Pharma
                                                                                                                                                    new Platform*new Energy
MEDIA PHARMA InDonEsIA




                                                                                                                                          PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA


                                                                                           Media Partner of                                                                                                                     ExcLusivE


                                                                                        IPEX
                                                                                                                                                                                                                                intERviEw


                                                                                        indonesia
                                                                                        PharMaceutical eXPo

                                                                                          29 SeP-2 OcT 2011
                                                                                        JAkArTA INTerNATIONAl exPO
                                                                                            kemAyOrAN JAkArTA


                                                                                                                                                                                                                      DR biAntoRo wAnAnDi
                                                                                                                                                                                                                           Mengawal
                                                                                                                                                                                                                               Projek
                                                                                                                                                                                                                            Switching
                                                                                                                                                                                                                           Rx to OTC
                                                                                                                                                                                                                         Di Indonesia
                                                                                                                                                                                                                               LocAL issuE

                                                                                                                                                                                                                               National

                                                                                       otc Products:
                                                                                                                                                                                                                               Goal for
                                                                                                                                                                                                                                Public
                                                                                                                                                                                                                                Health


                                                                                     A healthy
                                                                                                                                                                                                                             GLobAL issuE

                                                                                                                                                                                                                           Patent will
                                                                                                                                                                                                                            Disappear


                                                                                     perspective'
                                                                                                                                                                                                                           Brands can
                                                                                                                                                                                                                           last forever
Penerbitan Media PHARMA INDONESIA didedikasikan untuk Bidang Farmasi Indonesia.




                                                                                                                                                                                   Call us for friendly advise




                                                                                   PT. TIGAKA DISTRINDO PERKASA
                                                                                   Jl. Tanah Abang II No.37, Jakarta 10160, Indonesia Phone (62-21) 3508981, Fax (62-21) 3861847

                                                                                  MEDIA PHARMA INDONESIA - TAHUN KE 05 - EDISI 02/2011                                                                           pharmabiz.indonesia@gmail.com
14
                                                  GAbunGAn PERusAHAAn
                                                    fARMAsi inDonEsiA




'Rek Ayo Rek' SUkSeSkAN

MunAs
GAbunGAn PERusAHAn
                          kE                  tAHun
                                              2011

fARMAsi inDonEsiA

 tRAnsfoRMAsi
 usAHA fARMAsi
 inDonEsiA MEnjADi
 tuLAnG PunGGunG
 EkonoMi nAsionAL




11-14
oktober
2011
sHangrila
Hotel
surabaya

                               Pharma
                                New Platform*New Energy



                                PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA
2        MEDIA PHARMA InDonEsIA

                                                      EDitoR insiGHt




                                                      Optimisme
                                                      di Pertengahan
                                                      Tahun 2011
                                                      Pembaca,
                                                      Sebelumnya redaksi meminta maaf lahir batin. Bukan saja untuk moment bulan suci Ramadhan
                                                      tetapi juga karena beberapa hal yang membuat penerbitan Media Pharma Indonesia menjadi
                                                      sedikit terkendala. Tetapi syukurlah, semua itu telah berhasil diatasi dengan baik.

Pemimpin Redaksi                                      Bulan Agustus tentu merupakan simbol dari momen proklamasi kemerdekaan tanah air tercinta.
Erwin E Ananto                                        Kemerdekaan Indonesia yang lahir pada 17 Agustus 1945, yang juga jatuh pada 17 Ramadhan
Redaktur Eksekutif
                                                      sejatinya memiliki nilai intrinsik bisa dipahami sebagai suatu peristiwa kebetulan. Kendati demi-
Iwan Setiawan Bunie                                   kian juga harus kita yakini sebagai suatu rancangan besar Tuhan YME untuk bangsa Indonesia.

Dewan Redaksi                                         Pembaca, di tengah gonjang-ganjing isu korupsi yang tak kunjung reda dan terpapar terus berita-
Erwin E Ananto, Chandra Wisnu                         nya di sebagian besar media masa, sesungguhnya sikap optimis malah makin menguat di hati dan
Brata, Rendy Eko Purnomo,
M Syarif Lubis, Icuk Sugiarto,                        pikiran masyarakat Indonesia, bahwasanya kita akan mampu menyelesaikannya.
Achmad Syauqi, Jihan Novitasari
                                                      Sikap optimis ini tampak pada ulasan edisi kali ini dengan adanya kemajuan ekonomi Indonesia
Sekretaris                                            selama semester II tahun 2011. Kemajuan ekonomi itu tentu menjadi sumber motivasi dan
Aprilia Hardiyanti
                                                      semangat untuk memperjuangkan kemajuan sektor farmasi guna meningkatkan daya saing.
Kontributor
Dika Amelia Ifani                                     Disamping menyoroti isu-isu ekonomi yang berdampak positif pada sektor industri farmasi,
                                                      redaksi juga mengulas topik hangat, hasil survei yang diungkap oleh lembaga survei Synovate
Ide Grafis                                            Research pada tahun 2009 lalu mengenai respon publik terhadap obat OTC di 17 negara, dengan
bursaide@yahoo.com
                                                      melibatkan sebanyak 12.000 responden di negara-negara itu. Survei itu bisa menjadi bahan acuan
                                                      alternatif bagi pemasar farmasi Indonesia khususnya di sektor obat bebas.
DewAN PAkAr                                           Isu tentang perkembangan di sektor obat bebas ini kami sajikan untuk memberi dorongan industri-
Anthony Ch. Sunarjo, MBA                              industri farmasi lokal dalam upaya meng-goal-kan projek Switching Rx to OTC yang saat ini sedang
Drs. Johannes Setijono                                ditindaklanjuti dalam sebuah white paper oleh GP Farmasi Indonesia untuk maju ke BPOM.
M. Syamsul Arifin
Dr. Boenyamin Setiawan, PH.D                          Projek Switching Rx to OTC ini tentu pekerjaan yang kompleks, namun GP Farmasi Indonesia
Biantoro Wanandi
                                                      yakin projek ini akan membuka secara luas akses masyarakat Indonesia untuk memperoleh obat
Darojatun Sanusi
                                                      yang terjangkau, khususnya obat untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan. Projek ini dinilai
Kai Arief Iman Selo Mulya
Drs. Jahja Santoso
                                                      mampu meminimalisasi anggaran kesehatan pemerintah yang besar dalam program SJSN, dengan
Kendrariadi S, MBA                                    alasan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia makin
Ir. Ferry A Soetikno, MSc, MBA                        mampu membeli obat-obatan ringan OTC dari saku mereka.
Trianto Kuswita, DR. W
DR. Subowo D.T, MBA, PhD                              Demikian isu-isu disamping isu lainnya yang tersaji pada edisi kali ini. Mudah-mudahan ulasan
                                                      tersebut lebih memperkaya wawasan bagi para pelaku usaha farmasi, baik secara ekonomi maupun
                                                      sosial guna membantu masyarakat Indonesia memiliki swa-sembada obat di masa depan.

    Pharma
             New Platform*New Energy
                                                      Selamat membaca. Tetap Optimis!

                                                      Redaksi
       PHARMA inDustRy, businEss & tEcHnoLoGy MEDiA




                                                                                                        pharmabiz.indonesia@gmail.com
reDAkSI & BISNIS
Direct. 0882 10010 567
                                                      TERIMA KASIH TElAH MEMbERIKAn DuKungAn :
Gedung Triguna
Jl. Hang lekiu III No 17                              Departemen Kesehatan Republik Indonesia       Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)
Telp. (021) 722 8638, 739 5818                        Badan Pengawas Obat Dan Makanan               Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI)
Faks. (021) 722 8638                                  Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan   Pharma Material Management Club (PMMC)
kebayoran Baru - Jakarta 12120                        Depertemen Perindustrian                      International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG)
pharmabiz.indonesia@gmail.com                         Kementrian Riset dan Teknologi                Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)
                                                      Badan Koordinasi Penanaman Modal              Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI)
MEDIA PHARMA InDonEsIA   3
contEnt


      BusInEss nEws                                                                                                              4
      ThE CasE
      15 Biotech's R&D Biggest Spenders                                                                                          8


                                                                                                                                                                                8
      OTC products: “A healthy perspective"                                                                                     12
      BusInEss EConomy
      They are falling in love with Indonesia                                                                                   18
      A lot of homework for Indonesia                                                                                           20
      InTErVIEw
      Dr Biantoro Wanandi: Mengawal Projek Switching Rx to OTC untuk Indonesia' 22



                                                                                                                                                                          18
      LoCaL IssuE
      National Goal for Public Health                                                                                           26
      Lima Industri Farmasi dengan Pertumbuhan Pendapatan Tertinggi 2010                                                        28




                                                                                                                                              22
      Harga BBO Naik Stagnan                                                                                                    31
      Harga Jual Jamu Naik hingga 20%                                                                                           32
      GLoBaL IssuE
      Pharmerging Market Berkontribusi 28%                                                                                      34
      A Patent will Disappear, Brands can last forever                                                                          36
      BusInEss sECTIon
      PT Cahaya Bumi Cemerlang: Excipient & Coating Systems Solutions                                                           38
      PaCKaGInG
      The Role of Color                                                                                                         40




                                                                                                                                                                     26
      suPPLy ChaIn
      Penggunaan GS1di Seluruh Dunia                                                                                            42
      BusInEss DIrECTory                                                                                                        46




terimakasih
Kepada semua Mitra
yang telah mendukung
Media Pharma Indonesia
yang telah terbit sejak
September 2006


Redaksi akan berupaya
terus menyampaikan info bisnis
seputar kesehatan dan farmasi
dengan harapan setiap tulisan
yang tersaji dapat memberi
kontribusi bagi kemajuan dunia
kesehatan dan farmasi
di tanah air.

Redaksi Media Pharma Indonesia




Pharma
           New Platform*New Energy




     PHARMA inDustRy, businEss & tEcHnoLoGy MEDiA      LIPI
                                                    Penerbitan MEDIA PHARMA INDONESIA Didedikasikan untuk Kemajuan Bidang Farmasi & Kesehatan Indonesia.
4       MEDIA PHARMA InDonEsIA

Business news
iPMG                                PAsAR fARMAsi nAsionAL

Mncs farmasi                        Diproyeksikan capai Rp 39 triliun
targetkan 30%                       Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia           Group (IPMG), memperkirakan meski pasar
                                    memproyeksikan pasar farmasi nasional,          farmasi Indonesia meningkat, pangsa produ-
Pangsa Pasar                        termasuk obat resep, obat bebas, serta alat     sen farmasi asing (MNCs) di negeri ini stagnan
                                    kesehatan, mencapai Rp 38 triliun - Rp 39       di level 21%. Sedangkan pangsa produsen
Lokal                               triliun, naik 14,7% dibandingkan 2010.          farmasi lokal mencapai 79%.

Produsen farmasi asing (MNCs)       Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum GPFI,       Stagnansi pangsa produsen farmasi di Indo-
di Indonesia yang tergabung         mengatakan kenaikan pasar farmasi tahun         nesia terjadi karena perusahaan farmasi asing
di IPMG menargetkan pangsa          ini didukung peningkatan konsumsi produk        di Indonesia mengalami disefisiensi produksi,
pasar mereka di Indonesia           farmasi seiring proyeksi pertumbuhan jumlah     yakni volume produksi yang kecil, membuat
meningkat sebsar 9% menjadi         penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta       biaya produksi tidak efisien. Kondisi itu mem-
30% di 2011 dibandingkan 2010       jiwa, dari tahun lalu 234 juta jiwa.            buat produsen farmasi asing sulit medapatkan
sebesar 21%. Peningkatan pangsa                                                     marjin laba yang besar. Itu terjadi karena kebi-
itu seiring kenaikan permintaan     Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif        jakan pemerintah yang mewajibkan MNCs
domestik serta peningkatan
  John Lechleiter                   International Pharmaceutical Manufacturing      memiliki fasilitas produksi di Indonesia.<rnd>
investasi MNCs di Indonesia.

Luthfi Mardiansyah, Chairman        MiLLEnniuM PHARMAcon intERnAtionAL
IPMG menjelaskan perusahaan
farmasi nasional masih mendo-
minasi pasar obat di Indonesia
hingga 2011. Pangsa produsen
                                    targetkan Pendapatan naik 19,4%
farmasi nasional pada 2011 di-      PT Millennium Pharmacon International           "Kami sedang membangun satu kantor
perkirakan mencapai 70%.            Tbk (SDPC) menargetkan pendapatan               cabang baru di Manado tahun ini," kata
"Pangsa pasar MNCs di Indone-       pada 2011 naik 19,4% menjadi Rp 1 triliun       Andrew. Kantor cabang Millennium Phar-
sia ditargetkan mencapai 30%        dibanding 2010, seiring peningkatan             macon pada tahun ini ditargetkan berjumlah
pada tahun ini," ujarnya.           permintaan obat dan alat kesehatan di           30 unit, meningkat dibandingkan 2010
                                    pasar domestik. Andrew Loke, Presiden           sebanyak 29 unit.
Menurut dia, meski pangsanya        Direktur Millennium Pharmacon, men-
cukup rendah, MNCs tetap ter-       jelaskan peningkatan pendapatan akan            Andrew menilai hingga saat ini target pertum-
tarik menanamkan investasi di       mendorong pertumbuhan laba bersih per-          buhan pendapatan tersebut bisa tercapai,
Indonesia karena potensi pasar      usahaan yang ditargetkan naik 16,6%             dengan mengacu pada hasil penjualan
yang besar. IPMG memperkira-        menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini.             kuartal I 2011. Berdasarkan laporan keuang-
kan pasar farmasi Indonesia 2011                                                    an perseroan, Millennium Pharmacon meraih
mencapai Rp 38 triliun, naik        Dia menjelaskan target peningkatan penda-       pendapatan Rp 226,07 miliar di kuartal I
10,5% dibandingkan tahun 2010       patan perusahaan juga didorong pertumbuh-       2011, naik 8,94% dibanding periode yang
sebesar Rp 34 triliun.              an pasar farmasi nasional yang diprediksi       sama 2010 sebesar Rp 207,5 miliar. Laba
                                    naik 11% menjadi Rp 38 triliun pada 2011        bersih perseroan menunjukkan peningkatan
Namun menurut Luthfi regulasi       dibandingkan 2010. Perseroan membuat            signifikan di kuartal I 2011, naik 4.877%
membatasi peran produsen asing      target pertumbuhan pendapatan mengacu           menjadi Rp 746,68 juta dibanding periode
dalam industri farmasi nasional,    pada kenaikan target penjualan masing-          yang sama di 2010 sebesar Rp 15 juta.
dalam hal penetrasi pasar dan       masing prinsipal rekanan perusahaan.
kompetisi domestik, industri far-                                                   Dia mengakui perseroan mengalami penu-
masi asing saat ini dihadapkan      "Upaya revitalisasi dan ekspansi jaringan       runan pendapatan pada 2010 karena peng-
pada ketatnya pengawasan oleh       akan mendorong pertumbuhan pendapatan           hentian kerja sama dengan PT Merck Tbk
Komisi Pengawas Persaingan          perseroan pada 2011," ujar Andrew.              (MERK) pada Desember 2009. Namun,
Usaha (KPPU).                                                                       dengan masuknya dua prinsipal lokal yakni
                                    Millennium Pharmacon menganggarkan dana         PT Tobbest Busindo pada kuartal I 2010 dan
Diakuinya perubahan kebijakan       dana belanja modal untuk revitalisasi dan       PT Maharupa Gatra pada kuartal II 2010,
pemerintah dan ketatnya penga-      ekspansi pada 2011 mencapai Rp 9,6 miliar.      Millennium Pharmacon menargetkan omset-
wasan KPPU bisa mempengaruhi        Perusahaan berencana mendanai ekspansi          nya bisa meningkat kembali pada tahun ini.
rencana investasi produsen farma-   tersebut dari kas internal dan pinjaman bank,
si asing di Indonesia. "Kami ber-   antara lain dari Standard Chartered Bank.       "Hingga akhir kuartal I 2011, rata-rata pen-
harap minat investasi produsen                                                      dapatan Millennium Pharmacon per bulan
farmasi di Indonesia terus me-      Dana belanja modal itu akan dipakai dalam       mencapai Rp 89,9 miliar. Kami menargetkan
ningkat karena adanya kepastian     bentuk pembangunan gedung cabang baru,          pada semeseter II 2011 rata-rata pendapatan
hukum dan kebijakan pemerintah      pembelian kantor untuk cabang baru, serta       perseroan bisa mencapai Rp 90 miliar-Rp 92
yang konsisten," ujarnya.<dbs>      penambahan unit-unit pengantaran (delivery).    miliar per bulan," ujar Andrew. <dbs>
MEDIA PHARMA InDonEsIA           5




 GAbunGAn PERusAHAAn fARMAsi inDonEsiA
                                                                                                   obAt PALsu

farmasi terbantu Pembebasan                                                                        Peredarannya
bea Masuk impor bahan baku                                                                         Diperkirakan
                                                                                                   naik 11%
Gabungan Perusahaan Farmasi                                  Para produsen farmasi telah
Indonesia menyatakan penerbitan                              sepakat untuk tidak menaikkan         International Pharmaceutical
Peraturan Menteri Keuangan                                   harga jual obat pada tahun ini,       Manufacturers Group (IPMG)
Nomor 80 Tahun 2011 tentang                                  dengan memperhatikan daya beli        memperkirakan peredaran obat
Penetapan Sistem Klasifikasi                                 masyarakat, khususnya kalangan        palsu di Indonesia pada 2011
Barang dan Pembebanan Tarif Bea                              menengah ke bawah.                    mencapai Rp 5,7 triliun - Rp 7,6
Masuk Atas Barang Impor,                                                                           triliun, meningkat 11% diband-
yang di antaranya membebaskan                                Hal itu dilakukan untuk memberi       ing tahun lalu. Kenaikan tersebut
bea masuk bahan baku farmasi,                                dukungan target pertumbuhan           didorong peningkatan konsumsi
akan mendorong penurunan                                     penjualan farmasi nasional pada       obat domestik.
biaya produksi industri farmasi di                           2011 sebesar 11%-14% dari
                                   Anthony Ch Sunarjo                                              Menurut Lutfi Mardiansyah, Ketua
Indonesia.                                                   penjualan tahun lalu Rp 34 triliun.
                                                             "Kami berharap pemerintah mem-        IPMG, tingginya peredaran obat
Hal itu karena dalam aturan tersebut, bea         bantu mengefisienkan biaya-biaya komponen        palsu di Indonesia saat ini karena
masuk 20 pos tarif bahan baku obat yang           produksi, untuk mengimbangi langkah kami         harganya lebih murah dibanding-
naik 5% sejak 1 Januari 2011 kembali              yang tidak menaikkan harga jual," kata           kan obat yang memiliki hak paten.
menjadi 0%.                                       Anthony.                                         Nilai peredaran obat palsu mencapai
                                                                                                   15%-20% dari proyeksi total pasar
                                                  Asosiasi juga berharap, dalam merumuskan         farmasi nasional pada tahun ini
Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum
                                                                                                   sebesar Rp 38 triliun. "Sebagian ma-
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia,            kebijakan terkait bahan baku obat, pemerin-
                                                                                                   syarakat masih cenderung memilih
mengatakan dengan penurunan bea masuk             tah bisa berunding terlebih dahulu dengan
                                                                                                   produk obat dengan harga yang
bahan baku tersebut, harga jual bahan baku        produsen sebagai pemangku kepentingan
                                                                                                   lebih murah," kata Lutfi.
obat di Indonesia menjadi turun 5%, sesuai        (stakeholders) yang melaksanakan kebijakan.
besaran penurunan dalam peraturan itu.                                                             Dia menerangkan obat palsu yang
                                                  Apalagi bahan baku obat yang dikenai bea         beredar di Indonesia ada yang di-
Kondisi itu tentu akan berdampak pada biaya       masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan           racik di dalam negeri namun ada
produksi industri farmasi nasional. "Penurun-     Nomor 241 Tahun 2010 merupakan bahan             pula yang diimpor dari beberapa
an bea impor bahan baku akan membantu             baku utama industri farmasi seperti sulfame-     negara seperti Singapura dan Ma-
produsen dalam menjaga margin," kata dia.         toxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan     laysia. Namun Lutfi tidak menge-
                                                  aluminium hydroxide.                             tahui persentase impor obat palsu
Dia menilai produsen akan lebih terbantu lagi                                                      di Indonesia. Karena obat-obat itu
jika pemerintah menurunkan seluruh pos tarif      Permenkeu Nomor 80 Tahun 2011 merupa-            diimpor secara ilegal. Pemakaian
bea masuk bahan baku industri farmasi yang        kan revisi atas Peraturan Menteri Keuangan       obat palsu merugikan masyarakat
naik sejak awal 2011, sebanyak 80 pos tarif.      Nomor 241 Tahun 2010. Revisi bea masuk           dan produsen farmasi di Indonesia.
                                                  bahan baku obat itu diterbitkan setelah 15
Selain itu, pemerintah juga harus segera dan      produsen farmasi yang tergabung dalam            Sofjan Wanandi, Ketua Umum
benar-benar merealisasikan pelaksanaan            Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia            Asosiasi Pengusaha Indonesia,
penurunan bea masuk tersebut sesuai               bersedia membatalkan kenaikan harga jual         menilai maraknya peredaran obat
aturan. Hingga kini, asosiasi masih belum         obat pada kuartal I 2011.                        palsu dan kedaluwarsa di Indonesia
mendapat salinan resmi Peraturan Menteri                                                           karena lemahnya penegakan hukum.
Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 tersebut.            Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedia-        Aparat penegak hukum jarang me-
                                                  ningsih, sebelumnya telah mengatakan kepa-       lakukan inspeksi mendadak sebagai
Berdasarkan data Gabungan Perusahaan              da produsen farmasi diimbau untuk menahan        upaya penegakan hukum untuk
Farmasi Indonesia, komponen harga bahan           kenaikan harga jual obat pada 2011.              mencegah peredaran obat palsu dan
baku impor menyumbang rata-rata 20%-25%                                                            kedalwarsa. "Inspeksi mendadak
dari harga jual obat.                             Sebagai kompensasinya, Menteri Kesehatan         dilakukan setahun sekali, yakni
                                                  akan mengusulkan revisi Peraturan Menteri        menjelang Lebaran," kata Sofjan.
Sementara 90% bahan baku farmasi di Indo-         Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 agar biaya
nesia masih diimpor dari beberapa negara          produksi perusahaan farmasi di Indonesia         Meski obat palsu marak beredar,
seperti India, China, Amerika Serikat, dan        tidak naik karena beban bea masuk bahan          IPMG memperkirakan penjualan
negara-negara Eropa.                              baku impor. <cwb/dbs>                            obat yang dilakukan secara resmi
                                                                                                   tidak akan terganggu. <erw>
6      MEDIA PHARMA InDonEsIA

Business news
Pt kiMiA fARMA tbk



bangun Pabrik
obat injeksi Rp 216 M
PT Kimia Farma Tbk akan membangun                       Strategi Jangka Panjang                                     Pembangunan pabrik obat injeksi ini ber-
pabrik obat injeksi corticosteroid se-                  Pabrik obat injeksi yang akan dibangun                      potensi meningkatkan marjin karena pro-
nilai Rp 216 miliar pada 2011, hasil                    Kimia Farma dengan perusahaan asal                          duksinya yang dilakukan sendiri. Kimia
kerja sama patungan dengan Tianjin                      China, Tianjin King York, ditargetkan untuk                 Farma menjual obat generik, obat resep
King York, perusahaan berrbasis di                      beroperasi pada 2013. Pabrik itu akan                       (lisensi dan narkotika), OTC, bahan baku
China. Pembangunan pabrik itu akan                      memproduksi jenis obat injeksi corti-                       farmasi seperti minyak nabati, yodium,
meningkatkan kapasitas produksi                         costeroid yang digunakan untuk peradang-                    kina, alat kesehatan dan kontrasepsi.
perseroan sehingga meningkatkan                         an sistemik, untuk mengobati berbagai
pendapatan.                                             penyakit seperti alergi dan asma.                           Sisa alokasi belanja modal perseroan
                                                                                                                    senilai Rp 42 miliar akan digunakan untuk
Menurut Syamsul Arifin, Dirut Kimia Farma,      Menurut laporan keuangan tahunan Kimia                              mengakuisisi PT Sinkona Indonesia Lestari
pabrik obat injeksi itu direncanakan ber-       Farma, perusahaan memiliki lima pabrik                              serta membangun tiga apotek di Kuala
kapasitas 300 juta ampul dan 100 juta           yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Sema-                           Lumpur, Malaysia. Nilai akuisisi PT Sinkona
ampul per tahun. Kimia farma dan Tianjin        rang, Watudakon, dan Medan.                                         diestimasikan senilai Rp 20 - 25 miliar.
King York masing-masing akan
berkontribusi 50% dari kebutuhan                           Profil Pabrik Kimia Farma                                                 Produk Kimia Farma
investasi pembangunan pabrik itu.      No. Lokasi Pabrik             Produksi                                                    No. Lini Produk        Jumlah
"Saat ini proses kerjasama itu masih 1. Pabrik Jakarta    Tablet, kapsul, cairan, krim, produk steril,                           1. Generik (OGB)          168
pada tahap negosiasi, untuk pola                          serta fasilitas produksi betalaktam.                                   2. Produk Consumer Health
joint venture yang akan dibentuk       2. Pabrik Bandung  Tablet, cairan, granul, serta fasilitas produksi hormon,                   - OTC                  19
                                                          AKDR, kina dan derivatnya.                                                 - Obat Herbal          26
nantinya," ujarnya.
                                             3.   Pabrik Semarang  Minyak lemak, kosmetika, produk fitocare seperti minyak           - Kosmetika            20
                                                                   kayu putih dan minyak telon                                   3. Etikal Bermerek         88
Menurut Syamsul, penandatangan-     4.            Pabrik Watudakon Kapsul lunak, tablet, obat luar,serta fasilitas penambangan   4. Narkotika                9
an nota kerja sama pembangunan                                     dan produksi yodium.                                          5. Kontrasepsi              3
pabrik itu sudah dilakukan pada     5.            Pabrik Medan     Tablet dan Krim                                                                   Total 333
2010. Perseroan menargetkan
proses pembangunan pabrik itu dimulai                   Keseluruhan pabrik ini umumnya mem-                         Pasca-akuisisi, Kimia Farma akan menjadi
pada semester II 2011.                                  produksi kapsul dan tablet. Sementara                       pemegang saham mayoritas. Sinkona
                                                        pembangunan pabrik obat injeksi itu akan                    bergerak dalam bidang produksi kina.
Dia menerangkan investasi yang dilakukan                dilakukan di Cikarang, Jawa Barat.                          Dengan akuisisi ini, Kimia Farma akan
Kimia Farma dalam pembangunan pabrik                                                                                mendapatkan kontribusi dari penjualan
obat injeksi akan didanai anggaran belanja              Pembangunan pabrik obat injeksi itu me-                     produk kina.
modal perseron tahun ini. Kimia Farma                   rupakan strategi jangka panjang untuk
menganggarkan belanja modal sebesar Rp                  mendiversifikasi jenis obat yang akan di-                   Pada 2010, kina, yodium, dan minyak
150 miliar pada 2011. Kimia Farma akan                  hasilkan serta upaya peningkatan omset                      nabati hanya menyumbangkan 2% ter-
menggunakan dana Rp 108 miliar untuk                    hasil produksi sendiri. Selama ini Kimia                    hadap pendapatan konsolidasi Kimia
pembangunan pabrik tersebut.                            Farma lebih banyak menjual obat-obat yang                   Farma. Penjualan tiga bahan baku itu
                                                        diproduksi oleh pihak ketiga. Hingga kuartal                menyumbangkan pendapatan senilai Rp
Sisa dari belanja modal tahun ini diguna-               I 2011 omset obat Kimia Farma 78%-nya                       61 miliar pada tahun lalu.
kan untuk mengakuisisi anak usaha PT                    adalah produksi pihak ketiga, dan 22%
Sinkona Indonesia Lestari dan memba-                    diproduksi sendiri.                                         Pembangunan apotek di Kuala Lumpur
ngun tiga apotek di Kuala Lumpur,                                                                                   hasil kerja sama dengan perusahaan Aver-
Malaysia, hasil kerja sama dengan                       Dalam 6 tahun terakhir, pendapatan Kimia                    roes Pharma, Kimia Farma hanya sebagai
perusahaan farmasi Malaysia, Averroes                   Farma tumbuh 12% per tahun (CAGR)                           minoritas. Produk-produk yang dijual pada
Pharma.                                                 periode 2005-2010 dengan pendapatan                         apotek itu, akan menggunakan merek pro-
                                                        pada 2010 senilai Rp 3,18 triliun. Pada                     duk Kimia Farma sehingga memperoleh
Kimia Farma menargetkan omset 2011                      periode ini, marjin laba usaha Kimia Farma                  royalti sebesar 2%.
tumbuh 11% menjadi Rp 3,52 triliun                      mencapai 2,8%-4,7%, dengan marjin laba
dibandingkan 2010. Pada kuartal II 2011,                usaha pada 2010 tumbuh ke level 4,6%                        Kerja sama apotek Kimia Farma-Averroes
perseroan memproyeksikan pendapatan                     dari sebelumnya. Hingga kuartal I 2011                      Pharma itu akan menambah jaringan dis-
meningkat 5%-10% menjadi Rp 666- Rp                     marjin laba usaha Kimia Farma mencapai                      tribusi produk-produk Kimia Farma secara
697 miliar dibandingkan kuartal I 2011.                 5,1%, level tertinggi sejak tahun 2005.                     regional. <erw>
MEDIA PHARMA InDonEsIA        7




intERnAtionAL PHARMAcEuticAL MAnufActuRERs GRouP                                                     novARtis inDonEsiA


Empat Mncs Eropa berencana                                                                           tingkatkan
                                                                                                     Pangsa Produk
investasi bahan baku farmasi                                                                         kesehatan Mata
                                                                  Indonesia tidak diijinkan
                                                                  mengimpor obat.                    PT Novartis Indonesia, berencana
                                                                  Selama ini sebesar 95% bahan       memperkuat penetrasi produk pera-
                                                                  baku farmasi di Indonesia          watan mata dan layanan kesehatan
                                                                  masih diimpor dari negara          di Indonesia seiring selesainya pro-
                                                                  lain, seperti Cina. Bahan baku     ses merger induk usaha Novartis AG
                                                                  itu antara lain sulfametoxazol     dengan Alcon Inc. Divisi Alcon di
                                                                  ciprofloxacin, dextromethorphan,   Indonesia yang baru akan mengikut-
                                                                  dan hydroxide.                     sertakan bisnis Alcon selama ini
                                                                                                     yaitu obat-obatan yang berhubungan
                                                                  Ketersediaan pasokan bahan         dengan kesehatan mata.
                                                                  baku dan obat yang lebih besar
                                                                  di Indonesia akan berdampak
                                                                  pada efisiensi produksi obat.
                                                                  "Biaya produksi bisa ditekan
IPMG menyatakan sebanyak 3-4 prinsipal              hingga 10% jika bahan baku cukup tersedia
farmasi multinasional asing (MNCs)akan              di Indonesia," ujar Lutfi.                       Lutfhi Mardiansyah, Presiden Direk-
berinvestasi untuk produksi bahan baku                                                               tur Novartis Indonesia, mengatakan
                                                                                                     langkah merjer kedua perusahaan
farmasi serta produksi obat di Indonesia.           Kondisi investasi yang kurang kondusif men-
                                                                                                     akan makin memperkuat keberada-
Rencana investasi MNCs itu karena                   dorong MNCs memilih investasi ke negara
                                                                                                     an Novartis dalam bidang layanan
melihat potensi pertumbuhan pasar farmasi           lain, seperti Malaysia, Vietnam, Australia,
                                                                                                     kesehatan dan farmasi. "Ke depan,
nasional.                                           dan Selandia Baru. Saat ini konsumsi obat
                                                                                                     dengan masuknya Alcon ke dalam
                                                    di Indonesia masih kecil, yakni US$ 15 per       Novartis akan menciptakan kekuatan
Lutfi Mardiansyah, Ketua IPMG, mengata-             tahun per kapita, lebih rendah dibandingkan      bisnis perawatan mata dengan jang-
kan jika produsen farmasi asing itu berinves-       negara Asia lain seperti Malaysia yang sudah     kauan komersial lebih luas," kata dia.
tasi di Indonesia, maka bahan baku obat akan        mencapai US$ 45 per tahun per kapita.
lebih mudah didapat di dalam negeri. MNCs                                                            Berdasarkan keterangan tertulis
 itu berasal dari negara maju seperti Eropa.        Sri Indrawati, Direktur Jenderal Bina Far-       Novartis AG pada akhir 2010, nilai
"Mereka itu masih menunggu iklim investasi          masi dan Alat Kesehatan Kementerian              merjer kedua perusahaan global itu
yang lebih kondusif di Indonesia," ujar dia.        Kesehatan Indonesia, mengatakan salah            mencapai US$ 12,9 miliar. Selama
                                                    satu upaya mendorong investasi farmasi           ini Novartis merupakan salah satu
Lutfi menilai untuk menciptakan iklim inves-        asing adalah dengan melonggarkan aturan          MNCs farmasi yang memproduksi
tasi yang kondusif sesuai keinginan MNCs            kepemilikan asing dari 75% menjadi 100%.         obat-obatan inovatif, kesehatan mata
itu, pemerintah harus menyusun aturan inves-                                                         obat resep dan generik, produk kese-
tasi yang mendukung. Selama ini Pemerintah          Dengan kebijakan baru itu, prinsipal farmasi     hatan konsumen, vaksin pencegahan
dinilai masih belum memberikan insentif             multinasional akan menjadikan Indonesia          penyakit, serta alat-alat diagnosis.
investasi bahan baku farmasi di Indonesia.          sebagai basis produksi sehingga berimplikasi     Salah satu vaksin yang diproduksi
"Insentif itu bisa dalam bentuk tax holiday         meningkatkan teknologi di sektor tersebut.       Novartis adalah vaksin meningitis.
serta kemudahan ijin investasi," ujar Lutfi.        Harga obat modern pun bisa menjadi lebih
                                                    murah.                                           PT Novartis Indonesia akan bergerak
Saat ini produsen farmasi asing di Indonesia                                                         cepat untuk merespons organisasi
masih mengalami inefisiensi produksi, yakni         Investasi farmasi pada 2011 diperkirakan         baru hasil dari merjer induk usaha.
beroperasi dengan volume produksi yang              meningkat 50%-60% dibandingkan proyeksi          "Kami akan mematangkan susunan
kecil sehingga membuat biaya produksi tidak         tahun lalu, dari US$ 500 juta menjadi US$        organisasi lokalnya," kata Lutfi.
efisien. Inefisiensi itu terjadi karena kebijakan   750 juta – US$ 800 juta, seiring rencana
pemerintah yang mewajibkan produsen                 pemerintah telah melonggarkan aturan bagi        Tahun lalu, Novartis Group mencetak
farmasi asing memiliki fasilitas produksi di        kepemilikan modal asing di Indonesia.            penjualan sebesar US$ 50,6 miliar,
Indonesia.                                                                                           dan sekitar US$ 9,1 miliar diinvestasi
                                                    Kapasitas produksi industri farmasi nasional     kan dalam riset. Penjualan Alcon sen-
Lutfi menuturkan MNCs di Indonesia juga             diharapkan akan meningkat terutama untuk         diri pada 2010 mencapai US$ 7,2
terkendala dengan Permenkes 1010 Tahun              obat resep yang belum dibuat di dalam            miliar. Perusahaan itu memproduksi
2008 tentang Registrasi Obat. Dalam aturan          negeri, seperti obat kanker, gagal jantung,      produk-produk tetes mata selama
itu, MNCs yang tidak memiliki pabrik di             dan diabetes.<cwb>                               65 tahun. Rencananya, Alcon akan
                                                                                                     menjadi divisi baru di Novartis. <is>
8       MEDIA PHARMA InDonEsIA


    The Case
biotEcH uPDAtE




15 biotech's
R&D biggest
spenders
bAGiAn PERtAMA

                                                                                    benar-benar merombak dan mempengaruhi lanskap
                                                                                    riset di sektor farmasi.
    Big Pharma adalah bisnis global dengan sejumlah pemain yang
    tersebar di seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Tapi 'Big                  Sebaliknya, yang ditemukan disini, mungkin kita
    Biotech' adalah bisnis yang lahir dan dibesarkan di Amerika                     akan melihat beberapa perusahaan bioteknologi
    Serikat dan meskipun diversifikasi secara internasional, industri               menjadi incaran Big Pharma pada tahun-tahun
    telah membuat label 'made in the USA' ke dalam DNA-nya.                         mendatang. Beberapa sudah terlihat, seperti Roche
                                                                                    mengakuisisi Genentech yang mengawali tren itu.




           F
                                                                                    Sanofi Aventis secara perlahan dan hati-hati meng-
                                                                                    gandeng Genzyme, dan berambisi untuk mendapat-
                            FierceBiotech telah menganalisa rilis terbaru dari      kan apa yang telah mereka capai dengan anggaran
                            catatan investasi industri R&D Farmasi di Uni           R&D sebagai pendorongnya.
                            Eropa termasuk Top 15 Peringkat Belanja Teratas
                            pada R&D Bioteknologi Global. Rilis ini termasuk        Berikut adalah perusahaan-perusahaan R&D
                            beberapa informasi tambahan tentang strategi para       yang memiliki anggaran belanja besar setelah
                            pemainnya dalam memburu penemuan baru.                  'perkawinannya' dengan 'Big Pharma' :

                            Dengan mengamati Top 15 Peringkat Belanja pada          1. AMGeN (GeNeNTeCH-AMGeN)
                            R&D Bioteknologi Global ini kita akan menemukan         Berbasis di Amerika Serikat
                            sebanyak 11 industri berbasis di Amerika Serikat        Anggaran R&D sebesar US$ 2,72 miliar
                            (AS), berada pada lima urutan teratas. Melampaui        Menurun -5,5% dari 2008
                            perusahaan asal Jepang dan Australia, serta Eropa       Pendapatan untuk R&D sebesar 19.6%
                            yang berhasil masuk pada urutan 11 dari R&D
                            Bioteknologi.                                           Sekarang Genentech telah
                                                                                    mendapatkan posisinya di
                            Tidak seperti Top 15 Belanja R&D Farmasi yang
                                                                                                                    bELAnjA
                                                                                    bawah perusahaan induk,
                                                                                                                    R&D 2009
                            menunjukkan angka-angka bernilai besar, namun           Roche yang membawanya           AMGEn
                            pada sektor biotek ini belanja R&D mereka tampak        menjadi perusahaan biotek-

                                                                                                                    2,72
                            jauh lebih kecil.                                       nologi berbasis R&D terbesar.
                                                                                    Dengan belanja R&D sebesar
                            Beberapa pemain Big Pharma mungkin akan mem-            US$ 2,72 miliar, angka yang
                            beli satu atau dua perusahaan, tetapi kita tidak akan   hampir menyamai gabungan        Miliar
                            menemukan sebuah mega-merger/akuisisi yang              tiga anggaran dari pemain       Dolar As
MEDIA PHARMA InDonEsIA     9




                                                                Itulah salah satu alasan mengapa rumors hangat tentang
                                                                Amgen yang beredar baru-baru ini bahwa 'seseorang' akan
                                                                segera membuat tawaran kepada Acteleon, Swiss. Dan seperti
                                                                perusahaan big pharma, Amgen sangat tertarik berekspansi ke
                                                                pasar negara-negara berkembang.

                                                                Ini adalah jumlah besar, sebanding dengan pendapatan yang
                                                                diperoleh dari blockbuster selama bertahun-tahun dari beberapa
                                                                obat aging anemia yang ikut dalam kompetisi. Meskipun
                                                                Amgen sering mendapat sindiran sebagai salah satu calon
                                                                'pecundang terbesar' di masa mendatang ketika para provider
                                                                biosimilars mulai mengirimkan 'sinyal persaingan' mereka.

                                                                Tetapi tampaknya Amgen memiliki banyak waktu untuk
                                                                merombak diri sebelum itu terjadi. Buy-out yang dilakukannya
                                                                akan mendukung pembangun R&D untuk memperoleh per-
                                                                setujuan yang baru bagi Dmab. Strategi yang sama juga akan
                                                                dilakukan pada Vectibix obat kanker kolorektal. Obat kanker
                                                                kepala dan leher, walaupun hasil studinya masih mengecewakan
                                                                di awal tahun 2010 lalu.

                                                                2. BIoGeN IDeC
                                                                Anggaran R&D sebesar US$ 1,2 miliar
                                                                Meningkat 19.7% dari 2008
                                                                Pendapatan untuk R&D sebesar 29,3%

                                                                Tahun 2010 lalu telah menjadi yang ter-       bELAnjA
         ToP 15 BIoTECh R&D SPENDER                             berat bagi Biogen Idec. Biogen Idec dan       R&D 2009
                    (2009)




                              15
                                                                Roche memilih untuk mengakhiri pro-           bioGEn iDEc
                                                                gram pengembangan ambisius mereka
  no.
  1. Amgen
             ComPany

  2. Biogen Idec
                              2009
                             2.72B
                               1.2B
                                          GrowTh ('08)          pada tahap akhir untuk obat rheumatoid
                                                                arthritis-nya yakni, Ocrelizumab. Salah
                                                                satu penerima terbesar Avonex untuk
                                                                                                              1,2
                                                                                                              Milyar
  3. Gilead Sciences          849M                              multiple sclerosis mendapatkan saingan        Dolar As
  4. Genzyme                  805M                              baru, Gilenya, obat oral multiple sclerosis
                                                                keluaran Novartis.
  5. Celgene                  745M
  6. Kyowa Hakko Kirin        478M                              Dan tampaknya segera muncul pesaing lain dalam waktu dekat.
  7. Vertex Pharmaceuticals 454M                                Biogen Idec telah berupaya (namun gagal) untuk mengambil
  8. Life Technologies        320M                              alih Facet Biotech Corp. Facet setuju untuk diakuisisi oleh
  9. CSL                      267M                              Abbott Laboratories sebesar US$ 27 per saham. Ketika satu
  10. Amylin Pharma.          172M                              masalah berlalu, disusul keluarnya CEO James Mullen setelah
                                                                berselisih dengan seorang aktivis Carl Icahn, dan pada Juli 2010
  11. Genmab               123.01M
                                                                kedudukan Mullen digantikan oleh George Scangos, seorang
  12. Cubist Pharma.        118.8M                              ahli peneliti yang lama memimpin Exelixis.
  13. Merial Animal Health    115M
  14. MannKind             108.95M                              Scangos harus sedikit meluangkan waktu sebelum melakukan
  15. Abraxis Biosciences     107M                              restrukturisasi besar di Biogen Idec, dengan tujuan merombak
                                                                perusahaan ini menjadi lebih efisien dan gesit. Terdengar sangat
                                                                mirip dengan big pharma yang kembali pada alurnya. Bagian
besar di bawah posisinya dalam daftar. Ini menjadi milestone    dari fokus baru R&D-nya akan memprioritaskan program-
pencapaian yang paling dicari tahun 2009. Dengan Denosumab      program Biogen Idec dengan mengedepankan kemitraan.
(obat tulang) sebagai obat pertamanya yang mendapat persetu-
juan, diikuti 'lampu hijau' dari kebijakan penting kedua yang   Dalam sebuah wawancara dengan Boston Globe, Scangos mem-
makin memantapkan pertumbuhan, biotek Genentech-                perjelas bahwa divisi R&D tidak bisa bekerja dengan isolasi.
Amgen.                                                          "Kami adalah lingkaran sangat kecil di tengah alam semes-
                                                                ta yang besar, dan perkembangan yang menarik lebih me-
Pada pertengahan tahun 2010 lalu, CEO Amgen, Kevin Sharer       mungkinkan datang dari luar dan dalam perusahaan," kata-
menggulirkan dana sebesar US$ 20 miliar untuk akuisisi baru.    George Scangos.
10       MEDIA PHARMA InDonEsIA


 The Case




                               Kevin Sharer        George Scangos          John Lechleiter    Henry Tremeer      Robert Hugin
                               CEO Amgen           CEO Biogen Idec         President & CEO    Chairman & CEO     CEO Celgene
                                                                           Gilead Sciences    Genzyme




3. GIleAD SCIeNCeS                                                         global untuk jenis obat HIV, Truvada di posisi atas
Berbasis di Amerika Serikat                                                dengan penjualan US$ 2,49 miliar pada 2009, sementara
Anggaran R&D sebesar US$ 849 juta                                          Atripla di posisi kedua dengan US$ 2,38 miliar dolar AS,
Meningkat sebesar29,1% dari 2008                                           dan Viread (tenofovir disoproxil fumarate) diurutan ketujuh
Pendapatan untuk R&D sebesar 12,7%                                         dengan penjualan US$ 668 juta. Total ketiganya lebih dari
                                                                           US$ 5,5 miliar.
Gilead telah menjadi kekuatan penting dalam bioteknologi
berdasarkan karyanya dalam terapi untuk HIV/AIDS,                          4. GeNzyMe
kombinasi untuk menyerang virus dari ber-                                  Berbasis di Amerika Serikat
bagai titik. Dengan beberapa ide dan strategi yang                         Anggaran R&D mencapai US$ 805 juta
serupa untuk Hepatitis C, perusahaan ini telah mencoba                     Menurun -33% dari 2008
melakukan upaya serupa pada target                                         Pendapatan untuk R&D sebesar 18,7%
baru. Kendati pada hasil awalnya        bELAnjA
masih mengecewakan.                     R&D 2009                           Ketika manufaktur Genzyme mengalami kekacauan,
                                              GiLEAD                       sejumlah analis tidak memberi peluang banyak kepada
Untuk memperbaiki itu, baru-                                               CEO Henri Termeer untuk tetap bertahan. Berlanjut

                                              849
baru ini Gilead merekrut Dr John                                           dengan datangnya seorang aktivis Carl Icahn menyodor-
McHutchison dari Duke untuk                                                kan daftar tuntutan. Sanofi-Aventis telah menindaklanjuti
mengelola biaya R&D pada area                                              dengan tawaran sebesar US$ 18,5 juta.
Hepatitis C ini. Dia bergabung      juta
dengan tim yang handal, yang saat   Dolar As                               Tapi Termeer tidak bertahan diposisi puncak Genzyme
ini menjalankan enam studi tahap                                           dan menjadikannya sebagai perusahaan biotek besar
akhir terhadap HIV/AIDS. Ada enam studi yang sedang                        tanpa kemampuan bertahan dalam proses yang panjang.
berlangsung, termasuk 9190 GS untuk Hepatitis C dan                        Untuk mengatasi situasi Tremeer lebih memilih untuk
lima studi tahap awal lainnya.                                             'membuang' kelebihan beban perusahaan. Beberapa aset
                                                                           'pelengkap' Genzyme Genetika, dijual. Dan Termeer
R&D yang agresif itu telah dibayar mahal dengan lahirnya                   memberi waktu selama lima tahun kepada para periset
beberapa produk blockbuster. Obat yang dihasilkan Gilead                   untuk menindak-lanjuti studi klinik terhadap pasien
itu berhasil menempati peringkat dua teratas penjualan                     pengguna Alemtuzumab (Campath).

                                                                                        Namun pada studi tahap pertengahan para
  R&D Spending in US$ billion                                                           periset mengatakan bahwa 87% pasien
                                                                                        multiple sclerosis yang memakai Campath
               Amgen                                                                    tidak mengalami perbaikan kondisi mereka.
           Biogen Idec                                                                  Sementara itu, hanya 62% pasien yang
                                                                                        memakai Rebif (interferon beta-1a), produk
        Gilead Science
                                                                                        keluaran Merck Serono bisa membuat klaim
             Genzyme                                                                    yang sama.
               Celgene
                                                                                        Pada analisa tahap akhir Campath mulai tam-
     Kyowa Hakko Kirin                                                                  pak layaknya blockbuster bernilai US$ 2 miliar
         Vertex Pharm.                                                                  dalam sales tahunan. Bagi Genzyme, itu
        Life Technology                                                                 tampak sebagai bukti dalam kasus perusahaan
                                                                                        bioteknologi bernilai US$ 89 per saham. Jika
                   CSL                                                                  diadakan lagi, Genzyme mungkin memper-
        Amylin Pharm.                                                                   oleh peluang yang lebih baik untuk meng-
                                                                                        angkat suatu kasus pada mipomersen, yang
                          0   0,5     1                              2,5       3        telah mencatat penurunan kadar LDL 'buruk'
                                                                                        secara signifikan pada studi tahap akhir.
news
                                                                                                                MEDIA PHARMA InDonEsIA              11

                                                                                                                    stripenews
                                                                                                                   GPfi:
                                                                                                                   omset obat Bisa
                                                                                                                   turun 15% pada
Genzyme ingin memakai obat itu pada familial                                                                       Bulanramadhan
hyper-cholesterolemia, suatu gangguan genetik
yang bisa memicu tingkat tinggi kolesterol 'jahat'.
Namun, para analis telah menyatakan bahwa ter-
dapat lonjakan enzim hati secara signifikan yang
dapat mengurangi jangkauan pasar obat itu secara
keseluruhan.

