KESTABILAN KEUANGAN DAN
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
(EKSPOR)
Kelompok 10 - PI
ANGGOTA
KELOMPOK
1 3
2 4
MUHAMMAD ZAKI
ANANDIKA
2300010042
ASNA DANI MONIKA
2300010049
ARI MASKURI
2315010068
FAQIH AZKA NASRULLOH
2200010203
KESTABILAN KEUANGAN
Stabilitas keuangan adalah ketiadaan episode kegagalan sistem keuangan
(krisis) di seluruh sistem. Stabilitas keuangan juga tentang ketahanan
sistem keuangan terhadap tekanan.
Stabilitas keuangan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, karena
sebagian besar transaksi dalam perekonomian riil dilakukan melalui sistem
keuangan. Sistem keuangan yang stabil mampu mengalokasikan sumber
daya secara efisien, menilai dan mengelola risiko keuangan, menjaga
tingkat lapangan kerja mendekati tingkat alami perekonomian, dan
menghilangkan pergerakan harga relatif aset riil atau keuangan yang akan
memengaruhi stabilitas moneter atau tingkat lapangan kerja. Sistem
keuangan berada dalam kisaran stabilitas ketika sistem tersebut mengatasi
ketidakseimbangan keuangan yang muncul secara endogen atau sebagai
akibat dari peristiwa buruk dan tak terduga yang signifikan. Dalam kondisi
stabil, sistem akan menyerap guncangan terutama melalui mekanisme
koreksi diri, mencegah peristiwa buruk yang berdampak disruptif pada
perekonomian riil atau sistem keuangan lainnya.
World Bank
TEORI STABILITAS KEUANGAN
Hyman Minsky
1.Menekankan bahwa sistem keuangan rentan terhadap siklus utang dan
spekulasi.
2.Krisis biasanya muncul ketika sektor keuangan terlalu ekspansif (over-
leverage), sehingga guncangan kecil bisa memicu instabilitas besar.
3.Stabilitas keuangan berarti sistem mampu menahan guncangan eksternal dan
tetap menjalankan fungsi intermediasi.
Sistem keuangan stabil (Minsky,
Mishkin)
·Frederic Mishkin
1.Menjelaskan bahwa sistem keuangan stabil adalah kondisi di mana lembaga
keuangan dapat menyalurkan dana secara efisien, menjaga likuiditas, dan
mendukung pertumbuhan ekonomi.
2.Stabilitas ini bergantung pada peran bank sentral dalam mengendalikan inflasi,
suku bunga, dan nilai tukar.
Sumber :
Kemenkeu
TEORI STABILITAS KEUANGAN
·Likuiditas dan Pembiayaan Ekspor
1.Sistem keuangan stabil memastikan akses pembiayaan bagi UMKM dan perusahaan
eksportir.
2.Kredit ekspor, pembiayaan perdagangan, dan sistem pembayaran internasional berjalan
lancar.
3.Jika sistem keuangan terguncang, eksportir kesulitan memperoleh modal kerja, sehingga
ekspor menurun.
·Kepercayaan Investor dan Mitra Dagang
4.Stabilitas keuangan meningkatkan kepercayaan investor asing dan mitra dagang
internasional.
5.Negara dengan sistem keuangan stabil dianggap lebih aman untuk kontrak jangka
panjang, sehingga ekspor lebih berkelanjutan.
TEORI STABILITAS KEUANGAN
Korelasi dengan Ekspor Indonesia
Stabilitas keuangan berhubungan erat dengan kinerja ekspor Indonesia
melalui beberapa mekanisme:
·Nilai Tukar Rupiah
1.Stabilitas keuangan menjaga nilai tukar Rupiah agar tidak berfluktuasi
tajam.
2.Rupiah yang stabil menciptakan kepastian harga bagi eksportir dan
importir.
3.Jika Rupiah melemah terlalu cepat, biaya impor bahan baku naik, sehingga
menekan industri ekspor berbasis impor (misalnya elektronik, tekstil).
·Cadangan Devisa
4.Surplus ekspor menambah cadangan devisa, yang digunakan bank sentral
untuk menjaga stabilitas Rupiah.
5.Cadangan devisa yang kuat membuat Indonesia lebih tahan terhadap
guncangan global (misalnya krisis energi atau gejolak pasar keuangan).
·
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
KESTABILAN KEUANGAN
Nilai Tukar (Kurs)
Nilai Tukar (kurs) Permintaan uang
memegang peranan penting dalam perilaku
kebjakan moneter di setiap perekonomian
bagi negara negara maju maupun negara-
negara yang sedang berkembang. Menurut
teori Dornbusch (1976) , fluktuasi nilai tukar
sering kali didorong oleh ekspektasi tentang
kondisi ekonomi masa depan. Jika pelaku
pasar memperkirakan bahwa nilai tukar
suatu mata uang akan melemah, hal ini
dapat memicu arus keluar modal, yang pada
gilirannya dapat menimbulkan
ketidakstabilan dalam sistem keuangan.
1
Inflasi
Inflasi merupakan salah satu indikator
ekonomi yang memiliki dampak luas pada
perekonomian suatu negara, termasuk dalam
menentukan stabilitas harga domestik dan
daya saing internasional. Di pasar global,
perubahan inflasi dapat mengindikasikan
fluktuasi harga barang dan jasa yang
diperdagangkan, sehingga menurut (Silaban
& Nurlina, 2022) negara dengan inflasi tinggi
cenderung mengalami penurunan daya saing
akibat kenaikan harga produk ekspor
mereka.
2
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
KESTABILAN KEUANGAN
Suku Bunga Acuan
Suku bunga acuan atau bi rate adalah suku
bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
(BI) dan menjadi patokan oleh lembaga
keuangan di seluruh Indonesia untuk
menentukan besarnya suku bunga yang akan
ditawarkan kepada nasabah, termasuk suku
bunga pinjaman dan tabungan.
(source : Bank Indonesia)
3
Cadangan Devisa
Menurut (Gandhi, 2006), Cadangan devisa
merupakan sejumlah valuta asing yang
disediakan oleh
bank sentral disimpan dalam mempersiapkan
berbagai transaksi luar negeri. Cadangan
devisa bermanfaat dalam pembayaran
perdagangan luar negeri, pembiayaan
pembangunan negara, dan upaya menghindari
krisis ekonomi yang mungkin terjadi di negara
tersebut.
4
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran (balance of payment) suatu negara adalah catatan
yang sistematis tentang transaksi internasional antara penduduk
negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu.
5
PERAN BANK SENTRAL, BI-RATE, INFLASI, NILAI
TUKAR
1. Peran Bank Sentral (Bank Indonesia)
• Bank Indonesia berfungsi menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
• Dalam konteks ekspor:
⚬ Menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar harga produk ekspor tetap kompetitif di
pasar internasional.
⚬ Mengelola cadangan devisa hasil ekspor untuk intervensi pasar valas.
⚬ Menyediakan kebijakan pembiayaan ekspor melalui sistem perbankan yang sehat.
2. BI-Rate (Suku Bunga Acuan)
• BI-Rate adalah instrumen utama kebijakan moneter Bank Indonesia.
• Dampaknya terhadap ekspor:
⚬ BI-Rate tinggi biaya pinjaman naik, modal kerja eksportir lebih mahal, sehingga
→
menekan daya saing ekspor.
⚬ BI-Rate rendah kredit lebih murah, mendorong investasi dan produksi barang ekspor.
→
Sumber : Bank Indonesia
PERAN BANK SENTRAL, BI-RATE, INFLASI, NILAI
TUKAR
3.Inflasi
• Inflasi adalah kenaikan harga barang/jasa secara umum.
• Dampaknya terhadap ekspor:
⚬ Inflasi tinggi biaya produksi naik, harga barang ekspor menjadi kurang kompetitif.
→
⚬ Inflasi terkendali harga barang ekspor stabil, daya saing meningkat.
→
4.Nilai Tukar Rupiah
• Nilai tukar adalah harga Rupiah terhadap mata uang asing (terutama USD).
• Dampaknya terhadap ekspor:
⚬ Rupiah melemah produk ekspor lebih murah di pasar internasional, ekspor
→
meningkat.
⚬ Rupiah menguat produk ekspor lebih mahal, ekspor bisa menurun.
→
Sumber : Bank Indonesia
IMPLIKASI KESETABILITASAN
KEUANGAN INDONESIA
• Dampak positif
1.pertumbuhan ekonomi
kesetabilan keuangan merupakan pondasi
bagi pertumbuhan perekonomian dalam
jangka panjang
2.meningkatkan kepercayaan investor
ekonomi stabil
3.menekan inflasi
menjaga kesetabilan nilai tukar mata uang
4.Perlindungan Konsumen dan
Investor
adanya pengawasan dari otoritas jasa
keuangan (OJK) memastikan sistem
keuangan berjalan dengan aman
Sumber: djkn.kemenkeu
• Dampak Negatif
1.hilangnya kepercayaan
masyarakat akan kehilangan
kepercayaan pada lembaga keuangan
2. penurunan pertumbuhan ekonomi
aktivitas ekonomi rill akan terhambat dan
pertumbuhan ekonomi menurun
3.biaya pemulihan krisis yang besar
krisis keuangan memerlukan biaya yang
sangat besar untuk pemulihan dan
penanganannya
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2020
Kurs Rupiah sepanjang tahun 2020 terlihat berfluktuasi
cukup tajam. Pada awal tahun (Januari) kurs berada di
sekitar Rp13.662/USD, lalu sempat menguat pada Februari
menjadi Rp14.234/USD. Namun memasuki Maret terjadi
pelemahan sangat signifikan hingga mencapai titik tertinggi
sepanjang tahun yaitu Rp16.367/USD, yang mencerminkan
tekanan kuat terhadap Rupiah (umumnya akibat
ketidakpastian ekonomi global pada awal pandemi COVID-
19).
Setelah puncak pelemahan tersebut, Rupiah mulai
berangsur menguat kembali pada April–Mei, lalu bergerak
fluktuatif namun relatif stabil pada kisaran Rp14.300–
Rp14.900/USD dari Juni hingga Oktober. Menjelang akhir
tahun, kurs kembali sedikit menguat sekitar Rp14.105–
Rp14.128/USD pada November–Desember.
Sumber : Kemendag
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2021
Sepanjang tahun 2021, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar
AS menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan
kisaran berada di sekitar Rp14.000–Rp14.500 per dolar. Awal
tahun dimulai pada Rp14.084 dan sempat melemah hingga
mencapai titik tertinggi pada Maret sebesar Rp14.572.
Setelah itu, Rupiah perlahan menguat kembali pada April
dan Mei, lalu bergerak fluktuatif namun tetap dalam
rentang yang terkendali sepanjang pertengahan hingga
akhir tahun. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar
yang mulai pulih dan lebih stabil dibandingkan tahun
sebelumnya. Secara keseluruhan, meskipun terdapat
beberapa periode pelemahan dan penguatan, volatilitas
kurs Rupiah pada tahun 2021 relatif ringan. Nilai tukar
pada akhir tahun yang berada di Rp14.269 menunjukkan
bahwa Rupiah mampu kembali mendekati posisi awal
tahun.
Sumber : Kemendag
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2022
Grafik tahun 2022 menunjukkan bahwa nilai tukar
rupiah terhadap dolar cenderung melemah
sepanjang tahun. Pada awal tahun (Januari) kurs
berada di sekitar 14.381 rupiah per dolar, kemudian
bergerak naik secara bertahap. Fluktuasi terjadi dari
bulan ke bulan, namun tren umumnya meningkat
hingga mencapai kisaran tertinggi pada akhir
tahun, yaitu sekitar 15.731–15.737 rupiah per dolar
pada November–Desember. Secara keseluruhan,
rupiah mengalami depresiasi selama 2022.
Sumber : Kemendag
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2023
Grafik tahun 2023 menunjukkan bahwa nilai
tukar rupiah terhadap dolar mengalami fluktuasi
dengan pola yang cenderung bergejolak. Pada
awal tahun, kurs berada di sekitar 14.979 rupiah
per dolar, kemudian sempat melemah hingga
titik terendah sekitar 14.751 rupiah pada April.
Setelah itu, rupiah kembali melemah cukup
signifikan dan mencapai puncak pelemahan pada
Oktober di kisaran 15.916 rupiah per dolar.
Menjelang akhir tahun, nilai tukar berangsur
menguat kembali dan menutup tahun di sekitar
15.416 rupiah per dolar. Secara keseluruhan, 2023
ditandai oleh dinamika kurs yang naik-turun
dengan kecenderungan pelemahan pada
pertengahan hingga akhir tahun.
Sumber : Kemendag
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2024
Grafik tahun 2024 menunjukkan bahwa kurs
rupiah terhadap dolar bergerak fluktuatif
dengan kecenderungan melemah dibanding awal
tahun. Pada Januari, kurs berada di sekitar 15.796
rupiah per dolar dan sempat menguat sedikit
pada Februari–Maret, namun kembali melemah
pada April hingga mencapai kisaran 16.253–
16.421 rupiah pada Mei–Juni. Juli mencatat salah
satu titik tertinggi sekitar 16.320 rupiah sebelum
kembali turun ke 15.138 rupiah pada September.
Menjelang akhir tahun, rupiah kembali melemah
dan ditutup di level sekitar 16.162 rupiah pada
Desember. Secara keseluruhan, 2024 ditandai
oleh volatilitas yang cukup tinggi dengan
tekanan pelemahan rupiah di sebagian besar
bulan.
