SIMPUL DAN
IKATAN
HIMALAIA
PENGERTIAN SIMPUL DAN IKATAN
Pengertian Simpul
Simpul adalah bentuk pengolahan tali yang dibuat dengan cara melilit, menyilang, atau mengaitkan tali pada dirinya sendiri atau
dengan tali lain sehingga membentuk suatu ikatan yang kuat dan tidak mudah terlepas. Simpul digunakan untuk berbagai
keperluan seperti menyambung dua tali, mengunci ujung tali, memperpendek tali, atau menahan beban.
Pengertian Ikatan
Ikatan adalah cara menghubungkan tali dengan benda lain, seperti tiang, tongkat, kayu, atau pohon, dengan tujuan
menyatukan, menahan, atau membentuk suatu konstruksi. Ikatan biasanya digunakan untuk membuat bangunan sederhana,
seperti tandu, menara, gapura, atau bivak. Berbeda dengan simpul, ikatan bersifat lebih fungsional dan sementara, sehingga
mudah dibuka kembali tanpa merusak tali atau benda yang diikat.
JENIS JENIS SIMPUL
DAN IKATAN
IKATAN PANGKAL
Dalam praktik kelautan tradisional, simpul pangkal
dikenal sebagai clove hitch, yang sering digunakan untuk
mengikat tali pada tiang sementara, karena dapat dibuat
dengan cepat dan mudah disesuaikan. Dari penggunaan
inilah simpul pangkal kemudian diadopsi dalam
kepramukaan sebagai simpul dasar yang wajib dikuasai,
karena menjadi awal dari banyak jenis ikatan dan
konstruksi.
IKATAN JANGKAR
Simpul jangkar berasal dari kebutuhan pelaut dan
nelayan untuk mengikat tali pada jangkar kapal atau
benda berat agar kapal tetap berada di satu posisi dan
tidak terbawa arus. Simpul ini berkembang dalam dunia
kelautan karena harus kuat, aman, dan tidak mudah
terlepas meskipun terkena tarikan dan gelomban
IKATAN HIDUP
Simpul hidup muncul dari kebutuhan manusia akan ikatan
sementara yang mudah dilepas kembali. Simpul ini sejak
lama digunakan oleh petani, nelayan, dan pelaut untuk
mengikat barang atau benda yang sering dibuka–pasang,
sehingga tidak memerlukan ikatan permanen.
IKATAN MATI
Simpul mati berasal dari kebutuhan manusia untuk
membuat ikatan yang kuat dan bersifat permanen. Sejak
lama simpul ini digunakan dalam berbagai aktivitas,
seperti pelayaran, pertanian, dan konstruksi sederhana,
ketika tali tidak boleh mudah terlepas
IKATAN
PALANG/SILANG
Ikatan palang adalah jenis ikatan yang digunakan untuk
menyatukan dua batang atau tongkat yang saling
bersilangan membentuk sudut 90°. Ikatan ini
berkembang dari kebutuhan manusia untuk membuat
konstruksi sederhana seperti rangka, tandu, meja, atau
menara dalam kegiatan lapangan
SIMPUL KURSI
Simpul kursi berasal dari dunia kelautan, digunakan oleh
pelaut untuk membuat lingkaran tetap pada tali yang
tidak berubah ukuran meskipun diberi beban. Disebut
simpul kursi karena pada zaman dahulu simpul ini dipakai
untuk mengangkat atau menurunkan orang menggunakan
lingkaran tali yang berfungsi seperti tempat duduk
(kursi).
SIMPUL RANTAI
Simpul rantai berkembang dari kebutuhan manusia,
terutama pengelana, pelaut, dan pekerja lapangan, untuk
memperpendek tali tanpa harus memotongnya. Teknik ini
memungkinkan tali tetap utuh dan dapat dikembalikan ke
panjang semula saat dibutuhkan
SIMPUL NELAYAN
Simpul nelayan berasal dari kehidupan nelayan tradisional
yang membutuhkan cara menyambung dua tali atau senar
dengan kuat, terutama tali yang licin atau basah. Karena
sering digunakan dalam kegiatan menangkap ikan, simpul
ini kemudian dikenal sebagai simpul nelayan.
SIMPUL
LASO/TIANG
Simpul tiang atau simpul laso berasal dari kebutuhan
penggembala dan pelaut untuk membuat lingkaran tali
yang dapat mengencang dan mengendur. Pada masa lalu,
simpul ini digunakan sebagai tali laso untuk menangkap
hewan atau mengikat benda dengan cepat.
