BAB 3
Sistem Koordinasi dan Indra pada Manusia
 Standar Kompetensi :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
 Kompetendi Dasar:
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia
dan hubungannya dengan kesehatan
 Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun sistem
koordinasi pada manusia.
2. Siswa dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem koordinasi
pada manusia..
3. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun alat
indera pada manusia.
4. Siswa dapat menjelaskan sistem hormon pada manusia.
5. Sisw dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem
koordinasi pada manusia
Sistem Koordinasi
Tubuh kita terdiri dari banyak organ yang
kesemuanya bekerja tanpa saling
mengganggu antara organ satu dengan
yang lainnya. Hal ini dapat terjadi
karena pada tubuh kita terdapat suatu
sistem yang mengatur semua organ
tersebut. Sistem tersebut adalah sistem
koordinasi yang berpusat pada satu
organ yaitu otak
A. SISTEM KOORDINASI
 Sistem koordinasi adalah sistem yang
mengatur semua organ tubuh sehingga
dapat bekerja tanpa saling mengganggu
antara organ satu dengan yang lainnya
 Sistem koordinasi berpusat pada organ
otak.
 Sistem koordinasi pada manusia :
1. sistem saraf
2. sistem hormon
(1). Sistem Saraf
 Sistem saraf sangat berperan pada iritabilitas tubuh,
yaitu kemampuan tubuh menanggapi rangsangan
(stimulus).
 Sistem saraf disusun oleh satuan terkecil yang disebut
sel saraf.
 Sistem saraf terdiri atas :
a. Otak
b. sumsum tulang belakang
c. saraf (neuron).
 Fungsi sistem saraf adalah:
1. sebagai pengatur koordinasi alat-alat tubuh dan
mengendalikan kerja organ-organ tubuh sehingga
dapat bekerja sesuai fungsinya
2. sebagai pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.
3. Penghubung antara tubuh dengan dunia luar melalui
indra
4. Mengatur / memberi tanggapan (respon) terhadap
rangsangan
5. Menerima informasi dalam bentuk rangsangan
(stimulus)
6. Memproses informasi yang diterima
Struktur Sel Saraf
Organ Penyusun Sistem Saraf
1. Sel Saraf (neuron)
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf.
Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama:
Badan sel, Dendrit, dan Neurit
a. Badan sel, merupakan bagian yg paling besar dari
sel saraf
Fungsi badan sel : menerima rangsang dari dendrit
dan meneruskannya ke akson.
Di dalam badan sel terdapat:
- Sitoplasma, didalamnya terdapat mitokondria
yang berfungsi membangkitkan energi utk
membawa rangsangan
- Nukleus (inti sel)
- Nukleous (anak inti sel)
b. Dendrit, merupakan tonjolan sitoplasma yang
pendek, dengan ujung yang bercabang-cabang.
Dendrit berfungsi meneruskan rangsang (impuls)
saraf menuju badan sel saraf
c. Neurit (akson), merupakan serabut saraf
berupa tonjolan sitoplasma yang panjang
 Neurit berfungsi meneruskan impuls saraf dari
badan sel yang satu ke badan sel yang lain
 Neurit dilindungi oleh selubung mielin (isolator).
Selubung mielin disusun dari sel-sel Schwann
yang memberi makan neurit dan membantu
regenerasi neurit
Di dalam neurit terdapat benang-benang halus
neurofibril
Lanjutan akson (Neurit)
 Bagian akson yang tidak terbungkus mielin
disebut Nodus Ranvier, yang berfungsi
mempercepat penghantaran impuls.
 Pertemuan antara serabut saraf dari sel
saraf yang satu dengan serabut saraf dari
sel saraf yang lain disebut sinapsis.
Macam-macam sel saraf
Menurut fungsinya sel saraf dibedakan menjadi 3 macam:
a. Neuron Sensorik (sel saraf indera)
Neuron sensorik (neuron aferen) berfungsi untuk meneruskan
rangsang dari indera ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang
belakang).
badan sel saraf bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan
dendritnya panjang.
b. Neuron Motoris (sel saraf penggerak)
Neuron motoris (neuron eferen) berfungsi untuk menghantar impuls
dari sistem saraf pusat ke kelenjar atau otot.
Neuron Motoris mempunyai dendrit yg pendek dan akson yg panjang
c. Neuron Konektor (Interneuron / asosiasi / sel saraf penghubung
Interneuron berfungsi untuk meneruskan impuls (rangsangan) dari
neuron sensorik ke neuron motoris.
Interneuron merupakan sel saraf yang memiliki banyak dendrit dan
akson (multipolar).
Susunan Sistem Saraf
Sistem saraf
Saraf pusat
Saraf tepi
Otak
Sumsum tulang belakang
Otak besar
Otak tengah
Otak depan
Otak kecil
Sumsum lanjutan
Saraf somatik
Saraf otonom
12 pasang saraf otak (saraf kranial)
31 pasang saraf sumsum tulang
belakang (saraf spinal)
Saraf simpatetik
Saraf parasimpatetik
Saraf
tak
sadar
Saraf
sadar
1. Saraf Pusat
 Saraf pusat : merupakan pusat pengaturan seluruh
aktifitas tubuh
 saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.
a). Otak, dilindungi oleh tengkorak
otak terdiri atas 2 belahan yaitu:
- otak kiri : mengendalikan tubuh bagian kanan
- otak kanan : mengendalikan tubuh bagian kiri
Otak terbagi menjadi 4 bagian :
(1). Otak besar :
volume ± 1.500 cm2, permukaan otak berlipat-lipat
agar dapat memuat jutaan neuron.
- Bagian luar otak berisi badan sel sehingga
berwarna kelabu.
- Bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga
berwarna putih
Otak Besar (serebrum)
Fungsi otak besar :
a. Sebagai pusat ingatan, kesadaran,
kecerdasan, dan kemauan
b. Sumber semua kegiatan yang
disadari
Otak besar terbagi menjadi 4 bagian :
1). Bagian depan :
pusat gerakan otot dan penciuman
2). Bagian tengah :
pusat perkembangan ingatan dan
kecerdasan
3). Bagian samping :
pusat pendengaran
4). Bagian belakang :
pusat penglihatan
Otak besar
talamus
hipotalamus
Otak
depan
Otak kecil
Medula
oblongata
Pons Otak tengah
Kelenjar
hipofisis
(2). Otak Tengah ( mesensefalon)
- Merupakan bagian otak yang terletak diantara
pons vasoli dan ensefalon.