Sumber : Kemendag
DATA KURS RUPIAH TERHADAP
DOLAR AS TAHUN 2025
Pergerakan Rupiah pada tahun 2025
menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi
dengan tren pelemahan dan penguatan yang
bergantian. Rupiah sempat mengalami
pelemahan terkuat pada bulan April, menyentuh
16.787,00 per Dolar AS. Namun, sejak itu Rupiah
menunjukkan upaya penguatan yang baik.
Setelah sempat menyentuh titik terkuatnya di
Mei (16.255,00) dan mengalami pelemahan
ringan lagi di Juni (16.233,00), Rupiah kembali
menguat signifikan dan ditutup pada posisi
16.680,00 di bulan September. Secara
keseluruhan, Rupiah berhasil menjaga posisinya
agar tidak kembali ke level terlemah di April,
menunjukkan intervensi pasar yang efektif dari
otoritas moneter.
Sumber : Kemendag
DATA INFLASI TAHUNAN
INDONESIA
Tingkat Inflasi Tahunan Indonesia menunjukkan
stabilitas yang baik dan terkendali selama periode
2020-2024, di mana mayoritas tahun berada dalam
batas target Bank Indonesia. Inflasi berhasil dijaga
rendah pada 2020 (1,68%) dan 2021 (1,87%), namun
terjadi lonjakan signifikan di tahun 2022 (5,51%),
melampaui batas atas target 4%, yang kemungkinan
disebabkan oleh faktor harga energi dan pangan
global. Namun, Pemerintah dan Bank Indonesia
berhasil melakukan intervensi, yang terlihat dari
penurunan drastis inflasi di tahun 2023 (2,61%) dan
2024 (1,57%). Capaian inflasi 2024 sebesar 1,57% berada
jauh di bawah titik tengah target baru, menandakan
keberhasilan dalam mengendalikan kenaikan harga
dan menjaga daya beli masyarakat.
Sumber : Bank Indonesia
DATA BI RATE 2020-2025
Grafik menunjukkan dua fase utama. Awalnya (2020–
2022), BI Rate sangat rendah (sekitar 3,52%–4%)
tujuannya agar uang mudah beredar dan ekonomi
cepat pulih dari pandemi. Namun, ketika inflasi naik
tinggi (seperti tahun 2022) dan ekonomi dunia
bergejolak, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga
dengan cepat hingga mencapai puncak 6,1% di tahun
2024. Kenaikan ini tujuannya adalah mengerem laju
kenaikan harga. Karena harga sudah terkendali,
hingga September 2025, BI mulai menurunkan kembali
suku bunga menjadi 5,44%. Ini menunjukkan
kebijakan sudah mulai melunak lagi setelah berhasil
mengamankan stabilitas harga.
Sumber : Bank Indonesia
CADANGAN DEVISA TAHUN 2020-
2024 Cadangan Devisa Indonesia terus menunjukkan
perbaikan dalam periode 2020–2024. Nilainya naik dari
135,92 miliar USD menjadi 155,71 miliar USD pada
tahun 2024, yang merupakan angka tertinggi dalam
lima tahun terakhir. Walau sempat turun sedikit pada
2022 hingga 137,22 miliar USD, cadangan devisa
kembali pulih dan meningkat pada tahun berikutnya.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia
mampu menjaga kondisi ekonomi tetap stabil.
Peningkatan cadangan devisa terutama didorong oleh
surplus Neraca Pembayaran dan membaiknya kinerja
ekspor. Kondisi ini membantu Indonesia memiliki
cadangan yang cukup untuk menghadapi
ketidakpastian global dan menjaga nilai tukar Rupiah
tetap terjaga.
Sumber : tradingseconomic
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2020
Pada tahun 2020, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam akibat dampak
pandemi COVID-19. Pada triwulan I, NPI mencatat defisit
yang cukup dalam sebesar –8,5 miliar dolar AS karena
tekanan kuat dari pelemahan ekspor, turunnya aktivitas
ekonomi global, dan arus keluar modal asing. Namun
memasuki triwulan II, kondisi berbalik dengan signifikan,
di mana NPI mencapai surplus sebesar 9,2 miliar dolar AS,
didorong oleh penurunan impor yang tajam dan
stabilisasi pasar keuangan yang menarik kembali aliran
modal masuk. Surplus masih berlanjut pada triwulan III
meski menurun menjadi 2,1 miliar dolar AS, menunjukkan
bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga
seiring mulai pulihnya ekspor komoditas. Memasuki
triwulan IV, NPI kembali sedikit tertekan dengan defisit
kecil sebesar –0,2 miliar dolar AS, namun secara
keseluruhan kondisi eksternal Indonesia pada 2020 tetap
relatif stabil karena tiga dari empat triwulan masih
mencatat surplus.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2021
Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
pada tahun 2021 mencatat surplus yang cukup tinggi,
yaitu sebesar 13,5 miliar dolar AS. Angka ini
menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan
surplus tahun 2020 yang tercatat sebesar 2,6 miliar dolar
AS. Peningkatan ini didorong oleh kinerja yang kuat di
sepanjang tahun.
Jika dilihat per kuartal, NPI menunjukkan surplus pada
tiga kuartal, dengan surplus tertinggi tercatat pada
Kuartal III 2021 sebesar 10,7 miliar dolar AS dan pada
Kuartal I 2021 sebesar 4,1 miliar dolar AS. Meskipun
sempat mencatat sedikit defisit pada Kuartal II (-0,4
miliar dolar AS) dan Kuartal IV (-0,8 miliar dolar AS),
kondisi surplus tahunan yang besar menegaskan adanya
ketahanan dan pemulihan ekonomi eksternal Indonesia
yang solid selama tahun 2021.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2022
Pada tahun 2022, Neraca Pembayaran Indonesia menunjukkan
kinerja yang relatif kuat, meskipun mengalami fluktuasi
antartwulan. Pada triwulan I, NPI mencatat defisit sebesar –1,8
miliar dolar AS, disebabkan oleh tekanan pada transaksi modal dan
finansial. Memasuki triwulan II, kondisi mulai membaik dengan
munculnya surplus sebesar 2,4 miliar dolar AS, yang menandakan
adanya perbaikan arus modal masuk serta dukungan dari
transaksi berjalan yang kuat, terutama dari ekspor komoditas
yang masih tinggi. Namun, pada triwulan III, NPI kembali
mengalami defisit –1,3 miliar dolar AS, menunjukkan adanya
tekanan global yang menyebabkan volatilitas arus modal.
Kondisi kembali pulih secara signifikan pada triwulan IV dengan
surplus besar mencapai 4,7 miliar dolar AS, didorong oleh kuatnya
transaksi berjalan dan membaiknya transaksi modal serta
finansial. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2022, Indonesia
berhasil mencatat surplus NPI sebesar 4,0 miliar dolar AS, yang
mencerminkan ketahanan eksternal yang baik, didukung oleh
surplus transaksi berjalan yang tinggi serta perbaikan defisit pada
sisi modal dan finansial.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2023 Pada tahun 2023, kinerja NPI menunjukkan ketahanan eksternal
Indonesia yang tetap kuat meskipun tekanan global masih tinggi.
Pada triwulan I, NPI mencatat surplus sebesar 6,5 miliar dolar AS,
mencerminkan kondisi eksternal yang solid berkat aliran modal
masuk yang kuat dan transaksi berjalan yang relatif terjaga.
Namun, pada triwulan II, NPI berbalik menjadi defisit –7,4 miliar
dolar AS, yang menunjukkan adanya tekanan signifikan dari arus
keluar modal dan pelemahan aktivitas ekspor akibat perlambatan
ekonomi global.
Memasuki triwulan III, defisit tetap terjadi namun lebih kecil, yaitu
–1,5 miliar dolar AS, menandakan adanya perbaikan bertahap
dalam arus modal dan stabilisasi sektor eksternal. Kinerja kembali
menguat pada triwulan IV, di mana NPI mencatat surplus besar
mencapai 8,6 miliar dolar AS, didorong oleh meningkatnya surplus
transaksi modal dan finansial, serta defisit transaksi berjalan yang
tetap rendah.
Secara keseluruhan, NPI sepanjang tahun 2023 membukukan
surplus sebesar 6,3 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa
ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap kuat meskipun
dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas
pasar keuangan internasional.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2024
TW I-II
Pada triwulan I 2024, NPI Indonesia mencatat defisit sebesar –6,0
miliar dolar AS, yang menunjukkan tekanan eksternal cukup kuat
pada awal tahun, baik dari sisi transaksi berjalan maupun
transaksi modal dan finansial. Namun memasuki triwulan II 2024,
kondisi mulai membaik dengan defisit yang menyusut drastis
menjadi –0,6 miliar dolar AS. Penurunan defisit ini mencerminkan
adanya perbaikan signifikan pada arus masuk modal serta tetap
terjaganya defisit transaksi berjalan agar tidak melebar lebih jauh.
Perbaikan kinerja pada triwulan II dipengaruhi oleh peningkatan
surplus pada transaksi modal dan finansial, yang menandakan
meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian
Indonesia. Selain itu, defisit transaksi berjalan tetap terkendali,
sehingga pelemahan NPI tidak lagi sedalam triwulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tekanan
eksternal pada paruh pertama tahun 2024 mulai mereda, dan
kondisi NPI berada pada jalur pemulihan.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2024
TW III-IV
Grafik tersebut menunjukkan bahwa posisi NPI
Indonesia mengalami kenaikan dari 5,9 miliar dolar AS
pada Triwulan III 2024 menjadi 7,9 miliar dolar AS pada
Triwulan IV 2024. Artinya, kinerja eksternal Indonesia
pada akhir 2024 menguat, ditandai dengan
bertambahnya surplus dalam NPI. Kenaikan ini
menunjukkan bahwa arus devisa yang masuk ke
Indonesia lebih besar dibanding yang keluar, sehingga
kondisi ketahanan eksternal Indonesia semakin baik
menjelang akhir tahun.
Sumber : Bank Indonesia
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
TAHUN 2025
Grafik tersebut menunjukkan perkembangan Neraca
Pembayaran Indonesia (NPI) dari awal 2024 hingga
pertengahan 2025. Pada Triwulan I dan II 2024, NPI
berada pada posisi defisit, yang berarti arus devisa
keluar lebih besar daripada yang masuk. Namun,
situasi mulai membaik pada Triwulan III dan IV 2024, di
mana NPI berbalik menjadi surplus cukup besar,
menandakan penguatan kondisi eksternal Indonesia,
baik dari sisi transaksi berjalan maupun aliran modal.
Memasuki Triwulan I 2025, NPI kembali melemah dan
berubah menjadi defisit kecil sebesar –0,8 miliar USD,
menunjukkan adanya tekanan eksternal pada awal
tahun, seperti meningkatnya pembayaran kewajiban
luar negeri atau melemahnya arus modal. Kondisi ini
semakin menurun pada Triwulan II 2025, ketika defisit
melebar menjadi –6,7 miliar USD, yang menunjukkan
tekanan lebih besar pada ketahanan eksternal
Indonesia.
Sumber : Bank Indonesia
Kestabilan keuangan memiliki hubungan yang erat dan
krusial terhadap kinerja ekspor Indonesia. Sistem keuangan
yang stabil, terutama yang tercermin dalam stabilitas nilai
tukar Rupiah dan inflasi yang terkendali, menciptakan
lingkungan yang kondusif bagi perdagangan internasional
dan daya saing produk ekspor Indonesia.
Menurut (Suci & Perwithosuci, 2023) Stabilitas ini juga dapat
memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global,
meningkatkan kinerja ekonomi secara keseluruhan, dan
menarik lebih banyak investasi asing. Dengan demikian,
pengelolaan nilai tukar yang stabil dan konsisten menjadi
krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan dan meningkatkan daya saing internasional
Indonesia
HUBUNGAN ANTARA
KESTABILAN KEUANGAN DAN
KINERJA EKSPOR INDONESIA
ADELIA, S., DINI, A., MUTIA, S. H., & MARYAM, B. (2024). ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERDAGANGAN
INTERNASIONAL INDONESIA. ECONOMIC REVIEWS JOURNAL Учредители: Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor, 3(3).
MANFAAT STABILITAS
KEUANGAN TERHADAP
EKSPOR
1.Menambah devisa negara : Ekspor menghasilkan pemasukan valuta asing yang dapat
digunakan untuk membiayai impor, membayar utang luar negeri, dan memperkuat
cadangan devisa.
2.Menjaga stabilitas nilai tukar : Ketika ekspor meningkat, permintaan terhadap Rupiah
ikut naik sehingga nilai tukar dapat lebih stabil dan tidak mudah tertekan oleh gejolak
global.
3.Memperkuat neraca pembayaran : Surplus ekspor membuat neraca perdagangan
membaik. Neraca pembayaran yang stabil membantu menjaga ketahanan ekonomi dari
risiko eksternal.
4.Mendorong pertumbuhan ekonomi : Ekspor memperluas pasar produk domestik ke
luar negeri, meningkatkan pendapatan nasional, dan mempercepat pertumbuhan
ekonomi.
5.Meningkatkan daya saing industri : Agar bisa diterima pasar internasional, industri
lokal terdorong untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan inovasi.
6.Menciptakan lapangan kerja : Peningkatan permintaan ekspor membuat perusahaan
memperluas produksi, sehingga membuka lebih banyak kesempatan kerja.
7.Mengurangi ketergantungan pada permintaan domestik : Dengan pasar yang lebih
luas, ekonomi menjadi lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan konsumsi dalam
negeri, sehingga lebih tahan terhadap guncangan domestik.
