SAK ETAP & SAK EMKM
3 pilar standar akuntansi keuangan di
Indonesia
•Standar Akuntansi Keuangan (SAK)  disebut SAK
Umum
•Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)  SAK EP Disahkan tanggal
30 Juni 2021 dan efektif 1 Januari 2025
•Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan
Menengah (SAK EMKM)
PSAK Syariah
•Setiap entitas yang melakukan transaksi syariah -
> maka cara mengakui, mengukur dan
menyajikan dan mengungkapkan transaksi
tersebut menggunakan SAK Syariah
•Apabila non syariah melakukan transaksi
syariah pakai SAK syariah
🡪
•Ruang lingkup SAK Syariah bukanlah pada
entitas, namun pada transaksi.
SAK UMUM
•Untuk entitas yang mempunyai
tanggung jawab public signifikan
•Dan
•Entitas yang melakukan kegiatan
lintas negara
Latar Belakang SAK ETAP
•Penerapan PSAK yang mengadopsi IFRS terlalu
komplek bagi UKM (usaha kecil menengah)
•Awalnya DSAK IAI mempertimbangkan IFRS for SMEs
yang dikeluarkan IASB – namum masih terlalu sulit
bagi UKM di Indonesia
•SAK ETAP efektif 1 januari 2011 (namun berbeda
secara signifikan dengan IFRS for SMEs)
1. Tidak memiliki Akuntabilitas Publik yang
signifikan
• Akuntabilitas Publik yang signifikan bila:
• Mengajukan pada OJK untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal.🡪
Bapepam –LK No. SE-06/BL/2010 ttg larangan pengguna SAK ETAP bagi
lembaga pasar modal, termasuk emiten, entitas public, manajer investasi,
sekuritas asuransi, reksa dana dan kontrak investasi kolektif
• Menguasai asset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar
masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pilang dan / atau pedagang efek,
dana pension, reksa dana dan bank investasi.
2. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general
purpose financial statement) bagi penggguna ekternal
• Contoh pengguna eksternal :
• pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha,
• kreditur dan
• lembaga pemeringkatan kredit.
Tidak boleh pakai SAK ETAP
a. melakukan kegiatan di pasar modal
b. menghimpun dana masyarakat melalui penawaran umum efek di
pasar modal (emiten)
c. menghimpun dana dari masyarakat kemuadian diinvestasikan dalam
bentuk portfoli investasi
d. perusahaan publik
e. lembaga keuangan non bank
Exception
• Namun, entitas yang mempunyai tanggung jawab public signifikan
dapat menggunakan SAK ETAP apabila diijinkan oleh regulator
• Contoh: Bank Perkreditan Rakyat  diizinkan oleh BI menggunakan
SAK ETAP mulai 1 januari 2010 sesuai dengan SE No. 11/37/DKBU
tanggal 31 dec 2009
SAK EP
11
• Ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik
dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose
financial statements) bagi pengguna eksternal.
• Terdiri dari 35 bab
• Merupakan adopsi dari IFRS for SMEs (IFRS for SMEs versi 2015 yang
berlaku efektif 1 Januari 2017).
• Berlaku efektif tanggal 1 Januari 2025, penerapan dini diperkenankan.
• SAK EP Disahkan pada 30 Juni 2021.
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
12
SAK Entitas Privat
1. Memperkenalkan dan
menjelaskan secara detail
konsep biaya atau usaha yang
berlebihan (undue cost or
effort)
2. Aset kontinjensi dan liabilitas
kontinjensi
3. Total penghasilan
komprehensif
SAK ETAP
1. Hanya menjelaskan secara
ringkas tentang keseimbangan
antara biaya dan manfaat;
2. Kewajiban diestimasi dan
Kontinjensi
3. Tidak ada
Undue cost or effort
13
• The term “undue” implies that costs or efforts involved are
inappropriate or excessive. In practice, this means that if the costs
(such as fees for valuation services) or the efforts (like extensive labor
by employees) significantly outweigh the benefits that users or
financial statements would derive, it may be considered “undue”
• Management must exercise professional judgement to assess
whether the costs and efforts are indeed excessive.
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
14
SAK Entitas Privat
4. Terdapat aset atau liabilitas
pajak tangguhan serta
kepentingan non pengendali
5. Opsi saham
6. Rencana pelepasan kelompok
aset dan liabilitas
SAK ETAP
4. Tidak ada
5. Tidak ada
6. Tidak ada
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
15
SAK Entitas Privat
7. Terdapat contoh arus kas dari aktivitas investasi
dengan penerimaan (pengeluaran) kas dari
futures contract, forward contract, option
contract, dan swap.
8. Jika entitas sulit untuk membedakan apakah
perubahan tersebut merupakan perubahan
dalam kebijakan akuntansi atau perubahan dalam
estimasi akuntansi, maka perubahan tersebut
diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi
akuntansi. Memperkenankan entitas untuk
mempertimbangkan persyaratan dan panduan
dalam SAK.
SAK ETAP
7. Tidak ada
8. Memperkenankan manajemen
untuk
mempertimbangkan persyaratan dan panduan
dalam PSAK nonETAP serta pengaturan terkini
dari badan penyusun standar lain yang
menggunakan
mengembangkan
kerangka
standar
serupa
akuntansi,
untuk
literatur
akuntansi lain dan praktik industri yang diterima
umum sepanjang tidak bertentangan dengan
persyaratan maupun dalam konsep dan prinsip
pervasif dalam SAK ETAP.
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
16
SAK Entitas Privat
9. Bab 13 persediaan secara tegas mengecualikan aset
biologis dan persediaan yang diukur pada nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual melalui laba rugi yang
dimiliki oleh (a) produsen produk agrikultur dan
kehutanan dan mineral, dan (b) pialang dan
pedagang komoditas, untuk menerapkan Bab 13 ini.
10. Entitas induk mengonsolidasikan entitas anak yang
dikendalikannya dengan menyajikan
laporan keuangan konsolidasian, sedangkan
investasi pada entitas asosiasi atau
pengendalian bersama entitas dicatat
dengan menggunakan salah satu metode
berikut: (a) model biaya, (b) metode ekuitas, atau (c)
model nilai wajar, dan mengatur
perlakuan akuntansi untuk entitas
yang tidak memiliki pengendalian
bersama, atau jika memiliki pengaruh signifikan,
dalam ventura bersama
SAK ETAP
9. Tidak ada
10. Mengatur pengukuran investasi pada entitas anak
dengan menggunakan metode ekuitas, dan
investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian
bersama entitas menggunakan metode biaya
(biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian
penurunan nilai
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
17
SAK Entitas Privat
11. Terdapat laporan keuangan tersendiri
12. Properti investasi menggunakan model biaya atau
nilai wajar
13. Entitas dapat memilih model biaya atau model
revaluasi sebagai kebijakan akuntansi untuk kelas
aset tetapnya.
14. Aset takberwujud hanya dapat diakui jika aset
tidak dihasilkan dari pengeluaran yang yang
timbul secara internal untuk item takberwujud,
serta mengatur perlakuan akuntansi untuk aset
takberwujud yang diperoleh dari suatu kombinasi
bisnis dan dari hibah pemerintah.
SAK ETAP
11. Tidak ada
12. Pengukuran properti investasi hanya
menggunakan model biaya
13. Menggunakan model biaya untuk aset
tetap
dan penyimpangan dari model ini (revaluasi)
hanya diizinkan berdasarkan ketentuan
pemerintah.
14. Tidak ada
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
18
•SAK Entitas Privat
15. Kriteria sewa pembiayaan dimana salah satu
kriterianya adalah major part dan substantially
all.
16. Pengaturan provisi dan kontinjensi
17. Dalam hal penurunan nilai aset, menambahkan
pengaturan penurunan nilai Goodwill
18. Mnegatur tentang imbalan yang vesting dan
belum vesting dalam pengukuran kewajiban
imbalan pasti dan (b) pengakuan dan pengukuran
beban imbalan kerja untuk entitas anak, dalam
hal entitas induk memberikan imbalan kerja
kepada pekerja dari satu atau lebih entitas anak,
serta pengungkapannya.
SAK ETAP
15. Kriteria sewa pembiayaan yang
salah satunya masa sewa
>=75% dari masa manfaat aset
dan MLP >=90% dari nilai
wajar aset
16. Sama
17. Tidak ada
18. Tidak ada
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
19
SAK Entitas Privat
19. Mengatur mengenai pajak tangguhan dan hal terkait
seperti prinsip pengakuan pajak tangguhan,
dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas,
perbedaan temporer, pengukuran pajak
tangguhan, serta saling hapus pajak kini dan
20. Mengatur investasi neto dalam kegiatan usaha luar
negeri dan penjabaran kegiatan usaha luar
negeri ke dalam mata uang penyajian entitas
(investor).
21. Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan,
menambahkan contoh peristiwa nonpenyesuai
yang dibuat pengungkapannya antara lain
tentang kombinasi bisnis signifikan,
penerbitan atau pembelian kembali utang
atau instrumen ekuitas entitas, dan
perubahan tarif pajak atau peraturan perpajakan
yang berpengaruh signifikan pada aset dan
liabilitas pajak kini dan tangguhan.
SAK ETAP
19. Tidak ada
20. Tidak ada
21. Secara garis besar
sama
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
20
SAK Entitas Privat
22. Pengungkapan pihak
berelasi pengecualian
persyaratan
menambahkan
pengungkapan
tertentu sehubungan dengan (a) kekuasaan
pemerintah yang mempunyai pengendalian,
pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan
terhadap entitas pelapor dan (b) entitas lain yang
merupakan pihak berelasi karena pemerintah
yang sama mempunyai pengendalian,
pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan
terhadap entitas pelapor dan entitas lain tersebut
SAK ETAP
22. Secara garis besar sama
Perbedaan SAK Entitas Privat dan SAK ETAP
21
SAK Entitas Privat
23. Mengatur :
a) Laporan keuangan konsolidasian dan laporan
keuangan tersendiri
b) Instrumen keuangan tentang lindung nilai
c) Kombinasi bisnis dan goodwill
d) Hibah pemerintah
e) Pembayaran berbasis saham
f)Hiperinfla
si g)Aktivitas khusus yang mencakup agrikultur,
eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral, dan
perjanjian konsesi jasa.
h) Lampiran laporan keuangan ilustratif dan tabel
persyaratan penyajian dan pengungkapan
SAK ETAP
23. Tidak ada
BAB I – ENTITAS PRIVAT
22
• 1.2. Entitas privat adalah entitas yang: (SAMA DENGAN DEFINISI ETAP Bab 1 : Ruang Lingkup)
bagi
a) tidak memiliki akuntabilitas publik; dan
b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial
statements)
pengguna eksternal.
Contoh pengguna eksternal termasuk pemilik yang tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis, kreditor saat ini dan
potensial, serta badan pemeringkat kredit.
• 1.3. Entitas memiliki akuntabilitas publik jika: (ESENSI SAMA DENGAN DEFINISI SAK ETAP Bab 1 : Ruang
Lingkup)
a) instrumen utang atau ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik atau entitas sedang dalam
proses menerbitkan instrumen tersebut untuk diperdagangkan dalam pasar publik (bursa efek
domestik atau bursa efek asing atau pasar over-the-counter, termasuk pasar lokal dan regional); atau
b) entitas menguasai aset dalam kapasitas fidusia bagi suatu kelompok pihak luar yang beragam sebagai
usaha utamanya (sebagian besar bank, union kredit (koperasi simpan pinjam), perusahaan asuransi,
broker/diler sekuritas, reksa dana dan bank investasi memenuhi kriteria kedua
BAB I – ENTITAS PRIVAT
23
• 1.5a. Entitas yang memiliki akuntanbilitas publik dapat menggunakan
SAK Entitas Privat jika otoritas berwenang membuat regulasi yang
mengizinkan penggunaan SAK Entitas Privat
• 1.6. Entitas anak yang entitas induknya menggunakan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK), atau merupakan bagian dari
kelompok konsolidasian yang menggunakan SAK tidak dilarang
menggunakan Standar ini untuk laporan keuangannya sendiri
jika entitas anak tersebut memenuhi persyaratan dalam paragraf
1.2 dan 1.5a. (Hal ini tidak tercantum dalam SAK ETAP).
PERBEDAAN DENGAN IFRS for SMEs
24
SAK Entitas Privat mengadopsi seluruh pengaturan dalam IFRS for SMEs
Section 1 Small and Medium-Sized Entities (IFRS for SMEs versi 2015 yang
berlaku efektif 1 Januari 2017), kecuali:
1. IFRS for SMEs paragraf 1.5 tentang deskripsi entitas privat di mana
kalimat yang mengatur bahwa dalam hal entitas dengan
akuntabilitas publik menggunakan Standar ini, maka laporan
keuangannya tidak dapat dinyatakan sebagai patuh terhadap
IFRS for SMEs– meskipun jika hukum atau peraturan dalam
yurisdiksinya mengizinkan.
2. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik dapat menggunakan SAK
Entitas Privat jika otoritas berwenang membuat regulasi yang
mengizinkan penggunaan SAK Entitas Privat.
3. Menyesuaikan persyaratan bagi entitas anak yang entitas induknya
atau merupakan bagian dari kelompok konsolidasian yang
menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) tidak dilarang untuk
menggunakan SAK Entitas Privat jika memenuhi persyaratan dalam
paragraf 1.2 dan 1.5a, sebagai konsekuensi penambahan paragraf 1.5a.
PERBEDAAN DENGAN IFRS for SMEs
25
4. IFRS for SME paragraf 1.7 tentang entitas induk (termasuk entitas pengendali
terakhir atau entitas induk antara) yang dapat menilai kelayakannya untuk
menggunakan IFRS for SMEs dalam laporan keuangan tersendirinya
berdasarkan status entitas induk tersebut tanpa mempertimbangkan apakah
entitas kelompok lainnya maupun kelompoknya secara keseluruhan memiliki
akuntabilitas publik dan jika entitas induk tidak memiliki akuntabilitas publik
dapat menyajikan laporan keuangan tersendirinya sesuai dengan IFRS for SMEs
meskipun laporan keuangan konsolidasiannya disusun sesuai dengan full IFRS
atau seperangkat GAAP lain. (Induk boleh menggunakan IFRS for SMEs dalam
laporan keuangan tersendirinya meskipun anak perusahaan dan laporan
keuangan konsolidasi menggunakan full IFRS)
Entitas induk yang laporan keuangannya konsolidasiannya tidak memenuhi
persyaratan untuk disusun sesuai dengan SAK Entitas Privat, tidak dapat
menyajikan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Entitas Privat
dan mempertimbangkan tanpa biaya atau usaha yang berlebihan entitas induk
tersebut menyajikan laporan keuangan tersendirinya dengan dasar yang sama
sesuai dengan penyusunan laporan keuangan konsolidasiannya. (Jika tidak
memenuhi kriteria IFRS for SMEs, maka tidak diperkenankan dalam laporan
keuangan tersendirinya menggunakan IFRS for SMEs).
BAB II
KONSEP DAN PRINSIP PERVASIF
26
SAK Entitas Privat
• 2.2. Tujuan laporan keuangan entitas privat adalah
untuk menyediakan informasi tentang posisi
yang
keuangan, kinerja dan arus kas entitas
bermanfaat dalam pengambilan keputusan
ekonomik oleh sejumlah besar pengguna yang
tidak dalam posisi dapat meminta laporan
keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan
informasi tertentu.
SAK ETAP
• 2.1. Sama
KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI DALAM LAPORAN
KEUANGAN
27
SAK Entitas Privat
• Keterpahaman
• Relevansi
• Materialitas
• Keandalan (bebas dari kesalahan material dan
bias)
• Substansi Mengungguli Bentuk (akan
meningkatkan
keandalan)
• Prudensi (Prudence)  aset atau penghasilan
tidak
lebih disajikan dan liabilitas atau beban tidak
kurang disajikan.
• Kelengkapan
• Keterbandingan
• Ketepatwaktuan
• Keseimbangan antara manfaat dan biaya
• Biaya atau usaha yang berlebihan
SAK ETAP
• Dapat dipahami
• Relevan
• Materialitas
• Keandalan
• Substansi mengungguli bentuk
• Pertimbangan sehat
• Kelengkapan
• Dapat dibandingkan
• Tepat waktu
• Keseimbangan antara biaya dan
manfaat
SAK UMUM
28
29
Fundamental Quality—Faithful Representation
Faithful representation means that the numbers and
descriptions match what really existed or happened.
ASSUMPTIONS
1. Economic
entity
2. Going concern
3. Monetary unit
4. Periodicity
5. Accrual
PRINCIPLES
1. Measurement
2. Revenue
recognitio
n
3. Expense
recognition
4. Full disclosure
CONSTRAINTS
1. Cost
OBJECTIVE
Provide
information about
the reporting
entity that is
useful
to present and
potential equity
investors, lenders, and
other creditors in their
capacity as capital
providers.
ELEMENTS
1. Assets
2. Liabilities
3. Equity
4. Income
5. Expense
s
Conceptual
Framework for
Financial Reporting
First level
The "why"—
purpose of
accounting
Second level
Bridge
between levels
1 and 3
Third level
The "how"—
implementatio
n
QUALITATIVE
CHARACTERISTIC
S
1. Fundamenta
l qualities
2. Enhancing
qualities
31
LAPORAN POSISI KEUANGAN
32
SAK Entitas Privat
4.2. Laporan posisi keuangan setidaknya mencakup
penyajian jumlah dari pos berikut:
a) kas dan setara kas;
b) piutang usaha dan piutang lainnya;
c) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang
disajikan pada (a), (b), (j) dan (k));
d) persediaan;
e) aset tetap;
f) properti investasi yang dicatat pada biaya perolehan
dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi
penurunan nilai; dan properti investasi yang dicatat
pada nilai wajar melalui laba rugi;
g) aset takberwujud;
SAK ETAP
4.2. Neraca minimal mencakup pos-pos
berikut :
a) kas dan setara kas;
b) piutang usaha dan piutang lainnya;
c) persediaan;
d) Properti investasi (model biaya saja)
e) aset tetap;
f) aset tidak berwujud;
LAPORAN POSISI KEUANGAN
33
•SAK Entitas Privat
•4.2. Laporan posisi keuangan setidaknya mencakup
penyajian jumlah dari pos berikut:
h) aset biologis yang dicatat pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai;
i) aset biologis yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi;
j) investasi pada entitas asosiasi;
k) investasi pada pengendalian bersama entitas;
l) utang usaha dan utang lainnya;
m) liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan
dalam (l) dan (p));
n) liabilitas dan aset untuk pajak kini;
o) liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan (selalu
diklasifikasikan sebagai tidak lancar);
SAK ETAP
g) Utang usaha dan utang
lainnya;
h) Aset dan kewajiban pajak
i) Kewajiban diestimasi
LAPORAN POSISI KEUANGAN
34
SAK Entitas Privat
p) Provisi
q) Kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian
ekuitas secara terpisah dari ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk; dan
r) Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk
4.4. Entitas menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar, serta
liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang, sebagai
klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi keuangan sesuai
kecuali jika penyajian berdasarkan likuiditas memberikan
informasi yang andal dan lebih relevan.
Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka seluruh aset dan
liabilitas disajikan berdasarkan urutan perkiraan likuiditasnya.
SAK ETAP
j) ekuitas
LAPORAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF DAN LAPORAN LABA
RUGI
35
SAK Entitas Privat
5.2. Entitas menyajikan total penghasilan
komprehensif untuk suatu periode, baik:
a) dalam satu laporan penghasilan
komprehensif, di mana laporan
penghasilan komprehensif tersebut
menyajikan seluruh item penghasilan dan
beban yang diakui dalam periode tersebut;
atau
b) dalam dua laporan – laporan laba rugi dan
laporan penghasilan komprehensif – di
mana laporan laba rugi menyajikan seluruh
item penghasilan dan beban yang diakui
pada periode tersebut kecuali yang diakui
dalam total penghasilan komprehensif di
luar laba rugi sebagaimana diizinkan atau
disyaratkan oleh Standar ini.
5.3. Perubahan dari pendekatan laporan
tunggal ke pendekatan dua laporan, atau
sebaliknya, merupakan perubahan dalam
kebijakan akuntansi di mana Bab 10 Kebijakan
Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan diterapkan
SAK ETAP
5.2. Laporan laba rugi memasukkan semua pos
penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode
kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain.
5.5. Entitas tidak boleh menyajikan atau mengungkapkan
pos pendapatan dan beban sebagai “pos luar biasa”, baik
dalam laporan laba rugi maupun dalam catatan
atas laporan keuangan.
Statement of Comprehensive Income
(A Single Statement)
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 802.500
36
Net Sales 1.985.000
(-) COGS 1.000.000
Gross Profit 985.000
(-) General, Administrative, and
Selling Expenses 185.000
Operating Income 800.000
(-) Others expense 100.000
(+) Others income 300.000
(-) Tax (25%) 250.000
OCI :
OCI from equity method (associate or Joint Control) 10.000
Will not be reclassified to P & L :
1. Revaluation of fixed assets (Section 17) 50.000
2. Actuarial (Section 28) 10.000
3. Translation (Section 30) 10.000
Will be reclassified to P & L :
4. Hedging (Section 12) (10.000)
Tax related (25%) (17.500)
Income Statement & OCI (Dual
Statement)
Net Sales 1.985.000
(-) COGS 1.000.000
Gross Profit 985.000
(-) General, Administrative, and
Selling Expenses 185.000
Operating Income 800.000
(-) Others expense 100.000
(+) Others income 300.000
Profit Before Tax 1.000.000
(-) Tax (25%)
NET PROFIT
OCI :
250.000
750.000
OCI from equity method (associate or Joint Control)
Will not be reclassified to P & L :
1. Revaluation of fixed assets (Section 17)
10.000
50.000
2. Actuarial (Section 28) 10.000
3. Translation (Section 30)
Will be reclassified to P & L :
4. Hedging (Section 12)
10.000
(10.000)
Total OCI 70.000
Tax related (25%)
NET OCI
(17.500)
52.500
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 802.500 29
I/S & OCI and SOFP (SAK- EP)
Statement of Financial
Position
Assets Liabilities
DTL
17.500
CTL
250.000
Equity
Capital Stock
R/E 38
I/S & OCI and SOFP (SAK Umum)
Income Statement & OCI
Statement of Financial Position
Assets
Liabilities
DTL
22.500
CTL
250.000
Equity 39
Pendekatan Laporan Tunggal
40
(e) jumlah tunggal yang terdiri dari total:
(i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
(ii)keuntungan atau kerugian setelah pajak yang dapat diatribusikan
pada penurunan nilai, atau pembalikan penurunan nilai aset dalam operasi
yang dihentikan (lihat Bab 27 Penurunan Nilai Aset), baik pada saat dan pada
periode selanjutnya setelah diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan dan
setelah pelepasan aset neto yang merupakan operasi yang dihentikan.
(f) laba rugi (jika entitas tidak memiliki item penghasilan komprehensif lain, baris
ini tidak perlu disajikan).
(i) total penghasilan komprehensif (jika entitas tidak memiliki item penghasilan
komprehensif lain, entitas dapat menggunakan istilah lain untuk baris ini seperti
laba rugi).
Pendekatan Laporan Tunggal
41
• 5.6. Entitas mengungkapkan item berikut secara terpisah
dalam laporan penghasilan komprehensif sebagai
alokasi untuk suatu periode:
(a) laba rugi selama periode yang dapat diatribusikan pada
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk.
(b)total penghasilan komprehensif untuk periode yang
dapat diatribusikan pada
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk
Pendekatan 2 Laporan
42
5.7. Dalam pendekatan dua laporan, laporan laba
rugi menampilkan, setidaknya, pos yang menyajikan
jumlah dalam paragraf 5.5(a) – 5.5(f) untuk periode,
dengan laba atau rugi sebagai hasil akhir. Laporan
penghasilan komprehensif dimulai dengan laba rugi
sebagai baris pertama dan menampilkan,
paragraf 5.5(g) – 5.5.(i) dan paragraf 5.6
setidaknya, pos yang menyajikan jumlah dalam
dalam
periode tersebut.
Persyaratan yang Dapat Diterapkan pada
Kedua Pendekatan
43
8.Berdasarkan Standar ini, dampak koreksi kesalahan dan perubahan dalam kebijakan
akuntansi disajikan sebagai penyesuaian retrospektif untuk periode sebelumnya daripada sebagai
bagian dari laba rugi pada periode terjadinya (lihat Bab 10).
9.Entitas menyajikan pos, judul dan subtotal tambahan dalam laporan penghasilan
komprehensif (dan dalam laporan laba rugi, jika disajikan), jika penyajian tersebut relevan untuk
pemahaman kinerja keuangan entitas.
10.Entitas tidak menyajikan atau mendeskripsikan item apapun penghasilan dan beban
sebagai ‘item luar biasa’ dalam laporan penghasilan komprehensif (atau laporan laba rugi, jika
disajikan) atau dalam catatan atas laporan keuangan.
SAK Entitas Privat
Bab 11 : Instrumen Keuangan Dasar
44
• Jika entitas hanya mengadakan transaksi instrumen keuangan
dasar, maka Bab 12 tidak diterapkan.
PILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
11.2. Entitas memilih untuk menerapkan salah satu dari:
a) persyaratan untuk kedua Bab 11 dan 12 secara penuh; atau
b) persyaratan pengakuan dan pengukuran dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
dan persyaratan pengungkapan dalam Bab 11 dan 12
11.3. Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lainnya.
Bab 11 mensyaratkan model biaya perolehan diamortisasi untuk seluruh instrumen keuangan dasar kecuali
untuk investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham
preferen tanpa opsi jual yang diperdagangkan secara publik atau jika tidak, yang nilai wajarnya dapat diukur
secara andal tanpa biaya atau usaha yang berlebihan.
IFRS 9 – Financial Instrument
Financial
Asset of
one
entity
OR
What is Financial Instruments?
A financial instrument is any contract that gives rise
to…………………
Financial Liability
Equity
Instrument of
another entity
45
IFRS 9 – Financial Instrument
Category of Financial Instrument
Primary Instruments
Receivables
Bonds
Payable
Capital
Stock
Investmen
t
in Bonds
Investme
nt in Stock
Cash on
Bank
Payable to
bank customer
Payable
46
Latar Belakang PSAK 71
Ada dorongan untuk merubah standar sebelumnya yaitu IAS 39 (Financial
Instruments: Recognition and Measurement) karena dalam dalam kondisi
krisis laporan keuangan justru IAS 39 menunjukkan kelemahannya
diantaranya :
(a)kesulitan untuk mengaplikasikan nilai wajar di pasar yang tidak likuid,
(b)keterlambatan untuk mengakui kerugian terkait pinjaman yang diberikan
dan instrumen keuangan lainnya oleh lembaga-lembaga keuangan
seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan, serta
lembaga keuangan lainnya,
(c) kompleksitas standar akuntansi untuk instrumen keuangan, termasuk
pendekatan untuk mengakui penurunan nilai
IFRS 9 (PSAK 71)
Respon atas hal tersebut, IFRS 9 (Financial Instruments)
memperkenalkan :
(a)klasifikasi dan pengukuran baru atas aset keuangan.
(model pengakuan
(b) forward looking expected credit loss
model kerugian kredit ekspektasian), serta
(c)memperbaiki akuntansi untuk lindung nilai
KATEGORI INSTRUMEN ASET KEUANGAN
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan
awal aset keuangan diukur pada
a. biaya perolehan diamortisasi
b. nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
c. nilai wajar melalui laba rugi
Dasar yang digunakan untuk klasifikasi adalah :
• Model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan.
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua
kondisi berikut terpenuhi :
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk
memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari
jumlah pokok terutang.
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan
terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual
aset keuangan dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan
hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Instrumen Surat
Utang
Pengukuran aset keuangan untuk instrumen surat utang (misalnya
investasi di obligasi) adalah sebagai berikut :
1. Biaya perolehan diamortisasi (Amortised Cost – AC).
2. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Fair Value
Through Other Comprehensive Income – FVTOCI) dimana akumulasi
Other Comprehensive Income (OCI) direklasifikasi ke laba-rugi saat
pelepasan (with recycling).
3. Nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss –
FVTPL).
Instrumen Ekuitas
Pengukuran aset keuangan untuk instrumen ekuitas (misalnya investasi
di saham yang bukan merupakan investasi di anak, asosiasi, atau
ventura bersama) adalah sebagai berikut :
1. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Fair Value
Through Other Comprehensive Income – FVTOCI) dimana akumulasi
Other Comprehensive Income (OCI) tidak direklasifikasi ke laba-rugi
saat pelepasan (no recycling).
2. Nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss –
FVTPL).
Derivatif
Instrumen keuangan derivatif diukur dengan Nilai wajar melalui laba
rugi (Fair Value Through Profit and Loss – FVTPL).
Ilustrasi Aset Keuangan pada Surat Utang
• Pada 1 Januari 2020, PT. Kalbis membeli 1.000 lembar obligasi PT.
Supra, dimana PT. Supra adalah perusahaan yang sudah ‘go public’.
Nilai nominal obligasi adalah $100, jangka waktu 3 tahun, suku bunga
kupon 12%. Diketahui tingkat suku bunga rata-rata di pasar adalah
9,60%. Periode akuntansi PT. kalbis berakhir pada 31 Desember.
Bunga dibayar setiap 31 Desember. Biaya administrasi pembelian
obligasi adalah $1.026,30. Harga beli obligasi adalah $104.973,70.
• Total harga beli + biaya administrasi = $104.973,70 + $1.026,30 =
$106.000.
Ilustrasi Aset Keuangan pada Instrumen Ekuitas
• Pada 1 Januari 2020, PT. Kalbis membeli 1.000 lembar saham PT. Supra,
dimana PT. Supra adalah perusahaan yang sudah ‘go public’. 1.000 lembar
saham yang dibeli PT. Kalbis mewakili 5% kepemilikan di PT. Supra dimana
PT. Kalbis mengkategorikan sebagai instrumen keuangan (tidak ada kontrol,
pengaruh signifikan, ataupun model ventura bersama). Nilai nominal per
lembar saham adalah $100. PT. kalbis membuat laporan keuangan per 3
bulanan. Biaya administrasi pembelian saham adalah $500. Harga beli
saham per lembar adalah $120, total $120.000.
• Total harga beli + biaya administrasi = $120.000 + $500 = $120.500.
• Berikut adalah jurnal apabila investasi dikategorikan dan diukur dengan
FVTOCI dan FVTPL :
Pengukuran Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diukur dengan :
1. Liabilitas keuangan dengan biaya perolehan diamortisasi (Amortized
Cost - AC), contohnya adalah utang obligasi, utang usaha.
2. Liabilitas keuangan dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value
Through Profit and Loss – FVTPL), contohnya adalah derivatif dalam
posisi rugi, utang obligasi yang dinilai dengan nilai wajar karena
mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Derivatif
Paragraf B2 PSAK 71 mendefinisikan derivatif sebagai berikut:
Derivatif adalah instrumen keuangan atau kontrak lain yang termasuk dalam
ruang lingkup Pernyataan ini dengan tiga karakteristik berikut ini :
1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah
ditentukan (sering disebut dengan underlying), antara lain: suku bunga,
harga instrumen keuangan, harga komoditas, kurs valuta asing, indeks
harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau
variabel lain.
2. Tidak mensyaratkan investasi awal neto atau investasi awal neto dalam
jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang disyaratkan
untuk jenis kontrak lain yang diharapkan akan menghasilkan dampak
serupa sebagai akibat perubahan faktor pasar.
3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.
PENURUNAN NILAI
Secara umum, perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian
dengan 3 tingkatan :
1. Tingkat 1
Tingkat ini menggunakan pendekatan 12 bulan. Pendekatan ini
digunakan ketika TIDAK ada kenaikan resiko kredit yang signifikan sejak
pengakuan awal. Kerugian dimaksud merepresentasikan kerugian
kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
PENURUNAN NILAI
2. Tingkat 2
• Pada tahap ini, ketika terjadi kenaikan resiko kredit yang signifikan (kemungkinan gagal bayar terjadi) sejak
pengakuan awal, maka penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya dibentuk dengan tidak
melihat kapan waktu kerugian yang sesungguhnya akan terjadi.
• Entitas harus menentukan risiko terjadinya kerugian sepanjang umur instrumen keuangan
dengan
membandingkan risiko kredit awal instrumen keuangan dengan risiko kredit pada tanggal pelaporan.
• Entitas seharusnya tidak memperhatikan jaminan (collateral) karena jaminan hanya akan mempengaruhi
KKE, tidak mempengaruhi risiko kredit yang signifikan (gagal bayar). Entitas membuat penilaian dengan
mempertimbangkan semua informasi yang ada termasuk informasi masa depan (forward looking
information) tanpa biaya dan upaya yang berlebihan.
• Terdapat praduga (rebuttable presumption) bahwa risiko kredit yang signifikan telah terjadi
ketika
pembayaran tertunggak lebih dari 30 hari jika tidak ada lagi informasi spesifik lain tentang peminjam,
tersedia tanpa biaya dan upaya berlebihan, untuk menentukan apakah terdapat kenaikan risiko kredit yang
signifikan. Entitas dapat menyanggah praduga ini jika entitas memiliki informasi yang wajar dan terdukung,
yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan, yang membuktikan bahwa risiko kredit tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, meskipun pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari
30 hari.
PENURUNAN NILAI
3. Tingkat 3
• PSAK 71 lampiran A menyebutkan bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (credit impaired
financial asset) ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa
depan dari aset keuangan telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit
termasuk data yang dapat diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
• kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
• pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
• pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan
yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin
diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
• terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
lainnya;
• hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau
• pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit
yang terjadi.
Instrumen Keuangan Dasar (SAK-EP)
62
11.5. Instrumen Keuangan Dasar dalam ruang lingkup Bab 11 adalah instrumen yang memenuhi ketentuan
dalam paragraf 11.8. Contoh instrumen keuangan yang umumnya memenuhi ketentuan tersebut mencakup:
a) kas;
b) giro dan deposito berjangka waktu tertentu (fixed-term deposits) ketika entitas merupakan deposan,
sebagai contoh rekening bank;
c) surat berharga komersial (commercial paper) dan surat utang komersial (commercial bills) yang dimiliki;
d) piutang dan utang, wesel tagih dan wesel bayar serta pinjaman diberikan dan pinjaman diterima;
e) obligasi dan instrumen utang serupa;
f) investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual serta saham
preferen tanpa opsi jual; dan
g) komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen tidak dapat dilunasi dengan kas.
Instrumen Keuangan Ruang Lingkup Bab 12
63
11.6. Contoh instrumen keuangan yang umumnya tidak memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8, dan oleh karena
itu berada dalam ruang lingkup Bab 12, mencakup:
a) efek beragun aset, seperti obligasi hipotek yang diagunkan, perjanjian pembelian kembali dan paket piutang
sekuritisasian;
b) opsi, hak, waran, kontrak future, kontrak forward dan swap suku bunga (interest rate swap) yang dapat
diselesaikan dengan kas atau dengan pertukaran instrumen keuangan lainnya;
c) instrumen keuangan yang memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
(hedging instruments) sesuai dengan persyaratan dalam Bab 12;
d) komitmen untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain; dan
e) komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen dapat dilunasi dengan kas.
• Termasuk dalam ruang lingkup Bab 12 adalah investasi dalam utang yang dapat dikonversi, karena imbal hasil ke
pemegang instrumen dapat bervariasi dengan harga saham ekuitas penerbit, bukan hanya dengan suku bunga
pasar.
• Instrumen keuangan yang memenuhi definisi ekuitas milik entitas sendiri, termasuk komponen ekuitas instrumen
keuangan majemuk (compound financial instruments) yang diterbitkan oleh entitas (lihat Bab 22 Liabilitas dan
Ekuitas) BUKAN MERUPAKAN RUANG LINGKUP BAB 11
PENGAKUAN AWAL ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
64
1) Untuk pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada entitas lain, piutang diakui pada nilai kini kas yang
dapat diterima (termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok) dari entitas tersebut.
2) Untuk barang yang dijual kepada pelanggan dengan kredit jangka pendek, piutang diakui pada jumlah yang
tidak didiskonto atas kas yang dapat diterima dari entitas tersebut, yang pada umumnya merupakan harga
penagihan (invoice price).
3) Untuk item yang dijual kepada pelanggan untuk kredit bebas bunga dua tahun, piutang diakui pada harga
jual kas kini untuk item tersebut. Jika harga jual kas kini tidak diketahui, dapat diestimasi sebagai nilai kini
kas yang dapat diterima yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk piutang
serupa.
4) Untuk pembelian secara kas atas saham biasa entitas lain, investasi diakui pada jumlah kas dibayar untuk
memperoleh saham.
PENGAKUAN AWAL ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
65
Contoh – liabilitas keuangan
1) Untuk pinjaman yang diterima dari bank, pada pengakuan awal utang diakui sebesar nilai kini kas terutang
ke bank (sebagai contoh, termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok).
2) Untuk barang yang dibeli dari pemasok dengan kredit jangka pendek, utang diakui sebesar jumlah utang ke
pemasok yang tidak didiskontokan, yang pada umumnya merupakan harga penagihan.
