Dosen Pengampu :
Sulistyani Prabu
Aji,S.SiT.,SKM.,M.Kes
Neonatus Risiko
Tinggi Dan
Penatalaksanaanya
Apa itu BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) didefinisikan sebagai bayi
dengan berat Lahir kurang dari 2.500 gram . BBLR dapat
disebabkan oleh kelahiran prematur (kelahiran sebelum usia
gestasi 37 minggu) dengan berat badan yang sesuai masa
kehamilan (SMK), atau karena bayi yang
beratnya kurang dari berat yang semestinya atau kecil masa
kehamilan (KMK), atau keduanya
BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat
lahir kurang dari
2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berat lahir
adalah berat yang ditimbang Satu jam setelah lahir.
BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan (<37 minggu)
Atau pada bayi cukup bulan yang mengalami
intrauterine growth restriction atau Biasa kita kenal
dengan pertumbuhan janin terhambat
KLASIFIKASI BBLR
BBLR dapat diklasifikasikan menurut berat lahir dan
usia gestasi. Menurut berat lahir:
B. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), yaitu
bayi dengan berat lahir antara 1.000 sampai 1.500
gram
C. Bayi berat lahir amat sangat rendah
(BBLASR), yaitu bayi dengan berat lahir
dibawah 1.000 gram
A. Bayi berat lahir rendah (BBLR), yaitu bayi dengan
berat lahir 1.501 sampaidengan kurang dari 2.500
gram
Berdasarkan usia gestasi
A. Bayi kurang bulan (BKB) atau preterm, yaitu usia
gestasi kurang dari 37 minggu
B. Bayi cukup bulan (BCB) atau term, yaitu usia gestasi antara 37
minggu sampai41 minggu 6 hari
C. Bayi lebih bulan (BLB) atau posterm, yaitu usia gestasi 42 minggu atau
lebih
faktor - faktor bblr
Penatalaksaan
a. Medikamentosa
1) Pemberian Vitamin K1 injeksi 1 mg intramuskular satu kali pemberian, atau
2) Vitamin K oral 2 mg tiga kali pemberian (saat lahir, saat umur 3 – 10 hari, dan
umur 4 – 6 minggu).
b. Mempertahankan suhu tubuh normal
1) Gunakan salah satu cara menghangatkan suhu tubuh bayi seperti kontak dari
kulit ke kulit, kangaroo mother care, pemancar panas, inkubator atau ruangan
hangat sesuai yang tersedia di tempat pelayanan. 2) Jangan memandikan atau
menyentuh bayi dengan tangan dingin
3) Ukur suhu tubuh sesuai jadwal
Penatalaksanaan
C. Pencegahan infeksi Pencegahan infeksi merupakan penatalaksanaan awal
yang harus dilakukan pada bayi baru lahir karena bayi baru lahir sangat
rentan terhadap infeksi. Risiko infeksi lebih tinggi pada bayi prematur atau
bayi berat lahir rendah (Puopolo et al., 2018). Pada penelitian di Rumah Sakit
Umum Pusat Sanglah tahun 2018, diperoleh hasil bahwa berat lahir rendah
merupakan karakteristik terbanyak dari kejadian sepsis neonatal (Suismaya
and Artana, 2020).
d. Pemberian minum/ nutrisi Pemberian nutrisi pada BBLR dilakukan dengan
mengacu pada pedoman yang ada dan kondisi BBLR
Asfiksia neonatorum
Kegagalan bayi baru lahir untuk
bernafas secara spontan teratur sehingga menimbulkan gangguan
lebih lanjut, yang mempengaruhi seluruh metabolisme tubuhnya
(Manuaba, 2012). Asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) menurut IDAI
(Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah kegagalan nafas secara
spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir
(Prambudi, 2013). Asfiksia neonatorum adalah kegagalan untuk
memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur
pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir
01
02
03
Klasifikasi
Hasil Apgar Score : 0 – 3 : Asfiksia Berat
Hasil Apgar Score : 4 – 6 : Asfiksia Sedang
Hasil Apgar Score : 7 – 10 : Normal
.