PENDAHULUAN
PERDAGANGAN
INTERNASIONAL (EKSPOR)
Source : jdih.kemendag.go.id
Perdagangan Internasional merupakan sejumlah transaksi perdagangan
atau jual beli di antara pembeli dan penjual yang dalam hal ini satu negara
dengan nergara lain yang berbentuk ekspor dan impor pada suatu pasar
demi mencapai keuntungan yang maksimal.
menurut David Ricardo keunggulan komparatif yang berlandaskan teori
utama yang menyatakan bahwa suatu negara harus bersepesialisasi dalam
memproduksi barang di mana ia memiliki biaya peluang yang lebih rendah
dibandingkan negara lain. Meskipun negara tersebut tidak unggul dalam
produksi semua barang
Dalam perdagangan internasional di indonesia yang berlandaskan UU
nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan yang mengatur kebijakan
ekspor ,impor,pengamanan perdagangan serta perjanjian perrdagangan
internasional yang diratifikasi oleh pemerintah
PENGERTIAN PERDAGANGAN
INTERNASIONAL (EKSPOR)
menurut Zaki (2024) Perdagangan Internasional adalah suatu
kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan oleh dua orang
individu antar negara, atau seorang individu dengan
pemerintah atau negara, atau transaksi jual beli yang
dilakukan oleh suatu negara dengan negara yang lain .
Perdagangan Internasional meliputi kegiatan ekspor dan impor
barang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006
tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995
Tentang Kepabeanan, Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan
barang dari daerah pabean. Daerah Pabean adalah wilayah
Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan
ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona
Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya
berlaku Undang-Undang ini.
Sumber: KLC Kemenkeu
TEORI PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
Teori Modern H-O Teori Heckscher-Ohlin (H-O) menjelaskan beberapa pola
perdagangan dengan baik, negara-negara cenderung untuk mengekspor barang-
barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah secara intensif.
Menurut Heckscher-Ohlin, suatu negara akan melakukan perdagangan dengan
negara lain disebabkan negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu
keunggulan dalam teknologi dan keunggulan faktor produksi. Basis dari
keunggulan komparatif adalah:
1) Faktor endowment, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu
negara.
2) Faktor intensity, yaitu teknologi yang digunakan didalam proses produksi,
apakah labor intensity atau capital intensity.
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa adanya perdagangan
internasional karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki oleh setiap negara.
Dengan demikian salah satu kegiatan perdagangan internasional tersebut adalah
ekspor dan impor demi memenuhi kebutuhan masyarakat di masing-masing
negara dan mencari keuntungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi
setiap negara.
Heckscher-
Ohlin
TEORI PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
Teori keunggulan komparatif (comparative advantage) adalah teori yang pertama
kali dikemukakan David Ricardo (1772-1823). Ricardo memperkenalkan teori ini
dalam bukunya On the Principles of Political Economy and Taxation tahun 1817
Ricardo mengkritisi teori keunggulan absolut, di mana perdagangan internasional
hanya mungkin dapat dilakukan oleh negara-negara yang mampu melakukan
proses produksi pada komoditas tertentu yang memiliki keunggulan absolut atau
negara- negara yang mampu melakukan proses produksi untuk mencapai
keuntungan absolut saja.
• Negara mengekspor barang yang memiliki biaya peluang lebih rendah
dibanding negara lain.
• Fokus pada spesialisasi, meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan
absolut.
• Contoh: Indonesia mengekspor tekstil meski bukan produsen termurah, karena
biaya peluang lebih rendah dibanding memproduksi barang lain (misalnya
elektronik).
Teori Comparative Advantage (David Ricardo)
TEORI PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
Teori Keunggulan Absolut (Absolute Advantage Theory) dikemukakan oleh Adam Smith
dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776).
Teori ini merupakan teori klasik perdagangan internasional yang menjelaskan
bagaimana dua negara bisa sama-sama diuntungkan dari perdagangan jika masing-
masing negara fokus pada produksi barang yang dapat mereka hasilkan secara lebih
efisien daripada negara lain.
• Negara mengekspor barang yang dapat diproduksi lebih efisien dibanding negara
lain.
• Efisiensi diukur dari produktivitas tenaga kerja dan biaya produksi.
• Contoh: Indonesia mengekspor kopi karena memiliki iklim tropis yang mendukung
produksi lebih murah dan berkualitas dibanding negara non-tropis.
Teori Absolute (Adam Smith)
Aulia, R. D., Putri, I. R., & Arianthony, S. (2025). Konsep Dasar Ekonomi Internasional dan
Teori Perdagangan Internasional. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(10).
Teori PERMINTAAN EKSPOR / ELASTISITAS
Teori permintaan ekspor dengan pendekatan elastisitas menjelaskan bahwa harga, nilai tukar,
dan pendapatan negara mitra dagang memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika
permintaan ekspor bersifat elastis, perubahan kecil pada harga atau kurs dapat meningkatkan
atau menurunkan ekspor secara signifikan, seperti pada produk manufaktur dan kreatif.
Sebaliknya, komoditas primer cenderung inelastis karena tetap dibutuhkan meski harga naik.
Bagi Indonesia, pemahaman elastisitas penting untuk diversifikasi produk, menjaga stabilitas
Rupiah, dan meningkatkan daya saing global. Dengan fokus pada produk bernilai tambah
tinggi, Indonesia dapat memperkuat neraca perdagangan, cadangan devisa, dan kestabilan
keuangan.
Permintaan ekspor dipengaruhi oleh:
⚬ Harga relatif barang ekspor
⚬ Nilai tukar mata uang
⚬ Pendapatan negara mitra dagang
⚬ Preferensi konsumen global
(Dewi Mahrani Rangkuty & Bakhtiar Efendi. (2022). Teori Ekspor: Studi Kasus Ekspor Indonesia ke
Negara ASEAN)
Teori PERMINTAAN EKSPOR / ELASTISITAS
• Elastisitas permintaan ekspor:
⚬ Elastis (>1) perubahan harga kecil permintaan berubah besar
→ →
⚬ Inelastis (<1) permintaan relatif tetap meski harga berubah
→
Sumber : Data
diolah
Inflasi
Trade Openness
Government
Effectiveness
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
(EKSPOR) Inflasi terjadi ketika nilai uang terdepresiasi atau mengalami
penurunan nilai. Harga-harga barang dan jasa pada saat terjadi
inflasi mengalami kenaikan. Harga bahan baku yang naik
menjadi salah faktor para produsen menurunkan jumlah
produksi, sehingga berdampak pada volume ekspor
Pengeluaran pemerintah yang tidak produktif
yang dibiayai dari hasil pinjaman merupakan
tindakan government effectiveness.
Keterbukaan perdagangan internasional mendorong
investasi asing masuk ke dalam negeri. Trade openness
menjadi salah satu faktor yang penting dari integrasi
keuangan internasional. Trade openness memiliki
hubungan positif dengan perdagangan Internasional
Sumber : Zaki (2024) Jurnal Perdagangan
Internasional
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2020
sumber: Kemendag
Data ekspor tahun 2020 pada paruh pertama
mengalamifluktuasi yang signifkan. Namun
memasuki paruh kedua tahun 2020, khususnya
mulai Agustus hingga Desember, kinerja ekspor
mulai menunjukkan tren peningkatan yang cukup
kuat. Pada Agustus 2020, ekspor tercatat sebesar
13,05 miliar USD, dan kemudian meningkat
berturut-turut setiap bulan hingga mencapai titik
tertinggi pada Desember 2020 sebesar 16,54
miliar USD. sektor non-migas tetap menjadi
tulang punggung ekspor Indonesia sepanjang
tahun 2020. pada sub sektornyaindustri
pengolahan memberikan kontribusi terbesar,
mencapai 12–13 miliar USD pada bulan-bulan
akhir tahun. Sektor pertanian mencatat kinerja
yang relatif stabil sepanjang tahun dengan
kontribusi sekitar 340–430 juta USD, Sementara
itu, sektor pertambangan mengalami penurunan
seiring dengan perubahan harga komoditas
dunia, namun menunjukkan tren penguatan
menjelang akhir tahun 2020.
Dalam
USD
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2021
sumber: Kemendag
Data ekspor Indonesia tahun 2021 menunjukkan kinerja yang
sangat kuat dan mengalami percepatan dibandingkan tahun 2020.
Hal ini tercermin dari nilai ekspor Indonesia yang meningkat
signifikan sepanjang tahun, khususnya pada paruh kedua tahun
2021. Pada Agustus 2021, ekspor tercatat sebesar 21,44 miliar USD
dan terus menunjukkan peningkatan dengan beberapa radius
ringan, hingga mencapai 22,84 miliar USD pada bulan November.
Meskipun bulan Desember sedikit turun ke 22,35 miliar USD, angka
tersebut masih jauh lebih tinggi dari pencapaian tahun 2020. ektor
non-migas tetap mendominasi, ubsektor industri pengolahan
menjadi penyumbang terbesar, dengan nilai ekspor mencapai 15–17
miliar USD per bulan sepanjang semester kedua 2021, Sektor
pertambangan menunjukkan pertumbuhan paling signifikan nilai
ekspor pertambangan naik pada kisaran 3,6–4,8 miliar USD, sektor
pertanian tetap stabil dengan kontribusi sekitar 340–430 juta USD,
menunjukkan bahwa produk pertanian tetap konsisten
Dalam
USD
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2022
sumber: Kemendag
ekspor Indonesia pada tahun 2022 melanjutkan tren positif
dari tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa ekspor
bulanan Indonesia berada pada kisaran 23–27 miliar USD
dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2022 ketika nilai
ekspor menembus 27,92 miliar USD. Meskipun terjadi
sedikit penurunan pada bulan-bulan akhir seperti
November dan Desember, nilai ekspor tetap berada pada
level tinggi di atas 23 miliar USD, menandai stabilitas yang
kuat pada aktivitas perdagangan luar negeri. ektor non-
migas tetap mendominasi, dengan kontribusi yang
konsisten di atas 22–26 miliar USD setiap bulan. Dalam
komponen non-migas, subsektor industri pengolahan
berperan sebagai sektor utama ekspor Indonesia,
mencapai nilai sekitar 16–19 miliar USD , Sektor
pertambangan juga mengalami kinerja luar biasa dengan
nilai ekspor mencapai 5,5–6,0 miliar USD pada beberapa
bulan, sektor pertanian memberikan kontribusi yang relatif
stabil pada kisaran 360–560 juta USD
Dalam
USD
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2023
sumber: Kemendag
Data ekspor 2023 memperlihatkan ritme yang yang relatif stabil
walaupun terjadi fluktuasi, dengan total nilai ekspor bulanan
umumnya berada di kisaran 19–22 miliar USD. pada paruh pertama
ekspor tertinggi ada pada bulan maret yaitu sebesar 23,45 miliar
USD walaupun setelah itu terjadi penurunan akan tetapi pada
paruh kedua nilai ekspor kembali naik pada akhir tahun 2023
bulan desember total nilai ekspor mencapai 22,46 miliar USD.
Sektor non-migas menjadi penopang utama dengan industri
manufaktur sebagai sektor utama penyumbang terbesar.
Subsektor industry secara konsisten menempati posisi teratas,
diikuti oleh pertambangan yang pergerakannya terlihat lebih
fluktuatif. Sektor pertanian berkontribusi kecil namun stabil,
seperti pada tahun sebelumnya. Jika disatukan, pola ini
menampilkan gambaran bahwa ekspor Indonesia di 2023 berada
dalam kondisi relatif baik dan menunjukan tren positif.
Dalam
USD
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2024
sumber: Kemendag
Data ekspor 2024 menggambarkan ritem yang lebih baik dati
tahun 2023, nilai ekspor bulanan mayoritas berada di rentang 22–
24 miliar USD, dengan Oktober sebagai total ekspor tertinggi
(sekitar 24,8 miliar USD). Kenaikan kecil namun konsisten muncul
pada sektor non-migas, yang kembali tampil sebagai tulang
punggung ekspor. Di dalamnya, sektor industry masih menjadi
sektor utama karena nilainya stabil di kisaran 16–18 miliar USD,
menopang mayoritas niali ekspor sepanjang tahun. Sektor
pertambangan menunjukkan pola yang lebih stabil, dengan
kontribusi sekitar 3,7–4,0 miliar USD. Sementara itu, pertanian
bmengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, mencapai
angka di atas 500 juta USD pada banyak bulan. Secara
keseluruhan, ritme ekspor 2024 memiliki hasil yang lebih baik
tidak hanya stabil, tetapi juga menunjukkan adanya kenaikan
menuju penguatan, terutama dari kelompok industri dan kenaikan
pada sektor pertanian.
Dalam
USD
DATA TOTAL EKSPOR TAHUN 2025
sumber: Kemendag
data ekspor tahun 2025 menunjukan Nilai ekspor bulanan berada
di kisaran 21–25 miliar USD, dengan pola yang relatif stabil tanpa
lonjakan tajam maupun penurunan yang terlalu drastis. Sektor
non-migas kembali menjadi penyumbang terbesar ekspor,
menyumbang hampir seluruh nilai total sering kali berada di atas
23 miliar USD per bulan. Di dalamnya, sektor industry sebagai sub
sektor non migas yang memiliki nilai ekspor tinggi dengan
kontribusi sekitar 19–20 miliar USD, Sektor Pertambangan
bergerak stabil, berada di rentang 2,6–3,4 miliar USD, Sektor
Pertanian menunjukkan adanyan kenaikani dibanding tahun
sebelumnya,pada bulan september 2025 yaitu 6,2 miliar USD
EKSPOR SEKTOR INDUSTRI
PENGOLAHAN Sektor Industri Pengolahan menunjukkan tren
pertumbuhan ekspor yang positif dalam jangka
panjang dan prospek pertumbuhan yang kuat
untuk periode berikutnya.
