PROMOSI KESEHATAN
DAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DALAM
RANGKA
PENINGKATAN
PHBS DI TATANAN
RUMAH TANGGA
Oleh : Yulka Susana,M.Kes
LATAR BELAKANG
• Rendahnya PHBS masyarakat
• Lingkungan demografi dan
rawan bencana
• Keterbatasan sarana
pelayanan kesehatan
• Keterbatasan sumberdaya di
bidang kesehatan
• Kurangnya dukungan
Poleksosbud di bid. kes
• dll
Masalah kesehatan di Indonesia
sangat kompleks
Visi:
Indonesia
Sehat Tahun.
2025
•UUD Th.1945
•UU No 17
Th.2007,
RPJPN 2005-
2025
• UU No. 36
Th.2009,
Kesehatan
•RPJMN 2010-
2014
Strategi MPS 2008 3
Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025
(UU No. 17 tahun 2007)
ARAH BANGKESNAS
JANGKA PANJANG
Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat
terwujud
Upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh,
untuk dan bersama masyarakat agar mereka
dapat menolong dirinya sendiri serta
mengembangkan kegiatan yang
bersumberdaya masyarakat, sesuai sosial
budaya setempat dan didukung oleh kebijakan
publik yang berwawasan kesehatan
(SK Menkes No. 1193/Menkes/SK/X/2004)
PROMOSI KESEHATAN
STRATEGI PROMOSI
KESEHATAN
1. Advokasi : Kebijakan Sehat
2. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat :
Peningkatan Kemampuan masyarakat
3. Kemitraan : bekerjasama atas dasar prinsip
kesetaraan, keterbukaan dan saling
menguntungkan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN
PROMOSI KESEHATAN
• Bukan hanya Penyuluhan dan Kampanye
• Mencakup :
* Perubahan perilaku
* Mendorong lingkungan yg kondusif utk hidup
sehat
* Aspek politik
* Aspek ekonomi
* Aspek sosial dan budaya
TUJUAN PROMOSI KESEHATAN
1. Peningkatan Perilaku Sehat
2. Peningkatan kemandirian masyarakat untuk
hidup sehat
ROADMAP PROMOSI KESEHATAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 2015-2019
2015-2016
Penataan dan
penguatan
2017-2018
Penguatan dan
pengembangan
2019
Pemantapan
• Database program kerja,
mitra, kebijakan.
• Pemenuhan kebutuhan
tata kerja, NSKP
• Kualitas SDM memadai
• Ketersediaan anggaran
program prioritas
• Pembentukan pokjanal
Meningkatkan
promosi
kesehatan dan
pemberdayaan
masyarakat
• Peningkatan dan inovasi
program kerja
• Perluasan mitra
• Pengembangan sistem informasi
• Pemenuhan SDM secara kualitas
dan kuantitas
• Kajian pengembangan program
• Membentuk pokjanal UKBM
• Memperkuat perencanaan SDM
• Team kerja sesuai Basic Practice
• Pengelolaan yang
terintegrasi
• Pengelolaan jejaring
mitra yang profesional
• Pengelolaan sistem
informasi yang handal
• SDM yang profesional
• Meningkatkan
koordinasi LP
• Manajemen SDM
berbasis kompetensi
• Membentuk pokjanal
dan forum peduli
kesehatan
INDIKATOR PROMOSI KESEHATAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
NO Indikator Kegiatan
Target
Awal 2015 2016 2017 2018 2019
1 Jumlah kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan
3 37 37 37 37 37
2 Persentase kab/kota yang memiliki
kebijakan PHBS
30 40 % 50 % 60 % 70 % 80 %
3 Persentase Puskesmas yang
melaksanakana PHBS
- - - 10 % 20 % 30 %
4 Jumlah Perjanjian Kerja Sama dengan
berbagai Mitra untuk Meningkatkan
Pemberdayaan Masyarakat
4 4 8 55 68 83
5 Jumlah Tema pesan dalam komunikasi,
informasi dan edukasi kepada
masyarakat
10 10 10 10 10
PROMOSI KESEHATAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM
MENINGKATKAN PHBS RUMAH TANGGA
11
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT (PHBS)
SEKUMPULAN PERILAKU YANG DIPRAKTIKKAN
ATAS DASAR KESADARAN SEBAGAI HASIL
PEMBELAJARAN YANG MENJADIKAN
SESEORANG ATAU KELUARGA DAPAT
MENOLONG DIRI SENDIRI DI BIDANG KES
DAN BERPERAN-AKTIF DALAM MEWUJUDKAN
KESEHATAN MASYARAKATNYA
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah Tangga agar
tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS
serta berperan aktif dalam gerakan
kesehatan di masyarakat.
