Workshop
PENYUSUNAN RISALAH
BUDAYA KINERJA TEKNIK
PENYUSUNAN RISALAH BUDAYA
KINERJA BAGI KELOMPOK
BUDAYA KINERJA
NT
INTRODUCTION OF
INNOVATIO
N
MANAGEME
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
VE INNOVATION
DISRUPTI
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
VATION LIFE CYCLE
INNO
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
INNOVATION WINDOW
“Everything
should be made as
simple as possible,
but not simpler.”
Albert Einstein
source: https://www.linkedin.com/pulse/design-thinking-innovation-s-curve-joseph-oliver
CONTRIBUTION LEVEL OF INNOVATION
source: https://www.agric.wa.gov.au
INNOVATION WINDOW
TARGET USAHA
INSTANSI
BREAKTHROUGH
INNOVATION
INCREMENTAL
INNOVATION
CONTRIBUTION LEVEL OF INNOVATION
KAIZEN PRINCIPLE
BREAKTHROUGH
INNOVATION
[ INOVASI ]
INCREMENTAL
INNOVATION
[ SS, KBK, GKM, PKM ]
DAILY ROUTINE,
SYSTEM MAINTENANCE
[ 5R,TPM ]
T
INTRODUCTION OF
CONTINUOUS IMPROVEME
N
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
Continuous improvement is an ongoing effort to improve products,
services or processes
Continuous improvement adalah usaha-usaha
berkelanjutan yang dilakukan untuk mengembangkan dan
memperbaiki produk, pelayanan, ataupun proses. Usaha-
usaha tersebut bertujuan untuk mencari dan mendapatkan
“bentuk terbaik” dari improvement yang dihasilkan,
memberikan solusi terbaik bagi masalah yang ada dan
hasilnya akan terus bertahan bahkan berkembang
menjadi lebih baik lagi.
ENCAPAIA
IMPROVEMENT & INNOVATION OBJECTIVES
TOWARDS OF OPERATIONAL EXCELLENCE
ORGANIZATION
EXCELLENCE
People Excellence
PROCESS
Business Process Excellence
AKSELERASI
P
N
Quality Excellence
PRODUCT
VISI
Supply Chain Excellence
HIGH ASSURANCE
ORGANIZATION
SERVICES
Technology Excellence
IMPROVEMENT &
INNOVATION
HIGH
COMPET
ENCY
COMPETITIVE
ADVANTAGE
IMPROVEMENT
CULTURE
8 7 -8
METODOLOGI INCREMENTAL INNOVATION
PROBLEM SOLVING
1Menetapkan
Menetapkan Rencana
8 Sasaran Perbaikan
2Menganalisa Faktor
Perbaikan Selanjutnya
Penyebab Masalah
3Menetapkan
Standarisasi
7 Penyebab Dominan
Hasil Perbaikan
4Merencanakan
ACTION PLAN
Perbaikan
CHECK DO
rbaikan 6
Mengevaluasi Hasil
Pe Perbaikan
SS
1-2 ; 4
PKM
1-
KBK
1 -
NOVATION
DESAIN ARSITEKTUR MANAJEMEN INOVASI
LEVEL OF IN
CONTINUOUS IMPROVEMENT TEAM
INCREMENTAL INNOVATION TEAM
Anggota Tim dari BEBERAPA UNIT KERJA
Penugasan bersifat MANDATORY, menyelesaikan proyek yg
diamanahkan
Prinsip PROYEK, tidak memutar siklus PDCA berikutnya
bila proyek telah selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-7)
o
o
o
PKM
Anggota Tim dari 1 UNIT KERJA
Permasalahan bersifat KOMPLEKS
Berkewajiban memutar SIKLUS PDCA BERIKUTNYA bila telah
selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-8)
o
o
o
GKM
Anggota Tim dari 1 UNIT KERJA
Permasalahan bersifat SEDERHANA
Tidak berkewajiban memutar SIKLUS PDCA BERIKUTNYA bila
telah selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-2, 4-8)
o
o
o
SS
TEKNIK PENYUSUNAN
RISALAH BUDA
YA KINERJA
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
8 LANGKAH RISALAH BUDAYA KINERJA
Menentukan
Tema & Judul
Perbaikan
PDCA CYCLE
Mencari Data Baru &
Menentukan Tema Berikutnya
8
1 Mengan
2
3
lisa Penyebab
Membuat
Standar Baru 7 Menguji & Menentukan
Penyebab Dominan
4
Merencanakan
6
Meneliti Hasil 5 Perbaikan
Melaksanakan
Perbaikan
ALITY
ECTIVE
RUKSI
AJEMEN
TOMER
MPLAIN
HASIL YANG
SESUAI
STANDAR
KAN YANG
OPTIMAL
UANG
LANGKAH 1
MENENTUKAN TEMA & JUDUL PERBAIKAN
QU
OBJ
Apa saja masalah yang:
Problem
Based



PERNAH terjadi?
SEDANG terjadi?
SERING terjadi?
INST
MAN
CUS
CO
PROSES/
TIDAK
DENGAN
PERBAI
BELUM
PE
L
IMPROV
EMENT
DI
MASA
MENDA
Apa saja yang berpotensi:
 Menjadi MASALAH?
Potential
Based 

Timbulnya RISIKO?
Terjadi UNSAFE
CONDITION?
Apa saja yang:
Expectation
Based



Perlu DITINGKATKAN?
Perlu DIKEMBANGKAN?
Perlu DICIPTAKAN?
PROBLEM
MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Brainstorming Identifikasi Fakta & Data
TIPE PERMASALAHAN
TPM / JIT
PDCA-1
5R Normal Prob
Type
Of
Probl
em
GKM
PDCA-2
Profound Prob
A P
C D
C A
D S
D C
P A
KUALITAS DATA
SUMBER
JELAS
VALID
UP
TO
DAT
E
DATA
BERKUALIT
AS
TERUKUR
(SATUAN)
SESUAI
KEBUT
U
HAN
4 KUADRAN PRIORITAS
MENDESAK TAK MENDESAK
 Persiapan
 Klarifikasi nilai-nilai
 Membangun hubungan
 Telepon
 Aktivitas “Pelarian”
 Menonton TV berlebihan
TAK
PENTING
PENTING
I
 Krisis
 Problem menekan
 Proyek, rapat,
persiapan ber-
deadline
II
 Pencegahan
 Perencanaan
 Relaksasi yang
diperlukan
 Pemberdayaan
 Interupsi sia-sia
 Laporan yang tidak perlu
 Rapat, telepon, surat
yang tidak penting
 Masalah-masalah orang
lain
III
 Pekerjaan menyibukkan
 Pembuang-buang waktu
 Surat tak relevan
IV
PENENTUAN TEMA
Kumpulkan data yang mewakili fakta yang ada
Lakukan stratifikasi, untuk memudahkan
analisa
1
Lakukan analisa terhadap data dari beberapa sudut pandang.
Gunakan alat bantu yang tepat agar dapat mengidentifikasi
Prioritas persoalan
2
Selain berdasarkan data, ada beberapa hal yang dapat
mempengaruhi penentuan prioritas persoalan :
3
•
•
•
•
•
Tingkat kesulitan penanggulangan
Waktu penyelesaian
Tingkat pemahaman & pengetahuan
Tingkat kepentingan/darurat
Kebijakan baru manajemen perusahaan
ANALISA PARETO
ALUR PROSES PENETAPAN TEMA
PROBLEM
FENOMENA



Quality Objective
Customer Complain
Perbaikan yang belum
optimal


Deviasi Proses/hasil
Peluang improvement
masa mendatang
Instruksi Manajemen
di
ANALISA

Memilih Prioritas
( PRIORITY )
ANALISA
PARETO
Penetapan TEMA
Analisa Situasi
Pengumpulan &
Pengolahan
Data
Mengungkap Fakta
KETENTUAN ANALISA PARETO
ANALISA
80/20
PARETO
Rule
Teknik analisa yang dipergunakan untuk menentukan
permasalahan dengan merujuk pada :
prioritas
•
• Proses analisa
Azas sedikit tapi penting
dilakukan dari beberapa sudut pandang
trying
that will
to find the 20% of work
generate 80% of the results
PENETAPAN TEMA
Bila prioritas
ditentukan
masalah sudah diperoleh, maka TEMA perbaikan dapat
1
TEMA
*Berisi pernyataan yang menunjuk pada TUJUAN AKHIR yang ingin dicapai