- Berfungsi mengatur sistem penglihatan dan
pendengaran
(3). Otak Kecil
- Terletak di bawah otak besar, di dalam rongga
tengkorak bagian belakang
- Fungsi otak kecil :
a. mengatur keseimbangan tubuh
b. mengatur posisi tubuh
c. mengatur gerakan otot yang disadari
- Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil
dihubungkan oleh suatu penghubung yang
disebut jembatan varol
(4). Sumsum lanjutan (Medula Oblonga/batang
otak)
- Terdapat dimuka otak kecil dan dan di bawah otak
besar.
- Merupakan perpanjangan sumsum tulang belakang
- Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna
kelabu, sedangkan bagian luarnya berwarna putih
karena berisi neurit dan dendrit
- Fungsi sumsum lanjutan:
a. Pengatur pernapasan
b. pengatur gerakan jantung
c. pengatur gerak alat pencernaan
b). Sumsum Tulang Belakang
- Dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang
- Letaknya memanjang dari ruas pertama tulang belakang sampai
ruas kedua tulang ekor, jumlahnya ada 31 ruas.
- Bagian luar berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu
- Fungsi sumsum tulang belakang :
(1). Penghubung antara susunan saraf tepi dan otak
(2). Menghantarkan impuls dari dan ke otak
(3). Mengatur gerak refleks tubuh
Sumsum tulang belakang
ganglion
Ruas-ruas tulang belakang
Badan sel saraf motorik
Badan sel saraf sensorik
2. Susunan saraf tepi
Saraf tepi terdiri atas :
a. Sistem saraf sadar (Saraf Somatis)
- merupakan saraf yang mengatur gerakan yang
dilakukan secara sadar
- Sistem saraf sadar dibagi menjadi 2 macam:
1). Saraf kepala/otak (kranial) berjumlah 12 pasang
saraf yg keluar dari otak menuju alat indera,
seperti mata, telinga, hidung, atau menuju otot-
otot dan kelenjar tertentu
2). Saraf spinal (sumsum tulang belakang):
saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang
menuju alat-alat gerak tubuh, seperti lengan dan
kaki, otot dada, dan otot leher. Berjumlah 31
pasang
saraf spinal merupakan gabungan dari neuron
sensorik dan motorik
b. Sistem saraf tak sadar ( saraf otonom)
Adalah saraf yang berfungsi mengatur kegiatan
organ tubuh yang bekerja di luar kesadaran.
Saraf otonom dibagi menjadi 2 bagian :
1). Saraf simpatik, terdiri atas serangkaian
serabut saraf berpasangan berupa
ganglion-ganglion yg tersebar pd beberapa
daerah spt daerah leher, dada, pinggang,
dan pelvis.
fungsi saraf simpatik :
merangsang kerja otot jantung, otot-otot
tak sadar semua pembuluh darah, dan
semua alat-alat dalam spt usus, lambung,
pankreas dan hati
2). Saraf Parasimpatik
- Berupa jaringan susunan saraf yg berhubungan
dengan ganglion-ganglion yg tersebar di seluruh
tubuh.
- Fungsinya berlawanan dengan fungsi saraf simpatik.
- Fungsi saraf parasimpatik :
a. Mengembangkan kulit
b. memperlambat denyut jantung
c. mempersempit pembuluh darah
d. menurunkan tekanan darah
Perbedaan saraf simpatik dan saraf
parasimpatik
Saraf simpatik Saraf Parasimpatik
Mempercepat denyut jantung Memperlambat denyut jantung
Memperlebar pembuluh darah Mempersempit pembuluh darah
Menghambat air mata Mengperlancar air mata
Memperlebar pupil Memperkecil pupil
Menghambat sekresi air ludah Mengperlancar sekresi air ludah
Memperbesar bronkus Menyempitkan bronkus
Mengurangi aktifitas kerja usus Menambah aktifitas kerja usus
Menghambat pembentukan
urine
Merangsang pembentukan
urine
Kelainan dan penyakit pada sistem saraf
1). Sakit Kepala, akibat melebarnya pembuluh darah
pada selaput otak (meninges)
2). Epilepsi, akibat adanya gangguan pada penghantar
impuls listrik pada sel” saraf
3). Amnesia, hilang ingatan berupa trauma pada kepala
(gegar otak)
4). Alzheimer, pikun pada orang lanjut usia.
merupakan penyakit pembunuh otak karena
mematikan fungsi sel-sel otak
5). Meningitis, radang pada selaput otak atau selaput
tulang belakang. Disebabkan oleh mikroorganisme
(virus, bakteri, jamur, parasit) yg menyebar dalam
cairan otak, luka fisik, kanker, atau obat-obatan
tertentu.
(2). Sistem Hormon
a. Pengertian Hormon
Hormon adalah zat kimia dalam bentuk
senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar
endoktrin
Hormon diangkut dari kelenjar endoktrin oleh
plasma darah
fungsi Hormon :
mengatur aktifitas tubuh seperti metabolisme,
reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan
Pengaruh hormon dapat terjadi dalam
beberapa detik, hari, minggu, bulan, bahkan
beberapa tahun
b. ciri-ciri Hormon
1). Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah
oleh sel kelenjar endoktrin dlm jumlah sangat
kecil
2). Diangkut oleh plasma darah menuju ke
sel/jaringan target
3). Mengadakan interaksi dg reseptor khusus yg
terdpt dlm sel target
4). Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim
khusus
5). Mempunyai pengaruh tdk hanya terhadap satu
sel target, ttp juga mempengaruhi beberapa sel
target yg lain
c. Kelenjar Endoktrin
Kelenjar endoktrin disebut kelenjar buntu sebab hormon yg
dihasilkan tidak dialirkan melalui saluran, tetapi diangkut ke seluruh
tubuh oleh darah (plasma darah) menuju sel sasaran/sel target.
