Cara
menyelesaikan
soal
PENGERTIAN
A. DWT (Dead Weight Tonnage) adalah jumlah bobot yang dapat diangkut sejak kapal kosong
(Light Ship) sampai sarat maksimum yang diijinkan, atau sejak Light Load Line (LLL) sampai
Deep Load Line (DLL)
DLL
LLL
DWT d2
 Keterangan : d1
LLL = Light Load Line (Garis Muat Kapal Kosong)
DLL = Deep Load Line (Garis Muat Maksimum Kapal sesuai Plimsol Mark)
d1 = Light draught (sarat kapal kosong)
d2 = Deep draught (sarat kapal pada garis muat maksimum)
DWT = Deadweight Tonnage adalah jumlah bobot yang dapat diangkut sejak garis muat kosong (LLL) sampai
garis muat maksimum (DLL).
DWT = Cargo + Inventaris lepas (Operating Load)
Operating load = Fuel Oil (bahan bakar) + Fresh Water (air tawar) + Store (perbekalan)
b. Hold Capacity adalah kapasitas (volume) ruangan kapal dihitung dalam m3, terdiri
dari :
- Bale capacity (kapasitas muatan bal-balan, karungan dll)
- Grain capacity (kapasitas untuk muatan biji-bijian, misal biji besi, kedelai, dll)
- Bulk / oil capacity (kapasitas untuk muatan curah padat dan cair)
c. Stowage Factor adalah volume ruangan kapal dalam m3 yang digunakan untuk
memadat muatan seberat 1 ton.
- Dead weight cargo adalah muatan yang SF nya < 40 cft ( 1,4 m3/ton) biasanya
berbentuk logam. Perhitungan freightnya didasarkan atas berat (weight ton)
- Measurement cargo adalah muatan yang SFnya > 40 cft (1,4 m3/ton) biasanya
barang-barang hasil pabrik, tariff nya berdasarkan volume ruangan Misal SF = 4,
maka tariffnya = 4/1,4 x tariff freight ton normal.
- Untuk deadweight cargo dan measurement cargo tariff freight digunakan revenue
ton (RT)
- Muatan yang sangat berat (heavylift cargo missal lokomotif dan muatan yang
sangat panjang (long length cargo misal pipa-pipa kereta api) dikenakan tariff
surcharge (tambahan) sebagai berikut :
- Panjang 6 -7 m , berat 2 – 4 ton, surcharge 10%
- Panjang 7 – 8 m, berat 4 – 6 ton, surcharge 20%
- Panjang 8 – 9 m, berat 6 – 8 ton, surcharge 30%
- Panjang < 9 m, dilakukan negosiasi
d. Load Factor adalah perbandingan antara berat muatan sebenarnya dengan
total cargo DWT, misalnya total cargo DWT kapal 10.000 ton hanya bisa
diisi penuh dengan muatan 8.000 ton, berarti Load Factor 80%
e. Freight adalah uang tambang yang harus dibayar oleh shipper kepada
carrier.
- Freight Prepaid adalah pembayaran uang tambang di pelabuhan muat
(loading port)
- Freight collect adalah pembayaran uang tambang setelah kapal tiba di
pelabuhan bongkar (discharging port)
f. Variable cost adalah biaya kapal yang tidak tetap misalnya biaya BBM,
pelabuhan, komisi agen, claim muatan, transshipment, sewa peti kemas.
g. Fix cost adalah biaya kapal yang tetap, misalnya operasi kapal, asuransi,
depresiasi kapal. Over head (biaya pemasaran/iklan).
h. Surcharge adalah biaya yang harus dibayarkan sebagai tambahan atas
biaya normal, misalnya option cargo (muatan yang pelabuhan bongkar
lebih dari satu)
i. Contribution margin/variable costing/direct costing) adalah perhitungan
harga pokok yang hanya terdiri dari biaya produksi yang bersifat variable
B.SKENARIO
1.Perhitungan Tonnage :
Sebuah kapal memiliki DWT 10.000 ton dan Hold Capacity 14.000 m3.
Akan memuat muatan A SF = 0,5 dan muatan B SF = 4, Load factor 80%
dan di kapal sudah ada fuel oil = 400 ton dan fresh water 300 ton, dalam
pemuatan ini BS = 10%. Hitung berat muatan A dan B yang dapat
dimuat?
