PENENTUAN NILAI (KURS) VALUTA ASING
Pendahuluan Valuta Asing (VA) atau mata uang asing:   jenis-jenis mata uang yang digunakan di negara lain Nilai valuta asing:  nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapat satu unit mata uang asing. Penentuan nilai mata uang asing dapat dibedakan kepada dua pendekatan:  1. melalui pasar bebas 2. ditetapkan oleh pemerintah.
Mekanisme Pertukaran VA Xportir (US) Importir (Jkt) Bank Devisa (BNI) Bank Indonesia Bank Devisa (BCA) Xportir (Jkt) Importir (US) US $ 10.000 mesin Kurs jual Rp. 10.000,- Kurs beli Rp. 9000,- US $ 10.000 gandum
Penentuan Dalam Pasar Bebas  Kurs Valuta Asing yang ditentukan dalam pasaran bebas tergantung kepada permintaan dan penawaran mata uang asing.
Permintaan VA  Permintaan VA    keinginan penduduk suatu negara untuk memperoleh suatu jenis uang asing. Permintaan VA   besarnya jumlah suatu VA tertentu yang ingin diperoleh penduduk suatu negara. Keinginan memperoleh VA    untuk membayar pembelian barang-barang dari luar negeri. Sifat permintaan VA    berhubungan erat dengan sifat permintaan terhadap barang-barang dari luar negeri. Dengan asumsi ceteris paribus, perubahan permintaan VA tergantung kepada harga barang-barang di negara lain apabila dinyatakan dalam mata uang dari negara pembeli.
Apabila harga barang-barang lebih mahal maka permintaannya berkurang, atau sebaliknya, permintaannya bertambah banyak apabila harga-harga mereka lebih murah.  Misalkan di dunia ini hanya ada 2 negara yaitu Indonesia dan Amerika. Bagaimana sikap penduduk Indonesia dalam meminta dolar? Makin murah nilai dolar, makin murah pula harga-harga barang Amerika jika dinyatakan dalam rupiah. Harga barang yang makin murah akan meningkatkan permintaan barang-barang dari AS. Maka: makin murah harga mata uang dolar, makin banyak dolar yang akan diminta.
Penawaran VA  Penawaran VA     keinginan penduduk Amerika untuk memperoleh uang rupiah. Penawaran VA     banyaknya uang dolar  yang digunakan untuk membeli barang-barang buatan Indonesia dan ditawarkan kepada penduduk Indonesia. Harga kemeja batik Rp100.000. Misal: $1 = Rp 1000, harga dalam dolar: $100. jika $1 = Rp 2000, harga dalam dolar: $ 50. Orang Amerika lebih menyukai $1 = Rp 2000, karena harga kemeja batik menjadi sangat murah. Makin mahal harga mata uang dolar makin banyak penawarannya; sebaliknya apabila harga dolar makin murah, penawarannya makin sedikit.
Nilai VA S D D S 3000 2000 1000 Qo Jumlah VA ($) Kurs dolar (RP) Kelebihan  permintaan Kelebihan penawaran Gambar 1 Kurs antara Rupiah dengan Dolar
Perubahan – Perubahan Kurs VA D D1 S $ Rp E E’ 2000 2500 Gambar 2: Perubahan Kurs VA
Jika kurs VA sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, maka kurs tersebut akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terjadi karena perubahan permintaan dan penawaran VA. Gambar 2    kenaikan permintaan terhadap dolar menyebabkan naiknya nilai dolar dan merosotnya nilai rupiah. Contoh: dari $1: 2000 menjadi 2500. Kurs pertukaran yang ditentukan oleh mekanisme pasar disebut kurs pertukaran bebas atau mengambang.
Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Kurs Pertukaran 1. Perubahan selera masyarakat 2. Perubahan harga barang-barang ekspor 3. Kenaikan harga-harga umum (inflasi) 4. Perubahan tingkat bunga dan tingkat  pengembalian investasi 5. Perkembangan ekonomi.
Kurs Tetap: Penentuan Nilai Mata Uang Asing Oleh Pemerintah Kurs pertukaran VA yang ditentukan pemerintah   kurs tetap atau kurs resmi Kurs resmi    untuk membedakan dengan kurs yang berlaku di pasar gelap (kurs pasar gelap), yaitu kurs yang tidak termasuk dalam pasar VA yang ditetapkan oleh pemerintah.  Kurs pasar gelap terjadi di negara-negara yang mengalami masalah kekurangan VA, yaitu negara yang terus menerus menghadapi: (a). impor > ekspor; (b). Aliran modal keluar > aliran modal masuk
Menentukan Nilai Kurs Tetap S D Kurs dolar ( Rp ) Jumlah dolar Gambar 3. Perbandingan Kurs Bebas  Dengan Kurs Tetap E A B M N Qo 2000 3000 1000 S D Dinilai terlalu tinggi ( over valued ) Dinilai terlalu rendah (  under valued )
Lanjutan…… Kurva DD : permintaan terhadap dolar oleh penduduk Indonesia Kurva SS: penawaran dolar oleh penduduk AS. Kurva DD dan SS berpotongan pada kurs sebesar Rp2000,-  Jika kurs ditentukan oleh pasar bebas, maka kurs antara dolar dan rupiah adalah Rp2000. Jika kurs ditentukan oleh pemerintah, maka bisa terjadi  overvalued  atau  undervalued .
