Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Biology - Hormon by IX-2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tugas Biology - Hormon by IX-2

1,121
views

Published on

Genio :D MTsN 1 Mataram …

Genio :D MTsN 1 Mataram
Be Honest friends!!!!
wanna to download?save?
it's ok, but you know? CR BY EMALIA S HIRMA


1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,121
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • ACTH (kortek anak ginjal) GH/STH (tulang dan otot) MSH (kulit) TSH (Gondok) FSH,LH (Testis, Ovarium) Oxytocin, Prolotion (kelenjar susu) ADH tubulus ginjal.
  • Transcript

    • 1. • Agung Eka Saputra (03) • RofiKi Himawan (10) • Emalia Septiani Hirma (17) • Nadira Wahyu Ramadhania (21)
    • 2. MIND MAP
    • 3. Lobus Anterior
    • 4. Hormon yang dihasilkan Fungsi Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH) Merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (dwarfisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali. Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid (kelenjar gondok) serta merangsang sekresi tiroksin. Adrenocorticotropic hormone (ACTH) Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar adrenal (anak ginjal) untuk mensekresikan glukokortikoid Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH) Merangsang sekresi air susu Menimbulkan sifat maternal Mempertahankan sekresi estrogen dan progestron oleh ovarium Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH) Hormon gonadotropin pada wanita : 1. Follicle Stimulating Hormone (FSH) • Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen • Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron 2. Luteinizing Hormone (LH) Hormone gonadotropin pada pria: 1. FSH • Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma) 2. Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH) •Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen
    • 5. Hormon yang dihasilkan MSH (Melanosit Stimulating Hormon) Fungsi Mempengaruhi warna kulit individu. dengan cara menyebarkan butir melanin, apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.
    • 6. Hormon yang dihasilkan Fungsi Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan dan merangsang sekresi air susu Hormon ADH Merangsang penyerapan air di ginjal. Penderita hipoADH (kekurangan AntiDiuretikaHormon) akan mengakibatkan diabetes insipidus (urine berlebihan).
    • 7. Kelenjar TIROId
    • 8. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar dengan diameter sekitar 5 cm yang terletak pada leher persis dibawah laring atau pita suara dan berbentuk seperti kupu-kupu. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yakni sebelah kanan dan kiri laring Beratnya sekitar 25 g dan kaya akan darah. ` Fungsi kelenjar tiroid sangat erat bertalian dengan kegiatan metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dan jaringan bekerja sebagai perangsang proses oksidasi, mengatur penggunaan oksigen dan mengatur pengeluaran karbondioksida.
    • 9. Kelenjar Paratiroid
    • 10. Kelenjar paratiroid terdiri atas empat struktur kecil yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferior. .Kelenjar paratiroid panjangnya kirakira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya 2 millimeter
    • 11. • Paratiroid (parathormon). Parathormon berperan untuk meningkatkan pengeluaran fosfor oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan kalsium dari tulang. • Mengatur metabilisme fosfor • Memelihara kosentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma • Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal • Mempercepat absorsi kalsium di intestine • Jika kalsium berkurang, hormone paratiroid menstimulasi reabsorsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah. • Menstimulasi dan mentransportasi kalsium dan fosfat
    • 12. Beberapa gangguan yang bisa terjadi pada kelenjar tiroid : Tiroid Kondisi ini terjadi karena adanya benjolan pada kelenjar tiroid. Benjolan ini bisa berjumlah satu (nodul tunggal) atau lebih (multinodul goiter). Benjolan yang muncul kemungkinan akibat: • Kista yang mengandung cairan • Adenoma atau tumor jinak berdegenerasi • Adenoma tumbuh lambat • Keganasan yang bisa menyebabkan kanker tiroid (kasusnya dalam jumlah kecil) • Umumnya kasus keganasan lebih tinggi terjadi pada laki-laki, dan jika tiroidnya sudah diangkat maka ia harus mengonsumsi obat seumur hidup karena tidak ada lagi yang bisa memproduksi hormon tiroid di dalam tubuh
    • 13.  Hipertiroid. Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif menghasilkan hormon sehingga jumlah yang beredar di dalam darah menjadi berlebih. Penyebabnya bisa karena penyakit Graves, pengeluaran yang abnormal dari TSH (thyroid stimulating hormone), tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid) dan konsumsi yodium berlebih. Gejala yang muncul termasuk keringat berlebihan, berat badan menurun, gemetaran, gelisah, tidaktoleran terhadap panas, mudah lelah, konsentrasi berkurang, mata melotot (seperti mau keluar) dan menstruasi yang tidak teratur atau sedikit.  Hipotiroid. Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon dalam jumlah sedikit atau rendah. Penyebabnya bisa karena penyakit hipofisis, obat-obatan, penghancuran tiroid dan kekurangan yodium berat. Gejala yang muncul termasuk depresi, kelelahan, tidaktoleransi terhadap dingin, kulit dan rambut yang kering, tingkat kolesterol meningkat, denyut jantung menurun, konsentrasi menurun dan rasa sakit atau nyeri