2.Perhitungan Rugi Laba
Sebuah kapal barang mempunyai DWT 14.000 dengan volume ruang
muat 17.500 cbm,. diisi muatan dengan SF 1,4 dan load factor 80%.
Freight muatan tersebut per tonnya Rp. 170.000,- dengan potongan
pendapatan 3%, Variable cost per ton Rp.110.000,-, Fixed cost
Rp.400.000.000,- per voyage
Hitung :
a. Contribution Margin per voyage (Variable costing/Direct costing)
b. Laba usaha/operasi per voyage
3. Sebuah kapal mempunya cargo dead weight 10.000 ton
dengan isi muatan load factor 80%, dalam operasinya
mempunyai data pada voyage tersebut sbb:
Tarif freight atas muatan per tonnya (revenue ton /RT) = Rp.
160.000,-, potongan atas pendapatan kotor 2%.
Dari data biaya pada voyage tersebut :
Biaya operasi kapal (ship oerating cost) Rp. 140 jt, biaya
over head Rp. 120 jt, biaya bunker Rp. 130 jt, biaya asuransi
Rp. 60 jt , biaya dan komisi agen Rp. 110 jt, biaya muatan
(cargo expenses) Rp. 300 jt, biaya pelabuhan (port expenses)
Rp. 180 jt, biaya penyusutan (depresiasi) = Rp. 100 jt, biaya
claim atas cargo 1% dari freight kotor. Hitung :
a.Laba rugi usaha dengan metode direct costing (pembayaran
langsung)
b. Laba rugi usaha dengan metode biaya langsung dan tidak
langsung
PENYELESAIAN
DWT : 10.00 Ton
Hold Capacity : 14.000 m3
Load factor : 80%
SF A : 0.5
B : 4
Fuel Oil : 400
FW : 300
BS : 10%
Bale Capacity = 14.000m3 x 80%
= 11.200
BS = 11.200 X 10%
= 1.120
Ruang Muat EFS (V) = 11.200 – 1.120
= 10.080
1.DWT = 10.000
FO+FW = 700 -
SISA = 9.300
A + B = 9300 x 4
0,5 A + 4 B = 10.080 x 1
4 A + 4 B = 37.200
0,3 A + 4 B = 10.080 -
3,5 A = 27.120
A= 27.120 : 3,5
A= 7748,57 E
A +B = 9300
B = 9300 – 7748,57
= 1551,42
2. DWT = 14.000
Vol. = 17.500 m3
SF = 1,4
Load Factor = 80 %
Freigt Muatan = Rp. 170.000 / ton
Pot. Pendapatan = 3 %
Variabel Cost = Rp. 110.000 / ton
fixed Cost = Rp. 400.000.000 / Voyage
Vol. = 17.500 x 80 % = 14.000 m3
Berat = 14.000 = 10.000 ton
1.4
Freight Cost = 1.000 ton x 170.000 = 1.700.000.000
Pot = 1.700.000.000 X 3% = 51.000.000
Direct cost = 1.700.000.000 – 51.000.000 = 1.649.000.000
Variable Cost = 110.000 x 10.000 = 1.100.000.000
a. Contributation Mavgin = 1.649.000.000 -1.100.000.000 =
549.000.000
b. Laba = 549.000.000 – 400.000.000 = 149.000.000
Lanjutan...
 Cargo Deadweight = 10.000 ton
 Load Factor 80%
 Freight Cost 160.000 x 8.000 =
128.000.000
 Pot = 1.280.000.000 x 2 % = 25.600.000
 Cost = 1.280.000.000 – 25.600.000 =
1.255.400.000
Biaya Operasional Kapal
 Biaya Operational kapal = 140.000
 Biaya Over Head = 120.000
 Biaya Bunker = 130.000
 Biaya Muatan = 300.000
 Biaya Pelabuhan = 180.000
 Biaya Penyusutan = 100.000
 Biaya Claim = 12.800
 Biaya Agen = 110.000
 Biaya Asuransi = 60.000
TOTAL COST = 1.142.800.000
A. 1.255.400.000 – 1.142.800.000 = 112.600.000
Terima Kasih ...

