Menyusun Kurikulum
Operasional Satuan
Pendidikan
By
PURWAHYUNI,SPd.,MPd.
1. Mengapa penyusunan visi, misi dan tujuan
satuan pendidikan perlu melibatkan seluruh warga
sekolah?
2. Bagaimana cara menyusun visi, misi dan tujuan
satuan pendidikan yang melibatkan seluruh warga
sekolah?
3. Bagaimana cara menganalisis karakteristik
satuan pendidikan?
4. Mengapa penting bagi satuan pendidikan untuk
menyusun kurikulum operasional-nya sendiri?
Siapa mau Jawab ?
●Kontekstual
●Esensial
●Akuntabel
●Berpusat pada Peserta Didik
●Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Prinsip Pengembangan Kurikulum
Operasional
Profil Pelajar Pancasila adalah
●Pelajar Indonesia merupakan Pelajar sepanjang
hayat yang kompeten, berkarakter, dan
berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
●Tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif,
tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri
sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga
dunia.
Profil Pelajar Pancasila merupakan Acuan
dalam Penyusunan Visi, Misi, dan Tujuan di
Satuan Pendidikan
Tujuan jangka panjang segala proses
pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Kompetensi dan karakter yang perlu
dikembangkan oleh setiap warga sekolah.
Benang merah yang menyatukan segala
praktik yang dijalankan di sekolah.
Posisi Profil Pelajar Pancasila dalam
Kurikulum Operasional Sekolah
 Karakteristik Satuan Pendidikan
 Menggambarkan keunikan satuan pendidikan dalam hal peserta
didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan.
 Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, tidak saja menggambarkan
keunikan satuan pendidikan tapi juga program keahliannya.
 Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan
 Visi: Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam
tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju;
menggambarkan nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan
pembelajaran agar peserta didik dalpat mencapai Profil Pelajar
Pancasila.
 Misi: Menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi;
memegang nilai-nilai penting dalam menjalankan misi.
 Tujuan: Pada akhirnya berdampak pada peserta didik;
menggambarkan tahapan-tahapan penting dan selaras dengan misi;
berisi strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan
pendidikannya; menargetkan kompetensi/karakteristik sekolah yang
menjadi kekhasan lulusan satuan pendidikan selaras dengan Profil
Pelajar Pancasila
Komponen Kurikulum Operasional
Sekolah
Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional
di Satuan Pendidikan secara Umum
Kuesioner
Wawancara
Diskusi kelompok terpumpun (FGD)
Observasi
Rapor pendidikan
Pilihan Cara Pengumpulan Informasi guna
Analisis Karakteristik dan Lingkungan Belajar
Visi: Gambaran masa depan, realistis
Misi: Tindakan
Tujuan: Hasil yang diinginkan pada peserta
didik
Visi, Misi, dan Tujuan Satuan
Pendidikan harus Berpusat pada
Peserta Didik
Karakteristik Sekolah
Kurikulum Operasional SMP Model 6 disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini
dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang telah disusun secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran
berdasar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah disusun. Penyusunan Kurikulum Operasional SMP Model 6 ini mengakomodir kebutuhan para pelajar untuk
mengembangkan kemampuan keterampilan Abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative), dan HOTS
(High Order Thinking Skill).
Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, SMP Model 6 sebagai satuan pendidikan yang diminati mayoritas penduduk di kota sekitar, dengan potensi
wilayah/letak yang strategis di tengah perkotaan memiliki beberapa kekuatan, di antaranya: 1) input peserta didik berasal dari keluarga yang peduli terhadap
kepentingan pendidikan; 2) lingkungan gedung perkantoran yang memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; 3) kultur masyarakat Madiun
yang bernuansa ke-Mataraman (perpaduan budaya Jawa Tengah dan Jawa Timur); 4) sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai; 5) merupakan
salah satu sekolah rujukan yang terletak di jantung kota dengan lingkungan yang asri dan rindang; dan 6) letak sekolah sangat strategis karena akses yang mudah.
Selain kekuatan/kelebihan sebagaimana tersebut di atas, SMP Model 6 juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu: 1) sarana pendukung untuk pengembangan
potensi/skills yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang sesuai standar SNP); dan 2) laboratorium IPA yang kurang representatif; namun hal tersebut
tidak mengurangi semangat warga sekolah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun non-akademik.
Masyarakat di sekitar SMP Model 6 sebagian besar adalah pegawai pemerintahan, BUMN, pegawai swasta dan sebagian lain adalah pedagang serta wiraswasta.
Sebagai sekolah yang berada pada lingkungan perkotaan dan input peserta didik yang mayoritas dari dalam kota, serta kondisi kota yang tidak begitu luas dengan
tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk
mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha. Wisata wirausaha tersebut di antaranya adalah kerajinan batik, kuliner khas daerah, dan taman buatan
kota. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, SMP Model 6 mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan sumber daya alam/lingkungan lain seperti yang
ada di kota.
