Langkah Penulisan
Cerita Praktik
HALO! Selamat Datang!
Saat ini Bapak dan Ibu sedang membaca Panduan Langkah Penulisan Cerita Praktik.
Cerita Praktik merupakan tulisan inspiratif mengenai cara guru menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak. Tulisan ini dirancang
khusus untuk guru yang ingin menemukan metode praktik dan tips yang mudah direplikasi dalam kelas yang mereka lakukan.
Cerita Praktik ditulis oleh guru yang terbukti berhasil dalam melakukan Implementasi Kurikulum Merdeka. Bagaimana caranya Bapak dan Ibu
agar bisa menjadi kreator Cerita Praktik?
Simak 3 langkah yang wajib dibaca sebelum Bapak dan Ibu menulis Cerita Praktik.
1 Langkah 1: Baca Contoh Cerita Praktik
2 Langkah 2: Alur Penulisan Cerita Praktik
3 Langkah 3: Mari Unggah Cerita Praktik
Sudah siap untuk menulis Cerita Praktik? Mari kita bahas langkahnya satu per satu!
Contoh 1 - Cerita Praktik dari Bu Dina
Contoh 2 - Cerita Praktik dari Bu Armalina
Contoh 3 - Cerita Praktik dari Bu Meidian
Baca Cerita Praktik Lainnya Melalui Ide Praktik
Baca dan temukan inspirasi lain dengan
mengakses Ide Praktik melalui aplikasi PMM
yang Bapak dan Ibu miliki.
Terdapat konten baru setiap minggu yang
sudah kami kurasi dan sesuaikan dengan
kebutuhan Bapak dan Ibu
Langkah 2: Alur Penulisan Cerita Praktik
Setelah membaca contoh Cerita Praktik, kami yakin Bapak dan Ibu tidak sabar untuk menuangkan berbagai pengalaman
menarik selama mengajar! Namun sebelum mulai, mari simak dulu 3 hal yang harus diperhatikan ketika menulis Cerita
Praktik.
Mengunduh Template Cerita Praktik
Buka template Cerita
Praktik melalui tautan
bit.ly/TemplateCP2023
lalu pilih menu “file”
Pilih unduh atau
download.
Pastikan template
yang Bapak/Ibu
unduh dalam format
Microsoft Excel
1 2
Pilih Topik Cerita Praktik
Bapak dan Ibu dapat memilih topik
Cerita Praktik sesuai dengan tema yang
ditentukan. Setelah itu temukan tautan
Google Form untuk mengunggah karya
yang sudah dibuat
Langkah 3: Unggah Cerita Praktik
Bapak dan Ibu sudah menyelesaikan tulisan Cerita Praktik?
Template yang digunakan sudah tepat?
Apakah karakter setiap bagian Cerita Praktik sudah sesuai dan tidak ada yang melebihi
batasan?
Apabila jawaban ke dua pertanyaan tersebut adalah “Iya”, artinya Bapak dan Ibu sudah siap
untuk mengunggah Cerita Praktik melalui tautan berikut ini: https://bit.ly/UnggahCP2023
Bapak dan Ibu sudah membaca langkah wajib yang harus dilakukan apabila ingin membuat
Cerita Praktik. Selain itu melalui panduan ini Bapak dan Ibu dapat meningkatkan
kemampuan menulis Cerita Praktik dengan membaca tips tambahan pada halaman
berikutnya.
Selamat menikmati.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dokumen Rahasia I 2022 - Kemendikbudristek. Informasi ini bersifat pribadi dan rahasia. Konten apa pun hanya milik Kemendikbudristek.
Tips Tambahan
● Tips Menulis Kalimat Efektif
● Tips Menulis Situasi/Tantangan
● Tips Menulis Aksi/Langkah
● Tips Menulis Refleksi
● Tips Menulis Judul
● Tips Menulis Paragraf Pengait
Tips Menulis Kalimat Efektif
Bagaimana cara Menulis kalimat efektif?
1. Memuat Unsur Kalimat Minimal Subjek dan Predikat
struktur kalimat efektif harus mengandung unsur kalimat, minimal subjek dan predikat.
Contoh: Siswa belajar di kelas. Subjek kalimat tersebut adalah ‘Siswa’ dan predikatnya yaitu ‘belajar.’
1. Memiliki Kata yang Hemat
Dalam penyusunan kalimat efektif, penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak diperlukan harus dihindari.
