Konvensi COLREGs 1972 merupakan instrumen hukum internasional yang menetapkan aturan universal untuk mencegah tabrakan kapal di laut. Diterapkan sejak 1977, regulasi ini mengikat seluruh negara anggota IMO dan berlaku bagi semua jenis kapal, mulai dari kapal niaga, kapal penumpang, kapal ikan, hingga kapal perang. Dengan standar yang seragam, COLREGs menciptakan tata kelola navigasi global yang konsisten, sehingga pelayaran internasional dapat berlangsung lebih aman, efisien, dan berlandaskan kepastian hukum.
Isi COLREGs mencakup kewajiban umum seperti look-out (pengawasan), kecepatan aman, hingga tindakan menghindar tabrakan. Aturannya menguraikan situasi pertemuan kapal (head-on, overtaking, crossing), kewajiban di jalur sempit, serta prosedur navigasi dalam visibilitas terbatas. Selain itu, COLREGs menetapkan sistem penggunaan lampu navigasi, tanda siang (shapes), serta sinyal suara dan cahaya untuk komunikasi antar kapal. Annexes memberikan rincian teknis, mulai dari spesifikasi lampu, standar alat sinyal, hingga daftar sinyal distress resmi yang wajib dikenal dan dipatuhi oleh semua awak kapal.
Secara praktis, COLREGs menuntut kepatuhan penuh dari kapal dan awak, pengawasan ketat dari negara bendera, serta pelaksanaan inspeksi oleh negara pelabuhan melalui Port State Control. Bagi negara maritim seperti Indonesia, implementasi COLREGs tidak hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari strategi menjaga keselamatan jalur pelayaran nasional, memperkuat diplomasi maritim, dan meningkatkan reputasi bendera Indonesia di dunia internasional. Dengan demikian, COLREGs berfungsi ganda: sebagai perangkat teknis navigasi sekaligus instrumen tata kelola global yang melindungi keselamatan jiwa dan stabilitas perdagangan laut internasional.