Kota di mana SMP Model 6 berlokasi, juga mempunyai budaya daerah yang menjadi ciri khas yaitu pendekar. Dalam rangka mewujudkan budaya daerah terssebut,
maka diwadahi dalam suatu kegiatan dengan nama “TUGU PENDIKAR SAKTI” (SaTU Guru sebagai PENDIdik KARakter yang menghasilkan Satu Karya presTasI
peserta didik). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali potensi pendidik dan peserta didik dalam pembentukan karakter peserta didik yang mampu bersaing
dalam dunia global.
Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan peserta didik agar menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0,
dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka SMP Model
6 menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat.
Peserta didik SMP Model 6 diharapkan mempunyai life skills yang berguna dan mampu mengaplikasinnya dalam masyarakat dan dunia pendidikan. Sehingga
harapan dari Pemerintah Kota Madiun untuk mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan terwujud. Salah satu upaya untu
mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya literasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik mampu menghasilkan salah satu karya yang
mencerminkan Profil Pelajar Pncasila yang mampu bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya profil
pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong-royong dan berkebhinekaan global.
Contoh Kurikulum Operasional SMP Model 6
Secara yuridis, Kurikulum Operasional SMP Model 6 disusun dengan mengacu pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku, baik
itu dari pusat ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, Kurikulum Operasional SMP Model 6 mengacu pada kemampuan guru sebagai
tenaga profesional dalam pembelajaran dan penilaian.
Peningkatan profesionalisme guru, dilakukan dalam bentuk pelatihan besifat praktik secara berkesinambungan. Hal tersebut merupakan
komitmen untuk menjadi profesional dalam layanan pada peserta didik.
Dengan mengambil salah satu nilai pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu 3N: NITENI (mengamati dengan teliti), NIROKKE (mencoba dengan
cara meniru), NAMBAHI (mengembangkan dari yang telah ditiru/yang telah ada) ,dan dengan mempertimbangka tuntutan di era 4.0, maka
ditambahlah N yang keempat, yaitu NGGAWE (mencipta/membuat/menghasilkan/menemukan hal baru). 4N tersebut merupakan ciri khas
pembelajaran yang akan dilakukan oleh peserta didik bersama guru di SMP Model6.
Hal lain, dari perspektif pedagogis, yang dijadikan pertimbangan adalah Undang-Undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa guru
memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dari landasan pedagogis
dalam konteks Merdeka Belajar, proses belajar di SMP Model 6 berorientasi pada peserta didik dan bentuknya beragam, pembelajaran sebagai
aktivitas tim yang bersifat kolaboratif.
Pembelajaran di SMP Model 6 yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik
yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong-royong dan kreatif, inovatif,
yang mampu mengkreasikan ide/gagasan berdasarkan kekhasan daerah ayng tetap berakr pada budaya bangsa.
Visi
Kurikulum Operasional Sekolah disusun oelh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan
potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan di
antaranya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas
antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran
masyarakat dan orangtua terhadap pendidikan, dan era perdagangan bebas.
Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh SMP Model 6, sehingga visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak
lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi SMP Model 6 adalah:
“Terlaksananya proses pendidikan yang memenuhi standar mutu, berkarakter, inovatif, dan berakar pada budaya bangsa”.
Misi
Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun misi yang
dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut:
1. Menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah.
2. Menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi pelajar sesuai bakat dan minatnya.
3. Meningkatkan manajemen satuan pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan menjamin mutu.
4. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, keterampilan, dan perkembangan budaya lokal
dalan kebhinekaan global.
5. Menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif sehingga mampu mengreasi ide dan keterampilan yang
inovatif.
6. Menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi) dalam proses pembelajaran yang
menjunjung tinggi nilai gotong-royong.
7. Menciptakan partisipasi aktif orangtua dan masyarakat dalam keberagaman yang mewadahi kreatiivitas pelajar yang berjiwa kompetitif.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai SMP Model 6 sebagai bentuk mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)
a. Membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia.
b. Mendorong peserta didik untuk mampu mengreasikan ide yang dituangkan dalam tulisan atau tindakan yang berakar pada budaya lokal.
c. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan ide dan gagasan.
d. Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah yang menunjang peserta didik dalam mengreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai budaya lokal.
e. Menciptakan peserta didik yang mampu bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa kegotong-
royongan.
2. Tujuan Jangka Panjang (4 tahun)
a. Merancang pembelajaran yang mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yang harmonis.
b. Membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat
beribadah serta saling menghargai perbedaan dan mencintai lingkungan dan bangsanya.
c. Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata.
d. Menjadi pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong-
royongan.
e. Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budaya lokal.
f. Mempunyai life skills yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
g. Mampu mengreasikan ide/gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan
global.
h. Mempunyai karakter yang sopan, santun dan mandiri, kreatif, yang mampu bersaing sesuai perkembangan zaman.
i. Menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emomsional, sosial, keterampilan dan
tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masin-masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotong-
royong.
j. Menjadikan masyarakat dan orangtua sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikan sekolah.
Karakteristik SMP Model 7
Bagian belakang SMP Model 7 berbatasan dengan RS Adiyaksa dan beberapa pemukiman penduduk, samping kiri berbatasan dengan kantor, sisi kanan berbatasan dengan SD dan di bagian
depan berbatasan dengan Korean School, dengan memiliki akses jalan keluar dan masuk hanya dari gerbang utama sehingga memudahkan pemantauan arus keluar dan masuk.