Gambaran Klinis
1) Penilaian segera setelah bayi baru
lahir
Penilaian segera setelah bayi baru lahir
sangat penting dilakukan dengan jalan
menghadapikan bayi kearah penolong
agar dapat mengamati. Lakukan
penilaian cepat segera setelah bayi
lahir, apakah bayi menangis, bernafas,
indikasi ini menjadi dasar keputusan
apakah bayi perlu resusitasi.
2) Nilai Apgar
Nilai apgar merupakan metode
objektif untuk menilai kondisi bayi
bayi baru lahir dan berguna untuk
memberikan informasi mengenai
keadaan bayi secara keseluruhsn
dan keberhasilan tindakan resusitasi
Seorang bayi mengalami kekurangan oksigen, maka akan terjadi
nafas cepat. Apabila asfiksia berlanjut, gerakan nafas akan berhenti,
denyut jantung mulai menurun dan tonus otot berkurang secara
berangsur
Tanda dan Gejala
Asfiksia Neonatorum
Penatalaksanaan dan Penanganan Asfiksia Neonatorum
1) Pengawasan suhu
Bayi baru lahir secara relatif banyak kehilangan
panas yang diikuti oleh penurunan suhu tubuh.
Penurunan suhu tubuh ini akan mempertinggi
metabolisme sel jaringan hingga kebutuhan O2
meningkat. Hal ini akan mempersulit keadaan
bayi, apalagi bila bayi mendapat lingkungan
yang baik segera setelah lahir. Pemakaian sinar
lampu yang cukup kuat dari luar dapat
dianjurkan dan pengeringan tubuh bayi perlu
dikerjakan untuk mengurangi evaporasi.
2) Pembersihan Jalan Nafas
Saluran pernafasan bagian atas harus segera
dibersihkan dari lendir dan cairan amnion. Bila
terdapat lendir kental yang melekat di trakea dan
sulit dikeluarkan dengan pengisapan dapat
dilakukan dengan melihat semaksimalnya, terutama
pada bayi yang kemungkinan infeksi. Pengisapan
yang dilakukan dengan ceroboh akan menimbulkan
penyakit seperti spasme laring, kolaps paru, atau
kerusakkan sel mukosa jalan nafas.
penatalaksanaanya
3) Rangsangan Untuk Menimbulkan Pernafasan
Rangsangan terhadap bayi harus segera
dikerjakan. Pada sebagian besar bayi pengisapan
lendir dan cairan amnion yang dilakukan melalui
nasofaring akan segera menimbulkan rangsangan
pernafasan. Pengaliran O2 yang cepat kedalam
mukosa hidung dapat pula merangsang reflex
pernafasan yang sensitif dalam mukosa hidung
dan faring. Bila tindakan
4) Rangsangan Nyeri
pada bayi dapat ditimbulkan dengan memukul
kedua telapak kaki bayi, menekan tendon
Achilles atau memberikan suntikan vitamin K
terhadap bayi tertentu. Hindari pemukulan di
daerah bokong atau punggung bayi untuk
mencegah timbulnya perdarahan alat dalam.
Dalam hal ini tindakan utama adalah
memperbaiki ventilasi
Penatalaksanaan
5) Tindakan Khusus
Tindakan khusus ini dilakukan bila
tindakan umum tidak memperoleh
hasil yang memuaskan. Cara yang
dikerjakan sesuai dengan beratnya
asfiksia yang timbul pada bayi yang
dimanifestasikan oleh tinggi
rendahnya skor apgar
a) Bayi normal atau sedikit asfiksia (nilai
Apgar 7-10)
Bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan
tindakan istimewa.
