AWAL RAMADHANDAN AWAL SYAWAL 1436 H
Sebulan dalampenanggalan Islam atau penanggalan Hijriah terdiri dari 29 atau 30 hari.
Penetapan awal Bulan Ramadhan 1436 H tidak lepas dari penetapan apakah bulan Sya’ban
terdiri dari 29 hari atau 30 hari. Penetapan awal Bulan Syawal 1436 H tidak lepas dari
penetapan apakah bulan Ramadhan terdiri dari 29 hari atau 30 hari.
AWAL RAMADHAN 1436 H
Untuk keperluan ibadah Shaum Ramadhan, awal Ramadhan ditetapkan melalui sidang itsbat
yang dipimpin oleh menteri agama RI. Menilik bahwa hari Selasa tanggal 16 Juni 2015
merupakan hari ke 29 bulan Sya’ban 1436 H (Taqwim Standard), maka sidang itsbat awal
Ramadhan 1436 H insyaallah akan berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2015.
Sebagai gambaran tentang data astronomi pada penentuan awal Ramadhan 1436 H dapat
disimak kondisi bulan sebagai berikut:
KONDISI POSISI BULAN PENENTU AWAL RAMADHAN 1436 H
• Ijtimak akhir Sya’ban 1436 H akan berlangsung pada hari Selasa 16 Juni 2015 jam 21:05
wib.
• Posisi Bulan pada saat Matahari terbenam hari Selasa tanggal 16 Juni 2015 sudah
berada di bawah ufuq atau Bulan terbenam terlebih dulu dan kemudian disusul
Matahari terbenam. Contoh misalnya di lokasi Pelabuhan Ratu Matahari terbenam jam
17:45 sedang Bulan terbenam pada jam 17:37 atau Matahari terbenam 8 menit setelah
Bulan terbenam.
• Sangat mustahil akan adanya hilal awal Ramadhan 1436 H pada hari Selasa tanggal 16
Juni 2015, karena belum ijtimak dan Bulan sudah terbenam terlebih dahulu.
• Maka secara hisab maupun rukyat tidak beralasan untuk menentukan awal bulan
Ramadhan 1436 H pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2015 setelah maghrib. Awal bulan
Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2015 setelah maghrib (dan
shalat tarawih 1436 H pertama tanggal 17 Juni 2015) dan awal shaum Ramadhan 1436 H
jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015.
Untuk kepastiannya perlu disimak hasil sidang itsbat awal Ramadhan 1436 H insyaallah akan
berlangsung pada tanggal 16 Juni 2015.
AWAL SYAWAL 1436 H
Untuk keperluan mengakhiri ibadah Shaum Ramadhan, akhir Ramadhan 1436 H ditetapkan
melalui sidang itsbat yang dipimpin oleh menteri agama RI. Menilik bahwa hari Kamis tanggal
16 Juli 2015 merupakan hari ke 29 bulan Ramadhan 1436 H (Taqwim Standard), maka sidang
itsbat awal Syawal 1436 H insyaallah akan berlangsung pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015.
Analisis awal Ramadhan 1436 H yang insyaallah akan jatuh pada 18 Juni 2015 maka hari ke 29
bulan Ramadhan 1436 H akan bertepatan dengan hari Kamis tanggal 16 Juli 2015.
KONDISI POSISI BULAN PENENTU AWAL SYAWAL 1436 H
• Ijtimak akhir Ramadhan 1436 H pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 pada jam 08:24 wib
bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1436 H.
• Pada saat Matahari terbenam pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015, tinggi Bulan di
wilayah Indonesia sudah positif di Pelabuhan Ratu misalnya tinggi Bulan mencapai +2⁰
42′ 7".0. (sekitar dua derajat empat puluh dua menit)
• Mengingat posisi Bulan tersebut secara hisab dengan kriteria wujudul hilal maupun
kriteria 2-3-8 sudah dapat memastikan bahwa awal Syawal 1436 H pada tanggal 16 Juli
2015 (setelah maghrib). Ramadhan 1436 H berakhir pada tanggal 16 Juli 2015 dan pada
hari Jum’at tanggal 17 Juli 2015 shalat Idul Fitri 1436 H.
