ETIKA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Disampaikan Oleh:
Jaka Sriyana
jakasriyana@yahoo.com
Disampaikan pada “Workshop Penulisan Artikel Ilmiah,”, Oktober 2014
JERMAN- Menteri Pendidikan
Nasional Jerman Anette
Schavan menghadapi dugaan
bahwa sebagian dari tesisnya
merupakan plagiat.
Schavan diduga telah
mencantumkan kutipan hasil
penelitian Sigmund Freud yang
diklaimnya melalui sumber asli.
Padahal penulis ini
mendapatkan kutipan tersebut
dari literatur lain yang mengutip
Freud. Artinya, Schavan
mengutip Freud dari sumber
sekunder.
http://krjogja.com/read/129058/mendiknas-jerman-terlibat-kasus-plagiat.kr
Menurut definisi Esrin dalam Prahasta
(2005) menyebutkan bahwa SIG
adalah kumpulan yang terorganisir
dari perangkat keras komputer,
perangkat lunak, data geografi dan
personil yang dirancang secara efisien
untuk memperoleh semua bentuk
informasi yang bereferensi geografi.
Presiden Hongaria Pal Schmitt meletakkan
jabatan pada Senin (2/4/2012) setelah gelar
doktornya pada 1992 dicabut sesudah
adanya pernyataan ia menjiplak sebagian
dari disertasi setebal 200 halaman.
http://internasional.kompas.com/read/2012/04/03/07454695/Presiden.
Hongaria.Mundur.karena.Kasus.Plagiat
Satu dari tiga orang dosen bergelar doktor yang
dikenai sanksi oleh Universitas ............... karena
kasus plagiat mengaku teledor. "Tidak ada unsur
kesengajaan pencontekan tanpa sumber,"
kata ........lewat pesan pendek kepada Tempo,
Jumat malam 2 Maret 2012.
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/03/079387741/Pengakuan-
Dosen-Kasus-Plagiat-
FENOMENA PLAGIASI:
KASUS PELANGGARAN
ETIKA KARYA ILMIAH
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama setahun
terakhir ini, tepatnya sepanjang 2012 hingga pertengahan
2013, lebih dari 100 dosen setingkat lektor, lektor kepala,
dan guru besar, di Indonesia tertangkap melakukan
plagiarisme (penjiplakan). Akibatnya, dua dosen dipecat
dan empat lainnya diturunkan pangkat jabatannya. Di
kurun waktu yang sama, sekitar 400 perguran tinggi
swasta (PTS) diketahui telah melakukan pemalsuan data
serta dokumen.
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/10/02/
mu1irr-selama-setahun-100-dosen-jadi-plagiat
“Konsep yang mengarah pada
perilaku yang baik dan pantas
berdasarkan nilai-nilai norma
agama, moralitas kemanusiaan, dan
pranata keilmuan”
Pengertian Etika
Etika Penulisan Bertujuan Untuk:
1. Menjamin akurasi temuan penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan
2. Untuk melindungi hak kekayaan intelektual
peneliti
3. Untuk melindungi obyek penelitian dari
pemalsuan dan kerusakan
4. Menjaga reputasi ilmuwan
5. Menegakkan etika moral dalam berperilaku
Dimensi Etika
Penulisan Karya Ilmiah
 Dimensi Tujuan
Upaya peneliti untuk berkontribusi meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui publikasi hasil
penelitiannya
 Dimensi Sarana
Pencapaian tujuan dengan memperhatikan sistem dan
prinsip-prinsip dasar dalam penulisan artikel ilmiah
 Dimensi Aksi
Menegakkan kualitas moral dalam penulisan artikel ilmiah
 Karya/Karya Ilmiah Dipublikasikan:
Jurnal, buku, prosiding, paten, prototipe,
desain industri, merek dagang, dll.
