C. Sekolah sebagai Organisasi
1.Pengertian Organisasi
       Organisasi adalah sistem dari kegiatan manusia
yang bekerja sama. Atchison dan Winston W. Hill ,
dalam bukunya “management today”, mengatakan, “
Organisasi adalah sistem yang dipolakan orang untuk
melaksanakan tujuan atau untuk mencapai sasaran.”
       Berikut ini beberapa pengertian hal yang terkait
dengan organisasi.
a.Pengorganisasian.      Sebagai    proses    kegiatan
penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-
tujuan, sumber-sumber, dan lingjungannya.
b.Struktur organisasi. Susunan komponen-komponen
(unit-unit kerja) dalam organisasi.
c. Bagan organisasi. Suatu gambar struktur organisasi yang
formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis yang
menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi
formal yang tersusun secara herarkis.
       Untuk menglengkapi definisi di atas, organisasi
adalah kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk
kerja sama dalam suatu wadah untuk mencapai suatu
visi, misi, dan tujuan bersama secara efektif dan efisien.
       Suatu organisasi harus memenuhi beberapa prinsip
umum, antara lain:
a. Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas dan
    kesamaan pandangan seluruh personal yang terlibat
    didalamnya.
b. Organisasi harus mempunyai pimpinan yang mampu
    mengarahkan para anggotanya dan mendelegasikan
    tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada mereka
    sesuai dengan bakat, pengetahuan dan kemampuan
    mereka.
c. Organisasi memiliki struktur organisasi yang disusun
sesuai dengan kebutuhan sehingga batasan wewenang
pekerjaan antar personal menjadi jelas.
       Berdasarkan beberapa definisi dan prinsip umum
di atas, dapat dipahami bahwa sedikitnya ada tiga hal
penting yang harus dimiliki suatu organisasi. Pertama,
adanya visi, misi, dan tujuan. Kedua, untuk mencapai
tujuan maka, setiap organisasi perlu menyusun dan
memiliki program, dan menentukan metode bagaimana
program itu dapat dilaksanakan. Ketiga, setiap
organisasi akan memiliki pimpinan atau menejer yang
bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai
tujuan.
2. Aspek-Aspek Organisasi
      Organisasi dapat dilihat dua aspek.
Pertama, aspek struktur organisasi. Aspek ini meliputi:
a) Pengelempokan secara formal
b) Bagan organisasi
      Kedua, aspek proses perilaku. Setelah struktur
organisasi diisi dengan manusia / orang, maka terjadi
proses perilaku. Proses perilaku adalah aktivitas
kehidupan dalam struktur organisasi, antara lain
meliputi:
a) Komunikasi
b) Pembuatan keputusan
c) Motivasi
d) kepemimpinan
3. Organisasi Formal dan Organisasi Informal
       Organisasi formal adalah organisasi yang dengan
penuh kesadaran dan dengan sengaja dibentuk , dimana
di dalamnya terdapat suatu sistem dan hierarki
hubungan, wewenang, tugas, dan tanggung jawab para
anggota demi terlaksananya suatu kerja sama dalam
rangka tercapainya tujuan.
       Sedangkan informal timbul dengan tidak sengaja.
Organisasi ini muncul tidak karena ditentukan oleh
peraturan-peraturan, melainkan dengan spontan
terwujud karena: (a) persamaan kebutuhan, hobi, dan
lain-lain. (b) persamaan asal daerah, persamaan alumni
suatu universitas, pondok pesantren, dan lain-lain.
Organisasi informal merupaka kelompok yang tidak
resmi tetapi memengaruhi kehidupan dan aktivitas
perorangan.
4. Fungsi Organisasi
       Organisasi memiliki beberapa fungsi antara lain:
a) Menerapkan bidang-bidang kerja, metode dan alat
    yang dibutuhkan, serta personal yang dibutuhkan.
b) Membina hubungan antara personal yang terlibat,
    tanggung jawab, wewenang, hak dan kewajiban
    mereka sehingga mempercepat tercapainya tujuan
    organisasi.
