Maaf, saya tidak bisa mengisi tabel tersebut karena tidak memiliki informasi lengkap tentang hasil penilaian standar isi dan proses di MTS Negeri Umbulsari. Saya hanya bisa memberikan tanggapan ringkas berdasarkan instruksi Anda.
A 4 1 TIDAK TERAKREDITASI
B 3 2 TIDAK TERAKREDITASI
C 2 3 TIDAK TERAKREDITASI
D 1 4 TIDAK TERAKREDITASI
E 0 5 TIDAK TERAKREDITASI
6 TIDAK TERAKREDITASI
A SANGAT BAIK A 7 TIDAK TERAKREDITASI
B BAIK B 8 TIDAK TERAKREDITASI
C CUKUP BAIK C 9 TIDAK TERAKREDITASI
BATAL BATAL BATAL 10 TIDAK TERAKREDITASI
11 TIDAK TERAKREDITASI
SANGAT BAIK BATAL
BAIK B
CUKUP BAIK C
BATAL A
12 TIDAK TERAKREDITASI
1.5 BATAL 13 TIDAK TERAKREDITASI
2.5 BATAL 14 TIDAK TERAKREDITASI
3.5 BATAL 15 TIDAK TERAKREDITASI
4.5 BATAL 16 TIDAK TERAKREDITASI
5.5 BATAL 17 TIDAK TERAKREDITASI
6.5 BATAL 18 TIDAK TERAKREDITASI
7.5 BATAL 19 TIDAK TERAKREDITASI
8.5 BATAL 20 TIDAK TERAKREDITASI
9.5 BATAL 21 TIDAK TERAKREDITASI
10.5 BATAL 22 TIDAK TERAKREDITASI
11.5 BATAL 23 TIDAK TERAKREDITASI
12.5 BATAL 24 TIDAK TERAKREDITASI
13.5 BATAL 25 TIDAK TERAKREDITASI
14.5 BATAL 26 TIDAK TERAKREDITASI
15.5 BATAL 27 TIDAK TERAKREDITASI
16.5 BATAL 28 TIDAK TERAKREDITASI
17.5 BATAL 29 TIDAK TERAKREDITASI
18.5 BATAL 30 TIDAK TERAKREDITASI
19.5 BATAL 31 TIDAK TERAKREDITASI
20.5 BATAL 32 TIDAK TERAKREDITASI
21.5 BATAL 33 TIDAK TERAKREDITASI
22.5 BATAL 34 TIDAK TERAKREDITASI
23.5 BATAL 35 TIDAK TERAKREDITASI
24.5 BATAL 36 TIDAK TERAKREDITASI
25.5 BATAL 37 TIDAK TERAKREDITASI
26.5 BATAL 38 TIDAK TERAKREDITASI
27.5 BATAL 39 TIDAK TERAKREDITASI
28.5 BATAL 40 TIDAK TERAKREDITASI
29.5 BATAL 41 TIDAK TERAKREDITASI
30.5 BATAL 42 TIDAK TERAKREDITASI
31.5 BATAL 43 TIDAK TERAKREDITASI
32.5 BATAL 44 TIDAK TERAKREDITASI
33.5 BATAL 45 TIDAK TERAKREDITASI
34.5 BATAL 46 TIDAK TERAKREDITASI
35.5 BATAL 47 TIDAK TERAKREDITASI
36.5 BATAL 48 TIDAK TERAKREDITASI
37.5 BATAL 49 TIDAK TERAKREDITASI
2.
38.5 BATAL 50 TIDAK TERAKREDITASI
39.5 BATAL 51 TIDAK TERAKREDITASI
40.5 BATAL 52 TIDAK TERAKREDITASI
41.5 BATAL 53 TIDAK TERAKREDITASI
42.5 BATAL 54 TIDAK TERAKREDITASI
43.5 BATAL 55 TIDAK TERAKREDITASI
44.5 BATAL 56 TERAKREDITASI
45.5 BATAL 57 TERAKREDITASI
46.5 BATAL 58 TERAKREDITASI
47.5 BATAL 59 TERAKREDITASI
48.5 BATAL 60 TERAKREDITASI
49.5 BATAL 61 TERAKREDITASI
50.5 BATAL 62 TERAKREDITASI
51.5 BATAL 63 TERAKREDITASI
52.5 BATAL 64 TERAKREDITASI
53.5 BATAL 65 TERAKREDITASI
54.5 BATAL 66 TERAKREDITASI
55.5 C 67 TERAKREDITASI
56.5 C 68 TERAKREDITASI
57.5 C 69 TERAKREDITASI
58.5 C 70 TERAKREDITASI
59.5 C 71 TERAKREDITASI
60.5 C 72 TERAKREDITASI
61.5 C 73 TERAKREDITASI
62.5 C 74 TERAKREDITASI
63.5 C 75 TERAKREDITASI
64.5 C 76 TERAKREDITASI
65.5 C 77 TERAKREDITASI
66.5 C 78 TERAKREDITASI
67.5 C 79 TERAKREDITASI
68.5 C 80 TERAKREDITASI
69.5 C 81 TERAKREDITASI
70.5 C 82 TERAKREDITASI
71.5 B 83 TERAKREDITASI
72.5 B 84 TERAKREDITASI
73.5 B 85 TERAKREDITASI
74.5 B 86 TERAKREDITASI
75.5 B 87 TERAKREDITASI
76.5 B 88 TERAKREDITASI
77.5 B 89 TERAKREDITASI
78.5 B 90 TERAKREDITASI
79.5 B 91 TERAKREDITASI
80.5 B 92 TERAKREDITASI
81.5 B 93 TERAKREDITASI
82.5 B 94 TERAKREDITASI
83.5 B 95 TERAKREDITASI
84.5 B 96 TERAKREDITASI
85.5 A 97 TERAKREDITASI
86.5 A 98 TERAKREDITASI
87.5 A 99 TERAKREDITASI
88.5 A 100 TERAKREDITASI
89.5 A
90.5 A
3.
91.5 A
92.5 A
93.5 A
94.5 A
95.5 A
96.5 A
97.5 A
98.5 A
99.5 A
TIDAK TERAKREDITASI BATAL
LAPORAN HASIL VISITASI
TK/ RA SMP / MTs SMA / MA
SD / MI SMK / MAK
Hasil karya : Edy Santoso ( Guru MTs Negeri Umbulsari - Jember )
15.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kamiucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahan
karunia yang banyak sekali. Karena Ridho-Nya pula maka kami dapat menyelesaikan pembuatan
sarana untuk memudahkan penilaian bagi Assesor Akreditasi. Selanjutnya kami sampaikan terima
kasih kepada :
1. Drs. H. Soleh Faishol M.Si, Staf Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Gresik yang
telah memberikan ilmu pengetahuan tentang Komputerisasi yang sangat bermanfaat bagi kami.
2. Nur Diana, S.Pd, istriku tercinta yang senantiasa membantu dan mendukungku disetiap saat.
3. Drs. H. Raefi, M.Pd.I, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah memberi
kepercayaan penuh kepada kami untuk mengabdi di lingkungan Kantor Departemen Agama
Kabupaten Jember.
4. DR. Hadi Purnomo, Kasi Mapenda Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah
memberi wacana tentang dunia pendidikan khususnya di Lingkungan Departemen Agama.
5. Drs. Tahmid, M.Pd.I Pengawas PPAI Kantor Departemen Agama Kabupaten Jember yang telah
memberi semangat bagi terselesaikannya program ini.
6. Drs. Syaiful Anwar, M.Pd, Kepala MTs Negeri Umbulsari, yang telah berkenan memberi amanah
dan menjadi rujukan untuk pembuatan program aplikasi ini.
7. Drs. Imam Syafi'i, M.Pd.I, Kepala MTs Negeri 2 Jember, yang telah senantiasa memberi petunjuk
dan arahan yang sangat bermanfaat bagi kami.
8. Semua rekan - rekan Guru dan Karyawan MTs Negeri Umbulsari, yang selalu memberi saran dan
masukan bagi terselesaikannya program ini.
9. Semua Pihak yang telah membantu terselesaikannya media ini.
Kami menyadari bahwa sarana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik
membangun, senantiasa kami tunggu untuk perbaikan / penyempurnaan. Sekian dan terima kasih.
Hormat Kami,
Edy Santoso, M.Pd.I
KEMBALI
16.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
IDENTITAS
NAMA : EDY SANTOSO, S.Pd.,M.Pd.I
TEMPAT / TGL LAHIR : JEMBER, 04 DESEMBER 1974
AGAMA : ISLAM
ALAMAT : Jl. Kotta Blater N0. 33 Watukebo Ambulu, Jember
Email : edysan74@gmail.com
No. Telepon / HP : 085 258 103 340
TEMPAT DINAS : MTs NEGERI UMBULSARI
Jl. WR. Supratman No. 55 Telp. 0336-441816 Umbulrejo - Umbulsari
Jabatan : Guru Bahasa Inggris
PENDIDIKAN
FORMAL : Taman Kanak - kanak Aisyiah Tahun 1981
: Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Watukebo Tahun 1987
: SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1990
: SMA Negeri Ambulu Tahun 1993
: S 1 - Universitas Islam Jember Tahun 1997
: S 2 - Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun 2007
NON FORMAL : Kursus Latihan Kerja Tahun 1993
: Ponpes Al Fatah Talangsari Tahun 1994
: Kursus Komputer Tahun 1997
PENGALAMAN
MENGAJAR : SMP Negeri 1 Cluring Banyuwangi Tahun 1995 - 1997
: SMP Negeri 1 Ambulu Jember Tahun 1997 - 2005
: SD Negeri Andongsari VII Ambulu Jember Tahun 2004 - 2005
: MTs Negeri Umbulsari Jember Tahun 2005 - Sekarang
ORGANISASI : Ketua OSIS SMP Muhammadiyah IX Watukebo Tahun 1988
: Ketua Ranting IPM Watukebo Tahun 1991 - 1992
: Ketua Bidang Dakwah OSIS SMA N Ambulu Tahun 1991 - 1992
KEMBALI : Ketua Pemuda Panca Marga Ranting Ambulu Tahun 2003 - 2008
: Sekretaris Dikdasmen Muhammadiyah Watukebo Tahun 2006 - 2011
: Pengurus PGRI Kab. Jember Tahun 2010 - 2015
: Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kab. Jember Tahun 2010
17.
LAPORAN HASIL VISITASI
MTS NEGERI UMBULSARI
DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN
STANDAR ISI
PRASARANA
STANDAR PROSES HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK PEMBIAYAAN
STANDAR PENDIDIK DAN STANDAR PENILAIAN
TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN
KEMBALI
18.
HASIL PENILAIAN STANDARDISI
KEMBALI
MTS NEGERI UMBULSARI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
1 B 3 3 9
2 A 4 3 12
3 B 3 3 9
4 B 3 3 9
5 B 3 3 9
6 A 4 2 8
7 A 4 2 8
8 A 4 2 8
9 A 4 3 12
10 A 4 3 12
11 A 4 3 12
12 A 4 2 8
13 A 4 2 8
14 A 4 3 12
15 D 1 3 3
16 A 4 3 12
17 A 4 2 8
JUMLAH 61 45 159
19.
HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES
MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
18 A 4 3 12
19 A 4 3 12
20 A 4 3 12
21 A 4 3 12
22 B 3 3 9
23 A 4 3 12
24 A 4 3 12
25 A 4 3 12
26 B 3 3 9
27 A 4 2 8
28 A 4 2 8
29 B 3 3 9
JUMLAH 45 34 127
20.
HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSAN
MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
30 C 2 3 6
31 A 4 3 12
32 B 3 3 9
33 B 3 3 9
34 B 3 3 9
35 A 4 3 12
36 A 4 3 12
37 A 4 3 12
38 B 3 3 9
39 B 3 3 9
40 A 4 3 12
41 A 4 3 12
42 B 3 3 9
43 A 4 3 12
44 B 3 3 9
45 B 3 3 9
46 A 4 3 12
47 B 3 3 9
48 A 4 3 12
49 A 4 3 12
JUMLAH 69 60 207
21.
HASIL PENILAIAN STANDARDPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
50 A 4 4 16
51 A 4 3 12
52 A 4 3 12
53 A 4 4 16
54 A 4 3 12
55 A 4 3 12
56 A 4 4 16
57 A 4 3 12
58 A 4 3 12
59 A 4 3 12
60 A 4 3 12
61 C 2 3 6
62 A 4 3 12
63 A 4 2 8
64 A 4 2 8
65 A 4 2 8
66 C 2 2 4
67 B 3 3 9
68 A 4 2 8
69 A 4 3 12
70 B 3 3 9
71 A 4 2 8
72 A 4 3 12
73 A 4 2 8
74 A 4 2 8
75 A 4 2 8
JUMLAH 98 72 272
22.
HASIL PENILAIAN STANDARDSARANA DAN PRASARANA
MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
76 A 4 3 12
77 A 4 3 12
78 A 4 3 12
79 A 4 3 12
80 A 4 3 12
81 B 3 3 9
82 A 4 3 12
83 A 4 3 12
84 A 4 3 12
85 A 4 2 8
86 A 4 3 12
87 A 4 3 12
88 A 4 3 12
89 B 3 3 9
90 B 3 4 12
91 A 4 4 16
92 A 4 3 12
93 A 4 2 8
94 B 3 3 9
95 A 4 2 8
96 A 4 3 12
97 A 4 2 8
98 A 4 2 8
99 A 4 2 8
100 A 4 3 12
101 A 4 1 4
102 B 3 2 6
103 A 4 3 12
JUMLAH 107 77 293
23.
HASIL PENILAIAN STANDARDPENGELOLAAN
MTS NEGERI UMBULSARI KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
1 2 3 4 5
104 A 4 3 12
105 B 3 3 9
106 A 4 3 12
107 A 4 3 12
108 A 4 3 12
109 A 4 3 12
110 A 4 3 12
111 A 4 3 12
112 A 4 4 16
113 B 3 3 9
114 B 3 3 9
115 A 4 3 12
116 B 3 4 12
117 A 4 3 12
118 A 4 2 8
119 A 4 3 12
120 A 4 3 12
121 A 4 3 12
122 A 4 3 12
123 A 4 3 12
1
A
B B
C
D
E
2
A A
B
C
D
E
3
A
B B
C
D
E
4
A
B B
C
D
E
5
A
B B
C
D
E
6
A A
B
29.
C
D
E
7
A A
B
C
D
E
8
A A
B
C
D
E
9
A A
B
C
D
E
10
A A
B
C
D
E
11
A A
B
C
D
E
12
A A
B
C
30.
D
E
13
A A
B
C
D
E
14
A A
B
C
D
E
15
A
B
C
D D
E
16
A A
B
C
D
E
17
A A
B
C
D
E
31.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
I. STANDAR ISI
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan
kurikulum yang disusun oleh BSNP.
Mengembangkan kurikulum bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara
lembaga pendidikan
Mengembangkan kurikulum bersama perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 - 6 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 - 4 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 - 2 prinsip pengembangan KTSP
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 - 6 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 - 4 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 - 2 prinsip pelaksanaan
Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud
Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah,
(2) guru, (3) komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau
Kandepag, dan (5) instansi terkait di daerah.
melibatkan 4 - 5 pihak
melibatkan 3 pihak
32.
melibatkan 2 pihak
melibatkan1 pihak
Tidak menyusun silabus mata pelajaran
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan program ekstrakurikuler
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan layanan konseling.
Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling
Sekolah/Madrasah menjabarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk
setiap mata pelajaran.
Sebanyak 10 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada
lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan menyelenggarakan program pengayaan
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi
yang diberikan kepada siswa maksimal 50% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 10 atau lebih silabus mata
pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 7 - 9 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 4 - 6 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
33.
KTSP telah disahkanoleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag dan sebanyak 1 - 3 silabus mata pelajaran telah
dikembangkan KTSP-nya
KTSP tidak disahkan oleh Dinas Pendidikan atau Kanwil Depag/ Kandepag
Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Tidak ada silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah pengembangan silabus
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri
Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri
Tidak ada guru menyusun silabus sendiri
Sekolah/Madrasah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Tidak ada mata pelajaran dengan KKM 75,00 atau lebih
Sekolah/Madrasah menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan: (1) karakteristik siswa, (2) karakteristik
mata pelajaran, dan (3) kondisi sekolah/madrasah.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru
Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender
pendidikan yang dimiliki.
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara rinci
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara kurang rinci
Menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah secara tidak rinci
Tidak menyusun kalender pendidikan sekolah/madrasah
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
II. STANDAR PROSES
Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul
panduan penyusunan KTSP.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus secara mandiri
Mengembangkan silabus secara kelompok dari beberapa sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada
Tidak mengembangkan silabus
Setiap mata pelajaran memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Dokumen RPP disusun oleh guru berdasarkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegi
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber bahan.
Sebanyak 76% - 100% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 51% - 75% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 26% - 50% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Sebanyak 1% - 25% RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Tidak ada RPP dikembangkan berdasarkan prinsip di atas
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun RPP.
Sebanyak 76% - 100% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 51% - 75% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 26% - 50% RPP disusun oleh guru
Sebanyak 1% - 25% RPP disusun oleh guru
Tidak ada RPP disusun oleh guru
Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
44.
Sebanyak 26% -50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sekolah/Madrasah melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Tidak melakukan penilaian hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tiga tahapan yaitu: (1) tahap perencan
pelaksanaan, dan (3) tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 2 tahap pemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan
Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan empat cara yaitu: (1) pemberian contoh, (2) d
pelatihan, dan (4) konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi
Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah, dengan memperhatikan 4 aspe
persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tidak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi
Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite seko
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja
Tidak menyampaikan hasil pengawasan
Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
45.
Sebanyak 26% -50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindak lanjuti
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Tidak ada hasil pengawasan ditindaklanjuti
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam
pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 70,00 - 74,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 65,00 - 69,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek 60,00 - 64,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran iptek kurang dari 60,00
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar selama satu tahun pelajaran terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan 10 kali atau lebih kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dar
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 7 - 9 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 4 - 6 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah menjalankan 1 - 3 kali kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari
berbagai sumber belajar
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai
sumber belajar
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 jenis atau lebih kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan yang dapat memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung
jawab
Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
dalam satu tahun terakhir
58.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya dalam satu
tahun terakhir
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 jenis kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung
jawab
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam
satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah tidak menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil
yang terbaik.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
mendapatkan hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
59.
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakankegiatan yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil terbaik
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam satu tahun terakhir
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan
kebersihan lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan dalam satu tahun terakhir
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun
terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa,
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras,
dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global dalam satu tahun terakhir
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
60.
Sekolah/Madrasah setiap minggumelaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program
pengembangan diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 3 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 2 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah setiap minggu melaksanakan 1 kali kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
diri
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati
terhadap orang lain.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 kali atau lebih kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun
kelompok dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 kali kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
dalam satu tahun terakhir
Siswa memperoleh pengalaman keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan
karya wisata/studi lapangan
Sekolah/Madrasah menyediakan kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba
Sekolah/Madrasah tidak menyediakan kumpulan karya tulis siswa
Siswa memperoleh pengalaman keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia
maupun Bahasa Inggris.
Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 atau lebih karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 3 karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 2 karya siswa
Sekolah/Madrasah menghasilkan 1 karya siswa
Sekolah/Madrasah tidak menghasilkan karya siswa
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
61.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4kali atau lebih kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan pengembangan iptek
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pengembangan iptek
Siswa memperoleh pengalaman belajar dan mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi.
Sekolah/Madrasah melaksanakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 3 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 2 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah melaksanakan 1 kali kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
Sekolah/Madrasah tidak pernah melaksanakan kegiatan yang mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
50
A A
B
C
D
E
51
A A
B
C
D
E
52
A A
B
C
D
E
53
A A
B
C
D
E
54
A A
B
C
D
73.
E
55
A A
B
C
D
E
56
A A
B
C
D
E
57
A A
B
C
D
E
58
A A
B
C
D
E
59
A A
B
C
D
E
60
A A
B
74.
C
D
E
61
A
B
C C
D
E
62
A A
B
C
D
E
63
A A
B
C
D
E
64
A A
B
C
D
E
65
A A
B
C
D
E
66
75.
A
B
C C
D
E
67
A
B B
C
D
E
68
A A
B
C
D
E
69
A A
B
C
D
E
70
A
B B
C
D
E
71
A A
B
C
D
E
76.
72
A A
B
C
D
E
73
A A
B
C
D
E
74
A A
B
C
D
E
75
A A
B
C
D
E
77.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Guru memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1).
Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan D-IV atau S1
Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan D-IV atau S1
Tidak ada guru berpendidikan D-IV atau S1
Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang
pendidikannya
Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikanny
Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
Sebanyak 26%
pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem
Tidak ada guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua
berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesemp
memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik
peringatan lisan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberik
peringatan tertulis
78.
Adanya guru yangmelanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sa
sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan
Guru berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat.
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,
pertemuan antara guru dan orangtua siswa
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr
Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah
Adanya rapat dewan guru
Tidak diadakan rapat
Guru menguasai materi pelajaran yang diajarkan serta mengembangkan nya dengan metode ilmiah.
Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Tidak ada guru memiliki penguasaan materi pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua
terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV Kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh pergurua
tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh
perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan dibawah S1 atau D-IV kependidikan atau nonkependidikan yang dikeluarkan oleh
perguruan tinggi tidak terakreditasi
Tidak memiliki kualifikasi akademik
Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, namun tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik maupun SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun pada waktu diangkat sebagai kepala s
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 3 - 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 - 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 - 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun
Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa lulus ujian akhir
Sebanyak 51% - 75% siswa lulus ujian akhir
79.
Sebanyak 26% -50% siswa lulus ujian akhir
Sebanyak 1% - 25% siswa lulus ujian akhir
Tidak ada siswa lulus ujian akhir
Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan kewirausahaan se
sumber belajar siswa seperti: (1) koperasi siswa, (2) peternakan/perikanan, (3) pertanian/perkebunan, (4) kantin sekolah, (5) u
produksi dan lain-lain.
Memiliki 4 atau lebih jenis usaha
Memiliki 3 jenis usaha
Memiliki 2 jenis usaha
Memiliki 1 jenis usaha
Tidak memiliki usaha
Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKA-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan
direncanakan dalam RKA-S/M
Tidak melakukan supervisi dan monitoring
Kepala Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik minimal D-III.
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimal D-III
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-II
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan D-I
Memiliki kualifikasi akademik Pendidikan Menengah
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau memiliki kualifikasi akademik di bawah Pendidikan Menengah atau tidak memiliki Kep
Tenaga Administrasi
Kepala tenaga administrasi pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal
Tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya.
80.
Sekolah/Madrasah memiliki 5orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Kepala perpustakaan memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur pendidikan atau minimal (D-II) Ilmu Perpust
dan Informasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan atau mini
Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV atau S1 dan mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Memiliki kualifikasi akademik D-IV atau S1, tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Memiliki kualifikasi akademik dibawah D-IV dan tidak mempunyai sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan
Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan atau tidak memiliki Kepala Perpustakaan
Kepala perpustakaan pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal
Tenaga perpustakaan memiliki kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan.
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi pengelo
perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan minimal pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompeten
pengelolaan perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan bersertifikat kompetensi penge
perpustakaan
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan di bawah pendidikan menengah dan tidak memiliki sertifikat kompete
pengelolaan perpustakaan
Tidak memiliki tenaga perpustakaan
Kepala laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-IV atau S1 dari jalur guru atau minimal (D-III) dari jalur laboran/te
Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium
Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memiliki kepala laboratorium
Kepala laboratorium pada waktu diangkat memenuhi masa kerja minimal.
Melebihi masa kerja minimal
Memenuhi masa kerja minimal
Kurang 1 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 2 tahun dari masa kerja minimal
Kurang 3 tahun dari masa kerja minimal
81.
Kepala laboratorium minimalmemiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Memiliki 3 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki 2 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki 1 kriteria sesuai standar minimal kualifikasi
Memiliki salah satu atau lebih kriteria, tetapi tidak memenuhi standar minimal kualifikasi
Tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kriteria standar minimal
Teknisi laboratorium memiliki kualifikasi akademik minimal D-II yang relevan dengan peralatan laboratorium.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-II
Memiliki kualifikasi akademik D-I
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan dasar
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki teknisi laboratorium
Laboran memiliki kualifikasi akademik minimal D-I.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I
Memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah
Memiliki kualifikasi akademik SMP/MTs/Paket B
Memiliki kualifikasi akademik SD/MI/Paket A
Tidak memiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran
Sekolah/Madrasah memiliki petugas layanan khusus.
Memiliki 4 jenis atau lebih petugas layanan khusus
Memiliki 3 jenis petugas layanan khusus
Memiliki 2 jenis petugas layanan khusus
Memiliki 1 jenis petugas layanan khusus
Tidak memiliki petugas layanan khusus
76
A A
B
C
D
E
77
A A
B
C
D
E
78
A A
B
C
D
E
79
A A
B
C
D
E
80
A A
B
C
D
E
93.
81
A
B B
C
D
E
82
A A
B
C
D
E
83
A A
B
C
D
E
84
A A
B
C
D
E
85
A A
B
C
D
E
86
A A
B
C
D
E
87
94.
A A
B
C
D
E
88
A A
B
C
D
E
89
A
B B
C
D
E
90
A
B B
C
D
E
91
A A
B
C
D
E
92
A A
B
C
D
E
93
95.
A A
B
C
D
E
94
A
B B
C
D
E
95
A A
B
C
D
E
96
A A
B
C
D
E
97
A A
B
C
D
E
98
A A
B
C
D
E
99
A A
B
96.
C
D
E
100
A A
B
C
D
E
101
A A
B
C
D
E
102
A
B B
C
D
E
103
A A
B
C
D
E
97.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal
Tidak tersedia lahan
Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses
penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan
Tidak berada di lokasi aman
Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan ke
memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan serta memiliki sa
meningkatkan kenyamanan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air
Tidak berada di lokasi yang nyaman
Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan
hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan
hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanf
pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin pemanfaatan
hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya
Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai bangunan seluas 76% - 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih
Memiliki lantai bangunan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai bangunan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai bangunan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri
98.
Bangunan sekolah/madrasah memilikistruktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 4 atau lebih jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 3 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 2 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Memiliki 1 jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Tidak memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan
Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan kurang memadai
Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan
Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 watt atau lebih
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt
Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama
Tidak memiliki instalasi listrik
Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan
Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan
Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
99.
Memiliki 14 ataulebih jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 10 - 13 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 5 - 9 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Memiliki 1 - 4 jenis prasarana yang dipersyaratkan
Tidak memiliki prasarana sendiri
Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 2 unsur di atas sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 1 unsur di atas sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan 3 unsur di atas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang kelas
Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang perpustakaan
Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 atau lebih siswa
Tidak memiliki buku teks
Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 10 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 7 - 9 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 4 - 6 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 - 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium IPA yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas da
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai k
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentu
sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan te
sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang laboratorium IPA, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tid
ketentuan
Tidak memiliki ruang laboratorium IPA
Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
100.
Memiliki ruang pimpinandengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang pimpinan
Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang guru
Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang tata usaha
Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat beribadah
Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang konseling
Sekolah/Madrasah memiliki ruang UKS/M dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang UKS/M
Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
101.
Memiliki ruang organisasikesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan
Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki jamban
Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki gudang
Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang sirkulasi
Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VI. STANDAR PENGELOLAAN
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga, selaras dengan visi institusi di atasnya dan sesuai
dengan perkembangan serta tantangan di masyarakat.
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah
dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, selaras dengan visi institusi di atasnya, mudah
dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya
mudah dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi bersama warga sekolah/madrasah, tidak selaras dengan visi institusi di atasnya
mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga yang sesuai dengan visi.
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, sesuai dengan visi tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi bersama warga sekolah/ madrasah, tidak sesuai dengan visi dan tidak
disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan
Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan disosialisasikan kepada
warga sekolah/ madrasah.
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah dan salah satunya sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah tetapi belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja tahunan atau rencana kerja jangka menengah baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah
Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami
oleh pihak-pihak terkait.
Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 5 atau 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 3 atau 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 1 atau 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
117.
Sekolah/Madrasah memiliki strukturorganisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas
Tidak memiliki struktur organisasi
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan
Sekolah/Madrasah melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak memiliki jenis kegiatan kesiswaan
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana
Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
118.
Memiliki 4 programpengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Memiliki 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen kemitraan
Memiliki 3 dokumen kemitraan
Memiliki 2 dokumen kemitraan
Memiliki 1 dokumen kemitraan
Tidak memiliki dokumen kemitraan
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengawasan yang disosiali- sasikan kepada pendidik dan tenaga
kependidikan.
Melaksanakan 4 atau 5 program pengawasan
Melaksanakan 3 program pengawasan
Melaksanakan 2 program pengawasan
Melaksanakan 1 program pengawasan
Tidak melaksanakan program pengawasan
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi program kerja sekolah/madrasah.
Melaksanakan evaluasi diri sekurang-kurangnya sekali dalam 1 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 tahun
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 tahun
Tidak melaksanakan evaluasi diri
Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
119.
Mempersiapkan 3 unsurpelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi
Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru dan proses
penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah /madrasah yang dipilih melalui rapat dewan guru tetapi
proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan
wali kelas serta proses penetapannya dilaporkan ke institusi di atasnya
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/ madrasah yang dipilih melalui rapat perwakilan guru dan
wali kelas tetapi proses penetapannya tidak dilaporkan ke institusi di atasnya
Tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah atau memiliki wakil kepala sekolah/madrasah yang ditunjuk langsung oleh
kepala sekolah
Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VII. STANDAR PEMBIAYAAN
Sekolah/Madrasah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dengan melibatkan stakeholders.
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 4 atau lebih unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 3 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 2 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Menyusun RKA-S/M dengan melibatkan 1 unsur stakeholders sekolah/madrasah
Tidak menyusun RKA-S/M
Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RKA-S/M.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M membiayai seluruh kebutuhan pendidikan.
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja
Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja
Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain pendidik.
Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Membelanjakan dana sebanyak kurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan pendidik
Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan pendidik
Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transpor, dan tunjangan lain tenaga kependidikan.
Membelanjakan dana sebanyak 91% - 100% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Membelanjakan dana sebanyak 81% - 90% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Membelanjakan dana sebanyak 71% - 80% dari anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
134.
Membelanjakan dana sebanyakkurang dari 71% anggaran gaji serta tunjangan tenaga kependidikan
Tidak membelanjakan dana untuk gaji dan tunjangan tenaga kependidikan
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksana-an kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya kegiatan rapat.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
135.
Sekolah/Madrasah membelanjakan biayatranspor dan perjalanan dinas.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun tera
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Tidak membelanjakan biaya pengadaan transpor dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite seko
Dikelola secara sistematis, transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis, transparan tetapi tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Dikelola secara sistematis tetapi tidak transparan dan tidak dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah atau orangtua siswa
Tidak dikelola secara sistematis dan tidak transparan
Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 91% - 100% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak 81% - 90% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak 71% - 80% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sebanyak kurang dari 71% orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Tidak ada orangtua siswa mampu membayar uang sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
136.
Melaksanakan subsidi silanguntuk membantu 90% siswa kurang mampu atau lebih
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80% - 89% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70% - 79% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu
Tidak melaksanakan subsidi silang
Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 4 atau lebih jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Pengambilan keputusan dalam penetapan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dilakukan de
berbagai pihak terkait (kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga ke
perwakilan siswa dan penyelenggara pendidikan/yayasan untuk swasta).
Kepala sekolah/madrasah melibatkan komite sekolah/ madrasah, perwakilan guru, perwakilan tenaga kependidikan, siswa, da
pendidikan/yayasan untuk swasta
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 3 di antara unsur di atas
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 2 di antara unsur di atas
Kepala sekolah/madrasah melibatkan 1 di antara unsur di atas
Tidak melibatkan siapapun
Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, dan akuntabel yang ditunjukkan oleh
S/M.
Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Dana dari masyarakat tidak tercantum dalam RKA-S/M
Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan
Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional
Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
137.
Membuat laporan pertanggungjawabanpengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
terakhir
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VIII. STANDAR PENILAIAN
Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian KD.
Sebanyak 96% - 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% - 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% - 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% - 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilai
Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaia
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Guru menggunakan berbagai teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 71% - 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 56% - 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 41% - 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% - 100% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulita
Sebanyak 71% - 85% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Sebanyak 56% - 70% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Sebanyak 41% - 55% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
Kurang dari 41% guru mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan bela
Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 71% - 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
153.
Sebanyak 86% -100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bent
belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama sebagai informasi untuk menentukan nilai a
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama
Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk me
semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas
Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan dewan guru
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah, wali kelas, dan guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah/madrasah dan wali kelas
Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh wali kelas tanpa melalui rapat
Tidak menentukan kriteria kenaikan kelas
Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepr
serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja
154.
Hanya ditetapkan olehkepala sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada semua orangtua/wali siswa.
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orangtu
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k
siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas k
siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orangtua/wali siswa
Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kabupaten/
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 - 40 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 - 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 - 80 hari setelah akhir semester
Tidak melaporkan pencapaian hasil belajar siswa atau melaporkannya lebih dari 80 hari
Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai kriteria kelulusan.
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat perwakilan guru-guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat wali kelas
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat guru BK
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasi
Menyerahkan SKHUN kurang dari 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 8 - 14 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 15 - 21 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN antara 22 - 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Menyerahkan SKHUN lebih dari 35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Menyerahkan ijazah kepada siswa sesuai dengan ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 7 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 8 - 14 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 15 - 21 hari dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Menyerahkan ijazah kepada siswa setelah 21 hari atau lebih dari ketentuan waktu yang ditetapkan
Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI atau hasil Ujian Nasiona
Kesetaraan (UNPK) program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A secara transparan sebagai bahan pertimbangan pen
Menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pe
penerimaan siswa baru
Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI dan tes masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
Hanya menggunakan hasil UASBN SD/MI secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Tidak menggunakan hasil UASBN SD/MI atau hasil UNPK program Paket A sebagai bahan pertimbangan penerimaan sis
155.
Sekolah/Madrasah memiliki prestasihasil UN yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan tahun terakhir.
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 91% - 100%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 81% - 90%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 71% - 80%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan 61% - 70%
Memiliki prestasi hasil UN dengan tingkat kelulusan kurang dari 61%
Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UN tahun terakhir.
Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Tiga mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Dua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Satu mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
Tidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi dari rata-rata nasional
DAFTAR PERTANYAAN VI
MTS NEGERI UMBULS
STANDAR ISI
STANDAR PROSES
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
165.
ANYAAN VISITASI
RI UMBULSARI
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
EMBALI
166.
HASIL VISITASI
MTS NEGERI UMBULSARI
NILAI
JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN
NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR
NO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM
BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA
RATUSAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Standar Isi 001 - 017 17 13 4 45 180 159 11.48 88.33
2 Standar Proses 018 - 029 12 15 4 34 136 127 14.01 93.38
3 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 049 20 13 4 60 240 207 11.21 86.25
Standar Pendidik dan Tenaga
4 050 - 075 26 15 4 72 288 272 14.17 94.44
Kependidikan
5 Standar Sarana dan Prasarana 076 - 103 28 12 4 77 308 293 11.42 95.13
6 Standar Pengelolaan 104 - 123 20 11 4 61 244 231 10.41 94.67
7 Standar Pembiayaan 124 - 148 25 10 4 74 296 148 5.00 50.00
8 Standar Penilaian Pendidikan 149 - 169 21 11 4 61 244 236 10.64 96.72
JUMLAH 169 100 32 484 1936 1673 88.34
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34
KEMBALI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
168.
GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI
MTS NEGERI UMBULSARI
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 88.34 KEMBALI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
LAPORAN HASIL VIS
MI NEGERI BALUN
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR ISI
STANDAR PROSES HASIL VISITASI
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
171.
ASIL VISITASI
RI BALUNG
ERTANYAAN
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
VISITASI STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
RAFIK PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
MBALI
172.
HASIL PENILAIAN STANDARDISI
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
1 A 4 4
2 A 4 3
3 A 4 3
4 A 4 3
5 A 4 3
6 A 4 3
7 A 4 2
8 A 4 2
9 A 4 4
10 A 4 3
11 A 4 2
12 A 4 4
13 A 4 2
14 A 4 4
15 A 4 4
16 A 4 3
17 A 4 3
18 A 4 3
JUMLAH 72 55
HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
19 A 4 4
20 A 4 3
21 A 4 3
22 A 4 3
23 A 4 3
24 A 4 3
25 A 4 3
26 A 4 3
27 A 4 2
28 A 4 2
29 A 4 3
JUMLAH 44 32
175.
DARD PROSES
LUNG KEMBALI
SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
5
16
12
12
12
12
12
12
12
8
8
12
128
176.
HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSA
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
30 A 4 4
31 A 4 3
32 A 4 3
33 A 4 3
34 A 4 3
35 A 4 3
36 A 4 3
37 A 4 2
38 A 4 3
39 A 4 3
40 A 4 4
41 A 4 3
42 A 4 3
43 A 4 3
44 A 4 3
45 A 4 4
46 A 4 4
JUMLAH 68 54
HASIL PENILAIAN STANDARDPENDIDIK DAN TENAGA KEPEND
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
47 A 4 4
48 A 4 3
49 A 4 4
50 A 4 4
51 A 4 3
52 A 4 3
53 A 4 3
54 A 4 4
55 A 4 3
56 A 4 3
57 A 4 4
58 A 4 2
59 A 4 3
60 A 4 4
61 A 4 2
62 A 4 2
63 A 4 2
64 A 4 2
65 A 4 1
JUMLAH 76 56
179.
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
LUNG KEMBALI
SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
5
16
12
16
16
12
12
12
16
12
12
16
8
12
16
8
8
8
8
4
224
180.
HASIL PENILAIAN STANDARDSARANA DAN PRASARANA
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
66 A 4 3
67 A 4 3
68 A 4 3
69 A 4 3
70 A 4 3
71 A 4 4
72 A 4 4
73 A 4 3
74 A 4 3
75 A 4 3
76 A 4 3
77 A 4 4
78 A 4 4
79 A 4 3
80 A 4 4
81 A 4 4
82 A 4 3
83 A 4 3
84 A 4 3
85 A 4 3
86 A 4 2
87 A 4 3
88 A 4 1
89 A 4 2
90 A 4 3
JUMLAH 100 77
HASIL PENILAIAN STANDARDPENGELOLAAN
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
91 A 4 4
92 A 4 4
93 A 4 4
94 A 4 3
95 A 4 3
96 A 4 3
97 A 4 3
98 A 4 3
99 A 4 4
100 A 4 4
101 A 4 3
102 A 4 3
103 A 4 4
104 A 4 3
105 A 4 3
106 A 4 3
107 A 4 3
108 A 4 3
109 A 4 4
110 A 4 3
JUMLAH 80 67
HASIL PENILAIAN STANDARDPEMBIAYAAN
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
111 A 4 4
112 A 4 4
113 A 4 4
114 A 4 4
115 A 4 4
116 A 4 4
117 A 4 3
118 A 4 3
119 A 4 3
120 A 4 3
121 A 4 2
122 A 4 2
123 A 4 3
124 A 4 3
125 A 4 3
126 A 4 4
127 A 4 2
128 A 4 1
129 A 4 3
130 A 4 2
131 A 4 3
132 A 4 4
133 A 4 3
134 A 4 3
135 A 4 4
JUMLAH 100 78
HASIL PENILAIAN STANDARDPENILAIAN
MI NEGERI BALUNG
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
136 A 4 3
137 A 4 3
138 A 4 4
139 A 4 4
140 A 4 3
141 A 4 3
142 A 4 4
143 A 4 3
144 A 4 2
145 A 4 2
146 A 4 3
147 A 4 3
148 A 4 2
149 A 4 2
150 A 4 3
151 A 4 2
152 A 4 3
153 A 4 2
154 A 4 3
155 A 4 3
156 A 4 3
157 A 4 1
JUMLAH 88 61
1
A A
B
C
D
E
2
A A
B
C
D
E
3
A A
B
C
D
E
4
A A
B
C
D
E
5
A A
B
C
D
E
6
A A
B
C
D
E
189.
7
A A
B
C
D
E
8
A A
B
C
D
E
9
A A
B
C
D
E
10
A A
B
C
D
E
11
A A
B
C
D
E
12
A A
B
C
D
E
13
A A
B
C
D
E
190.
14
A A
B
C
D
E
15
A A
B
C
D
E
16
A A
B
C
D
E
17
A A
B
C
D
E
18
A A
B
C
D
E
191.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
I. STANDAR ISI
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan melibatkan pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurik
disusun oleh BSNP.
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lembaga p
tokoh pendidikan setempat
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah, seluruh guru, dan komite sekolah/ madrasah atau penyelenggara lemba
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dan seluruh guru
Mengembangkan kurikulum bersama kepala sekolah dibantu beberapa orang guru
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum dengan menggunakan prinsip pengembangan KTSP.