Menurunkan jumlah keluhan pelanggan semen bulk
Menekan frekuensi gangguan di mesin packer Tbn II
Meningkatkan kualitas baku mutu air di cooling tower Tbn III
Meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di Crusher
Dan bagian terakhir dari proses penentuan tema adalah menuliskan
2 alasan tema
ALASAN TEMA
HARAPAN YANG INGIN DICAPAI BILA TEMA
tERSEBUT DILAKSANAKAN
PENENTUAN JUDUL
Kumpulkan data yang merupakan detail permasalahan dari TEMA
Lakukan stratifikasi, untuk memudahkan analisa
1
Lakukan analisa terhadap data dari beberapa sudut pandang.
Gunakan alat bantu yang tepat agar dapat mengidentifikasi
Prioritas persoalan
2
Selain berdasarkan data, ada beberapa hal yang dapat
mempengaruhi penentuan prioritas persoalan :
3
•
•
•
•
•
Tingkat kesulitan penanggulangan
Waktu penyelesaian
Tingkat pemahaman & pengetahuan
Tingkat kepentingan / darurat
Kebijakan baru manajemen perusahaan
ANALISA PARETO
ALUR PROSES PENETAPAN JUDUL
TEMA
Yang Telah
Ditentukan
STRATIFIKASI
Permasalahan
Utama
Memilih
PRIORIT
AS
ANALISA
PARETO
Penetapan
JUDUL
INITIAL GOAL
Hasil & Waktu
Analisa Situasi
Pengumpulan &
Pengolahan
Data
Mengungkap Fakta
PENETAPAN JUDUL
Bila TEMA sudah ditentukan,
maka selanjutnya tetapkan
JUDUL PERBAIKAN
JUDUL
Pernyataan positif atas
persoalan spesifik yang akan
segera ditangani dengan
JUDUL
suatu target perbaikan
ingin dicapai
yang
TARGET
HASIL
(KUANTITATIF
)
Hasil yang direncanakan untuk
dicapai
(target hasil kuantitatif)
WAKTU
PENYELESAIAN
Batas waktu
yg diperlukan
untuk keseluruhan
proses perbaikan (target waktu)
CONTOH TEMA & JUDUL
Tema :
Menurunkan keluhan pelanggan Internet
Judul :
Mengurangi kegagalan sambungan
komunikasi Pelanggan Internet,
minimun
60% dalam waktu 2 bulan
LANGKAH 2
MENGANALISA
Dengan
menggunakan
azas sebab
akibat
PENYEBAB
Menggali faktor-faktor yang diduga dapat
menjadi penyebab timbulnya persoalan
Hipotesis Penyebab
Dominan
tentative
VOTING
Ishikawa Relation
Diagram Diagram
NOMINAL
GROUP TECHNIQUE (NGT)
TEKNIK NOMINAL GROUP TECHNIQUE (NGT)
Step 1 Step 2 Step 3 Step 4 Step 5
• Gali ide
dari
masing-
masing
anggota
• Tuliskan di
selembar
kertas
• Lakukan
stratifikasi
berdasark
an 5 faktor
• Eliminasi
atas ide –
ide yang
sejenis
• Pasang
secara
berurutan
dgn azas
sebab
akibat
LANGKAH 3
MENGUJI & MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN
1) Uji setiap penyebab yang dianggap dominan dengan analisa statistik,
SCATTER DIAGRAM
2) Lakukan pengujian dengan cara melakukan simulasi ataupun
pengamatan sehingga didapatkan data baru yang dapat
mewakili
kondisi yang ada.
3) Tentukan nilai koefisien korelasi ( ρ ) dari setiap penyebab yang
diuji
4) Buat kesimpulan penyebab dominan dalam bentuk pie chart untuk
penyebab yang memiliki koefisien korelasi ≥ 0.714, yang
selanjutnya
akan diselesaikan di langkah 4.
Beri penjelasan singkat cara eleminasi penyebab yang mempunyai
nilai koefisien korelasi < 0.714
TEKNIK MENETAPKAN PENYEBAB DOMINAN
Hipotesis
PENYEBA
B
DOMINAN
Checksheet :
• Periode
• Lokasi
• SDM
Olah data
Scatter diagram
KESIMPULAN
(Penyebab
Dominan)
Pie chart
ANALISA DATA
Mengumpulkan
DATA BARU
ALAT MENGUJI PENYEBAB DOMINAN
Menguji dan Menentukan
Dominan :
Penyebab
1.
2.
3.
Transformasi Data
Scatter Diagram
Pie Chart
TAHAP 1: TRANSFORMASI DATA
Transformasikan Data
Kualitatif Kuantitatif
- Temukan faktor yang
diukur
Tentukan :
Faktor Dependen ( Y )
Faktor Independen ( X )
dapat
Dari Fishbone
Diagram
-
*.
*.
Kumpulkan Data
TAHAP 2: MEMBUAT SCATTER DIAGRAM
Membuat Scatter Diagram
-
-
-
Uji Korelasi terhadap SEMUA PENYEBAB
r2
Menghitung Nilai : r dan
Menentukan PENYEBAB yang DOMINAN
dan yang TIDAK DOMINAN
TAHAP 3: MEMBUAT PIE CHART
Menyusun Pie Chart
Hanya untuk FAKTOR –
FAKTOR yang sudah
teruji
DOMINAN
LANGKAH 4
MERENCANAKAN PERBAIKAN
TABEL ALTERNATIF SOLUSI
TABEL PENETAPAN SOLUSI
NO ALTERNATIF SOLUSI
PEMBOBOTAN KRITERIA
BIAYA KEAHLIAN WAKTU
NO PENYEBAB ALTERNATIF SOLUSI
LANGKAH 4
MERENCANAKAN PERBAIKAN
Bagaimana cara
memperbaiki?
Detail perbaikan
Apa bentuk
perbaikanya?
Wujud perbaikan
Berapa lama waktu
perbaikan?
Waktu
pelaksanaan
perbaikan
Penyebab dominan
HOW
MUCH
CAUSES WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW
Mengapa faktor
itu diperbaiki?
Alasan Perbaikan
Dimana
mau dicoba?
Lokasi uji coba
Siapa saja yang
bertanggung jawab?
Penanggung jawab
Intermediate Target
Estimasi Biaya
PROTOTYPE PRODUK IMPROVEMENT
PROTOTYPE PRODUK IMPROVEMENT
ANALISA RISIKO
NO POTENSI RISIKO
TINGKAT
RISIKO
MITIGASI RISIKO
1
2
3
4
5
6
7
8
LANGKAH 5
MELAKSANAKAN PERBAIKAN
Data monitoring
pelaksanaan
perbaikan
Waktu pelaksanaan
perbaikan
Penyebab
dominan
Detail Solusi
Perbaikan
CAUSES SOLUSI WHERE WHEN WHO MONEVA JUDGE
Lokasi pelaksanaan
perbaikan
Penanggung jawab
kegiatan
Kesimpulan hasil
perbaikan
ANALISA KOMPARASI
NO SEBELUM PERBAIKAN PROSES PERBAIKAN HASIL PERBAIKAN
1
*dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto
*keterangan singkat *keterangan singkat *keterangan singkat
2
*dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto
*keterangan singkat *keterangan singkat *keterangan singkat
ALUR PROSES
MERENCANAKAN & MELAKSANAKAN PERBAIKAN
RENCANA
PERBAIKA
N
INTERMEDIATE
TARGET
No
PROSES PERBAIKAN
(UJI COBA)
Stabill?
No
Yes
Berhasil? MONITORING
Yes
MAINTAIN HASIL
5 W 2 H
PENYEBAB
DOMINAN
1
LANGKAH 6
MENELITI HASIL
Proses meneliti hasil dilakukan dengan cara membuat
perbandingan antara :
• Hasil perbaikan dengan intermediate target dan initial
goal
• Hasil perbaikan dengan tema
Dokumentasikan dampak positif & dampak negatif dari
perbaikan yang dilakukan. Beri solusi bila dalam perbaikan
tersebut menimbulkan dampak negatif
1
2
Catatan:
Bila dalam langkah 6 ini intermediate target
tidak tercapai, maka perlu
mengulang kembali ke langkah 5 guna memperbaiki proses perbaikan
yang dilakukan
ANALISA NILAI PRODUK IMPROVEMENT
NO
NILAI YANG
DITINGKATK
AN
SEBELUM SESUDAH
PENINGKATA
N
NILAI
1
2
dst..
ANALISA BIA
YA & BENEFIT
NO ITEM BIAYA/BENEFIT JUMLAH
I. ANALISA BIAYA
1
2
Total Biaya yang diperlukan
II. ANALISA BENEFIT FINANSIAL
1
2
Total Benefit Finansial
III. ANALISA BENEFIT NON FINANSIAL
1
2
Total Benefit Non Finansial
TOTAL BENEFIT YANG DIHASILKAN
ALUR PROSES MENELITI HASIL
Kondisi
sebelum
perbaikan
Hasil
perbaik
an
Histogram
No Achieve
Target
Yes
Lanjutkan
Proses
Kerja Baru
Eliminasi
Dokumentasi
Monitoring
Hasil
Positif Negatif
Analisa Dampak
Pareto Diagram
Control Chart
Grafik
Ulangi
Langkah 5
Analisa
pembanding
Pengumpulan &
Pengolahan data
hasil perbaikan
KUNCI SUKSES PDCA
1. Tenggang Waktu yang digunakan untuk penelitian
2. Penggunaan QC Tools yang tepat
3. Analisa dampak perbaikan
Positif & Negatif
Analisa Komparasi
Pemastian Hasil
LANGKAH 7
MEMBUAT STANDAR BARU
 Berisi standar prosedur, standar hasil & standar implementasi (bila
standar tersebut dapat diaplikasikan ke unit lain) dengan mengacu
langkah 4 & 5
Standar prosedur meliputi :
pada