11.13. Pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukurnya pada harga transaksi
(termasuk biaya transaksi kecuali dalam pengukuran awal aset keuangan dan liabilitas keuangan yang setelah
pengakuan awal diukur pada nilai wajar melalui laba rugi)
PENGUKURAN SELANJUTNYA
66
11.14. Pada akhir setiap periode pelaporan, entitas mengukur instrumen keuangan sebagai berikut, tanpa
pengurangan biaya transaksi yang mungkin terjadi pada penjualan atau pelepasan lainnya:
(a) instrumen utang yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(b) diukur pada biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset
lancar atau liabilitas jangka pendek diukur pada jumlah kas yang tidak didiskontokan
(b) komitmen untuk menerima pinjaman yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(c) diukur pada biaya
perolehan (yang terkadang nihil) dikurangi penurunan nilai.
PENGUKURAN SELANJUTNYA
67
(c)investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau
saham preferen tanpa opsi jual diukur sebagai berikut (paragraf 11.27 – 11.32 menyediakan pedoman
pada nilai wajar):
• (i) jika saham diperdagangkan secara publik atau nilai wajar saham tersebut dapat diukur secara andal tanpa
biaya atau usaha yang berlebihan, investasi diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui
dalam laba rugi; dan
• (ii) seluruh bentuk investasi lainnya diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Pengukuran Nilai Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan atau
Biaya Perolehan Diamortisasi
68
11.21. Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi. Jika terdapat bukti objektif
penurunan nilai, entitas langsung mengakui kerugian penurunan nilai dalam laba rugi.
11.22. Bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset mengalami penurunan nilai mencakup data
observasian, yang menjadi perhatian pemegang aset, mengenai peristiwa kerugian berikut:
• (a) kesulitan keuangan signifikan dari penerbit atau obligor;
• (b) pelanggaran kontrak, seperti gagal bayar atau keterlambatan dalam pembayaran bunga atau pokok;
• (c) kreditor memberikan konsesi kepada debitur, yang tidak akan dipertimbangkan oleh kreditur jika bukan,
karena alasan ekonomik atau legal yang terkait dengan kesulitan keuangan debitur;
• (d) terdapat kemungkinan besar debitur akan mengalami kebangkrutan atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya; atau
• (e) data observasian mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur dalam estimasi arus kas masa
depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset tersebut, walaupun penurunan belum dapat
diidentifikasikan dengan aset keuangan individual dalam kelompok, seperti kondisi ekonomik nasional atau
lokal yang memburuk atau perubahan yang memburuk dalam kondisi industri.
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Untuk Instrumen
Keuangan
69
• 11.41. Entitas mengungkapkan jumlah tercatat setiap kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan berikut
pada tanggal pelaporan, dalam total jumlah, baik dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas
laporan keuangan:
a) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 11.14(c)(i) dan paragraph 12.8 dan 12.9);
b) aset keuangan yang merupakan instrumen utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf
11.14(a));
c) aset keuangan yang merupakan instrumen ekuitas diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai
(paragraf 11.14(c)(ii) dan paragraf 12.8 dan 12.9);
d) liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 12.8 dan 12.9);
e) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf 11.14(a)); dan
f) komitmen pinjaman diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai (paragraph 11.14(b)).
BAB 12
ISU TERKAIT INSTRUMEN KEUANGAN LAIN
70
• 12.7. Pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukurnya pada nilai wajar,
yang umumnya merupakan harga transaksi.
• 12.8. Pada akhir setiap periode pelaporan, entitas mengukur seluruh instrumen keuangan dalam ruang
lingkup Bab 12 berdasarkan nilai wajar dan mengakui perubahan nilai wajar dalam laba rugi, kecuali sebagai
berikut:
a) beberapa perubahan dalam nilai wajar atas instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai
yang telah ditetapkan disyaratkan untuk diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam paragraf 12.23;
dan
b) instrumen ekuitas yang tidak diperdagangkan secara publik dan yang nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal tanpa biaya atau usaha yang berlebihan dan kontrak yang terkait dengan instrumen
tersebut yang, jika dilaksanakan, akan mengakibatkan penyerahan instrumen tersebut, diukur pada biaya
perolehan dikurangi penurunan nilai.
IFRS 9 – Financial Instrument
Category of Financial Instrument
Secondary Financial Instruments
Derivatives
Receivables
Derivatives
Payable
71
IFRS 9 – Financial Instrument
What is Derivatives?
is a contract between two or more parties, and the derivative derives its price
from fluctuations in the underlying asset.
72
Purposes of
Derivatives Speculative
Hedging
73
AKUNTANSI LINDUNG NILAI
74
• 12.16. Untuk memenuhi syarat akuntansi lindung nilai, entitas mematuhi seluruh ketentuan berikut:
• (a) entitas menentukan dan mendokumentasikan hubungan lindung nilai sehingga dapat diidentifikasi secara
jelas: (i) risiko yang dilindung nilai, (ii) item lindung nilaian dan (iii) instrumen lindung nilai dan risiko dalam
item lindung nilaian merupakan risiko yang dilindung nilai oleh instrumen lindung nilai.
• (b) risiko lindung nilaian (hedged risk) adalah salah satu risiko yang diatur dalam paragraph 12.17.
• (c) instrumen lindung nilai adalah seperti yang diatur dalam paragraf 12.18.
• (d) entitas memperkirakan instrumen lindung nilai sangat efektif dalam menutup kerugian risiko lindung
nilaian yang ditetapkan. Efektivitas lindung nilai adalah sejauh mana perubahan dalam nilai wajar atau arus
kas dari item lindung nilaian yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilaian dapat saling hapus dengan
perubahan nilai wajar atau arus kas dari instrumen lindung nilai.
AKUNTANSI LINDUNG NILAI
75
• 12.17. Standar ini mengizinkan akuntansi lindung nilai hanya untuk risiko berikut:
a) risiko suku bunga instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
b) risiko valuta asing atau risiko suku bunga dalam komitmen pasti atau prakiraan transaksi (forecast
transaction) yang sangat mungkin terjadi (highly probable);
c) risiko harga komoditas yang dimiliki entitas atau dalam komitmen pasti atau prakiraan transaksi yang sangat
mungkin terjadi untuk membeli atau menjual komoditas; dan
d) risiko kurs valuta asing dalam investasi neto dalam kegiatan usaha luar negeri.
SAK ETAP Terkait Instrumen Keuangan
76
• SAK ETAP bab 10 mengenai ‘Investasi pada Efek Tertentu’
• Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok
tersedia untuk dijual (termasuk efek yang diklasifikasikan sebagai
aset lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang
disajikan secara terpisah, dan tidak boleh diakui sebagai
penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut dapat
direalisasi. Baik PSAK 71 atau SAK ETAP, OCI dapat muncul dari
investasi di kategori tersedia untuk dijual.
Perbedaan Instrumen Keuangan PSAK, ETAP,
& SAK Entitas Privat
77
BAB 20 -
SEWA
78
•20.1. Bab ini mencakup akuntansi untuk seluruh sewa selain:
a) sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam dan sumber daya serupa yang
• tidak dapat diperbarui (lihat Bab 34 Kegiatan Khusus);
b) perjanjian lisensi untuk item seperti film, rekaman video, karya panggung, manuskrip, hak paten, dan hak
cipta (lihat Bab 18 Aset Takberwujud selain Goodwill);
c) pengukuran properti yang dikuasai oleh penyewa yang dicatat sebagai properti investasi dan pengukuran
properti investasi yang disediakan oleh pesewa yang dicatat sebagai sewa operasi (lihat Bab 16 Properti
Investasi);
d) pengukuran aset biologis yang dikuasai oleh penyewa yang dicatat sebagai sewa pembiayaan dan aset
biologis yang disediakan oleh pesewa yang dicatat sebagai sewa operasi (lihat Bab 34);
e) sewa yang dapat menyebabkan kerugian bagi pesewa atau penyewa sebagai akibat dari persyaratan
kontraktual yang tidak terkait perubahan dalam harga aset sewaan, perubahan kurs valuta asing,
perubahan pembayaran sewa berdasarkan suku bunga pasar variabel (variable market interest rates), atau
gagal bayar oleh salah satu dari pihak lawan (lihat paragraf 12.3(f)); dan
f) sewa operasi yang bersifat memberatkan
KLASIFIKASI SEWA
79
•20.4. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi
jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.
•20.5. Klasifikasi sewa sebagai pembiayaan atau sewa operasi tergantung pada substansi transaksi dan bukan
pada bentuk kontraknya. Contoh dari situasi yang secara individual atau kombinasi yang pada umumnya
mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:
a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa pada akhir masa sewa;
b) penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang diperkirakan cukup rendah dibandingkan
nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa
opsi tersebut akan dilaksanakan;
c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset meskipun hak milik tidak dialihkan;
d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati seluruh
• nilai wajar aset sewaan; dan
e) aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar.
Sewa Pembiayaan
80
•20.6. Indikator dari situasi yang secara individual ataupun kombinasi dapat juga menunjukkan bahwa sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:
a) jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan pembatalan tersebut
• ditanggung oleh penyewa;
b) keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai residual aset sewaan dibebankan kepada penyewa (sebagai
contoh, dalam bentuk potongan harga rental yang sama dengan Sebagian besar hasil penjualan pada akhir
sewa): dan
c) penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan harga sewa yang
• secara substansial lebih rendah daripada harga pasar sewa.
Sewa Pembiayaan SAK-EP vs SAK ETAP
81
SAK Entitas Privat
Individual atau kombinasi
a)
b)
c)
d)
e)
sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa
pada akhir masa sewa;
penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga
yang diperkirakan cukup rendah dibandingkan nilai wajar
pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga
pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi tersebut
akan dilaksanakan;
masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik
aset meskipun hak milik tidak dialihkan;
pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa
minimum secara substansial mendekati seluruh nilai
wajar aset sewaan; dan
aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang
dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar.
•SAK ETAP
•Jika memenuhi salah satu :
a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa pada
akhir masa sewa;
b) penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang
diperkirakan cukup rendah dibandingkan nilai wajar
pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan,
sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa
opsi tersebut akan dilaksanakan;
c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik
aset meskipun hak milik tidak dialihkan yaitu masa
sewa ≥ 75% umur ekonomis aset sewaan.
d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa
minimum secara substansial mendekati seluruh nilai
wajar aset sewaan yaitu pembayaran sewa minimum
≥ 90% nilai wajar aset sewaan
e) aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat
menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar.
Syarat Financial Lease
SAK ETAP
• Lease term ≥ 75%
asset’s useful life
• MLP ≥ 90% of
asset’s fair value
• MLP = Minimum Lease Payment (Nilai
Sekarang dari Pembayaran sewa)
SAK-EP
• Lease term is
MAJOR PART of
asset’s useful life
• MLP is
SUBSTANTIALLY
ALL of asset’s fair value
Professional 74
Spirit PSAK 73, setiap sewa merupakan sewa pembiayaan,
kecuali :
Sewa aset bernilai-rendah
Sewa jangka-pendek
≤ 12 bulan dan tidak
mengandung opsi
beli
Jika menerapkan opsi pengecualian ini, maka sewa diperlakukan serupa dengan sewa
operasi dan menerapkan persyaratan pengungkapan dalam paragraf 53(c) dan 53(d).
Contoh: laptop,
HP
, furnitur
kantor
(Paragraf 05–08 dan PP03–PP08)
Penentuan
masa sewa
 cukup
pasti
Berdasarka
n kelas aset
pendasar
Berdasarka
n sewa-per-
sewa
83
Aset pendasar tidak
memiliki ketergantungan
atau interelasi yang tinggi
dengan aset lain
Bernilai-rendah ketika
baru, tanpa
memperhatikan
materialitas
PSAK 73 - SEWA
PSAK 72 : Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan
Ahalik, SE, Ak, M.Si, M.Ak, CMA, CPMA, CPSAK, CPA,
DipIFR, Asean CPA, CA
84
PSAK
a.PSAK 34: Kontrak Konstruksi (IAS 11 Construction Contracts);
b.PSAK 23: Pendapatan (IAS 18 Revenue);
ISAK
c. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan (IFRIC 13 Customers Loyalty
Programmes);
d.ISAK 21: Perjanjian Konstruksi Real Estat (IFRIC 15 Agreements for the
Construction of Real Estate);
c. ISAK 27: Pengalihan Aset Dari Pelanggan (IFRIC 18 Transfers of Assets
from Customers); dan
3
PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat PPSAK 7: Pencabutan PSAK 44:
Akuntansi Aktivitas Pengembangan
Real Estat akan berlaku efektif
bersamaan dengan tanggal efektif
PSAK 72
PSAK & ISAK
Terdampak
Dicabut
dengan
PSAK 72
85
PSAK 72 diterapkan untuk seluruh kontrak pelanggan, kecuali:
Ruang
Lingkup
4
1
• kontrak dalam ruang lingkup sewa (PSAK 73);
2
• kontrak asuransi (PSAK 74);
3
• instrumen keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual lain
(PSAK 71; PSAK 65; PSAK 66; PSAK 15; PSAK 4)
4
• pertukaran nonmoneter antara entitas dalam lini bisnis yang sama
untuk memfasilitasi penjualan pelanggan atau pelanggan
potensial.
86
• PSAK 72 merupakan adopsi atas Revenue from contracts
with customers effective 2018, kecuali:
• Item terkait dengan IFRS 16 Leases  hak
penggunaan aset
• Tanggal efektif dan penarikan standar yang telah ada
• Standar ini bersifat principles based
• Standar komprehensif karena mengatur semua jenis
Pendapatan yang terkait dengan kontrak pelanggan
sehingga menghilangkan standar yang lain.
87
5 Steps Model untuk Mengakui
Pendapatan
Sumber: www.ifrs.org
5
Langkah 1
Mengidentifikasi
kontrak dengan
pelanggan
Langkah 2
Mengidentifikasi
kewajiban
pelaksanaan
yang terdapat
dalam kontrak
Kontrak atau
kombinasi kontrak
Harga transaksi dalam
kontrak
Langkah 3
Menentukan harga
transaksi
Kewajiban
pelaksanaan
1
Kewajiban
pelaksanaan
2
Harga
transaksi
dialokasikan
ke kewajiban
pelaksanaan 1
Harga
transaksi
dialokasikan
ke kewajiban
pelaksanaan
2
Mengakui
pendapatan
Mengakui
pendapatan
Langkah 4
Mengalokasikan harga
transaksi ke kewajiban
pelaksanaan dalam
kontrak
Langkah 5
Mengakui pendapatan
ketika (atas selama) entitas
menyelesaikan kewajiban
pelaksanaan
88
Kisruh Laporan Garuda Indonesia
2018
89
Step 1 :
Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan.
Garuda Indonesia membuat kontrak per 31 Okt 2018 dengan PT.
Mahata.
Kontrak menyangkut pemasangan Wi-fi di pesawat Garuda Group
(Garuda, Citilink, Sriwijaya)
Kisruh Laporan Garuda Indonesia
2018
90
Step 2 :
Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan yang terdapat dalam
kontrak.
PT. mahata berhak memasang wifi di pesawat2 Garuda Group,
berkewajiban memperbaiki dan memelihara.
Garuda berkewajiban memberikan hak atas hal itu.
Kisruh Laporan Garuda Indonesia
2018
91
Step 3 :
Menentukan harga transaksi.
Garuda akan mendapatkan fee selama 15 tahun kontrak $239.940.000.
Kisruh Laporan Garuda Indonesia
2018
92
Step 4 :
Mengalokasikan harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan dalam
kontrak.
Fee per tahun kontrak = $239.940.000 / 15 = $15.966.000
Kisruh Laporan Garuda Indonesia
2018
93
Step 5 :
Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas menyelesaikan
kewajiban pelaksanaan.
Pendapatan yg seharusnya diakui Garuda di 2018 : 2/12 x 15.996.000 =
$2.666.000.
Jurnal yang dibuat Garuda per 31 Desember 2018 :
a. A/R (dr) $239.940.000, Revenue (Cr) $239.940.000
b. Cash (dr) $6.806.000, A/R (cr) $6.806.000
94
5. Mengakui Pendapatan Ketika (atau Selama)
Entitas Menyelesaikan Kewajiban Pelaksanaan
(paragraf 31).
15
Pendapatan diakui pada
waktu tertentu (at a point in time)
Pendapatan diakui
sepanjang waktu (over time)
Jika tidak memenuhi kriteria over time,
pendapatan diakui pada saat pengalihan
pengendalian
Entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban
kinerja dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada
pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh
pengendalian atas aset
95
Kriteria Pendapatan Diakui Secara Over Time, jika
satu dari kriteria berikut terpenuhi:
96
16
•pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang
disediakan oleh kinerja entitas saat entitas melaksanakan
kewajiban pelaksanaannya tersebut (lihat paragraf PP03-PP04);
•kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan sebagai aset
yang diciptakan atau ditingkatkan (lihat paragraf PP05);
•kinerja entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan
alternatif terhadap entitas (lihat paragraf 36) dan entitas memiliki
hak yang dapat dipaksakan untuk pembayaran kinerja yang
diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu (lihat paragraf 37).
• Jika kewajiban pelaksanaan tidak diselesaikan sepanjang waktu sesuai dengan
paragraf 35-37, maka entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan pada waktu
tertentu. Untuk menentukan waktu tertentu di mana pelanggan memperoleh
pengendalian atas aset yang dijanjikan dan entitas menyelesaikan kewajiban
pelaksanaan, entitas mempertimbangkan persyaratan pengendalian dalam
paragraf 31-34.
• Sebagai tambahan, entitas mempertimbangkan indikator pengalihan
pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, hal berikut:
• Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset
• Pelanggan memiliki memiliki hak kepemilikan legal atas aset
• Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset
• Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset
• Pelanggan telah menerima aset
97
Kewajiban Pelaksanaan yang Diselesaikan Pada Waktu
Tertentu (Performance Obigation At a Point In Time)
Penyajian dan
Pengungkapan
98
• Entitas menyajikan kontrak dalam laporan posisi keuangan sebagai aset
kontrak atau liabilitas kontrak, bergantung pada hubungan antara kinerja
entitas dan pembayaran pelanggan. Entitas menyajikan hak tanpa
syarat terhadap imbalan secara terpisah sebagai piutang.
• Entitas mengungkapkan informasi kualitatif dan kuantitatif tentang
seluruh hal berikut:
• kontrak dengan pelanggan (lihat paragraf 113-122);
• pertimbangan signifikan dan perubahan dalam pertimbangan, dibuat
dalam menerapkan Pernyataan ini terhadap kontrak tersebut
(lihat paragraf 123-126); dan
• aset yang diakui dari biaya untuk memperoleh atau memenuhi
kontrak dengan pelanggan sesuai dengan paragraf 91 atau 95
(lihat paragraf 127-128).