Kurs Tetap Atau Kurs Berubah Bebas?
Pandangan Pendukung Kurs Tetap Menimbulkan kepastian dalam perdagangan luar negeri Memudahkan para pengusaha membuat ramalan-ramalan mengenai keadaan perdagangan di masa yad. Mengurangi spekulasi jual beli VA Menstabilkan harga-harga di dalam negri Kritik   sistem kurs tetap pada waktu-waktu tertentu harus melakukan perubahan yang cukup besar terhadap kurs VA    justru menimbulkan ketidakpastian.
Pandangan Pendukung Kurs Bebas Menggunakan alasan yang sama seperti pendukung sistem kurs tetap, yaitu: Kurs bebas lebih menimbulkan kepastian dalam perdagangan dan mengurangi kegiatan spekulasi. Keseimbangan antara permintaan dan penawaran selalu terjadi. Sistem ini tidak memerlukan cadangan Valuta Asing, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan jual beli VA (menyimpan cadangan VA)
Beberapa Implikasi Penggunaan  Sistem Kurs Tetap Apakah Implikasi yang timbul apabila kurs tetap yang ditentukan bersifat ” overvalued ” atau ” undervalued ”?
Kurs Tetap dan Cadangan VA Jika penentuan kurs ”overvalued”    terjadi kelebihan kelebihan permintaan > penawaran    AB (gb. 3) Untuk menutupi kelebihan permintaan   pemerintah harus menjual persediaan VA yang dimilikinya dengan jumlah paling sedikit harus sama dengan kelebihan permintaan yang terjadi. Kalau tidak    pasar gelap akan terjadi    harga lebih tinggi dari kurs resmi.
Lanjutan… Sebaliknya jika kurs “undervalued”    terjadi kelebihan penawaran MN (gb. 3) Agar kurs dapat dipertahankan, pemerintah harus mmbeli kelebihan penawaran VA yang terjadi pada harga yang ditetapkan tsb. Jika tidak, VA dapat dibeli dengan harga lebih murah daripada kurs resmi. Dalam sistem kurs tetap, pemerintah harus memiliki cadangan VA dan melakukan jual beli VA.
Kurs Tetap dan Devaluasi Devaluasi: tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Revaluasi: tindakan pemerintah untuk menaikkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Suatu negara akan berusaha mempertahankan kurs yang ditetapkan dalam jangka waktu yang lama. Selama kurs yang ditetapkan tidak menimbulkan akibat yang kurang menguntungkan, negara tidak akan melakukan perubahan kurs.
Tetapi perubahan corak kegiatan ekonomi di luar negeri dan di dalam negeri    kurs yang ditetapkan tidak sesuai lagi  Perubahan corak kegiatan ekonomi: Di dalam negeri: inflasi dan kenaikan upah pekerja Di luar negeri: perkembangan produktivitas yang pesat (karena kemajuan teknologi misalnya) Perubahan tsb    ekspor lebih lambat daripada impor    permintaan VA > penawarannya    nilai mata uang negara tersebut merosot    kurs “overvalued”
Apabila mata uang suatu negara terus-menerus  overvalued,  masalah2 yang dihadapi: Pemerintah harus terus menerus menjual VA untuk menutup kelebihan permintaan    cadangan VA akan menipis Karena Ekspor negara tsb lebih lambat berkembang daripada impornya    tingkat kegiatan ekonomi menurun    pengangguran meningkat. Kegiatan ekonomi kurang bergairah di dalam negeri    modal dalam negeri mengalir keluar    investasi menurun    memperburuk kondisi perekonomian.
Kurs Tetap dan Revaluasi Revaluasi lebih jarang dilakukan, karena jika mata uang suatu negara dinilai terlalu rendah, akibat yang ditimbulkannya tidak seburuk “overvalued” Kurs yang terlalu rendah    mendorong ekspor dan menekan impor. Akibat buruk dari kurs“undervalued” adalah jika penggunaan tenaga kerja penuh telah tercapai. Jika ekspor > impor    perekonomian menghadapi masalah kelebihan pengeluaran agregat    masalah inflasi akan timbul

6 kurs valuta asing

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan Valuta Asing(VA) atau mata uang asing: jenis-jenis mata uang yang digunakan di negara lain Nilai valuta asing: nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapat satu unit mata uang asing. Penentuan nilai mata uang asing dapat dibedakan kepada dua pendekatan: 1. melalui pasar bebas 2. ditetapkan oleh pemerintah.