Tentu saja, Genzyme telah melakukannya dengan
sangat baik sebagaimana dilakukannya pada                                                                          Kendrariadi Suhanda
populasi pasien kecil.
                                                                                                                   Penjualan obat di Indonesia
5. CelGeNe                                                                                                         pada bulan Ramadhan dan
Berbasis di Amerika Serikat                                                                                        lebaran 2011 diperkirakan bisa
Anggaran R&D sebesar US$ 745 juta                                                                                  turun 10%-15% menjadi Rp
Menurun sebesar -14.8% dari 2008                                                                                   2,55 triliun - Rp 2,41 triliun dari
                                                       Celgene tidak menunjukkan adanya tanda-tanda                bulan biasa sebesar Rp 2,83
Pendapatan untuk R&D sebesar 29%                       strategi cadangan untuk R&D yang ambisius.                  triliun, menurut GP Farmasi
                                                                                                                   Indonesia (GPFI).
Sepanjang tahun 2009 lalu                              6. KyowA HAKKo KIRIN
strategi R&D Celgene tam-       bELAnjA                Berbasis di Tokyo, Jepang                                   Kendrariadi Suhanda, Wakil
pak seperti versi yang lebih    R&D 2009               Anggaran R&D sebesar US $ 478 juta                          Sekjen GPFI, menjelaskan
kecil dari Big Pharma seb-      cELGEnE                Menurun sebesar -3,8% dari 2008                             penurunan itu karena masya-
agai mitra dengan platform                                                                                         rakat Indonesia yang sebagian

                                745
                                                       Pendapatan untuk R&D sebesar 11,3%
baru yang ambisius untuk                                                                                           besar muslim mengurangi
                                                                                                                   konsumsi obat, khususnya di
mengidentifikasi calon obat                            Kyowa Hakko Kirin adalah 'sarang' bagi kesepakat            siang hari terkait ibadah puasa.
yang menjanjikan, membeli       juta                   an biotek. Perusahaan ini bersemangat memajukan
produk dan program baru.        Dolar As               obat baru untuk kanker, imunologi dan alergi, itu           "Masyarakat cenderung mem-
                                                       adalah jalur perjanjian lisensi yang sulit, memung-         beli barang konsumsi lain, se-
Di sisi pengembangan, Cel-                             kinkan akses pada teknologi antibodi yang kini              perti makanan dan minuman,
gene membujuk dengan nilai US$ 130 juta untuk          menjadi salah satu area 'hot' dalam penemuan obat.          untuk kebutuhan Ramadhan
menyewa suatu platform teknologi Agios guna                                                                        dan lebaran," ujarnya.
mendapatkan kandidat obat baru. Dan untuk se-          Pada 2009 bioteknologi Je-                                  Data GPFI mencatat, omset
lanjutnya mereka bersedia membayar senilai US$         pang mencapai kesepakatan        bELAnjA                    obat di Indonesia pada 2010
120 juta untuk setiap peng-obatan baru sebagai         senilai US$ 315 juta dolar       R&D 2009                   mencapai Rp 34 triliun. Tahun
penawaran berikutnya.                                  untuk antibodi inflamasi,        AstELLAs                   ini, GPFI menargetkan penjualan
                                                       awalnya ditargetkan untuk        PHARMA                     obat nasional naik 11,7%
Pada buyout sebesar US$ 2,9 miliar dalam bentuk
tunai dan saham kepada Abraxis dalam kesepakat
an untuk menyediakan obat Abraxane yang dipas-
arkan dengan dua kandidat obat yang masih dalam
                                                       inflamasi pada kolitis ulsera-
                                                       tiva dan penyakit Crohn,
                                                       dengan perpanjangannya
                                                                                        1,63
                                                                                        Milyar
                                                                                                                   menjadi Rp 38 triliun dari 2010.

                                                                                                                   Menurut Kendra, penurunan
                                                                                                                   omset obat di bulan Ramadhan
                                                       untuk rheumatoid arthritis.      Dolar As                   ini tidak akan mempengaruhi
tahap klinis III dan praklinis. Selain itu juga Cel-                                                               target penjualan produsen
gene telah membeli Gloucester Pharmaceuticals          Setahun sebelumnya                                          pada tahun ini. Itu juga tidak
senilai US$ 640 juta pada Januari 2010.                Amgen telah mencapai kesepakatan senilai US$                akan mempengaruhi proyeksi
                                                       520 juta dolar untuk salah satu antibodi dari               penjualan di kuartal III secara
Gloucester mendapatkan persetujuan untuk               Kyowa, KW-0761, untuk mengatasi inflamasi dan               signifikan. "Penjualan farmasi
Istodax, yang digunakan untuk mengobati bentuk         onkologi. Pada 2009 tercapai kesepakatan Kyowa              akan kembali normal setelah
limfoma non-Hodgkin, setahun yang lalu. Selanjut-                                                                  lebaran, seiring mulai mening-
                                                       Asia untuk obat Bardoxolone Reata.                          katnya konsumsi obat di
nya Celgene berencana untuk meneruskan studi
                                                                                                                   masyarakat," ujarnya.
pada obat itu untuk pemakaian lain.                    Pada awal tahun 2009 Kyowa Hakko Kirin telah
                                                       menandatangani perjanjian kemitraan dengan                  GPFI memperkirakan penjualan
Celgene memperoleh sebagian dari total pendapa-        Dicerna Pharmaceutical yang dimulai dari kecil              obat di kuartal III 2011 mencapai
tan Revlimid dan Thalomid, dan itu jelas akan          tapi berpotensi besar, senilai US$1,4 juta. Dan be-         Rp 11,4 triliun, meningkat
diversifikasi. Pada hari pertama R&D yang akan         berapa bulan kemudian Lundbeck telah melisensi              11,7% dibanding periode yang
dilaksanakan selama lima tahun, Celgene mengu-         program-program untuk penyakit Parkinson dan                sama di 2010 sebesar Rp 10,2
raikan rencana untuk kanker paru-paru, kemoter-                                                                    triliun. Omset kuartal III 2011
                                                       penyakit sistem saraf pusat lainnya.                        diperkirakan menyumbang 30%
api termasuk untuk anemia. multiple myeloma.
                                                                                                                   dari total penjualan farmasi
Penyakit Crohn, gangguan pencernaan, psoriasis,                                          www.fiercepharma.com      tahun 2011. <erw>
gangguan kulit, dan arthritis psoriatis.
12   MEDIA PHARMA InDonEsIA


The Case




otc products:
'A healthy
perspective'


             ke 17 negara
         itu adalah; Australia,
        belgia, chili, Perancis,
         jerman, Hong kong,
      Hongaria, indonesia, korea,
      belanda, serbia, singapura,
        spanyol, taiwan, uEA,
         inggris, dan Amerika
                serikat.
MEDIA PHARMA InDonEsIA       13


sebuah survei dilakukan oleh
synovate inc. pada Desember                         Pada setiap penilaian individual dan
2009 telah mengungkap fakta                         persepsi kesehatan perorangan,
                                                    tampaknya responden di setiap pasar memiliki
di 17 pasar di beberapa negara,




t
                                                    keinginan yang sama untuk meningkatkan
mencakup hampir sebanyak                            kesehatan mereka, dengan 87% mengatakan
                                                    mereka bertindak dalam 12 bulan terakhir untuk
12.000 responden.                                   memperbaiki kondisi kesehatan.




            Tentu rahasia bahwa salah satu kekayaan            "Ini berarti banyak orang yang kurang menya-
            terbesar dapat memiliki adalah kesehatan.          dari apa yang sehat dan tidak sehat, sehingga
            Survei terbaru yang dilakukan oleh Synovate        standar mereka mungkin tidak sampai ke
            pada sikap masyarakat terhadap obat bebas          tingkat yang sama seperti negara-negara lain.
            menunjukkan bahwa banyak dari kita kesa-           Namun, UEA dianggap memiliki kesehatan
            daran yang baik terhadap kesehatan.                yang sangat baik, mayoritas penduduk setem-
                                                               pat dan ekspatriat memiliki jangkauan peng-
            Pada kenyataannya, kebanyakan orang meng-          obatan pribadi dan fasilitas medis yang ber-
            klaim telah melakukan beberapa tindakan da-        kualitas tinggi.
            lam 12 bulan terakhir untuk meningkatkan
            kesehatan mereka. Lalu, apa yang mereka            "Hal ini dapat memberikan kontribusi kepada
            telah lakukan, dan pada bagian mana peran          orang-orang yang merasa sedang dalam kon-
            obat bebas dalam perawatan diri mereka?            disi kesehatan yang baik (good) atau sangat
            Synovate berusaha mencari tahu.                    baik (excellent),"kata Karlsson.

            Health - the whole package.                        Namun, tidak semua pasar memiliki pandang-
            "Health is a state of complete physical,           an sehat ini. Khususnya, Korea dan Taiwan
            mental and social well-being, and not merely       memiliki pandangan yang berbeda, dengan
            the absence of disease or infirmity."              skor 37% dan 39% masing-masing mengklaim
            WHO 1948                                           berada dalam keadaan sehat (baik) dan
                                                               sangat baik.
            Synovate telah melakukan survei kepada
            hampir 12.000 orang dari 17 negara yakni           Jellinek Frank, Client Relationship Manager
            Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong   untuk Synovate Korea menjelaskan,"Orang
            Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda,         Korea perfeksionis pada kesehatan dan
            Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, Uni Emirat     penampilan, sedangkan generasi yang lebih
            Arab (UEA), Inggris, dan Amerika Serikat (AS).     tua percaya bahwa 'kesehatan berasal dari
                                                               dalam', Generasi pasca-perang Korea melihat
            Survei ini untuk memahami sikap dan keper-         ini sedikit berbeda, dan berinvestasi besar-
            cayaan mereka dalam membeli obat-obatan            besaran dalam perawatan kecantikan dan
            di area bebas (OTC), kepercayaan pada efek-        kesehatan.
            tivitas label toko dibandingkan dengan obat
            bermerek serta pengaruh para dokter dan            Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa
            apoteker.                                          mayoritas orang Korea tidak puas dengan
                                                               kesehatan mereka karena mereka tahu
            Secara umum, sebagian besar responden              bisa lebih sehat. Dan mereka serius melaku-
            (60%) merasa sehat sekali (baik sekali),           kannya. Ini juga menjelaskan adanya berbagai
            dengan skor 13% akan mengatakan mereka             produk kesehatan, alami atau sebaliknya,
            berada dalam kondisi sehat. Responden              yang dapat mereka beli di toko online atau
            berasal dari UEA merupakan yang terbanyak          kunjungan ke rumah.
            dengan 84% menganggap diri mereka dalam
            kesehatan yang baik (49%) atau sangat baik         KESEhATAN DALAM GENGGAMAN
            (35%), diikuti oleh Indonesia (82%).               Pada setiap penilaian individual dan persepsi
                                                               kesehatan perorangan, tampaknya responden
            Menurut Per-Henrik Karlsson, Business Devel-       di setiap pasar memiliki keinginan yang sama
            opment Director Synovate CEEME (Central/           untuk meningkatkan kesehatan mereka,
            Eastern Europe and Middle East), kesadaran         dengan 87% mengatakan mereka bertindak
            terhadap kesehatan relatif baru bagi banyak        dalam 12 bulan terakhir untuk memperbaiki
            penduduk lokal dan asing di UEA.                   kondisi kesehatan.
14           MEDIA PHARMA InDonEsIA


The Case

Kegiatan utama yang disebutkan, memakan lebih                                warga                                     Tampaknya demikian, menurut Karlsson,
banyak buah dan sayuran (61%), dengan berolah                                indonesia                                 "Kebanyakan orang di UEA cenderung
raga teratur (37%), suplemen vitamin (35%) dan                                                                         membawa obat analgesik OTC dan meng-
berusaha menurunkan berat badan (33%).
                                                                             adalah                                    gunakannya bahkan hanya untuk sakit
                                                                             pembeli                                   kepala ringan, seperti gejala ringan pilek
"Responden dari Hungaria (83%), Serbia (76%)                                 teratas untuk                             atau flu, atau lainnya yang umum, paling
dan Chili (73%) adalah pendukung tertinggi                                   obat batuk                                mungkin akibat iklim yang sangat panas
untuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan                                     dan Demam                                 diluar berkombinasi dengan temperatur
sayuran, dengan kecenderungan dikapitalisasi                                                                           dingin dari mesin pendingin di ruangan."
pada merek makanan,"kata Rafael Céspedes,                                    dengan skor

                                                                             46%
Managing Director Synovate di Chili.                                                                                   Sementara pada ujung paling bawah dari
                                                                                                                       skala adalah Taiwan hanya 10%, diikuti
"Ada kekhawatiran lebih besar di Chili tentang                                                                         oleh Hong Kong 15%, dan Chili 17%.
makan sehat ini telah diadopsi oleh merek                                    disusul oleh
dalam kegiatan komunikasi produk mereka yang                                 korea                                     Managing Director Synovate Taiwan,


                                                                             56%
difokuskan pada peningkatan konsumsi buah-                                                                             Jenny Chang memakai atribut ini untuk
buahan dan sayuran," tambahnya.                                                                                        sistem perawatan kesehatan yang ter-
                                                                                                                       jangkau dan mudah diakses di Taiwan.
Untuk Australia, program studi yang paling                                                                             Dibandingkan dengan negara lain, klinik
populer dari tindakan untuk meningkatkan                                                                               dan rumah sakit di Taiwan umumnya
kesehatan adalah berusaha menurunkan berat                                                                             lebih mudah diakses, pasien lebih suka
badan (sebesar 61% versus rata-rata global                                                                             mendapat nasihat profesional, dokter,
33%). Dari mereka yang disurvei, Australia juga                                                                        apoteker bahkan untuk gejala ringan.
merupakan pembeli terbesar produk penurunan berat
badan 11% terhadap rata-rata global sebesar 4% (diikuti                                   Selain itu, obat yang diresepkan seperti analgesik atau obat
oleh Spanyol dengan 10%). Ini adalah kesempatan besar                                     batuk/flu sebagian besar tercakup di dalam Biro Asuransi
bagi merek, kata Mike Cassidy, Managing Director Synovate                                 Kesehatan Nasional (BNHI-Bureau of National Health Insu-
Australia.                                                                                rance) dengan skema penggantian yang membuat obat-obat
                                                                                          itu sangat terjangkau oleh pasien dan bahkan lebih murah
"Australia cepat menjadi salah satu bangsa paling gemuk                                   dari obat bebas .
di dunia, sehingga rencana pemasaran produk penurunan
berat badan dan memberikan peluang besar bagi banyak                                      "Selain itu, begitu banyak klinik tradisional Cina di Taiwan
merek. Pemerintah Australia melakukan pekerjaan yang                                      dibahas dalam BNHI bahwa orang akan pergi ke sana untuk
sangat baik menyoroti risiko yang terkait dengan kelebihan                                perbaikan secara alami, seperti naprapathy." (Bodywork yang
berat badan. Itu sebabnya hampir dua-pertiga dari kita yang                               memanipulasi tulang belakang dan jaringan ikat).
berupaya merampingkan tubuh," lanjut Mike Cassidy
                                                                                          Warga Indonesia adalah pembeli teratas untuk obat batuk
DoSING UP                                                                                 dan demam dengan skor 58%, disusul oleh Korea 56%.
Jadi apa yang terjadi pada daftar belanja obat kami?                                      Robby Susatyo, Managing Director Synovate Indonesia,
Obat Batuk/Demam (40%) dan Analgesik (38%) adalah dua                                     mengatakan, pemakaian OTC obat batuk dan demam tinggi
obat teratas yang dibeli oleh orang di seluruh dunia selama                               merupakan kombinasi dari faktor perubahan cuaca di sini
enam bulan terakhir. Ketika survei dilakukan selama pada                                  yang drastis, cuaca cerah di pagi hari dan hujan pada jam
'musim flu', apa yang dapat dipertimbangkan pada sebagian                                 berikut, tak lama matahari kembali memanaskan udara.
besar pasar, mungkin terjadi sedikit kejutan. Tapi, di pasar
selalu ada beberapa pemimpin yang jelas dalam pembelian                                   Ketidakkonsistenan iklim meningkatkan kerentanan oleh
obat-obatan ini.                                                                          dampak cuaca. Kota Jakarta juga salah satu kota terpadat
                                                                                          ke tiga di dunia memicu pilek menyebar dengan cepat.
Untuk Analgesik, warga UEA adalah pembeli teratas, dengan                                 Sementara sangat terbatasnya cakupan asuransi kesehatan
skor 72% dalam enam bulan terakhir. Sementara juga warga                                  sehingga hampir semua orang membayar untuk pengobatan
Inggris 62% dan Australia 61%. Apakah ini suatu kasus pen-                                mereka sendiri. Oleh karena biaya dokter mahal, orang
cegahan lebih baik daripada pengobatan?                                                   cenderung membeli OTC dan mengobati sendiri.



     Jumlah responden yang disurvei di 17 negara
      417        517      508      506       500      1000         644        1.047 1002 1.123                600         1.002       504       1.007     505         511       507

     australia   Belgia   Chili   Perancis   jerman   Hong Kong   Hungaria    Indonesia    Korea    Belanda   Serbia      Singapura   Spanyol   Taiwan   uni emirat   Inggris   amerika
                                                                                          Selatan                                                          arab                 Serikat
MEDIA PHARMA InDonEsIA               15




sejauh mana
                                                       Saya berpikir merek produk OTC
                                                       efektif sebagai produk bermerek.     17%         23%                     27%       18%        10% 5%

anda setuju                                    Saya lebih suka menggunakan/memberi-
                                                  kan keluarga saya merek yang diakui.      12%    15%                24%         25%               20%     3%

atau tidak                                            Saya khawatir tentang mengambil
setuju dengan                                          obat atau diresepkan oleh dokter.
                                                                                         10% 16%                      25%         23%           23%         2%


pernyataan                                           Saya lebih suka OTC selain melalui
                                                                dokter ketika saya bisa.
                                                                                             20%         22%                      26%     16%        14%    2%

berikut?                                  Saya telah mengambil suatu produk OTC tanpa
                                                                                                  27%         18%           15%     16%             22%    2%
   Sangat tidak setuju                   benar-benar membaca label/mengikuti instruksi

   Agak tidak setuju                              Saya lebih suka menggunakan pengo-
                                                                                            15%     19%                      29%        18%          16%   3%
                                                   batan alternatif kapan pun saya bisa.
   Setuju atau tidak setuju
                                        Saya khawatir bahwa asisten penjual OTC kurang
   Agak Setuju                                                                              13%    18%                    25%       22%             18%     3%
                              berpengalaman untuk merekomendasikan beberapa produk.
   Sangat Setuju
                                                         Saya percaya apoteker memberi       19%        21%                 20%         24%          14%    2%
   DK/Ref                                                saya saran tentang produk OTC.

                                                                 Saya nyaman membeli        21%          18%              19%     15%          20%         8%
                                                                 obat OTC di luar negeri.

                                       Saya senang untuk memakai pil tidur ketika beper-
                                       gian untuk membantu tertidur, misalnya di pesawat     35%                    15%     10% 7%             26%         6%


                                           Saya meminta orang lain untuk membeli saya
                                                  obat OTC ketika pergi ke luar negeri.            34%          14%       11% 7%              29%          6%
Synovate research reinvented



Di sisi lain, kampanye iklan produk OTC yang sangat keras.                      generik dan fakta bahwa generik terkadang tidak memiliki
Dan banyak aspek lain bahkan orang yang tidak sakit                             kemasan dengan instruksi berbahasa Inggris yang muncul
termotivasi untuk membeli.                                                      persepsi sebagai barang impor yang murah dan inferior.

"Bagi warga Korea, ini lebih merupakan masalah kehati-                          Mungkin tidak mengherankan bahwa 44% responden memi-
hatian, jelas Jellinek, warga Korea sangat berhati-hati saat                    lih untuk memakai atau memberikan keluarga mereka pro-
muncul suatu penyakit, mereka mengenakan masker pada                            duk bermerek. Mengingat, UEA merupakan yang terbanyak
awal flu, atau ketika terjadi sebuah gelombang flu nasional.                    (86%), diikuti oleh Chili sebesar 79% (62% sangat setuju),
Kehati-hatian ini juga tercermin dalam administrasi obat-                       dan Singapura (71%). "Ini disebabkan campuran kebangsa-
obatan yang sering ada dalam dosis yang jauh lebih tinggi                       an di UEA, mereka mencari merek yang digunakan kembali
daripada di negara Barat. Namun, warga Korea juga dikenal                       di rumah," kata Karlsson. "Merek internasional lebih diper-
sebagai pendukung kuat jamu tradisional. Beragam 'peng-                         caya daripada merek lokal. Orang-orang di UEA menangani
obatan alami' yang tersedia menawarkan alternatif kepada                        kesehatan dengan sangat serius, mereka lebih suka merek
kedokteran barat dan makin banyak peminatnya.                                   yang diakui, yang mereka percaya."

PERTEMPURAN MEREK: LEBIh DARI SEKADAR LABEL?                                    Namun dari keseluruhan pasar, ada sebagian kecil pasar
Obat bermerek versus berlabel 'dari toko sendiri'? Perdebat-                    tidak setuju bahwa mereka lebih memilih untuk mengguna-
an ini melibatkan industri, bukan hanya pasar OTC. Tidak                        kan/memberikan keluarganya produk bermerek, sebesar
mengherankan jika opini yang berkembang berbeda-beda.                           28%, khususnya 70% warga di Hongaria tidak setuju, diikuti
Secara keseluruhan, 42% responden tidak memperhatikan                           oleh AS dan Perancis, 49% dan 48% masing-masing.
'label toko' di balik produk, sehingga menjadi efektif sebagai-
mana produk obat bermerek (Spanyol sebesar 71%, Inggris                         Tapi bagaimana apoteker melihat ketika berkenaan dengan
dan AS keduanya 65%).                                                           produk bermerek? Bertentangan dengan pandangan konsu-
                                                                                men seperti di Perancis, apoteker menganggap merek me-
Sebaliknya, hampir sepertiga dari orang di seluruh dunia                        mainkan peran penting, kata Marc Papanicola, Managing
(27%) tidak menganggap 'label toko sendiri' itu efektif. UEA                    Director Synovate Perancis.
memiliki skor 52%, Chili 49%, Singapura 45%, sementara
Inggris memiliki skor terendah 6%. Responden setuju dengan                      Apoteker merasa bahwa lebih mudah untuk merekomen-
pandangan ini, dan menjadi atribut bagi Bob Douglas, Global                     dasikan salah satu obat yang paling dikenalmya. Pasien
Head of Synovate Healthcare untuk membangun persepsi                            lebih menyukai membeli obat dari informasi yang telah
dari kualitas.                                                                  mereka dengar melalui kampanye iklan atau karena orang
                                                                                di sekitar mereka sudah menggunakannya. Ini lebih mudah
Menurut Douglas, konsumen Inggris mungkin menganggap                            meyakinkan kepada mereka tentang kemanjuran obat itu.
merek sebagai lambang yang merepresentasikan kualitas.
Persepsi kualitas ini diperkuat oleh harga premium lebih dari                   Oleh karena itu, kesadaran merek di antara pasien benar-
16     MEDIA PHARMA InDonEsIA


The Case

benar penting bagi apoteker, last but not least, apoteker,      Namun, ada beberapa pasar yang lebih percaya nasihat
tentu saja memperhitungkan marjin laba mereka. Mereka           apoteker, termasuk UEA sebanyak 70%, Jerman 67% dan
tidak memiliki marjin yang sama pada setiap merek. Oleh         Hong Kong dan Serbia, keduanya sebanyak 66%.
karena itu mereka akan merekomendasikan merek yang
secara finansial favorable bagi mereka, tergantung pada         "Hasil ini mengkonfirmasi apoteker memiliki posisi yang kuat
kesepakatan awal dengan perusahaan farmasi.                     di berbagai negara, tidak hanya sebagai saluran penjualan
                                                                tetapi juga sebagai konsultan," kata Thomas Schafer,
DI TANGAN PRoFESIoNAL                                           Associate Director Synovate di Jerman.
Untuk menangani kesehatan biasanya kita hanya mencari
siapa yang kita yakini dapat memberikan saran terbaik.          BAGAIMANA DENGAN INFoRMASI KESEhATAN oNLINE?
Apakah dari seorang dokter, ataukah ada sumber-sumber           Dengan berkembangnya media online, tampaknya kesehatan
informasi lain yang efektif dan dapat diandalkan?               menjadi topik yang populer dalam komunitas online. Situs
                                                                obrolan (chatting) merupakan sumber yang paling populer
Synovate menanyakan kepada responden yang mengguna-             ke-empat untuk informasi kesehatan, sebanyak 20% respon-
kan sumber informasi kesehatan. Secara keseluruhan, ter-        den memilih menggunakan online. Bahkan lebih menarik lagi
dapat tiga profesi yang paling populer, yakni:                  ketika dilihat secara regional. Di Pasar Asia; Taiwan seanyak
1. Dokter Praktek Umum/Dokter Keluarga /Dokter/Dokter           48% dan Korea 36%. Skor ini jauh lebih tinggi dibandingkan
   Kesehatan Masyarakat sebesar 69%. Di sini, Belanda           Pasar Eropa seperti Spanyol 2%, Perancis dan Inggris,
   memimpin dengan skor 88%, diikuti oleh Australia 86%         masing-masing sebanyak 4%.
   dan Belgia 85%, yang terendah adalah Korea 34%, Hong
   Kong 39%, AS 62%                                             Apakah ini cermin yang jelas dari perbedaan sikap terhadap
2. Dokter Spesialis/Spesialis Kesehatan Masyarakat 34%.         situs kesehatan dan pengaruhnya terhadap kehidupan di
   Taiwan memimpin dengan skor 75%, diikuti oleh Korea          setiap pasar sehari-hari? Ini adalah keuntungan bagi merek
   61% dan Jerman 55%. Terendah adalah Hong Kong 7%,            yang eksis di pasar-pasar.
   Indonesia 12%, Inggris 17%.
3. Apoteker/Ahli Kimia 29%. Di Australia tertinggi dengan       Douglas memberi komentar bahwa secara keseluruhan,
   70%, Belgia 58%, dan Jerman 52%. Terendah adalah             tampak sangat jelas pentingnya internet sebagai sumber
   Hong Kong 6%, Indonesia 7%, 8% Serbia.                       informasi kesehatan, tidak hanya dalam hal informasi yang
                                                                dipublikasikan tetapi juga melalui penggunaan situs jejaring
Menurut Bob Douglas, "Untuk beberapa hal, ini mencermin-        sosial. Hasil ini mendasari pentingnya jejaring sosial yang
kan struktur kesehatan di setiap negara secara individu serta   memiliki implikasi signifikan.
kemudahan akses. Sebagai contoh, Belanda dan Inggris,
dokter praktek umum adalah gatekeeper untuk kesehatan.          STRATEGI KoMUNIKASI
Belanda menunjukkan skor tertinggi, 88%. Mereka akan            Tidak mengherankan untuk melihat beberapa Pasar Asia
mengunjungi dokter untuk mendapat nasihat untuk kesehat-        yang terkemuka, karena mereka cenderung lebih mudah
annya dan Inggris adalah salah satu yang terendah dalam         untuk menggunakan teknologi dibandingkan negara-negara
hal orang-orang yang mencari nasihat dari dokter spesialis.     Barat yang lebih konservatif.

"Peran apoteker dalam memberi nasihat tentang kesehatan         oTC Medicine: Sama pentingnya dengan sikat gigi?
ini sangat bervariasi. Di Australia 70% mengklaim, mereka       Ketika bepergian untuk urusan bisnis atau sekadar pleasure,
mencari nasihat dari apoteker. Sementara di Hong Kong           ada sejumlah item yang selalu ada didaftar tas/kemasan
hanya 6%. Peranan apoteker diatur untuk berubah secara          kita. Bagaimana dengan obat OTC? Synovate menanyakan
radikal dalam hal diagnosis dan pengobatan, dan data ini        kepada responden, obat OTC yang mereka bawa saat be-
menunjukkan bahwa penerimaan dan pengambilan inisiatif          pergian, dan terdapat tiga obat teratas yang mereka bawa
ini diterima sangat berbeda-beda di berbagai negara."           1. Pereda Nyeri 51%. Warga UEA diurutan pertama 75%,
                                                                   diikuti oleh Belanda dengan skor sebanyak 73%.
Secara keseluruhan 46% responden khawatir atas pemakai-         2. Obat Pencernaan 37%. Warga Belgia yang tertinggi di sini
an obat tanpa resep dokter. Pada tingkat pasar, UEA merasa         dengan skor sebanyak 66%, diikuti oleh Korea 53%.
paling kuat dengan skor 64%, diikuti Singapura 63% dan          3. Produk Pertolongan Pertama 35%. Chili 70% (dua kali lipat
Hong Kong 61%. Demikian pula, sebanyak 42% responden               rata-rata global), diikuti Korea dengan skor sebanyak 62%.
di seluruh dunia tidak setuju dan mereka lebih memilih obat
OTC daripada resep dokter. Reponden Serbia dan Taiwan,          Karena kebanyakan orang di UEA membawa analgesik OTC
keduanya memiliki skor tertinggi, 71%.                          setiap hari, jadi tidak mengherankan bila mereka juga mem-
                                                                bawanya di hari libur.
Sebesar 40% responden di seluruh dunia mengatakan bah-
wa mereka khawatir bahwa asisten penjualan OTC kurang           Salah satu hal penting bagi warga Arab dan Asia yang me-
berpengalaman untuk merekomendasikan produk. Sedang-            netap di UEA, yang dipertimbangkan ketika pergi berlibur
kan 43% tidak mempercayai saran dari apoteker, terutama di      ke luar negeri adalah sistem kesehatan dan rumah sakit
Hongaria dengan skor 89%, Belgia 85% dan Perancis 81%.          dari negara yang mereka kunjungi. Masalah medis dan
Jadi sepertinya, secara keseluruhan bahwa kepercayaan           keselamatan secara ekstrim menjadi top of mind,"kata
untuk pengobatan mereka terletak pada dokter.                   Karlsson.
MEDIA PHARMA InDonEsIA       17

                                                      secara
                                                      keseluruhan
 TERTIDUR LELAP
 Meskipun secara fisik mungkin mudah untuk
 melompat dari zona waktu ke zona waktu, tubuh
                                                      46%                      tidak merasa nyaman membeli OTC di luar
                                                                               negeri, kecuali warga UEA. Mayoritas di
                                                                               berbagai negara dengan ketidakpercayaan
 kita, dan terutama pola tidur, memerlu-              responden                yang tinggi, merasa baik-baik saja membeli
 kan waktu cukup untuk menyesuaikannya. Ini           khawatir atas            obat bebas di luar negeri," observasi
 akan masuk akal terutama untuk mereka yang           pemakaian                Germany's Schafer.
 melakukan perjalanan bisnis dengan waktu             obat tanpa
 terbatas, mereka dapat mempertimbangkan                                       "Tampaknya sikap ini tergantung langsung
 obat tidur yang menjadi bagian integral dari
                                                      resep dokter.            pada kualitas nasihat yang diberikan oleh
 perjalanan mereka sehingga mereka dapat              Demikian                 apoteker. Seorang traveller mungkin takut
 menjadwalkan tidur mereka sesuai dengan              pula, sebanyak           mereka tidak mendapatkan konsultasi di
 waktu setempat.                                                               luar negeri untuk digunakan di rumah.

 Kedengarannya cukup praktis, namun subjek
 'pil tidur' menghasilkan pandangan yang sangat
                                                      42%
                                                      responden di
                                                                               Segera setelah mereka tidak berharap
                                                                               memperoleh nasihat, mereka merasa
                                                                               nyaman untuk membeli di mana saja."
 berbeda antara pasar. Dan tampaknya tidak ada
 jalan tengah, hanya tingkat kenyamanan versus        seluruh dunia            Chili Céspedes menambahkan, "Ada
 kuat ketidaknyamanan dengan penggunaan pil           tidak setuju             beberapa ambiguitas antara sikap dan
 tidur saat bepergian.                                dan mereka               perilaku sebenarnya dari warga Chili ketika
                                                                               datang pada OTC. Tiga perempat yang telah
 Skor signifikan 95% dari Hongaria sangat setuju      lebih memilih            membeli obat bebas dalam enam bulan
 bahwa mereka senang untuk memakai pil tidur          obat otc                 terakhir namun 60%-nya mengatakan
 ketika bepergian seperti halnya dari Belgia 72%      daripada resep           bahwa mereka khawatir terhadap
 dan Spanyol 67%. Sebaliknya, 83% dari Serbia         dokter.                  penggunaan obat yang tidak diresepkan
 sangat tidak setuju bahwa mereka senang                                       oleh dokter.
 memakai pil tidur, diikuti oleh Jerman 73% dan
 Taiwan 70%.                                                                      Dalam skenario ini, maka tidak heran
                                                               mereka tidak merasa nyaman membeli obat-obatan luar
 Komentar Germany's Schafer,"Pil tidur memiliki reputasi       negeri. Sikap ini juga dapat dipengaruhi oleh kenyataan
 buruk di Jerman. Ada tren yang umum, tidak memakai obat-      bahwa mayoritas perjalanan ke luar negeri yang dilakukan
 obatan jika ada cara untuk menghindarinya, pil tidur tidak    oleh warga Chili berada di negara-negara Amerika Selatan
 dianggap penting atau kuratif di sini.                        lainnya, yang mereka anggap kurang dapat diandalkan untuk
                                                               isu-isu kesehatan.
 MEMBELI oBAT DI LUAR NEGERI
 Jadi, apakah sikap kita terhadap pembelian OTC dicerminkan    Di ujung lain spektrum, pembeli paling nyaman OTC luar
 oleh perilaku kita ke luar negeri? Tampaknya tidak. Sedang-   negeri adalah Spanyol dengan skor 58% (sangat atau agak
 kan sebanyak 35% dari orang di seluruh dunia sangat atau      setuju bahwa mereka merasa nyaman) dan, sampai batas
 agak setuju bahwa mereka merasa nyaman membeli obat           tertentu, Warga Amerika Serikat sebesar 40% sangat atau
 OTC di luar negeri, setengah dari Chili dan Jerman tidak      agak setuju. Memang, 70% dari orang Spanyol dan Amerika
 nyaman membeli obat OTC di luar negeri.                       Serikat, 56% dari Inggris bahkan akan meminta orang lain
                                                               membelikan OTC untuk mereka ketika di luar negeri.
 "Data menunjukkan bahwa mayoritas di pasar dengan             Nah, itu menjadi sebuah souvenir yang menarik untuk
 kepercayaan yang tinggi pada nasihat apoteker di rumah        dibawa pulang.



Pharma      InDonEsIA

                                                                                                            Have
                                                                                                           you
                                                                                                            visited
                                                                                                            it?
  A different point view.                                       click here




  Visit and get free digital version to save on your pc.



new Platform*new Energy                                                            search from Google > PHArmA cOmmuNITy
18      MEDIA PHARMA InDonEsIA


 Business eConomy
EconoMic uPDAtE




they are falling in love


H
with indonesia
hARIAN EKoNoMI Austria 'WirtschaftsBlatt' meng-     Pada 2020, E7 akan mengambil porsi terbesar dalam
ungkap kajian Pricewaterhouse-Coopers (PwC)         Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mengalahkan neg-
                                                    ara-negara maju yang tergabung dalam G7 yang terdiri dari
Januari 2011, yang memprediksikan bahwa dalam       Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, dan Kanada.
20 tahun mendatang kombinasi GDP dari tujuh
negara E7 (the Emerging Economic Countries),        Memperkuat survei PWC itu, Oxford Economics pada Juni
menjadi yang terbesar dan akan menggeser grup       2011, dalam survei yang dirilisnya pun menyebutkan E7
negara-negara industri maju, Group of Seven (G7).   akan mengalahkan kelompok negara-negara emerging
                                                    markets lainnya, seperti Vietnam, Kolombia, Afrika Selatan,
                                                    dan Korea Selatan.Dengan total jumlah populasi yang
                                                    saat ini hampir mencapai 2,6 miliar (lebih besar dibanding
                                                    G7), Oxford Economics memperkirakan populasi E7 yang
                                                    tumbuh dua kali lipat dari G7, gap antara dua kelompok ini
                                                    akan mencapai lebih dari 2,8 miliar pada 2020.

                                                    Survei dilakukan terhadap 363 eksekutif bisnis yang
                                                    mewakili lebih dari US$ 256 miliar pendapatan global.
                                                    Responden berasal dari AS 19%, Inggris 20%, India 15%,
                                                    Jepang 18%, serta China, Brazil, Meksiko, dan Australia
                                                    masing-masing sebesar 8%.

                                                    Para eksekutif bisnis yang menjadi responden itu berasal
                                                    dari berbagai sektor industri, seperti jasa keuangan, manu-
                                                    faktur, serta teknologi informasi dan komunikasi.

                                                    Oxford Economics merupakan salah satu perusahaan
                                                    konsultasi riset terkemuka di dunia. Didirikan pada 1981,
                                                    Oxford Economics yang bermitra dengan Templeton
                                                    College, Oxford University menjadi perusahaan konsultan
                                                    dan riset perekonomian global, industri, dan analisis bisnis.
                                                    Menurut survei ini, China akan mengalahkan AS pada
                                                    2018, menjadi negara dengan perekonomian terbesar di
                                                    dunia. Tapi di sisi lain, pertumbuhan bisnis yang sangat
                                                    cepat di negara-negara yang sedang berkembang, mencip-
     harian Ekonomi                                 takan kesempatan besar bagi perusahaan-perusahaan dari
     Austria menyebut                               barat. Banyak perusahaan yang melakukan ekspansi ke
     negara-negara                                  pasar baru lewat investasi atau akuisisi.
     yang dikategori-
     kan sebagai E7                                 Hasil survei juga menunjukkan, perusahaan-perusahaan
     adalah China,                                  lokal banyak berinvestasi pada teknologi untuk meningkat-
     India, Brazil,                                 kan produktivitas dan memenuhi kebutuhan konsumen lo-
                                                    kal. Perusahaan swasta tidak membatasi belanja mereka.
     Rusia, Indonesia,                              Begitu juga perusahaan-perusahaan negara mengeluarkan
     Meksiko, dan                                   dana sangat besar untuk infrastruktur dan pengembangan
     Turki itu akan                                 program.
     mengalahkan
     negara-negara G7.                              Manajer Pendanaan Swiss & Global Asset Management,
                                                    Vincent Lagger meneliti peran Indonesia dalam kisah
                                                    pertumbuhan berkelanjutan Asia. Ia mengatakan, bahwa
MEDIA PHARMA InDonEsIA                    19




                                               E7
           harian Ekonomi Austria
           'WirtschaftsBlatt'                              Dalam 20 tahun mendatang kombinasi GDP dari
           mengungkapkan                                   tujuh negara berkembang menjadi yang terbesar,
           kajian dari Pricewater-                         the Emerging Economic Countries (E7), akan
           houseCoopers (PwC)                              menggeser kelompok negara-negara industri
           pada Januari 2011.                              terkemuka Group of Seven (G7).




sejak krisis keuangan, Asia telah diuntungkan oleh
kebijakan moneter yang longgar, leverage yang rendah,
                                                                           Most Populated Countries in the World - Mid-Year 2010
investasi berlanjut dan belanja konsumen. Ini adalah
latar belakang yang positif dan diterjemahkan ke dalam                  China                                                                                           1.330.0

proses pemulihan cepat guna mempersempit kesen-                          India                                                                                1.173,1

jangan pertumbuhan antara negara berkembang dan                             US                                310.2
negara maju.                                                      Indonesia                           243.0

                                                                        Brazil                      201.1
Pertumbuhan ekonomi Asia seperti Indonesia, ditandai
dengan tren demografis dan sosial yang menguntung-                 Pakistan                     177.3

kan, sistem perbankan yang sehat, beragam basis eko-             Bangladesh                     158.1

nomi, keuangan yang sehat dan dukungan kebijakan                      Nigeria                  152.2
ekonomi yang kuat.                                                    Russia                139.4

                                                                       Japan                126.8
Sementara China dan India umumnya berperan
sebagai mesin pertumbuhan global di masa depan,                                  0    100     200      300     400    500   600   700   800   900 1000 1100 1200 1300 1400 1500
                                                                   Source : US. Census Bureau - and - www.internetworldstats.com/ststs8.htm
Indonesia bisa mengklaim status yang sama berdasar-
kan kemampuannya sendiri. Penduduk Indonesia, yang
tersebar di 17.000 pulau, lebih besar ketimbang gabungan                 Berkat sistem perbankan yang sehat dan pengurangan
Jepang, Perancis dan Inggris. Lokasi Indonesia yang sentral              utang negara terhadap rasio PDB dari 100% menjadi 26%
menciptakan jalur pasokan yang kuat mengarah ke China,                   sejak krisis Asia pada 1997, hutang Indonesia dinilai oleh
India dan Jepang.                                                        Standard & Poor's dan Fitch selama tahun 2010 dan dari
                                                                         Moody's pada bulan Februari 2011.
Sebagai pemasok kompetitif komoditas global untuk
energi dan komoditi lunak, Indonesia dapat memanfaat-                    Indonesia telah meyakini perkembangan politik yang dijan-
kan industrialisasi India dan urbanisasi China. Negeri ini               jikan oleh pemerintahan Presiden Yudhoyono yang dipilih
juga memiliki ekspor yang kuat dan merupakan pemasok                     secara bebas. Dia diharapkan mampu mengelola belanja
terkemuka kelapa sawit, karet, kakao, beras, kopi dan teh                publik untuk secara gigih mengatasi hambatan infrastruk-
ke seluruh dunia.                                                        tur. Muncul kelas menengah muda, stabilitas politik dan
                                                                         hubungan yang kuat dengan negeri tetangga yang menye-
Sebagai contoh, Indonesia adalah eksportir global terbesar               diakan lahan subur untuk konsumsi, sumber daya dan
minyak sawit memproduksi lebih dari 45% dari produksi                    investasi infrastruktur di Indonesia.
global di dunia.
                                                                         'KEKASIh' BARU INvESToR DI ASIA
Peningkatan Investasi Langsung Asing (FDI) ke pasar                      Ewan Thompson dari Neptune’s Asia Pacific Opportunities
saham Jakarta menggambarkan tingkat kepercayaan pada                     fund mengatakan bahwa penduduk Indonesia sebanyak
prospek negara. Berbagai macam modal kecil dan menen-                    245 juta adalah terbesar keempat di dunia. Dan kira-kira
gah yang saat ini belum muncul untuk memberi peluang                     setengah dari penduduk di bawah 30 tahun, yang berarti
yang cukup bagi investor global.                                         jumlah yang besar seseorang untuk masuk ke tahap
                                                                         konsumsi. Pendapatan kapital mengalami pertumbuhan
TREN URBANISASI                                                          tercepat kedua di dunia setelah China. Jika digabungkan
Tenaga kerja Indonesia tumbuh pada kisaran dua juta                      dengan aspek demografis menjadi kombinasi yang sangat
orang per tahun, dan negara kecenderungan menunjukkan                    kuat.
tren urbanisasi yang sama seperti China dan India: pada
tahun 2020 lebih dari 60% dari 262 juta warga (keempat                   Thompson menambahkan,"Sekarang adalah waktu yang
terbesar di dunia ini) akan tinggal di kota. Bisnis di wilayah           tepat bagi investor untuk menarik manfaat dari peluang
ini menempati peringkat ketiga di antara negara-negara                   investasi besar di Indonesia menindaklanjuti iklim keuan-
Asia pada pertumbuhan laba sejak tahun 2002, tepat di                    gan yang menggiurkan." "Posisi Indonesia yang terletak di
belakang China dan India.                                                perempatan benua Asia dan Australia, di antara Samudera
20      MEDIA PHARMA InDonEsIA


 Business eConomy
GLobAL coMPEtitivEnEss inDEx 2011




A lot of homework
for indonesia
INDoNeSIA, negara dengan perekonomian terbesar ke                                               Faktor-faktor yang penting
17 di dunia dan terbesar ke 6 di negara-negara berkembang.                                      ditahun mendatang, antara
secara ekonomi tumbuh sangat dinamis di level 5% antara                                         lain adalah efisiensi dari pasar
tahun 2001 - 2010. Negeri ini telah melewati krisis ekonomi                                                    relatif baik
global baru-baru ini sangat baik dan tahun 2010 menjadi                                         melalui pajak yang kompetitif
negara ketiga tercepat di Kelompok 20 (G20).                                                    dan persaingan ketat.
                                                                                                Meskipun hambatan biro-
The World Economic Forum telah merilis Competitiveness                                          krasi dan perdagangan masih
Report untuk pertama kalinya di Indonesia 2011 yang digelar                                     menjadi kendala utama.
di Jakarta pada 12-13 Juni 2011. Laporan ini mengacu pada                                       Keuntungan lainnya adalah
temuan Global Competitiveness Index 2010-2011 (GCI) dan                                         Indonesia memiliki pasar
memberi gambaran yang komprehensif dari lanskap kompetitif                                      yang besar, salah satu dari 20
setiap negara saat ini. Ini mengidentifikasi manfaat negara                                     ekonomi terbesar di dunia,
dapat membangun serta mengantisipasi ancaman saat ini demi                                      kelas menengah di negara ini
tujuan pertumbuhan yang kuat.                                                                   telah tumbuh secara masif.