1) Asfiksia sedang (nilai Apgar 4-6)
2) Asfiksia berat (skor apgar 0 – 3)
Hipotermia adalah bayi yang kaki dan tangannya teraba dingin dan
sering menangis karena produksi panas yang kurang akibat sirkulasi
masih belum sempurna, respirasi masih lemah dan konsumsi oksigen
rendah, inaktifitas otot serta asupan makanan rendah. Bayi yang
mengalami hipotermia sedang (suhu 32-36°C), disebut hipotermia
berat bila suhu <32°C. Hipotermia umumnya terjadi pada bayi baru
lahir terutama yang prematur, yang belum mampu beradaptasi
terhadap lingkungan baru dengan suhu lebih rendah dari suhu di
dalam perut ibunya (Wahyuni S, 2012: 28). Hipotermia adalah
penyebab utama kesakitan dan kematian bayi baru lahir di negara
berkembang. Salah satu asuhan untuk mencegah hipotermia adalah
dengan melaksanakan inisiasi menyusui dini (IMD
HIPOTERMIA
Pendahuluan
•Bayi baru lahirdan proses termoregulasi
•Hipotermi dapat terjadipada setiap bayi baru
lahir
•Bayi baru lahir,terutama bayi – bayi prematur
→
hipotermi
•Temperatur tubuh normal keseimbangan
→
produksi & kehilangan panas
•Gejala awal yang tidak spesifik gejala yang
→
berat dengansegala komplikasinya
- 19 % hipotermia (75 %
hipotermia ringan &
25 % hipotermia sedang)
- Dari yang mengalami
hipotermia sedang, 12 %
diantaranya dengan
penyakit primer
INSIDENSI
ETIOLOGI
1 2 3
Produksi
Panas
menurun
Peningkatan panas
yang hilang
Kegagalan
Termoregulasi
1 2 3
PENURUNAN
PRODUKSI PANAS
Hipopituarisme
Hipoadrenalisme
Hipotiroidisme
A
B
D
E
rADIASI
EVAPORASI
kONVEKSI
Peningkatan Panas yang
hilang
KonduKSI
kONDUKSI
kONDUKSI
konveksi
konveksi
RADIASI
evaporasi
evaporasi
ASPEK KLINIS
HIPOTERMI
Paparan dingin :
Manfaat inisiasi timbulnya pernafasan & terapi
→
pada HIE, krn efek reduksi metabolisme seluler
→ disisi lain harus dihindarkan kerugian
Menyebabkan penurunan suhu tubuh bayi
-Chandra &Baumgart : 0,2 – 1 0C/menit
-Stern : 0,1 – 0,3 0C/menit
-LeBlanc : 2 0C dalam 30 menit
-WHO CGTC : 2 – 4 0C dalam 10 – 20 menit
• Preterm
• IUGR
• Neonatus dengan kelainan kongenital yang spesifik
• Neonatus dengan masalah yang mempengaruhi SSP
• Neonatus dengan riwayat resusitasi lama
Neonatus yang Berisiko hipotermi
Diagnosis
• Diagnosis ditegakkan berdasarkan
pemeriksaan fisik.
• Pemeriksaan penunjang lain sesuai dengan penyakit
primer :
•Darah rutin
•Elektrolit
•Analisa gas darah
•Radiologis
•EKG
•dll
• Setelah suhu normal ;
- Lakukan perawatan lanjutan
- Pantau bayi selama 12 jam berikutnya, periksa suhunya setiap 3 jam.
Penatalaksanaan
• Hipotermi Sedang (32-25,9)
• Pakaian hangat, topi, serta selimut yang hangat
• ASI dan perawatan bayi lekat apabila dimungkinkan.
• Gunakan inkubator / radiant warmer
• Periksa kadar gula darah , terapi hipoglikemia sesuai
indikasi
• Pengawasan dan penanganan segera adanya tanda-
tanda kegawatan
• Pantau suhu tubuh bayi setiap jam :
- Bila suhu naik minimal 0,5 / jam, lanjutkan
memeriksa suhu
setiap 2 jam
- Bila suhu tidak naik / naik terlalu pelan kurang
dari 0,5 /jam,
penanganan kearah sepsis.
•Penatalaksanaan
Hipotermi
Berat :<32
• Segera hangatkan bayi dibawah radiant
warmer, rawat di dalam inkubator.
• Pakaian yang hangat, topi.
• Pasang jalur i.v pemberian cairan
sesuai kebutuhan, dengan pipa
infus
terpasang dibawah pancaran
panas, untuk menghangatkan.
• Periksa kadar gula darah , terapi
hipoglikemia sesuai indikasi
• Pengawasan dan penanganan
segera adanya tanda-tanda
kegawatan
• Pemberian antibiotika.
• ASI / menyusu ibu apabila
memungkinkan.
