Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


Maintenance FreeBSD – Standard

Beberapa aplikasi yang digunakan untuk maintenance system :

1. program status : ps – kill

# ps ax
akan menampilkan semua aplikasi yang aktif dengan process ID-nya masing2
# ps ax | grep http
  473 ?? Ss       0:06.44 /usr/local/sbin/httpd -DSSL
33640 ?? I        0:00.04 /usr/local/sbin/httpd -DSSL
33641 ?? I        0:00.04 /usr/local/sbin/httpd -DSSL
akan menampilkan status aplikasi HTTP, apakah aktif atau tidak. Jika aktif akan
ditampilkan "process ID"-nya (pada contoh diatas ada 1 process ID untuk
daemon-nya, yaitu 473, dan 2 process ID untuk child process, yaitu 33640 dan
33641) yang kemudian bisa dimatikan dengan command "kill process_ID"
# kill –HUP 1234
akan me-restart aplikasi dgn process ID = 1234 (agar aplikasi tersebut membaca
kembali file2 setting)

2. system resource maintenance : top – sysctl

# top –bt
48 processes: 48 sleeping
Mem: 323M Active, 33M Inact, 85M Wired, 19M Cache, 57M Buf, 996K Free
Swap: 8192M Total, 131M Used, 8061M Free, 1% Inuse

  PID   USERNAME PRI NICE   SIZE           RES   STATE       TIME     WCPU      CPU   COMMAND
 6337   squid     96    0   335M          305M   select     93:35    4.93%    4.93%   squid
37337   root      96    0 5132K          2752K   select      1:42    0.20%    0.20%   mpd
  307   root      96    0 1324K           252K   select      0:05    0.10%    0.10%   syslogd
  532   mysql     20    0 57356K         2796K   kserel     75:17    0.00%    0.00%   mysqld
top akan menampilkan setiap aplikasi yg aktif dan tingkat konsumsinya terhadap
prosesor dan memory. Normalnya suatu aplikasi mengkonsumsi prosesor kurang
dari 20% (pada contoh diatas squid hanya menggunakan 4.93%)

# sysctl -a | grep file
kern.maxfiles: 4096
kern.openfiles: 2293
kern.maxfilesperproc: 3686
# sysctl -a | grep nmbcluster
kern.ipc.nmbclusters: 32768
sysctl akan menampilkan resource yg tersedia dan yg telah terpakai di system

3. file maintenance : secure copy – copy – move – remove – change owner/mode

cp [-r] /source_path/source_file /target_path/target_file
# cp /home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat
duplikasi file "myfile.dat" di /home/manager menjadi "yourfile.dat" di "/root"
parameter "–r" berarti recursive (copy dilakukan pada semua file dan folder)
Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


mv /source_path/source_file /target_path/target_file
# mv /home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat
memindahkan file "myfile.dat" di /home/manager ke "yourfile.dat" di "/root"
parameter "–r" berarti recursive (move dilakukan pada semua file dan folder)

rm [-r] /path/file
# rm /home/manager/myfile.dat
menghapus file "myfile.dat" di /home/manager
parameter "–r" berarti recursive (remove dilakukan pada semua file dan folder)

find /path –name "filename" –print > list.txt
rm -r < `cat list.txt`
# rm –r < /home/manager/myfile.dat
menghapus semua file "filename" di /path
(sangat bermanfaat untuk menghapus WS_FTP.LOG dan Thumbs.db)

scp [user@source_server]:/source_path/source_file
[user@target_server]:/target_path/target_file
# scp manager@www:/home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat
akan menduplikasi file "myfile.dat" di home directory manager di server www
menjadi "yourfile.dat" di localhost pada folder "/root"
catatan: scp (secure copy) menggunakan port 22 (SSH) sehingga semua transaksi
akan di-enkripsi.