Macam” kelenjar endoktrin dan lokasinya :
KELENJAR ENDOKTRIN LOKASI
Kelenjar Hipofisis
(master of glad)
Terletak pd dasar otak besar di bagian
tulang baji
Kelenjar Tiroid
(kelenjar gondok)
Terletak di daerah leher
Kelenjar paratiroid
(kelenjar anak gondok)
Terletak di dekat kelenjar tiroid
Kelenjar Timus Terletak di rongga dada sepanjang
rongga trakea
Kelenjar pankreas Terletak didekat ventrikulus (perut
besar)
Kelenjar Adrenal Terletak di bagian atas ginjal
Kelenjar kelamin:
-Ovarium
- Testis
Terletak di daerah abdomen (perut)
Terletak di buah zakar dlm skrotum
Macam-macam kelenjar Endoktrin
1). Kelenjar Hipofisis
a. Hipofisis Anterior
Hormon Prinsip kerja / Fungsi
- somatrotof Pertumbuhan sel dan anabolisme protein
- Tiroid (TSH) Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid
-Adrenokortikotropik (ACTH) Mengotrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal
- Follicle Stimulating Hormon
(FSH)
a. Pada wanita
merangsang perkembangan folikel pd ovarium dan sekresi
estrogen
b. Pada pria :
mestimulasi testis utk menstimulasi sperma
- Luteinizing Hormon (LH) a. Pada wanita
bersama dg estrogen menstimulasi ovulasi dan
pembentukan progesteron oleh korpus luteum
b. Pada pria
menstimulasi sel” interstitial pd testis utk berkembang dan
menghasilkan tertosteron
- Prolaktin Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh
kelenjar susu
b. Hipofisis Intermediat
Hormon Prinsip Kerja
Melanocyte Stimulating Hormon
(MSH)
Mempengaruhi warna kulit
individu
c. Hipofisis Posterior
Hormon Prinsip Kerja
Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita
selama proses persalinan
Hormon ADH Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan
darah dgn cara menyempitkan pembuluh darah
2. Hormon Tiroid (kelenjar gondok)
mensekresikan hormon Tiroksin dan kalsitonin.
Fungsi hormon Tiroksin :
- Mengatur metabolisme pd proses oksidasi sel,
- mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan,
- mengatur kegiatan sistem saraf
- mengatur diferensiasi jaringan” tubuh
 Kekurangan hormon Tiroksin :
- pada bayi mengakibatkan kretinisme yaitu hambatan
pertumbuhan fisik dan mental (kekerdilan)
- pada dewasa mengakibatkan miksudema yaitu kondisi
kemunduran metabolisme tubuh yg ditandai dg kegemukan
(obesitas), gerakan lamban, cara berfikir dan berbicara lambat,
kulit tebal dan kering, rambut rontok, suhu badan turun, dan
denyut nadi pelan
 Kelebihan hormon tiroksin (hipersekresi) :
- pada balita menyebabkan gigantisme (pertumbuhan cepat /
tubuh raksasa)
- pada dewasa menyebabkan Morbus Basedowi yaitu suatu
kondisi yg ditandai dengan meningkatnya metabolisme tubuh,
denyut nadi naik, gugup, emosional, pelupuk mata melebar, dan
bola mata melotot (eksoftalmus)
3. Kelenjar Paratiroid (anak gondok)
 Jumlahnya ada 4 dan terletak dibelakang
kelenjar tiroid
 Menghasilkan parathormon (PTH) yg
berfungsi utk mengatur konsentrasi ion dlm
cairan ekstraseluler dg cara mengatur
absorpsi kalsium dari usus, eksresi kalsium
oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang
 Fungsi umum kelenjar paratiroid :
- mengatur metabolisme fosfor
- mengatur kadar kalsium darah
4. Kelenjar Timus
 Menghasilkan hormon timosin yg berfungsi untuk
merangsang lomposit
 Timus membesar sewaktu pubertas dan mengecil
setelah dewasa
5. Kelenjar anak ginjal (Adrenal)
Menghasilkan hormon :
a. Kortikoid, berfungsi menyerap natrium dari darah dan mengatur
reabsorbsi pd ginjal
b. Androgen, berfungsi menentukan sifat kelamin sekunder pd laki”
c. Adrenalin, berfungsi :
- menaikkan kadar glukosa dlm darah dg cara merubah glikogen
menjadi glukosa
- meningkatkan denyut jantung
- menaikkan tekanan darah dgn jalan vasokonstriksi
- memudahkan dan mengurangi arus darah ke otot
6. Kelenjar Pankreas (Langerhans)
 Menghasilkan hormon insulin dan glukogen.
 Fungsi insulin : mengatur kadar gula dlm
darah yaitu merubah glukosa menjadi
glikogen
 Kekurangan insulin menyebabkan tingginya
kadar glukosa dlm darah (hiperglikemia) yaitu
penyebab penyakit diabetes melitus
 Kelebihan insulin menyebabkan hipoglikemia,
yaitu kadar gula dlm darah turun
 Di sel hati insulin mempercepat proses
pembentukan glikogen (glikogenesis) dan
pembentukan lemak (lipogenesis)
7. Kelenjar kelamin (gonad)
a. Kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium.
Menghasilkan hormon :
1). estrogen yang berfungsi :
- menyebabkan penebalan dinding uterus
- menyebabkan ovulasi
- mengendalikan tanda” kelamin sekunder perempuan
2). Progresteron, berfungsi :
- memperlancar produksi air susu ibu yg habis
melahirkan
- memelihara dan mengatur pertumbuhan plasenta
- menghambat produksi FSH oleh hipofisis
b. Kelenjar kelamin laki-laki disebut
testis, yg menghasilkan hormon
testosteron.
fungsi hormon testosteron adalah :
- mengendalikan tanda-tanda kelamin
sekunder laki-laki
- mengatur pertumbuhan sel-sel sperma
(spermatogenesis)
B. ALAT INDRA
 Alat indera adalah organ yg dpt menerima jenis rangsangan
tertentu, sehingga disebut organ penerima rangsang
(reseptor).
