01
02
03 Prinsip, KerangkaKerja, Proses
Manajemen Risiko
Standar Acuan Manajemen Risiko
Pengertian Manajemen Risiko
AGENDA
4.
STANDAR ACUAN PENERAPAN
MANAJEMENRISIKO DI LINGKUNGAN
PJBS
Sumber SNI 8615-2018 ISO 31000-2018
Prinsip
Kerangka Kerja Proses
Keyword:
Efektifitas
Principles digunakan sebagai acuan dalam
pengukuran efektifitas ERM. Didalamnya
mencakup tujuan untuk: meningkatkan kinerja,
membangun innovasi dan mencapai sasaran
usaha / sasaran kerja;
Keyword:
Integrasi
Keyword:
Operasional
Process digunakan sebagai acuan
dalam membangun framework/
proses pelaksanaan standard ERM.
Didalamnya mencakup penjelasan
tentang: kebijakan, prosedur, praktik,
komunikasi dan monitoring,
pencatatan dan pelaporan.
Framework digunakan sebagai
acuan dalam keberhasilan
organisasi / lembaga dalam meng-
integrasikan ERM dalam aktifitas,
peran dan tanggung jawab
operasionalnya. Didalamnya
menekankan pada aspek
Governance yang harus dicapai.
ISO 31000 : 2018
5.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DILINGKUNGAN PJBS
RISIKO ? Risk = Effect of
uncertainty
on objectives *
Risiko adalah KEMUNGKINAN
terjadinya suatu peristiwa yang
ber-DAMPAK terhadap
pencapaian SASARAN.
ISO 31000: 2018
Risiko diukur dari 2 (dua) aspek :
1. Aspek KEMUNGKINAN terjadinya
2. Aspek DAMPAKnya terhadap tujuan / sasaran.
TUJUAN :
Menempuh perjalanandengan kereta api ke Jakarta
untuk menghadiri rapat pada pukul 9.00 pagi
Ini adalah pernyataan DAMPAK sebuah
Risiko
Terlambat dan melewatkan rapat
Ketinggalan kereta api shg menjadi
terlambat hadir mengikuti rapat
Risiko! Dpt dikendalikan dgn memastikan
msh banyak waktu utk mencapai stasiun
Tidak ada makanan dalam kereta api
sehingga kelaparan
Bukan Risiko!
Karena tidak berdampak pada Tujuan!
Risiko atau bukan?
Sakit perut tadi malam mengganggu
penyiapan bahan rapat
Bukan Risiko!
Karena telah terjadi.
9.
Bagaimana Menyatakan SebuahRisiko?
(Misal : Sasaran = Pencapaian SLA dan kinerja kelas dunia dalam kesiapan & keandalan pembangkit )
• Bisa berupa lawan kata / kebalikan dari Sasaran, tetapi kalau bisa dihindari
Dihindari Risiko SLA O&M Tidak Tercapai.
• Menyatakan (kemungkinan) kejadian / peristiwa, penyebab dan dampaknya.
Risiko : Penurunan Performance Unit Pembangkit
Sebab : Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas
Dampak : - Kontrak Kinerja tidak tercapai
- Menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan
Atau dalam satu kalimat :
Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit karena adanya Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas
sehingga berdampak kontrak kinerja tidak tercapai dan menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan .
• Sesuatu (kondisi) yang sudah pasti tidak dapat dinyatakan sebagai risiko.
[X] Risiko geografis lokasi unit yang berada di pelosok
• Tidak menyebutkan lebih dari satu risiko dalam satu pernyataan.
[X] Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit dan Ketidakakuratan rekomendasi pembangkit
• Satu pernyataan (deskripsi) risiko dapat disebabkan oleh beberapa penyebab dan beberapa dampak.
10.
MANAJEME
N
RISIKO ?
ISO 31000:
2018
Coordinatedactivities to direct
and control an organization with
regard to risk
Kegiatan terkoordinasi untuk
mengarahkan dan
mengendalikan organisasi
sehubungan dengan risiko
Manajemen Risiko berupa proses sistematis
dan berkesinambungan,
Untuk mengidentifikasi dan mengukur
level risiko
Untuk menentukan tindakan terbaik dalam
mengurangi kemungkinan terjadinya risiko,
memperkecil dampak yang ditimbulkannya
(atau kedua-duanya)
Guna memastikan / menciptakan keyakinan
bahwa sasaran perusahaan akan dapat
Manajemen risiko dapat menjadi bahan
masukan / referensi dalam pengambilan
keputusan.