5. Azas-Azas Organisasi
       Organisasi mempunyai 13 Azas diantaranya:
1) Azas kejelasan tujuan
2) Azas pembagian tugas
3) Azas fungsional
4) Azas pengembangan jabatan fungsional
5) Azas koordinasi
6) Azas kesinambungan
7) Azas kesederhanaan
8) Azas keluwesan
9) Azas akordion
10) Azas pendelegasian wewenang
11) Azas rentang kendali
12) Azas jalur dan staf
13) Azas kejelasan dalam pembaganan
    Sementara menurut Hadari Nawawi, azas-azas
    dalam organisasi pendidikan adalah:
1) Organisasi harus profesional
2) Pengelompokan         kesatuan       kerja harus
    menggambarkan pembagian kerja
3) Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang
    dan tanggung jawab
4)   Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol
5)   Organisasi harus mengandung kesatuan perintah
6)   Organisasi harus fleksibel dan seimbang
6.   Struktur Organisasi
     Faktor-faktor     yang      mempengaruhi  struktur
     organisasi antara lain:
a)   Tujuan organisasi
b)   Teknologi yang digunakan
c)   Manusia yang terlibat
d)   Besar kecilnya organisasi
7.   Unsur-Unsur Struktur Organisasi
a)   Spesialisasi kegiatan-kegiatan
b)   Standar disasi kegiatan-kegaiatan
c)   Koordinasi kegiatan-kegiatan
d)   Sentralisasi dan disentralisasi
8. Hierarki dalam Organisasi
Aspek-aspek hierarki meliputi:
a) Lini dan staf
b) Rentang kendali
c) Panitia dan satuan tugas
   1) Komite
   2) Satuan Tugas
9. Bentuk-Bentuk Organisai
   a) Organisasi Lini
   Organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang
   didalamnya terdapat garis wewenang yang
   menghubungkan langsung secara vertikal antara
   atasan dan bawahan.
Ciri-ciri utama organisasi lini adalah:
1)   Jumlah karyawan relatif sedikit
2)   Organisasi relatif kecil
3)   Karyawan saling mengenal dan akrab
4)   Belum ada spesialisasi kerja
        Kebaikan organisasi lini adalah:
1)   Perintah dan komando berjalan lancar
2)   Keputusan dapat diambil dengan cepat
3)   Solidaritas karyawan sangat tinggi
        Kelemahannya yaitu:
1)   Kemampuan pemimpin sangat berpengaruh /
     berperan penting
2)   Pemimpin cenderung otoriter
3)   Perkembangan individu / staf terbatas
b) Organisasi Fungsional
      Organisasi funsional adalah suatu organisasi
dimana pimpinan tertinggi melimpahkan wewenangkan
kepada kepala unit struktural yang memimpin kelompok
yang menduduki jabatan fungsional.
      Kelebihan organisasi model fungsional ini adalah:
1) Adanya spesialisasi tugas yang jelas
2) Atasan adalah ahli dibidang fungsinya
3) Karyawan didayagunakan semaksimal mungkin
   sesuai dengan spesialisasinya
      Kelemahannya adalah:
1) Koordinasi agak sulit karena bawahan mempunyai
   beberapa atasan
2) Pengambilan keputusan agak terhambat karena
   ditentukan oleh top management
3) Sulit mencari seorang spesialis
c. Organisasi lini dan staf
       Dalam organisasi lini dan staf ada perbedaan
antara unit pelaksana tugas pokok (lini) dan unit
penunjang (staf). Hal itu dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1) Organisasi yang besar dan kompleks memerlukan
    staf untuk membantu pimpinan atau manajer
2) Staf merupakan para ahli dalam bidang tertentu yang
    bertugas membantu menejer mengambil keputusan
3) Perintah kepada bawahan diberikan oleh pimpinan.
