SISTEM BOILER CFB
Senin 4 Maret 2019
NAMA : AGUNG PRIAMBODO
NIP : 8609366Z
TTL : Demak, 7 Agustus 1986
JOB DESK : 2008 ~ OJT HAR INSTRUMENT SEKTOR TARAHAN
2009 – 2011 ~ OPERASI PLTU UNIT 3 & 4 STAR
2011 - 2012 ~ ENJINIRING STAR
2012 – 2013 ~ SPV OPERASI C UNIT 3 & 4 STAR
Email : sucinata@pln.co.id
No HP : 081390567122
CuRICuLuM vITaE
2
BOILER
Boiler atau dikenal dengan Ketel Uap, adalah suatu
peralatan atau sistem yang bertujuan untuk merubah air
menjadi uap yang berguna. Uap yang dihasilkan dapat
digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan
industri.
Bentuknya merupakan suatu bejana tertutup, dimana
kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air
melalui ruang bakar dan bidang bidang pemanas.
3
SEJARAH BOILER
• Boiler uap pertama kali ditemukan pada abad pertama oleh
bangsa Alexsandria yang walaupun penggunaannya uapnya belum
untuk keperluan yang berguna tetapi hanya untuk pergerakan
sebuah mainan. Kemudian pada tahun 1698 seorang kebangsaan
Inggris mempatentkan sebuah pompa yang digerakkan oleh
tenaga uap.
Hero Engine
4
Klasifikasi Boiler/Ketel Uap secara
umum ada 2 , yaitu :
1. Boiler Pipa Api
2. Boiler Pipa Air
5
BOILER PIPA API
• Pada jenis Boiler pipa api, gas panas hasil pembakaran (flue
gas) mengalir melalui pipa-pipa yang dibagian luarnya
diselimuti air sehingga terjadi perpindahan panas dari gas
panas ke air dan air berubah menjadi uap.
Keterbatasan dari boiler pipa api adalah
tekanan uap tidak dapat dibuat terlampau
tinggi karena ketebalan drum akan sedemikian
tebalnya sehingga tidak menguntungkan.
6
BOILER PIPA AIR
• Pada boiler (Boiler) jenis ini, air berada didalam pipa sedangkan gas panas
berada diluar pipa. Boiler pipa air dapat beroperasi dengan tekanan
sangat tinggi (lebih dari 100 Bar).
7
Jenis Jenis Sistem Pembakaran
Boiler :
8
• Stoker Type Boiler
• Sistem Pulverized
• Sistem Fluidized Bed
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
9
JENIS – JENIS BOILER COAL FIRED
S t o k e r F i r i n g
(F ix e d B e d )
F l u i d i z e d B e d F i r i n g
B F B C F B
G a s
F u e l
A ir A s h
V e l o c i t y 8 - 1 0 f t / s e c
( 2 . 3 - 3 . 0 m / s )
4 - 1 0 f t / s e c
(1 . 2 - 3 . 0 m / s )
A v e r a g e B e d
P a r t i c l e S i z e
6 , 0 0 0 mµ
P u l v e r i z e d F i r i n g
(E n tr a in e d B e d )
G a s
F u e l
A i r
A s h
1 5 - 3 3 f t / s e c
( 4 . 6 - 1 0 . 0 m / s )
5 0 mµ
G a s
F u e l &
S o r b e n t
A i r A s h
1 , 0 0 0 mµ 1 0 0 - 3 0 0 mµ
G a s
F u e l &
S o r b e n t
A ir A s h
1 5 - 2 3 f t / s e c
(4 . 6 - 7 . 0 m / s )
A ir
Perhitungan kecepatan flue gas (w; m/s) di furnace (typically di top of furnace) berasal dari
- Flue gas flow rate (Q; Nm3/h)
- Furnace/bed temperature (T; °C)
- Pressure di upper section/top of furnace (P; Pa)
- Luas area atau cross section dari upper section/top of furnace (A; m2):
w = ( Q/3600 ) x (T+273)/273 x (101300/P)
A
STOKER TYPE BOILER
• Stoker Type Boiler adalah sistem pembakaran
dengan memasukan bahan bakar padat pada bed
pembakaran yang tetap, udara yang digunakan
untuk proses pembakaran dengan kecepatan
yang kecil, ukuran untuk tipe boiler ini terbatas
sehingga kemampuan untuk menghasilkan uap
maksimum ± 50,4 kg/s.
• Keuntungan tipe boiler ini adalah dapat
merespon secara tiba-tiba perubahan beban dan
dapat membakar bahan bakar dalam jumlah
besar sekaligus. Bahan metal tipe ini harus
mempunyai ketahanan terhadap panas yang
tinggi karena pembakaran di ruang bakar
melebihi 1093 o
C
10
SISTEM PULVERIZED
• Bahan bakar Padat pada Pulverized ini adalah bahan bakar yang
berbentuk tepung halus, bahan bakar yang halus seperti tepung
ini bercampur dengan udara di burner yang kemudian menuju
boiler. Aliran bahan bakar yang menuju furnace boiler bercampur
dengan udara dan terbakar di furnace.
• Keuntungan sistem pulverized ini dibandingkan dengan stoker
adalah :
• Merespon cepat dalam perubahan beban
• Menaikkan efisiensi thermal
• Kemampuan memasukkan sejumlah besar bahan bakar melalui
burner
11
Pulverized
Type
12
SISTEM FLUIDIZED BED
13
Jenis - Jenis Fluidized Bed Boiler
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
14
PENGERTIAN CFB
- CIRCULATING- CIRCULATING : Proses sirkulasi bed material danProses sirkulasi bed material dan
batubarabatubara yang belum habis terbakar dariyang belum habis terbakar dari
FURNACE masuk CYCLONE kemudian turun keFURNACE masuk CYCLONE kemudian turun ke
SEAL POT dan kembali ke FURNACE.SEAL POT dan kembali ke FURNACE.
- FLUIDIZED- FLUIDIZED : Penghembusan udara primer untuk: Penghembusan udara primer untuk
menjaga bed material dan batubara tetapmenjaga bed material dan batubara tetap
melayang didalam Furnace.melayang didalam Furnace.