Bagaimana dengan hasil rukyat hari Kamis tanggal 16 Juli 2015? Apakah para ahli rukyat dapat
berhasil melihat hilal atau citra hilal pada tanggal 16 Juli 2015?. Mengingat posisi Bulan dan
Matahari pada tanggal 16 Juli 2015, hilal tersebut tergolong sulit untuk bisa diamati, walaupun
memenuhi kriteria 2-3-8. Kesempatan untuk pengamatan hilal setelah Matahari terbenam
relative sangat singkat; di Pelabuhan Ratu misalnya Matahari terbenam pada jam 17:51 wib dan
disusul Bulan terbenam pada jam 18:06 wib atau 15 menit setelah Matahari terbenam. Elongasi
matahari dan bulan 5⁰ 14′ 34" pada jam 17:51 wib. Elongasi matahari dan bulan 4⁰ 55′ 42" pada
jam 14:00 wib.
• Walaupun rukyat hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 dilakukan dengan teleskop pada siang
hari, citra hilal yang telah memenuhi kriteria 2-3-8 tersebut tergolong sangat sukar
diamati. Pengamatan hilal siang hari (sebelum Matahari terbenam) selain dimaksudkan
memperoleh citra sabit Bulan yang akan menjadi cikal bakal hilal yang dapat diamati
dengan mata bugil, juga dipergunakan untuk mengetahui gerak harian dan posisi Bulan
setiap saat sehingga pengamatan hilal dapat berkonsentrasi ke arah yang ditunjukkan
oleh teleskop untuk mencegah kekeliruan obyek langit yang akan diamati.
• Bila Awal Ramadhan 1436 H adalah hari Kamis, 18 Juni 2015 dan Awal Syawal 1436 H
adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015 maka jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H adalah
29 hari. Jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H sama dengan jumlah hari bulan
Ramadhan 1435 H yaitu 29 hari.
Untuk kepastiannya perlu disimak hasil sidang itsbat awal Syawal 1436 H insyaallah akan
berlangsung pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015.
CATATAN UMUM:
• Bila Awal Ramadhan 1436 H adalah hari Kamis, 18 Juni 2015 dan Awal Syawal 1436 H
adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015 maka jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H adalah
29 hari. Jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H sama dengan jumlah hari bulan
Ramadhan 1435 H yaitu 29 hari.
• Awal Syawal 1436 H adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015, bertepatan dengan Hari libur Idul
Fitri 1436 H, yaitu 1 & 2 Syawal 1436 H yang bertepatan dengan hari Jum’at 17 Juli 2015
dan Sabtu 18 Juli 2015. Jumlah hari dalam bulan Syawal 1436 H dan dalam bulan Syawal
1435 H sama yaitu 30 hari.
Proses PenetapanKalendar Taqwim Standard:
Musyawarah kerja Nasional Hisab - Rukyat mendikusikan dan mempertimbangkan hasil
perhitungan dan penetapan awal bulan Islamdari berbagai ormas Islam.
Tabel 1: Padanan Awal Bulan Hijriah pada tahun 2015 M (Kriteria Taqwim Standard)
Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Hari
1 Rabi'ul Akhir 1436 H 22 Januari 2015 Kamis
1 Jumadal Ula 1436 H 20 Februari 2015 Jum'at
1 Jumadal Akhirah 1436 H 22 Maret 2015 Ahad
1 Rajab 1436 H 20 Aprl 2015 Senin
1 Sya'ban 1436 H 19 Mei 2015 Selasa
1 Ramadhan 1436 H 18 Juni 2015 Kamis
1 Syawal 1436 H 17 Juli 2015 Jum'at
1 Dzulkaedah 1436 H 16 Agustus 2015 Ahad
1 Dzulhijjah 1436 H 15 September 2015 Selasa
1 Muharram 1437 H 14 Oktober 2015 Rabu
1 Safar 1437 H 13 November 2015 Jum'at
1 Rabi'ul Awal 1437 H 13 Desember 2015 Ahad
Selain itu, secara khusus Musyawarah kerja Nasional Hisab - Rukyat memberi masukkan
bagi Menteri Agama dalam penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dalam
sidang itsbat.