Menurut Menteri Perdagangan Indonesia, Mari E. Pangestu,         Salah satu langkah peningkatan daya saing perdagangan di
dalam laporannya ia mengatakan "Ranking Indonesia telah          Indonesia selanjutnya untuk mengintegrasikan negara-negara
meningkat secara signifikan, namun, kami menyadari kebutuh-      ASEAN salah satunya adalah Asean Single Window.
an pada peningkatan daya saing, Pemerintah telah memprio-
ritaskan untuk mengatasi tantangan ini, terutama tantangan       Indonesia memiliki salah satu kelemahan yang paling jelas
pada infrastruktur. Kami menyadari kebutuhan untuk pening-       yakni masalah infrastruktur. Pelabuhan, jalan dan kereta api
katan sumber daya berkelanjutan, kesehatan, pendidikan dan       dalam kondisi perlu banyak perbaikan. Jaringan dan pasokan
pelatihan pekerja.                                               listrik masih belum meluas dan kurang bisa diandalkan. Peng-
                                                                 gunaan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatas
Indonesia menduduki urutan ke 44 dari 139 negara pada            antara perusahaan di sebagian besar populasi. Kesehatan
Global Competitiveness Index 2011. Sejak 2005, daya saing        masyarakat masih perlu perhatian yang serius, lapangan kerja
Indonesia telah berkembang di 12 kategori indeks (12 Pillars).   yang terbatas berkontribusi pada tingginya pekerja informal
Meluncur 10 level ke atas, dan merupakan yang tertinggi dari     dan kondisi kerja yang buruk.
semua negara G20.
                                                                 Pada akhirnya Indonesia harus terus memperkuat kerangka
Melampaui BRIC, kecuali Cina (ke 27). Saat ini Indonesia         kelembagaannya, dimana korupsi masih banyak, sementara itu
berada di atas India (ke 51), Afrika Selatan (ke 54), Brazil     transparansi dan prediktabilitas juga dibutuhkan dalam proses
(ke 58) dan Rusia (ke 63). Berada ditengah negara-negara         pembuatan kebijakan.
ASEAN, di bawah Singapura (ke 3) dan Malaysia (ke 26),
jauh di atas Filipina (ke 85) dan Kamboja (ke 109), setara       "Dari sudut pandang ekonomi, Indonesia telah membuktikan
dengan Thailand (ke 38) dan Vietnam (ke59).                      ketangguhannya dalam mengatasi krisis ekonomi global
                                                                 selama dekade terakhir," kata Thierry Geiger, Ekonom, penulis
Selain kekuatan Indonesia pada pertumbuhannya yang cepat         utama laporan the World Economic Forum 2010-2011.
dan manajemen fiskal yang baik, negeri ini memiliki basis
pajak yang kuat. Pendidikan dasar dapat diakses oleh hampir      "Perkembangan yang positif ini sebagian besar tercermin
semua warga dengan kualitas kian membaik. Saat ini, upaya        pada kinerja daya saing Indonesia, tapi negeri ini belum bisa
selanjutnya adalah peningkatkan akses pendidikan tinggi yang     berpuas diri. Masih banyak kelemahan yang berdampak buruk
berkualitas.                                                     bila perbaikannya tidak diprioritaskan."
MEDIA PHARMA InDonEsIA       21




Pada akhirnya, Indonesia harus terus mem-          EconoMic uPDAtE
perkuat stabilitas ekonomi. Meskipun situasi
cenderung aman, jauh lebih baik daripada           Hindia dan Samudera Pasifik, memi-          Sementara itu, staf khusus presiden
masa-masa sebelumnya, tetapi masih banyak          liki banyak keuntungan dari peluang         untuk hubungan luar negeri Singapura
yang menjadi perhatian serius bagi komunitas       investasi di berbagai sektor."              Teuku Faizasyah di sela-sela Forum
bisnis.                                                                                        Ekonomi Dunia mengatakan, negara-
                                                   Pada Forum Ekonomi Dunia di Asia            nya ingin melakukan investasi dalam
Seperti diketahui dengan jelas, bahwa seper-       Timur, Direktur Quvat Management ber-       proyek-proyek pembangunan infrastruk-
lima dari penduduk Indonesia berada dalam          basis di Singapura Thomas T. Lembong        tur di Sumatera, khususnya di Batam.
kemiskinan ekstrim dan hampir separuh men-         mengatakan, China dan India memiliki
capai ambang batas, ketidaksetaraan mening-        minat yang besar dalam investasi di         Untuk itu Singapura ingin penjelasan
                                                   Asia, termasuk Indonesia, tren ini harus    tentang skema pembangunan di Indo-
kat, harga untuk makanan, bahan bakar, dan
                                                   dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh           nesia, terutama setelah pemerintah
gas relatif tinggi, dan risiko kerusuhan sosial.
                                                   karena itu Thomas T. Lembong telah          Indonesia meluncurkan Masterplan
                                                   meminta pemerintah, pelaku bisnis           Percepatan dan Perluasan Pembangu-
  12 PILLARS oF ThE GLoBAL                         dan investor untuk secara optimal me-       nan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
  CoMPETITIvENESS INDEx                            manfaatkan peluang investasi yang
                                                   luas di Indonesia.                          "Kami menginginkan Indonesia men-
  2010-2011                                                                                    jelaskannya secara rinci daerah di
                                                   "Asia makin berkembang. Indonesia           mana negara kami bisa melakukan
  1.    Institutions                               saat ini adalah kesayangan para inves-      investasi," kata Faizasyah. Ia mengata-
  2.    Infrastructure                             tor. Mereka sadar bahwa Indonesia           kan konsep kemitraan akan diselaras-
                                                   memiliki potensi yang sangat besar.         kan dengan MP3EI itu. Dalam WEF-EA,
  3.    macroeconomic environment                  Dalam hal sarana dan prasarana pen-         Indonesia juga menawarkan investasi
  4.    health and primary education               dukung investasi, Indonesia tidak kalah     di sektor infrastruktur melalui skema
  5.    higher education and training              dengan negara-negara berkembang             Public Private Partnership (PPP).
  6.    Goods market efficiency,                   lainnya seperti China dan India, tapi
                                                   dibandingkan dengan negara-negara           Pada forum itu, Menteri Keuangan RI
  7.    Labor market efficiency                    maju, Indonesia masih tertinggal jauh       Agus Martowardojo saat itu mengata-
  8.    Financial market development               di belakang." kata Lembong.                 kan, bahwa penyediaan infrastruktur
  9.    Technological readiness                                                                menjadi tantangan yang dihadapi
                                                   "Oleh karena itu kita harus realistis,      Indonesia dalam lima tahun ke depan.
  10.   market size                                pasar dan investor selalu memiliki          Pembangunannya membutuhkan dana
  11.   Business sophistication                    kecenderungan, banyaknya investasi          sekitar Rp1.400 triliun.
  12.   Innovation.                                yang bisa dipertahankan tergantung
                                                   bagaimana kita memanfaatkan secara          Menkeu mengatakan bahwa kemam-
                                                   optimal," kata Lembong yang juga men-       puan fiskal pemerintah dalam kese-
                                                   jadi the recipient of World Economic        imbangan kecil dan oleh karena itu
Jika ekonomi tidak dapat menciptakan pekerja-      Forum Young Global Leader.                  kami menawarkan investasi di sektor
an yang cukup di luar sektor pertanian untuk                                                   infrastruktur untuk kedua belah pihak
pertumbuhan populasi pemuda berpendidikan,         "Seperti belajar dari investor interna-     asing dan swasta. Pemerintah Indone-
korupsi yang merajalela, jika tidak ditangani,     sional, China dan India bukan negara        sia hanya mampu menyediakan sekitar
                                                   tanpa masalah karena di negara-             20% - 30% dari dana dan sisanya harus
bisa menyulut ketidakpuasan masyarakat
                                                   negara berkembang ada menghadapi            diperoleh dengan kerjasama dengan
dengan konsekuensi yang bisa sangat buruk.
                                                   banyak kendala dan kesulitan, namun         pihak swasta melalui skema kemitraan
                                                   Indonesia sebenarnya memiliki banyak        publik-swasta.
Pertumbuhan yang telah dialami Indonesia           fasilitas yang baik," tambahnya.            Dalam tujuh tahun terakhir skema itu
tidak akan membuat beberapa masalah selesai                                                    tidak memberikan hasil yang signifikan
begitu saja, bahkan bisa berisiko memperburuk      Untuk itu, Lembong mengatakan               namun diharapkan akan segera ada
situasi.                                           semua pihak termasuk pemerintah,            proyek infrastruktur pilot.
                                                   pelaku bisnis, serta investor harus lebih
Karena perkembangan yang kuat akan selalu          bersabar karena untuk berinvestasi          "Saya optimis bahwa tidak akan ada
menghasilkan kebutuhan baru sekaligus              yang terpenting bukan kuantitas             kontrol modal," kata Menkeu menam-
muncul penetapan standar baru di kalangan          tetapi kualitas. "Idealnya, semua pihak     bahkan bahwa kondisi fiskal dan mon-
bisnis, investor, dan konsumen. Ini membuat,       harus bersabar, dan tidak terburu-buru      eter di sektor riil adalah baik dan dapat
situasi yang dianggap memuaskan hari ini,          sehingga dana tidak pergi ke proyek-        mendukung aliran modal masuk. Pelu-
tidak dapat diterima di masa mendatang.            proyek yang tidak perlu," katanya, me-      ang investasi di Indonesia membantu
Namun, berdasarkan temuan laporan, satu            nambahkan bahwa kunci keberhasilan          baik warga dan investor karena negeri
pendapat optimis bahwa Indonesia akan              investasi di Indonesia adalah kerjasa-      ini memiliki penduduk besar yang
berhasil melalui tantangan ini. <erw>              ma dari semua pihak yakni pemerin-          secara aktif bersaing untuk bergabung
                                                   tah, bisnis pemain, dan investor.           sebagai tenaga kerja. <erw/dbs>
22     MEDIA PHARMA InDonEsIA


eXCLusive inTeRview
DR wiLLEM biAntoRo wAnAnDi



 Mengawal Projek
 switching Rx to otc
 di indonesia
 Pandangan Umum Dewan Penasehat
 Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia
 switcHing obat Ethical (Rx) ke golongan obat                                 Bila obat telah terbukti keamanannya, efek
 over-the-counter (OTC) selain merupakan peluang                              sampingnya terkontrol dan sudah dikenal sejak
 bisnis yang menarik bagi industri farmasi, juga                              lama oleh dunia kesehatan, perlu dipertimbangkan
 dapat membantu meningkatkan aksesibilitas                                    perubahan statusnya dari Rx menjadi OTC, misalnya
 obat obat tersebut kepada masyarakat luas, yang                              obat-obat alergi, anti jamur, beberapa jenis antibio-
 pada gilirannya dapat meningkatkan pelayanan                                 tika, corticosteroid, bahkan obat AIDS.
 kesehatan masyarakat. Tentunya ini dilakukan
 pada obat yang telah terbukti aman dan efektif                               Dalam hal ini pihak pemerintah dan industri farmasi
 khususnya untuk mengatasi penyakit yang ringan.                              di Indonesia bisa melakukan kajian bersama ten-
                                                                              tang apa dan bagaimana pelaksanaan switching
 Disisi lain, switching Rx-OTC dinilai bisa me-reduce                         yang telah dilakukan di negara maju, untuk tujuan
 biaya kesehatan secara keseluruhan, karena akan                              memberi manfaat ekonomis dan kesehatan bagi
 memperpendek rantai pasokan obat dengan                                      masyarakat.
 meminimalisir peran dokter dalam konsultasi dan
 penulisan resep.                                                             Menurut Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia
                                                        Dr wIllem BIANTOrO    Peraturan (GPFI), isu tentang switching dari Rx
 Di bidang farmasi, switching Rx-OTC bukan hal          wANANDI               ke OTC di Indonesia, sebaiknya kembali dibahas
                                                        Dewan Penasehat       di tingkat kementerian, mengingat saat ini hanya
 yang baru. Di sebagian besar negara-negara maju        Gabungan Perusahaan
 telah melakukannya secara berkala. Banyak obat-        Farmasi Indonesia     Menkes yang berwenang untuk mengaturnya,
 obat Rx telah beralih menjadi OTC dengan tujuan                              dalam hali ini BPOM sebagai lembaga yang
 untuk meningkatkan akses masyarakat atas obat,                               mengusulkan dan memberi dukungan data.
 meningkatkan kesehatan masyarakat, menurunkan
 biaya pengobatan, meningkatkan peran apoteker,                               GPFI menilai switching ini sangat relevan untuk
 meningkatkan pasar obat.                                                     dilakukan di Indonesia karena jumlah dokter yang
                                                                              terbatas dan masyarakat merasa biaya pelayanan
 Di Indonesia, switching Rx-OTC belum berkembang,                             kesehatan cukup mahal. GPFI berinisiatif untuk
 oleh karena itu banyak molekul-molekul Rx yang                               membahas dan mendorong agar prosedur switching
 sampai saat ini masih tetap diperlakukan sebagai                             di Indonesia ini dapat berjalan lebih lancar sesuai
 obat Rx oleh BPOM/Menkes. Sementara di luar                                  prosedur. Pada Mei 2011, GPFI telah mengundang
 negeri telah digolongkan sebagai obat OTC.                                   Nicholas Hall, seorang pakar OTC untuk melakukan
                                                                              kajian-kajian tantang apa yang telah dilakukan oleh
 Padahal dengan mengacu pada laporan monitoring                               negara yang lebih maju, pandangan pihak regulator
 efek samping dan keamanan obat-obat Rx yang                                  setempat, kendala-kendala dan antisipasi switching.
 dilakukan oleh WHO bekerjasama dengan institusi
 institusi yang terkait/terpilih dapat digunakan                              Menindaklanjuti gagasan ini, redaksi Media Pharma
 sebagai dasar acuan untuk melakukan switch di                                Indonesia sempat menemui Dewan Penasehat
 Indonesia.                                                                   GP Farmasi DR Willem Biantoro Wanandi untuk
                                                                              memperoleh pandangan seberapa penting proyek
MEDIA PHARMA InDonEsIA         23




Switching Rx-OTC ini dan apa yang perlu dilakukan untuk        Dengan kata lain calon obat-obat OTC itu benar-benar aman
mengawalinya? Berikut petikan perbincangan redaksi dengan      dan efek sampingnya terkontrol. Di negara-negara maju,
DR Biantoro Wanandi yang juga sebagai Chairman Anugerah        biasanya switching Rx-0TC diperjuangkan oleh originator,
Corporation di kantornya di Graha Atrium, Jakarta;             sebagai penemunya mereka yang paling tahu mengenai
                                                               obat mereka. Tapi di Indonesia upaya seperti ini tidak banyak
Pak Wanandi, alasan apa yang melatarbelakangi inisiatif        terlihat sehingga dalam hal switching ini kita tertinggal jauh.
GPFI mendorong projek 'Switching Rx ke OTC'?
                                                               Mengapa baru saat ini gagasan itu muncul?
Kami berpendapat bahwa pengembangan pasar obat oleh
industri farmasi di Indonesia dirasakan cukup berat, karena    Sebenarnya gagasan ini pernah dilakukan secara sporadis
berkembang lambat dan terbatas. Ini terlihat dari rendahnya    oleh GPFI di masa lalu, tetapi tidak pernah ada kelanjutan
belanja tahunan obat Indonesia dibandingkan dengan             dengan program yang sukses. Munculnya kembali gagasan
negara ASEAN (Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura) .       ini terutama untuk meng-counter adanya anggapan bahwa
                                                               harga obat terlalu mahal dan industri mengambil profit
Ini tidak lepas dari tidak adanya health financing system,     margin terlalu besar.
seperti asuransi kesehatan nasional, aksesibilitas pelayanan
kesehatan yang terbatas, kurangnya tenaga dokter, fasilitas    Kami telah lama memperjuangkan adanya health financing
kesehatan, dsb. Oleh karena itu perlu segera ditemukan         system yang sesuai untuk Indonesia dalam rangka mening-
wayout-nya terutama dalam hal membangun health financing       katkan kesehatan rakyat Indonesia dan
system yang tepat, sehingga dapat mengurangi biaya             memperjuangkan pelaksanaaan SJSN
kesehatan dari out of pocket.                                  secepatnya agar akses
                                                               untuk pemeliharaan
Memang prosedur switching cukup kompleks, karena itu           kesehatan di Indonesia
GPFI bekerjasama dengan Nicholas Hall, konsultan yang          semakin menyentuh
memiliki reputasi dan data yang lengkap tentang kemajuan       masyarakat luas.
pasar OTC di dunia. Ini upaya awal kami untuk bisa meyakin-
kan BPOM dan Kementerian Kesehatan menerima usulan             Menurut Anda bagai-
penambahan daftar obat-obat OTC dan membuka akses              mana kesiapan
obat-obat tersebut untuk tujuan meningkatkan pelayanan         Pemerintah untuk
kesehatan masyarakat.                                          melakukan Switching
                                                               Rx ke OTC ini?
Tentu BPOM secara prosedur harus menilai obat-obat yang
akan diusulkan itu dengan seksama dengan mempertimbang         Kalau saya melihat,
kan kebutuhan masyarakat. BPOM juga perlu meminta saran        Pemerintah dalam
kepada para dokter agar sasaran dari switching ini dapat       hal ini BPOM,
tercapai, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.     sebenarnya
                                                               mereka selalu
Untuk hal-hal yang akan diinformasikan kepada konsumen         memonitor
beserta dosis, efek samping, cara pemakaian dsb, tentu juga
harus dikonfirmasikan dengan laporan-laporan WHO yang
memonitor efek samping obat di seluruh dunia agar tidak
membahayakan pasien.
24     MEDIA PHARMA InDonEsIA


eXCLusive inTeRview
                                                    yang terpenting
perkembangan dunia dalam hal Switching Rx           adalah impact           didalamnya memuat data-data pembanding yang
ke OTC dan menurut keterangan yang saya                                     cukup lengkap sebagai pertimbangan dan yang
peroleh sudah banyak molekul-molekul yang           dari switching          akan dijadikan acuan kebijakan untuk switching ini.
bisa diterima dan diloloskan, tetapi berhubung      ini terhadap            Kita juga meminta semua industri farmasi lokal,
ijin untuk switching ini adalah wewenang            kesehatan               bahkan saat itu juga ada wakil dari beberapa
Kementerian Kesehatan bukan BPOM maka                                       industri farmasi asing yang hadir, untuk mendiskusi-
                                                    masyarakat yang
prosesnya lebih kompleks daripada ijin                                      kan daftar obat-obatan yang menurut mereka perlu
registrasi obat.                                    nantinya akan           atau dapat dilakukan switching.
                                                    mempengaruhi
Tetapi saya berharap pada tahap awal agar           biaya pengobatan        Saya kira Pak Subowo bersama industri lokal dan
BPOM bisa menerima masukan itu dan meng-                                    asing tengah melakukan diskusi akan hal ini dengan
                                                    secara umum.
kaji dari pengalaman originator dari obat yang                              bantuan Nicholas Hall, sehingga pada waktunya
diusulkan tersebut dalam aspek keamanan dan         Dalam projek            bisa diajukan kepada pemerintah. Tapi jangan lupa
ketepatan penggunaan obat, disamping bekerja        switching Rx-           industri farmasi yang mengambil peranan dalam
sama dengan WHO. Saya juga menghimbau               otc diperlukan          menyebarluaskan obat-obat OTC itu juga harus
agar GPFI bekerjasama dengan IPMG untuk                                     melaksanakan uji Ba-Be bila memang diperlukan
                                                    pengetahuan
membantu BPOM mempersiapkannya agar                                         agar kualitas obat terjamin.
usulan proyek ini kepada pemerintah dapat           yang baik dari
direalisasi dengan tahapan-tahapan yang             masyarakat              Terkait isu pelaksanaan SJSN yang saat ini masih
sistematis.                                         tentang obat,           berproses, tentunya membutuhkan obat resep
                                                                            dalam skala besar, jika industri farmasi berinisiatif
Artinya, apakah Switching Rx ke OTC akan
                                                    pengobatan dan          untuk mengalihkan obat resepnya ke OTC.
cukup mudah atau sulit dilaksanakan?                kesehatan.              Tidakkah kontradiktif?

Yang namanya tantangan, tentunya tidak                                       Kebijakan SJSN adalah kebijakan pembiayaan
mudah, dan tidak setiap molekul Rx yang                                      kesehatan termasuk pengobatan. Sedangkan
diusulkan dapat disetujui meskipun di luar negeri molekul ter-   obat-obat yang akan dibiayai dalam rangka SJSN adalah obat-
sebut telah 'di-OTC-kan'. Pemerintah akan mempertimbangkan       obat esensial yang terdiri dari obat-obat Ethical dan OTC. Jadi
banyak aspek, seperti kebutuhan obat di masyarakat,              saya kira, Switching Rx-OTC itu tidak ada kaitannya dengan
keamanan dan efektivitas obat itu, termasuk sosial ekonomi       pelaksanaan SJSN.
pada obat. Dan yang terpenting adalah impact dari switching
ini terhadap kesehatan masyarakat yang nantinya akan             Biasanya di negara-negara lain obat OTC tidak termasuk dalam
mempengaruhi biaya pengobatan secara umum. Karena itu            daftar obat yang dibiayai oleh asuransi kesehatan, tapi dibayar
dalam projek Switching Rx-OTC diperlukan pengetahuan yang        dari saku sendiri. Hingga saat ini belum ada pembicaraan
baik dari masyarakat tentang obat, pengobatan dan kesehatan.     tentang termasuk atau tidaknya obat obat OTC dalam rencana
                                                                 pembiayaan obat dari sumber SJSN. Bilamana pada waktunya
Apalagi bila switching ini ingin dilaksanakan sekaligus pada     nanti OTC harus dibayar dari out of pocket, misalnya karena obat
banyak molekul Rx, akan ada banyak faktor lain yang juga perlu   obat tsb hanya akan mengobati penyakit penyakit yang ringan,
diperhatikan termasuk cost benefit.                              maka itu dapat mengurangi budget SJSN untuk obat obatan.

Lalu sejauhmana langkah GP Farmasi ?                             Kita semua berharap SJSN secepat mungkin mendapatkan
                                                                 anggaran dari Pemerintah dan dapat dilaksanakan secara ber-
GPFI sudah memulai pengkajian untuk mendorong proyek ini,        tahap. Saya kira bila tahapannya benar, anggaran yang diperlu-
salah satu langkahnya adalah dengan mengundang konsultan         kan tidak terlalu besar jumlahnya, mengingat manfaat yang
OTC, Nicholas Hall untuk membahasnya dan membantu                diperoleh dari SJSN jauh lebih besar ketimbang dana yang
merumuskan white paper yang akan diusulkan kepada BPOM,          dikeluarkan untuk SJSN. <erw>
MEDIA PHARMA InDonEsIA   25
26     MEDIA PHARMA InDonEsIA


 LoCaL issue
inDonEsiA: suPPLyinG univERsAL HEALtH insuRAncE




national Goal
for public health
Indonesia, negeri dengan populasi terbesar                                              Lembaga survei Euromonitor Internasional telah meng-
keempat dunia memiliki ambisi yang kuat                                                 amati bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi
                                                                                        yang menguat saat ini, mampu mendorong upaya
dalam meningkatkan kesehatan bagi warga-                                                pembangunan bangsa yang sehat.
nya. Sebuah inisiatif untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan masyarakat berdasarkan                                              Menurut hasil sensus tahun 2010, penduduk Indonesia
cakupan asuransi kesehatan universal akan                                               mencapai 237,6 juta jiwa. Upaya membangun keterse-
memberi pengaruh pada perkembangan masa                                                 diaan layanan kesehatan secara universal berskala
                                                                                        nasional telah dilakukan secara bertahap. Pada tahun
depan konsumen di bidang industri kesehatan                                             2008, Pemerintah Indonesia meluncurkan 'Jamkesmas'
di Indonesia. Keinginan Indonesia makin                                                 rencana asuransi kesehatan yang merupakan tahap
menguat pada periode kedua Pemerintahan                                                 lanjutan dari asuransi kesehatan sebelumnya yakni
kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.                                                'Askeskin', yang dibangun berdasarkan Undang-undang
                                                                                        Sistem Jaminan Sosial Nasional Tahun 2004 (UU SJSN).




 Menteri Kesehatan RI Endang R Sediyaningsih melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSCM Jakarta, untuk melihat langsung pelayanan terhadap pasien Jamkesmas.
MEDIA PHARMA InDonEsIA        27




Rencana asuransi kesehatan lain termasuk 'Jamsostek' bagi
karyawan yang bekerja untuk perusahaan swasta, 'Askes'
bagi pekerja pemerintah dan 'Asabri' untuk personil militer.

Menurut prioritasnya, pembangunan kesehatan pada
2010-2014 mencakup Peningkatan kesehatan ibu dan
anak, Pengendalian penyakit menular dan tidak menular,
Inisiatif pengembangan perawatan diri melalui penugasan
praktisi kesehatan untuk daerah yang kurang terlayani
(petugas kesehatan), Penciptaan obat yang terjangkau dan
aman, pengembangan lebih lanjut dari Jamkesmas cakupan
kesehatan universal, dan Pelaksanaan pelayanan kesehatan
tambahan.

Mengingat banyaknya masalah yang terjadi pada program
asuransi kesehatan sebelumnya, dimana sejumlah pusat
kesehatan (puskesmas), kualitas perawatan yang kurang,
dan cakupan yang terbatas menyebabkan sebagian besar
warga harus membayar kesehatannya sendiri (out-of-pocket).     Sementara Apotek lokal, yang umumnya merupakan ope-
                                                               rator independen, saat ini jumlahnya mencapai ratusan
Menurut Euromonitor International, belanja kesehatan publik    ribu. Jumlah itu termasuk beberapa jaringan apotek besar
sebagai persentase dari total anggaran kesehatan sebesar       seperti Apotek Kimia Farma, Apotek Guardian (Dairy Farm
62% pada tahun 2010.                                           International Holdings Ltd), Apotek K-24 Indonesia, dan
                                                               Apotek Century Healthcare (PT Perintis Pelayanan Paripurna)
UPAYA MENYEDIAKAN LAYANAN KESEhATAN TERJANGKAU                 yang berlokasi di daerah perkotaan terbesar. Jaringan Apotik
Sebagai negara kepulauan, secara geografis Indonesia           Melawai adalah apotek lokal yang memiliki jaringan cukup
memiliki banyak sekali pulau yang memberi tantangan yang       populer di Jakarta, apotek lainnya dimiliki oleh pemerintah.
besar untuk mencapai cakupan kesehatan universal dalam         Serta apotek yang barada dalam satu atap di rumah sakit-
skala nasional secara konsisten kepada seluruh bagian          rumah sakit.
populasi.
                                                               PELUANG BARU DI MASA DEPAN
Untuk mengatasi tantangan ini Self Medi-care menjadi salah     Sementara pemerintah terus mendorong pemanfaatan
satu inisiatif penting untuk membantu masyarakat di daerah     yang signifikan dari kesehatan universal, juga mendukung
terpencil dan pedesaan untuk mengatasi penyakit ringan         kebutuhan obat-obatan yang terjangkau (murah) untuk
mereka. Kendati demikian akses untuk klinik formal dan         mempromosikan self-medicare.
pendistribusian para praktisi kesehatan (dokter, apoteker,
elektromedis, dsb) tetap menjadi tantangan yang tidak          Yang menjadi salah satu tantangan selanjutnya adalah
mudah dilalui.                                                 bagaimana pemerintah akan membayar biaya kesehatan
                                                               yang masif di masa mendatang di bawah rencana asuransi
Sampai dengan saat ini, pemerintah secara aktif mendidik       kesehatan universal tersebut. Edukasi kepada masyarakat
dan memberi insentif kepada para tenaga kerja kesehatan        untuk self-medicare bisa menjadi solusi dalam pengobat-
untuk hadir ke daerah pelosok dan memberi edukasi kepa-        an bagi penyakit ringan, bila dalam kondisi serius dan lebih
da masyarakat di sana dalam rangka membangun pema-             kompleks masyarakat harus memperoleh perhatian dari
haman tentang kesehatan dan kesejahteraan.                     penyedia layanan kesehatan.

Kemajuan teknologi informasi telah memberi kontribusi          Banyak manfaat yang dapat diharapkan jika pemerintah
pada pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini, salah          mendorong self-medicare dan mendukung inisiatif dari
satunya termasuk Mobile Telemedicine System (mHealth),         perusahaan farmasi lokal dan asing yang komprehensif
yang telah mengisi gap pada kegiatan pemantauan medis          dalam mengadopsi dan mengimplementasikan obat baru
dan konsultasi jarak jauh, telediagnosis dan pengumpulan       yang terjangkau.
informasi pasien di daerah terpencil. Namun, lanskap
geografis dan infrastruktur yang masih lemah di sektor         Perusahaan asing yang ingin memperluas operasi mereka
telekomunikasi menjadi kendala penting.                        di Indonesia makin mendapatkan peluang yang besar me-
                                                               lalui kemitraan dan kerjasama patungan dengan perusaha-
Di area lain, daerah kota-kota besar, baik di Jawa maupun      an lokal. Pengalaman lokal, hubungan baik dengan peme-
Sumatera memberi banyak pilihan terbaik kepada publik          rintah dan pemahaman dengan benar mengenai budaya
untuk mengakses obat-obatan dan pusat pelayanan kese-          masyarakat di Indonesia merupakan aset bagi upaya per-
hatan primer 'Puskesmas' dengan lebih mudah dan biaya          luasan pemasaran produk farmasi di Indonesia, negeri
yang relatif menjangkau.                                       dengan populasi terpadat keempat di dunia. <cwb>
28      MEDIA PHARMA InDonEsIA


LoCaL issue


Lima industri farmasi




K
Dengan Pertumbuhan
Pendapatan tertinggi 2010
KEMENTERIAN Kesehatan RI mencatat,             kotornya mengalami penurunan. Marjin              jualan domestik tercatat tumbuh 12%.
pada 2010 pertumbuhan pasar obat di            kotor Tempo Scan turun dari 37,3% pada            Penjualan ekspor mencakup penjualan
Indonesia mencapai 10% dengan nilai            2009 menjadi 36,9% pada 2010.                     garam kina, yodium dan derivat, serta
penjualan hingga Rp 39 triliun. Dari                                                             obat dan alat kesehatan harus turun 9%
total penjualan di pasar domestik itu,         PT KALBE FARMA TBK (KLBF)                         dibandingkan dengan tahun 2009.
perusahaan dalam negeri menguasai              Kalbe Farma mencatat pertumbuhan pen-             Pertumbuhan laba usaha Kimia Farma
sekitar 70% atau Rp 27 triliun, sedang-        dapatan tertinggi kedua, sebesar 13% pada         terjadi setelah marjin kotor berhasil
kan 30% perusahaan multinasional.              2010, dengan laba usaha yang tumbuh               didorong naik menjadi 28,4% pada 2010
                                                                                                 dari 27,6% pada 2009.

                                                                                                 Kinerja marjin usaha Kimia Farma tumbuh
                                                                                                 paling signifikan yang menunjukkan perse-
                                                                                                 roan mampu lebih efisien dalam proses
                                                                                                 bisnisnya. Marjin usaha yang hanya 3,9%
                                                                                                 pada 2009 berekspansi menjadi 4,6%
Data IMS Health mencatat pasar farmasi         14%. Diversifikasi usaha Kalbe Farma men-         pada 2010, atau menunjukkan improve-
Indonesia mencapai Rp 37,53 triliun pada       jadi penopang pertumbuhan pendapatan              ment hingga mencapai 17%.
2010, naik dari Rp 33,96 triliun pada          dan laba usaha.
2009. Beberapa industri farmasi tercatat                                                         PT PYRIDAM FARMA TBK
memiliki pertumbuhan usaha tertinggi,          Sepanjang 2010, segmen nutrisi mencatat-          Sedangkan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)
mereka adalah PT Tempo Scan Pasific,           kan pertumbuhan terbaik sebesar 19%               mencatat pertumbuhan pendapatan usaha
PT Kalbe Farma Tbk, PT Kimia Farma Tbk,        dengan omset mencapai Rp 2,3 triliun.             sebesar7%, tapi mengalami penurunan
PT Pyrydam Farma Tbk dan PT Merck Tbk.         Segmen obat resep mencatatkan pertum-             laba usaha sebesar 17% pada tahun 2010.
                                               buhan penjualan sebesar 17% menjadi Rp            Terjadi kenaikan signifikan pada beban
PT TEMPo SCAN PACIFIC TBK (TSPC)               2,6 triliun.                                      umum dan administrasi Pyridam yang
Meraih posisi pertumbuhan pendapatan                                                             menggerus laba usaha. Beban umum dan
tertinggi, dengan peningkatan sebesar 14%      Sementara segmen yang berkontribusi ter-          administrasi perusahaan naik 26% pada
pada 2010 menjadi Rp 5,13 triliun dari Rp      besar terhadap pendapatan Kalbe Farma,            tahun 2010.
4,49 triliun pada 2009.                        yakni segmen distribusi dan kemasan, men
                                               catatkan pertumbuhan penjualan sebesar            PT MERCK TBK
Perseroan ini juga mencatat pertumbuhan        13,8% menjadi Rp 3,7 triliun. Segmen pro-         Pendapatan usaha Merck pada 2010
laba usaha tertinggi di sektor farmasi, men-   duk kesehatan harus mengalami penurun-            tumbuh 6%, ditopang kenaikan penjualan
capai 33% pada 2010 menjadi Rp 590,9           an penjualan sebesar 1,5% menjadi Rp 1,7          farmasi dan kimia. Namun, laba usaha
miliar dibanding 2009 sebesar Rp 445,5         triliun.                                          perusahaan menurun sebesar 24%, selain
miliar. Pertumbuhan pendapatan Tempo                                                             disebabkan oleh meningkatnya beban
Scan ditopang oleh kenaikan pendapatan         Laba usaha Kalbe Farma tumbuh 14% se-             pokok penjualan juga didorong oleh me-
dari segmen jasa distribusi yang tumbuh        nilai Rp 1,8 triliun, setelah laba kotor terca-   ningkatnya beban penjualan sebesar 20%
27% menjadi Rp 2,39 triliun.                   tat tumbuh 15%. Perusahaan dengan baik            menjadi Rp 223 miliar pada 2010 dari Rp
                                               dapat menjaga kinerja marjinnya melalui           186 miliar pada 2009.
Segmen produk konsumen tumbuh 12%              kenaikan harga dan volume penjualan.
menjadi Rp 1,13 triliun, sementara seg-                                                          Meningkatnya beban penjualan ini men-
men obat-obatan hanya tumbuh 1% men-           PT KIMIA FARMA TBK (KAEF)                         dorong marjin usaha Merck pada 2010
jadi Rp 1,61 triliun.                          Pertumbuhan pendapatan tertinggi ketiga           turun 28% dari 26,8% pada 2009 menjadi
                                               di sektor farmasi dicetak PT Kimia Farma          19,3% pada 2010, level marjin usaha ter-
Laba usaha Tempo Scan naik 33% sete-           Tbk (KAEF) sebesar 12%, dengan laba               rendah sejak 2006. Beban pokok penjual-
lah marjin usaha ekspansi menjadi 11,5%        usaha tumbuh dengan cukup baik, 31%.              an dari barang dagangan yang meningkat
pada 2010 dari 9,9% pada 2009. Perusa-                                                           ini merupakan pembelian barang dari
haan dengan baik melakukan efisiensi           Namun pertumbuhan penjualan konsolida-            pihak terafiliasi Merck, yakni Merck KGaA,
dalam kegiatan usahanya sehingga marjin        si Kimia Farma harus tergerus oleh penu-          Jerman, dan Merck Sante S.A.S, Perancis.
usaha dapat ekspansi, meskipun marjin          runan pada penjualan ekspor, meski pen-           <cwb>
THIS IS JAVAPLANT.
        WORLD CLASS NATURAL INGREDIENT MANUFACTURER HAS A LOT TO OFFER.
        SERVING WORLDWIDE CUSTOMERS IN PHARMACEUTICAL, NUTRACEUTICAL, COSMETIC,
        JAMU INDONESIA, FOOD AND BEVERAGE.

          Product Category                          Product Application
          Tea, Floral, Fruit , Coffee, Cocoa,       Instant Powder Drink, Ready To Drink (Rtd), Natural
          Herb, Spice                               Color, Natural Preservative, Natural Additive,
                                                    Personal Care, Seasoning, Phyto - Pharmaceutical,
          Product Type                              Homeophatic Remedy, Nutritional Supplement,
          Extract, Plant Material, Granule,         Nutrition Bar, Sports Nutrition, Functional Drink,
          Essential Oil, Oleoraisin                 Traditional Drink, Green Food, Indonesian Jamu.



          +62 21 58906892 | info@javaplant.net | www.javaplant.net



FA Javaplant Print Ad SWA A4.indd 1                                                                       3/17/11 4:07 PM
G
MEDIA PHARMA InDonEsIA         31

 LoCaL issue




G
PERDAGAnGAn bAHAn bAku obAt kuARtAL ii-2011



Harga bbo naik stagnan
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia          241 Tahun 2010 tentang Penetapan Sistem    pada 2005, biaya Ba-
memprediksi harga bahan baku obat              Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif    han baku KLBF dan
(BBo) stagnan pada kuartal II tahun 2011       Bea Masuk atas Barang Impor.               KAEF naik masing-
dibandingkan kuartal I, meski terjadi tren                                                masing 18,3% dan
penguatan Rupiah terhadap Dollar AS.           Aturan itu menaikkan tarif bea masuk       9,6%.
                                               impor BBO dari 0% menjadi 5%. Pemerin-
Ketua Komite Bahan Baku Obat GP Farmasi        tah kemudian merevisi aturan itu dengan    Hal berbeda terjadi
Indonesia Vincent Harijanto, menilai peng-     menerbitkan Permenkeu Nomor 80 Tahun       pada 2009 saat
kuatan rupiah belum berdampak besar ter-       2011 sehingga bea masuk BBO turun          Rupiah menguat                  vincent harijanto
hadap biaya BBO yang sebagian besar di-        menjadi 0% pada akhir kuartal I 2011.      14,2% terhadap Dolar
impor. Menurutnya selain dipicu oleh kuat-                                                AS, biaya BBO naik 16,7% pada KLBF dan
nya rupiah, stagnansi harga BBO pada           Biaya Bahan Baku obat Emiten               20,5% pada KAEF. Sensitivitas kenaikan
kuartal II 2011 juga dipengaruhi oleh me-      Secara umum penguatan rupiah akan          atau penurunan biaya BBO yang dijadikan
lemahnya dolar AS terhadap Yuan. "Itu          menurunkan biaya bahan baku farmasi.       sampel ini masih harus dijelaskan oleh
karena sebagian besar BBO di Indonesia         Dari dua emiten farmasi, yakni PT Kimia    berbagai faktor lain, selain dipengaruhi
diimpor dari China," ujar Vincent.             Farma Tbk (KAEF) dan PT Kalbe Farma Tbk    oleh kurs rupiah itu sendiri.
                                               (KLBF), yang dijadikan sebagai sampel,
Hingga saat ini, 95% Indonesia mengimpor       biaya bahan baku obat keduanya memiliki    Faktor pertama, sensitivitas kurs dan biaya
dari beberapa negara seperti China, India,     hubungan dengan perubahan kurs rupiah.     BBO juga dapat dipengaruhi oleh diversifi-
AS, dan negara-negara Eropa, antara lain                                                  kasi produk yang dilakukan oleh masing-
sulfametoxazol ciprofloxacin, dextromethor-    Pada 2010 ketika rupiah menguat 18,5%      masing emiten sehingga struktur penggu-
phan, dan alumunium hydroxide.                 terhadap dolar AS, biaya bahan baku KLBF   naan BBO dapat berubah.
                                               dan KAEF tercatat turun masing-masing
Mayoritas BBO asal India dan China harga-      6,2% dan 6,5% dibandingkan dengan          Kedua, hubungan keduanya juga dapat
nya yang relatif murah dibandingkan dari       tahun 2009. Pada 2008 ketika rupiah        dijelaskan oleh strategi mendorong pen-
negara-negara Eropa. "Jika rupiah terus        melemah 16,3% terhadap dolar AS, biaya     dapatan yang dilakukan oleh perusaha-
menguat terhadap dolar, ada kemungkinan        bahan baku KLBF naik 28,7%, sementara      an, sehingga selain harga, juga terdapat
harga jual bahan baku obat akan turun          biaya bahan baku obat KAEF naik 80,3%.     kenaikan/penurunan volume impor yang
pada kuartal III," tambah Vincent. Namun                                                  digunakan untuk mendorong pendapatan
persentase penurunan harga itu belum           Demikian halnya pada 2007 saat rupiah      yang mempengaruhi biaya bahan baku.
bisa diprediksi.                               menguat 4,4% terhadap dolar AS, biaya
                                               Bahan Baku KLBF dan KAEF naik masing-      Ketiga, biaya bahan baku setiap perusaha-
Kuartal I 2011, harga BBO naik 5% sebagai      masing 19,6% dan 91,1%. Ketika kurs        an juga dipengaruhi oleh sistem kontrak
dampak pemberlakuan Permenkeu Nomor            Rupiah melemah 5,8% terhadap Dolar AS      dengan pemasok, mulai dari waktu serta
                                                                                          ketentuan lain terkait dengan impor.

     KURS RUPIAH dAn FLUKTUASI BIAYA BBO EMITEn FARMASI                                   Tahun 2011, rupiah kembali menguat ter-
  100                                                                                     hadap dolar AS. Rata-rata kurs rupiah ber-
                                              91,1%                                       ada pada Rp 8.817 per dolar AS sepanjang
                                                        80,3%
   80                                                                                     Januari-April 2011, menguat 3% dibanding-
                                                                                          kan dengan rata-rata kurs pada 2009 yang
   60                             KAEF
                                                                                          berada pada Rp 9.084 per dolar AS.

   40                                         KLBF      28,7%                             Penguatan rupiah berpotensi memicu biaya
          22,4%                                                                           BBO yang lebih rendah bagi perusahaan
                                                                        20,5%
   20                                                                                     farmasi, tanpa memperhitungkan ketiga
                                                                                          faktor lain di atas. Penguatan ini secara
    0
                                                                                          konsisten yang kemudian dapat mendorong
  -20     -9,4%                                KURS RP/DoLLAR AS                          turunnya biaya BBO tahun 2011 dapat
                                                                                          dimanfaatkan oleh perusahaan farmasi
                                  -28,0                                                   untuk mendorong profitabilitasnya.
  -40
           2004        2005       2006        2007       2008       2009        2010      <erw/dbs>
32      MEDIA PHARMA InDonEsIA


LoCaL issue
PAsAR jAMu nAsionAL 2011



Harga jual jamu
naik hingga 20%


P
harga bahan baku tumbuhan rempah yang naik
antara lain jahe, kunyit, temulawak, dan kencur.
Produsen jamu menaikkan harga jual                                                            yang ada. "Pemerintah dan pengusaha
sebesar 15%-20% sejak kuartal I 2011                                                          harus bersinergi. Pengusaha memperbaiki
akibat tingginya harga bahan baku.                                                            kualitas mutu produknya dan pemerintah
Kenaikan harga bahan baku jamu berupa                                                         memberikan dukungan mulai dari aturan,
rempah asli Indonesia tercatat hingga                                                         lobi, maupun upaya lain," katanya.
300% sejak kuartal Iv 2010, karena lebih
banyak diekspor dalam bentuk mentah                                                           Tren back to nature semakin memberi
ketimbang dijual kepada produsen jamu                                                         pengaruh di kalangan dunia kesehatan.
dan obat tradisional.                                                                         Ini akan menjadikan Indonesia memiliki
                                                                                              peluang yang semakin besar. Sumber daya
Menurut Charles Saerang, Ketum Gabungan         Salah satu emiten jamu nasional yang terte-   alam Indonesia sudah menjadi aset yang
Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, pro-       kan kenaikan harga bahan baku adalah PT       luar biasa dan menyediakan ribuan jenis
dusen terpaksa menaikkan harga jual untuk       Mustika Ratu Tbk. Tingginya harga bahan       tanaman berkhasiat, baik untuk jamu, obat
menyeimbangkan kenaikan biaya produksi          baku mendorong Mustika Ratu menaikkan         modern dan kosmetika.
terhadap penjualan perusahaan. "Kenaikan        harga jual produk. Kenaikan harga bahan
harga produk jadi tidak bisa dihindari.         baku meningkatkan biaya produksi naik 5%-     Tentu kedepan Indonesia tidak bisa bersaing
                                                10% pada periode Januari-April 2011.          hanya dengan mengandalkan sumber daya
Harga bahan baku rempah yang naik antara                                                      alamnya saja. Pembangunan di sektor R&D
lain jahe, kunir, temulawak, dan kencur. Jahe   Putri Kuswisnu Wardani, Presiden Direktur     dan penguasaan pada pasar harus makin
naik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi       Mustika Ratu, mengatakan kenaikan biaya       dimaksimalkan.
Rp 130 ribu per kilogram. Harga temulawak       produksi terjadi pada produk kosmetik
meningkat dari Rp 6.000 per kilogram            maupun jamu yang diproduksi perusahaan.       Menurut Chief Operating Officer Javaplant
menjadi Rp 12 ribu per kilogram.                Bahan baku produk Mustika Ratu adalah         Synergizing Nature, Junius Rahardjo, dengan
                                                tumbuh-tumbuhan rempah asli Indonesia         melakukan penelitian yang berkelanjutan ke
Tingginya harga bahan baku itu terjadi se-      seperti kunir, kencur, jahe, dan lainnya.     depan Indonesia lebih mampu bersaing dan
iring peningkatan permintaan dari India,                                                      memiliki market share yang cukup besar, ter-
Pakistan, dan China yang juga mengguna-         "Analisis sudah dilakukan bahwa adanya        utama di pasar Asia.
kannya sebagai bahan baku obat tradisi-         kenaikan harga bahan baku yang signifikan
onal. Faktor lain terkait kondisi cuaca yang    tidak mungkin dapat diserap lagi. Kenaikan    Demi meningkatkan daya saing di pasar
buruk mengganggu suplai bahan baku.             harga jual kemungkinan tidak terelakkan.      herbal Indonesia perlu lebih serius meng-
                                                Tapi kapan dan berapa persentasenya,          kembangkan riset diberbagai aspek dari
Kendati harga jual produknya naik, produsen     masih kami kaji," katanya.                    pra-produksi hingga pasar, yang memungkin-
jamu berharap omset nasional dapat tetap                                                      kan Indonesia membuat terobosan-terobos-
tumbuh tahun ini. Sepanjang 2011, omset         Hingga kuartal I 2011, penjualan Mustika      an baru dan berperan sebagai trend-setter di
penjualan jamu secara nasional diperkira-       Ratu tercatat naik 4,5% menjadi Rp 83,1       pasar herbal dan rempah dunia.
kan naik hingga 15% menjadi Rp 10,58            miliar. Kontribusi omset terbesar ditopang
triliun dibandingkan 2010.                      penjualan produk kosmetik dengan porsi        "Seperti Ginseng, hampir sebagian besar
                                                80,3%, jamu 16,5%, minuman kesehatan          masyarakat dunia percaya bahwa ginseng
Pasar Domestik dan Luar Negeri                  0,7%, dan produk lainnya sebesar 2,5%.        yang terbaik berasal dari Korea. Karena
Tidak hanya di pasar domestik, ekspor jamu                                                    Korea telah memberi bukti dari penelitian
nasional juga ditargetkan naik. Namun,          Peluang Besar Bagi Indonesia                  di berbagai aspek untuk memaksimalkan
Charles belum dapat memperkirakan target        Pada kesempatan lain, Charles Saerang         produk ginsengnya. Meskipun hanya punya
ekspor jamu nasional 2011. Potensi pasar        telah meminta pemerintah agar lebih ber-      satu jenis produk, tetapi Korea memiliki
ekspor salah satunya di Malaysia yang           peran dalam mempromosikan jamu nasional       produk yang reputable, Gingseng Korea,”
diperkirakan sebesar Rp 17 triliun.             ke pasar luar negeri untuk meraih potensi     jelasnya. <erw>
34     MEDIA PHARMA InDonEsIA


GLoBaL issue
  bELAnjA obAt GLobAL AkAn MEncAPAi us$ 1,1 MiLiAR PADA 2015




  Pharmerging market
  berkontribusi 28%
'tHE GLobAL usE of MEDicinEs: outLook tHRouGH 2015'




P
Beberapa bulan lalu IMS Institute for healthcare Informatics      Dalam lima tahun ke depan juga akan terjadi pergeseran cepat
melaporkan bahwa belanja global obat akan mencapai hampir         dalam belanja obat generik, meningkat menjadi 39% pada 2015,
US$ 1.100 miliar pada tahun 2015, yang mencerminkan turun-        naik sebesar 20% dibandingkan tahun 2005.
nya tingkat pertumbuhan 3%-6% dalam lima tahun kedepan, di-
bandingkan dengan pertumbuhan tahunan 6,2% dalam lima             Ini semua menjadi faktor kunci yang akan mempengaruhi pertum-
tahun terakhir. Level ini lebih rendah dari pertumbuhan belanja   buhan di masa depan, menurut Institut IMS Institut dalam The
obat-obatan di Amerika Serikat (AS), yang merupakan dampak        Global Use of Medicines: Outlook Through 2015.
habisnya masa paten yang berkelanjutan di pasar negara maju.
                                                                  Menurut Direktur Eksekutif, IMS Institute for Healthcare Informa-
Pertumbuhan global belanja untuk farmasi secara keseluruh-        tics, Murray Aitken, tingkat belanja obat pada masa mendatang
an diperkirakan mencapai US$ 210 - 240 miliar (2010-2015)         memiliki implikasi mencolok pada sistem kesehatan dan kebijak-
Dibandingkan dengan US$ 251 miliar (2006-2010). Pangsa            an yang akan terjadi di negara maju dan berkembang,
pasar obat di AS keseluruhan akan menurun nilainya dari 41%
pada tahun 2005 menjadi 31% pada tahun 2015, sedangkan            Ia mengatakan,"Pola belanja di masa lalu menawarkan beberapa
proporsi belanja obat pada lima negara maju di Eropa akan         petunjuk tentang tingkat pertumbuhan yang diharapkan sampai
melorot dari 20% menjadi 13% pada periode yang sama.              2015." "Namun ini merupakan dinamika yang belum pernah ter-
                                                                  jadi di masa lalu, dan mendorong pergeseran cepat dalam belanja
Sementara itu, pertumbuhan tinggi pada 17 pharmerging             produk obat bermerek dan generik, baik di pasar maju atau pun
market, yang dipimpin oleh China, akan memberi kontribusi         berkembang," lanjut Aitken.
sebesar 28% dari total belanja tahun 2015 menjadi sebesar
12% tahun 2005.                                                   Dalam analisis terbaru, IMS Institut mengidentifikasi dinamika
                                                                  yang akan terjadi sebagai berikut;

                                                                  Belanja untuk obat bermerek (original) akan lebih cepat meng-
                                                                  alami penurunan. Namun semakin menuanya populasi di pasar
                                                                  negara maju akan terus mendorong belanja tambahan pada
                                                                  obat bermerek ini, sehingga mampu mengimbangi dampak dari
                                                                  habisnya paten. Akibatnya belanja untuk obat bermerek itu di
                                                                  pasar farmasi berkembang akan tetap pada level yang sama pada
                                                                  tahun 2015 sebagaimana pada tahun 2010.

                                                                  Secara global, pangsa pasar obat bermerek, yang menurun dari
                                                                  70% pada 2005 menjadi sebesar 64% pada 2010, dan diprediksi
                                                                  akan terus menurun sampai 2015, menjadi 53%. Sedangkan per-
                                                                  tumbuhan obat bermerek di pasar negara berkembang akan
                                                                  menguat, 80 sen per dolar yang dihabiskan untuk obat pada
                                                                  tahun 2015 akan menjadi generik di pasar.

