Koneksi
Antar
Materi
Topik 3 - SEL
A941230152 - Alma Yasinta
Candra Pratiwi
Proses Experiental
Learning
Tahap
an
01
Concrete Experience (Pengalaman Konkret)
Proses
Pembelajaran
Peserta didik memperoleh pengalaman langsung
melalui aktivitas, observasi, atau eksperimen.
02 Reflective Experience (Pengalaman Refleksi)
Peserta didik memperoleh pengalaman langsung
melalui aktivitas, observasi, atau eksperimen.
03 Abstract Conceptualization (Konseptualisasi
Abstrak)
Peserta didik menarik kesimpulan umum,
membentuk konsep, dan mengembangkan teori
berdasarkan pengalaman mereka.
04 Active Experimentation (Eksperimentasi
Aktif)
Peserta didik menerapkan konsep dan teori yang baru
mereka pelajari ke situasi baru dan mencoba hal-hal
baru.
Keterkaitan SEL dan
Experiental Learning
Experiential Learning merupakan pembelajaran dengan cara
melakukan dan merenungkan hal, pengalaman untuk
mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru. Disisi lain
pembelajaran sosial emosional juga menekankan
pengembangan keterampilan sosial emosional, seperti
kesadaran diri, regulasi diri, empati, dan menjalin relasi.
Keterkaitan antara SEL dan Experiential Learning adalah
dengan memahami SEL maka peserta didik dapat menerapkan
keterampilan sosial emosionalnya dalam melakukan
experiential learning,
Pada experiential learning, Empathy membantu peserta didik untuk meningkatkan rasa tanggung
jawab sosial dan keinginan untuk membantu orang lain.
Pada experiential learning, Mindfulness membantu peserta didik untuk memahami sepenuhnya
dalam proses mencari pengalaman belajar.
Pada experiental learning, Critical Inquiry membantu peserta didik dalam experiential learning untuk
dapat berpikir secara kritis dalam memahami proses belajar mereka.
Pada experiental learning, Compassion membantu peserta didik dalam experiential learning untuk
menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif.
Keterkaitan EMC2 dan
Experiental Learning
Keterkaitan Experiental
Learning pada Mata
Kuliah Pembelajaran
Berdiferensiasi
Experiential learning menekankan pentingnya pengalaman
langsung dalam pembelajaran. Dalam mata kuliah pembelajaran
berdiferensiasi, pendekatan ini dapat digunakan untuk memberikan
pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta
didik yang beragam. Guru dapat merancang pengalaman
pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik sesuai
dengan gaya belajar, tingkat pemahaman, dan kebutuhan peserta
didik.
Pendekatan experiential learning mendorong pembelajaran
yang aktif dan partisipatif. Hal ini sejalan dengan pandangan
filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya siswa
sebagai agen aktif dalam proses pembelajaran mereka.
Dengan memberikan pengalaman langsung, experiential
learning membantu siswa untuk tidak hanya memahami
konsep-konsep filosofis, tetapi juga bisa menanamkannya
secara lebih mendalam melalui pengalaman pribadi.
Keterkaitan Experiental
Learning pada Mata Kuliah
Filosofi Pendidikan Indonesia
Terim
a

experiental learning pembelajaran sosio emosional

  • 1.
    Koneksi Antar Materi Topik 3 -SEL A941230152 - Alma Yasinta Candra Pratiwi
  • 2.
  • 3.
    Tahap an 01 Concrete Experience (PengalamanKonkret) Proses Pembelajaran Peserta didik memperoleh pengalaman langsung melalui aktivitas, observasi, atau eksperimen. 02 Reflective Experience (Pengalaman Refleksi) Peserta didik memperoleh pengalaman langsung melalui aktivitas, observasi, atau eksperimen. 03 Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak) Peserta didik menarik kesimpulan umum, membentuk konsep, dan mengembangkan teori berdasarkan pengalaman mereka. 04 Active Experimentation (Eksperimentasi Aktif) Peserta didik menerapkan konsep dan teori yang baru mereka pelajari ke situasi baru dan mencoba hal-hal baru.
  • 4.
    Keterkaitan SEL dan ExperientalLearning Experiential Learning merupakan pembelajaran dengan cara melakukan dan merenungkan hal, pengalaman untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru. Disisi lain pembelajaran sosial emosional juga menekankan pengembangan keterampilan sosial emosional, seperti kesadaran diri, regulasi diri, empati, dan menjalin relasi. Keterkaitan antara SEL dan Experiential Learning adalah dengan memahami SEL maka peserta didik dapat menerapkan keterampilan sosial emosionalnya dalam melakukan experiential learning,
  • 5.
    Pada experiential learning,Empathy membantu peserta didik untuk meningkatkan rasa tanggung jawab sosial dan keinginan untuk membantu orang lain. Pada experiential learning, Mindfulness membantu peserta didik untuk memahami sepenuhnya dalam proses mencari pengalaman belajar. Pada experiental learning, Critical Inquiry membantu peserta didik dalam experiential learning untuk dapat berpikir secara kritis dalam memahami proses belajar mereka. Pada experiental learning, Compassion membantu peserta didik dalam experiential learning untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif. Keterkaitan EMC2 dan Experiental Learning
  • 6.
    Keterkaitan Experiental Learning padaMata Kuliah Pembelajaran Berdiferensiasi Experiential learning menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam pembelajaran. Dalam mata kuliah pembelajaran berdiferensiasi, pendekatan ini dapat digunakan untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik yang beragam. Guru dapat merancang pengalaman pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik sesuai dengan gaya belajar, tingkat pemahaman, dan kebutuhan peserta didik.
  • 7.
    Pendekatan experiential learningmendorong pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Hal ini sejalan dengan pandangan filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya siswa sebagai agen aktif dalam proses pembelajaran mereka. Dengan memberikan pengalaman langsung, experiential learning membantu siswa untuk tidak hanya memahami konsep-konsep filosofis, tetapi juga bisa menanamkannya secara lebih mendalam melalui pengalaman pribadi. Keterkaitan Experiental Learning pada Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia
  • 8.