Eritoderma
Michael Josia 031052110032
Eritoderma
Definisi : kelainan kulit yang ditandai dengan
adanya eritema universalis (90%-100%), biasanya
disertai skuama.
Eritoderma
Gejala klinis & DIagnosis
Diagnosis dari eritoderma dapat ditegakkan melalui anamnesis dan gejala klinis
yang menyebabkannya yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
 Eritoderma akibat alergi obat sistemik
 Eritoderma akibat perluasan penyakit kulit
 Eritoderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasan
Eritoderma akibat Alergi obat sistemik
Eritema muncul terlebih dahulu, dan
skuama akan timbul dalam stadium
penyembuhan
Eritoderma akibat perluasan penyakit kulit
Eritema tidak
merata, pada lesi
psoriasis akan lebih
eritem
dibandingkan sisi
lainnya
Leiner syndrome
Eritoderma akibat penyakit sistemik
termasuk keganasan
Tatalaksana Golongan I
Pada Eritoderma dengan golongan I, obat yang diduga sebagai pencetus harus
dihindari
Secara medikamentosa diberikan kortikosteroid sistemik dengan menggunakan
Prednison 10mg 4x1
Tatalaksana Golongan II
Dosis mula-mula dapat menggunakan Prednison 10-15 mg 4x sehari, jika membaik
maka dapat dilakukan penurunan dosis secara bertahap, namun jika belum
membaik, dosis dapat dinaikkan.
Dapat juga diberikan dengan methyl prednisolone jika pengobatan lebih dari 1
bulan
Jika eritoderma akibat penyakit leiner, maka dapat diberikan prednisone 1-2 mg
3x sehari
Tatalaksana Golongan III
Pada syndrom Sezary diberikan :
prednisone 30 mg sehari, atau dengan methyl prednisolone dengan dosis
ekuivalen
klorambusil dengan dosis 2-6 mg sehari
prognosis
 Pada eritoderma golongan I umumnya bonam
 Pada eritoderma golongan II cenderung akan dubia, karena dapat
menyebabkan ketergantungan kortikosteroid jika belum ditemukan
penyebabnya
 Pada eritoderma golongan III cenderung akan malam, karena pasien dengan
sindrom Sezary akan meninggal setelah 5-10 tahun karena infeksi atau
penyakit akibat mikosis fungoides

Eritroderma.pptx

  • 1.
  • 2.
    Eritoderma Definisi : kelainankulit yang ditandai dengan adanya eritema universalis (90%-100%), biasanya disertai skuama.
  • 3.
  • 4.
    Gejala klinis &DIagnosis Diagnosis dari eritoderma dapat ditegakkan melalui anamnesis dan gejala klinis yang menyebabkannya yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu :  Eritoderma akibat alergi obat sistemik  Eritoderma akibat perluasan penyakit kulit  Eritoderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasan
  • 5.
    Eritoderma akibat Alergiobat sistemik Eritema muncul terlebih dahulu, dan skuama akan timbul dalam stadium penyembuhan
  • 6.
    Eritoderma akibat perluasanpenyakit kulit Eritema tidak merata, pada lesi psoriasis akan lebih eritem dibandingkan sisi lainnya
  • 7.
  • 8.
    Eritoderma akibat penyakitsistemik termasuk keganasan
  • 9.
    Tatalaksana Golongan I PadaEritoderma dengan golongan I, obat yang diduga sebagai pencetus harus dihindari Secara medikamentosa diberikan kortikosteroid sistemik dengan menggunakan Prednison 10mg 4x1
  • 10.
    Tatalaksana Golongan II Dosismula-mula dapat menggunakan Prednison 10-15 mg 4x sehari, jika membaik maka dapat dilakukan penurunan dosis secara bertahap, namun jika belum membaik, dosis dapat dinaikkan. Dapat juga diberikan dengan methyl prednisolone jika pengobatan lebih dari 1 bulan Jika eritoderma akibat penyakit leiner, maka dapat diberikan prednisone 1-2 mg 3x sehari
  • 11.
    Tatalaksana Golongan III Padasyndrom Sezary diberikan : prednisone 30 mg sehari, atau dengan methyl prednisolone dengan dosis ekuivalen klorambusil dengan dosis 2-6 mg sehari
  • 12.
    prognosis  Pada eritodermagolongan I umumnya bonam  Pada eritoderma golongan II cenderung akan dubia, karena dapat menyebabkan ketergantungan kortikosteroid jika belum ditemukan penyebabnya  Pada eritoderma golongan III cenderung akan malam, karena pasien dengan sindrom Sezary akan meninggal setelah 5-10 tahun karena infeksi atau penyakit akibat mikosis fungoides