-
-
-
Standar
Standar
Standar
pembuatan (bahan, alat & proses pembuatannya)
pengoperasian
pemeliharaan
 Standar hasil mencakup jaminan bahwa bila prosedur dijalankan
dengan benar maka mampu menekan/menurunkan/meningkatkan
nilai maksimum/minimum dari kerusakan/gangguan/mutu dsb.
Tuang prosedur tersebut dalam bentuk kalimat perintah dan dengan
menyebutkan spesifikasi khusus sesuai dengan langkah perbaikan
yang dijalankan.

ALUR PROSES MEMBUAT STANDAR BARU
Proses Kerja Baru
Dokumentasi
Dampak Positif
Mengacu
Langkah
1,4,5
Memformulasikan
STANDAR BARU
Proses
Persetujuan
Manajemen
Dokumentasi &
Acuan Kerja
Hasil Monitoring
LANGKAH 8
MENGUMPULKAN DATA BARU &
MEMBUAT RENCANA BERIKUTNYA
Lakukan pengamatan atas standar prosedur baru yang
telah dijalankan;
- jika hasilnya masih sesuai dengan standar maka gugus
dipersilahkan mencari tema baru
jika hasilnya sudah tidak sesuai lagi dengan standar
maka gugus harus memutar kembali siklus PDCA pada
tema yang sama
-


Susun rencana kegiatan yang akan dilakukan
Ajukan approval kepada fasilitator atas pengajuan tema
berikutnya
ALUR PROSES MENGUMPULKAN DATA BARU
MEMBUAT RENCANA BERIKUTNYA
&
Evaluasi
Pelaksanaan
standar baru
berhasil Tidak
berhas
il
Persoalan Mutu
LAMA
Persoalan Mutu
BARU
Penentuan
Tema
Approval
Fasilitator
U
TEKNIK MENGGUNAKAN
ALAT KENDALIMUT
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
ALAT KENDALI MUTU
PARETODIAGRAM
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
PARETO DIAGRAM
PENGERTIAN
Suatu diagram berbentuk BALOK BERHIMPIT &
GARIS yang digunakan untuk :
 Menggambarkan PERBANDINGAN dan
AKUMULASI beberapa bagian dalam suatu
pengukuran
Menunjukkan PRIORITAS atas kontribusi
paling besar dari suatu faktor pengamatan
Dasar pertimbangan ANAISA PARETO
Dan wajib memenuhi ketentuan paling sedikit
terdiri dari 4 FAKTOR



PARETO DIAGRAM
TIPE DIAGRAM PARETO






QUALITY
COST
DELIVERY
SAFETY
MORALE
ENVIRONMENT
GEJALA
(FENOMEN
A)
T
I
P
E 




MAN
MATERIAL
MACHINE
METHODE
ENVIRONMENT
PENYEBAB
PARETO DIAGRAM
CARA PEMBUATAN
2 4
• Klik/pilih menu
chart & pilih
column chart,
klik enter
• Buat data sheet
pada aplikasi
Excel sesuai
kebutuhan
Pareto
1
• Blok data item
pengamatan &
jumlah per-
itemnya, klik/pilih
menu insert
3
• Isi data sesuai
dengan
ketentuan
pembuatan
data sheet
• Bentuk balok
bayangan untuk
menggambarka
n akumulasi
data
Lengkapi grafik
dengan
keterangan dan
identitas data
• Blok data kolom
akumulasi, dan
insert line chart
dan gabungkan
dg grafik balok
• Rentangkan
balok sehingga
berhimpit (tanpa
jeda)
6
8
5
7
PARETO DIAGRAM
PRINSIP ANALISA PARETO
BERPEGANG
Dalam menghadapi permmasalahan, perlu untuk terlebih dahulu
memastikan apa yang “PALING PENTING” untuk ditangani
“ Sedikit tapi Penting “
( Vital few )
“ Banyak tapi Remeh “
( Trivial Many )
AZAS PRIORITAS
PARETO DIAGRAM
SUDUT PANDANG ANALISA PARETO
JELEK
ENVIRONMENT
BAGUS
MORAL
LAMBAT
SAFETY
SUDUT
PANDANG
ANALISA
CEPAT
DELIVERY
RENDAH
COST
TINGGI
QUALITY
PARETO DIAGRAM
CONTOH ANALISA PARETO
PARETO TEMA
A Kemasan Karton Rusak 37 37 32% 32%
B Kemasan Peti Kayu Rusak 30 67 26% 59%
C Ikatan Plastik Vynil Kendor 27 94 24% 82%
D Plastik Pembungkus Sobek 20 114 18% 100%
114 100%
PARETO JUDUL
X Rusak saat Penerimaan 48 48 74% 74%
Y Rusak saat Pengiriman 12 60 18% 92%
Z Rusak saat Pengepakan 5 65 8% 100%
65 100%
Kode Masalah Frek. Kum. % % Kum.
Kode Masalah Frek. Kum. % % Kum.
ALAT KENDALI MUTU
FISHBONE DIAGRAM
NOMINAL GROUP
TECHNIQUE
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
FISHBONE
DEFINISI
DIAGRAM
Diagram
Ishikawa
(1953)
Cous
e
and Effect
Diagram
Diagram Tulang ikan
=
Fishbone
Diagram
Diagram Sebab
Akibat
FISHBONE DIAGRAM
DEFINISI
Sarana alat untuk mencari dan
menemukan
Penyebab-penyebab yang
berpengaruh
terhada
p
suat
u
hasi
l
kerja (AKIBAT)
PENYEBAB
(Faktor yang
berpengaruh)
AKIBAT
(Hasil yang
dicapai)
FISHBONE DIAGRAM
FUNGSI & KARAKTERISTIK
FUNGSI
 Mampu memberikan gambaran lengkap mengenai FAKTOR-
FAKTOR PENYEBAB suatu persoalan/masalah/kasus
 Mendeteksi
DOMINAN
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB tertentu yangdiprediksi
Menunjukkan suatu pola
hubungan SEBAB
AKIBAT
KARAKTERISTIK
Menggunakan data Verbal
Menggunakan konsep
STRATIFIKASI
Memanfaatkan NGT
Dikerjakan dalam kelompok
FISHBONE DIAGRAM
PERSIAPAN
1. Tetapkan PERSOALAN
dianalisa
/ MASALAH yang akan
2. Lakukanlah pengumpulan ide tentang PENYEBAB-
PENYEBAB timbulnya persoalan tersebut, dengan
memanfaatkan NGT.
Kumpulkan ide sebanyak-banyaknya!
Ide-ide yang telah terkumpul dipilah-pilah kedalam
kelompok sejenis (Stratifikasi)
Siapkan Gambar FISHBONE DIAGRAM !
3.
4.
FISHBONE DIAGRAM
PEMBUATAN
1. Gambarkan Diagram dengan kepala ikan menghadap ke
KANAN
Cantumkan Persoalan / Masalah di KEPALA IKAN, kumpulkan
ide sebanyak-banyaknya!
Masukkan penyebab pada CABANG-CABANG DURI IKAN.
Lakukan PENGEMBANGAN IDE saat memasukkan penyebab-
penyebab.
Buat TANDA PANAH yang mengarah kekepala ikan.
Lakukan VOTING (sesuai metoda NGT) terhadap SEMUA
PENYEBAB pada CABANG DURI yang PALING UJUNG.
Berdasarkan hasil voting, tentukanlah dan beri tanda
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB yang DOMINAN (kesimpulan)
2.
3.
4.
5.
6.
7.
FISHBONE DIAGRAM
CONTOH
ENVIRONMENT
(Lingkungan)
MACHINE
(Alat)
MAN
(Manusi
a)
Sudah tua
Petugas bekerja lambat
Lay out tidak beraturan
Peralatan kurang canggih
Petugas baru
Ruang kerja tidak nyaman
Jumlah sedikit
Belum dilatih
Tidak ada ruang tunggu
Petugas bekerja serabutan
Belum ada pembagian
tugas
Proses
peminjaman
lama
Isi Formulir lama
Harus antri
Berbelit - belit
Jumlah uang pinjaman dibatasi
Pemeriksaan data Calon
Modal kerja masih sedikit
peminjam lama
Proses persetujuan lama
Harus mencairkan uang di Bank
Formulir terlalu banyak
Kas KOSERBA Hanya
untuk operasi
Takut dicuri
Harus diparaf 3 pejabat
Data yang dituangkan
terlalu banyak
Mengikuti Prosedur persh. induk
METHOD
(Metoda)
MATERIAL
(Bahan) Prosedur Koserba belum ada
FISHBONE DIAGRAM
DINAMIKA MENCARI PENYEBAB DENGAN ALAT BANTU
Voting
NGT
Menyusu
n
FISHBONE
DIAGRAM
(Mengumpulka
n
ide-ide
Penyebab)
Mengupayaka
n:
4M + E
Mengupayaka
n:
5 Why
Membuat
Kesimpulan
Faktor-faktor
Yang
dianggap
DOMINAN
STRATIFIKASI
(Pemilihan Ide-
ide)
Menentukan
Persoalan /
Masalah
(AKIBAT)
3 HAL PERHATIAN UTAMA
Dalam penggunaan Fishbone
akan didapat :
diagram yang efektif
1.
2.
3.
Ketajaman ANALISA dan KORELASI Sebab-Akibat
Penyusunan Kalimat/ Penempatan Penyebab
Pengambilan Keputusan
3 HAL PERHATIAN UTAMA
Ketajaman dan Korelasi Sebab-Akibat
1
1.
2.
3.
Pedoman 5 WHY
Korelasi : Semua cabang duri dengan kepala
Pengembangan Ide - Ide
ikan
Penyusuan Kalimat/ Penempatan Penyebab
2
1.
2.
3.
Ringkas
Memiliki arti yang lengkap/ komprehensif
Ber-konotasi Negatif
Pengambilan Keputusan
3
1.
2.
3.
VOTING – Pemilihan penyebab yg kiranya
PENANDAAN PENYEBAB yang dipilih
Penyusunan KESIMPULAN
bisa diatasi
FISHBONE DIAGRAM
STRATIFIKASI
…. Adalah proses berpikir dan upaya untuk
memilah-milah atau membagi suatu
kumpulan fakta / data, kedalam kumpulan-
kumpulan yang lebih kecil
MANFAAT