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 7 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 5 — 6 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 3 — 4 prinsip pengembangan KTSP
Mengembangkan kurikulum dengan menggunakan 1 — 2 prinsip pengembangan KTSP
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah melaksanakan pengembangan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 — 6 (enam) kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 — 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 — 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum dalam bentuk pengajaran berdasarkan prinsip pelaksanaan kurikulum.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 5 — 6 prinsip pelaksanaan kurikulum
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 3 — 4 prinsip pelaksanaan
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 1 — 2 prinsip pelaksanaan
Tidak melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip dimaksud
Sekolah/Madrasah menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal dengan melibatkan pihak: (1) kepala sekolah/madrasah, (2
sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, (4) dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kandepag, dan (5) ins
daerah.
Melibatkan 4 - 5 pihak
Melibatkan 3 pihak
Melibatkan 2 pihak
Hanya melibatkan 1 pihak
Tidak menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal
192.
Sekolah/Madrasah melaksanakan programpengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.
Melaksanakan 4 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan layanan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan layanan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan layanan konseling
Sekolah/Madrasah melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Melaksanakan 4 jenis atau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
Sekolah/Madrasah menjabarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator-indikator untuk setia
Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran, telah sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Tidak ada mata pelajaran yang sesuai antara SK, KD, dan indikator-indikatornya
Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada lampiran Permendiknas
2006.
Menerapkan 4 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar
Guru mengalokasikan waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur kepada siswa maksimal 40% d
tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% — 75% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% — 50% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% — 25% guru memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru yang mengalokasikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Pengembangan KTSP dilaksanakan dengan mengacu kepada: (1) Standar Isi, (2) Standar Kompetensi Lulusan, (3) berpedom
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta (4) memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 4 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 3 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu kepada 2 unsur di atas
Dilaksanakan dengan mengacu 1 unsur di atas
Tidak mengembangkan KTSP
Sekolah/Madrasah mengembangan silabus mata pelajaran dengan menggunakan 7 langkah pada Panduan Penyusunan KTS
Sebanyak 76% — 100% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 51% — 75% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 26% — 50% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Sebanyak 1% — 25% silabus mata pelajaran dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan 7 langkah
193.
Dalam mengembangkan KTSP,guru menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diajarkan.
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan sendiri oleh guru bersama-sama guru lain dalam satu sekolah/madrasah
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui gugus atau Kelompok Kerja Guru (KKG)
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)/Dinas Pendidikan/Kandepag
Sebanyak 76% atau lebih silabus dikembangkan dengan mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang sudah ada
Tidak ada guru yang menyusun silabus sendiri
Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 7 atau lebih mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 5 — 6 mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 3 — 4 mata pelajaran memiliki silabus
Sebanyak 1 — 2 mata pelajaran memiliki silabus
Tidak ada mata pelajaran yang memiliki silabus
Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 4 atau lebih mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 3 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 2 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sebanyak 1 mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Tidak ada mata pelajaran dengan KKM sama dengan 75,00 atau lebih
Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan memperhatikan unsur: (1) karakteristik siswa, (2) k
pelajaran, dan (3) kondisi satuan pendidikan.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru
Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka
dimiliki.
Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender akademik sekolah secara rinci
Menyusun kalender akademik sekolah secara kurang rinci
Menyusun kalender akademik sekolah secara tidak rinci
Tidak memiliki kalender akademik
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
201.
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
202.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
II. STANDAR PROSES
19. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak sepuluh mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 7 — 9 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 4 — 6 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
Tidak ada mata pelajaran yang memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus
20. RPP disusun dengan memperhatikan 6 prinsip penyusunan.
Sebanyak 76% — 100% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 51% — 75% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 26% — 50% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Sebanyak 1% — 25% RPP sudah memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Tidak ada RPP yang memperhatikan prinsip 6 prinsip penyusunan
21. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
22. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% — 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 26% — 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% — 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada guru yang melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
23. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik untuk kelas I — III.
Kelas I — III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I dan II melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I dan III atau kelas II dan III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I atau II atau III melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
Kelas I — III tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan tematik
24. Sekolah/Madrasah melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran untuk kelas IV — VI.
Kelas IV — VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas V dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV dan V atau IV dan VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV atau V atau VI melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
Kelas IV — VI tidak melaksanakan pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran
25. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
203.
Mencakup 2 tahappemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan
26. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatiha
dan konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran
27. Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4
aspek, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana tindak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi
28. Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, pengawas sekolah/madrasah, dan komite
sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan saja
Tidak menyampaikan hasil pengawasan proses pembelajaran
29. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 51% — 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 26% — 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Sebanyak 1% — 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir ditindaklanjuti
Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
209.
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
210.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
211.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
30. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pe
keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 70,00 — 74,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 65,00 — 69,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek 60,00 — 64,99
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Iptek kurang dari 60,00
31. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, laboratorium, dan internet
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, dan laboratorium
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar
32. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial.
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memuat kegia
yang menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial
Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me
dan sosial
Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan me
dan sosial
Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran IPA dan IPS memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan men
dan sosial
Tidak ada RPP mata pelajaran IPA dan IPS yang memuat kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mengenali
sosial
33. Siswa memperoleh pengalaman belajar menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
pemanfaatan sumber belajar berupa; (1) bahan ajar, (2) buku teks, (3) perpustakaan, (4) laboratorium, dan (5) internet.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 5 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 4 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 3 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan 2 sumber belajar
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan hanya 1 sumber belajar
34. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
Sebanyak 76% — 100% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 51% — 75% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 26% — 50% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Sebanyak 1% — 25% RPP mata pelajaran memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
Tidak ada RPP mata pelajaran yang memuat kegiatan pembelajaran membaca dan menulis
35. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan fisik
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
212.
Sebanyak 51% —75% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Tidak ada RPP mata pelajaran yang dikaitkan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 4 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 3 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 2 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah melaksanakan atau memfasilitasi 1 jenis/kali kegiatan seni dan budaya lokal
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak melaksanakan atau memfasilitasi kegiatan seni dan budaya lokal
37. Dalam satu tahun terakhir, siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat mematuhi aturan-aturan sosial yang berlak
lingkungannya.
Tidak ada siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi,dan lainnya)
Kurang dari 5% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn
Antara 6 — 10% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lain
Antara 11 — 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan la
Lebih dari 15% siswa yang melanggar peraturan sekolah (terlambat masuk, membolos, tidak berseragam, berkelahi, dan lainn
38. Dalam setahun terakhir siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terha
negara dan tanah air Indonesia.
Sekolah/madrasah mengadakan 4 kali atau lebih kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap b
dan tanah air Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 3 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 2 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah mengadakan 1 kali kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, ne
Indonesia
Sekolah/madrasah tidak pernah mengadakan kegiatan yang mampu menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap ban
tanah air Indonesia
39. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatka
Sekolah/Madrasah tiap pekan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap bulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap triwulan menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah setiap semester menyelenggarakan kegiatan kebersihan
Sekolah/Madrasah tidak pernah menyelenggarakan kegiatan Kebersihan
40. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkem
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 4 jenis atau lebih kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai den
perkembangan anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 3 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 2 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu menyelenggarakan 1 jenis kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
anak
Sekolah/madrasah setiap minggu tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap p
41. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial e
213.
Dalam satu tahunterakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 4 kali atau lebih kegiatan pembelajaran untuk menghargai k
agama, bangsa, suku, ras,dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 3 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 2 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah menyelenggarakan 1 kali kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagam
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
Dalam satu tahun terakhir, sekolah/madrasah tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagama
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
42. Siswa memperoleh pengalaman belajar bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong dan menjaga diri sendiri dalam lin
dan teman sebaya.
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode belajar secara kelompok (cooperatif learning)
43. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidup
Sebanyak 76% — 100% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem ba
Sebanyak 51% — 75% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas
Sebanyak 26% — 50% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem bas
Sebanyak 1% — 25% RPP semua mata pelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem base
Tidak ada RPP mata pelajaran yang menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving/problem based learning)
44. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah, serta diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding, serta diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l
diskusi dan presentasi
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, serta diskusi dan presentasi
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa, diskusi, dan presentasi
45. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan be
Sekolah/Madrasah menghasilkan 4 karya siswa atau lebih
Sekolah /Madrasah menghasilkan 3 karya siswa
Sekolah /Madrasah menghasilkan 2 karya siswa
Sekolah /Madrasah menghasilkan 1 karya siswa
Sekolah /Madrasah tidak menghasilkan karya siswa
46. Sekolah/Madrasah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil UASBN.
Rata-rata UASBN lebih dari 8,00
Rata-rata UASBN antara 7,01 — 8,00
Rata-rata UASBN lebih dari 6,01 — 7,00
Rata-rata UASBN lebih dari 5,01 — 6,00
Rata-rata UASBN lebih rendah 5,01
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
221.
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
222.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
223.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
47. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum.
Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI
Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan minimum S1/DIV PGSD/PGMI
Sebanyak 76% — 100% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI
Sebanyak 51% — 75% guru berpendidikan setingkat DII PGSD/PGMI
Kurang dari 51% guru berpendidikan setingkat atau di bawah DII PGSD/PGMI
48. Guru agama, guru pendidikan jasmani, dan guru kesenian mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Hanya 2 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Hanya 1 mata pelajaran diajarkan oleh guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya
Tidak ada guru yang sesuai dengan mata pelajaran, tetapi diajarkan oleh tenaga dari institusi lain yang relevan.
Ketiga mata pelajaran diajarkan oleh guru kelas
49. Guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Tidak ada guru yang memiliki kompetensi pedagogik sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
50. Guru memiliki kompetensi kepribadian sebagai agen pembelajaran.
Sebanyak 76% — 100% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 51% — 75% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 26% — 50% guru memiliki kompetensi kepribadian
Sebanyak 1% — 25% guru memiliki kompetensi kepribadian
Tidak ada guru yang memiliki kompetensi kepribadian
51. Guru berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan m
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah,
antara guru dan orangtua siswa
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madr
Adanya dialog dalam rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah
Adanya dialog dalam rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat
52. Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% — 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% — 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% — 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% — 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
53. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala s
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
224.
Berstatus sebagai guru,memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah
54. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, dan memiliki sertifikat pendidik
Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, tetapi tidak memiliki sertifikat pend
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV kependidikan non-PGSD/PGMI, dari perguruan tinggi terakreditasi, t
sertifikat pendidik
Memiliki kualifikasi akademik berpendidikan S1 atau D-IV nonkependidikan, dari perguruan tinggi tidak terakreditasi, dan tidak
pendidik
Tidak memiliki kualifikasi akademik yang dipersyaratkan
55. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 3 — 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 — 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 — 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 tahun
56. Kepala sekolah/madrasah memiliki kompetensi kepribadian.
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 6 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 4 — 5 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian yang meliputi 2 — 3 unsur
Memiliki kompetensi kepribadian hanya 1 unsur
Tidak memiliki kompetensi kepribadian
57. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76%— 100% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 51% — 75% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 26% — 50% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Sebanyak 1% — 25% lulusan diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi A pada 3 tahun terakhir
Tidak ada lulusan yang diterima di sekolah lanjutan pertama terakreditasi pada 3 tahun terakhir
58. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewira
mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 76% — 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara m
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 51% — 75% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 26% — 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara ma
Mampu mengelola kegiatan produksi/jasa yang cukup untuk membiayai 1% — 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara man
Tidak mampu mengelola kegiatan produksi/jasa
59. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah,ber
kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
Mampu bekerjasama dengan 4 pihak atau lebih
Mampu bekerjasama dengan 3 pihak
Mampu bekerjasama dengan 2 pihak
Mampu bekerjasama dengan 1 pihak
Tidak mampu bekerjasama dengan pihak manapun
60. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
225.
Melakukan supervisi danmonitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% — 100% dari kegiatan monitoring
direncanakan
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% — 75% dari kegiatan monitoring y
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% — 50% dari kegiatan monitoring y
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% — 25% dari kegiatan monitoring ya
Tidak melakukan supervisi dan monitoring
61. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sedera
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan menenga
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau le
tetapi semuanya tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Tidak ada tenaga administrasi
62. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang yang semuanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai d
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki latar belakang pendidikan sesua
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya, ata
tetapi semuanya tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga adminstrasi 1 orang tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasny
Tidak ada tenaga administrasi
63. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikanmenengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki kualifikasi pendidikan menengah
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki kualifikasi pendidikan meneng
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat, atau
tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang tetapi tidak memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau sederaja
Tidak ada tenaga perpustakaan
64. Tenaga perpustakaan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpustakaan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang yang semuanya memiliki surat penugasan sebagai penan
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan lebih dari seorang tetapi tidak semua memiliki surat penugasan sebagai pen
perpustakaan
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang dan memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawab perpu
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan satu orang tetapi tidak memiliki surat penugasan sebagai penanggung jawa
Tidak ada tenaga yang diberi tugas sebagai penanggung jawab perpustakaan
65. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus, yaitu: (1) penjaga sekolah/madrasah, (2) tukang kebun, (3) tenaga ke
pengemudi, dan (5) pesuruh.
Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus
Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus
Tidak memiliki tenaga layanan khusus
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
233.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
234.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
235.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
236.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
66. Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuaidengan rasio jumlah siswa.
Memiliki lahan seluas 76% — 100% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa atau lebih
Memiliki lahan seluas 51% — 75% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Memiliki lahan seluas 26% — 50% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Memiliki lahan seluas 1% — 25% dari ketentuan luas lahan minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa
Tidak tersedia lahan
67. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselam
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, dan memiliki akses untu
dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki aks
penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya y
kesehatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi aman, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, mengancam keselamatan jiwa
akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Berada di lokasi yang tidak aman, tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tidak terhindar dari po
mengancam keselamatan jiwa, dan tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
68. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran
kebisingan
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air dan pencemaran udara
Berada di lokasi yang terhindar dari gangguan pencemaran air.
Tidak berada di lokasi yang aman dari gangguan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebisingan
69. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari
atas tanah, dan ijin mendirikan bangunan.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas ta
mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, ijin pemanfaatan dari pemegang hak ata
memiliki ijin mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dar
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya tetapi memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan dar
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan
Tidak Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan, tidak memiliki status hak atas tanah, tidak memiliki ijin pemanfaatan d
atas tanah, dan tidak memiliki ijin mendirikan bangunan
70. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal sesuai dengan rasio jumlah siswa dan lantai gedung.
Memiliki lantai seluas 76% — 100% dari ketentuan luas minimal atau lebih
Memiliki lantai seluas 51% — 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai seluas 26% — 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki lantai seluas 1% — 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri
237.
71. Bangunan sekolah/madrasahmemiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya
petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, tetapi tidak dilengkapi deng
pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh, tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dileng
sistem pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang stabil, tetapi tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dile
sistem pencegahan bahaya petir
Memiliki struktur yang tidak stabil, tidak kokoh, tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran, dan tidak dilen
sistem pencegahan bahaya petir
72. Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2) sa
atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan.
Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.
73. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara yang memadai tetapi tidak memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara yang tidak memadai, tetapi memiliki ventilasi pencahayaan yang memadai
Memiliki ventilasi udara dan ventilasi pencahayaan yang tidak memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan
74. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 watt atau lebih
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 watt
Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 900 watt
Tidak memiliki instalasi listrik, tetapi menggunakan sumber daya lain setara dengan daya 450 watt
Tidak memiliki instalasi listrik dan tidak menggunakan sumber daya lain
75. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izinpenggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan
76. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan secara berkala baik pemeliharaan ringan maupun berat terhadap bangunan s
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan
77. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana sesuai dengan ketentuan: (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium
pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribadah, (7) ruang UKS, (8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi.
238.
Memiliki (1) ruangkelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad
(8) jamban, (9) gudang, dan (10) ruang sirkulasi
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) tempat beribad
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) laboratorium IPA, (4) ruang guru, dan (5) jamban
Memiliki (1) ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3), ruang guru, dan (4) jamban
Tidak memiliki prasarana sendiri.
78. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki sejumlah ruang kelas dan sarana sesuai dengan ketentuan tetapi ukuran ruang kelas tidak sesuai dengan ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri
79. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su
perabot, media pendidikan, dan perlengkapan lain
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan, buku pengayaan, buku referensi dan su
dan perabot
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks, buku panduan pendidikan dan buku pengayaan
Memiliki ruang perpustakaan dilengkapi dengan buku teks
Tidak memiliki perpustakaan
80. Sekolah/Madrasah memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 — 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 — 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan rasio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih
Tidak memiliki buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Mendiknas
81. Sekolah/Madrasah memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 8 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 6 — 7 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 4 — 5 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 — 3 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran yang menggunakan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas
82. Sekolah/Madrasah memiliki laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan sarana laboratorium IPA lengkap.
Memiliki laboratorium IPA dengan 1 almari atau lebih dan memiliki 13 jenis sarana atau lebih
Memiliki laboratorium IPA, dengan 1 almari dan memiliki 8 — 12 sarana
Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 4 — 7 sarana
Memiliki laboratorium IPA, tanpa memiliki almari dan memiliki 1 — 3 sarana
Tidak memiliki laboratorium IPA
83. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang pimpinan
84. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
239.
Memiliki ruang gurudengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang guru
85. Sekolah/madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketent
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi tidak memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat beribadah
86. Sekolah/Madrasah memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki ruang UKS/M dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang UKS/M
87. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai dengan ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki jamban
88. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki gudang
89. Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi kualitasnya tidak sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi kualitasnya sesuai ketentuan
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki ruang sirkulasi
90. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
249.
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
250.
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
251.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VI. STANDAR PENGELOLAAN
91. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami, tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi
92. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi
93. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan
94. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan salah satunya sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan keduanya belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan, baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan
95. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami o
terkait.
Memiliki pedoman yang mengatur 7 atau lebih aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 5 atau 6 aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 3 atau 4 aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki pedoman yang mengatur 1 atau 2 aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki pedoman yang mengatur pengelolaan secara tertulis
96. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas
Tidak memiliki struktur organisasi
97. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% — 100% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
252.
Sebanyak 51% —75% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% — 50% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% — 25% kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan
98. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 3 jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 2 jenis kegiatan kesiswaan
Melaksanakan 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan
99. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
100. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
101. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana
102. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan
103. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
104. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelo
Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain y
pengelolaan pendidikan
253.
Memiliki 3 dokumententang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang releva
pengelolaan pendidikan
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang r
pengelolaan pendidikan
105. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan
Memiliki 3 dokumen program pengawasan
Memiliki 2 dokumen program pengawasan
Memiliki 1 dokumen program pengawasan
Tidak memiliki dokumen program pengawasan
106. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester
Tidak melaksanakan evaluasi diri
107. Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
108. Sekolah/Madrasah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan 1 unsur pun pelaksanaan akreditasi
109. Kepala Sekolah/Madrasah melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepemimpinan sesuai dengan standar yang
Melaksanakan 15 — 18 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 11 — 14 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 6 — 10 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Melaksanakan 1 — 5 tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
Tidak melaksanakan tupoksi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah
110. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untukmendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
261.
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
262.
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
263.
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
264.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VII. STANDAR PEMBIAYAAN
111. Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh selama 1 (satu) tahun ter
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana
112. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencan
Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
113. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan pen
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% — 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% — 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% — 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 70% modal kerja
Sekolah/Madrasah tidak dapat merealisasikan modal kerja
114. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain pendidik pada tahun be
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada t
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga
pendidik pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga
pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai
pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi pendidik pada tahun b
yang direncanakan
115. Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain tenaga kependidikan pa
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga kependi
berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatankegiatan sekolah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan tunjanga
kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan-kegiatan sekolah tetapi tidak membayar insentif dan tunjanga
kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji tetapi tidak membayar honor kegiatan-kegiatan sekolah, insentif dan tunjangan lai
kependidikan pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
116. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk satu tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
265.
Membelanjakan biaya sebanyak51% — 75% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Tidak membelanjakan alokasi biaya anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
117. Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan dana sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Membelanjakan dana sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran kegiatan kesiswaan
Tidak membelanjakan alokasi dana anggaran kegiatan kesiswaan
118. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat tulis
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat tulis
119. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan bahan habis pakai
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir
120. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran selama satu tahun te
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan alat habis pakai
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir
121. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir
122. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas
Tidak membelanjakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas
123. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
266.