● Hindari pengulangan kata
Contoh kalimat tidak efektif: Karena dia rajin belajar, dia menjadi juara satu
Contoh kalimat efektif: Karena rajin belajar, dia juara satu.
● Hindari sinonim kata
Contoh kalimat tidak efektif: Ikhsan rajin membaca agar supaya berwawasan luas
Contoh kalimat efektif: Ikhsan rajin membaca agar berwawasan luas
● Hindari kata yang tidak perlu
Contoh kalimat tidak efektif: Kepala Sekolah membaca laporan kehadiran yang dikirim oleh guru yang merupakan pengajar
Contoh kalimat efektif: Kepala Sekolah mendapatkan laporan kehadiran yang dikirim oleh guru pengajar
● Perhatikan bentuk kata jamak
Contoh kalimat tidak efektif: Para hadirin dimohon berdiri
Contoh kalimat efektif: Hadirin dimohon berdiri
1. Bermakna Tunggal
Kalimat efektif hanya memiliki satu makna, tidak ambigu ataupun menyimpang. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan penggunaan kata atau
diksinya.
1. Kelogisan Bahasa
Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh pembaca
Contoh kalimat tidak logis: Waktu dan tempat kami persilakan.
Situasi/Tantangan
Situasi/Tantangan adalah bagian awal Cerita Praktik yang memuat latar belakang isu/ide utama tulisan. Bagian ini menjelaskan gambaran
kondisi yang Ibu Bapak Guru hadapi dan membutuhkan aksi atau praktik penyelesaian.
Situasi/Tantangan dapat memuat hal-hal ini:
● Deskripsi singkat situasi atau tantangan yang Ibu Bapak hadapi
Contoh: Saya mengalami kesulitan untuk Menulis suasana kelas menjadi tertib, padahal serangkaian peraturan sudah dibuat.
● Opini pribadi mengenai situasi tersebut
Contoh: Kelihatannya murid-murid sulit untuk memaknai peraturan tersebut ke dalam aktivitas sehari-harinya di sekolah.
● Perasaan Ibu Bapak Guru mengenai situasi tersebut
Contoh: Saya merasa mungkin murid-murid akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinan daripada mengikuti
serangkaian peraturan.
Tips menulis Situasi/Tantangan:
● Mengingat apa yang Ibu Bapak Guru rasakan ketika sebuah tantangan terjadi dapat membantu Ibu Bapak menuliskan situasi dengan
lebih baik.
● Jadikan bagian Situasi/Tantangan sebagai perpanjangan atau elaborasi paragraf pengait yang memuat ide utama tulisan.
● Jadikan bagian Situasi/Tantangan sebagai pengantar ke aksi/praktik yang Ibu Bapak lakukan.
● Tulis kalimat-kalimat deskriptif yang membantu pembaca mendapat gambaran besar tentang isi Cerita Praktik Anda.
Tips Menulis Situasi/Tantangan
Tips Menulis Aksi/Langkah
Aksi adalah jantung dari Cerita Praktik. Bagian ini menjelaskan langkah-langkah yang Ibu Bapak Guru lakukan untuk menyelesaikan
situasi/tantangan yang dihadapi.
Tips menulis Aksi:
● Tuliskan Aksi atau langkah praktik dalam poin-poin.
● Berikan judul berupa kata atau kalimat ide utama di setiap poin, kemudian sertakan penjelasan singkat.
Contoh:
1. Membuka ruang diskusi
Saya memberikan kesempatan untuk semua murid menyampaikan masukan mengenai keyakinan kelas yang perlu disepakati.
Jika murid belum terbiasa dengan istilah keyakinan, maka bisa diajak dulu untuk mengusulkan peraturan.
● Gunakan kalimat aktif.
Contoh: Saya mencatat semua pendapat murid di papan tulis atau kertas besar sehingga semua bisa melihat hasilnya.
● Tulis dengan detail. Prinsip utama Cerita Praktik adalah Menulis pembaca dapat dengan mudah meniru praktik baik yang dilakukan.
Karena itu tuliskan langkah dengan sangat detail.
Conoth: Ketika presentasi menggunakan metode walking gallery, saya menyediakan kertas karton berukuran 1m x 0.5m sehingga
presentasi murid dapat terlihat dengan jelas.
● Opsional: Membagi langkah-langkah praktik ke dalam kategori, jika dianggap akan lebih mudah dipahami pembaca.