Menanamkan proses berpikir PRIORITAS.
Memudahkan memilih ALTERNATIF.
Sebagai landasan pengambilan TINDAKAN.
Sebagai langkah awal menuju ANALISA lebih lanjut.
FISHBONE
STRATIFIKASI
DIAGRAM
PROSES VOTING
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Dari Fishbone Diagram
di ujung cabang duri
penyebab yang dipilih,
Penyebab yang dipilih
Tentukan Rangking
Isi Form Rekapitulasi
Peringkat (Kelompok)
Beri TANDA penyebab-
pada Fishbone
Diagram
Tentukan peringkat
masing-masing penyebab
oleh semua anggota KBK
Buat KESIMPULAN
Penyebab-penyebab
NOMINAL GROUP TECHNIQUE
KETENTUAN NGT
A. Tanpa berkomunikasi, anggota kelompok
menuliskan idenya masing-masing
Semua ide yang sudah ditulis dikumpulkan
Kelompok melakukan klarifikasi masing-masing
Proses penentuan ranking untuk menentukan
prioritas ide
Diskusi kelompok untuk mencapai konsensus
B.
C.
D.
ide
E.
NOMINAL GROUP TECHNIQUE
FUNGSI NGT
 Membantu untuk menemukan penyebab
persoalan sebanya-banyaknya, oleh KBK
Sarana untuk menentukan faktor-faktor
penyebab yang dominan

NOMINAL GROUP TECHNIQUE
FUNGSI & PENERAPAN NGT
 Membantu untuk menemukan penyebab persoalan
sebanya-banyaknya, oleh KBK
FUNGSI
 Sarana untuk menentukan faktor-faktor
yang dominan
penyebab
PENERAPAN
Sebelum Sesudah
Fishbone Diagram
Mengumpulkan ide
penyebab sebanyak
- banyaknya
Menentukan
penyebab
dominan
(VOTING)
Mempertajam
analisa
penyebab
NOMINAL GROUP TECHNIQUE
PENGUMPULAN IDE PENYEBAB
1. Tentukan PERSOALAN yang akan dicari
penyebabnya
2. Bagikan
anggota
Tuliskan
kertas (Formulir) kepada setiap
kelompok
ide penyebab sebanyak – banyaknya
3.
oleh masing – masing anggota kelompok
“satu ide pada satu formulir”
Kumpulkan semua ide dan stratifikasi
berdasarkan faktor penyebab yang sejenis.
Catat semua ide yang telah distratifikasi.
4.
5.
NOMINAL GROUP TECHNIQUE
METODE & RUMUS NGT
METODE


Brainstorming
Voting
(tentative)
RUMUS
Rumus NGT :
 Jika N < 5, maka semua akar penyebab diuji
scatter
 Jika N = 5–10, maka rumusnya ½ N + 1
 Jika N > 5, maka rumusnya ½ N
ALAT KENDALI MUTU
SCATTER DIAGRAM
source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
SCATTER DIAGRAM
DEFINISI
Diagram yang mengambarkan beberapa pasangan data numerik
untuk menunjukkan HUBUNGAN (KORELASI) di antara 2 faktor
dan TINGKATANNYA (kuat lemahnya hubungan tersebut)
SCATTER DIAGRAM
CONTOH KORELASI
style penampilan
 Hubungan antara suhu dengan
wujud benda
gelombang radio dengan
 Hubungan antara
repetitive pekerjaan
dengan tingkat kesalahan
 Hub
Nung
ean
gan
atar
ta
s
iu
vhu
e
pemanasan dengan jumlah air
yang tersisa dalam panci
 Hubungan antara suhu dengan
 HubungaCn auntarra
fvrekewensi
kejelasan penerimaan siaran.
 Hubungan antara
pendapatan yang diterima
dengan gaya
hidu
Pp
ositive
 Hubungan antara keikutsertaan
try out dengan kesiapan siswa
menghadapi UNAS
 Hubungan antara usia dengan
Partial
wujud benda
SCATTER DIAGRAM
TREN DATA YANG DIHASILKAN
NEGATIF
TREND
PARSIAL POSITIF
KURVA
SCATTER DIAGRAM
TINGKAT KORELASI YANG DIMILIKI
KUAT, JIKA ρ > 0,714
KOEFISIEN
KORELASI
KONSTANTA ρ = 0,714
ρ (RHO)
LEMAH, JIKA ρ < 0,714
NILAI KOEFISIEN KORELASI ADALAH
ANTARA RANGE -1 ≤ r +1
SCATTER DIAGRAM
TINGKAT KORELASI YANG DIMILIKI
Kedua
variabel
mempunyai
hubungan
sempurna
negatif
Kedua
variabel
ada
Kedua
variabel
mempunyai
hubungan
sempurna
positif
tidak
hubungan
ρ = -1 ρ = 0 ρ = 1
SCATTER DIAGRAM
CARA PEMBUATAN
Buat sederet data sepasang (X dan Y).
X = penyebab; Y = akibat
Minimal 7 pasang data di aplikasi
Excel
1
Blok seluruh data & klik/pilih menu
insert
2
Klik/pilih menu chart & pilih scatter,
tekan enter. Diagram scatter akan
terbentuk
3
Klik kanan di salah satu titik dengan
posisi di tengah, pilih menu Add
Trendline
4
Klik “Diplay R Squared Value on Chart, 5
R2
Klik Enter maka akan muncul nilai
Hitung koefisien korelasi dengan
R2
cara menghitung akar dari nilai
dengan rumus (=nilai R2ʌ0.5)
6
Beri identitas data secara lengkap (judul,
periode pengambilan data, tempat &
PIC)
7
SCATTER DIAGRAM
CONTOH
Thank you for your attention
Mochammad Kharis, ST., M.MT.
0811 3424 244
mochammad.kharis@semenindonesia.com
kharishae@gmail.com