 Karya Ilmiah Belum Dipublikasikan
Skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian,
manuskrip, working paper, dll
Etika Penulisan Mengikat pada
Semua Jenis Dokumen Karya Ilmiah
Berbagai Pelanggaran Etika
Berbagai Pelanggaran Etika
Publikasi Karya Ilmiah
Publikasi Karya Ilmiah
12/02/25
1. Plagiarism and
self -plagiarism
2. Research Fraud:
Fabrikasi dan
Falsifikasi Data
5. Pelanggaran hak
kepenulisan (Ghost, guest,
and gift authorship),
kepemilikan (Ownership),
dan ucapan terima kasih
4. Salami Slicing:
Penggunaan data secara
berulang pada dua
artikel
6. Publikasi
Ganda
3. Memanfatkan
data/informasi
bukan dari
sumber asal
7. Konflik
Kepentingan
Plagiarism and Self-Plagiarism
APA Manual Publication (2010: 170):
“Whereas plagiarism refers to the practice
of claiming credit for the words, ideas, and
concepts of others, self-plagiarism refers to
the practice of presenting one's own
previously published work as though it were
new”.
Obyek Plagiasi
1. Ide
2. Konsep
3. Kata-kata
4. Kalimat
5. Data
6. Benda/karya lainnya
Tindakan
Tindakan
Plagiasi
Plagiasi
pada
pada
Penulisan
Penulisan
Karya
Karya
Ilmiah
Ilmiah
ADA SANKSI
ADA SANKSI
Berdasarkan
Berdasarkan
Permendiknas
Permendiknas
No.
No. 17/2010)
17/2010)
(Pencegahan &
(Pencegahan &
Penanggulangan
Penanggulangan
Plagiat di P
Plagiat di Perguruan
erguruan
T
Tinggi
inggi)
)
PLAGIASI
PLAGIASI
(Pasal 1, Permendiknas No.17/2010)
(Pasal 1, Permendiknas No.17/2010)
□ Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya
ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah
pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber
secara tepat dan memadai;
□ Plagiator adalah orang perseorang atau kelompok orang pelaku plagiat,
masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama
suatu badan;
□ Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh
pimpinan perguruan tinggi yang bertujuan agar tidak terjadi plagiat di
lingkungan perguruan tingginya;
□ Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh
pimpinan perguruan tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di
lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas
akademik perguruan tinggi yang bersangkutan;
Lingkup dan Pelaku
Plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada (pasal 1, ayat 1) :
a. Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data
dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam
catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
b. Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau
kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan
sumber dalam catatan kutipan dan/atau menyatakan sumber secara
memadai;
c. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyatakan sumber secara memadai;
d. Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata-
kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa
menyatakan sumber secara memadai;
e. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah
dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan
sumber secara memadai
Yang dimaksud dengan sumber terdiri atas (pasal 1, ayat 2):
Orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing
bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan
atas nama suatu badan, atau anonim penghasil satu atau
lebih karya dan/atau karya ilmiah yang dibuat,
diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalan bentuk
tertulis baik cetak mapun elektronik;
Yang dimaksud dengan yang dibuat dapat berupa (pasal 1,
ayat 3) :
1. komposisi musik;
2. perangkat lunak komputer;
3. fotografi;
4. lukisan;
5. sketsa;
6. patung; atau
7. karya dan atau karya ilmiah sejenis yang tidak
termasuk kategori angka 1 s.d 6.
Yang dimaksud dengan diterbitkan dapat berupa (pasal
1, ayat 4) :
1. Buku yang dicetak dan diedarkan oleh penerbit atau
perguruan tinggi;
2. Artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah,
atau surat kabar;
3. Kertas kerja atau makalah profesional dari
organisasi tertentu;
4. Isi laman elektronik; atau
5. Hasil karya dan/atau karya ilmiah yang tidak
termasuk pada angka 1 s.d 4.
Yang dimaksud dengan dipresentasikan dapat berupa
(pasal 1, ayat 5) :
1. Presentasi di depan khalayak umum atau
terbatas;
2. Presentasi melalui radio/televisi/video/cakram
padat/ cakram video digital; atau
3. Bentuk atau cara lain sejenis yang tidak termasuk
pada angka 1 dan 2.