chown [-R] user:group /path/file
# chown manager:wheel /home/manager/myfile.dat
mengubah kepemilikan file "myfile.dat" di /home/manager menjadi milik manager
dengan group wheel
parameter "–R" berarti recursive (chown dilakukan pada semua file dan folder)

chmod [-R] xyz /path/file
dimana x,y,z adalah mode Read-Write-eXecute (dengan bobot R=4, W=2, X=1)
dan x adalah mode akses untuk pemilik, y adalah mode akses untuk bukan pemilik
tapi masih dalam 1 group dengan pemilik, y adalah mode akses untuk diluar
pemilik dan juga diluar group pemilik (biasa disebut dengan istilah “world”)
misal : x=4 berarti R--, x=6 berarti RW-, x=7 berarti RWX
# chmod 740 /home/manager/myfile.dat
mengubah mode akses file "myfile.dat" di /home/manager menjadi :
7  RWX, berarti manager dapat membaca, menulis, dan mengeksekusi file tsb
4  R, berarti user non manager tapi dalam group wheel hanya bisa membaca
0  berarti user lain (dan juga group lain) tidak boleh mengakses file tsb
parameter "–R" berarti recursive (chown dilakukan pada semua file dan folder)

4. disk maintenance : disk usage – disk free – file system check

# du /etc
106     /etc/defaults
menampilkan jumlah inode (usage) dari setiap file atau folder yg ada di /etc
Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


# df –k
/dev/ad8s1a       4058062    60984 3672434              2%      /
/dev/ad8s1h       3008718   508994 2259028             18%      /data/log
/dev/ad8s1f        507630    21702 445318               5%      /data/mysql
/dev/ad8s1e         63214     4386   53772              8%      /data/web
/dev/ad8s1d       4058062 1462086 2271332              39%      /usr
/dev/ad8s1g      55854154 50582926 802896              98%      /webcache
menampilkan penggunaan hard disk (dalam kilobyte) untuk setiap mount point

jika ada error di suatu mount point, seperti :
    - aplikasi df melaporkan usage suatu mount point lebih dari 100%
    - kernel panic, dimana kernel tidak dapat mounting suatu mount point
    - server mati tanpa melalui proses shutdown (karena listrik mati)
maka lakukan file system check (seperti aplikasi chkdsk (check disk) di windows) :
# fsck –y
<selanjutnya kernel FreeBSD akan memeriksa setiap mount point, dan jika
ada error akan langsung diperbaiki>
Setelah melakukan file system check sebaiknya server di-restart dengan perintah
# reboot


5. mencari file atau folder : locate – find

# locate index.html
mencari file atau folder yang memiliki frase "index.html"
catatan: locate menggunakan daftar file yg diupdate setiap Senin, untuk
mengupdate-nya sendiri bisa dilakukan dengan command
/usr/libexec/locate.updatedb

# find /usr -name "index.html" -print
sama seperti locate yaitu mencari file atau folder yang memiliki frase "index.html",
bedanya "find" benar2 mencarinya satu demi satu (tidak memiliki database
tersendiri) dan dapat dispesifikkan untuk mencari hanya pada folder /usr

6. traffic maintenance : netstat – trafshow – sockstat

# netstat –n –i | grep ng
untuk melihat jumlah koneksi VPN yang aktif

# netstat –r
untuk melihat table routing

# netstat –m
untuk melihat statistic penggunaan memory buffer untuk keperluan network

# netstat –i
untuk melihat statistic paket di setiap interface (dan setiap protocol)

# trafshow
From Address                 To Address                   Prot      Bytes
=========================================================================
h614287.serverkompete..https 222.124.158.130..52994       tcp        1500
222.124.158.130..52994       h614287.serverkompete..https tcp         138
222.124.158.130..56960       64.38.4.83..http             tcp          64
Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


trafshow (show traffic) digunakan untuk melihat trafik di ethernet card dengan
fungsi yang serupa dengan command “netstat –n” namun dengan beberapa
kelebihan. Trafshow merupakan aplikasi 3 rd party yg harus diinstall melalui port
(tidak ada konfigurasi yg perlu di-setting) :
# cd /usr/ports/net/trafshow
# make install clean