    Bukan staf. Kecuali, apabila staf mendapat
    wewenang dari menejer untuk memberi perintah
    kepada bawahan
Kelebihan:
1)   Dapat ditetapkan diorganisasi besar maupun kecil
2)   Ada pembagian tugas diantara pimpinan dan
     bawahan karena adanya staf
3)   Keputusan dapat diambil secara baik karena adanya
     bantuan staf
        Kelemahan:
1)   Rasa silidaritas berkurang karena besarnya
     organisasi
2)   Kadang-kadang perintah agak kabur karena kurang
     jelas
3)   Pelaksanaan pekerjaan agak terlambat bila
     koordinasi staf kurang baik.
d. Organisasi lini dan fungsional
Suatu bentuk organisasi di mana pimpinan tertinggi
melimpahkan wewenangnya kepada para pejabat
fungsional.
      e. Organisasi Gabun gan
Organisasi gabungan merupakan perpaduan dari ketiga
bentuk organisasi yang meliputi:
1) Struktur organisasi lini
2) Struktur organisasi fungsional
3) Struktur organisasi lini dan staf
      f. Organisasi Matriks
Struktur bentuk organisasi matriks adalah bentuk
organisasi yang paling mutakhir dan gabungan dari
berbagai bentuk organisasi yang sudah ada sebelumnya.
Inti organisasi matriks adalah mengombinasikan
pola-pola fungsional dan hasil yang akan dicapai dalam
kegiatan produksi/jasa/proyek.
       keunggulan utamanya adalah keluwesan
menghadapi setiap permasalahan dan mudahnya untuk
melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan
karena berfungsinya pola koordinasi antar-bagian yang
efektif, sehingga setiap permasalah dapat didekati dari
sisi fungsioanal dan sisi produk.
       kelemahannya adalah karena ia memiliki
“pimpinan ganda” maka setiap menejer mempunyai
dualisme pertanggung jawaban.
g. Sekolah sebagai Organisasi
      Sekolah adalah organisasi sosial yang
diselenggarakan dan dirancang sedemikian rupa yang
mengutamakan kegiatannya dalam bidang pendidikan
untuk      mencapai    tujuan      pendidikan  secara
nasional, regional maupun institusional.
D. Sekolah sebagai Organisasi Hidup
      Organisasi menurut Janet M. Kraegel dalam
Ndraha, merupakan organisme hidup. Artinya, bersama-
sama dengan unsurjasmani (anatomik) berupa
administrasi      yang     menggambarkan       wujud
lembaga, unsur jiwa (fisiologik) berupa menejemen
yang menjadi tenaga gerak dari dalam, dan unsur ruh
sebagai sumber gerak berupa kepemimpinan serta unsur
tingkah laku (behavioral) berupa kegiatan dan budaya
sekolah menjadi organisme hidup.
Sekolah sebagai organisme dapat tumbuh dan
berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan sekolah,
sebagaimana dikatakan oleh Kraegel dalam Ndraha,
didorong oleh antara lain lain paham holisme. Paham ini
mengajarkan bahwa keseluruhan (the whol) lebih dari
jumlah bagian-bagian. Artinya, para penyelenggara dan
pengelola sekolah cenderung memperbesar sekolah sebagai
organisasi antara lain melalaui penambahan jumlah murid,
kelas, guru, pegawai dan sarana prasarana, penambahan
jurusan maupun program studi, penambahan dan
pengembangan aktivitas sekolah.
       untuk mempertahankan hidup dan kemampuan
berkembang, maka setiap sekolah harus berjuang,
sebagaimana konsep teori Darwin, apa yang ada di dunia
bukan merupakan takdir tetapi keadilan. Seluruh mahluk
hidup termasuk sekolah mempunyai musuh-musuh.
E. Perjuangan Hidup Sekolah
       Bagian penting kegiatan menejemen pendidikan
adalah perjuangan hidup sekolah. Mengingat hidup dan
matinya sekolah, mundur dan majunya sekolah juga
sangat tergantung pada perjuangan hidup para pengelola
sekolah. Perjuangan agar sekolah tetap hidup, eksis dan
terus berkembang inilah yang merupakan kegiatan
menejemen.