Membelanjakan biaya sebanyak1% — 25% dari alokasi anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian
Tidak membelanjakan alokasi biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian
124. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran pengadaan daya dan jasa
Tidak membelanjakan alokasi biaya pengadaan daya dan jasa
125. Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung untuk satu tahun terakh
Membelanjakan biaya sebanyak 76% — 100% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 51% — 75% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 26% — 50% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Membelanjakan biaya sebanyak 1% — 25% dari alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
Tidak membelanjakan alokasi biaya untuk mendukung kegiatan operasi tidak langsung
126. Biaya operasi sekolah digunakan untuk: (1) kesejahteraan warga sekolah/madrasah, (2) pengembangan guru dan tenaga
sarana prasarana, (4) pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, dan (5) kegiatan ketatausahaan.
Selama setahun terakhir digunakan untuk 4 — 5 pos
Selama setahun terakhir digunakan untuk 3 pos
Selama setahun terakhir digunakan untuk 2 pos
Selama setahun terakhir digunakan hanya untuk 1 pos
Selama setahun terakhir belum digunakan
127. Sekolah/Madrasah memungut biaya pendidikan.
Seluruh siswa tidak dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 1% — 25% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 26% — 50% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 51% — 75% siswa dipungut biaya pendidikan
Sebanyak 76% — 100% siswa dipungut biaya pendidikan
128. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorangpun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 1% — 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 26% — 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 51% — 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 76% — 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
129. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 90% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 80 — 89% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu 70 — 79% siswa kurang mampu
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu kurang dari 70% siswa kurang mampu
Tidak melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu
130. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
267.
Melakukan 4 jenisatau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
131. Pengambilan keputusan sekolah/madrasah untuk menarik atau tidak menarik dana dari masyarakat dilakukan dengan m
penyelenggara pendidikan/ yayasan, (2) kepala sekolah/madrasah, (3) komite sekolah/madrasah, (4) perwakilan guru, dan (5)
kependidikan.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 4 unsur yang terkait atau lebih
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 3 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan 2 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan dengan melibatkan hanya 1 unsur yang terkait
Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan sekolah/madrasah lainnya
132. Pengelolaan dana dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, danakuntabel.
Dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel
Dilakukan secara sistematis, transparan, dan efisien, tetapi tidak akuntabel
Dilakukan secara sistematis dan transparan tetapi tidak efisien dan akuntabel
Dilakukan secara sistematis tetapi tidak transparan, efisien, dan akuntabel
Tidak sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel
133. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan
134. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pembukuan biaya operasi secara menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Memiliki pembukuan biaya operasi secara tidak menyeluruh selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional
135. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada peme
yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VIII. STANDAR PENILAIAN
136. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada sem
berjalan.
Sebanyak 76% — 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% — 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% — 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% — 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
137. Teknik penilaian yang ada pada silabus telah sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD).
Sebanyak 96% — 100% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% — 95% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% — 90% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% — 85% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81% silabus memuat teknik penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian KD
138. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% — 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 71% — 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 56% — 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Sebanyak 41% — 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
139. Guru menggunakan berbagai teknik penilaian.
Sebanyak 86% — 100% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 71% — 85% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 56% — 70% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Sebanyak 41% — 55% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
Kurang dari 41% guru melakukan penilaian dengan menggunakan 4 atau lebih teknik penilaian
140. Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% — 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 71% — 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 56% — 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 41% — 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
141. Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/ komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% — 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 71% — 85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% — 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% — 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 86% — 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 71% — 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
281.
Sebanyak 56% —70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% — 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
143. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam ben
prestasi belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 95% — 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 90% — 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Sebanyak 85% — 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah
144. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
145. Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk m
akhir semester.
Sebanyak 86% — 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 71% — 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 56% — 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 41% — 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
146. Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang diha
pelajaran, guru kelas, dan kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh g
kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri oleh s
kepala sekolah
Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan kenaikan kelas tanpa melalui rapat
Sekolah/Madrasah tidak mengkoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester
147. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah, guru kelas, dan guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas melaui rapat yang dihadiri kepala sekolah dan sebagian guru
Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh kepala sekolah tanpa melalui rapat
Tidak ada kriteria kenaikan kelas secara jelas
148. Sekolah/madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan ja
dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru kelas tanpa guru mata pelajaran
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru
Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat
Ditetapkan oleh guru
282.
149. Sekolah/Madrasah menentukannilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kep
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru kelas
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan guru mata pelajaran
Menentukan nilai akhir melalui rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah dan sebagian guru
Menentukan nilai akhir oleh guru mata pelajaran tanpa melalui rapat
Ditetapkan oleh guru
150. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku lap
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala sekolah/madrasah dan wali kelas kepada orang tua/w
siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela
tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kela
tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa
151. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 21 — 40 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari setelah akhir semester
152. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah/madrasah
Menentukan kelulusan melalui rapat yang dihadiri guru kelas dan kepala sekolah/madrasah, tanpa guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan melalui rapat dihari oleh perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasah
Menentukan kelulusan tanpa melalui rapat
Tidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan
153. Sekolah/Madrasah menentukan nilai rata-rata sebagai kriteria kelulusan UASBN.
Lebih besar dari 6,00
Antara 5,01 — 6,00
Antara 4,01 — 5,00
Antara 3,01 — 4,00
Lebih kecil dari 3,01
154. Sekolah/Madrasah menentukan nilai minimal mata pelajaran sebagai kriteria kelulusan UASBN.
Lebih besar dari 5,00
Antara 4,01 — 5,00
Antara 3,01 — 4,00
Antara 2,01 — 3,00
Lebih kecil dari 2,01
155. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKH
siswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).
Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
283.
Lebih dari 28hari setelah pengumuman hasil ujian
156. Sekolah/Madrasah menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 8 — 14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
157. Sekolah/Madrasah menerima siswa baru dengan menggunakan berbagai pertimbangan.
Penerimaan siswa baru hanya mempertimbangkan usia
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggal
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan usia dan tes masuk
Penerimaan siswa baru mempertimbangkan unsur usia, jarak tempat tinggal, dan sertifikat tamat TK/RA
Penerimaan siswa baru tidak mempertimbangkan persyaratan apa pun
DAFTAR PERTANYAAN VI
MI NEGERI BALUNG
STANDAR ISI
STANDAR PROSES
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
293.
ANYAAN VISITASI
RI BALUNG
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
EMBALI
294.
HASIL VISITASI
MI NEGERI BALUNG
JUMLAH
NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR
NO KOMPONEN AKREDITASI BOBOT
BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM
BUTIR
1 2 3 4 5 6 7
1 Standar Isi 001 - 018 18 15 4 55
2 Standar Proses 019 - 029 11 15 4 32
3 Standar Kompetensi Lulusan 030 - 046 17 13 4 54
Standar Pendidik dan Tenaga
4 047 - 065 19 15 4 56
Kependidikan
5 Standar Sarana dan Prasarana 066 - 090 25 11 4 77
6 Standar Pengelolaan 091 - 110 20 10 4 67
7 Standar Pembiayaan 111 - 135 25 10 4 78
8 Standar Penilaian Pendidikan 136 - 157 22 11 4 61
JUMLAH 157 100 32 480
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
295.
NG
NILAI
JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN
TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA
RATUSAN
8 9 10 11
220 220 15.00 100.00
128 128 15.00 100.00
216 216 13.00 100.00
224 224 15.00 100.00
308 308 11.00 100.00
268 268 10.00 100.00
312 312 10.00 100.00
244 244 11.00 100.00
1920 1920 100.00
100.00
KEMBALI
SANGAT BAIK
297.
GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI
MI NEGERI BALUNG
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengelo
Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI 100.00
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
298.
ASI
n Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
a dan Prasarana Standar Pembiayaan
KEMBALI
299.
LAPORAN HASIL VIS
TK DARMA WANIT
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR TINGKAT
PENCAPAIAN
PERKEMBANGAN
HASIL VISITASI
GRAFIK
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
300.
AN HASIL VISITASI
DARMA WANITA
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR ISI, PROSES,
PENILAIAN
HASIL VISITASI
GRAFIK
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA,
PENGELOLAAN DAN
KEMBALI PEMBIAYAAN
301.
HASIL PENILAIAN STANDARTINGKAT PENCAPAIAN PE
TK DARMA WANITA
JAWABAN JAWABAN SKOR BUTIR SKOR BUTIR
NO BUTIR
USIA 4 - 5 USIA 5 - 6 PEROLEHAN PEROLEHAN
1 2 3
1 A A 4 4
2 A A 4 4
3 A A 4 4
4 A A 4 4
5 A A 4 4
6 A A 4 4
7 A A 4 4
8 A A 4 4
9 A A 4 4
10 A A 4 4
11 A A 4 4
JUMLAH 44 44
RATA - RATA
HASIL PENILAIAN STANDARPENDIDIK DAN TENAGA K
TK DARMA WANITA
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN
1 2 3
12 A 4
13 A 4
14 A 4
15 A 4
16 A 4
17 A 4
18 A 4
19 A 4
20 A 4
21 A 4
22 A 4
23 A 4
24 A 4
25 A 4
26 A 4
27 A 4
28 A 4
29 A 4
30 A 4
31 A 4
32 A 4
33 A 4
34 A 4
35 A 4
36 A 4
37 A 4
38 A 4
39 A 4
40 A 4
41 A 4
42 A 4
43 A 4
44 A 4
45 A 4
46 A 4
47 A 4
48 A 4
49 A 4
50 A 4
51 A 4
52 A 4
HASIL PENILAIAN STANDARISI, PROSES, PENILAIAN
TK DARMA WANITA
NO BUTIR JAWABAN BOBOT BUTIR
1 2 4
58 A 4
59 A 3
60 A 3
61 A 2
62 A 2
63 A 2
64 A 3
65 A 2
66 A 4
67 A 2
68 A 3
69 A 3
70 A 3
71 A 2
72 A 3
73 A 3
74 A 4
75 A 2
76 A 2
77 A 3
78 A 3
79 A 2
80 A 4
81 A 3
82 A 2
83 A 3
84 A 2
85 A 3
86 A 2
87 A 2
88 A 2
JUMLAH 83
HASIL PENILAIAN
STANDAR S
PRASARANA, PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN
TK DARMA WANITA
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
89 A 4 4
90 A 4 3
91 A 4 4
92 A 4 4
93 A 4 3
94 A 4 1
95 A 4 4
96 A 4 3
97 A 4 2
98 A 4 4
99 A 4 3
100 A 4 3
101 A 4 3
102 A 4 3
103 A 4 1
104 A 4 4
105 A 4 3
JUMLAH 68 52
310.
STANDAR SARANA DAN
ANPEMBIAYAAN
KEMBALI
ITA
SKOR TERTIMBANGPEROLEHAN
5
16
12
16
16
12
4
16
12
8
16
12
12
12
12
4
16
12
208
311.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
312.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
313.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
I. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
A. UMUR 4 — 5 TAHUN
1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
2. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar.
Sebanyak 81% — 100 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 41% — 60 % peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik kasar
3. Peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menirukan gerakan motorik halus
4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d
berat badan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memilikikesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaianantara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera
badan
5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sain
6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola
316.
7. Peserta didikTK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
B. USIA 5 — 6 TAHUN
1. Peserta didik TK/RA mampu merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan agama
2. Peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik kasar
317.
3. Peserta didikTK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 60% — 80% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu melakukan gerakan motorik halus
4. Peserta didik TK/RA memiliki kesehatan fisik sesuai dengan pertumbuhan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi d
berat badan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi da
berat badan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA memiliki kesesuaian antara usia dan berat badan, usia dan tinggi badan, tinggi dan bera
badan
5. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konseppengetahuan umum dan sains
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep pengetahuan umum dan sains
6. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola
7. Peserta didik TK/RA mampu mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Sebanyak 21 % — 40% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf
8. Peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu menerima bahasa
9. Peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
318.
Sebanyak 21% —40% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengungkapkan bahasa
10. Peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan.
Sebanyak 81% − 100% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengenal keaksaraan
11. Peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
Kurang dari 21% peserta didik TK/RA mampu mengendalikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
II. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
A. Guru TK/RA
12. Guru TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikolo
yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) dalam bidang pendidikan anak usia dini ataupsikolo
yang diperoleh dari program studi yang tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) kependidikan tetapi bukan dari bidang anak usia din
atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV) nonkependidikan
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)/diploma empat (D-IV)
13. Guru TK/RA menguasai aspek-aspek karakteristik peserta didik.
Menguasai 6 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 5 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 4 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 3 aspek karakteristik peserta didik
Menguasai 1—2 aspek karakteristik peserta didik
14. Guru TK/RA menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
Dalam 1 tahun terakhir terlibat lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi pedagogik
Dalam 1 tahun terakhir terlibat kurang dari 2 kali peningkatan kompetensi pedagogik
15. Guru mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan.
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan
Harian secara lengkap selama 1 tahun
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan
Harian secara lengkap selama 1 semester
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan
Mengembangkan kurikulum dalam bentuk Program Kegiatan Semester
Tidak mengembangkan kurikulum
16. Guru TK/RA menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak 4 — 5 kali
Selama 1 semester menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kontekstual sebanyak kurang dari 4 kali
17. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan
pengembangan melalui bermain yang mendidik.
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 4 — 5 kali
332.
Selama 1 semester,memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak kurang dari 4 kali
18. Guru TK/RA memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak lebih dari 9 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 8 — 9 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 6 — 7 kali
Selama 1 semester melatih kreativitas anak didik sebanyak 4 — 5 kali
Selama 1 semester, melatih kreativitas anak didik sebanyak kurang dari 4 kali
19. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
Mampu melakukan 4 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 3 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 2 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Mampu melakukan 1 ciri komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
Tidak mampu melakukan komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
20. Guru TK/RA menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar.
Menyelenggarakan lebih dari 4 jenis penilaian
Menyelenggarakan 4 jenis penilaian
Menyelenggarakan 3 jenis penilaian
Menyelenggarakan 2 jenis penilaian
Menyelenggarakan 1 jenis penilaian
21. Guru TK/RA memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pembelajaran.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 3 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 2 kali tindak lanjut
Dalam 1 semester melakukan 1 kali tindak lanjut
Tidak memanfaatkan hasil penilaian
22. Guru TK/RA melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran melalui bermain.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 3 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 2 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Dalam 1 semester melakukan 1 kegiatan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Tidak melakukan kegiatan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
23. Guru TK/RA bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran peraturan TK/RA
24. Guru TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria baik
Selama 4 tahun terakhir, 1 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, 2 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, 3 dari 4 hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
Selama 4 tahun terakhir, seluruh hasil penilaian kinerja guru dengan kriteria kurang baik atau ada catatan untuk pendidik
333.
25. Guru TK/RAmenampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
Menampilkan 5 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 4 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 3 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 2 unsur kematangan pribadi
Menampilkan 1 unsur kematangan pribadi
26. Guru TK/RA menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi pendidik, dan rasa percaya diri.
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap
27. Guru TK/RA menjunjung tinggi kode etik profesi.
Dalam 1 tahun terakhir tidak pernah terjadi pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 1 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 2 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi 3 kali pelanggaran kode etik profesi
Dalam 1 tahun terakhir terjadi lebih dari 3 kali pelanggaran kode etik profesi
28. Guru TK/RA bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 6 — 8 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 4 — 5 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan 2 — 3 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
Dalam 1 semester melakukan kurang dari 2 kali pembelajaran dengan pendekatan multikultural
29. Guru TK/RA berkomunikasi secara efektif, empatik, santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan
masyarakat.
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, guru dan komite TK/RA, serta pertemuan antara guru dan
orangtua siswa
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala TK/RA, serta guru dan komite TK/RA
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala TK/RA
Adanya rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat
30. Guru TK/RA beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial buday
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikutilebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 — 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan
Tidak mampu menggunakan bahasa daerah
31. Guru TK/RA berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 8 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 6 — 8 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 4 — 5 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti 2 — 3 kali atau lebih kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
Dalam 1 tahun mengikuti kurang dari 2 kali kegiatan komunitas profesi sendiri dan profesi lain
334.
32. Guru TK/RAmenguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan sebagai bagian kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
33. Guru TK/RA menguasai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) bidang pengembangan.
Menguasai 5 bidang pengembangan
Menguasai 4 bidang pengembangan
Menguasai 3 bidang pengembangan
Menguasai 2 bidang pengembangan
Menguasai 1 bidang pengembangan
34. Guru TK/RA mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
Selama 1 semester mengembangkan lebih dari 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 7 — 9 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 4 — 6 media pembelajaran hasil kreativitas guru
Selama 1 semester mengembangkan 1 — 3 kali media pembelajaran hasil kreativitas guru
Tidak pernah mengembangkan media pembelajaran hasil kreativitas guru
35. Guru TK/RA mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan.
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak lebih dari 3 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 3 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 kali
Dalam 2 tahun terakhir melakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 1 kali
Dalam 2 tahun terakhir tidak pernah melakukan penelitian tindakan kelas
36. Guru TK/RA memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Selama 1 semester memanfaatkan internet lebih dari 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 7 — 9 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 4 — 6 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Selama 1 semester memanfaatkan internet 1 — 3 kali untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
Tidak pernah memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
B. Guru Pendamping TK/RA
37. Guru pendamping TK/RA memiliki kualifikasi sesuai dengan ketentuan.
Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang terakredita
atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA minimal 5 tahun
Memiliki ijazah D-II PGTK atau lulus SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA yang tidak
terakreditasi, atau memiliki ijazah SMA sederajat dan telah berpengalaman sebagai guru pendamping TK/RA antara 3 — 4 tah
Memiliki ijazah SMA/sederajat tetapi tidak memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus TK/RA dan berpengalaman sebagai
guru pendamping TK/RA antara 1 — 2 tahun
Memiliki ijazah SMA/sederajat tidak berpengalaman sebagai guru TK/RA dan berpengalaman kurang dari 3 tahun sebagai gur
pendamping TK/RA
Memiliki ijazah SMP/sederajat
38. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.
Dalam buku supervisi rata-rata tidak terdapat catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikolo
anak
335.
Dalam buku supervisirata-rata terdapat 1 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 2 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan psikologis
anak
Dalam buku supervisi rata-rata terdapat lebih dari 3 catatan kekurangsesuaian perilaku guru pendamping dengan kebutuhan
psikologis anak
39. Guru pendamping TK/RA bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak.
Semua guru pendamping bertindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku dan telah dikenai sanksi yang sepadan
seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun diberi kesempatan memperbaik
dan dilakukan pembinaan
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun hanya diberikan peringatan tertu
Ada guru pendamping yang melanggar peraturan dan ketentuan TK/RA yang berlaku, namun tidak diberikan sanksi apa pun
40. Guru pendamping TK/RA menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur (jujur dan bertanggung jawab).
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester, tetapi semuanya tidak lengkap
41. Guru pendamping TK/RA menguasai tahapan perkembangan anak sebagai bagian kompetensi profesional.
Dalam 1 tahun mengikuti lebih dari 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 4 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 3 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 2 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
Dalam 1 tahun mengikuti 1 kali kegiatan peningkatan kompetensi profesional
42. Guru pendamping TK/RA menguasai pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selama 1 semester melakukan lebih dari 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosial-emosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa,
sosialemosi, dan moral agama
Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kegiatan pemantauan terhadap perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa
sosial-emosi, dan moral agama
43. Guru pendamping TK/RA memahami pemberian rangsangan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan.
Dalam 1 minggu memberikan 6 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 5 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 4 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
Dalam 1 minggu memberikan kurang dari 3 kali/jenis rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan
44. Guru pendamping TK/RA membangun kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan an
336.
Selama 1 semestermelakukan lebih dari 9 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 8 — 9 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 6 — 7 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan 4 — 5 kali kerjasama dengan orang tua
Selama 1 semester melakukan kurang dari 4 kali kerjasama dengan orang tua
45. Guru pendamping TK/RA menyusun program kegiatan.
Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1
tahun
Memiliki Program Kegiatan Semester, Rencana Kegiatan Mingguan, dan Rencana Kegiatan Harian secara lengkap selama 1
semester
Memiliki Program Kegiatan Semester dan Rencana Kegiatan Mingguan
Memiliki Program Kegiatan Semester
Tidak memiliki progam kegiatan
46. Guru pendamping TK/RA melaksanakan proses pengasuhan dan pendidikan.
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 tahun
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester secara lengkap selama 1 semester
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 1 jenis laporan yang tidak lengkap
Memiliki laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tetapi terdapat 2 jenis laporan yang tidak lengkap
Laporan harian, mingguan, bulanan, dan semester tidak lengkap
47. Guru pendamping TK/RA melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pengasuhan dan pendidikan.
Melaksanakan 5 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 4 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 3 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 2 jenis kegiatan penilaian
Melaksanakan 1 jenis kegiatan penilaian
48. Guru pendamping TK/RA mampu beradaptasi dengan lingkungan TK/RA dan masyarakat.
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti lebih dari 8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 6 —8 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 4 — 5 kali dalam kegiatan lingkungan
Mampu menggunakan bahasa daerah setempat dan mengikuti 2 — 3 kali dalam kegiatan lingkungan
Tidak mampu menggunakan bahasa daerah setempat
49. Guru pendamping TK/RA mengkomunikasikan program pembelajaran kepada orangtua peserta didik.
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak lebih dari 4 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 4 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 3 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 2 kali
Dalam 1 semester rata-rata sebanyak 1 kali
C. Kepala TK/RA
50. Kepala TK/RA memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dan memenuhi 5 kualifikasi
lainnya.
Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi terakreditasi dan memenuhi 4 —
kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) bidang TK/RA atau Psikologi dari Prodi yang belum terakreditasi dan
memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah Diploma II PGTK/RA dan memenuhi 4 — 5 kualifikasi lainnya
337.
Memiliki ijazah DiplomaII PGTK/RA dan memenuhi 2 — 3 kualifikasi lainnya
Memiliki ijazah di bawah Diploma II PGTK/RA
51. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kepribadian.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan pengembangan diri sebagai kepala TK/RA
52. Kepala TK/RA memiliki kompetensi manajerial.
Menyelenggarakan 7 — 8 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 5 — 6 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 3 — 4 kegiatan pengembangan lembaga
Menyelenggarakan 1 — 2 kegiatan pengembangan lembaga
Tidak menyelenggarakan kegiatan pengembangan lembaga
53. Kepala TK/RA memiliki kompetensi kewirausahaan.
Mengelola lebih dari 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 4 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 3 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Mengelola 1 — 2 kali/jenis kegiatan produksi/jasa TK/RA sebagai sumber belajar peserta didik
Tidak memiliki kompetensi kewirausahaan
54. Kepala TK/RA melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi
55. Kepala TK/RA mempunyai kompetensi sosial.
Dalam 1 tahun terakhir melakukan lebih dari 4 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 4 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 3 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan 2 kali kegiatan sosial
Dalam 1 tahun terakhir melakukan kurang dari 2 kali kegiatan sosial
D. Tenaga administrasi
56. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik SMA atau yang sederajat dan memiliki keterampilan lain yang
sesuai.
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat, memiliki kemampuan aplikasi komputer, dan memiliki kemampuan pembuku
dan kesekretariatan
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan pembukuan dan kesekretariatan
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat dan memiliki kemampuan aplikasi komputer
Memiliki kualifikasi akademik SMA atau sederajat tetapi tidak memiliki keterampilan lain yang sesuai
Memiliki kualifikasi akademik di bawah SMA atau sederajat
57. Tenaga administrasi melaksanakan tugas pokok sesuai dengan kualifikasinya.
Melaksanakan lebih dari 4 tugas pokok
338.
Melaksanakan 4 tugaspokok
Melaksanakan 3 tugas pokok
Melaksanakan 2 tugas pokok
Melaksanakan 1 tugas pokok
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
348.
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
349.
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
350.
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
351.
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
A A
B
C
D
E
352.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
III. STANDAR ISI, PROSES, DAN PENILAIAN
A. STANDAR ISI
58. Struktur program kegiatan di TK/RA mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang pengembangan
kemampuan dasar melalui pembiasaan.
Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan disusun mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku dan bidang
pengembangan kemampuan dasar melalui pembiasaan
59. TK/RA menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan.
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 5 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 4 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 3 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 2 lingkup pengembangan
Menjabarkan Struktur Program Kegiatan dalam 1 lingkup pengembangan
60. TK/RA menyusun Struktur Program Kegiatan secara terpadu dengan pendekatan tematik.
Sebanyak 81% — 100% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 61% — 80% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 41% — 60% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Sebanyak 21% — 40% Struktur Program Kegiatan disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
Kurang dari 21% Struktur Program Kegiatan yang disusun secara terpadu dengan pendekatan tematik
61. Alokasi waktu belajar kelompok usia 4 — 6 tahun di TK/RA diselenggarakan sesuai dengan ketentuan BSNP.
Diselenggarakan 900 menit atau lebih perminggu
Diselenggarakan antara 850—899 menit perminggu
Diselenggarakan antara 840—849 menit perminggu
Diselenggarakan antara 830—839 menit perminggu
Diselenggarakan kurang dari 830 menit perminggu
62. TK/RA memiliki rombongan belajar dengan jumlah peserta didik sesuai ketentuan.
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 20 atau lebih kecil
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 21— 22
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 23—14
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 25—26
Rasio guru dengan peserta didik 1 : 27 atau lebih besar
63. TK/RA memiliki kalender pendidikan untuk pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun.
Memuat 5 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 4 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 3 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
Memuat 2 macam pengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
353.
Memuat 1 macampengaturan waktu kegiatan pembelajaran peserta didik selama 1 tahun pelajaran
B. Standar Proses
64. TK/RA mengembangkan rencana pembelajaran.
Rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 16 — 20 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 11—15 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat 6 —10 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
Rata-rata setiap bulan terdapat kurang dari 6 Rencana Kegiatan Harian (RKH)
65. TK/RA menerapkan 5 prinsip pembelajaran.
Menerapkan 5 prinsip pembelajaran
Menerapkan 4 prinsip pembelajaran
Menerapkan 3 prinsip pembelajaran
Menerapkan 2 prinsip pembelajaran
Menerapkan 1 prinsip pembelajaran
66. TK/RA mengorganisasikan perencanaan pembelajaran.
Mengorganisasikan 5 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 4 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 3 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 2 aspek perencanaan pembelajaran
Mengorganisasikan 1 aspek perencanaan pembelajaran
67. Penataan lingkungan bermain mampu menciptakan suasana: (1) aman, (2) nyaman, (3) bersih, (4) sehat, dan (5) menarik
Mampu menciptakan 5 suasana bermain
Mampu menciptakan 4 suasana bermain
Mampu menciptakan 3 suasana bermain
Mampu menciptakan 2 suasana bermain
Mampu menciptakan 1 suasana bermain
68. Alat Permainan Edukatif (APE) memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan.
Sebanyak 81% — 100% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 61% — 80% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 41% — 60% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Sebanyak 21% — 40% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah
direncanakan
Kurang dari 21% APE memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan sesuai dengan fungsi stimulasi yang telah direncanakan
69. Alat Permainan Edukatif (APE) dirancang dengan memanfaatkan lingkungan.
Sebanyak 81% — 100% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 61% — 80% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 41% — 60% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Sebanyak 21% — 40% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
Kurang dari 21% APE dirancang dengan memanfaatkan lingkungan
70. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar ruangan.
354.
Dalam 1 bulanterakhir sebanyak 16 atau lebih Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya
sesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 13 — 15 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan
yangsesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 11 — 12 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang
sesuai dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak 8 — 10 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan yang ses
dengan tema pembelajaran
Dalam 1 bulan terakhir sebanyak kurang dari 8 Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang dibuat guru memilih tempat kegiatan ya
sesuai dengan tema pembelajaran
71. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan.
Memiliki lebih dari 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 4 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 3 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Memiliki 2 ciri pembelajaran yang menyenangkan
Hanya memiliki 1 ciri pembelajaran yang menyenangkan
72. TK/RA mengorganisasikan pengelolaan kegiatan pembelajaran.
Melaksanakan sebanyak lebih dari 3 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 3 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 2 bentuk kegiatan pengorganisasian
Melaksanakan sebanyak 1 bentuk kegiatan pengorganisasian
Tidak melaksanakan kegiatan pengorganisasian
73. Dalam pelaksanaan program, TK/RA melibatkan orangtua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak lebih dari 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 3 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 2 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir sebanyak 1 kali pelaksanaan program melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 tahun terakhir pelaksanaan program tidak pernah melibatkan orang tua/keluarga peserta didik
C. Standar Penilaian
74. TK/RA melaksanakan teknik-teknik penilaian.
Melaksanakan lebih dari 4 teknik penilaian
Melaksanakan 4 teknik penilaian
Melaksanakan 3 teknik penilaian
Melaksanakan 2 teknik penilaian
Melaksanakan 1 teknik penilaian
75. TK/RA melaksanakan penilaian yang mencakup seluruh tingkat pencapaian perkembangan peserta didik.
Melaksanakan lebih dari 4 lingkup penilaian
Melaksanakan 4 lingkup penilaian
Melaksanakan 3 lingkup penilaian
Melaksanakan 2 lingkup penilaian
Melaksanakan 1 lingkup penilaian
76. TK/RA melakukan penilaian mencakup data tentang status kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan.
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 4 atau lebih semester terakhir
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 3 semester terakhir
Memiliki data penilaian peserta didik secara lengkap selama 2 semester terakhir
355.
Memiliki data penilaianpeserta didik secara lengkap selama 1 semester terakhir
Tidak memiliki data penilaian
77. TK/RA melaksanakan proses penilaian secara berkala, intensif, bermakna, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Melaksanakan proses penilaian secara harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan semester
Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian secara mingguan, bulanan, dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian secara bulanan dan akhir semester
Melaksanakan proses penilaian pada akhir semester saja
78. TK/RA melaksanakan pengamatan pada saat anak beraktivitas selama di TK/RA.
Sebanyak 81% — 100% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 61% — 80% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 41% — 60% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Sebanyak 21% — 40% anak diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
Kurang dari 21% anak yang diamati saat beraktivitas selama di TK/RA
79. TK/RA secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan anak termasuk kebutuhan khusus.
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 4 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 3 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 2 dokumen
Secara berkala mengkaji ulang catatan perkembangan dari 1 dokumen
Tidak pernah mengkaji ulang catatan perkembangan
80. TK/RA melakukan komunikasi dengan orangtua.
Dalam 1 semester melakukan lebih dari 4 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 4 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 3 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 2 kali komunikasi dengan orangtua
Dalam 1 semester melakukan 1 kali komunikasi dengan orangtua
81. TK/RA memonitor semua aspek tingkat pencapaian perkembangan anak.
Memonitor 5 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 4 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 3 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 2 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
Memonitor 1 aspek tingkat pencapaian perkembangan anak
82. TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia.
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap hari, mingguan, bulanan
tengah semester, dan semester.
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap mingguan, bulanan, teng
semester, dan semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap bulanan, tengah semest
dan semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap tengah semester dan
semester
TK/RA membuat kesimpulan dan laporan kemajuan anak berdasarkan informasi yang tersedia setiap semester
83. TK/RA mengelola hasil penilaian dan melaporkan kepada orang tua/keluarga peserta didik.
Dalam 1 semester melaporkan lebih dari 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 4 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
356.
Dalam 1 semestermelaporkan 3 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 2 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
Dalam 1 semester melaporkan 1 kali hasil penilaian kepada orang tua/keluarga peserta didik
84. TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk meningkatkan kompetensi diri (guru dan guru pendamping).
Sebanyak 81% — 100% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 61% — 80% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 41% — 60% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Sebanyak 21% — 40% hasil penilaian digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
Kurang dari 21% hasil penilaian yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan guru pendamping
85. Guru TK/RA menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki program.
Menggunakan hasil penilaian untuk lebih dari 4 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 4 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 3 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 2 jenis perbaikan
Menggunakan hasil penilaian untuk 1 jenis perbaikan
86. TK/RA mengadakan pertemuan dengan orangtua/keluarga anak untuk mendiskusikan dan melakukan tindak lanjut kemaju
perkembangan anak.
Dalam 1 semester mengadakan lebih dari 4 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 4 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 3 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 2 kali pertemuan
Dalam 1 semester mengadakan 1 kali pertemuan
87. TK/RA merujuk anak yang memiliki keterlambatan perkembangan pada ahlinya melalui orang tua.
Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
Kurang dari 21% anak yang memiliki keterlambatan perkembangan dikonsultasikan pada ahlinya
88. TK/RA melakukan tindak lanjut untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam program pelayanan.
Sebanyak 81% — 100% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 61% — 80% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 41% — 60% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Sebanyak 21% — 40% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
Kurang dari 21% anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapat layanan
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
IV. STANDAR SARANA DAN PRASARANA, PENGELOLAAN, DAN PEMBIAYAAN
A. Standar Sarana dan Prasarana
89. Tersedia Alat Permainan Edukatif (APE) yang memenuhi 3 (tiga) prinsip.
Memenuhi 3 prinsip APE
Memenuhi 2 prinsip APE
Memenuhi 1 prinsip APE
Tidak memenuhi prinsip APE
Tidak memiliki APE
90. TK/RA memiliki luas lahan sesuai dengan standar.
Memiliki lahan seluas 300m2 atau lebih
Memiliki lahan seluas 250—299m2
Memiliki lahan seluas 200—249m2
Memiliki lahan seluas 150—199m2
Memiliki lahan seluas kurang dari 150m2
91. TK/RA memiliki sejumlah ruang sesuai dengan kebutuhan kegiatan anak.
Memiliki 5 atau lebih jenis ruangan
Memiliki 4 jenis ruangan
Memiliki 3 jenis ruangan
Memiliki 2 jenis ruangan
Memiliki 1 jenis ruangan
92. TK/RA memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik.
Memiliki alat permainan edukatif buatan guru, buatan anak, dan buatan pabrik
Memiliki alat permainan edukatif buatan guru dan buatan anak
Memiliki alat permainan edukatif buatan anak dan buatan pabrik
emiliki alat permainan edukatif buatan pabrik saja
Tidak memiliki alat permainan edukatif
93. TK/RA memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep.
Memiliki 81% — 100% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 61% — 80% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 41% — 60% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki 21% — 40% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
Memiliki kurang dari 21% fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan dapat mengembangkan berbagai konsep
94. TK/RA memiliki peralatan pendukung untuk menunjang keaksaraan.
Memiliki lebih dari 4 jenis peralatan pendukung
Memiliki 4 jenis peralatan pendukung
Memiliki 3 jenis peralatan pendukung
Memiliki 2 jenis peralatan pendukung
Memiliki 1 jenis peralatan pendukung
B. Standar Pengelolaan
95. TK/RA memiliki visi-misi lembaga.
366.
Memiliki visi-misi, mudahdipahami, dan disosialisasikan secara luas
Memiliki visi-misi, mudah dipahami, dan telah disosialisasikan secara terbatas
Memiliki visi-misi, mudah dipahami, tetapi belum disosialisasikan
Memiliki visi-misi, tetapi sulit dipahami, dan tidak disosialisasikan
Tidak memiliki visi-misi yang jelas
96. TK/RA telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, tetapi sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan
97. Penyusunan visi, misi, dan tujuan TK/RA dilakukan oleh kepala TK/RA dengan melibatkan unsur-unsur terkait yang releva
Melibatkan lebih dari 3 unsur
Melibatkan 3 unsur
Melibatkan 2 unsur
Melibatkan 1 unsur
Tidak melibatkan unsur lain
98. TK/RA mengadministrasikan kegiatan.
Mengadministrasikan lebih dari 3 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 3 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 2 jenis kegiatan
Mengadministrasikan 1 jenis kegiatan
Tidak mengadministrasikan kegiatan
99. TK/RA mengelola sumber belajar/media pembelajaran.
Melakukan lebih dari 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 4 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 3 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 2 kegiatan pengelolaan sumber belajar
Melakukan 1 kegiatan pengelolaan sumber belajar
100. TK/RA melaksanakan pengawasan dan evaluasi program
Sebanyak 81% — 100% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 61% — 80% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 41% — 60% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Sebanyak 21% — 40% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
Kurang dari 21% program dilakukan pengawasan dan evaluasi
C. Standar Pembiayaan
101. TK/RA memiliki biaya investasi.
Membelanjakan 81% — 100% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk investasi
Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk investasi
102. TK/RA memiliki biaya operasional
367.
Membelanjakan 81% —100% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 61% — 80% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 41% — 60% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 21% — 40% dari alokasi anggaran untuk operasional
Membelanjakan 1% — 20% dari alokasi anggaran untuk operasional
103. TK/RA memungut biaya personal
Memungut 1 jenis biaya personal
Memungut 2 jenis biaya personal
Memungut 3 jenis biaya personal
Memungut 4 jenis biaya personal
Memungut lebih dari 4 jenis biaya personal
104. Sumber dana digali pengelola melalui berbagai cara yang tidak bertentangan dengan aturan dan mencukupi untuk berba
kegiatan.
Mencukupi untuk membiayai lebih dari 3 aspek
Mencukupi untuk membiayai 3 aspek
Mencukupi untuk membiayai 2 aspek
Mencukupi untuk membiayai 1 aspek
Tidak mencukupi untuk membiyai 1 aspek.
105. TK/RA melaksanakan pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme dan aturan yang dimiliki lembaga.
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan peraturan
Melaksanakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban tetapi dengan melaksanakan penyesuaian peraturan
Melaksanakan sebagian mekanisme pengawasan, tetapi tidak menyusun pertanggungjawaban
Tidak melaksanakan mekanisme pengawasan dan tidak membuat pertanggungjawaban sesuai peraturan
DAFTAR PERTANYAAN VISI
TK DARMA WANITA
STANDAR TINGKAT
PENCAPAIAN
PERKEMBANGAN
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
372.
ANYAAN VISITASI
MA WANITA
STANDAR ISI, PROSES,
PENILAIAN
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA,
PENGELOLAAN DAN
EMBALI PEMBIAYAAN
373.
HASIL VISITASI
TK DARMA WANITA
NOMOR JUMLAH BOBOT SKOR BUTIR
NO KOMPONEN AKREDITASI
BUTIR BUTIR KOMPONEN MAKSIMUM
1 2 3 4 5 6
Standar Tingkat Pencapaian
1 001 - 011 11 10 4
Perkembangan
Standar Pendidik dan Tenaga
2 012 - 057 46 30 4
Kependidikan
3 Standar Isi, Proses, Penilaian 058 - 088 31 30 4
Standar Sarana dan Prasarana,
4 089 - 105 17 30 4
Pengelolaan, dan Pembiayaan
JUMLAH 105 100 16
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A
374.
ISITASI
A WANITA
NILAI
JUMLAH JUMLAH SKOR JUMLAH SKOR NILAI KOMPONEN
BOBOT TERTIMBANG TERTIMBANG KOMPONEN AKREDITASI
BUTIR MAKSIMUM PEROLEHAN AKREDITASI SKALA
RATUSAN
7 8 9 10 11
35 140 140 10.00 100.00
134 536 536 30.00 100.00
83 332 332 30.00 100.00
52 208 208 30.00 100.00
304 1216 1216 100.00
AKREDITASI 100.00
KEMBALI
SANGAT BAIK
376.
GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI
TK DARMA WANITA
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sa
Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Standar Isi, Proses, Penilaian
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
377.
AKREDITASI
ANITA
Standar Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, dan Pembiayaan
Standar Isi, Proses, Penilaian
100.00 KEMBALI
SANGAT BAIK
381.
LAPORAN HASIL VISIT
MA NEGERI JEMBER
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR ISI
STANDAR PROSES HASIL VISITASI
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
382.
N HASIL VISITASI
NEGERIJEMBER
DAFTAR PERTANYAAN STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
GRAFIK PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
KEMBALI
383.
HASIL PENILAIAN STANDARDISI
MA NEGERI JEMBER KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN
1 2 3
1 B 3
2 D 1
3 E 0
4 E 0
5 E 0
6 E 0
7 E 0
8 E 0
9 E 0
10 E 0
11 E 0
12 E 0
13 C 2
14 A 4
15 E 0
JUMLAH 10
HASIL PENILAIAN STANDARDPROSES
MA NEGERI JEMBER KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN
1 2 3
16 A 4
17 A 4
18 A 4
19 A 4
20 A 4
21 A 4
22 A 4
23 A 4
24 A 4
25 A 4
JUMLAH 40
HASIL PENILAIAN STANDARDKOMPETENSI LULUSAN
MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN
1 2
26 A
27 A
28 A
29 A
30 A
31 A
32 A
33 A
34 A
35 A
36 A
37 A
38 A
39 A
40 A
41 A
42 A
43 A
44 A
45 A
46 A
47 A
48 A
49 A
50 A
JUMLAH
388.
AN STANDARD KOMPETENSILULUSAN
A NEGERI JEMBER KEMBALI
SKOR BUTIR PEROLEHAN
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
100
389.
HASIL PENILAIAN
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN
1 2
51 A
52 A
53 A
54 A
55 A
56 A
57 A
58 A
59 A
60 A
61 A
62 A
63 A
64 A
65 A
66 A
67 A
68 A
69 A
70 A
JUMLAH
390.
