PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PT PJB SERVICES
ISO 31000: 2018
Risk Management - Guidelines
01
02
03 Prinsip, Kerangka Kerja, Proses
Manajemen Risiko
Standar Acuan Manajemen Risiko
Pengertian Manajemen Risiko
AGENDA
STANDAR ACUAN PENERAPAN
MANAJEMEN RISIKO DI LINGKUNGAN
PJBS
Sumber SNI 8615-2018 ISO 31000-2018
Prinsip
Kerangka Kerja Proses
Keyword:
Efektifitas
Principles  digunakan sebagai acuan dalam
pengukuran efektifitas ERM. Didalamnya
mencakup tujuan untuk: meningkatkan kinerja,
membangun innovasi dan mencapai sasaran
usaha / sasaran kerja;
Keyword:
Integrasi
Keyword:
Operasional
Process  digunakan sebagai acuan
dalam membangun framework/
proses pelaksanaan standard ERM.
Didalamnya mencakup penjelasan
tentang: kebijakan, prosedur, praktik,
komunikasi dan monitoring,
pencatatan dan pelaporan.
Framework  digunakan sebagai
acuan dalam keberhasilan
organisasi / lembaga dalam meng-
integrasikan ERM dalam aktifitas,
peran dan tanggung jawab
operasionalnya. Didalamnya
menekankan pada aspek
Governance yang harus dicapai.
ISO 31000 : 2018
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
RISIKO ? Risk = Effect of
uncertainty
on objectives *
Risiko adalah KEMUNGKINAN
terjadinya suatu peristiwa yang
ber-DAMPAK terhadap
pencapaian SASARAN.
ISO 31000: 2018
Risiko diukur dari 2 (dua) aspek :
1. Aspek KEMUNGKINAN terjadinya
2. Aspek DAMPAKnya terhadap tujuan / sasaran.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
TUJUAN :
Menempuh perjalanan dengan kereta api ke Jakarta
untuk menghadiri rapat pada pukul 9.00 pagi
 Ini adalah pernyataan DAMPAK sebuah
Risiko
Terlambat dan melewatkan rapat
Ketinggalan kereta api shg menjadi
terlambat hadir mengikuti rapat
 Risiko! Dpt dikendalikan dgn memastikan
msh banyak waktu utk mencapai stasiun
Tidak ada makanan dalam kereta api
sehingga kelaparan
 Bukan Risiko!
Karena tidak berdampak pada Tujuan!
Risiko atau bukan?
Sakit perut tadi malam mengganggu
penyiapan bahan rapat
 Bukan Risiko!
Karena telah terjadi.
Bagaimana Menyatakan Sebuah Risiko?
(Misal : Sasaran = Pencapaian SLA dan kinerja kelas dunia dalam kesiapan & keandalan pembangkit )
• Bisa berupa lawan kata / kebalikan dari Sasaran, tetapi kalau bisa dihindari
Dihindari Risiko SLA O&M Tidak Tercapai.
• Menyatakan (kemungkinan) kejadian / peristiwa, penyebab dan dampaknya.
Risiko : Penurunan Performance Unit Pembangkit
Sebab : Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas
Dampak : - Kontrak Kinerja tidak tercapai
- Menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan
Atau dalam satu kalimat :
Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit karena adanya Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas
sehingga berdampak kontrak kinerja tidak tercapai dan menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan .
• Sesuatu (kondisi) yang sudah pasti tidak dapat dinyatakan sebagai risiko.
[X] Risiko geografis lokasi unit yang berada di pelosok
• Tidak menyebutkan lebih dari satu risiko dalam satu pernyataan.
[X] Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit dan Ketidakakuratan rekomendasi pembangkit
• Satu pernyataan (deskripsi) risiko dapat disebabkan oleh beberapa penyebab dan beberapa dampak.
MANAJEME
N
RISIKO ?
ISO 31000:
2018
Coordinated activities to direct
and control an organization with
regard to risk
Kegiatan terkoordinasi untuk
mengarahkan dan
mengendalikan organisasi
sehubungan dengan risiko
Manajemen Risiko berupa proses sistematis
dan berkesinambungan,
Untuk mengidentifikasi dan mengukur
level risiko
Untuk menentukan tindakan terbaik dalam
mengurangi kemungkinan terjadinya risiko,
memperkecil dampak yang ditimbulkannya
(atau kedua-duanya)
Guna memastikan / menciptakan keyakinan
bahwa sasaran perusahaan akan dapat
Manajemen risiko dapat menjadi bahan
masukan / referensi dalam pengambilan
keputusan.