• Pertumbuhan Jangka Panjang (2020-2024):
Ekspor Industri Pengolahan mencatat nilai
$198,3968 Miliar USD pada tahun 2024,
dengan tingkat pertumbuhan rata-rata
tahunan (CAGR) sebesar 9,32% selama
periode 2020-2024.
• Perlambatan Pertumbuhan Tahunan:
Meskipun trennya kuat, pertumbuhan
ekspor pada tahun 2024 (vs 2023) melambat
menjadi 5,90%.
• Prospek Kuat (Jan-Sep 2025): Data awal (Jan-
Sep) menunjukkan potensi pertumbuhan
yang signifikan di tahun 2025, dengan
kenaikan sebesar 17,02% dibandingkan
periode yang sama di tahun 2024.
sumber: Kemendag (data diolah)
KOMODITAS EKSPOR SEKTOR
INDUSTRI PENGOLAHAN
• Komoditas Dominan: Lemak dan minyak
hewani (minyak sawit dan turunannya) dan
Besi dan baja adalah kontributor terbesar,
masing-masing menyumbang lebih dari
10% ekspor sektor ini.
• Tren Jangka Panjang: Besi dan baja
memiliki tren pertumbuhan 2020-2024
tertinggi (21,90%), menunjukkan kinerja
yang sangat kuat pasca-pandemi.
• Tantangan 2024: Dua komoditas utama
(Lemak dan minyak hewani serta Besi dan
baja) mengalami penurunan nilai ekspor
tahunan pada tahun 2024 dibandingkan
2023.
sumber: Kemendag (data diolah)
EKSPOR SEKTOR PERTANIAN
• Tren Positif Jangka Panjang dan Lonjakan
Terbaru: Nilai ekspor total sektor Pertanian
memiliki tren pertumbuhan rata-rata sebesar
7.17% per tahun dalam periode 2020-2024.
• Akselerasi Kuat: Ekspor melonjak tajam
sebesar 29.26% pada tahun 2024
dibandingkan tahun 2023.
• Proyeksi Optimis: Proyeksi untuk tahun 2025
juga sangat optimis, diperkirakan akan
tumbuh sebesar 34.33% dibandingkan tahun
2024.
sumber: Kemendag (data diolah)
KOMODITAS EKSPOR SEKTOR
PERTANIAN • Kopi, Teh, Mate, dan Rempah-rempah
sebagai Pendorong Utama: Produk ini
adalah kontributor ekspor pertanian
terbesar pada tahun 2024 dengan nilai
2,511.5 Juta USD.
• Lonjakan Signifikan: Kelompok produk ini
mengalami kenaikan paling dramatis, yaitu
sebesar 76.24% pada tahun 2024
dibandingkan 2023.
• Tren Jangka Panjang Kuat: Tren
pertumbuhan rata-rata tahunan mereka
(2020-2024) juga tinggi, mencapai 10.81%.
Performa Paling Agresif: Produk Serat tekstil
nabati lainnya; benang kertas dan kain tenunan
dari benang kertas menunjukkan perubahan
persentase terbesar dari 2023 ke 2024,
melonjak sebesar 168.75%
sumber: Kemendag (data diolah)
EKSPOR SEKTOR PERTAMBANGAN
• Fase Lonjakan (Boom): Ekspor sektor pertambangan
mengalami lonjakan luar biasa dari tahun 2020 (US$ 19,7
Miliar) hingga mencapai puncaknya pada tahun 2022 (US$
64,9 Miliar). Kenaikan ini kemungkinan besar didorong
oleh "Commodity Boom" pasca-pandemi dan kenaikan
harga komoditas global (seperti batubara dan nikel).
• Fase Koreksi (Cooling Down): Setelah puncak di 2022,
terjadi tren penurunan. Nilai ekspor turun menjadi US$
51,5 Miliar pada 2023 dan berlanjut ke US$ 46,1 Miliar
pada 2024.
• Kinerja Terkini (2025): Data periode Januari-September
2025 menunjukkan penurunan yang cukup tajam sebesar
-24,06% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun
2024 (turun dari US$ 34,7 Miliar menjadi US$ 26,3 Miliar).
Ini mengindikasikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun
yang cukup berat bagi sektor pertambangan,
kemungkinan karena normalisasi harga komoditas global
atau penurunan permintaan dari negara tujuan utama.
sumber: Kemendag (data diolah)
KOMODITAS EKSPOR SEKTOR
PERTAMBANGAN
• Ketergantungan pada Bahan Bakar Mineral (HS 27):
Sektor ini sangat didominasi oleh Kode HS 27
(Batubara, Minyak Mineral, dll). Pada tahun 2024,
komoditas ini menyumbang sekitar 82% dari total
ekspor pertambangan (US$ 37,8 Miliar dari total
US$ 46,1 Miliar).
• Kinerja Bijih Logam (HS 26): Merupakan kontributor
terbesar kedua dengan nilai US$ 8,1 Miliar (2024),
namun mengalami kontraksi yang sangat dalam
pada periode Jan-Sep 2025 (turun -34%
dibandingkan tahun lalu).
• Pertumbuhan Positif Kecil: Menariknya, komoditas
Garam/Belerang (HS 25) justru mengalami kenaikan
18,3% pada periode Jan-Sep 2025, meskipun
nilainya relatif sangat kecil dibanding batubara atau
bijih logam.
sumber: Kemendag (data diolah)
EKSPOR SEKTOR LAINNYA
• Tembaga dan barang daripadanya adalah sektor
dengan nilai ekspor tertinggi di antara sektor-sektor
yang dianalisis pada tahun 2024 (249,7), jauh
melampaui sektor lainnya.
• Mesin dan perlengkapan elektrik... adalah sektor
dengan pertumbuhan tahunan rata-rata tertinggi
(Trend 20-24) yaitu 224.42%, meskipun nilai
ekspornya masih kecil (20,5 di 2024).
• Besi dan baja serta Aluminium dan barang
daripadanya juga menunjukkan pertumbuhan
tahunan yang kuat di tahun 2024 (vs 2023), masing-
masing sebesar 43.51% dan 43.39%.
• Plastik dan barang daripadanya menunjukkan tren
pertumbuhan 7.89% (2020-2024) tetapi menghadapi
tantangan di Jan-Sep 2025, dengan proyeksi
penurunan ekspor sebesar -54.83% dibandingkan
periode yang sama tahun 2024, mengindikasikan
perlunya penyelidikan lebih lanjut terhadap faktor-
faktor penyebab penurunan ini.
sumber: Kemendag (data diolah)
• Pertumbuhan Konsisten (2019-2022): Sektor perikanan menunjukkan tren positif yang kuat
pasca-pandemi awal. Nilai ekspor terus tumbuh dari US$ 4,9 Miliar (2019) hingga mencapai
puncaknya di US$ 6,24 Miliar pada tahun 2022.
• Koreksi Pasar (2023): Pada tahun 2023, terjadi penurunan signifikan menjadi US$ 5,63 Miliar (-
9,8% dari puncak 2022), kemungkinan akibat normalisasi harga global atau penurunan
permintaan pasar utama.
• Pemulihan di 2024: Sektor ini mulai bangkit kembali pada tahun 2024 dengan nilai ekspor mencapai US$
5,95 Miliar, menunjukkan pemulihan yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya.
• Potensi 2025: Hingga periode berjalan tahun 2025 (data sementara dengan tanda *), nilai ekspor
telah mencapai US$ 2,98 Miliar.
EKSPOR SEKTOR
PERIKANAN
sumber: Kementerian Perikanan dan kelautan
• Dominasi Udang: Udang tetap menjadi "Raja Ekspor"
perikanan Indonesia dengan nilai ekspor mencapai **US$
1,68 Miliar** pada tahun 2024. Meskipun demikian, nilainya
sedikit terkoreksi dibandingkan tahun 2023 (US$ 1,72 Miliar).
• Kenaikan Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC): Kelompok TTC
menunjukkan kinerja gemilang, naik dari US$ 927 Juta (2023)
menjadi **US$ 1,03 Miliar** (2024). Ini menjadikannya
komoditas kedua terbesar yang menembus angka 1 Miliar
USD.
• Lonjakan Cumi-Sotong-Gurita: Komoditas ini mencatat
pertumbuhan impresif, naik dari US$ 762 Juta (2023) menjadi
**US$ 874 Juta** (2024), mengukuhkan posisinya di 3 besar.
• Penurunan Rumput Laut: Berbeda dengan tren positif
lainnya, Rumput Laut justru mengalami penurunan tajam
dari US$ 433 Juta (2023) menjadi **US$ 342 Juta** (2024).
sumber: Kementerian Perikanan dan kelautan
Komoditas Ekspor Sektor Perikanan
HUBUNGAN EKSPOR
TERHADAP PERTUMBUHAN
EKONOMI
Ekspor memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi,
namun pengaruhnya sangat bergantung pada jenis ekspor yang
dihasilkan. Ekspor yang didominasi komoditas mentah cenderung tidak
memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan, karena nilai tambahnya
rendah. Sebaliknya, ekspor sektor industri terbukti memberikan
kontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin besar porsi ekspor produk industri bernilai tambah,
semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian nasional. Oleh
karena itu, penguatan sektor industri dan peningkatan kapasitas
produksi menjadi kunci agar ekspor dapat berperan lebih efektif dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sumber : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
MANFAAT PERDAGANGAN
INTERNASIONAL (EKSPOR)
• Meningkatkan Devisa Negara
Ekspor barang dan jasa ke luar negeri menambah penerimaan devisa.
Hal ini penting untuk membiayai impor, utang luar negeri, dan kegiatan
pembangunan
• Memperluas Pasar Produk Dalam Negeri
Dengan ekspor, produsen lokal bisa menjual produknya ke pasar
internasional, tidak hanya terbatas di dalam negeri.
• Efisiensi dan Spesialisasi Produksi
Karena akses pasar yang lebih besar, perusahaan bisa berspesialisasi
pada produk tertentu, meningkatkan skala produksi dan efisiensi
• Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ekspor mendorong produksi dalam negeri, yang pada gilirannya bisa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional
• Menciptakan Lapangan Kerja
Permintaan ekspor bisa meningkatkan produksi industri, sehingga
perusahaan perlu merekrut lebih banyak tenaga kerja
STUDI KASUS
KESTABILAN KEUANGAN
Kompas.id
Pada awal 2025, perekonomian global menghadapi ketidakpastian
akibat penguatan dolar AS, tekanan geopolitik, dan arus modal keluar
dari negara berkembang. Kondisi ini membuat Rupiah semakin rentan
terhadap fluktuasi nilai tukar, terutama karena Indonesia masih
banyak bergantung pada impor bahan baku industri dan komponen
produksi.
Pada Maret 2025, Rupiah melemah hingga sekitar Rp 16.622 per US$,
salah satu level terendah tahun itu. Pelemahan ini langsung menekan
industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor karena
biaya produksi meningkat tajam. Pelaku industri menghadapi pilihan
sulit antara menurunkan margin keuntungan atau menaikkan harga
jual, yang dapat mengurangi daya saing produk.
Bagi industri berorientasi ekspor, depresiasi Rupiah menciptakan risiko
ganda: meski pendapatan dalam dolar naik saat dikonversi, biaya
impor bahan baku melonjak sehingga keuntungan bersih bisa
menyusut. Situasi ini menegaskan bahwa ketidakstabilan nilai tukar
dapat mengganggu rantai produksi dan merusak performa ekspor
nasional. Oleh karena itu, kebijakan stabilitas makro termasuk
pengelolaan kurs, penguatan cadangan devisa, dan upaya mengurangi
ketergantungan impor menjadi sangat penting.
Kasus pelemahan Rupiah 2025 menunjukkan bahwa stabilitas nilai
tukar adalah fondasi utama untuk menjaga daya saing industri dan
menopang kinerja ekspor Indonesia.
STUDI KASUS
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
cnnIndonesia
Pada Trade Expo Indonesia 2025, Indonesia dan Tiongkok menyepakati
sembilan kerja sama dagang, termasuk pembelian kopi Indonesia.
Kesepakatan ini muncul sebagai langkah memperluas akses pasar
ekspor di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya
permintaan kopi di Tiongkok.
Kesepakatan tersebut membuka peluang besar bagi peningkatan
ekspor kopi Indonesia karena Tiongkok memiliki pasar yang terus
berkembang. Kondisi ini berpotensi menambah devisa, memperkuat
neraca perdagangan, serta meningkatkan pendapatan petani dan
industri kopi dalam negeri.
Meski menguntungkan, ekspansi ini menghadirkan tantangan berupa
persaingan kualitas dengan negara pemasok lain dan risiko
ketergantungan terhadap satu pasar. Perubahan kebijakan impor atau
preferensi konsumen Tiongkok dapat memengaruhi stabilitas ekspor
Indonesia.
Secara keseluruhan, kerja sama dagang RI–Tiongkok memberikan
peluang strategis bagi peningkatan ekspor, namun tetap
membutuhkan peningkatan kualitas produk, diversifikasi pasar, dan
dukungan kebijakan agar manfaatnya berkelanjutan dan mampu
menjaga stabilitas perdagangan Indonesia.