# sockstat
USER     COMMAND          PID     FD   PROTO    LOCAL ADDRESS           FOREIGN ADDRESS
www      httpd            40840   3    tcp4     10.14.203.100:80        *:*
www      httpd            40840   4    tcp46    *:443                   *:*
manager sshd              39500   3    stream   -> ??
manager sshd              39500   5    tcp4     10.14.203.100:22        10.14.203.105:1044
root     sshd             39497   4    stream   -> ??
root     sshd             39497   5    tcp4     10.14.203.100:22        10.14.203.105:1044
www      httpd            38161   3    tcp4     10.14.203.100:80        *:*
www      httpd            38161   4    tcp46    *:443                   *:*
sockstat (socket statistic) digunakan untuk melihat socket yg sedang aktif

7. cron tabel : crontab

cron adalah aplikasi scheduler yg akan menjalankan suatu aplikasi pada waktu
tertentu yg telah dispesifikasikan

# crontab -l
akan menampilkan daftar aplikasi yg akan dijalankan
contoh isi crontab untuk menjalankan aplikasi /root/update.sh :
30 23     *   *   *   /root/update.sh          dijalankan   setiap   jam 23:30
*/5 *     *   *   *   /root/update.sh          dijalankan   setiap   5 menit sekali
0 */2     *   *   *   /root/update.sh          dijalankan   setiap   2 jam sekali
0   0     1   *   *   /root/update.sh          dijalankan   setiap   tanggal 1 jam 0:0
0   0     *   *   1   /root/update.sh          dijalankan   setiap   hari senin

# crontab -e
akan mengedit daftar aplikasi yg akan dijalankan

8. automatic scp :
kekurangan dari scp (secure copy) ad alah user harus memasukkan password
account di remote server setiap kali melakukan scp. Agar password tidak perlu di-
input setiap kali scp dijalankan (terutama jika scp akan dijalankan via crontab),
ada beberapa langkah yg harus dilakukan.
Untuk automatic SCP dari server A ke server B :
a. login ke server A sebagai user biasa (bukan root) dan jalankan :
   $ ssh-keygen -b 512 -t dsa
   aplikasi ssh-keygen akan membuat 2 file : private key (dengan nama "id_dsa")
   dan public key (dengan nama "id_dsa.pub") sepanjang 512 byte dengan
   enkripsi DSA di folder /home/user/.ssh Tips: jangan mengisi passphrase
b. login ke server tujuan sebagai user biasa (bukan root) dan buat file
   /home/user/.ssh/authorized_keys dengan mode 600
c. copy isi dari file "id_dsa.pub" (pastikan hanya ada tepat 1 baris) ke file
   "authorized_keys"
Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


9. manajemen user

membuat user
# adduser
Username: manager
Full name: Manager Sisfo
Uid (Leave empty for default):
Login group [manager]: wheel
Login group is wheel. Invite manager into other groups? []:
Login class [default]:
Shell (sh csh tcsh nologin) [sh]:
Home directory [/home/manager]:
Use password-based authentication? [yes]:
Use an empty password? (yes/no) [no]:
Use a random password? (yes/no) [no]:
Enter password:         masukkan password
Enter password again:  masukkan kembali password untuk konfirmasi


Tips:
-   Full name akan digunakan saat user mengirim email via shell
-   user pada mail server tidak perlu menggunakan Shell (pilih "nologin"), dan
    juga tidak perlu memiliki home directory (pilih /nonexistent)
-   Home directory dapat diubah-ubah sesuai peruntukan user
Untuk kasus dimana user yg ditambahkan sangat banyak (bulk), seperti pada
pembuatan mail server berbasis NIX account untuk pertama kalinya, admin dapat
menggunakan file yg berisi daftar user (jumlah entry dalam file tsb harus tepat 10
field per row dimana setiap field dipisahkan dgn tanda ':') :
# cat staf.dat
user1::::::nama_lengkap:::password1
user2::::::nama_lengkap:::password2
# adduser -D -f pegawai.txt -g staf -d /nonexistent -s nologin


menghapus user
# rmuser [user]
# rmuser -y -f pegawai.txt  menghapus user secara bulk


mengedit informasi user
# passwd [user]  mengubah password untuk user
# chfn [user]    mengubah full name dari user