Manajemen risiko bukan untuk menjamin
bahwa risiko tidak akan terjadi.
Manajemen risiko hanya dapat memperkecil
peluang terjadinya risiko atau memperkecil
potensi dampak risiko, bukan menghilangkan
risiko.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
PEMILIK
RISIKO ? ISO 31000:
2018
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI
LINGKUNGAN PJBS (6)
RISIKO
berkaitan
erat dengan
kejelasan
SASARAN
SETIAP
ORANG
dalam
perusahaan
mempunyai
SASARAN
KINERJA
RISIKO juga
terdapat pada
seluruh proses
bisnis
organisasi
PEMILIK RISIKO
adalah PEMILIK
SASARAN, dan
pada dasarnya ini
berlaku untuk
seluruh tingkatan
organisasi
RISIKO
terdapat pada
tingkatan
seluruh
organisasi
SEMUA
ORANG
dalam
perusahaan
adalah RISK
OWNER
SEMUA ORANG
harus
menangani
risiko agar
sasaran
kinerjanya
tercapai
MANAJEMEN
RISIKO MENJADI
TANGGUNG
JAWAB SEMUA
ORANG
Siapa
RISK
OWNER ?
ERM?
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
DI LINGKUNGAN PJBS
Penerapan manajemen risiko :
* Di segenap unsur organisasi
dalam perusahaan
* Diintegrasikan pada setiap aktivitas /
proses bisnis
 Dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran
perusahaan.
ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
Meminimalisasi kerugian akibat terjadinya risiko
Menyediakan informasi tentang sumber-sumber potensi risiko di perusahaan
Melacak sumber - sumber risiko yang berpotensi mengancam tercapainya
tujuan organisasi
Menjaga stabilitas dan pertumbuhan organisasi sehingga bisa berkembang dengan stabil
sesuai target kerjanya.
Memberikan rasa aman bagi stakeholder sehingga merasa aman dan percaya dengan
integritas bisnis
03
01
02
MENGIDENTIFIKASI POTENSI RISIKO YANG MUNCUL
Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul,
yang secara signifikan dapat mempengaruhi (bahkan menggagalkan)
pencapaian Visi maupun
sasaran Perusahaan.
MENGUKUR LEVEL RISIKO
Perusahaan memiliki kemampuan mengukur level masing-masing
risiko, sehingga secara lebih dini Perusahaan dapat mempersiapkan
langkah-langkah mitigasi yang sesuai, terkait risiko-risiko yang
teridentifikasi tersebut, apakah akan diambil risiko tersebut,
diperkecil kemungkinan terjadinya, diminimalkan potensi
dampaknya atau diminimalkan kemungkinan dan potensi
dampaknya, atau bahkan dialihkan risiko tersebut ke pihak lain.
MENGELOLA RESOURCE UNTUK PENANGANAN RISIKO
Dengan adanya perencanaan mitigasi lebih awal, maka sumber daya yang
diperlukan dalam penanganan risiko tersebut dapat dikelola dengan lebih
baik (efektif dan efisien), dan terhindar akibat / dampak / kerugian yang
lebih besar karena tidak terkelolanya risiko yang ada tersebut.
