1 D3 MMB A
Nama Anggota :
Fafi Rohmatillah (4103151003)
Sani Kharismawati (4103151009)
Janin Islam K.A.N (4103151012)
Gigih Junaedi (4103151017)
Arvin Janathan (4103151021)
Oleh Satya Dwi Anggiawan
Emphatize
Define
IdeatePrototype
Test
Banyak sekali anak-anak yang tidak mampu
dalam menyelesaikan dalam masalah-masalah
logika yang seharusnya mudah untuk dijawab.
Seperti halnya pertanyaan untuk mencari rumah
seseorang dengan petunjuk kalimat yang harus
dirubah menjadi petunjuk visual. Kemampuan
merubah petunjuk tersebut yang dimiliki anak-
anak, sehingga mereka tidak dapat
menyelesaikan pertanyaan dengan mudah.
Rumusan masalah, sebagai berikut :
1. Bagaimana membuat inti cerita yang bisa
disatukan dengan soal logica
2. Bagaimana membuat character serta isi
percakapan yang akan digunakan penunjang
cerita
3. Bagaimana membuat design yang sesuai dengan
inti cerita sehingga tampak lebih menarik
4. Bagaimana menambah sound effect untuk
mendukung audio pada game ini
a) Membuat Game Logic Puzzle yang mampu
memberikan pembelajaran pada anak tentang
masalah logika sehingga menambah kreativitas
anak dalam pemikiran logika yang mampu
memecahkan masalah logika yang dianggap
susah untuk diselesaikan
b) Game ini dibatasi untuk usia 10 tahun keatas
c) Pembuatan inti cerita yaitu membuat cerita
dari soal logika yang telah didapat
d) Proses mebuat design yang berdasarkan sumber
gambar yang telah didapat
e) Untuk audio yang digunakan adalah audio dari
kumulan CD audio
Untuk pengujian game ini adalah anak yang
berusia 10 tahun keatas. Dengan membuat
sebuah quisioner yang terdapat 3 pertanyaan
yang disajikan, yaitu :
1. Tentang tampilan game
2. Tentang tampilan puzzle
3. Cara memainkan game
Ketiga pertanyaan diatas dilakukan dalam
bentuk survey dari angka 1-5 dengan
memberikan tanda silang pada angka yang
dianggap cocok.
Pengujian dilakukan kepada 26 murid SD
berumur 8-12 tahun dalam waktu 30 menit.
Dari kedua bagan diatas dapat disimpulkan bahwa umur 10 tahun
keatas rata-rata mampu dalam menyelesaikan game logic puzzle
dengan tidak membuang-buang point yang mereka dapatkan serta
pengetahuan yang mencukupi untuk menjawab setap soal dari game
puzzle ini.
Ketiga pertanyaan diatas dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai
tampilan dari game puzzle ini akan tetapi mereka masih kurang
mampu dalam mengartikan soal puzzle yang dihadapi sehingga
membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam menyelesaikan puzzle yang
ada.
1. Emphatyze
Banyak sekali anak yang tidak mampu dalam
menyelesaikan dalam masalah-masalah logika yang seharusnya
mudah untuk dijawab
2. Define
Bagaimana : -Membuat isi cerita
-Membuat Character
-Membuat desain yang menarik
-Menambahkan sound effect
3. Ideate
Membuat Game Logic Puzzle yang mampu memberikan
pembelajaran pada anak tentang masalah logika
4. Prototype
Media yang digunakan adalah sketsa berbentuk 2 dimensi
5. Test
pengujian game ini adalah anak yang berusia 10 tahun
keatas. Dengan membuat sebuah quisioner yang terdapat 3
pertanyaan
 PEMBUATAN “Game Logic puzzle” untuk
edukasi logika anak (oleh Satya Dwi
Anggiawan )

Design thinking (game logic puzzle)

  • 1.
    1 D3 MMBA Nama Anggota : Fafi Rohmatillah (4103151003) Sani Kharismawati (4103151009) Janin Islam K.A.N (4103151012) Gigih Junaedi (4103151017) Arvin Janathan (4103151021) Oleh Satya Dwi Anggiawan
  • 2.
  • 3.
    Banyak sekali anak-anakyang tidak mampu dalam menyelesaikan dalam masalah-masalah logika yang seharusnya mudah untuk dijawab. Seperti halnya pertanyaan untuk mencari rumah seseorang dengan petunjuk kalimat yang harus dirubah menjadi petunjuk visual. Kemampuan merubah petunjuk tersebut yang dimiliki anak- anak, sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan pertanyaan dengan mudah.
  • 4.
    Rumusan masalah, sebagaiberikut : 1. Bagaimana membuat inti cerita yang bisa disatukan dengan soal logica 2. Bagaimana membuat character serta isi percakapan yang akan digunakan penunjang cerita 3. Bagaimana membuat design yang sesuai dengan inti cerita sehingga tampak lebih menarik 4. Bagaimana menambah sound effect untuk mendukung audio pada game ini
  • 5.
    a) Membuat GameLogic Puzzle yang mampu memberikan pembelajaran pada anak tentang masalah logika sehingga menambah kreativitas anak dalam pemikiran logika yang mampu memecahkan masalah logika yang dianggap susah untuk diselesaikan b) Game ini dibatasi untuk usia 10 tahun keatas c) Pembuatan inti cerita yaitu membuat cerita dari soal logika yang telah didapat d) Proses mebuat design yang berdasarkan sumber gambar yang telah didapat e) Untuk audio yang digunakan adalah audio dari kumulan CD audio
  • 8.
    Untuk pengujian gameini adalah anak yang berusia 10 tahun keatas. Dengan membuat sebuah quisioner yang terdapat 3 pertanyaan yang disajikan, yaitu : 1. Tentang tampilan game 2. Tentang tampilan puzzle 3. Cara memainkan game Ketiga pertanyaan diatas dilakukan dalam bentuk survey dari angka 1-5 dengan memberikan tanda silang pada angka yang dianggap cocok. Pengujian dilakukan kepada 26 murid SD berumur 8-12 tahun dalam waktu 30 menit.
  • 9.
    Dari kedua bagandiatas dapat disimpulkan bahwa umur 10 tahun keatas rata-rata mampu dalam menyelesaikan game logic puzzle dengan tidak membuang-buang point yang mereka dapatkan serta pengetahuan yang mencukupi untuk menjawab setap soal dari game puzzle ini.
  • 10.
    Ketiga pertanyaan diatasdapat disimpulkan bahwa siswa menyukai tampilan dari game puzzle ini akan tetapi mereka masih kurang mampu dalam mengartikan soal puzzle yang dihadapi sehingga membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam menyelesaikan puzzle yang ada.
  • 11.
    1. Emphatyze Banyak sekalianak yang tidak mampu dalam menyelesaikan dalam masalah-masalah logika yang seharusnya mudah untuk dijawab 2. Define Bagaimana : -Membuat isi cerita -Membuat Character -Membuat desain yang menarik -Menambahkan sound effect 3. Ideate Membuat Game Logic Puzzle yang mampu memberikan pembelajaran pada anak tentang masalah logika 4. Prototype Media yang digunakan adalah sketsa berbentuk 2 dimensi 5. Test pengujian game ini adalah anak yang berusia 10 tahun keatas. Dengan membuat sebuah quisioner yang terdapat 3 pertanyaan
  • 12.
     PEMBUATAN “GameLogic puzzle” untuk edukasi logika anak (oleh Satya Dwi Anggiawan )