Pengakuan Pendapatan Industri Real Estat
99
Menurut PSAK 44 (Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat) :
a. Pondasi bangunan telah selesai.
b.Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari
harga jual.
c.Jumlah pendapatan penjualan dan biaya
unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Kriteria di atas tidak tercantum dalam PSAK 72
Pengakuan Pendapatan Industri Real Estat
10
0
• Bagaimana pengakuan pendapatan industry Real Estat di PSAK 72?
• https://ekonomi.bisnis.com/read/20190808/47/1134399/rei-psak-
72-masih-bermasalah
Bab 23 SAK EP - Pendapatan
10
1
•Bab ini diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi
dan peristiwa berikut:
a) penjualan barang (baik diproduksi oleh entitas untuk tujuan penjualan
atau dibeli untuk dijual kembali);
b) penyediaan jasa;
c) kontrak konstruksi di mana entitas adalah kontraktor; dan
d) penggunaan oleh pihak lain atas aset entitas yang menghasilkan bunga, royalti
atau dividen
SAK EP – Pengukuran Pendapatan
• Entitas mengukur pendapatan pada nilai wajar
imbalan yang diterima atau dapat diterima.
Nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat
diterima memperhitungkan jumlah diskon
usaha, diskon pelunasan cepat dan rabat
volume yang diizinkan oleh entitas.
• Ketika
arus
ditangguhkan,
masuk kas atau setara kas
dan pengaturan merupakan
transaksi pembiayaan, maka nilai wajar imbalan
adalah nilai kini dari seluruh penerimaan masa
depan yang ditentukan menggunakan suku bunga
tersirat (imputed rate of interest). 94
SAK EP - PENJUALAN BARANG
103
Entitas mengakui pendapatan dari penjualan barang jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
a) entitas telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan
kepada
pembeli;
b) entitas tidak memiliki keterlibatan manajerial yang berlanjut sampai pada tingkatan
yang biasanya terkait dengan kepemilikan atau pengendalian efektif atas barang yang dijual;
c) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;
d) kemungkinan besar manfaat ekonomik yang terkait dengan transaksi akan mengalir ke
entitas; dan
e) biaya yang telah atau akan terjadi dalam kaitannya dengan transaksi dapat diukur secara andal.
SAK EP - PENYEDIAAN JASA
104
Jika hasil transaksi yang melibatkan penyediaan jasa dapat diestimasi secara andal, maka entitas
mengakui pendapatan yang terkait dengan transaksi dengan merujuk pada tahap penyelesaian dari
transaksi pada akhir periode pelaporan (terkadang disebut sebagai metode persentase
penyelesaian). Hasil suatu transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut
terpenuhi:
a) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;
b) kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomik terkait dengan transaksi akan mengalir kepada
entitas;
c) tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan
d) biaya yang terjadi untuk transaksi dan biaya penyelesaian transaksi dapat diukur secara andal.
SAK EP - KONTRAK KONSTRUKSI
105
• Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal,
maka entitas mengakui pendapatan kontrak dan biaya
kontrak yang terkait dengan kontrak konstruksi masing –
masing sebagai pendapatan dan beban yang merujuk ke
tingkat penyelesaian aktivitas kontrak pada akhir periode
pelaporan (seringkali disebut sebagai metode persentase
penyelesaian).
SAK EP - BUNGA, ROYALTI, DAN DIVIDEN
106
Entitas mengakui pendapatan yang timbul dari penggunaan aset entitas
oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen atas dasar
jika:
a) kemungkinan besar manfaat ekonomik yang terkait dengan transaksi
akan mengalir kepada entitas; dan
b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
Entitas mengakui pendapatan dengan dasar berikut:
c) bunga diakui menggunakan metode suku bunga efektif
d) royalti diakui dengan menggunakan dasar akrual sesuai dengan
substansi dari perjanjian yang relevan; dan
c) dividen diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima
pembayaran ditetapkan.
SAK EP - Perjanjian Konstruksi Real Estat
107
Entitas yang melakukan konstruksi real estat, secara langsung atau melalui
subkontraktor, dan menyepakati perjanjian dengan satu atau lebih pembeli
sebelum konstruksi tersebut selesai, mencatat perjanjian sebagai penjualan jasa,
menggunakan metode persentase penyelesaian, hanya jika:
a) pembeli dapat menentukan elemen struktural utama dari desain real
estat sebelum konstruksi dimulai dan/atau menentukan perubahan struktural
utama ketika konstruksi sedang berlangsung (terlepas dari apakah pembeli
melakukan hal tersebut atau tidak); atau
b) pembeli memperoleh dan memasok material konstruksi dan entitas
hanya menyediakan jasa konstruksi.
Jika entitas disyaratkan untuk menyediakan jasa bersama dengan material
konstruksi untuk melaksanakan kewajiban kontraktualnya untuk menyerahkan real
estat kepada pembeli, perjanjian dicatat sebagai penjualan barang. Dalam kasus
ini, pembeli tidak memperoleh pengendalian atau risiko dan manfaat signifikan
kepemilikan atas pekerjaan dalam proses dalam kondisi kini sejalan dengan
kemajuan konstruksi. Sebagai gantinya, pengalihan hanya terjadi pada saat
penyerahan real estat yang telah selesai kepada pembeli.
SAK EMKM (Entitas Mikro, Kecil, dan
Menengah)
108
SAK EMKM
109
SAK EMKM
110
SAK EMKM
111
SAK EMKM – Aset dan
Liabilitas
112
SAK EMKM – Aset dan
Liabilitas
113
SAK EMKM – Aset dan
Liabilitas
114
SAK EMKM – Liabilitas dan
EKuitas
115
SAK EMKM – Pendapatan
116
SAK EMKM –
Sewa
117
14.13. Pembayaran sewa diakui sebagai beban sewa
berdasarkan metode garis lurus selama masa sewa
BAB 35
118
KETENTUAN TRANSISI SAK ENTITAS PRIVAT
35.6. Paragraf 3.14 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan, dalam satu set
laporan keuangan lengkap, informasi komparatif periode sebelumnya untuk seluruh
jumlah moneter yang disajikan dalam laporan keuangan, serta informasi naratif dan
deskriptif komparatif tertentu. Entitas dapat menyajikan informasi komparatif
berkaitan dengan lebih dari satu periode sebelumnya yang dapat diperbandingkan.
Sebagai akibatnya, tanggal transisi entitas ke SAK Entitas Privat adalah awal
periode paling awal di mana entitas menyajikan informasi komparatif secara penuh
sesuai dengan Standar ini dalam laporan keuangan pertamanya yang sesuai dengan
Standar ini.
Pengecualian Retrospektif
119
• 35.9. Pada saat pertama kali mengadopsi Standar ini, entitas tidak mengubah secara retrospektif akuntansi
yang diterapkan berdasarkan kerangka pelaporan keuangan sebelumnya untuk transaksi berikut ini:
• (a) penghentian pengakuan aset keuangan dan liabilitas keuangan.
•Aset dan liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya berdasarkan kerangka akuntansi sebelum tanggal
transisi, tidak diakui pada saat adopsi SAK Entitas Privat. Sebaliknya, untuk aset dan liabilitas keuangan yang
seharusnya dihentikan pengakuannya berdasarkan SAK Entitas Privat dalam transaksi yang terjadi sebelum
tanggal transisi, namun tidak dihentikan pengakuannya berdasarkan kerangka akuntansi sebelumnya, entitas
dapat memilih (a) untuk menghentikan pengakuan aset dan liabilitas keuangan pada saat adopsi SAK Entitas
Privat atau (b) melanjutkan pengakuan aset dan liabilitas keuangan tersebut sampai dilepaskan atau
diselesaikan.
• (b) akuntansi lindung nilai.
•Entitas tidak mengubah akuntansi lindung nilai sebelum tanggal transisi ke SAK Entitas Privat untuk hubungan
lindung nilai yang tidak lagi ada pada tanggal transisi. Untuk hubungan lindung nilai yang masih ada pada
tanggal transisi, entitas mengikuti persyaratan akuntansi lindung nilai pada Bab 12 Isu Terkait Instrumen
Keuangan Lain, termasuk persyaratan untuk menghentikan akuntansi lindung nilai untuk hubungan lindung
nilai yang tidak memenuhi kondisi pada Bab 12.
Pengecualian Retrospektif
120
• (c) estimasi akuntansi.
• (d) operasi yang dihentikan.
• (e) pengukuran kepentingan nonpengendali. Persyaratan paragraf 5.6
untuk mengalokasikan laba rugi dan total penghasilan komprehensif
antara kepentingan nonpengendali dan pemilik entitas induk
diterapkan secara prospektif sejak tanggal transisi ke SAK Entitas
Privat (atau dari tanggal yang lebih awal sejak Standar ini diterapkan
untuk menyajikan kembali kombinasi bisnis - lihat paragraf 35.10
(a)).
Pengecualian Retrospektif
121
• (f) Pinjaman Pemerintah.
• Pengadopsi pertama kali menerapkan persyaratan dalam Bab 11
Instrumen Keuangan Dasar, Bab 12 dan Bab 24 Hibah Pemerintah
secara prospektif untuk pinjaman pemerintah yang ada pada tanggal
transisi ke Standar ini. Sebagai akibatnya, jika pengadopsi pertama
kali, berdasarkan standar sebelumnya, tidak mengakui dan mengukur
pinjaman pemerintah dengan dasar yang konsisten dengan Standar
ini, maka entitas menggunakan jumlah tercatat pinjaman
berdasarkan standar sebelumnya pada tanggal transisi ke Standar ini
sebagai jumlah tercatat pinjaman pada tanggal tersebut dan tidak
mengakui manfaat dari pinjaman pemerintah dengan tingkat bunga di
bawah pasar sebagai hibah pemerintah.
Pilihan
122
• 35.10. Entitas dapat menggunakan satu atau lebih pengecualian di bawah ini dalam menyusun laporan
keuangan pertama kalinya yang sesuai dengan Standar ini:
• (a) kombinasi bisnis. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk tidak menerapkan Bab 19 Kombinasi
Bisnis dan Goodwill terhadap kombinasi bisnis yang terjadi sebelum tanggal transisi ke Standar ini. Namun,
jika pengadopsi pertama kali menyajikan Kembali suatu kombinasi bisnis untuk mematuhi Bab 19, maka
entitas menyajikan kembali seluruh kombinasi bisnis yang terjadi setelah kombinasi bisnis yang disajikan
kembali tersebut.
• (b) transaksi pembayaran berbasis saham. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan
Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham atas instrumen ekuitas yang diberikan sebelum tanggal transisi ke
Standar ini, atau atas liabilitas yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan
sebelum tanggal transisi ke Standar ini.
Pilihan
123
• 35.10. Entitas dapat menggunakan satu atau lebih pengecualian di bawah ini dalam menyusun laporan
keuangan pertama kalinya yang sesuai dengan Standar ini:
• (a) kombinasi bisnis. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk tidak menerapkan Bab 19 Kombinasi
Bisnis dan Goodwill terhadap kombinasi bisnis yang terjadi sebelum tanggal transisi ke Standar ini. Namun,
jika pengadopsi pertama kali menyajikan Kembali suatu kombinasi bisnis untuk mematuhi Bab 19, maka
entitas menyajikan kembali seluruh kombinasi bisnis yang terjadi setelah kombinasi bisnis yang disajikan
kembali tersebut.
• (b) transaksi pembayaran berbasis saham. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan
Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham atas instrumen ekuitas yang diberikan sebelum tanggal transisi ke
Standar ini, atau atas liabilitas yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan
sebelum tanggal transisi ke Standar ini.
Pilihan
124
• (c) nilai wajar sebagai biaya perolehan (deemed cost). Pengadopsi pertama kali
dapat memilih untuk mengukur item aset tetap, properti investasi atau aset
takberwujud pada tanggal transisi ke Standar ini pada nilai wajarnya dan
menggunakan nilai wajar tersebut sebagai biaya perolehan pada tanggal
tersebut.
• (d) revaluasi sebagai biaya perolehan (deemed cost). Pengadopsi pertama kali
dapat memilih untuk menggunakan revaluasi berdasarkan standar lain
sebelumnya atas item aset tetap pada, atau sebelum, tanggal transisi ke Standar
ini sebagai biaya perolehan pada tanggal revaluasi.
• (e) selisih penjabaran kumulatif. Bab 30 Kurs Penjabaran Valuta Asing
mensyaratkan entitas untuk mengklasifikasikan beberapa selisih penjabaran
sebagai komponen ekuitas tersendiri. Pengadopsi pertama kali dapat memilih
untuk menganggap tidak ada nilai (nol) selisih penjabaran kumulatif untuk
seluruh operasi luar negeri pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat (yaitu ‘awal
baru’ (‘fresh start’)).
Pilihan
125
• (f) laporan keuangan tersendiri. Ketika entitas menyusun laporan
keuangan tersendiri, paragraf 9.26 mensyaratkan entitas untuk
mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan
pengendalian bersama entitas pada salah satu berikut:
• (i) pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai;
• (ii) pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
laba rugi; atau
• (iii) menggunakan metode ekuitas mengikuti prosedur pada paragraf
14.8.
• Jika pengadopsi pertama kali mengukur investasinya sebesar biaya
perolehan, maka entitas mengukur investasi tersebut pada salah satu
dari jumlah berikut pada tanggal transisi:
• (i) biaya perolehan yang ditentukan sesuai dengan Bab 9
Pilihan
126
• (g) instrumen keuangan majemuk. Paragraf 22.13 mensyaratkan entitas untuk membagi
instrumen keuangan majemuk menjadi komponen liabilitas dan ekuitasnya pada tanggal
penerbitan. Pengadopsi pertama kali tidak memisahkan kedua komponen tersebut jika
komponen liabilitas tidak ada lagi pada tanggal transisi ke Standar ini.
• (h) pajak penghasilan tangguhan. Pengadopsi pertama kali dapat menerapkan Bab 29
Pajak Penghasilan secara prospektif sejak tanggal transisi ke SAK Entitas Privat.
• (i) perjanjian konsesi jasa. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan
paragraf 34.12 - 34.16 untuk perjanjian konsesi jasa yang disepakati sebelum tanggal
transisi ke Standar ini.
• (j) aktivitas ekstraktif. Pengadopsi pertama kali yang menggunakan akuntansi biaya
penuh (full cost accounting) berdasarkan standar lain sebelumnya, dapat memilih untuk
mengukur aset minyak dan gas (yang digunakan dalam eksplorasi, evaluasi,
pengembangan atau produksi minyak dan gas) pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat
sebesar jumlah yang ditentukan berdasarkan standar lain sebelumnya tersebut. Entitas
menguji aset tersebut untuk penurunan nilai pada tanggal transisi ke Standar ini sesuai
dengan Bab 27 Penurunan Nilai Aset.
Pilihan
127
• (k) pengaturan yang mengandung sewa. Pengadopsi pertama kali dapat memilih
untuk menentukan apakah suatu pengaturan yang ada pada tanggal transisi ke
SAK Entitas Privat mengandung sewa (lihat paragraf 20.3) berdasarkan fakta dan
keadaan yang ada pada tanggal tersebut, bukan ketika pengaturan tersebut
disepakati.
• (l) liabilitas purnaoperasi (decommissioning) yang termasuk dalam biaya
perolehan aset tetap. Paragraf 17.10 (c) menyatakan bahwa biaya perolehan
item aset tetap mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan item tersebut dan restorasi lokasi di mana item tersebut
berada, di mana kewajiban tersebut timbul ketika item diperoleh atau sebagai
konsekuensi penggunaan item tersebut selama periode tertentu untuk
tujuan selain memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk mengukur komponen
biaya perolehan item aset tetap pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat, dan
bukan pada tanggal ketika kewajiban awalnya muncul.
JIKA TIDAK PRAKTIS RETROSPEKTIF
128
• 35.11. Jika tidak praktis bagi suatu entitas untuk membuat satu atau lebih penyesuaian yang disyaratkan
oleh paragraf 35.7 pada tanggal transisi, entitas menerapkan paragraf 35.7-35.10 untuk penyesuaian
tersebut pada periode paling awal sepanjang praktis untuk dilakukan, dan mengidentifikasi jumlah dalam
laporan keuangan yang belum disajikan kembali. Jika tidak praktis bagi entitas untuk menyediakan
pengungkapan apapun yang disyaratkan oleh Standar ini, termasuk untuk periode komparatif, maka hal
tersebut harus diungkapkan
TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
129
• A1a. Entitas menerapkan Standar ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2025. Penerapan dini diperkenankan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2022. Jika entitas menerapkan Standar ini untuk periode yang lebih dini, maka entitas mengungkapkan fakta
tersebut.
• A1b. SAK Entitas Privat ini menggantikan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
efektif per 1 Januari 2025
Latar belakang SAK EMKM
•SAK ETAP masih terlalu rumit untuk entitas mikro
•UU 1 / 2013 tentang lembaga keuangan Mikro
(LKM) yang meminta LKM harus membuat
laporan keuangan sesuai SAK.
Ruang Lingkup EMKM
•UNDANG-UNDANG REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008
TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN
MENENGAH
•SAK EMKM disahkan pada 24 Oktober
2016
Entitas Mikro
• Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau
badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
• Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut:
• a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta
rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
• b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah).
Usaha Kecil
•Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang
berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan
atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung
maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau
Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini
Usaha Kecil
• Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut: a. memiliki kekayaan
bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
• memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah).
Usaha Menengah
•Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif
yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang
perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung
maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau
Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam
UndangUndang ini.
Usaha Menengah
• Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:
• a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha; atau
• b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari
Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima
puluh milyar rupiah).
Perbedaan
Perbedaan SAK UMUM SAK ETAP SAK EMKM
Pengguna Perusahaan yang
memiliki akuntabilitas
signifikan (contoh:
perusahaan public)
Entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas
signifikan
Untuk entitas mikro,
kecil menengah yang
memenuhi persyaratan
Konsep & prinsip
pervasive
Karakteristik kulitatif :
dibagi 2 (karakter
kualitatif -> relevan dan
penyajuan jujur) dan
karakteristik penguat
Dapt dipahami, relevan,
materialitas, leandalan,
sunstansi menggunguli
bentuk, kehati hatian,
kelangkapan,
keterbandingan, tepat
waktu,
Mengacu kerangka
konseptual pelaporan
keuangan, Sama
dengan umum
Konsep pengukuran Biaya historis, biaya
kini, nilai realisasi/
penyelesaian, dan nilai
sekarang
Pengukuran historis
dan nilai wajar
Biaya historis
Perbedaan
Perbedaan SAK UMUM SAK ETAP SAK EMKM
Laporan Posisi
Keuangan
Asset, Liabiliti, Ekuitas
(termasuk OCI)
Tidak ada OCI Tidak ada OCI
Laporan Laba Rugi Boleh digabung Lap. LR
dengan perubahan
ekuitas bila perubahan
ekuitas krn deviden
saja.
