PRESENT

CAKRAWALA
NON-COMMUNICABLE DISEASE
CHANGING BEHAVIOUR
MODIFY HEALTH QUALITY

-SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL

“SJSN”

APRIL 2013
WORLD BIGGEST KILLER OF THE CENTURY
NON-COMMUNICABLE DISEASE
Changing Behaviour, Modify Health Quality

APA ITU NON-COMMUNICABLE DISEASE ???

Noncommunicable : Tidak
bisa di bicarakan
Disease : Penyakit
JADI....
Non-Communicable Disease
: Penyakit-penyakit yang
tidak bisa di bicarakan
AHLI BAHASA,, HAFAL
SELURUH BAHASA DI
MUKA BUMI

BENER GAK TUH ??
MAU TAU ??
BUKA HALAMAN
SELANJUTNYA !!!!!

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

1
MASIH PENASARAN NIH APA ITU
NONCOMMUNICABLE DISEASE??
SIMAK ULASAN BERIKUT INI YUUKK !!

N

on-communicable Disease atau NCD adalah kondisi medis as

known as

penyakit non-infektif atau tidak menular antar

orang. NCD bisa berupa penyakit patologik kronik dengan
durasi yang lama dan perkembangan yang lambat, atau
mungkin juga berupa penyakit yang menyebabkan kematian
yang cepat, seperti serangan stroke secara tiba-tiba.

PENYAKIT APA AJA SIH YANG TERMASUK NCD ??
Nah, penyakit-penyakit yang termasuk dalam ruang
lingkup NCD adalah penyakit autoimun, cardiovascular,
Stroke, berbagai tipe kanker, asthma, diabetes, penyakit ginjal kronis, osteoporosis,
Alzheimer, katarak, dan masih buaanyak lagi. NCD sendiri sering kali dianggap sebagai
“Penyakit Kronis”, tapi pernyataan ini gak bener nih, NCD adalah kumpulan penyakit
berdasarkan sifat non-infeksi (tidak menular), bukan berdasarkan durasi dari penyakit
itu sendiri. Beberapa penyakit kronis memiliki durasi yang lama, seperti HIV/AIDS,
disebabkan oleh Infeksi menular.

“LifestyLe Disease”
Non-Communicable Disease memiliki nama lain yaitu “Lifestyle Disease”. Kenapa ?
Mayoritas penyebab terjadinya NCD adalah kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang bisa
dihindari dan “dimodifikasi” menjadi kebiasaan yang memenuhi kirteria gaya hidup sehat.
Diantara kebiasaan yang dapat menyebabkan NCD adalah Merokok, Konsumsi minuman
keras, Intake makanan yang tidak sehat ( Mengandung terlalu banyak gula, lemak jenuh,
garam) , serta tidak ketinggalan, kurangnya aktivitas fisik.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

2
Non-Communicable Disease Unique Fact
 Non-Communicable Disease (NCD) memakan lebih dari 36 Juta jiwa dalam
setahun
 Sekitar 80% dari total korban jiwa akbibat NCD (29 Juta Jiwa) terjadi di
negara berepenghasilan rendah dan menengah
 Lebih dari 9 juta jiwa dari total seluruh kematian akibat Non-Communicable
Disease terjadi dibawah umur 60, dan 90% dari kematian “prematur” ini terjadi
di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
 Penyakit Cardiovaskular menduduki peringkat Pertama untuk kategori kematian
akibat Non-Communicable Disease yaitu 17 juta jiwa setiap tahunnya, diikuti oleh
kanker sebanyak 7,6 juta jiwa, Gangguan sistem pernapasan (4,2 juta), dan
diabetes (1,3 juta)
 Jumlah kematian akibat keempat penyakit tersebut (Cardiovaskular, Kanker,
Gangguan Sistem Pernapasan, dan Diabetes) mencakup 80% dari total kematian
akibat Non-Communicable Disease.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

3
 4 Faktor Risiko Utama penyebab NCD adalah
Merokok
Kematian akibat merokok tercatat mencapai 6 juta jiwa setiap tahun (5,1
juta dikarenakan penggunaan rokok secara langsung/perokok aktif, dan
600.000 kematian akibat lingkungan/ perokok pasif) dan diperkirakan
akan terus bertambah sebanyak 8 juta jiwa --- 10% dari total kematian
tiap tahun --- pada 2030
Kurangnya Kegiatan Fisik (Olahraga, Jogging, dll.)
Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan keungkinan terserang penyakit
cardiovaskular, penyumbatan pembuluh darah oleh embolus, dll. Sebanyak
3,2 juta jiwa meninggal tiap tahunnya akibat kurang aktivitas fisik.
Konsumsi Minuman Keras (Miras)
50%

dari 2,3 juta kematian karena minuman keras setiap tahunnya,

berujung pada NCD.
Konsumsi Makanan yang tidak sehat
± 1,7 juta kematian disebabkan oleh kurangnya konsumsi buah dan sayuran
segar.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

4
MAU TAU ?

MAU TAU ?

MAU TAU LEBIH BANYAK
MAU TAU LEBIH BANYAK
LAGI ???
LAGI ???
CHECK IT OUT !!!
CHECK IT OUT !!!

OH YEAH !!!!

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

5
Non-Communicable Disease is “Invading” our Life
Hasil evaluasi World Health Organization (WHO) menunjukkan, NCD akan menjadi
penyebab utama kematian di DUNIA. Melingkupi lebih dari 60% dari total kematian.
Dari 36 juta jiwa yang meninggal dunia akibat NCD pada 2005, 50% diantaranya berusia
dibawah 70 tahun, dan 50% dari keseluruhan adalah perempuan. Dari 57 juta kematian
pada tahun 2008, 36 juta diantaranya dikarenakan NCD. Jumlah ini menutupi sekitar
63 % kematian secara global.

   2020--2030   
Jika kebiasaan hidup sedenter, Merokok, dan Intake akan alkohol yang berlebihan tetap
dipertahankan, tidak diragukan lagi, Non-Communicable Disease akan menjadi masalah
utama dunia. Jika Perkembangan Non-Communicable Disease ini tetap dipertahankan dan
tidak dilakukan langkah cepat serta berkesinambungan, pada tahun 2020, NCD akan
“menguasai” Global Cause of Death dengan perkiraan 7 dari 10 kematian dilatarbelakangi
oleh NCD, dan membunuh 52 juta orang setiap tahunnya pada tahun 2030. Sedangkan,
kematian akibat penyakit infeksius, defisiensi nutrisi serta kondisi maternal & perinatal
diperkirakan berkurang hingga 7 juta jiwa per tahun pada periode yang sama

36 Juta Kematian
Akibat NCD

52 Juta Kematian akibat NCD

2008

2030
2020

7 dari 10 Kematian di
Dunia adalah akibat
NCD

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

6
Non-Communicable Disease = Disease Of The Rich ?
Beberapa ahli pada awal berkembangnya Non-Communicable Disease menyimpulkan
penyakit ini sebagai penyakit yang berbanding lurus dengan perkembangan ekonomi dan
akhirnya dianggap sebagai “Disease of The Rich”.
Tapi, dengan timbulnya 4 tipe utama dari NCD di negara-negara dengan penghasilan
rendah—dan menengah, dan juga dengan 2/3 total penderita diabetes melitus (DM)
berada di negara berkembang, NCD tidak bisa lagi dianggap sebagai penyakit yang
mempengaruhi komunitas tertentu.

Siapa saja yang bisa terserang NCD ???
Umumnya SEMUA UMUR dan SEMUA WILAYAH berpotensi terkena serangan NCD.
NCD seringkali dihubungkan dengan orang-orang lanjut usia, tapi, survei World Health
Organization (WHO) akhir ini berkata lain nih, hasil dari survei ini menunjukkan 9 juta
kematian dari Jumlah keseluruhan kematian akibat NCD terjadi sebelum usia 60 tahun !!!
Nah, dari semua kematian “prematur” ini, 90% terjadi di negara dengan penghasilan
rendah-menegah nih (Termasuk Indonesia Tentunya). Anak-anak, orang dewasa, sampai
sesepuh ( Baca : Orang Tua) semuanya berkemungkinan terkena penyakit-penyakit NCD
ini nih, Karena Konsumsi makanan yang kurang/tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik,
Pengguna aktif maupun pasif rokok, atau mungkin juga karena konsumsi minuman keras.
Lanjut-lanjut..
Penyakit ini juga didorong oleh beberapa faktor lain seperti:
Peningkatan usia
Urbanisasi yang tidak terkontrol dan tidak terarah tujuannya
Pengaruh globalisasi dari Gaya hidup yang tidak sehat.
Contohnya nih, globalisasi dari gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan
fastfood, Mie Instant, goreng-gorengan,dll. Bisa memicu peningkatan Tekanan darah,
peningkatan gula darah, melimpahnya lipid (lemak) dalam darah, overweight dan obesitas.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

7
Non-Communicable Disease dan Keterpurukan Ekonomi
Beberapa waktu lalu, NCD dianggap sebagai masalah utama di negara-negara
berpenghasilan tinggi , sedangkan penyakit infektif menjadi ancaman di negara
berpenghasilan rendah—menengah. Masalah-masalah

yang disebabkan

oleh

NCD

diperkirakan mencapai 85% di negara industri, 70% di negara dengan penghasilan
menengah dan 50% di negara dengan penghasilan rendah.
Penghasilan nasional negara-negara dunia mengalami

penurunan yang signifikan

dikarenkan kematian “prematur” ataupun akbiat hilangnya kemampuan bekerja yang
diakibatkan oleh diabetes, gangguan cardiovascular, dan stroke. Contohnya, Cina
diperkirakan akan mengalami kerugian sebesar 558 juta dolar amerika dalam rentan
tahun 2005-2015 akibat kematian yang lebih cepat.