SELF-PLAGIARISM
1. Mengakui karya sendiri yang pernah
diterbitkan sebagai karyanya yang baru,
tanpa mencantumkan sitasinya.
2. Tidak boleh ada sebagian atau seluruh isi
karya ilmiah yang telah diterbitkan
sebelumnya, dituliskan kembali oleh
penulisnya pada karya ilmiah berikutnya
tanpa sistem penulisan rujukan yang baku.
Beberapa Kasus Plagiasi
1. Copy paste kalimat dari karya ilmiah lain tanpa
sistem acuan yang baku
2. Penambahan teks dari karya ilmiah lain
3. Melakukan substitusi kata (sinonim) dari kalimat
pada karya ilmiah lain
4. Pengubahan kalimat aktif menjadi pasif atau
sebaliknya dari karya lain
5. Paraphrase tanpa acuan, yaitu membuat kalimat
lain, tapi idenya sama tanpa sumber acuan
1. Teguran
2. Peringatan tertulis
3. Penundaan pemberian
sebahagian hak mahasiswa
4. Pembatalan nilai satu atau
beberapa mata kuliah yang
diperoleh mahasiswa
5. Pemberhentian dgn hormat dari
status sbg mahasiswa
6. Pemberhentian tdk dengan
hormat
7. Pembatalan ijazah apabila
mahasiwa telah lulus
UU Sisdiknas :
Mempergunakan karya
ilmiah jiplakan untuk
memperoleh gelar
akademik, profesi, vokasi
dipidana penjara paling
lama 2 tahun dan/atau
denda paling banyak Rp
200 juta
Bagi Mahasiswa
Sanksi Lain Menurut
Peraturan Per-UU-an
SANKSI (Pasal 12)
1. Teguran
2. Peringatan tertulis
3. Penundaan pemberian hak
4. Penurunan pangkat dan jabatan
akademik/fungsio-nal
5. Pencabutan hak unt diusulkan sbg
profesor/jenjang utama bagi yg
memenuhi syarat
6. Pemberhentian dengan hormat dari
status dosen/peneliti /tendik
7. Pemberhentian tdk dgn hormat dari
status sebagai dosen/peneliti/ tendik
8. Pembatalan ijazah yg diperoleh dari PT
ybs
Apabila
dosen/pe-neliti/tendik
menyandang sebutam
profesor/jenjang utama :
Diberhentikan dari
jabatan profesor/
jenjang utama
Bagi Dosen/ Peneliti/Tendik
Sanksi Tambahan
SANKSI
Penanggulangan Plagiasi
 Pasal 10 ayat (4):
Apabila berdasarkan persandingan dan kesaksian telah
telah terbukti terjadi plagiat, maka ketua
jurusan/departemen/bagian menjatuhkan sanksi kepada
mahasiswa sebagai plagiator.
 Pasal 11 ayat (6):
Apabila berdasarkan persandingan dan telaah telah
terbukti terjadi plagiat, maka senat akademik/organ lain
yang sejenis merekomendasikan sanksi untuk dosen/tenaga
peneliti/tenaga kependidikan sebagai plagiator kepada
pimpinan/pimpinan perguruan tinggi untuk dilaksanakan.
1. Mengikuti Petunjuk Bagi Penulis (GFA, IFA)
2. Tidak menggunakan data dan hasil olah data
tertentu secara berulang tanpa kaidah acuan
3. Melakukan rujukan yang diambil langsung dari
sumber aslinya
4. Menulis semua sumber acuan di daftar pustaka
5. Tidak melakukan klaim atas hasil penelitian
yang dibiayai pihak lain
6. Mencantumkan ucapan terima kasih kepada
pihak yang berhak
7. Menggunakan bahasa yang baik
Etika Penulisan Karya Ilmiah
Bahasa Cinta Laura?
Daftar Pustaka
Anonim, (2010). Publication Manual of The American Psychological Association,
Sixth Edition, Washington, DC.