Kondisi lahan kurang memadai terutama saat pelaksanaan upacara bendera dan pembelajaran PJOK serta seni budaya, diantisipasi dengan membuat formasi barisan lebih rapat saat
pelaksanaan upacara pengibaran bendera, pembelajaran PJOK dan seni budaya kerap memanfaatkan lahan kosong di sisi kiri sekolah. Kelebihan SMP Model 7 antara lain:
a. Kondisi belajar-mengajar tenang, tidak terganggu kebisingan jalan raya.
b. Lokasi sekolah berdekatan dengan obyek wisaata TMII.
c. Kekeluargaan yang baik antara guru, karyawan, peserta didik, dan lingkungan.
d. Keterlibatan alumni SMP Model 7 sangat baik terhadap pembangunan sarana ibadah, pelaksanaan LDKS, ekstrakuirkuler, motivasi siswa saat upacara, motivasi siswa saat akan
melaksanakan ujian akhir, keamanan lingkungan belajar, pengawasan lingkungan sekitar terhadapt siswa waktu kegiatan belajar-mengajar.
e. Penyelenggaraan ekstrakurikuler yang memiliki prestasi seperti permainan bola basket, sepak takraw, paskibra, PMR, marawis.
f. Ekstrakurikuler marawis kerap diminta untuk mengisi acara pada kegiatan instansi pemerintah, kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar, atau antara pribadi masyarakat.
Karakteristik Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan
SMP Model 7 berada pada daerah pinggiran Ibu Kota, dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan perilaku masyarakat kota besar yang individual dan ekslusif melebur
dengan sikap masyarakat Betawi asli yang tercermin dengan masih tingginya semangat gotong-royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun masih terjaga serta kehidupan beragama
yang baik.
Karakteristik Peserta Didik
Latar belakang pendidikan orangtua, sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal peserta didik SMP Model 7 sangat beragam, mulai dari buruh cuci yang tinggal di rumah kontrakan sampai
dengan peserta didik yang pulang pergi ke sekolah diantar dengan mobil dan sopir pribadi. Hal ini sangat melatarbelakangi karakteristik peserta didik. Dengan latar belakang tersebut secara
umum karakteristik peserta didik di SMP Model 7 adalah sebagai berikut:
g. Mampu dan mau mengikuti aturan dan kegiatan sekolah.
h. Kemauan belajar tinggi.
i. Memahami dan mampu bersikap terhadap keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus.
j. Semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
k. Bersedia meluangkan waktu melaksanakan kegiatan di luar waktu kegiatan belajar-mengajar.
l. Kehidupan beragama yang baik.
Contoh Kurikulum Operasional SMP Model 7
Landasan Kurikulum Operasional di SMP Model 7
Penyusunan kurikulum operasional SMP Model 7 berlandaskan pada peraturan perundang-undangan terkait dengan sistem
pendidikan nasional, standar pendidikan nasional, kurikulum nasional, konsep Merdeka Belajar, Profil Pelajar Pancasila,
kepramukaan, muatan lokal, penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan menengah, evaluasi kiurikulum,
penumbuhan budi pekerti, dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) satuan pendidikan, penyusunan juga
mempertimbangkan kondisi dan keberadaan sekolah yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar dan perangkat
pemerintah terkecil RT, RW, Kelurahan, dan seterusnya. Implementasinya dalam bentuk peranserta masyarakat dalam
pendidikan, kerjasama sekolah dengan tokoh masyarakat, membina sosialisasi peserta didik agar daapat bekerjasama,
rukun, tolong-menolong dan saling menghormati. Selain itu penyusunan juga mengacu pada konteks Merdeka Belajar antara
lain menggunakan pendekatan atau model yang beragam, seperti problem-based learning, project-based learning, discovery l
earning, inquiry, atau lainnya. Proses belajar berbasis active learning, berorientasi pada proses, serta collaborative learning.
Penekanan kegiatan pembelajaran adalah pengembangan keterampilan pemikiran analitis dan kritis, peserta didik mengerjakan sesuatu yang
berkaitan dengan pembelajaran, eksplorasi nilai-nilai dan karakter, serta dituntut untuk berpikir kritis, analitis dan evaluatif.
Visi
UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK MELALUI KOMUNITAS BELAJAR SEPANJANG HAYAT DAN BERWAWASAN GLOBAL
Indikator Visi
1. Terwujudnya peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik.
2. Terwujudnya komunitas belajar sepanjang hayat, yaitu sekolah sebagai tempat saling belajar dan berkembang bagi guru sebagai ahli, peserta
didik, serta orangtua dan masyarakat.
3. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila, yang memiliki enam dimensi utama, yaitu:
a. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia,
b. Mandiri,
c. Bernalar kritis,
d. Kreatif,
e. Bergotong-royong, dan
f. Berkebhinekaan global.