KESIMPULAN
Kestabilan keuangan dan perdagangan internasional, khususnya ekspor,
memiliki hubungan yang sangat erat dalam menjaga ketahanan ekonomi
Indonesia. Stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang
kuat, serta kebijakan moneter yang tepat menjadi fondasi penting agar sektor
ekspor mampu tumbuh secara optimal. Ketika sistem keuangan stabil, pelaku
usaha memiliki kepastian biaya produksi, akses pembiayaan lebih mudah, dan
risiko perdagangan dapat ditekan, sehingga daya saing ekspor meningkat. Di
sisi lain, kinerja ekspor yang kuat turut memperbaiki neraca perdagangan,
memperkuat cadangan devisa, menstabilkan nilai tukar, serta mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional. Data kurs, inflasi, cadangan devisa, dan neraca
pembayaran menunjukkan bahwa fluktuasi ekonomi global maupun domestik
dapat langsung memengaruhi performa ekspor Indonesia. Dengan demikian,
kestabilan keuangan bukan hanya menjadi penyangga utama perekonomian,
tetapi juga motor penting bagi keberlanjutan ekspor dan posisi Indonesia dalam
perdagangan global.
Daftar Pustaka
1. Word bank
2. Kemenkeu
3. Bank indonesia
4. djkn.kemenkeu
5. Kemendag
6. trandingseconomic
7. Jurnal analisis pengaruh kebijakan moneter terhadap
perdagangan internasional
8. jdih.kemendag.go.id
9. KLC kemenkeu
10. Jurnal konsep dasar ekonomi internasional dan teori
perdagangan internasional
11. Jurnal teori ekspor : studi kasus ekspor indonesia ke
negara ASEAN
12. Jurnal perdagangan internasional
13. Jurnal ekonomi dan kebijakan pembangunan
14. Kompas.id
15. CNNIndonesia
1.Kementerian kelautan dan perikanan

Kelompok 10 - PI (Kestabilan Keuangan Dan Perdagangan Internasional).pptx

  • 1.
    KESTABILAN KEUANGAN DAN PERDAGANGANINTERNASIONAL (EKSPOR) Kelompok 10 - PI
  • 2.
    ANGGOTA KELOMPOK 1 3 2 4 MUHAMMADZAKI ANANDIKA 2300010042 ASNA DANI MONIKA 2300010049 ARI MASKURI 2315010068 FAQIH AZKA NASRULLOH 2200010203
  • 3.
    KESTABILAN KEUANGAN Stabilitas keuanganadalah ketiadaan episode kegagalan sistem keuangan (krisis) di seluruh sistem. Stabilitas keuangan juga tentang ketahanan sistem keuangan terhadap tekanan. Stabilitas keuangan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, karena sebagian besar transaksi dalam perekonomian riil dilakukan melalui sistem keuangan. Sistem keuangan yang stabil mampu mengalokasikan sumber daya secara efisien, menilai dan mengelola risiko keuangan, menjaga tingkat lapangan kerja mendekati tingkat alami perekonomian, dan menghilangkan pergerakan harga relatif aset riil atau keuangan yang akan memengaruhi stabilitas moneter atau tingkat lapangan kerja. Sistem keuangan berada dalam kisaran stabilitas ketika sistem tersebut mengatasi ketidakseimbangan keuangan yang muncul secara endogen atau sebagai akibat dari peristiwa buruk dan tak terduga yang signifikan. Dalam kondisi stabil, sistem akan menyerap guncangan terutama melalui mekanisme koreksi diri, mencegah peristiwa buruk yang berdampak disruptif pada perekonomian riil atau sistem keuangan lainnya. World Bank
  • 4.
    TEORI STABILITAS KEUANGAN HymanMinsky 1.Menekankan bahwa sistem keuangan rentan terhadap siklus utang dan spekulasi. 2.Krisis biasanya muncul ketika sektor keuangan terlalu ekspansif (over- leverage), sehingga guncangan kecil bisa memicu instabilitas besar. 3.Stabilitas keuangan berarti sistem mampu menahan guncangan eksternal dan tetap menjalankan fungsi intermediasi. Sistem keuangan stabil (Minsky, Mishkin) ·Frederic Mishkin 1.Menjelaskan bahwa sistem keuangan stabil adalah kondisi di mana lembaga keuangan dapat menyalurkan dana secara efisien, menjaga likuiditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 2.Stabilitas ini bergantung pada peran bank sentral dalam mengendalikan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar. Sumber : Kemenkeu
  • 5.
    TEORI STABILITAS KEUANGAN ·Likuiditasdan Pembiayaan Ekspor 1.Sistem keuangan stabil memastikan akses pembiayaan bagi UMKM dan perusahaan eksportir. 2.Kredit ekspor, pembiayaan perdagangan, dan sistem pembayaran internasional berjalan lancar. 3.Jika sistem keuangan terguncang, eksportir kesulitan memperoleh modal kerja, sehingga ekspor menurun. ·Kepercayaan Investor dan Mitra Dagang 4.Stabilitas keuangan meningkatkan kepercayaan investor asing dan mitra dagang internasional. 5.Negara dengan sistem keuangan stabil dianggap lebih aman untuk kontrak jangka panjang, sehingga ekspor lebih berkelanjutan.
  • 6.
    TEORI STABILITAS KEUANGAN Korelasidengan Ekspor Indonesia Stabilitas keuangan berhubungan erat dengan kinerja ekspor Indonesia melalui beberapa mekanisme: ·Nilai Tukar Rupiah 1.Stabilitas keuangan menjaga nilai tukar Rupiah agar tidak berfluktuasi tajam. 2.Rupiah yang stabil menciptakan kepastian harga bagi eksportir dan importir. 3.Jika Rupiah melemah terlalu cepat, biaya impor bahan baku naik, sehingga menekan industri ekspor berbasis impor (misalnya elektronik, tekstil). ·Cadangan Devisa 4.Surplus ekspor menambah cadangan devisa, yang digunakan bank sentral untuk menjaga stabilitas Rupiah. 5.Cadangan devisa yang kuat membuat Indonesia lebih tahan terhadap guncangan global (misalnya krisis energi atau gejolak pasar keuangan). ·
  • 7.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESTABILAN KEUANGAN NilaiTukar (Kurs) Nilai Tukar (kurs) Permintaan uang memegang peranan penting dalam perilaku kebjakan moneter di setiap perekonomian bagi negara negara maju maupun negara- negara yang sedang berkembang. Menurut teori Dornbusch (1976) , fluktuasi nilai tukar sering kali didorong oleh ekspektasi tentang kondisi ekonomi masa depan. Jika pelaku pasar memperkirakan bahwa nilai tukar suatu mata uang akan melemah, hal ini dapat memicu arus keluar modal, yang pada gilirannya dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam sistem keuangan. 1 Inflasi Inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang memiliki dampak luas pada perekonomian suatu negara, termasuk dalam menentukan stabilitas harga domestik dan daya saing internasional. Di pasar global, perubahan inflasi dapat mengindikasikan fluktuasi harga barang dan jasa yang diperdagangkan, sehingga menurut (Silaban & Nurlina, 2022) negara dengan inflasi tinggi cenderung mengalami penurunan daya saing akibat kenaikan harga produk ekspor mereka. 2
  • 8.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESTABILAN KEUANGAN SukuBunga Acuan Suku bunga acuan atau bi rate adalah suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan menjadi patokan oleh lembaga keuangan di seluruh Indonesia untuk menentukan besarnya suku bunga yang akan ditawarkan kepada nasabah, termasuk suku bunga pinjaman dan tabungan. (source : Bank Indonesia) 3 Cadangan Devisa Menurut (Gandhi, 2006), Cadangan devisa merupakan sejumlah valuta asing yang disediakan oleh bank sentral disimpan dalam mempersiapkan berbagai transaksi luar negeri. Cadangan devisa bermanfaat dalam pembayaran perdagangan luar negeri, pembiayaan pembangunan negara, dan upaya menghindari krisis ekonomi yang mungkin terjadi di negara tersebut. 4 Neraca Pembayaran Neraca pembayaran (balance of payment) suatu negara adalah catatan yang sistematis tentang transaksi internasional antara penduduk negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu. 5
  • 9.
    PERAN BANK SENTRAL,BI-RATE, INFLASI, NILAI TUKAR 1. Peran Bank Sentral (Bank Indonesia) • Bank Indonesia berfungsi menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. • Dalam konteks ekspor: ⚬ Menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar harga produk ekspor tetap kompetitif di pasar internasional. ⚬ Mengelola cadangan devisa hasil ekspor untuk intervensi pasar valas. ⚬ Menyediakan kebijakan pembiayaan ekspor melalui sistem perbankan yang sehat. 2. BI-Rate (Suku Bunga Acuan) • BI-Rate adalah instrumen utama kebijakan moneter Bank Indonesia. • Dampaknya terhadap ekspor: ⚬ BI-Rate tinggi biaya pinjaman naik, modal kerja eksportir lebih mahal, sehingga → menekan daya saing ekspor. ⚬ BI-Rate rendah kredit lebih murah, mendorong investasi dan produksi barang ekspor. → Sumber : Bank Indonesia
  • 10.
    PERAN BANK SENTRAL,BI-RATE, INFLASI, NILAI TUKAR 3.Inflasi • Inflasi adalah kenaikan harga barang/jasa secara umum. • Dampaknya terhadap ekspor: ⚬ Inflasi tinggi biaya produksi naik, harga barang ekspor menjadi kurang kompetitif. → ⚬ Inflasi terkendali harga barang ekspor stabil, daya saing meningkat. → 4.Nilai Tukar Rupiah • Nilai tukar adalah harga Rupiah terhadap mata uang asing (terutama USD). • Dampaknya terhadap ekspor: ⚬ Rupiah melemah produk ekspor lebih murah di pasar internasional, ekspor → meningkat. ⚬ Rupiah menguat produk ekspor lebih mahal, ekspor bisa menurun. → Sumber : Bank Indonesia
  • 11.
    IMPLIKASI KESETABILITASAN KEUANGAN INDONESIA •Dampak positif 1.pertumbuhan ekonomi kesetabilan keuangan merupakan pondasi bagi pertumbuhan perekonomian dalam jangka panjang 2.meningkatkan kepercayaan investor ekonomi stabil 3.menekan inflasi menjaga kesetabilan nilai tukar mata uang 4.Perlindungan Konsumen dan Investor adanya pengawasan dari otoritas jasa keuangan (OJK) memastikan sistem keuangan berjalan dengan aman Sumber: djkn.kemenkeu • Dampak Negatif 1.hilangnya kepercayaan masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada lembaga keuangan 2. penurunan pertumbuhan ekonomi aktivitas ekonomi rill akan terhambat dan pertumbuhan ekonomi menurun 3.biaya pemulihan krisis yang besar krisis keuangan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pemulihan dan penanganannya
  • 12.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2020 Kurs Rupiah sepanjang tahun 2020 terlihat berfluktuasi cukup tajam. Pada awal tahun (Januari) kurs berada di sekitar Rp13.662/USD, lalu sempat menguat pada Februari menjadi Rp14.234/USD. Namun memasuki Maret terjadi pelemahan sangat signifikan hingga mencapai titik tertinggi sepanjang tahun yaitu Rp16.367/USD, yang mencerminkan tekanan kuat terhadap Rupiah (umumnya akibat ketidakpastian ekonomi global pada awal pandemi COVID- 19). Setelah puncak pelemahan tersebut, Rupiah mulai berangsur menguat kembali pada April–Mei, lalu bergerak fluktuatif namun relatif stabil pada kisaran Rp14.300– Rp14.900/USD dari Juni hingga Oktober. Menjelang akhir tahun, kurs kembali sedikit menguat sekitar Rp14.105– Rp14.128/USD pada November–Desember. Sumber : Kemendag
  • 13.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2021 Sepanjang tahun 2021, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan kisaran berada di sekitar Rp14.000–Rp14.500 per dolar. Awal tahun dimulai pada Rp14.084 dan sempat melemah hingga mencapai titik tertinggi pada Maret sebesar Rp14.572. Setelah itu, Rupiah perlahan menguat kembali pada April dan Mei, lalu bergerak fluktuatif namun tetap dalam rentang yang terkendali sepanjang pertengahan hingga akhir tahun. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang mulai pulih dan lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa periode pelemahan dan penguatan, volatilitas kurs Rupiah pada tahun 2021 relatif ringan. Nilai tukar pada akhir tahun yang berada di Rp14.269 menunjukkan bahwa Rupiah mampu kembali mendekati posisi awal tahun. Sumber : Kemendag
  • 14.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2022 Grafik tahun 2022 menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung melemah sepanjang tahun. Pada awal tahun (Januari) kurs berada di sekitar 14.381 rupiah per dolar, kemudian bergerak naik secara bertahap. Fluktuasi terjadi dari bulan ke bulan, namun tren umumnya meningkat hingga mencapai kisaran tertinggi pada akhir tahun, yaitu sekitar 15.731–15.737 rupiah per dolar pada November–Desember. Secara keseluruhan, rupiah mengalami depresiasi selama 2022. Sumber : Kemendag
  • 15.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2023 Grafik tahun 2023 menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar mengalami fluktuasi dengan pola yang cenderung bergejolak. Pada awal tahun, kurs berada di sekitar 14.979 rupiah per dolar, kemudian sempat melemah hingga titik terendah sekitar 14.751 rupiah pada April. Setelah itu, rupiah kembali melemah cukup signifikan dan mencapai puncak pelemahan pada Oktober di kisaran 15.916 rupiah per dolar. Menjelang akhir tahun, nilai tukar berangsur menguat kembali dan menutup tahun di sekitar 15.416 rupiah per dolar. Secara keseluruhan, 2023 ditandai oleh dinamika kurs yang naik-turun dengan kecenderungan pelemahan pada pertengahan hingga akhir tahun. Sumber : Kemendag
  • 16.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2024 Grafik tahun 2024 menunjukkan bahwa kurs rupiah terhadap dolar bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dibanding awal tahun. Pada Januari, kurs berada di sekitar 15.796 rupiah per dolar dan sempat menguat sedikit pada Februari–Maret, namun kembali melemah pada April hingga mencapai kisaran 16.253– 16.421 rupiah pada Mei–Juni. Juli mencatat salah satu titik tertinggi sekitar 16.320 rupiah sebelum kembali turun ke 15.138 rupiah pada September. Menjelang akhir tahun, rupiah kembali melemah dan ditutup di level sekitar 16.162 rupiah pada Desember. Secara keseluruhan, 2024 ditandai oleh volatilitas yang cukup tinggi dengan tekanan pelemahan rupiah di sebagian besar bulan. Sumber : Kemendag
  • 17.
