KURIKULUM MERDEKA
DEEP LEARNING (PM)
Presented By :
KKG Gugus 2
Indonesia berada di peringkat 68 dari 81 negara dengan
skor; matematika (379),
sains (398), dan membaca (371) (OECD, 2023).
Programme for International Student
Assessment (PISA)
TOP DOWN BOTTOM UP
Guru sebagai
Aktivator,
Kolaborator, dan
Pengembang
Budaya Belajar.
01
02
03
Terasa tidak asing, Apa ini
benar istilah baru?
CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA) 1970-an
PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF & MENYENANGKAN (PAKEM)
CONTEXTUAL TEACHING & LEARRNING (CTL)
Bahkan pada KTSP (ada kompetensi dasar, bukan sekadar konten), Kurikulum 2013
(pendekatan scientific) dan Kurikulum Merdeka (Capaian Pembelajaran (CP), asesmen
diagnostik, diferensiasi dan berpusat pada siswa) versi sebelumnya, pendekatan ini secara
tidak langsung juga diterapkan. Hanya saja pada PM ini, pendekatan ini kembali di highlight
dan dijadikan acuan.
Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025 Standar Isi Kurikulum Merdeka
Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025
Struktur Kurikulum & Fleksibilitas Pengelolaan Jam Belajar
Menggantikan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024
tentang Kurikulum Merdeka
Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025
Beban Kerja Guru
Menggantikan Permendikbudristek No. 15 Tahun 2018
tentang Beban Kerja Guru
Keputusan BSKAP No. 046/H/KR/2025
Capaian Pembelajaran (CP) terbaru
Menggantikan SK BSKAP no 032 tahun 2024
Aturan yang berlaku
Merujuk Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025
Kelas I : Tidak terdapat mapel Bahasa
Inggris, alokasi waktu Intrakurikuler
bertambah namun alokasi waktu
kokurikulernya dikurangi. Total JP per
tahun masih sama dengan sebelumnya
Kelas II : Tidak terdapat mapel Bahasa Inggris,
alokasi waktu Intrakurikuler bertambah
namun alokasi waktu kokurikulernya
dikurangi. Total JP per tahun masih sama
dengan sebelumnya
*Kokurikuler sebagai pengganti P5
Merujuk Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025
Kelas III dan IV tidak ada perbedaan yang signifikan untuk pembagian alokasi
waktu dan mapel.
*Kokurikuler sebagai pengganti P5
Kelas V dan VI terdapat penambahan mapel Koding dan KA (Kecerdasan Artifisial) yang masuk
ke intrakurikuler
Merujuk Keputusan BSKAP No. 046/H/KR/2025
Fase A : Terdapat perbedaan CP pada Bahasa Indonesia Elemen Menyimak.
Pada CP 2025 menyimak difokuskan pada teks aural dan menambahkan pemahaman pada teks
sastra. Untuk fase lainnya juga terdapat perubahan terutama disesuaikan dengan prinsip
pembelajaran mendalam.
Pembelajaran Mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah
pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Lalu apa yang dimaksud Deep Learning (PM) dan
bagaimana penerapannya?
01
Kerangka Kerja PM
DIMENSI PROFIL LULUSAN
02 PRINSIP PEMBELAJARAN
03 PENGALAMAN BELAJAR
04 KERANGKA PEMBELAJARAN
01
DIMENSI PROFIL LULUSAN
KEIMANAN DAN KETAKWAAN
TERHADAP TUHAN YME
02 KEWARGAAN
03 PENALARAN KRITIS
04 KREATIVITAS
05 KOLABORASI
06 KEMANDIRIAN
07 KESEHATAN
08 KOMUNIKASI
Penerapan Prinsip Pembelajaran
Mendalam Berkesadar
an
(Mindful)
Ellen
Langer
1997
• Kenyamanan peserta didik dalam
belajar
• Fokus, konsentrasi, dan perhatian
• Kesadaran terhadap proses berpikir
• Keterbukaan terhadap perspektif baru
• Keingintahuan terhadap pengetahuan dan
pengalaman
baru
Contoh : Menurutmu, apa dampaknya jika ibu
kota Indonesia pindah ke IKN?
Bermakna
David Ausubel
1963
• Kontekstual dan/atau relevan dengan
kehidupan nyata
• Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
• Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk
diterapkan dalam konteks baru
• Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
• Pembelajar sepanjang hayat
Menggembirak
an
John Dewey
1936
Howard
Gardner 1983
• Lingkungan pembelajaran yang interaktif
• Aktivitas pembelajaran yang menarik
• Menginspirasi
• Tantangan yang memotivasi
• Tercapainya keberhasilan belajar (AHA
moment)
• Melibatkan pengalaman langsung baik
secara emosional maupun intelektual
• Pembelajaran masuk akal dan tidak
membosankan
• Menghargai keunikan individu
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak
harus berurutan
• Hafalan
• Terjebak pada satu sudut pandang
(kaku)
• Tidak mempertanyakan hal yang
sudah dianggap pasti
• Jawaban tunggal
Contoh : Sebutkan ibu kota Indonesia!
Jakarta
Contoh di kelas
Saat mengajar “gaya” pada materi IPA,
guru menanyakan pengalaman siswa
tentang dorongan saat bermain ayunan,
lalu memperkenalkan gaya sebagai
konsep ilmiah.
Contoh pembelajaran di kelas
Anak diberi pertanyaan “Apa yang terjadi
apabila es di kutub mencair?”
Guru membawa es batu dan nampan
Anak mengamati sendiri proses
mencairnya es dan menyimpulkan hasil
pengamatan.
