Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support
INTERNATIONAL NURSE TRAINING CENTER
Materi 7
KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
TRAUMA ABDOMEN
TUJUAN
Peserta mampu :
 Menjelaskan trauma abdomen
 Menjelaskan pemeriksaan fisik
 Menjelaskan tanda dan gejala
 Menjelaskan tindakan keperawatan
POKOK BAHASAN
A. Anatomi
B. Trauma abdomen :
- Mekanisme trauma
- Jenis trauma abdomen
- Komplikasi
C. Komplikasi
D. Penatalaksanaan
A. Anatomi saluran cerna.
1. Rongga peritonium : usus halus, usus besar.
2. Rongga Pelvis : rectum, kandung kemih, vena
illiaca.
3. Rongga retroperitonium : aorta abdominal, vena
cava inferior, duodenum, pankreas, ginjal,
uretra.
4. Upper abdomen (thoracoabdominal area:
diafragma, liver, limpa, lambung, colon ascenden
dan descenden. kolon transversal.
Keterangan :
1. Glndula thyroid
2. Lobus superior pulmonis dextra
3. Lobus medius pulmolis dextra
4. Cor (jantung)
5. Diafragma
6. Lig teres hepatis
7. Colon tranversum
8. Caecum
9. Intestium teneu (ileum)
10.Thymus
11. Lobus Superior pulmonis sinistra.
12.Lobus inferior pulmonis sinistra.
13.Pericardium
14.Hepar
15.Gaster
16.Omentum majus
17.Intestinum teneu (jejunun)
18.Colon sigmoid.
Anatomi Pencernaan
Sumber : Atlas Anatomi Fisiologi, ….
I
4
2
3
B. Trauma Abdomen
Pengertian :
Trauma abdomen adalah trauma yang terjadi pada
daerah abdomen yang meliputi daerah
retroperitoneal, pelvis dan organ peritroneal
1. Mekanisme trauma
• Langsung
– Pasien terkena langsung oleh benda atau
perantara benda yang mengakibatkan
cedera misalnya tertabrak mobil dan
terjatuh dari ketinggian
• Tidak langsung
– Pengendara mobil terbentur dengan dash
board mobil ketika mobil mengalami
tabrakan
2. Jenis trauma Abdomen :
a. Trauma tembus (Tusuk dan tembak)
Penyebab benda tajam atau benda
tumpul dengan kekuatan penuh
hingga melukai rongga abdomen.
* Perdarahan hebat  ruptur
arteri/vena
* Cedera organ di rongga abdomen
Organ berisiko cedera :
 Luka Tusuk :
 Hepar (40%),
 Usus halus (30%),
 Diafragma (20%),
 Colon (14%).
 Luka tembak :
 Usus halus (50%),
 Colon (40%),
 Liver (30%),
 Ruptur vaskuler abdominal (25%).
Gambar : Luka tusuk karena stang sepeda di quadran kanan atas
Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
Gambar : Luka tusuk mengenai organ liver
Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
Gambar : Luka tusuk
b. Trauma tumpul
Trauma di daerah abdomen yang tidak
menyebabkan perlukaan kulit / jaringan tetapi
kemungkinan perdarahan akibat trauma bisa
terjadi.
Organ berisiko cedera :
* Hepar 40 - 55 %
* Limpa 35 – 45 %
Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
Gambar : Trauma tumpul di daerah abdomen
Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
Tanda dan gejala :
Pecahnya organ solid (tdk
berongga).
 Hepar atau lien yang pecah  perdarahan.
 Penderita tampak pucat, perdarahan >> gejala
shock hemoragik.
 Nyeri abdomen, ringan  berat.
 Auskultasi bising usus menurun.
 Nyeri tekan, terkadang nyeri lepas dan defans
muskular (kekakukuan otot)
Pecahnya organ berlumen
(berongga).
 Pecahnya gaster, usus halus atau kolon
 peritonitis.
 Keluhan nyeri seluruh abdomen.
 Bising usus menurun.
 Palpasi ada defans muskular, nyeri
tekan dan nyeri lepas. Pada perkusi
didapati nyeri
Lanjutan tanda dan gejala :
C. Penatalaksanaan
 Pengkajian
1. Primary survey
2. Sekondary survey
3. Pemeriksaan Keadaan umum
4. Riwayat kesehatan
5. Head to tue terfokus kepada abdomen
Inspeksi :
 Ekhimosis umbilikal  perdarahan
peritonial.
 Ekhimosis flank perdarahan organ
retroperitoneal.
 Ekhimosis perineum, scrotum atau labia 
fraktur pelvis.
 Luka tembus disertai keluarnya isi
abdomen (usus).
 Pelvis simetris atau tidak, adakah jejas /
tdk di pelvis.
Auskultasi
 Dengarkan bising usus di semua kwadran
 Apabila bising usus menurun atau hilang 
kemungkinan perdarahan/perforasi pada organ
abdomen
Perkusi
 Dullnes di kwadran kiri atas 
Hematoma pada limpa
Palpasi
 Nyeri pada kwadran kiri atas menyebar ke
arah shuoldier  trauma limpa / diafragma.