                                                                  Pada level ini (unprecedented level) habisnya masa paten mem-
                                                                  berikan 'dividen paten' di pasar berkembang. Berakhirnya paten
                                                                  pada produk original akan memberikan US$ 98 miliar pendapatan
                                                                  bersih dari pembayar di negara maju sampai tahun 2015, lebih
                                                                  besar dibandingkan pendapatan pada periode tahun 2006-2010
MEDIA PHARMA InDonEsIA                    35




                                            US            Canada   EU5
                                            Rest of EU    Japan    S Korea
                                            Pharmerging            ROW                                              Brand   Generic   Other

Sumber : IMS Market Prognosis, April 2011                                    Sumber : IMS Market Prognosis, April 2011                        Sumber : IMS Institute fo Healthcare Informatics: MIDAS, Des 2010


sebesar US$ 54 miliar. Berakhirnya paten                                      IMS Institute memperkirakan bahwa pada                           2015 belanja biosimilar melampaui US$ 2
juga akan lebih menghemat pembayar se-                                        tahun 2015 pasar negara berkembang                               miliar per tahun, atau sekitar 1% dari total
besar US$ 120 miliar di 2015, seimbang                                        akan menjadi pasar terbesar kedua di seg-                        belanja global pada biologis.
dengan jumlah yang dibelanjakan untuk                                         men geografis untuk belanja obat di selu-
obat generik, US$ 22 miliar. Di antara                                        ruh dunia, yang melampaui gabungan lima                          Biosimilar diprediksi baru memasuki pasar
pasar negara maju, AS akan mengalami                                          negara Eropa; Jerman, Perancis, Italia,                          AS pada 2014. Dan di Eropa akan muncul
perluasan terbesar dalam belanja obat                                         Spanyol dan Inggris, dan mendekati level                         molekul biosimilar tambahan yang diperke-
generik. Sementara Jepang masih akan                                          belanja obat di AS.                                              nalkan selama periode ini akan memper-
memiliki proporsi terendah meskipun                                                                                                            cepat belanja pada biosimilar melampaui
tekanan politik yang kuat untuk meningkat-                                    Kebijakan yang Mendorong Perubahan                               level pada 2010, yakni US$ 311 juta.
kan belanja obat generik dan resep.                                           Putusan kebijakan beberapa negara di sek-
                                                                              tor kesehatan memberi pengaruh pada be-                          IMS juga mengidentifikasi kelas terapi ter-
TERAPI BARU                                                                   lanja kesehatan dalam jangka panjang.                            kemuka pada 2015. Ini termasuk Onkologi,
Kunci mengatasi kebutuhan pasien yang                                         Kebijakan yang diputuskan di 2010 akan                           yang diperkirakan masih menjadi kelas te-
belum terpenuhi                                                               mempengaruhi belanja obat selama lima                            rapi terkemuka tetapi dengan pertumbuh
Dimasa mendatang, peluncuran obat baru                                        tahun ke depan.                                                  an yang lambat di kisaran 5%-8%, sebagai
akan memberi pilihan pengobatan penting                                                                                                        terapi bertarget yang telah diadopsi secara
untuk meningkatkan angka harapan hidup                                        Kebijakan-kebijakan itu antara lain; Bagian                      luas, pada perawatan diabetes di mana be-
(kualitas hidup) pasien. Termasuk obat oral                                   dari Undang Undang Perawatan Terjangkau                          lanja diperkirakan menjadi 4%-7%.
untuk multiple sclerosis, yang lebih efisien                                  di AS, yang akan memperluas cakupan
dan nyaman bagi pasien.                                                       Asuransi Kesehatan bagi 25-30 juta warga                         Ini didorong oleh tingkat prevalensi penya-
                                                                              AS; Kontrol harga di Cina untuk menjamin                         kit dan penggunaan obat antidiabetik oral
Baru-baru ini diperkenalkan juga dua jenis                                    keberlanjutan pertanggungan universal;                           baru, Asma dan COPD, dimana pertumbuh-
obat arrhythmia yang memberi alternatif                                       Kebijakan Potongan Harga untuk pertama                           an diperkirakan akan melambat menjadi
pengobatan untuk pertama kalinya dalam                                        kalinya terjadi di Jepang sesuai dengan ke-                      2%-5%, dan lipid regulator di mana belanja-
beberapa dekade. Pengobatan metastatic                                        bijakan produk baru yang dilindungi adalah                       nya akan meurun menjadi US$ 31 milyar
melanoma yang meningkatkan level kuali-                                       inovatif. Pengurangan harga untuk obat ge-                       pada 2015 dari US$ 37 milyar pada 2010.
tas hidup, dan terapi vaksin pertama untuk                                    nerik dan produk off-paten di Spanyol dan
kanker prostat. Ini akan menjadi terobosan                                    Italia, dan evaluasi biaya-manfaat untuk                         Menurut Aitken, selama lima tahun ke
mutakhir dalam personalized medicine.                                         produk baru di Jerman.                                           depan, kita tidak hanya melihat total yang
                                                                                                                                               melebihi US$ 1,1 triliun, tapi pembayar
Sementara ini level belanja obat di phar-                                     Selain itu, potongan harga dan diskon, yang                      akan mengelola 'dividen paten' secara
merging market makin mendekati level di                                       tidak tercermin dalam audit IMS, padahal                         signifikan, sementara negara di pasar
AS. Selama lima tahun mendatang belanja                                       diterapkan lebih luas oleh para pembayar                         berkembang berupaya terus memperluas
obat pasar berkembang diperkirakan me-                                        (baik publik dan swasta), khususnya di AS,                       alternatif obat untuk memenuhi kebutuhan
ningkat sebesar US$ 285 miliar-US$ 315                                        Perancis dan Jerman. Tahun 2010 jumlah-                          besar pasien.
miliar, dibandingkan US$ 151 milyar pada                                      nya diperkirakan sebesar US$ 60-65 miliar,
2010.                                                                         dan akan naik hingga US$ 65-75 miliar                            "Semua ini akan memerlukan keterlibatan
                                                                              pada tahun 2015.                                                 stakeholder di area kesehatan untuk ber-
Ini terjadi karena kuatnya dorongan pertum                                                                                                     peran aktif dalam dialog serius guna mene-
buhan ekonomi dan komitmen pemerintah                                         Sementara itu, biosimilars berkembang                            mukan solusi peningkatan akses obat yang
memperluas akses obat masyarakat seba-                                        dengan cepat, tetapi masih diadopsi seca-                        baik, sekaligus mengurangi biaya yang
gai solusi kesehatan mereka.                                                  ra terbatas. IMS Institut memprediksi, pada                      akan dikeluarkan," tambah Aitken. <dbs>
36    MEDIA PHARMA InDonEsIA


GLoBaL issue
tHE Rx to otc switcH:




     A Patent
     will disappear

brands
sdnarB
D
     can last forever...
Di AS, pemegang paten diberikan jangka waktu 20 tahun untuk          Pemain lain dari pasar OTC bermerek termasuk Tylenol dari
eksklusivitas pada penemuan-penemuan mereka. Dalam indus-            Johnson & Johnson dan Aspirin milik Bayer tetap berkembang
tri farmasi, periode pengembangan obat dalam jangka panjang          dengan baik di tengah persaingan generik, bergantung pada
dikombinasikan dengan Hatch Waxman-Act telah mengukir                kekuatan merek.
kehidupan paten obat baru yang efektif rata-rata selama kurang
dari 12 tahun.                                                       Ada banyak pendorong untuk menempatkan pasar OTC pada jalur
                                                                     pertumbuhan yang solid. Sebagaimana obat blockbuster telah
Ketika periode ini berakhir, obat generik segera memasuki pasar      habis masa patennya, banyak perusahaan berupaya memperluas
yang mengarah pada pangsa pasar secara drastis dan kerugian          waralaba mereka dengan beralih ke status sebagai obat bebas
penjualan pada inovator. Beralih obat dari beresep pada OTC          menjelang berakhirnya kehidupan paten obat mereka.
status dapat membantu mempertahankan beberapa lama setelah
penjualan paten telah berakhir.                                      Contoh di atas menunjukkan ini bisa menjadi strategi yang sukses.
                                                                     Saat ini Pfizer sedang berupaya mengalihkan Viagra pada OTC dan
Seluruh dunia OTC penjualan senilai US$ 95 miliar 2009, tetapi       sedang mempertimbangkan peralihan Lipitor. Beberapa negara
pasar bervariasi secara luas oleh negara. Obat OTC tercatat          Eropa telah memungkinkan switch, meskipun sejauh ini FDA masih
sebesar 8% dari total penjualan obat US, dibandingkan dengan         ragu-ragu, mungkin akan ada perubahan di masa mendatang.
30% di negara berkembang.
                                                                     Saat ini pasien menjadi konsumen yang semakin pintar dalam
Penjualan dalam kategori ini juga Diperkirakan tumbuh dua            mengelola kesehatan mereka, terutama mengenai obat-obatan
digit dalam negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina)          yang mereka konsumsi. Mereka ingin berperan lebih besar dalam
yang berkembang pesat pada tahun 2010, berbeda dengan                pengambilan keputusan untuk kesehatan mereka. Banyaknya
pertumbuhan yang jauh lebih lambat di AS, Eropa dan Jepang.          situs-online membuat informasi kesehatan tersedia secara
                                                                     luas kepada publik hanya dengan 'klik'. Seiring dengan itu,
Beberapa obat bebas yang paling umumnya dibeli adalah antasida,      banyaknya alat uji diagnostik yang digunakan di rumah makin
analgesik, alergi dan obat batuk/demam. Merek OTC paling ngetop      memberdayakan konsumen.
termasuk menjual Prilosec, Claritin dan Zyrtec, bahkan setelah
habisnya masa paten, Prilosec antasida, tetap menjadi teratas        Produk OTC memungkinkan konsumen untuk mengakses harga
dalam penjualan di AS dan peluncuran Claritin telah begitu sukses,   moderat yang disetujui oleh pemiliki otoritas, FDA. Untuk peng-
bahkan setelah delapan tahun berakhirnya paten, masih meraih         obatan penyakit ringan tanpa harus mengalami ketidaknyaman-
penjualan sekitar US$ 400 juta hanya di Amerika.                     an dan biaya kunjungan ke dokter.
MEDIA PHARMA InDonEsIA        37




Dalam skema yang tak jauh dari kondisi riil, co-      ke toko obat OTC dan toko kelontong dan supermar-
payment untuk obat generik mulai dari US$ 10          ket. Di Eropa, di mana OTC menikmati proporsi
(termurah), obat merek memerlu-kan co-payments        yang lebih tinggi dari total penjualan obat, apotek
dari US$ 20-25 (moderat), dan obat generik            memiliki pangsa 88% dari pasar OTC.
bermerek top setidaknya US$ 40 keluar dari saku
pasien.                                               Berbelanja obat di apotek, konsumen akan
                                                      mendapat kesempatan berkonsultasi kepada
Sistem ini dimaksudkan untuk mengandung per-          apoteker, dengan pertanyaan yang dibutuhkan.
tumbuhan pengeluaran obat dengan mendorong            Mereka bisa belajar tentang bahan aktif, informasi
pasien untuk menggunakan obat generik. Karena         dosis dan efek samping, interaksi obat dsb.
biaya obat dan co-payments sama-sama meningkat,
asuransi dan pasien telah menemukan bahwa             Ini harus tersedia lebih banyak dukungan kepada
uang bisa dihemat dengan memakai obat bebas.          FDA untuk memfasilitasi apa sja yang diperlukan.
Dokter semakin bersedia menginstruksikan pada
pasiennya untuk membeli obat ditempat umum            Saatnya bagi beberapa obat resep akan lebih ter-
daripada menulis resep obat dengan bahan aktif        tantang untuk menjadi kandidat OTC switch, peran-
yang sama                                             cangan obat berstatus Behind-the-Counter (BTC)
                                                      yang jarang sekali digunakan mungkin tepat.
Untuk memaksimalkan pasar OTC di AS akan mem-         BTC adalah resep bebas obat yang akan dibeli
butuhkan perubahan signifikan pada kebiasaan          langsung oleh konsumen dari seorang apoteker.
bersama dengan perubahan regulasi pembelian           Sebagai contoh, kontrasepsi darurat Plan B adalah
konsumen. Seperti saat ini berdiri, hanya 32% dari    sejenis obat BTC, seperti halnya juga obat alergi
obat OTC dibeli melalui apotek, 21% berasal dari      yang mengandung pseudoefedrin. Status ini adalah
gudang, sebagian lainnya dari sisa supermarket.       yang ketiga secara luas digunakan di Eropa, dan
                                                      telah menunjukkan banyak keberhasilan.
Sementara apotik bisa mengambil berbagai obat,
secara wajar, terutama supermarket dan gudang,        Banyak obat yang saat ini mendekati akhir masa
mengelola jangkauan yang lebih kecil. Oleh sebab      paten mereka membutuhkan sedikit pengetahuan
itu, toko dan supermarket, fokus pada penjualan       dari pengguna obat batuk umum. Mereka akan
kepada konsumen obat yang paling populer se-          melakukannya dengan baik dalam kategori BTC
hingga lebih mudah dan lebih nyaman. Pasar saat       jika diijinkan oleh FDA. Ini termasuk obat antara lain
ini terstruktur, pertumbuhan yang inkremental/        untuk: disfungsi ereksi, pencegahan osteoporosis,
bertahap ini disebabkan oleh kematangan dan           kontrasepsi, dan pengendalian kolesterol.
saturasi obat OTC yang populer.
                                                      Kebanyakan pasien dapat mendiagnosis diri
Dalam memutuskan obat Rx diperbolehkan untuk          sendiri untuk perawatan ini, apa yang mereka
beralih OTC, FDA melihat keamanan dan efektivitas     butuhkan adalah sedikit bimbingan dari profesional
produk, rasio benefit-to-risk, dan apakah pelabelan   kesehatan, bimbingan yang dapat diberikan oleh
dapat ditulis sedemikian rupa sehingga konsumen       seorang apoteker.
dapat memakai produk aman tanpa intervensi dari
penyedia layanan kesehatan. Untuk menumbuhkan         Hal ini membutuhkan upaya bersama dari FDA,
pasar, FDA harus lebih dahulu memastikan bahwa        perusahaan farmasi dan apoteker, untuk menum-
pasien mendapat edukasi yang cukup untuk mem-         buhkan pasar OTC dengan mendorong peralihan
buat keputusan medis yang lebih kompleks atas         Rx pada OTC. Ini akan menjadi solusi win-win, jika
nama mereka sendiri.                                  dikelola dengan baik, akan memberi keamanan
                                                      dan kenyamanan bagi konsumen dan perusahaan
Untuk beberapa hal, ini telah diperumit oleh adanya   farmasi memperpanjang kehidupan produknya.
industri yang berlebihan dalam memanfaatkan eks-
tensi merek mereka dengan melakukan mixing dan        Untuk melakukannya tentu memakan waktu yang
matching pada analgesik, obat batuk, obat demam,      tidak singkat, karena sebagian besar lingkungan
alergi, dsb, sampai-sampai konsumen tak tahu lagi     yang ada di FDA sangat konservatif. Namun pada
obat yang mereka ambil. Hal Ini berdampak pada        prinsipnya, pasar untuk OTC/BTC menawarkan
kekhawatiran bahwa pasien memiliki resiko meng-       peluang yang cukup besar untuk industri farmasi.
konsumsi obat secara tidak tepat.
                                                      Sebuah paten memiliki kehidupan yang terbatas.
Selain meningkatkan pelabelan obat, perusahaan        Sebuah merek, jika dikelola dengan baik, akan
farmasi perlu mengubah saluran distribusi mereka      hidup selamanya.<erw>
38      MEDIA PHARMA InDonEsIA


Business seCTion
Pt cAHAyA buMi cEMERLAnG




c
Excipient & coating
systems solutions
CBC Indonesia berdiri pada tahun 1990 yang merupakan                             Untuk memperkuat posisinya dipasar domestik sebagai
kantor perwakilan Connell Bros Company, perusahaan                               pemasok bahan baku industri kosmetik (personal care)
berbasis di San Francisco Amerika Serikat, yang reputable                        dan industri perawatan rumah tangga (household care),
di dunia internasional sebagai pengimpor, pengekspor,                            Connell Bros Company melakukan kerjasama patungan
agen dan distributor berbagai macam bahan kimia dan                              (joint venture) dengan mitra lokal dan mendirikan per-
bahan baku. Tahun 1990 merupakan awal penetrasinya                               usahaan PT. Cahaya Bumi Cemerlang pada tahun 2005.
di Indonesia.
                                                                                 Bagi Connell Bros Company, berdirinya PT. Cahaya Bumi
Pada tahun 1993 ditetapkan menjadi PT. Connell Bersau-                           Cemerlang adalah babak baru dalam memperluas operasi-
dara Chemindo (CBC Indonesia), yang pada awalnya ber-                            nya yang tumbuh serta berkembang dengan dinamis di
gerak di bidang penjualan bahan baku cat dan tinta, ke-                          Indonesia dalam melayani kebutuhan bahan baku industri
mudian memperluas usahanya sebagai pemasok bahan                                 kosmetik (personal care), bahan baku industri perawatan
baku lainnya seperti plastik, karet, serta bahan baku                            rumah tangga (household care) dan bahan pembantu
untuk makanan.                                                                   (excipient) industri farmasi.

                                                                                 Dikembangkan dalam platform distribusi untuk spesialisasi
                                                                                 yang profesional, memberi dukungan dan solusi sesuai
                                                                                 dengan kebutuhan yang spesifik setiap industri.

                                                                                 Berdasarkan pengalaman itu, PT Cahaya berhasil mendapat-
                                                                                 kan kepercayaan para pelanggan di lingkungan industri
                                                                                 kosmetik (personal care), industri perawatan rumah tangga
                                                                                 (household care) dan industri farmasi sebagai partner lokal
                                                                                 yang handal.

                                                                                 MEMASUKI PASAR EKSIPIEN FARMASI INDoNESIA
                                                                                 Menurut data dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indone-
                                                                                 sia, pasar farmasi nasional tumbuh cukup signifikan men-
                                                                                 capai 14% pertahun, pada tahun 2011 ini diperkirakan
                                                                                 senilai Rp 39 triliun.

                                                                                 Melihat prospek pasar farmasi nasional ini, PT Cahaya ber-
                                                                                 upaya masuk dalam kompetisi di pasar bahan baku farmasi
                                                                                 nasional, salah satunya adalah dengan menggandeng mitra
                                                                                 asing Ashland Aqualon, prinsipal berbasis di Amerika, yang
                                                                                 memproduksi excipient dan coating system untuk produk
                                                                                 farmasi.

                                                                                 Pada momen seminar sehari di Hotel Borobudur Jakarta,
                                                                                 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ashland
                                                                                 Aqualon pada 28 April 2011 lalu, Presiden Direktur PT
                                                                                 Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja mengatakan
                                                                                 bahwa perusahaannya telah memperoleh kepercayaan dari
  Presiden Direktur PT Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja berjabat tangan     prinsipal Ashland Aqualon untuk pemasaran produk-produk
  dengan Mr. Chandan Jagtap, Regional Sales Manager, Pharma, Asia Pacific dari   excipients dan coating system mereka di Indonesia sejak
  Ashland Aqualon.
                                                                                 awal tahun 2010.
MEDIA PHARMA InDonEsIA       39




PT Cahaya berkantor pusat di Tangerang         tri, pasar dan regulasi di Indonesia dikombi-   Menurutnya dengan sertifikasi GMP/cGMP
dan kantor cabang di Surabaya memiliki         nasikan dengan portofolio produk menjadi        yang dimiliki Asland Aqualon menjadi aset
fasilitas gudang yang sangat baik dan telah    aset bagi PT Cahaya dalam memberi pela-         strategis untuk memuluskan upaya per-
memenuhi persyaratan keamanan untuk            yanan sesuai kebutuhan industri farmasi         luasan pasar secara global termasuk di
produk excipients dan coating systems          yang hi-regulated, berorientasi pada tuntut-    Indonesia untuk produk-produk excipient
untuk produk-produk farmasi.                   an efisiensi menghadapi persaingan dan          dan coating system untuk produk-produk
                                               perubahan-perubahan yang terjadi di pasar       farmasi.
Dalam hal pengiriman, perusahaan ini           Indonesia.
menawarkan berbagai pilihan pengiriman                                                         Indonesia sebagai pharmerging market
yang tepat waktu dan jaminan keamanan          Berbekal pengalaman dan pengetahuan             memiliki populasi sebesar 234,2 juta
pada kualitas produk di setiap proses ke       teknik pemasaran berbagai bahan baku,           penduduk dengan preferensi konsumen
berbagai tempat dan tujuan di Indonesia.       tim pemasaran PT Cahaya mampu mena-             bervariasi. Ini merupakan pasar yang
                                               warkan solusi produk disertai dukungan          besar dan fragmented, kendati demikian
Di saat yang sama, Business Development        aplikasi yang customable.                       menurut Hendra, bagi PT Cahaya, ini
Manager PT Cahaya, Hendra Widjaja                                                              merupakan kesempatan yang baik jika
mengatakan kepada wartawan," Kami              Menurut Hendra, "Kerjasama kami dengan          kita mampu mengimbangi perubahan-
memiliki pengetahuan tentang industri          Ashland Aqualon akan memberi kontribusi         perubahan yang cepat yang terjadi di
farmasi lokal maupun jaringan kerja para       besar dalam penyediaan bahan pendukung          dalamnya.
pemasok dari luar negeri."                     farmasi yang murah dan berkualitas, serta
                                               memenuhi standar yang dipersyaratkan            PT Cahaya sendiri telah memulai sepak
"Itulah sebabnya kami aktif menawarkan         dunia internasional, yakni GMP/cGMP             terjang sejak 2005 dengan reputasi yang
berbagai solusi mengenai sumber-sumber         Certification sektor industri farmasi."         baik di kalangan industri kosmetik (per-
produksi farmasi kepada para pelanggan                                                         sonal care) dan industri perawatan rumah
yang memerlukan pasokan bahan-bahan            Hal itu dipertegas oleh Ramachandrarao,         tangga (household care), Hendra optimis
yang dibutuhkan dari luar negeri,"lanjutnya.   Technical Sales Manager-Pharma dari             timnya akan sukses dalam mendukung
                                               Ashland Aqualon, ia mengatakan bahwa            penyediaan bahan-bahan kebutuhan
Tim pemasaran PT Cahaya memiliki pema-         perusahaannya memiliki perhatian serius         industri farmasi nasional.
haman yang baik tentang lingkungan indus-      pada GMP/cGMP standard.                         <erw>




                                                Pharmaceutical
                                           Excipients & Coating
                                                       Systems
                                                                                                            PT. Cahaya BumI CEmErLanG
                                                                                                            JaKarTa
                                                                                                            Jl. Imam Bonjol Km 3,5
                                                                                                            Bojong Larang No. 21
                                                                                                            Kota Tangerang 15115
                                                                                                            Banten - Indonesia
                                                                                                            Phone : +62 21 55767512
                                                                                                                    (hunting)
                                                                                                                    +62 21 5531324
                                                                                                            Fax. : +62 21 5520439
                                                                                                            Email : cahaya@cahayabc.co.id

                                                                                                            suraBaya
                                                                                                            Jl. Ir. H. Juanda
                                                                                                            Ruko Surya Inti Permata
                                                                                                            Blok A No. 24
                                                                                                            Waru Sidoarjo 61253
                                                                                                            Indonesia
                                                                                                            Phone : +62 31 867 8138 / 7
                                                                                                            Fax. : + 62 31 866 6478
                                                                                                            email : cahaya@cahayabc.co.id
                                                                                                             www.connellbrothers.com
40     MEDIA PHARMA InDonEsIA


PaCkaGinG




the role of colors

a
Awal pembuatan sediaan pil dimulai pada zaman                     Warna primer terang cherry red, lime green dan tangy yellow
Mesir kuno dalam bentuk bola bulat kecil yang berisi              muncul sebagai warna pertama. Kapsul gel, saat ini pun
bahan dicampur dengan tanah liat atau roti. Sediaan               semakin berwarna, dengan pilihan sebanyak 80.000 kombinasi
                                                                  warna. Sedangkan untuk tablet, kemajuan teknologi makin
pil ini bertahan selama lima ribu tahun hingga per-
                                                                  berperan memunculkan produk pelapis baru (coating products)
tengahan abad ke-20, sebuah pil yang bulat dan                    yang makin warna-warni di pasar.
berwarna putih, hampir tanpa warna.
                                                                  Di sisi lain, apakah warna benar-benar penting? Terlepas dari
"Di area bebas, obat yang tersedia hanya berupa tablet dibuat     fakta yang tampak jelas bahwa pil ini lebih tampak cantik dan
dari bubur putih atau pastel. Obat resep di kemas dalam botol     menarik di mata, sebenarnya telah memberi benefit yang besar
warna oranye atau vial transparan. Sediaan cair, kecuali pepto-   bagi konsumen dan perusahaan farmasi dalam banyak cara
bismol berwarna merah muda, juga tampak membosankan.              yang sangat fungsional.

Hari ini adalah dunia yang berbeda. Kemajuan teknologi mela-      Pertama, warna membantu konsumen membedakan obat
hirkan cara mentransformasi warna pada sediaan farmasi            resep dengan obat non-resep, suatu tablet atau kapsul dari
yang dimulai sejak tahun 60-an. Teknologi ini makin dipercepat    yang lainnya. Sebagai kesaksian betapa serius masalah ini,
ketika teknologi baru dari 'softgel' kapsul obat berwarna ter-    The New York Times telah menyebut tentang kegagalan pasien
sedia pertama kalinya pada tahun 1975.                            untuk mengambil obat yang diresepkan.

                                                                  Hal ini terutama relevan bagi orang tua yang bingung ketika
                                                                  mereka mengambil berbagai obat, yang sebagian besar tablet
                                                                  putih kecil. Komite Aging and Youth Senat AS melaporkan bah-
                                                                  wa tipikal penerima Medicare rata-rata menggunakan 18 - 24
                                                                  resep setahun. Para peneliti juga menemukan bahwa pasien
                                                                  yang minum obat setiap hari lebih disukai daripada warna-
                                                                  warna cerah pil. Akibatnya, warna dan kombinasi warna adalah
                                                                  cara yang ampuh untuk menciptakan daya tarik emosional dan
                                                                  mengurangi kesalahan medis.

                                                                  Fakta lain, pasien merespon dengan sangat baik ketika suatu
                                                                  warna sesuai dengan hasil pengobatan. Sebagai contohnya,
                                                                  biru baik untuk ketenangan tidur di malam hari dan merah
                                                                  cerah mempersepsikan pengobatan yang cepat. Namun
                                                                  terdapat skenario sebaliknya, bahwa kapsul dengan warna
                                                                  merah menyala untuk gangguan refluks asam empedu, atau
                                                                  hijau untuk meredakan mual.

                                                                  Sebuah manfaat yang sama berakar dalam efek warna-warna
                                                                  dan secara khusus yang terkait dengan aroma dan rasa.
                                                                  Bahkan pada peradaban awal seperti orang-orang Romawi
                                                                  mengakui bahwa 'people eat with their eyes' sama baiknya
                                                                  dengan selera mereka. Salah satu buktinya adalah warna
                                                                  kuning mentega sudah ada sejak abad ke14.

                                                                  Meskipun secara teknis kita tidak 'makan' pil, kami merasa
                                                                  berselera dan menelannya. Apa yang kita rasakan dan aroma
                                                                  apa yang terasa dari sebutir pil berwarna abu-abu? Aroma
                                                                  hangus, rasa buah atau pil itu tampak seperti berjamur?
                                                                  Bagaimana dengan pil berwarna merah muda? Apakah itu
                                                                  terasa asam, pahit, atau manis? Warna apa yang paling mudah
                                                                  bagi kita untuk menelannya? Selanjutnya, efek warna juga
MEDIA PHARMA InDonEsIA      41




mencakup asosiasi dengan suhu, misalnya, pil biru terasa       gan merasakannya (emotional brand). Dengan kata lain,
dingin, warna oranye terasa lebih hangat.                      warna memiliki kemampuan unik untuk melakukan ketiga
                                                               secara simultan, menciptakan daya tarik emosional, untuk
Selain dari manfaat fungsional bagi konsumen yang begitu       mengkomunikasikan nilai fungsional dan manfaat (seperti
banyak, saat ini warna memainkan peran lebih kuat meng-        obat pereda rasa sakit yang andal), dan membedakan merek
ubah pil putih polos menjadi lebih unik, dengan menambah-      dari lainnya.
kan gambar logo. Ini telah terjadi, bahkan lebih signifikan
karena mampu mengubah strategi pemasaran dengan                Contoh betapa penting peran warna adalah pada persaingan
memaksimalkan peran dari warna di dalam industri farmasi.      dua obat resep khusus pria Viagra dan Levitra. Pil biru, Viagra
                                                               yang berbentuk berlian, diluncurkan sejak 1997, secara cepat
Pertama, banyak obat sebelumnya hanya tersedia dengan          menjadi pil 'sensasi satu malam'. Obat resep ini adalah yang
resep - sekarang tersedia sebagai obat bebas (OTC), tanpa      paling berhasil dalam sejarah farmasi, dengan penjualan se-
resep. Ini berarti bahwa publik berbelanja untuk obat dan      nilai US$ 1,74 miliar hanya dalam setahun. Pada 2002, grup
mengambil keputusan di toko-toko. Bahkan, penelitian ter-      pemasaran produk kompetitor, Levitra, memutar otak pada
baru oleh Henley Centre melaporkan bahwa sebanyak 73%          isu warna bagi merek mereka. Tujuannya adalah 'bagaimana
dari keputusan pembelian di AS dibuat di dalam toko. Oleh      mengalahkan pil biru'.
karena itu, bahkan lebih penting bagi produk farmasi untuk
menarik perhatian dari pembeli dan menyampaikan informasi      Dari riset pasar yang mereka lakukan secara luas, menyimpul-
secara efektif.                                                kan bahwa konsumen tidak 'beresonansi dengan citra' Viagra.
                                                               Mereka menemukan bahwa warna biru itu terlalu dingin dan
Dalam persaingan yang kian memanas, warna dan desain           sama dengan yang sedang sakit. Arah dari kesimpulan itu
memiliki peran sangat penting bagi merek, sebagai contoh       adalah untuk menghadirkan Levitra dengan warna dan logo
kemasan dan iklan OTC yang baru, Celebrex dengan visuali-      yang lebih menarik dan lebih emosional.
sasi langit biru yang tenang dan padang rumput yang hijau,
memberi perasaan lega terlepas dari penderitaan.               Setelah pengujian secara ekstensif, Levitra muncul dengan
                                                               warna oranye, warna yang sarat dengan gairah dan memiliki
Kedua, lima tahun lalu FDA-AS mengurangi pembatasan pada       energi. Dengan kombinasi warna logo oranye dan ungu.
pemasaran langsung ke konsumen untuk produk obat-obat-         Mereka juga menyimpulkan, bahwa warna memiliki peran
an. Akibatnya, iklan cetak dan penyiaran kian meledak. Hanya   strategis. Sebesar 80% dari informasi visual berkaitan dengan
dengan menyalakan televisi dan perhatikan obat mana yang       warna, ini berlaku terutama untuk produk farmasi. Warna juga
dipasarkan secara agresif. Tanyakan kepada dokter Anda         memiliki peran fungsional. Secara terang-terangan atau
tentang pil ungu, nexium. Itu tidak terbatas pada televisi.    bawah sadar, warna mengkomunikasikan pesan yang cukup
                                                               kuat dan memberi banyak sekali manfaat operasional lainnya.
Oleh karena itu, perusahaan farmasi tidak menyia-nyiakan
kesempatan. Warna dan bentuk pil, nama dan gambar yang         Namun demikian, di sisi lain, warna mungkin tidak menjadi
digunakan untuk menjual produk, dilakukan dengan sangat        masalah pada masa depan obat dalam sediaan tablet dan
diteliti dan diuji.                                            kapsul sebagai obat resep. Para ilmuwan telah menciptakan
                                                               sebuah teknologi microchip dispenser obat seukuran koin
Warna telah terangkat statusnya sebagai 'powerhouse' karena    yang bisa ditanam di bawah kulit. Ini akan diprogram untuk
menjadi bagian paling mendasar dari kepribadian obat.          merilis pengobatan dalam formula terkonsentrasi.
Seperti pada semua jenis produk dari perangkat komputer        Bahkan sensornya mungkin melekat pada chip untuk men-
sampai minuman ringan, keputusan pembelian tidak hanya         deteksi kadar obat dalam tubuh kita, yang selanjutnya akan
berdasarkan apa yang tampak seperti produk (visual brand),     bertambah fungsinya lebih banyak lagi sesuai kebutuhan.
tetapi ide dari merek (core brand value), bagaimana pelang-    <is/dbs>
42     MEDIA PHARMA InDonEsIA


suPPLy Chain


Penggunaan Gs1


S
di seluruh Dunia
Saat ini, kemitraan dalam rantai suplai dalam dunia kese-      pusat informasi tempat penyimpanan produk untuk persediaan
hatan harus berbagi banyak data yang kian kompleks untuk       yang digunakan di seluruh rumah sakit di Ontario."
mendukung pekerjaan mereka. Agar efektif, perawatan
kesehatan, penyedia dan pemasok harus memakai bahasa           "Akses data yang tepat waktu, akurat, dan dipercaya dapat
yang umum dan diakui oleh rantai mitra di seluruh dunia.       menyumbangkan secara signifikan bagi Sistem Pelayanan
                                                               Kesehatan yang lebih aman, lebih fokus untuk pasien,
Sistem GS1 standar dalam sistem rantai suplai merupakan        berkelanjutan dan efisien," katanya.
standar yang paling banyak digunakan di dunia. Digunakan
di 23 sektor, termasuk perawatan kesehatan, farmasi, bahan     Mewakili sebanyak 154 rumah sakit umum di seluruh provinsi,
makanan, jasa makanan dan barang konsumen. Selama lebih        OHA menggabungkan organisasi yang terus bertambah di
dari 35 tahun, sistem GS1 telah diterima secara global dalam   Kanada dan secara global yang mendukung pergerakan sektor
bahasa umum untuk mengelolakan informasi produk, layanan       healthcare seluruh dunia menuju pemakaian GS1 Standards.
dan lokasi.
                                                               St. Michael’s hospital menerapkan Electronic Data
DI KANADA                                                      Interchange (EDI)
ontario hospital Association (Asosiasi Rumah Sakit ontario)    Dengan Fase 2 dari "Canadian Healthcare Supply Chain
menyetujui GS1 Standards.                                      Standards Project", difokuskan pada penerapan standard,
Menurut Tom Closson, Presiden dan CEO, OHA,“Ontario Hos-       berjalan dengan mantap, proyek uji coba Electronic Data
pital Association (OHA) mendukung aplikasi GS1 Standards       Interchange (EDI) yang pertama dimulai dengan Rumah Sakit
di seluruh rumah sakit di Ontario. Standar global pada GS1     St. Michael di Toronto, Ontario. Proyek ini melibatkan beberapa
ini mampu meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan keamanan    vendor dan distributor, antara lain Cardinal Health and Medical
dalam rantai pasokan, termasuk menyediakan basis untuk         Mart Supplies Ltd.

                                                               Dengan bantuan dari fasilitator pihak-ketiga, Rogue Data
                                                               Corporation, Rumah Sakit St. Michael mengirimkan purchase
                                                               order elektronik, yang mengandung Global Standard GS1
                                                               GTIN (Global Trade Item Numbers) dan GLN (Global Location
                                                               Numbers). Proyek percobaan ini diharapkan akan berlanjut di
                                                               tahun 2011 ini, dari laporan temuan pada triwulan pertama.

                                                               PERKEMBANGAN GLoBAL
                                                               Johnson & Johnson melanjutkan penggunaan GS1 Standards
                                                               Menurut Dr. Ajit Shetty, Corporate Vice President Enterprise
                                                               Supply Chain, Johnson & Johnson,“Tujuan kami adalah
                                                               mencetak GTIN pada kemasan semua alat medis sebelum
                                                               akhir tahun 2012.”

                                                               “Sampai saat ini sekitar 57.000 GTIN telah diberikan pada alat-
                                                               alat medis. Untuk produk farmasi, kami telah menggunakan
                                                               GTIN untuk memenuhi persyaratan FDA dan persyaratan dari
                                                               Uni Eropa. Kami juga telah memulai proyek GDSN untuk alat
                                                               medis, dan sedang mencoba EPC/RFID," ungkap Dr. Shetty. Di
                                                               Belgia, kami sedang mencoba memakai GS1 DataMatrix untuk
                                                               salah satu pelanggan kami, AZ St.-Jan Brugge-Oostende.”

                                                               Dr Shetty mengatakan,“Dalam sebuah survei yang dilakukan
                                                               oleh Johnson & Johnson Health Care Sytem Inc. di AS.
                                                               Pelanggan Johnson & Johnson menunjukkan minat yang kuat
                                                               untuk bergerak menuju pengelolaan data berstandar global."
                                                               "Mereka memberikan angka 4,5 (dalam skala 5) untuk
                                                               ketertarikan dalam melangkah menuju standard data yang
                                                               global," tambah Dr Shetty.
MEDIA PHARMA InDonEsIA       43




Salah satu pelanggan mengatakan,"Kami akan
memiliki satu nomor pada tiap produk, agar
kami dapat menemukan produk dengan lebih
mudah. Tentu, akan ada pengaruh di bagian
keselamatan, kami akan dapat melakukan
analisa data dengan lebih cepat pada saat
membandingkan produk, sehingga semua
produk akan cocok."

Cook Medical menerapkan GS1 Standards
Menurut Claes Waller, Vice President Cook
Group Europe dan Board Member of
Eucomed,“Kami memulai proses standarisasi
10 tahun silam dan menerapkan satu sistem
global untuk identifikasi produk." GTIN dipakai
untuk Computer Part Number kami untuk
mengidentifikasi 380.000 barang.

Namun Waller mengatakan, akhir-akhir ini
sedikit sekali rumah sakit yang mampu melacak
stok memakai GTIN dan menelusuri barang itu
melalui jalur suplai sampai ke data pasien. "Kami
juga telah menentukan Global Location Numbers
(GLN) untuk setiap perusahaan, sehingga kami dapat
melakukan transaksi pemesanan secara elektronik dengan
memakai GLN yang pelanggan berikan pada kami. Kami bisa
menghubungkan tiap pesanan dengan lokasi tertentu di mana
barang akan dikirimkan," jelasnya.
                                                               Dekan Graduate School International University of Health and
"Berbagi informasi alat medis melalui GDSN dan mengirimkan     Welfare.
informasi dengan tidak terlihat yang sampai kepada pasien
memungkinkan kami untuk lebih efisien melalui kontrol ling-    "Beberapa rumah sakit perintis telah berhasil meningkatkan
kungan yang lebih baik dan daya lihat produk yang lebih baik   keselamatan pasien dan operasi rumah sakit dengan mene-
pada rantai pasok” tambah Waller.                              rapkan Barcode lanjutan dan RFID System. Di National Center
                                                               for Child Health and Development, Tokyo, semua ruangan telah
Yang lebih penting, hal ini akan meningkatkan pelayanan        dilengkapi dengan tampilan layar sentuh yang bisa digunakan
pasien. Cook akan mengunggah dokumen untuk 25.000              oleh perawat untuk mengambil data pasien dan memasukkan
produk ke dalam GDSN, untuk mengidentifikasi tiap produk       data memakai scanner barcode.
dan membuatnya tersedia untuk pelanggan tanpa biaya.
                                                               Alat itu juga bisa digunakan oleh pasien sebagai layar televisi.
500 juta pengguna Mobile health Application di tahun 2015      Di Akami University Hospital, Pulau Honshu, tag RFID telah
Menurut laporan terbaru yang dibuat oleh research2guidance,    dipasang pada gelang pasien dan tag nama perawat. Scanner
Global Mobile Health Market Report 2010-2015, dalam jangka     dapat membaca barcode maupun RFID. Rumah sakit itu saat
waktu 5 tahun sekitar 500 juta individu yang akan mengguna-    ini bereksperimen dengan pegangan infus yang dilengkapi
kan Mobile Health Application dalam smart phone mereka.        antena RFID yang secara otomatis membaca tag RFID pada
Laporan itu memperkirakan sebanyak 1.4 milyar pemakai          kantong infus.
smart phone pada 2015 dan lebih dari sepertiganya akan
memiliki aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan.           "Untuk memastikan penerimaan yang luas oleh rumah sakit
                                                               pada sistem yang lebih lanjut dan standar yang dibutuhkan,
Saat ini, sekitar 43% mHealth (Mobile Health) Application      pegawai rumah sakit perlu mengenali bahwa barcode berguna
diutamakan untuk ahli-ahli di bidang kesehatan. GS1 memiliki   untuk keselamatan pasien dan pengelolaan rumah sakit
kelompok kerja lintas sektor yang membahas bagaimana GS1       perlu menginvestasi pada teknologi tersebut." Prof. Kaihara
Standards dapat mengangkat GS1 Identification Keys dan GS1     menyimpulkan.
BarCodes menggunakan komunikasi selular.
                                                               "Kelompok pengguna GS1 Healthcare lokal di Jepang men-
DI JEPANG                                                      dorong penggunaan GS1 Standards dalam sektor healthcare
Menginovasikan rantai pasok healthcare                         Jepang." Osaka University Hospital Penelusuran Peralatan
"Pemakaian barcode di Jepang, diaplikasikan dengan cukup       Bedah "Pada Oktober 2005, kami mulai memasang barcode
luas pada produk-produk kesehatan, namun di rumah sakit        dua dimensi DataMatrix langsung di alat-alat bedah untuk
masih sangat terbatas,” kata Profesor Shigekoto Kaihara,       laparotomy.
44            MEDIA PHARMA InDonEsIA


suPPLy Chain




     PROdUcTIOn                                                                                     WAREHOUSIng-PREPARATIOn                         SHIPPIng
     • Receipt of a shipping notice indicating     • Acceptance of primary materials                • Management of physical product arrivals       • Loading
       traceability information linked to the raw  • Recording of lot numbers used                    and shipments using SSCC                      • Reading and registering SSCC
       material and packaging being used.          • GTIN assigment and marking for base            • Management of the separation and release      • Sending shipping notices to receipts with
     • Quality control of merchandise using SSCC.    units and creation of their lot numbers.         of lots                                         delivery itemisation
     • Validation of receipt and delivery slip                                                      • Assignment of locations                       • Sending shipping orders to the carries
       signature.                                                                                   • Registering the movement if merchandise       • After delivery, the carrier sends a transport
     • Registration of lot/batch numbers and dates                                                  • Physical inventory                              status report
                                                                                                    • Order picking                                 • Integrating information in order to efficiently
                                                                                                    • Creation of logistic units, assigment and       coordinate oeders, deliveries, and invoices
                                                                                                      remarking of SSCC
                                                                                                    • Tracking inventory movements, linking SSCC,
                                                                                                      product, lot/batch number, and delivery
                                                                                                      destination



Untuk wadah dan kantong dalam peralatan sterilisasi, kami                                       ment (SCM) antara perusahaan dan industri. Mayo Clinic mulai
telah mengembangkan logam anti panas yang cocok untuk                                           berencana memakai GS1 Standards kembali pada 2008, tuju-
RFID tags,” kata Dr. Seizo Nakata, Director, Itami Municipal                                    an kami menghilangkan pemakaian nomor produk dan nomor
Hospital dan mantan Director of Surgical Center, Osaka Uni-                                     akun khas yang tidak terstandarisasi. Kami juga mengedukasi
versity Hospital, Japan, “Kami kemudian memeriksa kinerja                                       pihak yang berkepentingan, baik yang di dalam maupun di luar
dari sistem traceability alat bedah menggunakan fungsi                                          organisasi sesuai persyaratan dari AS, GLN 2010 Sunrise.
pengelolaan sterilisai menggunakan GS1 DataMatrix.
                                                                                                Pada 2010, kami meningkatkan pemakaian GLN tersebut kepa-
Verifikasi pembacaan membuktikan bahwa DataMatrix yang                                          da mereka sesuai dengan persyaratan GLN 2012 Sunrise.
dicetak dengan laser dapat dibaca oleh alat pembaca genggam                                     Langkah kami selanjutya di 2011 adalah peluncuran Lawson
tanpa masalah. Kemudian, waktu yang dibutuhkan untuk mem-                                       9.0.1.4 dengan fungsi GS1 Standard, menetapkan GLN seba-
baca barcode DataMatrix pada sejumlah 88 alat bedah dalam                                       gai norma dan menguji GTIN dalam proyek uji coba dengan
satu wadah antara 5 sampai 7 menit, termasuk di dalamnya                                        pemasok.
waktu yang dibutuhkan untuk tindakan manusia, di mana
cukup singkat untuk prakteknya.                                                                 Mayo Clinic baru-baru ini diberi nama Top Hospital oleh Leap-
                                                                                                frog Group. Daftar Top Hospitals 2010 – 65 dari bidang
DI AMERIKA SERIKAT (AS)                                                                         hampir 1200 – berdasarkan pada hasil survei nasional the
Mayo Clinic berubah untuk memenuhi harapan pasien                                               Leapfrog Group yang mengukur kinerja rumah sakit pada
"Saat ini waktunya berpikir mengenai perubahan rantai suplai                                    bagian penting dalam hal keselamatan dan kualitas pasien.
Healthcare," kata Joe Dudas, Director of Accounting and
Supply Chain Informatics, Mayo Clinic, AS, “Pasien kami                                         BJC healthcare menerapkan GS1 Standards
mengharapkan kami menyediakan solusi dan harapan,                                               BJC Healthcare (BJC), salah satu organisasi pelayanan kese-
dan menyediakan perawatan yang terpercaya dan terjangkau.                                       hatan non-profit terbesar di AS, memiliki 13 rumah sakit dan
"Ini artinya kami perlu meningkatkan keselamatan dan                                            beberapa lokasi komunitas kesehatan. Seperti kebanyakan
keamanan rantai pasok, dan secara drastis mengurangi                                            organisasi pelayanan kesehatan di AS. BJC telah menghadapi
biayanya," tambahnya.                                                                           beberapa tantangan ekonomi dan operasional di tahun ini.

"Untuk meningkatkan kualitas dari informasi kami, dan meng-                                     Penambahan jumlah pasien tanpa asuransi, pengurangan
gunakannya untuk keperluan lain, kami perlu menggabungkan                                       dalam pengembalian biaya kesehatan dan pembaruan
informasi,” tambah Dudas, “Hanya dua dasar (GTIN dan GLN)                                       peraturan yang memerlukan pelacakan pemakaian produk
memungkinkan kami menghubungkan Supply Chain Manage-                                            kesehatan pada satu poin perawatan.
MEDIA PHARMA InDonEsIA           45




      REcEIVIng                                      HEALTHcARE dELIVERY
      For every participant receiving merchandise:   • Products and services ordered from     • Patients, and the services           • Products are identified by their
      • Planning for receipt of goods based in         suppliers by their GTINs                 provided to them, are identified       GTIN + lot/batch number and are
         shipping notices                            • Instrument lifecycle maneged using       using a GSRN, read and regis-          recorded in the patient's medical
      • Unloading and SSCC reading                     GIAI which is scanned at each point      tered in a database at each stage      chart/records so as to ensure the
      • Control of receiving through efficient         in the decontamination process           and movement of patient, during        complete safety and traceability
         coordination with shipping notices          • Tracking containers is done with the     their hospital stay. GSRN enable       of all events that take place dur-
      • Coordinating orders and deliveries, send-      aid of a GRAI, which identifies the      automatics link of the patient         ing the patient's stay
         ing acknowledgements of receipt               item and also allows for tracking,       to their care and input to the       • This information facilitates
      • Entering product data into inventory           washing, disinfecting, maintenance,      Elevtronic Care Record. The GSRN       itemised billing
         records                                       etc.                                     thus contributes to the safety and
      • Transmitting information to efficiently                                                 traceability of the patient
         manage orders and invoices




BJC telah memakai GS1 Standard bukan untuk menghadapi                                          (GPO) mengumumkan kesiapan untuk menggunakan standard
tantangan pengelolaan operasional dan perawatan pasien,                                        pada lokasi penyedia healthcare di Oktober 2010.
tapi juga untuk menetapkan tahap untuk mencapai Ultimate
Solution, sebuah sistem dengan jaringan terpadu dari industri                                  Board of Directors dari Health Industry Group Purchasing
pelayanan kesehatan yang mampu melacak penggunaan                                              Association (HIGPA) secara bulat telah menyetujui Declaration
produk dan hasil pasien dan mengotomatiskan semua proses                                       of Readiness (Deklarasi Kesiapan), menekankan bahwa
rantai pasok, yang semua itu dilakukan untuk meningkatkan                                      mereka siap untuk menggunakan Global Location Numbers
efisiensi operasional, mengurangi biaya dan meningkatkan                                       (GLN) untuk mengidentifikasi lokasi yang tepat untuk setiap
perawatan pasien.                                                                              penyedia layanan kesehatan di AS.