Gastel, B. (2013). Writing and Publishing Journal Article, Materi pada Authoraid
Workshop, www.authoraid.info.
Permendiknas No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan
Plagiat di Perguruan Tinggi.
Rifai, M., A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan
Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; cet. 4.
Setiawan, N. (2011). Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah, Bahan TOT Penuisan
Karya Ilmiah, Ditlitabmas, Dikti.
Suryono, I.A.S. (2010). Plagiarisme dalam Penulisan Makalah Ilmiah, Naskah
tidak diterbitkan.

Sesi-3-Etika-Penulisan-Karya-Ilmiah dalam penulisan jurnal atau prosiding

  • 1.
    ETIKA PENULISAN ARTIKELILMIAH Disampaikan Oleh: Jaka Sriyana jakasriyana@yahoo.com Disampaikan pada “Workshop Penulisan Artikel Ilmiah,”, Oktober 2014
  • 2.
    JERMAN- Menteri Pendidikan NasionalJerman Anette Schavan menghadapi dugaan bahwa sebagian dari tesisnya merupakan plagiat. Schavan diduga telah mencantumkan kutipan hasil penelitian Sigmund Freud yang diklaimnya melalui sumber asli. Padahal penulis ini mendapatkan kutipan tersebut dari literatur lain yang mengutip Freud. Artinya, Schavan mengutip Freud dari sumber sekunder. http://krjogja.com/read/129058/mendiknas-jerman-terlibat-kasus-plagiat.kr
  • 3.
    Menurut definisi Esrindalam Prahasta (2005) menyebutkan bahwa SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh semua bentuk informasi yang bereferensi geografi.
  • 4.
    Presiden Hongaria PalSchmitt meletakkan jabatan pada Senin (2/4/2012) setelah gelar doktornya pada 1992 dicabut sesudah adanya pernyataan ia menjiplak sebagian dari disertasi setebal 200 halaman. http://internasional.kompas.com/read/2012/04/03/07454695/Presiden. Hongaria.Mundur.karena.Kasus.Plagiat
  • 5.
    Satu dari tigaorang dosen bergelar doktor yang dikenai sanksi oleh Universitas ............... karena kasus plagiat mengaku teledor. "Tidak ada unsur kesengajaan pencontekan tanpa sumber," kata ........lewat pesan pendek kepada Tempo, Jumat malam 2 Maret 2012. http://www.tempo.co/read/news/2012/03/03/079387741/Pengakuan- Dosen-Kasus-Plagiat-
  • 6.
    FENOMENA PLAGIASI: KASUS PELANGGARAN ETIKAKARYA ILMIAH REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama setahun terakhir ini, tepatnya sepanjang 2012 hingga pertengahan 2013, lebih dari 100 dosen setingkat lektor, lektor kepala, dan guru besar, di Indonesia tertangkap melakukan plagiarisme (penjiplakan). Akibatnya, dua dosen dipecat dan empat lainnya diturunkan pangkat jabatannya. Di kurun waktu yang sama, sekitar 400 perguran tinggi swasta (PTS) diketahui telah melakukan pemalsuan data serta dokumen. http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/10/02/ mu1irr-selama-setahun-100-dosen-jadi-plagiat
  • 7.
    “Konsep yang mengarahpada perilaku yang baik dan pantas berdasarkan nilai-nilai norma agama, moralitas kemanusiaan, dan pranata keilmuan” Pengertian Etika
  • 8.
    Etika Penulisan BertujuanUntuk: 1. Menjamin akurasi temuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan 2. Untuk melindungi hak kekayaan intelektual peneliti 3. Untuk melindungi obyek penelitian dari pemalsuan dan kerusakan 4. Menjaga reputasi ilmuwan 5. Menegakkan etika moral dalam berperilaku
  • 9.
    Dimensi Etika Penulisan KaryaIlmiah  Dimensi Tujuan Upaya peneliti untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui publikasi hasil penelitiannya  Dimensi Sarana Pencapaian tujuan dengan memperhatikan sistem dan prinsip-prinsip dasar dalam penulisan artikel ilmiah  Dimensi Aksi Menegakkan kualitas moral dalam penulisan artikel ilmiah
  • 10.
