Keselamatan Kerja
1. PencegahanKebakaran
Persyaratan dalam pencegahan
kebakaran:
• Memiliki tim penanggulangan
kebakaran
• Memiliki perencanaan tanggap
darurat
• Memiliki sistem proteksi
kebakaran seperti
• Melaksanakan pemeriksaan dan
pengujian komponen yang
berkaitan dengan penanggulangan
kebakaran.
4.
2. Pencegahan peledakan
Sumberbahaya yang dapat
menimbulkan peledakan
adalah alat-alat proses
produksi yang dapat
menimbulkan tekanan dan
reaksi kimia yang tidak
terkendali.
3. Bidang Mekanik
Sumber bahaya mekanik
dapat terjadi pada pekerjaan
yang berhubungan dengan
penggunaan alat angkat-
angkut dan mesin-mesin
produksi.
5.
4. K3 BidangKonstruksi Bangunan
Persyaratan yang harus dipenuhi:
• Akses keluar-masuk ruangan aman.
• Penerangan yang cukup.
• Ventilasi memenuhi syarat.
• Kebersihan dan kerapian tata ruang tidak
berantakan
• Jaminan keselamatan peralatan, bahan dan
benda benda di dalam ruangan, seperti alat
pengaman, tanda pengaman dan lain-lain.
• Adanya pengamanan pada lantai, tangga, atap
dan panggung terhadap semua lubang dan
galian yang berpotensi bahaya.
• Adanya ijin bagi pegawai yang memasuki
ruangan kerja yang memiliki resiko bahaya.
• Adanya pernyataan dan tindakan pengamanan
pada tempat-tempat yang dianggap labil/
berbahaya.
• Penggunaan perancah harus sesuai peraturan
yang berlaku.
6.
5. K3 BidangListrik
Persyaratan yang harus dipenuhi:
• Perencanaan, pembuatan,
pemasangan, pemeliharaan dan
pemeriksaan harus dilakukan
personil memiliki lisensi
• Memiliki sertifikat pemeriksaan
asli dari instansi yang tidak
memihak dan diakui
• Konstruksi instalasi harus
memenuhi syarat
• Pemeriksaan dilakukan secara
berkala meliputi:
• Instalasi listrik secara umum,
pembebanan, penataan kabel,
pengamanan kabel dan lain lain.
• Instalasi penyalur petir
7.
6. K3 ditempat kerja berisiko tinggi
Sumber bahaya pada pekerjaan yang
berisiko tinggi terjadi pada pekerjaan
yang berhubungan dengan radiasi,
tempat ketinggian, penyelaman,
ruang terbatas dan lain-lain.
Persyaratan yang harus dipenuhi:
• Petugas yang bekerja di tempat
berisiko tinggi harus memilki ijin
kerja.
• Memiliki prosedur yang memenuhi
syarat.
• Petugas yang bekerja di tempat
berisiko tinggi harus terlatih dan
kompeten.
• Petugas yang bekerja di tempat
berisiko tinggi harus memiliki
standar kesehatan yang memenuhi
syarat.
Alat Pelindung Diri(APD)
merupakanpengendalian yang
terakhir, sebelum APD
direkomendasikan harus dilakukan
pengendalian secara teknis dan
administratif terlebih dahulu
Pertimbangan penggunaan APD:
• Identifikasi dan evaluasi potensi
bahaya di tempat kerja
• Pemilihan yang tepat dan sesuai
• Pemeliharaan alat pelindung diri
• Pendidikan dan latihan
• Kesadaran manajemen dan
tenaga kerja
Penerangan setempat adalahpenerangan di tempat obyek kerja
• Intensitas (kadar) Illuminasi (Cd/Candela)
Menunjukkan berapa banyak cahaya yang dikeluarkan
oleh suatu sumber cahaya dengan arah tertentu.
• Lumen
Aliran sinar yang keluar dari sumber sinar.
1 candela = 4 π lumen = ± 10 lm.
• Level Illuminasi (footcandle/lux)
Banyaknya cahaya yang jatuh pada permukaan sebuah
bidang
• Reflectance (daya pantul)
Ukuran berapa besar cahaya dipantulkan dari suatu
permukaan. Permukaan yang hitam seluruhnya mempunyai
reflectance 0% dan permukaan yang benar-benar putih
mempunyai reflectan 100 %.