Faktor Risiko Non-Communicable Disease
Kalau untuk keseluruhan sudah disebutkan sewaktu di awal mula, nah sekarang di bagian
ini kita akan membahas tentang Faktor Risiko secara Fisiologis/Metabolik.
Kondisi-kondisi ini sebenarnya adalah turunan ataupun akibat-akibat dari lifestyle yang
kurang sehat seperti yang sudah di sebutkan di atas tadi nih, jadi ini bisa disebut faktor
sekunder dari NCD. Faktor-faktor ini yaitu:
Tekanan Darah Tinggi
Obesitas
Hyperglicemia (Kadar glukosa yang tinggi dalam darah)
Hyperlipidemia (Kadar lemak yang tinggi dalam darah)

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

8
Tindakan World Health Organization WHO
Dalam usaha untuk mengatasi dan mengurangi akibat dari Non-Communicable Disease, World
Health Organization menjalankan suatu program yang diberi nama “The 2008-2013 Action plan of

the global strategy for the prevention and control of noncommunicable diseases”. Program ini
Membantu negara-negara anggota, WHO dan rekan dari seluruh mancanegara untuk
menangani NCD di negara mereka masing-masing.
WHO juga melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi penyebaran dan
perkembangan faktor risiko yang berhubungan dengan NCD, yaitu :
õ Implementasi program anti-tobacco yang dicantumkan pada WHO Framework
Convention on Tobacco Control oleh negara-negara anggota dapat menekan angka
penyebaran rokok di negara-negara anggota
õ The WHO Global strategy on diet, physical activity and health
Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan dengan mmebentuk
komunitas-komunitas yang bergerak pada bidang kesehatan dengan fokus pada
pengurangan jumlah kematian dan penderita penyakit yang berhubungan dengan
Konsumsi makanan yang tidak sehat dan Kurangnya aktivitas fisik.
õ The WHO Global strategy to reduce the harmful use of alcohol
Program ini menawarkan tindakan-tindakan untuk melindungi masyarakat dari
efek samping alkohol dengan meregulasi peredaran dan pemakaiannya.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

9
S.O.L.U.T.I.O.N
Pencegahan dan Kontrol Faktor Risiko
Untuk mengurangi, menghambat bahkan menetralisir keberadaan Non-Communicable
Disease, pendekatan secara komprehensif terhadap perkembangan Faktor risiko NCD
sangat diperlukan . Langkah pendekatan ini meliputi
 Pembatasan penggunaan rokok di kalangan masyarakat
 Mengurangi/memberhentikan konsumsi alkohol
 Memperbanyak aktivitas yang melibatkan pergerakan anggota tubuh
 Menghindari aktivitas dalam ruangan terlalu lama
 Mengubah pola makan menjadi pola makan yang memenuhi standar intake dalam
tubuh dengan mengonsumsi makanan yang seimbang ( Cukup karbohidrat, iodium,
protein, serat, vitamin dan mineral)
 Mengurangi konsumsi nasi, dan menggantikannya dengan bahan pangan lain

Community Control
Kalo untuk tindakan ini, mengandalkan orang-orang terdekat dalam suatu ruang
lingkup/komunitas supaya saling mengingatkan akan bahaya dan kemungkinan serangan
NCD,

sehingga

terciptalah

suatu

“Warning-Chain”

yang

akan

terus

menerus

berkontribusi dalam kontrol faktor risiko NCD terhadap sesama.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

10
G

Masih banyak loh readers yang bingung
tentang NCD dan seluk-beluknya. And now,
some of your question are answered here !

apa itu NCD ?
Non Communicable diseases atau
disingkat dengan NCD adalah
penyakit yang bukan disebabkan
oleh infeksi dan tidak menular,
berkembang secara lambat tetapi
dapat menyebabkan kematian
mendadak.

Apa saja yang termasuk NCD ?
Yang termasuk NCD adalah Cardiovascular
Diseases, cancer, diabetes, chronic
respiratory (PPOK)

Apa penyebab NCD ?
Ada beberapa faktor risiko penyebab NCD
diantaranya merokok, gaya hidup yang tidak
sehat, alkohol, obesitas (kurangnya aktivitas
tubuh)

Apa peranan WHO terhadap NCD ?

WHO melakukan“The 2008-2013 Action
plan of the global strategy for the prevention
and control of noncommunicable diseases”.
Program ini Membantu negara-negara
anggota, WHO dan rekan dari seluruh
mancanegara untuk menangani NCD di
negara mereka masing-masing.

Bagaimana penyebaran NCD
?
Lebih dari 9 juta jiwa dari total
seluruh kematian akibat NonCommunicable Disease terjadi
dibawah umur 60, dan 90%
dari kematian “prematur” ini
terjadi di negara
berpenghasilan rendah dan
menengah.
Bagaimana pencegahan NCD ?
Pencegahan NCD dapat dilakukan dengan
mengurangi faktor risiko dan mengontrol ruang
lingkup dalam masyarakat

Apa pengaruh NCD terhadap
dunia ?
Siapa saja yang berisiko terserang NCD ?
NCD merupakan penyebab
kematian terbesar didunia, dua
Semua umur dan semua wilayah berisiko
kali lebih besar dari penyakit
terserang NCD karena gaya hidup yang tidak
infeksi
Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st sehat.
Edition
umumnya
April 2013 menyerang ekonomi-sosial rendah
dan menengah

11
Meningkatkan kesadaran

Bekerjasama dengan

masyarakat

perusahaan atau community
11. Menjalin mitra kerja
dalam mempromosikan
pencegahan penyakit dan
kesehatan
12. Memahami dan
memonitor kode etik
yang bertanggung jawab
dengan industri
makanan, minuman dan
restoran.
13. Memberdayakan tokoh
masyarakat, tokoh agama
dan masyarakat yang
bersukarela

1. Tingkatkan prioritas politik
tentang NCD
2. Promosikan gaya hidup
sehat dan makanan pilihan
melalui edukasi yang
efektif dan melibatkan
publik
3. Sebarkan informasi yang
menarik dan akurat secara
meluas, berkelanjutan
melalui media untuk
meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang
kesehatan dan sosial
ekonomi

Mengurangi dampak
kemiskinan kesehatan dan

Meningkatkan ekonomi,
kebijakan hukum dan
lingkungan
4. Pelajari dan amati tentang
pengeluaran pemerintah
(perpajakan) terhadap
kesehatan
5. Mengembangkan dan
menerapkan kebijakan
lokal, nasional, dan
internasional tentang
perjanjian perdagangan,
termasuk peraturan
pembatasan untuk
mencegah mengkonsumsi
alkohol, tembakau dan
makanan tidak sehat.
6. Pelajari dan amati dampak
buruk terhadap kesehatan
pada produktivitas dan
Memodifikasi faktor risiko
pengeluaran ekonomi
7. Perluas langkah-langkah
yang terbukti mengurangi
penggunaan tembakau
8. Meningkatkan penyediaan
makanan sehat
9. Mempromosikan aktifitas
fisik (olah raga) untuk
semua umur
10. Memahami faktor-faktor
lingkungan & budaya
terhadap prilaku
masyarakat

GRAND
CHALLENGES IN
NONCOMMUNICABLE
DISEASES

urbanisasi
14. pelajari dan amati
apakah kemiskinan dapat
meningkatkan faktor
risiko
15. pelajari dan amati
hubungan antara
lingkungan, urbanisasi
dan NCDs
Reorientasi sistem
16.

17.

18.

19.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

20.

kesehatan
Buat pengelompokan
pada sistem kesehatan
berdasarkan berat
penyakit
Mengusulakan tenaga
medis untuk melatih
masyarakat dan
pelatihan untuk
pencegahan penyakit
Memperbanyak jumlah
dan skills dari tenaga
medis tentang
pencegahan, pengobatan
dan mengontrol NCD
terutama di negara
berkembang
Bangun sistem kesehatan
yang berintegrasi dalam
pelayanan kesehatan
12
Perluas jaringan ke tim
medis untuk mencegah
komplikasi dari NCD
SISTEM JAMINAN SOSIAL
NASIONAL

“ SJSN “
&
Perpres No.12 Tahun 2013
APA SIH SJSN ITU ??

SIAPA AJA SIH
PENERIMANYA ?