• Pantau suhu tubuh bayi setiap
jam, apabila terdapat kenaikan
paling tidak
0,5 / jam lanjutkan dengan
memeriksa suhu tubuh bayi
setiap 2 jam
• Setelah suhu tubuh bayi
normal , lakukan perawatan
lanjutan untuk bayi
ikterus
ikterus
Etiologi
Faktor Risiko
jenis - jenis
Derajat Ikterus
Terima Kasih
penatalaksanaan
pendarahan tali
pusat
Pengertian tali pusat adalah perdarahan yang terjadi
pada tali pusat bisa timbul sebagai akibat dari
trauma ,pengikatan tali pusat yang kurang baik atau
kegagalan prosespembentukan trombus normal.Tali
pusatlah yang bertugas untuk menyalurkan darah,
nutrisi dan oksigen yang juga dibutuhkan oleh bayi.
Setelah masa kehamilan berakhir.tali pusat adalah
jaringanmengikat yang berhubungan plasenta (ari-ari)
dengan janin.tali pusat berbentuk seperti tali yang
memanjang saat berada dalam kandungan. Fungsi tali
pusat adalah menjaga kelangsungan hidup
pertumbuhan janin didalam kandungan dengan
mengalihkan oksigen dan nutrisi dari ke aliran darah
janin
Penyebab perdarahan tali pusat
1. Robekan umbilikus normal
Yaitu adanya trauma atau lilitan tali pusat imbilikus
pendek, sehingga menyebabkan pelaksanaan tarikan
yang brlebihan pada sat persalinn. Kelalaian penolong
persalinan yang dapat menyebabkan tersayatnya
dinding umbilikus atau plasenta
3. Perdarahan akibat plasenta previa
Perdarahan akibat plasenta previa cenderung
menyebabkan anemia, sedangkan pada kasus
abrupsio plasenta lebih sering mengakibatkan
kematian intra uteri karena dapat terjadi anoreksia.
Lakukan pengamatan plasenta dengan teliti untuk
mnentukan adanya perdarahan pada bayi baru lahir
dan lakukan pemeriksaan hemoglobin seara berkala
pada bayi baru lahir dengan kelainan plasent
2. Robekan umbilikus normal
Yaitu hematoma pada umbilikus yang kemudian hematoma tersebut pecah,namun perdarahan
yang terjadi masuk kembali kedalam plasenta. Hal ini sangat berbahya bagi karna dapat
menimbilkan kematian pada bayi. Varises juga dapat menyebabkan perdarahan kapan varises
tersebut pecah.
ETIOLOGI
lanjutan
Lanjutan
lanjutan
penatalaksanaan
Penatalaksanaan
lanjutan
pencegahan
pencegahan

NEONATUS,bayi dan balita dengan kelainan bawaan.pptx

  • 1.
    Dosen Pengampu : SulistyaniPrabu Aji,S.SiT.,SKM.,M.Kes Neonatus Risiko Tinggi Dan Penatalaksanaanya
  • 2.
    Apa itu BBLR Bayiberat lahir rendah (BBLR) didefinisikan sebagai bayi dengan berat Lahir kurang dari 2.500 gram . BBLR dapat disebabkan oleh kelahiran prematur (kelahiran sebelum usia gestasi 37 minggu) dengan berat badan yang sesuai masa kehamilan (SMK), atau karena bayi yang beratnya kurang dari berat yang semestinya atau kecil masa kehamilan (KMK), atau keduanya
  • 3.
    BBLR Bayi berat lahirrendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berat lahir adalah berat yang ditimbang Satu jam setelah lahir. BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan (<37 minggu) Atau pada bayi cukup bulan yang mengalami intrauterine growth restriction atau Biasa kita kenal dengan pertumbuhan janin terhambat
  • 4.
    KLASIFIKASI BBLR BBLR dapatdiklasifikasikan menurut berat lahir dan usia gestasi. Menurut berat lahir: B. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), yaitu bayi dengan berat lahir antara 1.000 sampai 1.500 gram C. Bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR), yaitu bayi dengan berat lahir dibawah 1.000 gram A. Bayi berat lahir rendah (BBLR), yaitu bayi dengan berat lahir 1.501 sampaidengan kurang dari 2.500 gram
  • 5.