12.
Penerangan setempat adalahpenerangan di tempat obyek kerja
• Intensitas (kadar) Illuminasi (Cd/Candela)
Menunjukkan berapa banyak cahaya yang dikeluarkan
oleh suatu sumber cahaya dengan arah tertentu.
• Lumen
Aliran sinar yang keluar dari sumber sinar.
1 candela = 4 π lumen = ± 10 lm.
• Level Illuminasi (footcandle/lux)
Banyaknya cahaya yang jatuh pada permukaan sebuah
bidang
• Reflectance (daya pantul)
Ukuran berapa besar cahaya dipantulkan dari suatu
permukaan. Permukaan yang hitam seluruhnya mempunyai
reflectance 0% dan permukaan yang benar-benar putih
mempunyai reflectan 100 %.
13.
Intensitas pencahayaan ditempat kerja di Indonesia diatur berdasarkan
Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 tahun 1964, yaitu:
• Pekerjaan yang hanya membedakan barang-barang kasar membutuhkan
pencahayaan paling sedikit 50 lux.
• Pekerjaan yang harus membedakan barang-barang yang kecil, memerlukan
pencahayaan sedikitnya 100 lux.
• Pencahayaan untuk pekerjaan yang akan membedakan barang-barang kecil
dengan teliti seperti pemasangan memerlukan kekuatan pencahayaan
sebesar 200 lux.
• Pekerjaan yang membedakan secara teliti terhadap barang-barang yang
kecil dan halus seperti percobaan-percobaan yang teliti, pekerjaan dengan
mesin yang rumit dan membutuhkan ketelitian, pekerjaan kantor
membutuhkan intensitas pencahayaan sebesar 300 lux.
• Pencahayaan yang diperlukan untuk pekerjaan yang akan membedakan
barang-barang yang sangat halus dan kontras dalam waktu yang lama,
seperti mengetik, pekerjaan akuntansi, memerlukan intensitas
pencahayaan antara 500-1000 lux.
• Pencahayaan untuk pekerjaan membedakan barang yang sangat halus dan
kurang kontras, memerlukan intensitas pencahayaan sebesar 1000 lux.
14.
Sumber Pencahayaan
• PencahayaanAlami: sinar matahari.
Untuk mendapatkan pencahayaan alami yang
memadai, yang harus diperhatikan:
• Jarak antara bangunan dengan bangunan
• Ukuran luas permukaan jendela, lubang-lubang
angin, dinding gelas dan lain-lain.
• Tinggi jendela.
• Warna cat
• Pencahayaan Buatan, berupa lampu.
Hal yang harus diperhatikan:
• Pencahayaan buatan harus aman, intensitasnya
cukup, tidak boleh menimbulkan panas dan
tidak merusak susunan udara.
• Tidak meningkatkan suhu mencapai lebih dari
320
C
• Sumber cahaya yang digunakan tidak boleh
menyebabkan kesilauan pada mata, berkedip-
kedip atau menimbulkan bayangan yang dapat
mengganggu
15.
Penerangan buruk akanberakibat:
• Kelelahan mata dengan akibat berkurangnya daya dan efisiensi kerja.
• Kelelahan mental.
• Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata.
• Kerusakan indera mata.
• Berpotensi meningkatan terjadinya kecelakaan.
• Kesilauan
• Gangguan pendengaranbisa disebabkan adanya
suara yang tinggi (400 Hz).
• Kerusakan juga kadang-kadang disebabkan karena
menerima suara keras secara terus menerus dalam
jangka waktu yang lama.
18.
Efek Kebisingan Terhadap
Kesehatan
•Kebisingan Jangka Panjang
• Kebisingan jangka panjang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran
permanen (permanent threshold shift) atau ketulian. Pemajanan kebisingan
secara terus menerus dengan intensitas tinggi sehingga sel-sel rambut pada
telingga dalam menjadi rusak dan tidak dapat dipulihkan.
• Kebisingan Jangka Pendek
• Kebisingan jangka pendek dapat menyebabkan kehilangan pendengaran
sementara (temporary threshold shift).