THANK
YOU

Green Hand Drawn Nature Illustration Group Project Presentation.pdf

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN SIMPUL DANIKATAN Pengertian Simpul Simpul adalah bentuk pengolahan tali yang dibuat dengan cara melilit, menyilang, atau mengaitkan tali pada dirinya sendiri atau dengan tali lain sehingga membentuk suatu ikatan yang kuat dan tidak mudah terlepas. Simpul digunakan untuk berbagai keperluan seperti menyambung dua tali, mengunci ujung tali, memperpendek tali, atau menahan beban. Pengertian Ikatan Ikatan adalah cara menghubungkan tali dengan benda lain, seperti tiang, tongkat, kayu, atau pohon, dengan tujuan menyatukan, menahan, atau membentuk suatu konstruksi. Ikatan biasanya digunakan untuk membuat bangunan sederhana, seperti tandu, menara, gapura, atau bivak. Berbeda dengan simpul, ikatan bersifat lebih fungsional dan sementara, sehingga mudah dibuka kembali tanpa merusak tali atau benda yang diikat.
  • 3.
  • 4.
    IKATAN PANGKAL Dalam praktikkelautan tradisional, simpul pangkal dikenal sebagai clove hitch, yang sering digunakan untuk mengikat tali pada tiang sementara, karena dapat dibuat dengan cepat dan mudah disesuaikan. Dari penggunaan inilah simpul pangkal kemudian diadopsi dalam kepramukaan sebagai simpul dasar yang wajib dikuasai, karena menjadi awal dari banyak jenis ikatan dan konstruksi.
  • 5.
    IKATAN JANGKAR Simpul jangkarberasal dari kebutuhan pelaut dan nelayan untuk mengikat tali pada jangkar kapal atau benda berat agar kapal tetap berada di satu posisi dan tidak terbawa arus. Simpul ini berkembang dalam dunia kelautan karena harus kuat, aman, dan tidak mudah terlepas meskipun terkena tarikan dan gelomban
  • 6.
    IKATAN HIDUP Simpul hidupmuncul dari kebutuhan manusia akan ikatan sementara yang mudah dilepas kembali. Simpul ini sejak lama digunakan oleh petani, nelayan, dan pelaut untuk mengikat barang atau benda yang sering dibuka–pasang, sehingga tidak memerlukan ikatan permanen.
  • 7.
    IKATAN MATI Simpul matiberasal dari kebutuhan manusia untuk membuat ikatan yang kuat dan bersifat permanen. Sejak lama simpul ini digunakan dalam berbagai aktivitas, seperti pelayaran, pertanian, dan konstruksi sederhana, ketika tali tidak boleh mudah terlepas
  • 8.
    IKATAN PALANG/SILANG Ikatan palang adalahjenis ikatan yang digunakan untuk menyatukan dua batang atau tongkat yang saling bersilangan membentuk sudut 90°. Ikatan ini berkembang dari kebutuhan manusia untuk membuat konstruksi sederhana seperti rangka, tandu, meja, atau menara dalam kegiatan lapangan
  • 9.
    SIMPUL KURSI Simpul kursiberasal dari dunia kelautan, digunakan oleh pelaut untuk membuat lingkaran tetap pada tali yang tidak berubah ukuran meskipun diberi beban. Disebut simpul kursi karena pada zaman dahulu simpul ini dipakai untuk mengangkat atau menurunkan orang menggunakan lingkaran tali yang berfungsi seperti tempat duduk (kursi).
  • 10.
    SIMPUL RANTAI Simpul rantaiberkembang dari kebutuhan manusia, terutama pengelana, pelaut, dan pekerja lapangan, untuk memperpendek tali tanpa harus memotongnya. Teknik ini memungkinkan tali tetap utuh dan dapat dikembalikan ke panjang semula saat dibutuhkan
  • 11.
    SIMPUL NELAYAN Simpul nelayanberasal dari kehidupan nelayan tradisional yang membutuhkan cara menyambung dua tali atau senar dengan kuat, terutama tali yang licin atau basah. Karena sering digunakan dalam kegiatan menangkap ikan, simpul ini kemudian dikenal sebagai simpul nelayan.
  • 12.
    SIMPUL LASO/TIANG Simpul tiang atausimpul laso berasal dari kebutuhan penggembala dan pelaut untuk membuat lingkaran tali yang dapat mengencang dan mengendur. Pada masa lalu, simpul ini digunakan sebagai tali laso untuk menangkap hewan atau mengikat benda dengan cepat.
  • 13.