MANAJEMEN DIRI DAN WAKTU
DISAMPAIKAN PADA ACARA
PELATIHAN MANAJEMEN MAHASISWA
FAKULTAS TEKNIK UNRI
OLEH
DODY ARMAWAN
PRESIDEN MAHASISWA UNRI
MANAJEMEN
suatu proses kegiatan atau
usaha untuk mencapai
tujuan tertentu melalui
kerjasama dengan orang
lain.
TABIAT WAKTU
 Cepat berlalu
 Mustahil Kembali
 Harta termahal
Cepat Berlalu
 Dia bergerak bagaikan awan, berjalan
bagaikan tiupan angin, baik pada saat
bahagia maupun saat sengsara
 Betapapun panjangnya umur manusia
di dunia ini, sesunguhnya ia tetap
pendek, selama penutup hidup adalah
kematian. Seorang penyair berkata:
“jika akhir usia adalah kematian, tidak
ada bedanya panjang atau pendek usia
itu.
Tak Pernah Kembali
 Setiap hari berlalu, setiap jam pergi menghilang,
setiap kesempatan datang hanya sekali dan tak
mungkin kembali.
 Al-Hasan Al-Basri, “tak ada sehari pun udara
pagi di hirup, kecuali ia berkata :”wahai anak
Adam, aku adalah mahluk baru. Kepadakulah
segala perbuatanmu bersaksi. Maka
berbekallah dariku, karena sesunguhnya aku
jika pergi, tidak akan kembali lagi sampai hari
kiamat”.
Seorang Penyair :
 Ah, seandainya masa muda kembali hari
ini akan kukabarkan padanya apa yang
dilakukan di masa tua.
 Tak ada seorang hamba yang hidup
kecuali ia naik punggung usianya,
berjalan-jalan menghabiskan hari-harinya.
Bermalam dan berjalan pagi dan petang.
Menjauhi dunia menuju ke kubur.
Harta yang paling berharga
 Ketika waktu berlalu demikian cepat sedangkan
segala yang berlalu tak akan kembali lagi, maka
sang waktu menjadi demikian berharga
 Sesungguhnya waktu bukanlah terbuat dari
emas saja sebagaimana peribahasa yang
menyebar, tetapi sang waktu lebih mahal dari
emas, intan, permata dan perhiasan lainnya
 Sang waktu sebagaimana ucapan Hasan Al-
Bana adalah kehidupan itu sendiri. Tidak ada
kehidupan manusia selain waktu yang
dihabiskan dari lahir sampai ajal menjemput.
Dua situasi dimana orang menyesal
telah kehilangan waktu….
 Waktu kritis, dimana manusia terbaring tak berdaya
menjelang ajalnya. Saat itu, ia berharap mendapatkan
kesempatan hidup barang sejenak dan diakhirkan
ajalnya agar ia dapat memperbaiki apa-apa yang telah
dilakukannya dan meraih kembali apa-apa yang telah
berlalu
 Di akhirat, semua amal manusia dihisab dan
mendapatkan balasannya. Bagi mereka para ahli surga
tentu akan masuk ke dalam surga dan bagi yang ahli
neraka tentu akan masuk neraka. Kala itu orang-orang
yang masuk neraka berharap agar mereka bisa hidup
sekali lagi, memulai sesuatu yang baru, tapi sungguh
mustahil hal itu bisa terjadi.
Kewajiban terhadap waktu
 Memanfaatkan waktu dengan baik, mampu
menjaganya lebih dari kemampuannya dalam
menjaga hartanya
 Waktu itu seperti pedang, jika tidak kamu potong
maka ia akan memotong kamu
 Barang siapa yang hari ini seperti hari kemarin
maka dia telah tertipu dan barangsipa yang hari
ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang
yang terlaknat.