Di Indonesia penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah menggunakan cara
Hisab dan Rukyat, untuk keperluan tersebut diselenggarakan gelar sidang itsbat.
Pada akhirnya secara operasional kalendar nasional diputuskan dalamKeputusan bersama
Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Hari - hari liburNasional padaTabel 2 dan kalendarnegara2015 yangberisi hari - hari liburnasional
didasarkanpadaKeputusanbersamaMenteri Agama,Menteri TenagaKerjadanTransmigrasi,Menteri
PendayagunaanAparaturNegaradanReformasi Birokrasi RepublikIndonesia,No16 tahun2014, No310
tahun2014 dan 07/SKB/MENPAN-RB/09/2014. PerubahanataskeputusanbersamaMenteri Agama,
Menteri TenagaKerjadan Transmigrasi,Menteri PendayagunaanAparaturNegaradanReformasi
Birokrasi RepublikIndonesiaNo5tahun 2014, 03/SKB/MEN/V/2014 dan 02/SKB/MENPAN/V/2014
tentangHari LiburNasional danCuti Bersamatahun2015.
Tabel 2: Hari Libur Nasional 2015 di Indonesia
Hari Libur Nasional Tahun 2015
1 Tahun Baru Masehi Kamis,1 Januari
2 Tahun Baru Imlek2566 Kongzili Kamis,19 Februari
3 Hari raya Idul Adha1436 H Kamis,24 September
4 Tahun Baru Hijriah1437 H Rabu,14 Oktober
5 Hari Raya Nyepi,TahunBaruSaka 1937S Sabtu,21 Maret
6 Wafat Isa Almasih/YesusKristus Jum’at,3 April
7 MaulidNabi saw ,Rabi’ul Awal 1436 H Sabtu,3 Januari,
8 MaulidNabi saw ,Rabi’ul Awal 1437 H Kamis,24 Des
9 Hari buruhInternasional Jum’at,1 Mei
10 KenaikanYesusKristus Kamis,14 Mei
11 Hari raya Waisak 2559 Selasa,2 Juni
12 Proklamasi KemerdekaanRI Senin,17 Agustus
13 Isra' Mi'raj nabi saw 1436 H Sabtu,16 Mei
14 Idul Fitri 1436H, 1 – 2 Syawal 1436 H Jm, Sb; 17, 18 Juli;
Cuti Idul Fitri 1436H Cuti: Km, 16 Juli,Sn-Sl,20,21 Juli
15 Hari Natal Jum’at,25 Desember
Jumlah hari dalamsatu bulan Islam29 atau 30 hari, namun pola tahunan bisa berbeda satu
dengan lainnya walaupun sama─sama tahun basit seperti 1435 H dan 1436 H.