10. manual aplikasi

suatu aplikasi dapat dilihat manualnya dengan :
# man squid


11. melihat dan mengedit file text

untuk melihat suatu file text dapat dilakukan dengan :
# cat fileteks.txt  melihat semua isi file "fileteks.txt"
# head fileteks.txt  melihat bagian awal dari file "fileteks.txt"
# tail fileteks.txt  melihat bagian akhir dari file "fileteks.txt"
Standar Instalasi FreeBS D @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)


jika file text tersebut selalu bertambah (misal: log-nya apache, log-nya sendmail,
dan log-nya squid), kita bisa melihat perubahannya secara real time dengan :
# tail –f /var/log/maillog  melihat transaksi email secara real time

Sementara untuk mengedit suatu file text, dapat menggunakan berbagai aplikasi
bawaan dari FreeBSD seperti “vi” atau “edit”. Namun tersedia banyak pilihan text
editor sesuai selera user yang bisa diinstall via port di /usr/ports/editors/.

12. mounting file system

untuk menambah suatu file system diluar dari file system yg telah ada :
# mount –t [type_file_system] /dev/[nama_device] /mnt
Contoh :
# mount –t msdos /dev/ad0 /mnt                   mounting USB flash disk
# mount –t cd9660 /dev/acd0 /cdrom               mounting CDROM


13. setting proxy

jika server berada di belakang proxy dan diperlukan untuk melakukan download
dari internet, bisa digunakan aplikasi wget (harus diinstall via port atau 3rd party
application) atau cukup men-set proxy agar query HTTP dikirim ke proxy server :
# setenv http_proxy http://10.1.1.2:8080


Jika ingin menggunakan wget (dalam kasus download lewat scheduler cron):
# cd /usr/ports/ftp/wget
# make install clean
……… < tunggu sampai selesai > ………
# cat /root/.wgetrc  jika root yg akan melakukan download
http_proxy=http://10.1.1.2:8080/


Penggunaan proxy ini sangat memudahkan admin saat meng-install port (3 rd party
software) karena semua file yg dibutuhkan oleh suatu port akan di-download
langsung dari internet

