Sesi-3-Etika-Penulisan-Karya-Ilmiah dalam penulisan jurnal atau prosiding
1.
ETIKA PENULISAN ARTIKELILMIAH
Disampaikan Oleh:
Jaka Sriyana
jakasriyana@yahoo.com
Disampaikan pada “Workshop Penulisan Artikel Ilmiah,”, Oktober 2014
2.
JERMAN- Menteri Pendidikan
NasionalJerman Anette
Schavan menghadapi dugaan
bahwa sebagian dari tesisnya
merupakan plagiat.
Schavan diduga telah
mencantumkan kutipan hasil
penelitian Sigmund Freud yang
diklaimnya melalui sumber asli.
Padahal penulis ini
mendapatkan kutipan tersebut
dari literatur lain yang mengutip
Freud. Artinya, Schavan
mengutip Freud dari sumber
sekunder.
http://krjogja.com/read/129058/mendiknas-jerman-terlibat-kasus-plagiat.kr
3.
Menurut definisi Esrindalam Prahasta
(2005) menyebutkan bahwa SIG
adalah kumpulan yang terorganisir
dari perangkat keras komputer,
perangkat lunak, data geografi dan
personil yang dirancang secara efisien
untuk memperoleh semua bentuk
informasi yang bereferensi geografi.
4.
Presiden Hongaria PalSchmitt meletakkan
jabatan pada Senin (2/4/2012) setelah gelar
doktornya pada 1992 dicabut sesudah
adanya pernyataan ia menjiplak sebagian
dari disertasi setebal 200 halaman.
http://internasional.kompas.com/read/2012/04/03/07454695/Presiden.
Hongaria.Mundur.karena.Kasus.Plagiat
5.
Satu dari tigaorang dosen bergelar doktor yang
dikenai sanksi oleh Universitas ............... karena
kasus plagiat mengaku teledor. "Tidak ada unsur
kesengajaan pencontekan tanpa sumber,"
kata ........lewat pesan pendek kepada Tempo,
Jumat malam 2 Maret 2012.
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/03/079387741/Pengakuan-
Dosen-Kasus-Plagiat-
6.
FENOMENA PLAGIASI:
KASUS PELANGGARAN
ETIKAKARYA ILMIAH
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama setahun
terakhir ini, tepatnya sepanjang 2012 hingga pertengahan
2013, lebih dari 100 dosen setingkat lektor, lektor kepala,
dan guru besar, di Indonesia tertangkap melakukan
plagiarisme (penjiplakan). Akibatnya, dua dosen dipecat
dan empat lainnya diturunkan pangkat jabatannya. Di
kurun waktu yang sama, sekitar 400 perguran tinggi
swasta (PTS) diketahui telah melakukan pemalsuan data
serta dokumen.
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/10/02/
mu1irr-selama-setahun-100-dosen-jadi-plagiat
7.
“Konsep yang mengarahpada
perilaku yang baik dan pantas
berdasarkan nilai-nilai norma
agama, moralitas kemanusiaan, dan
pranata keilmuan”
Pengertian Etika
8.
Etika Penulisan BertujuanUntuk:
1. Menjamin akurasi temuan penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan
2. Untuk melindungi hak kekayaan intelektual
peneliti
3. Untuk melindungi obyek penelitian dari
pemalsuan dan kerusakan
4. Menjaga reputasi ilmuwan
5. Menegakkan etika moral dalam berperilaku
9.
Dimensi Etika
Penulisan KaryaIlmiah
Dimensi Tujuan
Upaya peneliti untuk berkontribusi meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui publikasi hasil
penelitiannya
Dimensi Sarana
Pencapaian tujuan dengan memperhatikan sistem dan
prinsip-prinsip dasar dalam penulisan artikel ilmiah
Dimensi Aksi
Menegakkan kualitas moral dalam penulisan artikel ilmiah
10.
Karya/Karya IlmiahDipublikasikan:
Jurnal, buku, prosiding, paten, prototipe,
desain industri, merek dagang, dll.
