Metafisik
a
Sucoko
Ajeng Nandarah F
a. Sejarah Metafisika
b. Mengapa Mempelajari Metafisika
c. Relasi Metafisika dengan Ilmu
d. Peran Ilmiah Lain dari Metafisika
e. Cabang cabang Metafisika
cabang ilmu filsafat tentang dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan
Epistimologi
ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban
moral (akhlak)
Etika
pengetahuan tentang kaidah berpikir; ilmu mantik
Logika
cabang filsafat yang membahas hakikat ilmu, penerapan berbagai metode filsafat
dalam Upaya mencari akar persoalan dan menemukan asas realitas yang dipersoalkan
oleh bidang ilmu tersebut untuk mendapatkan kejelasan yang lebih pasti
Filsafat Ilmu
ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal yang nonfisik atau tidak kelihatan
Metafisika
cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta
tanggapan manusia terhadapnya
Estetika
4
1
2
6
Cabang
Filsafat
3
5
Metafisika
Metafisika mempelajari aspek-
aspek mendasar dari realitas.
Misalnya, ketika kita bertanya
"Apakah waktu itu nyata, atau
hanya cara kita mengatur
hidup?", itu adalah pertanyaan
metafisik.
Pengertian
Menjelaskan hal-hal yang tidak
bisa dijawab oleh sains, seperti
"Mengapa kita ada?" atau
"Apakah ada makhluk yang tidak
kasat mata?"
tujuan
Sejarah Metafisika
Substansi (ousia) & bentuk
(form)
Substansi adalah kombinasi antara bentuk (form) dan
materi (matter). Bentuk adalah apa yang memberikan
suatu objek identitas atau esensi, sementara materi
adalah bahan fisik dari objek tersebut.
Empat Sebab (Four
Causes)
Sebab Material, Sebab Formal, Sebab Efisien, Sebab
FInal
Aktualitas (energeia) dan
potensialitas (dynamis)
Setiap benda memiliki potensialitas, yaitu kemampuan
untuk menjadi sesuatu yang lain, dan aktualitas, yaitu
keadaan ketika benda tersebut sudah mencapai bentuk
atau fungsi akhirnya.
Dunia Ide
(Forms)
Metafisika Plato berfokus pada teori tentang
dunia ide atau bentuk-bentuk universal
(Forms). Menurutnya, ada dua dunia yang
berbeda: dunia fisik yang kita alami melalui
pancaindra dan dunia ide yang hanya bisa
dipahami melalui akal budi
“Alegori Goa (Alegory of the cave)”
“Dunia Fisik adalah tiruan dari
Dunia Ide”
Aristoteles
(384–322
SM)
Plato
(428/427–348/347
SM)
Bentuk dalam Benda
Fisik
Berbeda dengan Plato yang memisahkan dunia ide
dari dunia fisik, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk
atau esensi suatu benda ada dalam benda fisik itu
sendiri.
Unmoved Mover
Metafisika Tuhan sebagai Penyebab Utama.
Being qua Being
1950 -2014
322 B.C.
Plato
Dunia Ide
1724-1804
Aristotel
es
Substansi (ousia) & bentuk
(form)
Aktualitas (energeia) dan
potensialitas (dynamis)
Empat Sebab (Four Causes)
Bentuk dalam Benda Fisik
Unmoved Mover
347 B.C.
Andronicus of
Rhodes
Pertama kali
memperkenalkan istilah
“Metafisika”
E.J. Lowe
Realis metafisika
metafisika berfungsi sebagai kerangka
modal untuk ilmu pengetahuan. Sementara
ilmu pengetahuan berfokus pada apa yang
aktual, metafisika mengeksplorasi apa yang
mungkin.
Imanuel Kant
Fenomena & Nomena
Metafisikak adalah sesuatu
yang bisa dikatakan
sebagai Apriori
1 B.C.
Sejarah Metafisika
Karl Raymund Popper
metafisika tidak bersifat ilmiah karena tidak
dapat diuji atau difalsifikasi. Ini berbeda
dengan teori ilmiah, yang selalu terbuka untuk
dibuktikan salah oleh bukti empiris. Namun,
penting dicatat bahwa meskipun metafisika
tidak ilmiah menurut standar ini, Popper tidak
menganggapnya tidak berarti atau tidak
penting
1902 - 1994
Mengapa Mempelajari Metafisika?
Tujuan mempelajari
metafisika
Metafisika membantu manusia memahami sifat
terdalam dari realitas dan eksistensi..
Kajian metafisika memungkinkan manusia untuk
melihat lebih jauh dari fenomena-fenomena yang
tampak, membantu dalam pengembangan moralitas,
etika, dan ilmu pengetahuan.
Metafisika juga dianggap sebagai kebijaksanaan
tertinggi (sophia),
Metafisika berusaha menjawab pertanyaan yang tidak
bisa dijawab oleh sains, seperti "Apa itu keberadaan?"
dan "Mengapa kita ada?" Walaupun kita tidak selalu
menemukan jawaban yang jelas, metafisika membantu
kita merenungkan realitas di luar batas pengalaman
sehari-hari.
Relasi Metafisika dengan Ilmu
Filsafat ilmu sering membahas metafisika karena banyak pertanyaan
ilmiah memiliki dasar metafisik
Filsafat ilmu sering membahas metafisika karena banyak pertanyaan
ilmiah memiliki dasar metafisik
bahwa ilmu yang tidak memiliki unsur metafisik akan menjadi dangkal
dan kehilangan makna yang mendalam.