FreeBSD Basic Setting

  • 1.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) Maintenance FreeBSD – Standard Beberapa aplikasi yang digunakan untuk maintenance system : 1. program status : ps – kill # ps ax akan menampilkan semua aplikasi yang aktif dengan process ID-nya masing2 # ps ax | grep http 473 ?? Ss 0:06.44 /usr/local/sbin/httpd -DSSL 33640 ?? I 0:00.04 /usr/local/sbin/httpd -DSSL 33641 ?? I 0:00.04 /usr/local/sbin/httpd -DSSL akan menampilkan status aplikasi HTTP, apakah aktif atau tidak. Jika aktif akan ditampilkan "process ID"-nya (pada contoh diatas ada 1 process ID untuk daemon-nya, yaitu 473, dan 2 process ID untuk child process, yaitu 33640 dan 33641) yang kemudian bisa dimatikan dengan command "kill process_ID" # kill –HUP 1234 akan me-restart aplikasi dgn process ID = 1234 (agar aplikasi tersebut membaca kembali file2 setting) 2. system resource maintenance : top – sysctl # top –bt 48 processes: 48 sleeping Mem: 323M Active, 33M Inact, 85M Wired, 19M Cache, 57M Buf, 996K Free Swap: 8192M Total, 131M Used, 8061M Free, 1% Inuse PID USERNAME PRI NICE SIZE RES STATE TIME WCPU CPU COMMAND 6337 squid 96 0 335M 305M select 93:35 4.93% 4.93% squid 37337 root 96 0 5132K 2752K select 1:42 0.20% 0.20% mpd 307 root 96 0 1324K 252K select 0:05 0.10% 0.10% syslogd 532 mysql 20 0 57356K 2796K kserel 75:17 0.00% 0.00% mysqld top akan menampilkan setiap aplikasi yg aktif dan tingkat konsumsinya terhadap prosesor dan memory. Normalnya suatu aplikasi mengkonsumsi prosesor kurang dari 20% (pada contoh diatas squid hanya menggunakan 4.93%) # sysctl -a | grep file kern.maxfiles: 4096 kern.openfiles: 2293 kern.maxfilesperproc: 3686 # sysctl -a | grep nmbcluster kern.ipc.nmbclusters: 32768 sysctl akan menampilkan resource yg tersedia dan yg telah terpakai di system 3. file maintenance : secure copy – copy – move – remove – change owner/mode cp [-r] /source_path/source_file /target_path/target_file # cp /home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat duplikasi file "myfile.dat" di /home/manager menjadi "yourfile.dat" di "/root" parameter "–r" berarti recursive (copy dilakukan pada semua file dan folder)
  • 2.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) mv /source_path/source_file /target_path/target_file # mv /home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat memindahkan file "myfile.dat" di /home/manager ke "yourfile.dat" di "/root" parameter "–r" berarti recursive (move dilakukan pada semua file dan folder) rm [-r] /path/file # rm /home/manager/myfile.dat menghapus file "myfile.dat" di /home/manager parameter "–r" berarti recursive (remove dilakukan pada semua file dan folder) find /path –name "filename" –print > list.txt rm -r < `cat list.txt` # rm –r < /home/manager/myfile.dat menghapus semua file "filename" di /path (sangat bermanfaat untuk menghapus WS_FTP.LOG dan Thumbs.db) scp [user@source_server]:/source_path/source_file [user@target_server]:/target_path/target_file # scp manager@www:/home/manager/myfile.dat /root/yourfile.dat akan menduplikasi file "myfile.dat" di home directory manager di server www menjadi "yourfile.dat" di localhost pada folder "/root" catatan: scp (secure copy) menggunakan port 22 (SSH) sehingga semua transaksi akan di-enkripsi. chown [-R] user:group /path/file # chown manager:wheel /home/manager/myfile.dat mengubah kepemilikan file "myfile.dat" di /home/manager menjadi milik manager dengan group wheel parameter "–R" berarti recursive (chown dilakukan pada semua file dan folder) chmod [-R] xyz /path/file dimana x,y,z adalah mode Read-Write-eXecute (dengan bobot R=4, W=2, X=1) dan x adalah mode akses untuk pemilik, y adalah mode akses untuk bukan pemilik tapi masih dalam 1 group dengan pemilik, y adalah mode akses untuk diluar pemilik dan juga diluar group pemilik (biasa disebut dengan istilah “world”) misal : x=4 berarti R--, x=6 berarti RW-, x=7 berarti RWX # chmod 740 /home/manager/myfile.dat mengubah mode akses file "myfile.dat" di /home/manager menjadi : 7  RWX, berarti manager dapat membaca, menulis, dan mengeksekusi file tsb 4  R, berarti user non manager tapi dalam group wheel hanya bisa membaca 0  berarti user lain (dan juga group lain) tidak boleh mengakses file tsb parameter "–R" berarti recursive (chown dilakukan pada semua file dan folder) 4. disk maintenance : disk usage – disk free – file system check # du /etc 106 /etc/defaults menampilkan jumlah inode (usage) dari setiap file atau folder yg ada di /etc