Karya Ilmiah Belum Dipublikasikan
Skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian,
manuskrip, working paper, dll
Etika Penulisan Mengikat pada
Semua Jenis Dokumen Karya Ilmiah
11.
Berbagai Pelanggaran Etika
BerbagaiPelanggaran Etika
Publikasi Karya Ilmiah
Publikasi Karya Ilmiah
12/02/25
1. Plagiarism and
self -plagiarism
2. Research Fraud:
Fabrikasi dan
Falsifikasi Data
5. Pelanggaran hak
kepenulisan (Ghost, guest,
and gift authorship),
kepemilikan (Ownership),
dan ucapan terima kasih
4. Salami Slicing:
Penggunaan data secara
berulang pada dua
artikel
6. Publikasi
Ganda
3. Memanfatkan
data/informasi
bukan dari
sumber asal
7. Konflik
Kepentingan
12.
Plagiarism and Self-Plagiarism
APAManual Publication (2010: 170):
“Whereas plagiarism refers to the practice
of claiming credit for the words, ideas, and
concepts of others, self-plagiarism refers to
the practice of presenting one's own
previously published work as though it were
new”.
PLAGIASI
PLAGIASI
(Pasal 1, PermendiknasNo.17/2010)
(Pasal 1, Permendiknas No.17/2010)
□ Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya
ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah
pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber
secara tepat dan memadai;
□ Plagiator adalah orang perseorang atau kelompok orang pelaku plagiat,
masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama
suatu badan;
□ Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh
pimpinan perguruan tinggi yang bertujuan agar tidak terjadi plagiat di
lingkungan perguruan tingginya;
□ Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh
pimpinan perguruan tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di
lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas
akademik perguruan tinggi yang bersangkutan;
16.
Lingkup dan Pelaku
Plagiatmeliputi tetapi tidak terbatas pada (pasal 1, ayat 1) :
a. Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data
dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam
catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
b. Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau
kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan
sumber dalam catatan kutipan dan/atau menyatakan sumber secara
memadai;
c. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyatakan sumber secara memadai;
d. Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata-
kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyatakan sumber secara memadai;
e. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah
dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan
sumber secara memadai
17.
Yang dimaksud dengansumber terdiri atas (pasal 1, ayat 2):
Orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing
bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan
atas nama suatu badan, atau anonim penghasil satu atau
lebih karya dan/atau karya ilmiah yang dibuat,
diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalan bentuk
tertulis baik cetak mapun elektronik;
Yang dimaksud dengan yang dibuat dapat berupa (pasal 1,
ayat 3) :
1. komposisi musik;
2. perangkat lunak komputer;
3. fotografi;
4. lukisan;
5. sketsa;
6. patung; atau
7. karya dan atau karya ilmiah sejenis yang tidak
termasuk kategori angka 1 s.d 6.
18.
Yang dimaksud denganditerbitkan dapat berupa (pasal
1, ayat 4) :
1. Buku yang dicetak dan diedarkan oleh penerbit atau
perguruan tinggi;
2. Artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah,
atau surat kabar;
3. Kertas kerja atau makalah profesional dari
organisasi tertentu;
4. Isi laman elektronik; atau
5. Hasil karya dan/atau karya ilmiah yang tidak
termasuk pada angka 1 s.d 4.
Yang dimaksud dengan dipresentasikan dapat berupa
(pasal 1, ayat 5) :
1. Presentasi di depan khalayak umum atau
terbatas;
2. Presentasi melalui radio/televisi/video/cakram
padat/ cakram video digital; atau
3. Bentuk atau cara lain sejenis yang tidak termasuk
pada angka 1 dan 2.
19.
SELF-PLAGIARISM
1. Mengakui karyasendiri yang pernah
diterbitkan sebagai karyanya yang baru,
tanpa mencantumkan sitasinya.
2. Tidak boleh ada sebagian atau seluruh isi
karya ilmiah yang telah diterbitkan
sebelumnya, dituliskan kembali oleh
penulisnya pada karya ilmiah berikutnya
tanpa sistem penulisan rujukan yang baku.