MATERI PENYUSUNAN RISALAH BUDAYA KINERJA

  • 1.
    Workshop PENYUSUNAN RISALAH BUDAYA KINERJATEKNIK PENYUSUNAN RISALAH BUDAYA KINERJA BAGI KELOMPOK BUDAYA KINERJA
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    VATION LIFE CYCLE INNO source:http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 5.
    INNOVATION WINDOW “Everything should bemade as simple as possible, but not simpler.” Albert Einstein source: https://www.linkedin.com/pulse/design-thinking-innovation-s-curve-joseph-oliver
  • 6.
    CONTRIBUTION LEVEL OFINNOVATION source: https://www.agric.wa.gov.au
  • 7.
  • 8.
    CONTRIBUTION LEVEL OFINNOVATION KAIZEN PRINCIPLE BREAKTHROUGH INNOVATION [ INOVASI ] INCREMENTAL INNOVATION [ SS, KBK, GKM, PKM ] DAILY ROUTINE, SYSTEM MAINTENANCE [ 5R,TPM ]
  • 9.
    T INTRODUCTION OF CONTINUOUS IMPROVEME N source:http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 10.
    Continuous improvement isan ongoing effort to improve products, services or processes Continuous improvement adalah usaha-usaha berkelanjutan yang dilakukan untuk mengembangkan dan memperbaiki produk, pelayanan, ataupun proses. Usaha- usaha tersebut bertujuan untuk mencari dan mendapatkan “bentuk terbaik” dari improvement yang dihasilkan, memberikan solusi terbaik bagi masalah yang ada dan hasilnya akan terus bertahan bahkan berkembang menjadi lebih baik lagi.
  • 11.
    ENCAPAIA IMPROVEMENT & INNOVATIONOBJECTIVES TOWARDS OF OPERATIONAL EXCELLENCE ORGANIZATION EXCELLENCE People Excellence PROCESS Business Process Excellence AKSELERASI P N Quality Excellence PRODUCT VISI Supply Chain Excellence HIGH ASSURANCE ORGANIZATION SERVICES Technology Excellence IMPROVEMENT & INNOVATION HIGH COMPET ENCY COMPETITIVE ADVANTAGE IMPROVEMENT CULTURE
  • 12.
    8 7 -8 METODOLOGIINCREMENTAL INNOVATION PROBLEM SOLVING 1Menetapkan Menetapkan Rencana 8 Sasaran Perbaikan 2Menganalisa Faktor Perbaikan Selanjutnya Penyebab Masalah 3Menetapkan Standarisasi 7 Penyebab Dominan Hasil Perbaikan 4Merencanakan ACTION PLAN Perbaikan CHECK DO rbaikan 6 Mengevaluasi Hasil Pe Perbaikan SS 1-2 ; 4 PKM 1- KBK 1 -
  • 13.
  • 14.
    CONTINUOUS IMPROVEMENT TEAM INCREMENTALINNOVATION TEAM Anggota Tim dari BEBERAPA UNIT KERJA Penugasan bersifat MANDATORY, menyelesaikan proyek yg diamanahkan Prinsip PROYEK, tidak memutar siklus PDCA berikutnya bila proyek telah selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-7) o o o PKM Anggota Tim dari 1 UNIT KERJA Permasalahan bersifat KOMPLEKS Berkewajiban memutar SIKLUS PDCA BERIKUTNYA bila telah selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-8) o o o GKM Anggota Tim dari 1 UNIT KERJA Permasalahan bersifat SEDERHANA Tidak berkewajiban memutar SIKLUS PDCA BERIKUTNYA bila telah selesai dilaksanakan (LANGKAH 1-2, 4-8) o o o SS
  • 15.
    TEKNIK PENYUSUNAN RISALAH BUDA YAKINERJA source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 16.
    8 LANGKAH RISALAHBUDAYA KINERJA Menentukan Tema & Judul Perbaikan PDCA CYCLE Mencari Data Baru & Menentukan Tema Berikutnya 8 1 Mengan 2 3 lisa Penyebab Membuat Standar Baru 7 Menguji & Menentukan Penyebab Dominan 4 Merencanakan 6 Meneliti Hasil 5 Perbaikan Melaksanakan Perbaikan
  • 17.
    ALITY ECTIVE RUKSI AJEMEN TOMER MPLAIN HASIL YANG SESUAI STANDAR KAN YANG OPTIMAL UANG LANGKAH1 MENENTUKAN TEMA & JUDUL PERBAIKAN QU OBJ Apa saja masalah yang: Problem Based    PERNAH terjadi? SEDANG terjadi? SERING terjadi? INST MAN CUS CO PROSES/ TIDAK DENGAN PERBAI BELUM PE L IMPROV EMENT DI MASA MENDA Apa saja yang berpotensi:  Menjadi MASALAH? Potential Based   Timbulnya RISIKO? Terjadi UNSAFE CONDITION? Apa saja yang: Expectation Based    Perlu DITINGKATKAN? Perlu DIKEMBANGKAN? Perlu DICIPTAKAN? PROBLEM
  • 18.
  • 19.
    TIPE PERMASALAHAN TPM /JIT PDCA-1 5R Normal Prob Type Of Probl em GKM PDCA-2 Profound Prob A P C D C A D S D C P A
  • 20.
  • 21.
    4 KUADRAN PRIORITAS MENDESAKTAK MENDESAK  Persiapan  Klarifikasi nilai-nilai  Membangun hubungan  Telepon  Aktivitas “Pelarian”  Menonton TV berlebihan TAK PENTING PENTING I  Krisis  Problem menekan  Proyek, rapat, persiapan ber- deadline II  Pencegahan  Perencanaan  Relaksasi yang diperlukan  Pemberdayaan  Interupsi sia-sia  Laporan yang tidak perlu  Rapat, telepon, surat yang tidak penting  Masalah-masalah orang lain III  Pekerjaan menyibukkan  Pembuang-buang waktu  Surat tak relevan IV
  • 22.
    PENENTUAN TEMA Kumpulkan datayang mewakili fakta yang ada Lakukan stratifikasi, untuk memudahkan analisa 1 Lakukan analisa terhadap data dari beberapa sudut pandang. Gunakan alat bantu yang tepat agar dapat mengidentifikasi Prioritas persoalan 2 Selain berdasarkan data, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas persoalan : 3 • • • • • Tingkat kesulitan penanggulangan Waktu penyelesaian Tingkat pemahaman & pengetahuan Tingkat kepentingan/darurat Kebijakan baru manajemen perusahaan ANALISA PARETO
  • 23.
    ALUR PROSES PENETAPANTEMA PROBLEM FENOMENA    Quality Objective Customer Complain Perbaikan yang belum optimal   Deviasi Proses/hasil Peluang improvement masa mendatang Instruksi Manajemen di ANALISA  Memilih Prioritas ( PRIORITY ) ANALISA PARETO Penetapan TEMA Analisa Situasi Pengumpulan & Pengolahan Data Mengungkap Fakta
  • 24.
    KETENTUAN ANALISA PARETO ANALISA 80/20 PARETO Rule Teknikanalisa yang dipergunakan untuk menentukan permasalahan dengan merujuk pada : prioritas • • Proses analisa Azas sedikit tapi penting dilakukan dari beberapa sudut pandang trying that will to find the 20% of work generate 80% of the results
  • 25.
    PENETAPAN TEMA Bila prioritas ditentukan masalahsudah diperoleh, maka TEMA perbaikan dapat 1 TEMA *Berisi pernyataan yang menunjuk pada TUJUAN AKHIR yang ingin dicapai     Menurunkan jumlah keluhan pelanggan semen bulk Menekan frekuensi gangguan di mesin packer Tbn II Meningkatkan kualitas baku mutu air di cooling tower Tbn III Meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di Crusher Dan bagian terakhir dari proses penentuan tema adalah menuliskan 2 alasan tema ALASAN TEMA HARAPAN YANG INGIN DICAPAI BILA TEMA tERSEBUT DILAKSANAKAN