- Laporan arus kas
hanya disyarakan
menggunakan metode
tidak langsung
Tidak harus ada
laporan perubahan
ekuitas
- Tidak harus ada arus
kas.
- SAK EMKM Lap
posisi keuangan dan
LR = lengkap
CALK Lebih sederhana Lebih sederhana
Pajak Penghasilan Ada current tax (beban
pajak kini) dan beban
pajak tangguhan
(deffered tax)
Hanya current tax yang
harus dibayar dan tax
payable
Pajak = beban pada
periode berjalan
Perbedaan
Perbedaan SAK UMUM SAK ETAP SAK EMKM
Persediaan LCNRV
FIFO & Average
LCNRV
FIFO & Average
Hanya metode biaya
FIFO & Average
Aset Tetap Substance over form
Metode revaluasi dan
metode biaya
Substance over form
Metode biaya
Dasar kepemilikan
asset
Metode biaya
Penyusutan garis lurus
& DDB saja
Aset tak berwujud Pengukuran dan
pengakuan (dari pihak
luar)
Nilai perolehan + biaya
sampai siap digunakan.
Beberapa biaya dapat
dikapitalisasi
Umur ekonomis bosa
tidak terbatas
Pengukuran dan
pengakuan (dari pihak
luar)
Nilai perolehan + biaya
sampai siap digunakan.
Tidak memperbolehkan
kapitalisasi biaya atas
asset tak berwujud.
Umur maks 10 tahun
Pengukuran dan
pengakuan (dari pihak
luar)
Nilai perolehan + biaya
sampai siap digunakan.
Tidak ada batasan
maks, hanya meminta
disusutkan sepanjang
umur ekonomisnya.

CHAP 11 SAK ETAP & EMKM for Indonesia.pptx

  • 1.
    SAK ETAP &SAK EMKM
  • 3.
    3 pilar standarakuntansi keuangan di Indonesia •Standar Akuntansi Keuangan (SAK)  disebut SAK Umum •Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)  SAK EP Disahkan tanggal 30 Juni 2021 dan efektif 1 Januari 2025 •Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM)
  • 4.
    PSAK Syariah •Setiap entitasyang melakukan transaksi syariah - > maka cara mengakui, mengukur dan menyajikan dan mengungkapkan transaksi tersebut menggunakan SAK Syariah •Apabila non syariah melakukan transaksi syariah pakai SAK syariah 🡪 •Ruang lingkup SAK Syariah bukanlah pada entitas, namun pada transaksi.
  • 5.
    SAK UMUM •Untuk entitasyang mempunyai tanggung jawab public signifikan •Dan •Entitas yang melakukan kegiatan lintas negara
  • 6.
    Latar Belakang SAKETAP •Penerapan PSAK yang mengadopsi IFRS terlalu komplek bagi UKM (usaha kecil menengah) •Awalnya DSAK IAI mempertimbangkan IFRS for SMEs yang dikeluarkan IASB – namum masih terlalu sulit bagi UKM di Indonesia •SAK ETAP efektif 1 januari 2011 (namun berbeda secara signifikan dengan IFRS for SMEs)
  • 7.
    1. Tidak memilikiAkuntabilitas Publik yang signifikan • Akuntabilitas Publik yang signifikan bila: • Mengajukan pada OJK untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal.🡪 Bapepam –LK No. SE-06/BL/2010 ttg larangan pengguna SAK ETAP bagi lembaga pasar modal, termasuk emiten, entitas public, manajer investasi, sekuritas asuransi, reksa dana dan kontrak investasi kolektif • Menguasai asset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pilang dan / atau pedagang efek, dana pension, reksa dana dan bank investasi.
  • 8.
    2. Menerbitkan laporankeuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi penggguna ekternal • Contoh pengguna eksternal : • pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, • kreditur dan • lembaga pemeringkatan kredit.
  • 9.
    Tidak boleh pakaiSAK ETAP a. melakukan kegiatan di pasar modal b. menghimpun dana masyarakat melalui penawaran umum efek di pasar modal (emiten) c. menghimpun dana dari masyarakat kemuadian diinvestasikan dalam bentuk portfoli investasi d. perusahaan publik e. lembaga keuangan non bank
  • 10.
    Exception • Namun, entitasyang mempunyai tanggung jawab public signifikan dapat menggunakan SAK ETAP apabila diijinkan oleh regulator • Contoh: Bank Perkreditan Rakyat  diizinkan oleh BI menggunakan SAK ETAP mulai 1 januari 2010 sesuai dengan SE No. 11/37/DKBU tanggal 31 dec 2009
  • 11.
    SAK EP 11 • Ditujukanuntuk digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal. • Terdiri dari 35 bab • Merupakan adopsi dari IFRS for SMEs (IFRS for SMEs versi 2015 yang berlaku efektif 1 Januari 2017). • Berlaku efektif tanggal 1 Januari 2025, penerapan dini diperkenankan. • SAK EP Disahkan pada 30 Juni 2021.
  • 12.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 12 SAK Entitas Privat 1. Memperkenalkan dan menjelaskan secara detail konsep biaya atau usaha yang berlebihan (undue cost or effort) 2. Aset kontinjensi dan liabilitas kontinjensi 3. Total penghasilan komprehensif SAK ETAP 1. Hanya menjelaskan secara ringkas tentang keseimbangan antara biaya dan manfaat; 2. Kewajiban diestimasi dan Kontinjensi 3. Tidak ada
  • 13.
    Undue cost oreffort 13 • The term “undue” implies that costs or efforts involved are inappropriate or excessive. In practice, this means that if the costs (such as fees for valuation services) or the efforts (like extensive labor by employees) significantly outweigh the benefits that users or financial statements would derive, it may be considered “undue” • Management must exercise professional judgement to assess whether the costs and efforts are indeed excessive.
  • 14.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 14 SAK Entitas Privat 4. Terdapat aset atau liabilitas pajak tangguhan serta kepentingan non pengendali 5. Opsi saham 6. Rencana pelepasan kelompok aset dan liabilitas SAK ETAP 4. Tidak ada 5. Tidak ada 6. Tidak ada
  • 15.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 15 SAK Entitas Privat 7. Terdapat contoh arus kas dari aktivitas investasi dengan penerimaan (pengeluaran) kas dari futures contract, forward contract, option contract, dan swap. 8. Jika entitas sulit untuk membedakan apakah perubahan tersebut merupakan perubahan dalam kebijakan akuntansi atau perubahan dalam estimasi akuntansi, maka perubahan tersebut diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Memperkenankan entitas untuk mempertimbangkan persyaratan dan panduan dalam SAK. SAK ETAP 7. Tidak ada 8. Memperkenankan manajemen untuk mempertimbangkan persyaratan dan panduan dalam PSAK nonETAP serta pengaturan terkini dari badan penyusun standar lain yang menggunakan mengembangkan kerangka standar serupa akuntansi, untuk literatur akuntansi lain dan praktik industri yang diterima umum sepanjang tidak bertentangan dengan persyaratan maupun dalam konsep dan prinsip pervasif dalam SAK ETAP.
  • 16.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 16 SAK Entitas Privat 9. Bab 13 persediaan secara tegas mengecualikan aset biologis dan persediaan yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual melalui laba rugi yang dimiliki oleh (a) produsen produk agrikultur dan kehutanan dan mineral, dan (b) pialang dan pedagang komoditas, untuk menerapkan Bab 13 ini. 10. Entitas induk mengonsolidasikan entitas anak yang dikendalikannya dengan menyajikan laporan keuangan konsolidasian, sedangkan investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas dicatat dengan menggunakan salah satu metode berikut: (a) model biaya, (b) metode ekuitas, atau (c) model nilai wajar, dan mengatur perlakuan akuntansi untuk entitas yang tidak memiliki pengendalian bersama, atau jika memiliki pengaruh signifikan, dalam ventura bersama SAK ETAP 9. Tidak ada 10. Mengatur pengukuran investasi pada entitas anak dengan menggunakan metode ekuitas, dan investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas menggunakan metode biaya (biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai
  • 17.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 17 SAK Entitas Privat 11. Terdapat laporan keuangan tersendiri 12. Properti investasi menggunakan model biaya atau nilai wajar 13. Entitas dapat memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi untuk kelas aset tetapnya. 14. Aset takberwujud hanya dapat diakui jika aset tidak dihasilkan dari pengeluaran yang yang timbul secara internal untuk item takberwujud, serta mengatur perlakuan akuntansi untuk aset takberwujud yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis dan dari hibah pemerintah. SAK ETAP 11. Tidak ada 12. Pengukuran properti investasi hanya menggunakan model biaya 13. Menggunakan model biaya untuk aset tetap dan penyimpangan dari model ini (revaluasi) hanya diizinkan berdasarkan ketentuan pemerintah. 14. Tidak ada
  • 18.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 18 •SAK Entitas Privat 15. Kriteria sewa pembiayaan dimana salah satu kriterianya adalah major part dan substantially all. 16. Pengaturan provisi dan kontinjensi 17. Dalam hal penurunan nilai aset, menambahkan pengaturan penurunan nilai Goodwill 18. Mnegatur tentang imbalan yang vesting dan belum vesting dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti dan (b) pengakuan dan pengukuran beban imbalan kerja untuk entitas anak, dalam hal entitas induk memberikan imbalan kerja kepada pekerja dari satu atau lebih entitas anak, serta pengungkapannya. SAK ETAP 15. Kriteria sewa pembiayaan yang salah satunya masa sewa >=75% dari masa manfaat aset dan MLP >=90% dari nilai wajar aset 16. Sama 17. Tidak ada 18. Tidak ada
  • 19.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 19 SAK Entitas Privat 19. Mengatur mengenai pajak tangguhan dan hal terkait seperti prinsip pengakuan pajak tangguhan, dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas, perbedaan temporer, pengukuran pajak tangguhan, serta saling hapus pajak kini dan 20. Mengatur investasi neto dalam kegiatan usaha luar negeri dan penjabaran kegiatan usaha luar negeri ke dalam mata uang penyajian entitas (investor). 21. Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan, menambahkan contoh peristiwa nonpenyesuai yang dibuat pengungkapannya antara lain tentang kombinasi bisnis signifikan, penerbitan atau pembelian kembali utang atau instrumen ekuitas entitas, dan perubahan tarif pajak atau peraturan perpajakan yang berpengaruh signifikan pada aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan. SAK ETAP 19. Tidak ada 20. Tidak ada 21. Secara garis besar sama
  • 20.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 20 SAK Entitas Privat 22. Pengungkapan pihak berelasi pengecualian persyaratan menambahkan pengungkapan tertentu sehubungan dengan (a) kekuasaan pemerintah yang mempunyai pengendalian, pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor dan (b) entitas lain yang merupakan pihak berelasi karena pemerintah yang sama mempunyai pengendalian, pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor dan entitas lain tersebut SAK ETAP 22. Secara garis besar sama
  • 21.
    Perbedaan SAK EntitasPrivat dan SAK ETAP 21 SAK Entitas Privat 23. Mengatur : a) Laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri b) Instrumen keuangan tentang lindung nilai c) Kombinasi bisnis dan goodwill d) Hibah pemerintah e) Pembayaran berbasis saham f)Hiperinfla si g)Aktivitas khusus yang mencakup agrikultur, eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral, dan perjanjian konsesi jasa. h) Lampiran laporan keuangan ilustratif dan tabel persyaratan penyajian dan pengungkapan SAK ETAP 23. Tidak ada
  • 22.
    BAB I –ENTITAS PRIVAT 22 • 1.2. Entitas privat adalah entitas yang: (SAMA DENGAN DEFINISI ETAP Bab 1 : Ruang Lingkup) bagi a) tidak memiliki akuntabilitas publik; dan b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal termasuk pemilik yang tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis, kreditor saat ini dan potensial, serta badan pemeringkat kredit. • 1.3. Entitas memiliki akuntabilitas publik jika: (ESENSI SAMA DENGAN DEFINISI SAK ETAP Bab 1 : Ruang Lingkup) a) instrumen utang atau ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik atau entitas sedang dalam proses menerbitkan instrumen tersebut untuk diperdagangkan dalam pasar publik (bursa efek domestik atau bursa efek asing atau pasar over-the-counter, termasuk pasar lokal dan regional); atau b) entitas menguasai aset dalam kapasitas fidusia bagi suatu kelompok pihak luar yang beragam sebagai usaha utamanya (sebagian besar bank, union kredit (koperasi simpan pinjam), perusahaan asuransi, broker/diler sekuritas, reksa dana dan bank investasi memenuhi kriteria kedua
  • 23.
    BAB I –ENTITAS PRIVAT 23 • 1.5a. Entitas yang memiliki akuntanbilitas publik dapat menggunakan SAK Entitas Privat jika otoritas berwenang membuat regulasi yang mengizinkan penggunaan SAK Entitas Privat • 1.6. Entitas anak yang entitas induknya menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), atau merupakan bagian dari kelompok konsolidasian yang menggunakan SAK tidak dilarang menggunakan Standar ini untuk laporan keuangannya sendiri jika entitas anak tersebut memenuhi persyaratan dalam paragraf 1.2 dan 1.5a. (Hal ini tidak tercantum dalam SAK ETAP).
  • 24.
    PERBEDAAN DENGAN IFRSfor SMEs 24 SAK Entitas Privat mengadopsi seluruh pengaturan dalam IFRS for SMEs Section 1 Small and Medium-Sized Entities (IFRS for SMEs versi 2015 yang berlaku efektif 1 Januari 2017), kecuali: 1. IFRS for SMEs paragraf 1.5 tentang deskripsi entitas privat di mana kalimat yang mengatur bahwa dalam hal entitas dengan akuntabilitas publik menggunakan Standar ini, maka laporan keuangannya tidak dapat dinyatakan sebagai patuh terhadap IFRS for SMEs– meskipun jika hukum atau peraturan dalam yurisdiksinya mengizinkan. 2. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik dapat menggunakan SAK Entitas Privat jika otoritas berwenang membuat regulasi yang mengizinkan penggunaan SAK Entitas Privat. 3. Menyesuaikan persyaratan bagi entitas anak yang entitas induknya atau merupakan bagian dari kelompok konsolidasian yang menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) tidak dilarang untuk menggunakan SAK Entitas Privat jika memenuhi persyaratan dalam paragraf 1.2 dan 1.5a, sebagai konsekuensi penambahan paragraf 1.5a.
  • 25.
    PERBEDAAN DENGAN IFRSfor SMEs 25 4. IFRS for SME paragraf 1.7 tentang entitas induk (termasuk entitas pengendali terakhir atau entitas induk antara) yang dapat menilai kelayakannya untuk menggunakan IFRS for SMEs dalam laporan keuangan tersendirinya berdasarkan status entitas induk tersebut tanpa mempertimbangkan apakah entitas kelompok lainnya maupun kelompoknya secara keseluruhan memiliki akuntabilitas publik dan jika entitas induk tidak memiliki akuntabilitas publik dapat menyajikan laporan keuangan tersendirinya sesuai dengan IFRS for SMEs meskipun laporan keuangan konsolidasiannya disusun sesuai dengan full IFRS atau seperangkat GAAP lain. (Induk boleh menggunakan IFRS for SMEs dalam laporan keuangan tersendirinya meskipun anak perusahaan dan laporan keuangan konsolidasi menggunakan full IFRS) Entitas induk yang laporan keuangannya konsolidasiannya tidak memenuhi persyaratan untuk disusun sesuai dengan SAK Entitas Privat, tidak dapat menyajikan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Entitas Privat dan mempertimbangkan tanpa biaya atau usaha yang berlebihan entitas induk tersebut menyajikan laporan keuangan tersendirinya dengan dasar yang sama sesuai dengan penyusunan laporan keuangan konsolidasiannya. (Jika tidak memenuhi kriteria IFRS for SMEs, maka tidak diperkenankan dalam laporan keuangan tersendirinya menggunakan IFRS for SMEs).
  • 26.
    BAB II KONSEP DANPRINSIP PERVASIF 26 SAK Entitas Privat • 2.2. Tujuan laporan keuangan entitas privat adalah untuk menyediakan informasi tentang posisi yang keuangan, kinerja dan arus kas entitas bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomik oleh sejumlah besar pengguna yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. SAK ETAP • 2.1. Sama
  • 27.
    KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASIDALAM LAPORAN KEUANGAN 27 SAK Entitas Privat • Keterpahaman • Relevansi • Materialitas • Keandalan (bebas dari kesalahan material dan bias) • Substansi Mengungguli Bentuk (akan meningkatkan keandalan) • Prudensi (Prudence)  aset atau penghasilan tidak lebih disajikan dan liabilitas atau beban tidak kurang disajikan. • Kelengkapan • Keterbandingan • Ketepatwaktuan • Keseimbangan antara manfaat dan biaya • Biaya atau usaha yang berlebihan SAK ETAP • Dapat dipahami • Relevan • Materialitas • Keandalan • Substansi mengungguli bentuk • Pertimbangan sehat • Kelengkapan • Dapat dibandingkan • Tepat waktu • Keseimbangan antara biaya dan manfaat
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    Fundamental Quality—Faithful Representation Faithfulrepresentation means that the numbers and descriptions match what really existed or happened.
  • 31.
    ASSUMPTIONS 1. Economic entity 2. Goingconcern 3. Monetary unit 4. Periodicity 5. Accrual PRINCIPLES 1. Measurement 2. Revenue recognitio n 3. Expense recognition 4. Full disclosure CONSTRAINTS 1. Cost OBJECTIVE Provide information about the reporting entity that is useful to present and potential equity investors, lenders, and other creditors in their capacity as capital providers. ELEMENTS 1. Assets 2. Liabilities 3. Equity 4. Income 5. Expense s Conceptual Framework for Financial Reporting First level The "why"— purpose of accounting Second level Bridge between levels 1 and 3 Third level The "how"— implementatio n QUALITATIVE CHARACTERISTIC S 1. Fundamenta l qualities 2. Enhancing qualities 31
  • 32.
    LAPORAN POSISI KEUANGAN 32 SAKEntitas Privat 4.2. Laporan posisi keuangan setidaknya mencakup penyajian jumlah dari pos berikut: a) kas dan setara kas; b) piutang usaha dan piutang lainnya; c) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (a), (b), (j) dan (k)); d) persediaan; e) aset tetap; f) properti investasi yang dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai; dan properti investasi yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi; g) aset takberwujud; SAK ETAP 4.2. Neraca minimal mencakup pos-pos berikut : a) kas dan setara kas; b) piutang usaha dan piutang lainnya; c) persediaan; d) Properti investasi (model biaya saja) e) aset tetap; f) aset tidak berwujud;
  • 33.