Contoh:
● Tahapan persiapan
● Tahapan pelaksanaan
● Tahapan tindak lanjut
Tips Menulis Refleksi
Refleksi merupakan bagian akhir Cerita Praktik yang berisi penilaian atau evaluasi terhadap praktik/upaya pemecahan masalah yang Ibu
Bapak Lakukan. Refleksi ini bisa Ibu Bapak tulis berdasarkan penilaian dari murid dan/atau penilaian Ibu Bapak sendiri, sebagai pelaku
utama dan penulis Cerita Praktik.
Tips menuliskan Refleksi:
● Tuliskan hasil yang Ibu Bapak dapat, baik dari sisi guru maupun murid.
Contoh: Murid-murid saya lebih tergerak dan bersemangat menjalankan keyakinannya daripada mengikuti serangkaian peraturan,
sehingga kelas menjadi lebih tertib dan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar.
● Ibu Bapak Guru juga bisa menuliskan dampak lain yang dirasakan sebagai hasil tambahan dari Aksi yang dilakukan.
Contoh: Keyakinan kelas telah membimbing murid saya untuk memiliki motivasi level 3 yaitu untuk menjadi orang yang menjunjung
tinggi nilai-nilai kebajikan. Dengan begitu motivasi yang terbentuk adalah motivasi internal berjangka waktu panjang, bukan motivasi
eksternal yang berjangka waktu pendek.
● Tuliskan pembelajaran atau hasil observasi Ibu Bapak Guru.
Contoh: Murid perlu mendalami tentang suatu keyakinan, dibanding mendengar hal-hal yang mengatur mereka harus begini atau
begitu. Sebagai guru, saya harus memastikan semua murid dapat memahami makna dari pernyataan yang dituliskan dalam keyakinan
kelas.
Tips Menulis Judul
Jenis-jenis judul
● Reflektif - mengajak pembaca untuk melakukan refleksi
Contoh: Apa Peran Saya sebagai Guru dalam IKM?
● Praktikal - menjawab kebutuhan, relevan, berisi petunjuk khusus
Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi
● Memantik - menggugah perubahan perilaku atau pikiran
Contoh: Cara Menumbuhkan Kebiasaan Membaca yang Menyenangkan
Hal yang harus diperhatikan ketika Menulis judul
● Jumlah Kata
Contoh: Apa Peran Saya sebagai Guru dalam IKM?
● Kata kunci yang menggambarkan isi
Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Terdiferensiasi
● Keterkaitan judul dengan isi Cerita Praktik
Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Terdiferensiasi. Padahal isi tulisan membahas mengenai pentingnya ice
breaking agar pembelajaran tidak bosan
Hal yang harus dihindari ketika Menulis judul
● Teoritis atau menggunakan istilah yang sulit dimengerti
Contoh: Teori Konvergensi dan Pengaruh Pendidikan Terhadap Taksonomi Bloom Anak
● Abstrak atau menggunakan bahasa yang terlalu filosofis
Contoh: Pendidikan Selama Satu Abad
● Hanya 1 kata sehingga tidak menggambarkan isi tulisan
Contoh: Konsekuensi
Tips Menulis Paragraf Pengait
Paragraf pengait adalah paragraf awal berisi ide utama dari Cerita Praktik yang Ibu Bapak Guru tulis. Paragraf ini berfungsisebagai pembuka
yang bertujuan menarik perhatian dan mengundang rasa ingin tahu pembaca, ditulis tidak lebih dari 150 karakter.
Beberapa ide untuk menulis paragraf pengait:
● Dimulai dengan pertanyaan
Contoh: Pernahkah Ibu dan Bapak Guru merasa kesulitan untuk menertibkan kelas walaupun sudah dibuat peraturan?
● Dimulai dengan berita atau kejadian
Contoh: Kemarin saya mendapati murid-murid mengantuk dan tidak fokus saat jam pelajaran.
● Dimulai dengan kutipan yang relevan
Contoh: “Dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka” - Ki Hajar dewantara
● Dimulai dengan fakta atau statistik
Contoh: 66% siswa mengaku tidak nyaman belajar di rumah selama pandemi COVID-19.
Tips Menulis paragraf pengait:
● Buat isi paragraf yang berkaitan langsung dengan topik pembahasan.
● Gunakan kalimat-kalimat yang memikat dan tidak membosankan.
● Gunakan kata-kata yang tidak terduga.