MANFAAT PENERAPAN MANAJEMEN RISI
DI LINGKUNGAN PJBS
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO
PROSES MANAJEMEN RISIKO
Tentukan Ruang Lingkup
Penetapan Konteks
Tentukan Kriteria Kemungkinan dan Dampak
Lakukan Identifikasi Risiko
Lakukan Analisis Risiko
Identifikasi Mekanisme Kontrol Eksisting
Evaluasi Risiko, Petakan Level Risiko
Susun Rencana Mitigasinya
LM Manajemen Risiko dan LMREK
Monitoring dan Review
Komunikasikan dengan stakeholders terkait sasaran
Komunikasi dan Konsultasi dilakukan untuk :
 Membantu menetapkan konteks yang tepat
 Menyelaraskan persepsi stakeholder
 Memastikan bahwa kepentingan stakeholder
dipahami dan dipertimbangkan
 Memastikan risiko teridentifikasi dan
teranalisis secara memadai
 Membantu stakeholders dalam memahami
risiko teridentifikasi sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan
 Memastikan mitigasi direncanakan dan
didukung secara memadai
 Memastikan personil mengetahui risiko yang
dihadapi Perusahaan dan bertanggung jawab
atas rencana penanganannya, serta
mengetahui tugas dan tanggung jawabnya
terkait praktek manajemen risiko
 Membangun komunikasi internal dan
eksternal yang memadai
Komunikasi dan Konsultasi
Komunikasi dan konsultasi
dengan stakeholders
eksternal dan internal harus
dilakukan pada semua
tahapan proses
manajemen risiko
Dapat dilakukan diantaranya
melalui diskusi, forum terbuka,
focus group, survey,
brainstorming dan didukung oleh
dokumentasi yang memadai
(daftar hadir, notulen rapat
pembahasan profil risiko/ kajian
risiko, dsb
1
2 Ruang Lingkup
LINGKUP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI PJBS
Kajian Risiko
Strategis
• Kajian Risiko RJPP
• Kajian Risiko RKAP
Kajian Risiko
Operasional
• Kajian Risiko Unit
Jasa O&M
• Kajian Risiko
Pekerjaan Proyek
• Kajian Risiko Proses
Bisnis
Kajian Risiko
Pengembangan
Bisnis
• Kajian Risiko
Pengembangan
Usaha Baru
Pemantauannya pelaksanaan
kontrol dan mitigasi dilakukan
setiap triwulanan
KRITERIA KEMUNGKINAN DAN DAMPAK
PJBS
KRITERIA KEMUNGKINAN
KATEGORI DAMPAK
KRITERIA DAMPAK
Kriteria Umum
Produk & Layanan
Kemimpinan
Keuangan & Pasar
Proses Bisnis Internal
Pertumbuhan & Pembelajaran
Tingkat Dampak
1 Tidak Signifikan
2 Minor
3 Medium
4 Signifikan
5 Sangat Signifikan
KRITERIA DAMPAK PJBS
Kriteria Dampak Terjadinya Risiko
KRITERIA DAMPAK PJBS
Kriteria Dampak Terjadinya Risiko
KRITERIA DAMPAK PJBS
Kriteria Dampak Terjadinya Risiko
KRITERIA DAMPAK PJBS
Kriteria Dampak Terjadinya Risiko
KRITERIA DAMPAK PJBS
Kriteria Dampak Terjadinya Risiko
3 Identifikasi Risiko
Tujuan identifikasi risiko adalah untuk menemukan, menerima dan menjabarkan risiko yang dapat menunjang atau
menghambat pencapaian sasaran Perusahaan. Informasi yang relevan, memadai dan muthakhir merupakan hal penting
dalam mengidentifikasi risiko.
Proses identifikasi risiko meliputi : risiko, penyebab dan dampak
FORM IDENTIFIKASI RISIKO
Risiko Penyebab Dampak
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Kategori
Lavel
Risiko
No Sasaran Strategis
Identifikasi Risiko
Pemilik
Risiko
Inheren Risk
Sasaran Kegiatan
4 Analisis Risiko
FORM ANALISIS RISIKO
Aktivitas yang
sudah ada untuk
Pencegahan dan
Pemulihan
Menurunkan
Dampak atau
Kemungkinan ?
Aktivitas
Pengendalian
sesuai dengan
kemungkinan dan
dampak terjadinya
risiko
Aktivitas
Pengendalian
didokumentasikan
secara memadai
*)
Aktivitas
Pengendalian
diterapkan secara
konsisten
**)
Control Efektif
Ya / Tidak
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Level
Risiko
Pengendalian Current Risk Current Risk
*) please attached file
Ex: SOP, Checklist (sample)
**) please add explanation
Ex: aktivitas dilakukan secara rutin (harian/mingguan/ bulanan) oleh staf: ........... dan dimonitor oleh Spv/Asmen/DM/Mgr ...............
Tujuan dari analisis risiko adalah memahami sifat dan perilaku risiko, bila perlu, termasuk peringkat risiko. Analisis risiko
meliputi pertimbangan detail terkait dengan ketidakpastian, sumber risiko, dampak, kemungkinan, peristiwa risiko,
skenario, pengendalian risiko dan keefektifannya.
4 Analisis Risiko
KRITERIA DAN PENGUKURAN EFEKTIFITAS KONTROL
5 Evaluasi Risiko
Evaluasi risiko merupakan kegiatan pemetaan tingkat risiko ke dalam matriks risiko (risk matrix) yang ditetapkan
perusahaan, guna mengetahui posisi risiko terhadap risk appetite dan untuk menilai / menentukan apakah suatu risiko
memerlukan penanganan (mitigasi) lebih lanjut beserta prioritasnya.