    DATA KURS RUPIAHTERHADAP DOLAR AS TAHUN 2025 Pergerakan Rupiah pada tahun 2025 menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dengan tren pelemahan dan penguatan yang bergantian. Rupiah sempat mengalami pelemahan terkuat pada bulan April, menyentuh 16.787,00 per Dolar AS. Namun, sejak itu Rupiah menunjukkan upaya penguatan yang baik. Setelah sempat menyentuh titik terkuatnya di Mei (16.255,00) dan mengalami pelemahan ringan lagi di Juni (16.233,00), Rupiah kembali menguat signifikan dan ditutup pada posisi 16.680,00 di bulan September. Secara keseluruhan, Rupiah berhasil menjaga posisinya agar tidak kembali ke level terlemah di April, menunjukkan intervensi pasar yang efektif dari otoritas moneter. Sumber : Kemendag
  • 18.
    DATA INFLASI TAHUNAN INDONESIA TingkatInflasi Tahunan Indonesia menunjukkan stabilitas yang baik dan terkendali selama periode 2020-2024, di mana mayoritas tahun berada dalam batas target Bank Indonesia. Inflasi berhasil dijaga rendah pada 2020 (1,68%) dan 2021 (1,87%), namun terjadi lonjakan signifikan di tahun 2022 (5,51%), melampaui batas atas target 4%, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor harga energi dan pangan global. Namun, Pemerintah dan Bank Indonesia berhasil melakukan intervensi, yang terlihat dari penurunan drastis inflasi di tahun 2023 (2,61%) dan 2024 (1,57%). Capaian inflasi 2024 sebesar 1,57% berada jauh di bawah titik tengah target baru, menandakan keberhasilan dalam mengendalikan kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat. Sumber : Bank Indonesia
  • 19.
    DATA BI RATE2020-2025 Grafik menunjukkan dua fase utama. Awalnya (2020– 2022), BI Rate sangat rendah (sekitar 3,52%–4%) tujuannya agar uang mudah beredar dan ekonomi cepat pulih dari pandemi. Namun, ketika inflasi naik tinggi (seperti tahun 2022) dan ekonomi dunia bergejolak, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga dengan cepat hingga mencapai puncak 6,1% di tahun 2024. Kenaikan ini tujuannya adalah mengerem laju kenaikan harga. Karena harga sudah terkendali, hingga September 2025, BI mulai menurunkan kembali suku bunga menjadi 5,44%. Ini menunjukkan kebijakan sudah mulai melunak lagi setelah berhasil mengamankan stabilitas harga. Sumber : Bank Indonesia
  • 20.
    CADANGAN DEVISA TAHUN2020- 2024 Cadangan Devisa Indonesia terus menunjukkan perbaikan dalam periode 2020–2024. Nilainya naik dari 135,92 miliar USD menjadi 155,71 miliar USD pada tahun 2024, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Walau sempat turun sedikit pada 2022 hingga 137,22 miliar USD, cadangan devisa kembali pulih dan meningkat pada tahun berikutnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia mampu menjaga kondisi ekonomi tetap stabil. Peningkatan cadangan devisa terutama didorong oleh surplus Neraca Pembayaran dan membaiknya kinerja ekspor. Kondisi ini membantu Indonesia memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian global dan menjaga nilai tukar Rupiah tetap terjaga. Sumber : tradingseconomic
  • 21.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2020 Pada tahun 2020, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam akibat dampak pandemi COVID-19. Pada triwulan I, NPI mencatat defisit yang cukup dalam sebesar –8,5 miliar dolar AS karena tekanan kuat dari pelemahan ekspor, turunnya aktivitas ekonomi global, dan arus keluar modal asing. Namun memasuki triwulan II, kondisi berbalik dengan signifikan, di mana NPI mencapai surplus sebesar 9,2 miliar dolar AS, didorong oleh penurunan impor yang tajam dan stabilisasi pasar keuangan yang menarik kembali aliran modal masuk. Surplus masih berlanjut pada triwulan III meski menurun menjadi 2,1 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga seiring mulai pulihnya ekspor komoditas. Memasuki triwulan IV, NPI kembali sedikit tertekan dengan defisit kecil sebesar –0,2 miliar dolar AS, namun secara keseluruhan kondisi eksternal Indonesia pada 2020 tetap relatif stabil karena tiga dari empat triwulan masih mencatat surplus. Sumber : Bank Indonesia
  • 22.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2021 Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2021 mencatat surplus yang cukup tinggi, yaitu sebesar 13,5 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan surplus tahun 2020 yang tercatat sebesar 2,6 miliar dolar AS. Peningkatan ini didorong oleh kinerja yang kuat di sepanjang tahun. Jika dilihat per kuartal, NPI menunjukkan surplus pada tiga kuartal, dengan surplus tertinggi tercatat pada Kuartal III 2021 sebesar 10,7 miliar dolar AS dan pada Kuartal I 2021 sebesar 4,1 miliar dolar AS. Meskipun sempat mencatat sedikit defisit pada Kuartal II (-0,4 miliar dolar AS) dan Kuartal IV (-0,8 miliar dolar AS), kondisi surplus tahunan yang besar menegaskan adanya ketahanan dan pemulihan ekonomi eksternal Indonesia yang solid selama tahun 2021. Sumber : Bank Indonesia
  • 23.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2022 Pada tahun 2022, Neraca Pembayaran Indonesia menunjukkan kinerja yang relatif kuat, meskipun mengalami fluktuasi antartwulan. Pada triwulan I, NPI mencatat defisit sebesar –1,8 miliar dolar AS, disebabkan oleh tekanan pada transaksi modal dan finansial. Memasuki triwulan II, kondisi mulai membaik dengan munculnya surplus sebesar 2,4 miliar dolar AS, yang menandakan adanya perbaikan arus modal masuk serta dukungan dari transaksi berjalan yang kuat, terutama dari ekspor komoditas yang masih tinggi. Namun, pada triwulan III, NPI kembali mengalami defisit –1,3 miliar dolar AS, menunjukkan adanya tekanan global yang menyebabkan volatilitas arus modal. Kondisi kembali pulih secara signifikan pada triwulan IV dengan surplus besar mencapai 4,7 miliar dolar AS, didorong oleh kuatnya transaksi berjalan dan membaiknya transaksi modal serta finansial. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2022, Indonesia berhasil mencatat surplus NPI sebesar 4,0 miliar dolar AS, yang mencerminkan ketahanan eksternal yang baik, didukung oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi serta perbaikan defisit pada sisi modal dan finansial. Sumber : Bank Indonesia
  • 24.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2023 Pada tahun 2023, kinerja NPI menunjukkan ketahanan eksternal Indonesia yang tetap kuat meskipun tekanan global masih tinggi. Pada triwulan I, NPI mencatat surplus sebesar 6,5 miliar dolar AS, mencerminkan kondisi eksternal yang solid berkat aliran modal masuk yang kuat dan transaksi berjalan yang relatif terjaga. Namun, pada triwulan II, NPI berbalik menjadi defisit –7,4 miliar dolar AS, yang menunjukkan adanya tekanan signifikan dari arus keluar modal dan pelemahan aktivitas ekspor akibat perlambatan ekonomi global. Memasuki triwulan III, defisit tetap terjadi namun lebih kecil, yaitu –1,5 miliar dolar AS, menandakan adanya perbaikan bertahap dalam arus modal dan stabilisasi sektor eksternal. Kinerja kembali menguat pada triwulan IV, di mana NPI mencatat surplus besar mencapai 8,6 miliar dolar AS, didorong oleh meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial, serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah. Secara keseluruhan, NPI sepanjang tahun 2023 membukukan surplus sebesar 6,3 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap kuat meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan internasional. Sumber : Bank Indonesia
  • 25.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2024 TW I-II Pada triwulan I 2024, NPI Indonesia mencatat defisit sebesar –6,0 miliar dolar AS, yang menunjukkan tekanan eksternal cukup kuat pada awal tahun, baik dari sisi transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial. Namun memasuki triwulan II 2024, kondisi mulai membaik dengan defisit yang menyusut drastis menjadi –0,6 miliar dolar AS. Penurunan defisit ini mencerminkan adanya perbaikan signifikan pada arus masuk modal serta tetap terjaganya defisit transaksi berjalan agar tidak melebar lebih jauh. Perbaikan kinerja pada triwulan II dipengaruhi oleh peningkatan surplus pada transaksi modal dan finansial, yang menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, defisit transaksi berjalan tetap terkendali, sehingga pelemahan NPI tidak lagi sedalam triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal pada paruh pertama tahun 2024 mulai mereda, dan kondisi NPI berada pada jalur pemulihan. Sumber : Bank Indonesia
  • 26.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2024 TW III-IV Grafik tersebut menunjukkan bahwa posisi NPI Indonesia mengalami kenaikan dari 5,9 miliar dolar AS pada Triwulan III 2024 menjadi 7,9 miliar dolar AS pada Triwulan IV 2024. Artinya, kinerja eksternal Indonesia pada akhir 2024 menguat, ditandai dengan bertambahnya surplus dalam NPI. Kenaikan ini menunjukkan bahwa arus devisa yang masuk ke Indonesia lebih besar dibanding yang keluar, sehingga kondisi ketahanan eksternal Indonesia semakin baik menjelang akhir tahun. Sumber : Bank Indonesia
  • 27.
    NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN2025 Grafik tersebut menunjukkan perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dari awal 2024 hingga pertengahan 2025. Pada Triwulan I dan II 2024, NPI berada pada posisi defisit, yang berarti arus devisa keluar lebih besar daripada yang masuk. Namun, situasi mulai membaik pada Triwulan III dan IV 2024, di mana NPI berbalik menjadi surplus cukup besar, menandakan penguatan kondisi eksternal Indonesia, baik dari sisi transaksi berjalan maupun aliran modal. Memasuki Triwulan I 2025, NPI kembali melemah dan berubah menjadi defisit kecil sebesar –0,8 miliar USD, menunjukkan adanya tekanan eksternal pada awal tahun, seperti meningkatnya pembayaran kewajiban luar negeri atau melemahnya arus modal. Kondisi ini semakin menurun pada Triwulan II 2025, ketika defisit melebar menjadi –6,7 miliar USD, yang menunjukkan tekanan lebih besar pada ketahanan eksternal Indonesia. Sumber : Bank Indonesia
  • 28.
    Kestabilan keuangan memilikihubungan yang erat dan krusial terhadap kinerja ekspor Indonesia. Sistem keuangan yang stabil, terutama yang tercermin dalam stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi yang terkendali, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdagangan internasional dan daya saing produk ekspor Indonesia. Menurut (Suci & Perwithosuci, 2023) Stabilitas ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global, meningkatkan kinerja ekonomi secara keseluruhan, dan menarik lebih banyak investasi asing. Dengan demikian, pengelolaan nilai tukar yang stabil dan konsisten menjadi krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing internasional Indonesia HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN KEUANGAN DAN KINERJA EKSPOR INDONESIA ADELIA, S., DINI, A., MUTIA, S. H., & MARYAM, B. (2024). ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA. ECONOMIC REVIEWS JOURNAL Учредители: Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor, 3(3).
  • 29.
    MANFAAT STABILITAS KEUANGAN TERHADAP EKSPOR 1.Menambahdevisa negara : Ekspor menghasilkan pemasukan valuta asing yang dapat digunakan untuk membiayai impor, membayar utang luar negeri, dan memperkuat cadangan devisa. 2.Menjaga stabilitas nilai tukar : Ketika ekspor meningkat, permintaan terhadap Rupiah ikut naik sehingga nilai tukar dapat lebih stabil dan tidak mudah tertekan oleh gejolak global. 3.Memperkuat neraca pembayaran : Surplus ekspor membuat neraca perdagangan membaik. Neraca pembayaran yang stabil membantu menjaga ketahanan ekonomi dari risiko eksternal. 4.Mendorong pertumbuhan ekonomi : Ekspor memperluas pasar produk domestik ke luar negeri, meningkatkan pendapatan nasional, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. 5.Meningkatkan daya saing industri : Agar bisa diterima pasar internasional, industri lokal terdorong untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan inovasi. 6.Menciptakan lapangan kerja : Peningkatan permintaan ekspor membuat perusahaan memperluas produksi, sehingga membuka lebih banyak kesempatan kerja. 7.Mengurangi ketergantungan pada permintaan domestik : Dengan pasar yang lebih luas, ekonomi menjadi lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan konsumsi dalam negeri, sehingga lebih tahan terhadap guncangan domestik.
