Etika Informasi dan
Plagiarisme
Etika Informasi? Pentingkah?
Etika....
 Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
(KBBI online)
 Etika berasal dari kata latin “ethica”, yang artinya falsafah moral. Etika merupakan aturan
mengenai cara bertingkah laku yang baik menurut budaya, susila serta agama sehingga menjadi
suatu adat kebiasaan yang baik (Martadi dan Suranta, 2006)
PLAG IASI
Plagiat
 Perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau
mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan
mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui
sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan
memadai (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010)
 Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan
menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri,
misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri;
jiplakan (KBBI)
Termasuk dalam Plagiasi
(Permendiknas No. 17 Tahun 2010)
 Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data
dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam
catatan kutipan dan/atau tanpa enyatakan sumber secara memadai;
 Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat,
data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai;
 Mnggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyatakan sumber secara memadai;
 Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri ari suatu sumber kata-
kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyartakan sumber secara memadai;
 Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan
oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara
memadai
Mengapa Plagiasi dilarang?
 Menghargai ide, gagasan, dan pendapat orang lain
 Menghambat dan “membunuh” kreativitas diri sendiri
dan orang lain
 Mengabaikan nilai kejujuran dan integritas
Tingkatan Plagiarisme
 Tingkat 1, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata dari seluruh
tulisan, atau sebagai besar tulisan (>50%), atau menyalin kata-perkata dalam
lebih dari satu tulisan oleh pengarang yang sama.
 Tingkat 2, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata sebagian
tulisan (antara 20%-50%), atau menyalin kata-perkata lebih dari satu tulisan
oleh pengarang yang sama.
 Tingkat 3, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata elemen-
elemen tulisan (paragraf, kalimat, ilustasi, dll.) yang memberikan bagian
penting (hingga 20%) dalam sebuah tulisan.
 Tingkat 4, menyalin dengan memparafrasekan secara tidak benar paragraf
atau halaman tanpa memberikan pengakuan.
 Tingkat 5, menyalin (dengan memberikan pengakuan) kata-perkata
sebagian besar tulisan tanpa memberikan delineation (quote atau indent)
yang jelas.
TERIMA KASIH

Etika informasi dan plagiarisme

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Etika....  Ilmu tentangapa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) (KBBI online)  Etika berasal dari kata latin “ethica”, yang artinya falsafah moral. Etika merupakan aturan mengenai cara bertingkah laku yang baik menurut budaya, susila serta agama sehingga menjadi suatu adat kebiasaan yang baik (Martadi dan Suranta, 2006)
  • 4.
  • 5.
    Plagiat  Perbuatan secarasengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010)  Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan (KBBI)
  • 6.
    Termasuk dalam Plagiasi (PermendiknasNo. 17 Tahun 2010)  Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa enyatakan sumber secara memadai;  Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai;  Mnggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai;  Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri ari suatu sumber kata- kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyartakan sumber secara memadai;  Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai
  • 7.
    Mengapa Plagiasi dilarang? Menghargai ide, gagasan, dan pendapat orang lain  Menghambat dan “membunuh” kreativitas diri sendiri dan orang lain  Mengabaikan nilai kejujuran dan integritas
  • 8.
    Tingkatan Plagiarisme  Tingkat1, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata dari seluruh tulisan, atau sebagai besar tulisan (>50%), atau menyalin kata-perkata dalam lebih dari satu tulisan oleh pengarang yang sama.  Tingkat 2, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata sebagian tulisan (antara 20%-50%), atau menyalin kata-perkata lebih dari satu tulisan oleh pengarang yang sama.  Tingkat 3, menyalin (tanpa memberikan pengakuan) kata-perkata elemen- elemen tulisan (paragraf, kalimat, ilustasi, dll.) yang memberikan bagian penting (hingga 20%) dalam sebuah tulisan.  Tingkat 4, menyalin dengan memparafrasekan secara tidak benar paragraf atau halaman tanpa memberikan pengakuan.  Tingkat 5, menyalin (dengan memberikan pengakuan) kata-perkata sebagian besar tulisan tanpa memberikan delineation (quote atau indent) yang jelas.
  • 9.