Pengalaman
Belajar
Mereflek
si
Memaha
mi
Mengaplik
asi
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi
pengetahuan agar dapat
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi
pengetahuan
dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh
peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
Proses dimana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta
hasil dari
tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi
melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk
mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber
dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial,
pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Menghubungkan pengetahuan baru
dengan pengetahuan sebelumnya
Menstimulasi proses berpikir peserta
didik Menghubungkan dengan
konteks nyata dan/atau kehidupan
sehari-hari Memberikan kebebasan
eksploratif dan kolaboratif
Menanamkan nilai-nilai moral dan
etika dan nilai positif lainnya
Mengaitkan pembelajaran dengan
pembentukan karakter peserta didik
Pengalaman
Belajar
Memaha
mi
Jenis
Pengetahuan
Karakteris
tik
Conto
h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan Nilai dan
Karakter
• Mengeskplorasi pengalaman-
pengalaman peserta didik
terhadap permasalahan sosial di
masyarakat sebelum
menyampaikan topik
permasalahan sosial pada
pembelajaran IPS
• Memberikan data kemiskinan di
Indonesia serta meminta peserta
didik untuk memahami dan
memberikan tanggapan
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Pengalaman
Belajar
Memaha
mi
Pengetahuan
Esensial
Pengetahuan
Aplikatif
Pengetahuan Nilai dan
Karakter
Pengetahuan dasar yang fundamental
dalam suatu bidang atau disiplin ilmu,
yang harus dipahami dan dikuasai
untuk membangun pemahaman yang
lebih kompleks dan dapat diterapkan
dalam berbagai konteks
Pengetahuan yang berfokus pada
penerapan konsep, teori, atau
keterampilan dalam situasi nyata.
Pengetahuan ini digunakan untuk
menyelesaikan masalah, membuat
keputusan, atau menciptakan sesuatu
yang berdampak.
Pengetahuan yang berkaitan dengan
pemahaman tentang nilai-nilai moral,
etika, budaya, dan kemanusiaan yang
berperan penting dalam membentuk
kepribadian, sikap, dan perilaku
seseorang
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa
dasar, pengetahuan wacana, dan empat
keterampilan berbahasa)
Contoh: Bahasa (Memahami cara
menggunakan keterampilan menulis
untuk membuat laporan atau bahan
presentasi yang efektif)
Contoh: Bahasa (Memahami cara
menggunakan bahasa untuk membangun
hubungan baik, menghindari konflik, serta
menunjukkan empati dan kepedulian)
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Pengalaman
Belajar
Mengaplik
asi
Pendalaman
Pengetahuan
Karakteris
tik
Conto
h
Memperluas atau mengembangkan
pemahaman
terhadap konsep dengan
menghubungkannya ke
situasi baru, pengalaman lain, atau bidang
ilmu
yang berbeda.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Menghubungkan konsep baru
dengan pengetahuan sebelumnya.
Menerapkan pengetahuan ke dalam
situasi nyata atau bidang lain.
Mengembangkan pemahaman
dengan eksplorasi lebih lanjut.
Berpikir Kritis dan mencari solusi
inovatif berdasarkan pengetahuan
yang ada.
Topik: Persamaan
Linear
•Dasar: Peserta didik memahami
bentuk umum persamaan linear dan
cara menyelesaikannya.
•Pendalaman Pengetahuan: Peserta
didik menerapkan persamaan linear
dalam
masalah keuangan, seperti
menghitung
keuntungan bisnis atau menentukan
titik
impas dalam penjualan produk.
•
•
•
•
Pengalaman
Belajar
Mereflek
si
3
Regulasi
Diri
Karakteris
tik
Conto
h
Individu mampu mengendalikan pikiran,
emosi, dan perilaku dalam mencapai
tujuan tertentu. Dalam konteks
pendidikan, regulasi diri sangat penting
bagi peserta didik untuk mengelola proses
belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Memotivasi diri sendiri untuk terus
belajar bagaimana cara belajar
Refleksi terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran (evaluasi diri)
Menerapkan strategi berpikir
Memiliki kemampuan metakognisi
(meregulasi diri dalam
pembelajaran) Meregulasi emosi
dalam pembelajaran
Menyampaikan motivasi belajar
sesuai pengalaman yang diperoleh
Penilaian diri sendiri terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran
Peserta didik dapat membuat
ringkasan materi yang dipahami
untuk menguji pemahaman mereka
sendiri. Peserta didik mampu
mengendalikan emosi negatif seperti
kecemasan, stres, dan frustasi saat
belajar dengan strategi coping seperti
bernapas dalam-dalam, istirahat
sejenak, atau mencari dukungan
sosial, dan lain-lain.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Memaha
mi
Mengaplik
asi
Pengalaman Belajar
PM
Mereflek
si
bagaimana atau mengapa fotosintesis
terjadi.
Contoh Pengalaman Belajar pada Topik
Fotosintesis
terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan
sebagainya.
Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu
ketersediaan
tanaman pangan.
Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis,
namun tidak
dapat mengaitkan antar proses fotosintesis.
Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat
menjelaskan
Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan
menyadari perannya
Contoh Pengalaman PM pada Ranah
Kognitif
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Memaha
mi
Pengalaman
Belajar PM
Merefleksi
Afekt
if
menunjukkan bagaimana peserta
didik menerima, merespons,
menghargai, mengorganisasi, dan
menginternalisasi nilai- nilai dalam
kehidupan mereka.
Contoh: Guru memfasilitasi diskusi
tentang isu
sosial dan meminta peserta didik untuk
menuliskan refleksi tentang sikap
mereka.