       Menurut Darwin, apa yang ada di dunia bukan
merupakan takdir tetapi keadilan. Bentuk kehidupan
yang lebih baik akan tumbuh terus mencapai yang lebih
tinggi. Alam tidak peduli dengan kepunahan. Alam tidak
menghasilakn sedikit dan melindunginya dengan hati-
hati. Alam memproduksi dalam jumlah banyak dan
sedikit saja yang dilindungi. Hal ini merupakan hukum
alam.
Perjuangan hidup lembaga pendidikan juga
semakin kuat ditingkat perguruan tinggi. Misalnya, pada
tahun 2006 di kota Malang terdapat 40 perguruan tinggi
(PT). Setiap PT ingin mendapatkan 1000 mahasiswa
baru setiap tahun, padahal calon mahasiswa yang datang
ke Malang hanya ada 20.000. Maka, terjadilah
perjuangan, persaingan, bahkan perebutan untuk
mendapatkan mahasiswa.
Ada enam dalil menurut teori Evolusi Darwin
yang harus diterapakn dalam strategi menejemen
pengembangan lembaga pendidikan dalam berbagai
jenis maupun jejangnya, yaitu:
1. Pertumbuhan
2. Reproduksi
3. Warisan
4. Keragaman atau Bercorak
5. Pejuangan Hidup
6. Yang terkuat yang dapat bertahan
F. Perubahan Bagian Pejuangan Sekolah
      Sebagai organisasi hidup, maka konsekuensinya
sekolah selalu mengalami dinamika baik berupa
perkembangan maupun perubahan. Teori perubahan
organisasi dilatarbelakangi pada konsep bahwa
organisasi tergantung pada dan harus berinteraksi
dengan lingkungan luar demi kelangsungan hidupnya.
Faktor internal yang mempengaruhi cara organisasi
melakukan aktivitasnya, juga merupakan kegiatan untuk
perubahan, yang didukung oleh change agent
(pemimpin) yang mumpuni.
Seperti yang diungkapakan Drucker dalam
Stoner, terdapat banyak sekali corak kekuatan eksternal
untuk perubahan. Demikian pula banyak faktor
eksternal yang mendorong sekolah sebagai lembaga
sosial maupun pendidikan melakukan perubahan, antara
alain pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem
perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan
dan pengelolaan pendidikan, perubahan peranan sekolah
dalam masyarakat serta pergumulan sekolah di era
global. Program perubahan selalu diperlukan karena
pergerseran dalam waktu dan hubungan yang terjadi
diseluruh organisasi dunia.
Menurut Lewin dalam Stoner, chage agent perlu
melakukan proses perubahan        sebab ia seringkali
menghadapi dua tantangan besaer. Pertama, ia tidak
mampu mengubah sikapatau perilaku yang sudah
tertanam sejak lama. Kedua, perubahan itu hanya
berlangsung singkat, setelah melalui periode singkat
dalam usahanya dengan cara yang lain, individu tersebut
kerap kembali kepada pola perilakunya yang tradisional.
       Untuk mengatasi rintangan-rintangan semacam
itu, Lewin yang kemudian dilanjutkan oleh Edgar H.
Schien dan kawan-kawan, dalam Stoner dkk.
Mengembangkan model tiga langkah secara berurutan
dalam proses perubahan. Model itu diantaranya:
1) Pencairan (unfreezing)
2) Pengubahan (changing)
3) Membekukan kembali (refreezing)
       Bedasarkan teori perubahan di atas, agar sekolah
tetap survive, maka setiap pengelola sekolah harus
melakukan program untuk melakukan perubahan dalam
lembaga sekolahnya, baik berupa perubahan kecil yang
dilakukan setiap setahun sekali dan perubahan yang
dilakukan tiap lima tahun sekali. Namun dalam
realitasnya melakukan perubahan di sekolah tidak
mudah, karena sekolah sering terjebak pada budaya
kerja rutinitas sebelumnya yang sudah berurat akar dan
dianggap benar.