SURvEY PADA KEMAJUAN PENGGUNAAN STANDAR                                                        Menurut Presiden HIGPA Curtis Rooney, "Ini merupakan suatu
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Innovati-                                   perubahan kecil yang akan berdampak besar.
on in Healthcare Logistics (CIHL), lebih dari 68% responden
mengindikasi bahwa mereka mulai bergerak menuju pema-                                          "Saat ini, belum tersedia sistem yang dapat diandalkan untuk
kaian sistem data standar dalam lima tahun ke depan, ini                                       mengetahui lokasi-lokasi penting
merupakan peningkatan dari 35% di hasil survey tahun 2008                                      penyedia healthcare."
dengan 90% dari mereka bergerak menuju penggunaan GS1.
                                                                                               Ia melanjutkan,"Penggunaan GLN
Survey ini dilakukan oleh sebanyak 678 ahli rantai pasok di                                    oleh GPO adalah langkah awal
bidang pelayanan kesehatan, di mana sekitar 60%-nya adalah                                     menuju kepastian bahwa produk
penyedia pelayanan kesehatan.                                                                  yang tepat dikirimkan ke lokasi
                                                                                               yang tepat. Penting sekali untuk
Rintangan untuk menerapkan data standar termasuk inisiatif                                     semua bagian dari rantai pasok
                                                                                                                                                                      gS1 IndOnESIA
                                                                                                                                                                      E - Trade Building Lt.6
dari prioritas yang lebih tinggi (37%), keterbatasan sistem IT                                 healthcare untuk menggunakan
                                                                                                                                                                      Jl. Wahid Hasyim No.55
(25%), kekurangan pendanaan (25%), kurangnya pengertian                                        standar itu."
                                                                                                                                                                      Jakarta 10350 Indonesia
organisasi dalam tingkat usaha yang dibutuhkan (25%), dan                                      "Langkah berikutnya yaitu me-
kurangnya sumber daya IT (24%).                                                                nerapkan Global Trade Item                                             Tel : (62-21) 31925 800
                                                                                               Numbers (GTIN) sebelum 31                                                    (62-21) 3916289
GPO mengumumkan ke siapan untuk menggunakan standard                                           Desember 2012,” jelas Rooney.                                          Fax : (62-21) 391 6269
dalam identifikasi lokasi. Pada waktu mendatang pada jadwal                                                                                                           E-mail: info@gs1.or.id
ambisius industri healthcare, Group Purchasing Organization                                    (Penulis dari GS1 Indonesia)
                                                                                                                                                                      www.gs1.or.id
46        MEDIA PHARMA InDonEsIA

     Business diReCToRy
                                                                                                 eVeRyoNe IS INVITeD

     PT TIgAKA dISTRIdO
           PERKASA
   Importer % Wholesaler of          PT. EnSEVAL PUTERA           PT MEnSA BInASUKES
  Raw Materials Pharma, Food,           MEgATRAdIng                Jl Pulo Kambing II No.26
  Feed, Cosmetics & Chemical                                    Kawasan Industri Pulogadung
                                       Jl. Rawa Gelam IV/6      Jakarta Timur 13930 Indonesia
      Jl Tanah Abang II No.37,     Kaws. Industri Pulo Gadung      Phone +6221 4601950
            Jakarta 10610                  Jakarta 13920              Fax +6221 4613577
       Telp. (62 21) 350 8981        Telp. (62 21) 4682 5686
        Fax. (62 21)386 1847                                      Website : www.mbs.co.id
                                                                  Email : contact.mbs.co.id




 PT PArAzelSuS INDONeSIA            PT. gLOBAL cHEMIndO         PT. IndOFARMA gLOBAL             MAIn OFFIcE
        Menara Jamsostek                 MEgATRAdIng                  MEdIKA (IgM)               Perkantoran Aries Niaga
             22nd floor,             Jl Pulo Kambing Raya                                        Jl. Taman Aries Blok A1
 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 38           Kav. II E no.8        komplek Infinia Park Blok B 86
           Jakarta 12710                                            Jl. Dr Saharjo No 45         No. 1X - Kembangan
                                      Kaws. Industri Pulo                                        Jakarta Barat 11620
    Phone : +62 21 522 8338,            gadung Jkt 13920                Jakarta 12850
      Fax : +62 21 522 8337,                                       Telp. (021) 837 81166         Telp. (021) 589 068 92
                                    Telp. (62 21) 4683 0028           www.igm.co.id              Faks (021) 589 06893
       www.parazelsus.co.id                                                                      www.javaplant.net




     EXCIPIEnT & CoaTInG                                                                                                          cOLd cHAIn
          sysTEms
                                                                gS1 IndOnESIA
                                                                                                                                   LOgISTIcS
                                                                E - Trade Building Lt.6                                           SOLUTIOnS
                                                                Jl. Wahid Hasyim No.55
                                    PT. MERIndO MAKMUR          Jakarta 10350 - Indonesia        PT cAPSUgEL IndOnESIA                cARAKA gROUP
                                   Rukan Kencana Niaga D-1/2K   Tel : (62-21) 31925 800              Jl Raya Bogor KM 42
                                    Meruya Utara, Kembangan            (62-21) 3916289                  Cibinong 16916            Jl. TB Simatupang Kav-7
                                       Jakarta Barat 11620      Fax : (62-21) 391 6269               Telp. (021) 875 2226          Jakarta Selatan 12530
                                                                E-mail: info@gs1.or.id                Fax. (021) 875 2227          Telp (62 21) 780 7777
                                      Telp (62 21) 585 8581                                                                         Fax (6221) 781 3333
 PT. Cahaya BumI CEmErLanG                                                                          www.capsugel.com
 JaKarTa                                                        www.gs1.or.id                                                     www.carakagroup.com
 Jl. Imam Bonjol Km 3,5
 Bojong Larang No. 21
 Kota Tangerang 15115
 Banten - Indonesia                                                                              Professional Purification
 Phone : +62 21 55767512
                                                                                                 in compressed Air Dryer
          (hunting)
          +62 21 5531324
 Fax. : +62 21 5520439
 Email : cahaya@cahayabc.co.id

 suraBaya
 Jl. Ir. H. Juanda
 Ruko Surya Inti Permata
 Blok A No. 24
 Waru Sidoarjo 61253                                             PT LELY METROPOLITAn                                      PT cAlISTAcITrA leSTArI
                                     PT MAJU BERSAMA              Jl Raya Pluit Raya No 19
 Indonesia                          Design & Manufacturing                                                                 Perkantoran Kencana Niaga
 Phone : +62 31 867 8138 / 7                                               Blok A-3                                        Jl. Taman Aries Blok D1 No. 1T - 1U
                                    of Industrial Equipment          Jakarta Utara 14440
 Fax. : + 62 31 866 6478            Phone +6221 584 6202                                                                   Meruya Utara Jakarta 11620
 email : cahaya@cahayabc.co.id       Fax. +6221 584 5808                                                                   Telp. (021) 585 7118, 585 7193
                                                                     (021) 662 6030 - 33                                   Fax. (021) 585 7163
                                   mbjkt@maju-bersama.com,
 www.connellbrothers.com            www.maju-bersama.com                                                                   sales@calista.co.id
MEDIA PHARMA InDonEsIA                47

Business diReCToRy                                                                                                 Business Directory




                            HEAD OFFICE
                            OnEMED BuILDInG
PT PAcIFIc AMAn gARdA       Kompleks Darmo Park II
       Citylofts Sudirman   Blok IV No. 14-15                 Exhibition Organizer
         22nd floor #11     Jl. Mayjen Sungkono            Jl Blandongan No.28 d/g
     Jl. K.H. Mas Mansyur   Surabaya                              Jakarta 11220
          Kav. 1 no. 121    Telp. +62 31 5672236,           Telp (62 21) 634 5861,
 Jakarta 10220 INDONESIA                                       (62 21) 634 5862
  Telp +62 21 2555 6793-5   Fax. +62 31 5688912                                                     PT. MOdERn InTERnASIOnAL, TBK.
                                                             Fax. (62 21) 634 0140
   Fax. +62 21 2555 6732                                 email : info@kristamedia.com                Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur
    Cell +62 81 7080 3759   www.onemed.co.id                www.kristamedia.com                               Telp (021) 280 1000




                              Showroom & Office:                                        intra operative neurophysio-logical Monitoring
                               Tomang raya No.8                                         16 or 32 channels amplifier
                                   Jakarta 11430         PT. B. BRAUn MEdIcAL
                                  (021) 979 5833         IndOnESIA
                                                         Palma One 14th Floor
                                                         Jl. H.R. Rasuna Said
                                                         Kav. X-2 No. 4
                                                         Jakarta 12950                                                   PT MITRA MEdIKA UTAMA
                                                         Ph: + 62 21 52907177                                                 OPerATIONAl OFFIce :
                                                         Fx : + 62 21 52907178                                                Naspro Building
                                                                                                                              Jl.Garuda No. 79
                                                         Customer Service                                                     Jakarta 10610 - Indonesia
                                                         Ph: + 62 21 52907170                                                 Ph. +62 21 428 00805




                                                                          ?
                                                                                                                              Fx. +62 21 420 8410




                                                                                                                         mak
                                   Showroom & Office:                                                          Made in
                                                                                                             Indonesia
                                    Tomang raya No.8
                                        Jakarta 11430
                                       (021) 979 5833
                                                            How To
                                                            Reduce
                                                             Your                                                              Hospital
                                                           Packaging                                                          Equipment
                                                             Cost?                                                           Made in Indonesia

                                                                                                                           PT. MEgA AndALAn
                                                                                                                             KALASAn (MAK)
                                                                   PT. AVESTA                                             Rasuna Office Park SO-02,
                                                            cOnTInEnTAL PAcK                                              Komp. Rasuna Epicentrum
                                                            Jl Bekasi Raya Km 28,5      PT. FAnIA ERSA PRATAMA                  Jl. Rasuna Said
                                                                  Bekasi 17133            Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa             Jakarta 12960
                                                               P.O Box 152 Bekasi               Jakarta 12630               Telp. (021) 837 00555
                                                             Tel : (62 21) 884 1088      Telp. (021) 7889 3682 - 83




                            PT. OBOR BERKAT
                                 MEdIKA
                                  LEAd gLASS
                                   SUPPLIER

                                                           PT PHArmASOlINDO                 PT TEcHnO PREFAB              PT BOndOR IndOnESIA
                               Jl. Duri Kencana II/5        Telp. (021) 315 4336                  IndOnESIA                 Kawasan Industri Sentul
                                      Duri Kepa                                            Jl. Techno Park Selatan I       Jl Olympic Raya Kav A 2A,
                                                          www.pharmasolindo.com                                              Sentul Citeureup 16810
                                   Jakarta 11510                                            Blok C 3 F, Techno Park
                                Hp. 0818 897 755                                                Industrial Estate             Telp. (021) 875 6001
 We are eco-friendly.          Fax.(021) 565 2670                                       Jababeka 3, Cikarang 17530,
                            E-mail : frnatan@gmail.com                                              Indonesia
                             www.leadglass-obm.com                                      Telp. 62 21 898 42740 (hunt.)
  www.intracopallet.com                                                                     Fax. 62 21 898 42741
48
                                                                                                                                                               r
                                                                                                                                                               ph
        MEDIA PHARMA InDonEsIA

     Business diReCToRy                                                                                                   Business Directory
                                                                                                                           Busines


                                                                  mak
                                                        Made in
                                                      Indonesia




                                                                       Hospital
                                                                      Equipment
                                                                     Made in Indonesia

                                                                    PT. MEgA AndALAn
                       Made in                                        KALASAn (MAK)
                      Indonesia                                    Rasuna Office Park SO-02,
                                                                   Komp. Rasuna Epicentrum
     Showroom & office            PT. FAnIA ERSA PRATAMA                 Jl. Rasuna Said
        Tomang Raya No.8            Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa            Jakarta 12960                   PT. MOdERn InTERnASIOnAL, TBK.
          Jakarta 11430                   Jakarta 12630              Telp. (021) 837 00555                Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur
         (021) 979 5833            Telp. (021) 7889 3682 - 83                                                      Telp (021) 280 1000



     DWIJAYA PERKASA
      hoSPital & General SuPPlier
        SIEMENS MEdIcal SolutIoNS authorIzEd dEalEr

                                                                  intra operative neurophysio-logical Monitoring
            Agfa                                                  16 or 32 channels amplifier

      SIEMENS
                                                                                               PT MITRA MEdIKA UTAMA               PT. TESEnA InOVIndO
      dWIJAYA PERKASA                                                                                                                  Jl. H. Jusin No. 43,
                                                                                                  OPerATIONAl OFFIce :
      Jl Medokan Baru II/12                                                                       Naspro Building                      Susukan - Ciracas
         Surabaya 60119                                                                           Jl.Garuda No. 79                 Jakarta 13750 - Indonesia
     Phone : (031) 599 0376                                                                       Jakarta 10610 - Indonesia          Telp : (021) 840 1325,
       Fax. (031) 592 7768                                                                        Ph. +62 21 428 00805                      841 2414
                                                                                                  Fx. +62 21 420 8410




 PT. DELTa manDIrI aBaDI
     Jl. Ciputat Raya No. 7
 Pondok Pinang Kebayoran Lama
          Jakarta12310
    Phone (021) 7590 9374




                                                                  central Patient                                             FEATURES
                                                                  monitor eG                                                  Ethernet LAN connection
                                                                  mFm cmS
                                                                                                                              Installation maximum up
                                                                                                                              to 32 Bedside monitor
                                                                                                                              for trend graph & trend
                                                                                                                              table review
                                                                  Jl Tambak No2A
                                                                  Kebon Manggis
            PT. PEnTASAdA SURYA dInAMIKA                          Manggarai                                                   Short trend mode
            Jl Kartini Raya No. 54-G, Jakarta 10750               Jakarta Pusat 13150                                         waveform in real time
                Telp. (021) 659 2180, 659 3618                    Telp. (6221) 819 9099
regulation
r&d
 r&d                         industrial technology supply chain patient safety
                                                                                                                          trading
harmacist
                                      retailersbusiness competition
                           packaging Media Pharma Indonesia


    Informasi Publikasi dan Pemasangan Iklan




    Regular Rates
     no

      1.
                       Item

             cover Banner (half)
                                                         Size (cm)

                                                        9,5 x 5,5
                                                                         1 X insertion
                                                                            3.500.000       10.000.000
                                                                                                        R a t e s (Rp)
                                                                                            3 X insertion Free Bonus
                                                                                                            Inside Banner (Half - 2x) + Business Directory (2x)
                                                                                                                                                                              50%
                                                                                                                                                                             Discount
                                                                                                                                                                             sampai
      2.     Inside (front/back) cover                  21 x 27,5          12.000.000       35.000.000      Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (2x)             5 okt 2011
      3.     Full Page;                                 21 x 27,5
             a. First Page                              21 x 27,5          12.000.000       35.000.000      Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x)
             b 3rd Page                                 21 x 27,5          11.000.000       32.000.000      Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x)
             b. Inside Pages                            21 x 27,5          10.000.000       29.000.000      Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x)
      4.     50% of Page (horz/vert)                    19 x 13,5           5.500.000       16.000.000      Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (3x)
      5.     Inside Banner (full)                       19 x 5,5            4.500.000       13.000.000      Business Directory (3x)
      6.     Business Directory                         4,2 x 3,5             750.000        2.100.000      Business Directory (1x)
      7.     Advertorial (1 page)                       21 x 27,5           8.500.000       27.000.000      Inside Banner (Full - 3x) + Sub Headline in cover (1x)
      8.     Business Section (3 pages)                 21 x 27,5          17.500.000          (Paket A)    Tersedia paket yang lain sesuai kebutuhan.
      9.     Business Progress-report                   21 x 13,5           3.000.000        8.500.000      Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (2x)
    * Regular rates in 2010, all rates excluding 10% of tax.


       Untuk keterangan lebih lanjut mohon menghubungi redaksi/bagian iklan                                                 Redaksi membantu pemuatan Business Section
                                                                                                                            Disediakan paket-paket publikasi menarik untuk
       di 0882 100 10 567 atau pharmabiz.indonesia@gmail.com                                                                 pemuatan pada Bulan Juli s/d Desember 2011.

    Demi aktualisasi berita, artikel pada rubrik Business Section dimuat dari kegiatan wawancara, peliputan dan foto session. Dilakukan paling lambat 10 hari sebelum pemuatan.
D I R G A H A y U                     k e         6 6       T A H U N




kEMERDEkAAn
inDonEsiA
bAGi bAnGsA
inDonEsiA
Dengan Ridho Tuhan Yang Maha Arif dan Maha Bijaksana


Kita bangsa Indonesia hendaknya mau dan mampu
menciptakan arus penemuan dan pembaruan yang teratur
untuk menjamin tahap-tahap pertumbuhan politik, ekonomi,
sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan.


Kita berupaya turut menyumbang kepada kemenangan
sejati ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bukan kemenangan semu dengan harga setinggi
penghancuran eksistensi kita sendiri.


Prof. DR. Ir. H. TB. Bachtiar Rifai - Kepala LIPI Tahun 1974 - 1984
Jakarta, 23 Agustus 1982




                                                                      Pharma
                                                                        New Platform*New Energy



                                                                        PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA
ngngisedc
                              iapma
                                                                                                               dear
                                                                                                               Advertising

                              etirw
                              nrael
             Each problem demands its own solution.
                                                                                                               & Marketing
                                                                                                               executives,


                                                                                                               if
                                                                                                               You have an
             The solution brings you more benefits;                                                            ad agency
                                                                                                               whose fees
             Management should be simpler,                                                                     are right,
                                                                                                               whose work
             advertising should be more effective,                                                             is effective,
                                                                                                               reach into

             fees should be more manageable,                                                                   your computer.
                                                                                                               So, you don't
                                                                                                               need a design
             time should be saved,                                                                             consultant.
                                                                                                               and tear out

             public should be react!                                                                           this page.


                                                                                                               but if

                            learn
             Your life should be happy!
                                                                                                               the messages
                                                                                                               and styles do




                           write
                                                                                                               diverge and
                                                                                                               worse, conflict,
                                                                                                               how do you




                          design
                                                                                                               measure the
                                                                                                               results? So,
                                                                                                               you may well

              we offer                                                                                         have problems

     learn

                         campaign
                         campaign
                                                                                                               that keep you

    write
   design
                                                                                                               from building
                                                                                                               sales!


  campaign
                                                                             We WoRK WITH ouR cReATIve ResouRces,
      FuLL-seRvIces DesIGn FIRM*                                             whether in-house or outsourced, to develop an
                                                                             approach that has a consistent sensibility unique
GooD AD DesIGn MeAns: Defining the project. Planning. strategy. strong       to your company, and right for your company.
visual and verbal concept. AnD LAsT: Graphics, typography, visual artistry
designed to support and enhance your approved marketing solution.

eAcH PRoBLeM DeMAnDs ITs oWn soLuTIon. Hard sell or soft sell. Way           MInD*MoRe coMMunIcATIons
out or straight up. Funny or serious. Blunt or corporate. or image-based.    Direct 0882 40 626 525
                                                                             Gedung Triguna                      MInD*
LeARn, WRITe, DesIGn, cAMPAIGn to listen to you, and help solve your         Jl. Hang Lekiu III no 17            MoRE
                                                                                                                 coMMunIcATIons
                                                                             Kebayoran Baru Jakarta 12620
advertising, communication problems, makes sure creative work is high
                                                                             Phone & Fax: +62 21 722 8628
quality, designed to meet timely business objectives.
                                                                             mindmoredesign@gmail.com