- BED- BED : Material berupa partikel-partikel kecil (pasir: Material berupa partikel-partikel kecil (pasir
kuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagaikuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagai
media transfer panas dari pembakaran HSD kemedia transfer panas dari pembakaran HSD ke
pembakaran Batubara.pembakaran Batubara.
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
15
CIRCULATING FLUIDIZED BED
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
16
BAGIAN UTAMA BOILER CFB
1.1.FURNACEFURNACE KomponenKomponen utamautama::
Wall tube, Panel Evaporator,Wall tube, Panel Evaporator,
Panel Superheater .Panel Superheater .
2.2.CYCLONECYCLONE
Komponen utama :Komponen utama :
Cyclone, SealPot, Seal PotCyclone, SealPot, Seal Pot
Duct.Duct.
3.3. BACKPASSBACKPASS..
Komponen utama :Komponen utama : FinishingFinishing
Superheater, Low TemperatureSuperheater, Low Temperature
Superheater, Economizer,Superheater, Economizer,
Tubular Air Heater.Tubular Air Heater.
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
17
KONSEP PEMBAKARAN BOILER CFB
 PPembakaran denganembakaran dengan SOxSOx dan NOx yang rendahdan NOx yang rendah
 Pembakaran yang efisien (tara kalor rendah)Pembakaran yang efisien (tara kalor rendah)
 Coal dibakar pada bagian `bed of hot material yangCoal dibakar pada bagian `bed of hot material yang
mengambang danmengambang dan berbersirkulasi dalam furnacesirkulasi dalam furnace
karena kecepatan udara yang tinggi sehinggakarena kecepatan udara yang tinggi sehingga
menyebabkan fluidisasi pada bed material.menyebabkan fluidisasi pada bed material.
 Bed inventoryBed inventory terdiri dari coal fuel, sorbent, inertterdiri dari coal fuel, sorbent, inert
sand, dan reinjected coal dari cyclone.sand, dan reinjected coal dari cyclone.
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
18
PROSES PEMBAKARAN BOILER CFB
 Coal dan limestone dimasukkan ke dalam Furnace, serta fluidizing air /Coal dan limestone dimasukkan ke dalam Furnace, serta fluidizing air /
primary air dari air plenum melaluiprimary air dari air plenum melalui nozzle gratenozzle grate..
 Aliran turbulen menyebabkan coal cepat bercampur dengan limestoneAliran turbulen menyebabkan coal cepat bercampur dengan limestone
secara merata pada bed material. Fluidizing air dan bed temperatursecara merata pada bed material. Fluidizing air dan bed temperatur
menyebabkan material terbakar dan sirkulasi.menyebabkan material terbakar dan sirkulasi.
 Material yang telah terbakar semakin lama naik ke bagian atas furnaceMaterial yang telah terbakar semakin lama naik ke bagian atas furnace
karena massanya berkurang kemudian masuk cyclone separatorkarena massanya berkurang kemudian masuk cyclone separator
melalui transition piece, sehingga flue gas dan fly ash terpisah darimelalui transition piece, sehingga flue gas dan fly ash terpisah dari
material.material.
 Material solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan bantuanMaterial solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan bantuan
udara dari fudara dari flluidizing air blower menuju seal pot dan diinjeksikanuidizing air blower menuju seal pot dan diinjeksikan
kembali ke furnace melalui seal pot return duct.kembali ke furnace melalui seal pot return duct.
GAMBAR NOZZLE TARAHAN, TELUK SIRIH,
LABUHAN ANGIN dan GENERASI 4
TARAHAN
TELUK SIRIH
TELUK SIRIH LABUHAN ANGIN GENERASI 4
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
20
KONTROL PEMBAKARAN BOILER CFB
 Pressure drop of primary zone (chamber utama) yang mengindikasikanPressure drop of primary zone (chamber utama) yang mengindikasikan
density bed material sebagai variabel kontrol yang digunakan untukdensity bed material sebagai variabel kontrol yang digunakan untuk
mengontrol bed temperatur.mengontrol bed temperatur.
 Pressure drop of secondary zone (chamber bagian atas) mengindikasikanPressure drop of secondary zone (chamber bagian atas) mengindikasikan
density upper furnace digunakan untuk mengevaluasi jumlah material.density upper furnace digunakan untuk mengevaluasi jumlah material.
 Bed temperatur sebagai parameter yang dikontrol untuk menghasilkanBed temperatur sebagai parameter yang dikontrol untuk menghasilkan
pembakaran yang efisien.pembakaran yang efisien.
 Furnace exit gas temperatur di tFurnace exit gas temperatur di trransition piece sebagaiansition piece sebagai variabel kontrol.variabel kontrol.
 Excess airExcess air merupakanmerupakan parameter yang dikontrol.parameter yang dikontrol.
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
21
PERBANDINGAN BOILER CFB VS BOILER PC
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
22
PROSEDUR OPERASI / START UP
530 °C 660 °C
Prosedur Restart pada saat MFT (Master Fuel Trip)Prosedur Restart pada saat MFT (Master Fuel Trip)
1.1.MFT + Fan (PA, SA, ID, FA Blower) Trip RepurgeMFT + Fan (PA, SA, ID, FA Blower) Trip Repurge
2.2.MFT Only (Trip Coal Feeder)MFT Only (Trip Coal Feeder)
 Temp Furnace ≥ 660Temp Furnace ≥ 660 ºC Start Coal Feeder Directly withoutºC Start Coal Feeder Directly without
RepurgeRepurge
Temp Furnace ≥ 530Temp Furnace ≥ 530 ºC Start Oil Burner Directly without RepurgeºC Start Oil Burner Directly without Repurge
Temp FurnaceTemp Furnace << 530530 ºC Repurge and Start Oil BurnerºC Repurge and Start Oil Burner
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
23
DESIGN PERFORMANCE BOILER CFB PLTU TARAHAN
Parameter Units
Load 100 % Rating
Fuel Coal (± 4900 kkal/kg)
Main Steam Flow Ton/hr 351.09
Feedwater Temperature °C 235
Superheater Outlet Temp. °C 541
Superheater Outlet Press. Kg/cm²g 129
Gas temperature Leving Air Heater °C 124
Air temperature Leaving Air Heater, PA/SA °C 233 / 227
Fuel Fired Ton/hr 48.15
Limestone Flow Ton/hr 0.925
Efficiency % 87.95
Excess Air Leaving Economizer % 20
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
24
SKETSA BOILER CFB PLTU TARAHAN
Tata Letak
Boiler
Batubara
CFB
Labuhan
Angin
25
PRINSIP KERJA CFB BOILER
• Pada furnace boiler tipe CFB kecepatan gas lebih cepat
daripada boiler fluidized bed yang sistem bubling. Agar
kepadatan yang ada didalam furnace yaitu bed material dapat
terangkat, dan mengalir maka diperlukan nilai kecepatan gas
minimum agar partikel dapat terangkat dan keluar furnace.