G. Klasifikasi Organisasi Pendidikan
        Untuk mempermudah bahasan ini, penulis
mengambil istilah sekolah sebagai sampelnya. Jika
dilihat     dari    sudut    mutu     penyelenggaraan
pendidikannya, sekolah dapat dibagi menjadi lima
kelompok:
1)Sekolah bermutu sangat rendah
2)Sekolah bermutu rendah
3)Sekolah bermutu sedang
4)Sekolah bermutu atau maju
5)Sekolah unggul
        Pengelompokan sekolah berdasarkan mutu
penyelenggaraan pendidikan di atas tentunya
menyampingkan penilaian yang di dasarkan jumlah
murid. Selama jumlah murid mencapai standar

Organisasi pendidikan

  • 1.
    C. Sekolah sebagaiOrganisasi 1.Pengertian Organisasi Organisasi adalah sistem dari kegiatan manusia yang bekerja sama. Atchison dan Winston W. Hill , dalam bukunya “management today”, mengatakan, “ Organisasi adalah sistem yang dipolakan orang untuk melaksanakan tujuan atau untuk mencapai sasaran.” Berikut ini beberapa pengertian hal yang terkait dengan organisasi. a.Pengorganisasian. Sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan- tujuan, sumber-sumber, dan lingjungannya. b.Struktur organisasi. Susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
  • 2.
    c. Bagan organisasi.Suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal yang tersusun secara herarkis. Untuk menglengkapi definisi di atas, organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk kerja sama dalam suatu wadah untuk mencapai suatu visi, misi, dan tujuan bersama secara efektif dan efisien. Suatu organisasi harus memenuhi beberapa prinsip umum, antara lain: a. Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas dan kesamaan pandangan seluruh personal yang terlibat didalamnya. b. Organisasi harus mempunyai pimpinan yang mampu mengarahkan para anggotanya dan mendelegasikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada mereka sesuai dengan bakat, pengetahuan dan kemampuan mereka.
  • 3.
    c. Organisasi memilikistruktur organisasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan sehingga batasan wewenang pekerjaan antar personal menjadi jelas. Berdasarkan beberapa definisi dan prinsip umum di atas, dapat dipahami bahwa sedikitnya ada tiga hal penting yang harus dimiliki suatu organisasi. Pertama, adanya visi, misi, dan tujuan. Kedua, untuk mencapai tujuan maka, setiap organisasi perlu menyusun dan memiliki program, dan menentukan metode bagaimana program itu dapat dilaksanakan. Ketiga, setiap organisasi akan memiliki pimpinan atau menejer yang bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai tujuan.
  • 4.
    2. Aspek-Aspek Organisasi Organisasi dapat dilihat dua aspek. Pertama, aspek struktur organisasi. Aspek ini meliputi: a) Pengelempokan secara formal b) Bagan organisasi Kedua, aspek proses perilaku. Setelah struktur organisasi diisi dengan manusia / orang, maka terjadi proses perilaku. Proses perilaku adalah aktivitas kehidupan dalam struktur organisasi, antara lain meliputi: a) Komunikasi b) Pembuatan keputusan c) Motivasi d) kepemimpinan
  • 5.
    3. Organisasi Formaldan Organisasi Informal Organisasi formal adalah organisasi yang dengan penuh kesadaran dan dengan sengaja dibentuk , dimana di dalamnya terdapat suatu sistem dan hierarki hubungan, wewenang, tugas, dan tanggung jawab para anggota demi terlaksananya suatu kerja sama dalam rangka tercapainya tujuan. Sedangkan informal timbul dengan tidak sengaja. Organisasi ini muncul tidak karena ditentukan oleh peraturan-peraturan, melainkan dengan spontan terwujud karena: (a) persamaan kebutuhan, hobi, dan lain-lain. (b) persamaan asal daerah, persamaan alumni suatu universitas, pondok pesantren, dan lain-lain. Organisasi informal merupaka kelompok yang tidak resmi tetapi memengaruhi kehidupan dan aktivitas perorangan.
  • 6.