• Tinnitus
• Kebisingan selain dapat menyebabkan tuli atau penurunan daya dengar yang
bersifat sementara atau menetap, juga dapat menyebabkan tinnitus dimana
telinga terasa berdengung yang sangat mengganggu.
• Trauma Akustik
• Suara bising yang sangat tinggi tidak hanya merusak sel rambut pada telinga
dalam tetapi juga dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.
Jenis getaran ditempat kerja
• Hand Arm Vibration atau Vibrasi
Segmental
• Getaran jenis ini dapat memapari
tubuh tenaga kerja karena adanya
perambatan getaran dari mesin atau
peralatan kerja ke tangan tenaga kerja.
• Efek dalam jangka waktu pendek yang
akan timbul adalah kelelahan dan
ketidaknyamanan saat bekerja serta
turunnya produktivitas kerja.
• Pemaparan dalam jangka waktu yang
lama dapat menyebabkan terjadinya
Hand Arm Vibration Syndrome atau
sering dikenal dengan Raynaud’s
syndrome, Carpal Tunnel Syndrome
(CTS)
• Getaran Seluruh Tubuh (Whole Body
Vibration)
• Getaran seluruh tubuh dapat
menimbulkan efek fisiologi dan
psikologis, mulai dari kelelahan,
motion sickness (kinetosis) dan
kerusakan jaringan tubuh.
Jalur Kontaminasi
• Saluranpernapasan
• Kontaminan seperti debu, uap, gas,
aerosol dapat dengan mudah masuk
kedalam tubuh lewat jalur
pernapasan.
• Kulit
• Zat yang mudah larut dalam lemak
dapat dengan mudah masuk ke
dalam tubuh lewat kulit.
• Melalui mulut
• Biasanya kontaminan masuk
kedalam tubuh lewat jalur mulut
apabila seorang tenaga kerja makan
sementara tangannya
terkontaminasi oleh bahan kimia
atau makan di tempat yang
makanannya telah terkontaminasi
oleh uap dari udara.
23.
Sifat Bahan Kimia
•Iritatif: bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau
selaput lendir
• Asfiksian (Asphycsian): bahan kimia yang dapat menyebabkan rasa sesak
atau sakit pada saat bernafas, bahan kimia yang bisa menggantikan
oksigen, Contoh: nitrogen, propan, argon, metana.
• Zat pembius: bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan
keseimbangan, mengantuk atau rasa mabuk yang ringan dan bila lebih
lanjut akan menyebabkan kejangkejang dan kematian.
• Bahan kimia beracun/ toksin: bahan kimia yang dalam konsentrasi relatif
sedikit dapat mempengaruhi kesehatan
• Bahan kimia fibrotik: zat yang jika masuk kedalam tubuh dapat
menyebabkan terbentuknya jaringan fibrotik
• Karsinogenik: bahan kimia yang dapat menyebabkan peningkatan
pembelahan sel tubuh.
Jalur Masuk
• Faktorbiologi dapat masuk
ke dalam tubuh melalui:
• Saluran pernapasan (melalui
udara)
• Pencernaan (Melalui
makanan yang
terkontaminasi)c. Kulit, kulit
tubuh yang luka atau terkena
goresan
• d. Infeksi
26.
Pengendalian
• Administrasi kontrol
•MCU
• Alat Pelindung Diri
• Dilarang makan, minum di tempat kerja
• Menjaga kebersihan perseorangan
• Desinfeksi atau dekontaminasi secara teratur terhadap lantai, dinding,
peralatan dan lain
• Program imunisasi bagi tenaga kerja.
• Memasang label tanda tanda bahaya di tempat yang berisiko terpapar
faktor biologi.
• Melakukan training atau edukasi tentang K3 dan efek akibat terpapar
faktor biologi.
• Melakukan pengelolaan terhadap limbah
Editor's Notes
#9 Alat pelindung diri yang diberikan pada tenaga kerja memiliki masa pemakaian sesuai spesifikasinya, untuk itu perlu adanya tata cara pemeliharaan yang benar agar APD dapat digunakan sesuai batas masa penggunaan dan untuk penyimpanan sebaiknya terpisah dari barang-barang lainnya bila tidak ada loker dapat disediakan tas untuk penyimpanan APD bagi masing-masing tenaga kerja.