  • 26.
    PENENTUAN JUDUL Kumpulkan datayang merupakan detail permasalahan dari TEMA Lakukan stratifikasi, untuk memudahkan analisa 1 Lakukan analisa terhadap data dari beberapa sudut pandang. Gunakan alat bantu yang tepat agar dapat mengidentifikasi Prioritas persoalan 2 Selain berdasarkan data, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas persoalan : 3 • • • • • Tingkat kesulitan penanggulangan Waktu penyelesaian Tingkat pemahaman & pengetahuan Tingkat kepentingan / darurat Kebijakan baru manajemen perusahaan ANALISA PARETO
  • 27.
    ALUR PROSES PENETAPANJUDUL TEMA Yang Telah Ditentukan STRATIFIKASI Permasalahan Utama Memilih PRIORIT AS ANALISA PARETO Penetapan JUDUL INITIAL GOAL Hasil & Waktu Analisa Situasi Pengumpulan & Pengolahan Data Mengungkap Fakta
  • 28.
    PENETAPAN JUDUL Bila TEMAsudah ditentukan, maka selanjutnya tetapkan JUDUL PERBAIKAN JUDUL Pernyataan positif atas persoalan spesifik yang akan segera ditangani dengan JUDUL suatu target perbaikan ingin dicapai yang TARGET HASIL (KUANTITATIF ) Hasil yang direncanakan untuk dicapai (target hasil kuantitatif) WAKTU PENYELESAIAN Batas waktu yg diperlukan untuk keseluruhan proses perbaikan (target waktu)
  • 29.
    CONTOH TEMA &JUDUL Tema : Menurunkan keluhan pelanggan Internet Judul : Mengurangi kegagalan sambungan komunikasi Pelanggan Internet, minimun 60% dalam waktu 2 bulan
  • 30.
    LANGKAH 2 MENGANALISA Dengan menggunakan azas sebab akibat PENYEBAB Menggalifaktor-faktor yang diduga dapat menjadi penyebab timbulnya persoalan Hipotesis Penyebab Dominan tentative VOTING Ishikawa Relation Diagram Diagram NOMINAL GROUP TECHNIQUE (NGT)
  • 31.
    TEKNIK NOMINAL GROUPTECHNIQUE (NGT) Step 1 Step 2 Step 3 Step 4 Step 5 • Gali ide dari masing- masing anggota • Tuliskan di selembar kertas • Lakukan stratifikasi berdasark an 5 faktor • Eliminasi atas ide – ide yang sejenis • Pasang secara berurutan dgn azas sebab akibat
  • 32.
    LANGKAH 3 MENGUJI &MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN 1) Uji setiap penyebab yang dianggap dominan dengan analisa statistik, SCATTER DIAGRAM 2) Lakukan pengujian dengan cara melakukan simulasi ataupun pengamatan sehingga didapatkan data baru yang dapat mewakili kondisi yang ada. 3) Tentukan nilai koefisien korelasi ( ρ ) dari setiap penyebab yang diuji 4) Buat kesimpulan penyebab dominan dalam bentuk pie chart untuk penyebab yang memiliki koefisien korelasi ≥ 0.714, yang selanjutnya akan diselesaikan di langkah 4. Beri penjelasan singkat cara eleminasi penyebab yang mempunyai nilai koefisien korelasi < 0.714
  • 33.
    TEKNIK MENETAPKAN PENYEBABDOMINAN Hipotesis PENYEBA B DOMINAN Checksheet : • Periode • Lokasi • SDM Olah data Scatter diagram KESIMPULAN (Penyebab Dominan) Pie chart ANALISA DATA Mengumpulkan DATA BARU
  • 34.
    ALAT MENGUJI PENYEBABDOMINAN Menguji dan Menentukan Dominan : Penyebab 1. 2. 3. Transformasi Data Scatter Diagram Pie Chart
  • 35.
    TAHAP 1: TRANSFORMASIDATA Transformasikan Data Kualitatif Kuantitatif - Temukan faktor yang diukur Tentukan : Faktor Dependen ( Y ) Faktor Independen ( X ) dapat Dari Fishbone Diagram - *. *. Kumpulkan Data
  • 36.
    TAHAP 2: MEMBUATSCATTER DIAGRAM Membuat Scatter Diagram - - - Uji Korelasi terhadap SEMUA PENYEBAB r2 Menghitung Nilai : r dan Menentukan PENYEBAB yang DOMINAN dan yang TIDAK DOMINAN
  • 37.
    TAHAP 3: MEMBUATPIE CHART Menyusun Pie Chart Hanya untuk FAKTOR – FAKTOR yang sudah teruji DOMINAN
  • 38.
    LANGKAH 4 MERENCANAKAN PERBAIKAN TABELALTERNATIF SOLUSI TABEL PENETAPAN SOLUSI NO ALTERNATIF SOLUSI PEMBOBOTAN KRITERIA BIAYA KEAHLIAN WAKTU NO PENYEBAB ALTERNATIF SOLUSI
  • 39.
    LANGKAH 4 MERENCANAKAN PERBAIKAN Bagaimanacara memperbaiki? Detail perbaikan Apa bentuk perbaikanya? Wujud perbaikan Berapa lama waktu perbaikan? Waktu pelaksanaan perbaikan Penyebab dominan HOW MUCH CAUSES WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW Mengapa faktor itu diperbaiki? Alasan Perbaikan Dimana mau dicoba? Lokasi uji coba Siapa saja yang bertanggung jawab? Penanggung jawab Intermediate Target Estimasi Biaya
  • 40.
  • 41.
  • 42.
    ANALISA RISIKO NO POTENSIRISIKO TINGKAT RISIKO MITIGASI RISIKO 1 2 3 4 5 6 7 8
  • 43.
    LANGKAH 5 MELAKSANAKAN PERBAIKAN Datamonitoring pelaksanaan perbaikan Waktu pelaksanaan perbaikan Penyebab dominan Detail Solusi Perbaikan CAUSES SOLUSI WHERE WHEN WHO MONEVA JUDGE Lokasi pelaksanaan perbaikan Penanggung jawab kegiatan Kesimpulan hasil perbaikan
  • 44.
    ANALISA KOMPARASI NO SEBELUMPERBAIKAN PROSES PERBAIKAN HASIL PERBAIKAN 1 *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *keterangan singkat *keterangan singkat *keterangan singkat 2 *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *dokumentasi/foto *keterangan singkat *keterangan singkat *keterangan singkat
  • 45.
    ALUR PROSES MERENCANAKAN &MELAKSANAKAN PERBAIKAN RENCANA PERBAIKA N INTERMEDIATE TARGET No PROSES PERBAIKAN (UJI COBA) Stabill? No Yes Berhasil? MONITORING Yes MAINTAIN HASIL 5 W 2 H PENYEBAB DOMINAN
  • 46.
    1 LANGKAH 6 MENELITI HASIL Prosesmeneliti hasil dilakukan dengan cara membuat perbandingan antara : • Hasil perbaikan dengan intermediate target dan initial goal • Hasil perbaikan dengan tema Dokumentasikan dampak positif & dampak negatif dari perbaikan yang dilakukan. Beri solusi bila dalam perbaikan tersebut menimbulkan dampak negatif 1 2 Catatan: Bila dalam langkah 6 ini intermediate target tidak tercapai, maka perlu mengulang kembali ke langkah 5 guna memperbaiki proses perbaikan yang dilakukan
  • 47.
    ANALISA NILAI PRODUKIMPROVEMENT NO NILAI YANG DITINGKATK AN SEBELUM SESUDAH PENINGKATA N NILAI 1 2 dst..
  • 48.
    ANALISA BIA YA &BENEFIT NO ITEM BIAYA/BENEFIT JUMLAH I. ANALISA BIAYA 1 2 Total Biaya yang diperlukan II. ANALISA BENEFIT FINANSIAL 1 2 Total Benefit Finansial III. ANALISA BENEFIT NON FINANSIAL 1 2 Total Benefit Non Finansial TOTAL BENEFIT YANG DIHASILKAN
  • 49.