    4. Fungsi Organisasi Organisasi memiliki beberapa fungsi antara lain: a) Menerapkan bidang-bidang kerja, metode dan alat yang dibutuhkan, serta personal yang dibutuhkan. b) Membina hubungan antara personal yang terlibat, tanggung jawab, wewenang, hak dan kewajiban mereka sehingga mempercepat tercapainya tujuan organisasi. 5. Azas-Azas Organisasi Organisasi mempunyai 13 Azas diantaranya: 1) Azas kejelasan tujuan 2) Azas pembagian tugas 3) Azas fungsional 4) Azas pengembangan jabatan fungsional 5) Azas koordinasi
  • 7.
    6) Azas kesinambungan 7)Azas kesederhanaan 8) Azas keluwesan 9) Azas akordion 10) Azas pendelegasian wewenang 11) Azas rentang kendali 12) Azas jalur dan staf 13) Azas kejelasan dalam pembaganan Sementara menurut Hadari Nawawi, azas-azas dalam organisasi pendidikan adalah: 1) Organisasi harus profesional 2) Pengelompokan kesatuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja 3) Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
  • 8.
    4) Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol 5) Organisasi harus mengandung kesatuan perintah 6) Organisasi harus fleksibel dan seimbang 6. Struktur Organisasi Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi antara lain: a) Tujuan organisasi b) Teknologi yang digunakan c) Manusia yang terlibat d) Besar kecilnya organisasi 7. Unsur-Unsur Struktur Organisasi a) Spesialisasi kegiatan-kegiatan b) Standar disasi kegiatan-kegaiatan c) Koordinasi kegiatan-kegiatan d) Sentralisasi dan disentralisasi
  • 9.
    8. Hierarki dalamOrganisasi Aspek-aspek hierarki meliputi: a) Lini dan staf b) Rentang kendali c) Panitia dan satuan tugas 1) Komite 2) Satuan Tugas 9. Bentuk-Bentuk Organisai a) Organisasi Lini Organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan.
  • 10.
    Ciri-ciri utama organisasilini adalah: 1) Jumlah karyawan relatif sedikit 2) Organisasi relatif kecil 3) Karyawan saling mengenal dan akrab 4) Belum ada spesialisasi kerja Kebaikan organisasi lini adalah: 1) Perintah dan komando berjalan lancar 2) Keputusan dapat diambil dengan cepat 3) Solidaritas karyawan sangat tinggi Kelemahannya yaitu: 1) Kemampuan pemimpin sangat berpengaruh / berperan penting 2) Pemimpin cenderung otoriter 3) Perkembangan individu / staf terbatas
  • 11.
    b) Organisasi Fungsional Organisasi funsional adalah suatu organisasi dimana pimpinan tertinggi melimpahkan wewenangkan kepada kepala unit struktural yang memimpin kelompok yang menduduki jabatan fungsional. Kelebihan organisasi model fungsional ini adalah: 1) Adanya spesialisasi tugas yang jelas 2) Atasan adalah ahli dibidang fungsinya 3) Karyawan didayagunakan semaksimal mungkin sesuai dengan spesialisasinya Kelemahannya adalah: 1) Koordinasi agak sulit karena bawahan mempunyai beberapa atasan 2) Pengambilan keputusan agak terhambat karena ditentukan oleh top management 3) Sulit mencari seorang spesialis
  • 12.
    c. Organisasi linidan staf Dalam organisasi lini dan staf ada perbedaan antara unit pelaksana tugas pokok (lini) dan unit penunjang (staf). Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Organisasi yang besar dan kompleks memerlukan staf untuk membantu pimpinan atau manajer 2) Staf merupakan para ahli dalam bidang tertentu yang bertugas membantu menejer mengambil keputusan 3) Perintah kepada bawahan diberikan oleh pimpinan. Bukan staf. Kecuali, apabila staf mendapat wewenang dari menejer untuk memberi perintah kepada bawahan
  • 13.
    Kelebihan: 1) Dapat ditetapkan diorganisasi besar maupun kecil 2) Ada pembagian tugas diantara pimpinan dan bawahan karena adanya staf 3) Keputusan dapat diambil secara baik karena adanya bantuan staf Kelemahan: 1) Rasa silidaritas berkurang karena besarnya organisasi 2) Kadang-kadang perintah agak kabur karena kurang jelas 3) Pelaksanaan pekerjaan agak terlambat bila koordinasi staf kurang baik.