STANDAR PENDIDIK DANTENAGA
KEPENDIDIKAN KEMBALI
MA NEGERI JEMBER
SKOS BUTIR PEROLEHAN
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
80
391.
HASIL PENILAIAN STANDARSARANA DAN PRASARANA
MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN
1 2
71 A
72 A
73 A
74 A
75 A
76 A
77 A
78 A
79 A
80 A
81 A
82 A
83 A
84 A
85 A
86 A
87 A
88 A
89 A
90 A
91 A
92 A
93 A
94 A
95 A
96 A
97 A
98 A
99 A
100 A
JUMLAH
HASIL PENILAIAN STANDARPENGELOLAAN
MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN
1 2
101 A
102 A
103 A
104 A
105 A
106 A
107 A
108 A
109 A
110 A
111 A
112 A
113 A
114 A
115 A
116 A
117 A
118 A
119 A
120 A
JUMLAH
HASIL PENILAIAN STANDARPEMBIAYAAN
MA NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN
1 2 3
121 A 4
122 A 4
123 A 4
124 A 4
125 A 4
126 A 4
127 A 4
128 A 4
129 A 4
130 A 4
131 A 4
132 A 4
133 A 4
134 A 4
135 A 4
136 A 4
137 A 4
138 A 4
139 A 4
140 A 4
141 A 4
142 A 4
143 A 4
144 A 4
145 A 4
JUMLAH 100
HASIL PENILAIAN STANDARPENILAIAN
MA NEGERI JEMBER KEMBALI
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN
1 2 3
146 C 2
147 C 2
148 C 2
149 D 1
150 D 1
151 D 1
152 A 4
153 A 4
154 A 4
155 A 4
156 A 4
157 A 4
158 A 4
159 A 4
160 A 4
161 A 4
162 A 4
163 A 4
164 A 4
165 A 4
JUMLAH 65
1
A
B B
C
D
E
2
A
B
C
D D
E
3
A
B
C
D
E E
4
A
B
C
D
E E
5
A
B
C
D
E E
6
A
B
C
400.
D
E E
7
A
B
C
D
E E
8
A
B
C
D
E E
9
A
B
C
D
E E
10
A
B
C
D
E E
11
A
B
C
D
E E
12
401.
A
B
C
D
E E
13
A
B
C C
D
E
14
A A
B
C
D
E
15
A
B
C
D
E E
402.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
I. STANDAR ISI
Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP.
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen muatan KTSP.
Tidak melaksanakan KTSP.
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulu
dibuat oleh BSNP.
Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Bersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidik
Tidak mengembangkan kurikulum.
Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan.
Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan.
Tidak mengembangkan kurikulum.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pemb
dan pendayagunaan kondisi alam.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan
pembelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut.
Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, din
pendidikan, dan instansi terkait di daerah.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan
pendidikan.
Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.
Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru.
Tidak menyusun kurikulum muatan lokal.
Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler.
Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler.
403.
Di samping kegiatankonseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler.
Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi das
untuk setiap mata pelajaran.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg
per tahun minimal 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah mingg
per tahun kurang dari 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah min
efektif per tahun kurang dari 34 minggu.
Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah
efektif per tahun kurang dari 34 minggu.
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas.
Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap m
pelajaran.
Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.
Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksim
dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksima
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal
alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.
Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag.
Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya.
Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.
404.
Sebanyak 76% -100% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri.
Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri.
Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.
Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus.
Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus.
Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus.
Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP.
Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.
Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah
Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus.
Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender aka
yang dimiliki.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran efektif.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif.
Menjadwalkan awal tahun pelajaran.
Tidak memiliki kalender akademik.
16
A A
B
C
D
E
17
A A
B
C
D
E
18
A A
B
C
D
E
19
A A
B
C
D
E
20
A A
B
C
D
E
21
A A
B
412.
C
D
E
22
A A
B
C
D
E
23
A A
B
C
D
E
24
A A
B
C
D
E
25
A A
B
C
D
E
413.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
II. STANDAR PROSES
Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lul
panduan penyusunan KTSP.
Mengembangkan silabus secara mandiri.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah.
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah.
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.
Tidak mengembangkan silabus.
Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan
informasi dan komunikasi.
Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan me
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan men
teknologi informasi dan komunikasi.
Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan mene
teknologi informasi dan komunikasi.
Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan
informasi dan komunikasi.
Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap pelaksana
tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan.
Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan.
414.
Mencakup 2 (dua)tahap pemantauan.
Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan.
Tidak pernah melakukan pemantauan.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, d
konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara.
Tidak melakukan supervisi.
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah.
Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru.
Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran.
Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru.
Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi.
Tidak ada proses evaluasi.
Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru.
Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja.
Tidak dilaporkan.
Tidak melakukan pengawasan.
Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut.
Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.
26
A A
B
C
D
E
27
A A
B
C
D
E
28
A A
B
C
D
E
29
A A
B
C
D
E
30
A A
B
C
D
E
31
420.
A A
B
C
D
E
32
A A
B
C
D
E
33
A A
B
C
D
E
34
A A
B
C
D
E
35
A A
B
C
D
E
36
421.
A A
B
C
D
E
37
A A
B
C
D
E
38
A A
B
C
D
E
39
A A
B
C
D
E
40
A A
B
C
D
E
422.
41
A A
B
C
D
E
42
A A
B
C
D
E
43
A A
B
C
D
E
44
A A
B
C
D
E
45
A A
B
C
D
E
46
A A
B
C
423.
D
E
47
A A
B
C
D
E
48
A A
B
C
D
E
49
A A
B
C
D
E
50
A A
B
C
D
E
424.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam penga
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60.
Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks seba
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ko
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60.
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, laboratorium, dan internet.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan, dan laboratorium.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
perpustakaan.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan aja
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar.
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari b
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumbe
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari ber
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
425.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatanpembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertang
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produkti
Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jeni
atau lebih dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis d
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis d
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis
dalam satu tahun.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan
lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/a
satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya.
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertan
(satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya d
jawab.
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali at
tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial.
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
426.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaanbagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajar
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas.
Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara.
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil ter
jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapa
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
demokratis dalam wadah NKRI.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, b
secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan berm
dan bernegara secara demokratis.
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan ling
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebers
sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan k
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan
Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelaja
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajar
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajara
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.
Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran
memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18
427.
Siswa memperoleh pengalamanbelajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekon
global.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan go
dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi d
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) ka
minggu.
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali set
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali set
Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali se
Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri.
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati t
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.
Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(dua) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak
(satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelomp
Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.
428.
Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatansiswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun seba
dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dan buletin siswa internal sekolah/madrasah.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapan
dinding.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi l
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa.
Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60.
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau le
terakhir.
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu
Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek.
Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat
(empat) kali atau lebih dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) je
dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) je
dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) j
kali dalam satu semester.
Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.
Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid
Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik
Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidik
Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidika
Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendid
Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar.
Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.
Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pem
Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentua
berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanks
sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempata
memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan
tertulis.
Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sa
pun.
Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
444.
Adanya rapat dewanguru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertem
antara guru dan orangtua siswa.
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrasah.
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah.
Adanya rapat dewan guru.
Tidak pernah diadakan rapat.
Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata di atas 9 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata antara 7 sampai dengan 9 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata antara 4 sampai dengan 6 tahun.
Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengaj
rata 3 tahun atau kurang.
Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu.
Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah.
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.
Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan.
Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih.
Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun.
Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun.
Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa.
Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.
Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausa
dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% - 100% dari dana ekstrakur
dalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M).
445.
Mampu menggalang danapengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurik
dalam RKS/M.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana ekstrakurik
dalam RKS/M.
Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana ekstrakuriku
RKS/M.
Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri.
Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring y
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring ya
direncanakan dalam RKS/M.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yan
direncanakan dalam RKS/M.
Tidak melakukan supervisi dan monitoring.
Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diplom
I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.
Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma
(D-1).
446.
Sekolah/Madrasah memiliki tenagalaboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1).
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.
Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus.
Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus.
Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus.
Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus.
Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus.
Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.
71
A A
B
C
D
E
72
A A
B
C
D
E
73
A A
B
C
D
E
74
A A
B
C
D
E
75
A A
B
C
456.
D
E
76
A A
B
C
D
E
77
A A
B
C
D
E
78
A A
B
C
D
E
79
A A
B
C
D
E
80
A A
B
C
D
E
81
A A
B
C
D
E
82
A A
B
C
D
457.
E
83
A A
B
C
D
E
84
A A
B
C
D
E
85
A A
B
C
D
E
86
A A
B
C
D
E
87
A A
B
C
D
E
458.
88
A A
B
C
D
E
89
A A
B
C
D
E
90
A A
B
C
D
E
91
A A
B
C
D
E
92
A A
B
C
D
E
93
A A
B
C
D
E
459.
94
A A
B
C
D
E
95
A A
B
C
D
E
96
A A
B
C
D
E
97
A A
B
C
D
E
98
A A
B
C
D
E
99
A A
B
C
D
E
100
A A
B
C
D
E
460.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal.
Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal.
Tidak tersedia lahan.
Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselam
jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses
penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki
untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi ba
yang mengancam kesehatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bah
mengancam keselamatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Tidak berada di lokasi aman.
Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemara
serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sa
untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara, tetapi tidak mem
sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan, tetapi tidak terhindar dari gangguan
pencemaran udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencem
udara, serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Tidak berada di lokasi yang nyaman.
Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak
tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah, tetapi memiliki ijin pemanfaatan dar
pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan
pemegang hak atas tanah.
Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya.
Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal.
Memiliki lantai seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal.
461.
Memiliki lantai seluas1% - 25% dari ketentuan luas minimal.
Tidak memiliki gedung sendiri.
Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya keb
dan petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran.
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.
Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.
Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan.
Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai.
Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai.
Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai.
Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang memadai.
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan.
Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt.
Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama.
Tidak memiliki instalasi listrik.
Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri.
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara.
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan.
Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan.
Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu dalam ketentuan.
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan bera
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat.
Tidak pernah melakukan pemeliharaan.
Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.
Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
Memiliki 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) jenis prasarana yang dipersyaratkan.
462.
Tidak memiliki prasaranasendiri.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang perpustakaan.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium biologi, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium biologi.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten
memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium fisika, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana ti
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium fisika.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesua
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai keten
memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan t
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium kimia, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana t
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium kimia.
463.
Sekolah/Madrasah memiliki ruanglaboratorium komputer yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan l
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana se
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ke
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentu
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium komputer, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sara
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium komputer.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan lua
sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesu
ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai kete
tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentua
memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana
sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang pimpinan.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang guru.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang tata usaha.
Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan, tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan.
Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki tempat beribadah.
464.
Sekolah/Madrasah memiliki ruangkonseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang konseling.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentu
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentu
Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan.
Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki jamban.
Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki gudang.
Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak ketentuan.
Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki ruang sirkulasi.
Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.
Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga.
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
471.
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
472.
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
473.
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
474.
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
5 5
0 A
0
0
0
475.
101
A A
B
C
D
E
102
A A
B
C
D
E
103
A A
B
C
D
E
104
A A
B
C
D
E
105
A A
B
C
D
E
106
A A
B
C
D
E
107
A A
476.
B
C
D
E
108
A A
B
C
D
E
109
A A
B
C
D
E
110
A A
B
C
D
E
111
A A
B
C
D
E
112
A A
B
C
D
E
113
A A
B
C
D
E
114
A A
477.
B
C
D
E
115
A A
B
C
D
E
116
A A
B
C
D
E
117
A A
B
C
D
E
118
A A
B
C
D
E
119
A A
B
C
D
E
120
A A
B
C
D
E
478.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VI. STANDAR PENGELOLAAN
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan visi.
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan misi.
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan.
Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan.
Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh
terkait.
Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.
Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas.
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas.
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas.
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.
Tidak memiliki struktur organisasi.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
479.
Sebanyak 51% -75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan.
Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.
Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana.
Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana.
Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana.
Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana.
Tidak mengelola program sarana dan prasarana.
Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan.
Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan
Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yan
dalam pengelolaan pendidikan.
480.
Memiliki 3 (tiga)dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dala
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dal
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan da
pengelolaan pendidikan.
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.
Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan.
Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan.
Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan.
Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan.
Tidak memiliki dokumen program pengawasan.
Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester.
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester.
Tidak melaksanakan evaluasi diri.
Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi.
Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi.
Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi.
Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi.
Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 (dua) wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 (satu) wakil kepala sekolah/madrasah.
Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah.
Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus.
Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus.
Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas.
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus.
Tidak memiliki sistem informasi.
121
A A
B
C
D
E
122
A A
B
C
D
E
123
A A
B
C
D
E
124
A A
B
C
D
E
125
A A
B
C
D
E
126
A A
B
488.
C
D
E
127
A A
B
C
D
E
128
A A
B
C
D
E
129
A A
B
C
D
E
130
A A
B
C
D
E
131
A A
B
C
D
E
132
A A
B
C
D
E
133
A A
B
C
D
489.
E
134
A A
B
C
D
E
135
A A
B
C
D
E
136
A A
B
C
D
E
137
A A
B
C
D
E
138
A A
B
C
D
E
139
A A
B
C
D
E
140
A A
490.
B
C
D
E
141
A A
B
C
D
E
142
A A
B
C
D
E
143
A A
B
C
D
E
144
A A
B
C
D
E
145
A A
B
C
D
E
491.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VII. STANDAR PEMBIAYAAN
Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun te
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun te
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) ta
terakhir.
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana.
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan rencana kerja
anggaran sekolah/madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 76% - 100% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 51% - 75% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 26% - 50% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Memiliki modal kerja sebanyak 1% - 25% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.
Tidak memiliki modal kerja sama sekali.
Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain b
pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, dan insentif bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana transport dan tunjangan la
guru pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana insentif, transport dan tunjangan lain ba
pada tahun berjalan.
Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan.
Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berja
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport, tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kepe
pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan insentif, transport dan tunjangan lain bagi tenaga kepe
pada tahun berjalan.
Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun t
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
492.
Mengeluarkan biaya sebanyak26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun te
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun ter
Tidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Mengeluarkan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terak
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakh
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir
Tidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
493.
Tidak menyediakan biayapenggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa.
Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.
Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Memiliki biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan
sekolah/madrasah.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,
pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,
pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasara
tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak un
sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.
Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah.
Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.
Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan.
Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak melaksanakan subsidi silang.
Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
494.
Melakukan 1 (satu)jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbag
terkait.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, dan pe
tenaga kependidikan.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah, dan komite sekolah/madrasah.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah.
Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah.
Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis, transparan, efisien, dan akuntabel.
Sebanyak 76% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 51% - 75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 26% - 50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Sebanyak 1% - 25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.
Tidak tercantum dalam RKA-S/M.
Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir.
Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir.
Tidak memiliki pembukuan biaya operasional.
Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah
yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(empat) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(tiga) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(dua) tahun terakhir.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan sela
(satu) tahun terakhir.
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VIII. STANDAR PENILAIAN
Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semeste
berjalan.
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.
Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.
Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 76% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 51% - 75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 26% - 50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 1% - 25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian.
Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mand
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 51% - 75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 26% - 50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandir
dan/atau bentuk lain.
Sebanyak 1% - 25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri,
bentuk lain.
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian.
Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 51% - 75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 26% - 50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 1% - 25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 76% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 51% - 75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 26% - 50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 1% - 25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
508.
Guru memanfaatkan hasilpenilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 51% - 75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 26% - 50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 1% - 25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk l
prestasi belajar siswa.
Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa.
Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada g
pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester.
Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepr
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian keprib
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pndidikan agama dan hasil penilaian kepriba
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepriba
siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribad
kepada guru pendidikan kewarganegaraan.
Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 50% - 75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja.
Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja.
Tidak tentu.
Tidak pernah.
Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SK
melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelaj
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
509.
Sekolah/Madrasah menentukan nilaiakhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribad
estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.
Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang
Lebih tinggi dari 1,1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku.
Lebih tinggi dari 0,6 sampai 1,0 di atas kriteria yang berlaku.
Lebih tinggi dari 0,1 sampai 0,5 di atas kriteria yang berlaku.
Sama dengan kriteria yang berlaku.
Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan
belajar siswa.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t
siswa dan siswa yang bersangkutan.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang t
siswa tanpa siswa yang bersangkutan.
Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali s
dengan siswa yang bersangkutan.
Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tu
siswa tanpa siswa yang bersangkutan.
Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa.
Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Kanwil Depag.
Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester.
Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester.
Lebih dari 1 (satu) semester.
Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan guru.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan wali kelas saja.
Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat pimpinan sekolah.
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengik
Nasional (UN).
Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
510.
Antara 1 (satu)sampai 2 (dua) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswa
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa bar
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.
Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa baru.
GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI
MA NEGERI JEMBER
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Peng
Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TIDAK TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : BATAL BATAL
525.
AKREDITASI
EMBER
Kependidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
tandar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan
85.63 KEMBALI
BATAL
526.
LAPORAN HASIL VISIT
SMK NEGERI JEMBE
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR ISI
STANDAR PROSES HASIL VISITASI
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN GRAFIK
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
527.
AN HASIL VISITASI
KNEGERI JEMBER
DAFTAR PERTANYAAN
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
HASIL VISITASI STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
GRAFIK PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
KEMBALI
529.
HASIL PENILAIAN STANDARISI
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
1 A 4 4
2 A 4 4
3 A 4 3
4 A 4 3
5 A 4 2
6 A 4 2
7 A 4 3
8 A 4 4
9 A 4 3
10 A 4 3
11 A 4 2
12 A 4 3
13 A 4 2
14 A 4 4
15 A 4 3
16 A 4 3
17 A 4 3
18 A 4 3
JUMLAH 72 54
HASIL PENILAIAN STANDARPROSES
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
19 A 4 3
20 A 4 3
21 A 4 4
22 A 4 3
23 A 4 3
24 A 4 3
25 A 4 3
26 A 4 4
27 A 4 3
28 A 4 4
29 A 4 3
30 A 4 3
31 A 4 4
JUMLAH 52 43
532.
DAR PROSES
EMBER KEMBALI
SKOR TERTIMBANG PEROLEHAN
5
12
12
16
12
12
12
12
16
12
16
12
12
16
172
533.
HASIL PENILAIAN STANDARKOMPETENSI LULUSA
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
32 A 4 4
33 A 4 3
34 A 4 3
35 A 4 3
36 A 4 3
37 A 4 4
38 A 4 2
39 A 4 2
40 A 4 3
41 A 4 3
42 A 4 3
43 A 4 3
44 A 4 3
45 A 4 3
46 A 4 3
47 A 4 3
48 A 4 3
49 A 4 3
50 A 4 3
51 A 4 3
52 A 4 3
53 A 4 3
54 A 4 3
55 A 4 3
56 A 4 4
57 A 4 4
58 A 4 3
59 A 4 3
60 A 4 3
61 A 4 4
HASIL PENILAIAN
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIK
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
63 A 4 4
64 A 4 4
65 A 4 4
66 A 4 4
67 A 4 3
68 A 4 4
69 A 4 4
70 A 4 4
71 A 4 4
72 A 4 3
73 A 4 3
74 A 4 3
75 A 4 2
76 A 4 3
77 A 4 3
78 A 4 3
79 A 4 3
80 A 4 2
81 A 4 3
82 A 4 3
83 A 4 4
84 A 4 4
85 A 4 3
86 A 4 1
87 A 4 3
JUMLAH 100 81
HASIL PENILAIAN STANDARSARANA DAN PRASARAN
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
88 A 4 3
89 A 4 3
90 A 4 3
91 A 4 3
92 A 4 3
93 A 4 4
94 A 4 4
95 A 4 4
96 A 4 4
97 A 4 3
98 A 4 4
99 A 4 3
100 A 4 4
101 A 4 3
102 A 4 4
103 A 4 3
104 A 4 2
105 A 4 3
106 A 4 3
107 A 4 3
108 A 4 3
109 A 4 3
110 A 4 3
111 A 4 3
112 A 4 3
JUMLAH 100 81
HASIL PENILAIAN STANDARPENGELOLAAN
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
113 A 4 4
114 A 4 4
115 A 4 3
116 A 4 3
117 A 4 3
118 A 4 3
119 A 4 3
120 A 4 2
121 A 4 3
122 A 4 3
123 A 4 4
124 A 4 3
125 A 4 4
126 A 4 3
127 A 4 4
128 A 4 3
129 A 4 3
130 A 4 3
131 A 4 2
132 A 4 3
133 A 4 2
134 A 4 3
135 A 4 3
136 A 4 3
137 A 4 3
138 A 4 3
JUMLAH 104 80
HASIL PENILAIAN STANDARPEMBIAYAAN
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
139 A 4 4
140 A 4 4
141 A 4 3
142 A 4 3
143 A 4 3
144 A 4 3
145 A 4 3
146 A 4 4
147 A 4 4
148 A 4 4
149 A 4 2
150 A 4 2
151 A 4 4
152 A 4 3
153 A 4 3
154 A 4 3
155 A 4 3
156 A 4 4
157 A 4 1
158 A 4 3
159 A 4 1
160 A 4 3
161 A 4 4
162 A 4 4
163 A 4 4
164 A 4 4
JUMLAH 104 83
HASIL PENILAIAN STANDARPENILAIAN
SMK NEGERI JEMBER
NO BUTIR JAWABAN SKOR BUTIR PEROLEHAN BOBOT BUTIR
1 2 3 4
165 A 4 4
166 A 4 3
167 A 4 3
168 A 4 3
169 A 4 4
170 A 4 3
171 A 4 3
172 A 4 2
173 A 4 3
174 A 4 3
175 A 4 3
176 A 4 3
177 A 4 3
178 A 4 3
179 A 4 3
180 A 4 2
181 A 4 4
182 A 4 3
183 A 4 4
184 A 4 2
185 A 4 4
JUMLAH 84 65
1
A A
B
C
D
E
2
A A
B
C
D
E
3
A A
B
C
D
E
4
A A
B
C
D
E
5
A A
B
C
D
E
6
548.