 Distensi abdomen
 Nyeri lokal abdomen
 Nyeri abdomen berat, tegang dan spasme
otot (defans muskular)  indikasi proses
inflamasi (peritonitis).
 Tekan dengan hati-hati ada tidak krepitasi
pada pelvis.
Perkusi
 Dullnes di kwadran kiri atas  Hematoma pada
limpa
Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium : DL, fungsi
ginjal, elektrolit, urinalisa.
Foto polos abdomen.
USG
CT Scan Abdomen.
D. Komplikasi
Perdarahan intra abdomen
Perforasi dan Peritonitis
Masalah Keperawatan
 Gangguan pola nafas
 Bebaskan jalan nafas.
 Berikan posisi yang nyaman.
 Berikan oksigenisasi.
 Observasi tanda vital tiap jam ( TD, N, RR)
 Pasang NGT untuk decompresi
 Kolaborasi pemeriksaan AGD.
 Kolaborasi tim medis.
Masalah Keperawatan
 Gangguan volume cairan.
 Pasang IV line 2 jalur dengan cairan kristaloid.
 Pasang cateter bila tidak ada kontra indikasi.
 Monitoring intake dan out put.
 Observasi tanda-tanda vital tiap jam.
 Fiksasi pelvis bila ada fraktur pelvis
 Benda asing tertancap, jangan dicabut ttp pasang
bantalan kasa yang cukup tebal selanjutnya pasien
disiapkan untuk operasi mencegah perdarahan
hebat
 Usus keluar, jangan dimasukkan ttp tutup kasa steril
yang dibasahi NaCl 0,9% atau aluminium foil 
pertahankan kelembaban

Masalah keperawatan
 Resiko tinggi infeksi
– Perawatan dengan tehnik septik dan antiseptik
– Usus keluar, jangan dimasukkan ttp tutup kasa
steril yang dibasahi NaCl 0,9% atau aluminium
foil  pertahankan kelembaban.
– Pasang NGT untuk decompresi
– Observasi tanda-tanda inflamasi peritoneum
(peritonitis)  Lapor dr. PJ.
– Kolaborasi pemerikan darah DPL.
– Kolaborasi tem medis th/ antibiotik.
Materi  7        KGD TRAUMA ABDOMEN.pptx

Materi 7 KGD TRAUMA ABDOMEN.pptx

  • 1.
    Pelatihan Basic TraumaCardiac Life Support INTERNATIONAL NURSE TRAINING CENTER Materi 7 KEPERAWATAN GAWAT DARURAT TRAUMA ABDOMEN
  • 2.
    TUJUAN Peserta mampu : Menjelaskan trauma abdomen  Menjelaskan pemeriksaan fisik  Menjelaskan tanda dan gejala  Menjelaskan tindakan keperawatan
  • 3.
    POKOK BAHASAN A. Anatomi B.Trauma abdomen : - Mekanisme trauma - Jenis trauma abdomen - Komplikasi C. Komplikasi D. Penatalaksanaan
  • 4.
    A. Anatomi salurancerna. 1. Rongga peritonium : usus halus, usus besar. 2. Rongga Pelvis : rectum, kandung kemih, vena illiaca. 3. Rongga retroperitonium : aorta abdominal, vena cava inferior, duodenum, pankreas, ginjal, uretra. 4. Upper abdomen (thoracoabdominal area: diafragma, liver, limpa, lambung, colon ascenden dan descenden. kolon transversal.
  • 5.
    Keterangan : 1. Glndulathyroid 2. Lobus superior pulmonis dextra 3. Lobus medius pulmolis dextra 4. Cor (jantung) 5. Diafragma 6. Lig teres hepatis 7. Colon tranversum 8. Caecum 9. Intestium teneu (ileum) 10.Thymus 11. Lobus Superior pulmonis sinistra. 12.Lobus inferior pulmonis sinistra. 13.Pericardium 14.Hepar 15.Gaster 16.Omentum majus 17.Intestinum teneu (jejunun) 18.Colon sigmoid. Anatomi Pencernaan Sumber : Atlas Anatomi Fisiologi, …. I 4 2 3
  • 6.
    B. Trauma Abdomen Pengertian: Trauma abdomen adalah trauma yang terjadi pada daerah abdomen yang meliputi daerah retroperitoneal, pelvis dan organ peritroneal
  • 7.
    1. Mekanisme trauma •Langsung – Pasien terkena langsung oleh benda atau perantara benda yang mengakibatkan cedera misalnya tertabrak mobil dan terjatuh dari ketinggian • Tidak langsung – Pengendara mobil terbentur dengan dash board mobil ketika mobil mengalami tabrakan
  • 8.
    2. Jenis traumaAbdomen : a. Trauma tembus (Tusuk dan tembak) Penyebab benda tajam atau benda tumpul dengan kekuatan penuh hingga melukai rongga abdomen. * Perdarahan hebat  ruptur arteri/vena * Cedera organ di rongga abdomen
  • 9.