KAPAN MULAI BERLAKUNYA ?

APA AJA MANFAATNYA ?

GIMANA CARA
KERJANYA ??

BAGAIMANA KESIAPAN
FASILITASNYA ?

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

13
APA ITU SJSN ???

S

istem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah seperangkat peraturan,
tata cara yang mengatur tentang penyelenggaraan jaminan sosial yang
disediakan oleh pemerintah Republik Indonesia kepada rakyat Indonesia.
Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak

apabila terjadi hal-hal yang yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya
pendapatan karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan
memasuki usia lanjut atau pensiun.
Sistem Jaminan Sosial Nasional ini dilandaskan pada UU No. 40 Tahun
2004 tentang Sisem Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 24 Tahun 2011
Sebagai eksekutor dari SJSN, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) bertugas untuk melaksanakan dan memastikan bahwa SJSN telah
terlaksana dengan baik, terjangkau serta tersosialisasi ke semua lapisan
masyarakat Indonesia.
Jaminan Sosial itu apa sih ? jaminan sosial adalah bentuk perlindungan
sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar
hidupnya dengan layak.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

14
PRINSIP GOTONG ROYONG
SJSN berlandaskan prinsip gotong royong, maksudnya ?
Untuk tercapainya masyarakat Indonesia yang sehat, diperlukan juga kerjasama
yang sehat antar lapisan masyarakat, hal inilah yang menjadi salah satu tujuan
SJSN. Masyarakat diwajibkan memnayar iuran untuk membantu orang yang tidak
mampu dan ketika kita tidak mampu, maka kita akan dibantu orang lain.

TRANSFORMASI SJSN
Merespon Masalah dan kebutuhan Pemberi Kerja terhadap Tenaga Kerja
 Pemenuhan hak konstitusional Warga Negara
Pengaturan oleh berbagai peraturan perundangan untuk tiap lapisan
masyarakat  Pengaturan 1 (satu) hukum jaminan sosial
Penyelenggaraan oleh badan pro laba  Penyelenggaraan nir laba
Dokter Nantinya tidak diperkenankan lagi praktik mandiri, melainkan
bekerja/praktik di RS
Dokter akan diberi Honorarium (Imbalan) yang berkisar antara
Rp.15.500/jiwa/bulan (Kemenkeu), Rp.22.000/jiwa/bulan (Kemenkes) atau
Rp. 27.000/jiwa/bulan (DJSN)**
** Keputusan Akhir masih dalam konfirmasi

Muke Gile
Broo !!
Ane
Ketinggalan
Inpo nih !!

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

15
PARAMETER KESUKSESAN SJSN
Tolak ukur keberhasilan SJSN telah berhasil dilaksanakan BJPS adalah jumlah
orang yang dijamin. BPJS merencanakan pada tahun 2014, 70% masyarakat
Indonesia ikut dalam program ini. Target lebih tinggi dicanangkan oleh BPJS,
tahun 2017, 90% lebih rakyat Indonesia sudah mengikuti program ini.

”Ukuran keberhasilannya adalah jika 75 persen
peserta SJSN merasa puas”
Prof.dr.Hasbullah Thabrany, Guru Besar FKM-UI

SIAPA AJA PESERTA SJSN ?
Para Peserta Sistem Jaminan Sosial Nasional tercantum pada Peraturan Presiden
Nomor 12 Tahun 2013, yaitu :
a. Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (meliputi orang yang
tergolong fakir miskin dan orang tidak mampu);
b. bukan PBI Jaminan Kesehatan (merupakan peserta yang bukan tergolong fakir
miskin dan orang yang tidak mampu).
Peserta bukan PBI Jaminan Kesehatan terdiri atas:
a. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya (termasuk PNS,
anggota TNI, Polri, pejabat negara, pegawai pemerintah non pegawai
negeri, dan pegawai swasta)
b. Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya (pekerja di luar
hubungan kerja atau pekerja mandiri)
c. Bukan pekerja dan anggota keluarganya (investor, pemberi kerja,
penerima pensiun/pejabat negara yang berhenti dengan hak pensiun,
veteran, dan perintis kemerdekaan).
“Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan dilakukan secara bertahap
sehingga mencakup seluruh penduduk,”
Pasal 6 Ayat (1) Pepres No. 12 Tahun 2013.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

16
PESERTA SJSN

PBI

NON-PBI

FAKIR MISKIN &

Pekerja

Pekerja

TIDAK MAMPU

bukan

Penerima

Penerima

Upah

PNS

TNI

Bukan
Pekerja

Upah
PBI

TAHAP KEPESERTAAN SJSN
1. Tahap pertama mulai 1 Januari 2014 paling sedikit meliputi:
a. PBI Jaminan Kesehatan
b. Anggota TNI/PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan dan anggota
keluarganya
c. Anggota Polri/PNS di lingkungan Polri dan keluarganya
d. Peserta Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES) dan anggota keluarganya;
e. Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan anggota keluarganya;
2. Tahap kedua paling lambat 1 Januari 2019 meliputi seluruh penduduk yang belum
masuk sebagai Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

17
PROGRAM-PROGRAM SJSN
1. Jaminan Kesehatan
Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang
menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup
sehat, produktif dan sejahtera.
2. Jaminan Kecelakaan Kerja
Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan pelayanan dan
santunan apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan saat menuju, menunaikan
dan selesai mengerjakan tugas pekerjaan dan berbagai penyakit yang
berhubungan dengan pekerjaan
3. Jaminan Hari Tua
Program jangka panjang ini diberikan secara sekaligus sebelum peserta memasuki
masa pensiun, diberikan kepada janda/duda, anak atau ahli waris peserta yang
sah apabila peserta meninggal dunia
4. Jaminan Pensiun
Pembayaran berkala jangka panjang sebagai sunstitusi/pengganti dari
penurunan/hilangnya penghasilan karena peserta mencapai usia tua (pensiun),
mengalami cacat total permanen, atau meninggal dunia.

KAPAN NIH MULAI BERLAKUNYA SJSN ???
SJSN ini sendiri direncanakan secara nasional akan mulai di jalankan terhitung
dari 1 Januari 2014. Pada tahap awal ini target awal hingga 5 tahun kedepan
(2014-2019) adalah sebanyak 70% dari total rakyat Indonesia sudah terdaftar
menjadi peserta Sistem jaminan Sosial Nasional.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

18
MANFAAT JAMINAN KESEHATAN
Manfaat jaminan kesehatan ?? banyakk sangat teman-teman !!
Manfaat Jaminan Kesehatan ini sendiri sudah dibahas pada pasal 20
Perpres No.12 Tahun 2013 ini. Bahwa seluruh peserta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan perorangan yang mencakup pelayanan bersifat promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk pelayanan obat dan bahan medis
habis pakai.
Manfaat jaminan kesehatan yang dimaksud terdiri atas manfaat medis
yang tidak ada hubungannya dengan besaran iuran yang dibayarkan, serta
manfaat non medis (meliputi akomodasi sesuai skala besaran iuran dan ambulans
untuk pasien rujukan dengan kondisi tertentu).
Adapun pelayanan kesehatan promotif dan preventif meliputi penyuluhan
kesehatan, imunisasi dasar (BCG, DPT-HB, Polio, dan Campak), keluarga
berencana, dan skrining kesehatan. Sedang, pelayanan kesehatan tingkat
pertama meliputi adminstrasi pelayanan; pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi
medis; tindakan medis; pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; tranfusi
darah; dan rawat inap tingkat pertama.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

19
PP NO. 109 TAHUN 2012
PENGAMANAN BAHAN YANG MENGANDUNG
ZAT ADIKTIF BERUPA PRODUK TEMBAKAU
BAGI KESEHATAN
Tembakau... Pasti kita semua sudah sangat familiar dengan “kawan” kita yang
satu ini nih. Apa sih itu tembakau ??
Nah, dalam kesempatan yang satu ini, penulis akan coba “menjabarkan” apa-apa
saja yang diatur dalam PP No.109 tahun 2012 ini.
Yuk simak keterangan yang berikut ini !

Produk Tembakau adalah suatu produk yang secara
keseluruhan atau sebagian terbuat dari daun tembakau
sebagai bahan bakunya yang diolah untuk digunakan dengan
cara dibakar, dihisap, dan dihirup atau dikunyah.
Pasal 1 Ayat 1
PP No. 109 tahun 2012
PP No. 109 tahun 2012 ini juga mengatur tentang penyelenggaraan
pengamanan bahan-bahan yang termasuk produk tembakau
Pasal 2
(1) Penyelenggaraan pengamanan penggunaan bahan yang
mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan
diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan
perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Apa sih yang dimaksud “pengamanan” dalam pasal ini ?

Check it Out !!