Psikomoto
rik
tindakan nyata dalam pembelajaran
yang melibatkan aktivitas motorik
seperti tindakan fisik dan praktik
langsung.
keterampilan dalam situasi yang
menyerupai dunia nyata, seperti
simulasi jual beli di pasar atau simulasi
debat.
Mengaplik
asi
Sikap dan perilaku dalam
pembelajaran yang
Contoh: peserta didik
mempraktikkan
Keterampilan fisik, koordinasi
gerakan, atau
Contoh Pengalaman PM pada
Ranah Afektif dan Psikomotorik
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
1.Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman pemahaman
konsep peserta didik
2.Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan.
3.Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan
lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya
4.Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa kegiatan
pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
5.Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran
yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru
6.Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat diadaptasi
sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
7.Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah pembelajaran yang
pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran
8.Pengalaman belajar melaluiolah pikir, olah hati,olah rasa, danolahraga adalah pengembangan diri yang holistik dan
integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran
menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
9.Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau mata
pelajaran yang dipelajari peserta didik
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
10. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran
11. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk
mendukung pembelajaran mendalam
12. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk
mendukung Pembelajaran mendalam
13. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan, dan
asesmen pembelajaran
14. Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada PM
menekankan Pentingnya umpan balik dan asesmen autentik.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Contoh Pelaksanaan PM pada Mata
Pelajaran
Agama
Pembelajaran agama yang berfokus pada
pengembangan spiritual, karakter, akhlak
dan atau moral melalui penanaman
keyakinan dan nilai agama, serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh: Experiential Learning yang
mengajarkan nilai-nilai agama melalui
pengalaman kehidupan sehari-sehari
seperti peserta didik diberikan isu atau
realita kenakalan remaja, kemudian diminta
untuk mencermati dan mengajukan solusi
berdasarkan nilai-nilai agama.
Pendidikan
Pancasila
Matematika
Pembelajaran yang mengembangkan pola
pikir logis, pemecahan masalah, dan
keterampilan analitis dan komputatif,
contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah
yang memberikan peluang peserta didik
untuk memecahkan masalah nyata seperti
komposisi dan nilai kalori makanan bergizi
dengan menggunakan konsep proporsi,
persentase dan pengukuran untuk
makanan sehat dan bergizi.
Pembelajaranyangmembentuk peserta
didik menjadi warga negara yang baik,
bertanggung jawab, memiliki kesadaran
terhadap hak serta kewajibannya dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara,
dan mampu berpartisipasi dalam
kehidupan bermasyarakat, contoh: Studi
Kasus yang memberikan peserta didik
untuk menyelesaikan permasalahan
pada isu sosial, politik, atau hukum
dengan mencari solusi berdasarkan
prinsip demokrasi dan Pancasila.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Contoh Pelaksanaan PM pada Mata
Pelajaran
Bahasa
Pembelajaran yang mengembangkan
keterampilan komunikasi, pemahaman
teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan
pemahaman budaya, contoh:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang
memberikan kesempatan peserta didik
mengeksplorasi bahasa dengan
mengumpulkan, mengolah dan
mengevaluasi informasi terkait
permasalahan sosial di masyarakat untuk
mendapatkan pengetahuan baru.
IPA
Pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman tentang alam semesta,
fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk
mengembangkan pengetahuan,
keterampilan berpikir ilmiah, bekerja
ilmiah, serta sikap peduli terhadap
lingkungan, contoh: Pembelajaran
Berbasis Proyek dengan memberikan
pengalaman kepada peserta didik untuk
membuat proyek energi terbarukan untuk
mengatasi permasalahan lingkungan.
Ilmu Sosial
Pembelajaran yang menekankan pada
kehidupan sosial, interaksi manusia, dan
dinamika masyarakat untuk membentuk
wawasan kebangsaan serta keterampilan
berpikir kritis, contoh: Pembelajaran
Kontekstual dengan membandingkan
nilai-nilai dan permasalahan pasar modern
dan pasar tradisional pada sudut pandang
sosial dan ekonomi dan memberikan solusi
permasalahan tersebut.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri
Guru memberikan stimulus
untuk membangkitkan rasa
ingin tahu peserta didik dan
mulai
mengidentifikasi topik yang
akan
dieksplorasi (kaitkan dengan
pengetahuan esensial, aplikatif,
nilai dan karakter).
Peserta didik mengidentifikasi
dan merumuskan pertanyaan
yang akan dijawab dalam
proses inkuiri dan
guru membimbing peserta
didik
untuk menyusun hipotesis atau
dugaan awal.
Peserta didik mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber, seperti eksperimen,
observasi,
wawancara, atau literatur dan
mencari pola atau hubungan
antar konsep (menggunakan
sumber lingkungan sekitar).
Peserta didik mengorganisasi
dan menafsirkan data yang
telah dikumpulkan,
menggunakan
berbagai teknik analisis,
seperti
diskusi kelompok, pemetaan
konsep, atau pembuatan
grafik.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Orienta
si
Memahami (Berkesadaran,
Bermakna)
Merumuskan
Masalah
Pengumpulan
Data
Mengaplikasi (Bermakna,
Menggembirakan)
Pengolahan dan
Analisis Data
1 2 3 4
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri
1/
2
Peserta didik menyusun
kesimpulan berdasarkan bukti
dan hasil analisis, serta
menjelaskan temuan dan
menghubungkannya dengan
konsep
atau teori yang relevan
(pendalaman pengetahuan).
Peserta didik menyampaikan
hasil temuannya melalui
presentasi, laporan tertulis,
atau diskusi kelas.
Melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran: apa yang
telah dipelajari, kesulitan yang
dihadapi,
dan bagaimana meningkatkan
pemahaman lebih lanjut, serta
guru memberikan umpan balik
konstruktif untuk memperkaya
pengalaman belajar peserta
didik (stimulasi regulasi diri).