Manajemen risiko bukan untuk menjamin
bahwa risiko tidak akan terjadi.
Manajemen risiko hanya dapat memperkecil
peluang terjadinya risiko atau memperkecil
potensi dampak risiko, bukan menghilangkan
risiko.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKODI
LINGKUNGAN PJBS (6)
RISIKO
berkaitan
erat dengan
kejelasan
SASARAN
SETIAP
ORANG
dalam
perusahaan
mempunyai
SASARAN
KINERJA
RISIKO juga
terdapat pada
seluruh proses
bisnis
organisasi
PEMILIK RISIKO
adalah PEMILIK
SASARAN, dan
pada dasarnya ini
berlaku untuk
seluruh tingkatan
organisasi
RISIKO
terdapat pada
tingkatan
seluruh
organisasi
SEMUA
ORANG
dalam
perusahaan
adalah RISK
OWNER
SEMUA ORANG
harus
menangani
risiko agar
sasaran
kinerjanya
tercapai
MANAJEMEN
RISIKO MENJADI
TANGGUNG
JAWAB SEMUA
ORANG
Siapa
RISK
OWNER ?
13.
ERM?
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DILINGKUNGAN PJBS
Penerapan manajemen risiko :
* Di segenap unsur organisasi
dalam perusahaan
* Diintegrasikan pada setiap aktivitas /
proses bisnis
Dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran
perusahaan.
ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
14.
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
Meminimalisasikerugian akibat terjadinya risiko
Menyediakan informasi tentang sumber-sumber potensi risiko di perusahaan
Melacak sumber - sumber risiko yang berpotensi mengancam tercapainya
tujuan organisasi
Menjaga stabilitas dan pertumbuhan organisasi sehingga bisa berkembang dengan stabil
sesuai target kerjanya.
Memberikan rasa aman bagi stakeholder sehingga merasa aman dan percaya dengan
integritas bisnis
15.
03
01
02
MENGIDENTIFIKASI POTENSI RISIKOYANG MUNCUL
Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul,
yang secara signifikan dapat mempengaruhi (bahkan menggagalkan)
pencapaian Visi maupun
sasaran Perusahaan.
MENGUKUR LEVEL RISIKO
Perusahaan memiliki kemampuan mengukur level masing-masing
risiko, sehingga secara lebih dini Perusahaan dapat mempersiapkan
langkah-langkah mitigasi yang sesuai, terkait risiko-risiko yang
teridentifikasi tersebut, apakah akan diambil risiko tersebut,
diperkecil kemungkinan terjadinya, diminimalkan potensi
dampaknya atau diminimalkan kemungkinan dan potensi
dampaknya, atau bahkan dialihkan risiko tersebut ke pihak lain.
MENGELOLA RESOURCE UNTUK PENANGANAN RISIKO
Dengan adanya perencanaan mitigasi lebih awal, maka sumber daya yang
diperlukan dalam penanganan risiko tersebut dapat dikelola dengan lebih
baik (efektif dan efisien), dan terhindar akibat / dampak / kerugian yang
lebih besar karena tidak terkelolanya risiko yang ada tersebut.
MANFAAT PENERAPAN MANAJEMEN RISI
DI LINGKUNGAN PJBS
PROSES MANAJEMEN RISIKO
TentukanRuang Lingkup
Penetapan Konteks
Tentukan Kriteria Kemungkinan dan Dampak
Lakukan Identifikasi Risiko
Lakukan Analisis Risiko
Identifikasi Mekanisme Kontrol Eksisting
Evaluasi Risiko, Petakan Level Risiko
Susun Rencana Mitigasinya
LM Manajemen Risiko dan LMREK
Monitoring dan Review
Komunikasikan dengan stakeholders terkait sasaran
27.