 Ada 5 macam alat indera :
1. mata, sbg penerima rangsang cahaya (fotoreseptor)
2. telinga, sbg penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor)
dan tempat beradanya indera keseimbangan (Statoreseptor)
3.Kulit, sbg indra peraba (reseptor)
4. Hidung, sebagai indra pencium/ pembau
5. Lidah, sebagai indra pengecap
Penampang mata
 Daya akomodasi mata :
kemampuan lensa mata untuk menebal dan
menipis sesuai dengan jarak benda yg dilihat.
- saat melihat benda jauh --- lensa menipis
- saat melihat benda dekat --- lensa menebal
Mata
Mata adalah
alat indra
yang peka
terhadap
cahaya
Mata dilindungi
oleh alis,
kelopak mata
dan kelenjar
air mata.
Mata
Dinding bola
mata terdiri
dari tiga
lapis, yaitu:
- Sklera
- Koroidea
- retina
Mata
Sklera adalah
lapisan
terluar, keras
dan berwarna
putih (putih
mata)
Bagian depan
lapisan ini
menonjol dan
disebut
kornea
Mata
Koroidea
merupakan
lapisan kedua,
mengandung
banyak
pembuluh
darah.
Bagian depan
lapisan ini
sedikit terbuka
dan disebut
dengan pupil
Sel-sel koroidea
disekitar pupil
mengandung
warna yang
disebut iris
Mata
Lensa mata
terletak
dibelakang
pupil,
berfungsi
membentuk
bayangan
benda.
Lensa mata
berbentuk
cembung dan
lentur
Mata
Retina atau selaput
jala sebagai
penangkap
bayangan benda.
Retina mengandung
reseptor yang
peka terhadap
cahaya, yaitu:
- Sel batang
(basilus)
berfungsi pada
cahaya suram dan
tidak mengenal
warna
- Sel kerucut
(konus) berfungsi
pada cahaya
terang dan
mengenal warna
Telinga
Telinga adalah
organ yang
peka terhadap
suara.
Telinga terdiri
dari:
- telinga luar
- Telinga
tengah
- Telinga dalam
Telinga luar
 Telinga luar
terdiri atas:
- Daun
telinga
- Lubang
telinga
- Gendang
telinga
Telinga tengah
 Telinga tengah
terdiri atas:
- Tulang martil
(malleus)
- Tulang landasan
(inkus)
- Tulang sanggurdi
(stapes)
Telinga tengah
dihubungkan
dengan mulut oleh
saluran eustachius
Saluran eustachius
Cairan limfa
Cairan endolimfa
ampula
Telinga dalam
Telinga dalam terdiri
atas:
- Rumah siput
(koklea)
- Tiga saluran
gelung (kanalis
semisirkularis)
Koklea berfungsi
dalam penerimaan
suara
Saluran gelung
berfungsi sebagai
alat keseimbangan
Cairan limfa
Cairan endolimfa
ampula
Kulit
Kulit adalah alat
indra yang
peka terhadap
rangsangan
berupa
sentuhan,
tekanan,
sakit, panas
dan dingin tekanan
sentuhan
dingin
panas
sakit
Gangguan pada kulit
Dermatitis Atopik (Eksema)
Dermatitis atopik atau eksema adalah peradangan kronik kulit yang
kering dan gatal. Pada umumnya dimulai di awal masa kanak-
kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan,
peradangan, dan gangguan tidur. Eksema merupakan penyakit
tidak menular.
Gangguan pada Telinga
1. Radang telinga atau otitis
adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga
tengah, tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga
tengah dan rongga mulut), antrum mastoid, dan sel-sel mastoid
2. Tuli
Tuli merupakan gangguan pendengaran karena kerusakan
saraf pendengaran, infeksi bakteri, atau jamur. Tuli merupakan
gejala utama radang telinga (otitis).
Hidung
Hidung mempunyai kemoreseptor yang peka
terhadap rangsangan zat kibia berbentuk
gas, yaitu bau.
Lidah
Lidah memiliki kemoreseptor yang peka terhadap zat
kimia yang larut dalam air.
Permukaan lidah kasar karena dipenuhi tonjolan-
tonjolan yang disebut papila
Di celah-celah papila terdapat kuncup-kuncup
pengecap.
Ada empat kuncup pengecap, yaitu:
- Pengecap manis pada ujung lidah
- Pengecap asin pada tepi lidah
- Pengecap pahit pada pangkal lidah
- Pengecap asam pada tepi lidah bagian belakang
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Astigmatis (mata silindris)
Penyebab: bola mata tidak bulat
Akibat: tidak dapat melihat garis-garis
horisontal dan vertikal bersamaan
Kelainan ini dapat diatasi dengan
kacamata silindris
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Miopi (rabun jauh)
Penyebab: lensa mata tidak dapat
menipis
Akibat: tidak dapat melihat jauh dengan
jelas
Kelainan ini dapat diatasi dengan
kacamata berlensa cekung
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Hipermetropi (rabun dekat)
Penyebab: lensa mata tidak dapat
menebal
Akibat: tidak dapat melihat dekat dengan
jelas
Kelainan ini dapat diatasi dengan
kacamata berlensa cembung
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Presbiopi
Penyebab: daya akomodasi mata
berkurang
Akibat: tidak dapat melihat jauh maupun
dekat dengan jelas
Kelainan ini dapat diatasi dengan
kacamata bifokal
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Rabun senja
Penyebab: kekurangan vitamin A
Akibat: tidak dapat melihat dengan baik
pada saat senja dan malam hari
Pencegahan dengan mengkonsumsi
makanan yang mengandung vitamin A
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Keratomalasi
Penyebabkekurangan vitamin A yang
parah
Akibat: kornea mata keruh, permukaan
mata kering dan kasar dan penglihatan
berkurang hingga kebutaan
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Katarak
Penyebab: lensa mata keruh dan kabur
Akibat: cahaya tidak sampai ke retina
Dapat diatasi dengan operasi
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Juling
Penyebab: ketidakserasian kerja otot
penggerak bola mata kanan dan kiri
Dapat diatasi dengan operasi
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Glaukoma
Penyebab: penyumbatan disaluran bola
mata menyebabkan peningkatan
tekanan pada bola mata
Akibat: kebutaan
Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-
obatan dan operasi
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Buta Warna
Penyebab: keturunan
Akibat: tidak dapat melihat warna
tertentu
Kelainan ini tidak dapat disembuhkan.