METAFISIKA - PRESENTASI KULIAH UNESA.pptx

METAFISIKA - PRESENTASI KULIAH UNESA.pptx

  • 1.
    Metafisik a Sucoko Ajeng Nandarah F a.Sejarah Metafisika b. Mengapa Mempelajari Metafisika c. Relasi Metafisika dengan Ilmu d. Peran Ilmiah Lain dari Metafisika e. Cabang cabang Metafisika
  • 2.
    cabang ilmu filsafattentang dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan Epistimologi ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) Etika pengetahuan tentang kaidah berpikir; ilmu mantik Logika cabang filsafat yang membahas hakikat ilmu, penerapan berbagai metode filsafat dalam Upaya mencari akar persoalan dan menemukan asas realitas yang dipersoalkan oleh bidang ilmu tersebut untuk mendapatkan kejelasan yang lebih pasti Filsafat Ilmu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal yang nonfisik atau tidak kelihatan Metafisika cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya Estetika 4 1 2 6 Cabang Filsafat 3 5
  • 3.
    Metafisika Metafisika mempelajari aspek- aspekmendasar dari realitas. Misalnya, ketika kita bertanya "Apakah waktu itu nyata, atau hanya cara kita mengatur hidup?", itu adalah pertanyaan metafisik. Pengertian Menjelaskan hal-hal yang tidak bisa dijawab oleh sains, seperti "Mengapa kita ada?" atau "Apakah ada makhluk yang tidak kasat mata?" tujuan
  • 4.
    Sejarah Metafisika Substansi (ousia)& bentuk (form) Substansi adalah kombinasi antara bentuk (form) dan materi (matter). Bentuk adalah apa yang memberikan suatu objek identitas atau esensi, sementara materi adalah bahan fisik dari objek tersebut. Empat Sebab (Four Causes) Sebab Material, Sebab Formal, Sebab Efisien, Sebab FInal Aktualitas (energeia) dan potensialitas (dynamis) Setiap benda memiliki potensialitas, yaitu kemampuan untuk menjadi sesuatu yang lain, dan aktualitas, yaitu keadaan ketika benda tersebut sudah mencapai bentuk atau fungsi akhirnya. Dunia Ide (Forms) Metafisika Plato berfokus pada teori tentang dunia ide atau bentuk-bentuk universal (Forms). Menurutnya, ada dua dunia yang berbeda: dunia fisik yang kita alami melalui pancaindra dan dunia ide yang hanya bisa dipahami melalui akal budi “Alegori Goa (Alegory of the cave)” “Dunia Fisik adalah tiruan dari Dunia Ide” Aristoteles (384–322 SM) Plato (428/427–348/347 SM) Bentuk dalam Benda Fisik Berbeda dengan Plato yang memisahkan dunia ide dari dunia fisik, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk atau esensi suatu benda ada dalam benda fisik itu sendiri. Unmoved Mover Metafisika Tuhan sebagai Penyebab Utama. Being qua Being
  • 5.
    1950 -2014 322 B.C. Plato DuniaIde 1724-1804 Aristotel es Substansi (ousia) & bentuk (form) Aktualitas (energeia) dan potensialitas (dynamis) Empat Sebab (Four Causes) Bentuk dalam Benda Fisik Unmoved Mover 347 B.C. Andronicus of Rhodes Pertama kali memperkenalkan istilah “Metafisika” E.J. Lowe Realis metafisika metafisika berfungsi sebagai kerangka modal untuk ilmu pengetahuan. Sementara ilmu pengetahuan berfokus pada apa yang aktual, metafisika mengeksplorasi apa yang mungkin. Imanuel Kant Fenomena & Nomena Metafisikak adalah sesuatu yang bisa dikatakan sebagai Apriori 1 B.C. Sejarah Metafisika Karl Raymund Popper metafisika tidak bersifat ilmiah karena tidak dapat diuji atau difalsifikasi. Ini berbeda dengan teori ilmiah, yang selalu terbuka untuk dibuktikan salah oleh bukti empiris. Namun, penting dicatat bahwa meskipun metafisika tidak ilmiah menurut standar ini, Popper tidak menganggapnya tidak berarti atau tidak penting 1902 - 1994
  • 6.
    Mengapa Mempelajari Metafisika? Tujuanmempelajari metafisika Metafisika membantu manusia memahami sifat terdalam dari realitas dan eksistensi.. Kajian metafisika memungkinkan manusia untuk melihat lebih jauh dari fenomena-fenomena yang tampak, membantu dalam pengembangan moralitas, etika, dan ilmu pengetahuan. Metafisika juga dianggap sebagai kebijaksanaan tertinggi (sophia), Metafisika berusaha menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh sains, seperti "Apa itu keberadaan?" dan "Mengapa kita ada?" Walaupun kita tidak selalu menemukan jawaban yang jelas, metafisika membantu kita merenungkan realitas di luar batas pengalaman sehari-hari.
  • 7.
    Relasi Metafisika denganIlmu Filsafat ilmu sering membahas metafisika karena banyak pertanyaan ilmiah memiliki dasar metafisik Filsafat ilmu sering membahas metafisika karena banyak pertanyaan ilmiah memiliki dasar metafisik bahwa ilmu yang tidak memiliki unsur metafisik akan menjadi dangkal dan kehilangan makna yang mendalam.