  • 3.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) # df –k /dev/ad8s1a 4058062 60984 3672434 2% / /dev/ad8s1h 3008718 508994 2259028 18% /data/log /dev/ad8s1f 507630 21702 445318 5% /data/mysql /dev/ad8s1e 63214 4386 53772 8% /data/web /dev/ad8s1d 4058062 1462086 2271332 39% /usr /dev/ad8s1g 55854154 50582926 802896 98% /webcache menampilkan penggunaan hard disk (dalam kilobyte) untuk setiap mount point jika ada error di suatu mount point, seperti : - aplikasi df melaporkan usage suatu mount point lebih dari 100% - kernel panic, dimana kernel tidak dapat mounting suatu mount point - server mati tanpa melalui proses shutdown (karena listrik mati) maka lakukan file system check (seperti aplikasi chkdsk (check disk) di windows) : # fsck –y <selanjutnya kernel FreeBSD akan memeriksa setiap mount point, dan jika ada error akan langsung diperbaiki> Setelah melakukan file system check sebaiknya server di-restart dengan perintah # reboot 5. mencari file atau folder : locate – find # locate index.html mencari file atau folder yang memiliki frase "index.html" catatan: locate menggunakan daftar file yg diupdate setiap Senin, untuk mengupdate-nya sendiri bisa dilakukan dengan command /usr/libexec/locate.updatedb # find /usr -name "index.html" -print sama seperti locate yaitu mencari file atau folder yang memiliki frase "index.html", bedanya "find" benar2 mencarinya satu demi satu (tidak memiliki database tersendiri) dan dapat dispesifikkan untuk mencari hanya pada folder /usr 6. traffic maintenance : netstat – trafshow – sockstat # netstat –n –i | grep ng untuk melihat jumlah koneksi VPN yang aktif # netstat –r untuk melihat table routing # netstat –m untuk melihat statistic penggunaan memory buffer untuk keperluan network # netstat –i untuk melihat statistic paket di setiap interface (dan setiap protocol) # trafshow From Address To Address Prot Bytes ========================================================================= h614287.serverkompete..https 222.124.158.130..52994 tcp 1500 222.124.158.130..52994 h614287.serverkompete..https tcp 138 222.124.158.130..56960 64.38.4.83..http tcp 64
  • 4.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) trafshow (show traffic) digunakan untuk melihat trafik di ethernet card dengan fungsi yang serupa dengan command “netstat –n” namun dengan beberapa kelebihan. Trafshow merupakan aplikasi 3 rd party yg harus diinstall melalui port (tidak ada konfigurasi yg perlu di-setting) : # cd /usr/ports/net/trafshow # make install clean # sockstat USER COMMAND PID FD PROTO LOCAL ADDRESS FOREIGN ADDRESS www httpd 40840 3 tcp4 10.14.203.100:80 *:* www httpd 40840 4 tcp46 *:443 *:* manager sshd 39500 3 stream -> ?? manager sshd 39500 5 tcp4 10.14.203.100:22 10.14.203.105:1044 root sshd 39497 4 stream -> ?? root sshd 39497 5 tcp4 10.14.203.100:22 10.14.203.105:1044 www httpd 38161 3 tcp4 10.14.203.100:80 *:* www httpd 38161 4 tcp46 *:443 *:* sockstat (socket statistic) digunakan untuk melihat socket yg sedang aktif 7. cron tabel : crontab cron adalah aplikasi scheduler yg akan menjalankan suatu aplikasi pada waktu tertentu yg telah dispesifikasikan # crontab -l akan menampilkan daftar aplikasi yg akan dijalankan contoh isi crontab untuk menjalankan aplikasi /root/update.sh : 30 23 * * * /root/update.sh  dijalankan setiap jam 23:30 */5 * * * * /root/update.sh  dijalankan setiap 5 menit sekali 0 */2 * * * /root/update.sh  dijalankan setiap 2 jam sekali 0 0 1 * * /root/update.sh  dijalankan setiap tanggal 1 jam 0:0 0 0 * * 1 /root/update.sh  dijalankan setiap hari senin # crontab -e akan mengedit daftar aplikasi yg akan dijalankan 8. automatic scp : kekurangan dari scp (secure copy) ad alah user harus memasukkan password account di remote server setiap kali melakukan scp. Agar