Peserta didik menerapkan hasil
pembelajaran dalam konteks
nyata atau proyek lanjutan dan
mendorong eksplorasi lebih
lanjut
untuk memperdalam
pemahaman ko ns ep .
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
Menarik
Kesimpulan
Komunik
asi
Mengaplikasi (Bermakna,
Menggembirakan)
Reflek
si
Merefleksi (Berkesadaran,
Bermakna)
Aplikasi dan Tindak
Lanjut
5 6 7 8
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Praktik
Pedagogis
Kemitraan
Pembelajaran
Pemanfaatan
Digital
Lingkungan
Pembelajaran
2
1
4
3
Strategi mengajaryang dipilihguru untuk mencapai tujuan
belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk
mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada
pengalaman belajar peserta didik yang autentik,
mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan
berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Melibatkan
penggunaan model, media dan sumber belajar.
Kemitraanpembelajaran membentuk hubungan yang dinamis
antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra
profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol
pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting
sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang
lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya
beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan
pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Lingkungan pembelajaran menekankanintegrasi antara
ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk
mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual
dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong
kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga
dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik
dengan optimal.
Merancang Pembelajaran dan Asesmen
Alternatif 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan
CP.
Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis
‘kompetensi’ dan ‘konten’ pada ruang lingkup materi pada CP.
Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP.
Merumuskan TP dari CP
Contoh Perencanaan Pembelajaran
Penilaian atau asesmen adalah proses pengumpulan
dan pengolahan informasi untuk mengetahui
kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau
hasil belajar peserta didik. Asesmen dapat
menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen
penilaian yang sesuai dengan tujuan belajar. .
Permendikbud No.21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Asesme
n
Prinsi
p
Berkeadila
n
Objekti
f
Edukati
f
Pendidik melakukan penilaian
yang
tidakbias oleh latar
belakang,
identitas, atau kebutuhan
khusus peserta didik
Penilaianyangdidasarkanpada
informasi
faktual atas pencapaian perkembangan
atau hasil belajar peserta didik
Penilaian yang hasilnya
digunakan
sebagaiumpanbalikbagi
pendidik,
peserta didik, dan orang tua
untuk meningkatkan proses
pembelajaran dan hasil belajar.
Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:
Assessment as Learning
Assessment for Learning
Assessment of learning
pembelajaran
:asesmen sebagai proses
:asesmen untuk proses pembelajaran
:asesmen pada akhir proses
pembelajaran
Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung
berfokus pada asesmen sumatif
( learning)yang dijadikan acuan untuk mengisi
laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen
belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk
perbaikan pembelajaran. pembelajaran.
Pada pembelajaran paradigma baru,
pendidik diharapkan
menyelenggarakan lebih banyak
asesmen formatifuntuk
assessment of
meningkatkan kualitas
asesmen
formatif
Asesmen SEBAGAI
Proses
Pembelajaran
asesmen
formatif
Asesmen UNTUK
Proses
Pembelajaran
Asesmen PADA AKHIR
Proses Pembelajaran
(Assessment OF Learning)
(Assessment AS Learning) (Assessment FOR Learning)
• • •
Asesmen untuk
proses pembelajaran
Asesmen untuk
proses pembelajaran
Asesmen untuk
refleksi perbaikan
asesmen
sumatif
evaluasi
Berfungsisebagai Berfungsisebagai
pada akhir
proses
pembelajaran
Berfungsi sebagai
• •
•
Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan
dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman
asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang
harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.
Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as
learning lebih melibatkan pesertadidik secara aktif dalam kegiatan
asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar
menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self
assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh
.
assessment as
learning
Asesmen
Formatif
Asesmen
Sumatif
yaitu asesmen yang bertujuan
untuk
memberikan informasi atau umpan balik
bagi pendidik dan peserta didik untuk
memperbaiki proses belajar.
Asesmen formatif berupa:
a
. Asesmen di awal pembelajaran yang
dilakukan untuk mengetahui
kesiapan
peserta didik untuk mempelajari
materi
ajar dan mencapai tujuan
pembelajaran
yang direncanakan.
Asesmen di dalam proses
pembelajaran
yang dilakukan selama proses
b
.
yaitu asesmen yang dilakukan untuk
memastikan ketercapaian tujuan
pembelajaran. Pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah, asesmen ini bertujuan
untuk menilai pencapaian hasil belajar
peserta didik sebagai dasar penentuan:
a
.
b
.
kenaikan kelas; dan kelulusan
dari satuan pendidikan.
Sesuai dengan tujuannya, asesmen dapat dibedakan
menjadi
Asesmen
Formatif
• Tidak berisiko tinggi, artinya asesmen formatif dirancang untuk tujuan
pembelajaran dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor,
keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan penting lainnya.
• Dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen untuk meningkatkan
kualitas proses belajar.
• Dapat menggunakan metode yang sederhana sehingga umpan balik hasil asesmen
tersebut dapat diperoleh dengan cepat
• Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan
informasi kepada pendidik tentang kesiapan belajar peserta didik. Berdasarkan
asesmen ini, pendidik perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan
pembelajarannya dan/atau membuat diferensiasi pembelajaran agar sesuai dengan
kebutuhan peserta didik.