  • 14.
    d. Organisasi linidan fungsional Suatu bentuk organisasi di mana pimpinan tertinggi melimpahkan wewenangnya kepada para pejabat fungsional. e. Organisasi Gabun gan Organisasi gabungan merupakan perpaduan dari ketiga bentuk organisasi yang meliputi: 1) Struktur organisasi lini 2) Struktur organisasi fungsional 3) Struktur organisasi lini dan staf f. Organisasi Matriks Struktur bentuk organisasi matriks adalah bentuk organisasi yang paling mutakhir dan gabungan dari berbagai bentuk organisasi yang sudah ada sebelumnya.
  • 15.
    Inti organisasi matriksadalah mengombinasikan pola-pola fungsional dan hasil yang akan dicapai dalam kegiatan produksi/jasa/proyek. keunggulan utamanya adalah keluwesan menghadapi setiap permasalahan dan mudahnya untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan karena berfungsinya pola koordinasi antar-bagian yang efektif, sehingga setiap permasalah dapat didekati dari sisi fungsioanal dan sisi produk. kelemahannya adalah karena ia memiliki “pimpinan ganda” maka setiap menejer mempunyai dualisme pertanggung jawaban.
  • 16.
    g. Sekolah sebagaiOrganisasi Sekolah adalah organisasi sosial yang diselenggarakan dan dirancang sedemikian rupa yang mengutamakan kegiatannya dalam bidang pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara nasional, regional maupun institusional. D. Sekolah sebagai Organisasi Hidup Organisasi menurut Janet M. Kraegel dalam Ndraha, merupakan organisme hidup. Artinya, bersama- sama dengan unsurjasmani (anatomik) berupa administrasi yang menggambarkan wujud lembaga, unsur jiwa (fisiologik) berupa menejemen yang menjadi tenaga gerak dari dalam, dan unsur ruh sebagai sumber gerak berupa kepemimpinan serta unsur tingkah laku (behavioral) berupa kegiatan dan budaya sekolah menjadi organisme hidup.
  • 17.
    Sekolah sebagai organismedapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan sekolah, sebagaimana dikatakan oleh Kraegel dalam Ndraha, didorong oleh antara lain lain paham holisme. Paham ini mengajarkan bahwa keseluruhan (the whol) lebih dari jumlah bagian-bagian. Artinya, para penyelenggara dan pengelola sekolah cenderung memperbesar sekolah sebagai organisasi antara lain melalaui penambahan jumlah murid, kelas, guru, pegawai dan sarana prasarana, penambahan jurusan maupun program studi, penambahan dan pengembangan aktivitas sekolah. untuk mempertahankan hidup dan kemampuan berkembang, maka setiap sekolah harus berjuang, sebagaimana konsep teori Darwin, apa yang ada di dunia bukan merupakan takdir tetapi keadilan. Seluruh mahluk hidup termasuk sekolah mempunyai musuh-musuh.
  • 18.
    E. Perjuangan HidupSekolah Bagian penting kegiatan menejemen pendidikan adalah perjuangan hidup sekolah. Mengingat hidup dan matinya sekolah, mundur dan majunya sekolah juga sangat tergantung pada perjuangan hidup para pengelola sekolah. Perjuangan agar sekolah tetap hidup, eksis dan terus berkembang inilah yang merupakan kegiatan menejemen. Menurut Darwin, apa yang ada di dunia bukan merupakan takdir tetapi keadilan. Bentuk kehidupan yang lebih baik akan tumbuh terus mencapai yang lebih tinggi. Alam tidak peduli dengan kepunahan. Alam tidak menghasilakn sedikit dan melindunginya dengan hati- hati. Alam memproduksi dalam jumlah banyak dan sedikit saja yang dilindungi. Hal ini merupakan hukum alam.
  • 19.