PANDANGAN TEPAT TENTANG
WAKTU
 KEHARUSAN MELIHAT MASA LALU
 MENATAP MASA DEPAN
 MEMPERHATIKAN HARI INI
KEHARUSAN MELIHAT MASA
LALU
 Melihat masa lalu penting guna
mengambil pelajaran darinya.
 Tidaklah benar meninggalkan yang lama
semata-mata karena ia sudah kuno.
Karena segala sesuatu yang dianggap
kuno disitu terdapat kelebihan dan
keistimewaan yakni sesuai dengan
wataknya. Tidak menerima renvasi
 Penyair
 Kita bergembira dengan hari-hari yang
telah kita lalui
 Padahal ketika itu umur kita pergi
sepotong demi sepotong
 Demikianlah mulianya orang yang
berakal, tetapi orang yang berakal di
dunia ini bisa dihitung
Menatap masa depan
 Adalah fitrah manusia jika ia akan menemui hari
esok.
 Segala yang akan datang mengandung sifat
dekat, walaupun orang mengiranya jauh. Maka
dikatakan : sesunguhnya bersama hari ini ada
hari esok, dan esok hari itu tampak dekat sekali
 Orang yang berakal adalah orang yang
senantiasa melakukan persiapan untuk hari
esok dan menyiapkan segala sesuatu untuk hari
depannya.
Memperhatikan Hari Ini
 Jika selalu mengevaluasi diri denga
segala sesuatu yang terjadi dimasa
lalunya adalah sebuah keharusan bagi
setiap orang, demikian juga keharusan
menyongsong masa depannya dengan
optimis, maka begitu juga ia harus
memperhatikan hari ini. Hari dimana ia
hidup di dalamnya.
Waktu itu ada 3 :
 Waktu yang tidak melelahkan bagi
seseorang, bagaimanapun telah berlalu,
entah dalam keadaan susah maupun senang.
 Waktu esok yang masih menjadi misteri : ia
tidak tahu apakah ia bisa hidup sampai saat
itu apa tidak? Ia tidak tahu apa yang akan
diputuskan kepadanya.
 Waktu kekekalan yang ia wajib untuk
bersungguh-sungguh didalamnya dan
mendekatkan diri dengan rabbnya.
Virus Pembunuh Waktu
 Virus lalai,yakni penyakit yang menyerang akal
dan hati manusia, dimana ia kehilangan
perasaan dan kesabaran dengan peristiwa-
peristiwa yang sedang terjadi, pergantian siang
dan malam.
 Sahal bin abdullah berkata : takutlah
persahabatan dengan tiga macam manusia :
ulama-ulama yang menjilat, orang-orang sufi
yang bodoh dan orang-orang kaya yang lalai
Kebiasaan Menunda-nunda
 Kumpulan virus-virus yang dampaknya sangat
berbahaya bagi pemanfaatan manusia terhadap
waktunya, yakni menunda-nunda dan mengakhirkan,
sampai-sampai kata “akan” itu menjadi lagu wajib dan
watak perilakunya.
 Hindarilah perintah menunda-nunda terhadap dirimu dan
penempatannya pada hatimu karena ia adalah tempat
kelemahan, penyebab kerugian, dengannya cita-cita
terputus.
 Bersegeralah karena engkau memompa kesigapanmu,
seriuslah dengan pekerjaanmu, bangunlah dari tidurmu,
hati-hati dengan kealpaanmu.
Landasan Normatif Waktu
 Qs.Al-Asr : 1-2
 Demi Masa
 Sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian
Kenapa Waktu perlu dimenej..?
 Waktu merupakan sumberdaya yang
sangat bernilai, karena waktu tidak dapat
diperbaharui. Sikap dan cara mengelola
waktu akan sangat menentukan, apakah
kita akan berhasil atau gagal, sehat atau
sakit, tenang dan damai atau stress dan
defresi ketika melaluinya.