• Dapat memberikan informasi tentang kekuatan atau hal-hal yang masih perlu
ditingkatkan oleh peserta didik. Dengan demikian, hasil asesmen tidak sekadar
sebuah angka
Contoh-contoh pelaksanaan asesmen
formatif
•
•
•
•
Merancang kegiatan permainan sesuai tujuan pembelajaran untuk melihat
kemampuan peserta didik. Memulai kegiatan dengan memberikan
pertanyaan berkaitan dengan konsep atau topik yang telah dipelajari pada
pertemuan sebelumnya. Pendidik mengakhiri kegiatan pembelajaran di
kelas dengan meminta peserta didik untuk menuliskan 3 hal tentang
konsep yang baru mereka pelajari, 2 hal yang ingin mereka pelajari lebih
mendalam, dan 1 hal yang mereka belum pahami. Kegiatan percobaan
dilanjutkan dengan diskusi terkait proses dan hasil percobaan, kemudian
pendidik memberikan umpan balik terhadap pemahaman peserta didik.
Contoh mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase A Tujuan pembelajaran: Memahami
informasi dari instruksi lisan dan percakapan yang berkaitan dengan diri,
keluarga, dan/atau lingkungan.
Asesmen awal: Memberikan instruksi sederhana berkaitan dengan diri, keluarga,
dan/atau
lingkungan, seperti “Tolong ambil kertas lipat, kemudian lipat menjadi dua
bagian”
Hasil asesmen awal dan rencana tindak
lanjut
Belummampumemahami
informasidari
instruksi
sederhana
Memberikan instruksi lisan dan
percakapan
yang memuat informasi yang mudah
dilakukan
dengan tahapan yang sederhana
Mampumemahami informasi
dariinstruksi sederhana
Memberikan instruksi lisan dan
percakapan
yang memuat informasi yang lebih
kompleks
Contoh mata pelajaran Biologi Fase D Tujuan pembelajaran: Menganalisis
keterkaitan antara sistem organ, fungsi, serta kelainan atau gangguan
yang muncul pada sistem organ. Asesmen awal: Memberikan pertanyaan
dan kegiatan pemantik untuk mengetahui pemahaman tentang organ
Saat di Sekolah Dasar, Apakah kalian pernah mempelajari tentang organ?
Pernahkah kalian berpikir tentang suatu organ yang ada dalam tubuh
namun tidak pernah diketahui keberadaannya?”. Menjelaskan fenomena
Interstitium yang baru ditemukan sekitar tahun 2018, yang sampai saat ini
masih digali lebih dalam melalui berbagai penelitian. Setelah kegiatan
pemantik, peserta didik kemudian diminta mengidentifikasi organ- organ
penyusun sistem organ menggunakan diagram sistem organ sebagai
asesmen awal. Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan
diberikan penguatan oleh guru mengenai materi yang belum dipahami,
kemudian dikelompokkan dengan temannya yang berada pada kategori
minimal berkembang untuk kegiatan peerteaching.
• Sebagai alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam
satu atau lebih tujuan pembelajaran diperiode tertentu.
• Untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar guna dibandingkan dengan kriteria
capaian yang telah ditetapkan.
• Untuk menentukan kelanjutan proses belajar siswa di kelas atau jenjang
berikutnya.
• Dilakukan pada akhir lingkup materi atau dilakukan sekaligus untuk dua atau
lebih tujuan pembelajaran, atau akhir semester sesuai dengan pertimbangan
pendidik dan kebijakan satuan pendidikan.
• Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan.
• Dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes,
namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan
produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).
Asesmen
Sumatif
Capaian kinerja dituangkan dalam
bentukkriteriaataudimensiyangak
an
dinilai yang dibuat secara
bertingkat
dari kurang sampai terbaik
Catatan singkat hasil observasi
yang
difokuskan pada performa dan
perilaku
yang menonjol, disertai latar
belakang
kejadian dan hasil analisis dari
observasi.
menggambarkan tahap
perkembangan belajar
Daftar informasi, data, ciri-ciri,
karakteristik, atau elemen yang
dituju.
Grafik atau infografik
yang
Rubri
k
Catatan
anekdotal
Cekli
s
Grafik
perkembangan
Pemilihan instrumen asesmen diharapkan memperhatikan: karakteristik kebutuhan
peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/tujuan pembelajaran, kemudahan
penggunaan instrumen untuk
memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.
Instrumen
Asesmen
bukti ketercapaian tujuan
pembelajaran
merupakan penjelasan (deskripsi)tentang kemampuan apa yang
perlu ditunjukkan/didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti
(evidence) bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
Pendekatan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran:
●
●
●
●
menggunakan deskripsikriteria; menggunakan
rubrik; menggunakan skala atau interval nilai;
menggunakan persentase, atau pendekatan
lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan
pendidik dalam mengembangkannya
Pembelajaran dan
Asesmen
Keterpadua
n
Pendidik menyusun rencana
pembelajaran, termasuk di dalamnya
rencana asesmen mulai dari awal hingga
akhir pembelajaran
Melaksanakan asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengetahui
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Hasil dari asesmen ini dapat
digunakan sebagai salah satu
alternatif untuk asesmen awal pada
pembelajaran berikutnya.
Pendidik melakukan asesmen di awal
pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap
individu peserta didik untuk mempelajari
materi yang telah dirancang. Berdasarkan
hasil asesmen, pendidik mendetailkan
rencana pembelajaran dan/atau membuat
perencanaan yang sesuai dengan tahap
capaian peserta didik.
Melaksanakan pembelajaran
dan
menggunakan berbagai metode
asesmen formatif untuk
memonitor
kemajuan
belajar.
KOKURIKULER
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk
penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam
rangka
pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

kurikulum merdeka presentasi 02.pptx.pptx

  • 1.
    KURIKULUM MERDEKA DEEP LEARNING(PM) Presented By : KKG Gugus 2
  • 3.
