How Does
Mental
Health
Affect Your
Ability to
Work
Ade Kurnia Surawijaya
Stres merupakan
suatu kondisi pada
diri individu terkait
ketegangan,
tekanan, tuntutan
dan lainnya
Stressor dapat
bersumber dari
tempat kerja dan di
luar tempat kerja
Aspek Psikososial
yang berdampak
positif (Eutres) dan
yang berdampak
negatif (Distres)
Penyebab stres terkait pekerjaan
Pekerjaan:
● Ritme kerja yang tinggi, tekanan
waktu
● Kurang jelasnya penerapan aturan
dalam pekerjaan
● Partisipasi yang rendah
● Kurangnya dukungan sejawat dan
penyelia
● Pengembangan karir yang buruk
● Pekerjaan tidak stabil
● Jam kerja panjang
● Penghasilan rendah
● Pelecehan seksual dan/atau
kekerasan fisik maupun psikologis
Masalah Rumah – Pekerjaan
● Konflik peran dan tanggung jawab
terutama pada Perempuan
● Membawa permasalahan pekerjaan
kantor di rumah, keluarga terkena
dampak akibat stress pekerjaan
● Adanya masalah/ konflik keluarga
● Kesulitan dalam kebutuhan hidup
sehari-hari
Respon terhadap Stres
Penyebab
Stres
02
Spirituality and Religion strong religious
beliefs,spiritual yearnings,prayer,devotional acts have
positive influences on mental& physical health
Bio(anatomical.structrural
molecular effects on
biological functioning
Social,cultural,fami
lial influence
einvironment
Psychological,effects of
psychodinamic,motivation,
personality
George Engel 1977
The biopsychosocial model of health
is embraced and promoted.
Pendekatan
Teori Holistik
Kebutuhan
Kapasita
s
Kemampuan
Kepribadia
n
Pengetahuan
Tuntutan
Eksternal
Tuntutan
Internal
Tekana
n
Normal
kemampuan adaptif dalam menjalankan pekerjaan
Raharjanti, 2017
Gangguan Kejiwaan
yang umumnya ditemukan pada
pekerja adalah Depresi dan
Ansietas/Kecemasan
Stahl, 2008
Kesesuaian Simtom Depresi dengan Sirkit Neuron
PFK
• konsentrasi,
• minat/rasa senang
• mood, rasa bersalah
• Ide bunuh diri
• tak berharga
• fatig (mental)
Hipokampus
memori
mood
Amigdala
mood, rasa bersalah,
bunuh diri, tak berharga
Hipotalamus
tidur dan selera
Striatum
psikomotor
fatig (pisik)
Ventral Tegmental Area
rasa senang,
motivasi
Serebelum
psikomotor
MS
fatig
NA
rasa
senang/minat
fatig (pisik)
Stahl SM. Stahl’s Essential Psychopharmacology. 2013; 277
Monoamin Pada Defisit
Kognitif
Serotonin
Dopamin
Keinginan
Noradrenalin
Minat
Energi Ansietas
Iritabilitas
Mood
Emosi
Fs.
Kognitif
Motivasi
Selera
Agresi
Impuls
Blier 2001
 Proyeksi serotonin,
noradrenergik,
dopminergik ke korteks 
memodulasi fungsi kognitif
Chamberlain SR, dkk. J Psychopharmacol 2013;21
Berbagai interaksi
neurobiologi (neurotransmiter,
inflamasi, hormon, dll).