4. Terwujudnya pendidikan berwawasan global.
5. Terwujudnya pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21.
Misi
1. Mewujudkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik.
a. Menentukan kriteria ketuntasan belajar peserta didik.
b. Menentukan kriteria lulusan terutama pada ujian sekolah untuk semua mata pelajaran.
c. Mengikutsertakan peserta didik untuk kegiatan lomba minimal tingkat kecamatan hingga tingkat internasional.
2. Mewujudkan pendidikan yang mengedepankan pembentukan komunitas belajar sepanjang hayat, yaitu guru, peserta didik dan orangtua saling belajar sepanjang hidupnya.
d. Membuka ruang kelas (open class) untuk guru lain bisa saling melihat dan belajar proses pembelajaran di kelas.
e. Mengaktifkan kegiatan MGMP sekolah untuk forum diskusi dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan penilaian.
f. Mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang relevan dengan mata pelajaran yang diampu untuk dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru
agar lebih profesional.
g. Memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler pilihan berdasarkan minat dan potensi peserta didik dalam segala bidang, misalnya study club seperti: klub robotik, klub penelitian remaja,
klub kreativitas siswa, klub ajang prestasi siswa, dll.
h. Melakukan sosialisasi kepada komunitas orangtua terkait dengan pola/strategi pendampingan belajar online (belajar dari rumah) pada masa pandemi untuk putra putrinya
3. Mewujudkan pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila
i. Melaksanakan proyek Profil Pelajar Pancasila untuk seluruh peserta didik.
j. Mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian.
k. Mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan pembiasaan rutin sekolah dan budaya sekolah.
4. Mewujudkan pendidikan yang menjamin hak belajar bagi setiap peserta didik
l. Memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
m. Memfasilitasi pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak.
n. “Caring” (peduli) dalam proses pembelajaran, di mana setiap peserta didik saling bantu dan dibantu.
5. Mewujudkan pendidikan menggunakan pendekatan atau model yang beragam
o. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model yang beragam.
p. Melakukan pembiasaan bagi peserta didik untuk melaksanakan tugas dalam bentuk proyek.
6. Mewujudkan pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21
q. Melakukan kegiatan belajar mengajar yang mengembangkan sikap kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif.
r. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan mengintegrasikan literasi dan numerasi.
s. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menumbuhkan pendidikan karakter.
Tujuan
Tujuan pendidikan pada SMP Model 7 adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Pada tahun pelajaran 2021/2022 SMP Model 7 mencanangkan tujuan
pendidikan yang diharapkan yaitu:
1. Terwujudnya lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik serta berkarakter Pancasila.
a. Tercapainya hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan untuk seluruh mata pelajaran.
b. Tercapainya kelulusan peserta didik 100% dan untuk semua mata pelajaran ujian sekolah rata-rata minimal 75.
c. Tercapainya peserta didik mengikuti lomba minimal tingkat kecamatan hingga sampai tingkat internasional dan memiliki prestasi minimal tingkat kecamatan.
d. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
e. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter cinta tanah dan kebhinekaan serta berbudaya baik lokal maupun global dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
f. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter mandiri, bernalar kritis, dan kreatif serta gotong-royong dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
2. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan komunitas belajar sepanjang hayat yaitu guru, peserta didik, dan
orangtua saling belajar sepanjang hidupnya.
g. Telaksananya kegiatan membuka ruang kelas (open class) untuk guru lain bisa saling melihat dan belajar proses pembelajaran di
kelas.
h. Tercapainya kegiatan MGMP sekolah untuk forum diskusi dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan
penilaian untuk semua mata pelajaran.
i. Terdapat 70% guru yang mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang relevan dengan mata pelajaran yang diampu untuk dapat
meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru agar lebih profesional.
j. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal dengan nilai baik. Pilihan berdasarkan minat dan potensi peserta
didik dalam segala bidang, misalnya study club seperti: klub robotik, klub penelitian remaja, klub kreativitas siswa, klub ajang
prestasi siswa, dll.
k. Terlaksananya sosialisasi kepada komunitas orangtua terkait dengan pola/strategi pendampingan belajar online (belajar dari
rumah) pada masa pandemi untuk putra dan putrinya.
3. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila
a. Terlaksananya proyek Profil Pelajar Pancasila untuk seluruh peserta didik 3 kali dalam setahun.
b. Terlaksananya pengintegrasian nilai Profil Pelajar Pancasila dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian untuk semua mata pelajaran.
c. Terlaksananya pengintegrasian milai Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan pembiasaan rutin sekolah dan budaya sekolah.
4. Terwujudnya pendidikan yang menjamin hak belajar bagi setiap peserta didik
d. Tersedia fasilitas pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
e. Tersedia fasilitas pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak.
f. Terlaksanannya kegiatan saling bantu dan dibantu antar peserta didik.
5. Terwujudnya pendidikan menggunakan pendekatan atau model yang beragam
g. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model yang beragam untuk semua mata pelajaran.
h. Terlaksananya pembiasaan bagi peserta didik untuk melaksanakan tugas dalam bentuk proyek untuk semua mata pelajaran.
6. Terwujudnya pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21.
i. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar mengembangkan sikap kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif untuk semua mata pelajaran.
j. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan mengintegrasikan literasi dan numerasi untuk seluruh mata pelajaran.
7. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menumbuhkan pendidikan karakter untuk seluruh mata pelajaran.
k. Memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
l. Memfasilitasi pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak.
BURUNG PELIKAN, BURUNG
CENDRAWASIH
CUKUP SEKIAN , TERIMAKASIH
Menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan PURWAHYU -Dikdas.pptx

Menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan PURWAHYU -Dikdas.pptx

  • 1.
  • 2.
    1. Mengapa penyusunanvisi, misi dan tujuan satuan pendidikan perlu melibatkan seluruh warga sekolah? 2. Bagaimana cara menyusun visi, misi dan tujuan satuan pendidikan yang melibatkan seluruh warga sekolah? 3. Bagaimana cara menganalisis karakteristik satuan pendidikan? 4. Mengapa penting bagi satuan pendidikan untuk menyusun kurikulum operasional-nya sendiri? Siapa mau Jawab ?
  • 3.
    ●Kontekstual ●Esensial ●Akuntabel ●Berpusat pada PesertaDidik ●Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional
  • 4.
    Profil Pelajar Pancasilaadalah ●Pelajar Indonesia merupakan Pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. ●Tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Profil Pelajar Pancasila merupakan Acuan dalam Penyusunan Visi, Misi, dan Tujuan di Satuan Pendidikan
  • 5.
    Tujuan jangka panjangsegala proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap warga sekolah. Benang merah yang menyatukan segala praktik yang dijalankan di sekolah. Posisi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Operasional Sekolah
  • 6.
     Karakteristik SatuanPendidikan  Menggambarkan keunikan satuan pendidikan dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan.  Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, tidak saja menggambarkan keunikan satuan pendidikan tapi juga program keahliannya.  Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan  Visi: Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju; menggambarkan nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dalpat mencapai Profil Pelajar Pancasila.  Misi: Menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi; memegang nilai-nilai penting dalam menjalankan misi.  Tujuan: Pada akhirnya berdampak pada peserta didik; menggambarkan tahapan-tahapan penting dan selaras dengan misi; berisi strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikannya; menargetkan kompetensi/karakteristik sekolah yang menjadi kekhasan lulusan satuan pendidikan selaras dengan Profil Pelajar Pancasila Komponen Kurikulum Operasional Sekolah
  • 7.
  • 8.
    Proses Penyusunan KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan secara Umum
  • 9.
    Kuesioner Wawancara Diskusi kelompok terpumpun(FGD) Observasi Rapor pendidikan Pilihan Cara Pengumpulan Informasi guna Analisis Karakteristik dan Lingkungan Belajar
  • 10.
    Visi: Gambaran masadepan, realistis Misi: Tindakan Tujuan: Hasil yang diinginkan pada peserta didik Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan harus Berpusat pada Peserta Didik
  • 15.
    Karakteristik Sekolah Kurikulum OperasionalSMP Model 6 disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) ini dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang telah disusun secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah disusun. Penyusunan Kurikulum Operasional SMP Model 6 ini mengakomodir kebutuhan para pelajar untuk mengembangkan kemampuan keterampilan Abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative), dan HOTS (High Order Thinking Skill). Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, SMP Model 6 sebagai satuan pendidikan yang diminati mayoritas penduduk di kota sekitar, dengan potensi wilayah/letak yang strategis di tengah perkotaan memiliki beberapa kekuatan, di antaranya: 1) input peserta didik berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan; 2) lingkungan gedung perkantoran yang memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; 3) kultur masyarakat Madiun yang bernuansa ke-Mataraman (perpaduan budaya Jawa Tengah dan Jawa Timur); 4) sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai; 5) merupakan salah satu sekolah rujukan yang terletak di jantung kota dengan lingkungan yang asri dan rindang; dan 6) letak sekolah sangat strategis karena akses yang mudah. Selain kekuatan/kelebihan sebagaimana tersebut di atas, SMP Model 6 juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu: 1) sarana pendukung untuk pengembangan potensi/skills yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang sesuai standar SNP); dan 2) laboratorium IPA yang kurang representatif; namun hal tersebut tidak mengurangi semangat warga sekolah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun non-akademik. Masyarakat di sekitar SMP Model 6 sebagian besar adalah pegawai pemerintahan, BUMN, pegawai swasta dan sebagian lain adalah pedagang serta wiraswasta. Sebagai sekolah yang berada pada lingkungan perkotaan dan input peserta didik yang mayoritas dari dalam kota, serta kondisi kota yang tidak begitu luas dengan tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha. Wisata wirausaha tersebut di antaranya adalah kerajinan batik, kuliner khas daerah, dan taman buatan kota. Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut, SMP Model 6 mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan sumber daya alam/lingkungan lain seperti yang ada di kota. Kota di mana SMP Model 6 berlokasi, juga mempunyai budaya daerah yang menjadi ciri khas yaitu pendekar. Dalam rangka mewujudkan budaya daerah terssebut, maka diwadahi dalam suatu kegiatan dengan nama “TUGU PENDIKAR SAKTI” (SaTU Guru sebagai PENDIdik KARakter yang menghasilkan Satu Karya presTasI peserta didik). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali potensi pendidik dan peserta didik dalam pembentukan karakter peserta didik yang mampu bersaing dalam dunia global. Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan peserta didik agar menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0, dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka SMP Model 6 menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal daerah setempat. Peserta didik SMP Model 6 diharapkan mempunyai life skills yang berguna dan mampu mengaplikasinnya dalam masyarakat dan dunia pendidikan. Sehingga harapan dari Pemerintah Kota Madiun untuk mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan terwujud. Salah satu upaya untu mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya literasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik mampu menghasilkan salah satu karya yang mencerminkan Profil Pelajar Pncasila yang mampu bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong-royong dan berkebhinekaan global. Contoh Kurikulum Operasional SMP Model 6
  • 16.
