MENERIMAMENERIMA
Pdt. Bun Min Tat, S.ThPdt. Bun Min Tat, S.Th
Biasanya faktor penentu yang digunakan untuk memahami atau mengerti apa yang didengar adalah 'faktor
rasio' atau 'faktor masuk akal'. Ketika mendengar kata 'rasio' seringkali dikaitkan dengan 'pemikiran-pemikiran'
yang sulit, pada hal tidak sepenuhnya demikian; apalagi menyangkut pemahaman akan 'FIRMAN TUHAN'.
Untuk 'memahami atau mengerti' FIRMAN TUHAN faktor utama yang harus kita miliki adalah 'penerimaan'.
Dengan menerimalah 'mata pengertian' kita menjadi terbuka, sehingga kita memperoleh pencerahan dari ROH
KUDUS. Penerimaan ini sama dengan sikap 'welcome' kita, sikap ini membuat 'FIRMAN TUHAN' memperoleh
kondisi yang baik sehingga siap untuk ditanam di tanah hati kita. Selain itu, apa yang FIRMAN TUHAN katakan
seringkali berbicara tentang sesuatu hal yang telah selesai dilakukan oleh TUHAN bagi kita, seperti masalah dosa,
masalah pengampunan, masalah karakter, dan seterusnya. Hal-hal tersebut tidak dibutuhkan 'mengerti' dulu, baru
bisa kita terima; karna telah selesai dikerjakan TUHAN YESUS bagi kita. Sekarang hal tersebut diumumkan atau
diberitahukan kepada kita, sehingga dari pihak kita yang harus kita lakukan adalah 'menerimanya'; penerimaan ini
sama dengan 'beriman'.
Demikian juga ketika FIRMAN TUHAN berbicara tentang sebuah 'kebijakan' yang disampaikan atau yang
diperintahkan kepada kita, kita harus mulai dengan 'penerimaan' sebelum kita akhirnya ada di dalam 'jalur'
kebijakan TUHAN tersebut. Maksudnya ketika FIRMAN TUHAN memerintahkan kita untuk melakukan sebuah
tindakkan, seperti 'jangan kuatir', maka ketika kita menerima FIRMAN TUHAN tersebut sebagai hasilnya kita
akan dibawa masuk kepada 'kebijakan' TUHAN tersebut; sehingga kita tidak saja tidak kuatir lagi, malahan lebih
dari itu kita menerima 'damai sejahtera' (Filipi 4:6-7) dan tentunya juga akan diikuti oleh 'hikmat' yang akan
menuntun kita untuk mengambil langkah-langkah berikutnya berkenaan dengan situasi yang sedang dihadapi
tersebut. Jangan lupa, langkah awalnya adalah 'penerimaan' kita sepenuhnya terhadap FIRMAN TUHAN baru
kemudian langkah-langkah berikutnya mengikuti.
Penerimaan yang kita lakukan harus kita tingkatkan mutunya dengan mengulang kembali apa yang telah kita
dengarkan. Pengulangan ini dimaksudkan agar yang kita terima betul-betul sampai menjadi 'milik' kita. Inilah yang
menjadi 'tujuan' dari penerimaan kita, tanpa sampai kepada tujuan penerimaan, kita hanya sampai kepada batas
'teori' atau 'pengertian' saja. Penerimaan yang benar melampaui batasan pengertian atau teori ini; kita mulai
bersentuhan dengan 'realita' FIRMAN TUHAN yang kita terima tersebut.
Namun demikian, masih ada satu langkah lagi yang seringkali menjadi penghambat terhadap penerimaan
tersebut, yaitu 'ketidak-percayaan' bahwa TUHAN dan FIRMANNYA itu benar sepenuhnya dan dapat diandalkan
dalam segala keadaan. Untuk mengatasinya tidak cukup atau tidak memadai hanya dengan mempelajari 'sejarah
Alkitab', tapi satu cara yang pasti adalah dengan 'meyakininya' bahwa TUHAN dan FIRMANNYA itu benar
sepenuhnya. Meyakini di sini, sekali lagi sama dengan 'menerimanya'; jangan biarkan pikiran kita dikacaukan oleh
keingin-tahuannya akan hal-hal yang berada diluar jangkauan otak kita tersebut; kita harus mengendalikan pikiran
kita dengan hati dan kemauan kita. Hati dan kemauan kita itu kita pagari dengan FIRMAN TUHAN yang
mengatakan, 'Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan
menerima balasan' (Amsal 13:13). Manusia Allah Yang Perkasa, jangan ragu-ragu menerima dan menjadikannya
sebagai 'milik' segala yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita di dalam KRISTUS. Pemberian Allah di
dalam KRISTUS adalah pemberian yang terbaik dan yang menghidupkan kita dengan kualitas hidup yang tertinggi
dan termulia, yaitu hidupNya TUHAN sendiri (Kolose 3:4). Jadikan proses 'penerimaan' ini sebagai bagian
kegiatan yang utama dalam hidupmu, amin.

