OPTIMALISASI PENGGUNAAN
SISTEM APLIKASI MOBILE JKN
PADA RUMAH SAKIT TIMAH
JEPRI
1102211016
DISUSUN OLEH :
01
02
03
04
07
08
09
LATAR BELAKANG
TUJUAN
PROSES BISINIS
SUMBER RESIKO
ANALISI RESIKO
DAFTAR MITIGASI
KESIMPULAN
POKOK
BAHASAN
05 DAFTAR RESIKO
06 PENYEBAB RESIKO
Penggunaan sistem pada area pelayanan harus dilakukan
secara aktif, dan penggunaan sistem ini juga dapat
memudahkan pekerjaan. Area Pelayanan RS Kursi memiliki
aplikasi mobile JKN untuk pasien yang menggunakan kartu
BPJS untuk memudahkan pendaftaran. Aplikasi ini harus
dioptimalkan agar sistem dapat beroperasi dengan sebaik-
baiknya dan memudahkan pelayanan pasien. Banyak
permasalahan yang terjadi pada aplikasi mobile JKN, mulai
dari kesalahan input informasi pasien, waktu penjadwalan
yang tidak tepat, dan sistem yang tidak responsif.
Optimalisasi juga penting untuk memastikan keamanan
data pasien, mencegah penyalahgunaan data pasien, dan
meningkatkan kualitas talenta TI.
LATAR
BELAKANG
TUJUAN
Pentingnya Optimalisasi untuk
meningkatkan kinerja, efisiensi,
keandalan, dan keamanan aplikasi
POKOK
BAHASAN
01
02
03
04
PROSES BISINIS
PENYEBAB RESIKO
ANALISI RESIKO
DAFTAR MITIGASI
06
07
08
SUMBER RESIKO
DAFTAR RESIKO
KESIMPULAN
PROSES BISNIS
1. Peningkatan keamanan sistem aplikasi BPJS di rumah
sakit Timah.
2. Penggunaan Keuangan Yang tinggi untuk
mengoptimalkan penggunaan sistem aplikasi BPJS di
rumah sakit Timah.
3. Meningkatkan Ketersediaan Operasional Sistem Aplikasi
4. Meningkatkan kualitas SDM Bagian IT di rumah sakit
Timah
5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada rumah
sakit
6. Penggunaan sistem ERH (Electronic Health Record)
7. Promosi kesehatan
8. Penyediaan layanan medis online
9. Integrasi Aplikasi ke sistem layanan kesehatan umum
10. Penyediaan pelayanan masukan pasien yang responsif
SUMBER RESIKO
1. Penggunaan sistem keamanan yang kurang mumpuni
2. Menggunakan jasa perusahaan lain untuk mengoptimalkan sistem aplikasi.
3. Penggunaan perangkat keras yang kurang berkualitas, kualitas jaringan kurang
memadai, penggunaan software kurang berkualitas
4. Perekrutan pegawai tidak mencantumkan syarat paham IT, kurangnya pelatihan IT pada
SDM yang masih belum paham IT
5. Administrasi pendaftaran masih menggunakan sistem manual.
6. Kurangnya pelatihan karyawan tentang sistem ERH
7. Kurangnya promosi kepada masyarakat
8. Kerentanan keamanan, Keterbatasan teknologi
9. Keterbatasan pertukaran informasi aplikasi rumah sakit dan sistem layanan
kesehatan umum
10. Kurangnya pengawasan manajemen, Kurangnya pelatihan staf
DAFTAR RESIKO
1. Sistem Keamanan yang lemah, Akses Data dari server tidak di enkripsi
2. Kurangnya SDM tingkat Expert di bidang TI
3. Gangguan Jaringan, Kegagalan perangkat Lunak, Kegagalan Hardware
4. Sistem aplikasi kurang terpelihara, ketergantungan terhadap divisi IT external
5. Pelayanan rumah sakit kurang baik dan masih menggunakan sistem manual
6. Kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem ERH
7. Kurangnya promosi dan kegiatan pemasaran kesehatan
8. Kurangnya infrastruktur IT yang handal dan keamanan data yang lemah
9. Kompleksitas integrasi antara sistem rumah sakit dan aplikasi kesehatan
10. Kurangnya sistem umpan balik pasien yang efektif
PENYEBAB RESIKO
1. Sistem Keamanan yang lemah, Akses Data dari server tidak di
enkripsi
2. Kurangnya SDM tingkat Expert di bidang TI
3. Gangguan Jaringan, Kegagalan perangkat Lunak, Kegagalan
Hardware
4. Sistem aplikasi kurang terpelihara, ketergantungan terhadap divisi
IT external
5. Pelayanan rumah sakit kurang baik dan masih menggunakan sistem
manual
6. Kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem ERH
7. Kurangnya promosi dan kegiatan pemasaran kesehatan
8. Kurangnya infrastruktur IT yang handal dan keamanan data
yang lemah
9. Kompleksitas integrasi antara sistem rumah sakit dan
aplikasi kesehatan
10. Kurangnya sistem umpan balik pasien yang efektif
TABEL
PROBABILITAS
ANALISIS
RESIKO
DAFTAR
MITIGASI
1. Implementasi pemeliharan yang berkelanjutan
2. Membuat perencanaan Keuangan yang lebih terstruktur, merekrut SDM TI tingkat Expert
3. Memperbaiki kualitas hardware, Software, dan Jaringan
4. Merekrut SDM dengan mencantumkan syarat paham IT
5. Migrasi dari pelayanan manual menjadi layanan menggunakan sistem
6. Melakukan pelatihan intensif untuk staf terkait penggunaan sistem EHR
7. Meningkatkan kampanye promosi dan kegiatan pemasaran yang menarik dan informatif melalui media
sosial dan acara lokal
8. Meningkatkan keamanan sistem IT dan enkripsi data medis, serta memperkuat kebijakan keamanan
informasi untuk melindungi privasi pasien. Melakukan uji penetrasi secara teratur dan pelatihan
keamanan data bagi staf.
