Artificial
Intelligence
ARTIFICIAL
INTELLIGENCE
Cabang dari Ilmu Komputer yang disebut Kecerdasan
Buatan (Artificial Intelligence) bertujuan untuk
menciptakan komputer atau mesin yang secerdas
manusia.
“Ilmu dan rekayasa dalam pembuatan mesin cerdas,
khususnya program komputer yang cerdas”.
ARTIFICIAL
INTELLIGENCE
Dicapai dengan mempelajari bagaimana otak manusia
memproses informasi, bagaimana manusia berpikir,
belajar, mengambil keputusan, dan bekerja saat
mencoba menyelesaikan suatu masalah,
kemudian menggunakan hasil dari studi ini sebagai
dasar untuk mengembangkan perangkat lunak dan
sistem cerdas.
.
“Can a machine think and behave like humans do?”
AI as a field
Sistem yang menunjukkan perilaku cerdas, belajar, mendemonstrasikan,
menjelaskan, dan memberi saran kepada penggunanya.
Sistem yang meniru kemampuan pengambilan keputusan seorang ahli
manusia.
Pengembangan sistem cerdas
01
Mengembangkan mesin yang dapat memahami, belajar, berpikir dan
bertindak seperti manusia
Menerapkan kecerdasan
seperti manusia pada mesin
02
Pengembangan AI dimulai dengan tujuan menciptakan
kecerdasan serupa pada mesin, seperti yang kita
temukan dan anggap tinggi pada manusia.
What
Kind of
AI?
Teknologi AI dikategorikan berdasarkan
kemampuannya dalam meniru karakteristik manusia,
teknologi yang digunakan untuk melakukannya, dan
aplikasi dunia nyatanya.
Berdasarkan karakteristik ini, semua sistem
kecerdasan buatan—baik yang sudah ada maupun
yang masih bersifat hipotetis—termasuk dalam salah
satu dari tiga jenis
:
•Artificial narrow (weak) intelligence (ANI), yang
memiliki kemampuan spesifik dan terbatas
•Artificial general (strong) intelligence (AGI), yang
memiliki kemampuang seperti manusia
•Artificial super-intelligence (ASI), yang mempunyai
kemampuan melebih manusia
Weak AI, or narrow AI,
Merupakan satu-satunya jenis kecerdasan buatan yang telah berhasil kita wujudkan hingga saat ini.
AI sempit (Narrow AI) berorientasi pada tujuan, dirancang untuk menjalankan tugas tertentu—seperti pengenalan
wajah, pengenalan suara/asisten suara, mengemudi mobil, atau pencarian di internet—dan sangat cerdas dalam
menyelesaikan tugas spesifik yang telah diprogramkan
Contoh narrow AI:
•Rankbrain by Google / Google Search
•Siri Apple, Alexa Amazon, Cortana Microsoft, Watson IBM
•Image / facial recognition software
•Disease mapping and prediction tools
•Manufacturing and drone robots
•Social media monitoring tools for dangerous content
•Entertainment or marketing content recommendations
•Self-driving cars
Artificial general intelligence (AGI), disebut juga Strong AI atau Deep AI
Adalah konsep mesin dengan kecerdasan umum yang meniru kecerdasan dan
perilaku manusia, serta memiliki kemampuan untuk belajar dan menerapkan
kecerdasannya dalam menyelesaikan berbagai masalah.
AGI dapat berpikir, memahami, dan bertindak dengan cara yang tidak dapat
dibedakan dari manusia dalam situasi apa pun.
Para peneliti AI belum berhasil mencapai kecerdasan buatan yang kuat (Strong AI).
Untuk mencapainya, mereka perlu menemukan cara agar mesin memiliki kesadaran
dengan memprogram seperangkat kemampuan kognitif yang lengkap.
Mesin harus membawa pembelajaran berdasarkan pengalaman (training) ke tingkat
yang lebih tinggi, bukan hanya meningkatkan efisiensi dalam tugas-tugas tertentu.
Artificial super intelligence (ASI),
Adalah AI hipotetis yang tidak hanya meniru atau memahami kecerdasan dan
perilaku manusia;
ASI adalah tahap di mana mesin menjadi sadar diri dan melampaui kapasitas
kecerdasan serta kemampuan manusia.
Kecerdasan super telah lama menjadi inspirasi dalam fiksi ilmiah distopia, di mana
robot mengambil alih, menggulingkan, atau bahkan memperbudak umat manusia.
Konsep kecerdasan buatan super melihat AI berkembang hingga begitu mirip dengan
emosi dan pengalaman manusia, sehingga ia tidak hanya memahaminya, tetapi juga
memiliki emosi, kebutuhan, keyakinan, dan keinginan sendiri.
.
Ada beberapa keuntungan dan kerugian yang terkait dengan konsep AI.