Mengapa Pembinaan PHBS Di Rumah Tangga
itu penting?
• PHBS Di Rumah Tangga mampu memelihara dan
meningkatkan kesehatan anggota keluarga,
mencegah risiko terjadinya penyakit dan
melindungi diri dari ancaman penyakit.
• PHBS Di Rumah Tangga merupakan proses
pemberdayaan keluarga untuk terwujudnya Rumah
Tangga Sehat.
• PHBS Di Rumah Tangga merupakan salah satu
Kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal
(KW-SPM) Bidang Kesehatan bagi Pemerintah
Kabupaten/Kota sesuai Peraturan Pemerintah
Nomor 65 Tahun 2005
• PHBS Di Rumah Tangga merupakan langkah
strategis untuk mempercepat tercapainya Desa
Sehat, Kecamatan Sehat, Kabupaten/Kota Sehat,
Provinsi Sehat dan Indonesia Sehat.
Apa Tujuan PHBS Di Rumah
Tangga ?
Tujuan Umum
Meningkatnya Rumah Tangga Sehat di kabupaten /kota
di seluruh Indonesia
Tujuan Khusus
• Meningkatkan kebijakan yang mendukung
pelaksanaan Pembinaan PHBS Di Rumah Tangga.
• Meningkatkan dukungan dan peran aktif
stakeholder(petugas kesehatan, petugas lintas
sektor, media massa, organisasi masyarakat, LSM,
tokoh masyarakat ,Tim Penggerak PKK dan dunia
usaha) dalam Pembinaan PHBS Di Rumah Tangga
• Meningkatkan kemampuan keluarga untuk
melaksanakan PHBS dan berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat
Siapa sasaran PHBS Di Rumah
Tangga ?
Sasaran PHBS Di Rumah Tangga adalah seluruh
anggota keluarga, yaitu :
• Pasangan Usia Subur
• Ibu hamil dan atau ibu menyusui
• Bayi dan balita
• Remaja putri dan putra
• Usia lanjut
• Pengasuh anak
Apa manfaat PHBS Di Rumah
Tangga ?
Bagi Rumah Tangga
• Setiap anggota keluarga meningkat
kesehatannya dan tidak mudah sakit.
• Anak tumbuh sehat dan cerdas
• Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat
• Pengeluaran biaya rumah tangga dapat
difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan
pendapatan keluarga
Bagi masyarakat
• Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan
sehat
• Masyarakat mampu mencegah dan
menanggulangi masalah-masalah kesehatan
• Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan
yang ada
• Masyarakat mampu mengembangkan Upaya
Kesehatan Bersumber Masyarakat(UKBM) seperti
posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan,
tabungan ibu bersalin(tabulin), arisan jamban,
kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain-
lain
Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota
• Peningkatan prosentase Rumah Tangga Sehat
menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah
Kabupaten/Kota yang baik.
• Biaya yang tadinya dialokasikan untuk
menanggulangi masalah-masalah kesehatan dapat
dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang
sehat dan penyediaan sarana pelayanan
kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau.
• Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat
pembelajaran bagi daerah lain dalam
pengembangan PHBS Di Rumah Tangga
1. Persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan
2. Memberi bayi ASI Eksklusif
3. Menimbang bayi dan balita setiap
bulan
4. Mencuci tangan dengan air bersih
dan sabun
5. Menggunakan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10.Tidak merokok didalam rumah.
INDIKATOR PHBS
DI RUMAH TANGGA
Definisi Operasional
Pertolongan persalinan harus ditolong oleh
tenaga kesehatan (dokter, bidan dan para
medis lainnya).
bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI saja tanpa
diberikan makanan lain, kecuali ada
bermasalah dengan bayi
Definisi Operasional
Menimbang balita setiap bulan mulai dan
berat badan balita dicatat dalam Kartu
Menuju Sehat (KMS) buku KIS
Rumah Tangga yang memiliki akses
terhadap air bersih dan menggunakannya
untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari
: air dalam kemasan, ledeng, pompa,
sumur terlindung, mata air terlindung dan
penampungan air hujan
Definisi Operasional
Mencuci tangan dengan air bersih dan
memakai sabun adalah anggota rumah tangga
selalu mencuci tangan dengan air bersih yang
mengalir dan memakai sabun.