    LAPORAN POSISI KEUANGAN 33 •SAKEntitas Privat •4.2. Laporan posisi keuangan setidaknya mencakup penyajian jumlah dari pos berikut: h) aset biologis yang dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai; i) aset biologis yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi; j) investasi pada entitas asosiasi; k) investasi pada pengendalian bersama entitas; l) utang usaha dan utang lainnya; m) liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (l) dan (p)); n) liabilitas dan aset untuk pajak kini; o) liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan (selalu diklasifikasikan sebagai tidak lancar); SAK ETAP g) Utang usaha dan utang lainnya; h) Aset dan kewajiban pajak i) Kewajiban diestimasi
  • 34.
    LAPORAN POSISI KEUANGAN 34 SAKEntitas Privat p) Provisi q) Kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian ekuitas secara terpisah dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk; dan r) Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 4.4. Entitas menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar, serta liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang, sebagai klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi keuangan sesuai kecuali jika penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang andal dan lebih relevan. Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka seluruh aset dan liabilitas disajikan berdasarkan urutan perkiraan likuiditasnya. SAK ETAP j) ekuitas
  • 35.
    LAPORAN PENGHASILAN KOMPREHENSIFDAN LAPORAN LABA RUGI 35 SAK Entitas Privat 5.2. Entitas menyajikan total penghasilan komprehensif untuk suatu periode, baik: a) dalam satu laporan penghasilan komprehensif, di mana laporan penghasilan komprehensif tersebut menyajikan seluruh item penghasilan dan beban yang diakui dalam periode tersebut; atau b) dalam dua laporan – laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif – di mana laporan laba rugi menyajikan seluruh item penghasilan dan beban yang diakui pada periode tersebut kecuali yang diakui dalam total penghasilan komprehensif di luar laba rugi sebagaimana diizinkan atau disyaratkan oleh Standar ini. 5.3. Perubahan dari pendekatan laporan tunggal ke pendekatan dua laporan, atau sebaliknya, merupakan perubahan dalam kebijakan akuntansi di mana Bab 10 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan diterapkan SAK ETAP 5.2. Laporan laba rugi memasukkan semua pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain. 5.5. Entitas tidak boleh menyajikan atau mengungkapkan pos pendapatan dan beban sebagai “pos luar biasa”, baik dalam laporan laba rugi maupun dalam catatan atas laporan keuangan.
  • 36.
    Statement of ComprehensiveIncome (A Single Statement) TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 802.500 36 Net Sales 1.985.000 (-) COGS 1.000.000 Gross Profit 985.000 (-) General, Administrative, and Selling Expenses 185.000 Operating Income 800.000 (-) Others expense 100.000 (+) Others income 300.000 (-) Tax (25%) 250.000 OCI : OCI from equity method (associate or Joint Control) 10.000 Will not be reclassified to P & L : 1. Revaluation of fixed assets (Section 17) 50.000 2. Actuarial (Section 28) 10.000 3. Translation (Section 30) 10.000 Will be reclassified to P & L : 4. Hedging (Section 12) (10.000) Tax related (25%) (17.500)
  • 37.
    Income Statement &OCI (Dual Statement) Net Sales 1.985.000 (-) COGS 1.000.000 Gross Profit 985.000 (-) General, Administrative, and Selling Expenses 185.000 Operating Income 800.000 (-) Others expense 100.000 (+) Others income 300.000 Profit Before Tax 1.000.000 (-) Tax (25%) NET PROFIT OCI : 250.000 750.000 OCI from equity method (associate or Joint Control) Will not be reclassified to P & L : 1. Revaluation of fixed assets (Section 17) 10.000 50.000 2. Actuarial (Section 28) 10.000 3. Translation (Section 30) Will be reclassified to P & L : 4. Hedging (Section 12) 10.000 (10.000) Total OCI 70.000 Tax related (25%) NET OCI (17.500) 52.500 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 802.500 29
  • 38.
    I/S & OCIand SOFP (SAK- EP) Statement of Financial Position Assets Liabilities DTL 17.500 CTL 250.000 Equity Capital Stock R/E 38
  • 39.
    I/S & OCIand SOFP (SAK Umum) Income Statement & OCI Statement of Financial Position Assets Liabilities DTL 22.500 CTL 250.000 Equity 39
  • 40.
    Pendekatan Laporan Tunggal 40 (e)jumlah tunggal yang terdiri dari total: (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan (ii)keuntungan atau kerugian setelah pajak yang dapat diatribusikan pada penurunan nilai, atau pembalikan penurunan nilai aset dalam operasi yang dihentikan (lihat Bab 27 Penurunan Nilai Aset), baik pada saat dan pada periode selanjutnya setelah diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan dan setelah pelepasan aset neto yang merupakan operasi yang dihentikan. (f) laba rugi (jika entitas tidak memiliki item penghasilan komprehensif lain, baris ini tidak perlu disajikan). (i) total penghasilan komprehensif (jika entitas tidak memiliki item penghasilan komprehensif lain, entitas dapat menggunakan istilah lain untuk baris ini seperti laba rugi).
  • 41.
    Pendekatan Laporan Tunggal 41 •5.6. Entitas mengungkapkan item berikut secara terpisah dalam laporan penghasilan komprehensif sebagai alokasi untuk suatu periode: (a) laba rugi selama periode yang dapat diatribusikan pada (i) kepentingan nonpengendali; dan (ii) pemilik entitas induk. (b)total penghasilan komprehensif untuk periode yang dapat diatribusikan pada (i) kepentingan nonpengendali; dan (ii) pemilik entitas induk
  • 42.
    Pendekatan 2 Laporan 42 5.7.Dalam pendekatan dua laporan, laporan laba rugi menampilkan, setidaknya, pos yang menyajikan jumlah dalam paragraf 5.5(a) – 5.5(f) untuk periode, dengan laba atau rugi sebagai hasil akhir. Laporan penghasilan komprehensif dimulai dengan laba rugi sebagai baris pertama dan menampilkan, paragraf 5.5(g) – 5.5.(i) dan paragraf 5.6 setidaknya, pos yang menyajikan jumlah dalam dalam periode tersebut.
  • 43.
    Persyaratan yang DapatDiterapkan pada Kedua Pendekatan 43 8.Berdasarkan Standar ini, dampak koreksi kesalahan dan perubahan dalam kebijakan akuntansi disajikan sebagai penyesuaian retrospektif untuk periode sebelumnya daripada sebagai bagian dari laba rugi pada periode terjadinya (lihat Bab 10). 9.Entitas menyajikan pos, judul dan subtotal tambahan dalam laporan penghasilan komprehensif (dan dalam laporan laba rugi, jika disajikan), jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas. 10.Entitas tidak menyajikan atau mendeskripsikan item apapun penghasilan dan beban sebagai ‘item luar biasa’ dalam laporan penghasilan komprehensif (atau laporan laba rugi, jika disajikan) atau dalam catatan atas laporan keuangan.
  • 44.
    SAK Entitas Privat Bab11 : Instrumen Keuangan Dasar 44 • Jika entitas hanya mengadakan transaksi instrumen keuangan dasar, maka Bab 12 tidak diterapkan. PILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI 11.2. Entitas memilih untuk menerapkan salah satu dari: a) persyaratan untuk kedua Bab 11 dan 12 secara penuh; atau b) persyaratan pengakuan dan pengukuran dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan persyaratan pengungkapan dalam Bab 11 dan 12 11.3. Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lainnya. Bab 11 mensyaratkan model biaya perolehan diamortisasi untuk seluruh instrumen keuangan dasar kecuali untuk investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham preferen tanpa opsi jual yang diperdagangkan secara publik atau jika tidak, yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal tanpa biaya atau usaha yang berlebihan.
  • 45.
    IFRS 9 –Financial Instrument Financial Asset of one entity OR What is Financial Instruments? A financial instrument is any contract that gives rise to………………… Financial Liability Equity Instrument of another entity 45
  • 46.
    IFRS 9 –Financial Instrument Category of Financial Instrument Primary Instruments Receivables Bonds Payable Capital Stock Investmen t in Bonds Investme nt in Stock Cash on Bank Payable to bank customer Payable 46
  • 47.
    Latar Belakang PSAK71 Ada dorongan untuk merubah standar sebelumnya yaitu IAS 39 (Financial Instruments: Recognition and Measurement) karena dalam dalam kondisi krisis laporan keuangan justru IAS 39 menunjukkan kelemahannya diantaranya : (a)kesulitan untuk mengaplikasikan nilai wajar di pasar yang tidak likuid, (b)keterlambatan untuk mengakui kerugian terkait pinjaman yang diberikan dan instrumen keuangan lainnya oleh lembaga-lembaga keuangan seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya, (c) kompleksitas standar akuntansi untuk instrumen keuangan, termasuk pendekatan untuk mengakui penurunan nilai
  • 48.
    IFRS 9 (PSAK71) Respon atas hal tersebut, IFRS 9 (Financial Instruments) memperkenalkan : (a)klasifikasi dan pengukuran baru atas aset keuangan. (model pengakuan (b) forward looking expected credit loss model kerugian kredit ekspektasian), serta (c)memperbaiki akuntansi untuk lindung nilai
  • 49.
    KATEGORI INSTRUMEN ASETKEUANGAN Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada a. biaya perolehan diamortisasi b. nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain c. nilai wajar melalui laba rugi Dasar yang digunakan untuk klasifikasi adalah : • Model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan. • Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
  • 50.
    Biaya perolehan diamortisasi Asetkeuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi : 1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan 2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
  • 51.
    Nilai wajar melaluipenghasilan komprehensif lain Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi: 1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan dan 2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
  • 52.
    Instrumen Surat Utang Pengukuran asetkeuangan untuk instrumen surat utang (misalnya investasi di obligasi) adalah sebagai berikut : 1. Biaya perolehan diamortisasi (Amortised Cost – AC). 2. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Fair Value Through Other Comprehensive Income – FVTOCI) dimana akumulasi Other Comprehensive Income (OCI) direklasifikasi ke laba-rugi saat pelepasan (with recycling). 3. Nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss – FVTPL).
  • 53.
    Instrumen Ekuitas Pengukuran asetkeuangan untuk instrumen ekuitas (misalnya investasi di saham yang bukan merupakan investasi di anak, asosiasi, atau ventura bersama) adalah sebagai berikut : 1. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Fair Value Through Other Comprehensive Income – FVTOCI) dimana akumulasi Other Comprehensive Income (OCI) tidak direklasifikasi ke laba-rugi saat pelepasan (no recycling). 2. Nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss – FVTPL).
  • 54.
    Derivatif Instrumen keuangan derivatifdiukur dengan Nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss – FVTPL).
  • 55.
    Ilustrasi Aset Keuanganpada Surat Utang • Pada 1 Januari 2020, PT. Kalbis membeli 1.000 lembar obligasi PT. Supra, dimana PT. Supra adalah perusahaan yang sudah ‘go public’. Nilai nominal obligasi adalah $100, jangka waktu 3 tahun, suku bunga kupon 12%. Diketahui tingkat suku bunga rata-rata di pasar adalah 9,60%. Periode akuntansi PT. kalbis berakhir pada 31 Desember. Bunga dibayar setiap 31 Desember. Biaya administrasi pembelian obligasi adalah $1.026,30. Harga beli obligasi adalah $104.973,70. • Total harga beli + biaya administrasi = $104.973,70 + $1.026,30 = $106.000.
  • 56.
    Ilustrasi Aset Keuanganpada Instrumen Ekuitas • Pada 1 Januari 2020, PT. Kalbis membeli 1.000 lembar saham PT. Supra, dimana PT. Supra adalah perusahaan yang sudah ‘go public’. 1.000 lembar saham yang dibeli PT. Kalbis mewakili 5% kepemilikan di PT. Supra dimana PT. Kalbis mengkategorikan sebagai instrumen keuangan (tidak ada kontrol, pengaruh signifikan, ataupun model ventura bersama). Nilai nominal per lembar saham adalah $100. PT. kalbis membuat laporan keuangan per 3 bulanan. Biaya administrasi pembelian saham adalah $500. Harga beli saham per lembar adalah $120, total $120.000. • Total harga beli + biaya administrasi = $120.000 + $500 = $120.500. • Berikut adalah jurnal apabila investasi dikategorikan dan diukur dengan FVTOCI dan FVTPL :
  • 57.
    Pengukuran Liabilitas Keuangan Liabilitaskeuangan diukur dengan : 1. Liabilitas keuangan dengan biaya perolehan diamortisasi (Amortized Cost - AC), contohnya adalah utang obligasi, utang usaha. 2. Liabilitas keuangan dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value Through Profit and Loss – FVTPL), contohnya adalah derivatif dalam posisi rugi, utang obligasi yang dinilai dengan nilai wajar karena mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”).
  • 58.
    Derivatif Paragraf B2 PSAK71 mendefinisikan derivatif sebagai berikut: Derivatif adalah instrumen keuangan atau kontrak lain yang termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini dengan tiga karakteristik berikut ini : 1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah ditentukan (sering disebut dengan underlying), antara lain: suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas, kurs valuta asing, indeks harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lain. 2. Tidak mensyaratkan investasi awal neto atau investasi awal neto dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang disyaratkan untuk jenis kontrak lain yang diharapkan akan menghasilkan dampak serupa sebagai akibat perubahan faktor pasar. 3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.
  • 59.
    PENURUNAN NILAI Secara umum,perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian dengan 3 tingkatan : 1. Tingkat 1 Tingkat ini menggunakan pendekatan 12 bulan. Pendekatan ini digunakan ketika TIDAK ada kenaikan resiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Kerugian dimaksud merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
  • 60.
    PENURUNAN NILAI 2. Tingkat2 • Pada tahap ini, ketika terjadi kenaikan resiko kredit yang signifikan (kemungkinan gagal bayar terjadi) sejak pengakuan awal, maka penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya dibentuk dengan tidak melihat kapan waktu kerugian yang sesungguhnya akan terjadi. • Entitas harus menentukan risiko terjadinya kerugian sepanjang umur instrumen keuangan dengan membandingkan risiko kredit awal instrumen keuangan dengan risiko kredit pada tanggal pelaporan. • Entitas seharusnya tidak memperhatikan jaminan (collateral) karena jaminan hanya akan mempengaruhi KKE, tidak mempengaruhi risiko kredit yang signifikan (gagal bayar). Entitas membuat penilaian dengan mempertimbangkan semua informasi yang ada termasuk informasi masa depan (forward looking information) tanpa biaya dan upaya yang berlebihan. • Terdapat praduga (rebuttable presumption) bahwa risiko kredit yang signifikan telah terjadi ketika pembayaran tertunggak lebih dari 30 hari jika tidak ada lagi informasi spesifik lain tentang peminjam, tersedia tanpa biaya dan upaya berlebihan, untuk menentukan apakah terdapat kenaikan risiko kredit yang signifikan. Entitas dapat menyanggah praduga ini jika entitas memiliki informasi yang wajar dan terdukung, yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan, yang membuktikan bahwa risiko kredit tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, meskipun pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari.
  • 61.
    PENURUNAN NILAI 3. Tingkat3 • PSAK 71 lampiran A menyebutkan bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (credit impaired financial asset) ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit termasuk data yang dapat diobservasi mengenai peristiwa berikut ini: • kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; • pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan; • pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut; • terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; • hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau • pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit yang terjadi.
  • 62.
    Instrumen Keuangan Dasar(SAK-EP) 62 11.5. Instrumen Keuangan Dasar dalam ruang lingkup Bab 11 adalah instrumen yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8. Contoh instrumen keuangan yang umumnya memenuhi ketentuan tersebut mencakup: a) kas; b) giro dan deposito berjangka waktu tertentu (fixed-term deposits) ketika entitas merupakan deposan, sebagai contoh rekening bank; c) surat berharga komersial (commercial paper) dan surat utang komersial (commercial bills) yang dimiliki; d) piutang dan utang, wesel tagih dan wesel bayar serta pinjaman diberikan dan pinjaman diterima; e) obligasi dan instrumen utang serupa; f) investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual serta saham preferen tanpa opsi jual; dan g) komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen tidak dapat dilunasi dengan kas.
  • 63.
    Instrumen Keuangan RuangLingkup Bab 12 63 11.6. Contoh instrumen keuangan yang umumnya tidak memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8, dan oleh karena itu berada dalam ruang lingkup Bab 12, mencakup: a) efek beragun aset, seperti obligasi hipotek yang diagunkan, perjanjian pembelian kembali dan paket piutang sekuritisasian; b) opsi, hak, waran, kontrak future, kontrak forward dan swap suku bunga (interest rate swap) yang dapat diselesaikan dengan kas atau dengan pertukaran instrumen keuangan lainnya; c) instrumen keuangan yang memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging instruments) sesuai dengan persyaratan dalam Bab 12; d) komitmen untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain; dan e) komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen dapat dilunasi dengan kas. • Termasuk dalam ruang lingkup Bab 12 adalah investasi dalam utang yang dapat dikonversi, karena imbal hasil ke pemegang instrumen dapat bervariasi dengan harga saham ekuitas penerbit, bukan hanya dengan suku bunga pasar. • Instrumen keuangan yang memenuhi definisi ekuitas milik entitas sendiri, termasuk komponen ekuitas instrumen keuangan majemuk (compound financial instruments) yang diterbitkan oleh entitas (lihat Bab 22 Liabilitas dan Ekuitas) BUKAN MERUPAKAN RUANG LINGKUP BAB 11
  • 64.
    PENGAKUAN AWAL ASETDAN LIABILITAS KEUANGAN 64 1) Untuk pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada entitas lain, piutang diakui pada nilai kini kas yang dapat diterima (termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok) dari entitas tersebut. 2) Untuk barang yang dijual kepada pelanggan dengan kredit jangka pendek, piutang diakui pada jumlah yang tidak didiskonto atas kas yang dapat diterima dari entitas tersebut, yang pada umumnya merupakan harga penagihan (invoice price). 3) Untuk item yang dijual kepada pelanggan untuk kredit bebas bunga dua tahun, piutang diakui pada harga jual kas kini untuk item tersebut. Jika harga jual kas kini tidak diketahui, dapat diestimasi sebagai nilai kini kas yang dapat diterima yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk piutang serupa. 4) Untuk pembelian secara kas atas saham biasa entitas lain, investasi diakui pada jumlah kas dibayar untuk memperoleh saham.
  • 65.