Media pharmaindonesiaii 2011

  • 1.
    Pharma new Platform*new Energy MEDIA PHARMA InDonEsIA PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA Media Partner of ExcLusivE IPEX intERviEw indonesia PharMaceutical eXPo 29 SeP-2 OcT 2011 JAkArTA INTerNATIONAl exPO kemAyOrAN JAkArTA DR biAntoRo wAnAnDi Mengawal Projek Switching Rx to OTC Di Indonesia LocAL issuE National otc Products: Goal for Public Health A healthy GLobAL issuE Patent will Disappear perspective' Brands can last forever Penerbitan Media PHARMA INDONESIA didedikasikan untuk Bidang Farmasi Indonesia. Call us for friendly advise PT. TIGAKA DISTRINDO PERKASA Jl. Tanah Abang II No.37, Jakarta 10160, Indonesia Phone (62-21) 3508981, Fax (62-21) 3861847 MEDIA PHARMA INDONESIA - TAHUN KE 05 - EDISI 02/2011 pharmabiz.indonesia@gmail.com
  • 3.
    14 GAbunGAn PERusAHAAn fARMAsi inDonEsiA 'Rek Ayo Rek' SUkSeSkAN MunAs GAbunGAn PERusAHAn kE tAHun 2011 fARMAsi inDonEsiA tRAnsfoRMAsi usAHA fARMAsi inDonEsiA MEnjADi tuLAnG PunGGunG EkonoMi nAsionAL 11-14 oktober 2011 sHangrila Hotel surabaya Pharma New Platform*New Energy PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA
  • 4.
    2 MEDIA PHARMA InDonEsIA EDitoR insiGHt Optimisme di Pertengahan Tahun 2011 Pembaca, Sebelumnya redaksi meminta maaf lahir batin. Bukan saja untuk moment bulan suci Ramadhan tetapi juga karena beberapa hal yang membuat penerbitan Media Pharma Indonesia menjadi sedikit terkendala. Tetapi syukurlah, semua itu telah berhasil diatasi dengan baik. Pemimpin Redaksi Bulan Agustus tentu merupakan simbol dari momen proklamasi kemerdekaan tanah air tercinta. Erwin E Ananto Kemerdekaan Indonesia yang lahir pada 17 Agustus 1945, yang juga jatuh pada 17 Ramadhan Redaktur Eksekutif sejatinya memiliki nilai intrinsik bisa dipahami sebagai suatu peristiwa kebetulan. Kendati demi- Iwan Setiawan Bunie kian juga harus kita yakini sebagai suatu rancangan besar Tuhan YME untuk bangsa Indonesia. Dewan Redaksi Pembaca, di tengah gonjang-ganjing isu korupsi yang tak kunjung reda dan terpapar terus berita- Erwin E Ananto, Chandra Wisnu nya di sebagian besar media masa, sesungguhnya sikap optimis malah makin menguat di hati dan Brata, Rendy Eko Purnomo, M Syarif Lubis, Icuk Sugiarto, pikiran masyarakat Indonesia, bahwasanya kita akan mampu menyelesaikannya. Achmad Syauqi, Jihan Novitasari Sikap optimis ini tampak pada ulasan edisi kali ini dengan adanya kemajuan ekonomi Indonesia Sekretaris selama semester II tahun 2011. Kemajuan ekonomi itu tentu menjadi sumber motivasi dan Aprilia Hardiyanti semangat untuk memperjuangkan kemajuan sektor farmasi guna meningkatkan daya saing. Kontributor Dika Amelia Ifani Disamping menyoroti isu-isu ekonomi yang berdampak positif pada sektor industri farmasi, redaksi juga mengulas topik hangat, hasil survei yang diungkap oleh lembaga survei Synovate Ide Grafis Research pada tahun 2009 lalu mengenai respon publik terhadap obat OTC di 17 negara, dengan bursaide@yahoo.com melibatkan sebanyak 12.000 responden di negara-negara itu. Survei itu bisa menjadi bahan acuan alternatif bagi pemasar farmasi Indonesia khususnya di sektor obat bebas. DewAN PAkAr Isu tentang perkembangan di sektor obat bebas ini kami sajikan untuk memberi dorongan industri- Anthony Ch. Sunarjo, MBA industri farmasi lokal dalam upaya meng-goal-kan projek Switching Rx to OTC yang saat ini sedang Drs. Johannes Setijono ditindaklanjuti dalam sebuah white paper oleh GP Farmasi Indonesia untuk maju ke BPOM. M. Syamsul Arifin Dr. Boenyamin Setiawan, PH.D Projek Switching Rx to OTC ini tentu pekerjaan yang kompleks, namun GP Farmasi Indonesia Biantoro Wanandi yakin projek ini akan membuka secara luas akses masyarakat Indonesia untuk memperoleh obat Darojatun Sanusi yang terjangkau, khususnya obat untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan. Projek ini dinilai Kai Arief Iman Selo Mulya Drs. Jahja Santoso mampu meminimalisasi anggaran kesehatan pemerintah yang besar dalam program SJSN, dengan Kendrariadi S, MBA alasan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia makin Ir. Ferry A Soetikno, MSc, MBA mampu membeli obat-obatan ringan OTC dari saku mereka. Trianto Kuswita, DR. W DR. Subowo D.T, MBA, PhD Demikian isu-isu disamping isu lainnya yang tersaji pada edisi kali ini. Mudah-mudahan ulasan tersebut lebih memperkaya wawasan bagi para pelaku usaha farmasi, baik secara ekonomi maupun sosial guna membantu masyarakat Indonesia memiliki swa-sembada obat di masa depan. Pharma New Platform*New Energy Selamat membaca. Tetap Optimis! Redaksi PHARMA inDustRy, businEss & tEcHnoLoGy MEDiA pharmabiz.indonesia@gmail.com reDAkSI & BISNIS Direct. 0882 10010 567 TERIMA KASIH TElAH MEMbERIKAn DuKungAn : Gedung Triguna Jl. Hang lekiu III No 17 Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Telp. (021) 722 8638, 739 5818 Badan Pengawas Obat Dan Makanan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Faks. (021) 722 8638 Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan Pharma Material Management Club (PMMC) kebayoran Baru - Jakarta 12120 Depertemen Perindustrian International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) pharmabiz.indonesia@gmail.com Kementrian Riset dan Teknologi Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Badan Koordinasi Penanaman Modal Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI)
  • 5.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 3 contEnt BusInEss nEws 4 ThE CasE 15 Biotech's R&D Biggest Spenders 8 8 OTC products: “A healthy perspective" 12 BusInEss EConomy They are falling in love with Indonesia 18 A lot of homework for Indonesia 20 InTErVIEw Dr Biantoro Wanandi: Mengawal Projek Switching Rx to OTC untuk Indonesia' 22 18 LoCaL IssuE National Goal for Public Health 26 Lima Industri Farmasi dengan Pertumbuhan Pendapatan Tertinggi 2010 28 22 Harga BBO Naik Stagnan 31 Harga Jual Jamu Naik hingga 20% 32 GLoBaL IssuE Pharmerging Market Berkontribusi 28% 34 A Patent will Disappear, Brands can last forever 36 BusInEss sECTIon PT Cahaya Bumi Cemerlang: Excipient & Coating Systems Solutions 38 PaCKaGInG The Role of Color 40 26 suPPLy ChaIn Penggunaan GS1di Seluruh Dunia 42 BusInEss DIrECTory 46 terimakasih Kepada semua Mitra yang telah mendukung Media Pharma Indonesia yang telah terbit sejak September 2006 Redaksi akan berupaya terus menyampaikan info bisnis seputar kesehatan dan farmasi dengan harapan setiap tulisan yang tersaji dapat memberi kontribusi bagi kemajuan dunia kesehatan dan farmasi di tanah air. Redaksi Media Pharma Indonesia Pharma New Platform*New Energy PHARMA inDustRy, businEss & tEcHnoLoGy MEDiA LIPI Penerbitan MEDIA PHARMA INDONESIA Didedikasikan untuk Kemajuan Bidang Farmasi & Kesehatan Indonesia.
  • 6.
    4 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business news iPMG PAsAR fARMAsi nAsionAL Mncs farmasi Diproyeksikan capai Rp 39 triliun targetkan 30% Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Group (IPMG), memperkirakan meski pasar memproyeksikan pasar farmasi nasional, farmasi Indonesia meningkat, pangsa produ- Pangsa Pasar termasuk obat resep, obat bebas, serta alat sen farmasi asing (MNCs) di negeri ini stagnan kesehatan, mencapai Rp 38 triliun - Rp 39 di level 21%. Sedangkan pangsa produsen Lokal triliun, naik 14,7% dibandingkan 2010. farmasi lokal mencapai 79%. Produsen farmasi asing (MNCs) Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum GPFI, Stagnansi pangsa produsen farmasi di Indo- di Indonesia yang tergabung mengatakan kenaikan pasar farmasi tahun nesia terjadi karena perusahaan farmasi asing di IPMG menargetkan pangsa ini didukung peningkatan konsumsi produk di Indonesia mengalami disefisiensi produksi, pasar mereka di Indonesia farmasi seiring proyeksi pertumbuhan jumlah yakni volume produksi yang kecil, membuat meningkat sebsar 9% menjadi penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta biaya produksi tidak efisien. Kondisi itu mem- 30% di 2011 dibandingkan 2010 jiwa, dari tahun lalu 234 juta jiwa. buat produsen farmasi asing sulit medapatkan sebesar 21%. Peningkatan pangsa marjin laba yang besar. Itu terjadi karena kebi- itu seiring kenaikan permintaan Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif jakan pemerintah yang mewajibkan MNCs domestik serta peningkatan John Lechleiter International Pharmaceutical Manufacturing memiliki fasilitas produksi di Indonesia.<rnd> investasi MNCs di Indonesia. Luthfi Mardiansyah, Chairman MiLLEnniuM PHARMAcon intERnAtionAL IPMG menjelaskan perusahaan farmasi nasional masih mendo- minasi pasar obat di Indonesia hingga 2011. Pangsa produsen targetkan Pendapatan naik 19,4% farmasi nasional pada 2011 di- PT Millennium Pharmacon International "Kami sedang membangun satu kantor perkirakan mencapai 70%. Tbk (SDPC) menargetkan pendapatan cabang baru di Manado tahun ini," kata "Pangsa pasar MNCs di Indone- pada 2011 naik 19,4% menjadi Rp 1 triliun Andrew. Kantor cabang Millennium Phar- sia ditargetkan mencapai 30% dibanding 2010, seiring peningkatan macon pada tahun ini ditargetkan berjumlah pada tahun ini," ujarnya. permintaan obat dan alat kesehatan di 30 unit, meningkat dibandingkan 2010 pasar domestik. Andrew Loke, Presiden sebanyak 29 unit. Menurut dia, meski pangsanya Direktur Millennium Pharmacon, men- cukup rendah, MNCs tetap ter- jelaskan peningkatan pendapatan akan Andrew menilai hingga saat ini target pertum- tarik menanamkan investasi di mendorong pertumbuhan laba bersih per- buhan pendapatan tersebut bisa tercapai, Indonesia karena potensi pasar usahaan yang ditargetkan naik 16,6% dengan mengacu pada hasil penjualan yang besar. IPMG memperkira- menjadi Rp 4 miliar pada tahun ini. kuartal I 2011. Berdasarkan laporan keuang- kan pasar farmasi Indonesia 2011 an perseroan, Millennium Pharmacon meraih mencapai Rp 38 triliun, naik Dia menjelaskan target peningkatan penda- pendapatan Rp 226,07 miliar di kuartal I 10,5% dibandingkan tahun 2010 patan perusahaan juga didorong pertumbuh- 2011, naik 8,94% dibanding periode yang sebesar Rp 34 triliun. an pasar farmasi nasional yang diprediksi sama 2010 sebesar Rp 207,5 miliar. Laba naik 11% menjadi Rp 38 triliun pada 2011 bersih perseroan menunjukkan peningkatan Namun menurut Luthfi regulasi dibandingkan 2010. Perseroan membuat signifikan di kuartal I 2011, naik 4.877% membatasi peran produsen asing target pertumbuhan pendapatan mengacu menjadi Rp 746,68 juta dibanding periode dalam industri farmasi nasional, pada kenaikan target penjualan masing- yang sama di 2010 sebesar Rp 15 juta. dalam hal penetrasi pasar dan masing prinsipal rekanan perusahaan. kompetisi domestik, industri far- Dia mengakui perseroan mengalami penu- masi asing saat ini dihadapkan "Upaya revitalisasi dan ekspansi jaringan runan pendapatan pada 2010 karena peng- pada ketatnya pengawasan oleh akan mendorong pertumbuhan pendapatan hentian kerja sama dengan PT Merck Tbk Komisi Pengawas Persaingan perseroan pada 2011," ujar Andrew. (MERK) pada Desember 2009. Namun, Usaha (KPPU). dengan masuknya dua prinsipal lokal yakni Millennium Pharmacon menganggarkan dana PT Tobbest Busindo pada kuartal I 2010 dan Diakuinya perubahan kebijakan dana belanja modal untuk revitalisasi dan PT Maharupa Gatra pada kuartal II 2010, pemerintah dan ketatnya penga- ekspansi pada 2011 mencapai Rp 9,6 miliar. Millennium Pharmacon menargetkan omset- wasan KPPU bisa mempengaruhi Perusahaan berencana mendanai ekspansi nya bisa meningkat kembali pada tahun ini. rencana investasi produsen farma- tersebut dari kas internal dan pinjaman bank, si asing di Indonesia. "Kami ber- antara lain dari Standard Chartered Bank. "Hingga akhir kuartal I 2011, rata-rata pen- harap minat investasi produsen dapatan Millennium Pharmacon per bulan farmasi di Indonesia terus me- Dana belanja modal itu akan dipakai dalam mencapai Rp 89,9 miliar. Kami menargetkan ningkat karena adanya kepastian bentuk pembangunan gedung cabang baru, pada semeseter II 2011 rata-rata pendapatan hukum dan kebijakan pemerintah pembelian kantor untuk cabang baru, serta perseroan bisa mencapai Rp 90 miliar-Rp 92 yang konsisten," ujarnya.<dbs> penambahan unit-unit pengantaran (delivery). miliar per bulan," ujar Andrew. <dbs>
  • 7.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 5 GAbunGAn PERusAHAAn fARMAsi inDonEsiA obAt PALsu farmasi terbantu Pembebasan Peredarannya bea Masuk impor bahan baku Diperkirakan naik 11% Gabungan Perusahaan Farmasi Para produsen farmasi telah Indonesia menyatakan penerbitan sepakat untuk tidak menaikkan International Pharmaceutical Peraturan Menteri Keuangan harga jual obat pada tahun ini, Manufacturers Group (IPMG) Nomor 80 Tahun 2011 tentang dengan memperhatikan daya beli memperkirakan peredaran obat Penetapan Sistem Klasifikasi masyarakat, khususnya kalangan palsu di Indonesia pada 2011 Barang dan Pembebanan Tarif Bea menengah ke bawah. mencapai Rp 5,7 triliun - Rp 7,6 Masuk Atas Barang Impor, triliun, meningkat 11% diband- yang di antaranya membebaskan Hal itu dilakukan untuk memberi ing tahun lalu. Kenaikan tersebut bea masuk bahan baku farmasi, dukungan target pertumbuhan didorong peningkatan konsumsi akan mendorong penurunan penjualan farmasi nasional pada obat domestik. biaya produksi industri farmasi di 2011 sebesar 11%-14% dari Anthony Ch Sunarjo Menurut Lutfi Mardiansyah, Ketua Indonesia. penjualan tahun lalu Rp 34 triliun. "Kami berharap pemerintah mem- IPMG, tingginya peredaran obat Hal itu karena dalam aturan tersebut, bea bantu mengefisienkan biaya-biaya komponen palsu di Indonesia saat ini karena masuk 20 pos tarif bahan baku obat yang produksi, untuk mengimbangi langkah kami harganya lebih murah dibanding- naik 5% sejak 1 Januari 2011 kembali yang tidak menaikkan harga jual," kata kan obat yang memiliki hak paten. menjadi 0%. Anthony. Nilai peredaran obat palsu mencapai 15%-20% dari proyeksi total pasar Asosiasi juga berharap, dalam merumuskan farmasi nasional pada tahun ini Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum sebesar Rp 38 triliun. "Sebagian ma- Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, kebijakan terkait bahan baku obat, pemerin- syarakat masih cenderung memilih mengatakan dengan penurunan bea masuk tah bisa berunding terlebih dahulu dengan produk obat dengan harga yang bahan baku tersebut, harga jual bahan baku produsen sebagai pemangku kepentingan lebih murah," kata Lutfi. obat di Indonesia menjadi turun 5%, sesuai (stakeholders) yang melaksanakan kebijakan. besaran penurunan dalam peraturan itu. Dia menerangkan obat palsu yang Apalagi bahan baku obat yang dikenai bea beredar di Indonesia ada yang di- Kondisi itu tentu akan berdampak pada biaya masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan racik di dalam negeri namun ada produksi industri farmasi nasional. "Penurun- Nomor 241 Tahun 2010 merupakan bahan pula yang diimpor dari beberapa an bea impor bahan baku akan membantu baku utama industri farmasi seperti sulfame- negara seperti Singapura dan Ma- produsen dalam menjaga margin," kata dia. toxazol ciprofloxacin, dextromethorphan, dan laysia. Namun Lutfi tidak menge- aluminium hydroxide. tahui persentase impor obat palsu Dia menilai produsen akan lebih terbantu lagi di Indonesia. Karena obat-obat itu jika pemerintah menurunkan seluruh pos tarif Permenkeu Nomor 80 Tahun 2011 merupa- diimpor secara ilegal. Pemakaian bea masuk bahan baku industri farmasi yang kan revisi atas Peraturan Menteri Keuangan obat palsu merugikan masyarakat naik sejak awal 2011, sebanyak 80 pos tarif. Nomor 241 Tahun 2010. Revisi bea masuk dan produsen farmasi di Indonesia. bahan baku obat itu diterbitkan setelah 15 Selain itu, pemerintah juga harus segera dan produsen farmasi yang tergabung dalam Sofjan Wanandi, Ketua Umum benar-benar merealisasikan pelaksanaan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Asosiasi Pengusaha Indonesia, penurunan bea masuk tersebut sesuai bersedia membatalkan kenaikan harga jual menilai maraknya peredaran obat aturan. Hingga kini, asosiasi masih belum obat pada kuartal I 2011. palsu dan kedaluwarsa di Indonesia mendapat salinan resmi Peraturan Menteri karena lemahnya penegakan hukum. Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 tersebut. Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedia- Aparat penegak hukum jarang me- ningsih, sebelumnya telah mengatakan kepa- lakukan inspeksi mendadak sebagai Berdasarkan data Gabungan Perusahaan da produsen farmasi diimbau untuk menahan upaya penegakan hukum untuk Farmasi Indonesia, komponen harga bahan kenaikan harga jual obat pada 2011. mencegah peredaran obat palsu dan baku impor menyumbang rata-rata 20%-25% kedalwarsa. "Inspeksi mendadak dari harga jual obat. Sebagai kompensasinya, Menteri Kesehatan dilakukan setahun sekali, yakni akan mengusulkan revisi Peraturan Menteri menjelang Lebaran," kata Sofjan. Sementara 90% bahan baku farmasi di Indo- Keuangan Nomor 80 Tahun 2011 agar biaya nesia masih diimpor dari beberapa negara produksi perusahaan farmasi di Indonesia Meski obat palsu marak beredar, seperti India, China, Amerika Serikat, dan tidak naik karena beban bea masuk bahan IPMG memperkirakan penjualan negara-negara Eropa. baku impor. <cwb/dbs> obat yang dilakukan secara resmi tidak akan terganggu. <erw>
  • 8.
    6 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business news Pt kiMiA fARMA tbk bangun Pabrik obat injeksi Rp 216 M PT Kimia Farma Tbk akan membangun Strategi Jangka Panjang Pembangunan pabrik obat injeksi ini ber- pabrik obat injeksi corticosteroid se- Pabrik obat injeksi yang akan dibangun potensi meningkatkan marjin karena pro- nilai Rp 216 miliar pada 2011, hasil Kimia Farma dengan perusahaan asal duksinya yang dilakukan sendiri. Kimia kerja sama patungan dengan Tianjin China, Tianjin King York, ditargetkan untuk Farma menjual obat generik, obat resep King York, perusahaan berrbasis di beroperasi pada 2013. Pabrik itu akan (lisensi dan narkotika), OTC, bahan baku China. Pembangunan pabrik itu akan memproduksi jenis obat injeksi corti- farmasi seperti minyak nabati, yodium, meningkatkan kapasitas produksi costeroid yang digunakan untuk peradang- kina, alat kesehatan dan kontrasepsi. perseroan sehingga meningkatkan an sistemik, untuk mengobati berbagai pendapatan. penyakit seperti alergi dan asma. Sisa alokasi belanja modal perseroan senilai Rp 42 miliar akan digunakan untuk Menurut Syamsul Arifin, Dirut Kimia Farma, Menurut laporan keuangan tahunan Kimia mengakuisisi PT Sinkona Indonesia Lestari pabrik obat injeksi itu direncanakan ber- Farma, perusahaan memiliki lima pabrik serta membangun tiga apotek di Kuala kapasitas 300 juta ampul dan 100 juta yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Sema- Lumpur, Malaysia. Nilai akuisisi PT Sinkona ampul per tahun. Kimia farma dan Tianjin rang, Watudakon, dan Medan. diestimasikan senilai Rp 20 - 25 miliar. King York masing-masing akan berkontribusi 50% dari kebutuhan Profil Pabrik Kimia Farma Produk Kimia Farma investasi pembangunan pabrik itu. No. Lokasi Pabrik Produksi No. Lini Produk Jumlah "Saat ini proses kerjasama itu masih 1. Pabrik Jakarta Tablet, kapsul, cairan, krim, produk steril, 1. Generik (OGB) 168 pada tahap negosiasi, untuk pola serta fasilitas produksi betalaktam. 2. Produk Consumer Health joint venture yang akan dibentuk 2. Pabrik Bandung Tablet, cairan, granul, serta fasilitas produksi hormon, - OTC 19 AKDR, kina dan derivatnya. - Obat Herbal 26 nantinya," ujarnya. 3. Pabrik Semarang Minyak lemak, kosmetika, produk fitocare seperti minyak - Kosmetika 20 kayu putih dan minyak telon 3. Etikal Bermerek 88 Menurut Syamsul, penandatangan- 4. Pabrik Watudakon Kapsul lunak, tablet, obat luar,serta fasilitas penambangan 4. Narkotika 9 an nota kerja sama pembangunan dan produksi yodium. 5. Kontrasepsi 3 pabrik itu sudah dilakukan pada 5. Pabrik Medan Tablet dan Krim Total 333 2010. Perseroan menargetkan proses pembangunan pabrik itu dimulai Keseluruhan pabrik ini umumnya mem- Pasca-akuisisi, Kimia Farma akan menjadi pada semester II 2011. produksi kapsul dan tablet. Sementara pemegang saham mayoritas. Sinkona pembangunan pabrik obat injeksi itu akan bergerak dalam bidang produksi kina. Dia menerangkan investasi yang dilakukan dilakukan di Cikarang, Jawa Barat. Dengan akuisisi ini, Kimia Farma akan Kimia Farma dalam pembangunan pabrik mendapatkan kontribusi dari penjualan obat injeksi akan didanai anggaran belanja Pembangunan pabrik obat injeksi itu me- produk kina. modal perseron tahun ini. Kimia Farma rupakan strategi jangka panjang untuk menganggarkan belanja modal sebesar Rp mendiversifikasi jenis obat yang akan di- Pada 2010, kina, yodium, dan minyak 150 miliar pada 2011. Kimia Farma akan hasilkan serta upaya peningkatan omset nabati hanya menyumbangkan 2% ter- menggunakan dana Rp 108 miliar untuk hasil produksi sendiri. Selama ini Kimia hadap pendapatan konsolidasi Kimia pembangunan pabrik tersebut. Farma lebih banyak menjual obat-obat yang Farma. Penjualan tiga bahan baku itu diproduksi oleh pihak ketiga. Hingga kuartal menyumbangkan pendapatan senilai Rp Sisa dari belanja modal tahun ini diguna- I 2011 omset obat Kimia Farma 78%-nya 61 miliar pada tahun lalu. kan untuk mengakuisisi anak usaha PT adalah produksi pihak ketiga, dan 22% Sinkona Indonesia Lestari dan memba- diproduksi sendiri. Pembangunan apotek di Kuala Lumpur ngun tiga apotek di Kuala Lumpur, hasil kerja sama dengan perusahaan Aver- Malaysia, hasil kerja sama dengan Dalam 6 tahun terakhir, pendapatan Kimia roes Pharma, Kimia Farma hanya sebagai perusahaan farmasi Malaysia, Averroes Farma tumbuh 12% per tahun (CAGR) minoritas. Produk-produk yang dijual pada Pharma. periode 2005-2010 dengan pendapatan apotek itu, akan menggunakan merek pro- pada 2010 senilai Rp 3,18 triliun. Pada duk Kimia Farma sehingga memperoleh Kimia Farma menargetkan omset 2011 periode ini, marjin laba usaha Kimia Farma royalti sebesar 2%. tumbuh 11% menjadi Rp 3,52 triliun mencapai 2,8%-4,7%, dengan marjin laba dibandingkan 2010. Pada kuartal II 2011, usaha pada 2010 tumbuh ke level 4,6% Kerja sama apotek Kimia Farma-Averroes perseroan memproyeksikan pendapatan dari sebelumnya. Hingga kuartal I 2011 Pharma itu akan menambah jaringan dis- meningkat 5%-10% menjadi Rp 666- Rp marjin laba usaha Kimia Farma mencapai tribusi produk-produk Kimia Farma secara 697 miliar dibandingkan kuartal I 2011. 5,1%, level tertinggi sejak tahun 2005. regional. <erw>
  • 9.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 7 intERnAtionAL PHARMAcEuticAL MAnufActuRERs GRouP novARtis inDonEsiA Empat Mncs Eropa berencana tingkatkan Pangsa Produk investasi bahan baku farmasi kesehatan Mata Indonesia tidak diijinkan mengimpor obat. PT Novartis Indonesia, berencana Selama ini sebesar 95% bahan memperkuat penetrasi produk pera- baku farmasi di Indonesia watan mata dan layanan kesehatan masih diimpor dari negara di Indonesia seiring selesainya pro- lain, seperti Cina. Bahan baku ses merger induk usaha Novartis AG itu antara lain sulfametoxazol dengan Alcon Inc. Divisi Alcon di ciprofloxacin, dextromethorphan, Indonesia yang baru akan mengikut- dan hydroxide. sertakan bisnis Alcon selama ini yaitu obat-obatan yang berhubungan Ketersediaan pasokan bahan dengan kesehatan mata. baku dan obat yang lebih besar di Indonesia akan berdampak pada efisiensi produksi obat. "Biaya produksi bisa ditekan IPMG menyatakan sebanyak 3-4 prinsipal hingga 10% jika bahan baku cukup tersedia farmasi multinasional asing (MNCs)akan di Indonesia," ujar Lutfi. Lutfhi Mardiansyah, Presiden Direk- berinvestasi untuk produksi bahan baku tur Novartis Indonesia, mengatakan langkah merjer kedua perusahaan farmasi serta produksi obat di Indonesia. Kondisi investasi yang kurang kondusif men- akan makin memperkuat keberada- Rencana investasi MNCs itu karena dorong MNCs memilih investasi ke negara an Novartis dalam bidang layanan melihat potensi pertumbuhan pasar farmasi lain, seperti Malaysia, Vietnam, Australia, kesehatan dan farmasi. "Ke depan, nasional. dan Selandia Baru. Saat ini konsumsi obat dengan masuknya Alcon ke dalam di Indonesia masih kecil, yakni US$ 15 per Novartis akan menciptakan kekuatan Lutfi Mardiansyah, Ketua IPMG, mengata- tahun per kapita, lebih rendah dibandingkan bisnis perawatan mata dengan jang- kan jika produsen farmasi asing itu berinves- negara Asia lain seperti Malaysia yang sudah kauan komersial lebih luas," kata dia. tasi di Indonesia, maka bahan baku obat akan mencapai US$ 45 per tahun per kapita. lebih mudah didapat di dalam negeri. MNCs Berdasarkan keterangan tertulis itu berasal dari negara maju seperti Eropa. Sri Indrawati, Direktur Jenderal Bina Far- Novartis AG pada akhir 2010, nilai "Mereka itu masih menunggu iklim investasi masi dan Alat Kesehatan Kementerian merjer kedua perusahaan global itu yang lebih kondusif di Indonesia," ujar dia. Kesehatan Indonesia, mengatakan salah mencapai US$ 12,9 miliar. Selama satu upaya mendorong investasi farmasi ini Novartis merupakan salah satu Lutfi menilai untuk menciptakan iklim inves- asing adalah dengan melonggarkan aturan MNCs farmasi yang memproduksi tasi yang kondusif sesuai keinginan MNCs kepemilikan asing dari 75% menjadi 100%. obat-obatan inovatif, kesehatan mata itu, pemerintah harus menyusun aturan inves- obat resep dan generik, produk kese- tasi yang mendukung. Selama ini Pemerintah Dengan kebijakan baru itu, prinsipal farmasi hatan konsumen, vaksin pencegahan dinilai masih belum memberikan insentif multinasional akan menjadikan Indonesia penyakit, serta alat-alat diagnosis. investasi bahan baku farmasi di Indonesia. sebagai basis produksi sehingga berimplikasi Salah satu vaksin yang diproduksi "Insentif itu bisa dalam bentuk tax holiday meningkatkan teknologi di sektor tersebut. Novartis adalah vaksin meningitis. serta kemudahan ijin investasi," ujar Lutfi. Harga obat modern pun bisa menjadi lebih murah. PT Novartis Indonesia akan bergerak Saat ini produsen farmasi asing di Indonesia cepat untuk merespons organisasi masih mengalami inefisiensi produksi, yakni Investasi farmasi pada 2011 diperkirakan baru hasil dari merjer induk usaha. beroperasi dengan volume produksi yang meningkat 50%-60% dibandingkan proyeksi "Kami akan mematangkan susunan kecil sehingga membuat biaya produksi tidak tahun lalu, dari US$ 500 juta menjadi US$ organisasi lokalnya," kata Lutfi. efisien. Inefisiensi itu terjadi karena kebijakan 750 juta – US$ 800 juta, seiring rencana pemerintah yang mewajibkan produsen pemerintah telah melonggarkan aturan bagi Tahun lalu, Novartis Group mencetak farmasi asing memiliki fasilitas produksi di kepemilikan modal asing di Indonesia. penjualan sebesar US$ 50,6 miliar, Indonesia. dan sekitar US$ 9,1 miliar diinvestasi Kapasitas produksi industri farmasi nasional kan dalam riset. Penjualan Alcon sen- Lutfi menuturkan MNCs di Indonesia juga diharapkan akan meningkat terutama untuk diri pada 2010 mencapai US$ 7,2 terkendala dengan Permenkes 1010 Tahun obat resep yang belum dibuat di dalam miliar. Perusahaan itu memproduksi 2008 tentang Registrasi Obat. Dalam aturan negeri, seperti obat kanker, gagal jantung, produk-produk tetes mata selama itu, MNCs yang tidak memiliki pabrik di dan diabetes.<cwb> 65 tahun. Rencananya, Alcon akan menjadi divisi baru di Novartis. <is>
  • 10.
    8 MEDIA PHARMA InDonEsIA The Case biotEcH uPDAtE 15 biotech's R&D biggest spenders bAGiAn PERtAMA benar-benar merombak dan mempengaruhi lanskap riset di sektor farmasi. Big Pharma adalah bisnis global dengan sejumlah pemain yang tersebar di seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Tapi 'Big Sebaliknya, yang ditemukan disini, mungkin kita Biotech' adalah bisnis yang lahir dan dibesarkan di Amerika akan melihat beberapa perusahaan bioteknologi Serikat dan meskipun diversifikasi secara internasional, industri menjadi incaran Big Pharma pada tahun-tahun telah membuat label 'made in the USA' ke dalam DNA-nya. mendatang. Beberapa sudah terlihat, seperti Roche mengakuisisi Genentech yang mengawali tren itu. F Sanofi Aventis secara perlahan dan hati-hati meng- gandeng Genzyme, dan berambisi untuk mendapat- FierceBiotech telah menganalisa rilis terbaru dari kan apa yang telah mereka capai dengan anggaran catatan investasi industri R&D Farmasi di Uni R&D sebagai pendorongnya. Eropa termasuk Top 15 Peringkat Belanja Teratas pada R&D Bioteknologi Global. Rilis ini termasuk Berikut adalah perusahaan-perusahaan R&D beberapa informasi tambahan tentang strategi para yang memiliki anggaran belanja besar setelah pemainnya dalam memburu penemuan baru. 'perkawinannya' dengan 'Big Pharma' : Dengan mengamati Top 15 Peringkat Belanja pada 1. AMGeN (GeNeNTeCH-AMGeN) R&D Bioteknologi Global ini kita akan menemukan Berbasis di Amerika Serikat sebanyak 11 industri berbasis di Amerika Serikat Anggaran R&D sebesar US$ 2,72 miliar (AS), berada pada lima urutan teratas. Melampaui Menurun -5,5% dari 2008 perusahaan asal Jepang dan Australia, serta Eropa Pendapatan untuk R&D sebesar 19.6% yang berhasil masuk pada urutan 11 dari R&D Bioteknologi. Sekarang Genentech telah mendapatkan posisinya di Tidak seperti Top 15 Belanja R&D Farmasi yang bELAnjA bawah perusahaan induk, R&D 2009 menunjukkan angka-angka bernilai besar, namun Roche yang membawanya AMGEn pada sektor biotek ini belanja R&D mereka tampak menjadi perusahaan biotek- 2,72 jauh lebih kecil. nologi berbasis R&D terbesar. Dengan belanja R&D sebesar Beberapa pemain Big Pharma mungkin akan mem- US$ 2,72 miliar, angka yang beli satu atau dua perusahaan, tetapi kita tidak akan hampir menyamai gabungan Miliar menemukan sebuah mega-merger/akuisisi yang tiga anggaran dari pemain Dolar As
  • 11.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 9 Itulah salah satu alasan mengapa rumors hangat tentang Amgen yang beredar baru-baru ini bahwa 'seseorang' akan segera membuat tawaran kepada Acteleon, Swiss. Dan seperti perusahaan big pharma, Amgen sangat tertarik berekspansi ke pasar negara-negara berkembang. Ini adalah jumlah besar, sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari blockbuster selama bertahun-tahun dari beberapa obat aging anemia yang ikut dalam kompetisi. Meskipun Amgen sering mendapat sindiran sebagai salah satu calon 'pecundang terbesar' di masa mendatang ketika para provider biosimilars mulai mengirimkan 'sinyal persaingan' mereka. Tetapi tampaknya Amgen memiliki banyak waktu untuk merombak diri sebelum itu terjadi. Buy-out yang dilakukannya akan mendukung pembangun R&D untuk memperoleh per- setujuan yang baru bagi Dmab. Strategi yang sama juga akan dilakukan pada Vectibix obat kanker kolorektal. Obat kanker kepala dan leher, walaupun hasil studinya masih mengecewakan di awal tahun 2010 lalu. 2. BIoGeN IDeC Anggaran R&D sebesar US$ 1,2 miliar Meningkat 19.7% dari 2008 Pendapatan untuk R&D sebesar 29,3% Tahun 2010 lalu telah menjadi yang ter- bELAnjA ToP 15 BIoTECh R&D SPENDER berat bagi Biogen Idec. Biogen Idec dan R&D 2009 (2009) 15 Roche memilih untuk mengakhiri pro- bioGEn iDEc gram pengembangan ambisius mereka no. 1. Amgen ComPany 2. Biogen Idec 2009 2.72B 1.2B GrowTh ('08) pada tahap akhir untuk obat rheumatoid arthritis-nya yakni, Ocrelizumab. Salah satu penerima terbesar Avonex untuk 1,2 Milyar 3. Gilead Sciences 849M multiple sclerosis mendapatkan saingan Dolar As 4. Genzyme 805M baru, Gilenya, obat oral multiple sclerosis keluaran Novartis. 5. Celgene 745M 6. Kyowa Hakko Kirin 478M Dan tampaknya segera muncul pesaing lain dalam waktu dekat. 7. Vertex Pharmaceuticals 454M Biogen Idec telah berupaya (namun gagal) untuk mengambil 8. Life Technologies 320M alih Facet Biotech Corp. Facet setuju untuk diakuisisi oleh 9. CSL 267M Abbott Laboratories sebesar US$ 27 per saham. Ketika satu 10. Amylin Pharma. 172M masalah berlalu, disusul keluarnya CEO James Mullen setelah berselisih dengan seorang aktivis Carl Icahn, dan pada Juli 2010 11. Genmab 123.01M kedudukan Mullen digantikan oleh George Scangos, seorang 12. Cubist Pharma. 118.8M ahli peneliti yang lama memimpin Exelixis. 13. Merial Animal Health 115M 14. MannKind 108.95M Scangos harus sedikit meluangkan waktu sebelum melakukan 15. Abraxis Biosciences 107M restrukturisasi besar di Biogen Idec, dengan tujuan merombak perusahaan ini menjadi lebih efisien dan gesit. Terdengar sangat mirip dengan big pharma yang kembali pada alurnya. Bagian besar di bawah posisinya dalam daftar. Ini menjadi milestone dari fokus baru R&D-nya akan memprioritaskan program- pencapaian yang paling dicari tahun 2009. Dengan Denosumab program Biogen Idec dengan mengedepankan kemitraan. (obat tulang) sebagai obat pertamanya yang mendapat persetu- juan, diikuti 'lampu hijau' dari kebijakan penting kedua yang Dalam sebuah wawancara dengan Boston Globe, Scangos mem- makin memantapkan pertumbuhan, biotek Genentech- perjelas bahwa divisi R&D tidak bisa bekerja dengan isolasi. Amgen. "Kami adalah lingkaran sangat kecil di tengah alam semes- ta yang besar, dan perkembangan yang menarik lebih me- Pada pertengahan tahun 2010 lalu, CEO Amgen, Kevin Sharer mungkinkan datang dari luar dan dalam perusahaan," kata- menggulirkan dana sebesar US$ 20 miliar untuk akuisisi baru. George Scangos.
  • 12.
    10 MEDIA PHARMA InDonEsIA The Case Kevin Sharer George Scangos John Lechleiter Henry Tremeer Robert Hugin CEO Amgen CEO Biogen Idec President & CEO Chairman & CEO CEO Celgene Gilead Sciences Genzyme 3. GIleAD SCIeNCeS global untuk jenis obat HIV, Truvada di posisi atas Berbasis di Amerika Serikat dengan penjualan US$ 2,49 miliar pada 2009, sementara Anggaran R&D sebesar US$ 849 juta Atripla di posisi kedua dengan US$ 2,38 miliar dolar AS, Meningkat sebesar29,1% dari 2008 dan Viread (tenofovir disoproxil fumarate) diurutan ketujuh Pendapatan untuk R&D sebesar 12,7% dengan penjualan US$ 668 juta. Total ketiganya lebih dari US$ 5,5 miliar. Gilead telah menjadi kekuatan penting dalam bioteknologi berdasarkan karyanya dalam terapi untuk HIV/AIDS, 4. GeNzyMe kombinasi untuk menyerang virus dari ber- Berbasis di Amerika Serikat bagai titik. Dengan beberapa ide dan strategi yang Anggaran R&D mencapai US$ 805 juta serupa untuk Hepatitis C, perusahaan ini telah mencoba Menurun -33% dari 2008 melakukan upaya serupa pada target Pendapatan untuk R&D sebesar 18,7% baru. Kendati pada hasil awalnya bELAnjA masih mengecewakan. R&D 2009 Ketika manufaktur Genzyme mengalami kekacauan, GiLEAD sejumlah analis tidak memberi peluang banyak kepada Untuk memperbaiki itu, baru- CEO Henri Termeer untuk tetap bertahan. Berlanjut 849 baru ini Gilead merekrut Dr John dengan datangnya seorang aktivis Carl Icahn menyodor- McHutchison dari Duke untuk kan daftar tuntutan. Sanofi-Aventis telah menindaklanjuti mengelola biaya R&D pada area dengan tawaran sebesar US$ 18,5 juta. Hepatitis C ini. Dia bergabung juta dengan tim yang handal, yang saat Dolar As Tapi Termeer tidak bertahan diposisi puncak Genzyme ini menjalankan enam studi tahap dan menjadikannya sebagai perusahaan biotek besar akhir terhadap HIV/AIDS. Ada enam studi yang sedang tanpa kemampuan bertahan dalam proses yang panjang. berlangsung, termasuk 9190 GS untuk Hepatitis C dan Untuk mengatasi situasi Tremeer lebih memilih untuk lima studi tahap awal lainnya. 'membuang' kelebihan beban perusahaan. Beberapa aset 'pelengkap' Genzyme Genetika, dijual. Dan Termeer R&D yang agresif itu telah dibayar mahal dengan lahirnya memberi waktu selama lima tahun kepada para periset beberapa produk blockbuster. Obat yang dihasilkan Gilead untuk menindak-lanjuti studi klinik terhadap pasien itu berhasil menempati peringkat dua teratas penjualan pengguna Alemtuzumab (Campath). Namun pada studi tahap pertengahan para R&D Spending in US$ billion periset mengatakan bahwa 87% pasien multiple sclerosis yang memakai Campath Amgen tidak mengalami perbaikan kondisi mereka. Biogen Idec Sementara itu, hanya 62% pasien yang memakai Rebif (interferon beta-1a), produk Gilead Science keluaran Merck Serono bisa membuat klaim Genzyme yang sama. Celgene Pada analisa tahap akhir Campath mulai tam- Kyowa Hakko Kirin pak layaknya blockbuster bernilai US$ 2 miliar Vertex Pharm. dalam sales tahunan. Bagi Genzyme, itu Life Technology tampak sebagai bukti dalam kasus perusahaan bioteknologi bernilai US$ 89 per saham. Jika CSL diadakan lagi, Genzyme mungkin memper- Amylin Pharm. oleh peluang yang lebih baik untuk meng- angkat suatu kasus pada mipomersen, yang 0 0,5 1 2,5 3 telah mencatat penurunan kadar LDL 'buruk' secara signifikan pada studi tahap akhir.
  • 13.
    news MEDIA PHARMA InDonEsIA 11 stripenews GPfi: omset obat Bisa turun 15% pada Genzyme ingin memakai obat itu pada familial Bulanramadhan hyper-cholesterolemia, suatu gangguan genetik yang bisa memicu tingkat tinggi kolesterol 'jahat'. Namun, para analis telah menyatakan bahwa ter- dapat lonjakan enzim hati secara signifikan yang dapat mengurangi jangkauan pasar obat itu secara keseluruhan. Tentu saja, Genzyme telah melakukannya dengan sangat baik sebagaimana dilakukannya pada Kendrariadi Suhanda populasi pasien kecil. Penjualan obat di Indonesia 5. CelGeNe pada bulan Ramadhan dan Berbasis di Amerika Serikat lebaran 2011 diperkirakan bisa Anggaran R&D sebesar US$ 745 juta turun 10%-15% menjadi Rp Menurun sebesar -14.8% dari 2008 2,55 triliun - Rp 2,41 triliun dari Celgene tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bulan biasa sebesar Rp 2,83 Pendapatan untuk R&D sebesar 29% strategi cadangan untuk R&D yang ambisius. triliun, menurut GP Farmasi Indonesia (GPFI). Sepanjang tahun 2009 lalu 6. KyowA HAKKo KIRIN strategi R&D Celgene tam- bELAnjA Berbasis di Tokyo, Jepang Kendrariadi Suhanda, Wakil pak seperti versi yang lebih R&D 2009 Anggaran R&D sebesar US $ 478 juta Sekjen GPFI, menjelaskan kecil dari Big Pharma seb- cELGEnE Menurun sebesar -3,8% dari 2008 penurunan itu karena masya- agai mitra dengan platform rakat Indonesia yang sebagian 745 Pendapatan untuk R&D sebesar 11,3% baru yang ambisius untuk besar muslim mengurangi konsumsi obat, khususnya di mengidentifikasi calon obat Kyowa Hakko Kirin adalah 'sarang' bagi kesepakat siang hari terkait ibadah puasa. yang menjanjikan, membeli juta an biotek. Perusahaan ini bersemangat memajukan produk dan program baru. Dolar As obat baru untuk kanker, imunologi dan alergi, itu "Masyarakat cenderung mem- adalah jalur perjanjian lisensi yang sulit, memung- beli barang konsumsi lain, se- Di sisi pengembangan, Cel- kinkan akses pada teknologi antibodi yang kini perti makanan dan minuman, gene membujuk dengan nilai US$ 130 juta untuk menjadi salah satu area 'hot' dalam penemuan obat. untuk kebutuhan Ramadhan menyewa suatu platform teknologi Agios guna dan lebaran," ujarnya. mendapatkan kandidat obat baru. Dan untuk se- Pada 2009 bioteknologi Je- Data GPFI mencatat, omset lanjutnya mereka bersedia membayar senilai US$ pang mencapai kesepakatan bELAnjA obat di Indonesia pada 2010 120 juta untuk setiap peng-obatan baru sebagai senilai US$ 315 juta dolar R&D 2009 mencapai Rp 34 triliun. Tahun penawaran berikutnya. untuk antibodi inflamasi, AstELLAs ini, GPFI menargetkan penjualan awalnya ditargetkan untuk PHARMA obat nasional naik 11,7% Pada buyout sebesar US$ 2,9 miliar dalam bentuk tunai dan saham kepada Abraxis dalam kesepakat an untuk menyediakan obat Abraxane yang dipas- arkan dengan dua kandidat obat yang masih dalam inflamasi pada kolitis ulsera- tiva dan penyakit Crohn, dengan perpanjangannya 1,63 Milyar menjadi Rp 38 triliun dari 2010. Menurut Kendra, penurunan omset obat di bulan Ramadhan untuk rheumatoid arthritis. Dolar As ini tidak akan mempengaruhi tahap klinis III dan praklinis. Selain itu juga Cel- target penjualan produsen gene telah membeli Gloucester Pharmaceuticals Setahun sebelumnya pada tahun ini. Itu juga tidak senilai US$ 640 juta pada Januari 2010. Amgen telah mencapai kesepakatan senilai US$ akan mempengaruhi proyeksi 520 juta dolar untuk salah satu antibodi dari penjualan di kuartal III secara Gloucester mendapatkan persetujuan untuk Kyowa, KW-0761, untuk mengatasi inflamasi dan signifikan. "Penjualan farmasi Istodax, yang digunakan untuk mengobati bentuk onkologi. Pada 2009 tercapai kesepakatan Kyowa akan kembali normal setelah limfoma non-Hodgkin, setahun yang lalu. Selanjut- lebaran, seiring mulai mening- Asia untuk obat Bardoxolone Reata. katnya konsumsi obat di nya Celgene berencana untuk meneruskan studi masyarakat," ujarnya. pada obat itu untuk pemakaian lain. Pada awal tahun 2009 Kyowa Hakko Kirin telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan GPFI memperkirakan penjualan Celgene memperoleh sebagian dari total pendapa- Dicerna Pharmaceutical yang dimulai dari kecil obat di kuartal III 2011 mencapai tan Revlimid dan Thalomid, dan itu jelas akan tapi berpotensi besar, senilai US$1,4 juta. Dan be- Rp 11,4 triliun, meningkat diversifikasi. Pada hari pertama R&D yang akan berapa bulan kemudian Lundbeck telah melisensi 11,7% dibanding periode yang dilaksanakan selama lima tahun, Celgene mengu- program-program untuk penyakit Parkinson dan sama di 2010 sebesar Rp 10,2 raikan rencana untuk kanker paru-paru, kemoter- triliun. Omset kuartal III 2011 penyakit sistem saraf pusat lainnya. diperkirakan menyumbang 30% api termasuk untuk anemia. multiple myeloma. dari total penjualan farmasi Penyakit Crohn, gangguan pencernaan, psoriasis, www.fiercepharma.com tahun 2011. <erw> gangguan kulit, dan arthritis psoriatis.
  • 14.
    12 MEDIA PHARMA InDonEsIA The Case otc products: 'A healthy perspective' ke 17 negara itu adalah; Australia, belgia, chili, Perancis, jerman, Hong kong, Hongaria, indonesia, korea, belanda, serbia, singapura, spanyol, taiwan, uEA, inggris, dan Amerika serikat.
  • 15.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 13 sebuah survei dilakukan oleh synovate inc. pada Desember Pada setiap penilaian individual dan 2009 telah mengungkap fakta persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden di setiap pasar memiliki di 17 pasar di beberapa negara, t keinginan yang sama untuk meningkatkan mencakup hampir sebanyak kesehatan mereka, dengan 87% mengatakan mereka bertindak dalam 12 bulan terakhir untuk 12.000 responden. memperbaiki kondisi kesehatan. Tentu rahasia bahwa salah satu kekayaan "Ini berarti banyak orang yang kurang menya- terbesar dapat memiliki adalah kesehatan. dari apa yang sehat dan tidak sehat, sehingga Survei terbaru yang dilakukan oleh Synovate standar mereka mungkin tidak sampai ke pada sikap masyarakat terhadap obat bebas tingkat yang sama seperti negara-negara lain. menunjukkan bahwa banyak dari kita kesa- Namun, UEA dianggap memiliki kesehatan daran yang baik terhadap kesehatan. yang sangat baik, mayoritas penduduk setem- pat dan ekspatriat memiliki jangkauan peng- Pada kenyataannya, kebanyakan orang meng- obatan pribadi dan fasilitas medis yang ber- klaim telah melakukan beberapa tindakan da- kualitas tinggi. lam 12 bulan terakhir untuk meningkatkan kesehatan mereka. Lalu, apa yang mereka "Hal ini dapat memberikan kontribusi kepada telah lakukan, dan pada bagian mana peran orang-orang yang merasa sedang dalam kon- obat bebas dalam perawatan diri mereka? disi kesehatan yang baik (good) atau sangat Synovate berusaha mencari tahu. baik (excellent),"kata Karlsson. Health - the whole package. Namun, tidak semua pasar memiliki pandang- "Health is a state of complete physical, an sehat ini. Khususnya, Korea dan Taiwan mental and social well-being, and not merely memiliki pandangan yang berbeda, dengan the absence of disease or infirmity." skor 37% dan 39% masing-masing mengklaim WHO 1948 berada dalam keadaan sehat (baik) dan sangat baik. Synovate telah melakukan survei kepada hampir 12.000 orang dari 17 negara yakni Jellinek Frank, Client Relationship Manager Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jerman, Hong untuk Synovate Korea menjelaskan,"Orang Kong, Hongaria, Indonesia, Korea, Belanda, Korea perfeksionis pada kesehatan dan Serbia, Singapura, Spanyol, Taiwan, Uni Emirat penampilan, sedangkan generasi yang lebih Arab (UEA), Inggris, dan Amerika Serikat (AS). tua percaya bahwa 'kesehatan berasal dari dalam', Generasi pasca-perang Korea melihat Survei ini untuk memahami sikap dan keper- ini sedikit berbeda, dan berinvestasi besar- cayaan mereka dalam membeli obat-obatan besaran dalam perawatan kecantikan dan di area bebas (OTC), kepercayaan pada efek- kesehatan. tivitas label toko dibandingkan dengan obat bermerek serta pengaruh para dokter dan Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa apoteker. mayoritas orang Korea tidak puas dengan kesehatan mereka karena mereka tahu Secara umum, sebagian besar responden bisa lebih sehat. Dan mereka serius melaku- (60%) merasa sehat sekali (baik sekali), kannya. Ini juga menjelaskan adanya berbagai dengan skor 13% akan mengatakan mereka produk kesehatan, alami atau sebaliknya, berada dalam kondisi sehat. Responden yang dapat mereka beli di toko online atau berasal dari UEA merupakan yang terbanyak kunjungan ke rumah. dengan 84% menganggap diri mereka dalam kesehatan yang baik (49%) atau sangat baik KESEhATAN DALAM GENGGAMAN (35%), diikuti oleh Indonesia (82%). Pada setiap penilaian individual dan persepsi kesehatan perorangan, tampaknya responden Menurut Per-Henrik Karlsson, Business Devel- di setiap pasar memiliki keinginan yang sama opment Director Synovate CEEME (Central/ untuk meningkatkan kesehatan mereka, Eastern Europe and Middle East), kesadaran dengan 87% mengatakan mereka bertindak terhadap kesehatan relatif baru bagi banyak dalam 12 bulan terakhir untuk memperbaiki penduduk lokal dan asing di UEA. kondisi kesehatan.
  • 16.
    14 MEDIA PHARMA InDonEsIA The Case Kegiatan utama yang disebutkan, memakan lebih warga Tampaknya demikian, menurut Karlsson, banyak buah dan sayuran (61%), dengan berolah indonesia "Kebanyakan orang di UEA cenderung raga teratur (37%), suplemen vitamin (35%) dan membawa obat analgesik OTC dan meng- berusaha menurunkan berat badan (33%). adalah gunakannya bahkan hanya untuk sakit pembeli kepala ringan, seperti gejala ringan pilek "Responden dari Hungaria (83%), Serbia (76%) teratas untuk atau flu, atau lainnya yang umum, paling dan Chili (73%) adalah pendukung tertinggi obat batuk mungkin akibat iklim yang sangat panas untuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan dan Demam diluar berkombinasi dengan temperatur sayuran, dengan kecenderungan dikapitalisasi dingin dari mesin pendingin di ruangan." pada merek makanan,"kata Rafael Céspedes, dengan skor 46% Managing Director Synovate di Chili. Sementara pada ujung paling bawah dari skala adalah Taiwan hanya 10%, diikuti "Ada kekhawatiran lebih besar di Chili tentang oleh Hong Kong 15%, dan Chili 17%. makan sehat ini telah diadopsi oleh merek disusul oleh dalam kegiatan komunikasi produk mereka yang korea Managing Director Synovate Taiwan, 56% difokuskan pada peningkatan konsumsi buah- Jenny Chang memakai atribut ini untuk buahan dan sayuran," tambahnya. sistem perawatan kesehatan yang ter- jangkau dan mudah diakses di Taiwan. Untuk Australia, program studi yang paling Dibandingkan dengan negara lain, klinik populer dari tindakan untuk meningkatkan dan rumah sakit di Taiwan umumnya kesehatan adalah berusaha menurunkan berat lebih mudah diakses, pasien lebih suka badan (sebesar 61% versus rata-rata global mendapat nasihat profesional, dokter, 33%). Dari mereka yang disurvei, Australia juga apoteker bahkan untuk gejala ringan. merupakan pembeli terbesar produk penurunan berat badan 11% terhadap rata-rata global sebesar 4% (diikuti Selain itu, obat yang diresepkan seperti analgesik atau obat oleh Spanyol dengan 10%). Ini adalah kesempatan besar batuk/flu sebagian besar tercakup di dalam Biro Asuransi bagi merek, kata Mike Cassidy, Managing Director Synovate Kesehatan Nasional (BNHI-Bureau of National Health Insu- Australia. rance) dengan skema penggantian yang membuat obat-obat itu sangat terjangkau oleh pasien dan bahkan lebih murah "Australia cepat menjadi salah satu bangsa paling gemuk dari obat bebas . di dunia, sehingga rencana pemasaran produk penurunan berat badan dan memberikan peluang besar bagi banyak "Selain itu, begitu banyak klinik tradisional Cina di Taiwan merek. Pemerintah Australia melakukan pekerjaan yang dibahas dalam BNHI bahwa orang akan pergi ke sana untuk sangat baik menyoroti risiko yang terkait dengan kelebihan perbaikan secara alami, seperti naprapathy." (Bodywork yang berat badan. Itu sebabnya hampir dua-pertiga dari kita yang memanipulasi tulang belakang dan jaringan ikat). berupaya merampingkan tubuh," lanjut Mike Cassidy Warga Indonesia adalah pembeli teratas untuk obat batuk DoSING UP dan demam dengan skor 58%, disusul oleh Korea 56%. Jadi apa yang terjadi pada daftar belanja obat kami? Robby Susatyo, Managing Director Synovate Indonesia, Obat Batuk/Demam (40%) dan Analgesik (38%) adalah dua mengatakan, pemakaian OTC obat batuk dan demam tinggi obat teratas yang dibeli oleh orang di seluruh dunia selama merupakan kombinasi dari faktor perubahan cuaca di sini enam bulan terakhir. Ketika survei dilakukan selama pada yang drastis, cuaca cerah di pagi hari dan hujan pada jam 'musim flu', apa yang dapat dipertimbangkan pada sebagian berikut, tak lama matahari kembali memanaskan udara. besar pasar, mungkin terjadi sedikit kejutan. Tapi, di pasar selalu ada beberapa pemimpin yang jelas dalam pembelian Ketidakkonsistenan iklim meningkatkan kerentanan oleh obat-obatan ini. dampak cuaca. Kota Jakarta juga salah satu kota terpadat ke tiga di dunia memicu pilek menyebar dengan cepat. Untuk Analgesik, warga UEA adalah pembeli teratas, dengan Sementara sangat terbatasnya cakupan asuransi kesehatan skor 72% dalam enam bulan terakhir. Sementara juga warga sehingga hampir semua orang membayar untuk pengobatan Inggris 62% dan Australia 61%. Apakah ini suatu kasus pen- mereka sendiri. Oleh karena biaya dokter mahal, orang cegahan lebih baik daripada pengobatan? cenderung membeli OTC dan mengobati sendiri. Jumlah responden yang disurvei di 17 negara 417 517 508 506 500 1000 644 1.047 1002 1.123 600 1.002 504 1.007 505 511 507 australia Belgia Chili Perancis jerman Hong Kong Hungaria Indonesia Korea Belanda Serbia Singapura Spanyol Taiwan uni emirat Inggris amerika Selatan arab Serikat
  • 17.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 15 sejauh mana Saya berpikir merek produk OTC efektif sebagai produk bermerek. 17% 23% 27% 18% 10% 5% anda setuju Saya lebih suka menggunakan/memberi- kan keluarga saya merek yang diakui. 12% 15% 24% 25% 20% 3% atau tidak Saya khawatir tentang mengambil setuju dengan obat atau diresepkan oleh dokter. 10% 16% 25% 23% 23% 2% pernyataan Saya lebih suka OTC selain melalui dokter ketika saya bisa. 20% 22% 26% 16% 14% 2% berikut? Saya telah mengambil suatu produk OTC tanpa 27% 18% 15% 16% 22% 2% Sangat tidak setuju benar-benar membaca label/mengikuti instruksi Agak tidak setuju Saya lebih suka menggunakan pengo- 15% 19% 29% 18% 16% 3% batan alternatif kapan pun saya bisa. Setuju atau tidak setuju Saya khawatir bahwa asisten penjual OTC kurang Agak Setuju 13% 18% 25% 22% 18% 3% berpengalaman untuk merekomendasikan beberapa produk. Sangat Setuju Saya percaya apoteker memberi 19% 21% 20% 24% 14% 2% DK/Ref saya saran tentang produk OTC. Saya nyaman membeli 21% 18% 19% 15% 20% 8% obat OTC di luar negeri. Saya senang untuk memakai pil tidur ketika beper- gian untuk membantu tertidur, misalnya di pesawat 35% 15% 10% 7% 26% 6% Saya meminta orang lain untuk membeli saya obat OTC ketika pergi ke luar negeri. 34% 14% 11% 7% 29% 6% Synovate research reinvented Di sisi lain, kampanye iklan produk OTC yang sangat keras. generik dan fakta bahwa generik terkadang tidak memiliki Dan banyak aspek lain bahkan orang yang tidak sakit kemasan dengan instruksi berbahasa Inggris yang muncul termotivasi untuk membeli. persepsi sebagai barang impor yang murah dan inferior. "Bagi warga Korea, ini lebih merupakan masalah kehati- Mungkin tidak mengherankan bahwa 44% responden memi- hatian, jelas Jellinek, warga Korea sangat berhati-hati saat lih untuk memakai atau memberikan keluarga mereka pro- muncul suatu penyakit, mereka mengenakan masker pada duk bermerek. Mengingat, UEA merupakan yang terbanyak awal flu, atau ketika terjadi sebuah gelombang flu nasional. (86%), diikuti oleh Chili sebesar 79% (62% sangat setuju), Kehati-hatian ini juga tercermin dalam administrasi obat- dan Singapura (71%). "Ini disebabkan campuran kebangsa- obatan yang sering ada dalam dosis yang jauh lebih tinggi an di UEA, mereka mencari merek yang digunakan kembali daripada di negara Barat. Namun, warga Korea juga dikenal di rumah," kata Karlsson. "Merek internasional lebih diper- sebagai pendukung kuat jamu tradisional. Beragam 'peng- caya daripada merek lokal. Orang-orang di UEA menangani obatan alami' yang tersedia menawarkan alternatif kepada kesehatan dengan sangat serius, mereka lebih suka merek kedokteran barat dan makin banyak peminatnya. yang diakui, yang mereka percaya." PERTEMPURAN MEREK: LEBIh DARI SEKADAR LABEL? Namun dari keseluruhan pasar, ada sebagian kecil pasar Obat bermerek versus berlabel 'dari toko sendiri'? Perdebat- tidak setuju bahwa mereka lebih memilih untuk mengguna- an ini melibatkan industri, bukan hanya pasar OTC. Tidak kan/memberikan keluarganya produk bermerek, sebesar mengherankan jika opini yang berkembang berbeda-beda. 28%, khususnya 70% warga di Hongaria tidak setuju, diikuti Secara keseluruhan, 42% responden tidak memperhatikan oleh AS dan Perancis, 49% dan 48% masing-masing. 'label toko' di balik produk, sehingga menjadi efektif sebagai- mana produk obat bermerek (Spanyol sebesar 71%, Inggris Tapi bagaimana apoteker melihat ketika berkenaan dengan dan AS keduanya 65%). produk bermerek? Bertentangan dengan pandangan konsu- men seperti di Perancis, apoteker menganggap merek me- Sebaliknya, hampir sepertiga dari orang di seluruh dunia mainkan peran penting, kata Marc Papanicola, Managing (27%) tidak menganggap 'label toko sendiri' itu efektif. UEA Director Synovate Perancis. memiliki skor 52%, Chili 49%, Singapura 45%, sementara Inggris memiliki skor terendah 6%. Responden setuju dengan Apoteker merasa bahwa lebih mudah untuk merekomen- pandangan ini, dan menjadi atribut bagi Bob Douglas, Global dasikan salah satu obat yang paling dikenalmya. Pasien Head of Synovate Healthcare untuk membangun persepsi lebih menyukai membeli obat dari informasi yang telah dari kualitas. mereka dengar melalui kampanye iklan atau karena orang di sekitar mereka sudah menggunakannya. Ini lebih mudah Menurut Douglas, konsumen Inggris mungkin menganggap meyakinkan kepada mereka tentang kemanjuran obat itu. merek sebagai lambang yang merepresentasikan kualitas. Persepsi kualitas ini diperkuat oleh harga premium lebih dari Oleh karena itu, kesadaran merek di antara pasien benar-
  • 18.
