SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS ADIBUANA
DALAM PAMERAN SENI RUPA “VIRUSCINTA
Galery Dewan Kesenian Surabaya. 12-17 Pebruari 2016
Kesejahteraan rakhmat moga dilimpahkan kita sekalian
Assalamualaikum Wr Wb
Selamat Berekspresi !
Kakan-kawan yang budiman, kata maximum performa menandakan bahwa dalam kehidupan
ini dipenuhi dengan ambisi sehat untuk berbuat lebih baik. Lalu orang mulai mencoba dalam
setiap geraknya mengarah pada percepatan keinginan, lalu menetapkan pilihan pada
teknologi. Jika pilihan kita jatuhkan pada pada teknologi, tentu dengan tidak terasa semuanya
diarahkan pada budaya instan. Hampir semuanya disandarkan pada formula Efektif, Efisien
dan Rasional –(EER), bahkan adigium teknologi merupakan resep canggih dalam mengurai
problema kehidupan menjadi kepastian. Semuanya bisa menjadi masif penerapan.
Mungkin orang lupa bahwa percepatan keinginan tanpa diimbangi dengan cara-cara
pencerdasan emosional dengan guratan seni, dan halusnya nurani akan menghadirkan situasi
yang panas dengan level yang tak terkendalikan. Kota Surabaya ini, tidak boleh hanya diisi
dengan naluri percepatan keinginan, lalu bercumbu mesra dengan teknologi, tanpa
menghadirkan seni ditengah hiruk pikuknya. Surabaya harus mengambil posisi, elegan cerdas
dan cantik, dengan keseimbangan antara teknologi dan seni.
Aktivitas kawan-kawan di ranah seni yang diberi tajuk VIRUS CINTA adalah wadah unjuk
karsa dan karya dari sekelompok kawan-kawan yang berjalan di ruang pencerdasan emosi,
hal ini merupakan cara cara terhormat untuk menjaga harmoni di kota ini.
Sebuah keharusan berharmoni bukan konsumsi verba, tapi harus menjadi kesadaran kita
semua, bahwa kota yang dipenuhi dengan serpihan kepentingan dengan mempanglimakan
teknologi, akan menuai dapak sosial yang bersuasana panas, ditambah polutan kebencian
yang tak terhindarkan. Surabaya sesungguhnya punya potensi kuat untuk mudah tersulut,
karena tamperamen keras dan semangat sangat deras di kota ini. Tidak boleh menjadi gersang
seni. Hanya kehadiran seni yang mampu memoderasi, menjadi arbiter yang handal nan kuat,
dengan memadukan antara keinginan yang serba instan lalu diberi besutan kental oleh para
para seniman.
Sekali lagi urabaya tak boleh sepi dari seni, karena udara modernisasi sangat menempel kuat
di kota ini, sesungguhnya harus punya mental yang tak boleh nir seni sedikitpun. Tumbuhkan
dengan mencari resultan yang baik dan presisi, antara kemajuan kota modern yang tidak lepas
dari teknologi, namun masih semangat dalam menumbuh kembangkan seni budaya hakiki.
Akhirnya seni hadir berkontribusi di acara ini, selamat berunjuk karya, memberikan nuansa
dingin di hiruk pikuk kota. (Djoko Aw – Cak Rektor)

Sambutan Rektor Universitas Adi Buana Pameran seni Rupa "Virus cinta" Djoko Aw

  • 1.
    SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITASADIBUANA DALAM PAMERAN SENI RUPA “VIRUSCINTA Galery Dewan Kesenian Surabaya. 12-17 Pebruari 2016 Kesejahteraan rakhmat moga dilimpahkan kita sekalian Assalamualaikum Wr Wb Selamat Berekspresi ! Kakan-kawan yang budiman, kata maximum performa menandakan bahwa dalam kehidupan ini dipenuhi dengan ambisi sehat untuk berbuat lebih baik. Lalu orang mulai mencoba dalam setiap geraknya mengarah pada percepatan keinginan, lalu menetapkan pilihan pada teknologi. Jika pilihan kita jatuhkan pada pada teknologi, tentu dengan tidak terasa semuanya diarahkan pada budaya instan. Hampir semuanya disandarkan pada formula Efektif, Efisien dan Rasional –(EER), bahkan adigium teknologi merupakan resep canggih dalam mengurai problema kehidupan menjadi kepastian. Semuanya bisa menjadi masif penerapan. Mungkin orang lupa bahwa percepatan keinginan tanpa diimbangi dengan cara-cara pencerdasan emosional dengan guratan seni, dan halusnya nurani akan menghadirkan situasi yang panas dengan level yang tak terkendalikan. Kota Surabaya ini, tidak boleh hanya diisi dengan naluri percepatan keinginan, lalu bercumbu mesra dengan teknologi, tanpa menghadirkan seni ditengah hiruk pikuknya. Surabaya harus mengambil posisi, elegan cerdas dan cantik, dengan keseimbangan antara teknologi dan seni. Aktivitas kawan-kawan di ranah seni yang diberi tajuk VIRUS CINTA adalah wadah unjuk karsa dan karya dari sekelompok kawan-kawan yang berjalan di ruang pencerdasan emosi, hal ini merupakan cara cara terhormat untuk menjaga harmoni di kota ini. Sebuah keharusan berharmoni bukan konsumsi verba, tapi harus menjadi kesadaran kita semua, bahwa kota yang dipenuhi dengan serpihan kepentingan dengan mempanglimakan teknologi, akan menuai dapak sosial yang bersuasana panas, ditambah polutan kebencian yang tak terhindarkan. Surabaya sesungguhnya punya potensi kuat untuk mudah tersulut, karena tamperamen keras dan semangat sangat deras di kota ini. Tidak boleh menjadi gersang
  • 2.
    seni. Hanya kehadiranseni yang mampu memoderasi, menjadi arbiter yang handal nan kuat, dengan memadukan antara keinginan yang serba instan lalu diberi besutan kental oleh para para seniman. Sekali lagi urabaya tak boleh sepi dari seni, karena udara modernisasi sangat menempel kuat di kota ini, sesungguhnya harus punya mental yang tak boleh nir seni sedikitpun. Tumbuhkan dengan mencari resultan yang baik dan presisi, antara kemajuan kota modern yang tidak lepas dari teknologi, namun masih semangat dalam menumbuh kembangkan seni budaya hakiki. Akhirnya seni hadir berkontribusi di acara ini, selamat berunjuk karya, memberikan nuansa dingin di hiruk pikuk kota. (Djoko Aw – Cak Rektor)