• Pembakaran bahan bakar padat didalam furnace terjadi
akibat turbelensi, berbenturan dengan media pembakar yaitu
pasir. Sisa bahan bakar padat yang belum terbakar akan
sirkulasi melalui cyclone/compact separator.
26
Kecepatan gas pada jenis-jenis
boiler
27
Overview
Boiler
CFB
28
UDARA INDUCE DRAFT FAN
• Induced Draft Fan (IDF) berfungsi sebagai pengatur
tekanan di furnace (ruang bakar) agar tetap minus.
IDF merupakan double inlet Sentrifugal fan dengan
penggerak motor listrik. Selain itu fungsi IDF adalah
memindahkan gas pembakaran (gas buang) dan
partikel yang menyertainya ke atmosfir melewati
precipitator dan cerobong (stack). Aliran yang
melalui fan di kontrol dengan mengatur variable inlet
vanes (VIV).
29
Induced Draft Fan
30
Fungsi ID Fan adalah :
• Mempertahankan furnace pressure negative
• Membuang sisa hasil pembakaran (abu) yang
ditangkap oleh Electro Static Precipitator (ESP)
menuju cerobong asap (stack/chimney)
• Memberikan kestabilan dan keseimbangan
aliran udara dari operasi fan-fan (IDF, HPAF,
SAF, PAF)
31
UDARA HIGH PRESSURE AIR FAN
• HPAF merupakan fan tekanan positif dengan
low volume yang berfungsi untuk
mensirkulasikan kembali bed material yang
terbawa dan sisa batubara yang tidak terbakar
menuju furnace melalui Solids Return Legs
serta sebagai Wall Seal antara compact
separator dan furnace. Kelabihan tekanan
pada HPF akan dikurangi menuju SAF.
32
High Pressure Air Fan (HPAF)
33
Aliran udara pada HPAF ini mengalir menuju :
• Compact Separator, yang fungsinya
memisahkan batubara/bed material
berdasarkan beratnya, yang ringan/abu akan
terangkat menuju duct flue gas, sedangkan
yang masih berat akan kembali ke ruang bakar
(furnace).
• Stripper Cooler, yang fungsinya untuk
mendorong aliran bottom ash menuju sisi
Stripper.
34
UDARA SECONDARY AIR FAN
• SAF merupakan fan tekanan positif yang berfungsi
sebagai penyuplai udara untuk menyempurnakan
proses pembakaran serta untuk mereduksi
pembentukan emisi gas buang yang membahayakan.
Secondary air mengalir melalui line pada front wall
dan rear wall. Secondary air juga sebagai penyuplai
udara panas (hot air) menuju front wall fuel feed air
bustle dan udara dingin (cool air) sebagai seal air
pada coal feeder untuk menahan tekanan dari coal
feeder.
35
Secondary Air Fan (SAF)
36
UDARA PRIMARY AIR FAN
• PAF merupakan fan tekanan positif yang berfungsi sebagai
penyuplai udara pembakaran utama yang dipanaskan terlebih
dahulu melalui air heater. Baik dalam pembakaran burner
menggunakan HSD maupun pembakaran didalam furnace
menggunakan batubara. Primary Air dari PAF digunakan
untuk menfluidisasi bed material melalui grid nozzle pada
lantai furnace (diatas windbox). Selain itu, primary air juga
mengalir melalui nozzle pada front wall dan rear wall yang
berada diatas nozzle grid floor fluidisasi sebagai penyempurna
pembakaran. PAF menyuplai maksimal 65% udara
pembakaran. Cool primary air yang diambil sebelum air
heater digunakan pada stripper cooler untuk mengumpulkan
dan mendinginkan bed ash.
37
Primary Air Fan
38
PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
39
SKETSA BOILER CFB PLTU TARAHAN
Tata Letak
Boiler
Batubara
CFB
Labuhan
Angin
40
PEMBAKARAN
• Proses pembakaran yang terjadi pada boiler CFB dapat
dijelaskan sebagai berikut, pasir sebagai bed material pertama
kali akan dipanaskan oleh pembakaran burner sampai
temperatur bed 600o
C.
Fungsi pasir adalah sebagai media penyerap panas, penyimpan
panas dan pelepas panas. Setelah temperatur bed tercapai
600o
C maka batubara dapat dimasukkan secara perlahan-lahan
dengan jumlah yang minimum.
Kenaikan temperatur harus tetap dijaga maks. 90 o
C – 135 o
C
(tergantung disain pabrikan)
41
Proses
pembakaran
yang terjadi
di furnace
42
43
SISTEM BAHAN BAKAR SOLAR
• Bahan bakar Solar digunakan ketika awal start
boiler (firing) dengan menggunakan Burner.
Pembakaran dengan menggunakan minyak ini
digunakan sampai unit berbeban sekitar 30 –
40 MW.
• Burner dioperasikan juga bila bed temperatur
dibawah 760o
C, bila temperatur bed dibawah
650o
C tidak ada burner yang operasi maka
boiler MFT (tergantung disain pabrikan).
44
Purge Permit PLTU Tarahan
45
Burner System PLTU Tarahan
46
Burner System PLTU Tarahan
47
Diagram alir HSD menuju burner
48
Pemasukan
batubara
menuju
furnace
49
50
51
SISTEM GAS BUANG
• Pada sistem PLTU terdapat sistem yang memanfaatkan dan
mengatur aliran sistem gas buang (flue gas). Gas buang
adalah gas sisa hasil pembakaran.
• Gas buang masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan
kembali yaitu temperaturnya, sehingga dapat digunakan
sebagai pemanas steam superheater, udara (air heater) dan
pemanas air pengisi di economizer.