Fungsi
Kognitif
Fungsi
Sehari-hari
Mood
Depresi
kemampuan melakukan
tugas-tugas dan fungsi
psikososial ↓ ↓
Keadaan Mood
episode akut, bertambah beratnya
simtom mood; >1 / 3 terdapat pada
remisi
Variabel Perjalanan Penyakit
• ↑ jumlah episod mood
• ↑ jumlah hospitalisasi
• perjalanan penyakit 
• usia onset 
• lamanya sakit
Fungsi
Buruknya reintegrasi di pekerjaan
Status pekerjaan
Fungsi sosial
Kesiapan terapi kognitif
1. Baune BT et al. Psychiatry Res 2010;176:183-9;
2. Baune BT et al. J Clin Exp Neuropsychol 2013;35:759-74;
3. Beblo T et al. Neuropsychol Rev 2011;21:337-59;
4. Abas MA et al. Psychol Med 1990;20:507-20;
5. Zarate CA Jr et al. Psychiatr Q 2000;71:309-29
Hubungan Antara Mood Depresi dengan
Defisit Kognitif dan Fungsi Sehari-Hari
Dampak Buruk Defisit Kognitif terhadap Prognosis Gangguan Depresi
Defisit
Kognitif
pada
Depresi
Buruknya respons
terapi dan
perjalanan
penyakit .1
Buruknya
kualitas hidup
dan fungsi
psikososial.3
Buruknya
kualitas
hidup,
kemampuan
bekerja2 1. Roiser JP, dkk. Neuropsychopharmacology. 2012;37:117–136)
2. Judd LL, dkk. Am J of Psychiatry 1996; 153: 1411–1417.
3. Davis CS. Psychiatry Research. 2006; 145: 39–48
4. Majer dkk. Psychological Med. 2004; 34, 1453–1463
atensi, fs eksekutif,
belajar, kemampuan
visiospasial.
Tidak
tercapainya
remisi dan
angka
kekambuhan
dan rekuren .4
Target
Intervensi
Depresi
KOMORBIDITAS DEPRESI DAN ANXIETAS
Depresi
Mayor
Gangguan Stres
Pasca Trauma
50%
Gangguan
Anxietas
Sosial
70%
Gangguan Panik
30 – 60%
Gangguan
Anxietas
Menyeluruh
62,4%
Gangguan
Obsesif
Kompulsif
19-90%
Overbeek T, et al. Epidemiology of Anxiety Disorders, 2000.
Stahl, 2008
Komponen
Psikologis
Komponen
Fisik
Perubahan Emosi
dan Perilaku
• Fungsi kognitif
• Kecepatan bekerja
• Ketekunan
• Keandalan
• Kesadaran & motivasi
• Fungsi interpersonal
• Kejujuran & kepercayaan
• Toleransi terhadap stress
• Kebutuhan pekerjaan
yang spesifik
Faktor Psikologis yang
Mempengaruhi Kerja
Ni Kadek Dutti, 2022
FAKTOR RISIKO PSIKOSOSIAL
Isolasi (akses
mendapatkan
dukungan sosial)
Kurangnya Privasi
Masalah
Komunikasi
Diskriminasi; Bullying
dan Kekerasan
Budaya, Aturan
lokal, agama atau
bahasa
Desain Pekerjaan
(Pengendali,
konten, beban
kerja)
Organisasi kerja (pola shift,
kurang tidur, rotasi/mutasi, jet
lag)
Kesempatan
rekreasi dan
bersantai
ISU UTAMA
Pekerja yang memiliki masalah di tempat
kerja
Pemeriksaan Laik Kerja
Penurunan
kinerja
Masalah
kedisiplinan
Konflik
interperson
al
Fit to Work Unfit for Work
Fit to Work with
Limitations /
modifications
Temporary Permanent
Raharjanti, 2017, 2024; Ramadianto, 2024
Take home message
● Terlepas dari apakah seorang pekerja telah memiliki gangguan kejiwaan
atau tidak, ternyata dapat memberikan dampak terhadap terjadinya
peningkatan maupun penurunan kondisi kesehatan jiwa pekerja
● Penyebab distress  model pendekatan holistic  biopsikososial
● Perlu diwaspadai bahwa gangguan kejiwaan yang umum pada pekerja
adalah depresi dan kecemasan
● Perlunya management untuk meningkatkan resiliensi terhadap risiko
psikososial
● Perlu adanya skirining daya resiliensi terhadap stres secara berkala
“Setiap masalah adalah
kesempatan untuk
bertumbuh, namun
jangan lupa bahagia”
Referensi
● Stahl, 2018
● Buku Ajar Psikiatri UI
● Materi Ajar Fasyankes

How Does Mental Health Affect Your Ability to Work

  • 1.