Rumah tangga yang memiliki atau
menggunakan jamban leher angsa
dengan tangki septik atau lubang
penampungan kotoran sebagai
pembuangan akhir.
Definisi Operasional
Memberantas jentik di rumah adalah rumah
tangga yang melakukan pemberantasan
sarang nyamuk di rumah satu kali dalam
seminggu agar rumah bebas jentik (bak
mandi, halaman rumah, pakaian2 yg
bergantungan, pot2 tanaman bunga hidup,
genangan air
Anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas
yg mengkonsumsi minimal 3 porsi buah
dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap
hari dalam 1 minggu terakhir.
Definisi Operasional
Melakukan aktivitas fisik (sedang maupun
berat) minimal 30 menit setiap hari.
Setiap penduduk/anggota rumah tangga
tidak merokok di dalam rumah
RUMAH TANGGA
DI SELURUH
DESA
BER-PHBS
SELURUH
KELUARGA
(RUMAH TANGGA)
BER-PHBS
PENINGKATAN
PHBS DI DESA
SIAGA: TAT.
RUMAH TNGG
(TITIK BERAT)
PENINGKATAN
PHBS DI
TATANAN2
LAIN (TRTM:
PENDIDIKAN)
MANAJEMEN
PENINGKATAN
PHBS
MANAJEMEN PENINGKATAN PHBS
PELAKSANAANNYA DENGAN
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
27
27
PEMBINAAN PHBS DI RUMAH TANGGA
- TERINTEGRASI DENGAN PENGEMBANGAN DESA & KELURAHAN SIAGA
- TANGGUNG JAWAB PEMBINAAN TERENDAH: DI TK KECAMATAN
PEMBERDAYAAN:
- DITUJUKAN KPD: INDIVIDU, KELUARGA, KELOMPOK MASYARAKAT
- MELALUI PENGORGANISASIAN MASY PEMBERDAYAAN DITIMBANG-TERIMAKAN
KPD PERANGKAT DESA/KEL, PEMUKA MASY, KADER
- DILAKUKAN DI UKBM & KUNJUNGAN RUMAH
BINA SUASANA:
- DILAKUKAN OLEH PARA PEMUKA/TOKOH, PENGURUS ORGANISASI KEMASY.
- JUGA DENGAN PEMASANGAN SPANDUK, BILLBOARD, POSTER, TOGA, DLL
ADVOKASI:
DILAKUKAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DAN FASILITATOR KEC/KAB/KOTA TERHADAP:
- PEMUKA MASYARAKAT & PENGURUS ORGANISASI KEMASYARAKATAN TK DESA & KELURAHAN
- PENYANDANG DANA
KEGIATAN-KEGIATAN TSB DI ATAS HARUS DIDUKUNG OLEH:
1. BINA SUASANA PHBS RUMAH TANGGA DALAM LINGKUP YANG LEBIH LUAS
(KEC-KAB/KOTA-PROVINSI-NASIONAL)
2. ADVOKASI SECARA BERJENJANG (PUSAT KE PROVINSI, PROVINSI KE KAB/KOTA,
KAB/KOTA KE KECAMATAN)
PEMBINAAN PHBS DI RUMAH TANGGA
DI PROVINSI
• Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah
Tangga.
• Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap
pemangku kepentingan.
• Dinas Kesehatan Provinsi mengadvokasi
Bupati/Walikota/DPRD/Lintas Sektor/TP-PKK Kab/Kota untuk
memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan
PHBS Di Rumah Tangga.
• Memantau kemajuan pelaksanaan pembinaan PHBS Di Rumah
Tangga dan pencapaian rumah tangga sehat di seluruh kab/kota.
• Melaksanakan penilaian PHBS Di Rumah Tangga Tingkat Provinsi.
• Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS Di
Rumah Tangga Tingkat Provinsi.
DI KABUPATEN/KOTA
• Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah
Tangga.
• Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap
pemangku kepentingan.
• Dinas Kesehatan Kabupaten mengadvokasi
Bupati/Walikota/DPRD/Lintas Sektor untuk memperoleh
dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS Di Rumah
Tangga di seluruh kecamatan dan desa/kelurahan.
• Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota memantau kemajuan
pelaksanaan pembinaan PHBS Di Rumah Tangga dan pencapaian
rumah tangga sehat di seluruh kecamatan.
• Melaksanakan penilaian PHBS Di Rumah Tangga Tingkat
Kabupaten/Kota.
• Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS Di
Rumah Tangga Tingkat Kabupaten/Kota.
DI KECAMATAN
• Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah.
• Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap
pemangku kepentingan.
• Puskesmas mengadvokasi Camat dan lintas sektor terkait untuk
memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan
PHBS Di Rumah Tangga di seluruh desa/kelurahan.
• Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan pembinaan
PHBS Di Rumah Tangga berdasarkan prioritas masalah PHBS
tingkat desa/kelurahan.
Formulir Pencatatan PHBS Tingkat RT
Nama KK :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
No Indikator Ya Tidak
1 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2 Pemberian bayi ASI eksklusif (0-6 bulan)
3 Menimbang bayi setiap bulan
4 Menggunakan air bersih
5 Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6 Menggunakan jamban sehat
7 Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8 Makan buah dan sayur setiap hari
9 Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10 Tidak merokok
• Hasil dari melakukan pemetaan PHBS
dilakukan analisa data :
- Dari 10 indikator ,, indikator mana yg paling
banyak tidak terpenuhi di dalam rumah
tangga ?
- Membuat langkah2 intervensi/tindak lanjut yg
akan dilakukan shg indiktor yg tdk terpenuhi
dlm beberapa bulan ada perubahan perilaku
dari rumah tangga tersebut
• Melakukan intervensi/tindak lanjut
berdasarkan spesifik lokal daerah shg kegiatan
intervensi berhasil
• Kegiatan ini dilakukan terus menerus dan
peran serta dari masyarakat sangat penting
Survey Mawas Diri (SMD)
• Pengumpulan data untuk mendapatkan informasi tentang
masalah, penyebab, masalah dan potensi yang ada di desa
• Bentuk :
- Curah pendapat
- Pengisian kartu mawas diri
- Observasi lapangan
• Penyajian data berupa :
- data masalah
- data potensi
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
• Musyawarah membahas masalah SMD
• Indentifikasi masalah, urutan prioritas, sebab
masalah, upaya pemecahan masalah yg
memanfaatkan potensi yang ada
• Penyusunan rencana kegiatan operasional
untuk mengatasi & mencegah : masalah
kesehatan, bencana & kegawadaruratan
RTL MMD
• Gerakan masyarakat untuk melaksanakan
kegiatan sesuai rencana hasil MMD meliputi
pelaksanaan kegiatan, pengorganisasian,
evaluasi yg didasari kegotongroyongan
masyarakat
Monev & Pelaporan
• Monev terhadap hasil kegiatan sesuai rencana
kegiatan
• Monev terhadap indikator masing2 pokja
• Monev terhadap indikator hasil pengembangan
• Penilaian
paparan PssssssssssssssaHBS katingan.ppt

paparan PssssssssssssssaHBS katingan.ppt

  • 1.
    PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATDALAM RANGKA PENINGKATAN PHBS DI TATANAN RUMAH TANGGA Oleh : Yulka Susana,M.Kes
  • 2.
    LATAR BELAKANG • RendahnyaPHBS masyarakat • Lingkungan demografi dan rawan bencana • Keterbatasan sarana pelayanan kesehatan • Keterbatasan sumberdaya di bidang kesehatan • Kurangnya dukungan Poleksosbud di bid. kes • dll Masalah kesehatan di Indonesia sangat kompleks Visi: Indonesia Sehat Tahun. 2025 •UUD Th.1945 •UU No 17 Th.2007, RPJPN 2005- 2025 • UU No. 36 Th.2009, Kesehatan •RPJMN 2010- 2014
  • 3.
    Strategi MPS 20083 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 (UU No. 17 tahun 2007) ARAH BANGKESNAS JANGKA PANJANG Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud
  • 4.
    Upaya untuk meningkatkankemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan (SK Menkes No. 1193/Menkes/SK/X/2004) PROMOSI KESEHATAN
  • 5.
    STRATEGI PROMOSI KESEHATAN 1. Advokasi: Kebijakan Sehat 2. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat : Peningkatan Kemampuan masyarakat 3. Kemitraan : bekerjasama atas dasar prinsip kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan
  • 6.