     Karya/Karya IlmiahDipublikasikan: Jurnal, buku, prosiding, paten, prototipe, desain industri, merek dagang, dll.  Karya Ilmiah Belum Dipublikasikan Skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, manuskrip, working paper, dll Etika Penulisan Mengikat pada Semua Jenis Dokumen Karya Ilmiah
  • 11.
    Berbagai Pelanggaran Etika BerbagaiPelanggaran Etika Publikasi Karya Ilmiah Publikasi Karya Ilmiah 12/02/25 1. Plagiarism and self -plagiarism 2. Research Fraud: Fabrikasi dan Falsifikasi Data 5. Pelanggaran hak kepenulisan (Ghost, guest, and gift authorship), kepemilikan (Ownership), dan ucapan terima kasih 4. Salami Slicing: Penggunaan data secara berulang pada dua artikel 6. Publikasi Ganda 3. Memanfatkan data/informasi bukan dari sumber asal 7. Konflik Kepentingan
  • 12.
    Plagiarism and Self-Plagiarism APAManual Publication (2010: 170): “Whereas plagiarism refers to the practice of claiming credit for the words, ideas, and concepts of others, self-plagiarism refers to the practice of presenting one's own previously published work as though it were new”.
  • 13.
    Obyek Plagiasi 1. Ide 2.Konsep 3. Kata-kata 4. Kalimat 5. Data 6. Benda/karya lainnya
  • 14.
    Tindakan Tindakan Plagiasi Plagiasi pada pada Penulisan Penulisan Karya Karya Ilmiah Ilmiah ADA SANKSI ADA SANKSI Berdasarkan Berdasarkan Permendiknas Permendiknas No. No.17/2010) 17/2010) (Pencegahan & (Pencegahan & Penanggulangan Penanggulangan Plagiat di P Plagiat di Perguruan erguruan T Tinggi inggi) )
  • 15.
    PLAGIASI PLAGIASI (Pasal 1, PermendiknasNo.17/2010) (Pasal 1, Permendiknas No.17/2010) □ Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai; □ Plagiator adalah orang perseorang atau kelompok orang pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama suatu badan; □ Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi yang bertujuan agar tidak terjadi plagiat di lingkungan perguruan tingginya; □ Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan;
  • 16.
    Lingkup dan Pelaku Plagiatmeliputi tetapi tidak terbatas pada (pasal 1, ayat 1) : a. Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai; b. Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau menyatakan sumber secara memadai; c. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai; d. Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata- kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai; e. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai
  • 17.
    Yang dimaksud dengansumber terdiri atas (pasal 1, ayat 2): Orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan, atau anonim penghasil satu atau lebih karya dan/atau karya ilmiah yang dibuat, diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalan bentuk tertulis baik cetak mapun elektronik; Yang dimaksud dengan yang dibuat dapat berupa (pasal 1, ayat 3) : 1. komposisi musik; 2. perangkat lunak komputer; 3. fotografi; 4. lukisan; 5. sketsa; 6. patung; atau 7. karya dan atau karya ilmiah sejenis yang tidak termasuk kategori angka 1 s.d 6.
  • 18.
    Yang dimaksud denganditerbitkan dapat berupa (pasal 1, ayat 4) : 1. Buku yang dicetak dan diedarkan oleh penerbit atau perguruan tinggi; 2. Artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah, atau surat kabar; 3. Kertas kerja atau makalah profesional dari organisasi tertentu; 4. Isi laman elektronik; atau 5. Hasil karya dan/atau karya ilmiah yang tidak termasuk pada angka 1 s.d 4. Yang dimaksud dengan dipresentasikan dapat berupa (pasal 1, ayat 5) : 1. Presentasi di depan khalayak umum atau terbatas; 2. Presentasi melalui radio/televisi/video/cakram padat/ cakram video digital; atau 3. Bentuk atau cara lain sejenis yang tidak termasuk pada angka 1 dan 2.