    PENGAKUAN AWAL ASETDAN LIABILITAS KEUANGAN 65 Contoh – liabilitas keuangan 1) Untuk pinjaman yang diterima dari bank, pada pengakuan awal utang diakui sebesar nilai kini kas terutang ke bank (sebagai contoh, termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok). 2) Untuk barang yang dibeli dari pemasok dengan kredit jangka pendek, utang diakui sebesar jumlah utang ke pemasok yang tidak didiskontokan, yang pada umumnya merupakan harga penagihan. 11.13. Pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukurnya pada harga transaksi (termasuk biaya transaksi kecuali dalam pengukuran awal aset keuangan dan liabilitas keuangan yang setelah pengakuan awal diukur pada nilai wajar melalui laba rugi)
  • 66.
    PENGUKURAN SELANJUTNYA 66 11.14. Padaakhir setiap periode pelaporan, entitas mengukur instrumen keuangan sebagai berikut, tanpa pengurangan biaya transaksi yang mungkin terjadi pada penjualan atau pelepasan lainnya: (a) instrumen utang yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(b) diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek diukur pada jumlah kas yang tidak didiskontokan (b) komitmen untuk menerima pinjaman yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(c) diukur pada biaya perolehan (yang terkadang nihil) dikurangi penurunan nilai.
  • 67.
    PENGUKURAN SELANJUTNYA 67 (c)investasi dalamsaham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham preferen tanpa opsi jual diukur sebagai berikut (paragraf 11.27 – 11.32 menyediakan pedoman pada nilai wajar): • (i) jika saham diperdagangkan secara publik atau nilai wajar saham tersebut dapat diukur secara andal tanpa biaya atau usaha yang berlebihan, investasi diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi; dan • (ii) seluruh bentuk investasi lainnya diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
  • 68.
    Pengukuran Nilai AsetKeuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan atau Biaya Perolehan Diamortisasi 68 11.21. Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi. Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai, entitas langsung mengakui kerugian penurunan nilai dalam laba rugi. 11.22. Bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset mengalami penurunan nilai mencakup data observasian, yang menjadi perhatian pemegang aset, mengenai peristiwa kerugian berikut: • (a) kesulitan keuangan signifikan dari penerbit atau obligor; • (b) pelanggaran kontrak, seperti gagal bayar atau keterlambatan dalam pembayaran bunga atau pokok; • (c) kreditor memberikan konsesi kepada debitur, yang tidak akan dipertimbangkan oleh kreditur jika bukan, karena alasan ekonomik atau legal yang terkait dengan kesulitan keuangan debitur; • (d) terdapat kemungkinan besar debitur akan mengalami kebangkrutan atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; atau • (e) data observasian mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur dalam estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset tersebut, walaupun penurunan belum dapat diidentifikasikan dengan aset keuangan individual dalam kelompok, seperti kondisi ekonomik nasional atau lokal yang memburuk atau perubahan yang memburuk dalam kondisi industri.
  • 69.
    Pengungkapan Kebijakan AkuntansiUntuk Instrumen Keuangan 69 • 11.41. Entitas mengungkapkan jumlah tercatat setiap kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan berikut pada tanggal pelaporan, dalam total jumlah, baik dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan: a) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 11.14(c)(i) dan paragraph 12.8 dan 12.9); b) aset keuangan yang merupakan instrumen utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf 11.14(a)); c) aset keuangan yang merupakan instrumen ekuitas diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai (paragraf 11.14(c)(ii) dan paragraf 12.8 dan 12.9); d) liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 12.8 dan 12.9); e) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf 11.14(a)); dan f) komitmen pinjaman diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai (paragraph 11.14(b)).
  • 70.
    BAB 12 ISU TERKAITINSTRUMEN KEUANGAN LAIN 70 • 12.7. Pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukurnya pada nilai wajar, yang umumnya merupakan harga transaksi. • 12.8. Pada akhir setiap periode pelaporan, entitas mengukur seluruh instrumen keuangan dalam ruang lingkup Bab 12 berdasarkan nilai wajar dan mengakui perubahan nilai wajar dalam laba rugi, kecuali sebagai berikut: a) beberapa perubahan dalam nilai wajar atas instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai yang telah ditetapkan disyaratkan untuk diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam paragraf 12.23; dan b) instrumen ekuitas yang tidak diperdagangkan secara publik dan yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal tanpa biaya atau usaha yang berlebihan dan kontrak yang terkait dengan instrumen tersebut yang, jika dilaksanakan, akan mengakibatkan penyerahan instrumen tersebut, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
  • 71.
    IFRS 9 –Financial Instrument Category of Financial Instrument Secondary Financial Instruments Derivatives Receivables Derivatives Payable 71
  • 72.
    IFRS 9 –Financial Instrument What is Derivatives? is a contract between two or more parties, and the derivative derives its price from fluctuations in the underlying asset. 72
  • 73.
  • 74.
    AKUNTANSI LINDUNG NILAI 74 •12.16. Untuk memenuhi syarat akuntansi lindung nilai, entitas mematuhi seluruh ketentuan berikut: • (a) entitas menentukan dan mendokumentasikan hubungan lindung nilai sehingga dapat diidentifikasi secara jelas: (i) risiko yang dilindung nilai, (ii) item lindung nilaian dan (iii) instrumen lindung nilai dan risiko dalam item lindung nilaian merupakan risiko yang dilindung nilai oleh instrumen lindung nilai. • (b) risiko lindung nilaian (hedged risk) adalah salah satu risiko yang diatur dalam paragraph 12.17. • (c) instrumen lindung nilai adalah seperti yang diatur dalam paragraf 12.18. • (d) entitas memperkirakan instrumen lindung nilai sangat efektif dalam menutup kerugian risiko lindung nilaian yang ditetapkan. Efektivitas lindung nilai adalah sejauh mana perubahan dalam nilai wajar atau arus kas dari item lindung nilaian yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilaian dapat saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari instrumen lindung nilai.
  • 75.
    AKUNTANSI LINDUNG NILAI 75 •12.17. Standar ini mengizinkan akuntansi lindung nilai hanya untuk risiko berikut: a) risiko suku bunga instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi; b) risiko valuta asing atau risiko suku bunga dalam komitmen pasti atau prakiraan transaksi (forecast transaction) yang sangat mungkin terjadi (highly probable); c) risiko harga komoditas yang dimiliki entitas atau dalam komitmen pasti atau prakiraan transaksi yang sangat mungkin terjadi untuk membeli atau menjual komoditas; dan d) risiko kurs valuta asing dalam investasi neto dalam kegiatan usaha luar negeri.
  • 76.
    SAK ETAP TerkaitInstrumen Keuangan 76 • SAK ETAP bab 10 mengenai ‘Investasi pada Efek Tertentu’ • Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok tersedia untuk dijual (termasuk efek yang diklasifikasikan sebagai aset lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah, dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut dapat direalisasi. Baik PSAK 71 atau SAK ETAP, OCI dapat muncul dari investasi di kategori tersedia untuk dijual.
  • 77.
    Perbedaan Instrumen KeuanganPSAK, ETAP, & SAK Entitas Privat 77
  • 78.
    BAB 20 - SEWA 78 •20.1.Bab ini mencakup akuntansi untuk seluruh sewa selain: a) sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam dan sumber daya serupa yang • tidak dapat diperbarui (lihat Bab 34 Kegiatan Khusus); b) perjanjian lisensi untuk item seperti film, rekaman video, karya panggung, manuskrip, hak paten, dan hak cipta (lihat Bab 18 Aset Takberwujud selain Goodwill); c) pengukuran properti yang dikuasai oleh penyewa yang dicatat sebagai properti investasi dan pengukuran properti investasi yang disediakan oleh pesewa yang dicatat sebagai sewa operasi (lihat Bab 16 Properti Investasi); d) pengukuran aset biologis yang dikuasai oleh penyewa yang dicatat sebagai sewa pembiayaan dan aset biologis yang disediakan oleh pesewa yang dicatat sebagai sewa operasi (lihat Bab 34); e) sewa yang dapat menyebabkan kerugian bagi pesewa atau penyewa sebagai akibat dari persyaratan kontraktual yang tidak terkait perubahan dalam harga aset sewaan, perubahan kurs valuta asing, perubahan pembayaran sewa berdasarkan suku bunga pasar variabel (variable market interest rates), atau gagal bayar oleh salah satu dari pihak lawan (lihat paragraf 12.3(f)); dan f) sewa operasi yang bersifat memberatkan
  • 79.
    KLASIFIKASI SEWA 79 •20.4. Suatusewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset. •20.5. Klasifikasi sewa sebagai pembiayaan atau sewa operasi tergantung pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Contoh dari situasi yang secara individual atau kombinasi yang pada umumnya mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah: a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa pada akhir masa sewa; b) penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang diperkirakan cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi tersebut akan dilaksanakan; c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset meskipun hak milik tidak dialihkan; d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati seluruh • nilai wajar aset sewaan; dan e) aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar.
  • 80.
    Sewa Pembiayaan 80 •20.6. Indikatordari situasi yang secara individual ataupun kombinasi dapat juga menunjukkan bahwa sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah: a) jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan pembatalan tersebut • ditanggung oleh penyewa; b) keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai residual aset sewaan dibebankan kepada penyewa (sebagai contoh, dalam bentuk potongan harga rental yang sama dengan Sebagian besar hasil penjualan pada akhir sewa): dan c) penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan harga sewa yang • secara substansial lebih rendah daripada harga pasar sewa.
  • 81.
    Sewa Pembiayaan SAK-EPvs SAK ETAP 81 SAK Entitas Privat Individual atau kombinasi a) b) c) d) e) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa pada akhir masa sewa; penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang diperkirakan cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi tersebut akan dilaksanakan; masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset meskipun hak milik tidak dialihkan; pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati seluruh nilai wajar aset sewaan; dan aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar. •SAK ETAP •Jika memenuhi salah satu : a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada penyewa pada akhir masa sewa; b) penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang diperkirakan cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi tersebut akan dilaksanakan; c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset meskipun hak milik tidak dialihkan yaitu masa sewa ≥ 75% umur ekonomis aset sewaan. d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati seluruh nilai wajar aset sewaan yaitu pembayaran sewa minimum ≥ 90% nilai wajar aset sewaan e) aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi besar.
  • 82.
    Syarat Financial Lease SAKETAP • Lease term ≥ 75% asset’s useful life • MLP ≥ 90% of asset’s fair value • MLP = Minimum Lease Payment (Nilai Sekarang dari Pembayaran sewa) SAK-EP • Lease term is MAJOR PART of asset’s useful life • MLP is SUBSTANTIALLY ALL of asset’s fair value Professional 74
  • 83.
    Spirit PSAK 73,setiap sewa merupakan sewa pembiayaan, kecuali : Sewa aset bernilai-rendah Sewa jangka-pendek ≤ 12 bulan dan tidak mengandung opsi beli Jika menerapkan opsi pengecualian ini, maka sewa diperlakukan serupa dengan sewa operasi dan menerapkan persyaratan pengungkapan dalam paragraf 53(c) dan 53(d). Contoh: laptop, HP , furnitur kantor (Paragraf 05–08 dan PP03–PP08) Penentuan masa sewa  cukup pasti Berdasarka n kelas aset pendasar Berdasarka n sewa-per- sewa 83 Aset pendasar tidak memiliki ketergantungan atau interelasi yang tinggi dengan aset lain Bernilai-rendah ketika baru, tanpa memperhatikan materialitas PSAK 73 - SEWA
  • 84.
    PSAK 72 :Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan Ahalik, SE, Ak, M.Si, M.Ak, CMA, CPMA, CPSAK, CPA, DipIFR, Asean CPA, CA 84
  • 85.
    PSAK a.PSAK 34: KontrakKonstruksi (IAS 11 Construction Contracts); b.PSAK 23: Pendapatan (IAS 18 Revenue); ISAK c. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan (IFRIC 13 Customers Loyalty Programmes); d.ISAK 21: Perjanjian Konstruksi Real Estat (IFRIC 15 Agreements for the Construction of Real Estate); c. ISAK 27: Pengalihan Aset Dari Pelanggan (IFRIC 18 Transfers of Assets from Customers); dan 3 PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat PPSAK 7: Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat akan berlaku efektif bersamaan dengan tanggal efektif PSAK 72 PSAK & ISAK Terdampak Dicabut dengan PSAK 72 85
  • 86.
    PSAK 72 diterapkanuntuk seluruh kontrak pelanggan, kecuali: Ruang Lingkup 4 1 • kontrak dalam ruang lingkup sewa (PSAK 73); 2 • kontrak asuransi (PSAK 74); 3 • instrumen keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual lain (PSAK 71; PSAK 65; PSAK 66; PSAK 15; PSAK 4) 4 • pertukaran nonmoneter antara entitas dalam lini bisnis yang sama untuk memfasilitasi penjualan pelanggan atau pelanggan potensial. 86
  • 87.
    • PSAK 72merupakan adopsi atas Revenue from contracts with customers effective 2018, kecuali: • Item terkait dengan IFRS 16 Leases  hak penggunaan aset • Tanggal efektif dan penarikan standar yang telah ada • Standar ini bersifat principles based • Standar komprehensif karena mengatur semua jenis Pendapatan yang terkait dengan kontrak pelanggan sehingga menghilangkan standar yang lain. 87
  • 88.
    5 Steps Modeluntuk Mengakui Pendapatan Sumber: www.ifrs.org 5 Langkah 1 Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan Langkah 2 Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan yang terdapat dalam kontrak Kontrak atau kombinasi kontrak Harga transaksi dalam kontrak Langkah 3 Menentukan harga transaksi Kewajiban pelaksanaan 1 Kewajiban pelaksanaan 2 Harga transaksi dialokasikan ke kewajiban pelaksanaan 1 Harga transaksi dialokasikan ke kewajiban pelaksanaan 2 Mengakui pendapatan Mengakui pendapatan Langkah 4 Mengalokasikan harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan dalam kontrak Langkah 5 Mengakui pendapatan ketika (atas selama) entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan 88
  • 89.
    Kisruh Laporan GarudaIndonesia 2018 89 Step 1 : Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan. Garuda Indonesia membuat kontrak per 31 Okt 2018 dengan PT. Mahata. Kontrak menyangkut pemasangan Wi-fi di pesawat Garuda Group (Garuda, Citilink, Sriwijaya)
  • 90.
    Kisruh Laporan GarudaIndonesia 2018 90 Step 2 : Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan yang terdapat dalam kontrak. PT. mahata berhak memasang wifi di pesawat2 Garuda Group, berkewajiban memperbaiki dan memelihara. Garuda berkewajiban memberikan hak atas hal itu.
  • 91.
    Kisruh Laporan GarudaIndonesia 2018 91 Step 3 : Menentukan harga transaksi. Garuda akan mendapatkan fee selama 15 tahun kontrak $239.940.000.
  • 92.
    Kisruh Laporan GarudaIndonesia 2018 92 Step 4 : Mengalokasikan harga transaksi ke kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Fee per tahun kontrak = $239.940.000 / 15 = $15.966.000
  • 93.
    Kisruh Laporan GarudaIndonesia 2018 93 Step 5 : Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan. Pendapatan yg seharusnya diakui Garuda di 2018 : 2/12 x 15.996.000 = $2.666.000. Jurnal yang dibuat Garuda per 31 Desember 2018 : a. A/R (dr) $239.940.000, Revenue (Cr) $239.940.000 b. Cash (dr) $6.806.000, A/R (cr) $6.806.000
  • 94.
  • 95.
    5. Mengakui PendapatanKetika (atau Selama) Entitas Menyelesaikan Kewajiban Pelaksanaan (paragraf 31). 15 Pendapatan diakui pada waktu tertentu (at a point in time) Pendapatan diakui sepanjang waktu (over time) Jika tidak memenuhi kriteria over time, pendapatan diakui pada saat pengalihan pengendalian Entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban kinerja dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas aset 95
  • 96.
    Kriteria Pendapatan DiakuiSecara Over Time, jika satu dari kriteria berikut terpenuhi: 96 16 •pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan oleh kinerja entitas saat entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya tersebut (lihat paragraf PP03-PP04); •kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan sebagai aset yang diciptakan atau ditingkatkan (lihat paragraf PP05); •kinerja entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap entitas (lihat paragraf 36) dan entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu (lihat paragraf 37).
  • 97.
    • Jika kewajibanpelaksanaan tidak diselesaikan sepanjang waktu sesuai dengan paragraf 35-37, maka entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu. Untuk menentukan waktu tertentu di mana pelanggan memperoleh pengendalian atas aset yang dijanjikan dan entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan, entitas mempertimbangkan persyaratan pengendalian dalam paragraf 31-34. • Sebagai tambahan, entitas mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, hal berikut: • Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset • Pelanggan memiliki memiliki hak kepemilikan legal atas aset • Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset • Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset • Pelanggan telah menerima aset 97 Kewajiban Pelaksanaan yang Diselesaikan Pada Waktu Tertentu (Performance Obigation At a Point In Time)
  • 98.
    Penyajian dan Pengungkapan 98 • Entitasmenyajikan kontrak dalam laporan posisi keuangan sebagai aset kontrak atau liabilitas kontrak, bergantung pada hubungan antara kinerja entitas dan pembayaran pelanggan. Entitas menyajikan hak tanpa syarat terhadap imbalan secara terpisah sebagai piutang. • Entitas mengungkapkan informasi kualitatif dan kuantitatif tentang seluruh hal berikut: • kontrak dengan pelanggan (lihat paragraf 113-122); • pertimbangan signifikan dan perubahan dalam pertimbangan, dibuat dalam menerapkan Pernyataan ini terhadap kontrak tersebut (lihat paragraf 123-126); dan • aset yang diakui dari biaya untuk memperoleh atau memenuhi kontrak dengan pelanggan sesuai dengan paragraf 91 atau 95 (lihat paragraf 127-128).
  • 99.
    Pengakuan Pendapatan IndustriReal Estat 99 Menurut PSAK 44 (Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat) : a. Pondasi bangunan telah selesai. b.Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual. c.Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal. Kriteria di atas tidak tercantum dalam PSAK 72
  • 100.
    Pengakuan Pendapatan IndustriReal Estat 10 0 • Bagaimana pengakuan pendapatan industry Real Estat di PSAK 72? • https://ekonomi.bisnis.com/read/20190808/47/1134399/rei-psak- 72-masih-bermasalah
  • 101.
    Bab 23 SAKEP - Pendapatan 10 1 •Bab ini diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa berikut: a) penjualan barang (baik diproduksi oleh entitas untuk tujuan penjualan atau dibeli untuk dijual kembali); b) penyediaan jasa; c) kontrak konstruksi di mana entitas adalah kontraktor; dan d) penggunaan oleh pihak lain atas aset entitas yang menghasilkan bunga, royalti atau dividen
  • 102.