    • 14.  Paratiroid Gejala/kelainan: (hiperparatiroidisme primer) adalah Kebanyakan pasien yang menderita hiperparatiroidisme primer mempunyai konsentrasi serum hormon paratiroid yang tinggi. Kebanyakan juga mempunyai konsentrasi serum kalsium yang tinggi, dan bahkan juga konsentrasi serum ion kalsium yang juga tinggi. Tes diagnostic yang paling penting untuk kelainan ini adalah menghitungserum hormone paratiroid dan ion kalsium. (Stephen J. Marx, M.D, 2000, Volume 343:1863-1875) Penderita hiperparatiroid primer mengalami penigkatan resiko terjangkit batu ginjal sejak 10 tahun sebelum didiagnosis. Pengangkatan paratiroid mereduksi resiko batu ginjal hingga 8.3%, dan bahkan setelah 10 tahun sejak pengangkatan, resiko menjadi hilang. Hiperparatiroidisme sekunder adalahProduksi hormone paratiroid yang berlebihan dapat berasal dari defek primer kelenjar paratiroid seperti adenoma atau hyperplasia ( hiperparatiroidisme primer). Lebih sering, peningkatan produksi PTH bersifat kompensasi, biasanya ditujukan untuk memperbaiki keadaan hipokalsemia karena
    • 15. Kelenjar
    • 16. Kelenjar Timus menghasilkan hormon timosin yang berperan dalam proses imunitas tubuh dan pertumbuhan limfosit. Kelenjar ini hanya berfungsi pada masa pertumbuhan saja. Setelah dewasa, kelenjar ini tidak berfungsi lagi. Kelenjar timus terletak di dalam mediastinum di belakang os sternum, dan di dalam torak kira-kira setinggi bifurkasi trakea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus. Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun.
    • 17. • Karakteristik Kelenjar Timus:  Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.  Timus membesar sewaktu pubertas dan mengecil setelah dewasa.  Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.  Kelenjar timus berperan dalam sistem pertahanan tubuh dengan menghasilkan hormone Thymosin, Thymic humoral factor, Thymic factor dan Thymopoietin.
    • 18. Fungsi Kelenjar Timus: Mengaktifkan pertumbuhan badan Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit. • Gangguan :  Kekurangan kelenjar timus = Kretinisme (Kekerdilan)  Kelebihan kelenjar timus = Gigantisme (Raksasa) •   
    • 19. Kelenjar Anak Ginjal
    • 20. Kelenjar adrenal (glandula adrenal) pada manusia berbentuk sepasang struktur kecil yang terletak di ujung anterior ginjal dan kaya akan darah. Masing-masing struktur kelenjar ini memiliki dua bagian, yakni bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula). Bagian korteks kelenjar adrenal menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin) yang berpengaruh dalam penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah dan denyut jantung meningkat. Hormon ini juga berperan mengubah glikogen (gula otot) menjadi glukosa (gula darah). Selain itu, hormon adrenalin bersama hormon
    • 21. Sementara itu, bagian korteks (bagian luar) adrenal mengeluarkan hormon kortin yang tersusun atas kortison dan deoksikortison. Hormon kortin dapat memudahkan perubahan protein menjadi karbohidrat, kemudian juga mengatur metabolisme garam dan air. Penyakit manusia yang disebabkan oleh kurangnya sekresi hormon ini adalah penyakit Addison. Gejala yang timbul pada penderita penyakit ini antara lain tekanan darah rendah, kelemahan otot, gangguan pencernaan, peningkatan retensi kalium dalam cairan tubuh dan sel, kulit kecoklatan, dan nafsu makan hilang. Penderitanya dapat diobati dengan pemberian hormon kortin melalui mulut atau intramuskular.
    • 22. Kelenjar Pankreas
    • 23. Kelenjar Pankreas Kelenjar pankreas adalah sebuah alat yang panjang melintang pada dinding belakang perut dan berjalan ke kiri sampai pada limpa. Ujungnya terletak dalam lengkung usus dua belas jari. Saluran pankreas bermuara di dalam usus dua belas jari bersama dengan saluran empedu. Sebagian jaringan pada pankreas dapat mengeluarkan getahnya yaitu insulin. Insulin akan dicurahkan langsung ke dalam darah. Karena itu, maka pankreas disebut juga kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus halus bercampur dengan empedu dan getah pankreas sehingga pencernaan makanan.
    • 24. Beberapa fungsi dari pankreas adalah  Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.  Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
    • 25. Peran kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah  Menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada duodenum melalui ductus coledochus bersama cairan empedu. Getah pankreas mengandung lipase, garam karbonat, dan tripsinogen.  Lipase adalah enzim yang digunakan untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Tripsinogen adalah enzim yang belum aktif, jika sudah aktif akan menjadi tripsin dan berperan mencerna protein secara kimiawi. Garam karbonat berperan dalam pencernaan lemak.