9. Meningkatkan integrasi sistem dengan aplikasi kesehatan umum, menggunakan standar
interoperabilitas yang diterima secara luas. Melakukan uji coba dan pemantauan untuk memastikan
kelancaran pertukaran informasi antara kedua sistem.
10.Membangun sistem umpan balik pasien yang terstruktur dan responsif, memastikan setiap keluhan atau
saran pasien ditanggapi dengan cepat dan diprioritaskan. Melakukan analisis reguler terhadap umpan
balik pasien untuk mengidentifikasi tren dan area untuk perbaikan.
Sangat penting untuk mengoptimalkan sistem
aplikasi Rumah Sakit Ting, karena aplikasi
membawa banyak risiko dan dapat berdampak
buruk pada pasien dan Rumah Sakit Ting. Risiko
kebocoran data dalam suatu aplikasi juga dapat
menimbulkan masalah yang sangat serius.
Rumah sakit besar harus terus memantau dan
mengoptimalkan sistem dan aplikasi yang
digunakan di departemen layanannya.
KESIMPULAN
TERIMA
KASIH!
Mohon maaf ataskekurangan
dan kesalahan kami

OPTIMALISASI PENGGUNAAN SISTEM APLIKASI MOBILE JKN PADA RUMAH SAKIT TIMAH.pptx

  • 1.
    OPTIMALISASI PENGGUNAAN SISTEM APLIKASIMOBILE JKN PADA RUMAH SAKIT TIMAH JEPRI 1102211016 DISUSUN OLEH :
  • 2.
    01 02 03 04 07 08 09 LATAR BELAKANG TUJUAN PROSES BISINIS SUMBERRESIKO ANALISI RESIKO DAFTAR MITIGASI KESIMPULAN POKOK BAHASAN 05 DAFTAR RESIKO 06 PENYEBAB RESIKO
  • 3.
    Penggunaan sistem padaarea pelayanan harus dilakukan secara aktif, dan penggunaan sistem ini juga dapat memudahkan pekerjaan. Area Pelayanan RS Kursi memiliki aplikasi mobile JKN untuk pasien yang menggunakan kartu BPJS untuk memudahkan pendaftaran. Aplikasi ini harus dioptimalkan agar sistem dapat beroperasi dengan sebaik- baiknya dan memudahkan pelayanan pasien. Banyak permasalahan yang terjadi pada aplikasi mobile JKN, mulai dari kesalahan input informasi pasien, waktu penjadwalan yang tidak tepat, dan sistem yang tidak responsif. Optimalisasi juga penting untuk memastikan keamanan data pasien, mencegah penyalahgunaan data pasien, dan meningkatkan kualitas talenta TI. LATAR BELAKANG
  • 4.
    TUJUAN Pentingnya Optimalisasi untuk meningkatkankinerja, efisiensi, keandalan, dan keamanan aplikasi
  • 5.
    POKOK BAHASAN 01 02 03 04 PROSES BISINIS PENYEBAB RESIKO ANALISIRESIKO DAFTAR MITIGASI 06 07 08 SUMBER RESIKO DAFTAR RESIKO KESIMPULAN
  • 6.
    PROSES BISNIS 1. Peningkatankeamanan sistem aplikasi BPJS di rumah sakit Timah. 2. Penggunaan Keuangan Yang tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan sistem aplikasi BPJS di rumah sakit Timah. 3. Meningkatkan Ketersediaan Operasional Sistem Aplikasi 4. Meningkatkan kualitas SDM Bagian IT di rumah sakit Timah 5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit 6. Penggunaan sistem ERH (Electronic Health Record) 7. Promosi kesehatan 8. Penyediaan layanan medis online 9. Integrasi Aplikasi ke sistem layanan kesehatan umum 10. Penyediaan pelayanan masukan pasien yang responsif
  • 7.