    How Does Mental Health Affect Your Abilityto Work Ade Kurnia Surawijaya
  • 2.
    Stres merupakan suatu kondisipada diri individu terkait ketegangan, tekanan, tuntutan dan lainnya Stressor dapat bersumber dari tempat kerja dan di luar tempat kerja Aspek Psikososial yang berdampak positif (Eutres) dan yang berdampak negatif (Distres)
  • 3.
    Penyebab stres terkaitpekerjaan Pekerjaan: ● Ritme kerja yang tinggi, tekanan waktu ● Kurang jelasnya penerapan aturan dalam pekerjaan ● Partisipasi yang rendah ● Kurangnya dukungan sejawat dan penyelia ● Pengembangan karir yang buruk ● Pekerjaan tidak stabil ● Jam kerja panjang ● Penghasilan rendah ● Pelecehan seksual dan/atau kekerasan fisik maupun psikologis Masalah Rumah – Pekerjaan ● Konflik peran dan tanggung jawab terutama pada Perempuan ● Membawa permasalahan pekerjaan kantor di rumah, keluarga terkena dampak akibat stress pekerjaan ● Adanya masalah/ konflik keluarga ● Kesulitan dalam kebutuhan hidup sehari-hari
  • 4.
  • 6.
  • 7.
    Spirituality and Religionstrong religious beliefs,spiritual yearnings,prayer,devotional acts have positive influences on mental& physical health Bio(anatomical.structrural molecular effects on biological functioning Social,cultural,fami lial influence einvironment Psychological,effects of psychodinamic,motivation, personality George Engel 1977 The biopsychosocial model of health is embraced and promoted. Pendekatan Teori Holistik
  • 11.
  • 12.
    Gangguan Kejiwaan yang umumnyaditemukan pada pekerja adalah Depresi dan Ansietas/Kecemasan
  • 13.
  • 14.
    Kesesuaian Simtom Depresidengan Sirkit Neuron PFK • konsentrasi, • minat/rasa senang • mood, rasa bersalah • Ide bunuh diri • tak berharga • fatig (mental) Hipokampus memori mood Amigdala mood, rasa bersalah, bunuh diri, tak berharga Hipotalamus tidur dan selera Striatum psikomotor fatig (pisik) Ventral Tegmental Area rasa senang, motivasi Serebelum psikomotor MS fatig NA rasa senang/minat fatig (pisik) Stahl SM. Stahl’s Essential Psychopharmacology. 2013; 277
  • 15.
    Monoamin Pada Defisit Kognitif Serotonin Dopamin Keinginan Noradrenalin Minat EnergiAnsietas Iritabilitas Mood Emosi Fs. Kognitif Motivasi Selera Agresi Impuls Blier 2001  Proyeksi serotonin, noradrenergik, dopminergik ke korteks  memodulasi fungsi kognitif Chamberlain SR, dkk. J Psychopharmacol 2013;21 Berbagai interaksi neurobiologi (neurotransmiter, inflamasi, hormon, dll).
  • 16.