Selesai

Penyusunan Pratik Baik Platform MM.pdf

  • 17.
  • 18.
    HALO! Selamat Datang! Saatini Bapak dan Ibu sedang membaca Panduan Langkah Penulisan Cerita Praktik. Cerita Praktik merupakan tulisan inspiratif mengenai cara guru menerapkan pembelajaran yang berfokus pada anak. Tulisan ini dirancang khusus untuk guru yang ingin menemukan metode praktik dan tips yang mudah direplikasi dalam kelas yang mereka lakukan. Cerita Praktik ditulis oleh guru yang terbukti berhasil dalam melakukan Implementasi Kurikulum Merdeka. Bagaimana caranya Bapak dan Ibu agar bisa menjadi kreator Cerita Praktik? Simak 3 langkah yang wajib dibaca sebelum Bapak dan Ibu menulis Cerita Praktik. 1 Langkah 1: Baca Contoh Cerita Praktik 2 Langkah 2: Alur Penulisan Cerita Praktik 3 Langkah 3: Mari Unggah Cerita Praktik Sudah siap untuk menulis Cerita Praktik? Mari kita bahas langkahnya satu per satu!
  • 19.
    Contoh 1 -Cerita Praktik dari Bu Dina
  • 20.
    Contoh 2 -Cerita Praktik dari Bu Armalina
  • 21.
    Contoh 3 -Cerita Praktik dari Bu Meidian
  • 22.
    Baca Cerita PraktikLainnya Melalui Ide Praktik Baca dan temukan inspirasi lain dengan mengakses Ide Praktik melalui aplikasi PMM yang Bapak dan Ibu miliki. Terdapat konten baru setiap minggu yang sudah kami kurasi dan sesuaikan dengan kebutuhan Bapak dan Ibu
  • 23.
    Langkah 2: AlurPenulisan Cerita Praktik Setelah membaca contoh Cerita Praktik, kami yakin Bapak dan Ibu tidak sabar untuk menuangkan berbagai pengalaman menarik selama mengajar! Namun sebelum mulai, mari simak dulu 3 hal yang harus diperhatikan ketika menulis Cerita Praktik. Mengunduh Template Cerita Praktik Buka template Cerita Praktik melalui tautan bit.ly/TemplateCP2023 lalu pilih menu “file” Pilih unduh atau download. Pastikan template yang Bapak/Ibu unduh dalam format Microsoft Excel 1 2 Pilih Topik Cerita Praktik Bapak dan Ibu dapat memilih topik Cerita Praktik sesuai dengan tema yang ditentukan. Setelah itu temukan tautan Google Form untuk mengunggah karya yang sudah dibuat
  • 24.
    Langkah 3: UnggahCerita Praktik Bapak dan Ibu sudah menyelesaikan tulisan Cerita Praktik? Template yang digunakan sudah tepat? Apakah karakter setiap bagian Cerita Praktik sudah sesuai dan tidak ada yang melebihi batasan? Apabila jawaban ke dua pertanyaan tersebut adalah “Iya”, artinya Bapak dan Ibu sudah siap untuk mengunggah Cerita Praktik melalui tautan berikut ini: https://bit.ly/UnggahCP2023 Bapak dan Ibu sudah membaca langkah wajib yang harus dilakukan apabila ingin membuat Cerita Praktik. Selain itu melalui panduan ini Bapak dan Ibu dapat meningkatkan kemampuan menulis Cerita Praktik dengan membaca tips tambahan pada halaman berikutnya. Selamat menikmati.
  • 25.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi Dokumen Rahasia I 2022 - Kemendikbudristek. Informasi ini bersifat pribadi dan rahasia. Konten apa pun hanya milik Kemendikbudristek. Tips Tambahan ● Tips Menulis Kalimat Efektif ● Tips Menulis Situasi/Tantangan ● Tips Menulis Aksi/Langkah ● Tips Menulis Refleksi ● Tips Menulis Judul ● Tips Menulis Paragraf Pengait
  • 26.