Waktu rata-rata sepekan
 Kerja : 48 jam
 Rumah&keluarga : 18 jam
 Belajar : 12 jam
 Kerja sosial : 6 jam
 Waktu senggang : 3 jam
 Pemeliharaan : 3 jam
 Tidur : 48 jam
 Dll : 6 jam

MANAJEMEN WAKTU.ppt

  • 1.
    MANAJEMEN DIRI DANWAKTU DISAMPAIKAN PADA ACARA PELATIHAN MANAJEMEN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNRI OLEH DODY ARMAWAN PRESIDEN MAHASISWA UNRI
  • 2.
    MANAJEMEN suatu proses kegiatanatau usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain.
  • 3.
    TABIAT WAKTU  Cepatberlalu  Mustahil Kembali  Harta termahal
  • 4.
    Cepat Berlalu  Diabergerak bagaikan awan, berjalan bagaikan tiupan angin, baik pada saat bahagia maupun saat sengsara  Betapapun panjangnya umur manusia di dunia ini, sesunguhnya ia tetap pendek, selama penutup hidup adalah kematian. Seorang penyair berkata: “jika akhir usia adalah kematian, tidak ada bedanya panjang atau pendek usia itu.
  • 5.
    Tak Pernah Kembali Setiap hari berlalu, setiap jam pergi menghilang, setiap kesempatan datang hanya sekali dan tak mungkin kembali.  Al-Hasan Al-Basri, “tak ada sehari pun udara pagi di hirup, kecuali ia berkata :”wahai anak Adam, aku adalah mahluk baru. Kepadakulah segala perbuatanmu bersaksi. Maka berbekallah dariku, karena sesunguhnya aku jika pergi, tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat”.
  • 6.
    Seorang Penyair : Ah, seandainya masa muda kembali hari ini akan kukabarkan padanya apa yang dilakukan di masa tua.  Tak ada seorang hamba yang hidup kecuali ia naik punggung usianya, berjalan-jalan menghabiskan hari-harinya. Bermalam dan berjalan pagi dan petang. Menjauhi dunia menuju ke kubur.
  • 7.
    Harta yang palingberharga  Ketika waktu berlalu demikian cepat sedangkan segala yang berlalu tak akan kembali lagi, maka sang waktu menjadi demikian berharga  Sesungguhnya waktu bukanlah terbuat dari emas saja sebagaimana peribahasa yang menyebar, tetapi sang waktu lebih mahal dari emas, intan, permata dan perhiasan lainnya  Sang waktu sebagaimana ucapan Hasan Al- Bana adalah kehidupan itu sendiri. Tidak ada kehidupan manusia selain waktu yang dihabiskan dari lahir sampai ajal menjemput.
  • 8.
    Dua situasi dimanaorang menyesal telah kehilangan waktu….  Waktu kritis, dimana manusia terbaring tak berdaya menjelang ajalnya. Saat itu, ia berharap mendapatkan kesempatan hidup barang sejenak dan diakhirkan ajalnya agar ia dapat memperbaiki apa-apa yang telah dilakukannya dan meraih kembali apa-apa yang telah berlalu  Di akhirat, semua amal manusia dihisab dan mendapatkan balasannya. Bagi mereka para ahli surga tentu akan masuk ke dalam surga dan bagi yang ahli neraka tentu akan masuk neraka. Kala itu orang-orang yang masuk neraka berharap agar mereka bisa hidup sekali lagi, memulai sesuatu yang baru, tapi sungguh mustahil hal itu bisa terjadi.
  • 9.
    Kewajiban terhadap waktu Memanfaatkan waktu dengan baik, mampu menjaganya lebih dari kemampuannya dalam menjaga hartanya  Waktu itu seperti pedang, jika tidak kamu potong maka ia akan memotong kamu  Barang siapa yang hari ini seperti hari kemarin maka dia telah tertipu dan barangsipa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat.
  • 10.
    PANDANGAN TEPAT TENTANG WAKTU KEHARUSAN MELIHAT MASA LALU  MENATAP MASA DEPAN  MEMPERHATIKAN HARI INI
  • 11.