  • 30.
    PENDAHULUAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL (EKSPOR) Source :jdih.kemendag.go.id Perdagangan Internasional merupakan sejumlah transaksi perdagangan atau jual beli di antara pembeli dan penjual yang dalam hal ini satu negara dengan nergara lain yang berbentuk ekspor dan impor pada suatu pasar demi mencapai keuntungan yang maksimal. menurut David Ricardo keunggulan komparatif yang berlandaskan teori utama yang menyatakan bahwa suatu negara harus bersepesialisasi dalam memproduksi barang di mana ia memiliki biaya peluang yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Meskipun negara tersebut tidak unggul dalam produksi semua barang Dalam perdagangan internasional di indonesia yang berlandaskan UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan yang mengatur kebijakan ekspor ,impor,pengamanan perdagangan serta perjanjian perrdagangan internasional yang diratifikasi oleh pemerintah
  • 31.
    PENGERTIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL (EKSPOR) menurutZaki (2024) Perdagangan Internasional adalah suatu kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan oleh dua orang individu antar negara, atau seorang individu dengan pemerintah atau negara, atau transaksi jual beli yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara yang lain . Perdagangan Internasional meliputi kegiatan ekspor dan impor barang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang ini. Sumber: KLC Kemenkeu
  • 32.
    TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Teori ModernH-O Teori Heckscher-Ohlin (H-O) menjelaskan beberapa pola perdagangan dengan baik, negara-negara cenderung untuk mengekspor barang- barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah secara intensif. Menurut Heckscher-Ohlin, suatu negara akan melakukan perdagangan dengan negara lain disebabkan negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan faktor produksi. Basis dari keunggulan komparatif adalah: 1) Faktor endowment, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu negara. 2) Faktor intensity, yaitu teknologi yang digunakan didalam proses produksi, apakah labor intensity atau capital intensity. Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa adanya perdagangan internasional karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki oleh setiap negara. Dengan demikian salah satu kegiatan perdagangan internasional tersebut adalah ekspor dan impor demi memenuhi kebutuhan masyarakat di masing-masing negara dan mencari keuntungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi setiap negara. Heckscher- Ohlin
  • 33.
    TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Teori keunggulankomparatif (comparative advantage) adalah teori yang pertama kali dikemukakan David Ricardo (1772-1823). Ricardo memperkenalkan teori ini dalam bukunya On the Principles of Political Economy and Taxation tahun 1817 Ricardo mengkritisi teori keunggulan absolut, di mana perdagangan internasional hanya mungkin dapat dilakukan oleh negara-negara yang mampu melakukan proses produksi pada komoditas tertentu yang memiliki keunggulan absolut atau negara- negara yang mampu melakukan proses produksi untuk mencapai keuntungan absolut saja. • Negara mengekspor barang yang memiliki biaya peluang lebih rendah dibanding negara lain. • Fokus pada spesialisasi, meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan absolut. • Contoh: Indonesia mengekspor tekstil meski bukan produsen termurah, karena biaya peluang lebih rendah dibanding memproduksi barang lain (misalnya elektronik). Teori Comparative Advantage (David Ricardo)
  • 34.
    TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Teori KeunggulanAbsolut (Absolute Advantage Theory) dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Teori ini merupakan teori klasik perdagangan internasional yang menjelaskan bagaimana dua negara bisa sama-sama diuntungkan dari perdagangan jika masing- masing negara fokus pada produksi barang yang dapat mereka hasilkan secara lebih efisien daripada negara lain. • Negara mengekspor barang yang dapat diproduksi lebih efisien dibanding negara lain. • Efisiensi diukur dari produktivitas tenaga kerja dan biaya produksi. • Contoh: Indonesia mengekspor kopi karena memiliki iklim tropis yang mendukung produksi lebih murah dan berkualitas dibanding negara non-tropis. Teori Absolute (Adam Smith) Aulia, R. D., Putri, I. R., & Arianthony, S. (2025). Konsep Dasar Ekonomi Internasional dan Teori Perdagangan Internasional. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(10).
  • 35.
    Teori PERMINTAAN EKSPOR/ ELASTISITAS Teori permintaan ekspor dengan pendekatan elastisitas menjelaskan bahwa harga, nilai tukar, dan pendapatan negara mitra dagang memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika permintaan ekspor bersifat elastis, perubahan kecil pada harga atau kurs dapat meningkatkan atau menurunkan ekspor secara signifikan, seperti pada produk manufaktur dan kreatif. Sebaliknya, komoditas primer cenderung inelastis karena tetap dibutuhkan meski harga naik. Bagi Indonesia, pemahaman elastisitas penting untuk diversifikasi produk, menjaga stabilitas Rupiah, dan meningkatkan daya saing global. Dengan fokus pada produk bernilai tambah tinggi, Indonesia dapat memperkuat neraca perdagangan, cadangan devisa, dan kestabilan keuangan. Permintaan ekspor dipengaruhi oleh: ⚬ Harga relatif barang ekspor ⚬ Nilai tukar mata uang ⚬ Pendapatan negara mitra dagang ⚬ Preferensi konsumen global (Dewi Mahrani Rangkuty & Bakhtiar Efendi. (2022). Teori Ekspor: Studi Kasus Ekspor Indonesia ke Negara ASEAN)
  • 36.
    Teori PERMINTAAN EKSPOR/ ELASTISITAS • Elastisitas permintaan ekspor: ⚬ Elastis (>1) perubahan harga kecil permintaan berubah besar → → ⚬ Inelastis (<1) permintaan relatif tetap meski harga berubah → Sumber : Data diolah
  • 37.
    Inflasi Trade Openness Government Effectiveness FAKTOR YANGMEMPENGARUHI PERDAGANGAN INTERNASIONAL (EKSPOR) Inflasi terjadi ketika nilai uang terdepresiasi atau mengalami penurunan nilai. Harga-harga barang dan jasa pada saat terjadi inflasi mengalami kenaikan. Harga bahan baku yang naik menjadi salah faktor para produsen menurunkan jumlah produksi, sehingga berdampak pada volume ekspor Pengeluaran pemerintah yang tidak produktif yang dibiayai dari hasil pinjaman merupakan tindakan government effectiveness. Keterbukaan perdagangan internasional mendorong investasi asing masuk ke dalam negeri. Trade openness menjadi salah satu faktor yang penting dari integrasi keuangan internasional. Trade openness memiliki hubungan positif dengan perdagangan Internasional Sumber : Zaki (2024) Jurnal Perdagangan Internasional
  • 38.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2020 sumber: Kemendag Data ekspor tahun 2020 pada paruh pertama mengalamifluktuasi yang signifkan. Namun memasuki paruh kedua tahun 2020, khususnya mulai Agustus hingga Desember, kinerja ekspor mulai menunjukkan tren peningkatan yang cukup kuat. Pada Agustus 2020, ekspor tercatat sebesar 13,05 miliar USD, dan kemudian meningkat berturut-turut setiap bulan hingga mencapai titik tertinggi pada Desember 2020 sebesar 16,54 miliar USD. sektor non-migas tetap menjadi tulang punggung ekspor Indonesia sepanjang tahun 2020. pada sub sektornyaindustri pengolahan memberikan kontribusi terbesar, mencapai 12–13 miliar USD pada bulan-bulan akhir tahun. Sektor pertanian mencatat kinerja yang relatif stabil sepanjang tahun dengan kontribusi sekitar 340–430 juta USD, Sementara itu, sektor pertambangan mengalami penurunan seiring dengan perubahan harga komoditas dunia, namun menunjukkan tren penguatan menjelang akhir tahun 2020. Dalam USD
  • 39.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2021 sumber: Kemendag Data ekspor Indonesia tahun 2021 menunjukkan kinerja yang sangat kuat dan mengalami percepatan dibandingkan tahun 2020. Hal ini tercermin dari nilai ekspor Indonesia yang meningkat signifikan sepanjang tahun, khususnya pada paruh kedua tahun 2021. Pada Agustus 2021, ekspor tercatat sebesar 21,44 miliar USD dan terus menunjukkan peningkatan dengan beberapa radius ringan, hingga mencapai 22,84 miliar USD pada bulan November. Meskipun bulan Desember sedikit turun ke 22,35 miliar USD, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dari pencapaian tahun 2020. ektor non-migas tetap mendominasi, ubsektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar, dengan nilai ekspor mencapai 15–17 miliar USD per bulan sepanjang semester kedua 2021, Sektor pertambangan menunjukkan pertumbuhan paling signifikan nilai ekspor pertambangan naik pada kisaran 3,6–4,8 miliar USD, sektor pertanian tetap stabil dengan kontribusi sekitar 340–430 juta USD, menunjukkan bahwa produk pertanian tetap konsisten Dalam USD
  • 40.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2022 sumber: Kemendag ekspor Indonesia pada tahun 2022 melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa ekspor bulanan Indonesia berada pada kisaran 23–27 miliar USD dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2022 ketika nilai ekspor menembus 27,92 miliar USD. Meskipun terjadi sedikit penurunan pada bulan-bulan akhir seperti November dan Desember, nilai ekspor tetap berada pada level tinggi di atas 23 miliar USD, menandai stabilitas yang kuat pada aktivitas perdagangan luar negeri. ektor non- migas tetap mendominasi, dengan kontribusi yang konsisten di atas 22–26 miliar USD setiap bulan. Dalam komponen non-migas, subsektor industri pengolahan berperan sebagai sektor utama ekspor Indonesia, mencapai nilai sekitar 16–19 miliar USD , Sektor pertambangan juga mengalami kinerja luar biasa dengan nilai ekspor mencapai 5,5–6,0 miliar USD pada beberapa bulan, sektor pertanian memberikan kontribusi yang relatif stabil pada kisaran 360–560 juta USD Dalam USD
  • 41.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2023 sumber: Kemendag Data ekspor 2023 memperlihatkan ritme yang yang relatif stabil walaupun terjadi fluktuasi, dengan total nilai ekspor bulanan umumnya berada di kisaran 19–22 miliar USD. pada paruh pertama ekspor tertinggi ada pada bulan maret yaitu sebesar 23,45 miliar USD walaupun setelah itu terjadi penurunan akan tetapi pada paruh kedua nilai ekspor kembali naik pada akhir tahun 2023 bulan desember total nilai ekspor mencapai 22,46 miliar USD. Sektor non-migas menjadi penopang utama dengan industri manufaktur sebagai sektor utama penyumbang terbesar. Subsektor industry secara konsisten menempati posisi teratas, diikuti oleh pertambangan yang pergerakannya terlihat lebih fluktuatif. Sektor pertanian berkontribusi kecil namun stabil, seperti pada tahun sebelumnya. Jika disatukan, pola ini menampilkan gambaran bahwa ekspor Indonesia di 2023 berada dalam kondisi relatif baik dan menunjukan tren positif. Dalam USD
  • 42.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2024 sumber: Kemendag Data ekspor 2024 menggambarkan ritem yang lebih baik dati tahun 2023, nilai ekspor bulanan mayoritas berada di rentang 22– 24 miliar USD, dengan Oktober sebagai total ekspor tertinggi (sekitar 24,8 miliar USD). Kenaikan kecil namun konsisten muncul pada sektor non-migas, yang kembali tampil sebagai tulang punggung ekspor. Di dalamnya, sektor industry masih menjadi sektor utama karena nilainya stabil di kisaran 16–18 miliar USD, menopang mayoritas niali ekspor sepanjang tahun. Sektor pertambangan menunjukkan pola yang lebih stabil, dengan kontribusi sekitar 3,7–4,0 miliar USD. Sementara itu, pertanian bmengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, mencapai angka di atas 500 juta USD pada banyak bulan. Secara keseluruhan, ritme ekspor 2024 memiliki hasil yang lebih baik tidak hanya stabil, tetapi juga menunjukkan adanya kenaikan menuju penguatan, terutama dari kelompok industri dan kenaikan pada sektor pertanian. Dalam USD
  • 43.
    DATA TOTAL EKSPORTAHUN 2025 sumber: Kemendag data ekspor tahun 2025 menunjukan Nilai ekspor bulanan berada di kisaran 21–25 miliar USD, dengan pola yang relatif stabil tanpa lonjakan tajam maupun penurunan yang terlalu drastis. Sektor non-migas kembali menjadi penyumbang terbesar ekspor, menyumbang hampir seluruh nilai total sering kali berada di atas 23 miliar USD per bulan. Di dalamnya, sektor industry sebagai sub sektor non migas yang memiliki nilai ekspor tinggi dengan kontribusi sekitar 19–20 miliar USD, Sektor Pertambangan bergerak stabil, berada di rentang 2,6–3,4 miliar USD, Sektor Pertanian menunjukkan adanyan kenaikani dibanding tahun sebelumnya,pada bulan september 2025 yaitu 6,2 miliar USD
  • 44.
    EKSPOR SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHANSektor Industri Pengolahan menunjukkan tren pertumbuhan ekspor yang positif dalam jangka panjang dan prospek pertumbuhan yang kuat untuk periode berikutnya. • Pertumbuhan Jangka Panjang (2020-2024): Ekspor Industri Pengolahan mencatat nilai $198,3968 Miliar USD pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 9,32% selama periode 2020-2024. • Perlambatan Pertumbuhan Tahunan: Meskipun trennya kuat, pertumbuhan ekspor pada tahun 2024 (vs 2023) melambat menjadi 5,90%. • Prospek Kuat (Jan-Sep 2025): Data awal (Jan- Sep) menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di tahun 2025, dengan kenaikan sebesar 17,02% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 45.