    Tips Menulis KalimatEfektif Bagaimana cara Menulis kalimat efektif? 1. Memuat Unsur Kalimat Minimal Subjek dan Predikat struktur kalimat efektif harus mengandung unsur kalimat, minimal subjek dan predikat. Contoh: Siswa belajar di kelas. Subjek kalimat tersebut adalah ‘Siswa’ dan predikatnya yaitu ‘belajar.’ 1. Memiliki Kata yang Hemat Dalam penyusunan kalimat efektif, penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak diperlukan harus dihindari. ● Hindari pengulangan kata Contoh kalimat tidak efektif: Karena dia rajin belajar, dia menjadi juara satu Contoh kalimat efektif: Karena rajin belajar, dia juara satu. ● Hindari sinonim kata Contoh kalimat tidak efektif: Ikhsan rajin membaca agar supaya berwawasan luas Contoh kalimat efektif: Ikhsan rajin membaca agar berwawasan luas ● Hindari kata yang tidak perlu Contoh kalimat tidak efektif: Kepala Sekolah membaca laporan kehadiran yang dikirim oleh guru yang merupakan pengajar Contoh kalimat efektif: Kepala Sekolah mendapatkan laporan kehadiran yang dikirim oleh guru pengajar ● Perhatikan bentuk kata jamak Contoh kalimat tidak efektif: Para hadirin dimohon berdiri Contoh kalimat efektif: Hadirin dimohon berdiri 1. Bermakna Tunggal Kalimat efektif hanya memiliki satu makna, tidak ambigu ataupun menyimpang. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan penggunaan kata atau diksinya. 1. Kelogisan Bahasa Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh pembaca Contoh kalimat tidak logis: Waktu dan tempat kami persilakan.
  • 27.
    Situasi/Tantangan Situasi/Tantangan adalah bagianawal Cerita Praktik yang memuat latar belakang isu/ide utama tulisan. Bagian ini menjelaskan gambaran kondisi yang Ibu Bapak Guru hadapi dan membutuhkan aksi atau praktik penyelesaian. Situasi/Tantangan dapat memuat hal-hal ini: ● Deskripsi singkat situasi atau tantangan yang Ibu Bapak hadapi Contoh: Saya mengalami kesulitan untuk Menulis suasana kelas menjadi tertib, padahal serangkaian peraturan sudah dibuat. ● Opini pribadi mengenai situasi tersebut Contoh: Kelihatannya murid-murid sulit untuk memaknai peraturan tersebut ke dalam aktivitas sehari-harinya di sekolah. ● Perasaan Ibu Bapak Guru mengenai situasi tersebut Contoh: Saya merasa mungkin murid-murid akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinan daripada mengikuti serangkaian peraturan. Tips menulis Situasi/Tantangan: ● Mengingat apa yang Ibu Bapak Guru rasakan ketika sebuah tantangan terjadi dapat membantu Ibu Bapak menuliskan situasi dengan lebih baik. ● Jadikan bagian Situasi/Tantangan sebagai perpanjangan atau elaborasi paragraf pengait yang memuat ide utama tulisan. ● Jadikan bagian Situasi/Tantangan sebagai pengantar ke aksi/praktik yang Ibu Bapak lakukan. ● Tulis kalimat-kalimat deskriptif yang membantu pembaca mendapat gambaran besar tentang isi Cerita Praktik Anda. Tips Menulis Situasi/Tantangan
  • 28.
    Tips Menulis Aksi/Langkah Aksiadalah jantung dari Cerita Praktik. Bagian ini menjelaskan langkah-langkah yang Ibu Bapak Guru lakukan untuk menyelesaikan situasi/tantangan yang dihadapi. Tips menulis Aksi: ● Tuliskan Aksi atau langkah praktik dalam poin-poin. ● Berikan judul berupa kata atau kalimat ide utama di setiap poin, kemudian sertakan penjelasan singkat. Contoh: 1. Membuka ruang diskusi Saya memberikan kesempatan untuk semua murid menyampaikan masukan mengenai keyakinan kelas yang perlu disepakati. Jika murid belum terbiasa dengan istilah keyakinan, maka bisa diajak dulu untuk mengusulkan peraturan. ● Gunakan kalimat aktif. Contoh: Saya mencatat semua pendapat murid di papan tulis atau kertas besar sehingga semua bisa melihat hasilnya. ● Tulis dengan detail. Prinsip utama Cerita Praktik adalah Menulis pembaca dapat dengan mudah meniru praktik baik yang dilakukan. Karena itu tuliskan langkah dengan sangat detail. Conoth: Ketika presentasi menggunakan metode walking gallery, saya menyediakan kertas karton berukuran 1m x 0.5m sehingga presentasi murid dapat terlihat dengan jelas. ● Opsional: Membagi langkah-langkah praktik ke dalam kategori, jika dianggap akan lebih mudah dipahami pembaca. Contoh: ● Tahapan persiapan ● Tahapan pelaksanaan ● Tahapan tindak lanjut
  • 29.
