  • 633.
    Digunakan untuk kesejahteraanwarga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, dan pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasarana, tetapi tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak untuk sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan Hanya digunakan untuk kesejahteraan sekolah/madrasah. Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa. Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 4 tahun terakhir Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 3 tahun terakhir Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 2 tahun terakhir Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 1 tahun terakhir Tidak melaksanakan subsidi silang Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Melakukan 4 jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah dan komite sekolah/madrasah Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel yang ditunjukkan oleh adanya RKA-S/M. Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M Kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
  • 634.
    Tidak tercantum dalamRKA-S/M Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir secara berturut-turut Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan Sekolah/Madrasah memiliki Buku Kas Umum (BKU). Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 4 tahun terakhir Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 3 tahun terakhir Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 2 tahun terakhir Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 1 tahun terakhir Tidak memiliki BKU Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 4 tahun terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 3 tahun terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 2 tahun terakhir Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 1 tahun terakhir Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
  • 635.
  • 640.
    165 A A B C D E 166 A A B C D E 167 A A B C D E 168 A A B C D E 169 A A B C D E 170 A A
  • 641.
    B C D E 171 A A B C D E 172 A A B C D E 173 A A B C D E 174 A A B C D E 175 A A B C D E 176 A A B C D E
  • 642.
    177 A A B C D E 178 A A B C D E 179 A A B C D E 180 A A B C D E 181 A A B C D E 182 A A B C D E 183 A A
  • 643.
    B C D E 184 A A B C D E 185 A A B C D E
  • 644.
    ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI ! VIII. STANDAR PENILAIAN Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semester yang berjalan. Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa Teknik penilaian dalam silabus mata pelajaran sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD). Sebanyak 96% - 100% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 91% - 95% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 86% - 90% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD Sebanyak 81% - 85% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD Kurang dari 81 % silabus mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian Guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Sebanyak 86% - 100% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Sebanyak 71% - 85% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Sebanyak 56% - 70% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Sebanyak 41% - 55% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Kurang dari 41% guru melaksanakan penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 86% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 71% - 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 56% - 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Sebanyak 41% - 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
  • 645.
    Sebanyak 71% -85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 86% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala program keahlian dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa. Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester. Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester. Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas Program keahlian mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas Program keahlian hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas Program keahlian menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester) melalui rapat. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
  • 646.
    Sekolah/Madrasah menentukan nilaiakhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak; kewarganegaraan dan kepribadian; estetika; serta jasmani, olahraga, dan kesehatan. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru Menentukan nilai akhir oleh wali kelas Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah Program keahlian menyelenggarakan ujian semester sesuai Prosedur Opersional Standar (POS). Memiliki POS dan dilaksanakan sesuai POS Memiliki POS tetapi tidak dilaksanakan sesuai POS Menyelenggarakan ujian tetapi tidak memiliki POS Menyelenggarakan ujian hanya oleh masing-masing guru Tidak menyelenggarakan ujian Program keahlian melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa. Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas kepada orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas kepada orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orang tua/wali siswa Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil Depag. Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 11 — 64 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari Program keahlian menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan wali kelas saja Menentukan kelulusan siswa melalui rapat pimpinan sekolah/madrasah Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian Lebih dari 28 hari setelah pengumuman hasil ujian Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus. Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
  • 647.
    Antara 8 —14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Program Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru Uji kompetensi melibatkan berbagai pihak. Melibatkan pihak DU/DI, lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis, dan Guru Kejuruan Melibatkan pihak DU/DI dan lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis Melibatkan pihak DU/DI dan guru kejuruan di bawah koordinasi sekolah Melibatkan hanya pihak DU/DI atau lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis saja Tidak melibatkan berbagai pihak
  • 648.
  • 652.
    DAFTAR PERTANYAAN VISI SMK NEGERI JEMBE STANDAR ISI STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMBALI
  • 653.
    ANYAAN VISITASI ERI JEMBER STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR PENGELOLAAN STANDAR PEMBIAYAAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN EMBALI
  • 654.
    HASIL VISITASI SMK NEGERI JEMBER SKOR JUMLAH BOBOT NO KOMPONEN AKREDITASI NOMOR BUTIR BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM 1 2 3 4 5 6 1 Standar Isi 001 - 018 18 12 4 2 Standar Proses 019 - 031 13 15 4 3 Standar Kompetensi Lulusan 032 - 062 31 13 4 Standar Pendidik dan Tenaga 4 063 - 087 25 15 4 Kependidikan 5 Standar Sarana dan Prasarana 088 - 112 25 13 4 6 Standar Pengelolaan 113 - 138 26 10 4 7 Standar Pembiayaan 139 - 164 26 11 4 8 Standar Penilaian Pendidikan 165 - 185 21 11 4 JUMLAH 185 100 32 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A
  • 655.
    SITASI I JEMBER NILAI JUMLAH JUMLAH JUMLAH NILAI KOMPONEN SKOR SKOR BOBOT KOMPONEN AKREDITASI TERTIMBANG TERTIMBANG BUTIR AKREDITASI SKALA MAKSIMUM PEROLEHAN RATUSAN 7 8 9 10 11 54 216 216 12.00 100.00 43 172 172 15.00 100.00 96 384 384 13.00 100.00 81 324 324 15.00 100.00 81 324 324 13.00 100.00 80 320 320 10.00 100.00 83 332 332 11.00 100.00 65 260 260 11.00 100.00 583 2332 2332 100.00 RAKREDITASI 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK
  • 657.
    GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI SMK NEGERI JEMBER 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengel Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana 1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
  • 658.
    AKREDITASI EMBER pendidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan ndar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan 100.00 KEMBALI SANGAT BAIK