    SAK EP –Pengukuran Pendapatan • Entitas mengukur pendapatan pada nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima. Nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima memperhitungkan jumlah diskon usaha, diskon pelunasan cepat dan rabat volume yang diizinkan oleh entitas. • Ketika arus ditangguhkan, masuk kas atau setara kas dan pengaturan merupakan transaksi pembiayaan, maka nilai wajar imbalan adalah nilai kini dari seluruh penerimaan masa depan yang ditentukan menggunakan suku bunga tersirat (imputed rate of interest). 94
  • 103.
    SAK EP -PENJUALAN BARANG 103 Entitas mengakui pendapatan dari penjualan barang jika seluruh kondisi berikut terpenuhi: a) entitas telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli; b) entitas tidak memiliki keterlibatan manajerial yang berlanjut sampai pada tingkatan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atau pengendalian efektif atas barang yang dijual; c) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal; d) kemungkinan besar manfaat ekonomik yang terkait dengan transaksi akan mengalir ke entitas; dan e) biaya yang telah atau akan terjadi dalam kaitannya dengan transaksi dapat diukur secara andal.
  • 104.
    SAK EP -PENYEDIAAN JASA 104 Jika hasil transaksi yang melibatkan penyediaan jasa dapat diestimasi secara andal, maka entitas mengakui pendapatan yang terkait dengan transaksi dengan merujuk pada tahap penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan (terkadang disebut sebagai metode persentase penyelesaian). Hasil suatu transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut terpenuhi: a) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal; b) kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomik terkait dengan transaksi akan mengalir kepada entitas; c) tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan d) biaya yang terjadi untuk transaksi dan biaya penyelesaian transaksi dapat diukur secara andal.
  • 105.
    SAK EP -KONTRAK KONSTRUKSI 105 • Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, maka entitas mengakui pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang terkait dengan kontrak konstruksi masing – masing sebagai pendapatan dan beban yang merujuk ke tingkat penyelesaian aktivitas kontrak pada akhir periode pelaporan (seringkali disebut sebagai metode persentase penyelesaian).
  • 106.
    SAK EP -BUNGA, ROYALTI, DAN DIVIDEN 106 Entitas mengakui pendapatan yang timbul dari penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen atas dasar jika: a) kemungkinan besar manfaat ekonomik yang terkait dengan transaksi akan mengalir kepada entitas; dan b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal Entitas mengakui pendapatan dengan dasar berikut: c) bunga diakui menggunakan metode suku bunga efektif d) royalti diakui dengan menggunakan dasar akrual sesuai dengan substansi dari perjanjian yang relevan; dan c) dividen diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.
  • 107.
    SAK EP -Perjanjian Konstruksi Real Estat 107 Entitas yang melakukan konstruksi real estat, secara langsung atau melalui subkontraktor, dan menyepakati perjanjian dengan satu atau lebih pembeli sebelum konstruksi tersebut selesai, mencatat perjanjian sebagai penjualan jasa, menggunakan metode persentase penyelesaian, hanya jika: a) pembeli dapat menentukan elemen struktural utama dari desain real estat sebelum konstruksi dimulai dan/atau menentukan perubahan struktural utama ketika konstruksi sedang berlangsung (terlepas dari apakah pembeli melakukan hal tersebut atau tidak); atau b) pembeli memperoleh dan memasok material konstruksi dan entitas hanya menyediakan jasa konstruksi. Jika entitas disyaratkan untuk menyediakan jasa bersama dengan material konstruksi untuk melaksanakan kewajiban kontraktualnya untuk menyerahkan real estat kepada pembeli, perjanjian dicatat sebagai penjualan barang. Dalam kasus ini, pembeli tidak memperoleh pengendalian atau risiko dan manfaat signifikan kepemilikan atas pekerjaan dalam proses dalam kondisi kini sejalan dengan kemajuan konstruksi. Sebagai gantinya, pengalihan hanya terjadi pada saat penyerahan real estat yang telah selesai kepada pembeli.
  • 108.
    SAK EMKM (EntitasMikro, Kecil, dan Menengah) 108
  • 109.
  • 110.
  • 111.
  • 112.
    SAK EMKM –Aset dan Liabilitas 112
  • 113.
    SAK EMKM –Aset dan Liabilitas 113
  • 114.
    SAK EMKM –Aset dan Liabilitas 114
  • 115.
    SAK EMKM –Liabilitas dan EKuitas 115
  • 116.
    SAK EMKM –Pendapatan 116
  • 117.
    SAK EMKM – Sewa 117 14.13.Pembayaran sewa diakui sebagai beban sewa berdasarkan metode garis lurus selama masa sewa
  • 118.
    BAB 35 118 KETENTUAN TRANSISISAK ENTITAS PRIVAT 35.6. Paragraf 3.14 mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan, dalam satu set laporan keuangan lengkap, informasi komparatif periode sebelumnya untuk seluruh jumlah moneter yang disajikan dalam laporan keuangan, serta informasi naratif dan deskriptif komparatif tertentu. Entitas dapat menyajikan informasi komparatif berkaitan dengan lebih dari satu periode sebelumnya yang dapat diperbandingkan. Sebagai akibatnya, tanggal transisi entitas ke SAK Entitas Privat adalah awal periode paling awal di mana entitas menyajikan informasi komparatif secara penuh sesuai dengan Standar ini dalam laporan keuangan pertamanya yang sesuai dengan Standar ini.
  • 119.
    Pengecualian Retrospektif 119 • 35.9.Pada saat pertama kali mengadopsi Standar ini, entitas tidak mengubah secara retrospektif akuntansi yang diterapkan berdasarkan kerangka pelaporan keuangan sebelumnya untuk transaksi berikut ini: • (a) penghentian pengakuan aset keuangan dan liabilitas keuangan. •Aset dan liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya berdasarkan kerangka akuntansi sebelum tanggal transisi, tidak diakui pada saat adopsi SAK Entitas Privat. Sebaliknya, untuk aset dan liabilitas keuangan yang seharusnya dihentikan pengakuannya berdasarkan SAK Entitas Privat dalam transaksi yang terjadi sebelum tanggal transisi, namun tidak dihentikan pengakuannya berdasarkan kerangka akuntansi sebelumnya, entitas dapat memilih (a) untuk menghentikan pengakuan aset dan liabilitas keuangan pada saat adopsi SAK Entitas Privat atau (b) melanjutkan pengakuan aset dan liabilitas keuangan tersebut sampai dilepaskan atau diselesaikan. • (b) akuntansi lindung nilai. •Entitas tidak mengubah akuntansi lindung nilai sebelum tanggal transisi ke SAK Entitas Privat untuk hubungan lindung nilai yang tidak lagi ada pada tanggal transisi. Untuk hubungan lindung nilai yang masih ada pada tanggal transisi, entitas mengikuti persyaratan akuntansi lindung nilai pada Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain, termasuk persyaratan untuk menghentikan akuntansi lindung nilai untuk hubungan lindung nilai yang tidak memenuhi kondisi pada Bab 12.
  • 120.
    Pengecualian Retrospektif 120 • (c)estimasi akuntansi. • (d) operasi yang dihentikan. • (e) pengukuran kepentingan nonpengendali. Persyaratan paragraf 5.6 untuk mengalokasikan laba rugi dan total penghasilan komprehensif antara kepentingan nonpengendali dan pemilik entitas induk diterapkan secara prospektif sejak tanggal transisi ke SAK Entitas Privat (atau dari tanggal yang lebih awal sejak Standar ini diterapkan untuk menyajikan kembali kombinasi bisnis - lihat paragraf 35.10 (a)).
  • 121.
    Pengecualian Retrospektif 121 • (f)Pinjaman Pemerintah. • Pengadopsi pertama kali menerapkan persyaratan dalam Bab 11 Instrumen Keuangan Dasar, Bab 12 dan Bab 24 Hibah Pemerintah secara prospektif untuk pinjaman pemerintah yang ada pada tanggal transisi ke Standar ini. Sebagai akibatnya, jika pengadopsi pertama kali, berdasarkan standar sebelumnya, tidak mengakui dan mengukur pinjaman pemerintah dengan dasar yang konsisten dengan Standar ini, maka entitas menggunakan jumlah tercatat pinjaman berdasarkan standar sebelumnya pada tanggal transisi ke Standar ini sebagai jumlah tercatat pinjaman pada tanggal tersebut dan tidak mengakui manfaat dari pinjaman pemerintah dengan tingkat bunga di bawah pasar sebagai hibah pemerintah.
  • 122.
    Pilihan 122 • 35.10. Entitasdapat menggunakan satu atau lebih pengecualian di bawah ini dalam menyusun laporan keuangan pertama kalinya yang sesuai dengan Standar ini: • (a) kombinasi bisnis. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk tidak menerapkan Bab 19 Kombinasi Bisnis dan Goodwill terhadap kombinasi bisnis yang terjadi sebelum tanggal transisi ke Standar ini. Namun, jika pengadopsi pertama kali menyajikan Kembali suatu kombinasi bisnis untuk mematuhi Bab 19, maka entitas menyajikan kembali seluruh kombinasi bisnis yang terjadi setelah kombinasi bisnis yang disajikan kembali tersebut. • (b) transaksi pembayaran berbasis saham. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham atas instrumen ekuitas yang diberikan sebelum tanggal transisi ke Standar ini, atau atas liabilitas yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan sebelum tanggal transisi ke Standar ini.
  • 123.
    Pilihan 123 • 35.10. Entitasdapat menggunakan satu atau lebih pengecualian di bawah ini dalam menyusun laporan keuangan pertama kalinya yang sesuai dengan Standar ini: • (a) kombinasi bisnis. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk tidak menerapkan Bab 19 Kombinasi Bisnis dan Goodwill terhadap kombinasi bisnis yang terjadi sebelum tanggal transisi ke Standar ini. Namun, jika pengadopsi pertama kali menyajikan Kembali suatu kombinasi bisnis untuk mematuhi Bab 19, maka entitas menyajikan kembali seluruh kombinasi bisnis yang terjadi setelah kombinasi bisnis yang disajikan kembali tersebut. • (b) transaksi pembayaran berbasis saham. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham atas instrumen ekuitas yang diberikan sebelum tanggal transisi ke Standar ini, atau atas liabilitas yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan sebelum tanggal transisi ke Standar ini.
  • 124.
    Pilihan 124 • (c) nilaiwajar sebagai biaya perolehan (deemed cost). Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk mengukur item aset tetap, properti investasi atau aset takberwujud pada tanggal transisi ke Standar ini pada nilai wajarnya dan menggunakan nilai wajar tersebut sebagai biaya perolehan pada tanggal tersebut. • (d) revaluasi sebagai biaya perolehan (deemed cost). Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk menggunakan revaluasi berdasarkan standar lain sebelumnya atas item aset tetap pada, atau sebelum, tanggal transisi ke Standar ini sebagai biaya perolehan pada tanggal revaluasi. • (e) selisih penjabaran kumulatif. Bab 30 Kurs Penjabaran Valuta Asing mensyaratkan entitas untuk mengklasifikasikan beberapa selisih penjabaran sebagai komponen ekuitas tersendiri. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk menganggap tidak ada nilai (nol) selisih penjabaran kumulatif untuk seluruh operasi luar negeri pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat (yaitu ‘awal baru’ (‘fresh start’)).
  • 125.
    Pilihan 125 • (f) laporankeuangan tersendiri. Ketika entitas menyusun laporan keuangan tersendiri, paragraf 9.26 mensyaratkan entitas untuk mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas pada salah satu berikut: • (i) pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai; • (ii) pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi; atau • (iii) menggunakan metode ekuitas mengikuti prosedur pada paragraf 14.8. • Jika pengadopsi pertama kali mengukur investasinya sebesar biaya perolehan, maka entitas mengukur investasi tersebut pada salah satu dari jumlah berikut pada tanggal transisi: • (i) biaya perolehan yang ditentukan sesuai dengan Bab 9
  • 126.
    Pilihan 126 • (g) instrumenkeuangan majemuk. Paragraf 22.13 mensyaratkan entitas untuk membagi instrumen keuangan majemuk menjadi komponen liabilitas dan ekuitasnya pada tanggal penerbitan. Pengadopsi pertama kali tidak memisahkan kedua komponen tersebut jika komponen liabilitas tidak ada lagi pada tanggal transisi ke Standar ini. • (h) pajak penghasilan tangguhan. Pengadopsi pertama kali dapat menerapkan Bab 29 Pajak Penghasilan secara prospektif sejak tanggal transisi ke SAK Entitas Privat. • (i) perjanjian konsesi jasa. Pengadopsi pertama kali tidak disyaratkan untuk menerapkan paragraf 34.12 - 34.16 untuk perjanjian konsesi jasa yang disepakati sebelum tanggal transisi ke Standar ini. • (j) aktivitas ekstraktif. Pengadopsi pertama kali yang menggunakan akuntansi biaya penuh (full cost accounting) berdasarkan standar lain sebelumnya, dapat memilih untuk mengukur aset minyak dan gas (yang digunakan dalam eksplorasi, evaluasi, pengembangan atau produksi minyak dan gas) pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat sebesar jumlah yang ditentukan berdasarkan standar lain sebelumnya tersebut. Entitas menguji aset tersebut untuk penurunan nilai pada tanggal transisi ke Standar ini sesuai dengan Bab 27 Penurunan Nilai Aset.
  • 127.
    Pilihan 127 • (k) pengaturanyang mengandung sewa. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk menentukan apakah suatu pengaturan yang ada pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat mengandung sewa (lihat paragraf 20.3) berdasarkan fakta dan keadaan yang ada pada tanggal tersebut, bukan ketika pengaturan tersebut disepakati. • (l) liabilitas purnaoperasi (decommissioning) yang termasuk dalam biaya perolehan aset tetap. Paragraf 17.10 (c) menyatakan bahwa biaya perolehan item aset tetap mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan item tersebut dan restorasi lokasi di mana item tersebut berada, di mana kewajiban tersebut timbul ketika item diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan item tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain memproduksi persediaan selama periode tersebut. Pengadopsi pertama kali dapat memilih untuk mengukur komponen biaya perolehan item aset tetap pada tanggal transisi ke SAK Entitas Privat, dan bukan pada tanggal ketika kewajiban awalnya muncul.
  • 128.
    JIKA TIDAK PRAKTISRETROSPEKTIF 128 • 35.11. Jika tidak praktis bagi suatu entitas untuk membuat satu atau lebih penyesuaian yang disyaratkan oleh paragraf 35.7 pada tanggal transisi, entitas menerapkan paragraf 35.7-35.10 untuk penyesuaian tersebut pada periode paling awal sepanjang praktis untuk dilakukan, dan mengidentifikasi jumlah dalam laporan keuangan yang belum disajikan kembali. Jika tidak praktis bagi entitas untuk menyediakan pengungkapan apapun yang disyaratkan oleh Standar ini, termasuk untuk periode komparatif, maka hal tersebut harus diungkapkan
  • 129.
    TANGGAL EFEKTIF DANKETENTUAN TRANSISI 129 • A1a. Entitas menerapkan Standar ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan dini diperkenankan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022. Jika entitas menerapkan Standar ini untuk periode yang lebih dini, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. • A1b. SAK Entitas Privat ini menggantikan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) efektif per 1 Januari 2025
  • 130.
    Latar belakang SAKEMKM •SAK ETAP masih terlalu rumit untuk entitas mikro •UU 1 / 2013 tentang lembaga keuangan Mikro (LKM) yang meminta LKM harus membuat laporan keuangan sesuai SAK.
  • 131.
    Ruang Lingkup EMKM •UNDANG-UNDANGREPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH •SAK EMKM disahkan pada 24 Oktober 2016
  • 132.
    Entitas Mikro • UsahaMikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. • Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut: • a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau • b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
  • 133.
    Usaha Kecil •Usaha Keciladalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini
  • 134.
    Usaha Kecil • KriteriaUsaha Kecil adalah sebagai berikut: a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau • memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
  • 135.
    Usaha Menengah •Usaha Menengahadalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UndangUndang ini.
  • 136.
    Usaha Menengah • KriteriaUsaha Menengah adalah sebagai berikut: • a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau • b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
  • 137.
    Perbedaan Perbedaan SAK UMUMSAK ETAP SAK EMKM Pengguna Perusahaan yang memiliki akuntabilitas signifikan (contoh: perusahaan public) Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan Untuk entitas mikro, kecil menengah yang memenuhi persyaratan Konsep & prinsip pervasive Karakteristik kulitatif : dibagi 2 (karakter kualitatif -> relevan dan penyajuan jujur) dan karakteristik penguat Dapt dipahami, relevan, materialitas, leandalan, sunstansi menggunguli bentuk, kehati hatian, kelangkapan, keterbandingan, tepat waktu, Mengacu kerangka konseptual pelaporan keuangan, Sama dengan umum Konsep pengukuran Biaya historis, biaya kini, nilai realisasi/ penyelesaian, dan nilai sekarang Pengukuran historis dan nilai wajar Biaya historis
  • 138.
    Perbedaan Perbedaan SAK UMUMSAK ETAP SAK EMKM Laporan Posisi Keuangan Asset, Liabiliti, Ekuitas (termasuk OCI) Tidak ada OCI Tidak ada OCI Laporan Laba Rugi Boleh digabung Lap. LR dengan perubahan ekuitas bila perubahan ekuitas krn deviden saja. - Laporan arus kas hanya disyarakan menggunakan metode tidak langsung Tidak harus ada laporan perubahan ekuitas - Tidak harus ada arus kas. - SAK EMKM Lap posisi keuangan dan LR = lengkap CALK Lebih sederhana Lebih sederhana Pajak Penghasilan Ada current tax (beban pajak kini) dan beban pajak tangguhan (deffered tax) Hanya current tax yang harus dibayar dan tax payable Pajak = beban pada periode berjalan
  • 139.
    Perbedaan Perbedaan SAK UMUMSAK ETAP SAK EMKM Persediaan LCNRV FIFO & Average LCNRV FIFO & Average Hanya metode biaya FIFO & Average Aset Tetap Substance over form Metode revaluasi dan metode biaya Substance over form Metode biaya Dasar kepemilikan asset Metode biaya Penyusutan garis lurus & DDB saja Aset tak berwujud Pengukuran dan pengakuan (dari pihak luar) Nilai perolehan + biaya sampai siap digunakan. Beberapa biaya dapat dikapitalisasi Umur ekonomis bosa tidak terbatas Pengukuran dan pengakuan (dari pihak luar) Nilai perolehan + biaya sampai siap digunakan. Tidak memperbolehkan kapitalisasi biaya atas asset tak berwujud. Umur maks 10 tahun Pengukuran dan pengakuan (dari pihak luar) Nilai perolehan + biaya sampai siap digunakan. Tidak ada batasan maks, hanya meminta disusutkan sepanjang umur ekonomisnya.