    Berdasarkan usia gestasi A.Bayi kurang bulan (BKB) atau preterm, yaitu usia gestasi kurang dari 37 minggu B. Bayi cukup bulan (BCB) atau term, yaitu usia gestasi antara 37 minggu sampai41 minggu 6 hari C. Bayi lebih bulan (BLB) atau posterm, yaitu usia gestasi 42 minggu atau lebih
  • 6.
  • 7.
    Penatalaksaan a. Medikamentosa 1) PemberianVitamin K1 injeksi 1 mg intramuskular satu kali pemberian, atau 2) Vitamin K oral 2 mg tiga kali pemberian (saat lahir, saat umur 3 – 10 hari, dan umur 4 – 6 minggu). b. Mempertahankan suhu tubuh normal 1) Gunakan salah satu cara menghangatkan suhu tubuh bayi seperti kontak dari kulit ke kulit, kangaroo mother care, pemancar panas, inkubator atau ruangan hangat sesuai yang tersedia di tempat pelayanan. 2) Jangan memandikan atau menyentuh bayi dengan tangan dingin 3) Ukur suhu tubuh sesuai jadwal
  • 8.
    Penatalaksanaan C. Pencegahan infeksiPencegahan infeksi merupakan penatalaksanaan awal yang harus dilakukan pada bayi baru lahir karena bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Risiko infeksi lebih tinggi pada bayi prematur atau bayi berat lahir rendah (Puopolo et al., 2018). Pada penelitian di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah tahun 2018, diperoleh hasil bahwa berat lahir rendah merupakan karakteristik terbanyak dari kejadian sepsis neonatal (Suismaya and Artana, 2020). d. Pemberian minum/ nutrisi Pemberian nutrisi pada BBLR dilakukan dengan mengacu pada pedoman yang ada dan kondisi BBLR
  • 9.
    Asfiksia neonatorum Kegagalan bayibaru lahir untuk bernafas secara spontan teratur sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut, yang mempengaruhi seluruh metabolisme tubuhnya (Manuaba, 2012). Asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah kegagalan nafas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir (Prambudi, 2013). Asfiksia neonatorum adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir
  • 10.
    01 02 03 Klasifikasi Hasil Apgar Score: 0 – 3 : Asfiksia Berat Hasil Apgar Score : 4 – 6 : Asfiksia Sedang Hasil Apgar Score : 7 – 10 : Normal
  • 11.
    . Gambaran Klinis 1) Penilaiansegera setelah bayi baru lahir Penilaian segera setelah bayi baru lahir sangat penting dilakukan dengan jalan menghadapikan bayi kearah penolong agar dapat mengamati. Lakukan penilaian cepat segera setelah bayi lahir, apakah bayi menangis, bernafas, indikasi ini menjadi dasar keputusan apakah bayi perlu resusitasi. 2) Nilai Apgar Nilai apgar merupakan metode objektif untuk menilai kondisi bayi bayi baru lahir dan berguna untuk memberikan informasi mengenai keadaan bayi secara keseluruhsn dan keberhasilan tindakan resusitasi
  • 12.
    Seorang bayi mengalamikekurangan oksigen, maka akan terjadi nafas cepat. Apabila asfiksia berlanjut, gerakan nafas akan berhenti, denyut jantung mulai menurun dan tonus otot berkurang secara berangsur Tanda dan Gejala Asfiksia Neonatorum
  • 13.
    Penatalaksanaan dan PenangananAsfiksia Neonatorum 1) Pengawasan suhu Bayi baru lahir secara relatif banyak kehilangan panas yang diikuti oleh penurunan suhu tubuh. Penurunan suhu tubuh ini akan mempertinggi metabolisme sel jaringan hingga kebutuhan O2 meningkat. Hal ini akan mempersulit keadaan bayi, apalagi bila bayi mendapat lingkungan yang baik segera setelah lahir. Pemakaian sinar lampu yang cukup kuat dari luar dapat dianjurkan dan pengeringan tubuh bayi perlu dikerjakan untuk mengurangi evaporasi. 2) Pembersihan Jalan Nafas Saluran pernafasan bagian atas harus segera dibersihkan dari lendir dan cairan amnion. Bila terdapat lendir kental yang melekat di trakea dan sulit dikeluarkan dengan pengisapan dapat dilakukan dengan melihat semaksimalnya, terutama pada bayi yang kemungkinan infeksi. Pengisapan yang dilakukan dengan ceroboh akan menimbulkan penyakit seperti spasme laring, kolaps paru, atau kerusakkan sel mukosa jalan nafas.