    Indonesia berada diperingkat 68 dari 81 negara dengan skor; matematika (379), sains (398), dan membaca (371) (OECD, 2023). Programme for International Student Assessment (PISA)
  • 4.
    TOP DOWN BOTTOMUP Guru sebagai Aktivator, Kolaborator, dan Pengembang Budaya Belajar.
  • 5.
    01 02 03 Terasa tidak asing,Apa ini benar istilah baru? CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA) 1970-an PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF & MENYENANGKAN (PAKEM) CONTEXTUAL TEACHING & LEARRNING (CTL) Bahkan pada KTSP (ada kompetensi dasar, bukan sekadar konten), Kurikulum 2013 (pendekatan scientific) dan Kurikulum Merdeka (Capaian Pembelajaran (CP), asesmen diagnostik, diferensiasi dan berpusat pada siswa) versi sebelumnya, pendekatan ini secara tidak langsung juga diterapkan. Hanya saja pada PM ini, pendekatan ini kembali di highlight dan dijadikan acuan.
  • 6.
    Permendikdasmen No. 10Tahun 2025 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025 Standar Isi Kurikulum Merdeka Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 Struktur Kurikulum & Fleksibilitas Pengelolaan Jam Belajar Menggantikan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Merdeka Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025 Beban Kerja Guru Menggantikan Permendikbudristek No. 15 Tahun 2018 tentang Beban Kerja Guru Keputusan BSKAP No. 046/H/KR/2025 Capaian Pembelajaran (CP) terbaru Menggantikan SK BSKAP no 032 tahun 2024 Aturan yang berlaku
  • 7.
    Merujuk Permendikdasmen No.13 Tahun 2025 Kelas I : Tidak terdapat mapel Bahasa Inggris, alokasi waktu Intrakurikuler bertambah namun alokasi waktu kokurikulernya dikurangi. Total JP per tahun masih sama dengan sebelumnya Kelas II : Tidak terdapat mapel Bahasa Inggris, alokasi waktu Intrakurikuler bertambah namun alokasi waktu kokurikulernya dikurangi. Total JP per tahun masih sama dengan sebelumnya *Kokurikuler sebagai pengganti P5
  • 8.
    Merujuk Permendikdasmen No.13 Tahun 2025 Kelas III dan IV tidak ada perbedaan yang signifikan untuk pembagian alokasi waktu dan mapel. *Kokurikuler sebagai pengganti P5 Kelas V dan VI terdapat penambahan mapel Koding dan KA (Kecerdasan Artifisial) yang masuk ke intrakurikuler
  • 9.
    Merujuk Keputusan BSKAPNo. 046/H/KR/2025 Fase A : Terdapat perbedaan CP pada Bahasa Indonesia Elemen Menyimak. Pada CP 2025 menyimak difokuskan pada teks aural dan menambahkan pemahaman pada teks sastra. Untuk fase lainnya juga terdapat perubahan terutama disesuaikan dengan prinsip pembelajaran mendalam.
  • 10.
    Pembelajaran Mendalam didefinisikansebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Lalu apa yang dimaksud Deep Learning (PM) dan bagaimana penerapannya?
  • 11.
    01 Kerangka Kerja PM DIMENSIPROFIL LULUSAN 02 PRINSIP PEMBELAJARAN 03 PENGALAMAN BELAJAR 04 KERANGKA PEMBELAJARAN
  • 12.
    01 DIMENSI PROFIL LULUSAN KEIMANANDAN KETAKWAAN TERHADAP TUHAN YME 02 KEWARGAAN 03 PENALARAN KRITIS 04 KREATIVITAS 05 KOLABORASI 06 KEMANDIRIAN 07 KESEHATAN 08 KOMUNIKASI
  • 13.
    Penerapan Prinsip Pembelajaran MendalamBerkesadar an (Mindful) Ellen Langer 1997 • Kenyamanan peserta didik dalam belajar • Fokus, konsentrasi, dan perhatian • Kesadaran terhadap proses berpikir • Keterbukaan terhadap perspektif baru • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru Contoh : Menurutmu, apa dampaknya jika ibu kota Indonesia pindah ke IKN? Bermakna David Ausubel 1963 • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain • Pembelajar sepanjang hayat Menggembirak an John Dewey 1936 Howard Gardner 1983 • Lingkungan pembelajaran yang interaktif • Aktivitas pembelajaran yang menarik • Menginspirasi • Tantangan yang memotivasi • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment) • Melibatkan pengalaman langsung baik secara emosional maupun intelektual • Pembelajaran masuk akal dan tidak membosankan • Menghargai keunikan individu Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan • Hafalan • Terjebak pada satu sudut pandang (kaku) • Tidak mempertanyakan hal yang sudah dianggap pasti • Jawaban tunggal Contoh : Sebutkan ibu kota Indonesia! Jakarta Contoh di kelas Saat mengajar “gaya” pada materi IPA, guru menanyakan pengalaman siswa tentang dorongan saat bermain ayunan, lalu memperkenalkan gaya sebagai konsep ilmiah. Contoh pembelajaran di kelas Anak diberi pertanyaan “Apa yang terjadi apabila es di kutub mencair?” Guru membawa es batu dan nampan Anak mengamati sendiri proses mencairnya es dan menyimpulkan hasil pengamatan.
  • 14.
    Pengalaman Belajar Mereflek si Memaha mi Mengaplik asi Tahap awal pesertadidik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan. Proses dimana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 15.
    Menghubungkan pengetahuan baru denganpengetahuan sebelumnya Menstimulasi proses berpikir peserta didik Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik Pengalaman Belajar Memaha mi Jenis Pengetahuan Karakteris tik Conto h • • • • • • • • • Pengetahuan Esensial Pengetahuan Aplikatif Pengetahuan Nilai dan Karakter • Mengeskplorasi pengalaman- pengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS • Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 16.
