KLASIFIKASI CITRA
VIVI FITRIANI,S.PD., M.SI
2
PRESENTATION
TITLE
AGENDA
KONSEP KLASIFIKASI CITRA
DIGITAL
JENIS KLASIFIKASI CITRA
DIGITAL
3
PRESENTATION
TITLE
KONSEP
Klasifikasi (dalam inderaja) adalah proses
mengelompokkan piksel-piksel ke dalam kelas kelas
atau kategori-kategori yang telah ditentukan
berdasarkan nilai kecerahan (brightness value/BV atau
digital number/DN) piksel yang bersangkutan.
Tujuan : untuk mendapatkan gambaran atau peta
tematik yang berisikan bagian-bagian yang
menyatakan suatu objek atau tema.
KLASIFIKASI CITRA
DIGITAL
5
PRESENTATION
TITLE
“KLASIFIKASI DIGITAL PADA SUATU CITRA
ADALAH SUATU PROSES DIMANA PIKSEL-PIKSEL
DENGAN KARAKTERISTIK SPEKTRAL YANG
SAMA, YANG OLEH KARENANYA DIASUMSIKAN
SEBAGAI KELAS YANG SAMA, DIIDENTIFIKASI
DAN DITETAPKAN DALAM SUATU WARNA YANG
SAMA ..”
6
PRESENTATION
TITLE
• Klasifikasi secara digital yang menempatkan piksel ke dalam kelas-kelas secara umum
dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu klasifikasi tidak terbimbing (Unsupervised
Classification) dan klasifikasi terbimbing (Supervised Classification)
Terbimbi
ng
• klasifikasi yang dilakukan dengan arahan analisis
(supervised), dimana kriteria pengelompokkan
kelas ditetapkan berdasarkan penciri kelas (class
signature) yang diperoleh melalui pembuatan
area contoh (training area)
Tidak
Terbimbi
ng
• Klasifikasi dengan pembentukan kelasnya sebagian
besar dikerjakan oleh komputer. Kelas-kelas atau klaster
yang terbentuk dalam klasifikasi ini sangat bergantung
kepada data itu sendiri, yaitu dikelompokkannya piksel-
piksel berdasarkan kesamaan atau kemiripan
spektralnya
7
PRESENTATION
TITLE
KLASIFIKASI
TERBIMBING
1. Pembuatan Daerah contoh, untuk
menentukan penciri kelas
“suatu kegiatan mengidentifikasi prototipe (cluster)
dari sejumlah piksel yang mewakili masing-masing
kelas atau kategori yang diinginkan dengan
menentukan posisi contoh dilapangan dengan
bantuan peta tutupan lahan sebagai referensi
untuk setiap kelasnya”
2. Komputer menggunakan daerah contoh
sebagai kunci untuk mengenali pixel
lainnya yang sejenis
“ Daerah yang memilik nilai piksel sejenis akan
dimasukan kedalam kelas lahan yang telah ditetapkan
sebelumnya”
8
PRESENTATION
TITLE
KLASIFIKASI
TIDAK
TERBIMBING
• Analis akan menentukan
jumlah kelas (cluster) yang
akan dibuat. Kemudian
setelah mendapatkan hasil,
analis menetapkan kelas-kelas
lahan terdapat kelas-kelas
spektral yang telah
dikelompokan oleh computer
• Analis bisa menggabungkan
beberapa kelas yang dianggap
memiliki informasi yang sama
menjadi satu kelas, contoh
Pemukiman dan Perkantoran
9
PRESENTATION
TITLE
SUPERVISED METHOD
Maximum
LikeHoodm:
Mengasumsikan bahwa statistik
untuk setiap kelas di masing-
masing band yang terdistribusi
secara normal dan menghitung
probabilitas bahwa setiap pixel
yang diberikan milik kelas
tertentu
Minimum Distance:
klasifikasinya berdasarkan
dengan melihat jarak terpendek
antara nilai kecerahan suatu piksel
UNSUPERVISED METHOD
IsoData :
pengelompokkan
berdasarkan standar
deviasi atau ambang
batas dari nilai tiap
pixel
K-means: Berdasarkan
nilai titik tengah

KLASIFIKASI CITRA SISTEM TERBIMBING DAN TIDAK TERBIMBING.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    3 PRESENTATION TITLE KONSEP Klasifikasi (dalam inderaja)adalah proses mengelompokkan piksel-piksel ke dalam kelas kelas atau kategori-kategori yang telah ditentukan berdasarkan nilai kecerahan (brightness value/BV atau digital number/DN) piksel yang bersangkutan. Tujuan : untuk mendapatkan gambaran atau peta tematik yang berisikan bagian-bagian yang menyatakan suatu objek atau tema.