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

20
(2) Penyelenggaraan pengamanan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) bertujuan untuk:
a. melindungi kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat,
dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung
karsinogen dan Zat Adiktif dalam Produk Tembakau yang dapat
menyebabkan penyakit, kematian, dan menurunkan kualitas
hidup;
b. melindungi penduduk usia produktif, anak, remaja, dan
perempuan hamil dari dorongan lingkungan dan pengaruh
iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan
ketergantungan terhadap bahan yang mengandung Zat Adiktif
berupa Produk Tembakau;
c. meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat
terhadap bahaya merokok dan manfaat hidup tanpa merokok;
dan
d. melindungi kesehatan masyarakat dari asap Rokok orang
lain.

Apa aja yang diatur Peraturan Pemerintah ini sih ??
a. Produk Tembakau;
b. tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
c. penyelenggaraan;
d. peran serta masyarakat; dan
e. pembinaan dan pengawasan.

Produk Tembakau yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini meliputi Rokok dan
Produk Tembakau lainnya yang penggunaannya terutama dengan cara dibakar dan
dihisap dan/atau dihirup asapnya, yang mengandung Zat Adiktif dan bahan lainnya
yang berbahaya bagi kesehatan (Pasal 4)

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

21
PERAN PEMERINTAH DALAM REGULASI PEREDARAN
PRODUK TEMBAKAU
Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah berdasarkan kewenangannya, bertugas
untuk mengatur menyelenggarakan, membina, dan mengawasi pengamanan bahan yang
mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan.
Pemerintah Pusat dan juga dibantu pemerintah daerah juga bertanggung jawab atas
ketersediaan informasi dan dan edukasi atas pengamanan bahan yang mengandung
zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.
Caranya ?? pemerintah bekerjasama dengan pihak media cetak, media penyiaran,
media teknologi informasi dan/atau media luar ruang.
Apa yang dimaksud dengan “Mengendalikan” dalam hal ini ??
a. mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar
paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari total durasi iklan dan/atau 15% (lima belas
persen) dari total luas iklan;
b. mencantumkan penandaan/tulisan “18+” dalam Iklan Produk Tembakau;
c. tidak memperagakan, menggunakan, dan/atau menampilkan wujud atau bentuk
Rokok atau sebutan lain yang dapat diasosiasikan dengan merek Produk Tembakau;
d. tidak mencantumkan nama produk yang bersangkutan adalah Rokok;
e. tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat
bagi kesehatan;
f. tidak menggunakan kata atau kalimat yang menyesatkan;
g. tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok;
h. tidak menampilkan anak, remaja, dan/atau wanita hamil dalam bentuk gambar
dan/atau tulisan;
i. tidak ditujukan terhadap anak, remaja, dan/atau wanita hamil;
j. tidak menggunakan tokoh kartun sebagai model iklan; dan
k. tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

(Pasal 27)

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

22
TAMPILAN BARU ROKOK DAN KEMASANNYA
Kedepannya, pengusaha rokok diwajibkan untuk mencantumkan gambar dan tulisan
mengenai bahaya dan peringatan kesehatan yang dapat ditimbulkan rokok. Gambar
dan tulisannya ini wajib ada di kemasan maupun di setiap batang rokok yang
diproduksi. Gambar dan tulisan ini dicantumkan pada bagian atas kemasan dilihat
tegak (dari aspek lebar) bagian depan dan belakang masing-masing seluas 40%,
diawali dengan kata “Peringatan” (menggunakan huruf berwarna putih dan warna
dasar hitam, dicetak dengan JELAS dan MENCOLOK, baik sebagian maupun
seluruhnya. Jenis huruf menggunakan huruf arial bold, dengan font 10 atau
proporsional dengan latar. Gambar dan tulisan ini juga tidak boleh tertutup oleh
apapun.
Untuk bagian samping, dicantumkan informasi tentang kandungan nikotin & tar ,
dibuat kotak dengan garis pinggir 1 mm ( satu milimeter), warna kontras antara
dasar dan tulisan, dan ukuran tulisan paling sedikit 3 mm (3 milimeter), sehingga bisa
dilihat jelas.
Dan Produsen juga dilarang mencantumkan keterangan atau tanda apapun yang
menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif. Contohnya ??
Kata-kata ”Light”, “Mild”, “Extra Mild”, “Ultra Light”, “Low Tar”, “Special”,

“Premium”, Full Flavour”, serta kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas,
rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama. (Pasal
24 ayat 2)
Pernyataan lain yang harus ada di sisi samping kemasan produk tembakau adalah :
Pernyataan “Dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18
tahun dan perempuan hamil”
Kode produksi, tanggal, bulan, dan tahun produksi, serta nama dan alamat
produsen
Untuk sisi samping sebelahnya, dicantumkan :
Pernyataan “Tidak ada batas aman”
Pernyataan “Mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya serta lebih
dari 43 zat penyebab kanker”

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

23
40%

“Mengandung
4000 zat kimia
berbahaya”

Informasi
kandungan
Nikotin & Tar

”Peringatan.....”

X

1 mm

Tampak Anterior
(Depan)

Tampak Lateral
(Samping)

IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA CETAK
Dengan adanya Peraturan Pemerintah ini, Iklan Produk Tembakau di media cetak
harus mematuhi beberapa hal, yaitu :
a. tidak diletakkan di sampul depan dan/atau belakang media cetak, atau halaman
depan surat kabar;
b. tidak diletakkan berdekatan dengan iklan makanan dan minuman;
c. luas kolom iklan tidak memenuhi seluruh halaman; dan
d. tidak dimuat di media cetak untuk anak, remaja, dan perempuan.

IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA PENYIARAN
Dan Penyiaran Iklan di Media Siaran hanya diperbolehkan tayang antara pukul 21.30
s/d pukul 05.00 waktu setempat.

IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA LUAR RUANG
(RUANG UMUM)
a. tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok;
b. tidak diletakkan di jalan utama atau protokol;

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

24
c. harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau
melintang; dan
d. tidak boleh melebihi ukuran 72 m2 (tujuh puluh dua meter persegi).

PENGENDALIAN PROMOSI PRODUK TEMBAKAU
a. tidak memberikan secara cuma-cuma, potongan harga, hadiah Produk Tembakau,
atau produk lainnya yang dikaitkan dengan Produk Tembakau;
b. tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada produk atau
barang bukan Produk Tembakau; dan
c. tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada suatu kegiatan
lembaga dan atau perorangan
Setiap orang dilarang menyiarkan dan menggambarkan dalam bentuk gambar atau
foto, menayangkan, menampilkan atau menampakkan orang sedang merokok,
memperlihatkan batang Rokok, asap Rokok, bungkus Rokok atau yang berhubungan
dengan Produk Tembakau serta segala bentuk informasi Produk Tembakau di media
cetak, media penyiaran, dan media teknologi informasi yang berhubungan dengan
kegiatan komersial/iklan atau membuat orang ingin merokok. (Pasal 39)

KAWASAN TANPA ROKOK
Dalam rangka untuk menyelenggarakan pengamanan bahan yang mengandung Zat
Adiktif

berupa Produk Temabaku bagi kesehatan, Pemerintah Pusat dan juga

Pemerintah Daerah wajib mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok
Yang termasuk Kawasan Tanpa Rokok adalah :
a. fasilitas pelayanan kesehatan;
b. tempat proses belajar mengajar;
c. tempat anak bermain;
d. tempat ibadah;
e. angkutan umum;

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

25
f. tempat kerja; dan
g. tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan
Kawasan Tanpa Rokok sendiri merupakan kawasan yang menyediakan tempat khusus
untuk merokok. Tempat Khusus untuk merokok adalah ruang terbuka yang
berhubungan dengan udara luar.

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

26
Starring :

PONS

Dr. dr. Yuwono, M.Biomed

#1. Noncommunicable Disease
Apa Pendapat Beliau tentang Noncommunicable Disease ???

Noncommunicable Disease (NCD) atau biasa disebut dengan Lifestyle Disease ini
terjadi karena pengaruh beberapa hal, yaitu :
1. Genetik, genetik ini sendiri adalah penyebab yang diwariskan (inherited)
2. Environtment, lingkungan adalah salah satu faktor utama dalam pengembangan
faktor risiko NCD, dimana kebiasaan (habit) adalah suatu kegiatan yang dilakukan
berulang-ulang, tetapi hal ini dapat di kontrol oleh masing-masing individu, dan
Lifestyle inilah yang harus kita tekankan untuk diubah.
Dulu pernah terjadi di Cyprus, 15% dari total warganya adalah Carrirer Thalasemia,
akibatnya, pemerintah Cyprus mengeluarkan peraturan tentang larangan tidak
boleh menikah antar Carrier Thalasemia, dan jika bersikeras ingin menikah, maka
mereka harus menandatangani perjanjian yang menyatakan akan menanggung
Risiko anak yang dilahirkan dengan Thalasemia.