    SUMBER RESIKO 1. Penggunaansistem keamanan yang kurang mumpuni 2. Menggunakan jasa perusahaan lain untuk mengoptimalkan sistem aplikasi. 3. Penggunaan perangkat keras yang kurang berkualitas, kualitas jaringan kurang memadai, penggunaan software kurang berkualitas 4. Perekrutan pegawai tidak mencantumkan syarat paham IT, kurangnya pelatihan IT pada SDM yang masih belum paham IT 5. Administrasi pendaftaran masih menggunakan sistem manual. 6. Kurangnya pelatihan karyawan tentang sistem ERH 7. Kurangnya promosi kepada masyarakat 8. Kerentanan keamanan, Keterbatasan teknologi 9. Keterbatasan pertukaran informasi aplikasi rumah sakit dan sistem layanan kesehatan umum 10. Kurangnya pengawasan manajemen, Kurangnya pelatihan staf
  • 8.
    DAFTAR RESIKO 1. SistemKeamanan yang lemah, Akses Data dari server tidak di enkripsi 2. Kurangnya SDM tingkat Expert di bidang TI 3. Gangguan Jaringan, Kegagalan perangkat Lunak, Kegagalan Hardware 4. Sistem aplikasi kurang terpelihara, ketergantungan terhadap divisi IT external 5. Pelayanan rumah sakit kurang baik dan masih menggunakan sistem manual 6. Kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem ERH 7. Kurangnya promosi dan kegiatan pemasaran kesehatan 8. Kurangnya infrastruktur IT yang handal dan keamanan data yang lemah 9. Kompleksitas integrasi antara sistem rumah sakit dan aplikasi kesehatan 10. Kurangnya sistem umpan balik pasien yang efektif
  • 9.
    PENYEBAB RESIKO 1. SistemKeamanan yang lemah, Akses Data dari server tidak di enkripsi 2. Kurangnya SDM tingkat Expert di bidang TI 3. Gangguan Jaringan, Kegagalan perangkat Lunak, Kegagalan Hardware 4. Sistem aplikasi kurang terpelihara, ketergantungan terhadap divisi IT external 5. Pelayanan rumah sakit kurang baik dan masih menggunakan sistem manual 6. Kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem ERH 7. Kurangnya promosi dan kegiatan pemasaran kesehatan 8. Kurangnya infrastruktur IT yang handal dan keamanan data yang lemah 9. Kompleksitas integrasi antara sistem rumah sakit dan aplikasi kesehatan 10. Kurangnya sistem umpan balik pasien yang efektif
  • 10.
  • 11.
  • 12.
    DAFTAR MITIGASI 1. Implementasi pemeliharanyang berkelanjutan 2. Membuat perencanaan Keuangan yang lebih terstruktur, merekrut SDM TI tingkat Expert 3. Memperbaiki kualitas hardware, Software, dan Jaringan 4. Merekrut SDM dengan mencantumkan syarat paham IT 5. Migrasi dari pelayanan manual menjadi layanan menggunakan sistem 6. Melakukan pelatihan intensif untuk staf terkait penggunaan sistem EHR 7. Meningkatkan kampanye promosi dan kegiatan pemasaran yang menarik dan informatif melalui media sosial dan acara lokal 8. Meningkatkan keamanan sistem IT dan enkripsi data medis, serta memperkuat kebijakan keamanan informasi untuk melindungi privasi pasien. Melakukan uji penetrasi secara teratur dan pelatihan keamanan data bagi staf. 9. Meningkatkan integrasi sistem dengan aplikasi kesehatan umum, menggunakan standar interoperabilitas yang diterima secara luas. Melakukan uji coba dan pemantauan untuk memastikan kelancaran pertukaran informasi antara kedua sistem. 10.Membangun sistem umpan balik pasien yang terstruktur dan responsif, memastikan setiap keluhan atau saran pasien ditanggapi dengan cepat dan diprioritaskan. Melakukan analisis reguler terhadap umpan balik pasien untuk mengidentifikasi tren dan area untuk perbaikan.
  • 13.
    Sangat penting untukmengoptimalkan sistem aplikasi Rumah Sakit Ting, karena aplikasi membawa banyak risiko dan dapat berdampak buruk pada pasien dan Rumah Sakit Ting. Risiko kebocoran data dalam suatu aplikasi juga dapat menimbulkan masalah yang sangat serius. Rumah sakit besar harus terus memantau dan mengoptimalkan sistem dan aplikasi yang digunakan di departemen layanannya. KESIMPULAN
  • 14.