Risk Appetite :
Risk Appetite Perusahaan secara umum
ditetapkan berupa risiko pada tingkat Moderat
hingga Rendah, sehingga untuk risiko pada
tingkat Tinggi, Sangat Tinggi dan Ekstrem
harus dilakukan penanganan / mitigasi
sedemikian rupa, sehingga menjadi sekurang-
kurangnya pada tingkat Moderat
Inhern Risk
Current Risk
Targeted Risk
Keterangan:
Matrik Risiko PT PJB Services
5 Evaluasi Risiko
Pengukuran tingkat risiko dilakukan untuk:
 Inherent risk: yaitu tingkat risiko tanpa memperhitungkan unsur
pengendalian (control) yang ada saat ini (eksisting) maupun rencana
mitigasi.
 Current risk, yaitu tingkat risiko setelah mempertimbangkan unsur
pengendalian saat ini.
 Residual Risk (Target risk), yaitu tingkat risiko yang diharapkan setelah
mempertimbangkan unsur pengendalian saat ini maupun penanganan
risiko yang efektif yang dapat mengubah tingkat kemungkinan dan
dampak risiko.
5 Evaluasi Risiko
Risiko Inherent – Controlled Risk – Target Risiko Residual
Risiko Inheren Kontrol Saat Ini
Yang Efektif
Current Risk
Current Risk Kontrol Saat Ini
Yang Efektif
Target Risiko
Residual
Rencana penanganan risiko ditentukan untuk mengelola risiko hingga ke tingkat
yang dapat diterima
6 Perlakuan Risiko
Tujuan perlakuan risiko adalah untuk menyeleksi dan mengimplementasikan opsi-opsi untuk menghadapi risiko. Hasil dari
evaluasi risiko adalah suatu daftar yang berisi peringkat risiko yang memerlukan perlakuan lebih lanjut.
Tingkat
Kemungkinan
Skala
Dampak
Level
Risiko
Rp. ...........
Rp. ...........
Rp. ...........
Rp. ...........
***) Perhitungan Cost Benefit Analysis CBA) ada di Lampiran 4
****) Narative + %progress
Capaian /
Progress
Pelaksanaan
Rencana Mitigasi
****)
Residual Risk yang ditargetkan
Rencana Penanganan Risiko
(Mitigasi)
Menurunkan
Dampak atau
Kemungkinan ?
Due Date Mitigasi
(Action Plan)
Biaya Mitigasi
Cost Benefit Analysis
(CBA)
atas Rencana
Penanganan Risiko
***)
Penanggung Jawab
Rencana Mitigasi
Catatan :
1. Penerapan CBA belum dapat dilakukan di Unit Jasa O&M PJBS
2. CBA diterapkan untuk Profil Risiko Strategis dan Investasi
3. Pemantauan perubahan atas profil risiko dilakukan setiap bulan oleh Unit Masing-masing dan dikirimkan melalui email kepada Div. MRK PJBS
4. Pemantauan progress mitigasi risiko beserta evidence di-Update setiap Triwulanan dalam Aplikasi Manajemen Risiko
FORM PERLAKUAN RISIKO
6 Perlakuan Risiko
Avoid (Menghindari Risiko)
• Strategi untuk menghindari risiko sepenuhnya dengan tidak
melakukan kegiatan / proyek yang diperkirakan mempunyai
risiko melebihi selera risiko organisasi
Transfer (Berbagi Risiko)
• Strategi yang digunakan untuk memindahkan sebagian dari
risiko ke individu, entitas bisnis atau organisasi lain
(Asuransi, Subkontrak, Perjanjian bagi hasil, Outsourcing,
Joint operation)
Reduce (Mitigasi Risiko)
• Perlakuan risiko yang bertujuan untuk mengurangi skala
dampak dan kemungkinan terjadinya risiko
Accept (Menerima Risiko)
• Strategi untuk menerima risiko karena memang lebih
ekonomis untuk menerima risiko tersebut
7
Pemantauan dan
Peninjauan
8
Pencatatan dan Pelaporan
Thank You
PT PJB Services
Jl. Raya Juanda No. 17 Sidoarjo 61253
Jawa Timur - Indonesia
Telp. 031-854 8391 / 855 7909 - Fax. 031 854 8360
e-mail : info@pjbservices.com

Materi Risk Management - manajement resiko

  • 1.
    PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DILINGKUNGAN PT PJB SERVICES
  • 2.
    ISO 31000: 2018 RiskManagement - Guidelines
  • 3.
    01 02 03 Prinsip, KerangkaKerja, Proses Manajemen Risiko Standar Acuan Manajemen Risiko Pengertian Manajemen Risiko AGENDA
  • 4.
    STANDAR ACUAN PENERAPAN MANAJEMENRISIKO DI LINGKUNGAN PJBS Sumber SNI 8615-2018 ISO 31000-2018 Prinsip Kerangka Kerja Proses Keyword: Efektifitas Principles  digunakan sebagai acuan dalam pengukuran efektifitas ERM. Didalamnya mencakup tujuan untuk: meningkatkan kinerja, membangun innovasi dan mencapai sasaran usaha / sasaran kerja; Keyword: Integrasi Keyword: Operasional Process  digunakan sebagai acuan dalam membangun framework/ proses pelaksanaan standard ERM. Didalamnya mencakup penjelasan tentang: kebijakan, prosedur, praktik, komunikasi dan monitoring, pencatatan dan pelaporan. Framework  digunakan sebagai acuan dalam keberhasilan organisasi / lembaga dalam meng- integrasikan ERM dalam aktifitas, peran dan tanggung jawab operasionalnya. Didalamnya menekankan pada aspek Governance yang harus dicapai. ISO 31000 : 2018
  • 5.
    PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DILINGKUNGAN PJBS RISIKO ? Risk = Effect of uncertainty on objectives * Risiko adalah KEMUNGKINAN terjadinya suatu peristiwa yang ber-DAMPAK terhadap pencapaian SASARAN. ISO 31000: 2018 Risiko diukur dari 2 (dua) aspek : 1. Aspek KEMUNGKINAN terjadinya 2. Aspek DAMPAKnya terhadap tujuan / sasaran.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    TUJUAN : Menempuh perjalanandengan kereta api ke Jakarta untuk menghadiri rapat pada pukul 9.00 pagi  Ini adalah pernyataan DAMPAK sebuah Risiko Terlambat dan melewatkan rapat Ketinggalan kereta api shg menjadi terlambat hadir mengikuti rapat  Risiko! Dpt dikendalikan dgn memastikan msh banyak waktu utk mencapai stasiun Tidak ada makanan dalam kereta api sehingga kelaparan  Bukan Risiko! Karena tidak berdampak pada Tujuan! Risiko atau bukan? Sakit perut tadi malam mengganggu penyiapan bahan rapat  Bukan Risiko! Karena telah terjadi.
  • 9.
    Bagaimana Menyatakan SebuahRisiko? (Misal : Sasaran = Pencapaian SLA dan kinerja kelas dunia dalam kesiapan & keandalan pembangkit ) • Bisa berupa lawan kata / kebalikan dari Sasaran, tetapi kalau bisa dihindari Dihindari Risiko SLA O&M Tidak Tercapai. • Menyatakan (kemungkinan) kejadian / peristiwa, penyebab dan dampaknya. Risiko : Penurunan Performance Unit Pembangkit Sebab : Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas Dampak : - Kontrak Kinerja tidak tercapai - Menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan Atau dalam satu kalimat : Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit karena adanya Chronic Problem, Hidden Capacity, Hidden Failure yang belum tuntas sehingga berdampak kontrak kinerja tidak tercapai dan menurunnya nilai perusahaan dan kepercayaan pelanggan . • Sesuatu (kondisi) yang sudah pasti tidak dapat dinyatakan sebagai risiko. [X] Risiko geografis lokasi unit yang berada di pelosok • Tidak menyebutkan lebih dari satu risiko dalam satu pernyataan. [X] Risiko Penurunan Performance Unit Pembangkit dan Ketidakakuratan rekomendasi pembangkit • Satu pernyataan (deskripsi) risiko dapat disebabkan oleh beberapa penyebab dan beberapa dampak.
  • 10.