    KEHARUSAN MELIHAT MASA LALU Melihat masa lalu penting guna mengambil pelajaran darinya.  Tidaklah benar meninggalkan yang lama semata-mata karena ia sudah kuno. Karena segala sesuatu yang dianggap kuno disitu terdapat kelebihan dan keistimewaan yakni sesuai dengan wataknya. Tidak menerima renvasi
  • 12.
     Penyair  Kitabergembira dengan hari-hari yang telah kita lalui  Padahal ketika itu umur kita pergi sepotong demi sepotong  Demikianlah mulianya orang yang berakal, tetapi orang yang berakal di dunia ini bisa dihitung
  • 13.
    Menatap masa depan Adalah fitrah manusia jika ia akan menemui hari esok.  Segala yang akan datang mengandung sifat dekat, walaupun orang mengiranya jauh. Maka dikatakan : sesunguhnya bersama hari ini ada hari esok, dan esok hari itu tampak dekat sekali  Orang yang berakal adalah orang yang senantiasa melakukan persiapan untuk hari esok dan menyiapkan segala sesuatu untuk hari depannya.
  • 14.
    Memperhatikan Hari Ini Jika selalu mengevaluasi diri denga segala sesuatu yang terjadi dimasa lalunya adalah sebuah keharusan bagi setiap orang, demikian juga keharusan menyongsong masa depannya dengan optimis, maka begitu juga ia harus memperhatikan hari ini. Hari dimana ia hidup di dalamnya.
  • 15.
    Waktu itu ada3 :  Waktu yang tidak melelahkan bagi seseorang, bagaimanapun telah berlalu, entah dalam keadaan susah maupun senang.  Waktu esok yang masih menjadi misteri : ia tidak tahu apakah ia bisa hidup sampai saat itu apa tidak? Ia tidak tahu apa yang akan diputuskan kepadanya.  Waktu kekekalan yang ia wajib untuk bersungguh-sungguh didalamnya dan mendekatkan diri dengan rabbnya.
  • 16.
    Virus Pembunuh Waktu Virus lalai,yakni penyakit yang menyerang akal dan hati manusia, dimana ia kehilangan perasaan dan kesabaran dengan peristiwa- peristiwa yang sedang terjadi, pergantian siang dan malam.  Sahal bin abdullah berkata : takutlah persahabatan dengan tiga macam manusia : ulama-ulama yang menjilat, orang-orang sufi yang bodoh dan orang-orang kaya yang lalai
  • 17.
    Kebiasaan Menunda-nunda  Kumpulanvirus-virus yang dampaknya sangat berbahaya bagi pemanfaatan manusia terhadap waktunya, yakni menunda-nunda dan mengakhirkan, sampai-sampai kata “akan” itu menjadi lagu wajib dan watak perilakunya.  Hindarilah perintah menunda-nunda terhadap dirimu dan penempatannya pada hatimu karena ia adalah tempat kelemahan, penyebab kerugian, dengannya cita-cita terputus.  Bersegeralah karena engkau memompa kesigapanmu, seriuslah dengan pekerjaanmu, bangunlah dari tidurmu, hati-hati dengan kealpaanmu.
  • 18.
    Landasan Normatif Waktu Qs.Al-Asr : 1-2  Demi Masa  Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
  • 19.
    Kenapa Waktu perludimenej..?  Waktu merupakan sumberdaya yang sangat bernilai, karena waktu tidak dapat diperbaharui. Sikap dan cara mengelola waktu akan sangat menentukan, apakah kita akan berhasil atau gagal, sehat atau sakit, tenang dan damai atau stress dan defresi ketika melaluinya.
  • 20.
    Waktu rata-rata sepekan Kerja : 48 jam  Rumah&keluarga : 18 jam  Belajar : 12 jam  Kerja sosial : 6 jam  Waktu senggang : 3 jam  Pemeliharaan : 3 jam  Tidur : 48 jam  Dll : 6 jam