Lebih banyak menyerang laki-laki
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Radang telinga
Penyebab: baketri dan virus
Menyerang bagian luar melalui kotoran
yang masuk ketika berenang
Menyerang bagian dalam, bakteri atau
virus masuk dari rongga mulut melalui
saluran eustachius
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Otosklerosis
Penyebab: tulang sanggurdi kaku dan
tidak dapat bergerak leluasa
Akibat: tuli konduksi yang menahun
Kelainan dan Penyakit pada Alat
Indra
 Anosmia
penyebab: cidera/infeksi didasar kepala,
keracunan timbal, merokok, tumor otak
bagian depan
Akibat: kehilangan kemampuan unutuk
membau/mencium
Pengobatan tergantung dari penyebabnya

3. Koordinasi & Indera jadi.ppt

  • 1.
    BAB 3 Sistem Koordinasidan Indra pada Manusia
  • 2.
     Standar Kompetensi: Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia  Kompetendi Dasar: 1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan  Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun sistem koordinasi pada manusia. 2. Siswa dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem koordinasi pada manusia.. 3. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun alat indera pada manusia. 4. Siswa dapat menjelaskan sistem hormon pada manusia. 5. Sisw dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi pada manusia
  • 3.
    Sistem Koordinasi Tubuh kitaterdiri dari banyak organ yang kesemuanya bekerja tanpa saling mengganggu antara organ satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pada tubuh kita terdapat suatu sistem yang mengatur semua organ tersebut. Sistem tersebut adalah sistem koordinasi yang berpusat pada satu organ yaitu otak
  • 4.
    A. SISTEM KOORDINASI Sistem koordinasi adalah sistem yang mengatur semua organ tubuh sehingga dapat bekerja tanpa saling mengganggu antara organ satu dengan yang lainnya  Sistem koordinasi berpusat pada organ otak.  Sistem koordinasi pada manusia : 1. sistem saraf 2. sistem hormon
  • 5.
    (1). Sistem Saraf Sistem saraf sangat berperan pada iritabilitas tubuh, yaitu kemampuan tubuh menanggapi rangsangan (stimulus).  Sistem saraf disusun oleh satuan terkecil yang disebut sel saraf.  Sistem saraf terdiri atas : a. Otak b. sumsum tulang belakang c. saraf (neuron).
  • 6.
     Fungsi sistemsaraf adalah: 1. sebagai pengatur koordinasi alat-alat tubuh dan mengendalikan kerja organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya 2. sebagai pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran. 3. Penghubung antara tubuh dengan dunia luar melalui indra 4. Mengatur / memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan 5. Menerima informasi dalam bentuk rangsangan (stimulus) 6. Memproses informasi yang diterima
  • 7.
  • 8.
    Organ Penyusun SistemSaraf 1. Sel Saraf (neuron) Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf. Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama: Badan sel, Dendrit, dan Neurit a. Badan sel, merupakan bagian yg paling besar dari sel saraf Fungsi badan sel : menerima rangsang dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Di dalam badan sel terdapat: - Sitoplasma, didalamnya terdapat mitokondria yang berfungsi membangkitkan energi utk membawa rangsangan - Nukleus (inti sel) - Nukleous (anak inti sel)
  • 9.
    b. Dendrit, merupakantonjolan sitoplasma yang pendek, dengan ujung yang bercabang-cabang. Dendrit berfungsi meneruskan rangsang (impuls) saraf menuju badan sel saraf c. Neurit (akson), merupakan serabut saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang  Neurit berfungsi meneruskan impuls saraf dari badan sel yang satu ke badan sel yang lain  Neurit dilindungi oleh selubung mielin (isolator). Selubung mielin disusun dari sel-sel Schwann yang memberi makan neurit dan membantu regenerasi neurit Di dalam neurit terdapat benang-benang halus neurofibril
  • 10.
    Lanjutan akson (Neurit) Bagian akson yang tidak terbungkus mielin disebut Nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.  Pertemuan antara serabut saraf dari sel saraf yang satu dengan serabut saraf dari sel saraf yang lain disebut sinapsis.
  • 11.
    Macam-macam sel saraf Menurutfungsinya sel saraf dibedakan menjadi 3 macam: a. Neuron Sensorik (sel saraf indera) Neuron sensorik (neuron aferen) berfungsi untuk meneruskan rangsang dari indera ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). badan sel saraf bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. b. Neuron Motoris (sel saraf penggerak) Neuron motoris (neuron eferen) berfungsi untuk menghantar impuls dari sistem saraf pusat ke kelenjar atau otot. Neuron Motoris mempunyai dendrit yg pendek dan akson yg panjang c. Neuron Konektor (Interneuron / asosiasi / sel saraf penghubung Interneuron berfungsi untuk meneruskan impuls (rangsangan) dari neuron sensorik ke neuron motoris. Interneuron merupakan sel saraf yang memiliki banyak dendrit dan akson (multipolar).
  • 12.
    Susunan Sistem Saraf Sistemsaraf Saraf pusat Saraf tepi Otak Sumsum tulang belakang Otak besar Otak tengah Otak depan Otak kecil Sumsum lanjutan Saraf somatik Saraf otonom 12 pasang saraf otak (saraf kranial) 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal) Saraf simpatetik Saraf parasimpatetik Saraf tak sadar Saraf sadar
  • 13.
    1. Saraf Pusat Saraf pusat : merupakan pusat pengaturan seluruh aktifitas tubuh  saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. a). Otak, dilindungi oleh tengkorak otak terdiri atas 2 belahan yaitu: - otak kiri : mengendalikan tubuh bagian kanan - otak kanan : mengendalikan tubuh bagian kiri Otak terbagi menjadi 4 bagian : (1). Otak besar : volume ± 1.500 cm2, permukaan otak berlipat-lipat agar dapat memuat jutaan neuron. - Bagian luar otak berisi badan sel sehingga berwarna kelabu. - Bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga berwarna putih
  • 14.
