Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi mengatur definisi, larangan, dan sanksi terkait pornografi untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan perempuan. Larangan mencakup produksi, penyebaran, dan konsumsi bahan pornografi di berbagai media, dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran ketentuan ini. Selain itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pencegahan dan pengawasan terhadap praktik pornografi.