    ALUR PROSES MENELITIHASIL Kondisi sebelum perbaikan Hasil perbaik an Histogram No Achieve Target Yes Lanjutkan Proses Kerja Baru Eliminasi Dokumentasi Monitoring Hasil Positif Negatif Analisa Dampak Pareto Diagram Control Chart Grafik Ulangi Langkah 5 Analisa pembanding Pengumpulan & Pengolahan data hasil perbaikan
  • 50.
    KUNCI SUKSES PDCA 1.Tenggang Waktu yang digunakan untuk penelitian 2. Penggunaan QC Tools yang tepat 3. Analisa dampak perbaikan Positif & Negatif Analisa Komparasi Pemastian Hasil
  • 51.
    LANGKAH 7 MEMBUAT STANDARBARU  Berisi standar prosedur, standar hasil & standar implementasi (bila standar tersebut dapat diaplikasikan ke unit lain) dengan mengacu langkah 4 & 5 Standar prosedur meliputi : pada  - - - Standar Standar Standar pembuatan (bahan, alat & proses pembuatannya) pengoperasian pemeliharaan  Standar hasil mencakup jaminan bahwa bila prosedur dijalankan dengan benar maka mampu menekan/menurunkan/meningkatkan nilai maksimum/minimum dari kerusakan/gangguan/mutu dsb. Tuang prosedur tersebut dalam bentuk kalimat perintah dan dengan menyebutkan spesifikasi khusus sesuai dengan langkah perbaikan yang dijalankan. 
  • 52.
    ALUR PROSES MEMBUATSTANDAR BARU Proses Kerja Baru Dokumentasi Dampak Positif Mengacu Langkah 1,4,5 Memformulasikan STANDAR BARU Proses Persetujuan Manajemen Dokumentasi & Acuan Kerja Hasil Monitoring
  • 53.
    LANGKAH 8 MENGUMPULKAN DATABARU & MEMBUAT RENCANA BERIKUTNYA Lakukan pengamatan atas standar prosedur baru yang telah dijalankan; - jika hasilnya masih sesuai dengan standar maka gugus dipersilahkan mencari tema baru jika hasilnya sudah tidak sesuai lagi dengan standar maka gugus harus memutar kembali siklus PDCA pada tema yang sama -   Susun rencana kegiatan yang akan dilakukan Ajukan approval kepada fasilitator atas pengajuan tema berikutnya
  • 54.
    ALUR PROSES MENGUMPULKANDATA BARU MEMBUAT RENCANA BERIKUTNYA & Evaluasi Pelaksanaan standar baru berhasil Tidak berhas il Persoalan Mutu LAMA Persoalan Mutu BARU Penentuan Tema Approval Fasilitator
  • 55.
    U TEKNIK MENGGUNAKAN ALAT KENDALIMUT source:http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 56.
    ALAT KENDALI MUTU PARETODIAGRAM source:http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 57.
    PARETO DIAGRAM PENGERTIAN Suatu diagramberbentuk BALOK BERHIMPIT & GARIS yang digunakan untuk :  Menggambarkan PERBANDINGAN dan AKUMULASI beberapa bagian dalam suatu pengukuran Menunjukkan PRIORITAS atas kontribusi paling besar dari suatu faktor pengamatan Dasar pertimbangan ANAISA PARETO Dan wajib memenuhi ketentuan paling sedikit terdiri dari 4 FAKTOR   
  • 58.
    PARETO DIAGRAM TIPE DIAGRAMPARETO       QUALITY COST DELIVERY SAFETY MORALE ENVIRONMENT GEJALA (FENOMEN A) T I P E      MAN MATERIAL MACHINE METHODE ENVIRONMENT PENYEBAB
  • 59.
    PARETO DIAGRAM CARA PEMBUATAN 24 • Klik/pilih menu chart & pilih column chart, klik enter • Buat data sheet pada aplikasi Excel sesuai kebutuhan Pareto 1 • Blok data item pengamatan & jumlah per- itemnya, klik/pilih menu insert 3 • Isi data sesuai dengan ketentuan pembuatan data sheet • Bentuk balok bayangan untuk menggambarka n akumulasi data Lengkapi grafik dengan keterangan dan identitas data • Blok data kolom akumulasi, dan insert line chart dan gabungkan dg grafik balok • Rentangkan balok sehingga berhimpit (tanpa jeda) 6 8 5 7
  • 60.
    PARETO DIAGRAM PRINSIP ANALISAPARETO BERPEGANG Dalam menghadapi permmasalahan, perlu untuk terlebih dahulu memastikan apa yang “PALING PENTING” untuk ditangani “ Sedikit tapi Penting “ ( Vital few ) “ Banyak tapi Remeh “ ( Trivial Many ) AZAS PRIORITAS
  • 61.
    PARETO DIAGRAM SUDUT PANDANGANALISA PARETO JELEK ENVIRONMENT BAGUS MORAL LAMBAT SAFETY SUDUT PANDANG ANALISA CEPAT DELIVERY RENDAH COST TINGGI QUALITY
  • 62.
    PARETO DIAGRAM CONTOH ANALISAPARETO PARETO TEMA A Kemasan Karton Rusak 37 37 32% 32% B Kemasan Peti Kayu Rusak 30 67 26% 59% C Ikatan Plastik Vynil Kendor 27 94 24% 82% D Plastik Pembungkus Sobek 20 114 18% 100% 114 100% PARETO JUDUL X Rusak saat Penerimaan 48 48 74% 74% Y Rusak saat Pengiriman 12 60 18% 92% Z Rusak saat Pengepakan 5 65 8% 100% 65 100% Kode Masalah Frek. Kum. % % Kum. Kode Masalah Frek. Kum. % % Kum.
  • 63.
    ALAT KENDALI MUTU FISHBONEDIAGRAM NOMINAL GROUP TECHNIQUE source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 64.
  • 65.
    FISHBONE DIAGRAM DEFINISI Sarana alatuntuk mencari dan menemukan Penyebab-penyebab yang berpengaruh terhada p suat u hasi l kerja (AKIBAT) PENYEBAB (Faktor yang berpengaruh) AKIBAT (Hasil yang dicapai)
  • 66.
    FISHBONE DIAGRAM FUNGSI &KARAKTERISTIK FUNGSI  Mampu memberikan gambaran lengkap mengenai FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB suatu persoalan/masalah/kasus  Mendeteksi DOMINAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB tertentu yangdiprediksi Menunjukkan suatu pola hubungan SEBAB AKIBAT KARAKTERISTIK Menggunakan data Verbal Menggunakan konsep STRATIFIKASI Memanfaatkan NGT Dikerjakan dalam kelompok
  • 67.
    FISHBONE DIAGRAM PERSIAPAN 1. TetapkanPERSOALAN dianalisa / MASALAH yang akan 2. Lakukanlah pengumpulan ide tentang PENYEBAB- PENYEBAB timbulnya persoalan tersebut, dengan memanfaatkan NGT. Kumpulkan ide sebanyak-banyaknya! Ide-ide yang telah terkumpul dipilah-pilah kedalam kelompok sejenis (Stratifikasi) Siapkan Gambar FISHBONE DIAGRAM ! 3. 4.
  • 68.
    FISHBONE DIAGRAM PEMBUATAN 1. GambarkanDiagram dengan kepala ikan menghadap ke KANAN Cantumkan Persoalan / Masalah di KEPALA IKAN, kumpulkan ide sebanyak-banyaknya! Masukkan penyebab pada CABANG-CABANG DURI IKAN. Lakukan PENGEMBANGAN IDE saat memasukkan penyebab- penyebab. Buat TANDA PANAH yang mengarah kekepala ikan. Lakukan VOTING (sesuai metoda NGT) terhadap SEMUA PENYEBAB pada CABANG DURI yang PALING UJUNG. Berdasarkan hasil voting, tentukanlah dan beri tanda FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB yang DOMINAN (kesimpulan) 2. 3. 4. 5. 6. 7.
  • 69.