52
Heat Recovery
Area (HRA)
pada Boiler di
PLTU Labuhan
angin
53
Sistem Aliran Udara dan Gas Buang
54
ELECTRO STATIC PRECITATOR
(ESP)
• ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah salah
satu alternatif penangkap debu dengan
effisiensi tinggi (mencapai diatas 90%) dan
rentang partikel yang didapat cukup besar.
Dengan menggunakan electro static
precipitator (ESP) ini, jumlah limbah debu
yang keluar dari cerobong diharapkan hanya
sekitar 0,16 % (efektifitas penangkapan debu
mencapai 99,84%).
55
Bagian-bagian dari electrostatic
precipitator
56
57
Flue gas awalnya bermuatan netral, setelah melalui suatu medan
listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector
plate, fakan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi
bermuatan negatif (-).
Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif (-) kemudian
menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate), Debu
yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara
periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping).
Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper) dan
ditransport ke flyash silo
Proses ionisasi
58
Electrostatic precipitator overview
59
Sistem Bag House
60
Sistem Fly Ash
61
Prinsip Sirkulasi Alami
pada Boiler
62
Sirkulasi Air dan Uap
di Boiler
63
ECONOMIZER
• Economizer adalah Heat Exchanger (penukar kalor) yang
dipasang pada saluran air pengisi sebelum air masuk ke Boiler
Drum. Konstruksi Economizer berupa sekelompok pipa-pipa
kecil yang disusun berlapis-lapis
• Karena temperatur gas panas lebih tinggi dari temperatur air
pengisi maka gas panas menyerahkan panas kepada air
pengisi sehingga temperatur air pengisi menjadi naik dan
diharapkan mendekati titik didihnya, tapi jangan melampaui
titik didih karena akan menyebabkan terbentuknya uap di
dalam pipa Economizer dengan akibat lebih lanjut terjadi
overheating pada pipa tersebut.
64
BOILER DRUM
• Boiler Drum adalah bejana tempat menampung air yang datang
dari Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube Wall ( Riser).
Kira-kira separuh dari drum berisi air dan separuhnya lagi berisi
uap.
• Level air didalam drum harus dijaga agar selalu tetap kira-kira
separuh dari tinggi drum. (Steam Flow ≤ Eco Inlet)
• Pengaturan level didalam Boiler Drum dilakukan dengan mengatur
besarnya pembukaan Flow Feedwater Control Valve. Apabila level
didalam air drum terlalu rendah/tidak terkontrol akan
menyebabkan terjadinya Overheating pada pipa-pipa Boiler,
sedangkan bila level drum terlalu tinggi, kemungkinan butir-butir
air terbawa uap ke turbin dan mengakibatkan kerusakan pada
turbin.
65
TUBE WALL (RISER) DAN DOWN
COMER
• Selain berfungsi untuk membuat air menjadi uap, tube wall
juga mencegah penyebaran panas dari dalam furnace ke
udara luar dan untuk lebih menjamin agar panas tersebut
tidak terbuang ke udara luar melewati tube wall, maka dibalik
tube wall (arah udara luar) dipasang dinding isolasi yang
terbuat dari mineral fiber.
• Sedangkan pada down comer merupakan pipa yang
berukuran besar, menghubungkan bagian bawah boiler drum
dengan lower header. Down comer (pipa turun) tidak terkena
panas secara langsung dari ruang bakar. Dan untuk
menghindari kerugian panas yang terbuang pada down
comer, maka down comer diberi isolasi.
66
Sirkulasi Uap Menuju Superheater
Aliran sirkulasi uap yang terjadi adalah sebagai berikut :
• Uap jenuh dari steam drum dialirkan ke primary superheater.
Primary superheater terletak dibagian belakang dari Boiler
dan menerima gas relatif dingin. Pipa-pipa biasanya diatur
dengan konfigurasi horizontal.
• Uap yang dipanaskan ini selanjutnya mengalir ke secondary
superheater yang terletak pada bagian gas sangat panas.
Sebagian dari superheater terletak tepat diatas ruang bakar
dan menerima panas radiasi langsung dari ruang bakar.
Kemudian dari secondary superheater, uap mengalir ke turbin
tekanan tinggi.
67
Sirkulasi Air Pengisi Boiler
68
Sirkulasi Air Pengisi Boiler
69
SISTEM AIR PENGISI BOILER
Tujuan menaikkan suhu air pengisi Boiler adalah :
• Menghindarkan thermal stress
• Mengurangi kerja Boiler
• Menaikkan effisiensi Boiler.
Tujuan menaikkan kemurnian air pengisi adalah mencegah deposit,
kerak dan korosi pada pipa pemanas, pipa boiler, suhu turbin.
Tujuan menaikkan tekanan air pengisi Boiler adalah :
• Agar tidak menjadi uap
• Agar dapat masuk ke boiler drum.
70
SISTEM SOOTBLOWER
• Jenis – jenis atau tipe sootblower ini terbagi 3 (tiga), yaitu : Tipe Fully
Retracable,Half Retracable dan Rotary.
– Fully Retracable
Fully retracable adalah tipe sootblower yang pipa Sootblowernya berada
diluar dan masuk kedalam ketika beroperasi dan setelah itu kembali
keluar, berada pada area superheater.
– Half Retracable
Half retracable adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya setengah
berada didalam dan setengah lagi berada diluar. Pipa tersebut masuk
secara keseluruhan kedalam ketika beroperasi dan setelah itu kembali
seperti semula, ini berfungsi untuk membersihkan permukaan pipa
economizer.
– Rotary
Rotary adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya berada didalam
ketika beroperasi pipa akan berputar satu putaran penuh, kesemuanya
pipa sootblower ini berada di area air heater.
71
Sootblower system
72
Sootblower system
73
Sootblower system
74
SISTEM PEMBUANGAN BOTTOM ASH
• SISTEM BOTTOM ASH SCREW
Sistem pembuangan bottom ash dengan menggunakan Ash Screw
ini proses kerjanya bottom ash yang mengalir dari furnace terbuang
keluar melalui screm yang didinginkan oleh aliran air pendingin.
