Cerpen ini menggambarkan kisah seorang ibu tua yang disamakan dengan sungai Ceper yang melimpah dan mengalami kemarau, membawa kesan kepada penduduk kampung dan menyoroti tema jasa serta musibah. Watak ibu digambarkan sebagai pekerja keras dalam pertanian, sementara suaminya lebih mementingkan hobi daripada keluarga. Nilai murni yang diangkat termasuk penghargaan terhadap kerja keras dan tanggungjawab dalam masyarakat.