Tabel 3: Pola Jumlah hari dalam bulan Hijriah pada Taqwim Standar Indonesia 2014 - 2015
Bulan Hijriah Awal Bulan Akhir Bulan Jumlah Hari
Rabi’ul Awal 1435 H 3 Januari (Jm) 31 Januari (Jm) 29
Rabi’ul Akhir 1435 H 1 Februari (Sb) 2 Maret (Ah) 30
Jumadal Ula 1435 H 3 Maret (Sn) 31 Maret (Sn) 29
Jumadal Akhirah 1435 H 1 April (Sl) 30 April (Rb) 30
Rajab 1435 H 1 Mei (Km) 29 Mei (Km) 29
Sya’ban 1435 H 30 Mei (Jm) 28 Juni (Sb) 30
Ramadhan 1435 H 29 Juni (Ah) 27 Juli (Ah) 29
Syawal 1435 H 28 Juli (Sn) 26 Agustus (Sl) 30
Dzulkaedah 1435 H 27 Agustus (Rb) 25 September (Km) 30
Dzulhijjah 1435 H 26 September (Jm) 24 Oktober (Jm) 29
Muharram 1436 H 25 Oktober (Sb) 23 November (Ah) 30
Safar 1436 H 24 November (Sn) 22 Desember (Sn) 29
Rabi’ul Awal 1436 H 23 Desember (Sl) 21 Januari (Rb) 2015 30
1 Rabi'ul Akhir 1436 H 22 Januari 2015 19 Februari 2015 29
1 Jumadal Ula 1436 H 20 Februari 2015 21 Maret 2015 30
1 Jumadal Akhirah 1436H 22 Maret 2015 19 Aprl 2015 29
1 Rajab 1436 H 20 Aprl 2015 18 Mei 2015 29
1 Sya'ban 1436 H 19 Mei 2015 17 Juni 2015 30
1 Ramadhan 1436 H 18 Juni 2015 16 Juli 2015 29
1 Syawal 1436 H 17 Juli 2015 15 Agustus 2015 30
1 Dzulkaedah 1436 H 16 Agustus 2015 14-Septmber 2015 30
1 Dzulhijjah 1436 H 15-Septmber 2015 13 Oktober 2015 29
1 Muharram 1437 H 14 Oktober 2015 12-Novmber 2015 30
1 Safar 1437 H 13-Novmber 2015 12 Desember 2015 30
1 Rabi'ul Awal 1437 H 13 Desember 2015 10 Januari 2016 29
Bandung, 12 Juni 2015 (25 Sya’ban 1436 H)
Dr. Moedji Raharto
Anggota Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB
Staf Pengajar Astronomi FMIPA ITB
Peneliti di Observatorium Bosscha FMIPA ITB
Info Awal Ramadhan dan Awal Syawal 1436H/2015M

Info Awal Ramadhan dan Awal Syawal 1436H/2015M

  • 1.
    AWAL RAMADHANDAN AWALSYAWAL 1436 H Sebulan dalampenanggalan Islam atau penanggalan Hijriah terdiri dari 29 atau 30 hari. Penetapan awal Bulan Ramadhan 1436 H tidak lepas dari penetapan apakah bulan Sya’ban terdiri dari 29 hari atau 30 hari. Penetapan awal Bulan Syawal 1436 H tidak lepas dari penetapan apakah bulan Ramadhan terdiri dari 29 hari atau 30 hari. AWAL RAMADHAN 1436 H Untuk keperluan ibadah Shaum Ramadhan, awal Ramadhan ditetapkan melalui sidang itsbat yang dipimpin oleh menteri agama RI. Menilik bahwa hari Selasa tanggal 16 Juni 2015 merupakan hari ke 29 bulan Sya’ban 1436 H (Taqwim Standard), maka sidang itsbat awal Ramadhan 1436 H insyaallah akan berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2015. Sebagai gambaran tentang data astronomi pada penentuan awal Ramadhan 1436 H dapat disimak kondisi bulan sebagai berikut: KONDISI POSISI BULAN PENENTU AWAL RAMADHAN 1436 H • Ijtimak akhir Sya’ban 1436 H akan berlangsung pada hari Selasa 16 Juni 2015 jam 21:05 wib. • Posisi Bulan pada saat Matahari terbenam hari Selasa tanggal 16 Juni 2015 sudah berada di bawah ufuq atau Bulan terbenam terlebih dulu dan kemudian disusul Matahari terbenam. Contoh misalnya di lokasi Pelabuhan Ratu Matahari terbenam jam 17:45 sedang Bulan terbenam pada jam 17:37 atau Matahari terbenam 8 menit setelah Bulan terbenam. • Sangat mustahil akan adanya hilal awal Ramadhan 1436 H pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2015, karena belum ijtimak dan Bulan sudah terbenam terlebih dahulu. • Maka secara hisab maupun rukyat tidak beralasan untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1436 H pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2015 setelah maghrib. Awal bulan Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2015 setelah maghrib (dan shalat tarawih 1436 H pertama tanggal 17 Juni 2015) dan awal shaum Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015. Untuk kepastiannya perlu disimak hasil sidang itsbat awal Ramadhan 1436 H insyaallah akan berlangsung pada tanggal 16 Juni 2015.