  • 3.
    Mekanisme Pertukaran VAXportir (US) Importir (Jkt) Bank Devisa (BNI) Bank Indonesia Bank Devisa (BCA) Xportir (Jkt) Importir (US) US $ 10.000 mesin Kurs jual Rp. 10.000,- Kurs beli Rp. 9000,- US $ 10.000 gandum
  • 4.
    Penentuan Dalam PasarBebas Kurs Valuta Asing yang ditentukan dalam pasaran bebas tergantung kepada permintaan dan penawaran mata uang asing.
  • 5.
    Permintaan VA Permintaan VA  keinginan penduduk suatu negara untuk memperoleh suatu jenis uang asing. Permintaan VA  besarnya jumlah suatu VA tertentu yang ingin diperoleh penduduk suatu negara. Keinginan memperoleh VA  untuk membayar pembelian barang-barang dari luar negeri. Sifat permintaan VA  berhubungan erat dengan sifat permintaan terhadap barang-barang dari luar negeri. Dengan asumsi ceteris paribus, perubahan permintaan VA tergantung kepada harga barang-barang di negara lain apabila dinyatakan dalam mata uang dari negara pembeli.
  • 6.
    Apabila harga barang-baranglebih mahal maka permintaannya berkurang, atau sebaliknya, permintaannya bertambah banyak apabila harga-harga mereka lebih murah. Misalkan di dunia ini hanya ada 2 negara yaitu Indonesia dan Amerika. Bagaimana sikap penduduk Indonesia dalam meminta dolar? Makin murah nilai dolar, makin murah pula harga-harga barang Amerika jika dinyatakan dalam rupiah. Harga barang yang makin murah akan meningkatkan permintaan barang-barang dari AS. Maka: makin murah harga mata uang dolar, makin banyak dolar yang akan diminta.
  • 7.
    Penawaran VA Penawaran VA  keinginan penduduk Amerika untuk memperoleh uang rupiah. Penawaran VA  banyaknya uang dolar yang digunakan untuk membeli barang-barang buatan Indonesia dan ditawarkan kepada penduduk Indonesia. Harga kemeja batik Rp100.000. Misal: $1 = Rp 1000, harga dalam dolar: $100. jika $1 = Rp 2000, harga dalam dolar: $ 50. Orang Amerika lebih menyukai $1 = Rp 2000, karena harga kemeja batik menjadi sangat murah. Makin mahal harga mata uang dolar makin banyak penawarannya; sebaliknya apabila harga dolar makin murah, penawarannya makin sedikit.
  • 8.
    Nilai VA SD D S 3000 2000 1000 Qo Jumlah VA ($) Kurs dolar (RP) Kelebihan permintaan Kelebihan penawaran Gambar 1 Kurs antara Rupiah dengan Dolar
  • 9.
    Perubahan – PerubahanKurs VA D D1 S $ Rp E E’ 2000 2500 Gambar 2: Perubahan Kurs VA
  • 10.
    Jika kurs VAsepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, maka kurs tersebut akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terjadi karena perubahan permintaan dan penawaran VA. Gambar 2  kenaikan permintaan terhadap dolar menyebabkan naiknya nilai dolar dan merosotnya nilai rupiah. Contoh: dari $1: 2000 menjadi 2500. Kurs pertukaran yang ditentukan oleh mekanisme pasar disebut kurs pertukaran bebas atau mengambang.
  • 11.
    Faktor Yang MempengaruhiPerubahan Kurs Pertukaran 1. Perubahan selera masyarakat 2. Perubahan harga barang-barang ekspor 3. Kenaikan harga-harga umum (inflasi) 4. Perubahan tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi 5. Perkembangan ekonomi.
  • 12.
    Kurs Tetap: PenentuanNilai Mata Uang Asing Oleh Pemerintah Kurs pertukaran VA yang ditentukan pemerintah  kurs tetap atau kurs resmi Kurs resmi  untuk membedakan dengan kurs yang berlaku di pasar gelap (kurs pasar gelap), yaitu kurs yang tidak termasuk dalam pasar VA yang ditetapkan oleh pemerintah. Kurs pasar gelap terjadi di negara-negara yang mengalami masalah kekurangan VA, yaitu negara yang terus menerus menghadapi: (a). impor > ekspor; (b). Aliran modal keluar > aliran modal masuk
  • 13.
    Menentukan Nilai KursTetap S D Kurs dolar ( Rp ) Jumlah dolar Gambar 3. Perbandingan Kurs Bebas Dengan Kurs Tetap E A B M N Qo 2000 3000 1000 S D Dinilai terlalu tinggi ( over valued ) Dinilai terlalu rendah ( under valued )
  • 14.