    16 MEDIA PHARMA InDonEsIA The Case benar penting bagi apoteker, last but not least, apoteker, Namun, ada beberapa pasar yang lebih percaya nasihat tentu saja memperhitungkan marjin laba mereka. Mereka apoteker, termasuk UEA sebanyak 70%, Jerman 67% dan tidak memiliki marjin yang sama pada setiap merek. Oleh Hong Kong dan Serbia, keduanya sebanyak 66%. karena itu mereka akan merekomendasikan merek yang secara finansial favorable bagi mereka, tergantung pada "Hasil ini mengkonfirmasi apoteker memiliki posisi yang kuat kesepakatan awal dengan perusahaan farmasi. di berbagai negara, tidak hanya sebagai saluran penjualan tetapi juga sebagai konsultan," kata Thomas Schafer, DI TANGAN PRoFESIoNAL Associate Director Synovate di Jerman. Untuk menangani kesehatan biasanya kita hanya mencari siapa yang kita yakini dapat memberikan saran terbaik. BAGAIMANA DENGAN INFoRMASI KESEhATAN oNLINE? Apakah dari seorang dokter, ataukah ada sumber-sumber Dengan berkembangnya media online, tampaknya kesehatan informasi lain yang efektif dan dapat diandalkan? menjadi topik yang populer dalam komunitas online. Situs obrolan (chatting) merupakan sumber yang paling populer Synovate menanyakan kepada responden yang mengguna- ke-empat untuk informasi kesehatan, sebanyak 20% respon- kan sumber informasi kesehatan. Secara keseluruhan, ter- den memilih menggunakan online. Bahkan lebih menarik lagi dapat tiga profesi yang paling populer, yakni: ketika dilihat secara regional. Di Pasar Asia; Taiwan seanyak 1. Dokter Praktek Umum/Dokter Keluarga /Dokter/Dokter 48% dan Korea 36%. Skor ini jauh lebih tinggi dibandingkan Kesehatan Masyarakat sebesar 69%. Di sini, Belanda Pasar Eropa seperti Spanyol 2%, Perancis dan Inggris, memimpin dengan skor 88%, diikuti oleh Australia 86% masing-masing sebanyak 4%. dan Belgia 85%, yang terendah adalah Korea 34%, Hong Kong 39%, AS 62% Apakah ini cermin yang jelas dari perbedaan sikap terhadap 2. Dokter Spesialis/Spesialis Kesehatan Masyarakat 34%. situs kesehatan dan pengaruhnya terhadap kehidupan di Taiwan memimpin dengan skor 75%, diikuti oleh Korea setiap pasar sehari-hari? Ini adalah keuntungan bagi merek 61% dan Jerman 55%. Terendah adalah Hong Kong 7%, yang eksis di pasar-pasar. Indonesia 12%, Inggris 17%. 3. Apoteker/Ahli Kimia 29%. Di Australia tertinggi dengan Douglas memberi komentar bahwa secara keseluruhan, 70%, Belgia 58%, dan Jerman 52%. Terendah adalah tampak sangat jelas pentingnya internet sebagai sumber Hong Kong 6%, Indonesia 7%, 8% Serbia. informasi kesehatan, tidak hanya dalam hal informasi yang dipublikasikan tetapi juga melalui penggunaan situs jejaring Menurut Bob Douglas, "Untuk beberapa hal, ini mencermin- sosial. Hasil ini mendasari pentingnya jejaring sosial yang kan struktur kesehatan di setiap negara secara individu serta memiliki implikasi signifikan. kemudahan akses. Sebagai contoh, Belanda dan Inggris, dokter praktek umum adalah gatekeeper untuk kesehatan. STRATEGI KoMUNIKASI Belanda menunjukkan skor tertinggi, 88%. Mereka akan Tidak mengherankan untuk melihat beberapa Pasar Asia mengunjungi dokter untuk mendapat nasihat untuk kesehat- yang terkemuka, karena mereka cenderung lebih mudah annya dan Inggris adalah salah satu yang terendah dalam untuk menggunakan teknologi dibandingkan negara-negara hal orang-orang yang mencari nasihat dari dokter spesialis. Barat yang lebih konservatif. "Peran apoteker dalam memberi nasihat tentang kesehatan oTC Medicine: Sama pentingnya dengan sikat gigi? ini sangat bervariasi. Di Australia 70% mengklaim, mereka Ketika bepergian untuk urusan bisnis atau sekadar pleasure, mencari nasihat dari apoteker. Sementara di Hong Kong ada sejumlah item yang selalu ada didaftar tas/kemasan hanya 6%. Peranan apoteker diatur untuk berubah secara kita. Bagaimana dengan obat OTC? Synovate menanyakan radikal dalam hal diagnosis dan pengobatan, dan data ini kepada responden, obat OTC yang mereka bawa saat be- menunjukkan bahwa penerimaan dan pengambilan inisiatif pergian, dan terdapat tiga obat teratas yang mereka bawa ini diterima sangat berbeda-beda di berbagai negara." 1. Pereda Nyeri 51%. Warga UEA diurutan pertama 75%, diikuti oleh Belanda dengan skor sebanyak 73%. Secara keseluruhan 46% responden khawatir atas pemakai- 2. Obat Pencernaan 37%. Warga Belgia yang tertinggi di sini an obat tanpa resep dokter. Pada tingkat pasar, UEA merasa dengan skor sebanyak 66%, diikuti oleh Korea 53%. paling kuat dengan skor 64%, diikuti Singapura 63% dan 3. Produk Pertolongan Pertama 35%. Chili 70% (dua kali lipat Hong Kong 61%. Demikian pula, sebanyak 42% responden rata-rata global), diikuti Korea dengan skor sebanyak 62%. di seluruh dunia tidak setuju dan mereka lebih memilih obat OTC daripada resep dokter. Reponden Serbia dan Taiwan, Karena kebanyakan orang di UEA membawa analgesik OTC keduanya memiliki skor tertinggi, 71%. setiap hari, jadi tidak mengherankan bila mereka juga mem- bawanya di hari libur. Sebesar 40% responden di seluruh dunia mengatakan bah- wa mereka khawatir bahwa asisten penjualan OTC kurang Salah satu hal penting bagi warga Arab dan Asia yang me- berpengalaman untuk merekomendasikan produk. Sedang- netap di UEA, yang dipertimbangkan ketika pergi berlibur kan 43% tidak mempercayai saran dari apoteker, terutama di ke luar negeri adalah sistem kesehatan dan rumah sakit Hongaria dengan skor 89%, Belgia 85% dan Perancis 81%. dari negara yang mereka kunjungi. Masalah medis dan Jadi sepertinya, secara keseluruhan bahwa kepercayaan keselamatan secara ekstrim menjadi top of mind,"kata untuk pengobatan mereka terletak pada dokter. Karlsson.
  • 19.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 17 secara keseluruhan TERTIDUR LELAP Meskipun secara fisik mungkin mudah untuk melompat dari zona waktu ke zona waktu, tubuh 46% tidak merasa nyaman membeli OTC di luar negeri, kecuali warga UEA. Mayoritas di berbagai negara dengan ketidakpercayaan kita, dan terutama pola tidur, memerlu- responden yang tinggi, merasa baik-baik saja membeli kan waktu cukup untuk menyesuaikannya. Ini khawatir atas obat bebas di luar negeri," observasi akan masuk akal terutama untuk mereka yang pemakaian Germany's Schafer. melakukan perjalanan bisnis dengan waktu obat tanpa terbatas, mereka dapat mempertimbangkan "Tampaknya sikap ini tergantung langsung obat tidur yang menjadi bagian integral dari resep dokter. pada kualitas nasihat yang diberikan oleh perjalanan mereka sehingga mereka dapat Demikian apoteker. Seorang traveller mungkin takut menjadwalkan tidur mereka sesuai dengan pula, sebanyak mereka tidak mendapatkan konsultasi di waktu setempat. luar negeri untuk digunakan di rumah. Kedengarannya cukup praktis, namun subjek 'pil tidur' menghasilkan pandangan yang sangat 42% responden di Segera setelah mereka tidak berharap memperoleh nasihat, mereka merasa nyaman untuk membeli di mana saja." berbeda antara pasar. Dan tampaknya tidak ada jalan tengah, hanya tingkat kenyamanan versus seluruh dunia Chili Céspedes menambahkan, "Ada kuat ketidaknyamanan dengan penggunaan pil tidak setuju beberapa ambiguitas antara sikap dan tidur saat bepergian. dan mereka perilaku sebenarnya dari warga Chili ketika datang pada OTC. Tiga perempat yang telah Skor signifikan 95% dari Hongaria sangat setuju lebih memilih membeli obat bebas dalam enam bulan bahwa mereka senang untuk memakai pil tidur obat otc terakhir namun 60%-nya mengatakan ketika bepergian seperti halnya dari Belgia 72% daripada resep bahwa mereka khawatir terhadap dan Spanyol 67%. Sebaliknya, 83% dari Serbia dokter. penggunaan obat yang tidak diresepkan sangat tidak setuju bahwa mereka senang oleh dokter. memakai pil tidur, diikuti oleh Jerman 73% dan Taiwan 70%. Dalam skenario ini, maka tidak heran mereka tidak merasa nyaman membeli obat-obatan luar Komentar Germany's Schafer,"Pil tidur memiliki reputasi negeri. Sikap ini juga dapat dipengaruhi oleh kenyataan buruk di Jerman. Ada tren yang umum, tidak memakai obat- bahwa mayoritas perjalanan ke luar negeri yang dilakukan obatan jika ada cara untuk menghindarinya, pil tidur tidak oleh warga Chili berada di negara-negara Amerika Selatan dianggap penting atau kuratif di sini. lainnya, yang mereka anggap kurang dapat diandalkan untuk isu-isu kesehatan. MEMBELI oBAT DI LUAR NEGERI Jadi, apakah sikap kita terhadap pembelian OTC dicerminkan Di ujung lain spektrum, pembeli paling nyaman OTC luar oleh perilaku kita ke luar negeri? Tampaknya tidak. Sedang- negeri adalah Spanyol dengan skor 58% (sangat atau agak kan sebanyak 35% dari orang di seluruh dunia sangat atau setuju bahwa mereka merasa nyaman) dan, sampai batas agak setuju bahwa mereka merasa nyaman membeli obat tertentu, Warga Amerika Serikat sebesar 40% sangat atau OTC di luar negeri, setengah dari Chili dan Jerman tidak agak setuju. Memang, 70% dari orang Spanyol dan Amerika nyaman membeli obat OTC di luar negeri. Serikat, 56% dari Inggris bahkan akan meminta orang lain membelikan OTC untuk mereka ketika di luar negeri. "Data menunjukkan bahwa mayoritas di pasar dengan Nah, itu menjadi sebuah souvenir yang menarik untuk kepercayaan yang tinggi pada nasihat apoteker di rumah dibawa pulang. Pharma InDonEsIA Have you visited it? A different point view. click here Visit and get free digital version to save on your pc. new Platform*new Energy search from Google > PHArmA cOmmuNITy
  • 20.
    18 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business eConomy EconoMic uPDAtE they are falling in love H with indonesia hARIAN EKoNoMI Austria 'WirtschaftsBlatt' meng- Pada 2020, E7 akan mengambil porsi terbesar dalam ungkap kajian Pricewaterhouse-Coopers (PwC) Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mengalahkan neg- ara-negara maju yang tergabung dalam G7 yang terdiri dari Januari 2011, yang memprediksikan bahwa dalam Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, dan Kanada. 20 tahun mendatang kombinasi GDP dari tujuh negara E7 (the Emerging Economic Countries), Memperkuat survei PWC itu, Oxford Economics pada Juni menjadi yang terbesar dan akan menggeser grup 2011, dalam survei yang dirilisnya pun menyebutkan E7 negara-negara industri maju, Group of Seven (G7). akan mengalahkan kelompok negara-negara emerging markets lainnya, seperti Vietnam, Kolombia, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.Dengan total jumlah populasi yang saat ini hampir mencapai 2,6 miliar (lebih besar dibanding G7), Oxford Economics memperkirakan populasi E7 yang tumbuh dua kali lipat dari G7, gap antara dua kelompok ini akan mencapai lebih dari 2,8 miliar pada 2020. Survei dilakukan terhadap 363 eksekutif bisnis yang mewakili lebih dari US$ 256 miliar pendapatan global. Responden berasal dari AS 19%, Inggris 20%, India 15%, Jepang 18%, serta China, Brazil, Meksiko, dan Australia masing-masing sebesar 8%. Para eksekutif bisnis yang menjadi responden itu berasal dari berbagai sektor industri, seperti jasa keuangan, manu- faktur, serta teknologi informasi dan komunikasi. Oxford Economics merupakan salah satu perusahaan konsultasi riset terkemuka di dunia. Didirikan pada 1981, Oxford Economics yang bermitra dengan Templeton College, Oxford University menjadi perusahaan konsultan dan riset perekonomian global, industri, dan analisis bisnis. Menurut survei ini, China akan mengalahkan AS pada 2018, menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Tapi di sisi lain, pertumbuhan bisnis yang sangat cepat di negara-negara yang sedang berkembang, mencip- harian Ekonomi takan kesempatan besar bagi perusahaan-perusahaan dari Austria menyebut barat. Banyak perusahaan yang melakukan ekspansi ke negara-negara pasar baru lewat investasi atau akuisisi. yang dikategori- kan sebagai E7 Hasil survei juga menunjukkan, perusahaan-perusahaan adalah China, lokal banyak berinvestasi pada teknologi untuk meningkat- India, Brazil, kan produktivitas dan memenuhi kebutuhan konsumen lo- kal. Perusahaan swasta tidak membatasi belanja mereka. Rusia, Indonesia, Begitu juga perusahaan-perusahaan negara mengeluarkan Meksiko, dan dana sangat besar untuk infrastruktur dan pengembangan Turki itu akan program. mengalahkan negara-negara G7. Manajer Pendanaan Swiss & Global Asset Management, Vincent Lagger meneliti peran Indonesia dalam kisah pertumbuhan berkelanjutan Asia. Ia mengatakan, bahwa
  • 21.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 19 E7 harian Ekonomi Austria 'WirtschaftsBlatt' Dalam 20 tahun mendatang kombinasi GDP dari mengungkapkan tujuh negara berkembang menjadi yang terbesar, kajian dari Pricewater- the Emerging Economic Countries (E7), akan houseCoopers (PwC) menggeser kelompok negara-negara industri pada Januari 2011. terkemuka Group of Seven (G7). sejak krisis keuangan, Asia telah diuntungkan oleh kebijakan moneter yang longgar, leverage yang rendah, Most Populated Countries in the World - Mid-Year 2010 investasi berlanjut dan belanja konsumen. Ini adalah latar belakang yang positif dan diterjemahkan ke dalam China 1.330.0 proses pemulihan cepat guna mempersempit kesen- India 1.173,1 jangan pertumbuhan antara negara berkembang dan US 310.2 negara maju. Indonesia 243.0 Brazil 201.1 Pertumbuhan ekonomi Asia seperti Indonesia, ditandai dengan tren demografis dan sosial yang menguntung- Pakistan 177.3 kan, sistem perbankan yang sehat, beragam basis eko- Bangladesh 158.1 nomi, keuangan yang sehat dan dukungan kebijakan Nigeria 152.2 ekonomi yang kuat. Russia 139.4 Japan 126.8 Sementara China dan India umumnya berperan sebagai mesin pertumbuhan global di masa depan, 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 Source : US. Census Bureau - and - www.internetworldstats.com/ststs8.htm Indonesia bisa mengklaim status yang sama berdasar- kan kemampuannya sendiri. Penduduk Indonesia, yang tersebar di 17.000 pulau, lebih besar ketimbang gabungan Berkat sistem perbankan yang sehat dan pengurangan Jepang, Perancis dan Inggris. Lokasi Indonesia yang sentral utang negara terhadap rasio PDB dari 100% menjadi 26% menciptakan jalur pasokan yang kuat mengarah ke China, sejak krisis Asia pada 1997, hutang Indonesia dinilai oleh India dan Jepang. Standard & Poor's dan Fitch selama tahun 2010 dan dari Moody's pada bulan Februari 2011. Sebagai pemasok kompetitif komoditas global untuk energi dan komoditi lunak, Indonesia dapat memanfaat- Indonesia telah meyakini perkembangan politik yang dijan- kan industrialisasi India dan urbanisasi China. Negeri ini jikan oleh pemerintahan Presiden Yudhoyono yang dipilih juga memiliki ekspor yang kuat dan merupakan pemasok secara bebas. Dia diharapkan mampu mengelola belanja terkemuka kelapa sawit, karet, kakao, beras, kopi dan teh publik untuk secara gigih mengatasi hambatan infrastruk- ke seluruh dunia. tur. Muncul kelas menengah muda, stabilitas politik dan hubungan yang kuat dengan negeri tetangga yang menye- Sebagai contoh, Indonesia adalah eksportir global terbesar diakan lahan subur untuk konsumsi, sumber daya dan minyak sawit memproduksi lebih dari 45% dari produksi investasi infrastruktur di Indonesia. global di dunia. 'KEKASIh' BARU INvESToR DI ASIA Peningkatan Investasi Langsung Asing (FDI) ke pasar Ewan Thompson dari Neptune’s Asia Pacific Opportunities saham Jakarta menggambarkan tingkat kepercayaan pada fund mengatakan bahwa penduduk Indonesia sebanyak prospek negara. Berbagai macam modal kecil dan menen- 245 juta adalah terbesar keempat di dunia. Dan kira-kira gah yang saat ini belum muncul untuk memberi peluang setengah dari penduduk di bawah 30 tahun, yang berarti yang cukup bagi investor global. jumlah yang besar seseorang untuk masuk ke tahap konsumsi. Pendapatan kapital mengalami pertumbuhan TREN URBANISASI tercepat kedua di dunia setelah China. Jika digabungkan Tenaga kerja Indonesia tumbuh pada kisaran dua juta dengan aspek demografis menjadi kombinasi yang sangat orang per tahun, dan negara kecenderungan menunjukkan kuat. tren urbanisasi yang sama seperti China dan India: pada tahun 2020 lebih dari 60% dari 262 juta warga (keempat Thompson menambahkan,"Sekarang adalah waktu yang terbesar di dunia ini) akan tinggal di kota. Bisnis di wilayah tepat bagi investor untuk menarik manfaat dari peluang ini menempati peringkat ketiga di antara negara-negara investasi besar di Indonesia menindaklanjuti iklim keuan- Asia pada pertumbuhan laba sejak tahun 2002, tepat di gan yang menggiurkan." "Posisi Indonesia yang terletak di belakang China dan India. perempatan benua Asia dan Australia, di antara Samudera
  • 22.
    20 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business eConomy GLobAL coMPEtitivEnEss inDEx 2011 A lot of homework for indonesia INDoNeSIA, negara dengan perekonomian terbesar ke Faktor-faktor yang penting 17 di dunia dan terbesar ke 6 di negara-negara berkembang. ditahun mendatang, antara secara ekonomi tumbuh sangat dinamis di level 5% antara lain adalah efisiensi dari pasar tahun 2001 - 2010. Negeri ini telah melewati krisis ekonomi relatif baik global baru-baru ini sangat baik dan tahun 2010 menjadi melalui pajak yang kompetitif negara ketiga tercepat di Kelompok 20 (G20). dan persaingan ketat. Meskipun hambatan biro- The World Economic Forum telah merilis Competitiveness krasi dan perdagangan masih Report untuk pertama kalinya di Indonesia 2011 yang digelar menjadi kendala utama. di Jakarta pada 12-13 Juni 2011. Laporan ini mengacu pada Keuntungan lainnya adalah temuan Global Competitiveness Index 2010-2011 (GCI) dan Indonesia memiliki pasar memberi gambaran yang komprehensif dari lanskap kompetitif yang besar, salah satu dari 20 setiap negara saat ini. Ini mengidentifikasi manfaat negara ekonomi terbesar di dunia, dapat membangun serta mengantisipasi ancaman saat ini demi kelas menengah di negara ini tujuan pertumbuhan yang kuat. telah tumbuh secara masif. Menurut Menteri Perdagangan Indonesia, Mari E. Pangestu, Salah satu langkah peningkatan daya saing perdagangan di dalam laporannya ia mengatakan "Ranking Indonesia telah Indonesia selanjutnya untuk mengintegrasikan negara-negara meningkat secara signifikan, namun, kami menyadari kebutuh- ASEAN salah satunya adalah Asean Single Window. an pada peningkatan daya saing, Pemerintah telah memprio- ritaskan untuk mengatasi tantangan ini, terutama tantangan Indonesia memiliki salah satu kelemahan yang paling jelas pada infrastruktur. Kami menyadari kebutuhan untuk pening- yakni masalah infrastruktur. Pelabuhan, jalan dan kereta api katan sumber daya berkelanjutan, kesehatan, pendidikan dan dalam kondisi perlu banyak perbaikan. Jaringan dan pasokan pelatihan pekerja. listrik masih belum meluas dan kurang bisa diandalkan. Peng- gunaan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatas Indonesia menduduki urutan ke 44 dari 139 negara pada antara perusahaan di sebagian besar populasi. Kesehatan Global Competitiveness Index 2011. Sejak 2005, daya saing masyarakat masih perlu perhatian yang serius, lapangan kerja Indonesia telah berkembang di 12 kategori indeks (12 Pillars). yang terbatas berkontribusi pada tingginya pekerja informal Meluncur 10 level ke atas, dan merupakan yang tertinggi dari dan kondisi kerja yang buruk. semua negara G20. Pada akhirnya Indonesia harus terus memperkuat kerangka Melampaui BRIC, kecuali Cina (ke 27). Saat ini Indonesia kelembagaannya, dimana korupsi masih banyak, sementara itu berada di atas India (ke 51), Afrika Selatan (ke 54), Brazil transparansi dan prediktabilitas juga dibutuhkan dalam proses (ke 58) dan Rusia (ke 63). Berada ditengah negara-negara pembuatan kebijakan. ASEAN, di bawah Singapura (ke 3) dan Malaysia (ke 26), jauh di atas Filipina (ke 85) dan Kamboja (ke 109), setara "Dari sudut pandang ekonomi, Indonesia telah membuktikan dengan Thailand (ke 38) dan Vietnam (ke59). ketangguhannya dalam mengatasi krisis ekonomi global selama dekade terakhir," kata Thierry Geiger, Ekonom, penulis Selain kekuatan Indonesia pada pertumbuhannya yang cepat utama laporan the World Economic Forum 2010-2011. dan manajemen fiskal yang baik, negeri ini memiliki basis pajak yang kuat. Pendidikan dasar dapat diakses oleh hampir "Perkembangan yang positif ini sebagian besar tercermin semua warga dengan kualitas kian membaik. Saat ini, upaya pada kinerja daya saing Indonesia, tapi negeri ini belum bisa selanjutnya adalah peningkatkan akses pendidikan tinggi yang berpuas diri. Masih banyak kelemahan yang berdampak buruk berkualitas. bila perbaikannya tidak diprioritaskan."
  • 23.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 21 Pada akhirnya, Indonesia harus terus mem- EconoMic uPDAtE perkuat stabilitas ekonomi. Meskipun situasi cenderung aman, jauh lebih baik daripada Hindia dan Samudera Pasifik, memi- Sementara itu, staf khusus presiden masa-masa sebelumnya, tetapi masih banyak liki banyak keuntungan dari peluang untuk hubungan luar negeri Singapura yang menjadi perhatian serius bagi komunitas investasi di berbagai sektor." Teuku Faizasyah di sela-sela Forum bisnis. Ekonomi Dunia mengatakan, negara- Pada Forum Ekonomi Dunia di Asia nya ingin melakukan investasi dalam Seperti diketahui dengan jelas, bahwa seper- Timur, Direktur Quvat Management ber- proyek-proyek pembangunan infrastruk- lima dari penduduk Indonesia berada dalam basis di Singapura Thomas T. Lembong tur di Sumatera, khususnya di Batam. kemiskinan ekstrim dan hampir separuh men- mengatakan, China dan India memiliki capai ambang batas, ketidaksetaraan mening- minat yang besar dalam investasi di Untuk itu Singapura ingin penjelasan Asia, termasuk Indonesia, tren ini harus tentang skema pembangunan di Indo- kat, harga untuk makanan, bahan bakar, dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh nesia, terutama setelah pemerintah gas relatif tinggi, dan risiko kerusuhan sosial. karena itu Thomas T. Lembong telah Indonesia meluncurkan Masterplan meminta pemerintah, pelaku bisnis Percepatan dan Perluasan Pembangu- 12 PILLARS oF ThE GLoBAL dan investor untuk secara optimal me- nan Ekonomi Indonesia (MP3EI). CoMPETITIvENESS INDEx manfaatkan peluang investasi yang luas di Indonesia. "Kami menginginkan Indonesia men- 2010-2011 jelaskannya secara rinci daerah di "Asia makin berkembang. Indonesia mana negara kami bisa melakukan 1. Institutions saat ini adalah kesayangan para inves- investasi," kata Faizasyah. Ia mengata- 2. Infrastructure tor. Mereka sadar bahwa Indonesia kan konsep kemitraan akan diselaras- memiliki potensi yang sangat besar. kan dengan MP3EI itu. Dalam WEF-EA, 3. macroeconomic environment Dalam hal sarana dan prasarana pen- Indonesia juga menawarkan investasi 4. health and primary education dukung investasi, Indonesia tidak kalah di sektor infrastruktur melalui skema 5. higher education and training dengan negara-negara berkembang Public Private Partnership (PPP). 6. Goods market efficiency, lainnya seperti China dan India, tapi dibandingkan dengan negara-negara Pada forum itu, Menteri Keuangan RI 7. Labor market efficiency maju, Indonesia masih tertinggal jauh Agus Martowardojo saat itu mengata- 8. Financial market development di belakang." kata Lembong. kan, bahwa penyediaan infrastruktur 9. Technological readiness menjadi tantangan yang dihadapi "Oleh karena itu kita harus realistis, Indonesia dalam lima tahun ke depan. 10. market size pasar dan investor selalu memiliki Pembangunannya membutuhkan dana 11. Business sophistication kecenderungan, banyaknya investasi sekitar Rp1.400 triliun. 12. Innovation. yang bisa dipertahankan tergantung bagaimana kita memanfaatkan secara Menkeu mengatakan bahwa kemam- optimal," kata Lembong yang juga men- puan fiskal pemerintah dalam kese- jadi the recipient of World Economic imbangan kecil dan oleh karena itu Jika ekonomi tidak dapat menciptakan pekerja- Forum Young Global Leader. kami menawarkan investasi di sektor an yang cukup di luar sektor pertanian untuk infrastruktur untuk kedua belah pihak pertumbuhan populasi pemuda berpendidikan, "Seperti belajar dari investor interna- asing dan swasta. Pemerintah Indone- korupsi yang merajalela, jika tidak ditangani, sional, China dan India bukan negara sia hanya mampu menyediakan sekitar tanpa masalah karena di negara- 20% - 30% dari dana dan sisanya harus bisa menyulut ketidakpuasan masyarakat negara berkembang ada menghadapi diperoleh dengan kerjasama dengan dengan konsekuensi yang bisa sangat buruk. banyak kendala dan kesulitan, namun pihak swasta melalui skema kemitraan Indonesia sebenarnya memiliki banyak publik-swasta. Pertumbuhan yang telah dialami Indonesia fasilitas yang baik," tambahnya. Dalam tujuh tahun terakhir skema itu tidak akan membuat beberapa masalah selesai tidak memberikan hasil yang signifikan begitu saja, bahkan bisa berisiko memperburuk Untuk itu, Lembong mengatakan namun diharapkan akan segera ada situasi. semua pihak termasuk pemerintah, proyek infrastruktur pilot. pelaku bisnis, serta investor harus lebih Karena perkembangan yang kuat akan selalu bersabar karena untuk berinvestasi "Saya optimis bahwa tidak akan ada menghasilkan kebutuhan baru sekaligus yang terpenting bukan kuantitas kontrol modal," kata Menkeu menam- muncul penetapan standar baru di kalangan tetapi kualitas. "Idealnya, semua pihak bahkan bahwa kondisi fiskal dan mon- bisnis, investor, dan konsumen. Ini membuat, harus bersabar, dan tidak terburu-buru eter di sektor riil adalah baik dan dapat situasi yang dianggap memuaskan hari ini, sehingga dana tidak pergi ke proyek- mendukung aliran modal masuk. Pelu- tidak dapat diterima di masa mendatang. proyek yang tidak perlu," katanya, me- ang investasi di Indonesia membantu Namun, berdasarkan temuan laporan, satu nambahkan bahwa kunci keberhasilan baik warga dan investor karena negeri pendapat optimis bahwa Indonesia akan investasi di Indonesia adalah kerjasa- ini memiliki penduduk besar yang berhasil melalui tantangan ini. <erw> ma dari semua pihak yakni pemerin- secara aktif bersaing untuk bergabung tah, bisnis pemain, dan investor. sebagai tenaga kerja. <erw/dbs>
  • 24.
    22 MEDIA PHARMA InDonEsIA eXCLusive inTeRview DR wiLLEM biAntoRo wAnAnDi Mengawal Projek switching Rx to otc di indonesia Pandangan Umum Dewan Penasehat Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia switcHing obat Ethical (Rx) ke golongan obat Bila obat telah terbukti keamanannya, efek over-the-counter (OTC) selain merupakan peluang sampingnya terkontrol dan sudah dikenal sejak bisnis yang menarik bagi industri farmasi, juga lama oleh dunia kesehatan, perlu dipertimbangkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas perubahan statusnya dari Rx menjadi OTC, misalnya obat obat tersebut kepada masyarakat luas, yang obat-obat alergi, anti jamur, beberapa jenis antibio- pada gilirannya dapat meningkatkan pelayanan tika, corticosteroid, bahkan obat AIDS. kesehatan masyarakat. Tentunya ini dilakukan pada obat yang telah terbukti aman dan efektif Dalam hal ini pihak pemerintah dan industri farmasi khususnya untuk mengatasi penyakit yang ringan. di Indonesia bisa melakukan kajian bersama ten- tang apa dan bagaimana pelaksanaan switching Disisi lain, switching Rx-OTC dinilai bisa me-reduce yang telah dilakukan di negara maju, untuk tujuan biaya kesehatan secara keseluruhan, karena akan memberi manfaat ekonomis dan kesehatan bagi memperpendek rantai pasokan obat dengan masyarakat. meminimalisir peran dokter dalam konsultasi dan penulisan resep. Menurut Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Dr wIllem BIANTOrO Peraturan (GPFI), isu tentang switching dari Rx Di bidang farmasi, switching Rx-OTC bukan hal wANANDI ke OTC di Indonesia, sebaiknya kembali dibahas Dewan Penasehat di tingkat kementerian, mengingat saat ini hanya yang baru. Di sebagian besar negara-negara maju Gabungan Perusahaan telah melakukannya secara berkala. Banyak obat- Farmasi Indonesia Menkes yang berwenang untuk mengaturnya, obat Rx telah beralih menjadi OTC dengan tujuan dalam hali ini BPOM sebagai lembaga yang untuk meningkatkan akses masyarakat atas obat, mengusulkan dan memberi dukungan data. meningkatkan kesehatan masyarakat, menurunkan biaya pengobatan, meningkatkan peran apoteker, GPFI menilai switching ini sangat relevan untuk meningkatkan pasar obat. dilakukan di Indonesia karena jumlah dokter yang terbatas dan masyarakat merasa biaya pelayanan Di Indonesia, switching Rx-OTC belum berkembang, kesehatan cukup mahal. GPFI berinisiatif untuk oleh karena itu banyak molekul-molekul Rx yang membahas dan mendorong agar prosedur switching sampai saat ini masih tetap diperlakukan sebagai di Indonesia ini dapat berjalan lebih lancar sesuai obat Rx oleh BPOM/Menkes. Sementara di luar prosedur. Pada Mei 2011, GPFI telah mengundang negeri telah digolongkan sebagai obat OTC. Nicholas Hall, seorang pakar OTC untuk melakukan kajian-kajian tantang apa yang telah dilakukan oleh Padahal dengan mengacu pada laporan monitoring negara yang lebih maju, pandangan pihak regulator efek samping dan keamanan obat-obat Rx yang setempat, kendala-kendala dan antisipasi switching. dilakukan oleh WHO bekerjasama dengan institusi institusi yang terkait/terpilih dapat digunakan Menindaklanjuti gagasan ini, redaksi Media Pharma sebagai dasar acuan untuk melakukan switch di Indonesia sempat menemui Dewan Penasehat Indonesia. GP Farmasi DR Willem Biantoro Wanandi untuk memperoleh pandangan seberapa penting proyek
  • 25.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 23 Switching Rx-OTC ini dan apa yang perlu dilakukan untuk Dengan kata lain calon obat-obat OTC itu benar-benar aman mengawalinya? Berikut petikan perbincangan redaksi dengan dan efek sampingnya terkontrol. Di negara-negara maju, DR Biantoro Wanandi yang juga sebagai Chairman Anugerah biasanya switching Rx-0TC diperjuangkan oleh originator, Corporation di kantornya di Graha Atrium, Jakarta; sebagai penemunya mereka yang paling tahu mengenai obat mereka. Tapi di Indonesia upaya seperti ini tidak banyak Pak Wanandi, alasan apa yang melatarbelakangi inisiatif terlihat sehingga dalam hal switching ini kita tertinggal jauh. GPFI mendorong projek 'Switching Rx ke OTC'? Mengapa baru saat ini gagasan itu muncul? Kami berpendapat bahwa pengembangan pasar obat oleh industri farmasi di Indonesia dirasakan cukup berat, karena Sebenarnya gagasan ini pernah dilakukan secara sporadis berkembang lambat dan terbatas. Ini terlihat dari rendahnya oleh GPFI di masa lalu, tetapi tidak pernah ada kelanjutan belanja tahunan obat Indonesia dibandingkan dengan dengan program yang sukses. Munculnya kembali gagasan negara ASEAN (Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura) . ini terutama untuk meng-counter adanya anggapan bahwa harga obat terlalu mahal dan industri mengambil profit Ini tidak lepas dari tidak adanya health financing system, margin terlalu besar. seperti asuransi kesehatan nasional, aksesibilitas pelayanan kesehatan yang terbatas, kurangnya tenaga dokter, fasilitas Kami telah lama memperjuangkan adanya health financing kesehatan, dsb. Oleh karena itu perlu segera ditemukan system yang sesuai untuk Indonesia dalam rangka mening- wayout-nya terutama dalam hal membangun health financing katkan kesehatan rakyat Indonesia dan system yang tepat, sehingga dapat mengurangi biaya memperjuangkan pelaksanaaan SJSN kesehatan dari out of pocket. secepatnya agar akses untuk pemeliharaan Memang prosedur switching cukup kompleks, karena itu kesehatan di Indonesia GPFI bekerjasama dengan Nicholas Hall, konsultan yang semakin menyentuh memiliki reputasi dan data yang lengkap tentang kemajuan masyarakat luas. pasar OTC di dunia. Ini upaya awal kami untuk bisa meyakin- kan BPOM dan Kementerian Kesehatan menerima usulan Menurut Anda bagai- penambahan daftar obat-obat OTC dan membuka akses mana kesiapan obat-obat tersebut untuk tujuan meningkatkan pelayanan Pemerintah untuk kesehatan masyarakat. melakukan Switching Rx ke OTC ini? Tentu BPOM secara prosedur harus menilai obat-obat yang akan diusulkan itu dengan seksama dengan mempertimbang Kalau saya melihat, kan kebutuhan masyarakat. BPOM juga perlu meminta saran Pemerintah dalam kepada para dokter agar sasaran dari switching ini dapat hal ini BPOM, tercapai, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. sebenarnya mereka selalu Untuk hal-hal yang akan diinformasikan kepada konsumen memonitor beserta dosis, efek samping, cara pemakaian dsb, tentu juga harus dikonfirmasikan dengan laporan-laporan WHO yang memonitor efek samping obat di seluruh dunia agar tidak membahayakan pasien.
  • 26.
    24 MEDIA PHARMA InDonEsIA eXCLusive inTeRview yang terpenting perkembangan dunia dalam hal Switching Rx adalah impact didalamnya memuat data-data pembanding yang ke OTC dan menurut keterangan yang saya cukup lengkap sebagai pertimbangan dan yang peroleh sudah banyak molekul-molekul yang dari switching akan dijadikan acuan kebijakan untuk switching ini. bisa diterima dan diloloskan, tetapi berhubung ini terhadap Kita juga meminta semua industri farmasi lokal, ijin untuk switching ini adalah wewenang kesehatan bahkan saat itu juga ada wakil dari beberapa Kementerian Kesehatan bukan BPOM maka industri farmasi asing yang hadir, untuk mendiskusi- masyarakat yang prosesnya lebih kompleks daripada ijin kan daftar obat-obatan yang menurut mereka perlu registrasi obat. nantinya akan atau dapat dilakukan switching. mempengaruhi Tetapi saya berharap pada tahap awal agar biaya pengobatan Saya kira Pak Subowo bersama industri lokal dan BPOM bisa menerima masukan itu dan meng- asing tengah melakukan diskusi akan hal ini dengan secara umum. kaji dari pengalaman originator dari obat yang bantuan Nicholas Hall, sehingga pada waktunya diusulkan tersebut dalam aspek keamanan dan Dalam projek bisa diajukan kepada pemerintah. Tapi jangan lupa ketepatan penggunaan obat, disamping bekerja switching Rx- industri farmasi yang mengambil peranan dalam sama dengan WHO. Saya juga menghimbau otc diperlukan menyebarluaskan obat-obat OTC itu juga harus agar GPFI bekerjasama dengan IPMG untuk melaksanakan uji Ba-Be bila memang diperlukan pengetahuan membantu BPOM mempersiapkannya agar agar kualitas obat terjamin. usulan proyek ini kepada pemerintah dapat yang baik dari direalisasi dengan tahapan-tahapan yang masyarakat Terkait isu pelaksanaan SJSN yang saat ini masih sistematis. tentang obat, berproses, tentunya membutuhkan obat resep dalam skala besar, jika industri farmasi berinisiatif Artinya, apakah Switching Rx ke OTC akan pengobatan dan untuk mengalihkan obat resepnya ke OTC. cukup mudah atau sulit dilaksanakan? kesehatan. Tidakkah kontradiktif? Yang namanya tantangan, tentunya tidak Kebijakan SJSN adalah kebijakan pembiayaan mudah, dan tidak setiap molekul Rx yang kesehatan termasuk pengobatan. Sedangkan diusulkan dapat disetujui meskipun di luar negeri molekul ter- obat-obat yang akan dibiayai dalam rangka SJSN adalah obat- sebut telah 'di-OTC-kan'. Pemerintah akan mempertimbangkan obat esensial yang terdiri dari obat-obat Ethical dan OTC. Jadi banyak aspek, seperti kebutuhan obat di masyarakat, saya kira, Switching Rx-OTC itu tidak ada kaitannya dengan keamanan dan efektivitas obat itu, termasuk sosial ekonomi pelaksanaan SJSN. pada obat. Dan yang terpenting adalah impact dari switching ini terhadap kesehatan masyarakat yang nantinya akan Biasanya di negara-negara lain obat OTC tidak termasuk dalam mempengaruhi biaya pengobatan secara umum. Karena itu daftar obat yang dibiayai oleh asuransi kesehatan, tapi dibayar dalam projek Switching Rx-OTC diperlukan pengetahuan yang dari saku sendiri. Hingga saat ini belum ada pembicaraan baik dari masyarakat tentang obat, pengobatan dan kesehatan. tentang termasuk atau tidaknya obat obat OTC dalam rencana pembiayaan obat dari sumber SJSN. Bilamana pada waktunya Apalagi bila switching ini ingin dilaksanakan sekaligus pada nanti OTC harus dibayar dari out of pocket, misalnya karena obat banyak molekul Rx, akan ada banyak faktor lain yang juga perlu obat tsb hanya akan mengobati penyakit penyakit yang ringan, diperhatikan termasuk cost benefit. maka itu dapat mengurangi budget SJSN untuk obat obatan. Lalu sejauhmana langkah GP Farmasi ? Kita semua berharap SJSN secepat mungkin mendapatkan anggaran dari Pemerintah dan dapat dilaksanakan secara ber- GPFI sudah memulai pengkajian untuk mendorong proyek ini, tahap. Saya kira bila tahapannya benar, anggaran yang diperlu- salah satu langkahnya adalah dengan mengundang konsultan kan tidak terlalu besar jumlahnya, mengingat manfaat yang OTC, Nicholas Hall untuk membahasnya dan membantu diperoleh dari SJSN jauh lebih besar ketimbang dana yang merumuskan white paper yang akan diusulkan kepada BPOM, dikeluarkan untuk SJSN. <erw>
  • 27.
  • 28.
    26 MEDIA PHARMA InDonEsIA LoCaL issue inDonEsiA: suPPLyinG univERsAL HEALtH insuRAncE national Goal for public health Indonesia, negeri dengan populasi terbesar Lembaga survei Euromonitor Internasional telah meng- keempat dunia memiliki ambisi yang kuat amati bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat saat ini, mampu mendorong upaya dalam meningkatkan kesehatan bagi warga- pembangunan bangsa yang sehat. nya. Sebuah inisiatif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat berdasarkan Menurut hasil sensus tahun 2010, penduduk Indonesia cakupan asuransi kesehatan universal akan mencapai 237,6 juta jiwa. Upaya membangun keterse- memberi pengaruh pada perkembangan masa diaan layanan kesehatan secara universal berskala nasional telah dilakukan secara bertahap. Pada tahun depan konsumen di bidang industri kesehatan 2008, Pemerintah Indonesia meluncurkan 'Jamkesmas' di Indonesia. Keinginan Indonesia makin rencana asuransi kesehatan yang merupakan tahap menguat pada periode kedua Pemerintahan lanjutan dari asuransi kesehatan sebelumnya yakni kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 'Askeskin', yang dibangun berdasarkan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional Tahun 2004 (UU SJSN). Menteri Kesehatan RI Endang R Sediyaningsih melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSCM Jakarta, untuk melihat langsung pelayanan terhadap pasien Jamkesmas.
  • 29.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 27 Rencana asuransi kesehatan lain termasuk 'Jamsostek' bagi karyawan yang bekerja untuk perusahaan swasta, 'Askes' bagi pekerja pemerintah dan 'Asabri' untuk personil militer. Menurut prioritasnya, pembangunan kesehatan pada 2010-2014 mencakup Peningkatan kesehatan ibu dan anak, Pengendalian penyakit menular dan tidak menular, Inisiatif pengembangan perawatan diri melalui penugasan praktisi kesehatan untuk daerah yang kurang terlayani (petugas kesehatan), Penciptaan obat yang terjangkau dan aman, pengembangan lebih lanjut dari Jamkesmas cakupan kesehatan universal, dan Pelaksanaan pelayanan kesehatan tambahan. Mengingat banyaknya masalah yang terjadi pada program asuransi kesehatan sebelumnya, dimana sejumlah pusat kesehatan (puskesmas), kualitas perawatan yang kurang, dan cakupan yang terbatas menyebabkan sebagian besar warga harus membayar kesehatannya sendiri (out-of-pocket). Sementara Apotek lokal, yang umumnya merupakan ope- rator independen, saat ini jumlahnya mencapai ratusan Menurut Euromonitor International, belanja kesehatan publik ribu. Jumlah itu termasuk beberapa jaringan apotek besar sebagai persentase dari total anggaran kesehatan sebesar seperti Apotek Kimia Farma, Apotek Guardian (Dairy Farm 62% pada tahun 2010. International Holdings Ltd), Apotek K-24 Indonesia, dan Apotek Century Healthcare (PT Perintis Pelayanan Paripurna) UPAYA MENYEDIAKAN LAYANAN KESEhATAN TERJANGKAU yang berlokasi di daerah perkotaan terbesar. Jaringan Apotik Sebagai negara kepulauan, secara geografis Indonesia Melawai adalah apotek lokal yang memiliki jaringan cukup memiliki banyak sekali pulau yang memberi tantangan yang populer di Jakarta, apotek lainnya dimiliki oleh pemerintah. besar untuk mencapai cakupan kesehatan universal dalam Serta apotek yang barada dalam satu atap di rumah sakit- skala nasional secara konsisten kepada seluruh bagian rumah sakit. populasi. PELUANG BARU DI MASA DEPAN Untuk mengatasi tantangan ini Self Medi-care menjadi salah Sementara pemerintah terus mendorong pemanfaatan satu inisiatif penting untuk membantu masyarakat di daerah yang signifikan dari kesehatan universal, juga mendukung terpencil dan pedesaan untuk mengatasi penyakit ringan kebutuhan obat-obatan yang terjangkau (murah) untuk mereka. Kendati demikian akses untuk klinik formal dan mempromosikan self-medicare. pendistribusian para praktisi kesehatan (dokter, apoteker, elektromedis, dsb) tetap menjadi tantangan yang tidak Yang menjadi salah satu tantangan selanjutnya adalah mudah dilalui. bagaimana pemerintah akan membayar biaya kesehatan yang masif di masa mendatang di bawah rencana asuransi Sampai dengan saat ini, pemerintah secara aktif mendidik kesehatan universal tersebut. Edukasi kepada masyarakat dan memberi insentif kepada para tenaga kerja kesehatan untuk self-medicare bisa menjadi solusi dalam pengobat- untuk hadir ke daerah pelosok dan memberi edukasi kepa- an bagi penyakit ringan, bila dalam kondisi serius dan lebih da masyarakat di sana dalam rangka membangun pema- kompleks masyarakat harus memperoleh perhatian dari haman tentang kesehatan dan kesejahteraan. penyedia layanan kesehatan. Kemajuan teknologi informasi telah memberi kontribusi Banyak manfaat yang dapat diharapkan jika pemerintah pada pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini, salah mendorong self-medicare dan mendukung inisiatif dari satunya termasuk Mobile Telemedicine System (mHealth), perusahaan farmasi lokal dan asing yang komprehensif yang telah mengisi gap pada kegiatan pemantauan medis dalam mengadopsi dan mengimplementasikan obat baru dan konsultasi jarak jauh, telediagnosis dan pengumpulan yang terjangkau. informasi pasien di daerah terpencil. Namun, lanskap geografis dan infrastruktur yang masih lemah di sektor Perusahaan asing yang ingin memperluas operasi mereka telekomunikasi menjadi kendala penting. di Indonesia makin mendapatkan peluang yang besar me- lalui kemitraan dan kerjasama patungan dengan perusaha- Di area lain, daerah kota-kota besar, baik di Jawa maupun an lokal. Pengalaman lokal, hubungan baik dengan peme- Sumatera memberi banyak pilihan terbaik kepada publik rintah dan pemahaman dengan benar mengenai budaya untuk mengakses obat-obatan dan pusat pelayanan kese- masyarakat di Indonesia merupakan aset bagi upaya per- hatan primer 'Puskesmas' dengan lebih mudah dan biaya luasan pemasaran produk farmasi di Indonesia, negeri yang relatif menjangkau. dengan populasi terpadat keempat di dunia. <cwb>
  • 30.
    28 MEDIA PHARMA InDonEsIA LoCaL issue Lima industri farmasi K Dengan Pertumbuhan Pendapatan tertinggi 2010 KEMENTERIAN Kesehatan RI mencatat, kotornya mengalami penurunan. Marjin jualan domestik tercatat tumbuh 12%. pada 2010 pertumbuhan pasar obat di kotor Tempo Scan turun dari 37,3% pada Penjualan ekspor mencakup penjualan Indonesia mencapai 10% dengan nilai 2009 menjadi 36,9% pada 2010. garam kina, yodium dan derivat, serta penjualan hingga Rp 39 triliun. Dari obat dan alat kesehatan harus turun 9% total penjualan di pasar domestik itu, PT KALBE FARMA TBK (KLBF) dibandingkan dengan tahun 2009. perusahaan dalam negeri menguasai Kalbe Farma mencatat pertumbuhan pen- Pertumbuhan laba usaha Kimia Farma sekitar 70% atau Rp 27 triliun, sedang- dapatan tertinggi kedua, sebesar 13% pada terjadi setelah marjin kotor berhasil kan 30% perusahaan multinasional. 2010, dengan laba usaha yang tumbuh didorong naik menjadi 28,4% pada 2010 dari 27,6% pada 2009. Kinerja marjin usaha Kimia Farma tumbuh paling signifikan yang menunjukkan perse- roan mampu lebih efisien dalam proses bisnisnya. Marjin usaha yang hanya 3,9% pada 2009 berekspansi menjadi 4,6% Data IMS Health mencatat pasar farmasi 14%. Diversifikasi usaha Kalbe Farma men- pada 2010, atau menunjukkan improve- Indonesia mencapai Rp 37,53 triliun pada jadi penopang pertumbuhan pendapatan ment hingga mencapai 17%. 2010, naik dari Rp 33,96 triliun pada dan laba usaha. 2009. Beberapa industri farmasi tercatat PT PYRIDAM FARMA TBK memiliki pertumbuhan usaha tertinggi, Sepanjang 2010, segmen nutrisi mencatat- Sedangkan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mereka adalah PT Tempo Scan Pasific, kan pertumbuhan terbaik sebesar 19% mencatat pertumbuhan pendapatan usaha PT Kalbe Farma Tbk, PT Kimia Farma Tbk, dengan omset mencapai Rp 2,3 triliun. sebesar7%, tapi mengalami penurunan PT Pyrydam Farma Tbk dan PT Merck Tbk. Segmen obat resep mencatatkan pertum- laba usaha sebesar 17% pada tahun 2010. buhan penjualan sebesar 17% menjadi Rp Terjadi kenaikan signifikan pada beban PT TEMPo SCAN PACIFIC TBK (TSPC) 2,6 triliun. umum dan administrasi Pyridam yang Meraih posisi pertumbuhan pendapatan menggerus laba usaha. Beban umum dan tertinggi, dengan peningkatan sebesar 14% Sementara segmen yang berkontribusi ter- administrasi perusahaan naik 26% pada pada 2010 menjadi Rp 5,13 triliun dari Rp besar terhadap pendapatan Kalbe Farma, tahun 2010. 4,49 triliun pada 2009. yakni segmen distribusi dan kemasan, men catatkan pertumbuhan penjualan sebesar PT MERCK TBK Perseroan ini juga mencatat pertumbuhan 13,8% menjadi Rp 3,7 triliun. Segmen pro- Pendapatan usaha Merck pada 2010 laba usaha tertinggi di sektor farmasi, men- duk kesehatan harus mengalami penurun- tumbuh 6%, ditopang kenaikan penjualan capai 33% pada 2010 menjadi Rp 590,9 an penjualan sebesar 1,5% menjadi Rp 1,7 farmasi dan kimia. Namun, laba usaha miliar dibanding 2009 sebesar Rp 445,5 triliun. perusahaan menurun sebesar 24%, selain miliar. Pertumbuhan pendapatan Tempo disebabkan oleh meningkatnya beban Scan ditopang oleh kenaikan pendapatan Laba usaha Kalbe Farma tumbuh 14% se- pokok penjualan juga didorong oleh me- dari segmen jasa distribusi yang tumbuh nilai Rp 1,8 triliun, setelah laba kotor terca- ningkatnya beban penjualan sebesar 20% 27% menjadi Rp 2,39 triliun. tat tumbuh 15%. Perusahaan dengan baik menjadi Rp 223 miliar pada 2010 dari Rp dapat menjaga kinerja marjinnya melalui 186 miliar pada 2009. Segmen produk konsumen tumbuh 12% kenaikan harga dan volume penjualan. menjadi Rp 1,13 triliun, sementara seg- Meningkatnya beban penjualan ini men- men obat-obatan hanya tumbuh 1% men- PT KIMIA FARMA TBK (KAEF) dorong marjin usaha Merck pada 2010 jadi Rp 1,61 triliun. Pertumbuhan pendapatan tertinggi ketiga turun 28% dari 26,8% pada 2009 menjadi di sektor farmasi dicetak PT Kimia Farma 19,3% pada 2010, level marjin usaha ter- Laba usaha Tempo Scan naik 33% sete- Tbk (KAEF) sebesar 12%, dengan laba rendah sejak 2006. Beban pokok penjual- lah marjin usaha ekspansi menjadi 11,5% usaha tumbuh dengan cukup baik, 31%. an dari barang dagangan yang meningkat pada 2010 dari 9,9% pada 2009. Perusa- ini merupakan pembelian barang dari haan dengan baik melakukan efisiensi Namun pertumbuhan penjualan konsolida- pihak terafiliasi Merck, yakni Merck KGaA, dalam kegiatan usahanya sehingga marjin si Kimia Farma harus tergerus oleh penu- Jerman, dan Merck Sante S.A.S, Perancis. usaha dapat ekspansi, meskipun marjin runan pada penjualan ekspor, meski pen- <cwb>
  • 31.
    THIS IS JAVAPLANT. WORLD CLASS NATURAL INGREDIENT MANUFACTURER HAS A LOT TO OFFER. SERVING WORLDWIDE CUSTOMERS IN PHARMACEUTICAL, NUTRACEUTICAL, COSMETIC, JAMU INDONESIA, FOOD AND BEVERAGE. Product Category Product Application Tea, Floral, Fruit , Coffee, Cocoa, Instant Powder Drink, Ready To Drink (Rtd), Natural Herb, Spice Color, Natural Preservative, Natural Additive, Personal Care, Seasoning, Phyto - Pharmaceutical, Product Type Homeophatic Remedy, Nutritional Supplement, Extract, Plant Material, Granule, Nutrition Bar, Sports Nutrition, Functional Drink, Essential Oil, Oleoraisin Traditional Drink, Green Food, Indonesian Jamu. +62 21 58906892 | info@javaplant.net | www.javaplant.net FA Javaplant Print Ad SWA A4.indd 1 3/17/11 4:07 PM
  • 32.
  • 33.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 31 LoCaL issue G PERDAGAnGAn bAHAn bAku obAt kuARtAL ii-2011 Harga bbo naik stagnan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia 241 Tahun 2010 tentang Penetapan Sistem pada 2005, biaya Ba- memprediksi harga bahan baku obat Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif han baku KLBF dan (BBo) stagnan pada kuartal II tahun 2011 Bea Masuk atas Barang Impor. KAEF naik masing- dibandingkan kuartal I, meski terjadi tren masing 18,3% dan penguatan Rupiah terhadap Dollar AS. Aturan itu menaikkan tarif bea masuk 9,6%. impor BBO dari 0% menjadi 5%. Pemerin- Ketua Komite Bahan Baku Obat GP Farmasi tah kemudian merevisi aturan itu dengan Hal berbeda terjadi Indonesia Vincent Harijanto, menilai peng- menerbitkan Permenkeu Nomor 80 Tahun pada 2009 saat kuatan rupiah belum berdampak besar ter- 2011 sehingga bea masuk BBO turun Rupiah menguat vincent harijanto hadap biaya BBO yang sebagian besar di- menjadi 0% pada akhir kuartal I 2011. 14,2% terhadap Dolar impor. Menurutnya selain dipicu oleh kuat- AS, biaya BBO naik 16,7% pada KLBF dan nya rupiah, stagnansi harga BBO pada Biaya Bahan Baku obat Emiten 20,5% pada KAEF. Sensitivitas kenaikan kuartal II 2011 juga dipengaruhi oleh me- Secara umum penguatan rupiah akan atau penurunan biaya BBO yang dijadikan lemahnya dolar AS terhadap Yuan. "Itu menurunkan biaya bahan baku farmasi. sampel ini masih harus dijelaskan oleh karena sebagian besar BBO di Indonesia Dari dua emiten farmasi, yakni PT Kimia berbagai faktor lain, selain dipengaruhi diimpor dari China," ujar Vincent. Farma Tbk (KAEF) dan PT Kalbe Farma Tbk oleh kurs rupiah itu sendiri. (KLBF), yang dijadikan sebagai sampel, Hingga saat ini, 95% Indonesia mengimpor biaya bahan baku obat keduanya memiliki Faktor pertama, sensitivitas kurs dan biaya dari beberapa negara seperti China, India, hubungan dengan perubahan kurs rupiah. BBO juga dapat dipengaruhi oleh diversifi- AS, dan negara-negara Eropa, antara lain kasi produk yang dilakukan oleh masing- sulfametoxazol ciprofloxacin, dextromethor- Pada 2010 ketika rupiah menguat 18,5% masing emiten sehingga struktur penggu- phan, dan alumunium hydroxide. terhadap dolar AS, biaya bahan baku KLBF naan BBO dapat berubah. dan KAEF tercatat turun masing-masing Mayoritas BBO asal India dan China harga- 6,2% dan 6,5% dibandingkan dengan Kedua, hubungan keduanya juga dapat nya yang relatif murah dibandingkan dari tahun 2009. Pada 2008 ketika rupiah dijelaskan oleh strategi mendorong pen- negara-negara Eropa. "Jika rupiah terus melemah 16,3% terhadap dolar AS, biaya dapatan yang dilakukan oleh perusaha- menguat terhadap dolar, ada kemungkinan bahan baku KLBF naik 28,7%, sementara an, sehingga selain harga, juga terdapat harga jual bahan baku obat akan turun biaya bahan baku obat KAEF naik 80,3%. kenaikan/penurunan volume impor yang pada kuartal III," tambah Vincent. Namun digunakan untuk mendorong pendapatan persentase penurunan harga itu belum Demikian halnya pada 2007 saat rupiah yang mempengaruhi biaya bahan baku. bisa diprediksi. menguat 4,4% terhadap dolar AS, biaya Bahan Baku KLBF dan KAEF naik masing- Ketiga, biaya bahan baku setiap perusaha- Kuartal I 2011, harga BBO naik 5% sebagai masing 19,6% dan 91,1%. Ketika kurs an juga dipengaruhi oleh sistem kontrak dampak pemberlakuan Permenkeu Nomor Rupiah melemah 5,8% terhadap Dolar AS dengan pemasok, mulai dari waktu serta ketentuan lain terkait dengan impor. KURS RUPIAH dAn FLUKTUASI BIAYA BBO EMITEn FARMASI Tahun 2011, rupiah kembali menguat ter- 100 hadap dolar AS. Rata-rata kurs rupiah ber- 91,1% ada pada Rp 8.817 per dolar AS sepanjang 80,3% 80 Januari-April 2011, menguat 3% dibanding- kan dengan rata-rata kurs pada 2009 yang 60 KAEF berada pada Rp 9.084 per dolar AS. 40 KLBF 28,7% Penguatan rupiah berpotensi memicu biaya 22,4% BBO yang lebih rendah bagi perusahaan 20,5% 20 farmasi, tanpa memperhitungkan ketiga faktor lain di atas. Penguatan ini secara 0 konsisten yang kemudian dapat mendorong -20 -9,4% KURS RP/DoLLAR AS turunnya biaya BBO tahun 2011 dapat dimanfaatkan oleh perusahaan farmasi -28,0 untuk mendorong profitabilitasnya. -40 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 <erw/dbs>
  • 34.
    32 MEDIA PHARMA InDonEsIA LoCaL issue PAsAR jAMu nAsionAL 2011 Harga jual jamu naik hingga 20% P harga bahan baku tumbuhan rempah yang naik antara lain jahe, kunyit, temulawak, dan kencur. Produsen jamu menaikkan harga jual yang ada. "Pemerintah dan pengusaha sebesar 15%-20% sejak kuartal I 2011 harus bersinergi. Pengusaha memperbaiki akibat tingginya harga bahan baku. kualitas mutu produknya dan pemerintah Kenaikan harga bahan baku jamu berupa memberikan dukungan mulai dari aturan, rempah asli Indonesia tercatat hingga lobi, maupun upaya lain," katanya. 300% sejak kuartal Iv 2010, karena lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah Tren back to nature semakin memberi ketimbang dijual kepada produsen jamu pengaruh di kalangan dunia kesehatan. dan obat tradisional. Ini akan menjadikan Indonesia memiliki peluang yang semakin besar. Sumber daya Menurut Charles Saerang, Ketum Gabungan Salah satu emiten jamu nasional yang terte- alam Indonesia sudah menjadi aset yang Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, pro- kan kenaikan harga bahan baku adalah PT luar biasa dan menyediakan ribuan jenis dusen terpaksa menaikkan harga jual untuk Mustika Ratu Tbk. Tingginya harga bahan tanaman berkhasiat, baik untuk jamu, obat menyeimbangkan kenaikan biaya produksi baku mendorong Mustika Ratu menaikkan modern dan kosmetika. terhadap penjualan perusahaan. "Kenaikan harga jual produk. Kenaikan harga bahan harga produk jadi tidak bisa dihindari. baku meningkatkan biaya produksi naik 5%- Tentu kedepan Indonesia tidak bisa bersaing 10% pada periode Januari-April 2011. hanya dengan mengandalkan sumber daya Harga bahan baku rempah yang naik antara alamnya saja. Pembangunan di sektor R&D lain jahe, kunir, temulawak, dan kencur. Jahe Putri Kuswisnu Wardani, Presiden Direktur dan penguasaan pada pasar harus makin naik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Mustika Ratu, mengatakan kenaikan biaya dimaksimalkan. Rp 130 ribu per kilogram. Harga temulawak produksi terjadi pada produk kosmetik meningkat dari Rp 6.000 per kilogram maupun jamu yang diproduksi perusahaan. Menurut Chief Operating Officer Javaplant menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Bahan baku produk Mustika Ratu adalah Synergizing Nature, Junius Rahardjo, dengan tumbuh-tumbuhan rempah asli Indonesia melakukan penelitian yang berkelanjutan ke Tingginya harga bahan baku itu terjadi se- seperti kunir, kencur, jahe, dan lainnya. depan Indonesia lebih mampu bersaing dan iring peningkatan permintaan dari India, memiliki market share yang cukup besar, ter- Pakistan, dan China yang juga mengguna- "Analisis sudah dilakukan bahwa adanya utama di pasar Asia. kannya sebagai bahan baku obat tradisi- kenaikan harga bahan baku yang signifikan onal. Faktor lain terkait kondisi cuaca yang tidak mungkin dapat diserap lagi. Kenaikan Demi meningkatkan daya saing di pasar buruk mengganggu suplai bahan baku. harga jual kemungkinan tidak terelakkan. herbal Indonesia perlu lebih serius meng- Tapi kapan dan berapa persentasenya, kembangkan riset diberbagai aspek dari Kendati harga jual produknya naik, produsen masih kami kaji," katanya. pra-produksi hingga pasar, yang memungkin- jamu berharap omset nasional dapat tetap kan Indonesia membuat terobosan-terobos- tumbuh tahun ini. Sepanjang 2011, omset Hingga kuartal I 2011, penjualan Mustika an baru dan berperan sebagai trend-setter di penjualan jamu secara nasional diperkira- Ratu tercatat naik 4,5% menjadi Rp 83,1 pasar herbal dan rempah dunia. kan naik hingga 15% menjadi Rp 10,58 miliar. Kontribusi omset terbesar ditopang triliun dibandingkan 2010. penjualan produk kosmetik dengan porsi "Seperti Ginseng, hampir sebagian besar 80,3%, jamu 16,5%, minuman kesehatan masyarakat dunia percaya bahwa ginseng Pasar Domestik dan Luar Negeri 0,7%, dan produk lainnya sebesar 2,5%. yang terbaik berasal dari Korea. Karena Tidak hanya di pasar domestik, ekspor jamu Korea telah memberi bukti dari penelitian nasional juga ditargetkan naik. Namun, Peluang Besar Bagi Indonesia di berbagai aspek untuk memaksimalkan Charles belum dapat memperkirakan target Pada kesempatan lain, Charles Saerang produk ginsengnya. Meskipun hanya punya ekspor jamu nasional 2011. Potensi pasar telah meminta pemerintah agar lebih ber- satu jenis produk, tetapi Korea memiliki ekspor salah satunya di Malaysia yang peran dalam mempromosikan jamu nasional produk yang reputable, Gingseng Korea,” diperkirakan sebesar Rp 17 triliun. ke pasar luar negeri untuk meraih potensi jelasnya. <erw>
  • 36.