  • 14.
    penatalaksanaanya 3) Rangsangan UntukMenimbulkan Pernafasan Rangsangan terhadap bayi harus segera dikerjakan. Pada sebagian besar bayi pengisapan lendir dan cairan amnion yang dilakukan melalui nasofaring akan segera menimbulkan rangsangan pernafasan. Pengaliran O2 yang cepat kedalam mukosa hidung dapat pula merangsang reflex pernafasan yang sensitif dalam mukosa hidung dan faring. Bila tindakan 4) Rangsangan Nyeri pada bayi dapat ditimbulkan dengan memukul kedua telapak kaki bayi, menekan tendon Achilles atau memberikan suntikan vitamin K terhadap bayi tertentu. Hindari pemukulan di daerah bokong atau punggung bayi untuk mencegah timbulnya perdarahan alat dalam. Dalam hal ini tindakan utama adalah memperbaiki ventilasi
  • 15.
    Penatalaksanaan 5) Tindakan Khusus Tindakankhusus ini dilakukan bila tindakan umum tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Cara yang dikerjakan sesuai dengan beratnya asfiksia yang timbul pada bayi yang dimanifestasikan oleh tinggi rendahnya skor apgar a) Bayi normal atau sedikit asfiksia (nilai Apgar 7-10) Bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. 1) Asfiksia sedang (nilai Apgar 4-6) 2) Asfiksia berat (skor apgar 0 – 3)
  • 16.
    Hipotermia adalah bayiyang kaki dan tangannya teraba dingin dan sering menangis karena produksi panas yang kurang akibat sirkulasi masih belum sempurna, respirasi masih lemah dan konsumsi oksigen rendah, inaktifitas otot serta asupan makanan rendah. Bayi yang mengalami hipotermia sedang (suhu 32-36°C), disebut hipotermia berat bila suhu <32°C. Hipotermia umumnya terjadi pada bayi baru lahir terutama yang prematur, yang belum mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru dengan suhu lebih rendah dari suhu di dalam perut ibunya (Wahyuni S, 2012: 28). Hipotermia adalah penyebab utama kesakitan dan kematian bayi baru lahir di negara berkembang. Salah satu asuhan untuk mencegah hipotermia adalah dengan melaksanakan inisiasi menyusui dini (IMD HIPOTERMIA
  • 17.
    Pendahuluan •Bayi baru lahirdanproses termoregulasi •Hipotermi dapat terjadipada setiap bayi baru lahir •Bayi baru lahir,terutama bayi – bayi prematur → hipotermi •Temperatur tubuh normal keseimbangan → produksi & kehilangan panas •Gejala awal yang tidak spesifik gejala yang → berat dengansegala komplikasinya
  • 18.
    - 19 %hipotermia (75 % hipotermia ringan & 25 % hipotermia sedang) - Dari yang mengalami hipotermia sedang, 12 % diantaranya dengan penyakit primer INSIDENSI
  • 19.
    ETIOLOGI 1 2 3 Produksi Panas menurun Peningkatanpanas yang hilang Kegagalan Termoregulasi
  • 20.
    1 2 3 PENURUNAN PRODUKSIPANAS Hipopituarisme Hipoadrenalisme Hipotiroidisme
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    ASPEK KLINIS HIPOTERMI Paparan dingin: Manfaat inisiasi timbulnya pernafasan & terapi → pada HIE, krn efek reduksi metabolisme seluler → disisi lain harus dihindarkan kerugian Menyebabkan penurunan suhu tubuh bayi -Chandra &Baumgart : 0,2 – 1 0C/menit -Stern : 0,1 – 0,3 0C/menit -LeBlanc : 2 0C dalam 30 menit -WHO CGTC : 2 – 4 0C dalam 10 – 20 menit
  • 30.
    • Preterm • IUGR •Neonatus dengan kelainan kongenital yang spesifik • Neonatus dengan masalah yang mempengaruhi SSP • Neonatus dengan riwayat resusitasi lama Neonatus yang Berisiko hipotermi
  • 31.