    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PROMOSIKESEHATAN • Bukan hanya Penyuluhan dan Kampanye • Mencakup : * Perubahan perilaku * Mendorong lingkungan yg kondusif utk hidup sehat * Aspek politik * Aspek ekonomi * Aspek sosial dan budaya
  • 7.
    TUJUAN PROMOSI KESEHATAN 1.Peningkatan Perilaku Sehat 2. Peningkatan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
  • 8.
    ROADMAP PROMOSI KESEHATANDAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 2015-2019 2015-2016 Penataan dan penguatan 2017-2018 Penguatan dan pengembangan 2019 Pemantapan • Database program kerja, mitra, kebijakan. • Pemenuhan kebutuhan tata kerja, NSKP • Kualitas SDM memadai • Ketersediaan anggaran program prioritas • Pembentukan pokjanal Meningkatkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat • Peningkatan dan inovasi program kerja • Perluasan mitra • Pengembangan sistem informasi • Pemenuhan SDM secara kualitas dan kuantitas • Kajian pengembangan program • Membentuk pokjanal UKBM • Memperkuat perencanaan SDM • Team kerja sesuai Basic Practice • Pengelolaan yang terintegrasi • Pengelolaan jejaring mitra yang profesional • Pengelolaan sistem informasi yang handal • SDM yang profesional • Meningkatkan koordinasi LP • Manajemen SDM berbasis kompetensi • Membentuk pokjanal dan forum peduli kesehatan
  • 9.
    INDIKATOR PROMOSI KESEHATANDAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NO Indikator Kegiatan Target Awal 2015 2016 2017 2018 2019 1 Jumlah kebijakan publik yang berwawasan kesehatan 3 37 37 37 37 37 2 Persentase kab/kota yang memiliki kebijakan PHBS 30 40 % 50 % 60 % 70 % 80 % 3 Persentase Puskesmas yang melaksanakana PHBS - - - 10 % 20 % 30 % 4 Jumlah Perjanjian Kerja Sama dengan berbagai Mitra untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat 4 4 8 55 68 83 5 Jumlah Tema pesan dalam komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat 10 10 10 10 10
  • 10.
    PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAANMASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PHBS RUMAH TANGGA
  • 11.
    11 PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) SEKUMPULAN PERILAKU YANG DIPRAKTIKKAN ATAS DASAR KESADARAN SEBAGAI HASIL PEMBELAJARAN YANG MENJADIKAN SESEORANG ATAU KELUARGA DAPAT MENOLONG DIRI SENDIRI DI BIDANG KES DAN BERPERAN-AKTIF DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN MASYARAKATNYA
  • 12.
    PHBS di RumahTangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah Tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
  • 13.
    Mengapa Pembinaan PHBSDi Rumah Tangga itu penting? • PHBS Di Rumah Tangga mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan anggota keluarga, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit. • PHBS Di Rumah Tangga merupakan proses pemberdayaan keluarga untuk terwujudnya Rumah Tangga Sehat.
  • 14.
    • PHBS DiRumah Tangga merupakan salah satu Kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal (KW-SPM) Bidang Kesehatan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 • PHBS Di Rumah Tangga merupakan langkah strategis untuk mempercepat tercapainya Desa Sehat, Kecamatan Sehat, Kabupaten/Kota Sehat, Provinsi Sehat dan Indonesia Sehat.
  • 15.
    Apa Tujuan PHBSDi Rumah Tangga ? Tujuan Umum Meningkatnya Rumah Tangga Sehat di kabupaten /kota di seluruh Indonesia Tujuan Khusus • Meningkatkan kebijakan yang mendukung pelaksanaan Pembinaan PHBS Di Rumah Tangga. • Meningkatkan dukungan dan peran aktif stakeholder(petugas kesehatan, petugas lintas sektor, media massa, organisasi masyarakat, LSM, tokoh masyarakat ,Tim Penggerak PKK dan dunia usaha) dalam Pembinaan PHBS Di Rumah Tangga • Meningkatkan kemampuan keluarga untuk melaksanakan PHBS dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat
  • 16.
    Siapa sasaran PHBSDi Rumah Tangga ? Sasaran PHBS Di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga, yaitu : • Pasangan Usia Subur • Ibu hamil dan atau ibu menyusui • Bayi dan balita • Remaja putri dan putra • Usia lanjut • Pengasuh anak
  • 17.