    34 MEDIA PHARMA InDonEsIA GLoBaL issue bELAnjA obAt GLobAL AkAn MEncAPAi us$ 1,1 MiLiAR PADA 2015 Pharmerging market berkontribusi 28% 'tHE GLobAL usE of MEDicinEs: outLook tHRouGH 2015' P Beberapa bulan lalu IMS Institute for healthcare Informatics Dalam lima tahun ke depan juga akan terjadi pergeseran cepat melaporkan bahwa belanja global obat akan mencapai hampir dalam belanja obat generik, meningkat menjadi 39% pada 2015, US$ 1.100 miliar pada tahun 2015, yang mencerminkan turun- naik sebesar 20% dibandingkan tahun 2005. nya tingkat pertumbuhan 3%-6% dalam lima tahun kedepan, di- bandingkan dengan pertumbuhan tahunan 6,2% dalam lima Ini semua menjadi faktor kunci yang akan mempengaruhi pertum- tahun terakhir. Level ini lebih rendah dari pertumbuhan belanja buhan di masa depan, menurut Institut IMS Institut dalam The obat-obatan di Amerika Serikat (AS), yang merupakan dampak Global Use of Medicines: Outlook Through 2015. habisnya masa paten yang berkelanjutan di pasar negara maju. Menurut Direktur Eksekutif, IMS Institute for Healthcare Informa- Pertumbuhan global belanja untuk farmasi secara keseluruh- tics, Murray Aitken, tingkat belanja obat pada masa mendatang an diperkirakan mencapai US$ 210 - 240 miliar (2010-2015) memiliki implikasi mencolok pada sistem kesehatan dan kebijak- Dibandingkan dengan US$ 251 miliar (2006-2010). Pangsa an yang akan terjadi di negara maju dan berkembang, pasar obat di AS keseluruhan akan menurun nilainya dari 41% pada tahun 2005 menjadi 31% pada tahun 2015, sedangkan Ia mengatakan,"Pola belanja di masa lalu menawarkan beberapa proporsi belanja obat pada lima negara maju di Eropa akan petunjuk tentang tingkat pertumbuhan yang diharapkan sampai melorot dari 20% menjadi 13% pada periode yang sama. 2015." "Namun ini merupakan dinamika yang belum pernah ter- jadi di masa lalu, dan mendorong pergeseran cepat dalam belanja Sementara itu, pertumbuhan tinggi pada 17 pharmerging produk obat bermerek dan generik, baik di pasar maju atau pun market, yang dipimpin oleh China, akan memberi kontribusi berkembang," lanjut Aitken. sebesar 28% dari total belanja tahun 2015 menjadi sebesar 12% tahun 2005. Dalam analisis terbaru, IMS Institut mengidentifikasi dinamika yang akan terjadi sebagai berikut; Belanja untuk obat bermerek (original) akan lebih cepat meng- alami penurunan. Namun semakin menuanya populasi di pasar negara maju akan terus mendorong belanja tambahan pada obat bermerek ini, sehingga mampu mengimbangi dampak dari habisnya paten. Akibatnya belanja untuk obat bermerek itu di pasar farmasi berkembang akan tetap pada level yang sama pada tahun 2015 sebagaimana pada tahun 2010. Secara global, pangsa pasar obat bermerek, yang menurun dari 70% pada 2005 menjadi sebesar 64% pada 2010, dan diprediksi akan terus menurun sampai 2015, menjadi 53%. Sedangkan per- tumbuhan obat bermerek di pasar negara berkembang akan menguat, 80 sen per dolar yang dihabiskan untuk obat pada tahun 2015 akan menjadi generik di pasar. Pada level ini (unprecedented level) habisnya masa paten mem- berikan 'dividen paten' di pasar berkembang. Berakhirnya paten pada produk original akan memberikan US$ 98 miliar pendapatan bersih dari pembayar di negara maju sampai tahun 2015, lebih besar dibandingkan pendapatan pada periode tahun 2006-2010
  • 37.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 35 US Canada EU5 Rest of EU Japan S Korea Pharmerging ROW Brand Generic Other Sumber : IMS Market Prognosis, April 2011 Sumber : IMS Market Prognosis, April 2011 Sumber : IMS Institute fo Healthcare Informatics: MIDAS, Des 2010 sebesar US$ 54 miliar. Berakhirnya paten IMS Institute memperkirakan bahwa pada 2015 belanja biosimilar melampaui US$ 2 juga akan lebih menghemat pembayar se- tahun 2015 pasar negara berkembang miliar per tahun, atau sekitar 1% dari total besar US$ 120 miliar di 2015, seimbang akan menjadi pasar terbesar kedua di seg- belanja global pada biologis. dengan jumlah yang dibelanjakan untuk men geografis untuk belanja obat di selu- obat generik, US$ 22 miliar. Di antara ruh dunia, yang melampaui gabungan lima Biosimilar diprediksi baru memasuki pasar pasar negara maju, AS akan mengalami negara Eropa; Jerman, Perancis, Italia, AS pada 2014. Dan di Eropa akan muncul perluasan terbesar dalam belanja obat Spanyol dan Inggris, dan mendekati level molekul biosimilar tambahan yang diperke- generik. Sementara Jepang masih akan belanja obat di AS. nalkan selama periode ini akan memper- memiliki proporsi terendah meskipun cepat belanja pada biosimilar melampaui tekanan politik yang kuat untuk meningkat- Kebijakan yang Mendorong Perubahan level pada 2010, yakni US$ 311 juta. kan belanja obat generik dan resep. Putusan kebijakan beberapa negara di sek- tor kesehatan memberi pengaruh pada be- IMS juga mengidentifikasi kelas terapi ter- TERAPI BARU lanja kesehatan dalam jangka panjang. kemuka pada 2015. Ini termasuk Onkologi, Kunci mengatasi kebutuhan pasien yang Kebijakan yang diputuskan di 2010 akan yang diperkirakan masih menjadi kelas te- belum terpenuhi mempengaruhi belanja obat selama lima rapi terkemuka tetapi dengan pertumbuh Dimasa mendatang, peluncuran obat baru tahun ke depan. an yang lambat di kisaran 5%-8%, sebagai akan memberi pilihan pengobatan penting terapi bertarget yang telah diadopsi secara untuk meningkatkan angka harapan hidup Kebijakan-kebijakan itu antara lain; Bagian luas, pada perawatan diabetes di mana be- (kualitas hidup) pasien. Termasuk obat oral dari Undang Undang Perawatan Terjangkau lanja diperkirakan menjadi 4%-7%. untuk multiple sclerosis, yang lebih efisien di AS, yang akan memperluas cakupan dan nyaman bagi pasien. Asuransi Kesehatan bagi 25-30 juta warga Ini didorong oleh tingkat prevalensi penya- AS; Kontrol harga di Cina untuk menjamin kit dan penggunaan obat antidiabetik oral Baru-baru ini diperkenalkan juga dua jenis keberlanjutan pertanggungan universal; baru, Asma dan COPD, dimana pertumbuh- obat arrhythmia yang memberi alternatif Kebijakan Potongan Harga untuk pertama an diperkirakan akan melambat menjadi pengobatan untuk pertama kalinya dalam kalinya terjadi di Jepang sesuai dengan ke- 2%-5%, dan lipid regulator di mana belanja- beberapa dekade. Pengobatan metastatic bijakan produk baru yang dilindungi adalah nya akan meurun menjadi US$ 31 milyar melanoma yang meningkatkan level kuali- inovatif. Pengurangan harga untuk obat ge- pada 2015 dari US$ 37 milyar pada 2010. tas hidup, dan terapi vaksin pertama untuk nerik dan produk off-paten di Spanyol dan kanker prostat. Ini akan menjadi terobosan Italia, dan evaluasi biaya-manfaat untuk Menurut Aitken, selama lima tahun ke mutakhir dalam personalized medicine. produk baru di Jerman. depan, kita tidak hanya melihat total yang melebihi US$ 1,1 triliun, tapi pembayar Sementara ini level belanja obat di phar- Selain itu, potongan harga dan diskon, yang akan mengelola 'dividen paten' secara merging market makin mendekati level di tidak tercermin dalam audit IMS, padahal signifikan, sementara negara di pasar AS. Selama lima tahun mendatang belanja diterapkan lebih luas oleh para pembayar berkembang berupaya terus memperluas obat pasar berkembang diperkirakan me- (baik publik dan swasta), khususnya di AS, alternatif obat untuk memenuhi kebutuhan ningkat sebesar US$ 285 miliar-US$ 315 Perancis dan Jerman. Tahun 2010 jumlah- besar pasien. miliar, dibandingkan US$ 151 milyar pada nya diperkirakan sebesar US$ 60-65 miliar, 2010. dan akan naik hingga US$ 65-75 miliar "Semua ini akan memerlukan keterlibatan pada tahun 2015. stakeholder di area kesehatan untuk ber- Ini terjadi karena kuatnya dorongan pertum peran aktif dalam dialog serius guna mene- buhan ekonomi dan komitmen pemerintah Sementara itu, biosimilars berkembang mukan solusi peningkatan akses obat yang memperluas akses obat masyarakat seba- dengan cepat, tetapi masih diadopsi seca- baik, sekaligus mengurangi biaya yang gai solusi kesehatan mereka. ra terbatas. IMS Institut memprediksi, pada akan dikeluarkan," tambah Aitken. <dbs>
  • 38.
    36 MEDIA PHARMA InDonEsIA GLoBaL issue tHE Rx to otc switcH: A Patent will disappear brands sdnarB D can last forever... Di AS, pemegang paten diberikan jangka waktu 20 tahun untuk Pemain lain dari pasar OTC bermerek termasuk Tylenol dari eksklusivitas pada penemuan-penemuan mereka. Dalam indus- Johnson & Johnson dan Aspirin milik Bayer tetap berkembang tri farmasi, periode pengembangan obat dalam jangka panjang dengan baik di tengah persaingan generik, bergantung pada dikombinasikan dengan Hatch Waxman-Act telah mengukir kekuatan merek. kehidupan paten obat baru yang efektif rata-rata selama kurang dari 12 tahun. Ada banyak pendorong untuk menempatkan pasar OTC pada jalur pertumbuhan yang solid. Sebagaimana obat blockbuster telah Ketika periode ini berakhir, obat generik segera memasuki pasar habis masa patennya, banyak perusahaan berupaya memperluas yang mengarah pada pangsa pasar secara drastis dan kerugian waralaba mereka dengan beralih ke status sebagai obat bebas penjualan pada inovator. Beralih obat dari beresep pada OTC menjelang berakhirnya kehidupan paten obat mereka. status dapat membantu mempertahankan beberapa lama setelah penjualan paten telah berakhir. Contoh di atas menunjukkan ini bisa menjadi strategi yang sukses. Saat ini Pfizer sedang berupaya mengalihkan Viagra pada OTC dan Seluruh dunia OTC penjualan senilai US$ 95 miliar 2009, tetapi sedang mempertimbangkan peralihan Lipitor. Beberapa negara pasar bervariasi secara luas oleh negara. Obat OTC tercatat Eropa telah memungkinkan switch, meskipun sejauh ini FDA masih sebesar 8% dari total penjualan obat US, dibandingkan dengan ragu-ragu, mungkin akan ada perubahan di masa mendatang. 30% di negara berkembang. Saat ini pasien menjadi konsumen yang semakin pintar dalam Penjualan dalam kategori ini juga Diperkirakan tumbuh dua mengelola kesehatan mereka, terutama mengenai obat-obatan digit dalam negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina) yang mereka konsumsi. Mereka ingin berperan lebih besar dalam yang berkembang pesat pada tahun 2010, berbeda dengan pengambilan keputusan untuk kesehatan mereka. Banyaknya pertumbuhan yang jauh lebih lambat di AS, Eropa dan Jepang. situs-online membuat informasi kesehatan tersedia secara luas kepada publik hanya dengan 'klik'. Seiring dengan itu, Beberapa obat bebas yang paling umumnya dibeli adalah antasida, banyaknya alat uji diagnostik yang digunakan di rumah makin analgesik, alergi dan obat batuk/demam. Merek OTC paling ngetop memberdayakan konsumen. termasuk menjual Prilosec, Claritin dan Zyrtec, bahkan setelah habisnya masa paten, Prilosec antasida, tetap menjadi teratas Produk OTC memungkinkan konsumen untuk mengakses harga dalam penjualan di AS dan peluncuran Claritin telah begitu sukses, moderat yang disetujui oleh pemiliki otoritas, FDA. Untuk peng- bahkan setelah delapan tahun berakhirnya paten, masih meraih obatan penyakit ringan tanpa harus mengalami ketidaknyaman- penjualan sekitar US$ 400 juta hanya di Amerika. an dan biaya kunjungan ke dokter.
  • 39.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 37 Dalam skema yang tak jauh dari kondisi riil, co- ke toko obat OTC dan toko kelontong dan supermar- payment untuk obat generik mulai dari US$ 10 ket. Di Eropa, di mana OTC menikmati proporsi (termurah), obat merek memerlu-kan co-payments yang lebih tinggi dari total penjualan obat, apotek dari US$ 20-25 (moderat), dan obat generik memiliki pangsa 88% dari pasar OTC. bermerek top setidaknya US$ 40 keluar dari saku pasien. Berbelanja obat di apotek, konsumen akan mendapat kesempatan berkonsultasi kepada Sistem ini dimaksudkan untuk mengandung per- apoteker, dengan pertanyaan yang dibutuhkan. tumbuhan pengeluaran obat dengan mendorong Mereka bisa belajar tentang bahan aktif, informasi pasien untuk menggunakan obat generik. Karena dosis dan efek samping, interaksi obat dsb. biaya obat dan co-payments sama-sama meningkat, asuransi dan pasien telah menemukan bahwa Ini harus tersedia lebih banyak dukungan kepada uang bisa dihemat dengan memakai obat bebas. FDA untuk memfasilitasi apa sja yang diperlukan. Dokter semakin bersedia menginstruksikan pada pasiennya untuk membeli obat ditempat umum Saatnya bagi beberapa obat resep akan lebih ter- daripada menulis resep obat dengan bahan aktif tantang untuk menjadi kandidat OTC switch, peran- yang sama cangan obat berstatus Behind-the-Counter (BTC) yang jarang sekali digunakan mungkin tepat. Untuk memaksimalkan pasar OTC di AS akan mem- BTC adalah resep bebas obat yang akan dibeli butuhkan perubahan signifikan pada kebiasaan langsung oleh konsumen dari seorang apoteker. bersama dengan perubahan regulasi pembelian Sebagai contoh, kontrasepsi darurat Plan B adalah konsumen. Seperti saat ini berdiri, hanya 32% dari sejenis obat BTC, seperti halnya juga obat alergi obat OTC dibeli melalui apotek, 21% berasal dari yang mengandung pseudoefedrin. Status ini adalah gudang, sebagian lainnya dari sisa supermarket. yang ketiga secara luas digunakan di Eropa, dan telah menunjukkan banyak keberhasilan. Sementara apotik bisa mengambil berbagai obat, secara wajar, terutama supermarket dan gudang, Banyak obat yang saat ini mendekati akhir masa mengelola jangkauan yang lebih kecil. Oleh sebab paten mereka membutuhkan sedikit pengetahuan itu, toko dan supermarket, fokus pada penjualan dari pengguna obat batuk umum. Mereka akan kepada konsumen obat yang paling populer se- melakukannya dengan baik dalam kategori BTC hingga lebih mudah dan lebih nyaman. Pasar saat jika diijinkan oleh FDA. Ini termasuk obat antara lain ini terstruktur, pertumbuhan yang inkremental/ untuk: disfungsi ereksi, pencegahan osteoporosis, bertahap ini disebabkan oleh kematangan dan kontrasepsi, dan pengendalian kolesterol. saturasi obat OTC yang populer. Kebanyakan pasien dapat mendiagnosis diri Dalam memutuskan obat Rx diperbolehkan untuk sendiri untuk perawatan ini, apa yang mereka beralih OTC, FDA melihat keamanan dan efektivitas butuhkan adalah sedikit bimbingan dari profesional produk, rasio benefit-to-risk, dan apakah pelabelan kesehatan, bimbingan yang dapat diberikan oleh dapat ditulis sedemikian rupa sehingga konsumen seorang apoteker. dapat memakai produk aman tanpa intervensi dari penyedia layanan kesehatan. Untuk menumbuhkan Hal ini membutuhkan upaya bersama dari FDA, pasar, FDA harus lebih dahulu memastikan bahwa perusahaan farmasi dan apoteker, untuk menum- pasien mendapat edukasi yang cukup untuk mem- buhkan pasar OTC dengan mendorong peralihan buat keputusan medis yang lebih kompleks atas Rx pada OTC. Ini akan menjadi solusi win-win, jika nama mereka sendiri. dikelola dengan baik, akan memberi keamanan dan kenyamanan bagi konsumen dan perusahaan Untuk beberapa hal, ini telah diperumit oleh adanya farmasi memperpanjang kehidupan produknya. industri yang berlebihan dalam memanfaatkan eks- tensi merek mereka dengan melakukan mixing dan Untuk melakukannya tentu memakan waktu yang matching pada analgesik, obat batuk, obat demam, tidak singkat, karena sebagian besar lingkungan alergi, dsb, sampai-sampai konsumen tak tahu lagi yang ada di FDA sangat konservatif. Namun pada obat yang mereka ambil. Hal Ini berdampak pada prinsipnya, pasar untuk OTC/BTC menawarkan kekhawatiran bahwa pasien memiliki resiko meng- peluang yang cukup besar untuk industri farmasi. konsumsi obat secara tidak tepat. Sebuah paten memiliki kehidupan yang terbatas. Selain meningkatkan pelabelan obat, perusahaan Sebuah merek, jika dikelola dengan baik, akan farmasi perlu mengubah saluran distribusi mereka hidup selamanya.<erw>
  • 40.
    38 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business seCTion Pt cAHAyA buMi cEMERLAnG c Excipient & coating systems solutions CBC Indonesia berdiri pada tahun 1990 yang merupakan Untuk memperkuat posisinya dipasar domestik sebagai kantor perwakilan Connell Bros Company, perusahaan pemasok bahan baku industri kosmetik (personal care) berbasis di San Francisco Amerika Serikat, yang reputable dan industri perawatan rumah tangga (household care), di dunia internasional sebagai pengimpor, pengekspor, Connell Bros Company melakukan kerjasama patungan agen dan distributor berbagai macam bahan kimia dan (joint venture) dengan mitra lokal dan mendirikan per- bahan baku. Tahun 1990 merupakan awal penetrasinya usahaan PT. Cahaya Bumi Cemerlang pada tahun 2005. di Indonesia. Bagi Connell Bros Company, berdirinya PT. Cahaya Bumi Pada tahun 1993 ditetapkan menjadi PT. Connell Bersau- Cemerlang adalah babak baru dalam memperluas operasi- dara Chemindo (CBC Indonesia), yang pada awalnya ber- nya yang tumbuh serta berkembang dengan dinamis di gerak di bidang penjualan bahan baku cat dan tinta, ke- Indonesia dalam melayani kebutuhan bahan baku industri mudian memperluas usahanya sebagai pemasok bahan kosmetik (personal care), bahan baku industri perawatan baku lainnya seperti plastik, karet, serta bahan baku rumah tangga (household care) dan bahan pembantu untuk makanan. (excipient) industri farmasi. Dikembangkan dalam platform distribusi untuk spesialisasi yang profesional, memberi dukungan dan solusi sesuai dengan kebutuhan yang spesifik setiap industri. Berdasarkan pengalaman itu, PT Cahaya berhasil mendapat- kan kepercayaan para pelanggan di lingkungan industri kosmetik (personal care), industri perawatan rumah tangga (household care) dan industri farmasi sebagai partner lokal yang handal. MEMASUKI PASAR EKSIPIEN FARMASI INDoNESIA Menurut data dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indone- sia, pasar farmasi nasional tumbuh cukup signifikan men- capai 14% pertahun, pada tahun 2011 ini diperkirakan senilai Rp 39 triliun. Melihat prospek pasar farmasi nasional ini, PT Cahaya ber- upaya masuk dalam kompetisi di pasar bahan baku farmasi nasional, salah satunya adalah dengan menggandeng mitra asing Ashland Aqualon, prinsipal berbasis di Amerika, yang memproduksi excipient dan coating system untuk produk farmasi. Pada momen seminar sehari di Hotel Borobudur Jakarta, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ashland Aqualon pada 28 April 2011 lalu, Presiden Direktur PT Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja mengatakan bahwa perusahaannya telah memperoleh kepercayaan dari Presiden Direktur PT Cahaya Bumi Cemerlang Kasan Trihardja berjabat tangan prinsipal Ashland Aqualon untuk pemasaran produk-produk dengan Mr. Chandan Jagtap, Regional Sales Manager, Pharma, Asia Pacific dari excipients dan coating system mereka di Indonesia sejak Ashland Aqualon. awal tahun 2010.
  • 41.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 39 PT Cahaya berkantor pusat di Tangerang tri, pasar dan regulasi di Indonesia dikombi- Menurutnya dengan sertifikasi GMP/cGMP dan kantor cabang di Surabaya memiliki nasikan dengan portofolio produk menjadi yang dimiliki Asland Aqualon menjadi aset fasilitas gudang yang sangat baik dan telah aset bagi PT Cahaya dalam memberi pela- strategis untuk memuluskan upaya per- memenuhi persyaratan keamanan untuk yanan sesuai kebutuhan industri farmasi luasan pasar secara global termasuk di produk excipients dan coating systems yang hi-regulated, berorientasi pada tuntut- Indonesia untuk produk-produk excipient untuk produk-produk farmasi. an efisiensi menghadapi persaingan dan dan coating system untuk produk-produk perubahan-perubahan yang terjadi di pasar farmasi. Dalam hal pengiriman, perusahaan ini Indonesia. menawarkan berbagai pilihan pengiriman Indonesia sebagai pharmerging market yang tepat waktu dan jaminan keamanan Berbekal pengalaman dan pengetahuan memiliki populasi sebesar 234,2 juta pada kualitas produk di setiap proses ke teknik pemasaran berbagai bahan baku, penduduk dengan preferensi konsumen berbagai tempat dan tujuan di Indonesia. tim pemasaran PT Cahaya mampu mena- bervariasi. Ini merupakan pasar yang warkan solusi produk disertai dukungan besar dan fragmented, kendati demikian Di saat yang sama, Business Development aplikasi yang customable. menurut Hendra, bagi PT Cahaya, ini Manager PT Cahaya, Hendra Widjaja merupakan kesempatan yang baik jika mengatakan kepada wartawan," Kami Menurut Hendra, "Kerjasama kami dengan kita mampu mengimbangi perubahan- memiliki pengetahuan tentang industri Ashland Aqualon akan memberi kontribusi perubahan yang cepat yang terjadi di farmasi lokal maupun jaringan kerja para besar dalam penyediaan bahan pendukung dalamnya. pemasok dari luar negeri." farmasi yang murah dan berkualitas, serta memenuhi standar yang dipersyaratkan PT Cahaya sendiri telah memulai sepak "Itulah sebabnya kami aktif menawarkan dunia internasional, yakni GMP/cGMP terjang sejak 2005 dengan reputasi yang berbagai solusi mengenai sumber-sumber Certification sektor industri farmasi." baik di kalangan industri kosmetik (per- produksi farmasi kepada para pelanggan sonal care) dan industri perawatan rumah yang memerlukan pasokan bahan-bahan Hal itu dipertegas oleh Ramachandrarao, tangga (household care), Hendra optimis yang dibutuhkan dari luar negeri,"lanjutnya. Technical Sales Manager-Pharma dari timnya akan sukses dalam mendukung Ashland Aqualon, ia mengatakan bahwa penyediaan bahan-bahan kebutuhan Tim pemasaran PT Cahaya memiliki pema- perusahaannya memiliki perhatian serius industri farmasi nasional. haman yang baik tentang lingkungan indus- pada GMP/cGMP standard. <erw> Pharmaceutical Excipients & Coating Systems PT. Cahaya BumI CEmErLanG JaKarTa Jl. Imam Bonjol Km 3,5 Bojong Larang No. 21 Kota Tangerang 15115 Banten - Indonesia Phone : +62 21 55767512 (hunting) +62 21 5531324 Fax. : +62 21 5520439 Email : cahaya@cahayabc.co.id suraBaya Jl. Ir. H. Juanda Ruko Surya Inti Permata Blok A No. 24 Waru Sidoarjo 61253 Indonesia Phone : +62 31 867 8138 / 7 Fax. : + 62 31 866 6478 email : cahaya@cahayabc.co.id www.connellbrothers.com
  • 42.
    40 MEDIA PHARMA InDonEsIA PaCkaGinG the role of colors a Awal pembuatan sediaan pil dimulai pada zaman Warna primer terang cherry red, lime green dan tangy yellow Mesir kuno dalam bentuk bola bulat kecil yang berisi muncul sebagai warna pertama. Kapsul gel, saat ini pun bahan dicampur dengan tanah liat atau roti. Sediaan semakin berwarna, dengan pilihan sebanyak 80.000 kombinasi warna. Sedangkan untuk tablet, kemajuan teknologi makin pil ini bertahan selama lima ribu tahun hingga per- berperan memunculkan produk pelapis baru (coating products) tengahan abad ke-20, sebuah pil yang bulat dan yang makin warna-warni di pasar. berwarna putih, hampir tanpa warna. Di sisi lain, apakah warna benar-benar penting? Terlepas dari "Di area bebas, obat yang tersedia hanya berupa tablet dibuat fakta yang tampak jelas bahwa pil ini lebih tampak cantik dan dari bubur putih atau pastel. Obat resep di kemas dalam botol menarik di mata, sebenarnya telah memberi benefit yang besar warna oranye atau vial transparan. Sediaan cair, kecuali pepto- bagi konsumen dan perusahaan farmasi dalam banyak cara bismol berwarna merah muda, juga tampak membosankan. yang sangat fungsional. Hari ini adalah dunia yang berbeda. Kemajuan teknologi mela- Pertama, warna membantu konsumen membedakan obat hirkan cara mentransformasi warna pada sediaan farmasi resep dengan obat non-resep, suatu tablet atau kapsul dari yang dimulai sejak tahun 60-an. Teknologi ini makin dipercepat yang lainnya. Sebagai kesaksian betapa serius masalah ini, ketika teknologi baru dari 'softgel' kapsul obat berwarna ter- The New York Times telah menyebut tentang kegagalan pasien sedia pertama kalinya pada tahun 1975. untuk mengambil obat yang diresepkan. Hal ini terutama relevan bagi orang tua yang bingung ketika mereka mengambil berbagai obat, yang sebagian besar tablet putih kecil. Komite Aging and Youth Senat AS melaporkan bah- wa tipikal penerima Medicare rata-rata menggunakan 18 - 24 resep setahun. Para peneliti juga menemukan bahwa pasien yang minum obat setiap hari lebih disukai daripada warna- warna cerah pil. Akibatnya, warna dan kombinasi warna adalah cara yang ampuh untuk menciptakan daya tarik emosional dan mengurangi kesalahan medis. Fakta lain, pasien merespon dengan sangat baik ketika suatu warna sesuai dengan hasil pengobatan. Sebagai contohnya, biru baik untuk ketenangan tidur di malam hari dan merah cerah mempersepsikan pengobatan yang cepat. Namun terdapat skenario sebaliknya, bahwa kapsul dengan warna merah menyala untuk gangguan refluks asam empedu, atau hijau untuk meredakan mual. Sebuah manfaat yang sama berakar dalam efek warna-warna dan secara khusus yang terkait dengan aroma dan rasa. Bahkan pada peradaban awal seperti orang-orang Romawi mengakui bahwa 'people eat with their eyes' sama baiknya dengan selera mereka. Salah satu buktinya adalah warna kuning mentega sudah ada sejak abad ke14. Meskipun secara teknis kita tidak 'makan' pil, kami merasa berselera dan menelannya. Apa yang kita rasakan dan aroma apa yang terasa dari sebutir pil berwarna abu-abu? Aroma hangus, rasa buah atau pil itu tampak seperti berjamur? Bagaimana dengan pil berwarna merah muda? Apakah itu terasa asam, pahit, atau manis? Warna apa yang paling mudah bagi kita untuk menelannya? Selanjutnya, efek warna juga
  • 43.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 41 mencakup asosiasi dengan suhu, misalnya, pil biru terasa gan merasakannya (emotional brand). Dengan kata lain, dingin, warna oranye terasa lebih hangat. warna memiliki kemampuan unik untuk melakukan ketiga secara simultan, menciptakan daya tarik emosional, untuk Selain dari manfaat fungsional bagi konsumen yang begitu mengkomunikasikan nilai fungsional dan manfaat (seperti banyak, saat ini warna memainkan peran lebih kuat meng- obat pereda rasa sakit yang andal), dan membedakan merek ubah pil putih polos menjadi lebih unik, dengan menambah- dari lainnya. kan gambar logo. Ini telah terjadi, bahkan lebih signifikan karena mampu mengubah strategi pemasaran dengan Contoh betapa penting peran warna adalah pada persaingan memaksimalkan peran dari warna di dalam industri farmasi. dua obat resep khusus pria Viagra dan Levitra. Pil biru, Viagra yang berbentuk berlian, diluncurkan sejak 1997, secara cepat Pertama, banyak obat sebelumnya hanya tersedia dengan menjadi pil 'sensasi satu malam'. Obat resep ini adalah yang resep - sekarang tersedia sebagai obat bebas (OTC), tanpa paling berhasil dalam sejarah farmasi, dengan penjualan se- resep. Ini berarti bahwa publik berbelanja untuk obat dan nilai US$ 1,74 miliar hanya dalam setahun. Pada 2002, grup mengambil keputusan di toko-toko. Bahkan, penelitian ter- pemasaran produk kompetitor, Levitra, memutar otak pada baru oleh Henley Centre melaporkan bahwa sebanyak 73% isu warna bagi merek mereka. Tujuannya adalah 'bagaimana dari keputusan pembelian di AS dibuat di dalam toko. Oleh mengalahkan pil biru'. karena itu, bahkan lebih penting bagi produk farmasi untuk menarik perhatian dari pembeli dan menyampaikan informasi Dari riset pasar yang mereka lakukan secara luas, menyimpul- secara efektif. kan bahwa konsumen tidak 'beresonansi dengan citra' Viagra. Mereka menemukan bahwa warna biru itu terlalu dingin dan Dalam persaingan yang kian memanas, warna dan desain sama dengan yang sedang sakit. Arah dari kesimpulan itu memiliki peran sangat penting bagi merek, sebagai contoh adalah untuk menghadirkan Levitra dengan warna dan logo kemasan dan iklan OTC yang baru, Celebrex dengan visuali- yang lebih menarik dan lebih emosional. sasi langit biru yang tenang dan padang rumput yang hijau, memberi perasaan lega terlepas dari penderitaan. Setelah pengujian secara ekstensif, Levitra muncul dengan warna oranye, warna yang sarat dengan gairah dan memiliki Kedua, lima tahun lalu FDA-AS mengurangi pembatasan pada energi. Dengan kombinasi warna logo oranye dan ungu. pemasaran langsung ke konsumen untuk produk obat-obat- Mereka juga menyimpulkan, bahwa warna memiliki peran an. Akibatnya, iklan cetak dan penyiaran kian meledak. Hanya strategis. Sebesar 80% dari informasi visual berkaitan dengan dengan menyalakan televisi dan perhatikan obat mana yang warna, ini berlaku terutama untuk produk farmasi. Warna juga dipasarkan secara agresif. Tanyakan kepada dokter Anda memiliki peran fungsional. Secara terang-terangan atau tentang pil ungu, nexium. Itu tidak terbatas pada televisi. bawah sadar, warna mengkomunikasikan pesan yang cukup kuat dan memberi banyak sekali manfaat operasional lainnya. Oleh karena itu, perusahaan farmasi tidak menyia-nyiakan kesempatan. Warna dan bentuk pil, nama dan gambar yang Namun demikian, di sisi lain, warna mungkin tidak menjadi digunakan untuk menjual produk, dilakukan dengan sangat masalah pada masa depan obat dalam sediaan tablet dan diteliti dan diuji. kapsul sebagai obat resep. Para ilmuwan telah menciptakan sebuah teknologi microchip dispenser obat seukuran koin Warna telah terangkat statusnya sebagai 'powerhouse' karena yang bisa ditanam di bawah kulit. Ini akan diprogram untuk menjadi bagian paling mendasar dari kepribadian obat. merilis pengobatan dalam formula terkonsentrasi. Seperti pada semua jenis produk dari perangkat komputer Bahkan sensornya mungkin melekat pada chip untuk men- sampai minuman ringan, keputusan pembelian tidak hanya deteksi kadar obat dalam tubuh kita, yang selanjutnya akan berdasarkan apa yang tampak seperti produk (visual brand), bertambah fungsinya lebih banyak lagi sesuai kebutuhan. tetapi ide dari merek (core brand value), bagaimana pelang- <is/dbs>
  • 44.
    42 MEDIA PHARMA InDonEsIA suPPLy Chain Penggunaan Gs1 S di seluruh Dunia Saat ini, kemitraan dalam rantai suplai dalam dunia kese- pusat informasi tempat penyimpanan produk untuk persediaan hatan harus berbagi banyak data yang kian kompleks untuk yang digunakan di seluruh rumah sakit di Ontario." mendukung pekerjaan mereka. Agar efektif, perawatan kesehatan, penyedia dan pemasok harus memakai bahasa "Akses data yang tepat waktu, akurat, dan dipercaya dapat yang umum dan diakui oleh rantai mitra di seluruh dunia. menyumbangkan secara signifikan bagi Sistem Pelayanan Kesehatan yang lebih aman, lebih fokus untuk pasien, Sistem GS1 standar dalam sistem rantai suplai merupakan berkelanjutan dan efisien," katanya. standar yang paling banyak digunakan di dunia. Digunakan di 23 sektor, termasuk perawatan kesehatan, farmasi, bahan Mewakili sebanyak 154 rumah sakit umum di seluruh provinsi, makanan, jasa makanan dan barang konsumen. Selama lebih OHA menggabungkan organisasi yang terus bertambah di dari 35 tahun, sistem GS1 telah diterima secara global dalam Kanada dan secara global yang mendukung pergerakan sektor bahasa umum untuk mengelolakan informasi produk, layanan healthcare seluruh dunia menuju pemakaian GS1 Standards. dan lokasi. St. Michael’s hospital menerapkan Electronic Data DI KANADA Interchange (EDI) ontario hospital Association (Asosiasi Rumah Sakit ontario) Dengan Fase 2 dari "Canadian Healthcare Supply Chain menyetujui GS1 Standards. Standards Project", difokuskan pada penerapan standard, Menurut Tom Closson, Presiden dan CEO, OHA,“Ontario Hos- berjalan dengan mantap, proyek uji coba Electronic Data pital Association (OHA) mendukung aplikasi GS1 Standards Interchange (EDI) yang pertama dimulai dengan Rumah Sakit di seluruh rumah sakit di Ontario. Standar global pada GS1 St. Michael di Toronto, Ontario. Proyek ini melibatkan beberapa ini mampu meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan keamanan vendor dan distributor, antara lain Cardinal Health and Medical dalam rantai pasokan, termasuk menyediakan basis untuk Mart Supplies Ltd. Dengan bantuan dari fasilitator pihak-ketiga, Rogue Data Corporation, Rumah Sakit St. Michael mengirimkan purchase order elektronik, yang mengandung Global Standard GS1 GTIN (Global Trade Item Numbers) dan GLN (Global Location Numbers). Proyek percobaan ini diharapkan akan berlanjut di tahun 2011 ini, dari laporan temuan pada triwulan pertama. PERKEMBANGAN GLoBAL Johnson & Johnson melanjutkan penggunaan GS1 Standards Menurut Dr. Ajit Shetty, Corporate Vice President Enterprise Supply Chain, Johnson & Johnson,“Tujuan kami adalah mencetak GTIN pada kemasan semua alat medis sebelum akhir tahun 2012.” “Sampai saat ini sekitar 57.000 GTIN telah diberikan pada alat- alat medis. Untuk produk farmasi, kami telah menggunakan GTIN untuk memenuhi persyaratan FDA dan persyaratan dari Uni Eropa. Kami juga telah memulai proyek GDSN untuk alat medis, dan sedang mencoba EPC/RFID," ungkap Dr. Shetty. Di Belgia, kami sedang mencoba memakai GS1 DataMatrix untuk salah satu pelanggan kami, AZ St.-Jan Brugge-Oostende.” Dr Shetty mengatakan,“Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Johnson & Johnson Health Care Sytem Inc. di AS. Pelanggan Johnson & Johnson menunjukkan minat yang kuat untuk bergerak menuju pengelolaan data berstandar global." "Mereka memberikan angka 4,5 (dalam skala 5) untuk ketertarikan dalam melangkah menuju standard data yang global," tambah Dr Shetty.
  • 45.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 43 Salah satu pelanggan mengatakan,"Kami akan memiliki satu nomor pada tiap produk, agar kami dapat menemukan produk dengan lebih mudah. Tentu, akan ada pengaruh di bagian keselamatan, kami akan dapat melakukan analisa data dengan lebih cepat pada saat membandingkan produk, sehingga semua produk akan cocok." Cook Medical menerapkan GS1 Standards Menurut Claes Waller, Vice President Cook Group Europe dan Board Member of Eucomed,“Kami memulai proses standarisasi 10 tahun silam dan menerapkan satu sistem global untuk identifikasi produk." GTIN dipakai untuk Computer Part Number kami untuk mengidentifikasi 380.000 barang. Namun Waller mengatakan, akhir-akhir ini sedikit sekali rumah sakit yang mampu melacak stok memakai GTIN dan menelusuri barang itu melalui jalur suplai sampai ke data pasien. "Kami juga telah menentukan Global Location Numbers (GLN) untuk setiap perusahaan, sehingga kami dapat melakukan transaksi pemesanan secara elektronik dengan memakai GLN yang pelanggan berikan pada kami. Kami bisa menghubungkan tiap pesanan dengan lokasi tertentu di mana barang akan dikirimkan," jelasnya. Dekan Graduate School International University of Health and "Berbagi informasi alat medis melalui GDSN dan mengirimkan Welfare. informasi dengan tidak terlihat yang sampai kepada pasien memungkinkan kami untuk lebih efisien melalui kontrol ling- "Beberapa rumah sakit perintis telah berhasil meningkatkan kungan yang lebih baik dan daya lihat produk yang lebih baik keselamatan pasien dan operasi rumah sakit dengan mene- pada rantai pasok” tambah Waller. rapkan Barcode lanjutan dan RFID System. Di National Center for Child Health and Development, Tokyo, semua ruangan telah Yang lebih penting, hal ini akan meningkatkan pelayanan dilengkapi dengan tampilan layar sentuh yang bisa digunakan pasien. Cook akan mengunggah dokumen untuk 25.000 oleh perawat untuk mengambil data pasien dan memasukkan produk ke dalam GDSN, untuk mengidentifikasi tiap produk data memakai scanner barcode. dan membuatnya tersedia untuk pelanggan tanpa biaya. Alat itu juga bisa digunakan oleh pasien sebagai layar televisi. 500 juta pengguna Mobile health Application di tahun 2015 Di Akami University Hospital, Pulau Honshu, tag RFID telah Menurut laporan terbaru yang dibuat oleh research2guidance, dipasang pada gelang pasien dan tag nama perawat. Scanner Global Mobile Health Market Report 2010-2015, dalam jangka dapat membaca barcode maupun RFID. Rumah sakit itu saat waktu 5 tahun sekitar 500 juta individu yang akan mengguna- ini bereksperimen dengan pegangan infus yang dilengkapi kan Mobile Health Application dalam smart phone mereka. antena RFID yang secara otomatis membaca tag RFID pada Laporan itu memperkirakan sebanyak 1.4 milyar pemakai kantong infus. smart phone pada 2015 dan lebih dari sepertiganya akan memiliki aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan. "Untuk memastikan penerimaan yang luas oleh rumah sakit pada sistem yang lebih lanjut dan standar yang dibutuhkan, Saat ini, sekitar 43% mHealth (Mobile Health) Application pegawai rumah sakit perlu mengenali bahwa barcode berguna diutamakan untuk ahli-ahli di bidang kesehatan. GS1 memiliki untuk keselamatan pasien dan pengelolaan rumah sakit kelompok kerja lintas sektor yang membahas bagaimana GS1 perlu menginvestasi pada teknologi tersebut." Prof. Kaihara Standards dapat mengangkat GS1 Identification Keys dan GS1 menyimpulkan. BarCodes menggunakan komunikasi selular. "Kelompok pengguna GS1 Healthcare lokal di Jepang men- DI JEPANG dorong penggunaan GS1 Standards dalam sektor healthcare Menginovasikan rantai pasok healthcare Jepang." Osaka University Hospital Penelusuran Peralatan "Pemakaian barcode di Jepang, diaplikasikan dengan cukup Bedah "Pada Oktober 2005, kami mulai memasang barcode luas pada produk-produk kesehatan, namun di rumah sakit dua dimensi DataMatrix langsung di alat-alat bedah untuk masih sangat terbatas,” kata Profesor Shigekoto Kaihara, laparotomy.
  • 46.
    44 MEDIA PHARMA InDonEsIA suPPLy Chain PROdUcTIOn WAREHOUSIng-PREPARATIOn SHIPPIng • Receipt of a shipping notice indicating • Acceptance of primary materials • Management of physical product arrivals • Loading traceability information linked to the raw • Recording of lot numbers used and shipments using SSCC • Reading and registering SSCC material and packaging being used. • GTIN assigment and marking for base • Management of the separation and release • Sending shipping notices to receipts with • Quality control of merchandise using SSCC. units and creation of their lot numbers. of lots delivery itemisation • Validation of receipt and delivery slip • Assignment of locations • Sending shipping orders to the carries signature. • Registering the movement if merchandise • After delivery, the carrier sends a transport • Registration of lot/batch numbers and dates • Physical inventory status report • Order picking • Integrating information in order to efficiently • Creation of logistic units, assigment and coordinate oeders, deliveries, and invoices remarking of SSCC • Tracking inventory movements, linking SSCC, product, lot/batch number, and delivery destination Untuk wadah dan kantong dalam peralatan sterilisasi, kami ment (SCM) antara perusahaan dan industri. Mayo Clinic mulai telah mengembangkan logam anti panas yang cocok untuk berencana memakai GS1 Standards kembali pada 2008, tuju- RFID tags,” kata Dr. Seizo Nakata, Director, Itami Municipal an kami menghilangkan pemakaian nomor produk dan nomor Hospital dan mantan Director of Surgical Center, Osaka Uni- akun khas yang tidak terstandarisasi. Kami juga mengedukasi versity Hospital, Japan, “Kami kemudian memeriksa kinerja pihak yang berkepentingan, baik yang di dalam maupun di luar dari sistem traceability alat bedah menggunakan fungsi organisasi sesuai persyaratan dari AS, GLN 2010 Sunrise. pengelolaan sterilisai menggunakan GS1 DataMatrix. Pada 2010, kami meningkatkan pemakaian GLN tersebut kepa- Verifikasi pembacaan membuktikan bahwa DataMatrix yang da mereka sesuai dengan persyaratan GLN 2012 Sunrise. dicetak dengan laser dapat dibaca oleh alat pembaca genggam Langkah kami selanjutya di 2011 adalah peluncuran Lawson tanpa masalah. Kemudian, waktu yang dibutuhkan untuk mem- 9.0.1.4 dengan fungsi GS1 Standard, menetapkan GLN seba- baca barcode DataMatrix pada sejumlah 88 alat bedah dalam gai norma dan menguji GTIN dalam proyek uji coba dengan satu wadah antara 5 sampai 7 menit, termasuk di dalamnya pemasok. waktu yang dibutuhkan untuk tindakan manusia, di mana cukup singkat untuk prakteknya. Mayo Clinic baru-baru ini diberi nama Top Hospital oleh Leap- frog Group. Daftar Top Hospitals 2010 – 65 dari bidang DI AMERIKA SERIKAT (AS) hampir 1200 – berdasarkan pada hasil survei nasional the Mayo Clinic berubah untuk memenuhi harapan pasien Leapfrog Group yang mengukur kinerja rumah sakit pada "Saat ini waktunya berpikir mengenai perubahan rantai suplai bagian penting dalam hal keselamatan dan kualitas pasien. Healthcare," kata Joe Dudas, Director of Accounting and Supply Chain Informatics, Mayo Clinic, AS, “Pasien kami BJC healthcare menerapkan GS1 Standards mengharapkan kami menyediakan solusi dan harapan, BJC Healthcare (BJC), salah satu organisasi pelayanan kese- dan menyediakan perawatan yang terpercaya dan terjangkau. hatan non-profit terbesar di AS, memiliki 13 rumah sakit dan "Ini artinya kami perlu meningkatkan keselamatan dan beberapa lokasi komunitas kesehatan. Seperti kebanyakan keamanan rantai pasok, dan secara drastis mengurangi organisasi pelayanan kesehatan di AS. BJC telah menghadapi biayanya," tambahnya. beberapa tantangan ekonomi dan operasional di tahun ini. "Untuk meningkatkan kualitas dari informasi kami, dan meng- Penambahan jumlah pasien tanpa asuransi, pengurangan gunakannya untuk keperluan lain, kami perlu menggabungkan dalam pengembalian biaya kesehatan dan pembaruan informasi,” tambah Dudas, “Hanya dua dasar (GTIN dan GLN) peraturan yang memerlukan pelacakan pemakaian produk memungkinkan kami menghubungkan Supply Chain Manage- kesehatan pada satu poin perawatan.
  • 47.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 45 REcEIVIng HEALTHcARE dELIVERY For every participant receiving merchandise: • Products and services ordered from • Patients, and the services • Products are identified by their • Planning for receipt of goods based in suppliers by their GTINs provided to them, are identified GTIN + lot/batch number and are shipping notices • Instrument lifecycle maneged using using a GSRN, read and regis- recorded in the patient's medical • Unloading and SSCC reading GIAI which is scanned at each point tered in a database at each stage chart/records so as to ensure the • Control of receiving through efficient in the decontamination process and movement of patient, during complete safety and traceability coordination with shipping notices • Tracking containers is done with the their hospital stay. GSRN enable of all events that take place dur- • Coordinating orders and deliveries, send- aid of a GRAI, which identifies the automatics link of the patient ing the patient's stay ing acknowledgements of receipt item and also allows for tracking, to their care and input to the • This information facilitates • Entering product data into inventory washing, disinfecting, maintenance, Elevtronic Care Record. The GSRN itemised billing records etc. thus contributes to the safety and • Transmitting information to efficiently traceability of the patient manage orders and invoices BJC telah memakai GS1 Standard bukan untuk menghadapi (GPO) mengumumkan kesiapan untuk menggunakan standard tantangan pengelolaan operasional dan perawatan pasien, pada lokasi penyedia healthcare di Oktober 2010. tapi juga untuk menetapkan tahap untuk mencapai Ultimate Solution, sebuah sistem dengan jaringan terpadu dari industri Board of Directors dari Health Industry Group Purchasing pelayanan kesehatan yang mampu melacak penggunaan Association (HIGPA) secara bulat telah menyetujui Declaration produk dan hasil pasien dan mengotomatiskan semua proses of Readiness (Deklarasi Kesiapan), menekankan bahwa rantai pasok, yang semua itu dilakukan untuk meningkatkan mereka siap untuk menggunakan Global Location Numbers efisiensi operasional, mengurangi biaya dan meningkatkan (GLN) untuk mengidentifikasi lokasi yang tepat untuk setiap perawatan pasien. penyedia layanan kesehatan di AS. SURvEY PADA KEMAJUAN PENGGUNAAN STANDAR Menurut Presiden HIGPA Curtis Rooney, "Ini merupakan suatu Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Innovati- perubahan kecil yang akan berdampak besar. on in Healthcare Logistics (CIHL), lebih dari 68% responden mengindikasi bahwa mereka mulai bergerak menuju pema- "Saat ini, belum tersedia sistem yang dapat diandalkan untuk kaian sistem data standar dalam lima tahun ke depan, ini mengetahui lokasi-lokasi penting merupakan peningkatan dari 35% di hasil survey tahun 2008 penyedia healthcare." dengan 90% dari mereka bergerak menuju penggunaan GS1. Ia melanjutkan,"Penggunaan GLN Survey ini dilakukan oleh sebanyak 678 ahli rantai pasok di oleh GPO adalah langkah awal bidang pelayanan kesehatan, di mana sekitar 60%-nya adalah menuju kepastian bahwa produk penyedia pelayanan kesehatan. yang tepat dikirimkan ke lokasi yang tepat. Penting sekali untuk Rintangan untuk menerapkan data standar termasuk inisiatif semua bagian dari rantai pasok gS1 IndOnESIA E - Trade Building Lt.6 dari prioritas yang lebih tinggi (37%), keterbatasan sistem IT healthcare untuk menggunakan Jl. Wahid Hasyim No.55 (25%), kekurangan pendanaan (25%), kurangnya pengertian standar itu." Jakarta 10350 Indonesia organisasi dalam tingkat usaha yang dibutuhkan (25%), dan "Langkah berikutnya yaitu me- kurangnya sumber daya IT (24%). nerapkan Global Trade Item Tel : (62-21) 31925 800 Numbers (GTIN) sebelum 31 (62-21) 3916289 GPO mengumumkan ke siapan untuk menggunakan standard Desember 2012,” jelas Rooney. Fax : (62-21) 391 6269 dalam identifikasi lokasi. Pada waktu mendatang pada jadwal E-mail: info@gs1.or.id ambisius industri healthcare, Group Purchasing Organization (Penulis dari GS1 Indonesia) www.gs1.or.id
  • 48.
    46 MEDIA PHARMA InDonEsIA Business diReCToRy eVeRyoNe IS INVITeD PT TIgAKA dISTRIdO PERKASA Importer % Wholesaler of PT. EnSEVAL PUTERA PT MEnSA BInASUKES Raw Materials Pharma, Food, MEgATRAdIng Jl Pulo Kambing II No.26 Feed, Cosmetics & Chemical Kawasan Industri Pulogadung Jl. Rawa Gelam IV/6 Jakarta Timur 13930 Indonesia Jl Tanah Abang II No.37, Kaws. Industri Pulo Gadung Phone +6221 4601950 Jakarta 10610 Jakarta 13920 Fax +6221 4613577 Telp. (62 21) 350 8981 Telp. (62 21) 4682 5686 Fax. (62 21)386 1847 Website : www.mbs.co.id Email : contact.mbs.co.id PT PArAzelSuS INDONeSIA PT. gLOBAL cHEMIndO PT. IndOFARMA gLOBAL MAIn OFFIcE Menara Jamsostek MEgATRAdIng MEdIKA (IgM) Perkantoran Aries Niaga 22nd floor, Jl Pulo Kambing Raya Jl. Taman Aries Blok A1 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 38 Kav. II E no.8 komplek Infinia Park Blok B 86 Jakarta 12710 Jl. Dr Saharjo No 45 No. 1X - Kembangan Kaws. Industri Pulo Jakarta Barat 11620 Phone : +62 21 522 8338, gadung Jkt 13920 Jakarta 12850 Fax : +62 21 522 8337, Telp. (021) 837 81166 Telp. (021) 589 068 92 Telp. (62 21) 4683 0028 www.igm.co.id Faks (021) 589 06893 www.parazelsus.co.id www.javaplant.net EXCIPIEnT & CoaTInG cOLd cHAIn sysTEms gS1 IndOnESIA LOgISTIcS E - Trade Building Lt.6 SOLUTIOnS Jl. Wahid Hasyim No.55 PT. MERIndO MAKMUR Jakarta 10350 - Indonesia PT cAPSUgEL IndOnESIA cARAKA gROUP Rukan Kencana Niaga D-1/2K Tel : (62-21) 31925 800 Jl Raya Bogor KM 42 Meruya Utara, Kembangan (62-21) 3916289 Cibinong 16916 Jl. TB Simatupang Kav-7 Jakarta Barat 11620 Fax : (62-21) 391 6269 Telp. (021) 875 2226 Jakarta Selatan 12530 E-mail: info@gs1.or.id Fax. (021) 875 2227 Telp (62 21) 780 7777 Telp (62 21) 585 8581 Fax (6221) 781 3333 PT. Cahaya BumI CEmErLanG www.capsugel.com JaKarTa www.gs1.or.id www.carakagroup.com Jl. Imam Bonjol Km 3,5 Bojong Larang No. 21 Kota Tangerang 15115 Banten - Indonesia Professional Purification Phone : +62 21 55767512 in compressed Air Dryer (hunting) +62 21 5531324 Fax. : +62 21 5520439 Email : cahaya@cahayabc.co.id suraBaya Jl. Ir. H. Juanda Ruko Surya Inti Permata Blok A No. 24 Waru Sidoarjo 61253 PT LELY METROPOLITAn PT cAlISTAcITrA leSTArI PT MAJU BERSAMA Jl Raya Pluit Raya No 19 Indonesia Design & Manufacturing Perkantoran Kencana Niaga Phone : +62 31 867 8138 / 7 Blok A-3 Jl. Taman Aries Blok D1 No. 1T - 1U of Industrial Equipment Jakarta Utara 14440 Fax. : + 62 31 866 6478 Phone +6221 584 6202 Meruya Utara Jakarta 11620 email : cahaya@cahayabc.co.id Fax. +6221 584 5808 Telp. (021) 585 7118, 585 7193 (021) 662 6030 - 33 Fax. (021) 585 7163 mbjkt@maju-bersama.com, www.connellbrothers.com www.maju-bersama.com sales@calista.co.id
  • 49.
    MEDIA PHARMA InDonEsIA 47 Business diReCToRy Business Directory HEAD OFFICE OnEMED BuILDInG PT PAcIFIc AMAn gARdA Kompleks Darmo Park II Citylofts Sudirman Blok IV No. 14-15 Exhibition Organizer 22nd floor #11 Jl. Mayjen Sungkono Jl Blandongan No.28 d/g Jl. K.H. Mas Mansyur Surabaya Jakarta 11220 Kav. 1 no. 121 Telp. +62 31 5672236, Telp (62 21) 634 5861, Jakarta 10220 INDONESIA (62 21) 634 5862 Telp +62 21 2555 6793-5 Fax. +62 31 5688912 PT. MOdERn InTERnASIOnAL, TBK. Fax. (62 21) 634 0140 Fax. +62 21 2555 6732 email : info@kristamedia.com Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur Cell +62 81 7080 3759 www.onemed.co.id www.kristamedia.com Telp (021) 280 1000 Showroom & Office: intra operative neurophysio-logical Monitoring Tomang raya No.8 16 or 32 channels amplifier Jakarta 11430 PT. B. BRAUn MEdIcAL (021) 979 5833 IndOnESIA Palma One 14th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 Jakarta 12950 PT MITRA MEdIKA UTAMA Ph: + 62 21 52907177 OPerATIONAl OFFIce : Fx : + 62 21 52907178 Naspro Building Jl.Garuda No. 79 Customer Service Jakarta 10610 - Indonesia Ph: + 62 21 52907170 Ph. +62 21 428 00805 ? Fx. +62 21 420 8410 mak Showroom & Office: Made in Indonesia Tomang raya No.8 Jakarta 11430 (021) 979 5833 How To Reduce Your Hospital Packaging Equipment Cost? Made in Indonesia PT. MEgA AndALAn KALASAn (MAK) PT. AVESTA Rasuna Office Park SO-02, cOnTInEnTAL PAcK Komp. Rasuna Epicentrum Jl Bekasi Raya Km 28,5 PT. FAnIA ERSA PRATAMA Jl. Rasuna Said Bekasi 17133 Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa Jakarta 12960 P.O Box 152 Bekasi Jakarta 12630 Telp. (021) 837 00555 Tel : (62 21) 884 1088 Telp. (021) 7889 3682 - 83 PT. OBOR BERKAT MEdIKA LEAd gLASS SUPPLIER PT PHArmASOlINDO PT TEcHnO PREFAB PT BOndOR IndOnESIA Jl. Duri Kencana II/5 Telp. (021) 315 4336 IndOnESIA Kawasan Industri Sentul Duri Kepa Jl. Techno Park Selatan I Jl Olympic Raya Kav A 2A, www.pharmasolindo.com Sentul Citeureup 16810 Jakarta 11510 Blok C 3 F, Techno Park Hp. 0818 897 755 Industrial Estate Telp. (021) 875 6001 We are eco-friendly. Fax.(021) 565 2670 Jababeka 3, Cikarang 17530, E-mail : frnatan@gmail.com Indonesia www.leadglass-obm.com Telp. 62 21 898 42740 (hunt.) www.intracopallet.com Fax. 62 21 898 42741
  • 50.
    48 r ph MEDIA PHARMA InDonEsIA Business diReCToRy Business Directory Busines mak Made in Indonesia Hospital Equipment Made in Indonesia PT. MEgA AndALAn Made in KALASAn (MAK) Indonesia Rasuna Office Park SO-02, Komp. Rasuna Epicentrum Showroom & office PT. FAnIA ERSA PRATAMA Jl. Rasuna Said Tomang Raya No.8 Jl Kahfi I No 5 Jagakarsa Jakarta 12960 PT. MOdERn InTERnASIOnAL, TBK. Jakarta 11430 Jakarta 12630 Telp. (021) 837 00555 Jl. Matraman Raya No.12 Jakarta Timur (021) 979 5833 Telp. (021) 7889 3682 - 83 Telp (021) 280 1000 DWIJAYA PERKASA hoSPital & General SuPPlier SIEMENS MEdIcal SolutIoNS authorIzEd dEalEr intra operative neurophysio-logical Monitoring Agfa 16 or 32 channels amplifier SIEMENS PT MITRA MEdIKA UTAMA PT. TESEnA InOVIndO dWIJAYA PERKASA Jl. H. Jusin No. 43, OPerATIONAl OFFIce : Jl Medokan Baru II/12 Naspro Building Susukan - Ciracas Surabaya 60119 Jl.Garuda No. 79 Jakarta 13750 - Indonesia Phone : (031) 599 0376 Jakarta 10610 - Indonesia Telp : (021) 840 1325, Fax. (031) 592 7768 Ph. +62 21 428 00805 841 2414 Fx. +62 21 420 8410 PT. DELTa manDIrI aBaDI Jl. Ciputat Raya No. 7 Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta12310 Phone (021) 7590 9374 central Patient FEATURES monitor eG Ethernet LAN connection mFm cmS Installation maximum up to 32 Bedside monitor for trend graph & trend table review Jl Tambak No2A Kebon Manggis PT. PEnTASAdA SURYA dInAMIKA Manggarai Short trend mode Jl Kartini Raya No. 54-G, Jakarta 10750 Jakarta Pusat 13150 waveform in real time Telp. (021) 659 2180, 659 3618 Telp. (6221) 819 9099
  • 51.
    regulation r&d r&d industrial technology supply chain patient safety trading harmacist retailersbusiness competition packaging Media Pharma Indonesia Informasi Publikasi dan Pemasangan Iklan Regular Rates no 1. Item cover Banner (half) Size (cm) 9,5 x 5,5 1 X insertion 3.500.000 10.000.000 R a t e s (Rp) 3 X insertion Free Bonus Inside Banner (Half - 2x) + Business Directory (2x) 50% Discount sampai 2. Inside (front/back) cover 21 x 27,5 12.000.000 35.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (2x) 5 okt 2011 3. Full Page; 21 x 27,5 a. First Page 21 x 27,5 12.000.000 35.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) b 3rd Page 21 x 27,5 11.000.000 32.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) b. Inside Pages 21 x 27,5 10.000.000 29.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Business Directory (3x) 4. 50% of Page (horz/vert) 19 x 13,5 5.500.000 16.000.000 Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (3x) 5. Inside Banner (full) 19 x 5,5 4.500.000 13.000.000 Business Directory (3x) 6. Business Directory 4,2 x 3,5 750.000 2.100.000 Business Directory (1x) 7. Advertorial (1 page) 21 x 27,5 8.500.000 27.000.000 Inside Banner (Full - 3x) + Sub Headline in cover (1x) 8. Business Section (3 pages) 21 x 27,5 17.500.000 (Paket A) Tersedia paket yang lain sesuai kebutuhan. 9. Business Progress-report 21 x 13,5 3.000.000 8.500.000 Inside Banner (Half - 1x) + Business Directory (2x) * Regular rates in 2010, all rates excluding 10% of tax. Untuk keterangan lebih lanjut mohon menghubungi redaksi/bagian iklan Redaksi membantu pemuatan Business Section Disediakan paket-paket publikasi menarik untuk di 0882 100 10 567 atau pharmabiz.indonesia@gmail.com pemuatan pada Bulan Juli s/d Desember 2011. Demi aktualisasi berita, artikel pada rubrik Business Section dimuat dari kegiatan wawancara, peliputan dan foto session. Dilakukan paling lambat 10 hari sebelum pemuatan.
  • 52.
    D I RG A H A y U k e 6 6 T A H U N kEMERDEkAAn inDonEsiA bAGi bAnGsA inDonEsiA Dengan Ridho Tuhan Yang Maha Arif dan Maha Bijaksana Kita bangsa Indonesia hendaknya mau dan mampu menciptakan arus penemuan dan pembaruan yang teratur untuk menjamin tahap-tahap pertumbuhan politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan. Kita berupaya turut menyumbang kepada kemenangan sejati ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan kemenangan semu dengan harga setinggi penghancuran eksistensi kita sendiri. Prof. DR. Ir. H. TB. Bachtiar Rifai - Kepala LIPI Tahun 1974 - 1984 Jakarta, 23 Agustus 1982 Pharma New Platform*New Energy PHARMA EconoMy AnD businEss MEDiA
  • 53.
    ngngisedc iapma dear Advertising etirw nrael Each problem demands its own solution. & Marketing executives, if You have an The solution brings you more benefits; ad agency whose fees Management should be simpler, are right, whose work advertising should be more effective, is effective, reach into fees should be more manageable, your computer. So, you don't need a design time should be saved, consultant. and tear out public should be react! this page. but if learn Your life should be happy! the messages and styles do write diverge and worse, conflict, how do you design measure the results? So, you may well we offer have problems learn campaign campaign that keep you write design from building sales! campaign We WoRK WITH ouR cReATIve ResouRces, FuLL-seRvIces DesIGn FIRM* whether in-house or outsourced, to develop an approach that has a consistent sensibility unique GooD AD DesIGn MeAns: Defining the project. Planning. strategy. strong to your company, and right for your company. visual and verbal concept. AnD LAsT: Graphics, typography, visual artistry designed to support and enhance your approved marketing solution. eAcH PRoBLeM DeMAnDs ITs oWn soLuTIon. Hard sell or soft sell. Way MInD*MoRe coMMunIcATIons out or straight up. Funny or serious. Blunt or corporate. or image-based. Direct 0882 40 626 525 Gedung Triguna MInD* LeARn, WRITe, DesIGn, cAMPAIGn to listen to you, and help solve your Jl. Hang Lekiu III no 17 MoRE coMMunIcATIons Kebayoran Baru Jakarta 12620 advertising, communication problems, makes sure creative work is high Phone & Fax: +62 21 722 8628 quality, designed to meet timely business objectives. mindmoredesign@gmail.com