    Otak Besar (serebrum) Fungsiotak besar : a. Sebagai pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan b. Sumber semua kegiatan yang disadari Otak besar terbagi menjadi 4 bagian : 1). Bagian depan : pusat gerakan otot dan penciuman 2). Bagian tengah : pusat perkembangan ingatan dan kecerdasan 3). Bagian samping : pusat pendengaran 4). Bagian belakang : pusat penglihatan Otak besar talamus hipotalamus Otak depan Otak kecil Medula oblongata Pons Otak tengah Kelenjar hipofisis
  • 15.
    (2). Otak Tengah( mesensefalon) - Merupakan bagian otak yang terletak diantara pons vasoli dan ensefalon. - Berfungsi mengatur sistem penglihatan dan pendengaran (3). Otak Kecil - Terletak di bawah otak besar, di dalam rongga tengkorak bagian belakang - Fungsi otak kecil : a. mengatur keseimbangan tubuh b. mengatur posisi tubuh c. mengatur gerakan otot yang disadari - Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil dihubungkan oleh suatu penghubung yang disebut jembatan varol
  • 16.
    (4). Sumsum lanjutan(Medula Oblonga/batang otak) - Terdapat dimuka otak kecil dan dan di bawah otak besar. - Merupakan perpanjangan sumsum tulang belakang - Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna kelabu, sedangkan bagian luarnya berwarna putih karena berisi neurit dan dendrit - Fungsi sumsum lanjutan: a. Pengatur pernapasan b. pengatur gerakan jantung c. pengatur gerak alat pencernaan
  • 17.
    b). Sumsum TulangBelakang - Dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang - Letaknya memanjang dari ruas pertama tulang belakang sampai ruas kedua tulang ekor, jumlahnya ada 31 ruas. - Bagian luar berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu - Fungsi sumsum tulang belakang : (1). Penghubung antara susunan saraf tepi dan otak (2). Menghantarkan impuls dari dan ke otak (3). Mengatur gerak refleks tubuh Sumsum tulang belakang ganglion Ruas-ruas tulang belakang Badan sel saraf motorik Badan sel saraf sensorik
  • 18.
    2. Susunan saraftepi Saraf tepi terdiri atas : a. Sistem saraf sadar (Saraf Somatis) - merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar - Sistem saraf sadar dibagi menjadi 2 macam: 1). Saraf kepala/otak (kranial) berjumlah 12 pasang saraf yg keluar dari otak menuju alat indera, seperti mata, telinga, hidung, atau menuju otot- otot dan kelenjar tertentu 2). Saraf spinal (sumsum tulang belakang): saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang menuju alat-alat gerak tubuh, seperti lengan dan kaki, otot dada, dan otot leher. Berjumlah 31 pasang saraf spinal merupakan gabungan dari neuron sensorik dan motorik
  • 19.
    b. Sistem saraftak sadar ( saraf otonom) Adalah saraf yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh yang bekerja di luar kesadaran. Saraf otonom dibagi menjadi 2 bagian : 1). Saraf simpatik, terdiri atas serangkaian serabut saraf berpasangan berupa ganglion-ganglion yg tersebar pd beberapa daerah spt daerah leher, dada, pinggang, dan pelvis. fungsi saraf simpatik : merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam spt usus, lambung, pankreas dan hati
  • 20.
    2). Saraf Parasimpatik -Berupa jaringan susunan saraf yg berhubungan dengan ganglion-ganglion yg tersebar di seluruh tubuh. - Fungsinya berlawanan dengan fungsi saraf simpatik. - Fungsi saraf parasimpatik : a. Mengembangkan kulit b. memperlambat denyut jantung c. mempersempit pembuluh darah d. menurunkan tekanan darah
  • 21.
    Perbedaan saraf simpatikdan saraf parasimpatik Saraf simpatik Saraf Parasimpatik Mempercepat denyut jantung Memperlambat denyut jantung Memperlebar pembuluh darah Mempersempit pembuluh darah Menghambat air mata Mengperlancar air mata Memperlebar pupil Memperkecil pupil Menghambat sekresi air ludah Mengperlancar sekresi air ludah Memperbesar bronkus Menyempitkan bronkus Mengurangi aktifitas kerja usus Menambah aktifitas kerja usus Menghambat pembentukan urine Merangsang pembentukan urine
  • 22.
    Kelainan dan penyakitpada sistem saraf 1). Sakit Kepala, akibat melebarnya pembuluh darah pada selaput otak (meninges) 2). Epilepsi, akibat adanya gangguan pada penghantar impuls listrik pada sel” saraf 3). Amnesia, hilang ingatan berupa trauma pada kepala (gegar otak) 4). Alzheimer, pikun pada orang lanjut usia. merupakan penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel-sel otak 5). Meningitis, radang pada selaput otak atau selaput tulang belakang. Disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, parasit) yg menyebar dalam cairan otak, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu.
  • 23.
    (2). Sistem Hormon a.Pengertian Hormon Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin Hormon diangkut dari kelenjar endoktrin oleh plasma darah fungsi Hormon : mengatur aktifitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan, bahkan beberapa tahun
  • 24.
    b. ciri-ciri Hormon 1).Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endoktrin dlm jumlah sangat kecil 2). Diangkut oleh plasma darah menuju ke sel/jaringan target 3). Mengadakan interaksi dg reseptor khusus yg terdpt dlm sel target 4). Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus 5). Mempunyai pengaruh tdk hanya terhadap satu sel target, ttp juga mempengaruhi beberapa sel target yg lain
  • 25.
    c. Kelenjar Endoktrin Kelenjarendoktrin disebut kelenjar buntu sebab hormon yg dihasilkan tidak dialirkan melalui saluran, tetapi diangkut ke seluruh tubuh oleh darah (plasma darah) menuju sel sasaran/sel target. Macam” kelenjar endoktrin dan lokasinya : KELENJAR ENDOKTRIN LOKASI Kelenjar Hipofisis (master of glad) Terletak pd dasar otak besar di bagian tulang baji Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok) Terletak di daerah leher Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok) Terletak di dekat kelenjar tiroid Kelenjar Timus Terletak di rongga dada sepanjang rongga trakea Kelenjar pankreas Terletak didekat ventrikulus (perut besar) Kelenjar Adrenal Terletak di bagian atas ginjal Kelenjar kelamin: -Ovarium - Testis Terletak di daerah abdomen (perut) Terletak di buah zakar dlm skrotum
  • 26.