    MANAJEME N RISIKO ? ISO 31000: 2018 Coordinatedactivities to direct and control an organization with regard to risk Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi sehubungan dengan risiko Manajemen Risiko berupa proses sistematis dan berkesinambungan, Untuk mengidentifikasi dan mengukur level risiko Untuk menentukan tindakan terbaik dalam mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, memperkecil dampak yang ditimbulkannya (atau kedua-duanya) Guna memastikan / menciptakan keyakinan bahwa sasaran perusahaan akan dapat Manajemen risiko dapat menjadi bahan masukan / referensi dalam pengambilan keputusan. Manajemen risiko bukan untuk menjamin bahwa risiko tidak akan terjadi. Manajemen risiko hanya dapat memperkecil peluang terjadinya risiko atau memperkecil potensi dampak risiko, bukan menghilangkan risiko. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI LINGKUNGAN PJBS
  • 11.
    PEMILIK RISIKO ? ISO31000: 2018 PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI LINGKUNGAN PJBS
  • 12.
    PENERAPAN MANAJEMEN RISIKODI LINGKUNGAN PJBS (6) RISIKO berkaitan erat dengan kejelasan SASARAN SETIAP ORANG dalam perusahaan mempunyai SASARAN KINERJA RISIKO juga terdapat pada seluruh proses bisnis organisasi PEMILIK RISIKO adalah PEMILIK SASARAN, dan pada dasarnya ini berlaku untuk seluruh tingkatan organisasi RISIKO terdapat pada tingkatan seluruh organisasi SEMUA ORANG dalam perusahaan adalah RISK OWNER SEMUA ORANG harus menangani risiko agar sasaran kinerjanya tercapai MANAJEMEN RISIKO MENJADI TANGGUNG JAWAB SEMUA ORANG Siapa RISK OWNER ?
  • 13.
    ERM? PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DILINGKUNGAN PJBS Penerapan manajemen risiko : * Di segenap unsur organisasi dalam perusahaan * Diintegrasikan pada setiap aktivitas / proses bisnis  Dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran perusahaan. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
  • 14.
    TUJUAN MANAJEMEN RISIKO Meminimalisasikerugian akibat terjadinya risiko Menyediakan informasi tentang sumber-sumber potensi risiko di perusahaan Melacak sumber - sumber risiko yang berpotensi mengancam tercapainya tujuan organisasi Menjaga stabilitas dan pertumbuhan organisasi sehingga bisa berkembang dengan stabil sesuai target kerjanya. Memberikan rasa aman bagi stakeholder sehingga merasa aman dan percaya dengan integritas bisnis
  • 15.
    03 01 02 MENGIDENTIFIKASI POTENSI RISIKOYANG MUNCUL Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul, yang secara signifikan dapat mempengaruhi (bahkan menggagalkan) pencapaian Visi maupun sasaran Perusahaan. MENGUKUR LEVEL RISIKO Perusahaan memiliki kemampuan mengukur level masing-masing risiko, sehingga secara lebih dini Perusahaan dapat mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang sesuai, terkait risiko-risiko yang teridentifikasi tersebut, apakah akan diambil risiko tersebut, diperkecil kemungkinan terjadinya, diminimalkan potensi dampaknya atau diminimalkan kemungkinan dan potensi dampaknya, atau bahkan dialihkan risiko tersebut ke pihak lain. MENGELOLA RESOURCE UNTUK PENANGANAN RISIKO Dengan adanya perencanaan mitigasi lebih awal, maka sumber daya yang diperlukan dalam penanganan risiko tersebut dapat dikelola dengan lebih baik (efektif dan efisien), dan terhindar akibat / dampak / kerugian yang lebih besar karena tidak terkelolanya risiko yang ada tersebut. MANFAAT PENERAPAN MANAJEMEN RISI DI LINGKUNGAN PJBS
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    PROSES MANAJEMEN RISIKO TentukanRuang Lingkup Penetapan Konteks Tentukan Kriteria Kemungkinan dan Dampak Lakukan Identifikasi Risiko Lakukan Analisis Risiko Identifikasi Mekanisme Kontrol Eksisting Evaluasi Risiko, Petakan Level Risiko Susun Rencana Mitigasinya LM Manajemen Risiko dan LMREK Monitoring dan Review Komunikasikan dengan stakeholders terkait sasaran
  • 27.