    Secara yuridis, KurikulumOperasional SMP Model 6 disusun dengan mengacu pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku, baik itu dari pusat ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, Kurikulum Operasional SMP Model 6 mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga profesional dalam pembelajaran dan penilaian. Peningkatan profesionalisme guru, dilakukan dalam bentuk pelatihan besifat praktik secara berkesinambungan. Hal tersebut merupakan komitmen untuk menjadi profesional dalam layanan pada peserta didik. Dengan mengambil salah satu nilai pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu 3N: NITENI (mengamati dengan teliti), NIROKKE (mencoba dengan cara meniru), NAMBAHI (mengembangkan dari yang telah ditiru/yang telah ada) ,dan dengan mempertimbangka tuntutan di era 4.0, maka ditambahlah N yang keempat, yaitu NGGAWE (mencipta/membuat/menghasilkan/menemukan hal baru). 4N tersebut merupakan ciri khas pembelajaran yang akan dilakukan oleh peserta didik bersama guru di SMP Model6. Hal lain, dari perspektif pedagogis, yang dijadikan pertimbangan adalah Undang-Undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dari landasan pedagogis dalam konteks Merdeka Belajar, proses belajar di SMP Model 6 berorientasi pada peserta didik dan bentuknya beragam, pembelajaran sebagai aktivitas tim yang bersifat kolaboratif. Pembelajaran di SMP Model 6 yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong-royong dan kreatif, inovatif, yang mampu mengkreasikan ide/gagasan berdasarkan kekhasan daerah ayng tetap berakr pada budaya bangsa.
  • 17.
    Visi Kurikulum Operasional Sekolahdisusun oelh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan di antaranya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran masyarakat dan orangtua terhadap pendidikan, dan era perdagangan bebas. Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh SMP Model 6, sehingga visi sekolah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi SMP Model 6 adalah: “Terlaksananya proses pendidikan yang memenuhi standar mutu, berkarakter, inovatif, dan berakar pada budaya bangsa”. Misi Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut: 1. Menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia dan rajin beribadah. 2. Menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan berkarakter yang mampu memfasilitasi pelajar sesuai bakat dan minatnya. 3. Meningkatkan manajemen satuan pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan menjamin mutu. 4. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat perkembangan intelektual, sosial, emosional, keterampilan, dan perkembangan budaya lokal dalan kebhinekaan global. 5. Menciptakan profil pelajar yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif sehingga mampu mengreasi ide dan keterampilan yang inovatif. 6. Menjamin hak belajar setiap anak tanpa terkecuali termasuk anak yang berkebutuhan khusus (inklusi) dalam proses pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong. 7. Menciptakan partisipasi aktif orangtua dan masyarakat dalam keberagaman yang mewadahi kreatiivitas pelajar yang berjiwa kompetitif. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai SMP Model 6 sebagai bentuk mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Jangka Pendek (1 tahun) a. Membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia. b. Mendorong peserta didik untuk mampu mengreasikan ide yang dituangkan dalam tulisan atau tindakan yang berakar pada budaya lokal. c. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang memacu peserta didik bernalar kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan ide dan gagasan. d. Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah yang menunjang peserta didik dalam mengreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai budaya lokal.
  • 18.
    e. Menciptakan pesertadidik yang mampu bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mengedepankan jiwa kegotong- royongan. 2. Tujuan Jangka Panjang (4 tahun) a. Merancang pembelajaran yang mengedepankan ciri khas sekolah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yang harmonis. b. Membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat beribadah serta saling menghargai perbedaan dan mencintai lingkungan dan bangsanya. c. Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata. d. Menjadi pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong- royongan. e. Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budaya lokal. f. Mempunyai life skills yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. g. Mampu mengreasikan ide/gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaan global. h. Mempunyai karakter yang sopan, santun dan mandiri, kreatif, yang mampu bersaing sesuai perkembangan zaman. i. Menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emomsional, sosial, keterampilan dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masin-masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotong- royong. j. Menjadikan masyarakat dan orangtua sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikan sekolah.
  • 19.