    Tips Menulis Refleksi Refleksimerupakan bagian akhir Cerita Praktik yang berisi penilaian atau evaluasi terhadap praktik/upaya pemecahan masalah yang Ibu Bapak Lakukan. Refleksi ini bisa Ibu Bapak tulis berdasarkan penilaian dari murid dan/atau penilaian Ibu Bapak sendiri, sebagai pelaku utama dan penulis Cerita Praktik. Tips menuliskan Refleksi: ● Tuliskan hasil yang Ibu Bapak dapat, baik dari sisi guru maupun murid. Contoh: Murid-murid saya lebih tergerak dan bersemangat menjalankan keyakinannya daripada mengikuti serangkaian peraturan, sehingga kelas menjadi lebih tertib dan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar. ● Ibu Bapak Guru juga bisa menuliskan dampak lain yang dirasakan sebagai hasil tambahan dari Aksi yang dilakukan. Contoh: Keyakinan kelas telah membimbing murid saya untuk memiliki motivasi level 3 yaitu untuk menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan. Dengan begitu motivasi yang terbentuk adalah motivasi internal berjangka waktu panjang, bukan motivasi eksternal yang berjangka waktu pendek. ● Tuliskan pembelajaran atau hasil observasi Ibu Bapak Guru. Contoh: Murid perlu mendalami tentang suatu keyakinan, dibanding mendengar hal-hal yang mengatur mereka harus begini atau begitu. Sebagai guru, saya harus memastikan semua murid dapat memahami makna dari pernyataan yang dituliskan dalam keyakinan kelas.
  • 30.
    Tips Menulis Judul Jenis-jenisjudul ● Reflektif - mengajak pembaca untuk melakukan refleksi Contoh: Apa Peran Saya sebagai Guru dalam IKM? ● Praktikal - menjawab kebutuhan, relevan, berisi petunjuk khusus Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi ● Memantik - menggugah perubahan perilaku atau pikiran Contoh: Cara Menumbuhkan Kebiasaan Membaca yang Menyenangkan Hal yang harus diperhatikan ketika Menulis judul ● Jumlah Kata Contoh: Apa Peran Saya sebagai Guru dalam IKM? ● Kata kunci yang menggambarkan isi Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Terdiferensiasi ● Keterkaitan judul dengan isi Cerita Praktik Contoh: Memodifikasi Modul Ajar Sesuai Prinsip Pembelajaran Terdiferensiasi. Padahal isi tulisan membahas mengenai pentingnya ice breaking agar pembelajaran tidak bosan Hal yang harus dihindari ketika Menulis judul ● Teoritis atau menggunakan istilah yang sulit dimengerti Contoh: Teori Konvergensi dan Pengaruh Pendidikan Terhadap Taksonomi Bloom Anak ● Abstrak atau menggunakan bahasa yang terlalu filosofis Contoh: Pendidikan Selama Satu Abad ● Hanya 1 kata sehingga tidak menggambarkan isi tulisan Contoh: Konsekuensi
  • 31.
    Tips Menulis ParagrafPengait Paragraf pengait adalah paragraf awal berisi ide utama dari Cerita Praktik yang Ibu Bapak Guru tulis. Paragraf ini berfungsisebagai pembuka yang bertujuan menarik perhatian dan mengundang rasa ingin tahu pembaca, ditulis tidak lebih dari 150 karakter. Beberapa ide untuk menulis paragraf pengait: ● Dimulai dengan pertanyaan Contoh: Pernahkah Ibu dan Bapak Guru merasa kesulitan untuk menertibkan kelas walaupun sudah dibuat peraturan? ● Dimulai dengan berita atau kejadian Contoh: Kemarin saya mendapati murid-murid mengantuk dan tidak fokus saat jam pelajaran. ● Dimulai dengan kutipan yang relevan Contoh: “Dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka” - Ki Hajar dewantara ● Dimulai dengan fakta atau statistik Contoh: 66% siswa mengaku tidak nyaman belajar di rumah selama pandemi COVID-19. Tips Menulis paragraf pengait: ● Buat isi paragraf yang berkaitan langsung dengan topik pembahasan. ● Gunakan kalimat-kalimat yang memikat dan tidak membosankan. ● Gunakan kata-kata yang tidak terduga.
  • 32.