    Perjuangan hidup lembagapendidikan juga semakin kuat ditingkat perguruan tinggi. Misalnya, pada tahun 2006 di kota Malang terdapat 40 perguruan tinggi (PT). Setiap PT ingin mendapatkan 1000 mahasiswa baru setiap tahun, padahal calon mahasiswa yang datang ke Malang hanya ada 20.000. Maka, terjadilah perjuangan, persaingan, bahkan perebutan untuk mendapatkan mahasiswa.
  • 20.
    Ada enam dalilmenurut teori Evolusi Darwin yang harus diterapakn dalam strategi menejemen pengembangan lembaga pendidikan dalam berbagai jenis maupun jejangnya, yaitu: 1. Pertumbuhan 2. Reproduksi 3. Warisan 4. Keragaman atau Bercorak 5. Pejuangan Hidup 6. Yang terkuat yang dapat bertahan
  • 21.
    F. Perubahan BagianPejuangan Sekolah Sebagai organisasi hidup, maka konsekuensinya sekolah selalu mengalami dinamika baik berupa perkembangan maupun perubahan. Teori perubahan organisasi dilatarbelakangi pada konsep bahwa organisasi tergantung pada dan harus berinteraksi dengan lingkungan luar demi kelangsungan hidupnya. Faktor internal yang mempengaruhi cara organisasi melakukan aktivitasnya, juga merupakan kegiatan untuk perubahan, yang didukung oleh change agent (pemimpin) yang mumpuni.
  • 22.
    Seperti yang diungkapakanDrucker dalam Stoner, terdapat banyak sekali corak kekuatan eksternal untuk perubahan. Demikian pula banyak faktor eksternal yang mendorong sekolah sebagai lembaga sosial maupun pendidikan melakukan perubahan, antara alain pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, perubahan peranan sekolah dalam masyarakat serta pergumulan sekolah di era global. Program perubahan selalu diperlukan karena pergerseran dalam waktu dan hubungan yang terjadi diseluruh organisasi dunia.
  • 23.
    Menurut Lewin dalamStoner, chage agent perlu melakukan proses perubahan sebab ia seringkali menghadapi dua tantangan besaer. Pertama, ia tidak mampu mengubah sikapatau perilaku yang sudah tertanam sejak lama. Kedua, perubahan itu hanya berlangsung singkat, setelah melalui periode singkat dalam usahanya dengan cara yang lain, individu tersebut kerap kembali kepada pola perilakunya yang tradisional. Untuk mengatasi rintangan-rintangan semacam itu, Lewin yang kemudian dilanjutkan oleh Edgar H. Schien dan kawan-kawan, dalam Stoner dkk. Mengembangkan model tiga langkah secara berurutan dalam proses perubahan. Model itu diantaranya:
  • 24.
    1) Pencairan (unfreezing) 2)Pengubahan (changing) 3) Membekukan kembali (refreezing) Bedasarkan teori perubahan di atas, agar sekolah tetap survive, maka setiap pengelola sekolah harus melakukan program untuk melakukan perubahan dalam lembaga sekolahnya, baik berupa perubahan kecil yang dilakukan setiap setahun sekali dan perubahan yang dilakukan tiap lima tahun sekali. Namun dalam realitasnya melakukan perubahan di sekolah tidak mudah, karena sekolah sering terjebak pada budaya kerja rutinitas sebelumnya yang sudah berurat akar dan dianggap benar.
  • 25.
    G. Klasifikasi OrganisasiPendidikan Untuk mempermudah bahasan ini, penulis mengambil istilah sekolah sebagai sampelnya. Jika dilihat dari sudut mutu penyelenggaraan pendidikannya, sekolah dapat dibagi menjadi lima kelompok: 1)Sekolah bermutu sangat rendah 2)Sekolah bermutu rendah 3)Sekolah bermutu sedang 4)Sekolah bermutu atau maju 5)Sekolah unggul Pengelompokan sekolah berdasarkan mutu penyelenggaraan pendidikan di atas tentunya menyampingkan penilaian yang di dasarkan jumlah murid. Selama jumlah murid mencapai standar