• SISTEM BOTTOM ASH STRIPPER COOLER
Sistem pembuangan bottom ash dengan stripper cooler ini memiliki
beberapa ruang dalam proses pendinginan bottom ash yang
mengalir dari furnace. Ruang tersebut adalah stripper, cooler 1,
cooler 2 dan cooler 3. Urutan aliran bottom ash keluar dari furnace
menuju stripper kemudian ke cooler 1 setelah itu ke cooler 2 dan
terakhir ke cooler 3, ketika proses aliran didalam stripper dan
cooler terjadi ash yang ringan akan kembali kedalam furnace.
75
SISTEM PEMBUANGAN BOTTOM ASH
76
Stripper
Cooler
77
78

Boiler cfb

  • 1.
  • 2.
    NAMA : AGUNGPRIAMBODO NIP : 8609366Z TTL : Demak, 7 Agustus 1986 JOB DESK : 2008 ~ OJT HAR INSTRUMENT SEKTOR TARAHAN 2009 – 2011 ~ OPERASI PLTU UNIT 3 & 4 STAR 2011 - 2012 ~ ENJINIRING STAR 2012 – 2013 ~ SPV OPERASI C UNIT 3 & 4 STAR Email : sucinata@pln.co.id No HP : 081390567122 CuRICuLuM vITaE 2
  • 3.
    BOILER Boiler atau dikenaldengan Ketel Uap, adalah suatu peralatan atau sistem yang bertujuan untuk merubah air menjadi uap yang berguna. Uap yang dihasilkan dapat digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan industri. Bentuknya merupakan suatu bejana tertutup, dimana kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air melalui ruang bakar dan bidang bidang pemanas. 3
  • 4.
    SEJARAH BOILER • Boileruap pertama kali ditemukan pada abad pertama oleh bangsa Alexsandria yang walaupun penggunaannya uapnya belum untuk keperluan yang berguna tetapi hanya untuk pergerakan sebuah mainan. Kemudian pada tahun 1698 seorang kebangsaan Inggris mempatentkan sebuah pompa yang digerakkan oleh tenaga uap. Hero Engine 4
  • 5.
    Klasifikasi Boiler/Ketel Uapsecara umum ada 2 , yaitu : 1. Boiler Pipa Api 2. Boiler Pipa Air 5
  • 6.
    BOILER PIPA API •Pada jenis Boiler pipa api, gas panas hasil pembakaran (flue gas) mengalir melalui pipa-pipa yang dibagian luarnya diselimuti air sehingga terjadi perpindahan panas dari gas panas ke air dan air berubah menjadi uap. Keterbatasan dari boiler pipa api adalah tekanan uap tidak dapat dibuat terlampau tinggi karena ketebalan drum akan sedemikian tebalnya sehingga tidak menguntungkan. 6
  • 7.
    BOILER PIPA AIR •Pada boiler (Boiler) jenis ini, air berada didalam pipa sedangkan gas panas berada diluar pipa. Boiler pipa air dapat beroperasi dengan tekanan sangat tinggi (lebih dari 100 Bar). 7
  • 8.
    Jenis Jenis SistemPembakaran Boiler : 8 • Stoker Type Boiler • Sistem Pulverized • Sistem Fluidized Bed
  • 9.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 9 JENIS – JENIS BOILER COAL FIRED S t o k e r F i r i n g (F ix e d B e d ) F l u i d i z e d B e d F i r i n g B F B C F B G a s F u e l A ir A s h V e l o c i t y 8 - 1 0 f t / s e c ( 2 . 3 - 3 . 0 m / s ) 4 - 1 0 f t / s e c (1 . 2 - 3 . 0 m / s ) A v e r a g e B e d P a r t i c l e S i z e 6 , 0 0 0 mµ P u l v e r i z e d F i r i n g (E n tr a in e d B e d ) G a s F u e l A i r A s h 1 5 - 3 3 f t / s e c ( 4 . 6 - 1 0 . 0 m / s ) 5 0 mµ G a s F u e l & S o r b e n t A i r A s h 1 , 0 0 0 mµ 1 0 0 - 3 0 0 mµ G a s F u e l & S o r b e n t A ir A s h 1 5 - 2 3 f t / s e c (4 . 6 - 7 . 0 m / s ) A ir Perhitungan kecepatan flue gas (w; m/s) di furnace (typically di top of furnace) berasal dari - Flue gas flow rate (Q; Nm3/h) - Furnace/bed temperature (T; °C) - Pressure di upper section/top of furnace (P; Pa) - Luas area atau cross section dari upper section/top of furnace (A; m2): w = ( Q/3600 ) x (T+273)/273 x (101300/P) A
  • 10.
    STOKER TYPE BOILER •Stoker Type Boiler adalah sistem pembakaran dengan memasukan bahan bakar padat pada bed pembakaran yang tetap, udara yang digunakan untuk proses pembakaran dengan kecepatan yang kecil, ukuran untuk tipe boiler ini terbatas sehingga kemampuan untuk menghasilkan uap maksimum ± 50,4 kg/s. • Keuntungan tipe boiler ini adalah dapat merespon secara tiba-tiba perubahan beban dan dapat membakar bahan bakar dalam jumlah besar sekaligus. Bahan metal tipe ini harus mempunyai ketahanan terhadap panas yang tinggi karena pembakaran di ruang bakar melebihi 1093 o C 10
  • 11.
    SISTEM PULVERIZED • Bahanbakar Padat pada Pulverized ini adalah bahan bakar yang berbentuk tepung halus, bahan bakar yang halus seperti tepung ini bercampur dengan udara di burner yang kemudian menuju boiler. Aliran bahan bakar yang menuju furnace boiler bercampur dengan udara dan terbakar di furnace. • Keuntungan sistem pulverized ini dibandingkan dengan stoker adalah : • Merespon cepat dalam perubahan beban • Menaikkan efisiensi thermal • Kemampuan memasukkan sejumlah besar bahan bakar melalui burner 11
  • 12.
  • 13.