    Karakteristik SMP Model7 Bagian belakang SMP Model 7 berbatasan dengan RS Adiyaksa dan beberapa pemukiman penduduk, samping kiri berbatasan dengan kantor, sisi kanan berbatasan dengan SD dan di bagian depan berbatasan dengan Korean School, dengan memiliki akses jalan keluar dan masuk hanya dari gerbang utama sehingga memudahkan pemantauan arus keluar dan masuk. Kondisi lahan kurang memadai terutama saat pelaksanaan upacara bendera dan pembelajaran PJOK serta seni budaya, diantisipasi dengan membuat formasi barisan lebih rapat saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera, pembelajaran PJOK dan seni budaya kerap memanfaatkan lahan kosong di sisi kiri sekolah. Kelebihan SMP Model 7 antara lain: a. Kondisi belajar-mengajar tenang, tidak terganggu kebisingan jalan raya. b. Lokasi sekolah berdekatan dengan obyek wisaata TMII. c. Kekeluargaan yang baik antara guru, karyawan, peserta didik, dan lingkungan. d. Keterlibatan alumni SMP Model 7 sangat baik terhadap pembangunan sarana ibadah, pelaksanaan LDKS, ekstrakuirkuler, motivasi siswa saat upacara, motivasi siswa saat akan melaksanakan ujian akhir, keamanan lingkungan belajar, pengawasan lingkungan sekitar terhadapt siswa waktu kegiatan belajar-mengajar. e. Penyelenggaraan ekstrakurikuler yang memiliki prestasi seperti permainan bola basket, sepak takraw, paskibra, PMR, marawis. f. Ekstrakurikuler marawis kerap diminta untuk mengisi acara pada kegiatan instansi pemerintah, kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar, atau antara pribadi masyarakat. Karakteristik Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan SMP Model 7 berada pada daerah pinggiran Ibu Kota, dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan perilaku masyarakat kota besar yang individual dan ekslusif melebur dengan sikap masyarakat Betawi asli yang tercermin dengan masih tingginya semangat gotong-royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun masih terjaga serta kehidupan beragama yang baik. Karakteristik Peserta Didik Latar belakang pendidikan orangtua, sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal peserta didik SMP Model 7 sangat beragam, mulai dari buruh cuci yang tinggal di rumah kontrakan sampai dengan peserta didik yang pulang pergi ke sekolah diantar dengan mobil dan sopir pribadi. Hal ini sangat melatarbelakangi karakteristik peserta didik. Dengan latar belakang tersebut secara umum karakteristik peserta didik di SMP Model 7 adalah sebagai berikut: g. Mampu dan mau mengikuti aturan dan kegiatan sekolah. h. Kemauan belajar tinggi. i. Memahami dan mampu bersikap terhadap keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus. j. Semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. k. Bersedia meluangkan waktu melaksanakan kegiatan di luar waktu kegiatan belajar-mengajar. l. Kehidupan beragama yang baik. Contoh Kurikulum Operasional SMP Model 7
  • 20.
    Landasan Kurikulum Operasionaldi SMP Model 7 Penyusunan kurikulum operasional SMP Model 7 berlandaskan pada peraturan perundang-undangan terkait dengan sistem pendidikan nasional, standar pendidikan nasional, kurikulum nasional, konsep Merdeka Belajar, Profil Pelajar Pancasila, kepramukaan, muatan lokal, penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan menengah, evaluasi kiurikulum, penumbuhan budi pekerti, dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) satuan pendidikan, penyusunan juga mempertimbangkan kondisi dan keberadaan sekolah yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar dan perangkat pemerintah terkecil RT, RW, Kelurahan, dan seterusnya. Implementasinya dalam bentuk peranserta masyarakat dalam pendidikan, kerjasama sekolah dengan tokoh masyarakat, membina sosialisasi peserta didik agar daapat bekerjasama, rukun, tolong-menolong dan saling menghormati. Selain itu penyusunan juga mengacu pada konteks Merdeka Belajar antara lain menggunakan pendekatan atau model yang beragam, seperti problem-based learning, project-based learning, discovery l earning, inquiry, atau lainnya. Proses belajar berbasis active learning, berorientasi pada proses, serta collaborative learning. Penekanan kegiatan pembelajaran adalah pengembangan keterampilan pemikiran analitis dan kritis, peserta didik mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran, eksplorasi nilai-nilai dan karakter, serta dituntut untuk berpikir kritis, analitis dan evaluatif. Visi UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK MELALUI KOMUNITAS BELAJAR SEPANJANG HAYAT DAN BERWAWASAN GLOBAL Indikator Visi 1. Terwujudnya peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik. 2. Terwujudnya komunitas belajar sepanjang hayat, yaitu sekolah sebagai tempat saling belajar dan berkembang bagi guru sebagai ahli, peserta didik, serta orangtua dan masyarakat. 3. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila, yang memiliki enam dimensi utama, yaitu: a. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, b. Mandiri, c. Bernalar kritis, d. Kreatif, e. Bergotong-royong, dan f. Berkebhinekaan global. 4. Terwujudnya pendidikan berwawasan global. 5. Terwujudnya pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21.
  • 21.