  • 2.
    AWAL SYAWAL 1436H Untuk keperluan mengakhiri ibadah Shaum Ramadhan, akhir Ramadhan 1436 H ditetapkan melalui sidang itsbat yang dipimpin oleh menteri agama RI. Menilik bahwa hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 merupakan hari ke 29 bulan Ramadhan 1436 H (Taqwim Standard), maka sidang itsbat awal Syawal 1436 H insyaallah akan berlangsung pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015. Analisis awal Ramadhan 1436 H yang insyaallah akan jatuh pada 18 Juni 2015 maka hari ke 29 bulan Ramadhan 1436 H akan bertepatan dengan hari Kamis tanggal 16 Juli 2015. KONDISI POSISI BULAN PENENTU AWAL SYAWAL 1436 H • Ijtimak akhir Ramadhan 1436 H pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 pada jam 08:24 wib bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1436 H. • Pada saat Matahari terbenam pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015, tinggi Bulan di wilayah Indonesia sudah positif di Pelabuhan Ratu misalnya tinggi Bulan mencapai +2⁰ 42′ 7".0. (sekitar dua derajat empat puluh dua menit) • Mengingat posisi Bulan tersebut secara hisab dengan kriteria wujudul hilal maupun kriteria 2-3-8 sudah dapat memastikan bahwa awal Syawal 1436 H pada tanggal 16 Juli 2015 (setelah maghrib). Ramadhan 1436 H berakhir pada tanggal 16 Juli 2015 dan pada hari Jum’at tanggal 17 Juli 2015 shalat Idul Fitri 1436 H. Bagaimana dengan hasil rukyat hari Kamis tanggal 16 Juli 2015? Apakah para ahli rukyat dapat berhasil melihat hilal atau citra hilal pada tanggal 16 Juli 2015?. Mengingat posisi Bulan dan Matahari pada tanggal 16 Juli 2015, hilal tersebut tergolong sulit untuk bisa diamati, walaupun memenuhi kriteria 2-3-8. Kesempatan untuk pengamatan hilal setelah Matahari terbenam relative sangat singkat; di Pelabuhan Ratu misalnya Matahari terbenam pada jam 17:51 wib dan disusul Bulan terbenam pada jam 18:06 wib atau 15 menit setelah Matahari terbenam. Elongasi matahari dan bulan 5⁰ 14′ 34" pada jam 17:51 wib. Elongasi matahari dan bulan 4⁰ 55′ 42" pada jam 14:00 wib. • Walaupun rukyat hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 dilakukan dengan teleskop pada siang hari, citra hilal yang telah memenuhi kriteria 2-3-8 tersebut tergolong sangat sukar diamati. Pengamatan hilal siang hari (sebelum Matahari terbenam) selain dimaksudkan memperoleh citra sabit Bulan yang akan menjadi cikal bakal hilal yang dapat diamati dengan mata bugil, juga dipergunakan untuk mengetahui gerak harian dan posisi Bulan setiap saat sehingga pengamatan hilal dapat berkonsentrasi ke arah yang ditunjukkan oleh teleskop untuk mencegah kekeliruan obyek langit yang akan diamati.
  • 3.