    KOMODITAS EKSPOR SEKTOR INDUSTRIPENGOLAHAN • Komoditas Dominan: Lemak dan minyak hewani (minyak sawit dan turunannya) dan Besi dan baja adalah kontributor terbesar, masing-masing menyumbang lebih dari 10% ekspor sektor ini. • Tren Jangka Panjang: Besi dan baja memiliki tren pertumbuhan 2020-2024 tertinggi (21,90%), menunjukkan kinerja yang sangat kuat pasca-pandemi. • Tantangan 2024: Dua komoditas utama (Lemak dan minyak hewani serta Besi dan baja) mengalami penurunan nilai ekspor tahunan pada tahun 2024 dibandingkan 2023. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 46.
    EKSPOR SEKTOR PERTANIAN •Tren Positif Jangka Panjang dan Lonjakan Terbaru: Nilai ekspor total sektor Pertanian memiliki tren pertumbuhan rata-rata sebesar 7.17% per tahun dalam periode 2020-2024. • Akselerasi Kuat: Ekspor melonjak tajam sebesar 29.26% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. • Proyeksi Optimis: Proyeksi untuk tahun 2025 juga sangat optimis, diperkirakan akan tumbuh sebesar 34.33% dibandingkan tahun 2024. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 47.
    KOMODITAS EKSPOR SEKTOR PERTANIAN• Kopi, Teh, Mate, dan Rempah-rempah sebagai Pendorong Utama: Produk ini adalah kontributor ekspor pertanian terbesar pada tahun 2024 dengan nilai 2,511.5 Juta USD. • Lonjakan Signifikan: Kelompok produk ini mengalami kenaikan paling dramatis, yaitu sebesar 76.24% pada tahun 2024 dibandingkan 2023. • Tren Jangka Panjang Kuat: Tren pertumbuhan rata-rata tahunan mereka (2020-2024) juga tinggi, mencapai 10.81%. Performa Paling Agresif: Produk Serat tekstil nabati lainnya; benang kertas dan kain tenunan dari benang kertas menunjukkan perubahan persentase terbesar dari 2023 ke 2024, melonjak sebesar 168.75% sumber: Kemendag (data diolah)
  • 48.
    EKSPOR SEKTOR PERTAMBANGAN •Fase Lonjakan (Boom): Ekspor sektor pertambangan mengalami lonjakan luar biasa dari tahun 2020 (US$ 19,7 Miliar) hingga mencapai puncaknya pada tahun 2022 (US$ 64,9 Miliar). Kenaikan ini kemungkinan besar didorong oleh "Commodity Boom" pasca-pandemi dan kenaikan harga komoditas global (seperti batubara dan nikel). • Fase Koreksi (Cooling Down): Setelah puncak di 2022, terjadi tren penurunan. Nilai ekspor turun menjadi US$ 51,5 Miliar pada 2023 dan berlanjut ke US$ 46,1 Miliar pada 2024. • Kinerja Terkini (2025): Data periode Januari-September 2025 menunjukkan penurunan yang cukup tajam sebesar -24,06% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (turun dari US$ 34,7 Miliar menjadi US$ 26,3 Miliar). Ini mengindikasikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang cukup berat bagi sektor pertambangan, kemungkinan karena normalisasi harga komoditas global atau penurunan permintaan dari negara tujuan utama. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 49.
    KOMODITAS EKSPOR SEKTOR PERTAMBANGAN •Ketergantungan pada Bahan Bakar Mineral (HS 27): Sektor ini sangat didominasi oleh Kode HS 27 (Batubara, Minyak Mineral, dll). Pada tahun 2024, komoditas ini menyumbang sekitar 82% dari total ekspor pertambangan (US$ 37,8 Miliar dari total US$ 46,1 Miliar). • Kinerja Bijih Logam (HS 26): Merupakan kontributor terbesar kedua dengan nilai US$ 8,1 Miliar (2024), namun mengalami kontraksi yang sangat dalam pada periode Jan-Sep 2025 (turun -34% dibandingkan tahun lalu). • Pertumbuhan Positif Kecil: Menariknya, komoditas Garam/Belerang (HS 25) justru mengalami kenaikan 18,3% pada periode Jan-Sep 2025, meskipun nilainya relatif sangat kecil dibanding batubara atau bijih logam. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 50.
    EKSPOR SEKTOR LAINNYA •Tembaga dan barang daripadanya adalah sektor dengan nilai ekspor tertinggi di antara sektor-sektor yang dianalisis pada tahun 2024 (249,7), jauh melampaui sektor lainnya. • Mesin dan perlengkapan elektrik... adalah sektor dengan pertumbuhan tahunan rata-rata tertinggi (Trend 20-24) yaitu 224.42%, meskipun nilai ekspornya masih kecil (20,5 di 2024). • Besi dan baja serta Aluminium dan barang daripadanya juga menunjukkan pertumbuhan tahunan yang kuat di tahun 2024 (vs 2023), masing- masing sebesar 43.51% dan 43.39%. • Plastik dan barang daripadanya menunjukkan tren pertumbuhan 7.89% (2020-2024) tetapi menghadapi tantangan di Jan-Sep 2025, dengan proyeksi penurunan ekspor sebesar -54.83% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, mengindikasikan perlunya penyelidikan lebih lanjut terhadap faktor- faktor penyebab penurunan ini. sumber: Kemendag (data diolah)
  • 51.
    • Pertumbuhan Konsisten(2019-2022): Sektor perikanan menunjukkan tren positif yang kuat pasca-pandemi awal. Nilai ekspor terus tumbuh dari US$ 4,9 Miliar (2019) hingga mencapai puncaknya di US$ 6,24 Miliar pada tahun 2022. • Koreksi Pasar (2023): Pada tahun 2023, terjadi penurunan signifikan menjadi US$ 5,63 Miliar (- 9,8% dari puncak 2022), kemungkinan akibat normalisasi harga global atau penurunan permintaan pasar utama. • Pemulihan di 2024: Sektor ini mulai bangkit kembali pada tahun 2024 dengan nilai ekspor mencapai US$ 5,95 Miliar, menunjukkan pemulihan yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya. • Potensi 2025: Hingga periode berjalan tahun 2025 (data sementara dengan tanda *), nilai ekspor telah mencapai US$ 2,98 Miliar. EKSPOR SEKTOR PERIKANAN sumber: Kementerian Perikanan dan kelautan
  • 52.
    • Dominasi Udang:Udang tetap menjadi "Raja Ekspor" perikanan Indonesia dengan nilai ekspor mencapai **US$ 1,68 Miliar** pada tahun 2024. Meskipun demikian, nilainya sedikit terkoreksi dibandingkan tahun 2023 (US$ 1,72 Miliar). • Kenaikan Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC): Kelompok TTC menunjukkan kinerja gemilang, naik dari US$ 927 Juta (2023) menjadi **US$ 1,03 Miliar** (2024). Ini menjadikannya komoditas kedua terbesar yang menembus angka 1 Miliar USD. • Lonjakan Cumi-Sotong-Gurita: Komoditas ini mencatat pertumbuhan impresif, naik dari US$ 762 Juta (2023) menjadi **US$ 874 Juta** (2024), mengukuhkan posisinya di 3 besar. • Penurunan Rumput Laut: Berbeda dengan tren positif lainnya, Rumput Laut justru mengalami penurunan tajam dari US$ 433 Juta (2023) menjadi **US$ 342 Juta** (2024). sumber: Kementerian Perikanan dan kelautan Komoditas Ekspor Sektor Perikanan
  • 53.
    HUBUNGAN EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Ekspormemiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun pengaruhnya sangat bergantung pada jenis ekspor yang dihasilkan. Ekspor yang didominasi komoditas mentah cenderung tidak memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan, karena nilai tambahnya rendah. Sebaliknya, ekspor sektor industri terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar porsi ekspor produk industri bernilai tambah, semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan sektor industri dan peningkatan kapasitas produksi menjadi kunci agar ekspor dapat berperan lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sumber : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
  • 54.
    MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL (EKSPOR) •Meningkatkan Devisa Negara Ekspor barang dan jasa ke luar negeri menambah penerimaan devisa. Hal ini penting untuk membiayai impor, utang luar negeri, dan kegiatan pembangunan • Memperluas Pasar Produk Dalam Negeri Dengan ekspor, produsen lokal bisa menjual produknya ke pasar internasional, tidak hanya terbatas di dalam negeri. • Efisiensi dan Spesialisasi Produksi Karena akses pasar yang lebih besar, perusahaan bisa berspesialisasi pada produk tertentu, meningkatkan skala produksi dan efisiensi • Pertumbuhan Ekonomi Nasional Ekspor mendorong produksi dalam negeri, yang pada gilirannya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional • Menciptakan Lapangan Kerja Permintaan ekspor bisa meningkatkan produksi industri, sehingga perusahaan perlu merekrut lebih banyak tenaga kerja
  • 55.
    STUDI KASUS KESTABILAN KEUANGAN Kompas.id Padaawal 2025, perekonomian global menghadapi ketidakpastian akibat penguatan dolar AS, tekanan geopolitik, dan arus modal keluar dari negara berkembang. Kondisi ini membuat Rupiah semakin rentan terhadap fluktuasi nilai tukar, terutama karena Indonesia masih banyak bergantung pada impor bahan baku industri dan komponen produksi. Pada Maret 2025, Rupiah melemah hingga sekitar Rp 16.622 per US$, salah satu level terendah tahun itu. Pelemahan ini langsung menekan industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor karena biaya produksi meningkat tajam. Pelaku industri menghadapi pilihan sulit antara menurunkan margin keuntungan atau menaikkan harga jual, yang dapat mengurangi daya saing produk. Bagi industri berorientasi ekspor, depresiasi Rupiah menciptakan risiko ganda: meski pendapatan dalam dolar naik saat dikonversi, biaya impor bahan baku melonjak sehingga keuntungan bersih bisa menyusut. Situasi ini menegaskan bahwa ketidakstabilan nilai tukar dapat mengganggu rantai produksi dan merusak performa ekspor nasional. Oleh karena itu, kebijakan stabilitas makro termasuk pengelolaan kurs, penguatan cadangan devisa, dan upaya mengurangi ketergantungan impor menjadi sangat penting. Kasus pelemahan Rupiah 2025 menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar adalah fondasi utama untuk menjaga daya saing industri dan menopang kinerja ekspor Indonesia.
  • 56.
    STUDI KASUS PERDAGANGAN INTERNASIONAL cnnIndonesia PadaTrade Expo Indonesia 2025, Indonesia dan Tiongkok menyepakati sembilan kerja sama dagang, termasuk pembelian kopi Indonesia. Kesepakatan ini muncul sebagai langkah memperluas akses pasar ekspor di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya permintaan kopi di Tiongkok. Kesepakatan tersebut membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor kopi Indonesia karena Tiongkok memiliki pasar yang terus berkembang. Kondisi ini berpotensi menambah devisa, memperkuat neraca perdagangan, serta meningkatkan pendapatan petani dan industri kopi dalam negeri. Meski menguntungkan, ekspansi ini menghadirkan tantangan berupa persaingan kualitas dengan negara pemasok lain dan risiko ketergantungan terhadap satu pasar. Perubahan kebijakan impor atau preferensi konsumen Tiongkok dapat memengaruhi stabilitas ekspor Indonesia. Secara keseluruhan, kerja sama dagang RI–Tiongkok memberikan peluang strategis bagi peningkatan ekspor, namun tetap membutuhkan peningkatan kualitas produk, diversifikasi pasar, dan dukungan kebijakan agar manfaatnya berkelanjutan dan mampu menjaga stabilitas perdagangan Indonesia.
  • 57.
    KESIMPULAN Kestabilan keuangan danperdagangan internasional, khususnya ekspor, memiliki hubungan yang sangat erat dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia. Stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang kuat, serta kebijakan moneter yang tepat menjadi fondasi penting agar sektor ekspor mampu tumbuh secara optimal. Ketika sistem keuangan stabil, pelaku usaha memiliki kepastian biaya produksi, akses pembiayaan lebih mudah, dan risiko perdagangan dapat ditekan, sehingga daya saing ekspor meningkat. Di sisi lain, kinerja ekspor yang kuat turut memperbaiki neraca perdagangan, memperkuat cadangan devisa, menstabilkan nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Data kurs, inflasi, cadangan devisa, dan neraca pembayaran menunjukkan bahwa fluktuasi ekonomi global maupun domestik dapat langsung memengaruhi performa ekspor Indonesia. Dengan demikian, kestabilan keuangan bukan hanya menjadi penyangga utama perekonomian, tetapi juga motor penting bagi keberlanjutan ekspor dan posisi Indonesia dalam perdagangan global.
  • 58.
    Daftar Pustaka 1. Wordbank 2. Kemenkeu 3. Bank indonesia 4. djkn.kemenkeu 5. Kemendag 6. trandingseconomic 7. Jurnal analisis pengaruh kebijakan moneter terhadap perdagangan internasional 8. jdih.kemendag.go.id 9. KLC kemenkeu 10. Jurnal konsep dasar ekonomi internasional dan teori perdagangan internasional 11. Jurnal teori ekspor : studi kasus ekspor indonesia ke negara ASEAN 12. Jurnal perdagangan internasional 13. Jurnal ekonomi dan kebijakan pembangunan 14. Kompas.id 15. CNNIndonesia 1.Kementerian kelautan dan perikanan