    Misi 1. Mewujudkan lulusanyang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik. a. Menentukan kriteria ketuntasan belajar peserta didik. b. Menentukan kriteria lulusan terutama pada ujian sekolah untuk semua mata pelajaran. c. Mengikutsertakan peserta didik untuk kegiatan lomba minimal tingkat kecamatan hingga tingkat internasional. 2. Mewujudkan pendidikan yang mengedepankan pembentukan komunitas belajar sepanjang hayat, yaitu guru, peserta didik dan orangtua saling belajar sepanjang hidupnya. d. Membuka ruang kelas (open class) untuk guru lain bisa saling melihat dan belajar proses pembelajaran di kelas. e. Mengaktifkan kegiatan MGMP sekolah untuk forum diskusi dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan penilaian. f. Mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang relevan dengan mata pelajaran yang diampu untuk dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru agar lebih profesional. g. Memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler pilihan berdasarkan minat dan potensi peserta didik dalam segala bidang, misalnya study club seperti: klub robotik, klub penelitian remaja, klub kreativitas siswa, klub ajang prestasi siswa, dll. h. Melakukan sosialisasi kepada komunitas orangtua terkait dengan pola/strategi pendampingan belajar online (belajar dari rumah) pada masa pandemi untuk putra putrinya 3. Mewujudkan pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila i. Melaksanakan proyek Profil Pelajar Pancasila untuk seluruh peserta didik. j. Mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. k. Mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan pembiasaan rutin sekolah dan budaya sekolah. 4. Mewujudkan pendidikan yang menjamin hak belajar bagi setiap peserta didik l. Memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. m. Memfasilitasi pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak. n. “Caring” (peduli) dalam proses pembelajaran, di mana setiap peserta didik saling bantu dan dibantu. 5. Mewujudkan pendidikan menggunakan pendekatan atau model yang beragam o. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model yang beragam. p. Melakukan pembiasaan bagi peserta didik untuk melaksanakan tugas dalam bentuk proyek. 6. Mewujudkan pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21 q. Melakukan kegiatan belajar mengajar yang mengembangkan sikap kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif. r. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan mengintegrasikan literasi dan numerasi. s. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menumbuhkan pendidikan karakter.
  • 22.
    Tujuan Tujuan pendidikan padaSMP Model 7 adalah langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Pada tahun pelajaran 2021/2022 SMP Model 7 mencanangkan tujuan pendidikan yang diharapkan yaitu: 1. Terwujudnya lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non-akademik serta berkarakter Pancasila. a. Tercapainya hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan untuk seluruh mata pelajaran. b. Tercapainya kelulusan peserta didik 100% dan untuk semua mata pelajaran ujian sekolah rata-rata minimal 75. c. Tercapainya peserta didik mengikuti lomba minimal tingkat kecamatan hingga sampai tingkat internasional dan memiliki prestasi minimal tingkat kecamatan. d. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. e. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter cinta tanah dan kebhinekaan serta berbudaya baik lokal maupun global dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. f. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter mandiri, bernalar kritis, dan kreatif serta gotong-royong dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. 2. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan komunitas belajar sepanjang hayat yaitu guru, peserta didik, dan orangtua saling belajar sepanjang hidupnya. g. Telaksananya kegiatan membuka ruang kelas (open class) untuk guru lain bisa saling melihat dan belajar proses pembelajaran di kelas. h. Tercapainya kegiatan MGMP sekolah untuk forum diskusi dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan penilaian untuk semua mata pelajaran. i. Terdapat 70% guru yang mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang relevan dengan mata pelajaran yang diampu untuk dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru agar lebih profesional. j. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal dengan nilai baik. Pilihan berdasarkan minat dan potensi peserta didik dalam segala bidang, misalnya study club seperti: klub robotik, klub penelitian remaja, klub kreativitas siswa, klub ajang prestasi siswa, dll. k. Terlaksananya sosialisasi kepada komunitas orangtua terkait dengan pola/strategi pendampingan belajar online (belajar dari rumah) pada masa pandemi untuk putra dan putrinya.
  • 23.
    3. Terwujudnya pendidikanyang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila a. Terlaksananya proyek Profil Pelajar Pancasila untuk seluruh peserta didik 3 kali dalam setahun. b. Terlaksananya pengintegrasian nilai Profil Pelajar Pancasila dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian untuk semua mata pelajaran. c. Terlaksananya pengintegrasian milai Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan pembiasaan rutin sekolah dan budaya sekolah. 4. Terwujudnya pendidikan yang menjamin hak belajar bagi setiap peserta didik d. Tersedia fasilitas pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. e. Tersedia fasilitas pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak. f. Terlaksanannya kegiatan saling bantu dan dibantu antar peserta didik. 5. Terwujudnya pendidikan menggunakan pendekatan atau model yang beragam g. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model yang beragam untuk semua mata pelajaran. h. Terlaksananya pembiasaan bagi peserta didik untuk melaksanakan tugas dalam bentuk proyek untuk semua mata pelajaran. 6. Terwujudnya pendidikan yang mengembangkan keterampilan Abad 21. i. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar mengembangkan sikap kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif untuk semua mata pelajaran. j. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan mengintegrasikan literasi dan numerasi untuk seluruh mata pelajaran. 7. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menumbuhkan pendidikan karakter untuk seluruh mata pelajaran. k. Memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. l. Memfasilitasi pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak.
  • 24.