GENETIC
NCD
ENVIRONTMENT

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

Inherited

Metabolism

27
#2. Sistem Jaminan Sosial
Nasional

Health Policy (Kebijakan Kesehatan) Indonesia sudah bagus, yaitu bertujuan
untuk mensejahterahkan rakyat. Yang perlu diingat adalah, dalam hal untuk
meningkatkan mutu dan kualitas dari Pelayanan Kesehatan harus
diperhatikan beberapa Aspek, yaitu :





Kesiapan Sistem Kesehatan
Tempat/Fasilitas
Akses menuju Fasilitas Kesehatan
Sosialisasi yang merata di masyarakat

Untuk SJSN ini sendiri termasuk kesatuan Sistem Kesehatan, Tujuan akhir
dari SJSN adalah terciptanya pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis,
Ya, ini adalah hal yang baik, tapi, coba kita kaji lebih dalam lagi
 Jika pengobatan gratis, maka masyarakat yang tidak sakit juga akan
berobat, dan akhirnya tenaga medislah yang akan kewalahan
 Dengan pengobatan yang gratis, maka pemerintah harus siap dalam
hal memenuhi stok kebutuhan obat-obatan habis pakai, seperti
antibiotik
 Dengan banyaknya jumlah pasien/penerima layanan, maka tenaga
Sumber Daya Manusia juga harus siap terkuras.
 Sosialisasi juga harus merata ke semua daerah, mengingat
penyelarasan ilmu pengetahuan di tiap daerah berbeda-beda

-Dr. dr. Yuwono M.Biomed.
(dengan perubahan)

Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition
April 2013

28

Cakrawala ed. 1 april 2013

  • 1.
    PRESENT CAKRAWALA NON-COMMUNICABLE DISEASE CHANGING BEHAVIOUR MODIFYHEALTH QUALITY -SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL “SJSN” APRIL 2013
  • 2.
    WORLD BIGGEST KILLEROF THE CENTURY NON-COMMUNICABLE DISEASE Changing Behaviour, Modify Health Quality APA ITU NON-COMMUNICABLE DISEASE ??? Noncommunicable : Tidak bisa di bicarakan Disease : Penyakit JADI.... Non-Communicable Disease : Penyakit-penyakit yang tidak bisa di bicarakan AHLI BAHASA,, HAFAL SELURUH BAHASA DI MUKA BUMI BENER GAK TUH ?? MAU TAU ?? BUKA HALAMAN SELANJUTNYA !!!!! Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 1
  • 3.
    MASIH PENASARAN NIHAPA ITU NONCOMMUNICABLE DISEASE?? SIMAK ULASAN BERIKUT INI YUUKK !! N on-communicable Disease atau NCD adalah kondisi medis as known as penyakit non-infektif atau tidak menular antar orang. NCD bisa berupa penyakit patologik kronik dengan durasi yang lama dan perkembangan yang lambat, atau mungkin juga berupa penyakit yang menyebabkan kematian yang cepat, seperti serangan stroke secara tiba-tiba. PENYAKIT APA AJA SIH YANG TERMASUK NCD ?? Nah, penyakit-penyakit yang termasuk dalam ruang lingkup NCD adalah penyakit autoimun, cardiovascular, Stroke, berbagai tipe kanker, asthma, diabetes, penyakit ginjal kronis, osteoporosis, Alzheimer, katarak, dan masih buaanyak lagi. NCD sendiri sering kali dianggap sebagai “Penyakit Kronis”, tapi pernyataan ini gak bener nih, NCD adalah kumpulan penyakit berdasarkan sifat non-infeksi (tidak menular), bukan berdasarkan durasi dari penyakit itu sendiri. Beberapa penyakit kronis memiliki durasi yang lama, seperti HIV/AIDS, disebabkan oleh Infeksi menular. “LifestyLe Disease” Non-Communicable Disease memiliki nama lain yaitu “Lifestyle Disease”. Kenapa ? Mayoritas penyebab terjadinya NCD adalah kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang bisa dihindari dan “dimodifikasi” menjadi kebiasaan yang memenuhi kirteria gaya hidup sehat. Diantara kebiasaan yang dapat menyebabkan NCD adalah Merokok, Konsumsi minuman keras, Intake makanan yang tidak sehat ( Mengandung terlalu banyak gula, lemak jenuh, garam) , serta tidak ketinggalan, kurangnya aktivitas fisik. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 2
  • 4.
    Non-Communicable Disease UniqueFact  Non-Communicable Disease (NCD) memakan lebih dari 36 Juta jiwa dalam setahun  Sekitar 80% dari total korban jiwa akbibat NCD (29 Juta Jiwa) terjadi di negara berepenghasilan rendah dan menengah  Lebih dari 9 juta jiwa dari total seluruh kematian akibat Non-Communicable Disease terjadi dibawah umur 60, dan 90% dari kematian “prematur” ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.  Penyakit Cardiovaskular menduduki peringkat Pertama untuk kategori kematian akibat Non-Communicable Disease yaitu 17 juta jiwa setiap tahunnya, diikuti oleh kanker sebanyak 7,6 juta jiwa, Gangguan sistem pernapasan (4,2 juta), dan diabetes (1,3 juta)  Jumlah kematian akibat keempat penyakit tersebut (Cardiovaskular, Kanker, Gangguan Sistem Pernapasan, dan Diabetes) mencakup 80% dari total kematian akibat Non-Communicable Disease. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 3
  • 5.
     4 FaktorRisiko Utama penyebab NCD adalah Merokok Kematian akibat merokok tercatat mencapai 6 juta jiwa setiap tahun (5,1 juta dikarenakan penggunaan rokok secara langsung/perokok aktif, dan 600.000 kematian akibat lingkungan/ perokok pasif) dan diperkirakan akan terus bertambah sebanyak 8 juta jiwa --- 10% dari total kematian tiap tahun --- pada 2030 Kurangnya Kegiatan Fisik (Olahraga, Jogging, dll.) Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan keungkinan terserang penyakit cardiovaskular, penyumbatan pembuluh darah oleh embolus, dll. Sebanyak 3,2 juta jiwa meninggal tiap tahunnya akibat kurang aktivitas fisik. Konsumsi Minuman Keras (Miras) 50% dari 2,3 juta kematian karena minuman keras setiap tahunnya, berujung pada NCD. Konsumsi Makanan yang tidak sehat ± 1,7 juta kematian disebabkan oleh kurangnya konsumsi buah dan sayuran segar. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 4
  • 6.
    MAU TAU ? MAUTAU ? MAU TAU LEBIH BANYAK MAU TAU LEBIH BANYAK LAGI ??? LAGI ??? CHECK IT OUT !!! CHECK IT OUT !!! OH YEAH !!!! Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 5
  • 7.
    Non-Communicable Disease is“Invading” our Life Hasil evaluasi World Health Organization (WHO) menunjukkan, NCD akan menjadi penyebab utama kematian di DUNIA. Melingkupi lebih dari 60% dari total kematian. Dari 36 juta jiwa yang meninggal dunia akibat NCD pada 2005, 50% diantaranya berusia dibawah 70 tahun, dan 50% dari keseluruhan adalah perempuan. Dari 57 juta kematian pada tahun 2008, 36 juta diantaranya dikarenakan NCD. Jumlah ini menutupi sekitar 63 % kematian secara global.    2020--2030    Jika kebiasaan hidup sedenter, Merokok, dan Intake akan alkohol yang berlebihan tetap dipertahankan, tidak diragukan lagi, Non-Communicable Disease akan menjadi masalah utama dunia. Jika Perkembangan Non-Communicable Disease ini tetap dipertahankan dan tidak dilakukan langkah cepat serta berkesinambungan, pada tahun 2020, NCD akan “menguasai” Global Cause of Death dengan perkiraan 7 dari 10 kematian dilatarbelakangi oleh NCD, dan membunuh 52 juta orang setiap tahunnya pada tahun 2030. Sedangkan, kematian akibat penyakit infeksius, defisiensi nutrisi serta kondisi maternal & perinatal diperkirakan berkurang hingga 7 juta jiwa per tahun pada periode yang sama 36 Juta Kematian Akibat NCD 52 Juta Kematian akibat NCD 2008 2030 2020 7 dari 10 Kematian di Dunia adalah akibat NCD Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 6
  • 8.
    Non-Communicable Disease =Disease Of The Rich ? Beberapa ahli pada awal berkembangnya Non-Communicable Disease menyimpulkan penyakit ini sebagai penyakit yang berbanding lurus dengan perkembangan ekonomi dan akhirnya dianggap sebagai “Disease of The Rich”. Tapi, dengan timbulnya 4 tipe utama dari NCD di negara-negara dengan penghasilan rendah—dan menengah, dan juga dengan 2/3 total penderita diabetes melitus (DM) berada di negara berkembang, NCD tidak bisa lagi dianggap sebagai penyakit yang mempengaruhi komunitas tertentu. Siapa saja yang bisa terserang NCD ??? Umumnya SEMUA UMUR dan SEMUA WILAYAH berpotensi terkena serangan NCD. NCD seringkali dihubungkan dengan orang-orang lanjut usia, tapi, survei World Health Organization (WHO) akhir ini berkata lain nih, hasil dari survei ini menunjukkan 9 juta kematian dari Jumlah keseluruhan kematian akibat NCD terjadi sebelum usia 60 tahun !!! Nah, dari semua kematian “prematur” ini, 90% terjadi di negara dengan penghasilan rendah-menegah nih (Termasuk Indonesia Tentunya). Anak-anak, orang dewasa, sampai sesepuh ( Baca : Orang Tua) semuanya berkemungkinan terkena penyakit-penyakit NCD ini nih, Karena Konsumsi makanan yang kurang/tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, Pengguna aktif maupun pasif rokok, atau mungkin juga karena konsumsi minuman keras. Lanjut-lanjut.. Penyakit ini juga didorong oleh beberapa faktor lain seperti: Peningkatan usia Urbanisasi yang tidak terkontrol dan tidak terarah tujuannya Pengaruh globalisasi dari Gaya hidup yang tidak sehat. Contohnya nih, globalisasi dari gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan fastfood, Mie Instant, goreng-gorengan,dll. Bisa memicu peningkatan Tekanan darah, peningkatan gula darah, melimpahnya lipid (lemak) dalam darah, overweight dan obesitas. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 7
  • 9.
    Non-Communicable Disease danKeterpurukan Ekonomi Beberapa waktu lalu, NCD dianggap sebagai masalah utama di negara-negara berpenghasilan tinggi , sedangkan penyakit infektif menjadi ancaman di negara berpenghasilan rendah—menengah. Masalah-masalah yang disebabkan oleh NCD diperkirakan mencapai 85% di negara industri, 70% di negara dengan penghasilan menengah dan 50% di negara dengan penghasilan rendah. Penghasilan nasional negara-negara dunia mengalami penurunan yang signifikan dikarenkan kematian “prematur” ataupun akbiat hilangnya kemampuan bekerja yang diakibatkan oleh diabetes, gangguan cardiovascular, dan stroke. Contohnya, Cina diperkirakan akan mengalami kerugian sebesar 558 juta dolar amerika dalam rentan tahun 2005-2015 akibat kematian yang lebih cepat. Faktor Risiko Non-Communicable Disease Kalau untuk keseluruhan sudah disebutkan sewaktu di awal mula, nah sekarang di bagian ini kita akan membahas tentang Faktor Risiko secara Fisiologis/Metabolik. Kondisi-kondisi ini sebenarnya adalah turunan ataupun akibat-akibat dari lifestyle yang kurang sehat seperti yang sudah di sebutkan di atas tadi nih, jadi ini bisa disebut faktor sekunder dari NCD. Faktor-faktor ini yaitu: Tekanan Darah Tinggi Obesitas Hyperglicemia (Kadar glukosa yang tinggi dalam darah) Hyperlipidemia (Kadar lemak yang tinggi dalam darah) Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 8
  • 10.
    Tindakan World HealthOrganization WHO Dalam usaha untuk mengatasi dan mengurangi akibat dari Non-Communicable Disease, World Health Organization menjalankan suatu program yang diberi nama “The 2008-2013 Action plan of the global strategy for the prevention and control of noncommunicable diseases”. Program ini Membantu negara-negara anggota, WHO dan rekan dari seluruh mancanegara untuk menangani NCD di negara mereka masing-masing. WHO juga melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi penyebaran dan perkembangan faktor risiko yang berhubungan dengan NCD, yaitu : õ Implementasi program anti-tobacco yang dicantumkan pada WHO Framework Convention on Tobacco Control oleh negara-negara anggota dapat menekan angka penyebaran rokok di negara-negara anggota õ The WHO Global strategy on diet, physical activity and health Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan dengan mmebentuk komunitas-komunitas yang bergerak pada bidang kesehatan dengan fokus pada pengurangan jumlah kematian dan penderita penyakit yang berhubungan dengan Konsumsi makanan yang tidak sehat dan Kurangnya aktivitas fisik. õ The WHO Global strategy to reduce the harmful use of alcohol Program ini menawarkan tindakan-tindakan untuk melindungi masyarakat dari efek samping alkohol dengan meregulasi peredaran dan pemakaiannya. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 9
  • 11.
    S.O.L.U.T.I.O.N Pencegahan dan KontrolFaktor Risiko Untuk mengurangi, menghambat bahkan menetralisir keberadaan Non-Communicable Disease, pendekatan secara komprehensif terhadap perkembangan Faktor risiko NCD sangat diperlukan . Langkah pendekatan ini meliputi  Pembatasan penggunaan rokok di kalangan masyarakat  Mengurangi/memberhentikan konsumsi alkohol  Memperbanyak aktivitas yang melibatkan pergerakan anggota tubuh  Menghindari aktivitas dalam ruangan terlalu lama  Mengubah pola makan menjadi pola makan yang memenuhi standar intake dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan yang seimbang ( Cukup karbohidrat, iodium, protein, serat, vitamin dan mineral)  Mengurangi konsumsi nasi, dan menggantikannya dengan bahan pangan lain Community Control Kalo untuk tindakan ini, mengandalkan orang-orang terdekat dalam suatu ruang lingkup/komunitas supaya saling mengingatkan akan bahaya dan kemungkinan serangan NCD, sehingga terciptalah suatu “Warning-Chain” yang akan terus menerus berkontribusi dalam kontrol faktor risiko NCD terhadap sesama. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 10