    Komunikasi dan Konsultasidilakukan untuk :  Membantu menetapkan konteks yang tepat  Menyelaraskan persepsi stakeholder  Memastikan bahwa kepentingan stakeholder dipahami dan dipertimbangkan  Memastikan risiko teridentifikasi dan teranalisis secara memadai  Membantu stakeholders dalam memahami risiko teridentifikasi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan  Memastikan mitigasi direncanakan dan didukung secara memadai  Memastikan personil mengetahui risiko yang dihadapi Perusahaan dan bertanggung jawab atas rencana penanganannya, serta mengetahui tugas dan tanggung jawabnya terkait praktek manajemen risiko  Membangun komunikasi internal dan eksternal yang memadai Komunikasi dan Konsultasi Komunikasi dan konsultasi dengan stakeholders eksternal dan internal harus dilakukan pada semua tahapan proses manajemen risiko Dapat dilakukan diantaranya melalui diskusi, forum terbuka, focus group, survey, brainstorming dan didukung oleh dokumentasi yang memadai (daftar hadir, notulen rapat pembahasan profil risiko/ kajian risiko, dsb 1
  • 28.
    2 Ruang Lingkup LINGKUPPENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI PJBS Kajian Risiko Strategis • Kajian Risiko RJPP • Kajian Risiko RKAP Kajian Risiko Operasional • Kajian Risiko Unit Jasa O&M • Kajian Risiko Pekerjaan Proyek • Kajian Risiko Proses Bisnis Kajian Risiko Pengembangan Bisnis • Kajian Risiko Pengembangan Usaha Baru Pemantauannya pelaksanaan kontrol dan mitigasi dilakukan setiap triwulanan
  • 29.
    KRITERIA KEMUNGKINAN DANDAMPAK PJBS KRITERIA KEMUNGKINAN KATEGORI DAMPAK KRITERIA DAMPAK Kriteria Umum Produk & Layanan Kemimpinan Keuangan & Pasar Proses Bisnis Internal Pertumbuhan & Pembelajaran Tingkat Dampak 1 Tidak Signifikan 2 Minor 3 Medium 4 Signifikan 5 Sangat Signifikan
  • 30.
    KRITERIA DAMPAK PJBS KriteriaDampak Terjadinya Risiko
  • 31.
    KRITERIA DAMPAK PJBS KriteriaDampak Terjadinya Risiko
  • 32.
    KRITERIA DAMPAK PJBS KriteriaDampak Terjadinya Risiko
  • 33.
    KRITERIA DAMPAK PJBS KriteriaDampak Terjadinya Risiko
  • 34.
    KRITERIA DAMPAK PJBS KriteriaDampak Terjadinya Risiko
  • 35.
    3 Identifikasi Risiko Tujuanidentifikasi risiko adalah untuk menemukan, menerima dan menjabarkan risiko yang dapat menunjang atau menghambat pencapaian sasaran Perusahaan. Informasi yang relevan, memadai dan muthakhir merupakan hal penting dalam mengidentifikasi risiko. Proses identifikasi risiko meliputi : risiko, penyebab dan dampak FORM IDENTIFIKASI RISIKO Risiko Penyebab Dampak Tingkat Kemungkinan Skala Dampak Kategori Lavel Risiko No Sasaran Strategis Identifikasi Risiko Pemilik Risiko Inheren Risk Sasaran Kegiatan
  • 36.
    4 Analisis Risiko FORMANALISIS RISIKO Aktivitas yang sudah ada untuk Pencegahan dan Pemulihan Menurunkan Dampak atau Kemungkinan ? Aktivitas Pengendalian sesuai dengan kemungkinan dan dampak terjadinya risiko Aktivitas Pengendalian didokumentasikan secara memadai *) Aktivitas Pengendalian diterapkan secara konsisten **) Control Efektif Ya / Tidak Tingkat Kemungkinan Skala Dampak Level Risiko Pengendalian Current Risk Current Risk *) please attached file Ex: SOP, Checklist (sample) **) please add explanation Ex: aktivitas dilakukan secara rutin (harian/mingguan/ bulanan) oleh staf: ........... dan dimonitor oleh Spv/Asmen/DM/Mgr ............... Tujuan dari analisis risiko adalah memahami sifat dan perilaku risiko, bila perlu, termasuk peringkat risiko. Analisis risiko meliputi pertimbangan detail terkait dengan ketidakpastian, sumber risiko, dampak, kemungkinan, peristiwa risiko, skenario, pengendalian risiko dan keefektifannya.
  • 37.
    4 Analisis Risiko KRITERIADAN PENGUKURAN EFEKTIFITAS KONTROL
  • 38.