    Macam-macam kelenjar Endoktrin 1).Kelenjar Hipofisis a. Hipofisis Anterior Hormon Prinsip kerja / Fungsi - somatrotof Pertumbuhan sel dan anabolisme protein - Tiroid (TSH) Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid -Adrenokortikotropik (ACTH) Mengotrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal - Follicle Stimulating Hormon (FSH) a. Pada wanita merangsang perkembangan folikel pd ovarium dan sekresi estrogen b. Pada pria : mestimulasi testis utk menstimulasi sperma - Luteinizing Hormon (LH) a. Pada wanita bersama dg estrogen menstimulasi ovulasi dan pembentukan progesteron oleh korpus luteum b. Pada pria menstimulasi sel” interstitial pd testis utk berkembang dan menghasilkan tertosteron - Prolaktin Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu
  • 27.
    b. Hipofisis Intermediat HormonPrinsip Kerja Melanocyte Stimulating Hormon (MSH) Mempengaruhi warna kulit individu c. Hipofisis Posterior Hormon Prinsip Kerja Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses persalinan Hormon ADH Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dgn cara menyempitkan pembuluh darah 2. Hormon Tiroid (kelenjar gondok) mensekresikan hormon Tiroksin dan kalsitonin. Fungsi hormon Tiroksin : - Mengatur metabolisme pd proses oksidasi sel, - mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, - mengatur kegiatan sistem saraf - mengatur diferensiasi jaringan” tubuh
  • 28.
     Kekurangan hormonTiroksin : - pada bayi mengakibatkan kretinisme yaitu hambatan pertumbuhan fisik dan mental (kekerdilan) - pada dewasa mengakibatkan miksudema yaitu kondisi kemunduran metabolisme tubuh yg ditandai dg kegemukan (obesitas), gerakan lamban, cara berfikir dan berbicara lambat, kulit tebal dan kering, rambut rontok, suhu badan turun, dan denyut nadi pelan  Kelebihan hormon tiroksin (hipersekresi) : - pada balita menyebabkan gigantisme (pertumbuhan cepat / tubuh raksasa) - pada dewasa menyebabkan Morbus Basedowi yaitu suatu kondisi yg ditandai dengan meningkatnya metabolisme tubuh, denyut nadi naik, gugup, emosional, pelupuk mata melebar, dan bola mata melotot (eksoftalmus)
  • 29.
    3. Kelenjar Paratiroid(anak gondok)  Jumlahnya ada 4 dan terletak dibelakang kelenjar tiroid  Menghasilkan parathormon (PTH) yg berfungsi utk mengatur konsentrasi ion dlm cairan ekstraseluler dg cara mengatur absorpsi kalsium dari usus, eksresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang  Fungsi umum kelenjar paratiroid : - mengatur metabolisme fosfor - mengatur kadar kalsium darah
  • 30.
    4. Kelenjar Timus Menghasilkan hormon timosin yg berfungsi untuk merangsang lomposit  Timus membesar sewaktu pubertas dan mengecil setelah dewasa 5. Kelenjar anak ginjal (Adrenal) Menghasilkan hormon : a. Kortikoid, berfungsi menyerap natrium dari darah dan mengatur reabsorbsi pd ginjal b. Androgen, berfungsi menentukan sifat kelamin sekunder pd laki” c. Adrenalin, berfungsi : - menaikkan kadar glukosa dlm darah dg cara merubah glikogen menjadi glukosa - meningkatkan denyut jantung - menaikkan tekanan darah dgn jalan vasokonstriksi - memudahkan dan mengurangi arus darah ke otot
  • 31.
    6. Kelenjar Pankreas(Langerhans)  Menghasilkan hormon insulin dan glukogen.  Fungsi insulin : mengatur kadar gula dlm darah yaitu merubah glukosa menjadi glikogen  Kekurangan insulin menyebabkan tingginya kadar glukosa dlm darah (hiperglikemia) yaitu penyebab penyakit diabetes melitus  Kelebihan insulin menyebabkan hipoglikemia, yaitu kadar gula dlm darah turun  Di sel hati insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan pembentukan lemak (lipogenesis)
  • 32.
    7. Kelenjar kelamin(gonad) a. Kelenjar kelamin perempuan disebut ovarium. Menghasilkan hormon : 1). estrogen yang berfungsi : - menyebabkan penebalan dinding uterus - menyebabkan ovulasi - mengendalikan tanda” kelamin sekunder perempuan 2). Progresteron, berfungsi : - memperlancar produksi air susu ibu yg habis melahirkan - memelihara dan mengatur pertumbuhan plasenta - menghambat produksi FSH oleh hipofisis
  • 33.
    b. Kelenjar kelaminlaki-laki disebut testis, yg menghasilkan hormon testosteron. fungsi hormon testosteron adalah : - mengendalikan tanda-tanda kelamin sekunder laki-laki - mengatur pertumbuhan sel-sel sperma (spermatogenesis)
  • 34.
    B. ALAT INDRA Alat indera adalah organ yg dpt menerima jenis rangsangan tertentu, sehingga disebut organ penerima rangsang (reseptor).  Ada 5 macam alat indera : 1. mata, sbg penerima rangsang cahaya (fotoreseptor) 2. telinga, sbg penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indera keseimbangan (Statoreseptor) 3.Kulit, sbg indra peraba (reseptor) 4. Hidung, sebagai indra pencium/ pembau 5. Lidah, sebagai indra pengecap
  • 35.
  • 36.
