Zaman Modern
Kebutuhan aktualisasidiri menjadi hal yang penting, seakan-
akan menjadi kebutuhan yang sangat vital. Kebutuhan ini memang
seturut dengan rencana dan perintah Allah agar manusia menjadi
pengelola alam dan mengembangkannya. Kebutuhan untuk eksistensi
diri yang berlebihan tentu akan menyebabkan masalah, salah satunya
adalah narsisme media sosial.
3.
Sosial media adalahteknologi
media komunikasi yang memfasilitasi
pembuat profilenya untukberbagi
informasi, ide, ketertarikan, dan hal
hal lainnya via virtual dan jaringan.
Sosial Media
4.
Dalam penggunaan MediaSosial Iman Manusia
juga diuji,sebab tidak sedikit penggunaan media sosial
yang berakhir dengan dampak negatif. Manusia
diberikan kebebasan untuk bertindak, berpikir dan
melakukan segala sesuatu namun sering kali manusia
memilih untuk melakukan sesuatu yang berdosa, yang
bukan meninggikan Allah dan hanya menempatkan
dirinya sebagai prioritas utama.
Sosial Media
5.
Dampak Positif
Efek positifdari media sosial dan jaringan sosial
berbasis Internet lainnya,media sosial digunakan untuk
mendokumentasikan kenangan, belajar tentang dan
mengeksplorasi berbagai hal, mengiklankan diri dan
membentuk pertemanan.
6.
Dampak Negatif
Dampaknegatif yang paling utama adalah masalah privasi,
ledakan informasi, penipuan di internet termasuk hoax,
narsis,kata kasar, bullying,Kemarahan dan emosi yang terjadi di
media sosial. Hal ini juga berdampak juga di kehidupan nyata.
Layanan yang terdapat pada media sosial turut memancing
keinginan pihak-pihak tertentu untuk menyalahgunakannya
demi kepentingan kelompok mereka dengan
mengesampingkan etika moral juga regulasi dan hukum positif
di Indonesia
7.
Narsisme tindakanmerendahkan gambar
dan rupa Allah dalam diri manusia. Orang
yang narsis tidak pernah menyadari betapa
berharganya mereka dan mencoba untuk
membuat diri mereka agar kelihatan lebih
berharga.
Narsisme
8.
Narsis dalampengertian menyadari keunikan diri
sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei) tentu
sangat baik karena memang Allah menghendaki
agar kita menyadari hal yang demikian.
Orang yang menyadari dengan jelas siapa dirinya
tidak perlu melakukan usaha yang berlebihan untuk
menaikkan harga dirinya.
Narsisme
9.
Istilah inimengacu kepada orang-orang yang melakukan segala upaya
untuk naik ke status sosial yang lebih tinggi dari posisi mereka yang
sebenernya. Ini terjadi karena orang-orang melihat foto-foto narsis yang
di upload di media sosial, seperti foto makanan, pemandangan dsb.
Orang yang lemah imannya melihat foto-foto tersebut ,mereka maka
akan menjadikan hal tersebut sebagai standar hidup yang juga harus
mereka gapai. Namun ketika mereka tidak sanggup mencapainya hal
tersebut akan dianggap sebagai masalah ketidakadilan sosial.
Sosial Climbing
10.
Etika Kristen harusmenjadikan Yesus
Kristus sebagai modal satu-satunya yang
sempurna,kita tidak perlu membangun
harga diri dari hal-hal yang remeh karena
Allah pencipta langit dan bumi sudah
menganggap kita berharga.
Etika Dan Citra Diri
Umat Kristen
11.
Citra Diri
Orang Kristenharus mengasihi diri
mereka dengan sewajarnya setelah mereka
dilahirkan kembali atau menjadi ciptaan baru
dalam Allah. Oleh karena itu, mereka memuji,
meninggikan, dan menonjolkan Allah dalam
berbagai aspek, termasuk di media sosial,
bukan diri mereka sendiri.
12.
Citra Diri
Citradiri Kristen bukanlah tujuan
akhir,tetapi alat untuk mencapai hidup
bagi Allah, sesama, dan meningkatkan
ciptaan Allah.
13.
Citra Diri
Dengan mengunggahfoto di media
sosial, pilihlah foto yang menggambarkan
keindahan dan kemuliaan hidup bersama
Allah,dengan hal seperti demikian , kita tidak
mencobai mereka yang lemah imannya,dan
justru menguatkan iman mereka sehingga
orang melihat perbedaan hidup orang Kristen
dengan orang yang tidak mengenal Allah
14.
Penutup
Kutipan Nats FirmanTuhan yang berhubungan dengan
materi berikut mengutip dari perkataan rasul Paulus
Filipi 4: 8 “Jadi akhrinya, saudara-saudara,semua yang
benar, semua yang mulia ,semua yang adil, semua yang
suci, semua yang manis,semua yang sedap didengar,
semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
pikirkanlah semua itu”.
15.
Penutup
1 Korintus10: 23 “‘Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar,
tetapi bukan segala sesuatu berguna. ‘Segala sesuatu
diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu
membangun.”
16.
Anggota Kelompok
• AnantaLumongga H
• Gayla Aurilen S
• Kristiani Clementine Natiur M
• Nadine Tesalonika P
• Andika Napitu
• Calvin Sibarani