Fosfor (P) : Yunani ( phosphoros = yang memiliki cahaya; nama kuno untuk planet Venus 
ketika tampak sebelum matahari terbit) 
 Brand (Jerman) menemukan fosfor di tahun 1669 secara tidak sengaja dalam percobaan 
menggali bebatuan 
Terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan 
senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah dan sedimen). Tidak dalam bentuk gas. 
 Atom fosfor hanya ditemukan dalam bentuk senyawa fosfat (PO4 
3-). 
 Fungsi dalam kehidupan organisme: 
- komponen DNA 
- pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek 
api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen, mainan
Dekomposer: Bacillus, 
P-organik Pseudomonas, Xanthomonas, 
P-anorganik 
Aerobacter aerogenes 
Sedimen 
Diserap oleh 
tumbuhan
Mikroba pengurai: Bacillus firmus, B. subtilis, B. cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B. 
megatherium, Arthrobacter, Pseudomonas, Achromobacter, Flavobacterium, 
Micrococus dan Mycobacterium. 
Pseudomonas 
Batang lurus atau lengkung, ukuran tiap sel 
bakteri 0.5-0.1 1μm x 1.5- 4.0 μm 
tidak membentuk spora dan Bereaksi 
negatif terhadap pewarnaan gram 
Aerob khemoorganotrof 
Suhu optimal: 30C – 40C (mesofil) 
Jumlahnya 3-15% dari 
populasi bakteri tanah 
Fosfatase: melepaskan P dari ikatan P-organik
Bacillus, Pseudomonas, 
Xanthomonas, Aerobacter aerogenes
P-organik 
P-anorganik
Bacillus, Pseudomonas,
Input: guano dan sedimen 
Siklus fosfor tidak melewati atmosfer 
Siklus P-organik lebih singkat dari 
siklus P-anorganik 
Output: fiksasi mineral dan pelindikan 
Poin 
kunci 
Mikroba pengurai: Bacillus firmus, B. subtilis, B. 
cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B. megatherium, 
Arthrobacter, Pseudomonas, Achromobacter, 
Flavobacterium, Micrococus dan Mycobacterium.
Siklus fosfor

Siklus fosfor

  • 2.
    Fosfor (P) :Yunani ( phosphoros = yang memiliki cahaya; nama kuno untuk planet Venus ketika tampak sebelum matahari terbit)  Brand (Jerman) menemukan fosfor di tahun 1669 secara tidak sengaja dalam percobaan menggali bebatuan Terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah dan sedimen). Tidak dalam bentuk gas.  Atom fosfor hanya ditemukan dalam bentuk senyawa fosfat (PO4 3-).  Fungsi dalam kehidupan organisme: - komponen DNA - pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen, mainan
  • 3.
    Dekomposer: Bacillus, P-organikPseudomonas, Xanthomonas, P-anorganik Aerobacter aerogenes Sedimen Diserap oleh tumbuhan
  • 4.
    Mikroba pengurai: Bacillusfirmus, B. subtilis, B. cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B. megatherium, Arthrobacter, Pseudomonas, Achromobacter, Flavobacterium, Micrococus dan Mycobacterium. Pseudomonas Batang lurus atau lengkung, ukuran tiap sel bakteri 0.5-0.1 1μm x 1.5- 4.0 μm tidak membentuk spora dan Bereaksi negatif terhadap pewarnaan gram Aerob khemoorganotrof Suhu optimal: 30C – 40C (mesofil) Jumlahnya 3-15% dari populasi bakteri tanah Fosfatase: melepaskan P dari ikatan P-organik
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Input: guano dansedimen Siklus fosfor tidak melewati atmosfer Siklus P-organik lebih singkat dari siklus P-anorganik Output: fiksasi mineral dan pelindikan Poin kunci Mikroba pengurai: Bacillus firmus, B. subtilis, B. cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B. megatherium, Arthrobacter, Pseudomonas, Achromobacter, Flavobacterium, Micrococus dan Mycobacterium.