password tidak perlu di- input setiap kali scp dijalankan (terutama jika scp akan dijalankan via crontab), ada beberapa langkah yg harus dilakukan. Untuk automatic SCP dari server A ke server B : a. login ke server A sebagai user biasa (bukan root) dan jalankan : $ ssh-keygen -b 512 -t dsa aplikasi ssh-keygen akan membuat 2 file : private key (dengan nama "id_dsa") dan public key (dengan nama "id_dsa.pub") sepanjang 512 byte dengan enkripsi DSA di folder /home/user/.ssh Tips: jangan mengisi passphrase b. login ke server tujuan sebagai user biasa (bukan root) dan buat file /home/user/.ssh/authorized_keys dengan mode 600 c. copy isi dari file "id_dsa.pub" (pastikan hanya ada tepat 1 baris) ke file "authorized_keys"
  • 5.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) 9. manajemen user membuat user # adduser Username: manager Full name: Manager Sisfo Uid (Leave empty for default): Login group [manager]: wheel Login group is wheel. Invite manager into other groups? []: Login class [default]: Shell (sh csh tcsh nologin) [sh]: Home directory [/home/manager]: Use password-based authentication? [yes]: Use an empty password? (yes/no) [no]: Use a random password? (yes/no) [no]: Enter password:  masukkan password Enter password again:  masukkan kembali password untuk konfirmasi Tips: - Full name akan digunakan saat user mengirim email via shell - user pada mail server tidak perlu menggunakan Shell (pilih "nologin"), dan juga tidak perlu memiliki home directory (pilih /nonexistent) - Home directory dapat diubah-ubah sesuai peruntukan user Untuk kasus dimana user yg ditambahkan sangat banyak (bulk), seperti pada pembuatan mail server berbasis NIX account untuk pertama kalinya, admin dapat menggunakan file yg berisi daftar user (jumlah entry dalam file tsb harus tepat 10 field per row dimana setiap field dipisahkan dgn tanda ':') : # cat staf.dat user1::::::nama_lengkap:::password1 user2::::::nama_lengkap:::password2 # adduser -D -f pegawai.txt -g staf -d /nonexistent -s nologin menghapus user # rmuser [user] # rmuser -y -f pegawai.txt  menghapus user secara bulk mengedit informasi user # passwd [user]  mengubah password untuk user # chfn [user]  mengubah full name dari user 10. manual aplikasi suatu aplikasi dapat dilihat manualnya dengan : # man squid 11. melihat dan mengedit file text untuk melihat suatu file text dapat dilakukan dengan : # cat fileteks.txt  melihat semua isi file "fileteks.txt" # head fileteks.txt  melihat bagian awal dari file "fileteks.txt" # tail fileteks.txt  melihat bagian akhir dari file "fileteks.txt"
  • 6.
    Standar Instalasi FreeBSD @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) jika file text tersebut selalu bertambah (misal: log-nya apache, log-nya sendmail, dan log-nya squid), kita bisa melihat perubahannya secara real time dengan : # tail –f /var/log/maillog  melihat transaksi email secara real time Sementara untuk mengedit suatu file text, dapat menggunakan berbagai aplikasi bawaan dari FreeBSD seperti “vi” atau “edit”. Namun tersedia banyak pilihan text editor sesuai selera user yang bisa diinstall via port di /usr/ports/editors/. 12. mounting file system untuk menambah suatu file system diluar dari file system yg telah ada : # mount –t [type_file_system] /dev/[nama_device] /mnt Contoh : # mount –t msdos /dev/ad0 /mnt  mounting USB flash disk # mount –t cd9660 /dev/acd0 /cdrom  mounting CDROM 13. setting proxy jika server berada di belakang proxy dan diperlukan untuk melakukan download dari internet, bisa digunakan aplikasi wget (harus diinstall via port atau 3rd party application) atau cukup men-set proxy agar query HTTP dikirim ke proxy server : # setenv http_proxy http://10.1.1.2:8080 Jika ingin menggunakan wget (dalam kasus download lewat scheduler cron): # cd /usr/ports/ftp/wget # make install clean ……… < tunggu sampai selesai > ……… # cat /root/.wgetrc  jika root yg akan melakukan download http_proxy=http://10.1.1.2:8080/ Penggunaan proxy ini sangat memudahkan admin saat meng-install port (3 rd party software) karena semua file yg dibutuhkan oleh suatu port akan di-download langsung dari internet