    SISTEM FLUIDIZED BED 13 Jenis- Jenis Fluidized Bed Boiler
  • 14.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 14 PENGERTIAN CFB - CIRCULATING- CIRCULATING : Proses sirkulasi bed material danProses sirkulasi bed material dan batubarabatubara yang belum habis terbakar dariyang belum habis terbakar dari FURNACE masuk CYCLONE kemudian turun keFURNACE masuk CYCLONE kemudian turun ke SEAL POT dan kembali ke FURNACE.SEAL POT dan kembali ke FURNACE. - FLUIDIZED- FLUIDIZED : Penghembusan udara primer untuk: Penghembusan udara primer untuk menjaga bed material dan batubara tetapmenjaga bed material dan batubara tetap melayang didalam Furnace.melayang didalam Furnace. - BED- BED : Material berupa partikel-partikel kecil (pasir: Material berupa partikel-partikel kecil (pasir kuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagaikuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagai media transfer panas dari pembakaran HSD kemedia transfer panas dari pembakaran HSD ke pembakaran Batubara.pembakaran Batubara.
  • 15.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 15 CIRCULATING FLUIDIZED BED
  • 16.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 16 BAGIAN UTAMA BOILER CFB 1.1.FURNACEFURNACE KomponenKomponen utamautama:: Wall tube, Panel Evaporator,Wall tube, Panel Evaporator, Panel Superheater .Panel Superheater . 2.2.CYCLONECYCLONE Komponen utama :Komponen utama : Cyclone, SealPot, Seal PotCyclone, SealPot, Seal Pot Duct.Duct. 3.3. BACKPASSBACKPASS.. Komponen utama :Komponen utama : FinishingFinishing Superheater, Low TemperatureSuperheater, Low Temperature Superheater, Economizer,Superheater, Economizer, Tubular Air Heater.Tubular Air Heater.
  • 17.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 17 KONSEP PEMBAKARAN BOILER CFB  PPembakaran denganembakaran dengan SOxSOx dan NOx yang rendahdan NOx yang rendah  Pembakaran yang efisien (tara kalor rendah)Pembakaran yang efisien (tara kalor rendah)  Coal dibakar pada bagian `bed of hot material yangCoal dibakar pada bagian `bed of hot material yang mengambang danmengambang dan berbersirkulasi dalam furnacesirkulasi dalam furnace karena kecepatan udara yang tinggi sehinggakarena kecepatan udara yang tinggi sehingga menyebabkan fluidisasi pada bed material.menyebabkan fluidisasi pada bed material.  Bed inventoryBed inventory terdiri dari coal fuel, sorbent, inertterdiri dari coal fuel, sorbent, inert sand, dan reinjected coal dari cyclone.sand, dan reinjected coal dari cyclone.
  • 18.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 18 PROSES PEMBAKARAN BOILER CFB  Coal dan limestone dimasukkan ke dalam Furnace, serta fluidizing air /Coal dan limestone dimasukkan ke dalam Furnace, serta fluidizing air / primary air dari air plenum melaluiprimary air dari air plenum melalui nozzle gratenozzle grate..  Aliran turbulen menyebabkan coal cepat bercampur dengan limestoneAliran turbulen menyebabkan coal cepat bercampur dengan limestone secara merata pada bed material. Fluidizing air dan bed temperatursecara merata pada bed material. Fluidizing air dan bed temperatur menyebabkan material terbakar dan sirkulasi.menyebabkan material terbakar dan sirkulasi.  Material yang telah terbakar semakin lama naik ke bagian atas furnaceMaterial yang telah terbakar semakin lama naik ke bagian atas furnace karena massanya berkurang kemudian masuk cyclone separatorkarena massanya berkurang kemudian masuk cyclone separator melalui transition piece, sehingga flue gas dan fly ash terpisah darimelalui transition piece, sehingga flue gas dan fly ash terpisah dari material.material.  Material solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan bantuanMaterial solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan bantuan udara dari fudara dari flluidizing air blower menuju seal pot dan diinjeksikanuidizing air blower menuju seal pot dan diinjeksikan kembali ke furnace melalui seal pot return duct.kembali ke furnace melalui seal pot return duct.
  • 19.
    GAMBAR NOZZLE TARAHAN,TELUK SIRIH, LABUHAN ANGIN dan GENERASI 4 TARAHAN TELUK SIRIH TELUK SIRIH LABUHAN ANGIN GENERASI 4
  • 20.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 20 KONTROL PEMBAKARAN BOILER CFB  Pressure drop of primary zone (chamber utama) yang mengindikasikanPressure drop of primary zone (chamber utama) yang mengindikasikan density bed material sebagai variabel kontrol yang digunakan untukdensity bed material sebagai variabel kontrol yang digunakan untuk mengontrol bed temperatur.mengontrol bed temperatur.  Pressure drop of secondary zone (chamber bagian atas) mengindikasikanPressure drop of secondary zone (chamber bagian atas) mengindikasikan density upper furnace digunakan untuk mengevaluasi jumlah material.density upper furnace digunakan untuk mengevaluasi jumlah material.  Bed temperatur sebagai parameter yang dikontrol untuk menghasilkanBed temperatur sebagai parameter yang dikontrol untuk menghasilkan pembakaran yang efisien.pembakaran yang efisien.  Furnace exit gas temperatur di tFurnace exit gas temperatur di trransition piece sebagaiansition piece sebagai variabel kontrol.variabel kontrol.  Excess airExcess air merupakanmerupakan parameter yang dikontrol.parameter yang dikontrol.
  • 21.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 21 PERBANDINGAN BOILER CFB VS BOILER PC
  • 22.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 22 PROSEDUR OPERASI / START UP 530 °C 660 °C Prosedur Restart pada saat MFT (Master Fuel Trip)Prosedur Restart pada saat MFT (Master Fuel Trip) 1.1.MFT + Fan (PA, SA, ID, FA Blower) Trip RepurgeMFT + Fan (PA, SA, ID, FA Blower) Trip Repurge 2.2.MFT Only (Trip Coal Feeder)MFT Only (Trip Coal Feeder)  Temp Furnace ≥ 660Temp Furnace ≥ 660 ºC Start Coal Feeder Directly withoutºC Start Coal Feeder Directly without RepurgeRepurge Temp Furnace ≥ 530Temp Furnace ≥ 530 ºC Start Oil Burner Directly without RepurgeºC Start Oil Burner Directly without Repurge Temp FurnaceTemp Furnace << 530530 ºC Repurge and Start Oil BurnerºC Repurge and Start Oil Burner
  • 23.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 23 DESIGN PERFORMANCE BOILER CFB PLTU TARAHAN Parameter Units Load 100 % Rating Fuel Coal (± 4900 kkal/kg) Main Steam Flow Ton/hr 351.09 Feedwater Temperature °C 235 Superheater Outlet Temp. °C 541 Superheater Outlet Press. Kg/cm²g 129 Gas temperature Leving Air Heater °C 124 Air temperature Leaving Air Heater, PA/SA °C 233 / 227 Fuel Fired Ton/hr 48.15 Limestone Flow Ton/hr 0.925 Efficiency % 87.95 Excess Air Leaving Economizer % 20
  • 24.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 24 SKETSA BOILER CFB PLTU TARAHAN
  • 25.