Beberapa keuntungannya meliputi menangani tugas-tugas yang membosankan, membuat keputusan
lebih cepat, menghindari kesalahan, dan mengambil risiko atas nama manusia.
Namun, AI juga dapat membawa kerugian, seperti menyebabkan kehilangan pekerjaan dalam skala
besar dan mengganggu keseimbangan distribusi kekuasaan global.
Pros & Cons
Pendekatan konvesional vs AI
PERMASLAHAN
REAL WORLD
Contoh:
- Trend Bursa Sahan
- Pencarian Rute
- If ….. Then
- dsb
PASTI
Contoh:
2 + 2 = 4 TIDAK PASTI/
RUMIT/FUZZY
PEMROGRAMAN
KONVENSIONAL
Pemecahan
Berbasis Komputer
PENDEKATAN
“HUMAN MIND”
SISTEM INTELIJEN
(Artificial Intelligent)
Pemacahan
Berbasis Komputer
OK
Sulit? / Gagal ?
- Think like human
- Act like human
- Think rationally
- Act rationally
OK
Keuntungan AI vs Kecerdasan alami
• Lebih permanen
• Menawarkan kemudahan duplikasi dan penyebaran
• Lebih murah daripada kecerdasan alami
• Konsisten dan menyeluruh
• Dapat didokumentasikan
• Dapat mengeksekusi tugas tertentu lebih cepat daripada
manusia
• Dapat menjalankan tugas tertentu lebih baik dari banyak
atau kebanyakan orang
Keuntungan AI vs Kecerdasan alami
• Bersifat lebih kreatif
• Dapat melakukan proses pembelajaran
secara langsung, sementara AI harus
mendapatkan masukan berupa simbol dan
representasi-representasi
• Menggunakan fokus yang luas sebagai
referensi untuk pengambilan keputusan.
Sebaliknya, AI menggunakan fokus yang
sempit
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah cabang dari ilmu komputer yang berupaya mereplikasi
atau mensimulasikan kecerdasan manusia dalam mesin, sehingga mesin dapat menjalankan tugas-
tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.
Beberapa fungsi yang dapat diprogram dalam sistem AI meliputi perencanaan, pembelajaran, penalaran,
pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Sistem kecerdasan buatan didukung oleh algoritma, menggunakan teknik seperti pembelajaran mesin
(machine learning), pembelajaran mendalam (deep learning), dan lainnya.
Teknologi AI telah mengubah kemampuan bisnis secara global, memungkinkan manusia
mengotomatiskan tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu serta mendapatkan wawasan baru
dari data mereka melalui pengenalan pola yang cepat.
Conclusion

01-Pengantar Artifical Intelligence.pptx

  • 1.
  • 2.
    ARTIFICIAL INTELLIGENCE Cabang dari IlmuKomputer yang disebut Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) bertujuan untuk menciptakan komputer atau mesin yang secerdas manusia. “Ilmu dan rekayasa dalam pembuatan mesin cerdas, khususnya program komputer yang cerdas”.
  • 3.
    ARTIFICIAL INTELLIGENCE Dicapai dengan mempelajaribagaimana otak manusia memproses informasi, bagaimana manusia berpikir, belajar, mengambil keputusan, dan bekerja saat mencoba menyelesaikan suatu masalah, kemudian menggunakan hasil dari studi ini sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat lunak dan sistem cerdas. . “Can a machine think and behave like humans do?”
  • 4.
    AI as afield Sistem yang menunjukkan perilaku cerdas, belajar, mendemonstrasikan, menjelaskan, dan memberi saran kepada penggunanya. Sistem yang meniru kemampuan pengambilan keputusan seorang ahli manusia. Pengembangan sistem cerdas 01 Mengembangkan mesin yang dapat memahami, belajar, berpikir dan bertindak seperti manusia Menerapkan kecerdasan seperti manusia pada mesin 02 Pengembangan AI dimulai dengan tujuan menciptakan kecerdasan serupa pada mesin, seperti yang kita temukan dan anggap tinggi pada manusia.
  • 6.
    What Kind of AI? Teknologi AIdikategorikan berdasarkan kemampuannya dalam meniru karakteristik manusia, teknologi yang digunakan untuk melakukannya, dan aplikasi dunia nyatanya. Berdasarkan karakteristik ini, semua sistem kecerdasan buatan—baik yang sudah ada maupun yang masih bersifat hipotetis—termasuk dalam salah satu dari tiga jenis : •Artificial narrow (weak) intelligence (ANI), yang memiliki kemampuan spesifik dan terbatas •Artificial general (strong) intelligence (AGI), yang memiliki kemampuang seperti manusia •Artificial super-intelligence (ASI), yang mempunyai kemampuan melebih manusia
  • 7.