    5 Evaluasi Risiko Evaluasirisiko merupakan kegiatan pemetaan tingkat risiko ke dalam matriks risiko (risk matrix) yang ditetapkan perusahaan, guna mengetahui posisi risiko terhadap risk appetite dan untuk menilai / menentukan apakah suatu risiko memerlukan penanganan (mitigasi) lebih lanjut beserta prioritasnya. Risk Appetite : Risk Appetite Perusahaan secara umum ditetapkan berupa risiko pada tingkat Moderat hingga Rendah, sehingga untuk risiko pada tingkat Tinggi, Sangat Tinggi dan Ekstrem harus dilakukan penanganan / mitigasi sedemikian rupa, sehingga menjadi sekurang- kurangnya pada tingkat Moderat Inhern Risk Current Risk Targeted Risk Keterangan: Matrik Risiko PT PJB Services
  • 39.
    5 Evaluasi Risiko Pengukurantingkat risiko dilakukan untuk:  Inherent risk: yaitu tingkat risiko tanpa memperhitungkan unsur pengendalian (control) yang ada saat ini (eksisting) maupun rencana mitigasi.  Current risk, yaitu tingkat risiko setelah mempertimbangkan unsur pengendalian saat ini.  Residual Risk (Target risk), yaitu tingkat risiko yang diharapkan setelah mempertimbangkan unsur pengendalian saat ini maupun penanganan risiko yang efektif yang dapat mengubah tingkat kemungkinan dan dampak risiko.
  • 40.
    5 Evaluasi Risiko RisikoInherent – Controlled Risk – Target Risiko Residual Risiko Inheren Kontrol Saat Ini Yang Efektif Current Risk Current Risk Kontrol Saat Ini Yang Efektif Target Risiko Residual Rencana penanganan risiko ditentukan untuk mengelola risiko hingga ke tingkat yang dapat diterima
  • 41.
    6 Perlakuan Risiko Tujuanperlakuan risiko adalah untuk menyeleksi dan mengimplementasikan opsi-opsi untuk menghadapi risiko. Hasil dari evaluasi risiko adalah suatu daftar yang berisi peringkat risiko yang memerlukan perlakuan lebih lanjut. Tingkat Kemungkinan Skala Dampak Level Risiko Rp. ........... Rp. ........... Rp. ........... Rp. ........... ***) Perhitungan Cost Benefit Analysis CBA) ada di Lampiran 4 ****) Narative + %progress Capaian / Progress Pelaksanaan Rencana Mitigasi ****) Residual Risk yang ditargetkan Rencana Penanganan Risiko (Mitigasi) Menurunkan Dampak atau Kemungkinan ? Due Date Mitigasi (Action Plan) Biaya Mitigasi Cost Benefit Analysis (CBA) atas Rencana Penanganan Risiko ***) Penanggung Jawab Rencana Mitigasi Catatan : 1. Penerapan CBA belum dapat dilakukan di Unit Jasa O&M PJBS 2. CBA diterapkan untuk Profil Risiko Strategis dan Investasi 3. Pemantauan perubahan atas profil risiko dilakukan setiap bulan oleh Unit Masing-masing dan dikirimkan melalui email kepada Div. MRK PJBS 4. Pemantauan progress mitigasi risiko beserta evidence di-Update setiap Triwulanan dalam Aplikasi Manajemen Risiko FORM PERLAKUAN RISIKO
  • 42.
    6 Perlakuan Risiko Avoid(Menghindari Risiko) • Strategi untuk menghindari risiko sepenuhnya dengan tidak melakukan kegiatan / proyek yang diperkirakan mempunyai risiko melebihi selera risiko organisasi Transfer (Berbagi Risiko) • Strategi yang digunakan untuk memindahkan sebagian dari risiko ke individu, entitas bisnis atau organisasi lain (Asuransi, Subkontrak, Perjanjian bagi hasil, Outsourcing, Joint operation) Reduce (Mitigasi Risiko) • Perlakuan risiko yang bertujuan untuk mengurangi skala dampak dan kemungkinan terjadinya risiko Accept (Menerima Risiko) • Strategi untuk menerima risiko karena memang lebih ekonomis untuk menerima risiko tersebut
  • 43.
  • 44.
  • 45.
    Thank You PT PJBServices Jl. Raya Juanda No. 17 Sidoarjo 61253 Jawa Timur - Indonesia Telp. 031-854 8391 / 855 7909 - Fax. 031 854 8360 e-mail : info@pjbservices.com