    • Bila AwalRamadhan 1436 H adalah hari Kamis, 18 Juni 2015 dan Awal Syawal 1436 H adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015 maka jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H adalah 29 hari. Jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H sama dengan jumlah hari bulan Ramadhan 1435 H yaitu 29 hari. Untuk kepastiannya perlu disimak hasil sidang itsbat awal Syawal 1436 H insyaallah akan berlangsung pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2015. CATATAN UMUM: • Bila Awal Ramadhan 1436 H adalah hari Kamis, 18 Juni 2015 dan Awal Syawal 1436 H adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015 maka jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H adalah 29 hari. Jumlah hari dalam bulan Ramadhan 1436 H sama dengan jumlah hari bulan Ramadhan 1435 H yaitu 29 hari. • Awal Syawal 1436 H adalah hari Jum’at, 17 Juli 2015, bertepatan dengan Hari libur Idul Fitri 1436 H, yaitu 1 & 2 Syawal 1436 H yang bertepatan dengan hari Jum’at 17 Juli 2015 dan Sabtu 18 Juli 2015. Jumlah hari dalam bulan Syawal 1436 H dan dalam bulan Syawal 1435 H sama yaitu 30 hari. Proses PenetapanKalendar Taqwim Standard: Musyawarah kerja Nasional Hisab - Rukyat mendikusikan dan mempertimbangkan hasil perhitungan dan penetapan awal bulan Islamdari berbagai ormas Islam. Tabel 1: Padanan Awal Bulan Hijriah pada tahun 2015 M (Kriteria Taqwim Standard) Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Hari 1 Rabi'ul Akhir 1436 H 22 Januari 2015 Kamis 1 Jumadal Ula 1436 H 20 Februari 2015 Jum'at 1 Jumadal Akhirah 1436 H 22 Maret 2015 Ahad 1 Rajab 1436 H 20 Aprl 2015 Senin 1 Sya'ban 1436 H 19 Mei 2015 Selasa 1 Ramadhan 1436 H 18 Juni 2015 Kamis 1 Syawal 1436 H 17 Juli 2015 Jum'at 1 Dzulkaedah 1436 H 16 Agustus 2015 Ahad 1 Dzulhijjah 1436 H 15 September 2015 Selasa 1 Muharram 1437 H 14 Oktober 2015 Rabu 1 Safar 1437 H 13 November 2015 Jum'at 1 Rabi'ul Awal 1437 H 13 Desember 2015 Ahad
  • 4.
    Selain itu, secarakhusus Musyawarah kerja Nasional Hisab - Rukyat memberi masukkan bagi Menteri Agama dalam penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dalam sidang itsbat. Di Indonesia penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah menggunakan cara Hisab dan Rukyat, untuk keperluan tersebut diselenggarakan gelar sidang itsbat. Pada akhirnya secara operasional kalendar nasional diputuskan dalamKeputusan bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Hari - hari liburNasional padaTabel 2 dan kalendarnegara2015 yangberisi hari - hari liburnasional didasarkanpadaKeputusanbersamaMenteri Agama,Menteri TenagaKerjadanTransmigrasi,Menteri PendayagunaanAparaturNegaradanReformasi Birokrasi RepublikIndonesia,No16 tahun2014, No310 tahun2014 dan 07/SKB/MENPAN-RB/09/2014. PerubahanataskeputusanbersamaMenteri Agama, Menteri TenagaKerjadan Transmigrasi,Menteri PendayagunaanAparaturNegaradanReformasi Birokrasi RepublikIndonesiaNo5tahun 2014, 03/SKB/MEN/V/2014 dan 02/SKB/MENPAN/V/2014 tentangHari LiburNasional danCuti Bersamatahun2015. Tabel 2: Hari Libur Nasional 2015 di Indonesia Hari Libur Nasional Tahun 2015 1 Tahun Baru Masehi Kamis,1 Januari 2 Tahun Baru Imlek2566 Kongzili Kamis,19 Februari 3 Hari raya Idul Adha1436 H Kamis,24 September 4 Tahun Baru Hijriah1437 H Rabu,14 Oktober 5 Hari Raya Nyepi,TahunBaruSaka 1937S Sabtu,21 Maret 6 Wafat Isa Almasih/YesusKristus Jum’at,3 April 7 MaulidNabi saw ,Rabi’ul Awal 1436 H Sabtu,3 Januari, 8 MaulidNabi saw ,Rabi’ul Awal 1437 H Kamis,24 Des 9 Hari buruhInternasional Jum’at,1 Mei 10 KenaikanYesusKristus Kamis,14 Mei 11 Hari raya Waisak 2559 Selasa,2 Juni 12 Proklamasi KemerdekaanRI Senin,17 Agustus 13 Isra' Mi'raj nabi saw 1436 H Sabtu,16 Mei 14 Idul Fitri 1436H, 1 – 2 Syawal 1436 H Jm, Sb; 17, 18 Juli; Cuti Idul Fitri 1436H Cuti: Km, 16 Juli,Sn-Sl,20,21 Juli 15 Hari Natal Jum’at,25 Desember
  • 5.
