MENGENAL PARADIGMA DAN TEORI
Kuliah 19 April 2018
Teori dalam dunia arsitektur bersifat
unscientific, spekulatif, subyektif, terkait
dengan eksplanasi konsep desain, yang
merupakan ‘penjelasan’ tentang suatu
desain arsitektur.
Desain dalam arsitektur lebih merupakan
kegiatan ‘merumuskan’, bukan
menguraikan.
Desain arsitektur : menganalisa dan
memadukan bermacam unsur dalam cara
baru dan ‘ke-ada-an’ baru.
Paradigma = Dasar Berpikir Terhadap ’Kebenaran’
■ PARADIGMA PHENOMENOLOGI
■ PARADIGMA MITOLOGI & KOSMOLOGI
■ PARADIGMA RASIONALIS
■ PARADIGMA ENVIRONMENTALISM
TEORI-TEORI ARSITEKTUR
Dunia Timur
Dasar Berpikir:
HUMANISME – KULTURAL (BUDAYA)
Dasar Berpikir:
RASIONALISME – UNIVERSAL
TEORI-TEORI ARSITEKTUR
Dunia Barat
● Arsitektur Regionalism
● Arsitektur ‘Lokal’
Makna simbolik ?
Atap Limasan (Restoran)
Atap Joglo (Rmh Pangeran)
Makna baru ?
Latar Belakang Hubungan ?
Konstruksi Tumpangsari
Gebyok / Dinding ukiran, berfungsi sebagai ‘Backdrop’.
(bahan: kayu jati)
Soko Guru / Tiang Utama
Ukiran (ornamen dekoratif)
Makna simbolik ?
Pendekatan Regionalisme dalam
Arsitektur :
Regionalisme merupakan suatu gerakan dalam arsitektur yang
‘menganjurkan’ penampilan bangunan sebagai hasil senyawa dari :
■ Internasionalisme,
■ Pola Kultural, dan
■ Teknologi modern.
tata nilai dan ‘nuansa’ tradisi yang
masih dianut masyarakat setempat
Berakar dari :
Ciri-ciri “Arsitektur Regionalisme” :
■ Menggunakan bahan bangunan local dengan teknologi modern.
■ Tanggap dalam mengatasi kondisi iklim setempat.
■ Mengacu tradisi, warisan sejarah serta makna ruang dan tempat.
■ Mencari makna dan substansi cultural, bukan gaya/ style sebagai produk akhir.
SIMBOLISME
Dalam masyarakat Tradisional NUSANTARA

Paradigma.pdf

  • 1.
    MENGENAL PARADIGMA DANTEORI Kuliah 19 April 2018
  • 2.
    Teori dalam duniaarsitektur bersifat unscientific, spekulatif, subyektif, terkait dengan eksplanasi konsep desain, yang merupakan ‘penjelasan’ tentang suatu desain arsitektur. Desain dalam arsitektur lebih merupakan kegiatan ‘merumuskan’, bukan menguraikan. Desain arsitektur : menganalisa dan memadukan bermacam unsur dalam cara baru dan ‘ke-ada-an’ baru.
  • 3.
    Paradigma = DasarBerpikir Terhadap ’Kebenaran’ ■ PARADIGMA PHENOMENOLOGI ■ PARADIGMA MITOLOGI & KOSMOLOGI ■ PARADIGMA RASIONALIS ■ PARADIGMA ENVIRONMENTALISM TEORI-TEORI ARSITEKTUR Dunia Timur Dasar Berpikir: HUMANISME – KULTURAL (BUDAYA) Dasar Berpikir: RASIONALISME – UNIVERSAL TEORI-TEORI ARSITEKTUR Dunia Barat ● Arsitektur Regionalism ● Arsitektur ‘Lokal’
  • 4.
    Makna simbolik ? AtapLimasan (Restoran) Atap Joglo (Rmh Pangeran) Makna baru ?
  • 5.
    Latar Belakang Hubungan? Konstruksi Tumpangsari
  • 6.
    Gebyok / Dindingukiran, berfungsi sebagai ‘Backdrop’. (bahan: kayu jati)
  • 7.
    Soko Guru /Tiang Utama
  • 8.
  • 9.
    Pendekatan Regionalisme dalam Arsitektur: Regionalisme merupakan suatu gerakan dalam arsitektur yang ‘menganjurkan’ penampilan bangunan sebagai hasil senyawa dari : ■ Internasionalisme, ■ Pola Kultural, dan ■ Teknologi modern. tata nilai dan ‘nuansa’ tradisi yang masih dianut masyarakat setempat Berakar dari : Ciri-ciri “Arsitektur Regionalisme” : ■ Menggunakan bahan bangunan local dengan teknologi modern. ■ Tanggap dalam mengatasi kondisi iklim setempat. ■ Mengacu tradisi, warisan sejarah serta makna ruang dan tempat. ■ Mencari makna dan substansi cultural, bukan gaya/ style sebagai produk akhir.
  • 10.