     Daya akomodasimata : kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis sesuai dengan jarak benda yg dilihat. - saat melihat benda jauh --- lensa menipis - saat melihat benda dekat --- lensa menebal
  • 37.
    Mata Mata adalah alat indra yangpeka terhadap cahaya Mata dilindungi oleh alis, kelopak mata dan kelenjar air mata.
  • 38.
    Mata Dinding bola mata terdiri daritiga lapis, yaitu: - Sklera - Koroidea - retina
  • 39.
    Mata Sklera adalah lapisan terluar, keras danberwarna putih (putih mata) Bagian depan lapisan ini menonjol dan disebut kornea
  • 40.
    Mata Koroidea merupakan lapisan kedua, mengandung banyak pembuluh darah. Bagian depan lapisanini sedikit terbuka dan disebut dengan pupil Sel-sel koroidea disekitar pupil mengandung warna yang disebut iris
  • 41.
  • 42.
    Mata Retina atau selaput jalasebagai penangkap bayangan benda. Retina mengandung reseptor yang peka terhadap cahaya, yaitu: - Sel batang (basilus) berfungsi pada cahaya suram dan tidak mengenal warna - Sel kerucut (konus) berfungsi pada cahaya terang dan mengenal warna
  • 43.
    Telinga Telinga adalah organ yang pekaterhadap suara. Telinga terdiri dari: - telinga luar - Telinga tengah - Telinga dalam
  • 44.
    Telinga luar  Telingaluar terdiri atas: - Daun telinga - Lubang telinga - Gendang telinga
  • 45.
    Telinga tengah  Telingatengah terdiri atas: - Tulang martil (malleus) - Tulang landasan (inkus) - Tulang sanggurdi (stapes) Telinga tengah dihubungkan dengan mulut oleh saluran eustachius Saluran eustachius Cairan limfa Cairan endolimfa ampula
  • 46.
    Telinga dalam Telinga dalamterdiri atas: - Rumah siput (koklea) - Tiga saluran gelung (kanalis semisirkularis) Koklea berfungsi dalam penerimaan suara Saluran gelung berfungsi sebagai alat keseimbangan Cairan limfa Cairan endolimfa ampula
  • 47.
    Kulit Kulit adalah alat indrayang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan, tekanan, sakit, panas dan dingin tekanan sentuhan dingin panas sakit
  • 48.
    Gangguan pada kulit DermatitisAtopik (Eksema) Dermatitis atopik atau eksema adalah peradangan kronik kulit yang kering dan gatal. Pada umumnya dimulai di awal masa kanak- kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur. Eksema merupakan penyakit tidak menular. Gangguan pada Telinga 1. Radang telinga atau otitis adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dan rongga mulut), antrum mastoid, dan sel-sel mastoid 2. Tuli Tuli merupakan gangguan pendengaran karena kerusakan saraf pendengaran, infeksi bakteri, atau jamur. Tuli merupakan gejala utama radang telinga (otitis).
  • 49.
    Hidung Hidung mempunyai kemoreseptoryang peka terhadap rangsangan zat kibia berbentuk gas, yaitu bau.
  • 50.
    Lidah Lidah memiliki kemoreseptoryang peka terhadap zat kimia yang larut dalam air. Permukaan lidah kasar karena dipenuhi tonjolan- tonjolan yang disebut papila Di celah-celah papila terdapat kuncup-kuncup pengecap. Ada empat kuncup pengecap, yaitu: - Pengecap manis pada ujung lidah - Pengecap asin pada tepi lidah - Pengecap pahit pada pangkal lidah - Pengecap asam pada tepi lidah bagian belakang
  • 51.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Astigmatis (mata silindris) Penyebab: bola mata tidak bulat Akibat: tidak dapat melihat garis-garis horisontal dan vertikal bersamaan Kelainan ini dapat diatasi dengan kacamata silindris
  • 52.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Miopi (rabun jauh) Penyebab: lensa mata tidak dapat menipis Akibat: tidak dapat melihat jauh dengan jelas Kelainan ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa cekung
  • 53.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Hipermetropi (rabun dekat) Penyebab: lensa mata tidak dapat menebal Akibat: tidak dapat melihat dekat dengan jelas Kelainan ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa cembung
  • 54.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Presbiopi Penyebab: daya akomodasi mata berkurang Akibat: tidak dapat melihat jauh maupun dekat dengan jelas Kelainan ini dapat diatasi dengan kacamata bifokal
  • 55.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Rabun senja Penyebab: kekurangan vitamin A Akibat: tidak dapat melihat dengan baik pada saat senja dan malam hari Pencegahan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A
  • 56.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Keratomalasi Penyebabkekurangan vitamin A yang parah Akibat: kornea mata keruh, permukaan mata kering dan kasar dan penglihatan berkurang hingga kebutaan
  • 57.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Katarak Penyebab: lensa mata keruh dan kabur Akibat: cahaya tidak sampai ke retina Dapat diatasi dengan operasi
  • 58.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Juling Penyebab: ketidakserasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri Dapat diatasi dengan operasi
  • 59.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Glaukoma Penyebab: penyumbatan disaluran bola mata menyebabkan peningkatan tekanan pada bola mata Akibat: kebutaan Kelainan ini dapat diatasi dengan obat- obatan dan operasi
  • 60.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Buta Warna Penyebab: keturunan Akibat: tidak dapat melihat warna tertentu Kelainan ini tidak dapat disembuhkan. Lebih banyak menyerang laki-laki
  • 61.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Radang telinga Penyebab: baketri dan virus Menyerang bagian luar melalui kotoran yang masuk ketika berenang Menyerang bagian dalam, bakteri atau virus masuk dari rongga mulut melalui saluran eustachius
  • 62.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Otosklerosis Penyebab: tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak leluasa Akibat: tuli konduksi yang menahun
  • 63.
    Kelainan dan Penyakitpada Alat Indra  Anosmia penyebab: cidera/infeksi didasar kepala, keracunan timbal, merokok, tumor otak bagian depan Akibat: kehilangan kemampuan unutuk membau/mencium Pengobatan tergantung dari penyebabnya