A A
B
C
D
E
7
A A
B
C
D
E
8
A A
B
C
D
E
9
A A
B
C
D
E
10
A A
B
C
D
E
11
A A
B
C
D
E
12
A A
B
C
D
E
549.
13
A A
B
C
D
E
14
A A
B
C
D
E
15
A A
B
C
D
E
16
A A
B
C
D
E
17
A A
B
C
D
E
18
A A
B
C
D
E
550.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
I. STANDAR ISI
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 muatan KTSP
Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 atau kurang muatan KTSP
Tidak melaksanakan KTSP
KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan
KTSP.
Mengembangkan KTSP bersama seluruh guru mata pelajaran, Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI), konselor, dan
komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan KTSP bersama perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan
Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran, DU/DI, dan komite sekolah/madrasah atau
penyelenggara lembaga pendidikan tanpa melibatkan konselor
Mengembangkan KTSP bersama seluruh atau perwakilan guru mata pelajaran tanpa melibatkan DU/DI, Konselor, dan
komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Tidak mengembangkan kurikulum
Kurikulum program keahlian dikembangkan sesuai dengan mekanisme penyusunan KTSP.
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 7 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 5 - 6 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 3 - 4 kegiatan pokok
Mekanisme penyusunan kurikulum dilakukan melalui 1 - 2 kegiatan pokok
Tidak mengembangkan kurikulum
Kurikulum program keahlian dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan
pembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alam
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan
pembelajaran
Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran
Program keahlian melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut
Penyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal melibatkan berbagai pihak.
Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, instansi terkait di
daerah, dan DU/DI
Melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikan
Melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan
Hanya melibatkan guru
Tidak menyusun kurikulum muatan lokal
Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
551.
Melaksanakan 4 jenisatau lebih program ekstrakurikuler
Melaksanakan 3 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 2 jenis program ekstrakurikuler
Melaksanakan 1 jenis program ekstrakurikuler
Tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
Program keahlian melaksanakan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling.
Melaksanakan 4 atau lebih jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 3 jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 2 jenis kegiatan konseling
Melaksanakan 1 jenis kegiatan konseling
Tidak melaksanakan kegiatan konseling
Program Praktik Kerja Industri (prakerin) dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pada struktur kurikulum.
Siswa melakukan prakerin selama 2 bulan (setara 500 jam atau lebih), mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa melakukan prakerin kurang dari 2 bulan, tidak mengikuti jam kerja karyawan/pegawai
Siswa tidak melakukan prakerin
Program keahlian menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada
lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas dan program pengayaan
Menerapkan 3 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 2 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Menerapkan 1 ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Tidak menerapkan ketentuan beban belajar sesuai dengan Permendiknas
Guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai
kompetensi yang diberikan kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Tidak ada guru mata pelajaran memberikan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan sesuai dengan ketentuan dalam
struktur kurikulum.
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus, RPP, dan alokasi waktu 192 jam pelajaran
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada silabus dan RPP
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan didasarkan pada salah satu silabus atau RPP saja
Proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan berdasarkan alokasi waktu 192 jam pelajaran
Tidak melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan
Pelaksanaan pembelajaran seluruh mata pelajaran di program keahlian memanfaatkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK).
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
Tidak ada mata pelajaran dalam pelaksanaan pembelajarannya memanfaatkan TIK
552.
KTSP disahkan olehKepala Sekolah/Madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dan diketahui oleh Dinas
Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag.
Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggaran
pendidikan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Sudah disahkan kepala sekolah/madrasah dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara
pendidikan, namun belum diketahui Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Sudah disahkan kepala sekolah, namun tanpa pertimbangan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara pendidikan
dan tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Depag
Belum disahkan kepala sekolah/madrasah
Belum dikembangkan
Dalam mengembangkan KTSP, guru/kelompok guru dalam program keahlian secara aktif menyusun silabus.
Sebanyak 76% - 100% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 51% - 75% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 26% - 50% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Sebanyak 1% - 25% guru/kelompok guru secara aktif menyusun silabus
Tidak ada guru/kelompok guru yang aktif menyusun silabus
Guru mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan langkah–langkah pada Panduan Penyusunan KTSP.
Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dikembangkan sesuai dengan Panduan Penyusunan KTSP
Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan
Program keahlian mengembangkan silabus berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan
penyusunan KTSP secara mandiri atau berkelompok.
Mengembangkan silabus secara mandiri melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah program keahlian dalam
satu sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus secara mandiri oleh guru mata pelajaran dalam program keahlian
Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dari beberapa program keahlian yang sama pada
beberapa sekolah/madrasah
Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.
Tidak mengembangkan silabus
Program keahlian menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran dengan memperhatikan unsur: 1)
karakteristik siswa, 2) karakteristik mata pelajaran, dan 3) kondisi program keahlian.
Menentukan KKM dengan memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 2 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM dengan memperhatikan 1 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur melalui rapat dewan guru
Menentukan KKM tanpa memperhatikan 3 unsur dan tidak melalui rapat dewan guru
Program keahlian menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender
akademik program keahlian yang dimiliki.
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci dan jelas
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara rinci
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara kurang rinci
Menyusun kalender akademik sekolah/madrasah secara tidak rinci
Tidak menyusun kalender akademik sekolah/madrasah
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
II. STANDAR PROSES
Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis.
Sebanyak 13 mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Tidak ada mata pelajaran memiliki RPP yang disusun secara lengkap dan sistematis
Penyusunan RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan
menerapkan TIK.
Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa,
dan menerapkan TIK
Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan
menerapkan TIK
Tidak ada RPP memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan TIK
Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
Memenuhi 4 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 3 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 2 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Memenuhi 1 persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Proses pembelajaran di program keahlian dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Program keahlian melaksanakan proses pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (sesuai dengan
tingkat kebutuhan program keahliannya) dengan SDM yang memiliki kesesuaian kompetensi.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan SDM sendiri yang memiliki
kesesuaian kompetensi dan bersertifikat
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan sendiri oleh pihak program keahlian dengan mendatangkan SDM dari
sekolah/madrasah lain
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain dengan sebagian SDM dari pihak program keahlian
Pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK dilakukan oleh pihak lain (outsource)
Tidak melaksanakan pembelajaran berbasis TIK
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuai
dengan keahliannya.
560.
Kegiatan wirausaha padabusiness center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, materi program keahlian, dan
aturan pengelolaan yang transparan
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran, dan materi program keahlian
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan sesuai dengan proses pembelajaran dan aturan pengelolaan yang
transparan
Kegiatan wirausaha pada business center dilakukan hanya sesuai dengan proses pembelajaran.
Tidak sesuai dengan proses pembelajaran
Sekolah/Madrasah menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan DU/DI.
Sebanyak 76% - 100% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% MoU ditindaklanjuti dengan pembelajaran
Tidak ada tindaklanjut kerjasama dengan DU/DI
Siswa melakukan prakerin untuk memperoleh kompetensi kejuruan.
Sebanyak 76% - 100% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 51% - 75% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 26% - 50% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Sebanyak 1% - 25% siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Tidak ada siswa melakukan prakerin pada DU/DI yang relevan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah mencakup tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
Mencakup 3 tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 3 tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan
Mencakup 2 tahap pemantauan
Mencakup 1 tahap pemantauan
Tidak pernah melakukan pemantauan
Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh, diskusi,
pelatihan, dan konsultasi.
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 cara
Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 cara
Tidak melakukan supervisi proses pembelajaran
Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan 4
aspek, yaitu 1) persiapan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi pembelajaran, dan 4) rencana tindak lanjut.
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 4 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 3 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 2 aspek
Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan 1 aspek
Tidak melakukan evaluasi
Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil pengawasan (pemantauan, supervisi, dan evaluasi) proses pembelajaran
kepada pemangku kepentingan.
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah
Hasil pengawasan disampaikan kepada guru yang bersangkutan dan dewan guru
Hasil pengawasan disampaikan kepada yang bersangkutan saja
Tidak disampaikan
561.
Tidak melakukan pengawasan
Kepalasekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama 1 tahun terakhir dilakukan tindak lanjut
Tidak ada hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam
pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 70,00 sampai 74,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 65,00 sampai 69,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan 60,00 sampai 64,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran ipteks ditetapkan kurang dari 60,00
Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 jenis
dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 jenis
dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 jenis
dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 jenis
dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak pernah menjalankan kegiatan yang dapat menganalisa dan memecahkan masalah-masalah kompleks
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial melalui mata pelajaran IPA dan
IPS.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,00 atau lebih
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,00 sampai 74,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,00 sampai 69,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,00 sampai 64,90
Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60,00
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran Adaptif secara efektif.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internet
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, perpustakaan, dan laboratorium
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar, buku teks, dan perpustakaan
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan
ajar dan buku teks
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut
dari berbagai sumber belajar.
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
573.
Siswa melakukan kegiatanpembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak pernah melakukan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai
sumber belajar
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab
Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau 3kali dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun
Siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun
Siswa tidak pernah mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 jenis dan/atau
4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 jenis dan/atau
3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 jenis dan/atau
2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 jenis dan/atau
1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab.
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkembangkan sikap percaya diri dan
tanggung jawab
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih
dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun
terakhir
574.
Program keahlian menjalankankegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah, juara program keahlian, dan juara kelas
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah dan juara program keahlian
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/ madrasah
Sekolah/madrasah memberikan penghargaan bagi juara program keahlian
Sekolah/madrasah tidak memberikan penghargaan
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil
terbaik sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk
mendapatkan hasil terbaik
Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI.
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun
terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
lingkungan.
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportifitas, dan
kebersihan lingkungan
575.
Siswa memperoleh pengalamanbelajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam
pergaulan di masyarakat.
Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan
pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Tidak ada silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran
dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk dapat menjalankan ajaran agama melalui kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia yang bersifat afektif.
Program keahlian memfasilitasi 4 jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 3 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 2 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian memfasilitasi 1 jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Program keahlian tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global.
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomi dalam lingkup global
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan.
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau
lebih setiap minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali setiap
minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali setiap
minggu
Adanya kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali setiap
minggu
Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan
berempati terhadap orang lain.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat
576.
Siswa memperoleh pengalamanbelajar dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun
kelompok
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun
sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Program keahlian tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan
santun
Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis.
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan mau-pun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi
lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi
lapangan, dan majalah dinding
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya
wisata/studi lapangan
Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba
Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa
Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara, baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris.
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhi
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa tidak mengikuti kegiatan untuk menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun
Bahasa Inggris
Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni) seiring
dengan perkembangannya.
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 4 jenis dan/atau 4 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 3 jenis dan/atau 3 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 2 jenis dan/atau 2 kali dalam 1 tahun terakhir
Siswa mengikuti kegiatan pengembangan iptek sebanyak 1 jenis dan/atau 1 kali dalam 1 tahun terakhir
577.
Siswa tidak mengikutikegiatan dalam pengembangan iptek
Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai kompetensi keahlian dan kewirausahaan, melalui kegiatan
pembelajaran yang memuat studi kasus (nyata dan rekaan).
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 61% -70% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 51% -60% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 41% -50% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi 31% -40% memuat studi kasus, selebihnya bukan studi kasus
Siswa mengikuti pembelajaran dengan proporsi lebih kecil dari 31%
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN teori dan praktik kelompok
mata pelajaran produktif pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Matematika
pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Inggris
pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional terakhir
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa
Indonesia pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan pencapaian nilai rata-rata uji kompetensi mata pelajaran
produktif pada tahun terakhir.
Mencapai nilai rata-rata 2,00 atau lebih di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 1,01 sampai 1,99 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata 0,01 sampai 1,00 di atas rata-rata nasional
Mencapai nilai rata-rata sama dengan rata-rata nasional
Lebih rendah dari rata-rata nasional
Program keahlian memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kelulusan pada tahun terakhir.
Kelulusan 91% - 100%
578.
Kelulusan 81% -90%
Kelulusan 71% - 80%
Kelulusan 61% - 70%
Kurang dari 61%.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Untuk bidang tertentu, kualifikasi
kepakaran ditunjukkan dengan pengakuan lain setingkat S1 atau D-IV.
Sebanyak 76% -100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 51% -75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 26% -50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Sebanyak 1% -25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV
Guru mata pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar
belakang pendidikannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang
pendidikannya
Tidak ada guru mata pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang
pendidikannya
Program keahlian memiliki guru mata pelajaran produktif sesuai dengan jumlah rombelnya.
Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 51% - 75% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran produktif memiliki guru produktif minimal sama dengan jumlah rombongan belajar
Tidak satupun mata pelajaran produktif memiliki guru produktif
Guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya.
Rata-rata kehadiran guru 96% - 100% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 91% - 95% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 86% - 90% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru 81% - 85% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Rata-rata kehadiran guru kurang dari 81% untuk menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya
Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Sebanyak 76% - 100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 51% - 75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran
Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-
prinsip pembelajaran
592.
Guru memiliki integritaskepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
ketentuan yang berlaku.
Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi
kesempatan memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya
diberikan peringatan lisan
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya
diberikan peringatan tertulis
Adanya guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah
dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan
Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa.
Adanya dialog dalam rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, guru dan komite
sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru, dan orangtua siswa
Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala program keahlian, serta guru dan komite sekolah/madrasah
Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala program keahlian
Adanya rapat dewan guru
Tidak pernah diadakan rapat
Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah.
Sebanyak 76% - 100% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 51% - 75% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 26% - 50% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Sebanyak 1% - 25% guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Tidak ada guru memiliki penguasaan materi mata pelajaran, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan
Guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat sesuai dengan keahliannya.
Sebanyak 76% - 100% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi
profesi sesuai keahliannya
Tidak ada guru mata pelajaran produktif memiliki sertifikat uji kompetensi dari DU/DI atau lembaga sertifikasi profesi
sesuai keahliannya
Guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan.
Sebanyak 76% - 100% atau lebih guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi
tambahan
Sebanyak 51% - 75% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Sebanyak 26% - 50% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Sebanyak 1% - 25% guru mata pelajaran produktif memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Tidak ada guru mata pelajaran produktif yang memiliki satu kompetensi utama dan dua kompetensi tambahan
Kepala program keahlian berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala
program keahlian.
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian
593.
Tidak berstatus sebagaiguru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala program keahlian
Kepala program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV), atau pakar
kejuruan lain yang setingkat untuk bidang tertentu.
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi
Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkepen-didikan dari perguruan tinggi tidak terakreditasi
Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan
Kepala Program keahlian memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.
Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun atau lebih
Memiliki pengalaman mengajar 4 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 3 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 2 tahun
Memiliki pengalaman mengajar 1 tahun atau kurang
Kepala program keahlian memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola program
keahlian.
Sebanyak 76% - 100% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 51% - 75% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 26% - 50% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Sebanyak 1% - 25% lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun
terakhir
Tidak ada lulusan yang sudah bekerja tetap dan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir
Kepala program keahlian memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri
kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 76% - 100% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 51% - 750% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 26% - 50% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Mampu mengelola kegiatan unit usaha yang cukup untuk membiayai 1% - 25% biaya kegiatan ekstrakurikuler secara
mandiri
Tidak mampu mengelola unit usaha
Kepala sekolah/madrasah atau kepala program keahlian melakukan supervisi dan monitoring.
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari yang
direncanakan dalam RK-S/M
Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari yang direncanakan
dalam RK-S/M
Tidak melakukan supervisi dan monitoring
594.
Tenaga administrasi minimummemiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi berkualifikasi pendidikan menengah atau sederajat
Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki 5 orang atau lebih tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 4 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 3 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki 2 atau 1 orang tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga administrasi dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya
Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma
satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan 1 orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1)
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan
Tenaga perpustakaan minimum memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, keduanya memiliki latar belakang pendidikan sesuai
dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 orang, salah satu di antaranya memiliki latar belakang
pendidikan sesuai dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan
tugasnya
Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang dan memiliki latar belakang pendidikan tidak sesuai
dengan tugasnya
Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan
Kepala laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas.
Memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat kepala laboratorium
Memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi tetapi memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memenuhi kualifikasi dan tidak memiliki sertifikat kepala laboratorium
Tidak memiliki kepala laboratorium
Teknisi laboratorium/bengkel program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai dengan standar tenaga
laboratorium sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas.
Sebanyak 76% - 100% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Sebanyak 51% - 75% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Sebanyak 26% - 50% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
595.
Sebanyak 1% -25% teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Tidak ada teknisi laboratorium/bengkel memiliki kualifikasi akademik sesuai standar tenaga laboratorium
sekolah/madrasah
Laboran program keahlian memiliki kualifikasi akademik minimum sesuai standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah
yang tertuang dalam Permendiknas.
Memiliki kualifikasi akademik minimal D-I sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum SMK sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum D-I tidak sesuai program keahlian
Memiliki kualifikasi akademik minimum SMA/MA atau SMK tidak sesuai dengan program keahlian
Tidak meiliki kualifikasi akademik atau tidak memiliki laboran
Program keahlian memiliki tenaga layanan khusus.
Memiliki 4 jenis atau lebih tenaga layanan khusus
Memiliki 3 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 2 jenis tenaga layanan khusus
Memiliki 1 jenis tenaga layanan khusus
Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus
Program keahlian memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung.
Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi untuk maintenance gedung
Program keahlian memiliki 1 tenaga teknisi untuk maintenance peralatan dan gedung
Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan 1 tenaga teknisi maintenance gedung
Sekolah/Madrasah memiliki 1 tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung
Tidak memiliki tenaga teknisi maintenance peralatan dan gedung
88
A A
B
C
D
E
89
A A
B
C
D
E
90
A A
B
C
D
E
91
A A
B
C
D
E
92
A A
B
C
D
E
93
602.
A A
B
C
D
E
94
A A
B
C
D
E
95
A A
B
C
D
E
96
A A
B
C
D
E
97
A A
B
C
D
E
98
A A
B
C
D
E
99
A A
B
C
D
603.
E
100
A A
B
C
D
E
101
A A
B
C
D
E
102
A A
B
C
D
E
103
A A
B
C
D
E
104
A A
B
C
D
E
105
A A
B
C
D
E
106
A A
B
C
604.
D
E
107
A A
B
C
D
E
108
A A
B
C
D
E
109
A A
B
C
D
E
110
A A
B
C
D
E
111
A A
B
C
D
E
112
A A
B
C
D
E
605.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Sekolah/madrasah memiliki lahan yang memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki luas lahan 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal
Memiliki luas lahan 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal
Tidak memiliki lahan sendiri
Sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan
keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.
Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat
Lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya, tetapi tidak memiliki akses darurat
Lokasi aman, tetapi masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat
Lokasi tidak aman, sehingga masih memiliki peluang potensi bahaya dan tidak memiliki akses darurat
Berada di lokasi yang tidak layak untuk belajar
Sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran
udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.
Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta gangguan
kebisingan secara alamiah
Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara, dan pencemaran air, serta
gangguan kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, terlindung fasilitas peredam gangguan pencemaran udara/air, tetapi masih terganggu
kebisingan
Berada di lokasi yang nyaman, tetapi berpeluang untuk terpapar pencemaran udara/air dan kebisingan
Tidak berada di lokasi yang nyaman
Fasilitas pembelajaran berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah.