    Jumlah hari dalamsatubulan Islam29 atau 30 hari, namun pola tahunan bisa berbeda satu dengan lainnya walaupun sama─sama tahun basit seperti 1435 H dan 1436 H. Tabel 3: Pola Jumlah hari dalam bulan Hijriah pada Taqwim Standar Indonesia 2014 - 2015 Bulan Hijriah Awal Bulan Akhir Bulan Jumlah Hari Rabi’ul Awal 1435 H 3 Januari (Jm) 31 Januari (Jm) 29 Rabi’ul Akhir 1435 H 1 Februari (Sb) 2 Maret (Ah) 30 Jumadal Ula 1435 H 3 Maret (Sn) 31 Maret (Sn) 29 Jumadal Akhirah 1435 H 1 April (Sl) 30 April (Rb) 30 Rajab 1435 H 1 Mei (Km) 29 Mei (Km) 29 Sya’ban 1435 H 30 Mei (Jm) 28 Juni (Sb) 30 Ramadhan 1435 H 29 Juni (Ah) 27 Juli (Ah) 29 Syawal 1435 H 28 Juli (Sn) 26 Agustus (Sl) 30 Dzulkaedah 1435 H 27 Agustus (Rb) 25 September (Km) 30 Dzulhijjah 1435 H 26 September (Jm) 24 Oktober (Jm) 29 Muharram 1436 H 25 Oktober (Sb) 23 November (Ah) 30 Safar 1436 H 24 November (Sn) 22 Desember (Sn) 29 Rabi’ul Awal 1436 H 23 Desember (Sl) 21 Januari (Rb) 2015 30 1 Rabi'ul Akhir 1436 H 22 Januari 2015 19 Februari 2015 29 1 Jumadal Ula 1436 H 20 Februari 2015 21 Maret 2015 30 1 Jumadal Akhirah 1436H 22 Maret 2015 19 Aprl 2015 29 1 Rajab 1436 H 20 Aprl 2015 18 Mei 2015 29 1 Sya'ban 1436 H 19 Mei 2015 17 Juni 2015 30 1 Ramadhan 1436 H 18 Juni 2015 16 Juli 2015 29 1 Syawal 1436 H 17 Juli 2015 15 Agustus 2015 30 1 Dzulkaedah 1436 H 16 Agustus 2015 14-Septmber 2015 30 1 Dzulhijjah 1436 H 15-Septmber 2015 13 Oktober 2015 29 1 Muharram 1437 H 14 Oktober 2015 12-Novmber 2015 30 1 Safar 1437 H 13-Novmber 2015 12 Desember 2015 30 1 Rabi'ul Awal 1437 H 13 Desember 2015 10 Januari 2016 29 Bandung, 12 Juni 2015 (25 Sya’ban 1436 H) Dr. Moedji Raharto Anggota Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB Staf Pengajar Astronomi FMIPA ITB Peneliti di Observatorium Bosscha FMIPA ITB