20.
Beberapa Kasus Plagiasi
1.Copy paste kalimat dari karya ilmiah lain tanpa
sistem acuan yang baku
2. Penambahan teks dari karya ilmiah lain
3. Melakukan substitusi kata (sinonim) dari kalimat
pada karya ilmiah lain
4. Pengubahan kalimat aktif menjadi pasif atau
sebaliknya dari karya lain
5. Paraphrase tanpa acuan, yaitu membuat kalimat
lain, tapi idenya sama tanpa sumber acuan
21.
1. Teguran
2. Peringatantertulis
3. Penundaan pemberian
sebahagian hak mahasiswa
4. Pembatalan nilai satu atau
beberapa mata kuliah yang
diperoleh mahasiswa
5. Pemberhentian dgn hormat dari
status sbg mahasiswa
6. Pemberhentian tdk dengan
hormat
7. Pembatalan ijazah apabila
mahasiwa telah lulus
UU Sisdiknas :
Mempergunakan karya
ilmiah jiplakan untuk
memperoleh gelar
akademik, profesi, vokasi
dipidana penjara paling
lama 2 tahun dan/atau
denda paling banyak Rp
200 juta
Bagi Mahasiswa
Sanksi Lain Menurut
Peraturan Per-UU-an
SANKSI (Pasal 12)
22.
1. Teguran
2. Peringatantertulis
3. Penundaan pemberian hak
4. Penurunan pangkat dan jabatan
akademik/fungsio-nal
5. Pencabutan hak unt diusulkan sbg
profesor/jenjang utama bagi yg
memenuhi syarat
6. Pemberhentian dengan hormat dari
status dosen/peneliti /tendik
7. Pemberhentian tdk dgn hormat dari
status sebagai dosen/peneliti/ tendik
8. Pembatalan ijazah yg diperoleh dari PT
ybs
Apabila
dosen/pe-neliti/tendik
menyandang sebutam
profesor/jenjang utama :
Diberhentikan dari
jabatan profesor/
jenjang utama
Bagi Dosen/ Peneliti/Tendik
Sanksi Tambahan
SANKSI
23.
Penanggulangan Plagiasi
Pasal10 ayat (4):
Apabila berdasarkan persandingan dan kesaksian telah
telah terbukti terjadi plagiat, maka ketua
jurusan/departemen/bagian menjatuhkan sanksi kepada
mahasiswa sebagai plagiator.
Pasal 11 ayat (6):
Apabila berdasarkan persandingan dan telaah telah
terbukti terjadi plagiat, maka senat akademik/organ lain
yang sejenis merekomendasikan sanksi untuk dosen/tenaga
peneliti/tenaga kependidikan sebagai plagiator kepada
pimpinan/pimpinan perguruan tinggi untuk dilaksanakan.
24.
1. Mengikuti PetunjukBagi Penulis (GFA, IFA)
2. Tidak menggunakan data dan hasil olah data
tertentu secara berulang tanpa kaidah acuan
3. Melakukan rujukan yang diambil langsung dari
sumber aslinya
4. Menulis semua sumber acuan di daftar pustaka
5. Tidak melakukan klaim atas hasil penelitian
yang dibiayai pihak lain
6. Mencantumkan ucapan terima kasih kepada
pihak yang berhak
7. Menggunakan bahasa yang baik
Etika Penulisan Karya Ilmiah
Daftar Pustaka
Anonim, (2010).Publication Manual of The American Psychological Association,
Sixth Edition, Washington, DC.
Gastel, B. (2013). Writing and Publishing Journal Article, Materi pada Authoraid
Workshop, www.authoraid.info.
Permendiknas No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan
Plagiat di Perguruan Tinggi.
Rifai, M., A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan
Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; cet. 4.
Setiawan, N. (2011). Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah, Bahan TOT Penuisan
Karya Ilmiah, Ditlitabmas, Dikti.
Suryono, I.A.S. (2010). Plagiarisme dalam Penulisan Makalah Ilmiah, Naskah
tidak diterbitkan.