  • 12.
    G Masih banyak lohreaders yang bingung tentang NCD dan seluk-beluknya. And now, some of your question are answered here ! apa itu NCD ? Non Communicable diseases atau disingkat dengan NCD adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi dan tidak menular, berkembang secara lambat tetapi dapat menyebabkan kematian mendadak. Apa saja yang termasuk NCD ? Yang termasuk NCD adalah Cardiovascular Diseases, cancer, diabetes, chronic respiratory (PPOK) Apa penyebab NCD ? Ada beberapa faktor risiko penyebab NCD diantaranya merokok, gaya hidup yang tidak sehat, alkohol, obesitas (kurangnya aktivitas tubuh) Apa peranan WHO terhadap NCD ? WHO melakukan“The 2008-2013 Action plan of the global strategy for the prevention and control of noncommunicable diseases”. Program ini Membantu negara-negara anggota, WHO dan rekan dari seluruh mancanegara untuk menangani NCD di negara mereka masing-masing. Bagaimana penyebaran NCD ? Lebih dari 9 juta jiwa dari total seluruh kematian akibat NonCommunicable Disease terjadi dibawah umur 60, dan 90% dari kematian “prematur” ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bagaimana pencegahan NCD ? Pencegahan NCD dapat dilakukan dengan mengurangi faktor risiko dan mengontrol ruang lingkup dalam masyarakat Apa pengaruh NCD terhadap dunia ? Siapa saja yang berisiko terserang NCD ? NCD merupakan penyebab kematian terbesar didunia, dua Semua umur dan semua wilayah berisiko kali lebih besar dari penyakit terserang NCD karena gaya hidup yang tidak infeksi Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st sehat. Edition umumnya April 2013 menyerang ekonomi-sosial rendah dan menengah 11
  • 13.
    Meningkatkan kesadaran Bekerjasama dengan masyarakat perusahaanatau community 11. Menjalin mitra kerja dalam mempromosikan pencegahan penyakit dan kesehatan 12. Memahami dan memonitor kode etik yang bertanggung jawab dengan industri makanan, minuman dan restoran. 13. Memberdayakan tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat yang bersukarela 1. Tingkatkan prioritas politik tentang NCD 2. Promosikan gaya hidup sehat dan makanan pilihan melalui edukasi yang efektif dan melibatkan publik 3. Sebarkan informasi yang menarik dan akurat secara meluas, berkelanjutan melalui media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan sosial ekonomi Mengurangi dampak kemiskinan kesehatan dan Meningkatkan ekonomi, kebijakan hukum dan lingkungan 4. Pelajari dan amati tentang pengeluaran pemerintah (perpajakan) terhadap kesehatan 5. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan lokal, nasional, dan internasional tentang perjanjian perdagangan, termasuk peraturan pembatasan untuk mencegah mengkonsumsi alkohol, tembakau dan makanan tidak sehat. 6. Pelajari dan amati dampak buruk terhadap kesehatan pada produktivitas dan Memodifikasi faktor risiko pengeluaran ekonomi 7. Perluas langkah-langkah yang terbukti mengurangi penggunaan tembakau 8. Meningkatkan penyediaan makanan sehat 9. Mempromosikan aktifitas fisik (olah raga) untuk semua umur 10. Memahami faktor-faktor lingkungan & budaya terhadap prilaku masyarakat GRAND CHALLENGES IN NONCOMMUNICABLE DISEASES urbanisasi 14. pelajari dan amati apakah kemiskinan dapat meningkatkan faktor risiko 15. pelajari dan amati hubungan antara lingkungan, urbanisasi dan NCDs Reorientasi sistem 16. 17. 18. 19. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 20. kesehatan Buat pengelompokan pada sistem kesehatan berdasarkan berat penyakit Mengusulakan tenaga medis untuk melatih masyarakat dan pelatihan untuk pencegahan penyakit Memperbanyak jumlah dan skills dari tenaga medis tentang pencegahan, pengobatan dan mengontrol NCD terutama di negara berkembang Bangun sistem kesehatan yang berintegrasi dalam pelayanan kesehatan 12 Perluas jaringan ke tim medis untuk mencegah komplikasi dari NCD
  • 14.
    SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL “SJSN “ & Perpres No.12 Tahun 2013 APA SIH SJSN ITU ?? SIAPA AJA SIH PENERIMANYA ? KAPAN MULAI BERLAKUNYA ? APA AJA MANFAATNYA ? GIMANA CARA KERJANYA ?? BAGAIMANA KESIAPAN FASILITASNYA ? Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 13
  • 15.
    APA ITU SJSN??? S istem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah seperangkat peraturan, tata cara yang mengatur tentang penyelenggaraan jaminan sosial yang disediakan oleh pemerintah Republik Indonesia kepada rakyat Indonesia. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan memasuki usia lanjut atau pensiun. Sistem Jaminan Sosial Nasional ini dilandaskan pada UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sisem Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 24 Tahun 2011 Sebagai eksekutor dari SJSN, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertugas untuk melaksanakan dan memastikan bahwa SJSN telah terlaksana dengan baik, terjangkau serta tersosialisasi ke semua lapisan masyarakat Indonesia. Jaminan Sosial itu apa sih ? jaminan sosial adalah bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan layak. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 14
  • 16.
    PRINSIP GOTONG ROYONG SJSNberlandaskan prinsip gotong royong, maksudnya ? Untuk tercapainya masyarakat Indonesia yang sehat, diperlukan juga kerjasama yang sehat antar lapisan masyarakat, hal inilah yang menjadi salah satu tujuan SJSN. Masyarakat diwajibkan memnayar iuran untuk membantu orang yang tidak mampu dan ketika kita tidak mampu, maka kita akan dibantu orang lain. TRANSFORMASI SJSN Merespon Masalah dan kebutuhan Pemberi Kerja terhadap Tenaga Kerja  Pemenuhan hak konstitusional Warga Negara Pengaturan oleh berbagai peraturan perundangan untuk tiap lapisan masyarakat  Pengaturan 1 (satu) hukum jaminan sosial Penyelenggaraan oleh badan pro laba  Penyelenggaraan nir laba Dokter Nantinya tidak diperkenankan lagi praktik mandiri, melainkan bekerja/praktik di RS Dokter akan diberi Honorarium (Imbalan) yang berkisar antara Rp.15.500/jiwa/bulan (Kemenkeu), Rp.22.000/jiwa/bulan (Kemenkes) atau Rp. 27.000/jiwa/bulan (DJSN)** ** Keputusan Akhir masih dalam konfirmasi Muke Gile Broo !! Ane Ketinggalan Inpo nih !! Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 15
  • 17.
    PARAMETER KESUKSESAN SJSN Tolakukur keberhasilan SJSN telah berhasil dilaksanakan BJPS adalah jumlah orang yang dijamin. BPJS merencanakan pada tahun 2014, 70% masyarakat Indonesia ikut dalam program ini. Target lebih tinggi dicanangkan oleh BPJS, tahun 2017, 90% lebih rakyat Indonesia sudah mengikuti program ini. ”Ukuran keberhasilannya adalah jika 75 persen peserta SJSN merasa puas” Prof.dr.Hasbullah Thabrany, Guru Besar FKM-UI SIAPA AJA PESERTA SJSN ? Para Peserta Sistem Jaminan Sosial Nasional tercantum pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013, yaitu : a. Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (meliputi orang yang tergolong fakir miskin dan orang tidak mampu); b. bukan PBI Jaminan Kesehatan (merupakan peserta yang bukan tergolong fakir miskin dan orang yang tidak mampu). Peserta bukan PBI Jaminan Kesehatan terdiri atas: a. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya (termasuk PNS, anggota TNI, Polri, pejabat negara, pegawai pemerintah non pegawai negeri, dan pegawai swasta) b. Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya (pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri) c. Bukan pekerja dan anggota keluarganya (investor, pemberi kerja, penerima pensiun/pejabat negara yang berhenti dengan hak pensiun, veteran, dan perintis kemerdekaan). “Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan dilakukan secara bertahap sehingga mencakup seluruh penduduk,” Pasal 6 Ayat (1) Pepres No. 12 Tahun 2013. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 16
  • 18.
    PESERTA SJSN PBI NON-PBI FAKIR MISKIN& Pekerja Pekerja TIDAK MAMPU bukan Penerima Penerima Upah PNS TNI Bukan Pekerja Upah PBI TAHAP KEPESERTAAN SJSN 1. Tahap pertama mulai 1 Januari 2014 paling sedikit meliputi: a. PBI Jaminan Kesehatan b. Anggota TNI/PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan dan anggota keluarganya c. Anggota Polri/PNS di lingkungan Polri dan keluarganya d. Peserta Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES) dan anggota keluarganya; e. Peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan anggota keluarganya; 2. Tahap kedua paling lambat 1 Januari 2019 meliputi seluruh penduduk yang belum masuk sebagai Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 17
  • 19.
    PROGRAM-PROGRAM SJSN 1. JaminanKesehatan Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. 2. Jaminan Kecelakaan Kerja Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan pelayanan dan santunan apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan saat menuju, menunaikan dan selesai mengerjakan tugas pekerjaan dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan 3. Jaminan Hari Tua Program jangka panjang ini diberikan secara sekaligus sebelum peserta memasuki masa pensiun, diberikan kepada janda/duda, anak atau ahli waris peserta yang sah apabila peserta meninggal dunia 4. Jaminan Pensiun Pembayaran berkala jangka panjang sebagai sunstitusi/pengganti dari penurunan/hilangnya penghasilan karena peserta mencapai usia tua (pensiun), mengalami cacat total permanen, atau meninggal dunia. KAPAN NIH MULAI BERLAKUNYA SJSN ??? SJSN ini sendiri direncanakan secara nasional akan mulai di jalankan terhitung dari 1 Januari 2014. Pada tahap awal ini target awal hingga 5 tahun kedepan (2014-2019) adalah sebanyak 70% dari total rakyat Indonesia sudah terdaftar menjadi peserta Sistem jaminan Sosial Nasional. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 18
  • 20.
    MANFAAT JAMINAN KESEHATAN Manfaatjaminan kesehatan ?? banyakk sangat teman-teman !! Manfaat Jaminan Kesehatan ini sendiri sudah dibahas pada pasal 20 Perpres No.12 Tahun 2013 ini. Bahwa seluruh peserta berhak memperoleh pelayanan kesehatan perorangan yang mencakup pelayanan bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai. Manfaat jaminan kesehatan yang dimaksud terdiri atas manfaat medis yang tidak ada hubungannya dengan besaran iuran yang dibayarkan, serta manfaat non medis (meliputi akomodasi sesuai skala besaran iuran dan ambulans untuk pasien rujukan dengan kondisi tertentu). Adapun pelayanan kesehatan promotif dan preventif meliputi penyuluhan kesehatan, imunisasi dasar (BCG, DPT-HB, Polio, dan Campak), keluarga berencana, dan skrining kesehatan. Sedang, pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi adminstrasi pelayanan; pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis; tindakan medis; pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; tranfusi darah; dan rawat inap tingkat pertama. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 19