Menerima

  • 1.
    MENERIMAMENERIMA Pdt. Bun MinTat, S.ThPdt. Bun Min Tat, S.Th Biasanya faktor penentu yang digunakan untuk memahami atau mengerti apa yang didengar adalah 'faktor rasio' atau 'faktor masuk akal'. Ketika mendengar kata 'rasio' seringkali dikaitkan dengan 'pemikiran-pemikiran' yang sulit, pada hal tidak sepenuhnya demikian; apalagi menyangkut pemahaman akan 'FIRMAN TUHAN'. Untuk 'memahami atau mengerti' FIRMAN TUHAN faktor utama yang harus kita miliki adalah 'penerimaan'. Dengan menerimalah 'mata pengertian' kita menjadi terbuka, sehingga kita memperoleh pencerahan dari ROH KUDUS. Penerimaan ini sama dengan sikap 'welcome' kita, sikap ini membuat 'FIRMAN TUHAN' memperoleh kondisi yang baik sehingga siap untuk ditanam di tanah hati kita. Selain itu, apa yang FIRMAN TUHAN katakan seringkali berbicara tentang sesuatu hal yang telah selesai dilakukan oleh TUHAN bagi kita, seperti masalah dosa, masalah pengampunan, masalah karakter, dan seterusnya. Hal-hal tersebut tidak dibutuhkan 'mengerti' dulu, baru bisa kita terima; karna telah selesai dikerjakan TUHAN YESUS bagi kita. Sekarang hal tersebut diumumkan atau diberitahukan kepada kita, sehingga dari pihak kita yang harus kita lakukan adalah 'menerimanya'; penerimaan ini sama dengan 'beriman'. Demikian juga ketika FIRMAN TUHAN berbicara tentang sebuah 'kebijakan' yang disampaikan atau yang diperintahkan kepada kita, kita harus mulai dengan 'penerimaan' sebelum kita akhirnya ada di dalam 'jalur' kebijakan TUHAN tersebut. Maksudnya ketika FIRMAN TUHAN memerintahkan kita untuk melakukan sebuah tindakkan, seperti 'jangan kuatir', maka ketika kita menerima FIRMAN TUHAN tersebut sebagai hasilnya kita akan dibawa masuk kepada 'kebijakan' TUHAN tersebut; sehingga kita tidak saja tidak kuatir lagi, malahan lebih dari itu kita menerima 'damai sejahtera' (Filipi 4:6-7) dan tentunya juga akan diikuti oleh 'hikmat' yang akan menuntun kita untuk mengambil langkah-langkah berikutnya berkenaan dengan situasi yang sedang dihadapi tersebut. Jangan lupa, langkah awalnya adalah 'penerimaan' kita sepenuhnya terhadap FIRMAN TUHAN baru kemudian langkah-langkah berikutnya mengikuti. Penerimaan yang kita lakukan harus kita tingkatkan mutunya dengan mengulang kembali apa yang telah kita dengarkan. Pengulangan ini dimaksudkan agar yang kita terima betul-betul sampai menjadi 'milik' kita. Inilah yang menjadi 'tujuan' dari penerimaan kita, tanpa sampai kepada tujuan penerimaan, kita hanya sampai kepada batas 'teori' atau 'pengertian' saja. Penerimaan yang benar melampaui batasan pengertian atau teori ini; kita mulai bersentuhan dengan 'realita' FIRMAN TUHAN yang kita terima tersebut. Namun demikian, masih ada satu langkah lagi yang seringkali menjadi penghambat terhadap penerimaan tersebut, yaitu 'ketidak-percayaan' bahwa TUHAN dan FIRMANNYA itu benar sepenuhnya dan dapat diandalkan dalam segala keadaan. Untuk mengatasinya tidak cukup atau tidak memadai hanya dengan mempelajari 'sejarah Alkitab', tapi satu cara yang pasti adalah dengan 'meyakininya' bahwa TUHAN dan FIRMANNYA itu benar sepenuhnya. Meyakini di sini, sekali lagi sama dengan 'menerimanya'; jangan biarkan pikiran kita dikacaukan oleh keingin-tahuannya akan hal-hal yang berada diluar jangkauan otak kita tersebut; kita harus mengendalikan pikiran kita dengan hati dan kemauan kita. Hati dan kemauan kita itu kita pagari dengan FIRMAN TUHAN yang mengatakan, 'Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan' (Amsal 13:13). Manusia Allah Yang Perkasa, jangan ragu-ragu menerima dan menjadikannya sebagai 'milik' segala yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita di dalam KRISTUS. Pemberian Allah di dalam KRISTUS adalah pemberian yang terbaik dan yang menghidupkan kita dengan kualitas hidup yang tertinggi
  • 2.
    dan termulia, yaituhidupNya TUHAN sendiri (Kolose 3:4). Jadikan proses 'penerimaan' ini sebagai bagian kegiatan yang utama dalam hidupmu, amin.