    Pengalaman Belajar Memaha mi Pengetahuan Esensial Pengetahuan Aplikatif Pengetahuan Nilai dan Karakter Pengetahuandasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak. Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa) Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif) Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian) Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 17.
    Pengalaman Belajar Mengaplik asi Pendalaman Pengetahuan Karakteris tik Conto h Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadapkonsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya. Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain. Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut. Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada. Topik: Persamaan Linear •Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya. •Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk. • • • •
  • 18.
    Pengalaman Belajar Mereflek si 3 Regulasi Diri Karakteris tik Conto h Individu mampu mengendalikanpikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif. Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri) Menerapkan strategi berpikir Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran) Meregulasi emosi dalam pembelajaran Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri. Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain. • • • • • • • • • Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 20.
    Memaha mi Mengaplik asi Pengalaman Belajar PM Mereflek si bagaimana ataumengapa fotosintesis terjadi. Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya. Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan. Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis. Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 21.
    Memaha mi Pengalaman Belajar PM Merefleksi Afekt if menunjukkan bagaimanapeserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai- nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka. Psikomoto rik tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat. Mengaplik asi Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang Contoh: peserta didik mempraktikkan Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 22.
    Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 1.Penyampaian materisesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik 2.Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. 3.Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya 4.Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan 5.Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru 6.Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi 7.Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran 8.Pengalaman belajar melaluiolah pikir, olah hati,olah rasa, danolahraga adalah pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya 9.Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau mata pelajaran yang dipelajari peserta didik Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 23.
    Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 10. Penerapanpembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran 11. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam 12. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung Pembelajaran mendalam 13. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran 14. Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada PM menekankan Pentingnya umpan balik dan asesmen autentik. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 24.
    Contoh Pelaksanaan PMpada Mata Pelajaran Agama Pembelajaran agama yang berfokus pada pengembangan spiritual, karakter, akhlak dan atau moral melalui penanaman keyakinan dan nilai agama, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: Experiential Learning yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui pengalaman kehidupan sehari-sehari seperti peserta didik diberikan isu atau realita kenakalan remaja, kemudian diminta untuk mencermati dan mengajukan solusi berdasarkan nilai-nilai agama. Pendidikan Pancasila Matematika Pembelajaran yang mengembangkan pola pikir logis, pemecahan masalah, dan keterampilan analitis dan komputatif, contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah yang memberikan peluang peserta didik untuk memecahkan masalah nyata seperti komposisi dan nilai kalori makanan bergizi dengan menggunakan konsep proporsi, persentase dan pengukuran untuk makanan sehat dan bergizi. Pembelajaranyangmembentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab, memiliki kesadaran terhadap hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang memberikan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan pada isu sosial, politik, atau hukum dengan mencari solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan Pancasila. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 25.
    Contoh Pelaksanaan PMpada Mata Pelajaran Bahasa Pembelajaran yang mengembangkan keterampilan komunikasi, pemahaman teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan pemahaman budaya, contoh: Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang memberikan kesempatan peserta didik mengeksplorasi bahasa dengan mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi informasi terkait permasalahan sosial di masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan baru. IPA Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman tentang alam semesta, fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah, serta sikap peduli terhadap lingkungan, contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek dengan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk membuat proyek energi terbarukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Ilmu Sosial Pembelajaran yang menekankan pada kehidupan sosial, interaksi manusia, dan dinamika masyarakat untuk membentuk wawasan kebangsaan serta keterampilan berpikir kritis, contoh: Pembelajaran Kontekstual dengan membandingkan nilai-nilai dan permasalahan pasar modern dan pasar tradisional pada sudut pandang sosial dan ekonomi dan memberikan solusi permasalahan tersebut. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk
  • 26.
    Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam KeterkaitanPengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter). Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesis atau dugaan awal. Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar). Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Orienta si Memahami (Berkesadaran, Bermakna) Merumuskan Masalah Pengumpulan Data Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) Pengolahan dan Analisis Data 1 2 3 4
  • 27.
    Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam KeterkaitanPengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri 1/ 2 Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan). Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri). Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman ko ns ep . Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Menarik Kesimpulan Komunik asi Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) Reflek si Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) Aplikasi dan Tindak Lanjut 5 6 7 8
  • 28.
    Kementerian Pendidikan Dasar danMenengah Praktik Pedagogis Kemitraan Pembelajaran Pemanfaatan Digital Lingkungan Pembelajaran 2 1 4 3 Strategi mengajaryang dipilihguru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Melibatkan penggunaan model, media dan sumber belajar. Kemitraanpembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama. Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik. Lingkungan pembelajaran menekankanintegrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
  • 29.
  • 30.
    Alternatif 1. Merumuskantujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP. Alternatif 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘konten’ pada ruang lingkup materi pada CP. Alternatif 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP. Merumuskan TP dari CP
  • 31.
  • 32.
    Penilaian atau asesmenadalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik. Asesmen dapat menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan belajar. . Permendikbud No.21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
  • 33.
    Asesme n Prinsi p Berkeadila n Objekti f Edukati f Pendidik melakukan penilaian yang tidakbiasoleh latar belakang, identitas, atau kebutuhan khusus peserta didik Penilaianyangdidasarkanpada informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik Penilaian yang hasilnya digunakan sebagaiumpanbalikbagi pendidik, peserta didik, dan orang tua untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar.
  • 34.
