Anggota DPR, Roy Suryo, mengkritik pengadaan komputer seharga Rp15 juta untuk anggota dewan, yang dianggapnya terlalu mahal dibandingkan spesifikasi yang dibutuhkan. Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, menjelaskan bahwa harga komputer sebenarnya Rp11,5 juta dan Rp3,5 juta untuk printer, total Rp15 juta, dibeli melalui tender terbuka. Pengadaan yang disorot menjadi polemik karena dianggap tidak efisien bagi anggota yang tidak memanfaatkan komputer secara maksimal.