Komunikasi dan Konsultasidilakukan untuk :
Membantu menetapkan konteks yang tepat
Menyelaraskan persepsi stakeholder
Memastikan bahwa kepentingan stakeholder
dipahami dan dipertimbangkan
Memastikan risiko teridentifikasi dan
teranalisis secara memadai
Membantu stakeholders dalam memahami
risiko teridentifikasi sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan
Memastikan mitigasi direncanakan dan
didukung secara memadai
Memastikan personil mengetahui risiko yang
dihadapi Perusahaan dan bertanggung jawab
atas rencana penanganannya, serta
mengetahui tugas dan tanggung jawabnya
terkait praktek manajemen risiko
Membangun komunikasi internal dan
eksternal yang memadai
Komunikasi dan Konsultasi
Komunikasi dan konsultasi
dengan stakeholders
eksternal dan internal harus
dilakukan pada semua
tahapan proses
manajemen risiko
Dapat dilakukan diantaranya
melalui diskusi, forum terbuka,
focus group, survey,
brainstorming dan didukung oleh
dokumentasi yang memadai
(daftar hadir, notulen rapat
pembahasan profil risiko/ kajian
risiko, dsb
1
28.
2 Ruang Lingkup
LINGKUPPENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI PJBS
Kajian Risiko
Strategis
• Kajian Risiko RJPP
• Kajian Risiko RKAP
Kajian Risiko
Operasional
• Kajian Risiko Unit
Jasa O&M
• Kajian Risiko
Pekerjaan Proyek
• Kajian Risiko Proses
Bisnis
Kajian Risiko
Pengembangan
Bisnis
• Kajian Risiko
Pengembangan
Usaha Baru
Pemantauannya pelaksanaan
kontrol dan mitigasi dilakukan
setiap triwulanan
29.
KRITERIA KEMUNGKINAN DANDAMPAK
PJBS
KRITERIA KEMUNGKINAN
KATEGORI DAMPAK
KRITERIA DAMPAK
Kriteria Umum
Produk & Layanan
Kemimpinan
Keuangan & Pasar
Proses Bisnis Internal
Pertumbuhan & Pembelajaran
Tingkat Dampak
1 Tidak Signifikan
2 Minor
3 Medium
4 Signifikan
5 Sangat Signifikan
3 Identifikasi Risiko
Tujuanidentifikasi risiko adalah untuk menemukan, menerima dan menjabarkan risiko yang dapat menunjang atau
menghambat pencapaian sasaran Perusahaan. Informasi yang relevan, memadai dan muthakhir merupakan hal penting
dalam mengidentifikasi risiko.
Proses identifikasi risiko meliputi : risiko, penyebab dan dampak
FORM IDENTIFIKASI RISIKO
Risiko Penyebab Dampak
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Kategori
Lavel
Risiko
No Sasaran Strategis
Identifikasi Risiko
Pemilik
Risiko
Inheren Risk
Sasaran Kegiatan
36.
4 Analisis Risiko
FORMANALISIS RISIKO
Aktivitas yang
sudah ada untuk
Pencegahan dan
Pemulihan
Menurunkan
Dampak atau
Kemungkinan ?
Aktivitas
Pengendalian
sesuai dengan
kemungkinan dan
dampak terjadinya
risiko
Aktivitas
Pengendalian
didokumentasikan
secara memadai
*)
Aktivitas
Pengendalian
diterapkan secara
konsisten
**)
Control Efektif
Ya / Tidak
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Level
Risiko
Pengendalian Current Risk Current Risk
*) please attached file
Ex: SOP, Checklist (sample)
**) please add explanation
Ex: aktivitas dilakukan secara rutin (harian/mingguan/ bulanan) oleh staf: ........... dan dimonitor oleh Spv/Asmen/DM/Mgr ...............
Tujuan dari analisis risiko adalah memahami sifat dan perilaku risiko, bila perlu, termasuk peringkat risiko. Analisis risiko
meliputi pertimbangan detail terkait dengan ketidakpastian, sumber risiko, dampak, kemungkinan, peristiwa risiko,
skenario, pengendalian risiko dan keefektifannya.