    • 26. Kelenjar Gonad
    • 27. Kelenjar kelamin (kelenjar gonad) adalah kelenjar endokrin yang memproduksi dan mengeluarkan steroid yang mengatur pembangunan tubuh dan mengendalikan karakteristik seksual sekunder. Gonad adalah organ yang memproduksi sel kelamin. Pada pria, gonadnya adalah testis, dan pada wanita gonadnya adalah ovarium. Secara umum, kelanjar kelamin (kelenjar gonad) pada laki-laki dan perempuan sangat berbeda baik dari segi struktur fisiologis, kandungan dan jumlah hormon yang dikandungnya. Kelenjar kelamin (kelenjar gonad) terbentuk pada minggu-minggu pertama
    • 28. Kelenjar kelamin atau kelenjar gonad wanita adalah sebagai berikut: Estrogen dihasilkan oleh folikel graaf. Fungsinya merangsang pertumbuhan cirri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Progesterone dihasilkan oleh korpus luteum, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu. Kelenjar gonad wanita dihasilkan dari ovarium. Ovarium berbentuk memanjang, terletak dibawah atau disamping gelembung gas yang terkadang berjumlah sepasang. Ovarium bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaran cheovaria. Ukuran dan perkembangannya dalam tubuh manusia bervariasi sesuai dengan tingkat kematangannya. Warnanya pun berbeda-beda.Sebagian besar berwarna keputih-putihan pada waktu lebih muda dan berubah menjadi kekuning-kuningan pada waktu matang. Seperti halnya testes, ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan
    • 29. Sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum setiapbulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi. Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum. Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum.
    • 30. Kelenjar kelamin pria, menghasilkan hormon testosterone yang dihasilkan dari testis (gonad jantan) yang berfungsi merangsang pertumbuhan cirri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual. Laki-laki mempunyai sepasang testis yang terdapat dalam skrotum. Testis (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesorkium. Pada Chonduricthyes testis yang satu lebih besar dari testis yang lain. Testis tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. Ukuran gonad dapat mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Kebanyakan testis berwarna dan halus pada sikuroisea testisnya tegak. Testis terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. Dinding tubuh tubulus spermater tersebut dilapisi oleh sel gersmital primitif yang mengalami kekhususan disebut spermatogonium. Ukuran testis pada orang dewasa adalah 4 x3 x 2,5 cm, dengan volume 15 ± 25 ml berbentuk avoid. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Di luar tunika albuginea terdapat tunika vagainalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis serta tunika dortos. Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Menghasilkan hormon testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis, sedangkan FSH diperlukan untuk
    • 31. memulai dan mempertahankan spermatogenesis. Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH. Fungsi testis sebagai organ reproduksi berlangsung di tubulus seminiferus. Efektestosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital ke arah pria. Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tanda-tanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan perkembangan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif. Sebagai hormon anabolik, akan merangsang pertumbuhandan penutupan epifise tulang.
    • 32. Proses pembentukan gonad pada laki-laki Di dalam testis terdapat banyak tubulus yang berisi cyste-cyste seminiferous yang dikelilingi oleh sel-sel cretoli. Kemudian, cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa. Menurut Herper dan Prugirin (1982) dalam Rustidja (1998) menyatakan terdapat dua hal yang berkaitan dengan diferensiasi kelamin yaitu: Jenis kelamin terbentuk pada standia akhir perkembangan larva yaitu pada sekitar 3sampai 4 minggu setelah menetas. Jenis kelamin larva setelah penetasan kondisinya sangat labil sehingga dapat dipengaruhi oleh faktor
    • 33. Gonad pada wanita (ovarium) merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella yang mengandung sel-sel fold yang berdiferensiasi menjadi ougonium. Selanjutnya ougoniumakan mengalami proses ovogenesis menjadi ovum yang dibungkus folikel dan folikel ini terletak di dalam lamella yang mempengaruhi ruang ovarium. Menurut Rustidja (2000), pertumbuhan ousit dalam ovarium dapat di bagi menjadi dua tahap, yaitu: • Tahap pertumbuhan primer (privitell ogenesis) yang ditandai dengan peningkatan ukuran.
    • 34. Tahap pertumbuhan sekunder(oxogenenous vitellegenesis) yang ditandai dengan terjadinya pembentukan visikel padabagian parifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. Oasit berkembang mulai terjadiakumulasi protein kuning telur dari alam (endogenous vitellogenesis) dan mengaturdengan derivate kuning telur hasil sintensa dari hasil laxogenous vetellogenesis yang dibawah melalui aliran darah.