    Organ berisiko cedera:  Luka Tusuk :  Hepar (40%),  Usus halus (30%),  Diafragma (20%),  Colon (14%).  Luka tembak :  Usus halus (50%),  Colon (40%),  Liver (30%),  Ruptur vaskuler abdominal (25%).
  • 10.
    Gambar : Lukatusuk karena stang sepeda di quadran kanan atas Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
  • 11.
    Sumber: Walt AlanStoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005 Gambar : Luka tusuk mengenai organ liver
  • 12.
    Sumber: Walt AlanStoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005 Gambar : Luka tusuk
  • 13.
    b. Trauma tumpul Traumadi daerah abdomen yang tidak menyebabkan perlukaan kulit / jaringan tetapi kemungkinan perdarahan akibat trauma bisa terjadi. Organ berisiko cedera : * Hepar 40 - 55 % * Limpa 35 – 45 %
  • 14.
    Sumber: Walt AlanStoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005 Gambar : Trauma tumpul di daerah abdomen
  • 15.
    Sumber: Walt AlanStoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005
  • 16.
    Tanda dan gejala: Pecahnya organ solid (tdk berongga).  Hepar atau lien yang pecah  perdarahan.  Penderita tampak pucat, perdarahan >> gejala shock hemoragik.  Nyeri abdomen, ringan  berat.  Auskultasi bising usus menurun.  Nyeri tekan, terkadang nyeri lepas dan defans muskular (kekakukuan otot)
  • 17.
    Pecahnya organ berlumen (berongga). Pecahnya gaster, usus halus atau kolon  peritonitis.  Keluhan nyeri seluruh abdomen.  Bising usus menurun.  Palpasi ada defans muskular, nyeri tekan dan nyeri lepas. Pada perkusi didapati nyeri Lanjutan tanda dan gejala :
  • 18.
    C. Penatalaksanaan  Pengkajian 1.Primary survey 2. Sekondary survey 3. Pemeriksaan Keadaan umum 4. Riwayat kesehatan 5. Head to tue terfokus kepada abdomen
  • 19.
    Inspeksi :  Ekhimosisumbilikal  perdarahan peritonial.  Ekhimosis flank perdarahan organ retroperitoneal.  Ekhimosis perineum, scrotum atau labia  fraktur pelvis.  Luka tembus disertai keluarnya isi abdomen (usus).  Pelvis simetris atau tidak, adakah jejas / tdk di pelvis.
  • 20.
    Auskultasi  Dengarkan bisingusus di semua kwadran  Apabila bising usus menurun atau hilang  kemungkinan perdarahan/perforasi pada organ abdomen Perkusi  Dullnes di kwadran kiri atas  Hematoma pada limpa
  • 21.
    Palpasi  Nyeri padakwadran kiri atas menyebar ke arah shuoldier  trauma limpa / diafragma.  Distensi abdomen  Nyeri lokal abdomen  Nyeri abdomen berat, tegang dan spasme otot (defans muskular)  indikasi proses inflamasi (peritonitis).  Tekan dengan hati-hati ada tidak krepitasi pada pelvis.
  • 22.
    Perkusi  Dullnes dikwadran kiri atas  Hematoma pada limpa
  • 23.
    Pemeriksaan penunjang : Laboratorium: DL, fungsi ginjal, elektrolit, urinalisa. Foto polos abdomen. USG CT Scan Abdomen.
  • 24.
    D. Komplikasi Perdarahan intraabdomen Perforasi dan Peritonitis
  • 25.
    Masalah Keperawatan  Gangguanpola nafas  Bebaskan jalan nafas.  Berikan posisi yang nyaman.  Berikan oksigenisasi.  Observasi tanda vital tiap jam ( TD, N, RR)  Pasang NGT untuk decompresi  Kolaborasi pemeriksaan AGD.  Kolaborasi tim medis.
  • 26.
    Masalah Keperawatan  Gangguanvolume cairan.  Pasang IV line 2 jalur dengan cairan kristaloid.  Pasang cateter bila tidak ada kontra indikasi.  Monitoring intake dan out put.  Observasi tanda-tanda vital tiap jam.  Fiksasi pelvis bila ada fraktur pelvis  Benda asing tertancap, jangan dicabut ttp pasang bantalan kasa yang cukup tebal selanjutnya pasien disiapkan untuk operasi mencegah perdarahan hebat  Usus keluar, jangan dimasukkan ttp tutup kasa steril yang dibasahi NaCl 0,9% atau aluminium foil  pertahankan kelembaban 
  • 27.
    Masalah keperawatan  Resikotinggi infeksi – Perawatan dengan tehnik septik dan antiseptik – Usus keluar, jangan dimasukkan ttp tutup kasa steril yang dibasahi NaCl 0,9% atau aluminium foil  pertahankan kelembaban. – Pasang NGT untuk decompresi – Observasi tanda-tanda inflamasi peritoneum (peritonitis)  Lapor dr. PJ. – Kolaborasi pemerikan darah DPL. – Kolaborasi tem medis th/ antibiotik.