  • 21.
    PP NO. 109TAHUN 2012 PENGAMANAN BAHAN YANG MENGANDUNG ZAT ADIKTIF BERUPA PRODUK TEMBAKAU BAGI KESEHATAN Tembakau... Pasti kita semua sudah sangat familiar dengan “kawan” kita yang satu ini nih. Apa sih itu tembakau ?? Nah, dalam kesempatan yang satu ini, penulis akan coba “menjabarkan” apa-apa saja yang diatur dalam PP No.109 tahun 2012 ini. Yuk simak keterangan yang berikut ini ! Produk Tembakau adalah suatu produk yang secara keseluruhan atau sebagian terbuat dari daun tembakau sebagai bahan bakunya yang diolah untuk digunakan dengan cara dibakar, dihisap, dan dihirup atau dikunyah. Pasal 1 Ayat 1 PP No. 109 tahun 2012 PP No. 109 tahun 2012 ini juga mengatur tentang penyelenggaraan pengamanan bahan-bahan yang termasuk produk tembakau Pasal 2 (1) Penyelenggaraan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Apa sih yang dimaksud “pengamanan” dalam pasal ini ? Check it Out !! Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 20
  • 22.
    (2) Penyelenggaraan pengamanansebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk: a. melindungi kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung karsinogen dan Zat Adiktif dalam Produk Tembakau yang dapat menyebabkan penyakit, kematian, dan menurunkan kualitas hidup; b. melindungi penduduk usia produktif, anak, remaja, dan perempuan hamil dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau; c. meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok dan manfaat hidup tanpa merokok; dan d. melindungi kesehatan masyarakat dari asap Rokok orang lain. Apa aja yang diatur Peraturan Pemerintah ini sih ?? a. Produk Tembakau; b. tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah; c. penyelenggaraan; d. peran serta masyarakat; dan e. pembinaan dan pengawasan. Produk Tembakau yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini meliputi Rokok dan Produk Tembakau lainnya yang penggunaannya terutama dengan cara dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, yang mengandung Zat Adiktif dan bahan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan (Pasal 4) Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 21
  • 23.
    PERAN PEMERINTAH DALAMREGULASI PEREDARAN PRODUK TEMBAKAU Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah berdasarkan kewenangannya, bertugas untuk mengatur menyelenggarakan, membina, dan mengawasi pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan. Pemerintah Pusat dan juga dibantu pemerintah daerah juga bertanggung jawab atas ketersediaan informasi dan dan edukasi atas pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Caranya ?? pemerintah bekerjasama dengan pihak media cetak, media penyiaran, media teknologi informasi dan/atau media luar ruang. Apa yang dimaksud dengan “Mengendalikan” dalam hal ini ?? a. mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari total durasi iklan dan/atau 15% (lima belas persen) dari total luas iklan; b. mencantumkan penandaan/tulisan “18+” dalam Iklan Produk Tembakau; c. tidak memperagakan, menggunakan, dan/atau menampilkan wujud atau bentuk Rokok atau sebutan lain yang dapat diasosiasikan dengan merek Produk Tembakau; d. tidak mencantumkan nama produk yang bersangkutan adalah Rokok; e. tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat bagi kesehatan; f. tidak menggunakan kata atau kalimat yang menyesatkan; g. tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok; h. tidak menampilkan anak, remaja, dan/atau wanita hamil dalam bentuk gambar dan/atau tulisan; i. tidak ditujukan terhadap anak, remaja, dan/atau wanita hamil; j. tidak menggunakan tokoh kartun sebagai model iklan; dan k. tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. (Pasal 27) Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 22
  • 24.
    TAMPILAN BARU ROKOKDAN KEMASANNYA Kedepannya, pengusaha rokok diwajibkan untuk mencantumkan gambar dan tulisan mengenai bahaya dan peringatan kesehatan yang dapat ditimbulkan rokok. Gambar dan tulisannya ini wajib ada di kemasan maupun di setiap batang rokok yang diproduksi. Gambar dan tulisan ini dicantumkan pada bagian atas kemasan dilihat tegak (dari aspek lebar) bagian depan dan belakang masing-masing seluas 40%, diawali dengan kata “Peringatan” (menggunakan huruf berwarna putih dan warna dasar hitam, dicetak dengan JELAS dan MENCOLOK, baik sebagian maupun seluruhnya. Jenis huruf menggunakan huruf arial bold, dengan font 10 atau proporsional dengan latar. Gambar dan tulisan ini juga tidak boleh tertutup oleh apapun. Untuk bagian samping, dicantumkan informasi tentang kandungan nikotin & tar , dibuat kotak dengan garis pinggir 1 mm ( satu milimeter), warna kontras antara dasar dan tulisan, dan ukuran tulisan paling sedikit 3 mm (3 milimeter), sehingga bisa dilihat jelas. Dan Produsen juga dilarang mencantumkan keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif. Contohnya ?? Kata-kata ”Light”, “Mild”, “Extra Mild”, “Ultra Light”, “Low Tar”, “Special”, “Premium”, Full Flavour”, serta kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama. (Pasal 24 ayat 2) Pernyataan lain yang harus ada di sisi samping kemasan produk tembakau adalah : Pernyataan “Dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil” Kode produksi, tanggal, bulan, dan tahun produksi, serta nama dan alamat produsen Untuk sisi samping sebelahnya, dicantumkan : Pernyataan “Tidak ada batas aman” Pernyataan “Mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya serta lebih dari 43 zat penyebab kanker” Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 23
  • 25.
    40% “Mengandung 4000 zat kimia berbahaya” Informasi kandungan Nikotin& Tar ”Peringatan.....” X 1 mm Tampak Anterior (Depan) Tampak Lateral (Samping) IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA CETAK Dengan adanya Peraturan Pemerintah ini, Iklan Produk Tembakau di media cetak harus mematuhi beberapa hal, yaitu : a. tidak diletakkan di sampul depan dan/atau belakang media cetak, atau halaman depan surat kabar; b. tidak diletakkan berdekatan dengan iklan makanan dan minuman; c. luas kolom iklan tidak memenuhi seluruh halaman; dan d. tidak dimuat di media cetak untuk anak, remaja, dan perempuan. IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA PENYIARAN Dan Penyiaran Iklan di Media Siaran hanya diperbolehkan tayang antara pukul 21.30 s/d pukul 05.00 waktu setempat. IKLAN PRODUK TEMBAKAU DI MEDIA LUAR RUANG (RUANG UMUM) a. tidak diletakkan di Kawasan Tanpa Rokok; b. tidak diletakkan di jalan utama atau protokol; Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 24
  • 26.
    c. harus diletakkansejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang; dan d. tidak boleh melebihi ukuran 72 m2 (tujuh puluh dua meter persegi). PENGENDALIAN PROMOSI PRODUK TEMBAKAU a. tidak memberikan secara cuma-cuma, potongan harga, hadiah Produk Tembakau, atau produk lainnya yang dikaitkan dengan Produk Tembakau; b. tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada produk atau barang bukan Produk Tembakau; dan c. tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan atau perorangan Setiap orang dilarang menyiarkan dan menggambarkan dalam bentuk gambar atau foto, menayangkan, menampilkan atau menampakkan orang sedang merokok, memperlihatkan batang Rokok, asap Rokok, bungkus Rokok atau yang berhubungan dengan Produk Tembakau serta segala bentuk informasi Produk Tembakau di media cetak, media penyiaran, dan media teknologi informasi yang berhubungan dengan kegiatan komersial/iklan atau membuat orang ingin merokok. (Pasal 39) KAWASAN TANPA ROKOK Dalam rangka untuk menyelenggarakan pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Temabaku bagi kesehatan, Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah wajib mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok Yang termasuk Kawasan Tanpa Rokok adalah : a. fasilitas pelayanan kesehatan; b. tempat proses belajar mengajar; c. tempat anak bermain; d. tempat ibadah; e. angkutan umum; Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 25
  • 27.
    f. tempat kerja;dan g. tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan Kawasan Tanpa Rokok sendiri merupakan kawasan yang menyediakan tempat khusus untuk merokok. Tempat Khusus untuk merokok adalah ruang terbuka yang berhubungan dengan udara luar. Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 26
  • 28.
    Starring : PONS Dr. dr.Yuwono, M.Biomed #1. Noncommunicable Disease Apa Pendapat Beliau tentang Noncommunicable Disease ??? Noncommunicable Disease (NCD) atau biasa disebut dengan Lifestyle Disease ini terjadi karena pengaruh beberapa hal, yaitu : 1. Genetik, genetik ini sendiri adalah penyebab yang diwariskan (inherited) 2. Environtment, lingkungan adalah salah satu faktor utama dalam pengembangan faktor risiko NCD, dimana kebiasaan (habit) adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, tetapi hal ini dapat di kontrol oleh masing-masing individu, dan Lifestyle inilah yang harus kita tekankan untuk diubah. Dulu pernah terjadi di Cyprus, 15% dari total warganya adalah Carrirer Thalasemia, akibatnya, pemerintah Cyprus mengeluarkan peraturan tentang larangan tidak boleh menikah antar Carrier Thalasemia, dan jika bersikeras ingin menikah, maka mereka harus menandatangani perjanjian yang menyatakan akan menanggung Risiko anak yang dilahirkan dengan Thalasemia. GENETIC NCD ENVIRONTMENT Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 Inherited Metabolism 27
  • 29.
    #2. Sistem JaminanSosial Nasional Health Policy (Kebijakan Kesehatan) Indonesia sudah bagus, yaitu bertujuan untuk mensejahterahkan rakyat. Yang perlu diingat adalah, dalam hal untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari Pelayanan Kesehatan harus diperhatikan beberapa Aspek, yaitu :     Kesiapan Sistem Kesehatan Tempat/Fasilitas Akses menuju Fasilitas Kesehatan Sosialisasi yang merata di masyarakat Untuk SJSN ini sendiri termasuk kesatuan Sistem Kesehatan, Tujuan akhir dari SJSN adalah terciptanya pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, Ya, ini adalah hal yang baik, tapi, coba kita kaji lebih dalam lagi  Jika pengobatan gratis, maka masyarakat yang tidak sakit juga akan berobat, dan akhirnya tenaga medislah yang akan kewalahan  Dengan pengobatan yang gratis, maka pemerintah harus siap dalam hal memenuhi stok kebutuhan obat-obatan habis pakai, seperti antibiotik  Dengan banyaknya jumlah pasien/penerima layanan, maka tenaga Sumber Daya Manusia juga harus siap terkuras.  Sosialisasi juga harus merata ke semua daerah, mengingat penyelarasan ilmu pengetahuan di tiap daerah berbeda-beda -Dr. dr. Yuwono M.Biomed. (dengan perubahan) Buletin Kastrat “Cakrawala” 1st Edition April 2013 28