    FISHBONE DIAGRAM CONTOH ENVIRONMENT (Lingkungan) MACHINE (Alat) MAN (Manusi a) Sudah tua Petugasbekerja lambat Lay out tidak beraturan Peralatan kurang canggih Petugas baru Ruang kerja tidak nyaman Jumlah sedikit Belum dilatih Tidak ada ruang tunggu Petugas bekerja serabutan Belum ada pembagian tugas Proses peminjaman lama Isi Formulir lama Harus antri Berbelit - belit Jumlah uang pinjaman dibatasi Pemeriksaan data Calon Modal kerja masih sedikit peminjam lama Proses persetujuan lama Harus mencairkan uang di Bank Formulir terlalu banyak Kas KOSERBA Hanya untuk operasi Takut dicuri Harus diparaf 3 pejabat Data yang dituangkan terlalu banyak Mengikuti Prosedur persh. induk METHOD (Metoda) MATERIAL (Bahan) Prosedur Koserba belum ada
  • 70.
    FISHBONE DIAGRAM DINAMIKA MENCARIPENYEBAB DENGAN ALAT BANTU Voting NGT Menyusu n FISHBONE DIAGRAM (Mengumpulka n ide-ide Penyebab) Mengupayaka n: 4M + E Mengupayaka n: 5 Why Membuat Kesimpulan Faktor-faktor Yang dianggap DOMINAN STRATIFIKASI (Pemilihan Ide- ide) Menentukan Persoalan / Masalah (AKIBAT)
  • 71.
    3 HAL PERHATIANUTAMA Dalam penggunaan Fishbone akan didapat : diagram yang efektif 1. 2. 3. Ketajaman ANALISA dan KORELASI Sebab-Akibat Penyusunan Kalimat/ Penempatan Penyebab Pengambilan Keputusan
  • 72.
    3 HAL PERHATIANUTAMA Ketajaman dan Korelasi Sebab-Akibat 1 1. 2. 3. Pedoman 5 WHY Korelasi : Semua cabang duri dengan kepala Pengembangan Ide - Ide ikan Penyusuan Kalimat/ Penempatan Penyebab 2 1. 2. 3. Ringkas Memiliki arti yang lengkap/ komprehensif Ber-konotasi Negatif Pengambilan Keputusan 3 1. 2. 3. VOTING – Pemilihan penyebab yg kiranya PENANDAAN PENYEBAB yang dipilih Penyusunan KESIMPULAN bisa diatasi
  • 73.
    FISHBONE DIAGRAM STRATIFIKASI …. Adalahproses berpikir dan upaya untuk memilah-milah atau membagi suatu kumpulan fakta / data, kedalam kumpulan- kumpulan yang lebih kecil MANFAAT     Menanamkan proses berpikir PRIORITAS. Memudahkan memilih ALTERNATIF. Sebagai landasan pengambilan TINDAKAN. Sebagai langkah awal menuju ANALISA lebih lanjut.
  • 74.
    FISHBONE STRATIFIKASI DIAGRAM PROSES VOTING PENGAMBILAN KEPUTUSAN Dari FishboneDiagram di ujung cabang duri penyebab yang dipilih, Penyebab yang dipilih Tentukan Rangking Isi Form Rekapitulasi Peringkat (Kelompok) Beri TANDA penyebab- pada Fishbone Diagram Tentukan peringkat masing-masing penyebab oleh semua anggota KBK Buat KESIMPULAN Penyebab-penyebab
  • 75.
    NOMINAL GROUP TECHNIQUE KETENTUANNGT A. Tanpa berkomunikasi, anggota kelompok menuliskan idenya masing-masing Semua ide yang sudah ditulis dikumpulkan Kelompok melakukan klarifikasi masing-masing Proses penentuan ranking untuk menentukan prioritas ide Diskusi kelompok untuk mencapai konsensus B. C. D. ide E.
  • 76.
    NOMINAL GROUP TECHNIQUE FUNGSINGT  Membantu untuk menemukan penyebab persoalan sebanya-banyaknya, oleh KBK Sarana untuk menentukan faktor-faktor penyebab yang dominan 
  • 77.
    NOMINAL GROUP TECHNIQUE FUNGSI& PENERAPAN NGT  Membantu untuk menemukan penyebab persoalan sebanya-banyaknya, oleh KBK FUNGSI  Sarana untuk menentukan faktor-faktor yang dominan penyebab PENERAPAN Sebelum Sesudah Fishbone Diagram Mengumpulkan ide penyebab sebanyak - banyaknya Menentukan penyebab dominan (VOTING) Mempertajam analisa penyebab
  • 78.
    NOMINAL GROUP TECHNIQUE PENGUMPULANIDE PENYEBAB 1. Tentukan PERSOALAN yang akan dicari penyebabnya 2. Bagikan anggota Tuliskan kertas (Formulir) kepada setiap kelompok ide penyebab sebanyak – banyaknya 3. oleh masing – masing anggota kelompok “satu ide pada satu formulir” Kumpulkan semua ide dan stratifikasi berdasarkan faktor penyebab yang sejenis. Catat semua ide yang telah distratifikasi. 4. 5.
  • 79.
    NOMINAL GROUP TECHNIQUE METODE& RUMUS NGT METODE   Brainstorming Voting (tentative) RUMUS Rumus NGT :  Jika N < 5, maka semua akar penyebab diuji scatter  Jika N = 5–10, maka rumusnya ½ N + 1  Jika N > 5, maka rumusnya ½ N
  • 80.
    ALAT KENDALI MUTU SCATTERDIAGRAM source: http://agilebacon.com/tag/innovation-life-cycle/
  • 81.
    SCATTER DIAGRAM DEFINISI Diagram yangmengambarkan beberapa pasangan data numerik untuk menunjukkan HUBUNGAN (KORELASI) di antara 2 faktor dan TINGKATANNYA (kuat lemahnya hubungan tersebut)
  • 82.
    SCATTER DIAGRAM CONTOH KORELASI stylepenampilan  Hubungan antara suhu dengan wujud benda gelombang radio dengan  Hubungan antara repetitive pekerjaan dengan tingkat kesalahan  Hub Nung ean gan atar ta s iu vhu e pemanasan dengan jumlah air yang tersisa dalam panci  Hubungan antara suhu dengan  HubungaCn auntarra fvrekewensi kejelasan penerimaan siaran.  Hubungan antara pendapatan yang diterima dengan gaya hidu Pp ositive  Hubungan antara keikutsertaan try out dengan kesiapan siswa menghadapi UNAS  Hubungan antara usia dengan Partial wujud benda
  • 83.
    SCATTER DIAGRAM TREN DATAYANG DIHASILKAN NEGATIF TREND PARSIAL POSITIF KURVA
  • 84.
    SCATTER DIAGRAM TINGKAT KORELASIYANG DIMILIKI KUAT, JIKA ρ > 0,714 KOEFISIEN KORELASI KONSTANTA ρ = 0,714 ρ (RHO) LEMAH, JIKA ρ < 0,714 NILAI KOEFISIEN KORELASI ADALAH ANTARA RANGE -1 ≤ r +1
  • 85.
    SCATTER DIAGRAM TINGKAT KORELASIYANG DIMILIKI Kedua variabel mempunyai hubungan sempurna negatif Kedua variabel ada Kedua variabel mempunyai hubungan sempurna positif tidak hubungan ρ = -1 ρ = 0 ρ = 1
  • 86.
    SCATTER DIAGRAM CARA PEMBUATAN Buatsederet data sepasang (X dan Y). X = penyebab; Y = akibat Minimal 7 pasang data di aplikasi Excel 1 Blok seluruh data & klik/pilih menu insert 2 Klik/pilih menu chart & pilih scatter, tekan enter. Diagram scatter akan terbentuk 3 Klik kanan di salah satu titik dengan posisi di tengah, pilih menu Add Trendline 4 Klik “Diplay R Squared Value on Chart, 5 R2 Klik Enter maka akan muncul nilai Hitung koefisien korelasi dengan R2 cara menghitung akar dari nilai dengan rumus (=nilai R2ʌ0.5) 6 Beri identitas data secara lengkap (judul, periode pengambilan data, tempat & PIC) 7
  • 87.
  • 88.
    Thank you foryour attention Mochammad Kharis, ST., M.MT. 0811 3424 244 mochammad.kharis@semenindonesia.com kharishae@gmail.com