demo penyelesaian soal

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN A. DWT (DeadWeight Tonnage) adalah jumlah bobot yang dapat diangkut sejak kapal kosong (Light Ship) sampai sarat maksimum yang diijinkan, atau sejak Light Load Line (LLL) sampai Deep Load Line (DLL) DLL LLL DWT d2  Keterangan : d1 LLL = Light Load Line (Garis Muat Kapal Kosong) DLL = Deep Load Line (Garis Muat Maksimum Kapal sesuai Plimsol Mark) d1 = Light draught (sarat kapal kosong) d2 = Deep draught (sarat kapal pada garis muat maksimum) DWT = Deadweight Tonnage adalah jumlah bobot yang dapat diangkut sejak garis muat kosong (LLL) sampai garis muat maksimum (DLL). DWT = Cargo + Inventaris lepas (Operating Load) Operating load = Fuel Oil (bahan bakar) + Fresh Water (air tawar) + Store (perbekalan)
  • 3.
    b. Hold Capacityadalah kapasitas (volume) ruangan kapal dihitung dalam m3, terdiri dari : - Bale capacity (kapasitas muatan bal-balan, karungan dll) - Grain capacity (kapasitas untuk muatan biji-bijian, misal biji besi, kedelai, dll) - Bulk / oil capacity (kapasitas untuk muatan curah padat dan cair) c. Stowage Factor adalah volume ruangan kapal dalam m3 yang digunakan untuk memadat muatan seberat 1 ton. - Dead weight cargo adalah muatan yang SF nya < 40 cft ( 1,4 m3/ton) biasanya berbentuk logam. Perhitungan freightnya didasarkan atas berat (weight ton) - Measurement cargo adalah muatan yang SFnya > 40 cft (1,4 m3/ton) biasanya barang-barang hasil pabrik, tariff nya berdasarkan volume ruangan Misal SF = 4, maka tariffnya = 4/1,4 x tariff freight ton normal. - Untuk deadweight cargo dan measurement cargo tariff freight digunakan revenue ton (RT) - Muatan yang sangat berat (heavylift cargo missal lokomotif dan muatan yang sangat panjang (long length cargo misal pipa-pipa kereta api) dikenakan tariff surcharge (tambahan) sebagai berikut : - Panjang 6 -7 m , berat 2 – 4 ton, surcharge 10% - Panjang 7 – 8 m, berat 4 – 6 ton, surcharge 20% - Panjang 8 – 9 m, berat 6 – 8 ton, surcharge 30% - Panjang < 9 m, dilakukan negosiasi
  • 4.
    d. Load Factoradalah perbandingan antara berat muatan sebenarnya dengan total cargo DWT, misalnya total cargo DWT kapal 10.000 ton hanya bisa diisi penuh dengan muatan 8.000 ton, berarti Load Factor 80% e. Freight adalah uang tambang yang harus dibayar oleh shipper kepada carrier. - Freight Prepaid adalah pembayaran uang tambang di pelabuhan muat (loading port) - Freight collect adalah pembayaran uang tambang setelah kapal tiba di pelabuhan bongkar (discharging port) f. Variable cost adalah biaya kapal yang tidak tetap misalnya biaya BBM, pelabuhan, komisi agen, claim muatan, transshipment, sewa peti kemas. g. Fix cost adalah biaya kapal yang tetap, misalnya operasi kapal, asuransi, depresiasi kapal. Over head (biaya pemasaran/iklan). h. Surcharge adalah biaya yang harus dibayarkan sebagai tambahan atas biaya normal, misalnya option cargo (muatan yang pelabuhan bongkar lebih dari satu) i. Contribution margin/variable costing/direct costing) adalah perhitungan harga pokok yang hanya terdiri dari biaya produksi yang bersifat variable
  • 5.