    Lanjutan…… Kurva DD: permintaan terhadap dolar oleh penduduk Indonesia Kurva SS: penawaran dolar oleh penduduk AS. Kurva DD dan SS berpotongan pada kurs sebesar Rp2000,- Jika kurs ditentukan oleh pasar bebas, maka kurs antara dolar dan rupiah adalah Rp2000. Jika kurs ditentukan oleh pemerintah, maka bisa terjadi overvalued atau undervalued .
  • 15.
    Kurs Tetap AtauKurs Berubah Bebas?
  • 16.
    Pandangan Pendukung KursTetap Menimbulkan kepastian dalam perdagangan luar negeri Memudahkan para pengusaha membuat ramalan-ramalan mengenai keadaan perdagangan di masa yad. Mengurangi spekulasi jual beli VA Menstabilkan harga-harga di dalam negri Kritik  sistem kurs tetap pada waktu-waktu tertentu harus melakukan perubahan yang cukup besar terhadap kurs VA  justru menimbulkan ketidakpastian.
  • 17.
    Pandangan Pendukung KursBebas Menggunakan alasan yang sama seperti pendukung sistem kurs tetap, yaitu: Kurs bebas lebih menimbulkan kepastian dalam perdagangan dan mengurangi kegiatan spekulasi. Keseimbangan antara permintaan dan penawaran selalu terjadi. Sistem ini tidak memerlukan cadangan Valuta Asing, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan jual beli VA (menyimpan cadangan VA)
  • 18.
    Beberapa Implikasi Penggunaan Sistem Kurs Tetap Apakah Implikasi yang timbul apabila kurs tetap yang ditentukan bersifat ” overvalued ” atau ” undervalued ”?
  • 19.
    Kurs Tetap danCadangan VA Jika penentuan kurs ”overvalued”  terjadi kelebihan kelebihan permintaan > penawaran  AB (gb. 3) Untuk menutupi kelebihan permintaan  pemerintah harus menjual persediaan VA yang dimilikinya dengan jumlah paling sedikit harus sama dengan kelebihan permintaan yang terjadi. Kalau tidak  pasar gelap akan terjadi  harga lebih tinggi dari kurs resmi.
  • 20.
    Lanjutan… Sebaliknya jikakurs “undervalued”  terjadi kelebihan penawaran MN (gb. 3) Agar kurs dapat dipertahankan, pemerintah harus mmbeli kelebihan penawaran VA yang terjadi pada harga yang ditetapkan tsb. Jika tidak, VA dapat dibeli dengan harga lebih murah daripada kurs resmi. Dalam sistem kurs tetap, pemerintah harus memiliki cadangan VA dan melakukan jual beli VA.
  • 21.
    Kurs Tetap danDevaluasi Devaluasi: tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Revaluasi: tindakan pemerintah untuk menaikkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Suatu negara akan berusaha mempertahankan kurs yang ditetapkan dalam jangka waktu yang lama. Selama kurs yang ditetapkan tidak menimbulkan akibat yang kurang menguntungkan, negara tidak akan melakukan perubahan kurs.
  • 22.
    Tetapi perubahan corakkegiatan ekonomi di luar negeri dan di dalam negeri  kurs yang ditetapkan tidak sesuai lagi Perubahan corak kegiatan ekonomi: Di dalam negeri: inflasi dan kenaikan upah pekerja Di luar negeri: perkembangan produktivitas yang pesat (karena kemajuan teknologi misalnya) Perubahan tsb  ekspor lebih lambat daripada impor  permintaan VA > penawarannya  nilai mata uang negara tersebut merosot  kurs “overvalued”
  • 23.
    Apabila mata uangsuatu negara terus-menerus overvalued, masalah2 yang dihadapi: Pemerintah harus terus menerus menjual VA untuk menutup kelebihan permintaan  cadangan VA akan menipis Karena Ekspor negara tsb lebih lambat berkembang daripada impornya  tingkat kegiatan ekonomi menurun  pengangguran meningkat. Kegiatan ekonomi kurang bergairah di dalam negeri  modal dalam negeri mengalir keluar  investasi menurun  memperburuk kondisi perekonomian.
  • 24.
    Kurs Tetap danRevaluasi Revaluasi lebih jarang dilakukan, karena jika mata uang suatu negara dinilai terlalu rendah, akibat yang ditimbulkannya tidak seburuk “overvalued” Kurs yang terlalu rendah  mendorong ekspor dan menekan impor. Akibat buruk dari kurs“undervalued” adalah jika penggunaan tenaga kerja penuh telah tercapai. Jika ekspor > impor  perekonomian menghadapi masalah kelebihan pengeluaran agregat  masalah inflasi akan timbul