    Diagnosis • Diagnosis ditegakkanberdasarkan pemeriksaan fisik. • Pemeriksaan penunjang lain sesuai dengan penyakit primer : •Darah rutin •Elektrolit •Analisa gas darah •Radiologis •EKG •dll
  • 32.
    • Setelah suhunormal ; - Lakukan perawatan lanjutan - Pantau bayi selama 12 jam berikutnya, periksa suhunya setiap 3 jam. Penatalaksanaan • Hipotermi Sedang (32-25,9) • Pakaian hangat, topi, serta selimut yang hangat • ASI dan perawatan bayi lekat apabila dimungkinkan. • Gunakan inkubator / radiant warmer • Periksa kadar gula darah , terapi hipoglikemia sesuai indikasi • Pengawasan dan penanganan segera adanya tanda- tanda kegawatan • Pantau suhu tubuh bayi setiap jam : - Bila suhu naik minimal 0,5 / jam, lanjutkan memeriksa suhu setiap 2 jam - Bila suhu tidak naik / naik terlalu pelan kurang dari 0,5 /jam, penanganan kearah sepsis.
  • 33.
    •Penatalaksanaan Hipotermi Berat :<32 • Segerahangatkan bayi dibawah radiant warmer, rawat di dalam inkubator. • Pakaian yang hangat, topi. • Pasang jalur i.v pemberian cairan sesuai kebutuhan, dengan pipa infus terpasang dibawah pancaran panas, untuk menghangatkan. • Periksa kadar gula darah , terapi hipoglikemia sesuai indikasi • Pengawasan dan penanganan segera adanya tanda-tanda kegawatan • Pemberian antibiotika. • ASI / menyusu ibu apabila memungkinkan. • Pantau suhu tubuh bayi setiap jam, apabila terdapat kenaikan paling tidak 0,5 / jam lanjutkan dengan memeriksa suhu tubuh bayi setiap 2 jam • Setelah suhu tubuh bayi normal , lakukan perawatan lanjutan untuk bayi
  • 34.
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
  • 45.
    pendarahan tali pusat Pengertian talipusat adalah perdarahan yang terjadi pada tali pusat bisa timbul sebagai akibat dari trauma ,pengikatan tali pusat yang kurang baik atau kegagalan prosespembentukan trombus normal.Tali pusatlah yang bertugas untuk menyalurkan darah, nutrisi dan oksigen yang juga dibutuhkan oleh bayi. Setelah masa kehamilan berakhir.tali pusat adalah jaringanmengikat yang berhubungan plasenta (ari-ari) dengan janin.tali pusat berbentuk seperti tali yang memanjang saat berada dalam kandungan. Fungsi tali pusat adalah menjaga kelangsungan hidup pertumbuhan janin didalam kandungan dengan mengalihkan oksigen dan nutrisi dari ke aliran darah janin
  • 46.
    Penyebab perdarahan talipusat 1. Robekan umbilikus normal Yaitu adanya trauma atau lilitan tali pusat imbilikus pendek, sehingga menyebabkan pelaksanaan tarikan yang brlebihan pada sat persalinn. Kelalaian penolong persalinan yang dapat menyebabkan tersayatnya dinding umbilikus atau plasenta 3. Perdarahan akibat plasenta previa Perdarahan akibat plasenta previa cenderung menyebabkan anemia, sedangkan pada kasus abrupsio plasenta lebih sering mengakibatkan kematian intra uteri karena dapat terjadi anoreksia. Lakukan pengamatan plasenta dengan teliti untuk mnentukan adanya perdarahan pada bayi baru lahir dan lakukan pemeriksaan hemoglobin seara berkala pada bayi baru lahir dengan kelainan plasent 2. Robekan umbilikus normal Yaitu hematoma pada umbilikus yang kemudian hematoma tersebut pecah,namun perdarahan yang terjadi masuk kembali kedalam plasenta. Hal ini sangat berbahya bagi karna dapat menimbilkan kematian pada bayi. Varises juga dapat menyebabkan perdarahan kapan varises tersebut pecah.
  • 47.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
  • 53.
  • 54.
  • 55.