    Apa manfaat PHBSDi Rumah Tangga ? Bagi Rumah Tangga • Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. • Anak tumbuh sehat dan cerdas • Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat • Pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga
  • 18.
    Bagi masyarakat • Masyarakatmampu mengupayakan lingkungan sehat • Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan • Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada • Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat(UKBM) seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan ibu bersalin(tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain- lain
  • 19.
    Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota •Peningkatan prosentase Rumah Tangga Sehat menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah Kabupaten/Kota yang baik. • Biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dapat dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang sehat dan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau. • Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pengembangan PHBS Di Rumah Tangga
  • 20.
    1. Persalinan ditolongoleh tenaga kesehatan 2. Memberi bayi ASI Eksklusif 3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan 4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 5. Menggunakan air bersih 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik di rumah 8. Makan sayur dan buah setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10.Tidak merokok didalam rumah. INDIKATOR PHBS DI RUMAH TANGGA
  • 21.
    Definisi Operasional Pertolongan persalinanharus ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan dan para medis lainnya). bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI saja tanpa diberikan makanan lain, kecuali ada bermasalah dengan bayi
  • 22.
    Definisi Operasional Menimbang balitasetiap bulan mulai dan berat badan balita dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) buku KIS Rumah Tangga yang memiliki akses terhadap air bersih dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari : air dalam kemasan, ledeng, pompa, sumur terlindung, mata air terlindung dan penampungan air hujan
  • 23.
    Definisi Operasional Mencuci tangandengan air bersih dan memakai sabun adalah anggota rumah tangga selalu mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun. Rumah tangga yang memiliki atau menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir.
  • 24.
    Definisi Operasional Memberantas jentikdi rumah adalah rumah tangga yang melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah satu kali dalam seminggu agar rumah bebas jentik (bak mandi, halaman rumah, pakaian2 yg bergantungan, pot2 tanaman bunga hidup, genangan air Anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas yg mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari dalam 1 minggu terakhir.
  • 25.
    Definisi Operasional Melakukan aktivitasfisik (sedang maupun berat) minimal 30 menit setiap hari. Setiap penduduk/anggota rumah tangga tidak merokok di dalam rumah
  • 26.
    RUMAH TANGGA DI SELURUH DESA BER-PHBS SELURUH KELUARGA (RUMAHTANGGA) BER-PHBS PENINGKATAN PHBS DI DESA SIAGA: TAT. RUMAH TNGG (TITIK BERAT) PENINGKATAN PHBS DI TATANAN2 LAIN (TRTM: PENDIDIKAN) MANAJEMEN PENINGKATAN PHBS MANAJEMEN PENINGKATAN PHBS PELAKSANAANNYA DENGAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
  • 27.
    27 27 PEMBINAAN PHBS DIRUMAH TANGGA - TERINTEGRASI DENGAN PENGEMBANGAN DESA & KELURAHAN SIAGA - TANGGUNG JAWAB PEMBINAAN TERENDAH: DI TK KECAMATAN PEMBERDAYAAN: - DITUJUKAN KPD: INDIVIDU, KELUARGA, KELOMPOK MASYARAKAT - MELALUI PENGORGANISASIAN MASY PEMBERDAYAAN DITIMBANG-TERIMAKAN KPD PERANGKAT DESA/KEL, PEMUKA MASY, KADER - DILAKUKAN DI UKBM & KUNJUNGAN RUMAH BINA SUASANA: - DILAKUKAN OLEH PARA PEMUKA/TOKOH, PENGURUS ORGANISASI KEMASY. - JUGA DENGAN PEMASANGAN SPANDUK, BILLBOARD, POSTER, TOGA, DLL ADVOKASI: DILAKUKAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DAN FASILITATOR KEC/KAB/KOTA TERHADAP: - PEMUKA MASYARAKAT & PENGURUS ORGANISASI KEMASYARAKATAN TK DESA & KELURAHAN - PENYANDANG DANA KEGIATAN-KEGIATAN TSB DI ATAS HARUS DIDUKUNG OLEH: 1. BINA SUASANA PHBS RUMAH TANGGA DALAM LINGKUP YANG LEBIH LUAS (KEC-KAB/KOTA-PROVINSI-NASIONAL) 2. ADVOKASI SECARA BERJENJANG (PUSAT KE PROVINSI, PROVINSI KE KAB/KOTA, KAB/KOTA KE KECAMATAN) PEMBINAAN PHBS DI RUMAH TANGGA
  • 28.