  • 19.
    SELF-PLAGIARISM 1. Mengakui karyasendiri yang pernah diterbitkan sebagai karyanya yang baru, tanpa mencantumkan sitasinya. 2. Tidak boleh ada sebagian atau seluruh isi karya ilmiah yang telah diterbitkan sebelumnya, dituliskan kembali oleh penulisnya pada karya ilmiah berikutnya tanpa sistem penulisan rujukan yang baku.
  • 20.
    Beberapa Kasus Plagiasi 1.Copy paste kalimat dari karya ilmiah lain tanpa sistem acuan yang baku 2. Penambahan teks dari karya ilmiah lain 3. Melakukan substitusi kata (sinonim) dari kalimat pada karya ilmiah lain 4. Pengubahan kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya dari karya lain 5. Paraphrase tanpa acuan, yaitu membuat kalimat lain, tapi idenya sama tanpa sumber acuan
  • 21.
    1. Teguran 2. Peringatantertulis 3. Penundaan pemberian sebahagian hak mahasiswa 4. Pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa 5. Pemberhentian dgn hormat dari status sbg mahasiswa 6. Pemberhentian tdk dengan hormat 7. Pembatalan ijazah apabila mahasiwa telah lulus UU Sisdiknas : Mempergunakan karya ilmiah jiplakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, vokasi dipidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta Bagi Mahasiswa Sanksi Lain Menurut Peraturan Per-UU-an SANKSI (Pasal 12)
  • 22.
    1. Teguran 2. Peringatantertulis 3. Penundaan pemberian hak 4. Penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsio-nal 5. Pencabutan hak unt diusulkan sbg profesor/jenjang utama bagi yg memenuhi syarat 6. Pemberhentian dengan hormat dari status dosen/peneliti /tendik 7. Pemberhentian tdk dgn hormat dari status sebagai dosen/peneliti/ tendik 8. Pembatalan ijazah yg diperoleh dari PT ybs Apabila dosen/pe-neliti/tendik menyandang sebutam profesor/jenjang utama : Diberhentikan dari jabatan profesor/ jenjang utama Bagi Dosen/ Peneliti/Tendik Sanksi Tambahan SANKSI
  • 23.
    Penanggulangan Plagiasi  Pasal10 ayat (4): Apabila berdasarkan persandingan dan kesaksian telah telah terbukti terjadi plagiat, maka ketua jurusan/departemen/bagian menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa sebagai plagiator.  Pasal 11 ayat (6): Apabila berdasarkan persandingan dan telaah telah terbukti terjadi plagiat, maka senat akademik/organ lain yang sejenis merekomendasikan sanksi untuk dosen/tenaga peneliti/tenaga kependidikan sebagai plagiator kepada pimpinan/pimpinan perguruan tinggi untuk dilaksanakan.
  • 24.
    1. Mengikuti PetunjukBagi Penulis (GFA, IFA) 2. Tidak menggunakan data dan hasil olah data tertentu secara berulang tanpa kaidah acuan 3. Melakukan rujukan yang diambil langsung dari sumber aslinya 4. Menulis semua sumber acuan di daftar pustaka 5. Tidak melakukan klaim atas hasil penelitian yang dibiayai pihak lain 6. Mencantumkan ucapan terima kasih kepada pihak yang berhak 7. Menggunakan bahasa yang baik Etika Penulisan Karya Ilmiah
  • 25.
  • 36.
    Daftar Pustaka Anonim, (2010).Publication Manual of The American Psychological Association, Sixth Edition, Washington, DC. Gastel, B. (2013). Writing and Publishing Journal Article, Materi pada Authoraid Workshop, www.authoraid.info. Permendiknas No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Rifai, M., A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; cet. 4. Setiawan, N. (2011). Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah, Bahan TOT Penuisan Karya Ilmiah, Ditlitabmas, Dikti. Suryono, I.A.S. (2010). Plagiarisme dalam Penulisan Makalah Ilmiah, Naskah tidak diterbitkan.