5 Evaluasi Risiko
Evaluasirisiko merupakan kegiatan pemetaan tingkat risiko ke dalam matriks risiko (risk matrix) yang ditetapkan
perusahaan, guna mengetahui posisi risiko terhadap risk appetite dan untuk menilai / menentukan apakah suatu risiko
memerlukan penanganan (mitigasi) lebih lanjut beserta prioritasnya.
Risk Appetite :
Risk Appetite Perusahaan secara umum
ditetapkan berupa risiko pada tingkat Moderat
hingga Rendah, sehingga untuk risiko pada
tingkat Tinggi, Sangat Tinggi dan Ekstrem
harus dilakukan penanganan / mitigasi
sedemikian rupa, sehingga menjadi sekurang-
kurangnya pada tingkat Moderat
Inhern Risk
Current Risk
Targeted Risk
Keterangan:
Matrik Risiko PT PJB Services
39.
5 Evaluasi Risiko
Pengukurantingkat risiko dilakukan untuk:
Inherent risk: yaitu tingkat risiko tanpa memperhitungkan unsur
pengendalian (control) yang ada saat ini (eksisting) maupun rencana
mitigasi.
Current risk, yaitu tingkat risiko setelah mempertimbangkan unsur
pengendalian saat ini.
Residual Risk (Target risk), yaitu tingkat risiko yang diharapkan setelah
mempertimbangkan unsur pengendalian saat ini maupun penanganan
risiko yang efektif yang dapat mengubah tingkat kemungkinan dan
dampak risiko.
40.
5 Evaluasi Risiko
RisikoInherent – Controlled Risk – Target Risiko Residual
Risiko Inheren Kontrol Saat Ini
Yang Efektif
Current Risk
Current Risk Kontrol Saat Ini
Yang Efektif
Target Risiko
Residual
Rencana penanganan risiko ditentukan untuk mengelola risiko hingga ke tingkat
yang dapat diterima
41.
6 Perlakuan Risiko
Tujuanperlakuan risiko adalah untuk menyeleksi dan mengimplementasikan opsi-opsi untuk menghadapi risiko. Hasil dari
evaluasi risiko adalah suatu daftar yang berisi peringkat risiko yang memerlukan perlakuan lebih lanjut.
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Level
Risiko
Rp. ...........
Rp. ...........
Rp. ...........
Rp. ...........
***) Perhitungan Cost Benefit Analysis CBA) ada di Lampiran 4
****) Narative + %progress
Capaian /
Progress
Pelaksanaan
Rencana Mitigasi
****)
Residual Risk yang ditargetkan
Rencana Penanganan Risiko
(Mitigasi)
Menurunkan
Dampak atau
Kemungkinan ?
Due Date Mitigasi
(Action Plan)
Biaya Mitigasi
Cost Benefit Analysis
(CBA)
atas Rencana
Penanganan Risiko
***)
Penanggung Jawab
Rencana Mitigasi
Catatan :
1. Penerapan CBA belum dapat dilakukan di Unit Jasa O&M PJBS
2. CBA diterapkan untuk Profil Risiko Strategis dan Investasi
3. Pemantauan perubahan atas profil risiko dilakukan setiap bulan oleh Unit Masing-masing dan dikirimkan melalui email kepada Div. MRK PJBS
4. Pemantauan progress mitigasi risiko beserta evidence di-Update setiap Triwulanan dalam Aplikasi Manajemen Risiko
FORM PERLAKUAN RISIKO
42.
6 Perlakuan Risiko
Avoid(Menghindari Risiko)
• Strategi untuk menghindari risiko sepenuhnya dengan tidak
melakukan kegiatan / proyek yang diperkirakan mempunyai
risiko melebihi selera risiko organisasi
Transfer (Berbagi Risiko)
• Strategi yang digunakan untuk memindahkan sebagian dari
risiko ke individu, entitas bisnis atau organisasi lain
(Asuransi, Subkontrak, Perjanjian bagi hasil, Outsourcing,
Joint operation)
Reduce (Mitigasi Risiko)
• Perlakuan risiko yang bertujuan untuk mengurangi skala
dampak dan kemungkinan terjadinya risiko
Accept (Menerima Risiko)
• Strategi untuk menerima risiko karena memang lebih
ekonomis untuk menerima risiko tersebut