  • 26.
    PRINSIP KERJA CFBBOILER • Pada furnace boiler tipe CFB kecepatan gas lebih cepat daripada boiler fluidized bed yang sistem bubling. Agar kepadatan yang ada didalam furnace yaitu bed material dapat terangkat, dan mengalir maka diperlukan nilai kecepatan gas minimum agar partikel dapat terangkat dan keluar furnace. • Pembakaran bahan bakar padat didalam furnace terjadi akibat turbelensi, berbenturan dengan media pembakar yaitu pasir. Sisa bahan bakar padat yang belum terbakar akan sirkulasi melalui cyclone/compact separator. 26
  • 27.
    Kecepatan gas padajenis-jenis boiler 27
  • 28.
  • 29.
    UDARA INDUCE DRAFTFAN • Induced Draft Fan (IDF) berfungsi sebagai pengatur tekanan di furnace (ruang bakar) agar tetap minus. IDF merupakan double inlet Sentrifugal fan dengan penggerak motor listrik. Selain itu fungsi IDF adalah memindahkan gas pembakaran (gas buang) dan partikel yang menyertainya ke atmosfir melewati precipitator dan cerobong (stack). Aliran yang melalui fan di kontrol dengan mengatur variable inlet vanes (VIV). 29
  • 30.
  • 31.
    Fungsi ID Fanadalah : • Mempertahankan furnace pressure negative • Membuang sisa hasil pembakaran (abu) yang ditangkap oleh Electro Static Precipitator (ESP) menuju cerobong asap (stack/chimney) • Memberikan kestabilan dan keseimbangan aliran udara dari operasi fan-fan (IDF, HPAF, SAF, PAF) 31
  • 32.
    UDARA HIGH PRESSUREAIR FAN • HPAF merupakan fan tekanan positif dengan low volume yang berfungsi untuk mensirkulasikan kembali bed material yang terbawa dan sisa batubara yang tidak terbakar menuju furnace melalui Solids Return Legs serta sebagai Wall Seal antara compact separator dan furnace. Kelabihan tekanan pada HPF akan dikurangi menuju SAF. 32
  • 33.
    High Pressure AirFan (HPAF) 33
  • 34.
    Aliran udara padaHPAF ini mengalir menuju : • Compact Separator, yang fungsinya memisahkan batubara/bed material berdasarkan beratnya, yang ringan/abu akan terangkat menuju duct flue gas, sedangkan yang masih berat akan kembali ke ruang bakar (furnace). • Stripper Cooler, yang fungsinya untuk mendorong aliran bottom ash menuju sisi Stripper. 34
  • 35.
    UDARA SECONDARY AIRFAN • SAF merupakan fan tekanan positif yang berfungsi sebagai penyuplai udara untuk menyempurnakan proses pembakaran serta untuk mereduksi pembentukan emisi gas buang yang membahayakan. Secondary air mengalir melalui line pada front wall dan rear wall. Secondary air juga sebagai penyuplai udara panas (hot air) menuju front wall fuel feed air bustle dan udara dingin (cool air) sebagai seal air pada coal feeder untuk menahan tekanan dari coal feeder. 35
  • 36.
  • 37.
    UDARA PRIMARY AIRFAN • PAF merupakan fan tekanan positif yang berfungsi sebagai penyuplai udara pembakaran utama yang dipanaskan terlebih dahulu melalui air heater. Baik dalam pembakaran burner menggunakan HSD maupun pembakaran didalam furnace menggunakan batubara. Primary Air dari PAF digunakan untuk menfluidisasi bed material melalui grid nozzle pada lantai furnace (diatas windbox). Selain itu, primary air juga mengalir melalui nozzle pada front wall dan rear wall yang berada diatas nozzle grid floor fluidisasi sebagai penyempurna pembakaran. PAF menyuplai maksimal 65% udara pembakaran. Cool primary air yang diambil sebelum air heater digunakan pada stripper cooler untuk mengumpulkan dan mendinginkan bed ash. 37
  • 38.
  • 39.
    PT. PLN (PERSERO)SEKTOR PEMBANGKITAN TARAHAN Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik 39 SKETSA BOILER CFB PLTU TARAHAN
  • 40.
  • 41.
    PEMBAKARAN • Proses pembakaranyang terjadi pada boiler CFB dapat dijelaskan sebagai berikut, pasir sebagai bed material pertama kali akan dipanaskan oleh pembakaran burner sampai temperatur bed 600o C. Fungsi pasir adalah sebagai media penyerap panas, penyimpan panas dan pelepas panas. Setelah temperatur bed tercapai 600o C maka batubara dapat dimasukkan secara perlahan-lahan dengan jumlah yang minimum. Kenaikan temperatur harus tetap dijaga maks. 90 o C – 135 o C (tergantung disain pabrikan) 41
  • 42.
  • 43.
  • 44.
    SISTEM BAHAN BAKARSOLAR • Bahan bakar Solar digunakan ketika awal start boiler (firing) dengan menggunakan Burner. Pembakaran dengan menggunakan minyak ini digunakan sampai unit berbeban sekitar 30 – 40 MW. • Burner dioperasikan juga bila bed temperatur dibawah 760o C, bila temperatur bed dibawah 650o C tidak ada burner yang operasi maka boiler MFT (tergantung disain pabrikan). 44
  • 45.
  • 46.
  • 47.
  • 48.
    Diagram alir HSDmenuju burner 48
  • 49.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
    SISTEM GAS BUANG •Pada sistem PLTU terdapat sistem yang memanfaatkan dan mengatur aliran sistem gas buang (flue gas). Gas buang adalah gas sisa hasil pembakaran. • Gas buang masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan kembali yaitu temperaturnya, sehingga dapat digunakan sebagai pemanas steam superheater, udara (air heater) dan pemanas air pengisi di economizer. 52
  • 53.