    Weak AI, ornarrow AI, Merupakan satu-satunya jenis kecerdasan buatan yang telah berhasil kita wujudkan hingga saat ini. AI sempit (Narrow AI) berorientasi pada tujuan, dirancang untuk menjalankan tugas tertentu—seperti pengenalan wajah, pengenalan suara/asisten suara, mengemudi mobil, atau pencarian di internet—dan sangat cerdas dalam menyelesaikan tugas spesifik yang telah diprogramkan Contoh narrow AI: •Rankbrain by Google / Google Search •Siri Apple, Alexa Amazon, Cortana Microsoft, Watson IBM •Image / facial recognition software •Disease mapping and prediction tools •Manufacturing and drone robots •Social media monitoring tools for dangerous content •Entertainment or marketing content recommendations •Self-driving cars
  • 8.
    Artificial general intelligence(AGI), disebut juga Strong AI atau Deep AI Adalah konsep mesin dengan kecerdasan umum yang meniru kecerdasan dan perilaku manusia, serta memiliki kemampuan untuk belajar dan menerapkan kecerdasannya dalam menyelesaikan berbagai masalah. AGI dapat berpikir, memahami, dan bertindak dengan cara yang tidak dapat dibedakan dari manusia dalam situasi apa pun. Para peneliti AI belum berhasil mencapai kecerdasan buatan yang kuat (Strong AI). Untuk mencapainya, mereka perlu menemukan cara agar mesin memiliki kesadaran dengan memprogram seperangkat kemampuan kognitif yang lengkap. Mesin harus membawa pembelajaran berdasarkan pengalaman (training) ke tingkat yang lebih tinggi, bukan hanya meningkatkan efisiensi dalam tugas-tugas tertentu.
  • 9.
    Artificial super intelligence(ASI), Adalah AI hipotetis yang tidak hanya meniru atau memahami kecerdasan dan perilaku manusia; ASI adalah tahap di mana mesin menjadi sadar diri dan melampaui kapasitas kecerdasan serta kemampuan manusia. Kecerdasan super telah lama menjadi inspirasi dalam fiksi ilmiah distopia, di mana robot mengambil alih, menggulingkan, atau bahkan memperbudak umat manusia. Konsep kecerdasan buatan super melihat AI berkembang hingga begitu mirip dengan emosi dan pengalaman manusia, sehingga ia tidak hanya memahaminya, tetapi juga memiliki emosi, kebutuhan, keyakinan, dan keinginan sendiri. .
  • 10.
    Ada beberapa keuntungandan kerugian yang terkait dengan konsep AI. Beberapa keuntungannya meliputi menangani tugas-tugas yang membosankan, membuat keputusan lebih cepat, menghindari kesalahan, dan mengambil risiko atas nama manusia. Namun, AI juga dapat membawa kerugian, seperti menyebabkan kehilangan pekerjaan dalam skala besar dan mengganggu keseimbangan distribusi kekuasaan global. Pros & Cons
  • 11.
    Pendekatan konvesional vsAI PERMASLAHAN REAL WORLD Contoh: - Trend Bursa Sahan - Pencarian Rute - If ….. Then - dsb PASTI Contoh: 2 + 2 = 4 TIDAK PASTI/ RUMIT/FUZZY PEMROGRAMAN KONVENSIONAL Pemecahan Berbasis Komputer PENDEKATAN “HUMAN MIND” SISTEM INTELIJEN (Artificial Intelligent) Pemacahan Berbasis Komputer OK Sulit? / Gagal ? - Think like human - Act like human - Think rationally - Act rationally OK
  • 12.
    Keuntungan AI vsKecerdasan alami • Lebih permanen • Menawarkan kemudahan duplikasi dan penyebaran • Lebih murah daripada kecerdasan alami • Konsisten dan menyeluruh • Dapat didokumentasikan • Dapat mengeksekusi tugas tertentu lebih cepat daripada manusia • Dapat menjalankan tugas tertentu lebih baik dari banyak atau kebanyakan orang
  • 13.
    Keuntungan AI vsKecerdasan alami • Bersifat lebih kreatif • Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI harus mendapatkan masukan berupa simbol dan representasi-representasi • Menggunakan fokus yang luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan. Sebaliknya, AI menggunakan fokus yang sempit
  • 14.
    Kecerdasan Buatan (ArtificialIntelligence) adalah cabang dari ilmu komputer yang berupaya mereplikasi atau mensimulasikan kecerdasan manusia dalam mesin, sehingga mesin dapat menjalankan tugas- tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Beberapa fungsi yang dapat diprogram dalam sistem AI meliputi perencanaan, pembelajaran, penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Sistem kecerdasan buatan didukung oleh algoritma, menggunakan teknik seperti pembelajaran mesin (machine learning), pembelajaran mendalam (deep learning), dan lainnya. Teknologi AI telah mengubah kemampuan bisnis secara global, memungkinkan manusia mengotomatiskan tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu serta mendapatkan wawasan baru dari data mereka melalui pengenalan pola yang cepat. Conclusion