    Fungsi Kognitif Fungsi Sehari-hari Mood Depresi kemampuan melakukan tugas-tugas danfungsi psikososial ↓ ↓ Keadaan Mood episode akut, bertambah beratnya simtom mood; >1 / 3 terdapat pada remisi Variabel Perjalanan Penyakit • ↑ jumlah episod mood • ↑ jumlah hospitalisasi • perjalanan penyakit  • usia onset  • lamanya sakit Fungsi Buruknya reintegrasi di pekerjaan Status pekerjaan Fungsi sosial Kesiapan terapi kognitif 1. Baune BT et al. Psychiatry Res 2010;176:183-9; 2. Baune BT et al. J Clin Exp Neuropsychol 2013;35:759-74; 3. Beblo T et al. Neuropsychol Rev 2011;21:337-59; 4. Abas MA et al. Psychol Med 1990;20:507-20; 5. Zarate CA Jr et al. Psychiatr Q 2000;71:309-29 Hubungan Antara Mood Depresi dengan Defisit Kognitif dan Fungsi Sehari-Hari
  • 17.
    Dampak Buruk DefisitKognitif terhadap Prognosis Gangguan Depresi Defisit Kognitif pada Depresi Buruknya respons terapi dan perjalanan penyakit .1 Buruknya kualitas hidup dan fungsi psikososial.3 Buruknya kualitas hidup, kemampuan bekerja2 1. Roiser JP, dkk. Neuropsychopharmacology. 2012;37:117–136) 2. Judd LL, dkk. Am J of Psychiatry 1996; 153: 1411–1417. 3. Davis CS. Psychiatry Research. 2006; 145: 39–48 4. Majer dkk. Psychological Med. 2004; 34, 1453–1463 atensi, fs eksekutif, belajar, kemampuan visiospasial. Tidak tercapainya remisi dan angka kekambuhan dan rekuren .4 Target Intervensi Depresi
  • 18.
    KOMORBIDITAS DEPRESI DANANXIETAS Depresi Mayor Gangguan Stres Pasca Trauma 50% Gangguan Anxietas Sosial 70% Gangguan Panik 30 – 60% Gangguan Anxietas Menyeluruh 62,4% Gangguan Obsesif Kompulsif 19-90% Overbeek T, et al. Epidemiology of Anxiety Disorders, 2000.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    • Fungsi kognitif •Kecepatan bekerja • Ketekunan • Keandalan • Kesadaran & motivasi • Fungsi interpersonal • Kejujuran & kepercayaan • Toleransi terhadap stress • Kebutuhan pekerjaan yang spesifik Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kerja Ni Kadek Dutti, 2022
  • 22.
    FAKTOR RISIKO PSIKOSOSIAL Isolasi(akses mendapatkan dukungan sosial) Kurangnya Privasi Masalah Komunikasi Diskriminasi; Bullying dan Kekerasan Budaya, Aturan lokal, agama atau bahasa Desain Pekerjaan (Pengendali, konten, beban kerja) Organisasi kerja (pola shift, kurang tidur, rotasi/mutasi, jet lag) Kesempatan rekreasi dan bersantai
  • 23.
    ISU UTAMA Pekerja yangmemiliki masalah di tempat kerja Pemeriksaan Laik Kerja Penurunan kinerja Masalah kedisiplinan Konflik interperson al Fit to Work Unfit for Work Fit to Work with Limitations / modifications Temporary Permanent Raharjanti, 2017, 2024; Ramadianto, 2024
  • 24.
    Take home message ●Terlepas dari apakah seorang pekerja telah memiliki gangguan kejiwaan atau tidak, ternyata dapat memberikan dampak terhadap terjadinya peningkatan maupun penurunan kondisi kesehatan jiwa pekerja ● Penyebab distress  model pendekatan holistic  biopsikososial ● Perlu diwaspadai bahwa gangguan kejiwaan yang umum pada pekerja adalah depresi dan kecemasan ● Perlunya management untuk meningkatkan resiliensi terhadap risiko psikososial ● Perlu adanya skirining daya resiliensi terhadap stres secara berkala
  • 25.
    “Setiap masalah adalah kesempatanuntuk bertumbuh, namun jangan lupa bahagia”
  • 26.
    Referensi ● Stahl, 2018 ●Buku Ajar Psikiatri UI ● Materi Ajar Fasyankes