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang
hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tetapi memiliki status hak atas tanah dan memiliki ijin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah
Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya
Luas lantai yang digunakan Program Keahlian memenuhi ketentuan luas minimal.
Memiliki luas lantai 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 51% - 75% dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 26% - 50% dari ketentuan luas minimal
Memiliki luas lantai 1% - 25% dari ketentuan luas minimal
Tidak memiliki gedung sendiri
Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya
kebakaran dan petir.
606.
Memiliki struktur yangstabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir
Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran
Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan
petir
Sekolah/Madrasah memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan: (1) air bersih, (2)
saluran air kotor dan/atau air limbah, (3) tempat sampah, dan (4) saluran air hujan.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas.
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 3 dari 4 kebutuhan
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 2 dari 4 kebutuhan
Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan yang dapat memenuhi 1 dari 4 kebutuhan
Tidak memiliki sanitasi di dalam dan di luar yang dapat memenuhi keempat kebutuhan di atas
Program keahlian memiliki buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran/siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 2 - 5 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 6 - 10 siswa
Memiliki buku teks pelajaran dengan ratio 1 buku teks/mata pelajaran untuk 11 siswa atau lebih
Tidak memiliki buku teks
Program keahlian memanfaatkan buku teks pelajaran yang telah ditetapkan dengan Permendiknas.
Sebanyak 13 atau lebih mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 9 - 12 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 5 - 8 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Sebanyak 1 - 4 mata pelajaran menggunakan buku teks pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Tidak ada mata pelajaran menggunakan buku teks mata pelajaran yang ditetapkan dengan Permendiknas
Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara memadai tetapi pencahayaan yang kurang memadai
Memiliki ventilasi udara kurang memadai tetapi pencahayaan memadai
Memiliki ventilasi udara dan pencahayaan kurang memadai
Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan
Bangunan sekolah/madarasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt untuk administrasi sekolah dan
ruang teori, serta daya tambahan untuk laboratorium dan bengkel sesuai kebutuhan.
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya lebih 100%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 76% - 100%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 51% - 75%
Memiliki instalasi listrik dengan keterkecukupan daya 25% - 50%
Tidak memiliki instalasi listrik.
Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan
berdiri
Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah
bangunan berdiri
Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara
Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan
607.
Tidak memiliki izinmendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan
Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan
Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan, dan tidak pernah melakukan pemeliharaan
berat
Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat
Tidak pernah melakukan pemeliharaan
Program keahlian memiliki ruang pembelajaran umum (RPU) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki seluruh jenis RPU yang dipersyaratkan oleh setiap program keahlian
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab bahasa, lab komputer, dan satu RPU yang lain
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, lab komputer, dan lab bahasa
Memiliki ruang kelas, perpustakaan, dan lab komputer
Tidak memiliki RPU
Program keahlian memiliki RPU dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RPU memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Program keahlian memiliki RPU dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 25% - 49 % RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RPU mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sekolah/Madrasah memiliki ruang penunjang (RP) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki 76% - 100% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 51% - 75% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 25% - 50% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 1% - 25% RP sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak memiliki RP
Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RP memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sekolah/Madrasah memiliki RP dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
608.
Sebanyak 1% -25% RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RP mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Program keahlian memiliki ruang pembelajaran khusus (RPK) sesuai dengan Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Memiliki 76% - 100% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 51% - 75% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 26% - 50% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Memiliki 1% - 25% RPK sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak memiliki RPK
Program keahlian memiliki RPK dengan ukuran minimum sesuai dengan yang disyaratkan pada Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada RPK memenuhi ukuran minimum sesuai dengan persyaratan dalam standar
Program keahlian memiliki RPK dengan sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK.
Sebanyak 76% - 100% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 51% - 75% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 26% - 50% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sebanyak 1% - 25% RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Tidak ada satupun RPK mempunyai kelengkapan sarana sesuai dengan persyaratan dalam standar
Sekolah/Madrasah memiliki business center sebagai wahana kewirausahaan.
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani, dan menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, SDM yang melayani dan belum menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani dan belum
menghasilkan profit
Business center memiliki fasilitas usaha sendiri, belum terbentuk sistem usaha sendiri, belum ada SDM yang melayani
dan belum menghasilkan profit
Tidak memiliki business center
Program keahlian memiliki business center yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa yang tersebar luas secara
nasional.
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar luas lintas Kabupaten/Kota
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan masyarakat umum sekitar
sekolah/madrasah
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan sekolah/madrasah
Memiliki business center yang menghasilkan barang dan atau jasa tersebar dalam lingkungan program keahlian
Tidak memiliki business center
Sekolah/Madrasah memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan berbagai kegiatan.
Memiliki BKK yang memasarkan lulusan, melakukan seleksi, dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan
Memiliki BKK yang melakukan seleksi dan penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan
Memiliki BKK yang menginformasikan adanya lowongan kerja ke sekolah/madrasah dan lulusannya
Memiliki BKK namum tidak melakukan kegiatan bagi sekolah/madrasah maupun lulusannya
Tidak memiliki BKK di sekolah/madrasah
113
A A
B
C
D
E
114
A A
B
C
D
E
115
A A
B
C
D
E
116
A A
B
C
D
E
117
A A
B
C
D
E
118
A A
B
C
D
E
119
A A
614.
B
C
D
E
120
A A
B
C
D
E
121
A A
B
C
D
E
122
A A
B
C
D
E
123
A A
B
C
D
E
124
A A
B
C
D
E
125
A A
B
C
D
E
126
A A
615.
B
C
D
E
127
A A
B
C
D
E
128
A A
B
C
D
E
129
A A
B
C
D
E
130
A A
B
C
D
E
131
A A
B
C
D
E
132
A A
B
616.
C
D
E
133
A A
B
C
D
E
134
A A
B
C
D
E
135
A A
B
C
D
E
136
A A
B
C
D
E
137
A A
B
C
D
E
138
A A
B
C
D
E
617.
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VI. STANDAR PENGELOLAAN
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan visi
Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan misi
Program keahlian telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan
Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan
Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan
Program keahlian memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan.
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi hanya salah satu yang sudah disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan
Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan baik sudah maupun belum disosialisasikan
Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan
Program keahlian memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami
oleh pihak-pihak terkait.
Memiliki 7 atau lebih dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 5 - 6 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 3 - 4 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Memiliki 1 - 2 dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis
Program keahlian memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas dan mekanisme kerja.
Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas
Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas
Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.
Tidak memiliki struktur organisasi
Program keahlian melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
618.
Sebanyak 51% -75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan
Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan
Program keahlian melaksanakan kegiatan kesiswaan.
Memiliki 4 atau lebih jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 3 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 2 jenis kegiatan kesiswaan
Memiliki 1 jenis kegiatan kesiswaan
Tidak melaksanakan kegiatan kesiswaan
Program keahlian melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 3 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 2 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Melaksanakan 1 kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Tidak melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Program keahlian melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Program keahlian mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.
Mengelola 4 atau lebih program sarana dan prasarana
Mengelola 3 program sarana dan prasarana
Mengelola 2 program sarana dan prasarana
Mengelola 1 program sarana dan prasarana
Tidak mengelola program sarana dan prasarana
Program keahlian mengelola pembiayaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 3 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 2 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Memiliki 1 program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan
Program keahlian menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Melaksanakan 4 atau lebih kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 3 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 2 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Melaksanakan 1 kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Tidak Melaksanakan kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif
Program keahlian melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
pengelolaan pendidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang
relevan dalam pengelolaan pendidikan
619.
Memiliki 3 dokumententang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Memiliki 2 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Memiliki 1 dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
dalam pengelolaan pendidikan
Program keahlian melakukan kegiatan pelatihan kejuruan bagi teknisi atau laboran dalam rangka pemutakhiran keahlian
kejuruan.
Sebanyak 76% - 100% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 51% - 75% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 26% - 50% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Sebanyak 1% - 25% teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Tidak satupun teknisi atau laboran mengikuti pelatihan kejuruan
Program keahlian menjalin kerjasama dengan DU/DI dalam melaksanakan magang guru.
Memiliki 10 atau lebih kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 7 - 9 kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 4 - 6 kerjasama dengan DU/DI
Memiliki 1 - 3 kerjasama dengan DU/DI
Tidak memiliki kerjasama dengan DU/DI
Program keahlian menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu pada manajemen sekolah dan
pembelajaran
Program keahlian telah menerapkan dan memperoleh pengakuan Sistem Manajemen Mutu salah satu dari manajemen
sekolah atau pembelajaran
Program keahlian telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu, tetapi belum memperoleh pengakuan dari lembaga yang
berwenang
Program keahlian sedang dalam tahap persiapan menuju Sistem Manajemen Mutu pada kurun waktu 3 tahun mendatang
Program keahlian tidak memiliki program Sistem Manajemen Mutu
Bidang garapan business center sesuai dengan bidang kejuruan yang dimiliki program keahlian.
Memiliki 4 jenis atau lebih barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 3 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 2 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Memiliki 1 jenis barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki program keahlian
Tidak menghasilkan barang atau jasa sama sekali
Pengelolaan business center melibatkan seluruh warga program keahlian.
Melibatkan guru, siswa dan karyawan program keahlian
Melibatkan guru dan siswa program keahlian
Melibatkan siswa dan karyawan program keahlian
Hanya melibatkan guru, siswa atau karyawan saja
Tidak melibatkan guru, siswa, dan karyawan program keahlian
Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dimiliki sekolah/madrasah mampu menyalurkan penempataan kerja bagi lulusan di DU/DI
dalam 3 tahun terakhir.
Sebanyak 76% - 100% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Sebanyak 51% - 75% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
620.
Sebanyak 26% -50% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Sebanyak 1% - 25% lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Tidak satupun lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK
Program keahlian memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki 4 atau lebih dokumen program pengawasan
Memiliki 3 dokumen program pengawasan
Memiliki 2 dokumen program pengawasan
Memiliki 1 dokumen program pengawasan
Tidak memiliki dokumen program pengawasan
Program keahlian melaksanakan kegiatan evaluasi diri.
Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 semester
Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 semester
Tidak melaksanakan evaluasi diri
Program keahlian melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Melaksanakan 4 atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 3 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 2 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Melaksanakan 1 program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Program keahlian mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.
Mempersiapkan 4 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 3 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 2 unsur pelaksanaan akreditasi
Mempersiapkan 1 unsur pelaksanaan akreditasi
Tidak mempersiapkan unsur pelaksanaan akreditasi.
Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 4 atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 wakil kepala sekolah/madrasah
Memiliki kepala sekolah/madrasah dan tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Memiliki sistem informasi, fasilitas, dan petugas khusus
Memiliki sistem informasi, fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus
Memiliki sistem informasi dan petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas
Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus
Tidak memiliki sistem informasi
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VII. STANDAR PEMBIAYAAN
Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 tahun terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 tahun
terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 tahun
terakhir
Memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1
tahun terakhir
Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen investasi sarana dan prasarana
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan Rencana
Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam
RKA-S/M
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-
S/M
Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M untuk membiayai seluruh kebutuhan
pendidikan.
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 91% - 100% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 81% - 90% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan 71% - 80% modal kerja
Sekolah/Madrasah dapat merealisasikan kurang dari 71% modal kerja
Sekolah/Madrsah tidak merealisasikan modal kerja
Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru
pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan
dana tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan insentif dan
tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak mengeluarkan dana honor kegiatan sekolah/madrasah,
insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
berjalan sesuai dengan yang direncanakan
Sekolah/Madrasah membayar gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan.
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan
631.
Mengeluarkan dana untukpembayaran gaji, honor kegiatan sekolah/madrasah, dan insentif, tetapi tidak mengeluarkan
tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan honor kegiatan sekolah/madrasah, tetapi tidak mengeluarkan dana
insentif dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan honor kegiatan sekolah/madrasah, insentif, dan
tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan
Tidak mengeluarkan dana untuk gaji, honor kegatan sekolah/madrasah, insentif, dan tunjangan lain bagi tenaga
kependidikan pada tahun berjalan sesuai dengan yang direncanakan
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun
terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Membelanjakan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 5% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat tulis selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelajakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
632.
Membelanjakan biaya sebanyak26% - 50% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk kegiatan rapat selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya daya dan jasa.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Tidak membelanjakan biaya daya dan jasa selama 1 tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir.
Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun
terakhir
Tidak membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir
Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan
program kewirausahaan.
Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program kewirausahaan
Membelanjakan biaya untuk prakerin, uji kompetensi, dan bimbingan karir
Membelanjakan biaya untuk prakerin dan uji kompetensi
Membelanjakan biaya hanya untuk salah satu diantara prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, atau program
kewirausahaan
Tidak membelanjakan biaya untuk menunjang kegiatan prakerin, uji kompetensi, bimbingan karir, dan program
kewirausahaan
Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan
sekolah/madrasah.
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana
prasarana, pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
633.
Digunakan untuk kesejahteraanwarga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, sarana
prasarana, dan pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, dan sarana
prasarana, tetapi tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi
tidak untuk sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan
Hanya digunakan untuk kesejahteraan sekolah/madrasah.
Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan
Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan
Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.
Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran
Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 4 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 3 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 2 tahun terakhir
Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90% siswa kurang mampu selama 1 tahun terakhir
Tidak melaksanakan subsidi silang
Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.
Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 1 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 2 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 3 jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Melakukan 4 jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah
Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan
berbagai pihak terkait.
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, perwakilan guru,
perwakilan tenaga kependidikan
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah, komite sekolah/madrasah, dan perwakilan
guru
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/ madrasah dan komite sekolah/madrasah
Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah
Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah
Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel yang
ditunjukkan oleh adanya RKA-S/M.
Sebanyak 91% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 81% - 90% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Sebanyak 71% - 80% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
Kurang dari 71% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M
634.
Tidak tercantum dalamRKA-S/M
Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 4 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 2 tahun terakhir secara berturut-turut
Memiliki pedoman pengelolaan keuangan selama 1 tahun terakhir secara berturut-turut
Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan
Sekolah/Madrasah memiliki Buku Kas Umum (BKU).
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 4 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 3 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 2 tahun terakhir
Memiliki BKU yang diisi dengan benar selama 1 tahun terakhir
Tidak memiliki BKU
Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada
pemerintah atau yayasan.
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 4 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 3 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 2 tahun terakhir
Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan
selama 1 tahun terakhir
Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
ISILAH A, B,C, D ATAU E PADA KOTAK BERWARNA SEBELAH KIRI !
VIII. STANDAR PENILAIAN
Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada
semester yang berjalan.
Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa
Teknik penilaian dalam silabus mata pelajaran sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD).
Sebanyak 96% - 100% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 91% - 95% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 86% - 90% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Sebanyak 81% - 85% silabus mata pelajaran mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Kurang dari 81 % silabus mempunyai teknik penilaian sesuai dengan indikator pencapaian KD
Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 71% - 85% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 56% - 70% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Sebanyak 41% - 55% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian
Kurang dari 41% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
Guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
Sebanyak 86% - 100% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 71% - 85% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru menggunakan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
Kurang dari 41% guru melaksanakan penilaian sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.
Sebanyak 86% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar
siswa
Sebanyak 71% - 85% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 56% - 70% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Sebanyak 41% - 55% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebanyak 86% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
645.
Sebanyak 71% -85% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 56% - 70% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Sebanyak 41% - 55% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik
Kurang dari 41% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa
Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 86% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Sebanyak 71% - 85% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 56% - 70% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Sebanyak 41% - 55% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Kurang dari 41% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala program keahlian dalam
bentuk laporan prestasi belajar siswa.
Sebanyak 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 95% - 99% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 90% - 94% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Sebanyak 85% - 89% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada Kepala program keahlian
Kurang dari 85% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa
Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai
akhir semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama
Guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk
menentukan nilai akhir semester.
Sebanyak 86% - 100% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 71% - 85% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 56% - 70% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Sebanyak 41% - 55% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Kurang dari 41% guru melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah, akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian hanya mengkoordinasikan ulangan kenaikan kelas
Tidak pernah mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
Program keahlian menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester)
melalui rapat.
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata
pelajaran
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja
Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
646.
Sekolah/Madrasah menentukan nilaiakhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak; kewarganegaraan dan
kepribadian; estetika; serta jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru
Menentukan nilai akhir oleh wali kelas
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
Program keahlian menyelenggarakan ujian semester sesuai Prosedur Opersional Standar (POS).
Memiliki POS dan dilaksanakan sesuai POS
Memiliki POS tetapi tidak dilaksanakan sesuai POS
Menyelenggarakan ujian tetapi tidak memiliki POS
Menyelenggarakan ujian hanya oleh masing-masing guru
Tidak menyelenggarakan ujian
Program keahlian melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa.
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang
tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester dengan penjelasan kepala program keahlian dan wali kelas kepada orang
tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas
kepada orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan
Laporan hasil penilaian setiap akhir semester tanpa penjelasan kepala program keahlian tetapi langsung dari wali kelas
kepada orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan
Tidak melaporkan hasil penilaian kepada orang tua/wali siswa
Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil
Depag.
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kurang dari 20 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 11 — 64 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 41 — 60 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa antara 61 — 80 hari setelah akhir semester
Melaporkan pencapaian hasil belajar siswa lebih dari 80 hari
Program keahlian menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dengan wali kelas saja
Menentukan kelulusan siswa melalui rapat pimpinan sekolah/madrasah
Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
Sekolah/Madrasah menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian
Nasional (UN).
Kurang dari 7 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 8 — 14 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 15 — 21 hari setelah pengumuman hasil ujian
Antara 22 — 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
Lebih dari 28 hari setelah pengumuman hasil ujian
Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus.
Kurang dari 7 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
647.
Antara 8 —14 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Antara 15 — 21 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag.
Antara 22 — 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Lebih dari 28 hari setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag
Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
Program Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru.
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai bahan pertimbangan
penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan
penerimaan siswa baru
Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai bahan pertimbangan penerimaan siswa baru
Uji kompetensi melibatkan berbagai pihak.
Melibatkan pihak DU/DI, lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis, dan Guru Kejuruan
Melibatkan pihak DU/DI dan lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis
Melibatkan pihak DU/DI dan guru kejuruan di bawah koordinasi sekolah
Melibatkan hanya pihak DU/DI atau lembaga sertifikasi atau asosiasi profesi yang sejenis saja
Tidak melibatkan berbagai pihak
DAFTAR PERTANYAAN VISI
SMK NEGERI JEMBE
STANDAR ISI
STANDAR PROSES
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN
STANDAR PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMBALI
653.
ANYAAN VISITASI
ERI JEMBER
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA
STANDAR PENGELOLAAN
STANDAR
PEMBIAYAAN
STANDAR PENILAIAN
PENDIDIKAN
EMBALI
654.
HASIL VISITASI
SMK NEGERI JEMBER
SKOR
JUMLAH BOBOT
NO KOMPONEN AKREDITASI NOMOR BUTIR BUTIR
BUTIR KOMPONEN
MAKSIMUM
1 2 3 4 5 6
1 Standar Isi 001 - 018 18 12 4
2 Standar Proses 019 - 031 13 15 4
3 Standar Kompetensi Lulusan 032 - 062 31 13 4
Standar Pendidik dan Tenaga
4 063 - 087 25 15 4
Kependidikan
5 Standar Sarana dan Prasarana 088 - 112 25 13 4
6 Standar Pengelolaan 113 - 138 26 10 4
7 Standar Pembiayaan 139 - 164 26 11 4
8 Standar Penilaian Pendidikan 165 - 185 21 11 4
JUMLAH 185 100 32
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A
655.
SITASI
I JEMBER
NILAI
JUMLAH JUMLAH
JUMLAH NILAI KOMPONEN
SKOR SKOR
BOBOT KOMPONEN AKREDITASI
TERTIMBANG TERTIMBANG
BUTIR AKREDITASI SKALA
MAKSIMUM PEROLEHAN
RATUSAN
7 8 9 10 11
54 216 216 12.00 100.00
43 172 172 15.00 100.00
96 384 384 13.00 100.00
81 324 324 15.00 100.00
81 324 324 13.00 100.00
80 320 320 10.00 100.00
83 332 332 11.00 100.00
65 260 260 11.00 100.00
583 2332 2332 100.00
RAKREDITASI 100.00
KEMBALI
SANGAT BAIK
657.
GRAFIK HASIL VISITASIAKREDITASI
SMK NEGERI JEMBER
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pengel
Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Standar Sarana dan Prasarana
1 KRITERIA STATUS AKREDITASI : TERAKREDITASI
2 PEMERINGKATAN HASIL AKREDITASI : A SANGAT BAIK
658.
AKREDITASI
EMBER
pendidikan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
ndar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan
100.00 KEMBALI
SANGAT BAIK