    Jenis Asesmen berdasarkanfungsinya: Assessment as Learning Assessment for Learning Assessment of learning pembelajaran :asesmen sebagai proses :asesmen untuk proses pembelajaran :asesmen pada akhir proses pembelajaran Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif ( learning)yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran. pembelajaran. Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatifuntuk assessment of meningkatkan kualitas
  • 35.
    asesmen formatif Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran asesmen formatif Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran AsesmenPADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning) (Assessment AS Learning) (Assessment FOR Learning) • • • Asesmen untuk proses pembelajaran Asesmen untuk proses pembelajaran Asesmen untuk refleksi perbaikan asesmen sumatif evaluasi Berfungsisebagai Berfungsisebagai pada akhir proses pembelajaran Berfungsi sebagai • • • Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal. Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan pesertadidik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh . assessment as learning
  • 36.
    Asesmen Formatif Asesmen Sumatif yaitu asesmen yangbertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif berupa: a . Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses b . yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, asesmen ini bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan: a . b . kenaikan kelas; dan kelulusan dari satuan pendidikan. Sesuai dengan tujuannya, asesmen dapat dibedakan menjadi
  • 37.
    Asesmen Formatif • Tidak berisikotinggi, artinya asesmen formatif dirancang untuk tujuan pembelajaran dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor, keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan penting lainnya. • Dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen untuk meningkatkan kualitas proses belajar. • Dapat menggunakan metode yang sederhana sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat • Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan informasi kepada pendidik tentang kesiapan belajar peserta didik. Berdasarkan asesmen ini, pendidik perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya dan/atau membuat diferensiasi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. • Dapat memberikan informasi tentang kekuatan atau hal-hal yang masih perlu ditingkatkan oleh peserta didik. Dengan demikian, hasil asesmen tidak sekadar sebuah angka
  • 38.
    Contoh-contoh pelaksanaan asesmen formatif • • • • Merancangkegiatan permainan sesuai tujuan pembelajaran untuk melihat kemampuan peserta didik. Memulai kegiatan dengan memberikan pertanyaan berkaitan dengan konsep atau topik yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pendidik mengakhiri kegiatan pembelajaran di kelas dengan meminta peserta didik untuk menuliskan 3 hal tentang konsep yang baru mereka pelajari, 2 hal yang ingin mereka pelajari lebih mendalam, dan 1 hal yang mereka belum pahami. Kegiatan percobaan dilanjutkan dengan diskusi terkait proses dan hasil percobaan, kemudian pendidik memberikan umpan balik terhadap pemahaman peserta didik.
  • 39.
    Contoh mata pelajaranBahasa Indonesia Fase A Tujuan pembelajaran: Memahami informasi dari instruksi lisan dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan. Asesmen awal: Memberikan instruksi sederhana berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan, seperti “Tolong ambil kertas lipat, kemudian lipat menjadi dua bagian” Hasil asesmen awal dan rencana tindak lanjut Belummampumemahami informasidari instruksi sederhana Memberikan instruksi lisan dan percakapan yang memuat informasi yang mudah dilakukan dengan tahapan yang sederhana Mampumemahami informasi dariinstruksi sederhana Memberikan instruksi lisan dan percakapan yang memuat informasi yang lebih kompleks
  • 40.
    Contoh mata pelajaranBiologi Fase D Tujuan pembelajaran: Menganalisis keterkaitan antara sistem organ, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ. Asesmen awal: Memberikan pertanyaan dan kegiatan pemantik untuk mengetahui pemahaman tentang organ Saat di Sekolah Dasar, Apakah kalian pernah mempelajari tentang organ? Pernahkah kalian berpikir tentang suatu organ yang ada dalam tubuh namun tidak pernah diketahui keberadaannya?”. Menjelaskan fenomena Interstitium yang baru ditemukan sekitar tahun 2018, yang sampai saat ini masih digali lebih dalam melalui berbagai penelitian. Setelah kegiatan pemantik, peserta didik kemudian diminta mengidentifikasi organ- organ penyusun sistem organ menggunakan diagram sistem organ sebagai asesmen awal. Bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan diberikan penguatan oleh guru mengenai materi yang belum dipahami, kemudian dikelompokkan dengan temannya yang berada pada kategori minimal berkembang untuk kegiatan peerteaching.
  • 41.
    • Sebagai alatukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran diperiode tertentu. • Untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar guna dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan. • Untuk menentukan kelanjutan proses belajar siswa di kelas atau jenjang berikutnya. • Dilakukan pada akhir lingkup materi atau dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, atau akhir semester sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan. • Khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. • Dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio). Asesmen Sumatif
  • 42.
    Capaian kinerja dituangkandalam bentukkriteriaataudimensiyangak an dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis dari observasi. menggambarkan tahap perkembangan belajar Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju. Grafik atau infografik yang Rubri k Catatan anekdotal Cekli s Grafik perkembangan Pemilihan instrumen asesmen diharapkan memperhatikan: karakteristik kebutuhan peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/tujuan pembelajaran, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik. Instrumen Asesmen
  • 43.
    bukti ketercapaian tujuan pembelajaran merupakanpenjelasan (deskripsi)tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti (evidence) bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran. Pendekatan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran: ● ● ● ● menggunakan deskripsikriteria; menggunakan rubrik; menggunakan skala atau interval nilai; menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya
  • 44.
    Pembelajaran dan Asesmen Keterpadua n Pendidik menyusunrencana pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen mulai dari awal hingga akhir pembelajaran Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil dari asesmen ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk asesmen awal pada pembelajaran berikutnya. Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang. Berdasarkan hasil asesmen, pendidik mendetailkan rencana pembelajaran dan/atau membuat perencanaan yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.
  • 45.
    KOKURIKULER Kokurikuler merupakan kegiatanpembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.