    Heat Recovery Area (HRA) padaBoiler di PLTU Labuhan angin 53
  • 54.
    Sistem Aliran Udaradan Gas Buang 54
  • 55.
    ELECTRO STATIC PRECITATOR (ESP) •ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah salah satu alternatif penangkap debu dengan effisiensi tinggi (mencapai diatas 90%) dan rentang partikel yang didapat cukup besar. Dengan menggunakan electro static precipitator (ESP) ini, jumlah limbah debu yang keluar dari cerobong diharapkan hanya sekitar 0,16 % (efektifitas penangkapan debu mencapai 99,84%). 55
  • 56.
  • 57.
    57 Flue gas awalnyabermuatan netral, setelah melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, fakan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-). Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif (-) kemudian menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate), Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper) dan ditransport ke flyash silo
  • 58.
  • 59.
  • 60.
  • 61.
  • 62.
  • 63.
    Sirkulasi Air danUap di Boiler 63
  • 64.
    ECONOMIZER • Economizer adalahHeat Exchanger (penukar kalor) yang dipasang pada saluran air pengisi sebelum air masuk ke Boiler Drum. Konstruksi Economizer berupa sekelompok pipa-pipa kecil yang disusun berlapis-lapis • Karena temperatur gas panas lebih tinggi dari temperatur air pengisi maka gas panas menyerahkan panas kepada air pengisi sehingga temperatur air pengisi menjadi naik dan diharapkan mendekati titik didihnya, tapi jangan melampaui titik didih karena akan menyebabkan terbentuknya uap di dalam pipa Economizer dengan akibat lebih lanjut terjadi overheating pada pipa tersebut. 64
  • 65.
    BOILER DRUM • BoilerDrum adalah bejana tempat menampung air yang datang dari Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube Wall ( Riser). Kira-kira separuh dari drum berisi air dan separuhnya lagi berisi uap. • Level air didalam drum harus dijaga agar selalu tetap kira-kira separuh dari tinggi drum. (Steam Flow ≤ Eco Inlet) • Pengaturan level didalam Boiler Drum dilakukan dengan mengatur besarnya pembukaan Flow Feedwater Control Valve. Apabila level didalam air drum terlalu rendah/tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya Overheating pada pipa-pipa Boiler, sedangkan bila level drum terlalu tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa uap ke turbin dan mengakibatkan kerusakan pada turbin. 65
  • 66.
    TUBE WALL (RISER)DAN DOWN COMER • Selain berfungsi untuk membuat air menjadi uap, tube wall juga mencegah penyebaran panas dari dalam furnace ke udara luar dan untuk lebih menjamin agar panas tersebut tidak terbuang ke udara luar melewati tube wall, maka dibalik tube wall (arah udara luar) dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral fiber. • Sedangkan pada down comer merupakan pipa yang berukuran besar, menghubungkan bagian bawah boiler drum dengan lower header. Down comer (pipa turun) tidak terkena panas secara langsung dari ruang bakar. Dan untuk menghindari kerugian panas yang terbuang pada down comer, maka down comer diberi isolasi. 66
  • 67.
    Sirkulasi Uap MenujuSuperheater Aliran sirkulasi uap yang terjadi adalah sebagai berikut : • Uap jenuh dari steam drum dialirkan ke primary superheater. Primary superheater terletak dibagian belakang dari Boiler dan menerima gas relatif dingin. Pipa-pipa biasanya diatur dengan konfigurasi horizontal. • Uap yang dipanaskan ini selanjutnya mengalir ke secondary superheater yang terletak pada bagian gas sangat panas. Sebagian dari superheater terletak tepat diatas ruang bakar dan menerima panas radiasi langsung dari ruang bakar. Kemudian dari secondary superheater, uap mengalir ke turbin tekanan tinggi. 67
  • 68.
  • 69.
  • 70.
    SISTEM AIR PENGISIBOILER Tujuan menaikkan suhu air pengisi Boiler adalah : • Menghindarkan thermal stress • Mengurangi kerja Boiler • Menaikkan effisiensi Boiler. Tujuan menaikkan kemurnian air pengisi adalah mencegah deposit, kerak dan korosi pada pipa pemanas, pipa boiler, suhu turbin. Tujuan menaikkan tekanan air pengisi Boiler adalah : • Agar tidak menjadi uap • Agar dapat masuk ke boiler drum. 70
  • 71.
    SISTEM SOOTBLOWER • Jenis– jenis atau tipe sootblower ini terbagi 3 (tiga), yaitu : Tipe Fully Retracable,Half Retracable dan Rotary. – Fully Retracable Fully retracable adalah tipe sootblower yang pipa Sootblowernya berada diluar dan masuk kedalam ketika beroperasi dan setelah itu kembali keluar, berada pada area superheater. – Half Retracable Half retracable adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya setengah berada didalam dan setengah lagi berada diluar. Pipa tersebut masuk secara keseluruhan kedalam ketika beroperasi dan setelah itu kembali seperti semula, ini berfungsi untuk membersihkan permukaan pipa economizer. – Rotary Rotary adalah tipe sootblower yang pipa sootblowernya berada didalam ketika beroperasi pipa akan berputar satu putaran penuh, kesemuanya pipa sootblower ini berada di area air heater. 71
  • 72.
  • 73.
  • 74.
  • 75.
    SISTEM PEMBUANGAN BOTTOMASH • SISTEM BOTTOM ASH SCREW Sistem pembuangan bottom ash dengan menggunakan Ash Screw ini proses kerjanya bottom ash yang mengalir dari furnace terbuang keluar melalui screm yang didinginkan oleh aliran air pendingin. • SISTEM BOTTOM ASH STRIPPER COOLER Sistem pembuangan bottom ash dengan stripper cooler ini memiliki beberapa ruang dalam proses pendinginan bottom ash yang mengalir dari furnace. Ruang tersebut adalah stripper, cooler 1, cooler 2 dan cooler 3. Urutan aliran bottom ash keluar dari furnace menuju stripper kemudian ke cooler 1 setelah itu ke cooler 2 dan terakhir ke cooler 3, ketika proses aliran didalam stripper dan cooler terjadi ash yang ringan akan kembali kedalam furnace. 75
  • 76.
  • 77.
  • 78.