  • 4.
  • 5.
    5 PRESENTATION TITLE “KLASIFIKASI DIGITAL PADASUATU CITRA ADALAH SUATU PROSES DIMANA PIKSEL-PIKSEL DENGAN KARAKTERISTIK SPEKTRAL YANG SAMA, YANG OLEH KARENANYA DIASUMSIKAN SEBAGAI KELAS YANG SAMA, DIIDENTIFIKASI DAN DITETAPKAN DALAM SUATU WARNA YANG SAMA ..”
  • 6.
    6 PRESENTATION TITLE • Klasifikasi secaradigital yang menempatkan piksel ke dalam kelas-kelas secara umum dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu klasifikasi tidak terbimbing (Unsupervised Classification) dan klasifikasi terbimbing (Supervised Classification) Terbimbi ng • klasifikasi yang dilakukan dengan arahan analisis (supervised), dimana kriteria pengelompokkan kelas ditetapkan berdasarkan penciri kelas (class signature) yang diperoleh melalui pembuatan area contoh (training area) Tidak Terbimbi ng • Klasifikasi dengan pembentukan kelasnya sebagian besar dikerjakan oleh komputer. Kelas-kelas atau klaster yang terbentuk dalam klasifikasi ini sangat bergantung kepada data itu sendiri, yaitu dikelompokkannya piksel- piksel berdasarkan kesamaan atau kemiripan spektralnya
  • 7.
    7 PRESENTATION TITLE KLASIFIKASI TERBIMBING 1. Pembuatan Daerahcontoh, untuk menentukan penciri kelas “suatu kegiatan mengidentifikasi prototipe (cluster) dari sejumlah piksel yang mewakili masing-masing kelas atau kategori yang diinginkan dengan menentukan posisi contoh dilapangan dengan bantuan peta tutupan lahan sebagai referensi untuk setiap kelasnya” 2. Komputer menggunakan daerah contoh sebagai kunci untuk mengenali pixel lainnya yang sejenis “ Daerah yang memilik nilai piksel sejenis akan dimasukan kedalam kelas lahan yang telah ditetapkan sebelumnya”
  • 8.
    8 PRESENTATION TITLE KLASIFIKASI TIDAK TERBIMBING • Analis akanmenentukan jumlah kelas (cluster) yang akan dibuat. Kemudian setelah mendapatkan hasil, analis menetapkan kelas-kelas lahan terdapat kelas-kelas spektral yang telah dikelompokan oleh computer • Analis bisa menggabungkan beberapa kelas yang dianggap memiliki informasi yang sama menjadi satu kelas, contoh Pemukiman dan Perkantoran
  • 9.
    9 PRESENTATION TITLE SUPERVISED METHOD Maximum LikeHoodm: Mengasumsikan bahwastatistik untuk setiap kelas di masing- masing band yang terdistribusi secara normal dan menghitung probabilitas bahwa setiap pixel yang diberikan milik kelas tertentu Minimum Distance: klasifikasinya berdasarkan dengan melihat jarak terpendek antara nilai kecerahan suatu piksel UNSUPERVISED METHOD IsoData : pengelompokkan berdasarkan standar deviasi atau ambang batas dari nilai tiap pixel K-means: Berdasarkan nilai titik tengah