Access Control List(ACL) di Cisco
Konsep, Jenis, Konfigurasi, dan Best
Practice
2.
Daftar Isi
• PengertianACL
• Jenis-Jenis ACL
• Cara Kerja ACL
• Konfigurasi Dasar ACL
• Contoh Kasus & Implementasi
• Best Practice
• Kesimpulan
3.
Pengertian ACL
• AccessControl List (ACL) adalah sekumpulan
aturan pada router/switch Cisco untuk
mengontrol lalu lintas jaringan.
• Digunakan untuk filtering traffic
• Meningkatkan keamanan jaringan
• Mengatur izin akses ke resource tertentu
4.
Jenis-Jenis ACL
• ACLdi Cisco terbagi menjadi beberapa jenis:
• Standard ACL (hanya filter berdasarkan
sumber IP)
• Extended ACL (dapat filter berdasarkan IP,
protokol, port)
• Named ACL (diberi nama agar lebih mudah
dikelola)
5.
Cara Kerja ACL
•ACL bekerja dengan prinsip sequential (atas ke
bawah):
• Router memeriksa setiap paket terhadap
aturan ACL secara berurutan
• Jika cocok dengan satu aturan → action
dijalankan (permit/deny)
• Jika tidak cocok dengan aturan manapun →
default deny
6.
Konfigurasi Dasar ACL(Standard)
• Contoh konfigurasi Standard ACL:
• Router(config)# access-list 1 permit
192.168.1.0 0.0.0.255
• Router(config)# interface fa0/0
• Router(config-if)# ip access-group 1 in
7.
Konfigurasi Extended ACL
•Contoh konfigurasi Extended ACL:
• Router(config)# access-list 101 permit tcp
192.168.1.0 0.0.0.255 any eq 80
• Router(config)# interface fa0/1
• Router(config-if)# ip access-group 101 out
8.
Contoh Kasus &Implementasi
• Kasus: Hanya memperbolehkan LAN
192.168.1.0/24 mengakses Internet via HTTP.
• Gunakan Extended ACL untuk filter
berdasarkan IP + protokol (TCP/HTTP).
• Terapkan ACL di interface outbound menuju
internet.
• Hasil: hanya user LAN tertentu bisa akses web.
9.
Best Practice
• TempatkanStandard ACL sedekat mungkin
dengan tujuan.
• Tempatkan Extended ACL sedekat mungkin
dengan sumber.
• Gunakan remark untuk dokumentasi aturan
ACL.
• Ingat: ACL diproses dari atas ke bawah, default
deny di akhir.
10.
Kesimpulan
• ACL merupakanfitur penting dalam Cisco IOS
untuk mengontrol lalu lintas jaringan:
• Meningkatkan keamanan dengan filtering
traffic.
• Memungkinkan kontrol akses berbasis IP,
protokol, dan port.
• Diterapkan sesuai kebutuhan di interface
router/switch.