    B.SKENARIO 1.Perhitungan Tonnage : Sebuahkapal memiliki DWT 10.000 ton dan Hold Capacity 14.000 m3. Akan memuat muatan A SF = 0,5 dan muatan B SF = 4, Load factor 80% dan di kapal sudah ada fuel oil = 400 ton dan fresh water 300 ton, dalam pemuatan ini BS = 10%. Hitung berat muatan A dan B yang dapat dimuat? 2.Perhitungan Rugi Laba Sebuah kapal barang mempunyai DWT 14.000 dengan volume ruang muat 17.500 cbm,. diisi muatan dengan SF 1,4 dan load factor 80%. Freight muatan tersebut per tonnya Rp. 170.000,- dengan potongan pendapatan 3%, Variable cost per ton Rp.110.000,-, Fixed cost Rp.400.000.000,- per voyage Hitung : a. Contribution Margin per voyage (Variable costing/Direct costing) b. Laba usaha/operasi per voyage
  • 6.
    3. Sebuah kapalmempunya cargo dead weight 10.000 ton dengan isi muatan load factor 80%, dalam operasinya mempunyai data pada voyage tersebut sbb: Tarif freight atas muatan per tonnya (revenue ton /RT) = Rp. 160.000,-, potongan atas pendapatan kotor 2%. Dari data biaya pada voyage tersebut : Biaya operasi kapal (ship oerating cost) Rp. 140 jt, biaya over head Rp. 120 jt, biaya bunker Rp. 130 jt, biaya asuransi Rp. 60 jt , biaya dan komisi agen Rp. 110 jt, biaya muatan (cargo expenses) Rp. 300 jt, biaya pelabuhan (port expenses) Rp. 180 jt, biaya penyusutan (depresiasi) = Rp. 100 jt, biaya claim atas cargo 1% dari freight kotor. Hitung : a.Laba rugi usaha dengan metode direct costing (pembayaran langsung) b. Laba rugi usaha dengan metode biaya langsung dan tidak langsung
  • 7.
    PENYELESAIAN DWT : 10.00Ton Hold Capacity : 14.000 m3 Load factor : 80% SF A : 0.5 B : 4 Fuel Oil : 400 FW : 300 BS : 10% Bale Capacity = 14.000m3 x 80% = 11.200 BS = 11.200 X 10% = 1.120 Ruang Muat EFS (V) = 11.200 – 1.120 = 10.080
  • 8.
    1.DWT = 10.000 FO+FW= 700 - SISA = 9.300 A + B = 9300 x 4 0,5 A + 4 B = 10.080 x 1 4 A + 4 B = 37.200 0,3 A + 4 B = 10.080 - 3,5 A = 27.120 A= 27.120 : 3,5 A= 7748,57 E A +B = 9300 B = 9300 – 7748,57 = 1551,42
  • 9.
    2. DWT =14.000 Vol. = 17.500 m3 SF = 1,4 Load Factor = 80 % Freigt Muatan = Rp. 170.000 / ton Pot. Pendapatan = 3 % Variabel Cost = Rp. 110.000 / ton fixed Cost = Rp. 400.000.000 / Voyage Vol. = 17.500 x 80 % = 14.000 m3 Berat = 14.000 = 10.000 ton 1.4 Freight Cost = 1.000 ton x 170.000 = 1.700.000.000 Pot = 1.700.000.000 X 3% = 51.000.000 Direct cost = 1.700.000.000 – 51.000.000 = 1.649.000.000 Variable Cost = 110.000 x 10.000 = 1.100.000.000 a. Contributation Mavgin = 1.649.000.000 -1.100.000.000 = 549.000.000 b. Laba = 549.000.000 – 400.000.000 = 149.000.000
  • 10.
    Lanjutan...  Cargo Deadweight= 10.000 ton  Load Factor 80%  Freight Cost 160.000 x 8.000 = 128.000.000  Pot = 1.280.000.000 x 2 % = 25.600.000  Cost = 1.280.000.000 – 25.600.000 = 1.255.400.000
  • 11.
    Biaya Operasional Kapal Biaya Operational kapal = 140.000  Biaya Over Head = 120.000  Biaya Bunker = 130.000  Biaya Muatan = 300.000  Biaya Pelabuhan = 180.000  Biaya Penyusutan = 100.000  Biaya Claim = 12.800  Biaya Agen = 110.000  Biaya Asuransi = 60.000 TOTAL COST = 1.142.800.000 A. 1.255.400.000 – 1.142.800.000 = 112.600.000
  • 12.