    DI PROVINSI • Mengeluarkankebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah Tangga. • Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap pemangku kepentingan. • Dinas Kesehatan Provinsi mengadvokasi Bupati/Walikota/DPRD/Lintas Sektor/TP-PKK Kab/Kota untuk memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga. • Memantau kemajuan pelaksanaan pembinaan PHBS Di Rumah Tangga dan pencapaian rumah tangga sehat di seluruh kab/kota. • Melaksanakan penilaian PHBS Di Rumah Tangga Tingkat Provinsi. • Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS Di Rumah Tangga Tingkat Provinsi.
  • 29.
    DI KABUPATEN/KOTA • Mengeluarkankebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah Tangga. • Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap pemangku kepentingan. • Dinas Kesehatan Kabupaten mengadvokasi Bupati/Walikota/DPRD/Lintas Sektor untuk memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga di seluruh kecamatan dan desa/kelurahan. • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota memantau kemajuan pelaksanaan pembinaan PHBS Di Rumah Tangga dan pencapaian rumah tangga sehat di seluruh kecamatan. • Melaksanakan penilaian PHBS Di Rumah Tangga Tingkat Kabupaten/Kota. • Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS Di Rumah Tangga Tingkat Kabupaten/Kota.
  • 30.
    DI KECAMATAN • Mengeluarkankebijakan tentang pembinaan PHBS Di Rumah. • Sosialisasi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga kepada segenap pemangku kepentingan. • Puskesmas mengadvokasi Camat dan lintas sektor terkait untuk memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS Di Rumah Tangga di seluruh desa/kelurahan. • Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan pembinaan PHBS Di Rumah Tangga berdasarkan prioritas masalah PHBS tingkat desa/kelurahan.
  • 31.
    Formulir Pencatatan PHBSTingkat RT Nama KK : Desa/Kelurahan : Kabupaten/Kota : No Indikator Ya Tidak 1 Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2 Pemberian bayi ASI eksklusif (0-6 bulan) 3 Menimbang bayi setiap bulan 4 Menggunakan air bersih 5 Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6 Menggunakan jamban sehat 7 Memberantas jentik di rumah sekali seminggu 8 Makan buah dan sayur setiap hari 9 Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10 Tidak merokok
  • 32.
    • Hasil darimelakukan pemetaan PHBS dilakukan analisa data : - Dari 10 indikator ,, indikator mana yg paling banyak tidak terpenuhi di dalam rumah tangga ? - Membuat langkah2 intervensi/tindak lanjut yg akan dilakukan shg indiktor yg tdk terpenuhi dlm beberapa bulan ada perubahan perilaku dari rumah tangga tersebut
  • 33.
    • Melakukan intervensi/tindaklanjut berdasarkan spesifik lokal daerah shg kegiatan intervensi berhasil • Kegiatan ini dilakukan terus menerus dan peran serta dari masyarakat sangat penting
  • 34.
    Survey Mawas Diri(SMD) • Pengumpulan data untuk mendapatkan informasi tentang masalah, penyebab, masalah dan potensi yang ada di desa • Bentuk : - Curah pendapat - Pengisian kartu mawas diri - Observasi lapangan • Penyajian data berupa : - data masalah - data potensi
  • 35.
    Musyawarah Masyarakat Desa(MMD) • Musyawarah membahas masalah SMD • Indentifikasi masalah, urutan prioritas, sebab masalah, upaya pemecahan masalah yg memanfaatkan potensi yang ada • Penyusunan rencana kegiatan operasional untuk mengatasi & mencegah : masalah kesehatan, bencana & kegawadaruratan
  • 36.
    RTL MMD • Gerakanmasyarakat untuk melaksanakan kegiatan sesuai rencana hasil MMD meliputi pelaksanaan kegiatan, pengorganisasian, evaluasi yg didasari kegotongroyongan masyarakat
  • 37.
    Monev & Pelaporan •Monev terhadap hasil kegiatan sesuai rencana kegiatan • Monev terhadap indikator masing2 pokja • Monev terhadap indikator hasil pengembangan • Penilaian